Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ee kita lanjutkan pada bab berikutnya. Bab majaa fil fitan yaitu bab tentang fitnah ya. Alfitan. Al-fitan jamak dari fitnah-fitnah. Fitnah. Fitnah secara bahasa maknanya adalah ujian. Ikhtibar. Secara bahasa namanya adalah al-ikhtibar atau ujian. Ya, ujian. Dan ini datang dalam Al-Qur'an seperti firman Allah Subhanahu wa taala. Ahasiasu ayutrok ayakulu amanna wahum la yuftanun. Apakah manusia dibiarkan berkata kami telah beriman kemudian mereka tidak diuji? Ya, bahwasanya fitnah artinya apa? Ujian. Seperti juga dalam Al-Qur'an ya kullu nafsin iqatul maut wablukumri wal khairi fitnah. Setiap yang berjemah akan merasukan merasakan kematian dan kami uji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai fitnah sebagai ujian. Waaina turjaun. Dan kepada kamilah kalian akan kembali. Ee disebutkan bahwasanya fitnah diambil dari fatantuahaba binar. Yaitu aku menguji emas dengan api. Yaitu kalau emas dibakar di api makan kelihatan kadar emasnya ee asli atau tidak, ada campurannya atau tidak. Maka dengan ditaruhnya ee emas di api maka akan kelihatan ya akan kelihatan yang benar atau yang pal palsu ya. Oleh karenanya ee ee fitnah ya digunakan juga maknanya membakar seperti firman Allah Subhanahu wa taala. Innadinaamubu. Sesungguhnya orang-orang ashabul ukhdud yang memfitnah orang beriman laki-laki maupun perempuan. Maksudnya membakari mereka. Membakari mereka ya. Membakari mereka. Intinya secara umum fitnah artinya ujian. Terkadang fitnah datang juga dalam penggunaan dalam Al-Qur'an untuk menunjukkan hasilnya. Ya, seperti firman Allah Subhanahu wa taala. Karena fitnah itu bisa menimbulkan kesyirikan, bisa menimbul kekufuran. Kata Allah, "Wal fitnatu asadu minal qatl." Fitnah lebih berat daripada pembunuhan. Maksudnya kesyirikan. Dalam ayat yang lain, wal fitnatu akbaru minal qatl. Fitnah itu lebih ee besar daripada pembunuhan. Maksudnya fitnah situ adalah kekufuran. Bukan fitnah ya. Bukan ya. Fitnah situ maksudnya apa? Keku kekufuran. Karena fitnah bisa menjerumuskan di dalam kekufuran. Ya, seperti juga ee ee Allah sebutkan tentang makna-makna fitnah seperti waqatiluhum hatta la takuna fitnah wakunaddinu kulluhu lillah. Perangilah mereka agar tidak timbul fitnah itu agar tidak ada kesyirikan. Jadi fitnah terkadang maknanya kufur atau ee syirik. Seperti Allah Subhanahu wa taala juga berfirman ee apa namanya? tentang ee siapa yang menyelisihi Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Ayusibahum fitnah au yusibahum adabun alim. Siapa yang menyelisihi Nabi sallallahu alaihi wasallam yuklifu amrihi yusibahum fitnah akan ditimpa dengan fitnah itu ditimpa dengan kesyirikan. Tapi ee fitnah maknanya secara adalah ujian. Namun terkadang disebutkan ee disebutkan fitnah untuk ee apa namanya? dampak dampak dari fitnah. Dampak dari fitnah seperti tadi apa? Kesyirikan dan kekufuran. Seperti kesyirikan dan kekufuran. Demikian juga terkadang fitnah maknanya adalah kekacauan seperti laq fitnq. Sungguh mereka telah menginginkan kekacauan bagi kalian. Ya orang-orang munafik ingin kekacauan di barisan kaum muslimin. Allah juga eh berfirman, "Lau khju fikum maadukum khumakumul fitnah." Kalau orang munafik ikut perang bersama kalian, mereka tambah bikin ruwet dan mereka akan masuk di sela-sela kalian ingin kalian terjerumus dalam fitnah. Maksudnya dalam keka kekacauan. Oleh karenanya fitnah terkadang datang dengan makna kekacauan, tidak jelas kebenaran, kebatilan. Jadi kacau. Itu namanya juga disebut dengan fit fitnah. Ini secara penggunaan kata fitnah. Tib sekarang jadi maknanya ujian terkadang disebutkan fitnah. Dampak dari fitnah seperti kesyirikan dan kufuran juga terkadang maknanya kekacauan. Adalah kerancuan, kekacauan atau kekacauan. Tib. Syekh Muhammad Abdul Wahab rahimahullah ketika membahas tentang fitnah di sini, beliau ingin menjelaskan bahwasanya banyak fitnah yang ketika menimpa seorang hamba akhirnya menjerumuskan dia dalam dosa besar, dosa-dosa kecil. Dia bisa terjerumus gara-gara fitnah dalam dosa kecil, bisa dalam dosa besar seperti pembunuhan dan bahkan bisa dalam kekufuran seperti tujuh rumah dalam keraguan, kesyirikan, ataupun kekufuran, kemurtadan. Karena fitnah itu banyak macamnya. Ada fitnah yang menjerumuskan orang dalam dosa-dosa kecil. Ada fitnah yang menyebabkan orang dalam dosa besar seperti membunuh ya, berdusta dan yang lainnya. Ada fitnah yang menyebabkan orang jadi ragu dengan agamanya, jadi syirik, bahkan jadi murtad. Dan ini ee disebabkan oleh fitnah. Oleh karenanya beliau bawakan di sini firman Allah Subhanahu wa taala waquullahi taala wattaqu fitnatan la tusibannadinaamu minkum kha takutlah kalian kepada fitnah yaitu ujian atau ee ya fitnah yang kekacauan yang semisalnya yang tidak menimpa orang-orang zalim saja di antara kalian ya tetapi juga menimpa orang-orang selain yang zalim ya menimpa oleh karenanya ee ketika terjadi kekacauan di suatu itu banyak maksiat. Terkadang di efeknya bukan cuma mengenai orang-orang zalim, bahkan juga efeknya mengenai orang-orang yang baik di antara di antara mereka. Terutama ketika alamr bil ma'ruf wahyu anil munkar ditinggalkan, maka efek fitnah tersebut luar luar biasa. Ya, oleh karena seorang waspada siapapun dia waspada dengan ee fitnah. Demikian juga misalnya dalam ayat yang berikutnya kata Allah waqulu taala firman Allah Subhanahu wa taala dalam surah al-An'am ayat 85qiru alaikum faqikum tahulikum. Dialah Allah yang mampu untuk mengirim azab dari atas kalian atau dari bawah kalian baum ba atau menjadikan kalian saling eh bergontok-gontokan. Ya. Sehingga sebagian kalian merasakan keganasan sebagian yang lain. Itu menjadikan kalian ber bermusuhan. Ini di antara bentuk fitnah adalah saling menyerang di antara kaum mukminin. Bahkan terjadi bunuh-bunuhan di antara kaum kaum mukminin. Kata Rasul Sallahu Alaihi Wasallam, "Aku meminta kepada Allah tiga permintaan. Ee maka Allah mengabulkan dua permintaanku dan Allah menolak satu permintaanku. Aku mohon kepada Allah ala yuhlika umati. Bisanaha. Aku minta kepada Allah agar Allah tidak membinasakan umatku dengan kemarau. Maka Allah kabulkan. Kemudian aku minta lagi yuhlik umat. Aku mohon agar umatku tidak binasa dengan banjir sebagaimana kaum Nuh. Maka Allah pun kabulkan. Dan aku mohon yang ketiga atau apa namanya? Dan aku mohon kepada Allah agar tidak menjadikan mereka saling gontok-gontokan, saling bunuh-bunuhan. Maka Allah pun tidak mengabulkan. Allah tidak mengabulkan. Jadi di antara fitnah yang timbul bisa mengakibatkan keributan bahkan terjadi pem pembunuhan bahkan antara mukmin satu dengan mukmin yang yang lain. Maka di sinilah Syekh Abdul Wahab rahimahullah membawakan bab tentang fitnah agar kita waspada. Karena fitnah itu bisa berdampak macam-macam. Bisa dosa kecil, bisa dosa besar, bahkan sampai pembunuhan dan bahkan sampai pada kemurtadan. Tib. Apa saja macam-macam fitnah? macam-macam fitnah. Macam-macam fitnah. Ee bisa beberapa pembagian. Ada yang membagi ya. Pertama ada yang membagi menjadi dua. Bagi menjadi dua yaitu fitnah syahwat dan fitnah apa? Syubhat. Ini seperti Ibnu Qayyim rahimahullah membagi fitnah syahwat dan fitnah syubhat. Dan fitnah syubhat terkait dengan pemikiran. Terkait dengan pemikiran. Adapun fitnah syahwat terkait dengan hawa nafsu. Terkait dengan hawa nafsu. Maka fitnah syahwat di antaranya adalah ee apa? Bidah misalnya kufur ya. Bidah ini terkait dengan syubhat. Kemudian ee yang terkait dengan syubhat bidah. Kemudian kufur kemudian kemunafikan. Ya, ini semua terkait dengan apa? Syubhat yang yang terkait dengan syahwat tentunya banyak seperti fitnah wanita ya untuk laki-laki, kemudian harta ya jabatan dan lain-lain ya dan lain-lain. Ini di antara pembagian fitnah. Ada juga yang bagi fitnah. Ada juga yang bagi sebagan dalam Al-Qur'an menjadi ee pertama adalah terkait kebaikan, yang kedua terkait keburukan. Keburukan Allah berfirman dalam surah ee Al-Anbiya tadi sudah saya sebutkan kullu nafsin zaqatul maut. Setiap yang bernyawa pasti merasakan kematian. Wablukum byyarri wal khair fitnah. Dan kami uji kalian dengan keburukan maupun dengan apa? Kebaikan. Jadi ada sebagaimana keburukan adalah ujian. Kebaikan juga apa? Ujian. Ya. Keburukan seperti apa? Sakit ya? Miskin. Miskin. Terus apa? Tidak ganteng. Tidak cantik. Wajah pas-pasan. Ini contoh ya. Pas pasan ters pilihin orang macam-macam. Apalagi sakit miskin wajib pasan terus apaagi apa ya misalnya cacat ya ini tu dan lain-lain. Ini namanya ee terkait dengan kebaikan misalnya apa? harta, jabatan, popularitas, ganteng, cantik, ya, dan lain-lain ya. Maka semuanya adalah fit fitnah. Ini yang bagi ini secara klasifikasi. Adapun kalau perfitnah maka fitnah macam-macam ya. ditinjau dari model-model fitnah ya. Maka sangat-sangat banyak di antaranya tadi sudah sebut misalnya pertama fitnah harta kata Nabi sallallahu alaihi wasallam ya likulli ummatin fitnah wa fitnatu umati almaal. Kata Nabi, "Setiap umat ada fitnahnya dan fitnah umatku adalah apa? Har harta." Nabi sallallahu alaihi wasallam juga bersabdaikum saya tidak khawatir kalian miskinakin akikumun tapi yang saya khawatir kalian dibukakan dunia sebagaimana telah dibukakan pada umat-umat sebelum kalianfasuha kama tanafasuha kemudian kalian berlomba-lomba untuk banyak-banyakan harta sebagaimana umat-umat sebelum kalian telah berlomba-lomba banyak-banyakan harta fatuhlikum kama ahlakathum maka kalian akan pun dibinasakan dengan dunia sebagaimana umat sebelum kalian juga telah dibanasakan dengan harta dan dunia. Ini benar bahwasanya fitnah dunia ee bahaya. Bahkan bukan cuma di kalangan orang-orang awam, bahkan masuk di kalangan dunia pengajian. Maksud saya peng fitnah dunia luar biasa. Maka bahkan misalnya pengajian, tapi misalnya di kalangan ibu-ibu mungkin ketika pengajian pamer-pameran barang branded ya. Satu bawa tas branded, satu bawa jam branded, satu bawa apaagi yang branded? Dompet branded, satu bawa suami branded atau bawa jadi pengajian tapi ibu-ibu sosialita malah pamer-pameran apa ee fitnah ya. Lalu bicara misalnya pembicaraan tentang yang mungkin tidak pantas dibicarakan oleh penuntut ilmu, terkadang dibicarakan itu ada ini ada bangga-banggaan tentang mobil mewahlah apalah. menjadi pembicaraan pembicaraan apalagi kemudian sebagian dai kemudian mencontohkan ee perkara-perkara dunia yang seharusnya orang yang terbaik kata Nabi sallallahu alaihi wasallam alladzina iduuu zukirallah itu orang-orang yang terbaik kata Nabi yang jika dilihat maka orang akan ingat Allah bukan jika dilihat maka ingat dunia tapi kalau dilihat maka ingat Allah subhanahu wa taala makanya sering bilang pengajian yang buat antum semakin zuhud kepada dunia itu pengajian yang benar. Tapi kalau pengajian buat antum semakin duniawi, salah bergaul, ya akhirnya tambah duniawi, malah akhirat dibikin lahan duniawi, maka ini pengajian kurang tepat. Kurang tepat. Makanya fitnah harta ini luar biasa. Fitnah harta luar luar biasa. Orang bisa terjatuh dalam fitnah harta. Kalau dalam fitnah harta menzalimi, bisa menzalimi orang lain. Benar atau tidak benar? Ya benar ya. Karena harta akhirnya jatah haji orang diambil. Benar atau tidak? Benar. Fitnah dunia. Fitnah dunia. Maka jangan kita merasa aman ya. Fitnah dunia bisa menimpa siapa saja ya. Jangan bilang saya sudah lama ngaji. Ya, sekarang ada fenomena orang lama ngaji malah malah bicara dun duniawi. Waktu dia ngaji dulu enggak pernah buka dunia. Sekarang dia mulai tambah keren, mulai kayak orang OKB, orang kaya baru. Jadi mulai udik kalau bahasa kita ya. Ngerti udik enggak? Ngerti. Ya itu bukan bahasa Papua aja kan? Kalau kita Papua bilangnya apa? Udik ya. Ngeri fitnah. Fitnah harta Tib. Yang kedua, fitnah apa? Wanita. Ini lebih dahsyat lagi ya. Fitnah wanita ini juga jangan pernah se terlalu banyak orang berjatuhan. Dan jangan menyangka fitnah wanita hanya mengenai orang-orang jalanan, orang-orang ke diskotek, orang-orang saleh juga terpapar dengan fitnah wanita. Contoh nyata Nabi Yusuf. Nabi Yusuf saleh atau tidak? Apa kurangnya salehnya? Nabi Alaih Salam tergoda dengan apa? terpapar dengan maksudnya di dihadapkan dengan fitnah apa? Wanita seperti Juraisy. Juraisy ahli ibadah juga digoda dengan fitnah wanita. Ketika ada Bani Israil yang hasad kepada Jura karena dia ahli ibadah, mereka ingin jatuhkan kedudukannya. Maka datanglah seorang wanita tercantik di zaman itu. Ya, kalau orang sebut cantik, dialah yang paling cantik. Dia mengatakan kepada orang-orang yang hasad sama Juraj, inum laftinannahu lakum. Kalau kalian mau, saya akan fitnah si Juraisy untuk kalian. Jadi memang dikirim ee makhluk halus untuk menggoda. Jangan bilang, "Saya sudah ngaji tidak akan gugur." Ya, semua fitnah bisa kena siapa saja. Kalau sudah fitnah wanita, mau jenggot enggak jenggot ya sama saja semua. Kalau masih normal, kecuali antum enggak normal. Kalau untuk masih normal akan fitnah wanita sangat luar luar biasa. Wanita itu jangankan wajahnya, kadang kukunya saja bikin masalah. Jangankan kukunya, WhatsApp-nya aja bisa bikin masalah, bisa bikin penasaran. Iya. Enggak benar atau tidak? Ya kan? K haluk akhi. Hihihi hehe hhe. Ya udah bisa goyang ini. Siapa ini penasaran? Fitnah. Oleh karenanya jangan pernah sepelekan fitnah apa? Wanita. Satu-satunya cara untuk selamat jangan kasih celah. Itu aja ya. Apa kata Zulaikha atau Imratul Aziz? Walaqaduhu nafsihi fast. Aku telah merayunya tapi dia bersih keras. Tidak ada kasih cela sama sekali. Subhanallah. Jurais ketika digoda oleh sang wanita yang sangat cantik jelita, dia datang. Jurj, Jurij. Apa kata Nabi ketika menceritakan? Walam yaltafit ilaiha. Dia enggak noleh sama sekali karena ini perempuan terlalu cantik. Kalau dia noleh selesai. Dia enggak noleh sama sekali. Itu masalahnya apa? Kita kasih celah. Kalau kita kasih cela, ya sudah kita terbawa. Kita terbawa. Apagi sekarang dunia metsos. Rasulullah sebutkan bahwasanya fitnah ya pintu-pintu fitnah alaiha sun murkha. ada sitar-sitar yang turunkan di di jadi bukan pintu lagi bahkan cuma tirai sampai ada yang menyerukan ya ya Abdullah ya wahai Abdullah jangan kau taftahu jangan kau buka tirai tersebut innaka in taftahu talijhu. Kalau kau buka sirai tersebut, tiraise tersebut, kau akan masuk. Karena Rasulullah menggambarkan bagaimana fitnah luar biasanya sekedar pintu tapi bukan pakai ada ada apa tapi enggak ada pintunya cuma apa tiik. Kalau orang buka pasti masuk. Sama kalau kitaat sekarang zaman sekarang siapa yang ngeklik masuk tinggal ngeklik atau tidak. Jadi tinggal jari kita ini ngeklik atau tidak. Kalau ngeklik selesai pasti masuk karena begitu mudah untuk ma masuk. Kalau sudah terlanjur seorrol ke atas jangan turunkan lagi ke bawah. Akhirnya ngeklik akhirnya fit fitnah. Maka seorang waspada baik laki-laki terhadap wanita maupun wanita terhadap apa? Laki laki-laki. Kenapa begitu mudah terfitnah? Karena ada setan yang menggoda. Ya. Karena setan yang yang menggoda. Kita sebut lagi fitnah popularitas. popularit ya akhif. Subhanallah. Siapa yang tidak suka dengan terkenal, pengin dikenal orang, jadi buah bibir orang-orang, ke mana-mana jadi lirikan orang, ya orang senang dengan popularitas. Ingin dikenal, ingin disanjung, maka ini fitnah luar biasa. Seorang waspada. Seorang waspada. Dan di dunia dakwah juga dunia popularitas. Dunia dakwah, dunia popularitas. seorang ingin terkenal, ingin nebeng sama ustaz sehingga dia populer juga. Nunjukkan bahwasanya ustaz dekat dengan saya, dia ingin populer. Ya, sama seorang ustaz misalnya tunjukkan saya populer, saya dekat dengan syekh, saya dekat dengan siapa. Jadi, maka ini semua hati-hati fitnah popularitas ini sangat terkait dengan masalah ikhlas atau atau ati ikhlas atau atoria ingin diketahui seorang umrah ingin satu dunia tahu dia sudah umrah ya. Seorang hafal Quran, dia pengin tahu satu dunia tahu saya sudah hafal Quran. Seorang ambil qiraah Sabaah, pengin tahu satu orang bahwasanya satu dunia tahu saya sudah ambil qiraah Sabaah. Pengin populer. Pengin apa? Populer. Ya, hati-hati. Ini juga sangat berbahaya. Fitnah popularitas itu. Popularitas di antara kita. Kalau orang-orang kafir mereka populer dengan bikin macam-macam ya. dengan jalan rambut sebelah gundul sebelah panjang atau rambutnya warna-warni ya atau ya pengin dikenal orang semua ngelihat ya kalau dia jalan di hutan mungkin dia enggak begitu ya karena mau terkenal di depan siapa ya ya maka hati-hati dan lain-lain belum maka fitnah ya fitnah jabatan ya ada seseorang bilang saya ustaz doain ustaz saya mau nyal Ya, semoga berhasil. Saya bilang, "Saya doakan semoga yang terbaik buat kamu." Ya, saya enggak bilang semoga kau menang ya. Kalau menang belum tentu baik bagimu, ya. Saya bilang, "Semoga Allah berikan yang terbaik." Ternyata gagal. Bukan karena doa saya intinya yang penting gagal. Pokoknya nyalek lagi kedua kali. Ustaz doain semoga menang. Saya bilang lagi, "Semoga Allah berikan yang terbaik." Gagal lagi ya. Ya, mudah-mudahan itu yang terpetiga, Ustaz doain akhirnya menang. Tapi intinya jaban tuh fitnah tersendiri. Fitnah tersendiri ya. Ujian berat ya. Kadang saya jalan lihat ada orang miskin jualan enggak. Saya bilang ini gimana nanti? Yang ditanya siapa tentang orang ini yang mungkin sampai malam kerja belum ada yang belanja, belum ada yang beli, jalan dengan anaknya susah, ke rumah sakit tidak ada biaya misalnya. Yang tanggung jawab siapa? Yang pejabat yang tanggung jawab yang ngurusin dia. Makanya Rasulullah berkata kepada Abu Dzar, "Ya Aba Dzar, ya inni araka diifan. Wahai Abu Dzar, saya lihat engkau seorang yang lemah. Wa inni uhibuka fillah." Dan saya cinta engkau karena Allah. La taaranna alnain. Jangan kau jadi pemimpin dua orang. Wala tatawallayanna malal yatim. Dan jangan kau urusin harta anak yatim. Ya. Karena jabatan itu bukan cuma sekedar integritas aja, kejujuran, tapi butuh ke keahlian. Abu Dzar jujurnya kayak apa? Enggak ada yang rau kejur. Tapi menurut Nabi dia lemah untuk ngurusin kepemimpinan. Kau gak pantas. Saya cinta kau karena Allah. sebaiknya kau gak usah ngurus manusia dan juga jangan ngurus harta anak yatim. Jabatan fitnah fitnah tanggung jawab di akhirat seperti apa? Kalau saleh masyaallah betapa banyak pahalanya. Tapi kalau enggak saleh hancur lebur ya. Belum fitnah dihormati ya. Tapi ada kawan cerita dia mengunjungi ada seorang pejabat di suatu kota. Terus sudah waktunya terbang. Kata pejabat tersebut, "Tenang, saya yang atur bandara saya yang pegang. Nanti aja disuruh telat." Teman saya gelisah. Jangan, Pak. Tenang aja. Dia pengin nunjukkan dia jago bahwasanya dia bisa tahan apa? Pesawat. Dan memang benar pesawat tahan, enggak bisa terbang. Orang semua sudah naik harus nungguin dia. Teman saya gelisah. Jangan tenang aja. Iya tenang. Tapi begitu masuk semua orang ngelihat. Jadi kan zalim. Orang sudah nunggu dari tadi dia cuma ingin nunjukkan dia. Ya. Buat apa nunjukkan seperti itu? Bosnya orang nunggu saya. Semua keputusan saya bukannya memudahkan tapi malah menunjukkan saya jagoan. Tapi zalimi orang. Fitnah jabatan ngeri ya. Fitnah jabatan populeris. Orang kalau populer ah susah sudah ke mana-mana jadi sorotan, jadi halusinasi. Sedikit makan kayaknya ada yang lihat. J ada yang lihat ya. Enggak bebas. Harus selalu main drama. Harus keren, harus gini, harus gini. Hidup penuh dengan drama. Jalan sama keluarga harus kelihatan romantis, harus kelihatan hidup dengan. Kalau enggak terkenal siapa yang ngelihat? Enggak ada yang lihat. Makan bakso jongkok enggak ada yang lihat. Tapi kalau terkenal makan bakso jongkok di masyaallah tawadu ngeri popularitas ngeri ngeri. Salami orang sana salami orang sini minta foto sana minta foto sini kalau ada masalah jadi viral ah repot kan. Kalau tidak dikenal enak kan? Kayak antum enggak ada yang kenal. Enak enggak? Enak fitnah. Luar luar biasa. Tayib. Fitnah apaagi? Lima fitnah. Fitnah. Syubhat. Nah, ini juga luar biasa zaman sekarang. Syubhat di mana-mana. Syubhat yang membuat orang ragu dengan akidah ahlusunah. Syubhat yang membuat orang ragu tentang Islam. ya ngeri syubhat di mana-mana sehingga seorang bisa murtad atau bisa meninggalkan akidah ahlusunah gara-gara fitnah syubhat yang luar luar biasa. Dan sekarang sarana untuk akses syubhat mudah, tidak seperti tidak seperti dulu yang susah ya. Belum fitnah kekuasaan ya yang tadi disebutkan fitnah kekuasaan yang bisa gontok-gontokan, bunuh-bunuhan sampai bunuh bisa mengakibatkan bunuh bunuhan. Bunuh sana, bunuh sini, racun sana, racun sini. Ungkap aib orang, ungkap aib orang untuk menjatuhkan lawan politik. Ngeri ngeri menangkap ini yang itu gak usah ini aja yang ditangkap nanti aja habis masa kedua baru tangkap sekarang ah ngeri deh ngeri. Alhamdulillahzi afana segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan kita dari fitnah-fitnah seperti ini. Dunia dapat harta dapat kekayaan dapat kemudian meninggal meninggal di situ urusannya panjang. Bahagia tidak harus jadi orang terkenal. Bahagia tidak harus jadi orang kaya. Benar, harta sebab kebahagiaan, tapi belum tentu orang kaya pasti apa? Bahagia. Betapa banyak orang kaya yang akhirnya narkoba, akhirnya cari kebahagiaan sampai jauh-jauh, sampai ke sana kemari. Orang miskin bahagia, tinggal beli bakso bahagia. Iya enggak? Tinggal beli bakso. Wah, enak sekali. Bahagia. Selesai. Tinggal jalan sama istri jalan-jalan selalu bahagia. Kalau orang kaya enggak bisa bahagia gitu, harus ke Paris. Kalau orang miskin parang tritis selesai Paris parang tritis ya, Ustaz. Jadi jangan bilang bahwasanya kalau kaya pasti baik. Enggak karenanya kita hanya minta al-afiah. Wasalullaha alafiah. Afiah itu keselamatan. Itu yang paling penting kita berdoa kepada Allah Subhanahu wa taala. Se bukan sekali kita pikir subhanallah masing-masing ada ujiannya ya. Ada orang aduh kalau dia berkaca sedih muka saya kok begini ya. Coba kalau antum mukanya ganteng waduh fitnah luar biasa ditelepon-telepon cewek. Iya enggak? Kalau gini kan enggak ada yang telepon. Kita yang nelepon-nelepon malah. Tapi kalau ganteng waduh coba kalau perempuan cantik. cantik. Dia pengin pamer kecantikannya, dia buka auratnya. Mungkin jadi artis kemudian buka-buka aurat. Gak tahulah. Maka masing-masing ada ujiannya. Masing-masing ada ujiannya. Kalau punya duit lebih pengin beli ini yang mewah, bingin ini bingin yang mewah. Dia enggak tahu setiap yang dia beli itu dihisab nanti. Tapi kalau enggak punya duit mana? Ma beli apa? Uh, bagus sekali ya. Enggak ada duit. Udah ya udah aman. Karenanya alhamdulillah Allah berikan banyak keselamatan bagi kita. Tetapi fitnah senantiasa menanti. Tib. Apa hikmah fitnah? Fitnah hikmahnya adalah ibtila, ikhtibar, ujian. Agar Allah tahu mana yang imannya benar dan mana imannya tidak tidak benar. Allah berfirman, "Alif lam mim." Ahasibanasu ayutraku ayakulu amanna wahum la yuftanun. Ya. Jadi tujuan fitnah adalah untuk ujian. untuk ujian kata Allah di antaranya seperti dalam surat Al-Ankabut ayat 1 sampai 3. 1 sampai 3. Apakah manusia dibiarkan ayutrakuqulu aman wahum la yuftanun dibiarkan berkata kami beriman kemudian tidak diuji walaq fatanadina minqlim sungguh kami telah menguji orang-orang sebelum mereka sebelum mereka diuji mereka juga diuji sekarang fal yalamanallahulladina shqu agar Allah tahu mana yang benar yang jujur imannya w yamannal kadibin dan Allah tahu mana yang imannya dus dusta kemudian juga dalam ee surat Al Imran ayat 179 kata Allah Subhanahu wa taala, "Maallahu liarul mminina ala ma antum alaihti yamal khit minib." Allah tidak akan biarkan orang-orang beriman dalam kondisi antum seperti sekarang ini. Tapi Allah akan menguji kalian ya hatta yamizal khita minib. Agar Allah bisa nampak mana yang buruk dan mana yang yang baik. Kalau kalau enggak ada ujian semua nyaman-nyaman aja. yang munafik juga bisa sembunyi-sembunyi ya. Tapi Allah uji sehingga Allah tahu mana yang benar, mana yang buruk. Ya, dengan iman bisa terbedakan mana yang benar, mana yang buruk. Demikian juga surat Al-Haj ayat surah 11 kata Allah Subhanahu wa taala, "Waminanasi may ya'budullah ala harf." Di antara manusia yang beribadah kepada Allah di pinggiran aja, tidak totalitas. di pinggiran aja kata Allah fain asahuir kalau dapat kenyamanan dapat kebaikan, dia tenang. Wa asu fitnatunq ala wajhi. Tapi kalau ditimpa dengan fitnah ujian dia berbalik ya berbalik. Khasirad dunia wal akhirah. Maka dia rugi dunia dan akhirat ya. Maka inilah ya e yang ya apa namanya ee tujuan adanya fitnah adalah untuk di ujian ya. Tib. Saya lupa di antara fitnah Allah mengatakan ya ee waja'alna ba'dakokum liba'din fitnatan atasbirun. Ya kata Allah. Jadi di antara model fitnah yang juga perlu diperhatikan adalah Allah menjadikan sebagian kalian fitnah bagi yang lain. Dalam surah al-Furqan ayat 20 ya Quran surah 25 ayat 20 kata Allah ja'alna ba'akum fitn tasbirun. Kami jadikan sebagian kalian fitnah bagi yang lain ap kalian bersabar. Ini modelnya juga banyak modelnya juga banyak seperti antara nabi dan pengikutnya. Ibnu Katsir rahimahullah ketika para nabi dan pengikutnya, Ibnu Katsir rahimahullah ketika menafsirkan ini mengatakan yaitu para nabi dan umatnya. Dalam hadis kata Rasulull sahu alaihi wasallam dalam sahih Muslim yaakulullah Allah berfirman, "Innama nab nabtalika wabtalibika ya ya atau inni mubtalika w mubtalin bika ya." "Ini mubtalika kata Allah subhanahu wa taala, "Saya akan mengujimu wahai Muhammad dan saya akan jadikan engkau sebagai bahan ujian." Jadi Rasulullah Allah akan uji dengan umatnya. Iya enggak? Dan Rasulullah sendiri adalah ujian bagi umatnya. Mereka beriman atau tidak. Para nabi diuji dengan umat umatnya. Umatnya ada yang nakal, ada yang kurang ajar, ada yang baik, ada yang berkhianat, macam-macam. Ada yang membangkang, ada yang ingin bunuh mereka. Dan umatnya pun diuji dengan para na para nabi. Ini contoh kami jadikan sebagian kalian adalah ujian bagi sebagian yang lain. Ini contoh antara nabi dan para umatnya. spesifik lagi seperti para nabi dengan musuhnya. Dengan musuh-musuhnya dalam Al-Qur'an Allah berfirman dalam surah Al-Furqan ayat 31 ya, 25 ayat 31. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Wakadzalika ja'alna likulli nabiyin aduan minal mujrimin. Maka demikianlah kami jadikan bagi setiap nabi musuh dari kaum mujrimin. Jadi Allah ciptakan musuh memang buat para nabi. Allah ciptakan Abu Jahal buat musuhi Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Allah ciptakan Abu Lahab untuk musuhi siapa? Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Dan Abu Jahal dan Abu Lahab diuji dengan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Dulu mereka bangga mungkin mereka ramah apa bermesraan di antara mereka ketika Nabi jadi nabi dimusuhi. Sebelum Nabi jadi nabi, Nabi disayang. Abu Jahal sayang, Abu Lahab sayang. Karena Nabi sampai dijuluki oleh Quraisy, dibanggakan Muhammad sebagai asoddiqul amin, orang yang jujur dan terpercaya. Tapi ketika Nabi menunjukkan statusnya sebagai seorang nabi, maka mereka tidak suka. Nabi diuji oleh dengan mereka Abu Lahab pamannya, Abu Jahal teman mainnya jadi musuhnya. Dan mereka juga diuji dengan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Sama Nabi Musa dengan Firaun. Subhanallah. Firaun diuji dengan Nabi Musa. Nabi Musa diuji dengan Firaun. Bagaimana Firaun bapak angkatnya? Sampai dulu Musa diangkat, dipanggil sebagai anak angkat sama Firaun karena tinggal di istana Firaun. Setelah itu dia jadi nabi, Firaun musuhi Nabi Musa. Ya, seperti itu. Demikian juga antara shihin dengan thihin, antara orang pendosa dengan orang-orang salihin. Ujian satu dengan yang yang lainnya. Ini contoh ya, para nabi dengan musuhnya. Kemudian yang ketiga misalnya para salihin dengan para pendosa saling diuji. Di antaranya suami dan istrinya. Suami dan apa? Dan istri. Suami diuji dengan istri. Bagaimana bisa menunaikan hak istri dengan baik? Ya, sabar dengan kelakuan istri yang kata Nabi sallallahu alaihi wasallam istausuir. Hendaknya kalian saling berwasiat untuk berbuat baik kepada para istri. Faal marata khuliq min. Kata Nabi wanita diciptakan dari tulang rusuk. Wa inwajahu dan tulang rusuk yang paling bengkok paling atas. Sebagian ahli tafsir mengatakan wanita itu dari tulang rusuk pasti bengkok enggak mungkin lurus. Ya, kalau kau ingin luruskan patah itu tulang rusuk. Itulang rusuk kalau kau lurus-luruskan patah atau tidak patah? Bukan lagi tulang rusuk, tulang patah. Jadi jangan berharap dapat wanita yang lurus pasti beng bengkok. Kemudian kata Nabi, "Wain yang paling bengkok paling atas ada yang mengatakan mulutnya bengkok." Kita tidak bilang otaknya apa? Mulut. Mulutnya kenapa? Ngomongnya sering salah, sering mungkin tidak dipikirkan terlebih dahulu. Nah, Nabi mengucapkan itu buat apa? Agar kita bersabar bahwasanya istrimu adalah ujian. Makanya Rasulullah meng istausu binnisai khairo. Hendaknya kalian benar-benar perhatian kepada para wanita berbuat baik. Bahkan di antara makna istausu yaitu hendaknya kalian para lelaki saling ingatkan satu dengan yang lainnya. Eh, gimana sama istrimu? Sabar enggak? Satu lagi, "Sabar enggak sama istrimu? Kalau ada yang mengeluh, istri saya gini-gini emang istri kamu aja yang begitu? Sabar semua juga curhat semua. Sabar, sabar. Apalagi istri zaman now ya. Ya, karena suaminya juga suami zaman now. Ya sudah. Jadi diuji dengan istri sama istri juga dijus suami harus menunaikan hak suami. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Lan tuaddial maratu haqqbiha hatta tuaddiya haqqo zaujiha." Tidak akan seorang wanita menunaikan hak Allah sampai menunaikan hak suami. Harus sabar, harus nurut, taat. Suami perintah harus taat semaksimal mungkin. Suami e keridaan suami adalah pintu surga bagi wanita. Diuji dan masing-masing akan dihisab oleh Allah subhanahu wa taala. Jadi waja'alna ba'dakum liba'in fitnah. Subhanallah. Fitnah di antara satu dengan yang lain. Di antaranya nomor lima rakyat dan penguasa. sama penguasa diuji dengan rakyat, rakyat diuji dengan penguasa. Di antaranya ayah dan anak, orang tua dan anak. Allah berfirman, "Annama amwalukum wa auladukum fitnah." Ketahuilah harta kalian fitnah, anak kalian juga fit fitnah. ujian dari Allah. Apakah kalian sudah mendidiknya, mentarbiahnya dengan benar? Fitnah. Apa kalian sudah ya mengarahkannya? Ya, fitnah, ujian. Kita akan ditanya pada hari kiamat kelak. Kulukum roin wukum rati. Kalian semua pemimpin akan ditanya dengan apa yang dia pimpinin. Antum akan ditanya gimana ngurus anak antum akan ditanya dibiarkan apa diurusin. Betapa banyak orang nangis pin punya anak Allah tidak kasih. Antum dikasih anak antum lalaikan. Kita sebagian kita lalaikan. Dicuekin. Kita sibuk dengan urusan kita sendiri ya. Sehingga banyak anak-anak seperti anak yatim ya. Bapaknya sibuk, ibunya sibuk. Dia seperti anak yatim. Seperti enggak punya bapak, enggak punya ibu. Bapaknya sibuk jalan-jalan, ibunya sibuk sosialita. Bapaknya grup WhatsApp 100, sibuk jawabin WhatsApp terus. Ibunya juga banyak grup WhatsApp. Kapan ngurus anak? Sama sang anak juga akan ditanya apakah sudah berbakti sama orang tuanya. Maka ini waspada ya, bahwasanya sebagian kita fitnah bagi yang bagi yang lain. Tib kita ee lanjutkan ya. Bab ini hadis panjang ya. Masih waktu tinggal 8 menit ya. Saya tunda aja karena habis ini saya mau cerita di hadis ini tentang berbagai fitnah yang sampai pada ee pertumpahan darah di antara kaum mukminin insyaallah pada pertemuan berikutnya ya. Tapi demikian wabillah taufikah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.