Transcript
16nQrYpj88c • Kitab Al-Kabair #45: Mengganggu Orang-Orang Shaleh - Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2676_16nQrYpj88c.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrhu ala
taufqihian asadu alla ilahaillallah
wahdahu la syarikalahuim.
Wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa
rasuluhudila ridwan. Allahumma sholli
alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa
ikhwani. Kita lanjutkan bahasan kita.
Babu
adas shihin. Bab mengganggu orang-orang
saleh.
Siapa yang dimaksud orang saleh? Orang
saleh adalah orang yang menjalankan hak
Allah dan juga hak manusia. Ya, seperti
yang sudah pernah kita sampaikan, wanita
salihat kata Allah Subhanahu wa taala,
"Fasholihatunu
qonitatun hafidatu lil ghaib
mafidallah." Namanya wanita-wanita
salehah adalah wanita yang qanitat,
yaitu taat, rajin beribadah, khusyuk
dalam beribadah kepada Allah. Dia
menunaikan hak Allah. Kemudian juga
hafidatun lil ghaib. Dia menunaikan hak
suaminya. ketika suaminya tidak di
rumah, dia menjaga harga dirinya dan dia
menjaga harta suaminya. Maka seorang
yang saleh dia hak Allah dia kerjakan
dan hak sesama manusia juga dia
tunaikan. Secara umum tidak boleh
mengganggu orang-orang beriman secara
umum, terlebih lagi orang-orang yang
terkenal kesalehannya di antara mereka.
Allah berfirman, "Waullahi taala wallina
yunal mukminin wal mukminatiu
faqamu
dan orang-orang yang menyakiti
mengganggu kaumin-kaumat
padahal tanpa sebab yang mereka
kerjakan." Faqtamal buhtanan mubina,
maka para pengganggu tersebut telah
memikul kedustaan dan dosa yang besar.
Maka ini ee larangan terhadap mengganggu
orang mukminin secara umum, apalagi
orang-orang yang yang saleh yang kita
lihat mungkin dia sering ke masjid, dia
sering bersedekah,
dia menjaga lisan, ya berbakti kepada
orang tua ya, dia sering apa namanya
membantu tetangga. Ini orang saleh ya,
orang saleh kita lihat orangang baik.
Orang biasanya kelihatan ini orang baik
ya. Bukan bukan tukang minum khamar,
bukan bukan tukang bikin fitnah di
antara masyarakat, orang baik kerjaannya
masjid, ibadah, ngurusin orang tuanya,
berbuat baik sama orang lain, orang
saleh. Maka jangan coba-coba ganggu dia.
Ya, jangan coba-coba ganggu ganggu dia
karena
bisa membuat Allah murka.
Kemudian Syekh Muhammad bin Abdul Wahab
rahimahullah membawakan hadis an Abi
Hurairah radhiallahu taala anhu. Dari
sahabat Abu Hurairah radhiallahu anhu.
Anna Aba Sufyan ata ala Salman wa
Suhaibin wa Bilalin fi nafarin. Suatu
hari Abu Sufyan menemui Salman atau
melewati Salman, Suhaib dan Bilal dan
beberapa orang sahabat.
Ini kapan? Ketika ee di hari-hari
hudnah. Hutnah yaitu ketika Abu Sufyan
masih kafir dan di masa perjanjian
Al-Hudaibiyah.
Kita tahu perjanjian Al-Hudaibiyah
terjadi pada tahun 6 Hijriah di bulan
Zulkadah. Dan perjanjian tersebut adalah
gencatan senjata antara kaum muslimin
dan Quraisy selama 10 tahun. Selama 10
tahun. Abu Sufyan baru masuk Islam tahun
8 Hijriah. Di antara tahun 6 sampai 8
Hijriah, Abu Sufyan sempat datang ke ke
Madinah ketemu dengan Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Kalau tidak salah ini
menjelang menjelang ee Fatu Makkah. Maka
ketika
habis menemui Nabi, dia melewati
tiga orang sahabat dan bersama yang lain
yang orang-orang miskin. Salman miskin,
Suhaib miskin, Bilal miskin. Sementara
Abu Sufyan siapa? Abu Sufyan adalah
tokoh Quraisy, pengganti Abu Abu Jahal.
Abu Jahal ketika tewas, siapa yang
ganti? Abu Sufyan. Makanya Abu Abu Jahal
memimpin perang Badar. Tapi Abu Jahal
tewas. Perang-perang berikutnya yang
mimpin adalah Abu Sufyan. Perang Uhud
Abu Sufyan yang pimpin. Perang Khand
juga Abu Sufyan yang pimpin. Ketika
melewati sahabat-sahabat yang miskin dan
Abu Sufyan radhiallahu anhu masih dalam
kondisi kafir, maka sahabat-sahabat
miskin komentar, "Faqalu ma akat
suyufahi mahazaha min unuqi aduwillah."
Kata mereka, "Pedang-pedang Allah belum
mengambil atau melakukan yang seharusnya
terhadap leher musuh Allah. yaitu Abu
Sufyan harusnya mati. Kata mereka
belum pedang-pedang Allah belum
menunaikan ee yang seharusnya
untuk menyentuh leher musuh Allah ini.
Jadi mereka sifati Abu Sufyan dengan
musuh Allah dan mereka bilang harusnya
mampus, harusnya mati. Karena Abu Sufyan
pimpinan orang Quraisy yang telah
menyakiti mereka dalam perang Uhud, yang
telah menyakiti kaum muslimin dalam
perang Khand. Maka terungkaplah
perkataan tersebut ditujukan kepada Abu
Sufyan.
Kebetulan ada Abu Bakar. Faqala Abu
Bakar. Abu Bakar radhiallahu anhu pun
menegur mereka. Menegur Sof ee siapa
nama? Salman, Suhaif, dan Bilal.
Salman al-Farisi, Suhaib Arrumi, dan
Bilal Al-Habasyi.
Ya, Salman al-Farisi dari Persia. Suhaib
Ar-Rumi
kepada Romawi. Dan Bilal apa?
Al-Habasyi. Dari Habasyi, Atbiyah.
Sementara Abu Sufyan Quraisy.
Maka Abu Bakar negur mereka. Kata Abu
Bakar, "Attaquuluna had lisyaikhi
quraisyin wa sayyidihim." Apakah kalian
mengucapkan perkataan seperti itu kepada
pemimpin Quraisy dan juga orang pembesar
Quraisy. Syekh Quraisy maksudnya
pembesar Quraisy yang sudah berusia dan
juga pemimpin mereka.
Maka Abu Bakar tegur. Namun setelah itu
Abu Bakar kayaknya
khawatir sesuatu. Maka faatan Nabiya
faakbarahu faatan Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Apakah Abu Bakar setelah
ngomong begitu dia kayaknya tidak tidak
serek dengan perkataannya,
khawatir membuat sahabat-sahabat tadi
marah. Maka dia pun datang kepada Nabi.
Kemudian dia menceritakan apa yang
terjadi. Abu Sufyan lewat dan Abu Sufyan
siapa? Mertuanya Nabi. Abu Sufyan siapa?
mertuanya Nabi. Karena Nabi sallallahu
alaihi wasallam menikah dengan Romlah
bin Abu Sufyan.
Ya, ketika Abu Sufyan ee datang ke
Madinah kemudian ingin menemui Nabi.
Kemudian Romlah dia menduduk di tikarnya
Nabi. Maka Romlah tarik ya Ummu Habibah
Romlah binti Abu Sufyan. Dia mengatakan,
"Innaka rajulun najis." Kau laki-laki
najis. Gak, enggak mau. Jadi maksudnya
Abu Sufyan adalah mertua Nabi dan Abu
Bakar mengucapkan tersebut dalam rangka
untuk mengambil hati Abu Sufyan. Dia
pengin Abu Sufyan masuk Islam. Karena
kalau pimpinan Quraisy masuk Islam,
insyaallah yang lain juga pada pada
ikut. Dan mereka semua Quraisy ya.
Mereka semua Quraisy. Mereka tahu siapa
Abu Sufyan. Maka Abu Bakar namun ketika
menegur Suhaib, Salman dan Bilal, dia
merasa tidak enak. Maka dia tanya sama
Nabi, dia kabarkan kepada Nabi apa yang
terjadi. Faqala, maka Nabi berkata, "Ya
Aba Bakrin, wahai Abu Bakar, laallaka
aqdabtahun. Jangan-jangan kau membuat
sahabat tersebut marah. Jangan-jangan
kau buat Salman, Suhaib, sama Bilal
marah." Lain kunta aqdobtahum faqad
aqdak. Kalau kau buat mereka marah,
sungguh kau telah membuat Rabbmu marah.
Ini menjadi perhatian kita. Jadi membuat
orang-orang saleh marah, bisa membuat
Allah marah. Faqala. Maka Abu Bakar pun
balik menuju sahabat-sahabat tadi,
sahabat-sahabat miskin tadi yang di
antaranya bukan orang Arab ya secara
nasab bukan Arab ya. Faqala. Maka dia
berkata, "Ya ikhwatah, wahai
saudara-saudaraku,
laali aqdukum. Jangan-jangan aku telah
membuat kalian marah dengan perkataanku
tadi. Faqalu la." Kata mereka, "Enggak,
enggak, enggak. Yagfirullahu laka ya
ukhai. Tidak engkau tidak membuat kami
marah. Semoga Allah mengampuni engkau
wahai saudaraku. Rawahu Muslim. Ya.
Rawahu Muslim. Hadis riwayat Muslim. Ini
hadis tentang Abu Bakar Assiddiq adalah
orang terbaik dari umat ini setelah
ba'da nabiha ya. Setelah Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam. Siapa
manusia terbaik? Abu Abu Bakar yang
pujian sudah berlimpah ee dari Nabi
kepada Abu Bakar Assiddiq yang Allah
telah mengatakan wala saufa tard ya yang
Allah mengatakan engkau akan ee rida ya
atau walau saufa yard yaitu
bahwa ayat turun kepada Abu Bakar
Assiddiq bahwasanya dia akan rida dengan
pemberian Allah itu dia akan masuk surga
ya.
Ya
illa btiq wajhi rabbihil a'la wala saufa
yard. Yaitu Allah muji Abu Bakar yang
telah berinfak memerdekakan budak-budak.
Di antaranya Bilal yang dia merdekakan
dan dia tidak mengharap pambri sedikit
pun dari mereka. Dan Abu Bakar ketika
mendakan budak-budak bukan karena ada
utang budi kepada budak-budak tersebut.
Illaq wajibil aa. Namun semata-mata
untuk mencari keridaan Allah subhanahu
wa taala. Maka Allah mengatakan wala
saufa yard maka sungguh dia akan rida.
Yaitu ini dalil kata se ulama Abu Bakar
pasti masuk surga.
Ya dialah yang Allah sebutkan dalam
Al-Qur'an.
Illa tansuruhu faq nasarahullah id
akhrajahulladina kafaruna taniini
idhuma fil gar yaqulhibihi
la tahzan innallaha maana. Kata Allah,
"Kalau kalian tidak menolong Muhammad,
ya, ya, maka Allah akan menolongnya."
Ketika dia dalam goa bersama sahabatnya,
maka Muhammad berkata kepada sahabatnya,
"La tahzan. Jangan kau bersedih wahai
sahabatku." Siapa maksudnya? Abu Bakar.
Gak usah sedih. Kenapa? Innallaha maana.
Kalau karena Allah bersama kita. Yaitu
Allah bersamaku dan bersamamu. Dan ini
pujian kepada Abu Bakar. Karena Nabi
mengatakan Allah bersama kita. Allah
tidak, Nabi tidak mengatakan Allah
bersamaku. Innallaha mai. Tetapi Nabi
berkata innallaha maana. Allah bersama
bersama kita.
Dan tidak usah tidak diragukan bagaimana
kemuliaan Abu Bakar. Tapi ketika Abu
Bakar mengucapkan perkataan yang salah
yang dia merasa tidak enak kepada para
sahabat tadi, maka Rasulullah ingatkan,
"Laallakaahum."
Jangan sampai kau bikin para sahabat
tadi yang Bilal, Salman, Suhaib marah.
Fain kunta aqdtahum faqad aqdabbak.
Kalau kau buat mereka marah, sungguh
Allah marah. Kau telah membuat Allah ma
marah. Ini dalil bahwasanya kalau
seorang mengganggu
orang-orang saleh, maka bisa jadi Allah
murka kepada kepadanya. Wallah wahua
yatawall shihin. Karena yang ngurusi
orang-orang saleh adalah siapa? Allah.
Allah Subhanahu wa taala. Ya. Ya. Maka
jangan sampai kita menyakiti
orang-orang salihin tanpa tanpa sebab
ya. Tanpa sebab nyakiti, ngejek atau
mengganggu mereka. mungkin tidak
langsung di
dihukum oleh Allah saat itu. Bisa jadi
tertunda. Bisa jadi tertunda.
Ya, bisa tertunda.
Oleh karenanya
kalau kita lihat ada orang saleh jangan
gangguanggu dia. Ya, Abu Bakar aja
ditegur oleh Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Apalagi kita ya jangan
remehkan. Mungkin miskin, saleh tapi
miskin, saleh tapi enggak punya
kedudukan, saleh tapi tidak terkenal.
Ya, kalau dari sisi Abu Bakar dengan
Salman, Suhaib, dan Bilal beda jauh. Abu
Bakar tinggi sekali kedudukannya dari
segala sisi. Abu Bakar Assiddiq tinggi.
Dari sisi ilmu, dari sisi takwa, dari
sisi sedekah, dari sisi persahabatan,
dari sisi kedekatan dengan Nabi.
Semuanya menang Abu Bakar. Tapi itu pun
dilarang oleh Nabi untuk mengganggu
orang-orang saleh. Ya,
itu pun dilarang untuk mengganggu
orang-orang saleh karena bisa membuat
Allah murka.
Tiib. Hadis berikutnya. Walitzi wa
hassanahu an abi baqrah marfuan. Imam
Tirmidzi meriwayatkan dan dia
menghasankan riwayat tersebut dari Abu
Bakrah radhiallahu anhu secara marfu.
Rasul sahu alaihi wasallam bersabda,
"Man ahan sultan ahanahullah." Siapa
yang menghina penguasa, maka Allah akan
menghinanya pula. Sebah mengatakan hadis
ini umum. Tidak boleh kita menghina
penguasa. Apakah penguasa tersebut saleh
ataupun tidak saleh? Ya, selama dia
tidak kafir, ya, selama ee dia tidak
jelas-jelas apa namanya keluar dari
agama, maka maslahat mengharuskan tidak
boleh menghina penguasa di tengah umum.
Kalau mau nasihati datang menasihati.
Ya. Sebagaimana perkataan Nabi
sallallahu alaihi wasallam, afdalul
jihad kalimatu haqqin ind sultanil jair.
Sebaik-baik jihad adalah ucapan yang
benar di depan sultan yang zalim. Bukan
ngomong belakang, bukan bikin kacau di
belakang. Karena mudarat yang timbul
sangatlah banyak. Apalagi
menghina-menghina di belakang.
Ee tentunya kita ingin perbaikan ketika
dilakukan penghinaan di belakang susah
orang untuk terima. Jangankan orang yang
jahat, orang saleh saja kalau dihina di
belakang dia tidak suka, dia tidak
terima. Apalagi orang yang mungkin jahat
ya seperti penguasa yang yang jahat.
Kemudian ee bisa jadi masa terprovokasi
kemudian terjadi hal-hal yang tidak baik
bagi keutuhan suatu daulah atau suatu
negara. Maka Rasulullah mengatakan,
"Siapa yang menghina penguasa, Allah
akan menghinanya."
Ini secara umum. Terlebih lagi kalau
penguasanya adalah penguasa yang saleh.
Ini dobble-dobel lagi ya. Ternyata dia
orang baik, tidak ada yang sempurna.
Tapi secara umum dia baik. Secara umum
dia baik, secara umum dia berusaha.
Secara umum dia punya sumbangsi buat
bangsa. Secara umum maka kalau dia
kelihatannya baik
kemudian masih dihina lagi, terus siapa
yang mau selamat dari hinaan? Ya. Dan
itulah sunatullah terjadi. Tidak ada
yang pernah puas dengan penguasa.
Di zaman
Utsman banyak orang protes. Enggak
banyak. Sampai Utsman dibunuh. Siapa
Utsman? Dun Nurain yang pernah menikah
dengan dua putri Nabi sallallahu alaihi
wasallam setelah Ruqayyah kemudian
meninggal kemudian nikah dengan Ummu
Kultsum. Tidak ada seorang lelaki yang
pernah menikah dengan dua putri Nabi
dari seluruh Nabi kecuali siapa? Utsman
bin Affan. Bahkan ketika Ummu Kultsum
juga meninggal setelah Ruqayyah
meninggal, Ummu Kultsum meninggal. Kata
Nabi, "Kalau saya punya putri yang lain
yang belum menikah, saya akan nikahkan
dengan dengan engkau." Yang Rasulullah
pernah berkata, "Marra Utsman ma amila
ba'dal yaum." Ketika perang Tabuk,
Utsman mengatakan, "Alya
bimiati ibil biaqtabiha wa ahlasiha. Aku
yang menanggung 100 ekor unta dengan
seluruh pelananya dan juga dudukannya.
Ya, ktab itu dudukan di unta. Saya
tanggung. Kemudian kata
Utsman, "Alaiya bimiin ukhra." Saya
tanggung lagi 100 unta yang lain.
Kemudian dalam riwayat yang mengatakan
alaiya bimiin ukhra sehingga dia sumbang
300 ekor unta dengan lengkap pelananya.
Dalam riwayat dia juga menyumbang kalau
tidak salah 1.000 dinar. Jadi banyak
yang disumbang oleh Utsman ketika itu.
Diinfakkan oleh Utsman untuk perang
Tabuk. Maka Rasulullah mengomentari
ketika itu, ma daro ibna Affan ma amila
ba'dal yaum. Setelah ini Utsman bin
Affan bikin apapun tidak ada masalah
karena terlalu banyak apa ee
kebaikannya. Itu pun orang-orang pada
protes sehingga memberontak kepada
Utsman. Dan itu juga menimpa Ali bin Abi
Thalib. Dan siapa si Ali bin Abi Thalib?
Seorang telah dijamin masuk surga.
Utsman juga di masuk surga. Dan
demikianlah tidak ada yang sempurna.
Yang sempurna saja atau hampir sempurna
saja masih ada yang tidak puas apalagi
yang tidak sempurna. Maka kalau ada
penguasa dalam strata apapun
misalnya dia hanya sekedar camat,
misalnya dia hanya sekedar ee misalnya
dia adalah ee lurah atau camat atau
lebih tinggi lagi atau bupati atau dan
kita lihat dia saleh tentu tidak. bukan
saleh, bukan berarti dia seorang nabi
atau dia seorang wali, tapi secara umum
dia baik. Dan kita dia berusaha untuk
baik, maka jangan sekali-sekali menghina
menghina dia.
Ini karena doble. Dia punya hak sebagai
orang saleh dan dia punya hak sebagai
seorang penguasa yang tidak boleh
dihina.
Jadi jangan kita
apa? Kemerdekaan berpendapat,
kemerdekaan berekspresi. Iya. Ekspresi
juga diatur dalam apa? syariat. Berarti
kalau gitu kemerdekaan, gibah namimah,
merdeka ya. Merdeka di dunia, di akhirat
tidak merdeka ya. Kemerdekaan menghina
gak nak kita ada aturan kita bukan asal
bebas ekspresi, bebas bicara bebas.
Semua ada aturannya yang bikin orang
banyak masuk neraka lisan. Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, fahal yaasa
finari ala manakiridim.
Bukankah yang paling banyak buat manusia
terjerumus, tersungkur, digeret di atas
wajah mereka dalam neraka jahanam
kecuali hasil dari lisan-lisan mereka.
Maka di sini diingatkan oleh Syekh,
apalagi kalau orang saleh tersebut
adalah seorang sul sultan, maka dia
punya hak. Hak orang saleh tidak boleh
dihina dan hak sebagai sultan penguasa
tidak boleh dihina.
Tib ee kita lanjutkan bab berikutnya.
Bab ma jaa fil amanah wal khianah fiha
wa tafsiril amanah. Ya,
bab tentang amanat dan pengkhianatan
pengkhianatan terhadap amanah. Dan apa
sih tafsir amanah? Ya, tentang amanah
dan pengkhianatan terhadap amanah ya.
Karena lawan dari orang terpercaya itu
orang yang berkhianat. Dan apa tafsir
amanah? Waqulullahi taala. Innallaha
yamurukum tuaddul amanati ila ahliha.
Dalil pertama firman Allah,
"Sesungguhnya Allah memerintahkan kalian
untuk menunaikan amanat-amanat kepada
pemiliknya."
Ya, kata Rasul sahu alaih wasallam dalam
hadis, "Adil amanata ila ahliha wala
takun man khanaq." Tunaikanlah amanah
kepada pemiliknya dan jangan kau
berkhianat kepada orang yang
mengkhianatimu.
Amanah tunaikan. Kalau ada yang
berkhianat kamu dengan kamu, jangan kau
balas dengan khianat. Kenapa? Karena
khianat itu adalah
ee menipu tatkala di di dipercayai.
Amanah itu percaya.
Kalau kau mau mau balas keburukan, balas
terang-terangan. Bukan ketika dia
percaya sama kepada engkau, dia pernah
khianat sama engkau, kau balas. Saya
khianat dia juga. Rasulullah larang.
Orang muslim tidak boleh begitu. Orang
muslim tidak boleh begitu. Jangan dia
pernah khianat engkau. Kau pun menipu
dia. Tatkala dia sudah percaya sama
engkau, kau khianat. Itu namanya
khianat. Khianat itu membohongi di saat
diperca dipercayai. Artinya kalau kau
mau balas jangan jangan kau sampai buat
dia percaya. Balasbalas aja. Kau telah
zalim sama saya. Balas depan-depan.
Bukan kemudian oh dia pernah khianat
saya. Saya catat nih. Mulai kita
pelan-pelan, pelan-pelan sampai dia
percaya terus kita khianat ketika dia
percaya. Ini tidak boleh. Rasulullah
mengatakan, "Adil amanata ila ahliha.
Tunaikanlah amanah kepada pemiliknya.
Wala takun man khanaq. Jangan kau
khianat kepada orang yang pernah
mengkhianatimu.
Sebagian pasangan suami istri seperti
itu. Suaminya pernah berkhianat, dia
balas, dia pun khianat. Dengan suaminya
berkhianat, istrinya pun ikut ber
khianat. Gak boleh. Enggak boleh. Tidak
boleh khianat dibalas dengan apa?
Khianat. Kita punya partner bisnis, dia
khianat kita. Kemudian dia mungkin minta
maaf atau apa. Kemudian kita cari cela,
kita balas khianat tersebut tatkala dia
percaya sama kita. Enggak boleh. Kalau
kau pisah-pisah aja. Kalau kau mau
tuntut, tuntut. Tapi jangan kau buat
dipercaya sama kau terus kau khianat.
Ini gak boleh. Rasulullah larang. Jadi
apa itu khianat? Khianat itu menipu di
saat diperca dipercayai.
Boleh.
Tib.
Ee waquli taala.
juga firman Allah inamawati
ardi wal jibali fainahmilnaha
wa asfaqana minha waalahalal insan
innahuanauman
jahula.
Sesungguhnya kami
kata Allah sungguhnya kami telah
menawarkan amanah kepada langit dan
kepada bumi dan kepada gunung. Namun
langit, bumi, dan gunung, padahal begitu
kokoh, langit, bumi, dan gunung menolak
untuk memikul amanah tersebut. Ini Allah
ee menawarkan dengan tawaran ikhtiar.
Pilih tidak harus.
Tapi ketiganya menolak, langit, bumi,
dan gunung menolak. Wa asfaqana minha.
Dan mereka khawatir tidak bisa
melaksanakan amanah. Kata Allah, wahama
lahal insan. Namun manusia terima.
Innahu kanan jahula. Apa manusia itu
suka berbuat zalim dan jahil. Suka
berbuat zalim dan suka jahil. Ya.
Maka
di sini Allah mencela manusia yang tidak
bisa menjalankan amanah dengan zalim dan
jahil.
Oleh karenanya amanah kalau sudah
diterima harus ditunaikan. Kalau tidak
maka akan ada pertanggungjawabannya pada
hari kiamat. Kemudian Syekh Muhammad
Abhab membawakan riwayat dari Albaihaqi
meriwayatkan dari Ibnu Mas'ud
radhiallahu anhu qala. Ibnu Mas'ud
berkata, "Ini asar dari Ibnu Mas'ud
bukan hadis. Arar dari Ibnu Mas'ud ya
maukuf. Kalau hadis dari Nabi namanya
marfu. Kalau hadis dari sahabat namanya
apa? Maukuf." Maukuf ala shahabi qala
kata Ibnu Mas'ud, "Alqatlu fiabilillah
yukiru
al amanah wadin." Bahwasanya terbunuh di
jalan Allah itu mati syahid menghapuskan
seluruh dosa kecuali dua amanah dan
hutang.
Kenapa? Karena memang hukum asal hukum
asal
problem sama
manusia lain hukum asalnya kalau kita
punya masalah di dunia dia akan nuntut
di akhirat hukum asalnya hak orang lain
asalnya dia akan nuntut di akhirat
berbeda dengan kalau antara hak hamba
dengan Allah hak Allah maka asalnya
Allah memaafkan apalagi mujahid kalau
mujahid mungkin dia punya dosa pernah
ini tapi terkait dengan hak Allah
mungkin dia begini mungkin dia begini
mungkin dia melanggar ini, melanggar
anu, salatnya enggak beres. Kemudian
misalnya puasanya enggak beres, mungkin
ee kurang menjaga diri, mungkin dia
pernah ee berzina, mungkin dia banyak
maksiat. Tapi antara dia dengan Allah
Subhanahu wa taala maka hukum asal kalau
dia mati syahid semuanya diampuni. Tapi
lain halnya kalau
terkait dengan hak manusi manusia. Di
antaranya amanah. Mungkin ada orang
nitip wadiah, nitip barang, kasih
kepercayaan. Ini hak manusia. Di
antaranya hutang dain, ya. Maka Ibnu
Mas'ud berkata, "Seluruh dosanya akan
diampuni kecuali amanah dengan hu
hutang." Ini membuat kita hati-hati.
Jangan menggambangkan hutang, jangan
menggampangkan amanah. Kalau tidak bisa
menunaikan amanah, jangan terima amanah
tersebut. Jangan terima amanah tersebut.
Ya.
Saya pernah dari satu safar orang
nitipnitip HP. Ustaz nitip HP. Saya
bilang, "Aduh, saya saya tidak jamin
saya akan berusaha jaga." Tapi saya ini
pelupa.
Kalau hilang jangan macam-macam.
Gak apa-apa, Ustaz. Hilang jangan
macam-macam, ya. Saya ini pelupa
gini-gini saya tidak perhatiin. Gak
apaa, Ustaz. Alhamdulillah selamat.
Kalau hilang saya tidak mau tanggung
jawab
ya. Saya tidak bisa ya.
Orang datang, "Ustaz, saya punya
rahasia.
Saya tidak bisa. Jangan sampaikan
rahasia pada saya. Saya khawatir saya
bongkar tetap saya jaga. Tapi saya ingat
saya tidak mau gak usah sama orang saya
khawatir saya tidak amanah. Cerita sama
orang lain gak ada gak ustaz saya mau
cerita gak.
Jadi hati-hati amanah amanah hati-hati
orang kasih amanah ini amanah tolong
bangunkan ini, bangun ini, tolong ini
untuk sosial. Kalau enggak bisa, jangan.
Jangan jangan sok beramal saleh, tapi
ternyata enggak bisa amanah menjalankan
uang masyarakat.
Seperti iklan-iklan. Ayo investasi
akhirat yang ingin masuk surga sumbang
ke saya.
Begitu uang disumbang dia tidak bisa
jalankan amanah. Ngacau.
Uang pakai sana pakai sini pakai sana
pakai sini. Enggak jelas.
Ngeri.
Demikian juga hutang. Kemudian Ibnu
Mas'ud berkata, "Yuta bil abdi
yaumalqiamah wain qutila fibilillah."
Dihadirkan seorang hamba pada hari
kiamat meskipun dia
mati syahid fabilillah lahu. Maka
dikatakan kepadanya, "Addi amanataka."
Tunaikanlah amanah yang dibebankan
kepadamu. Fakulub abi ya kaifa waqhabat
dunya. Bagaimana saya mau sampaikan
amanah? Dunia semua tidak ada di
akhirat. Itu saya pernah pegang barang
orang, orang pernah nitipkan barang
tidak saya sampai-sampaikan, saya
simpan-simpan atau saya gunakan. Banyak
amanah diberikan, namun saya tidak
tunaikan. Maka Allah suruh dia tunaikan
pada hari kiamat. Dia bilang, "Gimana
bisa? Barang-barang yang diamanahkan
kepada saya semua sudah sirnas. Kan
dunia sudah hilang sekarang di akhirat."
Fayuqal intolqu bihi ilal hawya. Maka
dikatakan, "Pergilah." Kata Allah,
malaikat kepada malaikat, "Bawa dia
kepada neraka jahanam." Fayqui ilaiha.
Maka malaikat membawa dia menuju neraka
jahanam.
amatuhuatiha
ya dufiat ilaihi. Maka tiba-tiba di
neraka Allah bentuk semacam amanah
seperti yang diserahkan kepadanya ketika
masih di dunia. Entah harta, entah apa,
entah entah amanah. Ee mungkin amanah
macam-macam. Bisa jadi harta, bisa jadi
ngurusin sesuatu, bisa jadi pekerjaan,
bisa jadi apa, titip motor, titip emas,
titip barang. Maka ketika di di neraka
diperlihatkan kemudian dia ee
fayaroha dia pun lihat wifu dia ingat oh
ini amanah yang saya dulu tidak tunaikan
fayahwi fiariha hatta yudrikah maka dia
pun jalan menuju eh amanah tersebut di
neraka jahanam fayahmiluha sampai dia
dapat amanah tersebut kemudian dia pikul
alamangaihi dia pikul alamangihi dia
pikul di atas pundaknya hatta idonna
annahu kharijun tatkala dia bawa
Seakan-akan dia mau keluar dari neraka
kemudian amanah tersebut jatuh lagi.
Maka fahua yahwiha
abad. Maka dia pun kejar lagi amanah
tersebut di neraka. Dia ambil lagi.
Kemudian dia bawa lagi. Ketika dia mau
keluar di neraka jatuh lagi. Ini musibah
ya selama-lamanya seperti itu.
Sma qal. Kemudian Ibnu Mas'ud berkata,
"Asatu amanah." Salat adalah amanah. Wal
wuduuu amanah. Wudu adalah amanah. Wal
waznu amanah. Timbangan adalah amanah.
Jangan sampai ngawur. Wal kailu amanah.
Ee volume apa namanya? Takaran juga
amanah.
Waadada asya. Kemudian dimaksud
menyebutkan beberapa perkara. Wa
asyadualika alwada. Dan yang paling
berat amanah adalah titipan. Titipan.
Barang titipan.
Qala kata sang perawi faataitu albara.
Aku pun mendatangi albara. Faqulu. Aku
berkata kepada Albara bin Azib, sahabat
juga, "Ala tar maqala Ibnu Mas'udin
qala kad wa." Bagaimana? Apakah kau
berpendapat seperti Ibnu Mas'ud? Dia
mengatakan amanah itu salat amanah, wudu
amanah, timbangan amanah, takaran
amanah, dan yang paling parah adalah
wadiah. Titipanlah amanah. Bagaimana
menurut engkau wahai Albara? Kata Albara
bin Azib radhiallahu anhu, "Sodq ibnu
Mas'ud, benar. Ama samallaha taala
yaakl. Tidakkah kau mendengar firman
Allah? Innallaha ymurukum tuaddul
amanati ila ahliha. Sesungguhnya Allah
perintahkan kalian untuk menunaikan
amanat pada ahlinya, pada pemiliknya.
Qala Zaid bin Aslam. Zaid bin Aslam
mengomentari tentang ayat ini. Hium wal
guslu minal janabah. Di antara amanah
adalah puasa, mandi janabah wfi minasar
dan syariat-syariat yang tidak ee yang
tidak kelihatan.
Tib. Ini dalil bahwasanya
Ibnu Mas'ud memandang amanah umum.
Ada amanah terkait perintah Allah
Subhanahu wa taala seperti wudu. Orang
wudu harusnya dengan amanah dan ada
salat. Dan ini terutama amalan-amalan
yang orang tidak lihat sehingga antara
engkau dengan Allah ini amanah dari
Allah untuk kau salat, untuk kau wudu,
untuk kau bayar zakat. Orang tidak tahu
harta kita. Yang tahu kita. Maka antara
engkau dengan Allah maka disebut amanah
karena antara engkau dengan Allah. Orang
nanti tidak tahu. Nah, kau tunaikan atau
tidak. Ya. Ya. Tetapi yang lebih parah
adalah amanah terkait dengan hak manusia
tadi. Alwazan alkil ketika kita nimbang
sesuatu jangan sampai kita kurangi
meskipun 1 ons.
Ketika kita nakar sesuatu jangan sampai
kita kurangi meskipun 1 ml. Jangan ya.
Kecuali kita sudah berusaha
berusaha semaksimal mungkin. Menurut
kita sudah pas ini dimaafkan oleh Allah
Subhanahu wa taala ya.
Yang paling parah kata Ibnu Mas'ud
adalah wadiah. Titipan. Seorang titip
sesuatu diamanahi kemudian dia mengaku
milik dia. Nah, ini ngeri. Diambil
amanah tersebut
dititipin misalnya keluarga nitipin
anaknya ternyata dia pengin kerja atau
dia pengin merantau. Tolong saya titip
anak ini ponakanmu ternyata anaknya
disia-siakan. Ini ngeri juga amanah.
ngeri. Maka saya katakan kita ini kalau
tidak mampu menjalankan amanah, gak usah
terima amanah.
Kita dalam kondisi lapang, ngapain harus
maksa memban kecuali kita terpaksa
megang amanah tersebut. Selama kita
tidak harus memegang amanah tersebut dan
kita merasa tidak mampu, jangan. Kalau
kau mampu untuk memegang amanah
tersebut, memegang titipan tersebut,
berpahala. Orang nitip barang kau jaga.
Pahala atau tidak pahala? Tapi kalau kau
tidak mampu, jangan maksa.
Apalagi buka buka buka iklan, setorkan
uang kalian. Kalau mau masuk surga ini
adalah investasi akhirat. Karena saya
adalah amanah. Saya akan bangunkan
masjid untuk kalian. Pahalanya akan
ngalir buat kalian. Pahala jariah.
Dapat uang 10 miliar, masjidnya 8
miliar. 2 miliar masuk kantong.
repot
ngeri
waktu
di mana di Suriah lagi banyak perang ada
sebagian yang ngumpulin uang ngumpulin
uang ngumpulin uang begitu banyak
ternyata dia tidak bisa serahkan uang
tersebut ke masyarakat karena satu dan
lain halnya uangnya dia alihkan untuk
bikin pondok kek bikin apa untuk
kepentingan pribadi. Padahal amanahnya
uang tersebut adalah untuk rakyat su
Suriah.
Kalau enggak mampu sudah. Kalau enggak,
kalau memang tidak bisa tersalurkan,
harusnya disalurkan yang semisal. Yang
semisal bukan untuk bikin pondok atas
nama pribadi. Ini ngeri seperti gini.
Ngeri ijtihad-ijtihad yang tidak benar
yang
maka ikhwan hati-hati kalau gak bisa
sampaikan amanah jangan terima. Jangan
terima ya. Amanah bikin masjid, terima
uang dari masyarakat bikin masjid.
Masjid bikinnya ngawur, ternyata salah
gambar bongkar lagi. Ini uang orang mau
bongkar bongkar dibuang.
Terus kalau beli barang-barang yang
mahal-mahal,
beli marmer yang mahal, masyarakat mana
tahu marmer mahal, marmer murah, yang
penting bisa buat apa? Salat. Apalagi
uang umat kemudian dibuat masjid untuk
estetika saja. Ini ngeri saya lihat
gambar yang bagus estetika sehingga
tidak fungsional. tidak tidak maksimal
optimal dalam memfungsikan tanah
sehingga masjid kecil hiasannya terlalu
terlalu banyak biayanya membeludak
sampai ngutang
uang umat, uang rakyat, uang donatur ini
enggak amanah sepertinya. Baca buku
fikih tentang bagaimana membuat masjid
tidak boleh untuk bangga-banggaan, tidak
boleh untuk bangga-banggaan estetika.
Kemudian
habis duit.
Jadi akhirnya tren bikin masjid yang
begini begini begini. Masjid apa enggak
tahu.
Biayanya mahal, ruangnya cuma sempit.
Terlalu indah ornamennya membersihkannya
susah.
Beneran itu? Ini apa? Seperti ini. Ya
memang kamu disuh bikin indah. Ini yang
penting itu yang penting nyaman, bagus,
oke, estetika biasa-biasa aja. Yang
penting nyaman bisa fungsional.
Ini saya ada ke masjid, saya pernah ke
masjid, ruang jalannya begini, kemudian
begini. Ini masjid daerahnya luas yang
buat salat sem sempit. Waktu kajian
orang numpuk-numpuk. Kenapa? Karena ya
lainnya buat apa? Estetika. Estetika di
hotel bukan di masjid.
Ini uang umat. Uang umat memang mau
dibuat. Dia pengin dapat pahala jariah,
ternyata dibikin pot bunga yang besar,
dibikin kolam renang besar, ikannya aja
bayar. Ini ikan wakaf tahu.
Aneh-aneh orang.
Ente kalau enggak bisa pegang amanah,
enggak usah pegang amanah. Kalau uang
ente sendiri ya mau-mau lu terserah. Ini
uang umat, uang rakyat. Kadang uang APBN
atau APBD yang ambil dari pajak yang
setengah mati orang kerja pajak bayar
untuk bikin hal yang
jangan. Kalau enggak bisa amanah, enggak
usah.
Maka seorang berusaha menunaikan amanah.
Kalau tidak mampu jangan pegang amanah
ya.
Dan orang kalau punya hutang jangan lupa
lunasi ya. Antum mati syahid pun musibah
kalau punya hutang. Apalagi mati konyol.
Yang mati syahid saja musibah hari
kiamat kalau punya hutang. Apalagi yang
mati mati konyol. Mati enggak jelas ya.
Mati enggak enggak jelas.
Di antara yang menakjubkan adalah
tentang kisah Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Rasulull sallahu alaihi
wasallam ketika berhijrah ternyata
orang-orang musyrikin banyak menitip
amanah kepada Nabi, menitip wadiah ya
karena mereka tahu Nabi adalah orang
jujur. Meskipun di siang hari mereka
bilang Nabi pendusta, tukang sihir, tapi
mereka malam-malam nitip barang sama
Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Ya ikut-ikutan bilang pendusa tuh ya
secara lisan aja, secara hati mereka
tahu Nabi jujur. Kata Allah, "Fainnahum
la yukadzibunak wakinimina biayyatillahi
jahadun." Sesungguhnya mereka tidak
mendustakan engkau. Tetapi orang-orang
zalim ngeyel. Sebenarnya kalau secara
hati mereka tahu Rasulull Sallahu Alaihi
Wasallam jujur dan mereka yang telah
menyematkan
gelar kepada Nabi Asoddiqul amin
al-Amin. Mereka sudah tahu. Jadi ketika
Nabi berhijrah karena Nabi mau dibunuh,
Nabi tidak bawa lari amanah tersebut.
Nabi karena saking banyaknya amanah,
Nabi tugaskan Ali bin Abi Thalib 3 hari
untuk kembalikan seluruh amanah.
Jadi Ali bin Abi Thalib 3 hari belum
hijrah. Bagikan amanah, bagikan bagian
baru kemudian nyusul Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Mungkin kalau kita di
posisi Nabi kurang ajar. Ambillah
sekilolah emas kabur. Mereka pengin
bunuh saya daripada saya dibunuh mending
saya ambil apa? Harta mereka. Tapi Rasul
sahu alaihi wasallam tidak melakukannya.
Karena Rasulullah mengatakan wala takun
man khanaq. Jangan kau berkhianat pada
orang yang percaya sama sama engkau. Gak
boleh. Ini aturan gak boleh. Kamu kalau
ingin balas jangan dengan cara bukan
dengan cara khianat. Sampaikan jelas
baru balas. Kalau pengin balas. Tapi
jangan kau ambil kepercayaannya kemudian
kau balas khianat yang pernah dia
lakukan. Gak boleh dalam Islam. Enggak
boleh.
Tayib. Ee kita lanjutkan.
Babul wilayat minal amanah. Di sini
kemudian Syekh Muhammad Abdul Wahab
rahimahullah mulai masuk dalam amanah
yang besar. Di antaranya amanah
kekuasaan. Kekuasaan adalah amanah,
beban.
harus ditunaikan.
Kalau tidak mampu pegang amanah, enggak
usah jadi pejabat.
Jangan spekulasi dalam hidup ini. Ya,
babul wilayat minal amanah. Sesungguhnya
kekuasaan jabatan adalah termasuk
amanah. An Abi Hurairat radhiallahu anhu
anna a'ra saalan Nabi shallallahu alaihi
wasallam. Dari Abu Hurairah ada seorang
Arab Badui bertanya kepada Nabi, "Mata
saah?" Kapan hari kiamat? Qatil
amanatuirusah.
Jika amanat telah dibuang atau
disia-siakan yaitu tidak ditunaikan maka
tunggulah hari kiamat. J Rasulullah
ditanya kapan hari kiamat? Rasulullah
tidak tahu kapan hari kiamat tapi
Rasulull sahu alaihi wasallam tahu
ciri-ciri hari kiamat. Di antara
ciri-ciri hari kiamat asyratus sa ada
dua. Ada asratussa alkubra tanda-tanda
besar hari kiamat dan ada asyratus sa
assugra tanda-tanda kecil. Tanda-tanda
besar 10.
Kalau sudah muncul 10 itu berarti hari
kiamat sebentar lagi di antaranya apa?
Munculnya D dajal, kemudian turunnya
Nabi Isa, kemudian ada dukhan, kemudian
ada tiga longsor. Khasfun bil maghrib di
timur, khosfun bil masriq di di di
barat, di timur dan longsor
besar-besaran. Khasfun tenggelam. Orang
tenggelam semua dengan hunian-hunian
semua. Khun fi jisil Arab di negeri
Arab.
Kemudian di antaranya dukhan. Di
antaranya dukhan yaitu asap keluar yang
ee menjelang hari kiamat. Kemudian ee di
antaranya adalah matahari terbit dari
barat. Kalau kita bangun tidurun
matahari ternyata belum terbit-terbit.
Terbit dari barat. Ah ini hari apa? Hari
kiamat. Kemudian dabah. Ada hewan yang
keluar setelah matahari terbit. Ada
hewan yang hewan yang berbicara kepada
manusia. Yang 10 ada api yang keluar
dari qari aden. Ada api yang keluar dari
aden dari Yaman kemudian menggiring
manusia.
Ini 10 itu semua tanda besar. Yang lain
tanda-tanda kecil. Tanda kecil banyak
seperti apa? Orang masuk masjid tidak
tidak salat tahiyatul masjid. Di
antaranya orang ketemu hanya salam
kepada yang kenal. Sudah ada belum? Ini
tanda hari kiamat ini? Ada ya.
Di antaranya adalah amanah disia-siakan.
Ya. Ya. Di antaranya.
Di antaranya ada seorang lelaki ngurusin
50 wanita.
Berarti jumlah wanita sangat apa? Sangat
banyak.
Maka ditanya lagi, "Kaifa idatuha?" Ya
Rasulullah, bagaimana bentuk
menyia-nyiakan amanah atau tidak apa
mentelantarkan amanah? Tidak ditunaikan.
Qusidal amri giri ahli sahariah.
Kalau urusan diserahkan kepada bukan
ahlinya
ya
atau jabatan wusidal amru maksudnya
jabatan diserahkan kepada bukan ahlinya
maka tunggulah hari kiamat. Akhrajahul
Bukhari. Ya. Jadi kita tahu jabatan,
pekerjaan ini semua amanah. Maka seorang
ketika mendapatkan jabatan kedudukan
maka dia harus menunaikan dengan cara
yang terbaik.
Jangan dia pikir yang penting dapat
gaji. Dapat gaji, dapat keuntungan
sehingga dia kerja asal-asalan. Berarti
dia tidak amanah. Gak boleh kalau dia
kerja kerja asal-asalan.
Pikiran dia yang penting tanggal muda
dapat atau tanggal tua dapat gaji.
Sementara dia kerja asal-asalan. Karena
namanya amanah akan ditanya oleh Allah
Subhanahu wa taala.
Sebagian orang ya memanfaatkan
jabatannya
bukan untuk menjalankan amanah tapi
untuk memperkaya diri. Justru diajikan
kesempatan untuk memperkaya diri. Ada
urusan-urusan kalau tidak disogok dia
enggak mau kerjain.
Kalau tidak disogok tidak mau kerjain.
Ini sogok ini luar biasa ya dari PP
sampai besar-besaran ya.
Ada kisah ada kawan ini nyata ini dia
cerita sama saya langsung dia ketua RT.
Ketua RT ngurusin RT berapa sih? Berapa
kepala keluarga?
Berapa? 80 ya 80 sampai 100. Okelah.
Terus ada orang mau kerja minta surat
miskin sama dia. Memang miskin makanya
cari kerja. Dia datang, "Pak RT, bikin
surat miskin."
Teman kita bikin sudah ngaji bikin udah
kasih uang kerahiman enggak perlu kau
aja miskin mau sogok-sogok mau kasih k
saya uang akhirnya orang ini pergi buat
tanpa kasih uang sama sekali sama kawan
kita kata kawan kita, "Setelah itu saya
ditelepon sama RT yang lain sama RW kamu
kenapa enggak terima? Jangan rubah
tradisi kita."
Ini korupsi bukan cuma urusan sampai
Kementerian Agama.
Bahkan sampai urusan RT pun ada korupsi.
Jadi tradisi luar biasa
ini gimana? Gimana cara ngerubah ini?
Kalau enggak ngaji agak susah ya. Harus
ngaji ya. Ini ngeri ya. Ngeri
itu, Bu. Ini tidak amanah. Tidak amanah.
Jadi kalau kita dapat jabatan harus
kerjakan. Kalau enggak enggak bisa maka
tidak boleh ya. Padahal laana rasulullah
lanasi wal murtasi. Allah melaknat orang
yang menyogok dan yang di disogok.
Kemudian bab berikutnya,
babu babun annahyu an thabiha. Babangan
meminta jabatan. Ini ngeri lagi.
Bab larangan minta jabatan.
An Abdurrahman bin Samurah radhiallahu
anhu marfuan. Dari sahabat Abdurrahman
bin Samurah secara marfu.
Qala la tasalil imarah.
Kata Abdurrahman bin Samurah, Rasulullah
menyampaikan nasihat kepadanya. Kata
Rasulullah, tasalil imar, jangan kau
minta jabatan.
Kalau kau diberikan jabatan tanpa kau
minta, kau akan dibantu oleh Allah.
Kalau kau tugas ya sudah jalanin kok.
Yang penting jangan minta maka dibantu
oleh Allah. Wainahain
wukilta ilaiha. Tapi kalau kau dapat
jabatan dengan minta-minta maka
akan diserahkan kepada dirimu sendiri.
Itu tidak dibantu oleh Allah subhanahu
wa taala. Kemudian kata Nabi, "Waid
hafta ala yaminin faroita giroha khairon
minha." Kalau kau sudah bersumpah
melakukan suatu suatu hal, lantas kau
melihat ada yang lebih baik daripada hal
yang kau sumpahin tadi. Yaitu saya
bilang misalnya saya akan ee demi Allah
saya akan sumbang 100 ekor unta. 100
ekor ee ayam misalnya, eh kayaknya lebih
bagus 100 ekor unta. Ganti deh gak
apa-apa boleh diganti. Ada yang lebih
baik. Failladzi huhairun wafir yaminika.
Maka lakukanlah yang lebih baik.
Tinggalkan yang kau sumpah tadi. Lalu
bayar kafarah. Bayar kafarah apa? sumpah
ya.
Ee di sini Rasulullah menjelaskan
ee jangan minta jabatan karena kalau
orang minta jabatan
maka tidak akan ditolong.
Ini larangan untuk minta jabatan. Zaman
sekarang orang minta jabatan enggak?
Kita hidup di zaman orang minta jabatan,
beli suara, nyogok-nyogok suara,
bagi-bagi uang, serangan fajar, serangan
magrib, serangan lima waktu, bagi uang,
bagiang bagimang. Bagi beras, bagi
beras, entah beras dari mana. Kerja sama
dengan pengusaha-pengusaha ini proyek
pokoknya kalau menang kembali modal
bahkan untung.
Ini subhanallah. Jadi, padahal
seakan-akan ayo kasih saya amanah. Tapi
dia dia pun ternyata untuk duniawi ya.
Nanti kemudian bikin iklan omong kosong.
Kalau saya jadi ini akan begini, akan
begini, akan begini, akan begini.
Ngeri. Maksud saya gimana hari kiamat
begini ngeri. Janji, janji, janji,
janji, janji. Kalau tidak qadarullah
enggak bisa
nanti janji-janji ngomong kosong
semuanya ngeri.
Ngeri atau tidak? Makanya alhamdulillah
antum menjadi rat jelata. Alhamdulillah
jadi pejabat itu musibah. Ente yang ente
tipu jutaan manusia bohong sama satu
orang aja problem apalagi bohong sama
jutaan manusia apalagi menjanjikan. Maka
mereka semangat terus tidak bisa
apa-apa.
Waduh. Tapi kita kan memang sudah biasa
dibohongi. Jadi santai aja.
Sudah biasa dibohongi. Ya sudahlah
qadarullah.
kita ini agak agak menakjubkan. Saya
juga kadang menajub ada orang sudah
dipenjara karena masalah keluar dipilih
lagi. Subhanallah. Saya juga
kadang-kadang gak tahulah gimana ya.
Tapi begitu ya sampai beli suara. Beli
suara. Ada kelompok lain punya suaranya
banyak, dia beli. Suaramu serahkan
kepada jual beli suara.
Yang penting bagaimana terpilih. Jadi
nafsu. Nafsu. Makanya sebagian orang
bilang kalau sudah musim pemilu
siap-siap rumah sakit jiwa banyak penuh.
Rumah sakit jiwa banyak tamu yang baru.
Karena mereka sudah berkorban
banyak-banyak ternyata gagal.
Stres. Sudah. Stres sinting.
Dan banyak masuk ke rumah sakit jiwa.
Gimana? Sudah ekspektasi tinggi,
pengorbanan banyak, tidak berhasil. Woh,
bisa sinting. Ya,
kenapa kita minta musibah
kemudian pengin jadi pejabat, minta
amanah? Emang jadi pejabat gampang?
Pertama kita sudah bilang-bilang gini,
bohong sana bohong sini. ini. Kemudian
ketika jadi pejabat ngeri
oleh karena Rasulullah mengat tapi kalau
kau tidak minta terus dikasih insyaallah
Allah tolong ditunjuk Allah tolong
karena kau tidak ingin jabatan tersebut.
Tib. Masalah kedua
tentang jika kau sudah bersumpah akan
sesuatu dan kau melihat ada yang lebih
baik maka lakukan yang lebih baik dan
bayarlah kafarah sumpah. Ya, apalagi
sumpah tersebut.
yang tidak baik. Demi Allah saya tidak
akan bicara sama engkau. Demi Allah saya
tidak akan makan lagi di rumahmu. Demi
Allah saya tidak ini hal-hal terkadang
tidak baik. Ya sudah kita maafkan. Kita
lakukan yang baik yang tadi yang kurang
baik kita bayar dengan kafarah. Yau
masakin min
ahlikumidamyamika
kaaratunikum
wfu aimanakum. Kata Allah subhanahu wa
taala, "Kalau kalian sudah bersumpah
ternyata kalian tidak lakukan karena ada
suatu dan lain hal maka bayarlah kafarah
tersebut." Kafarahnya apa?
memberi makan 10 orang miskin dari
pertengahan makanan yang bisa kau makan
ya. Misalnya kau biasa makan stik,
harganya satu stik bisa Rp500.000.
Ternyata kau kadang-kadang makan nasi
uduk yang tengah-tengahnya lah.
Jangan kasih nasi uduk semua yang
tengah-tengah. Minimuna ahlum yang biasa
kau kasih makan keluargamu apa yang
biasa-biasnya apa nama karena kita kalau
di keluarga kadang-kadang ada hari
tertentu kita membeli makanan mewah ada
hari tertentu kita makanan yang rendah.
Yang tengah-tengah apa? kasih 10 orang
aiswatuhum atau beli baju buat mereka
lebih mahal ya. Pilih mana? Kasih makan
atau belikan baju?
Kasih makan lebih murah. Kalau mikir
mikir e ekonomis ya kasih makan. Kalau
tidak atau memerdekakan budak ini
pilihan
kasih makan 10 orang atau kasih pakaian
10 orang atau merakan budak. Ini
pilihan. Pilihan ketiga sudah tidak ada
sekarang tinggal dua. Kalau ternyata
enggak punya uang famam yastati. Kalau
tidak tidak mampu fasiyamu salatati
ayyam, maka puasa 3 hari. Jadi jangan
kita bersumpah langsung, "Ah, puasa 3
hari." Enggak. Puasa 3 hari itu juga
tidak mampu. Kalau kau mampu untuk kasih
makan 10 orang miskin, maka kasih
dan lakukanlah ee yang lebih baik dan
tinggalkanlah sumpahmu.
Tib. Hadis berikutnya wali muslim an Abi
Dzar radhiallahu anhu dari Abu Abu Dzar.
Ya Rasulullah ala tastiluni. Abu Dzar
bilang, "Ya Rasulullah, tidakkah ku
jadikan aku beri aku jabatan?" Tastil
maksudnya jadikan aku pejabat, petugas
negara. Fad biyadi alqibi. Kemudian
Rasulullah memukulkan tangannya di
pundakku. Yaqala.
Rasulullah nasihati, "Ya Aar inni araka
diifan aku melihat seorang yang lemah.
Wa innaha amanah." Dan sungguhnya
jabatan adalah amanah. Wa inna
yaumalqiamati khizyun waadamah. Dan
sesungguhnya amanah pada hari kiamat
adalah kehinaan dan penyesalan. Illaman
akhha bihaqiha. Kecuali yang mengambil
dengan haknya. Waalladzi alaihi dan
menunaikan kewajibannya.
Jadi sesungguhnya hukum asal namanya
jabatan adalah kehinaan dan penyesalan.
Kehinaan dan penyesalan. Seorang dapat
jabatan 5 tahun, dia akan terhina hari
kiamat dan dia akan menyesal. Siapa yang
terhina dan menyesal? Dua model orang.
Yang pertama dia tidak berhak untuk
mendapat jaban tersebut. Dia ambil.
Padahal tidak hak dengan cara sogok,
dengan cara ini, dengan cara beli suara.
Dia tidak berhak. Yang kedua, dia
mungkin berhak tapi tidak dia tunaikan
yang seharusnya. Dia tidak kerjakan.
Memang dia ahli. Pantas menjadi seorang
menteri, pantas menjadi seorang pejabat,
pantas menjadi seorang bupati, pantas
menjadi camat. Tetapi ternyata ketika
dia kerja, dia tidak tunaikan kerjaan
dengan baik. Dua orang ini terhina.
Apalagi sudah tidak pantas, tidak
berhak, kemudian tidak ditunaikan. Hukum
asal amanah, hukum asal jabatan khiyun
waadamah, hina, terhina dan penyesalan.
Seorang ambil jabatan 5 tahun, setelah
itu dia terhina selama-lamanya di
akhirat rugi.
Tapi kalau dia dapat jabatan, kerjakan
dengan baik. Siapa yang diberi jabatan
dia kerjakan dengan baik, maka dia bisa
menjadi pemimpin yang adil dan akan
mendapat derajat yang yang tinggi. Tapi
siapakah orang bisa seperti itu? Ya,
dapat jabatan kemudian menunaikan dengan
amanah. Tib wallahu taalaam saja.
Insyaallah ee kita lanjutkan ee pekan
depan biznillahi taala. Demikian
wabillahi taufik hidayah. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Yeah.