Transcript
16nQrYpj88c • Kitab Al-Kabair #45: Mengganggu Orang-Orang Shaleh - Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2676_16nQrYpj88c.txt
Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrhu ala taufqihian asadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuim. Wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluhudila ridwan. Allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwani. Kita lanjutkan bahasan kita. Babu adas shihin. Bab mengganggu orang-orang saleh. Siapa yang dimaksud orang saleh? Orang saleh adalah orang yang menjalankan hak Allah dan juga hak manusia. Ya, seperti yang sudah pernah kita sampaikan, wanita salihat kata Allah Subhanahu wa taala, "Fasholihatunu qonitatun hafidatu lil ghaib mafidallah." Namanya wanita-wanita salehah adalah wanita yang qanitat, yaitu taat, rajin beribadah, khusyuk dalam beribadah kepada Allah. Dia menunaikan hak Allah. Kemudian juga hafidatun lil ghaib. Dia menunaikan hak suaminya. ketika suaminya tidak di rumah, dia menjaga harga dirinya dan dia menjaga harta suaminya. Maka seorang yang saleh dia hak Allah dia kerjakan dan hak sesama manusia juga dia tunaikan. Secara umum tidak boleh mengganggu orang-orang beriman secara umum, terlebih lagi orang-orang yang terkenal kesalehannya di antara mereka. Allah berfirman, "Waullahi taala wallina yunal mukminin wal mukminatiu faqamu dan orang-orang yang menyakiti mengganggu kaumin-kaumat padahal tanpa sebab yang mereka kerjakan." Faqtamal buhtanan mubina, maka para pengganggu tersebut telah memikul kedustaan dan dosa yang besar. Maka ini ee larangan terhadap mengganggu orang mukminin secara umum, apalagi orang-orang yang yang saleh yang kita lihat mungkin dia sering ke masjid, dia sering bersedekah, dia menjaga lisan, ya berbakti kepada orang tua ya, dia sering apa namanya membantu tetangga. Ini orang saleh ya, orang saleh kita lihat orangang baik. Orang biasanya kelihatan ini orang baik ya. Bukan bukan tukang minum khamar, bukan bukan tukang bikin fitnah di antara masyarakat, orang baik kerjaannya masjid, ibadah, ngurusin orang tuanya, berbuat baik sama orang lain, orang saleh. Maka jangan coba-coba ganggu dia. Ya, jangan coba-coba ganggu ganggu dia karena bisa membuat Allah murka. Kemudian Syekh Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullah membawakan hadis an Abi Hurairah radhiallahu taala anhu. Dari sahabat Abu Hurairah radhiallahu anhu. Anna Aba Sufyan ata ala Salman wa Suhaibin wa Bilalin fi nafarin. Suatu hari Abu Sufyan menemui Salman atau melewati Salman, Suhaib dan Bilal dan beberapa orang sahabat. Ini kapan? Ketika ee di hari-hari hudnah. Hutnah yaitu ketika Abu Sufyan masih kafir dan di masa perjanjian Al-Hudaibiyah. Kita tahu perjanjian Al-Hudaibiyah terjadi pada tahun 6 Hijriah di bulan Zulkadah. Dan perjanjian tersebut adalah gencatan senjata antara kaum muslimin dan Quraisy selama 10 tahun. Selama 10 tahun. Abu Sufyan baru masuk Islam tahun 8 Hijriah. Di antara tahun 6 sampai 8 Hijriah, Abu Sufyan sempat datang ke ke Madinah ketemu dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kalau tidak salah ini menjelang menjelang ee Fatu Makkah. Maka ketika habis menemui Nabi, dia melewati tiga orang sahabat dan bersama yang lain yang orang-orang miskin. Salman miskin, Suhaib miskin, Bilal miskin. Sementara Abu Sufyan siapa? Abu Sufyan adalah tokoh Quraisy, pengganti Abu Abu Jahal. Abu Jahal ketika tewas, siapa yang ganti? Abu Sufyan. Makanya Abu Abu Jahal memimpin perang Badar. Tapi Abu Jahal tewas. Perang-perang berikutnya yang mimpin adalah Abu Sufyan. Perang Uhud Abu Sufyan yang pimpin. Perang Khand juga Abu Sufyan yang pimpin. Ketika melewati sahabat-sahabat yang miskin dan Abu Sufyan radhiallahu anhu masih dalam kondisi kafir, maka sahabat-sahabat miskin komentar, "Faqalu ma akat suyufahi mahazaha min unuqi aduwillah." Kata mereka, "Pedang-pedang Allah belum mengambil atau melakukan yang seharusnya terhadap leher musuh Allah. yaitu Abu Sufyan harusnya mati. Kata mereka belum pedang-pedang Allah belum menunaikan ee yang seharusnya untuk menyentuh leher musuh Allah ini. Jadi mereka sifati Abu Sufyan dengan musuh Allah dan mereka bilang harusnya mampus, harusnya mati. Karena Abu Sufyan pimpinan orang Quraisy yang telah menyakiti mereka dalam perang Uhud, yang telah menyakiti kaum muslimin dalam perang Khand. Maka terungkaplah perkataan tersebut ditujukan kepada Abu Sufyan. Kebetulan ada Abu Bakar. Faqala Abu Bakar. Abu Bakar radhiallahu anhu pun menegur mereka. Menegur Sof ee siapa nama? Salman, Suhaif, dan Bilal. Salman al-Farisi, Suhaib Arrumi, dan Bilal Al-Habasyi. Ya, Salman al-Farisi dari Persia. Suhaib Ar-Rumi kepada Romawi. Dan Bilal apa? Al-Habasyi. Dari Habasyi, Atbiyah. Sementara Abu Sufyan Quraisy. Maka Abu Bakar negur mereka. Kata Abu Bakar, "Attaquuluna had lisyaikhi quraisyin wa sayyidihim." Apakah kalian mengucapkan perkataan seperti itu kepada pemimpin Quraisy dan juga orang pembesar Quraisy. Syekh Quraisy maksudnya pembesar Quraisy yang sudah berusia dan juga pemimpin mereka. Maka Abu Bakar tegur. Namun setelah itu Abu Bakar kayaknya khawatir sesuatu. Maka faatan Nabiya faakbarahu faatan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Apakah Abu Bakar setelah ngomong begitu dia kayaknya tidak tidak serek dengan perkataannya, khawatir membuat sahabat-sahabat tadi marah. Maka dia pun datang kepada Nabi. Kemudian dia menceritakan apa yang terjadi. Abu Sufyan lewat dan Abu Sufyan siapa? Mertuanya Nabi. Abu Sufyan siapa? mertuanya Nabi. Karena Nabi sallallahu alaihi wasallam menikah dengan Romlah bin Abu Sufyan. Ya, ketika Abu Sufyan ee datang ke Madinah kemudian ingin menemui Nabi. Kemudian Romlah dia menduduk di tikarnya Nabi. Maka Romlah tarik ya Ummu Habibah Romlah binti Abu Sufyan. Dia mengatakan, "Innaka rajulun najis." Kau laki-laki najis. Gak, enggak mau. Jadi maksudnya Abu Sufyan adalah mertua Nabi dan Abu Bakar mengucapkan tersebut dalam rangka untuk mengambil hati Abu Sufyan. Dia pengin Abu Sufyan masuk Islam. Karena kalau pimpinan Quraisy masuk Islam, insyaallah yang lain juga pada pada ikut. Dan mereka semua Quraisy ya. Mereka semua Quraisy. Mereka tahu siapa Abu Sufyan. Maka Abu Bakar namun ketika menegur Suhaib, Salman dan Bilal, dia merasa tidak enak. Maka dia tanya sama Nabi, dia kabarkan kepada Nabi apa yang terjadi. Faqala, maka Nabi berkata, "Ya Aba Bakrin, wahai Abu Bakar, laallaka aqdabtahun. Jangan-jangan kau membuat sahabat tersebut marah. Jangan-jangan kau buat Salman, Suhaib, sama Bilal marah." Lain kunta aqdobtahum faqad aqdak. Kalau kau buat mereka marah, sungguh kau telah membuat Rabbmu marah. Ini menjadi perhatian kita. Jadi membuat orang-orang saleh marah, bisa membuat Allah marah. Faqala. Maka Abu Bakar pun balik menuju sahabat-sahabat tadi, sahabat-sahabat miskin tadi yang di antaranya bukan orang Arab ya secara nasab bukan Arab ya. Faqala. Maka dia berkata, "Ya ikhwatah, wahai saudara-saudaraku, laali aqdukum. Jangan-jangan aku telah membuat kalian marah dengan perkataanku tadi. Faqalu la." Kata mereka, "Enggak, enggak, enggak. Yagfirullahu laka ya ukhai. Tidak engkau tidak membuat kami marah. Semoga Allah mengampuni engkau wahai saudaraku. Rawahu Muslim. Ya. Rawahu Muslim. Hadis riwayat Muslim. Ini hadis tentang Abu Bakar Assiddiq adalah orang terbaik dari umat ini setelah ba'da nabiha ya. Setelah Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Siapa manusia terbaik? Abu Abu Bakar yang pujian sudah berlimpah ee dari Nabi kepada Abu Bakar Assiddiq yang Allah telah mengatakan wala saufa tard ya yang Allah mengatakan engkau akan ee rida ya atau walau saufa yard yaitu bahwa ayat turun kepada Abu Bakar Assiddiq bahwasanya dia akan rida dengan pemberian Allah itu dia akan masuk surga ya. Ya illa btiq wajhi rabbihil a'la wala saufa yard. Yaitu Allah muji Abu Bakar yang telah berinfak memerdekakan budak-budak. Di antaranya Bilal yang dia merdekakan dan dia tidak mengharap pambri sedikit pun dari mereka. Dan Abu Bakar ketika mendakan budak-budak bukan karena ada utang budi kepada budak-budak tersebut. Illaq wajibil aa. Namun semata-mata untuk mencari keridaan Allah subhanahu wa taala. Maka Allah mengatakan wala saufa yard maka sungguh dia akan rida. Yaitu ini dalil kata se ulama Abu Bakar pasti masuk surga. Ya dialah yang Allah sebutkan dalam Al-Qur'an. Illa tansuruhu faq nasarahullah id akhrajahulladina kafaruna taniini idhuma fil gar yaqulhibihi la tahzan innallaha maana. Kata Allah, "Kalau kalian tidak menolong Muhammad, ya, ya, maka Allah akan menolongnya." Ketika dia dalam goa bersama sahabatnya, maka Muhammad berkata kepada sahabatnya, "La tahzan. Jangan kau bersedih wahai sahabatku." Siapa maksudnya? Abu Bakar. Gak usah sedih. Kenapa? Innallaha maana. Kalau karena Allah bersama kita. Yaitu Allah bersamaku dan bersamamu. Dan ini pujian kepada Abu Bakar. Karena Nabi mengatakan Allah bersama kita. Allah tidak, Nabi tidak mengatakan Allah bersamaku. Innallaha mai. Tetapi Nabi berkata innallaha maana. Allah bersama bersama kita. Dan tidak usah tidak diragukan bagaimana kemuliaan Abu Bakar. Tapi ketika Abu Bakar mengucapkan perkataan yang salah yang dia merasa tidak enak kepada para sahabat tadi, maka Rasulullah ingatkan, "Laallakaahum." Jangan sampai kau bikin para sahabat tadi yang Bilal, Salman, Suhaib marah. Fain kunta aqdtahum faqad aqdabbak. Kalau kau buat mereka marah, sungguh Allah marah. Kau telah membuat Allah ma marah. Ini dalil bahwasanya kalau seorang mengganggu orang-orang saleh, maka bisa jadi Allah murka kepada kepadanya. Wallah wahua yatawall shihin. Karena yang ngurusi orang-orang saleh adalah siapa? Allah. Allah Subhanahu wa taala. Ya. Ya. Maka jangan sampai kita menyakiti orang-orang salihin tanpa tanpa sebab ya. Tanpa sebab nyakiti, ngejek atau mengganggu mereka. mungkin tidak langsung di dihukum oleh Allah saat itu. Bisa jadi tertunda. Bisa jadi tertunda. Ya, bisa tertunda. Oleh karenanya kalau kita lihat ada orang saleh jangan gangguanggu dia. Ya, Abu Bakar aja ditegur oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Apalagi kita ya jangan remehkan. Mungkin miskin, saleh tapi miskin, saleh tapi enggak punya kedudukan, saleh tapi tidak terkenal. Ya, kalau dari sisi Abu Bakar dengan Salman, Suhaib, dan Bilal beda jauh. Abu Bakar tinggi sekali kedudukannya dari segala sisi. Abu Bakar Assiddiq tinggi. Dari sisi ilmu, dari sisi takwa, dari sisi sedekah, dari sisi persahabatan, dari sisi kedekatan dengan Nabi. Semuanya menang Abu Bakar. Tapi itu pun dilarang oleh Nabi untuk mengganggu orang-orang saleh. Ya, itu pun dilarang untuk mengganggu orang-orang saleh karena bisa membuat Allah murka. Tiib. Hadis berikutnya. Walitzi wa hassanahu an abi baqrah marfuan. Imam Tirmidzi meriwayatkan dan dia menghasankan riwayat tersebut dari Abu Bakrah radhiallahu anhu secara marfu. Rasul sahu alaihi wasallam bersabda, "Man ahan sultan ahanahullah." Siapa yang menghina penguasa, maka Allah akan menghinanya pula. Sebah mengatakan hadis ini umum. Tidak boleh kita menghina penguasa. Apakah penguasa tersebut saleh ataupun tidak saleh? Ya, selama dia tidak kafir, ya, selama ee dia tidak jelas-jelas apa namanya keluar dari agama, maka maslahat mengharuskan tidak boleh menghina penguasa di tengah umum. Kalau mau nasihati datang menasihati. Ya. Sebagaimana perkataan Nabi sallallahu alaihi wasallam, afdalul jihad kalimatu haqqin ind sultanil jair. Sebaik-baik jihad adalah ucapan yang benar di depan sultan yang zalim. Bukan ngomong belakang, bukan bikin kacau di belakang. Karena mudarat yang timbul sangatlah banyak. Apalagi menghina-menghina di belakang. Ee tentunya kita ingin perbaikan ketika dilakukan penghinaan di belakang susah orang untuk terima. Jangankan orang yang jahat, orang saleh saja kalau dihina di belakang dia tidak suka, dia tidak terima. Apalagi orang yang mungkin jahat ya seperti penguasa yang yang jahat. Kemudian ee bisa jadi masa terprovokasi kemudian terjadi hal-hal yang tidak baik bagi keutuhan suatu daulah atau suatu negara. Maka Rasulullah mengatakan, "Siapa yang menghina penguasa, Allah akan menghinanya." Ini secara umum. Terlebih lagi kalau penguasanya adalah penguasa yang saleh. Ini dobble-dobel lagi ya. Ternyata dia orang baik, tidak ada yang sempurna. Tapi secara umum dia baik. Secara umum dia baik, secara umum dia berusaha. Secara umum dia punya sumbangsi buat bangsa. Secara umum maka kalau dia kelihatannya baik kemudian masih dihina lagi, terus siapa yang mau selamat dari hinaan? Ya. Dan itulah sunatullah terjadi. Tidak ada yang pernah puas dengan penguasa. Di zaman Utsman banyak orang protes. Enggak banyak. Sampai Utsman dibunuh. Siapa Utsman? Dun Nurain yang pernah menikah dengan dua putri Nabi sallallahu alaihi wasallam setelah Ruqayyah kemudian meninggal kemudian nikah dengan Ummu Kultsum. Tidak ada seorang lelaki yang pernah menikah dengan dua putri Nabi dari seluruh Nabi kecuali siapa? Utsman bin Affan. Bahkan ketika Ummu Kultsum juga meninggal setelah Ruqayyah meninggal, Ummu Kultsum meninggal. Kata Nabi, "Kalau saya punya putri yang lain yang belum menikah, saya akan nikahkan dengan dengan engkau." Yang Rasulullah pernah berkata, "Marra Utsman ma amila ba'dal yaum." Ketika perang Tabuk, Utsman mengatakan, "Alya bimiati ibil biaqtabiha wa ahlasiha. Aku yang menanggung 100 ekor unta dengan seluruh pelananya dan juga dudukannya. Ya, ktab itu dudukan di unta. Saya tanggung. Kemudian kata Utsman, "Alaiya bimiin ukhra." Saya tanggung lagi 100 unta yang lain. Kemudian dalam riwayat yang mengatakan alaiya bimiin ukhra sehingga dia sumbang 300 ekor unta dengan lengkap pelananya. Dalam riwayat dia juga menyumbang kalau tidak salah 1.000 dinar. Jadi banyak yang disumbang oleh Utsman ketika itu. Diinfakkan oleh Utsman untuk perang Tabuk. Maka Rasulullah mengomentari ketika itu, ma daro ibna Affan ma amila ba'dal yaum. Setelah ini Utsman bin Affan bikin apapun tidak ada masalah karena terlalu banyak apa ee kebaikannya. Itu pun orang-orang pada protes sehingga memberontak kepada Utsman. Dan itu juga menimpa Ali bin Abi Thalib. Dan siapa si Ali bin Abi Thalib? Seorang telah dijamin masuk surga. Utsman juga di masuk surga. Dan demikianlah tidak ada yang sempurna. Yang sempurna saja atau hampir sempurna saja masih ada yang tidak puas apalagi yang tidak sempurna. Maka kalau ada penguasa dalam strata apapun misalnya dia hanya sekedar camat, misalnya dia hanya sekedar ee misalnya dia adalah ee lurah atau camat atau lebih tinggi lagi atau bupati atau dan kita lihat dia saleh tentu tidak. bukan saleh, bukan berarti dia seorang nabi atau dia seorang wali, tapi secara umum dia baik. Dan kita dia berusaha untuk baik, maka jangan sekali-sekali menghina menghina dia. Ini karena doble. Dia punya hak sebagai orang saleh dan dia punya hak sebagai seorang penguasa yang tidak boleh dihina. Jadi jangan kita apa? Kemerdekaan berpendapat, kemerdekaan berekspresi. Iya. Ekspresi juga diatur dalam apa? syariat. Berarti kalau gitu kemerdekaan, gibah namimah, merdeka ya. Merdeka di dunia, di akhirat tidak merdeka ya. Kemerdekaan menghina gak nak kita ada aturan kita bukan asal bebas ekspresi, bebas bicara bebas. Semua ada aturannya yang bikin orang banyak masuk neraka lisan. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, fahal yaasa finari ala manakiridim. Bukankah yang paling banyak buat manusia terjerumus, tersungkur, digeret di atas wajah mereka dalam neraka jahanam kecuali hasil dari lisan-lisan mereka. Maka di sini diingatkan oleh Syekh, apalagi kalau orang saleh tersebut adalah seorang sul sultan, maka dia punya hak. Hak orang saleh tidak boleh dihina dan hak sebagai sultan penguasa tidak boleh dihina. Tib ee kita lanjutkan bab berikutnya. Bab ma jaa fil amanah wal khianah fiha wa tafsiril amanah. Ya, bab tentang amanat dan pengkhianatan pengkhianatan terhadap amanah. Dan apa sih tafsir amanah? Ya, tentang amanah dan pengkhianatan terhadap amanah ya. Karena lawan dari orang terpercaya itu orang yang berkhianat. Dan apa tafsir amanah? Waqulullahi taala. Innallaha yamurukum tuaddul amanati ila ahliha. Dalil pertama firman Allah, "Sesungguhnya Allah memerintahkan kalian untuk menunaikan amanat-amanat kepada pemiliknya." Ya, kata Rasul sahu alaih wasallam dalam hadis, "Adil amanata ila ahliha wala takun man khanaq." Tunaikanlah amanah kepada pemiliknya dan jangan kau berkhianat kepada orang yang mengkhianatimu. Amanah tunaikan. Kalau ada yang berkhianat kamu dengan kamu, jangan kau balas dengan khianat. Kenapa? Karena khianat itu adalah ee menipu tatkala di di dipercayai. Amanah itu percaya. Kalau kau mau mau balas keburukan, balas terang-terangan. Bukan ketika dia percaya sama kepada engkau, dia pernah khianat sama engkau, kau balas. Saya khianat dia juga. Rasulullah larang. Orang muslim tidak boleh begitu. Orang muslim tidak boleh begitu. Jangan dia pernah khianat engkau. Kau pun menipu dia. Tatkala dia sudah percaya sama engkau, kau khianat. Itu namanya khianat. Khianat itu membohongi di saat diperca dipercayai. Artinya kalau kau mau balas jangan jangan kau sampai buat dia percaya. Balasbalas aja. Kau telah zalim sama saya. Balas depan-depan. Bukan kemudian oh dia pernah khianat saya. Saya catat nih. Mulai kita pelan-pelan, pelan-pelan sampai dia percaya terus kita khianat ketika dia percaya. Ini tidak boleh. Rasulullah mengatakan, "Adil amanata ila ahliha. Tunaikanlah amanah kepada pemiliknya. Wala takun man khanaq. Jangan kau khianat kepada orang yang pernah mengkhianatimu. Sebagian pasangan suami istri seperti itu. Suaminya pernah berkhianat, dia balas, dia pun khianat. Dengan suaminya berkhianat, istrinya pun ikut ber khianat. Gak boleh. Enggak boleh. Tidak boleh khianat dibalas dengan apa? Khianat. Kita punya partner bisnis, dia khianat kita. Kemudian dia mungkin minta maaf atau apa. Kemudian kita cari cela, kita balas khianat tersebut tatkala dia percaya sama kita. Enggak boleh. Kalau kau pisah-pisah aja. Kalau kau mau tuntut, tuntut. Tapi jangan kau buat dipercaya sama kau terus kau khianat. Ini gak boleh. Rasulullah larang. Jadi apa itu khianat? Khianat itu menipu di saat diperca dipercayai. Boleh. Tib. Ee waquli taala. juga firman Allah inamawati ardi wal jibali fainahmilnaha wa asfaqana minha waalahalal insan innahuanauman jahula. Sesungguhnya kami kata Allah sungguhnya kami telah menawarkan amanah kepada langit dan kepada bumi dan kepada gunung. Namun langit, bumi, dan gunung, padahal begitu kokoh, langit, bumi, dan gunung menolak untuk memikul amanah tersebut. Ini Allah ee menawarkan dengan tawaran ikhtiar. Pilih tidak harus. Tapi ketiganya menolak, langit, bumi, dan gunung menolak. Wa asfaqana minha. Dan mereka khawatir tidak bisa melaksanakan amanah. Kata Allah, wahama lahal insan. Namun manusia terima. Innahu kanan jahula. Apa manusia itu suka berbuat zalim dan jahil. Suka berbuat zalim dan suka jahil. Ya. Maka di sini Allah mencela manusia yang tidak bisa menjalankan amanah dengan zalim dan jahil. Oleh karenanya amanah kalau sudah diterima harus ditunaikan. Kalau tidak maka akan ada pertanggungjawabannya pada hari kiamat. Kemudian Syekh Muhammad Abhab membawakan riwayat dari Albaihaqi meriwayatkan dari Ibnu Mas'ud radhiallahu anhu qala. Ibnu Mas'ud berkata, "Ini asar dari Ibnu Mas'ud bukan hadis. Arar dari Ibnu Mas'ud ya maukuf. Kalau hadis dari Nabi namanya marfu. Kalau hadis dari sahabat namanya apa? Maukuf." Maukuf ala shahabi qala kata Ibnu Mas'ud, "Alqatlu fiabilillah yukiru al amanah wadin." Bahwasanya terbunuh di jalan Allah itu mati syahid menghapuskan seluruh dosa kecuali dua amanah dan hutang. Kenapa? Karena memang hukum asal hukum asal problem sama manusia lain hukum asalnya kalau kita punya masalah di dunia dia akan nuntut di akhirat hukum asalnya hak orang lain asalnya dia akan nuntut di akhirat berbeda dengan kalau antara hak hamba dengan Allah hak Allah maka asalnya Allah memaafkan apalagi mujahid kalau mujahid mungkin dia punya dosa pernah ini tapi terkait dengan hak Allah mungkin dia begini mungkin dia begini mungkin dia melanggar ini, melanggar anu, salatnya enggak beres. Kemudian misalnya puasanya enggak beres, mungkin ee kurang menjaga diri, mungkin dia pernah ee berzina, mungkin dia banyak maksiat. Tapi antara dia dengan Allah Subhanahu wa taala maka hukum asal kalau dia mati syahid semuanya diampuni. Tapi lain halnya kalau terkait dengan hak manusi manusia. Di antaranya amanah. Mungkin ada orang nitip wadiah, nitip barang, kasih kepercayaan. Ini hak manusia. Di antaranya hutang dain, ya. Maka Ibnu Mas'ud berkata, "Seluruh dosanya akan diampuni kecuali amanah dengan hu hutang." Ini membuat kita hati-hati. Jangan menggambangkan hutang, jangan menggampangkan amanah. Kalau tidak bisa menunaikan amanah, jangan terima amanah tersebut. Jangan terima amanah tersebut. Ya. Saya pernah dari satu safar orang nitipnitip HP. Ustaz nitip HP. Saya bilang, "Aduh, saya saya tidak jamin saya akan berusaha jaga." Tapi saya ini pelupa. Kalau hilang jangan macam-macam. Gak apa-apa, Ustaz. Hilang jangan macam-macam, ya. Saya ini pelupa gini-gini saya tidak perhatiin. Gak apaa, Ustaz. Alhamdulillah selamat. Kalau hilang saya tidak mau tanggung jawab ya. Saya tidak bisa ya. Orang datang, "Ustaz, saya punya rahasia. Saya tidak bisa. Jangan sampaikan rahasia pada saya. Saya khawatir saya bongkar tetap saya jaga. Tapi saya ingat saya tidak mau gak usah sama orang saya khawatir saya tidak amanah. Cerita sama orang lain gak ada gak ustaz saya mau cerita gak. Jadi hati-hati amanah amanah hati-hati orang kasih amanah ini amanah tolong bangunkan ini, bangun ini, tolong ini untuk sosial. Kalau enggak bisa, jangan. Jangan jangan sok beramal saleh, tapi ternyata enggak bisa amanah menjalankan uang masyarakat. Seperti iklan-iklan. Ayo investasi akhirat yang ingin masuk surga sumbang ke saya. Begitu uang disumbang dia tidak bisa jalankan amanah. Ngacau. Uang pakai sana pakai sini pakai sana pakai sini. Enggak jelas. Ngeri. Demikian juga hutang. Kemudian Ibnu Mas'ud berkata, "Yuta bil abdi yaumalqiamah wain qutila fibilillah." Dihadirkan seorang hamba pada hari kiamat meskipun dia mati syahid fabilillah lahu. Maka dikatakan kepadanya, "Addi amanataka." Tunaikanlah amanah yang dibebankan kepadamu. Fakulub abi ya kaifa waqhabat dunya. Bagaimana saya mau sampaikan amanah? Dunia semua tidak ada di akhirat. Itu saya pernah pegang barang orang, orang pernah nitipkan barang tidak saya sampai-sampaikan, saya simpan-simpan atau saya gunakan. Banyak amanah diberikan, namun saya tidak tunaikan. Maka Allah suruh dia tunaikan pada hari kiamat. Dia bilang, "Gimana bisa? Barang-barang yang diamanahkan kepada saya semua sudah sirnas. Kan dunia sudah hilang sekarang di akhirat." Fayuqal intolqu bihi ilal hawya. Maka dikatakan, "Pergilah." Kata Allah, malaikat kepada malaikat, "Bawa dia kepada neraka jahanam." Fayqui ilaiha. Maka malaikat membawa dia menuju neraka jahanam. amatuhuatiha ya dufiat ilaihi. Maka tiba-tiba di neraka Allah bentuk semacam amanah seperti yang diserahkan kepadanya ketika masih di dunia. Entah harta, entah apa, entah entah amanah. Ee mungkin amanah macam-macam. Bisa jadi harta, bisa jadi ngurusin sesuatu, bisa jadi pekerjaan, bisa jadi apa, titip motor, titip emas, titip barang. Maka ketika di di neraka diperlihatkan kemudian dia ee fayaroha dia pun lihat wifu dia ingat oh ini amanah yang saya dulu tidak tunaikan fayahwi fiariha hatta yudrikah maka dia pun jalan menuju eh amanah tersebut di neraka jahanam fayahmiluha sampai dia dapat amanah tersebut kemudian dia pikul alamangaihi dia pikul alamangihi dia pikul di atas pundaknya hatta idonna annahu kharijun tatkala dia bawa Seakan-akan dia mau keluar dari neraka kemudian amanah tersebut jatuh lagi. Maka fahua yahwiha abad. Maka dia pun kejar lagi amanah tersebut di neraka. Dia ambil lagi. Kemudian dia bawa lagi. Ketika dia mau keluar di neraka jatuh lagi. Ini musibah ya selama-lamanya seperti itu. Sma qal. Kemudian Ibnu Mas'ud berkata, "Asatu amanah." Salat adalah amanah. Wal wuduuu amanah. Wudu adalah amanah. Wal waznu amanah. Timbangan adalah amanah. Jangan sampai ngawur. Wal kailu amanah. Ee volume apa namanya? Takaran juga amanah. Waadada asya. Kemudian dimaksud menyebutkan beberapa perkara. Wa asyadualika alwada. Dan yang paling berat amanah adalah titipan. Titipan. Barang titipan. Qala kata sang perawi faataitu albara. Aku pun mendatangi albara. Faqulu. Aku berkata kepada Albara bin Azib, sahabat juga, "Ala tar maqala Ibnu Mas'udin qala kad wa." Bagaimana? Apakah kau berpendapat seperti Ibnu Mas'ud? Dia mengatakan amanah itu salat amanah, wudu amanah, timbangan amanah, takaran amanah, dan yang paling parah adalah wadiah. Titipanlah amanah. Bagaimana menurut engkau wahai Albara? Kata Albara bin Azib radhiallahu anhu, "Sodq ibnu Mas'ud, benar. Ama samallaha taala yaakl. Tidakkah kau mendengar firman Allah? Innallaha ymurukum tuaddul amanati ila ahliha. Sesungguhnya Allah perintahkan kalian untuk menunaikan amanat pada ahlinya, pada pemiliknya. Qala Zaid bin Aslam. Zaid bin Aslam mengomentari tentang ayat ini. Hium wal guslu minal janabah. Di antara amanah adalah puasa, mandi janabah wfi minasar dan syariat-syariat yang tidak ee yang tidak kelihatan. Tib. Ini dalil bahwasanya Ibnu Mas'ud memandang amanah umum. Ada amanah terkait perintah Allah Subhanahu wa taala seperti wudu. Orang wudu harusnya dengan amanah dan ada salat. Dan ini terutama amalan-amalan yang orang tidak lihat sehingga antara engkau dengan Allah ini amanah dari Allah untuk kau salat, untuk kau wudu, untuk kau bayar zakat. Orang tidak tahu harta kita. Yang tahu kita. Maka antara engkau dengan Allah maka disebut amanah karena antara engkau dengan Allah. Orang nanti tidak tahu. Nah, kau tunaikan atau tidak. Ya. Ya. Tetapi yang lebih parah adalah amanah terkait dengan hak manusia tadi. Alwazan alkil ketika kita nimbang sesuatu jangan sampai kita kurangi meskipun 1 ons. Ketika kita nakar sesuatu jangan sampai kita kurangi meskipun 1 ml. Jangan ya. Kecuali kita sudah berusaha berusaha semaksimal mungkin. Menurut kita sudah pas ini dimaafkan oleh Allah Subhanahu wa taala ya. Yang paling parah kata Ibnu Mas'ud adalah wadiah. Titipan. Seorang titip sesuatu diamanahi kemudian dia mengaku milik dia. Nah, ini ngeri. Diambil amanah tersebut dititipin misalnya keluarga nitipin anaknya ternyata dia pengin kerja atau dia pengin merantau. Tolong saya titip anak ini ponakanmu ternyata anaknya disia-siakan. Ini ngeri juga amanah. ngeri. Maka saya katakan kita ini kalau tidak mampu menjalankan amanah, gak usah terima amanah. Kita dalam kondisi lapang, ngapain harus maksa memban kecuali kita terpaksa megang amanah tersebut. Selama kita tidak harus memegang amanah tersebut dan kita merasa tidak mampu, jangan. Kalau kau mampu untuk memegang amanah tersebut, memegang titipan tersebut, berpahala. Orang nitip barang kau jaga. Pahala atau tidak pahala? Tapi kalau kau tidak mampu, jangan maksa. Apalagi buka buka buka iklan, setorkan uang kalian. Kalau mau masuk surga ini adalah investasi akhirat. Karena saya adalah amanah. Saya akan bangunkan masjid untuk kalian. Pahalanya akan ngalir buat kalian. Pahala jariah. Dapat uang 10 miliar, masjidnya 8 miliar. 2 miliar masuk kantong. repot ngeri waktu di mana di Suriah lagi banyak perang ada sebagian yang ngumpulin uang ngumpulin uang ngumpulin uang begitu banyak ternyata dia tidak bisa serahkan uang tersebut ke masyarakat karena satu dan lain halnya uangnya dia alihkan untuk bikin pondok kek bikin apa untuk kepentingan pribadi. Padahal amanahnya uang tersebut adalah untuk rakyat su Suriah. Kalau enggak mampu sudah. Kalau enggak, kalau memang tidak bisa tersalurkan, harusnya disalurkan yang semisal. Yang semisal bukan untuk bikin pondok atas nama pribadi. Ini ngeri seperti gini. Ngeri ijtihad-ijtihad yang tidak benar yang maka ikhwan hati-hati kalau gak bisa sampaikan amanah jangan terima. Jangan terima ya. Amanah bikin masjid, terima uang dari masyarakat bikin masjid. Masjid bikinnya ngawur, ternyata salah gambar bongkar lagi. Ini uang orang mau bongkar bongkar dibuang. Terus kalau beli barang-barang yang mahal-mahal, beli marmer yang mahal, masyarakat mana tahu marmer mahal, marmer murah, yang penting bisa buat apa? Salat. Apalagi uang umat kemudian dibuat masjid untuk estetika saja. Ini ngeri saya lihat gambar yang bagus estetika sehingga tidak fungsional. tidak tidak maksimal optimal dalam memfungsikan tanah sehingga masjid kecil hiasannya terlalu terlalu banyak biayanya membeludak sampai ngutang uang umat, uang rakyat, uang donatur ini enggak amanah sepertinya. Baca buku fikih tentang bagaimana membuat masjid tidak boleh untuk bangga-banggaan, tidak boleh untuk bangga-banggaan estetika. Kemudian habis duit. Jadi akhirnya tren bikin masjid yang begini begini begini. Masjid apa enggak tahu. Biayanya mahal, ruangnya cuma sempit. Terlalu indah ornamennya membersihkannya susah. Beneran itu? Ini apa? Seperti ini. Ya memang kamu disuh bikin indah. Ini yang penting itu yang penting nyaman, bagus, oke, estetika biasa-biasa aja. Yang penting nyaman bisa fungsional. Ini saya ada ke masjid, saya pernah ke masjid, ruang jalannya begini, kemudian begini. Ini masjid daerahnya luas yang buat salat sem sempit. Waktu kajian orang numpuk-numpuk. Kenapa? Karena ya lainnya buat apa? Estetika. Estetika di hotel bukan di masjid. Ini uang umat. Uang umat memang mau dibuat. Dia pengin dapat pahala jariah, ternyata dibikin pot bunga yang besar, dibikin kolam renang besar, ikannya aja bayar. Ini ikan wakaf tahu. Aneh-aneh orang. Ente kalau enggak bisa pegang amanah, enggak usah pegang amanah. Kalau uang ente sendiri ya mau-mau lu terserah. Ini uang umat, uang rakyat. Kadang uang APBN atau APBD yang ambil dari pajak yang setengah mati orang kerja pajak bayar untuk bikin hal yang jangan. Kalau enggak bisa amanah, enggak usah. Maka seorang berusaha menunaikan amanah. Kalau tidak mampu jangan pegang amanah ya. Dan orang kalau punya hutang jangan lupa lunasi ya. Antum mati syahid pun musibah kalau punya hutang. Apalagi mati konyol. Yang mati syahid saja musibah hari kiamat kalau punya hutang. Apalagi yang mati mati konyol. Mati enggak jelas ya. Mati enggak enggak jelas. Di antara yang menakjubkan adalah tentang kisah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Rasulull sallahu alaihi wasallam ketika berhijrah ternyata orang-orang musyrikin banyak menitip amanah kepada Nabi, menitip wadiah ya karena mereka tahu Nabi adalah orang jujur. Meskipun di siang hari mereka bilang Nabi pendusta, tukang sihir, tapi mereka malam-malam nitip barang sama Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ya ikut-ikutan bilang pendusa tuh ya secara lisan aja, secara hati mereka tahu Nabi jujur. Kata Allah, "Fainnahum la yukadzibunak wakinimina biayyatillahi jahadun." Sesungguhnya mereka tidak mendustakan engkau. Tetapi orang-orang zalim ngeyel. Sebenarnya kalau secara hati mereka tahu Rasulull Sallahu Alaihi Wasallam jujur dan mereka yang telah menyematkan gelar kepada Nabi Asoddiqul amin al-Amin. Mereka sudah tahu. Jadi ketika Nabi berhijrah karena Nabi mau dibunuh, Nabi tidak bawa lari amanah tersebut. Nabi karena saking banyaknya amanah, Nabi tugaskan Ali bin Abi Thalib 3 hari untuk kembalikan seluruh amanah. Jadi Ali bin Abi Thalib 3 hari belum hijrah. Bagikan amanah, bagikan bagian baru kemudian nyusul Nabi sallallahu alaihi wasallam. Mungkin kalau kita di posisi Nabi kurang ajar. Ambillah sekilolah emas kabur. Mereka pengin bunuh saya daripada saya dibunuh mending saya ambil apa? Harta mereka. Tapi Rasul sahu alaihi wasallam tidak melakukannya. Karena Rasulullah mengatakan wala takun man khanaq. Jangan kau berkhianat pada orang yang percaya sama sama engkau. Gak boleh. Ini aturan gak boleh. Kamu kalau ingin balas jangan dengan cara bukan dengan cara khianat. Sampaikan jelas baru balas. Kalau pengin balas. Tapi jangan kau ambil kepercayaannya kemudian kau balas khianat yang pernah dia lakukan. Gak boleh dalam Islam. Enggak boleh. Tayib. Ee kita lanjutkan. Babul wilayat minal amanah. Di sini kemudian Syekh Muhammad Abdul Wahab rahimahullah mulai masuk dalam amanah yang besar. Di antaranya amanah kekuasaan. Kekuasaan adalah amanah, beban. harus ditunaikan. Kalau tidak mampu pegang amanah, enggak usah jadi pejabat. Jangan spekulasi dalam hidup ini. Ya, babul wilayat minal amanah. Sesungguhnya kekuasaan jabatan adalah termasuk amanah. An Abi Hurairat radhiallahu anhu anna a'ra saalan Nabi shallallahu alaihi wasallam. Dari Abu Hurairah ada seorang Arab Badui bertanya kepada Nabi, "Mata saah?" Kapan hari kiamat? Qatil amanatuirusah. Jika amanat telah dibuang atau disia-siakan yaitu tidak ditunaikan maka tunggulah hari kiamat. J Rasulullah ditanya kapan hari kiamat? Rasulullah tidak tahu kapan hari kiamat tapi Rasulull sahu alaihi wasallam tahu ciri-ciri hari kiamat. Di antara ciri-ciri hari kiamat asyratus sa ada dua. Ada asratussa alkubra tanda-tanda besar hari kiamat dan ada asyratus sa assugra tanda-tanda kecil. Tanda-tanda besar 10. Kalau sudah muncul 10 itu berarti hari kiamat sebentar lagi di antaranya apa? Munculnya D dajal, kemudian turunnya Nabi Isa, kemudian ada dukhan, kemudian ada tiga longsor. Khasfun bil maghrib di timur, khosfun bil masriq di di di barat, di timur dan longsor besar-besaran. Khasfun tenggelam. Orang tenggelam semua dengan hunian-hunian semua. Khun fi jisil Arab di negeri Arab. Kemudian di antaranya dukhan. Di antaranya dukhan yaitu asap keluar yang ee menjelang hari kiamat. Kemudian ee di antaranya adalah matahari terbit dari barat. Kalau kita bangun tidurun matahari ternyata belum terbit-terbit. Terbit dari barat. Ah ini hari apa? Hari kiamat. Kemudian dabah. Ada hewan yang keluar setelah matahari terbit. Ada hewan yang hewan yang berbicara kepada manusia. Yang 10 ada api yang keluar dari qari aden. Ada api yang keluar dari aden dari Yaman kemudian menggiring manusia. Ini 10 itu semua tanda besar. Yang lain tanda-tanda kecil. Tanda kecil banyak seperti apa? Orang masuk masjid tidak tidak salat tahiyatul masjid. Di antaranya orang ketemu hanya salam kepada yang kenal. Sudah ada belum? Ini tanda hari kiamat ini? Ada ya. Di antaranya adalah amanah disia-siakan. Ya. Ya. Di antaranya. Di antaranya ada seorang lelaki ngurusin 50 wanita. Berarti jumlah wanita sangat apa? Sangat banyak. Maka ditanya lagi, "Kaifa idatuha?" Ya Rasulullah, bagaimana bentuk menyia-nyiakan amanah atau tidak apa mentelantarkan amanah? Tidak ditunaikan. Qusidal amri giri ahli sahariah. Kalau urusan diserahkan kepada bukan ahlinya ya atau jabatan wusidal amru maksudnya jabatan diserahkan kepada bukan ahlinya maka tunggulah hari kiamat. Akhrajahul Bukhari. Ya. Jadi kita tahu jabatan, pekerjaan ini semua amanah. Maka seorang ketika mendapatkan jabatan kedudukan maka dia harus menunaikan dengan cara yang terbaik. Jangan dia pikir yang penting dapat gaji. Dapat gaji, dapat keuntungan sehingga dia kerja asal-asalan. Berarti dia tidak amanah. Gak boleh kalau dia kerja kerja asal-asalan. Pikiran dia yang penting tanggal muda dapat atau tanggal tua dapat gaji. Sementara dia kerja asal-asalan. Karena namanya amanah akan ditanya oleh Allah Subhanahu wa taala. Sebagian orang ya memanfaatkan jabatannya bukan untuk menjalankan amanah tapi untuk memperkaya diri. Justru diajikan kesempatan untuk memperkaya diri. Ada urusan-urusan kalau tidak disogok dia enggak mau kerjain. Kalau tidak disogok tidak mau kerjain. Ini sogok ini luar biasa ya dari PP sampai besar-besaran ya. Ada kisah ada kawan ini nyata ini dia cerita sama saya langsung dia ketua RT. Ketua RT ngurusin RT berapa sih? Berapa kepala keluarga? Berapa? 80 ya 80 sampai 100. Okelah. Terus ada orang mau kerja minta surat miskin sama dia. Memang miskin makanya cari kerja. Dia datang, "Pak RT, bikin surat miskin." Teman kita bikin sudah ngaji bikin udah kasih uang kerahiman enggak perlu kau aja miskin mau sogok-sogok mau kasih k saya uang akhirnya orang ini pergi buat tanpa kasih uang sama sekali sama kawan kita kata kawan kita, "Setelah itu saya ditelepon sama RT yang lain sama RW kamu kenapa enggak terima? Jangan rubah tradisi kita." Ini korupsi bukan cuma urusan sampai Kementerian Agama. Bahkan sampai urusan RT pun ada korupsi. Jadi tradisi luar biasa ini gimana? Gimana cara ngerubah ini? Kalau enggak ngaji agak susah ya. Harus ngaji ya. Ini ngeri ya. Ngeri itu, Bu. Ini tidak amanah. Tidak amanah. Jadi kalau kita dapat jabatan harus kerjakan. Kalau enggak enggak bisa maka tidak boleh ya. Padahal laana rasulullah lanasi wal murtasi. Allah melaknat orang yang menyogok dan yang di disogok. Kemudian bab berikutnya, babu babun annahyu an thabiha. Babangan meminta jabatan. Ini ngeri lagi. Bab larangan minta jabatan. An Abdurrahman bin Samurah radhiallahu anhu marfuan. Dari sahabat Abdurrahman bin Samurah secara marfu. Qala la tasalil imarah. Kata Abdurrahman bin Samurah, Rasulullah menyampaikan nasihat kepadanya. Kata Rasulullah, tasalil imar, jangan kau minta jabatan. Kalau kau diberikan jabatan tanpa kau minta, kau akan dibantu oleh Allah. Kalau kau tugas ya sudah jalanin kok. Yang penting jangan minta maka dibantu oleh Allah. Wainahain wukilta ilaiha. Tapi kalau kau dapat jabatan dengan minta-minta maka akan diserahkan kepada dirimu sendiri. Itu tidak dibantu oleh Allah subhanahu wa taala. Kemudian kata Nabi, "Waid hafta ala yaminin faroita giroha khairon minha." Kalau kau sudah bersumpah melakukan suatu suatu hal, lantas kau melihat ada yang lebih baik daripada hal yang kau sumpahin tadi. Yaitu saya bilang misalnya saya akan ee demi Allah saya akan sumbang 100 ekor unta. 100 ekor ee ayam misalnya, eh kayaknya lebih bagus 100 ekor unta. Ganti deh gak apa-apa boleh diganti. Ada yang lebih baik. Failladzi huhairun wafir yaminika. Maka lakukanlah yang lebih baik. Tinggalkan yang kau sumpah tadi. Lalu bayar kafarah. Bayar kafarah apa? sumpah ya. Ee di sini Rasulullah menjelaskan ee jangan minta jabatan karena kalau orang minta jabatan maka tidak akan ditolong. Ini larangan untuk minta jabatan. Zaman sekarang orang minta jabatan enggak? Kita hidup di zaman orang minta jabatan, beli suara, nyogok-nyogok suara, bagi-bagi uang, serangan fajar, serangan magrib, serangan lima waktu, bagi uang, bagiang bagimang. Bagi beras, bagi beras, entah beras dari mana. Kerja sama dengan pengusaha-pengusaha ini proyek pokoknya kalau menang kembali modal bahkan untung. Ini subhanallah. Jadi, padahal seakan-akan ayo kasih saya amanah. Tapi dia dia pun ternyata untuk duniawi ya. Nanti kemudian bikin iklan omong kosong. Kalau saya jadi ini akan begini, akan begini, akan begini, akan begini. Ngeri. Maksud saya gimana hari kiamat begini ngeri. Janji, janji, janji, janji, janji. Kalau tidak qadarullah enggak bisa nanti janji-janji ngomong kosong semuanya ngeri. Ngeri atau tidak? Makanya alhamdulillah antum menjadi rat jelata. Alhamdulillah jadi pejabat itu musibah. Ente yang ente tipu jutaan manusia bohong sama satu orang aja problem apalagi bohong sama jutaan manusia apalagi menjanjikan. Maka mereka semangat terus tidak bisa apa-apa. Waduh. Tapi kita kan memang sudah biasa dibohongi. Jadi santai aja. Sudah biasa dibohongi. Ya sudahlah qadarullah. kita ini agak agak menakjubkan. Saya juga kadang menajub ada orang sudah dipenjara karena masalah keluar dipilih lagi. Subhanallah. Saya juga kadang-kadang gak tahulah gimana ya. Tapi begitu ya sampai beli suara. Beli suara. Ada kelompok lain punya suaranya banyak, dia beli. Suaramu serahkan kepada jual beli suara. Yang penting bagaimana terpilih. Jadi nafsu. Nafsu. Makanya sebagian orang bilang kalau sudah musim pemilu siap-siap rumah sakit jiwa banyak penuh. Rumah sakit jiwa banyak tamu yang baru. Karena mereka sudah berkorban banyak-banyak ternyata gagal. Stres. Sudah. Stres sinting. Dan banyak masuk ke rumah sakit jiwa. Gimana? Sudah ekspektasi tinggi, pengorbanan banyak, tidak berhasil. Woh, bisa sinting. Ya, kenapa kita minta musibah kemudian pengin jadi pejabat, minta amanah? Emang jadi pejabat gampang? Pertama kita sudah bilang-bilang gini, bohong sana bohong sini. ini. Kemudian ketika jadi pejabat ngeri oleh karena Rasulullah mengat tapi kalau kau tidak minta terus dikasih insyaallah Allah tolong ditunjuk Allah tolong karena kau tidak ingin jabatan tersebut. Tib. Masalah kedua tentang jika kau sudah bersumpah akan sesuatu dan kau melihat ada yang lebih baik maka lakukan yang lebih baik dan bayarlah kafarah sumpah. Ya, apalagi sumpah tersebut. yang tidak baik. Demi Allah saya tidak akan bicara sama engkau. Demi Allah saya tidak akan makan lagi di rumahmu. Demi Allah saya tidak ini hal-hal terkadang tidak baik. Ya sudah kita maafkan. Kita lakukan yang baik yang tadi yang kurang baik kita bayar dengan kafarah. Yau masakin min ahlikumidamyamika kaaratunikum wfu aimanakum. Kata Allah subhanahu wa taala, "Kalau kalian sudah bersumpah ternyata kalian tidak lakukan karena ada suatu dan lain hal maka bayarlah kafarah tersebut." Kafarahnya apa? memberi makan 10 orang miskin dari pertengahan makanan yang bisa kau makan ya. Misalnya kau biasa makan stik, harganya satu stik bisa Rp500.000. Ternyata kau kadang-kadang makan nasi uduk yang tengah-tengahnya lah. Jangan kasih nasi uduk semua yang tengah-tengah. Minimuna ahlum yang biasa kau kasih makan keluargamu apa yang biasa-biasnya apa nama karena kita kalau di keluarga kadang-kadang ada hari tertentu kita membeli makanan mewah ada hari tertentu kita makanan yang rendah. Yang tengah-tengah apa? kasih 10 orang aiswatuhum atau beli baju buat mereka lebih mahal ya. Pilih mana? Kasih makan atau belikan baju? Kasih makan lebih murah. Kalau mikir mikir e ekonomis ya kasih makan. Kalau tidak atau memerdekakan budak ini pilihan kasih makan 10 orang atau kasih pakaian 10 orang atau merakan budak. Ini pilihan. Pilihan ketiga sudah tidak ada sekarang tinggal dua. Kalau ternyata enggak punya uang famam yastati. Kalau tidak tidak mampu fasiyamu salatati ayyam, maka puasa 3 hari. Jadi jangan kita bersumpah langsung, "Ah, puasa 3 hari." Enggak. Puasa 3 hari itu juga tidak mampu. Kalau kau mampu untuk kasih makan 10 orang miskin, maka kasih dan lakukanlah ee yang lebih baik dan tinggalkanlah sumpahmu. Tib. Hadis berikutnya wali muslim an Abi Dzar radhiallahu anhu dari Abu Abu Dzar. Ya Rasulullah ala tastiluni. Abu Dzar bilang, "Ya Rasulullah, tidakkah ku jadikan aku beri aku jabatan?" Tastil maksudnya jadikan aku pejabat, petugas negara. Fad biyadi alqibi. Kemudian Rasulullah memukulkan tangannya di pundakku. Yaqala. Rasulullah nasihati, "Ya Aar inni araka diifan aku melihat seorang yang lemah. Wa innaha amanah." Dan sungguhnya jabatan adalah amanah. Wa inna yaumalqiamati khizyun waadamah. Dan sesungguhnya amanah pada hari kiamat adalah kehinaan dan penyesalan. Illaman akhha bihaqiha. Kecuali yang mengambil dengan haknya. Waalladzi alaihi dan menunaikan kewajibannya. Jadi sesungguhnya hukum asal namanya jabatan adalah kehinaan dan penyesalan. Kehinaan dan penyesalan. Seorang dapat jabatan 5 tahun, dia akan terhina hari kiamat dan dia akan menyesal. Siapa yang terhina dan menyesal? Dua model orang. Yang pertama dia tidak berhak untuk mendapat jaban tersebut. Dia ambil. Padahal tidak hak dengan cara sogok, dengan cara ini, dengan cara beli suara. Dia tidak berhak. Yang kedua, dia mungkin berhak tapi tidak dia tunaikan yang seharusnya. Dia tidak kerjakan. Memang dia ahli. Pantas menjadi seorang menteri, pantas menjadi seorang pejabat, pantas menjadi seorang bupati, pantas menjadi camat. Tetapi ternyata ketika dia kerja, dia tidak tunaikan kerjaan dengan baik. Dua orang ini terhina. Apalagi sudah tidak pantas, tidak berhak, kemudian tidak ditunaikan. Hukum asal amanah, hukum asal jabatan khiyun waadamah, hina, terhina dan penyesalan. Seorang ambil jabatan 5 tahun, setelah itu dia terhina selama-lamanya di akhirat rugi. Tapi kalau dia dapat jabatan, kerjakan dengan baik. Siapa yang diberi jabatan dia kerjakan dengan baik, maka dia bisa menjadi pemimpin yang adil dan akan mendapat derajat yang yang tinggi. Tapi siapakah orang bisa seperti itu? Ya, dapat jabatan kemudian menunaikan dengan amanah. Tib wallahu taalaam saja. Insyaallah ee kita lanjutkan ee pekan depan biznillahi taala. Demikian wabillahi taufik hidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Yeah.