Transcript
eq31vCsJT1w • Tafsir Surat Ali Imran #19 Ayat 113-119 - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2579_eq31vCsJT1w.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam.
Alhamdulillahi ala ihsani wasyukr lahu
ala taufiqihi wamtinani ashadu alla
ilahaillallah wahdahu la syarikalahuim
wa asadu anna muhammadan abduhu wa rasul
daila ridwan allahumma sholli alaihi wa
ala alihi wa ashabihi wa ikhwani.
Hadirin hadirat yang dirahmati Allah
subhanahu wa taala. Kita lanjutkan
bahasan kita dari surat Al Imran. Kita
masuk pada ayat ke-113.
Allah Subhanahu wa taala berfirman,
"Laisu sawaa."
Mereka itu tidak sama, yaitu ahlul kitab
tidak sama.
Maksudnya setelah Allah menyebutkan
tentang bagaimana keburukan mereka,
bagaimana bejatnya mereka dan itu adalah
kebanyakan mereka. Ya, kebanyakan mereka
seperti itu. Sebagaimana Allah sebutkan
pada ayat 110 kata Allah eh
eh walau anna walau amana ahlul kitabi
lakana khair lahum. Seandainya ahlul
kitab beramal tentu baik bagi mereka.
Minhul mukminun di antara mereka ada
yang beriman. Wa aksaruhumul fasikun.
Namun kebanyakan mereka fasik. Artinya
yang beriman dari ahlul kitab, dari
Yahudi menjadi muslim atau dari Nasrani
menjadi muslim di zaman Nabi sallallahu
alaihi wasallam sedikit tidak tidak
banyak. Tidak banyak. Tetapi setelah
Allah menyebutkan rusaknya mereka
kebanyakan mereka maka Allah dengan
insaf, dengan keadilan menyebutkan ada
di antara mereka yang beriman. Ada di
antara mereka yang beriman seperti
Abdullah bin Salam dan yang lainnya.
Allah berfirman, "Laisu sawa." Mereka
tidak sama, tidak semuanya kafir, tidak
semuanya bejat. Min ahlil kitabi ummatun
qoimatun yatluna ayatillahi ana allaili
wahum yasjudun. Di antara ahlul kitab
ada
golongan yang mereka lurus, qaimah,
tegak. Yatluna ayatillahi. Mereka
membaca ayat-ayat Allah. Ana allail di
waktu-waktu malam. wahum yasjudun dan
mereka dalam kondisi sujud.
Mereka ini ee
kemudian Allah sebutkan sifat mereka
lagi pada ayat berikutnya 114. Bukan
cuma mereka baca ayat Allah di malam
hari, bukan cuma sujud. Mereka juga ayat
ke-14, yukminuna billahi wal yaumil
akhir. Mereka beriman kepada Allah dan
hari akhirat. Wauruna bil ma'ruf. Mereka
menyeru kepada kebajikan
munkar dan mereka mencegah melarang dari
kemungkaranirat
dan mereka cepat dalam melakukan
kebajikan. Waulaika minihin dan mereka
itulah orang-orang yang saleh.
Syekh Alamin Syinqiti dalam kitabnyaul
Bayan menyebutkan ayat-ayat semisal
dengan ayat ini yang memuji sekelompok
ahlul kitab yang mereka beriman. Ya,
seperti firman Allah Subhanahu wa taala
dalam surah Albaqarah 121. Alladzina
atainahumul kitaba yatlunahu haqqo
tilawatih ulaika yminuna bih. Dan
orang-orang yang kami berikan Alkitab
yaitu Taurat atau Injil yatlunahu haqqo
tilawatih. Mereka membaca
Taurat dan Injil dengan pemb pembacaan
yang benar atau maknanya mereka
mengikuti. Karena tilawah bisa maknanya
membaca, tilawah bisa maknanya
mengamalkan. Dan mereka mengamalkan
Taurat dan Injil dengan benar. Ulaika
yukminun bih. Mereka itulah orang-orang
yang beriman kepada kitab Allah
Subhanahu wa taala. Sama yang dipuji
sama sekelompok ahlul kitab yang
beriman. Kemudian juga dalam surat Al
Imran 199 Allah berfirman, "Wa inna min
ahlil kitabi lama yminu billahi w unzila
ilaikum w unzila ilaihim khina lillah la
yaruna biayatillahi qil." Sesungguhnya
di antara ahlul kitab sungguh ada orang
yang beriman kepada Allah. W unzila
ilaikum yang dan juga beriman kepada
Al-Qur'an w unzila ilaihim dan juga
beriman kepada kitab mereka yaitu Taurat
maupun Injil. Khina lillah mereka tunduk
kepada Allah. La yarun biayatillahian
qila. Mereka tidak pernah menjual
ayat-ayat Allah dengan dunia yang
sedikit. Yaitu mereka akhirnya masuk
Islam. Mereka akhirnya masuk Islam
karena beriman. Mereka beriman kepada
Taurat, kepada Injil dan juga kepada
kitab yang diturunkan kepada kalian itu
Al-Qur'an. Demikian dalam surat arraad
ayat 36 Allah berfirman,
"Walladinaahumul kitaba yafrahuna bima
unzila ilaik." Dan orang-orang yang kami
berikan kitab suci kepada mereka, mereka
gembira dengan Al-Qur'an yang diturunkan
kepadamu. Yaitu mereka senang dengan
Al-Qur'an dan mereka akhirnya masuk
Islam.
Kemudian dalam ayat yang lain dalam
surat Alanam 114 kata Allah, "Walladina
atainahumul kitaba y'lamun annahum
naazzalumika bilhaq."
Dan orang-orang yang kami turunkan
Taurat atau Injil, mereka mengetahui
bahwasanya Al-Qur'an itu diturunkan
dari Allah, dari Rabbmu dengan
kebenaran.
Kemudian juga dalam ayat yang lain Allah
menyebutkan mereka ahlul kitab mereka ee
juga beribadah, mereka sujud. Kata
Allah, innalladzina utul ilma minqoblihi
id yutla alaihim yakiruna lilqani
sujada. Sesungguhnya orang-orang yang
diberikan ilmu sebelumnya jika dibacakan
ayat-ayat Allah maka mereka pun sujud.
Wquuluna subhana rabbina inana waun
wa'du rabbina la maf'ulairuna
lilqoni yabquun waziduhum khyuan. Dan
mereka sujud sementara mereka menangis
dan mereka bertambah kekhusyukan. Ini
menunjukkan bahwasanya mereka bahkan di
antara mereka ada yang jika dibacakan
Taurat, Injil mereka menangis. ya,
orang-orang salihin di zaman sebelum
kita dari kaum Nabi Musa ataupun Nabi
Isa alaihi salam. Demikian juga dalam
ayat yang lain menunjukkan mereka
menangis tatkala dibacakan
eh ayat-ayat Allah. Waidza samiu ma
unzila il rasuli tar a'yunahum tafidu
minadami mimma aru minal haq. Dan jika
mereka mendengar apa yang diturunkan
kepada Rasulullah, yaitu Nasra atau
Yahudi yang mendengar atau ini Nasra
yang di mendengar Al-Qur'an
dibacakanahumid
minami. Kau melihat mereka menangis
mimma aru minal haqq karena mereka tahu
akan kebenaran. Dan ini sama seperti
yang dialami oleh Najasyi ketika eh
Jafar bin Abi Thalib membacakan surah
Maryam, maka Najasyi pun menangis dan
akhirnya dia pun masuk masuk Islam
karena dia tahu kebenaran yang ada dalam
Al-Qur'an.
Demikian juga dalam surat Qasas ya Allah
berfirman, "Alladinaahumul kitab minqli
hum bihiun." Kemudian
inim
kata Allah, "Dan orang-orang yang kau
memberikan Alkitab, yaitu Taurat maupun
Injil sebelumnya." Dan mereka beriman
dengan Taurat dan Injil tersebut mereka
beriman juga dengan Alquran.
Jika dibacakan ayat-ayat Allah kepada
mereka, mereka berkata, "Amanna bih."
Kami beriman kepada Al-Qur'an. Innahul
haqquina. Ini adalah kebenaran Rabb
kami. Yaitu mereka beriman kepada
Al-Qur'an. Inna kunna minqli muslimin.
Dan kami sebelumnya telah Islam yaitu
tunduk kepada Taurat maupun Injil. Kata
Allah setelah itu, "Uika yuna ajrahum
marrata bima sharu." Mereka itulah
orang-orang yang diberi ganjaran dua
kali karena kesabaran mereka. Ini
ayat-ayat dibawakan oleh Syekh Muhammad
Almininqiti rahimahullah tentang
ayat-ayat semisal dan ini namanya tafsir
Quran dengan Quran yang di mana
ayat-ayat tersebut memuji sekelompok
golongan ahlul kitab yang ternyata
mereka beriman kepada Allah, mereka
beriman kepada hari akhirat, mereka
salat malam, mereka beramar makruf,
mereka bernahi mungkar, mereka ba
menangis kalau dibacakan Taurat dan
Injil. Dan mereka juga menangis
dibacakan Al-Qur'anul Karim.
Dan dan mereka bersabar untuk
meninggalkan kaum mereka untuk masuk
Islam. Maka mereka ini dapat ganjaran
dua kali. Maka kata Allah, ulika yuna
ajrohum marrota bima sharu. Mereka itu
dapat ganjaran dua kali karena kesabaran
mereka. Tidak mudah untuk bersabar
meninggalkan agama mereka, agama Yahudi
atau agama Nasrani. Kalau ninggalkan
agama Yahudi pasti dikucilkan. Karena
Yahudi menganggap mereka adalah
satu-satunya suku yang dicintai oleh
Allah. yang lainnya adalah suku-suku
seperti hewan aja. Bagaimana dia keluar
dari suatu suku yang dipilih oleh Allah
kepada suku orang awam.
Sehingga ini perlu kesabaran untuk
meninggalkan suku-sukunya. Demikiannya
Nasra tidak mudah meninggalkan Nasra
karena meninggalkan mungkin hidup
kekeluargaan, kenyamanan, kesenangan,
kemudian berpindah pada agama yang baru.
Tapi mereka akan mendapatkan dua
ganjaran. Ganjaran selama mereka di atas
agama mereka Yahudi atau Nasrani.
Kemudian ganjaran setelah mereka masuk
apa? Islam. Itulah yang Rasulullah
tawarkan kepada Heroklius. Kata Rasul
sahu alaihi wasallam, "Aslim taslam
yutikallahu ajraka marratain." Wahai
Heroklius, masuklah Islam. Allah akan
berikan kau ganjaran dua dua kali.
Double di antara di antara kebaikan
yaitu engkau akan mendapatkan ganjaran
dua dua kali. Wa in tawallait fainnama
alikaul arisiin. Tapi kalau kau
berpaling, kau akan menanggung dosa
rakyatmu. Ternyata Hercris memilih
dunia. Dia milih jabatannya sehingga dia
tidak mau beriman. Sehingga dia akan
menanggung dosa rakyatnya Romawi semua
yang tetap Nasrani gara-gara dia tidak
masuk masuk Islam. Ancaman keras dari
Nabi. Tapi kalau kau masuk Islam, kau
dapat ganjaran dua dua kali. Oleh karena
seperti saya pernah sampaikan suatu
riwayat kalau tidak salah ee
Khalid bin Walid ketika dia mendakwahi
seorang pembesar Romawi, panglima
Romawi. Kemudian didiskusi bersama
Khalid bin Walid kemudian dia berkata
panglima tersebut, "Wahai Khalid, apa
benar kalau saya masuk Islam saya akan
bisa derajatnya tinggi?" Ya, atau saya
masuk Islam. Maksudnya dia bilang, "Saya
masuk Islam mulai dari nol. Saya rendah,
gak punya pahala apa-apa." Kata Khalid,
"Kau siapa bilang kau kalau kau masuk
Islam derajatmu tinggi." Kenapa derajat
bisa tinggi? Karena semua kebaikan yang
pernah dia lakukan juga dinilai apa?
Pahal. Akhirnya dia masuk Islam,
akhirnya membelot. Akhirnya bela Islam
lawan Roma Romawi. Karena benar kalau
orang Nasrani masuk Islam dapat pahala
berapa kali? Dua kali. Pahala dua. Dua
kali.
Tib. Di sini ee
Allah berfirman memuji sekelompok ahlul
kitab. Mereka sedikit karena Allah
minhum minhumul mukminuna wafarumul
fasquun.
Segelintir mereka beriman namun
mayoritas mereka kafir. Allah sebutkan
sifat mereka. Min ahlil kitabi ummatun
qoimatun yatluna ayatillah
ana alailul
kitab yang mereka berdiri mereka tegak
mereka membaca ayat-ayat Allah subhanahu
wa taala. Ana allail yaitu di tengah
malam. ya. Anak bisa jamak dari
ee iny atau
jamak. Jadi ee anak itu adalah maksudnya
potongan-potongan waktu.
Potongan-potongan waktu ya.
Ee jamak dari ee ana adalah jamak
mufradnya bisa inyun, bisa inan. ya,
yaitu suatu waktu dari zaman, yaitu
mereka membaca berwaktu-waktu di malam
hari ya untuk baca kitab mereka, Taurat
atau Injil. Sini ada dua pendapat
tentang ayat ini. Apakah ini ayat
maksudnya bercerita tentang ahlul kitab
yang sudah masuk Islam kemudian mereka
salat malam ataukah menceritakan tentang
mereka ketika masih dalam agama Yahudi
atau Nasrani mereka salat malam?
Ya. Ataukah cerita tentang mereka
setelah masuk Islam. Dua pendapat di
kalangan para ahlu tafsir. Dua-duanya
benar. Maksudnya salat malam bukan hanya
berlaku pada kita.
Umat terdahulu juga ada salatnya. Hanya
sekarang. Hanya saja sekarang salatnya
ditinggalkan. Kata Allah baim khfun
watabus syahwat. Maka setelah itu muncul
generasi
setelah ee generasi yang rusak adus
salat yang mereka meninggalkan salat
watabaus syahwat dan mereka mengikuti
hawa nafsu sehingga salat mereka lupakan
sama sekali sehingga hilang ee salat
dari Yahudi maupun Nasrani. Saya enggak
tahu Yahudi apa masih ada sisa-sisa
salat. Kalau Nasrani yang kita lihat
selama ini tidak ada sisa-sisa apa
salat. Mungkin ada sekelompok sedikit
yang mas salat mungkin masih ada. Tapi
secara umum salat sudah mereka lupakan.
Padahal syariat salat sudah ada sejak
zaman-zaman Nabi ter sebelumnya,
terdahulu. Makanya Rasul sahu al
wasallam mengatakan, "Alaikum biqiamil
fainnahusihina
eh qoblakum." Hendaknya kalian salat
malam karena itu kebiasaan orang-orang
saleh sebelum apa? Kalian. Nabi Daud
alaihi salam Rasulullah bersabda,
"Afdolusat shatu Daud." Sebaik-baik
salat malam salatnya Daud. Kanaamu
nisfail. Nabi Daud salat setengah
malamusulahu.
Dan dia salat sepertiga malam.
Dan dia tidur lagi sepernah malam. Jadi,
Nabi Daud salat malam enggak? Salat
malam. Jadi, ahlul kitab mereka di
antara mereka salat malam. Dan
disebutkan sebagian ulama menetapkan ini
cerita tentang mereka sebelum masuk
Islam. Memang mereka orang-orang saleh
dan mereka sering salat malam dan mereka
sering salat malam di ee tempat-tempat
kuil-kuil mereka dan itu kebiasaan
mereka. Dan mereka tadi sudah kita
bacakan, mereka sujud, mereka menangis.
Ayat-ayat tadi kita bacakan tentang
bahwasanya salat malam bukan cuma kita
aja. Dulu orang-orang terdahulu juga di
antara mereka ada yang salat malam.
Menangis ketika mendengar ayat-ayat
Allah. Bukan cuma orang Islam saja.
Orang terdahulu juga mendengar Taurat
dan Injil. Mereka juga mena menangis.
Yakirq sujada. Ya yabqukun waziduhum
khusyua. Mereka sujud, mereka menangis
dan mereka bertambah khusyuk. Ya
wallahuam bab. Ini pendapat pertama.
Pendapat kedua maksudnya kondisi mereka
setelah masuk Islam mereka rajin i
ibadah ya karena mereka masuk Islam di
atas ilmu. Sebelumnya mereka sudah
menanti-nanti kedatangan seorang nabi
kemudian mereka Islam di atas ilmu. Jadi
bukan seperti mualaf yang tidak ngerti
apa-apa gak. Mereka ini cerita tentang
sekelompok ahlul kitab yang mereka sudah
punya ilmu sehingga ketika mereka masuk
Islam mereka langsung semangat ber
beribadah. Wallahuam bab. Ini dua
pendapat. Dua-duanya benar ya.
Artinya mereka sebelum masuk Islam juga
mereka rajin ibadah. Setelah masuk Islam
mereka juga rajin ibadah. Ya.
Min ahlil kitabi ummatun qoimatun
yatluna ayatillah ana allail. Mereka
baca Al-Qur'an di malam hari ini atau
baca Taurat dan Injil di malam hari. Ini
di antara dalil tentang keutamaan
membaca Al-Qur'an di malam hari. Ya,
baca Quran di siang hari juga bagus,
tapi di malam hari lebih afdal. Ya. Ya.
Kata Allah Subhanahu wa taala, "Ya
ayuhalamil
illa qilai
qurila ya
qurartila." Kata Allah, "Bangunlah di
malam hari
sungguhnya." Dan bacalah Quran di malam
hari.
inulika
inatili
asaduqil.
Dan sesungguhnya baca Quran di malam
hari, salat di malam hari lebih mengena,
lebih mengena ya. Jadi kalau kita ada
waktu bangun malam tidak harus salat
malam. Kalau bisa salat malam sambil
baca Quran bagus. Kalau bangun untuk
baca Quran aja juga bagus.
Baca Quran di malam hari dianjurkan. Dan
sebaik-baik waktu baca Quran adalah
ketika sedang salat. Tapi kalau sekedar
baca lebih bagus malam hari daripada
siang siang hari karena lebih mengena.
Makanya dalam hadis kata Rasulullah
alaihi wasallam Al-Qur'an wasum
yusyafa'ani atau yasyfa'ani.
Sesungguhnya salat dan puasa eh
sesungguhnya Quran dan puasa memberi
syafaat. Maka Al-Qur'an berkata, "Ya Rbi
manau minanum fasyafihi."
Ya Allah, aku telah mencegah dia dari
tidur malam. Berilah izin kepadaku untuk
memberi syafaat kepada orang ini.
Al-Qur'an berkata demikian. Karena orang
ini kurang tidurnya karena baca
Al-Qur'an.
Kita kurang tidur atau sebagian kita
kurang tidur karena baca berita, baca
YouTube. Apakah YouTube akan memberi
syafaat?
YouTube, Google, apalagi eh dan
lain-lain. TikTok apalagi? TikTok,
YouTube, Google,
ee apa? Instagram terus
Twitter.
dan lain-lainnya teman-temannya. Wa
akhawatuha dan teman-temannya
dapat syafaat baca Quran di malam hari.
Kata Al-Qur'an,
"Rabbi manuhu minanum fasyafi'ni fih."
Ya Rabbku, aku telah mencegah dia dari
tidur malam. Bila kesempatan untuk
memberi syafaat kepadanya, maka di
antara sifat mereka, mereka baca Quran
di malam hari atau baca kitab mereka di
malam hari tergantung tafsirnya. yatluna
ayatillahi ana allail. Mereka baca
alkitab atau injil atau al-Qur'an di
tengah malam. Wahum yasjudun. Dan mereka
juga su sujud, mereka juga salat. Ya,
mereka juga salat.
Adapun ee waktu ter jadi dalam salat
mana yang lebih terbaik? Apakah berdiri
atau sujud? Khilaf di kalangan para
ulama. Mana yang lebih afdal dalam
salat? Berdiri atau sujud? Maka Ibnu
Taimiyah rahimahullah taala mengatakan,
"Tergantung dua-duanya mulia. Berdiri
terbaik ditinjau dari itulah tempat baca
Quran." Tempat baca Quran. Karena enggak
boleh kita baca Quran ketika rukuk
maupun sujud. Tetapi sujud terbaik dari
sisi karena dia terdekat, kondisi
terdekat dengan Allah. Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Aqrabu ma
yakunul abdu mirabbihi wahua sajid."
Kondisi seorang paling dekat dengan
Allah ketika sedang sujud. Jadi,
dua-duanya afdal ya. Ada yang dengan
memperpanjang salat malam dengan
memperpanjang berdiri. Memperpanjang
berdiri sehingga dia sering baca Quran
dalam berdiri tersebut. Ada yang salat
malam dengan perbanyak sujud. Dengan
perbanyak apa? Sujud. Dua-duanya ada
sisi kelebihan. Dan inilah dua rukun
yang paling terbaik dalam salat. Berdiri
dan su sujud. Berdiri karena ada baca
Quran, sujud karena dekat dengan Allah
Subhanahu wa taala. Maka Allah sebutkan
dua-duanya di sini ya. Yatluna
ayatillahi ana allaili.
Wahum yasjudun. Mereka baca Quran di
malam hari. Wahum yasjudun maksudnya
mereka sedang salat. Yaitu mereka baca
Quran ketika sedang berdiri. Kemudian
juga mereka su sujud. Wahum yasjudun.
Maksudnya mereka sedang sujud. Maksudnya
mereka dalam kondisi salat.
Mereka juga bersujud. Jadi mereka ee
berdiri dan sujud.
Makanya kalau kita baca cerita tentang
Heroklius memang kisah tragis ya. Sudah
ada ceramah khusus ya. Kisah tragis
Heroklius bagaimana dia berilmu, sudah
menanti-nanti kedatangan Rasulullah.
Ketika datang Nabi yang dia
nanti-nantikan sesuai dengan ilmu yang
dia dapati, dia malah tidak beriman
gara-gara dunia. Gara-gara dunia. Karena
dia takut dia dilengserkan oleh
rakyatnya dari singgahsanya. Dia takut.
Akhirnya dia pilih dunia.
Akhirnya pilih dunia.
Tib. Allah berfirman setelah itu
tentang sifat mereka. Ayat 114.
Yumminuna billahi wal yaumil akhir.
Mereka beriman kepada Allah dan hari
akhirat.
Waamuruna bil ma'ruf wanil munkar. Dan
mereka tidak mencukupkan diri mereka
hanya sekedar beriman kepada Allah dan
hari akhirat saja. Tapi mereka juga
ingin menularkan kebahagiaan mereka
kepada orang lain. Wuruna bil marruf.
Dan mereka menyeru kepada kebaikan.
Wahaunail munkar. Dan juga mereka
mencegah dari keburukan. Ini harusnya
kita berusaha memiliki sifat ini juga.
Allah telah berfirman pada ayat
sebelumnya sudah kita bahas umat ukatuna
billahi
munkar billah. Kalian adalah umat
terbaik yang Allah keluarkan bagi
manusia. Apa sikap sifat kalian?
Munkar beramar makruf nahi mungkar wauna
billah dan kalian beriman kepada Allah.
Ternyata ahlul kitab mereka juga dahulu
demikian.
Maka seorang jangan batasi untuk dinis
dia berusaha semaksimal mungkin.
seoptimal mungkin yang dia bisa
dilakukan. Paling tidak buat anak
istrinya dia bagi kebaikan.
Kalau bisa tetangganya, kalau bisa karib
kerabatnya, kalau bisa kawannya.
Berusaha kalau ada kemungkaran dia tegur
dengan baik. Ya, dua-duanya dilakukan
ya.
Wuruna bil ma'ruf wanilkar.
Menyengaj kepada kebaikan, menyeruh
kepada kemungkaran. Sampai kalau memang
sudah tidak bisa lagi manfaat, ya sudah.
Ya Allah berfirman, "Laikum anfusakum
laadurukumitum."
Kalau kalian sudah berusaha berusaha
ternyata enggak ada yang mau dengar, gak
ada faedahnya diejek-ejek di sudah.
Alaikum anfusakum sibuk diri kalian
sendiri.
Itum mereka sesat tidak akan beri
mudarat kepada kalian. Ini kalau sudah
kita berusaha. Ada kondisi di mana kita
ngomong pun enggak ada yang dengar.
Percuma sampaikan juga. Orang sudah hawa
nafsu mau disampaikan pun percuma ya.
Percuma kalau sudah bertanya hawa nafsu,
mau bilang apapun enggak dipedulikan.
Kalau sudah begitu ya sudah
ee jaga diri ya. Tapi selama masih bisa
ada yang mendengar,
masih bisa ada yang dinasihati,
sampaikan. Sampaikan sehingga maziratan
ila rabbikum. Dan kita punya uzur di
hadapan Allah Subhanahu wa taala.
Makanya ketika
terjadi di zaman di Bani Israil di
antara nenek moyang mereka ada yang
melakukan pelanggaran mengambil ikan
pada hari Sabtu mereka
sebagian nangkap ikan dengan pasang
jaring pada hari Jumat atau gali-gali
lubang pada hari Jumat. Hari Sabtu
ikannya masuk jaring, hari Ahad mereka
ambil. Ini suatu trik menipu Allah
Subhanahu wa taala. Allah bilang,
"Jangan ambil ikan hari Sabtu."
Kata mereka, "Enggak, hari Sabtu kita
libur, tapi pasang jaringnya hari apa?"
"Hari Jumat.
Ngambil ikannya hari ahad." Akhirnya ada
yang tegur. "Kenapa kalian begini?" Ada
yang tegur. Yang yang menegur ditegur
lagi sama yang tidak menegur. Mereka
tiga kelompok. Satu yang melakukan,
satu yang menegur, satu mendiamkan. yang
mendiapkan menegur yang menegur limau
muumumanikum.
Kata mereka yang diam ini ngapain
tegur-teugur mereka? Ngapain enggak akan
dengar coba? Enggak akan dengar. Apa
kata yang mendugur? Maziratun ilaikum.
Agar saya punya uzur di hadapan Allah.
Yang penting sudah sampaiin.
Sudah sampaiin. Jadi kita sampaiin
baik-baik bukan berarti kita harus lebih
baik daripada orang yang kita sampaikan.
Bisa jadi orang melakukan kesalahan
lebih baik daripada kita. Cuma kita
fungsinya nyampein. Yang penting kalau
Allah hisab kita sudah pernah nyam
nyampaikan.
Kita ini siapa? Banyak kekurangan. Ya,
makanya kadang saya tegur orang, saya
bilang sama dia, "Bukan berarti saya
lebih alim dari engkau. Engkau lebih
alim, lebih baik, kau lebih banyak
mungkin lebih banyak
ee dakwahnya. Tapi sekedar saya punya
uzur di hadapan Allah Subhanahu wa
taala." Sudah sampaikan sudah mau ikut
silakan, enggak juga enggak enggak
apa-apa ya.
Tayib. Jadi selama kita bisa beramal
nahi mungkar maka lakukanlah
sampai kalau sudah tidak ada yang dengar
baru kita amalkan firman Allah. Alaikum
anfusakum. Sibuklah diri kalian, pikir
diri kalian. La yadurukum manzaadaitum.
Yang sesat setelah itu tidak akan beri
mudarat kepada kalian. Bab jadi ciri
mereka tidak bukan hanya beriman kepada
Allah dan akhirat, tapi mereka juga
mikir orang sekitarnya. Mereka dakwah
filhairat dan mereka cepat dalam
kebaikan. Seharusnya kalau kita lihat
secara bahasa fi artinya pada kalau kita
artikan wausariuna filhairat mereka
bersegera pada kebaikan seharusnya kalau
kita ikut bahasa itu ila wausariuna ilal
khairat mereka bersegera menuju kebaikan
harusnya kan gitu seperti firman Allah
wasariu magfirbikum jannah bersegeralah
ila menuju ampunan Allah dan menuju
surga jadi syariu itu pasangannya ila
tapi dalam ayat ini Allah pasangkan
dengan
ini kayaknya ada tadmin ya maknanya ada
mengandung makna dan ini metode dalam
Al-Qur'an ee ada kandin.
Jadi kata Syekh Ibnu Utsim rahimahullah
wusariuna fil khairat mereka cepat pada
kebaikan. Maksudnya mereka punya sifat
orang ahlul kitab ini yang beriman ini
mereka kalau ada kebaikan mereka cepat
menujunya sekaligus ketika mereka sudah
masuk dalam kebaikan mereka juga cepat
melakukannya.
Bukan cuma semangat ngaji aja sampai
tempat pengajian tidur. Enggak.
Di luaran paling duluan sampai tempat
pengajian tidur. Enggak.
Bukannya nyindir cuma mau kasih tahu.
Jadi semangat menuju ke sana ketika
sudah masuk dalam ibadah juga semangat.
Itu maksudnya.
Heeh. Bukan semangat semangat semangat
mau haji haji semangat semangat sampai
haji sana ternyata hajinya enggak benar.
ngobrol melulu, hajian Instagram melulu
save apa save eh selfie selfie selfie
melulu
gak kau cepat dalam melakukan kau cepat
menuju kebajikan dan ketika sudah
melakukan kebajikan juga cepat dalam
melakukan apa kebajikan semangat makanya
mereka disifati dengan fi wausariuna fil
khairat
mereka cepat dalam melakukan apa
kebajikan semangat menuju kebajikan dan
juga bersegera ketika melakukan apa?
Kebajikan. Maka seorang berusaha
mengumpulkan keduanya.
Waulaika minasaliihin. Dan mereka itulah
orang-orang yang saleh. Mereka
orang-orang yang yang saleh.
Orang saleh. Subhanallah.
Orang saleh masuk surga.
Orang yang baik. Orang saleh itu adalah
orang yang secara singkat. Apa definisi
saleh? Definisi saleh adalah orang yang
menunaikan hak Allah dan menunaikan hak
manusia. Itu orang saleh. Saya sering
sampaikan orang saleh itu itu menunaikan
hak Allah, menunaikan hak manusia. Kalau
ada orang hanya menunaikan hak Allah,
ternyata hak manusia, hak istri, hak
anak tidak tunaikan. Bukan orang saleh.
Kalau ada orang hanya menunaikan hak
istrinya, menunaikan hak suaminya,
menunaikan hak orang tuanya, tapi di hak
Allah tidak dia tunaikan. Maka bukan
orang saleh. Makanya ketika Allah
menyebutkan wanita salhat, Allah
sebutkan dua-duanya.
bimfidullah. Wanita salehah itu
wanita-wanita yang
taat dalam ibadah kepada Allah. Hak
Allah hafidatunil ghaib dan menjaga hak
sua suami.
Rasulullah bersabda,
"Lan tuaddiya
haqqallah hatta lan tuaddial maratu haqq
rabbiha hatta tuaddiya haqq zaujiha."
Tidak mungkin seorang wanita menunaikan
hak Rabbnya sampai dia menunaikan hak
suaminya.
Dengar ibu-ibu?
Bapak-bapak sudah dengar dari tadi?
Ibu-ibu saya ulangi lagi. Saya tegakkan
hujah
uzur di hadapan Allah. Mau kerjakan
enggak kerjakan terserah ibu-ibu.
Wanita saleh itu wanita yang menunaikan
hak Allah dan hak manu manusia. Lan
tuaddial maratu haqqabbiha hatta
tuaddiya haqq zaujiha. Seorang wanita
tidak akan bisa menegakkan hak Allah,
menunaikan hak Allah sampai menunaikan
hak sua suaminya. Jadi mereka ini
disifati dengan wa ulaika minasaliihin.
Mereka orang-orang yang saleh
mengisyaratkan mereka hak Allah mereka
tunaikan dengan salat malam iman dan
mereka juga hak manusia beramal rahu
nahi mungkar dalam kebaikan mereka
kerjakan sehingga mereka termasuk
orang-orang yang saleh.
Kemudian Allah berfirman, "Wama yaf'alu
min khairin fala yukfaruh." Dan apapun
kebajikan yang mereka lakukan maka tidak
akan diingkari oleh Allah. Wallahu
alimum biltaqin. Dan Allah mengetahui
orang-orang yang bertakwa. Di sini
menakjubkan.
Di sini ada dua qiraat. Qiraat pertama
pakai ya. Wama yaf'alu. Dan apapun yang
orang-orang ahlul kitab tadi yang
beriman tadi lakukan min khairin
kebaikan apapun. Karena di sini nakirah
dalam konteks ee apa namanya? Ee syarat
ya memberikan faedah keumuman. Jadi
kalau nakirah dalam konteks syarat,
dalam konteks nafi dalam kaidah ushul
fikih memberikan faedah keumuman. Kalau
kita artikan wama yaf'alu min khairin
fala yukfaruh. Apapun kebaikan apapun
besar maupun kecil terlihat maupun tidak
terlihat ya terang-terangan atau
dilakukan sembunyi-sembunyi.
Sekecil apapun apapun kebaikan terkait
perkataan, perbuatan, kebaikan hati,
apapun kebaikan dilakukan falay yukfaru.
Tidak bakalan diingkari oleh Allah
subhanahu wa taala. Dalam qiraat yang
lain pakai ta
wama taf'alu apa yang kalian Jadi Allah
bicara tentang kita yang sedang baca
Quran. W tafalu min khairin tukfar
kebaikan apapun yang kalian lakukan
wahai kaum muslimin, wahai para pembaca
Al-Qur'an falan tukfaru kalian maka
kalian tidak akan di
ee diingkari.
Tidak akan diingkari. Yaitu Allah akan
memberi balasan. Di sini kata Thair bin
Asyur dalam tafsirnya Tahrir w Tanwir,
dia menyebutkan Allah Subhanahu wa taala
di antara untuk menenangkan para pelaku
kebaikan
dan dalam rangka untuk ee menenangkan
hati mereka, memotivasi mereka,
Allah terkadang mensifati perbuatan
mereka seperti hutang. Kata Allah, "In
tuqridullaha qardan hasana yudifu lakum
wagfir lakum wallahu syakurun halim."
Dalam surat Tagabun kata Allah, "Kalau
kalian memberi hutangan kepada Allah
dengan hutang yang baik, hutang yang
baik maksudnya kalian ikhlas, tidak
ambil riba ya. Ya, tidak
ngungkit-ngungkit, itu namanya memberi
hutang yang baik.
Nanti ada ada apa itu namanya hutang
yang baik ya. Memberi hutang bukan untuk
mencari keuntungan duniawi.
Ada program Qordun Hasan ternyata cari
di untung ini qordun Hasan. Ini qardun
qardun sayiun ya.
Qardun hasan tuh tadi kata Allah
inqridullaha qardan hasanan. Kalau
kalian memberi pinjaman kepada Allah
dengan pinjaman yang baik. Maksudnya
kalian itu memberi bantuan,
kalian membantu orang susah. Allah
menganggap perbuatan kalian tersebut
sedekah. Allah anggap bagi dia hutang
supaya kalian tenang. Kalau hutang pasti
dibalas atau tidak? Pasti dibayar atau
tidak bayar. yang karena yang berhutang
kepada kalian adalah yang maha kaya.
Jadi Allah anggap sedekah kita yang kita
berikan sebagai hu hutang yang harus
harus Allah ba bayar. Makanya terkadang
Allah namakan dengan ee hutang yang
harus saya bayar. Terkadang Allah
menamakan dengan ujur upah, yaitu kalian
beramal saleh. Ini upah yang harus saya
upahin. Padahal tidak ada kewajiban bagi
Allah. Cuma Allah menamakan dengan
nama-nama tersebut supaya kalian tenang
bahwasanya akan ada bala balasannya.
Sama seperti ini. Makanya Allah
mengatullahum
kalau kalian beri pinjaman kepada Allah,
Allah akan ganti pinjaman tersebut.
Bahkan Allah berlipat-lipat Allah bayar
dengan riba. Allah bayar dengan apa?
Riba. Riba syari. Hari kiamat nanti.
Di dunia juga Allah ganti
berlipat-lipat. Yudakum. Allah akan
lipat gandakan untuk kalian.
Wagfir lakum. Bukan cuma dibalas
kebaikan. Allah ampuni dosa-dosa kalian.
Allah mengatakan wallahuakunim. Allah
syakur. Apa itu syakur? Yang maha
memberi kebaikan yang banyak dengan
sebab sedikit. Yang membalas kebaikan
yang banyak dengan amal yang sedikit.
Makanya Allah disebutkan syakur.
Maka di sini Allah ingatkan, "Apapun
yang kalian lakukan falan yukfar tidak
akan kufur." Allah tidak kufur. Di
antara sifat buruk adalah kufur nikmat.
Lupa dengan kebaikan orang, mengingkari
kebaikan orang. Allah seakan-akan
posesikan dirinya. Kalau saya sampai
tidak beri balasan kepada kalian, saya
seperti kufur nikmat. Padahal tidak ada
kufur nikmat bagi Allah. Karena semua
kenikmatan juga dari siapa? Allah. Jadi,
sekedar Allah memposisikan agar kita
tenang bahwasanya apapun yang kita
lakukan atau yang mereka lakukan sekecil
apapun tidak akan dilupakan oleh Allah
dan pasti akan dibalas oleh Allah.
Ini metode Allah Subhanahu wa taala.
Makanya Allah menakan qardun hutang.
Allah namakan ajar apa ee upah gaji.
Allah namakan kalau dia tidak membeli
balasan kufrun nikmah seperti kufur.
Falan yukfaru. Maka sifat adalah asyakur
maha membalas
kebaikan yang banyak. E memba amal
sedikit dengan kebaikan yang yang
banyak. Kemudian kata Allah wallahu
alimun bil muttaqin. Dan Allah maha
mengetahui siapa yang bertakwa. Isyarat
kalau kalian melakukan kebajikan harus
dengan takwa. Usahakan dengan takwa. Ada
orang melakukan kebajikan tapi tidak
dengan bertakwa. Niatnya enggak benar.
Allah tahu mana yang bertakwa, mana yang
tidak bertakwa. Allah tahu.
Terkadang suatu yang sedikit menjadi
besar gara-gara tak takwa. Terkadang
suatu yang besar tidak ada nilainya
gara-gara tidak ber bertakwa.
Dan ini syarat untuk kita ikhlas dalam
beramal saleh. Yang penting Allah sudah
tahu selesai. Yang penting enggak tahu
niat saya sudah selesai. Tidak perlu
kita menanti pengakuan netizen, tidak
perlu menanti validasi dari netizen.
Bikin opini supaya kita seakan-akan
orang yang wow. Gak perlu bikin opini
sama Allah, bukan sama netizen. Gak
perlu dari netizen. Enggak perlu.
Wallahu alimun biluttaqin. Allah maha
mengetahui siapa yang bertakwa.
Tib ayat berikutnya
kata Allah Subhanahu wa taala 116.
Innalladzina kafaru lan tuqini anhum
amwaluhum wala auladuhum minallahi sa
seperti biasa metode Allah setelah
menyebutkan subhanallah. Jadi demikian
metode Allah kalau sebut neraka Allah
sebut surga. Kalau sebut orang mukmin,
Allah sebut orang kafir.
Tadi setelah menyebut ciri-ciri orang
ahlul kitab yang bejat dan kurang ajar,
Allah sebutkan ciri ahlul kitab yang
baik dan saleh yang akhirnya masuk apa?
Islam. Tadi Allah telah menyebutkan
tentang orang-orang beriman bagaimana
ciri-ciri mereka, sifat-sifat mereka dan
Allah akan membalas ganjaran mereka.
Allah tidak akan lupakan kebaikan mereka
dan Allah akan balas dengan yang lebih
banyak. Setelah itu Allah sebutkan
tentang orang kafir.
Yang kafir kata Allah, "Innalladzina
kafaru lan tugum amwalum wuladum
minallahi sesungguhnya orang-orang kafir
tidak akan bermanfaat anak-anak mereka,
harta mereka dan anak-anak mereka kepada
Allah sama sekali." Mereka tidak akan
bisa menolak azab Allah sama sekali. Wa
ulaika ashabunar.
Dan mereka adalah penghuni neraka
jahanam. Hum fiha khalidun. Dan mereka
kekal dalam neraka jahanam.
Ya, orang kafir di sini Allah sebutkan
tentang harta dan anak. Karena ini
adalah dari kepemilikan yang paling
diandalkan dalam hidup ini adalah harta
dan apa? Anak. Kalau punya harta
misalnya kita ditawan, kita bisa tebus
dengan harta. Kalau kita punya anak,
kita mau ditawan, kita bisa dibela sama
anak. Dan itu yang terjadi di dunia.
Apalagi ketika pembicanaan terjadi di
kalangan Arab. Di kalangan Arab terjadi
perang-perang ya.
Kalau perang yang bisa nyelamatkan
mereka dua. Kadang anak mereka
menyelamatkan ya dengan berlawanela rela
mati untuk bapaknya
dan itu terjadi di dunia atau kalau
mereka sudah ketangkap mereka bisa tebus
dengan apa? Harta.
Tapi kalau di akhirat percuma.
Innalladzina kafaru. Sungguh orang kafir
masih hartanya banyak, anaknya banyak.
Itu zaman dulu orang kafir. Zaman dulu
orang kafir sekarang anaknya enggak ada.
Enggak mau punya anak malah.
Orang kafir dulu mereka bangga-bangga
dengan banyak anak. Sekarang mana mau
punya anak? Takut anaknya durhaka.
Kenapa? Karena dia juga dulu durhaka.
Di luar negeri sana kalau anak marah
sama orang tuanya, dia lapor ke negara.
Jadilah anak negara. Benar atau tidak
benar? Yang sudah ibunya sudah
ngelahirkan, sudah nyusuin, sudah urus
repot-repot, dia lapor ke negara, "Orang
tua saya gini-ginikan saya." Anak itu
diambil. Jadi bin negara
jadi anak negara. Terus saya ngapain
punya anak kalau ujungnya seperti itu?
Dia lihat teman-temannya begitu begitu
terus ngapain saya punya anak? Akhirnya
enggak punya anak.
Di antara mereka banyak yang enggak
punya anak.
Mau kawin juga takut kawin nanti repot
urusannya. Nanti kalau cerai ada gono
gini gini gono. Repot. Mending kumpul
kebo. Akhirnya banyak di antara mereka
kumpul apa? Kumpul kebo. Kumpul kebo
lapor ke Pak RT. Pak, ini keboh
bosan ganti kebo. Lupa lagi, Pak. Saya
tukar kebo. Saya kumpul kebo. Itu
terjadi.
Ya Allah. Bicara tentang orang kafir
dahulu anak mereka banyak. Sekarang
orang kafir mana? Mau punya anak, enggak
mau punya anak.
Mereka khawatir tersiksa kalau punya
punya anak. Kecuali segelintir mereka.
Tapi dahulu anak-anak itu luar biasa
andalan. Kalau perang mereka maju paling
depan. Mereka rela mati demi bapak
mereka. Mereka rela mati, bangga kalau
mati membela orang tua mereka. Itu orang
kafir dulu seperti itu di zaman Nabi
sallallahu alaihi wasallam, harta
mereka. Ya, maka Allah ingatkan, "Wahai
orang kafir, kalau kalian punya anak
banyak, punya harta banyak, tidak
bermanfaat, tidak bisa menolak siksaan
Allah sedikit pun." Innalladzina kafaru
lan tugahum amwalum w auladuhum
minallahi
tidak akan bisa menolak azab Allah
sedikit pun. Sedikit azab pun tidak bisa
ditolak. harta sebanyak apapun. Enggak
usah kita lihat di akhirat, di dunia
saja. Kalau Allah sudah kasih musibah,
harta sebanyak apapun, anak sebanyak
apapun tidak bisa menghalangi. Enggak
bisa. Enggak bisa. Waktunya sakit,
sakit. Waktunya mati, mati.
Sampai saya dengar ada orang kaya raya
di satu suatu daerah sangat kaya disebut
namanya. Tapi saya enggak pengin sebut
namanya. Intinya waktu musim COVID
sampai dia siapkan helikopter pribadi di
samping rumahnya. Pokoknya ada apa-apa
tinggal apa berangkat. Sampai
didatangkan seorang pakar yang saya juga
tahu namanya disebutkan namanya untuk
merawat dia. Akhirnya dirawat sambil
standby apa helikopter apa pribadi.
Ketika parah akhirnya dinaikkan di
helikopter akhirnya mati di atas.
Enggak helikopter mau helikopter mau
helikopter mau apa kopter-kopter apa.
Kalau sudah waktunya mati tidak ada
faedahnya.
Mati-mati
itu di dunia apalagi di akhirat.
Minallahi tidak akan bisa menolak azab
Allah, hukuman Allah, siksaan Allah,
musibah dari Allah sedikit pun. Waika
ashabunar. Dan mereka itulah penghuni
neraka jahanam. Hum fiha khidun. Mereka
kekal di dalamnya selama-lamanya.
Kemudian Allah berfirman
tentang bagaimana
sialnya mereka di akhirat. Mereka di
dunia beramal baik, membantu orang,
berbakti sama orang tua, mungkin kasih
anak yatim, ngurusin sosial, tapi
percuma enggak ada faedahnya. Kata
Allah, matalu ma yunfiquil hayatid
dunya. Perumpamaan harta yang mereka
nafkahkan dalam kehidupan ini untuk
urusan dunia mereka, untuk sosial
mereka, untuk kebaikan mereka seperti
apa?
Perumpamaan yang mereka, amal saleh yang
mereka kerjakan, harta yang mereka
keluarkan seperti angin yang di dalamnya
angin kencang, dalamnya sir. Sir itu ada
tafsiran, ada tafsiran mengatakan sir
maksudnya angin yang dingin, sangat
dingin. Ya sarsaron fi yaumi nahsin
mustamir ya.
Ssar seperti angin yang menimpa ee kaum
Ad. Angin sangat dingin.
Sangat dingin. Dicabut kaum Ad, dibawa
ke udara, dihantam angin sangat dingin.
Dan itu orang sakit bisa dengan panas,
bisa juga dengan dingin. Kalau panas
mungkin langsung habis, kalau dingin
bertahan tapi sakitnya luar biasa.
Menusuk ke tulang-tulang dan dia
bertahan lama sampai mereka dibawa oleh
Allah 7 hari. Tujuh sabti ayamin husuma
7 malam 8 hari diangkat di udara dengan
angin yang sangat dingin. Jadi kesakitan
mereka rasakan la lama. Kalau angin
panas langsung ma mati cepat. Terlalu
cepat. Kurang lama ya. Nah di sini
sirrun dua makna atau dua tafsiran. Ada
yang menafsirkan sirrun maksudnya angin
yang sangat dingin. Ada yang menafsirkan
sirun. Sirun itu maksudnya suara suara
yang menggelegar dalam angin tersebut.
Ada yang mengatakan suara api yang
menggelegar.
Jadi angin tersebut bawa api. Kita sudah
lihat kemarin ternyata angin bisa bawa
apa? Api. Kejadian di Amerika kemarin
kan gitu. Angin bawa apa? api.
Jadi ada dua tafsiran. Maksudnya angin
membawa hawa yang sangat dingin atau
api. Angin bawa api. Asobat harta kaumin
yang angin tersebut menimpa ee tanaman
orang-orang dolamu anfusahum yang
menzalimi diri mereka sendiri itu mereka
berbuat kesalahan atas diri mereka
sendiri. Faahlakat maka tanaman mereka
hancur seluruhnya. Bisa diartikan angin
dingin. Angin dinginnya. Jadi mereka
sudah waktunya panen tahu-tahu angin
dingin menimpa sehingga merusak merusak
tanaman-tanaman mereka. Daun-daunnya
rusak, buah-buahnya rusak karena dingin
yang luar biasa menimpa ee dan saya
sempat kemarin ke Dieng saya tanya, "Iya
kalau musim dingin, Ustaz bisa sini
tanaman rusak?" Oh, jadi tanaman bisa
rusak kalau sangat di dingin bisa rusak
bukan angin, cuma hawa doang mereka
petani di Diengang. Kalau sudah sampai
minus-minus itu bisa merusak apa?
Tanaman. Artinya tanaman bisa bisa
rusak. Jadi tanaman bisa rusak dengan
api, bisa rusak juga dengan angin yang
di dingin. Tergantung tafsir dari ayat
ini. Faahlaqat. Maka akhirnya angin
tersebut menghancurkan hasil panen
mereka. Walamahumullah.
Allah tidak menzalimi mereka. Walakin
anfusahum yadlimun. Tapi mereka
menzalimi diri mereka sendiri. Di sini
Allah menggambarkan tentang bagaimana
nasib buruknya orang-orang kafirin yang
di mereka di mana mereka ketika di dunia
mereka mungkin berinfak, mengeluarkan
sedekah untuk melakukan kebaikan. Tapi
karena mereka syirik kepada Allah tidak
ada faedahnya.
Mereka merasa ketika di akhirat akan
mendapatkan panennya, mendapatkan
ganjaran yang banyak. Ternyata di saat
di saat yang waktu mereka harapkan untuk
mendapatkan panen, justru di situlah
mereka dihinakan oleh Allah Subhanahu wa
taala.
Sama seperti orang yang ri kata Allah
manam dalam hadis sahih Bukhari kata
Rasulull sahu alaih wasallam man samma
samma Allahu bih wurah bih siapa yang
beramal saleh untuk sumah cerita-cerita
saya begini saya begini cerita sama
orang
atau yuroi memperlihatkan dia kelihatan
saya amal saleh ini publish ke sana ke
sini biar orang kasih jempol ya jempol
tangan maupun jempol kaki ya
kemudian dia ketika di hari akhirat dia
diperlihatkan pahalanya Allah
perlihatkan pahalanya Jadi dia sudah
senang, dia pikir dapat pahala banyak.
Di saat dia sangat berharap dengan
pahala tersebut, tiba-tiba Allah
hancurkan pahala tersebut.
Itu kondisi yang paling mengenaskan.
Saatnya memanen, di depan mata sudah ada
panen, tahu-tahu dihancurkan. Seperti
Allah gambarkan seperti para petani yang
sudah bikin tanaman, sudah waktunya
panen, tinggal petik, tiba-tiba datang
angin dingin menghancurkan semuanya.
atau datang angin yang ada apinya
menghancurkan seluruh panen. Seperti
orang-orang kafir ya. Mereka berinfak
tapi tidak ada faedahnya. Tidak ada
faedahnya. Kalau di dunia mereka dikasih
orang-orang kafir yang baik di dunia
Allah balas di dunia. Lihat orang kafir
kalau rajin sedekah pasti kaya. Orang
kafir kalau rajin sedekah pasti kaya.
Banyak orang kafir rajin dermawan
sosial. Allah bukakan harta bagi Allah
balas di dunia. Orang mukmin setengah
mukmin jadi mau sedekah takut-takut.
Jadi akhirnya kaya pun takut-takut.
Ada sebagian teman saya, dia punya bos
orang kafir. Kata, "Eh, eh kau muslim
nih kasih anak yatim. Eh kamu ini." Jadi
dia orang kafir tapi dia bagi-bagi. Dia
yakin kalau dia berbuat saleh, usaha dia
dijaga.
Orang kafir aja beriman
karena dia merasakan dampaknya di dunia.
Kita orang Islam kadang masih ragu-ragu.
Intinya kalau orang kafir beramal saleh
dibalas di mana? Di di dunia. Di akhirat
enggak. J dia seperti ini. Di saat-saat
dia berharap pahala, tahu-tahu Allah
hancurkan.
Kata Allah, kenapa dihancurkan mereka?
Karena mereka menzalimi diri mereka
sendiri. Wamaahumullah. Allah tidak
menzalimi mereka. Walakin anfusahum
yadlimun. Tapi mereka menzalimi diri
mereka sendiri. Dengan berbuat
kesyirikan mereka menzalimi diri mereka
sendiri. Dengan mereka menyembah selain
Allah, mereka telah menzalimi diri
mereka sendiri.
Sehingga sebagian ulama mengambil faedah
sebagan ahli tafsir kalau tidak salah
Syekh Utsim atau yang lain saya lupa ya.
Bahwasanya jiwa itu harus diperhatikan.
Jiwa itu harus diberikan haknya. Jangan
dizalimi. Ya,
bahkan kalau dalam nafkah, urutan
nafkah, kalau kita punya makanan cuma
satu porsi buat satu orang, maka kita
harus dulu.
Kata Nabi, "Ibda binafsik kau dulu baru
kemudian keluargamu." Ya, jangan kasih
orang terus kau mati. Kalau kau kasih
orang kau mati, berarti kau tidak
menunaikan hak apa? Dirimu. Makanya gak
boleh bunuh diri. Bunuh diri kenapa?
Bunuh diri membunuh jiwa sendiri. Gak
boleh. Jadi jiwa itu punya hak. Jangan
zalimi dirimu sendiri dengan berbuat
syirik.
Makanya Allah mengatakan, "Qul ya
ibadiina asrofu ala anfusim." Wahai
orang-orang yang berlebihan terhadap
diri mereka, yaitu yang bermaksiat itu
sebenarnya berbuat berlebihan kepada
dirinya sendiri. Jiwa harus
diperhatikan. Maka Allah mengatakan,
"Allah tidak menzalimi mereka dengan
menyikapi mereka pada hari kiamat dengan
demikian, tetapi karena mereka zalimi
diri mereka sendiri." Setelah itu Allah
berfirman,
"Ya ayuhina amanu
akbarum."
Wahai orang yang beriman, janganlah kamu
ambil tem ambil menjadi teman
kepercayaanmu. Jangan jadikan
teman-teman kalian dari orang-orang
yang di luar kalanganmu, ya, yaitu
orang-orang kafir. Karena mereka tidak
henti-hentinya menimbulkan kemudaratan
bagimu. Mereka menyukai apa yang
menyusahkan kalian. Telah nyata
kebencian dari mulut mereka dan apa yang
disembunyikan oleh hati mereka adalah
lebih besar lagi. Sungguh telah kami
terangkan kepadamu ayat-ayat kami jika
kamu memahaminya.
Ayat ini terkait dengan muamalah. Seb
ulama menafsirkan jika di di apa? Di
negara Islam kemudian ada kafir zimmi
zaman dahulu ada banyak negara Islam
kemudian ada orang-orang kafir zimi.
Orang kafir zimmi orang kafir yang
tinggal di negeri Islam kemudian mereka
melakukan ee membayar jizah. Jiziah itu
sebagai bukti ketaatan dan ini ee adalah
kebaikan dari negara Islam. Sebagaimana
orang Islam juga bayar zakat. Mereka
juga bayar tapi bukan disebut zakat.
Namanya apa? jiziah. Dan sebagaimana
kalau mereka pun sudah tua, sudah enggak
mampu, maka tidak perlu bayar jiziah.
Tapi mereka harus bayar. Bagaimana orang
Islam yang orang Islam asli suruh bayar,
mereka tidak bayar. Yang bilang ini
kezaliman. Ya, ini bukan kezaliman.
Setelah mereka bayar jizah, mereka
diberikan hak mereka untuk beribadah
sesuai dengan agama mereka, untuk
berdagang, berjualan, dan seterusnya.
Tapi Allah mengingatkan kalau kalian pun
bermuamalah sama orang kafir, apakah
dalam waktu zaman dahulu di negeri Islam
dengan orang kafir zimmi atau dalam
kondisi seperti sekarang ya, di mana
orang Islam, orang kafir hidup
bertetangga kemudian mengadakan ee
hal-hal kerja sama, maka kata Allah, "La
tattaku bitatan minunikum." Jangan
kalian menjadikan orang-orang nonmuslim
sebagai teman dekat kalian. Karena kalau
teman terlalu dekat bisa mengetuai
segala rahasia. Ibnu Katsir membawakan
ini pada urusan kenegaraan.
Kalau kalian menjadi penguasa, jangan
masalah penulisan, surat-menyurat yang
nulis orang kafir. Enggak boleh kata
Ibnu Katsir. Karena kita tidak aman.
Bisa jadi dia bocorkan rahasia. Oh,
ternyata raja kirim surat ke siapa? Raja
kirim surat biasanya isi surat biasanya
rahasia zaman dahulu ya. Maka tidak
boleh karena bisa membongkar rahasia
meskipun kelihatannya pun baik. Kenapa?
Launakum khobala. Mereka senantiasa
tidak henti-hentinya ingin memberi
kemudaratan kepada kalian. Khabala
maksudnya carut-marut. Tercampur antara
mudarat dan kemaslahatan. Mereka ingin
bikin kekacauan, bikin kerusakan dan
mereka berusaha kapan ada kesempatan
mereka lakukan. Orang seperti ini baik
kelihatan maupun tidak kelihatan jangan
jadikan teman dekat. Bitanah maksudnya
teman dekat. Bitonah dalam bahasa Arab
adalah baju yang di balik baju. Yaitu
seperti kita baju dalam yang langsung
lengket pada kulit. Bahasa lainnya
syiar.
Baju yang luat namanya ziharah. Dan ini
perkataan Thauhir bin Asur dia jelaskan
bitanah secara bahasa Arab arti baju
yang langsung lengket-lengket ke kulit
atau namanya syiar. Baju yang dobble
yang kedua namanya ditar atau ziharah.
Jadi jangan jadikan teman nonmuslim
seperti dekat sekali sehingga tahu semua
hal-hal yang terkadang membawa
kemudaratan kepada kaum muslimin. Tidak
semua harus hati-hati. Kan namanya
rahasia-rahasia tidak boleh diketahui
oleh nonmuslim khawatir memberi
kemudaratan kepada kaum kaum muslimin.
Demikian juga kalau zaman sekarang kita
punya teman terlalu dekat, orang kafir,
tidak bisa jadi dia mempengaruhi kita
karena dia punya pola hidup yang
berbeda, punya akidah yang berbeda,
punya gaya hidup yang berbeda.
Kita kalau terlalu dekat dia mungkin
nonton macam-macam, mungkin dia dengar
macam-macam, kita ke bawa kalau teman
dekat.
Kalau teman dekat, kita akan ke bawah.
Maka tidak mengapa bermuamalah tapi
tidak dijadikan apa? Teman teman dekat.
khawatir kita terpengaruh atau
kadang-kadang ada hal-hal yang rahasia
mereka pun tahu ya enggak tahu kita ada
masalah terus kita bicarakan dia dengar
dia sampaikan ke komunitasnya kan bahaya
enggak bagus atau ada di antara kita
misalnya kaum muslimin antara urusan
dakwah harus kemudian dengar oleh mereka
bisa jadi bahan digoreng oleh komunitas
mereka maka seorang waspada
kata Allah waddu ma anum mereka ingin
kepayahan bagi kalian. Mereka ingin
kalian susah
dan sudah nampak bagaimana kebencian
dari mulut mereka. Ya mereka ungkapkan
tidak suka dengan syariat, tidak suka
dengan Islam, tidak suka
akbar. Dan apa yang mereka sembunyikan
dalam dada mereka yang belum mereka
ungkapkan lebih besar lagi, lebih
dahsyat. Q bayakumul ayati intuntumilun.
Sungguh kami telah jelaskan bagi kalian
ayat-ayat jika kalian memahaminya.
Setelah itu Allah berfirman, "Ha antum
ulai tuhibbunahum." Kalian mencintai
mereka wala yuhibbunakum. Sementara
mereka tidak mencintai kalian. Ini Allah
mencela sebagian orang beriman yang
cinta kepada nonmuslim sementara mereka
tidak cinta. Cari-cari muka kemudian
dekat-dekat dengan mereka padahal mereka
enggak.
Ada orang mukmin seperti itu ya. Terlalu
cinta sama nonmuslim. Nonmuslimnya
biasa-biasa aja.
bil kitabi kullih. Lihatlah kalian
beriman kepada seluruh Alkitab. Kalian
beriman kepada Taurat, kalian beriman
kepada Injil, kalian beriman kepada
Al-Qur'an. Mereka tidak. Mereka hanya
beriman kepada Taurat mereka atau mereka
sebagian mereka hanya beriman kepada
Injil mereka. Waquum qu amanna. Kalau
ketemu kalian, mereka ngomong kami
beriman. Tapi ingat wa khau tatkala
mereka bersendirian di antara mereka
alikum anamil minal. Ya,
mereka menggigit ujung jari lantaran
marah kepada kalian. J kalau mereka
lihat kaum muslimin berhasil, mereka
jengkel. Mereka gigit gigit jari. Ini
ungkapan bahwasanya mereka jengkel tapi
mereka pendam ya. Mereka pendam. Kata
Allah, qul mutu bighidikum. Silakan
kalian mati dengan kebencian kalian.
Innallaha alimun bidzati sudur.
Sesungguhnya Allah mengetahui isi hati
manusia. Ya, ini Allah ingatkan ya
hati-hati dengan ayat ini. Sebagian
mengatakan terkait orang kafir
mengatakan termasuk juga orang munafik.
Dan orang munafik hati-hati meskipun
kata pya Islam tapi mereka terlihat dari
lisan mereka ketahuan mereka tidak suka
dengan Islam. Mereka tidak suka dengan
syariat apa? Islam. Mereka tidak suka
yang namanya azan dikumandangkan. Mereka
tidak suka namanya pengajian. Mereka
tidak suka tentang nilai-nilai
keislaman. Maka hati-hati ungkapan
mereka menunjukkan mereka tidak suka
yang apa mereka sembunyikan dalam dadas
lebih besar daripada itu semua. Kalau
depan kalian saja mereka bermanis muka,
tapi kalau di belakang mereka jari
karena jengkel mutuikum. Silakan kalian
begitu terus jengkel terus sampai mati.
Kata Allah subhanahu wa taala. Innallah
alim bti surut. Allah menget isi hati
kalian wahai orang-orang munafik, wahai
orang-orang kafir. Demikian wabillahi
taufik hidayah. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.