Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi al ihsani wasyukrulahu ala taufik wtinani asadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuiman wa asadu anna muhammadan abduhuasul ridwan allahumma sholli alaihi waa alihi wa ashabihi wa ikhwani. Hadirin hadirat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Kita lanjutkan bahasan kita. Babun la taid akaian fatukhlifahu. Bab janganlah engkau menjanjikan suatu kepada saudaramu kemudian engkau menyelisihinya. Kemudian al Imam Bukhari membawakan hadis. Beliau berkata rahimahullah. Q hadana Abdullah bin Said q hadan Abdurrahman bin Muhammad almuharibi an lait an abdil malik an Ikrimah an ibni abbasin radhiallahu anhuma qala qala Rasulullah sallallahu alaihi wasallam la tumari akhaka wala tumazihu wala ta'idhu mauidan fatukhlifahu jangan kau debat saudaramu dan jangan kau candain dia dan jangan kau janjikan suatu janji lantas engkau menyelisihinya ee hadis ini ee menjelaskan bahwasanya di antara sifat seorang mukmin adalah menepati janji dan ini menyelisihi sifat orang munafik sebagaimana dalam hadis yang masyhur kata rasul sahu alaihi wasallam ayatul munafik salat bahwasanya tanda orang munafik tig haddasa kadaba kalau berbicara dia dusta waidza waada aklafa kalau dia eh berjanji maka dia menyelisihi waidza tumina kh kalau diberi di amanah maka dia berkhianat. Ya. Dan oleh karenanya menyelisihi adalah salah satu dari cabang kemunafikan dan menepati janji sebaliknya adalah cabang dari keimanan. Ya. Maka seorang berusaha menjadikan dalam rumah Islamnya atau rumah imannya banyak cabang-cabang keimanan dan dia menjauhi dari seluruh cabang-cabang kemunafikan sebisa mungkin. Dan kita tahu bahwasanya ee menyelisihi ya ada adalah hal yang tidak sangat tidak baik apalagi merugikan orang yang dijanjikan. Maka seorang berusaha ketika menyampaikan janji kepada seorang, dia benar-benar ee memikirkan terlebih dahulu sebelum dia berjanji. Mungkin atau tidak, jangan asal ngomong ya. Kadang-kadang ingin niatnya menyenangkan orang tapi justru akan mendatangkan kesedihan ujungnya. Ya. Ya. Dan kita berusaha berusaha menepati janji kepada siapapun pada anak kita. Penuhi janji. Kalau sama anak janji penuhi ya. Apalagi kepada istri karena berbahaya kalau tidak dipenuhi. Sama istri penuhi janji. Demikian juga sama kawan, sama kerabat. Jadi sebelum kita ngomong, sebelum janji mikir dulu. Jangan asal ngomong ya. Nanti dicap jadi apa? Om do. Omong apa? Omong doang ya. Sehingga kalau orang sudah dicap sebagai omd repot ya. Dan itu merupakan ciri orang munafik yang jadi masalah bukan masalah sekedar kita dicap omdo ya, tapi kita melakukan dosa karena kita melakukan cabang dari kemunafikan. Nah, ini bermasalah nanti di akhirat ya. Makanya seorang berusaha untuk menepati janji seperti berjanji ingin memberikan suatu kepada saudaranya ya, maka dia melihat mungkin atau tidak dia kasih. Kalau dia mungkin dia janji ya. Kalau enggak mungkin enggak usah janji. Bilang wallahualam nanti kalau ada kemudahan. Tapi enggak usah janji kalau enggak memungkinkan. Ya, kalau misalnya ada orang minta tolong bisa enggak kamu menurut saya? Kalau dia bilang mungkin, dia bilang insyaallah. Kalau dia bilang enggak, kalau menurut dia enggak mungkin dia lakukan, aduh saya enggak bisa. Jangan kasih harapan palsu, ya. Apa? PHP kalau istilahnya apa? PHP itu apa? Singkatan dia apa? Saya sering dengar apa? Pemberi. Oh, pemberi harapan palsu. Saya baru tahu singkatannya. Saya dengar PHP. PHP. Oh, P-nya pemberi ya, pemberi harapan palsu. Janganlah J kita gak usah susah. Kalau enggak mampu bilang, "Gak bisa. Jangan kita kasih harapan. Akhirnya dia berharap dan akhirnya kita mengecewakan dia di akhir. Dan kita pun susah dikejar-kejar terus. Ngapain kita menyusahkan diri?" Enggak bisa. Enggak bisa. Sudah enggak bisa. Enggak bisa. Ini salah satu salah satu apa? Ee salah satu pedoman hidup. Kalau kamu enggak bisa, enggak usah kasih harapan. Bila enggak bisa. Karena orang kalau dikasih harapan, dia sangat berharap dan dia akhirnya nagih lagi, nagih lagi. Kita yang sudah sendiri. Ujung-ujungnya kita repot. Enggak enak, enggak enak. Akhirnya kita harus bohong. Bertambah lagi kebohongan berikutnya. Jadi kalau kita sebelum berjanji kita mikir dulu bisa atau tidak. Kalau enggak bisa gak usah ragerok kau bilang, "Maaf saya enggak bisa. Saya belum bisa. Coba sama yang lain. Saya belum mampu. K ini mudah sampai saya enggak bisa. Kenapa enggak bisa? Ya pokoknya saya enggak bisa ya. Ya, jangan sampai kita karena enggak enak bilang bisa, akhirnya kita malah dikejar-kejar dan akhirnya kita malah tidak mengenakkan dia. Mending kita dari awal berani mengatakan tidak tidak bisa. Ya, itu jangan maka jangan ucapkan satu perkataan yang akhirnya kau minta uzur nanti belakangan sebelum kau memberikan janji mikir terlebih dahulu. Demikian juga berjanji ketemu orang pada waktu tertentu atau pada tempat tertentu. Nanti kita ketemu di sana ya. Ketemu enggak datang-datang. Sudah nunggu 2 jam aduh qadarullah ya. Qadarullah awal-awal jangan sekarang ngomongnya. Sudah 2 jam nunggu bilang apa? Qadarullah. Ya kita ini menghargai umur kita dan juga menghargai umur orang lain. Jangan sampai kita buang dia, membuat dia membuang-buang umurnya. buat dia buang uang waktunya gara-gara berjanji dengan kita. Ya, kita janjiin dia ya. Kita memusikan diri seandainya kita sebagai dia bagaimana gitu. Sampai misalnya kita punya jadwal pengajian, kalau kita enggak bisa bilang enggak bisa. Jangan kita bilang bisa bisa. Tahu-tahu enggak datang. Tahu-tahu enggak enggak datang. Kasihan. sampai ada bikin pengajian di kantor sudah bikin acara ramai kemudian direkturnya datang terus tahu-tahu hari hannya enggak bisa kan panitia kasihan. Bayangkan kalau kita di posisi panitia tersebut dia sudah ngerayu-ngerayu direkturnya, ngerayu semuanya yang diundang juga mungkin ustaz bermasalah. Tahu-tahu ternyata memang bikin masalah. Hari Hnya enggak datang. Jadi hari Hnya enggak enggak datang kan. Kasihan panitia tersebut. Kalau enggak bisa dari awal bilang enggak bisa. Jangan menjanjikan panitia sudah repot persiapan. Persiapan mereka bukan bukan mudah ya. Persiapan belum ada biaya yang dikeluarkan. Maka kalau enggak bisa bilang enggak bisa. Atau kalau enggak bisa pemberitahuan jauh-jauh sehingga panitia bisa menyiapkan pengganti ya seminggu sebelumnya kayak atau paling tidak 3 hari sebelumnya atau 2 hari sebelumnya. Paling tidak kita tahu dia punya waktu untuk bisa membatalkan atau cari pengganti. Bukan pengajian jam 08.00 kemudian beritahuan jam 0.00 kan repot. Waktu pengajian jam 08.00 pemberitahunya jam 10.00 itu ditunggu-tunggu jam 10.00 baru kasih tahu. Orang sudah duduk kan kasihan ya. Jadi kalau enggak bisa janji, kalau enggak bisa menepati enggak usah berjanji. Ya, saya termasuk orang yang paling tidak suka menunggu. Saya kalau makanya kalau saya pun ingin membuat orang menunggu, saya kasih tahu. Saya kemungkinan terlambat ee kasih tahu para jemaah mungkin saya datang 1 jam lagi ya. Sehingga mereka tahu kalau ustaznya mau datang 1 jam lagi, mereka bisa mau telepon istri kek, mau baca Quran kek. Jadi mereka bisa memanfaatkan waktu mereka ya. Tapi kalau tunggu, tunggu, tunggu, tunggu, tunggu. Enggak tahu ustaznya kapan datang kan kasihan. Ya. Jadi maksudnya kita berusaha memiliki cabang keimanan, yaitu menempati janji dan berusaha menjauhkan diri dari cabang kemunafikan. Ini perlu dalam kehidupan kita sehari-hari. Makanya kalau ngomong sama anak-anak hati-hati ya. Meskipun janji belikan permen, janji belikan ngomong dari awal nanti belikan. Benar-benar belikan ya, jangan sampai dibohongin. Diam, diam, diam. Nanti kita beli mainan. Sudah diam mainannya mana? Enggak ada ternyata dibohongin anak tersebut. Oke, ini bohong pertama. Nanti nangis lagi. Nanti Abi belikan mainan. Ternyata enggak dibelikan lagi. Bohong kedua. Ya, jadi ya akhirnya kita jadi tukang bohong ya. Jadi tukang bohong. Terbiasa nanti anak-anak juga kita demikian. Maka seorang berusaha menepati janji menghargai waktu orang lain sebagaimana dia menghargai waktunya. Ya, jangan membuat orang berharap sementara dia tidak bisa memenuhi harapan orang tersebut. Yang kedua kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, wala tumari akhaq. Ee atau yang pertama kata Rasulull sallahu alaihi wasallam, la tumari akak. Jangan engkau, jangan engkau. Rasulullah bersabda dalam hadis ini, pertama, la tumari akhaka. Jangan kau debat saudaramu. Ya, maksudnya debat dalam rangka untuk menang-menangan, bukan dalam rangka untuk mencari kebenaran. Ya, ee debat saudara hanya menimbulkan ya kebencian di antara kita dengan dia. Ya, ini semua dilarang. Makanya Rasul sahu alaihi wasallam mengatakan di antara hadisnya, "Ana zaimun bibitin fiadil jannah limanal mirana muhiqan." Aku menjamin istana di pinggirin surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan meskipun dia benar. Dalam kehidupan kita sehat terkadang terjadi perdebatan. Kalau kita lihat perdebatan kita sudah tidak sehat sama teman kita ngomong dia angkat suara kok dia enggak mau ngalah. Sudah berhenti jangan lanjut jangan lanjut. dia mungkin lagi ada masalah keluarga, mungkin dia lagi banyak hutang atau lagi apa sehingga dia pengin lempiaskan aja kemarahannya. Ketika kita debat dengan dia tidak sehat, dia angkat suara maka berhenti. Jangan dilanjutkan. Ini pertanda bahwasanya perdebatan kita tidak sehat. Diskusi kita tidak sehat lagi. Tapi kalau kita diskusi mencari kebenaran ya maka kita lanjutkan. Tapi kalau diskusi yang penting saya menang otot-ototan, ngotot-ngototan. Yang penting saya menang. Yang penting kamu kalah. Saya angkat suara kamu diam. Ah, ini sudah enggak sehat. Ini nanti hanya ee menimbulkan kebencian. Hati kita berubah terhadap dia, hati dia berubah terhadap kita. Maka saat itu kita mengalah dan kita mendapat jaminan istana di pinggiran surga. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Anaimunitin jannah limanqan." Aku eh menjamin istana di pinggir surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan meskipun dia benar. Banyak hal kita mungkin tahu kita lebih benar. Tapi enggak usahlah, ngapain kita gubris, ngapain kita lanjutkan. Kita lihat bahwasanya perdebatan ini atau diskusi ini tidak tidak sehat. Dan itu berlaku kepada saudara kita ee kepada teman kita, sahabat kita, kepada pasangan hidup kita, kepada istri, kepada suami. Jangan debat-debat sudah tahu istri lagi tidak mau ngalah. Enggak usah, enggak usah dilanjutkan. Nanti kita ngomong belakangan. Ketika dia sudah tenang, ketika dia sudah pikiran jernih baru kita ajak ngobrol baik-baik. Kamu kemarin ngomong begitu benar atau coba mikir. Coba sambil kita belikan emas insyaallah dia mikir. Oh iya benar kemarin Umi salah ya. I benar ya. Karena kalau kalau debat kelihatan tidak mau tidak mau cari kebenaran hanya penting yang suara yang lebih tinggi yang menang ngapain ngapain kita tinggalkan karena Allah tinggalkan perdebatan tersebut karena Allah subhanahu wa taala ya sama teman, sama istri sama siapa saja ya kan ya. Kemudian wala tumazihu. Ya. Adapun kalau perdebatan karena membela agama, perdebatan karena ee apa namanya? Karena atau diskusi karena mencari kebenaran, maka itu disyariatkan. Maka itu disyariatkan. wala tumazihu. Jangan ee candain dia. Maksudnya candaan yang berlebihan, candaan yang berisi dengan ee hinaan ya, candaan yang berisi kebohongan. Maka ini tentu tidak boleh seperti sekarang apa? Sering ada apa? Prank-prank ya. Apa prank ya? Prank apa? Perang. Nge-prank. Nge-prank ya. Nge-prank itu kadang-kadang bikin orang ketakutan ee bikin orang deg-degan ya. Dibohongin ya. ini semua tidak tidak benar. Adapun mizah kalau kecandaan kalau dalam rangka untuk menumbuhkan kasih sayang maka ini dianjurkan ya selama tidak berlebihan ya. Rasul sahu alaihi wasallam sahabat berkata kepada Nabi, "Ya Rasulullah innaka tudai." Ya Rasulullah engkau mencandai kami, bermain-main dengan kami. Kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Inni laulu illa haqqan." Aku tidak berkata kecuali kebenaran. Ya, apalagi canda sama pasangan, canda sama anak-anak. tentunya hal yang menyenangkan menambah kecintaan ya ee sehingga apa namanya menghilangkan ketegangan tetapi tadi syaratnya tidak boleh bohong, tidak boleh berlebihan ya. Kalau terlalu berlebihan juga hidup seorang tidak serius. Orang hidup itu serius ya di antara tengah-tengah keseriusannya dielingi dengan candaan maka ee menjadi semangat lagi menjadi semangat lagi dalam kehidupan. Ngobrol pun menjadi sambung lagi, menjadi semangat lagi. Adapun candaan yang berisi dengan dusta atau ejekan atau permusuhan, maka ini yang dilarang. Ini hanya menimbulkan kebencian, kedongkolan di antara kaum kaum muslimin. Baru kemudian terakhir kata Nabi, "La taidhu mauidan fatukhlifahu." Ya, jangan kau janjikan suatu janji lalu kau menyelisihinya. Hadis ini secara sanad ada rawi bernama Ibnu Sulaim dan dia shaduun ikhtalat jiddan walam e dia saduk mukhtalid yaitu derajatnya saduk namun ikhtalat itu dia kadang-kadang atau sering lupa ya sering salah sering salah dan tidak bisa dibedakan mana saat benarnya dan mana saat salahnya maka secara sanad hadisnya dif tetapi secara makna hadis ini benar karena maknanya didukung oleh banyak dalil yang yang lain. Tib. Ee berikutnya bab berikutnya babutan fil ansab. Bab mencela nasab. Bab mencela nasab. Ya. Al Imam Bukhari membawakan hadisnya. Beliau berkata, "Qdasana Abu Asim an ibni ajlan an abihi an Abi Hurairat radhiallahu anhu an Nabi sallallahu alaihi wasallam q dari Nabi sallallahu alaihi wasallam beliau berkatani laatrukuma umati. Anniahatu wu fil ansar. Dua perkara atau dua cabang perkara maksudnya dua cabang kemaksiatan ya. Ya. Karena iman ada cabang-cabangnya, maksiat juga ada cabang-cabangnya, kekufuran ada cabang-cabangnya, kemunafikan ada cabang-cabangnya. Maka di antara dua cabang kemaksiatan yang tidak ditinggalkan oleh umatku, yaitu sampai ee dari zaman jahiliah diteruskan ya sampai umatku belum bisa meninggalkannya. Annha yang pertama adalah niaha yaitu meratapi mayat. Yang kedua watu fil ansab mencela nasab. Mencela nasab. Ee ini hadis mirip dengan hadis yang lain, yaitu Rasulullah ingin menjelaskan bahwasanya perkara jahiliah dulu masyhur, ada perkara-perkara buruk masyhur di kalangan orang jahiliah, tapi masih berlanjut dalam hadis kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Arbaun fi ummati min amril jahiliyah la yatrukunahunna." Empat perkara pada umatku dari perkara jahiliah yang mereka belum meninggalkannya. Alfakhru bil ahsab yaitu bangga-bangga dengan ahsab yaitu kedudukan. bangga dengan kedudukan. Wu fil ansab. Yang kedua, mencela nasab. Yang ketiga, istisq bin nujum. Yaitu menyatakan hujan karena bintang ini, karena bintang itu. Yang keen yang keempat wniiaha meratapi mayat. Meratapi mayat. Ini empat perkara. Maksudnya empat perkara ini dan di antaranya adalah meratap. Meratapi mayat dan juga mencela nasab. Ini dulu perkara masyhur di kalangan jahiliyah. Jahiliah dahulu dibangun di atas kabilah-kabilah dan kabilahkabilah saling bangga-banggaan di antara bentuk untuk meninggikan levelnya dia mencela nasab yang lain. Ah, kamu dari kabilah ini, kamu dari kabilah ini. Mencela nasab atau kabilah yang lain dalam rangka untuk menikan kabilah dia. Meninggikan kabilah dengan menjatuhkan yang lain. Maka kabilahnya pun naik. Ini biasa masyhur di kalangan jahiliyah. Setelah Nabi datang kemudian Nabi berdakwah maka masuklah Islam. Makanya Rasulullah mengatakan dalam hadis ini ee sy'batani la tatrukuhuma umati. Dua perkara dari cabang jahiliah itu cabang kemaksiatan yang umatku belum meninggalkannya. Umatku maksudnya ummatul ijabah. Umat ada dua. Ada namanya umatul dakwah. Ini istilah kalau kita baca nama ummatul dakwah adalah ummatul ummatul ijabah. Ummatul dakwah yaitu umat yang Nabi dakwahi di zaman Nabi ketika Nabi berdakwah termasuk Quraisy, termasuk orang-orang Arab di zaman itu, termasuk Yahudi dan Nasrani yang didakwahi oleh Nabi namanya ummat dakwah. Kalau umatul ijabah yaitu umat yang masuk Islam namanya umatul apa? Ijabah. Istilah ini ya umat. Jadi terkadang Rasulullah mengatakan umat bisa maksudnya umatud dakwah, bisa maksudnya ummatul ijabah. Kalau umatul dakwah itu umat yang Nabi dakwahi mereka untuk masuk Islam. Adapun ummatul ijabah yaitu umat yang masuk is Islam. Dalam hadis ini yang dimaksud oleh Nabi umat maksudnya ummatul ijabah. Maksudnya orang-orang sudah masuk Islam tetapi dua perkara ini belum ditinggalkan sampai sekarang. Benar atau tidak? Masih ada cela nasab enggak? Ah, kamu dari suku ini. Ah, kamu dari suku ah suku saya yang paling hebat. Saya keturunan dari biru. Kamu darah merah. Masih ada. Terus ya saya darah hijau masih ada orang begitu bangga saya suku ini, saya suku ini, kamu suku nah kamu ini, kamu tidak gak bisa ditinggal. Ah, dari suku ah pantas memang begini. Jadi celaan terhadap suku terhadap itu masih ada. Padahal kita tahu bahwasanya yang Allah nilai adalah apa? Tak takwa. Allah menjadikan kabilah-kabilah bukan untuk saling merendahkan, saling menghina, tapi untuk saling mengenal. Ya ayyuhanasu inna khalaqnakum minakarin wa unsa walnakumuban waqilau. Wahai manusia sekalian, sesungguhnya kami menciptakan kalian berbangsa-bangsa, bersuku-suku. Kami ciptakan dari laki dan wanita bersuku-suku, berbangsa-bangsa. Buat apa? Litaarofu. Untuk kalian saling mengenal bukan untuk saling mencela. Kemudian Rasulullah kemudian Allah ingatkan, "Inna akramakumallahi atqakum." Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian yang paling bertakwa. Bukan yang nasabnya paling tinggi, bukan yang darah biru ya, bukan ya. Yang paling mulia adalah yang paling yang paling bertakwa. Makanya dalam hadis kata Rasul sahu alaihi wasallam, man lam yusri amaluhu eh mana bihi amaluh lam yusri bihi nasabuh. Siapa yang amalnya lambat maka nasabnya tidak akan bisa mempercepatnya. Itu siapa yang amalnya buruk nasabnya tidak bisa meninggikannya. Nasabnya tidak bisa meninggikannya. Yang paling mulia di sisi Allah yang paling bertakwa. Waq laqad rofaal islamu Salman alfarisi waqad wad alkufrun nasiba aba lahabin. Sesungguhnya Islam telah mengangkat Salman al-Farisi dari Persia bukan Arab. Dari ajam non Arab dia Persia tapi dia tinggi kedudukannya. Sementara kekufuran laqad wad alkufrun nasiba aba lahabin. Sementara kekufuran telah menjatuhkan orang nasabnya tinggi yaitu Abu Lahab paman Nabi sallallahu alaihi wasallam. Namun ini benar kata Nabi, tidak ditinggalkan oleh umatku sampai sekarang. Ah, kamu dari suku apa? Oh, saya suku ini. Saya suku ini. Ya. Ya. Sehingga bangga-banggaan suku dan mencela suku yang lain, memandang dengan pandangan merendahkan itu sampai sekarang masih masih ada. Saya masih ada. Kita umat Islam ya suku-suku adalah untuk saling mengenal. Allah Subhanahu wa taala mengangkat derajat Bilal dari apa? Habasyi. Berkulit hitam tapi Allah tinggikan derajatnya Bilal al-Habasyi. Ya. Meskipun berkulit hitam, meskipun bukan Arab, tapi Allah muliakan sebagaimana Salman al-Farisi. Ya, sebagaimana Salman al-Farisi. Dan Islam mengenal yang paling bertakwa itu yang paling mulia di sisi Allah Subhanahu wa taala. Islam tidak mengenal kasta-kasta ya. Kalau suku ini berarti kastanya tinggi. Kalau gini suku ini kastanya rendah. Gak. Islam enggak mengenal demikian. Islam adil. Siapa yang mau mulia dengan takwa silakan berpacu, silakan berlomba. Fastabiqal khairat. Dia yang paling bertakwa, dia yang paling mu mulia. Bukan dalam sebagian agama yang sudah terlanjur lahir kasta tinggi, maka dia bakalan tinggi terus. yang terlanjur lahir dengan kasta rendah, dia bakalan rendah terus sampai mati. Islam tidak demikian. Islam adil. Tidak seperti orang-orang Yahudi yang mengatakan siapa yang terlahir Yahudi maka dia pasti masuk sur surga. Sementara di luar Yahudi semua adalah bangsa yang Allah ciptakan untuk melayani mereka. Ini tidak adil Tuhan kalau begitu. Tidak adil Tuhan kalau begitu. Ya, kalau kita terlanjur lahir orang Indonesia kan repot. Yahudi menganggap kita rendah ya. Karena Yahudi Bani Israil maka kastanya tinggi. Islam tidak demikian. Yang lebih mengerikan ketika antum bisa baca sebagian orang-orang bule ya sampai mereka melegalkan pembunuhan terhadap orang-orang berkelut hitam berdasarkan teori Darwin. Antum bisa lihat di karena teori Darwin mengatakan manusia mengalami perubahan ee dari monyet ya sampai menjadi antum. antum dan saya maksudnya jadi mengalami apa namanya ee iya evolusi dan apa namanya istilahnya kata mereka persaingan apa istilahnya satunya satunya evolusi satu namanya apa jadi kalau yang kalah mati istilahnya apa hah evolus bukan evolus satu lagi istilahnya hah bukan kolusi dan manipulasi bukan Hah? Ada istilahnya itu apa? Seleksi alam. Ah, seleksi alam. Seleksi alam. Mana seleksi alam? Jadi, yang mana seleksi alam itu yang berkembang-berkembang. Nah, orang-orang yang berkulit putih mereka sudah sampai pada seleksi alam yang terbaik mereka maju. Adapun yang berkulit hitam itu tidak lolos dalam seleksi alam, maka dipunahkan enggak ada masalah. Beneran ini sebagian antum ana baca, ana baca sebagian mereka seperti itu. Sehingga mereka tidak ragu-ragu untuk membantai orang-orang berkul hitam. Karena dianggap inilah monyet yang belum berhasil menjadi berkulit pu putih. Ngeri. Islam tidak demikian. Islam tidak. Ini salah satu contoh efek dari teori Darwin yang bukan sekedar bicara tentang asal-usul manusia dari jenis e sama-sama jenis yang sama, jenis kera dan yang lainnya. Tapi di antaranya mereka praktikkan dalam rangka untuk menghabisi ee suku-suku yang dianggap tidak berhasil dalam seleksi alam sehingga dianggap gagal. Ya sudah dihabisi yang benar, yang menang seleksi yang berkulit putih. Subhanallah ya. Jadi Islam tidak. Yang paling bertakwa itulah yang paling mulia di sisi Allah Subhanahu wa taala. Maka Bilal sangat mulia di kalangan para sahabat. Salman al-Farisi sangat mulia di kalangan para sahabat ta. Ee jadi di antara perkara jahiliah yang masih ada adalah mencela dalam al-ansab dalam nasab. Bab ti di sini dalam hadis yang lain tadi disebutkan ada alfakhru bil ahsab atnu fil ansab. Apa itu al-ahsab? Al-ahsab adalah sifat kedudukan manusia seperti keberanian, seperti dermawan, ee seperti e jadi bangga-banggaan, oh kami ini adalah suku ee suku pendekar, kami adalah suku dermawan, kami dia membanggakan dirinya dan sukunya tapi dalam rangka menjatuhkan yang lain. Ini enggak boleh. Adapun seorang bercerita dulu kami dari keturunan ini enggak apa-apa dalam rangka untuk menyemangati kita gak jangan jangan menyelisihi tradisi nenek moyang kita nenek moyang kita orang-orang yang dermawan, maka kita berusaha harus jadi orang der dermawan ya. Ah itu itu oke ya. Ini terkenal seperti kalau di Saudi dikenal di ee kota Hail ya dari apa namanya kabilah Thai ya. Maka mereka terkenal dengan dermawan sampai sekarang ya mereka dermawan. Sampai saya ketemu dengan saya jalan sama orang Saudi dari suku yang lain kata mereka ee penduduk kota hail tidak dikenal dengan memiliki duit yang banyak. Mereka mungkin bukan seperti ahl riad yang tinggal di Riyadul Qasim yang mungkin uang banyak. Ya, mereka hail bukan orang kaya. Tapi mereka terkenal dengan keder kedermawanan. J dermawan ya ya dengan dengan apa yang mereka punya. dengan apa yang mereka mereka punya ya. Jadi kalau orang tamu suruh tidur situ, suruh makan di situ, itu biasa bagi mereka dan itu mereka warisi dari nenek moyang mereka dan mereka sampai sekarang masih bangga ini tradisi kami warisi nenek moyang kami. Maka ketika orang-orang Arab berbicara tentang orang yang sangat dermawan, mereka selalu menyebutkan tentang Hatim Athai. Hatim Ahah yang terkenal sangat dermawan ya. Saking dermawannya dia sampai berkata kepada budaknya, "Di musim dingin kau nyalakan api. Kalau ada musafir lewat dan kau dapat seorang musafir dan kau bisa undang kita kasih makan dia, kau merdeka. Kau merdeka." Ya, jadi sangat itu tradisi mereka. mereka ee turun-temurun, turuntemurun sampai sekarang ini tidak jadi masalah seperti ini. Seperti suku terkenal pendekar, jagoan, tapi bukan dalam rangka merendahkan yang yang lain. Tapi kalau kamu suku pengecut tidak itu sudah rendah. Itu namanya merendahkan yang lain. Itu namanya alfakhru bil ahsab. Dan ini sudah ada sejak zaman jahiliah dan belum hilang sampai sekarang. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam. Jadi mengangkat-ngangkat diri ee sukunya dengan kedudukannya atau nenek moyangnya atau bapaknya dalam rangka untuk menjatuhkan yang yang lain. Adapun seorang menyebutkan tentang ee tradisi nenek moyang dalam rangka untuk dia wariskan, untuk dia menyemangati agar kita tidak menyelisihi tradisi nenek moyang, maka enggak ada masalah. Suatu kebaikan. satu kebaikan bukan dalam rangka untuk sombong, bukan dalam rangka untuk merendahkan keluarga yang lain atau suku yang yang lain. Ini ini alfakhru bil ahsab bangga dengan kedudukan ini salah satu jahiliyah yang belum hilang. Yang kedu fil ansab mencela nasab. Mencela nasab tadi bisa dua makna. Pertama mencela nasab seorang. Ah, kau itu anak zina. Jadi padahal dia bukan anak zina mencela nasabnya. Ya, ini salah satunya meragukan nasab seseorang. Kau bukan keturunan ini, kau begini. Ya, ini hukum asalnya tidak boleh. Apalagi kalau ternyata benar-benar nasabnya benar. K nasabnya kalau tidak benar ya lain cerita. Tapi kalau nasabnya sudah benar kemudian kita mencela membuat orang ragu tentang nasab tersebut maka ini tidak boleh. Yang kedua maksudnya atanu fil ansab mencela nasab tadi merendahkan suku. Nah, ini kadang-kadang kita bicara hati-hati ya. Jangan sampai kita mencela. satu suhu. Ah, dasar orang ini. Waduh, repot ya. Hati-hati ya. Ah, kita bilang kalau kita bilang memang orang seperti itu dari suku ini banyak yang seperti begini tapi tidak semua. Okelah kita bicara kenyataan. Tapi kalau karena dalam setiap suku pasti ada yang baik, pasti ada yang buruk. Setiap suku gak ada sesuku begini semuanya baik itu enggak ada omong kosong ya. Gak ada juga satu suku, semuanya buruk ya ngomong kosong kecuali suku Yakjuj Makjuj. Mau suku apapun pasti ada baiknya. Saya enggak ada suku terkenal buruk, Teh. Kita dapati orang-orang baik juga dari suku tersebut. Ada suku terkenal baik, ada juga orang buruk dari suku tersebut. Ya gak boleh kita menggeneralkan bahwa suku ini semua enggak boleh. Kita cerita apalagi dalam rangka menjatuhkan, merendahkan ya. Maka ini namanya taan fil ansab. mencela suku tertentu, mencela nasab dari keturunan tertentu juga dari zaman jahiliyah kemudian masih ada sampai sekarang. Kemudian di antaranya anniahah. Annha yaitu meratapi mayat dengan suara yang tinggi ya. Menunjukkan protes kepada Allah subhanahu wa taala seperti mengatakan, "Kenapa kau pergi meninggalkan aku?" Y ya Allah, kenapa kau cabut nyawanya? Cabut dulu nyawaku sebelum dia ya Allah. seperti itu ya. Atau kita menyebut-nyebut, nyebut-nyebut kebaikannya berlebihan. Ini orang dulu begini, orang ini begini, orang ini begini, orang begini. Seakan kita enggak rela di apa namanya? Diambil oleh Allah Subhanahu wa taala. Ini niaha ini biasanya dialami oleh ibu-ibu. Makanya Rasul Sallahu Alaihi Wasallam mengatakan dalam hadis, "Annahatu, yaitu wanita yang meratapi." Karena laki-laki biasanya lebih kuat. Ya anaihatu idam tatub qobla mautiha. Sesungguhnya wanita yang niah yang meratapi kematian jika dia belum bertobat sebelum dia belum bertobat sebelum meninggalnya itu meninggal dalam kondisi tidak bertobat tuq yaumalqiamah maka wanita ini akan diberdirikan pada hari kiamat waaibalin jar maka dia akan di diberikan pakaian yang terbuat dari cairan yang panas ya dan juga mantel yang menimbulkan gatal-gatal tubuhnya yaitu dia akan disiksa dengan siksaan khusus. Dengan siksaan khusus di antaranya karena dia tidak rida dengan keputusan Allah Subhanahu wa taala dan dia meratapi mayat seakan-akan menyalahkan Allah Subhanahu wa taala. Ini di antara dosa dosa besar ya. Adapun Islam mengajarkan kita bersabar tangisan boleh sebagai bentuk rahmat kasih sayang kepada orang yang mayat. Sang mayat kita kasihan sama dia, kita sayangi dia. Perpisahan menimbulkan tangisan tidak jadi masalah. Adapun meratapi maka tidak boleh. Sementara di mungkin di ajaran lain, mungkin di ajaran agama lain justru meratapi. Itulah yang jadi kebanggaan untuk menunjukkan orang ini orang yang hebat. Maka semua disuruh nangis. Bahkan ada yang disewa untuk nangis-nangis. Ada katanya gitu. Nangis datang tukang sewa jam kasih duit. Jadi nangis untuk menunjukkan orang ini sangat bernilai makanya disuruh pada na nangis ya. Tapi dalam Islam gak boleh seperti ini ya. Islam mengajarkan adab. Ya, ini sudah keputusan Allah Subhanahu wa taala. Nangis boleh, tapi jangan mera meratapi. Makanya ibu-ibu seandainya mengalami ee kematian keluarga atau anak atau yang lainnya, maka jangan meratap. Jangan meratap. Nangis silakan tahan diri ya. Tahan mulut. Ingat perintah Allah Subhanahu wa taala. Jangan meratap. Ingat larangan Nabi sallallahu alaihi wasallam. tidak boleh mera merata. Dan kalau sudah meninggal anak jangan kemudian di ingat-ingat terus ya. Anak meninggal kemudian bonekanya gantung di kamar. Lihat bonekanya tiap hari. Ini boneka dulu mainan anakku tiap hari nangis, tiap hari meratap. Ini ee pekerjaan yang tidak benar. Hanya menimbulkan kesedihan Allah. Setan ingin kita sedih terus ya. Karena kalau kita sedih terus banyak hal tidak bisa kita kerjakan. Kita mau ngaji sedih terus, ngurusin suami sedih terus, ya gimana? Enggak bisa ngurusin suami. Banyak halnya kemaslahatan yang tidak bisa kita kerjakan karena kondisi psikologi kita yang nangis terus. Nangis boleh, tapi jangan ee meratap. Dan kedua, jangan kita sengaja untuk membuat kita sedih terus. Ya. Ya. Tadi dengan misalnya anak meninggal, kemudian bonekanya, sepedanya kita taruh dalam kamar sehingga tiap hari kita ingat anak kita nangis terus ya. nangis terus ya. Jangan ya karena hal itu tidak tidak benar. Akhirnya nanti kita meratapi lagi karena kita ingat aduh kenapa pergi akhirnya meratapi lagi tanpa kita sadari ya. Maka kita menghindarkan diri sebab-sebab terb. Ee bab berikutnya bab hubbir rajuliahu. Bab tentang seorang mencintai kaumnya. Ya, artinya mencintai kaum boleh, mencintai suku itu boleh. Karena termasuk dari silaturahmi, kerabat. Suku kan kerabat kita. I atau tidak boleh. yang tidak boleh kalau kita bangga-banggaan untuk mencela suku yang lain. Adapun mencintai suku boleh, saya suku saya suka suku saya cintai suku saya. Kenapa? Inilah kerabat saya dan kita disuruh untuk menyambung apa? Kerabat. Dengan syarat tidak boleh kecintaan kita mengalahkan perintah Allah dan Rasul-Nya. Ini tidak boleh. Kita mati-matian bela suku kita meskipun di atas kesalahan. Itu namanya fanatik kesukuan yang membutakan. Sehingga akhirnya seorang membela sukunya meskipun di atas kezaliman. Ini yang tidak boleh. Adapun mencintai suku boleh dan itu cinta thabi yaitu mahabbah thabiyah itu normal ya. Mahabbah cinta yang dari sananya ya. Orang seorang secara tabiat cinta dengan keluarganya, dengan sukunya ya ini tidak jadi masalah selama tidak melanggar. Tib. Al Imam Bukhari membawakan hadis namun sanadnya lemah. Ya. Kata al Imam Bukhari rahimahullah. Qala hadasana Zakaria qala hadasana al Hakam bin Mubarak q hadasana Ziyad bin Rubay atau Rabi q hadasani Abbad Arramli Q haddatni imatunquil. Ada seorang wanita dikenal dengan nama Fusailah. Qat sam abi ya. Kata Fusailah. Aku mendengar ayahku berkattu. Ya Rasulullah wahai Rasulullah. Apakah termasuk taasub fanatisme yang tidak benar? Seorang lelaki menolong kaumnya padahal kaumnya di atas kezaliman. Dia membantu sukunya padahal sukunya di atas kezaliman. Misalnya dalam peperangan. Qala naam. Iya. Kata Nabi, "Benar, itu termasuk dari fanatisme yang tidak benar. Membela mati-matian suku. Padahal suku tersebut di atas ee kesalahan." Datang dalam sebagian riwayat Rasulullah ditanya aminal asobahu apakah termasuk fanatisme yang terlarang seorang mencintai sukunya? Q kata Nabi enggak laku tapi adalah fanatisme yang buruk. dia menolong sukunya di atas kezaliman. Ya, membela sukunya di atas apa? Kezaliman. Itu adalah ashabiyah yang buruk. Tib. Sebagaimana kita ketahui bahwasanya ee mencintai keluarga, mencintai suku ini adalah perkara yang dibolehkan dengan syarat tidak mendahulukan cinta tersebut di atas cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. dan tidak mendahulukan cinta tersebut sehingga melakukan maksiat. Allah isyaratkan tentang istilah para ulama dengan almahab assamanih, perkara-perkara yang dicintai oleh seorang. Delapan perkara yang dicintai oleh seorang dalam surah at-Taubah ayat 24 kata Allah subhanahu wa taala, "Qul inana abaukum." Ya, jika katakanlah jika ternyata ayah-ayah kalian au abnaukum atau anak-anak kalian au azwajukum au ikhwanukum atau saudara-saudara kalian kemudian au azwajuk atau istri-istri kalian au asyiratukum ya. Ee iya benar dalam surah at-Taubah ayat 24 kata Allah qul inana abaukum. Katakanlah jika ayah-ayah kalian, wa abnaukum dan anak-anak kalian, wa ikhwanukum, saudara-saudara kalian, wa azwajukum, istri-istri kalian, yang keempat, yang kelima wa asiratukum, yaitu suku kalian. Waftumuha dan harta yang kalian miliki. Dan perdagangan yang kalian takut kerugiannya. Dan tempat tinggal yang kalian sukai ternyata lebih kalian cintai daripada Allah dan rasulnya dan jat fisabilillah maka nantikanlah itu nantikanlah hukuman dari Allah ya hattaallahu biamri wallahu la yuhibbu wallahu la yahdilim Allah tidak e wallahu la yahdilumal fasikin Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik tib ini disebut dengan almahab atsaman delapan perkara yang secara tabiat diperbolehkan bagi manusia. Yang pertama cinta kepada orang tua abakum abnakum. Yang kedua, cinta kepada anak-anak. Nama semua orang cinta sama anak-anaknya. Yang ketiga, cinta kepada kakak dan adik, ikhwan kakak dan adik. Yang keempat, cinta kepada istri. Ya, cinta kepada istri boleh ya. Apalagi istrinya salehah, tidak suka ngomel, ya. Yang kelima, cinta kepada asyirah, yaitu kerabat ya. keluarga, suku ini boleh. Ini nama ini lima terkait dengan ee orang-orang yang orang kita cintai itu ayah, ibu, anak, ee kakak, adik, istri, kerabat. Kemudian bercerita terkait yang keenam tentang harta atau harta yang kalian miliki. Siapa yang tidak cinta harta, semua juga cinta harta. Yang ketujuh, tijarah takunadahajaratunadaha dan perdagangan punya jual beli yang kalian takut kerugiannya. Siapa yang tidak senang dengan bisnisnya? Semua orang suka dengan bisnisnya. Jual beli dapat uang ya dia takut kalau rugi. Yang kemudianakinardau tardunaha dan juga tempat tinggal yang kalian cintai. Siapa yang tidak suka dengan rumahnya? Apagi rumahnya besar dia bangun rumah ini sampai bertahun-tahun kerja sampai 20 tahun bisa bangun rumah. Tentu dia sangat cinta kepada rumahnya. Ini boleh, boleh. Namanya cinta thabih, tapi tidak boleh kapan? Kalau didahulukan daripada cinta kepada Allah dan Rasulnya dan jihad fisabilillah. Maka cinta kepada kaum boleh. Tapi kalau kaum tersebut ternyata zalim, maka tidak boleh kita tolong. Kapan kita menolong kaum yang zalim? Karena dia adalah kaum kita. Karena kita adalah satu kaum dengan mereka. Maka namanya taasub, namanya fanatisme yang terlarang. taasub azzamim, fanatisme yang terlarang, yang tercela dan taasub ini bisa menimpa siapa saja ya. Fanatik terhadap kaumnya, fanatik terhadap golongannya, fanatik karena dia almamater yang sama ya. Fanatik. Kapan disebut fanatisme? ketika kecintaannya membutakannya sehingga membuat dia membela dengan ee membabi buta meskipun harus mengalahkan dalil ya meskipun harus mengalahkan dalil maka ini disebut dengan fana fanatisme. Misalnya saya punya ee saya punya ee pondok saya bela mati-matian ya. Sehingga saya membangun wala dan bara, cinta dan benci, loyal dan musuh permusuhan bukan di atas Al-Qur'an dan sunah tapi di atas pondok. Siapa yang bersama pondok saya, saya loyal sama dia. Siapa yang di luar pondok saya maka saya berlepas diri. Ini namanya fanatisme. Jadi, fanatisme banyak ya seperti ormas tertentu punya ormas. Pokoknya dalam ormas ini, ormas asalnya adalah sarana ya. Tapi kalau ternyata berlebihan sampai dijadikan sebagai parameter tentang alwala wal bara, loyalitas dan kebencian, maka itu namanya fanatisme. Siapa yang masuk dalam ormas saya, maka kawan. Siapa yang keluar dari ormas, di luar rumah saya, maka adalah mu musuh. Nah, ini namanya fanatisme. Fanatisme. Maka semua sarana tersebut jangan sampai menjadi fanatisme golongan. Ya, pokoknya harus dibela meskipun salah harus dibela mati-matian. Ya, pokoknya dia dari kelompok kita karena dia sudah tergabung dalam kita harus bela. Gak boleh salah, gak boleh ditangkap. Harus kita bela. Ini fanatisme. Enggak boleh fanatisme. Salah ya salah. Selama dia anggota kami bela, keluar kami musuh. Ah, ini namanya fanatisme. Fanatisme banyak ya. Mulai dari fanatisme golongan, fanatisme ormas, fanatisme pondok saya fanatisme ustaz. Pokoknya kalau ustaz yang bilang oke, ustaz lain enggak. Ustaz ini harusah ini namanya fanatisme, Pak, ustaz mungkin terjadi. Mungkin kalau istri fanatisme suami oke, pokoknya suami saya yang benar. Enggak boleh juga semua. suami bukan nabi. Kalau nabi boleh benar terus ya. Jadi fanatisme itu jelek ya. Seorang akhirnya buta akalnya, buta pikirannya sehingga tidak bisa berpikir dengan jernih sehingga dia tidak berpikir di atas dalil tapi di atas fana fanatisme. Maka seorang jangan sampai terjebak dengan fanatisme. Karena bisa jadi seorang fanatis pada gurunya. Misalnya saya punya guru, Syekh, saya sangat hormati, saya bela mati-matian. Fanatisme. Fanatisme Tayib. Kita ee lanjutkan ya. Bahkan saya sudah pernah sedikit sampaikan ketika suatu golongan yang syarata menimbulkan fanatisme, maka Rasulullah larang. Suatu hari kaum Anshar, kaum dan kaum Muhajirin sedang bersama. Tiba-tiba salah seorang dari mereka mencandai yang lain. Kalau enggak salah dia pukul bagian bokongnya. Sehingga Muhajirin kalau enggak salah memukul bokong seorang Anshari. Maka Ansha ini pun tersinggung. Maka dia berteriak, "Ya Alal Anshar. Wahai kaum Anshar. Ini Muhajirin ganggu saya." Yang ganggu ya, ya Lal Muhajir, wahai kaum Muhajirin, ini dia mencari masalah dengan saya. Padahal istilah Muhajirin Anshar syari atau tidak? Siapa yang kasih mereka nama Muhajirin Ansar? Yang kasih nama siapa? Allah subhanahu wa taala. Wasabiquunal awaluna minal muhajirin wal ansar. Jadi nama mereka syari. Allah yang memberi nama kaum muhajirin kaum an ansar. Tetapi ketika nama syari itu digunakan untuk yang tidak benar dalam rangka fanatisme golongan. Sehingga ketika kaum Anshar diganggu, dia panggil, "Yalal ansar." "Wahai kaum Anshar, ini ganggu saya." Ya, ini berarti dia sudah bicara bukan di atas hak dan batil lagi. Tapi yang penting ini suku lain. Kalian suku Anshar harus membela sahajirin juga begitu. Ya lal Muhajirin wi. Ah ini Rasulullah marah ketika itu. Dauha fainnaha muntinah. Kata Nabi, "Tinggalkan seruan-seruan jahiliah. Sesungguhnya baunya busuk." Rasulullah. Padahal itu adalah istilah syari ya. Dalam riwayat kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Abiwal jahili waikum, apa kalian menyuruh dengan seruan jahiliah? Sementara aku berada di tengah-tengah kalian." Rasulullah marah. Padahal yang dipanggil Ansar dan Muhajirin. Lain halnya ketika fanatisme tersebut untuk kebaikan, Rasulullah timbulkan fanatisme. Contoh kapan? Ketika perang Hunain, ketika perang Hunain, kaum muslimin diserang di awal, mereka kabur. Allah sebutkan ketika kalian bangga dengan jumlah kalian 12.000 pasukan. Tiba-tiba dikepung oleh 25.000 pasukan ee dari kabilah Hawazin, yaitu gabungan dari kabilah Bani Takif. Eh kemudian dari Bani Sa'ad dan Bani Nasr yaitu dari dari Thaif 25.000. Akhirnya waitumibin kalian pun kabur. Kabur dari 12.000 semua kabur. Nabi ditinggal cuma bersama berapa orang bersama Nabi tinggal 12 orang bersama Nabi. Dari 12.000 tinggal berapa? 12. Berarti yang kabur 11.000. Terlalu banyak yang kabur. 13 orang. Ada Ali bin Abi Thalib, ada Al Abbas, ada Abu Bakar, ada Umar, ada sedikit. Di situ Nabi kemudian maju Rasulullah mengat, "Ana nabiun la kadib ana ibnu Abdul Muthalib." Aku nabi tidak berdusta dan aku cucunya Abdul Muthalib. Rasulullah naik begolnya. Rasulullah malah teriak tidak takut sama sekali. Maka Rasul sahu alaihi wasallam berkata kepada Alabbas, "Panggil nadi ashabus samurah." Panggil di sini Rasulullah gerakkan fanatisme. Maka dipanggillah fanatisme yang baik. Maka Labas mengatakan, "Ya Ashab samurah, wahai sahabat-sahabat yang pernah membaiat Nabi di bawah pohon ridwan." Maka mereka terdengar, "Oh, kita dipanggil jadi semangat untuk balik." Akhirnya mereka balik. Kemudian, "Yaal muhajirin, wahai kaum muhajirin." Nama kita dipanggil balik. Jadi, sini contoh fanatisme yang dalam rangka untuk apa? Fastabiqulul apa? Khairat seperti itu. Sama yaal ansar. Wahai kaum ansar maka semangat mereka. ini tidak apa-apa seperti ini. Contoh dalam sebagian peperangan, sebagian sahabat mengatur peperangan berdasarkan suku-suku. Suku bani ini, bani ini, bani ini. Sehingga masing-masing bertahan. Jangan sampai kalah gara-gara kita nih, gara-gara suku ini kita kalah bikin malu. Maka mereka fanatisme. Tapi untuk apa? Kebaikan. Bukan untuk menandakan yang lain. Sehingga terkadang sahabat membagi pasukan perang berdasarkan apa? Suku. Sehingga ketika dibagi berdasarkan suku masing-masing ini menunjukkan kehebatan su sukunya karena Allah subhanahu wa taala. Dan jangan sampai kalah gara-gara suku suku kita. Ini contoh fanatisme boleh. Tapi kalau fanatisme dalam rangka untuk dibela mati-matian untuk menyalahkan, merendahkan yang lain. Bahkan Ansar dan Muhajirin pun ditegur oleh Nabi. Jangan pakai istilah Ansar, jangan pakai istilah Muhajirin kalau ternyata dalam rangka untuk bermusuh-musuhan di antara kaum kaum muslimin. Ya, makanya e problem di zaman kita, betapa banyak fanatisme. Fanatisme kesukuan, fanatisme golongan, fanatisme satu kampung. Pokoknya kalau satu kampung, kampung yang lain enggak dipakai. Pokoknya fanatisme. Pokoknya kalau salah tetap dibela. Fanatisme. Sampai fanatisme pondok, sampai fanatisme ustaz. Ini taasub ashabiyah ya. Taasub yang buruk. Tapi kita lanjutkan babun hijratu arrajuli. Bab tentang menghajar, memboikot. memboikot seseorang ya. Memboikot seseorang. Hadisnya panjang. Saya bacakan tentang kisah bagaimana Aisyah memboikot ponakannya Abdullah bin Zubair Tib. Al Imam Bukhari membawakan hadis yang panjang. Beliau berkata rahimahullah. Qa hadasana Abdullah bin Saleh qala haddasani alaisit qala haddasani Abdurrahman bin Khalid an ibni Syihab an Auf bin Harit bin Thufail. Wahu ibnu akhi Aisyah liummiha. Jadi Alhit Auf bin Al Harit bin Thufail adalah saudara saudara sama dengan Aisyah saudara seibu. Saudara seibu karena ada ibunya Aisyah itu Ummu Ruman menikah dengan Abu Bakar dan juga menikah dengan yang lainnya ya. Setelah Abu Bakar meninggal atau sebelum menikah dengan Abu Bakar dia pernah menikah dengan yang lainnya. Wallahualam. Jadi saudara seibu, ibunya sama bapaknya be beda. Kita tahu dalam Islam ada saudara kandung yaitu ayah ibunya sa sama. Kemudian ada saudara sebapak yaitu ibunya sama, bapaknya sama, ibunya ber berbeda. Ada saudara seibu, ibunya sama, bapaknya be beda. Ini semua kerabat. Ini semua ring satu. Ini semua rahim yang harus diperhatikan. Tayib. Eh dia menyampaikan ana Aisyah radhiallahu anat. Aisyah disampaikan disampaikan kabar kepada Aisyah. Ana Abdullah bin Zubair. Ana Abdullah ibn Zubair qi bin ainu Aisyah. Abdullah bin Zubair ini ponakanya Aisyah. Dia komentar atas tasaruf Aisyah terhadap perbuatan Aisyah dalam masalah harta. Siapa Abdullah bin Zubair? Abdullah bin Zubair adalah ponakannya Aisyah. Karena Aisyah punya saudari namanya Asma, saudari sebapak lain ibu. Aisyah punya saudari sebapak sama-sama bapaknya Abu Bakar Assiddiq tapi ibunya berbeda ya. Ibunya Aisyah namanya Ummu Ruman. Adapun ibunya Asma lain lagi namanya ya. Musyrikah dia. Musyrikah. Makanya dia pernah datang menemui Asma ketika di masa perjanjian Hudaibiyah. Jadi ibunya beda, tapi bapaknya sama. Nah, Asma binti Abi Bakar menikah dengan Zubair bin Awwam. Menikah dengan Zubair bin Awwam. Kemudian dianugerahi anak-anak. Di antaranya Abdullah bin Zubair. Di antaranya Abdullah Abdullah bin Zubair sahabat. Di antaranya juga Urwah bin Zubair. Tapi Urwah bukan sahabat. Kalau enggak salah dia tabiin. Tib. Abdullah bin Zubair sangat dekat dengan Aisyah karena Aisyah adalah bibinya, khalahnya. Sehingga saking dekatnya Aisyah radhiallahu taala anha berkunyah dengan Ummu Abdillah. Kunyahnya Aisyah adalah Ummu Abdillah. Dia berkunyah kepada ponakannya yaitu Abdullah bin Zubair. Karena Aisyah enggak punya anak, tidak punya anak dari Nabi sallallahu alaihi wasallam. Sehingga Aisyah dikenal dengan Ummu Abdillah. Jadi dekat luar biasa. Jadi Abdullah bin Zubair dan Aisyah mahram ya. Karena Abdullah bin Zubair adalah siapa? Ponakannya Aisyah. Anaknya Asma. Nah, Aisyah dalam sebagian riwayat dia meng mensedekahkan rumah kalau tidak salah ya atau Aisyah menjual sebuah rumah ya menjual e sebuah rumah ya dan beliau ketika ada rumah dia jual dan dia hartanya dia sedekahkan ya dia sedekahkan. Jadi Aisyah terkenal sangat apa? Sangat dermawan. Sangat dermawan. Dan dua putri Abu Bakar ini terkenal dermawan. Bapaknya dermawan, anak-anaknya juga apa? Dermawan. Cuma dua cara yang berbeda. Aisyah disebutkan beliau radhiallahu anha bersedekah dengan jumlah yang banyak. Dengan jumlah yang banyak. J sekali sedekah banyak. Kalau asma ada sedikit disedekahkan, ada sedikit disedekahkan. Tapi dua-duanya sedekah. Dua-duanya boleh cara ada yang mungkin ngumpulin dulu sehingga dia bersedekah dengan jumlah yang banyak. Mungkin supaya manfaatnya lebih lebih tepat. Ada yang gak, ada yang ada sedikit sedekah, ada sedikit sedekah. Aisyah dikumpulin baru disedekahkan. Asma ada sedikit dia sedekahkan. Dan dua-duanya wanita yang rajin bersedekah pengaruh dari ayah mereka Abu Bakar Assiddiq radhiallahu taala ee anhu ya. Tayib. Karena Aisyah jual rumahnya untuk sedekah, maka ketika itu Ibnu Zubair komentar. Dia mengatakan, "Wallahi latantahiyanna Aisyah lau ahjuranna alaiha." Demi Allah, Aisyah berhenti dari perbuatannya, menjual-jual barang, menjual-jual aset, atau saya akan tahan hartanya. Alhijr. Hijr maksudnya menahan harta. Dalam fikih kalau ada orang misalnya akalnya terganggu atau anak kecil harta dibuang, maka dia boleh ditahan sehingga tidak boleh mengelola hartanya. Kenapa? Akalnya terganggu. Maka di sini Ibnu Zubair mengatakan dengan perkataan yang agak keras, "Saya akan sehendaknya Aisyah berhenti dari perbuatannya, jual barang, kemudian sedekah-sedekah atau saya akan tahan hartanya sehingga dia tidak ya tidak bisa mengelola hartanya." Maka sampailah kabar ini kepada Aisyah. Maka Aisyah berkata, "Ahua qala h." Apa benar dia ngomong demikian? Qolu naam. Kata mereka, "Benar." Maka Aisyah tentu sangat sedih. Bagaimana tidak, dia bukan wanita yang bukan bodoh sehingga di hartanya ditahan. Dia fakihah, wanita paling alim. Sampai para sahabat kalau ada masalah tanya kepada siapa? Aisyah. Dia berguru kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam dari sisi pertama. Gimana saya mau ditahan? Saya ini bukan orang bodoh. Saya tahu fikih. Saya tahu fikih. Dan bahkan dia fakiha wanita sangat fakih. Sampai para sahabatnya kalau khilaf nanya kepada siapa? Aisyah radhiallahu taala anha. Ya, ini pertama. Yang kedua, yang ngomong ini siapa? Abdullah bin Zubair ponakannya yang Aisyah sering merawatnya. Kemudian ngomong seperti ini, ngomong yang tidak pas membuat Aisyah pun sangat sedih. Maka Aisyah pun berkata, "Fahua lillahiun alla ukimna Zubair kalimatan abadan." Saya bernazar karena Allah saya tidak akan bicara sama Ibnu Zubair satu kata pun selama-lamanya. Diboikot sama siapa? Aisyah. Artinya kita ya ini kan ponakan selama ini saya berbuat sama dia dan saya juga siapa ya? Pertama saya bibinya, kedua saya istri Nabi. Ya, istilahnya kalau kita kita bayangkan kondisi hati Aisyah, kita enggak tahu isi hatinya apa, tapi kita bisa bayangkan ya. Maksudnya saya bibinya, saya ngerawat dia juga dan saya istri Nabi dan saya fakihah. Gampangannya artinya Aisyah siapa? Bukan orang sembarang. Gimana mau ditahan hartanya dia? Apalagi dia jual barang asetnya untuk apa? Sede sedekah. Apa hakmu ngelarang-ngelarang saya? Ya. Ya. Maka ketika dia dengar Ibnu Zubair ngomong demikian, maka dia bernazar, "Saya akan hajr dia, tidak akan saya ngomong satu kata pun selama-lamanya." Maka Ibnu Zubair pun sedih. Ya. Ya. Ini hati-hati orang terkadang salah ngomong. Ibnu Zubair mungkin enggak gak berpikir ya. Mungkin dia pikir dia tidak ada di niscaya dia tidak ada niat untuk menandakan Aisyah. Tapi dia bilang ini kan tante saya. Saya mungkin dia bikin ini kan tante saya. Jadi bisa saya apa? urusinnya. Tapi ternyata kalimat yang salah dia ucapkan menyedihkan hati Aisyah. Maka dia pun sangat menyesal. Maka dia meminta maaf. Fastasfaa Ibnu Zubair bil muhajirin tholat hijratuha. Ternyata benar-benar Aisyah tidak mau ngomong sama dia. Sampai lama Ibnu Zubair semakin berat. Ini bibinya enggak mau ngomong sama dia. Akhirnya dia minta syafaat kepada kaum Muhajirin. Tolong bilang Aisyah supaya bicara sama saya. Maafin saya. Maafin saya. Maafin saya. Aisyah tidak mau. Bahkan Aisyah menambah, "Wallahi la usyafi'u fi ahadan abadan." Demi Allah saya tidak akan kasih seorang pun untuk memberi syafaat kepada Ibnu Zubair. Saya tidak izinkan seorang pun. Gak ada yang bisa menjadi perantara antara saya dengan dia. Enggak ada. Siapapun datang tidak akan saya terima syafaatnya. Wala uhannisitu nadartu abadan. Dan saya tidak akan membatalkan nazar saya selama-lamanya. Saya sudah bernazar tidak akan ngomong sama ponakan saya meskipun satu kata. Subhanallah. Serius Aisyah. Falam tha al ibni Zubair kamal Miswar bin Makhramah wa Abdurrahman bin Al Aswad bin Abdi Yaghut wahuma min bani Zuhrah. Ya, tatkala semakin lama kaum Muhajirin semua gagal, tidak ada yang bisa memberi syafaat untuk Ibnu Zubair, maka akhirnya Ibnu Zubair punya cara. Ee saya ngomong Miswar bin Makramah. Almisw bin Makhramah dan Abdurrahman bin Aswad ini dari Bani Zahra. Bani Zuhra. Dan Bani Zuhra adalah kerabat yang Rasulullah muliakan karena ibunya Aminah binti Wahab dari Bani Zuhra. Aminah binti Wahab bin Fulan bin sampai kepada Zuhrah bin Kilab. bersambung kepada Nabi sampai bin Kilab tapi ibunya dari Bani Zuhra sehingga Rasul Sallahu Alaihi Wasallam dekat dengan Bani Zuhra. Maka Ibnu Zubair coba dengan orang-orang yang dekat dengan Nabi dan tentunya kalau dekat dengan Nabi tentu Aisyah juga apa ee sayang kepada mereka ya. Akhirnya mereka bikin hilah. Apa kata Ibnu Zubair? illa Aisyah. Aku minta dengan nama Allah agar kalian berdua memasukkan aku bertemu Aisyah. Saya tidak bisa ketemu dia. Tolong saya bagaimana saya bisa masuk ketemu siapa? Aisyah. Tidak halal bagi bibikku untuk nazar memutuskan silaturahmi dengan wa Abdurahman. Akhirnya dibawa Miswar dan Abdurrahman bawa Ibnu Zubair ya mustamilina alaihi biardiyatihima. Mereka berdua sambil bawa apa kain ee dililitkan kepada tubuh mereka. Ternyata di belakangnya ada siapa? Ibnu Zubair. Hattastana ala Aisyah. Mereka bilang ummul mukminin Aisyah bolehkah kami masuk? Boleh kami masuk ya. Faqala asalamualaika warahmatull Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anadkhul. Asalamualaikum warahmatullah. Boleh kami masuk. Faqalat Aisyah. Kata Aisyah udkulu silakan karena suara dua orang. Miswar sama siapa? Abdurrahman. Boleh kau masuk? Kata silakan masuk. Kita semua boleh masuk. Semua ternyata satu orang nyelip. Kami semua boleh masuk ya bolehlah. Naam. Mau masuk kalian semuanya. Padahal tiga orang bukan berapa. Dua orang. Ini namanya hilah trik. W tamamu aisyatu anna maahuma ibna Zubair. Aisyah tidak ngerti. Ternyata maksud kami semuanya itu ternyata maksudnya di antaranya siapa? Ibnu Zubair. Falama daku, dakala Ibnu Zubair fil hijab. Ketika mereka masuk kalau orang ketemu Aisyah ada hijab. Masuk rumah Aisyah ada hijab. Ternyata ketika masuk dalam pintu rumah Ibnu Zubair langsung nembus apa? Hijab. Karena ponakannya. Dakhala Ibnu Zubair fil hijab. Masuk langsung nembus hijab. Waanaqa Aisyah. Kemudian segera peluk siapa? Aisyah. Watfiq yunasiduha yabki. Maka dia pun menangis minta maaf kepada siapa? Aisyah. Aisyah sudah enggak mau ngomong satu kalimat pun enggak mau ngomong sama Ibnu Zubair. Dia ngomong sama dua orang itu. Miswar wa Abdurahmanidani Aisyata illahi waqil minhu. Keduanya Miswar dan Abdurahman. Ya Aisyah, ya Ummul Mukminin, maafin dia, terimalah dia, bicaralah sama dia, bicaralah sama dia. Kemudian mereka menasihati wquani qimta alimti an rasul wasam nah ammaq alimti minal hijr. Kau kan punya ilmunya. Rasulullah melarang boikot. Sebagaimana engkau telah tahu bahwasanya Rasulullah melarang seorang memboikot saudaranya lebih daripada tiga t hari. Aisyah tidak gubris. Pokoknya enggak mau ngomong sama Ibnu Ziram aksaru tazkir tahrij. Tatkala mereka ngomong terus, "Ayo ingat ingat terus enggak berhenti dua orang ngomong terus. Tahrij bikin enggak enak Aisyah jadi apa?" Enggak enak. Disebutkan dalil-dalil dalil watiqat tuzakirumki. Tapi Aisyah balas juga. Aisyah ingatkan dia dia minta uzur gak bisa gak bisa. Inni qod nazartu syadid. Saya terlanjur nazar. Dia mulai melemah ini saya terlanjur apa? Nazar. Dan nazar itu berat. Enggak mungkin saya langgar. Gak mungkin saya langgar. Eh, gimana? Falam yazalu. Meskipun Aisyah sebutin uzur dia enggak bisa melanggar nazar, mereka terus, mereka terus, mereka terus ngomong akhirnya luluh juga. Akhirnya dia ngomong sama Ibnu Zubair. Setelah itu apa yang lakukan Aisyah? Gara-gara dia bernazar, dilanggar. Tummaqat binadri arqabah. Kemudian dia pun melanggar membayar nazarnya dengan memerdekakan 40 budakur baqabah fatabki. Itu pun dia masih terus ingat dan kalau dia ingat dia menangis. Hatta tabulla dumuuha khimaroha sampai air matanya membasahi jilbabnya. Membasahi apa? Jil jilbabnya. Khimar di sini bukan yang di kepala. Khimar itu maksud cadarnya. Ini menunjukkan bahwasanya istri-istri Nabi mereka bercadar. Kalau menangis membasahi jilbab di sini apa? Di kepala. Berarti khimar maksudnya apa? Tutup wa wajah sehingga membasahi apa? Khimarnya. Seperti dalam hadis ketika Aisyah ketinggalan. Kemudian ada Sufwan bin Aal Assulami berkata, "Innalillahi wa innaaihi rajiun." Aisyah melihat ternyata sopan kata Aisyah, "Fakhamartu wajhi." Saya penutup wajah. wajahku. Maka ummahatul mukminin, istri-istri Nabi, mereka bercadar. Mereka bercadar. Para ulama sepakat bahwasanya cadar di adalah lebih baik. Hanya saja mereka khilaf. Apakah sunah atau wajib? Semua mengatakan bahwasanya syadar disyariatkan bagi wanita. Cuma khilaf apakah wajib atau sun sunah. Sebagian ulama mengatakan wajib sudah mengatakan sun sunah. Tapi kalau wanita yang ee kecantikannya tidak normal hendaknya bercadar. Kalau normal-normal juga bercadar, tapi apalagi yang tidak nor tidak normal. Terlalu cantik maksudnya semua orang bilang dia cantik itu sebaiknya dianjurkan untuk bercadar. Bukan yang merasa cantik. Intinya wanita bercadar cantik enggak cantik dianjurkan ya. J semua wanita insyaallah cantik. Enggak ada yang ganteng. Ya itu maksud saya. Tapi yang lebih ditekankan di bukan berarti ustaz kalau tidak cantik boleh enggak bercadar? Enggak. Semuanya bercadar lebih afdal. Tapi yang lebih ditekankan kalau yang can cantik itu lebih ditekankan. Maka di sini kita bisa mengambil faedah bahwasanya kalau kita ingin mengislah, kita jangan segera putus asa. Berusaha terus kita mendamaikan orang enggak enggak mau ngomong sama dia selesai. Ya udah dia enggak mau selesai. Udah udahlah biarin aja l berkelai. Enggak tetap berusaha. Berusaha. Bagaimana Abdurrahman dan Miswar berusaha berusaha. Padahal Aisyah sudah bilang enggak sudah susah terlanjur, sudah terlanjur nazar. Gimana saya mau nazar tuh berat gimana gimana? Tapi mereka terus terus terus terus akhirnya luluh juga. Dan Aisyah ingat hal tersebut bagaimana dia harus melanggar nazarnya berat bagi dia. Ini menunjukkan seorang wanita mukminah. Maka seorang hati kalau nazar jangan asal apa? Nazar. Kemudian ah gampang nanti tinggal puasa 3 hari selesai. Enggak ya. Ya, seorang tahu nazar dia sedang bersumpah di hadapan Allah. Dia sedang bernyanyi di hadapan Allah maka berat bagi dia untuk menyelisihi nazar kecuali kondisi kondisi terdesak seperti ini. Kondisi berat. Bagaimana lagi memang Aisyah bahagia ketika putus hubungan sama Ibnu Zubair? Tentunya tidak. Tapi dia sudah terlanjur apa? Ber bernazar dia antara menyambung atau melaksanakan nazarnya. Akhirnya meskipun dia sudah merdekakan 40 orang budak, dia tetap menangis kalau ingat dia pernah melanggar apa nazarnya. Tapi demikian saja wabillahi taufik hidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.