Transcript
UREtI023rVI • Syarah Al Asma Al Husna #3: Nama 'Allah'
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2666_UREtI023rVI.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu
ala taufiqihi wamtinani ashadu alla
ilahaillallah wahdahu la syarikalahuim.
Wa ashadu anna muhammadan abduhu wa
rasuluh daila ridwan. Allahumma sholli
alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa
ikhwani.
Hadirin hadirat yang dirahmati Allah
subhanahu wa taala. Pada kesempat kali
ini kita akan masuk pada penjelasan
nama-nama Allah. Dan nama yang pertama
yang akan kita bahas adalah nama Allah.
Allah.
Ya
Allah secara
bahasa disepakati oleh ee atau
dijelaskan oleh para ulama
di antaranya disebutkan oleh para ahli
bahasa
seperti
Al-Azhari ya yang wafat pada tahun 370
Hijriah dalam kitab Tahdibul Lughah dia
mengatakan bahwa Allah itu dari al-ilah.
Jadi Allah itu asalnya
dari al-ilah.
Al-ilah yang artinya yang maha
diibadahi. Ya, maha diibadahi. Jadi ee
ilah
ilahun
dimasukin dengan alif lam. Alif lam
takrif.
L takrif.
Ee kalau kita seperti kita bilang
rajulun bahasa Arab artinya lelaki.
Tetapi kalau kita bilang arrajulu
artinya sang lelaki. Ini namanya ada
dipasang alif lam untuk diketahui
maksudnya itulah kalau bahasa Arab kita
bilang rajulun artinya seorang lelaki.
Tapi kalau saya tambah alif lam di
depannya namanya alif lafli takrif.
Arrajulu artinya sang lelaki yaitu yang
diketahui.
Ketika alif lam tambah ilah maka menjadi
al ilahu. Al ilahu.
Ilahu. Namun ee orang Arab mereka sulit
atau biasanya mereka menghilangkan
hamzah alilahu. Jadi hamzahnya ya
dihilangin jadi menjadi
a alilahu.
Jadi
jadi alilahu
alilahu
alilahu.
Ketika ada dua lam berturutan di sini
lam yang kasrah dengan lam yang fathah.
Dua lam berturutan.
Maka diidgamkan, diidgamkan menjadi
Allah.
Jadi Allah ini asalnya ini disebut oleh
Al-Azhari ahli bahasa dalam kitab
Tahibul Lughah ee buku kamusnya jilid 6
halaman 22 sampai 223.
Ee sehingga dia mengatakan bahwasanya ee
Allah berasal dari alilah. Ya,
demikian juga. Jadi ini dikatakan oleh
Azhari sebagaimana dijelaskan oleh
Azhari yang mengatakan demikian adalah
Al-Azhari.
Azhar ini ulama bahasa wafat tahun 370
Hijriah.
dalam kitabnya Tahzibul Lughah,
kitabnya
Tahzibul Lughah.
Kemudian juga dikatakan juga oleh ahli
bahasa yang lain yaitu Aljauhari ya.
Aljauhari.
A Jauhari juga adalah ahli bahasa.
ee
yang wafat 3 393 Hijriah ya. Ini wafat
393 Hijriah.
Beliau berkata bahwasanya
waminhu quluna Allah asluhu ilahun ala
fi'al. Jadi dia mengatakan Allah asalnya
dari ilah. Ini beliau sebutkan dalam
kitabnya Asshah. Dalam kitabnya Asshah
ya. atau assihah ada dua bisa dibaca
dua-dua. Asihah itu pada ee jilid ee
kitab Asihah ya.
Demikian juga ini disebut oleh Ibnu
Faris ya. Ibnu Faris.
Ibnu Faris
dalam kitabnya Mujam Maqaisil Lugha.
Ibnu Faris wafat 395.
395 Hijriah. Ya. Beliau berkata, "Wah
taabud fal ilah Allah wasumya bidzalika
liannahu ma'bud." Fal ilah Allah. Kata
dia, "Allah adalah Allah."
ini beliau sebutkan ee
dalam kitabnya Mujama Qaisul Lughah
jilid 1 halaman 12 7. Jadi saya ingin
menjelaskan bahwasanya apa yang saya
jelaskan ini bukan karangan saya, tapi
ini adalah perkataan justru ahli-ahli
kamus zaman terdahulu.
Ada orang penulis kamus belakangan abad
keelim, abad ke-6, abad keet7, abad ke-8
sampai abad ke-12 ini semuanya di abad
keempat termasuk kamus-kamus terdahulu.
Mereka menjelaskan bahwasanya Allah itu
dari Ilah. Paham, Ibu-ibu? Jadi, saya
ingin sampaikan bahwasanya Allah itu
berasal dari kata al ilah. Nah, setelah
kita tahu bahwasanya Allah berasal dari
kata alilah, kita fokus apa makna
sebenarnya makna al-ilah ini sudah,
Ibu-ibu. Al-ilah.
Jadi, ilahun.
Sekarang kita
sekarang kita bahas tentang ilahun.
Ilahun.
Ilahun itu ee
wazannya fi'alun.
Fi'alun.
Dan ilahun itu dari fi'il. Dia berasal
dari fi'il dari alaha.
Alaha ya lahu.
Alaha kemudian yau
ilaha
ilahatun ila
hatun.
Yang makna alaha yaahu ilaha ini sama
dengan maknanya adalah abada. maknanya
sama dengan abada ya'budu
ibadatan
yaitu beribadah maknanya beribadah
itu makna dari alaha
ee ya lahu ya alaha yau
maknanya abada ibadatan
adapun dalil akan ini bahwasanya alaha
yau
maknanya abada yaab'budu
Abudu.
Kenapa saya fokus bahas masalah makna
bahasa ini? Karena nanti ada
penyelewengan terkait dengan makna
Allah. Maka kita harus tahu akar dari
makna Allah sehingga kita bisa ee
beribadah dengan nama tersebut dengan
nama yang yang benar. Ya.
Ya. Ini abada ya'budu ya.
Jadi saya sebelum saya lanjutkan makna
abada ya'budu, saya lanjutkan dulu. Ilah
wazannya fi'al dan fi'al di sini
maknanya adalah maf'ul.
Maf'ul.
Ibu-ibu ngerti gak? Ngerti kan? Enggak
tahu bahasa Arab maf'ulun ya.
Sehingga
maknanya adalah ilah sama dengan makluh.
Ilah itu berarti sama dengan maklu sama
dengan ma'bud yang diibadahi. Kalau
bahasa kita berarti yang diibadahi.
Dan fi'al dengan makna maklu ini banyak.
Fi'lal dengan makna maf'ul ini banyak.
Ini contohnya banyak seperti firasy
maknanya mafrus.
Misalnya kitab fi'al maknanya maktub.
ini dalam apa namanya dalam bahasa Arab
banyak ya. Ya. Firas maksudnya yang di
mafrus yang diduduki. Kitab maksudnya
maktub yang tertulis sama dengan ilah
maknanya makluh. Maklu artinya yang
diibadahi. Maknanya yang diibadahi. Ini
makna yang benar. Jadi ilah maknanya
makbud. Kesimpulannya ilah maknanya
makbud. Adapun dalil akan ini, ini sudah
Ibu-ibu
saya akan lanjutkan.
Saya ulangi, Ibu-ibu, ini cerita ya.
Jadi Allah, saya ulangi Allah itu
berasal dari apa? Al ilah. Ya, yang
bilang begini ulama semua al-Azhari,
Aljauhari, Ibnu Faris ini semua ahli
bahasa Arab yang hidup di abad keempat.
Bahkan mereka punya kamus yang dipakai
sampai sekarang. Mereka para ee
orang-orang terdahulu yang menulis dalam
kamus bahasa Arab sehingga keaslian
keontentikan bahasa Arab masih sangat
kental karena mereka di abad keempat.
Tib. Kemudian al-ilah. Jadi asalnya
alilah al itu litrif itu kalau kita
bahas kalau kita bahasa Arab rajulun
artinya seorang lelaki. Tapi kalau saya
bilang arrajulu maksudnya sang lelaki.
Kalau saya bilang rasulun tidak tertentu
seorang rasul. Tapi kalau saya bilang ar
rasul pakai alif lam. Ar rrasul
maksudnya sang rasul yang kita ketahui
bersama. Itu namanya alif lam lrif. Alif
lam untuk menentukan orang tertentu.
Sama kalau saya bilang ilah artinya yang
diibadahi. Tapi kalau saya bilang alilah
yaitu maksudnya yang jelas diibadahi.
Maksudnya yang kita ketahui itu siapa?
Al Allah. Maka namanya alif lam. Alif
lam tambah ilah jadi alilah. Namun orang
Arab sering menghilangkan hamzah karena
berat mengucapkan alilah susah. Jadi
mereka hilangkan hamzah. Jadi alilah
alilah. Alilah. Ketika lam berdekatan
bergab di berdekatan jadi diidgamkan
jadi Allahu.
Jangan bilang ini ngarangng ngarang. Ini
bukan ngarang ya. Ini benar-benar dari
ahli bahasa Arab.
Karena kita tahu Allah dari ilah maka
apa makna ilah? Ilah itu secara wazan
dari alaha yau ilahatan. Maknanya abada
ya'budu ibadatan. Akan kita sebutkan
dalilnya. Ilah wazannya fi'al. Ilah
fi'alun. Tapi fi'al di sini maknanya
maf'ulun. seperti firasyun maknanya
adalah mafrusun ya. Seperti firasy
fi'al maknanya mafrusun yang didudukin
ya. Misalnya kitabun maknanya maktubun
yang ditulis sama ilah maknanya ma'budun
yang diibadahi. Makluhun artinya yang
diibadahi. Maknanya yang diibadahi.
Kalau Allah berarti sang yang diibadahi.
Dialah satu-satunya yang berhak untuk
diibadahi. Sampai sini paham ibu-ibu?
Tayib. Enggak paham juga enggak apa-apa.
Tapi berusaha paham nanti bisa diulang
biar paham. Bab sekarang kita sebut
dalil.
Dalil bahwasanya
Allah maknanya adalah al-ma'bud
yang diibadahi.
Allah artinya alm'bud.
Allah artinya ma almudu yang diibadahi.
Dalil di antaranya adalah firman Allah
Subhanahu wa taala ya.
Pertama, firman Allah tentang Firaun,
tentang ee perkataan kaumnya, perkataan
kaum Firaun kepada Firaun
tentang pernyataan
pembesar,
para pembesar Firaun, para pejabat
kepada Firaun,
kepada raja mereka Firaun.
Kata kata mereka atadaru Musa
eh apa kemudian kata wadar wahat dalam
surat Ala'raf
atar Musaidu
ardi wahat
dalam surat Ala'raf ayat 127 Tujuh.
Jadi kata mereka, "Wahai Firaun, ya
apakah kau meninggalkan Musa?" Atadaru
Musa waahu dan pengikutnya liyufsidu fil
ardhi. Sehingga mereka meninggalkan
ee mereka melakukan di atas melakukan
kerusakan di atas muka bumi. Kemudian
kata mereka, "Waadaroka
wa alihatak." Waalihatak.
Ini kalau dalam Quran kita, qiraah kita,
Musa meninggalkan meninggalkan engkau
meninggalkan engkau Firaun wahai Firaun
dan meninggalkan sesembahan-sesembahanmu
dan meninggalkan
sesembahan
tuhan-tuhanmu.
Ini dalil bahwasanya Firaun juga
menyembah ya. Firaun menyembah. Makanya
saya sering sampaikan Firaun itu di di
diduga adalah Ramses. Dia dari Ramses 2
atau Ramses berapa? Ramses.
Dan meskipun dia ngaku sebagai Tuhan,
tapi dia juga dia ngaku sebagai Tuhan
karena dia merasa dia titisan dewa
Tuhan. Ya, dewa Tuhan. Dan dalam bahasa
Mesir kuno ee ses artinya anak. Ses
artinya anak. Ramses berasal dari Ra dan
Ses. Ini dalam buku-buku e dalam sejarah
ee suku Egypt. Ra artinya dewa matahari.
Mereka Amunra. Adapun ses artinya anak.
Ramses artinya anak matahari.
Sebagaimana mereka katakan Musa itu
Moses. Kalau Moses, Moses ses artinya
anak. Mo artinya sungai. Karena Nabi
Musa alaihi salam ditemukan di sungai
disebut dengan apa? Moses artinya anak
sungai. ee Ramses maksudnya adalah anak
mata dewa mata matahari sehingga Firaun
itu dianggap sebagai titisan dewa
matahari. Dia punya sembahan-sembahan
ini dalam qiraah kita Al-Qur'an wayaraka
wa alihatak ya. Ee
namun dalam qiraah yang lain, dalam
qiraah lain ini dibaca dengan
wailahatak ya
wailahataka
ya.
Jadi atau kita tulisannya belum begitu.
Wailahataka
waila
hataka ya.
Jadi Musa ee dan pengikutnya
meninggalkan engkau dan meninggalkan
peribadatan kepadamu, tidak menyembahmu,
peribadatan kepadamu.
Perhatikan di sini ilahatak artinya iba
ibadatak. Jadi ilaha sama dengan
ibadataka yaitu menyembahmu. Sehingga
kini menguatkan bahwasanya ilah itu
artinya ilaha maksudnya iba ibadah ya.
Al-ilah maksudnya yang di yang disembah.
Ini contoh ya. Ini contoh bahwasanya
ilah maknanya yang disembah. Dalil
berikutnya seperti saya carikan lagi
seperti dalam surah Al-Qur'an
dalam surah Al-An'am ini yang kedua
dalil kedua. Firman Allah. Bandingkan
firman Allah
pertama dalam Qur'an surah ee Al-An'am
ayat 3
ya. Saya tuliskan ayatnya. Wahuallahu
fis samawati wafil ard. Perhatikan
ayatnya.
Wahu
fis samawati wafil ard.
Dialah Allah di langit dan di bumi.
Kemudian bandingkan lagi dengan firman
Allah.
Quran surah Azzukhruf.
Zukhruf ayat ke 84.
Kata Allah Subhanahu wa taala dalam ayat
surah Zuhra ayat 84 kata Allah,
"Wahualladzi fisama ilahun wafil ardhi
ilahun." Wahualladzi
fisama
ilahun wafil ardhi ilahun. Ya.
Bab.
Di ayat pertama perhatikan kata Allah,
"Dialah Allah, dialah Allah di langit
dan juga Allah di bumi." Apa maknanya
dialah Allah di langit dan dia Allah di
bumi? Ternyata ditafsirkan dalam ayat
yang lain, wah wahualladzi fisama lahun.
Dialah di langit yang disembah dan di
bumi juga disembah. Berarti Allah itu
maknanya sama dengan ilah. Perhatikan
sama maknanya apa? Alilah.
ini menguatkan bahwasanya Allah itu
maknanya makluh yang di yang disembah.
Kemudian juga kita ambilkan dari dalil
berikutnya tafsir perkataan Ibnu Abbas,
tafsiran Ibnu Abbas yang tentu yang
lebih tahu ya. Ibnu Abbas
kata Ibnu Abbas rahimahullahu taala kata
beliau, "Allahu
duzu al-uluhiyah
wal ma'budiyah
al khalqi ajmain.
ini diriwayatkan
oleh ee at- Thaabari dalam tafsirnya ya.
Ya, dalam surah at-Thabari kata kata
Ibnu Abbas ketika menafsirkan apa itu
Allah, maka Ibnu Abbas ketika
menafsirkan Allah dia tafsirkan kepada
makna peribadatan. Kata dia, "Allah
adalah sang pemilik peribadatan dan yang
sang berhak disembah."
Sang pemilik,
pemilik atau yang berhak pemilik
peribadatan
yaitu hanya Allah yang berhak untuk
disembah. Wal ma'budiyah yaitu yang
disembah.
Diembah
atas seluruh makhluknya.
Atas seluruh makhluk.
Jadi maksud saya ketika Ibnu Abbas
menafsirkan Allah, dia tidak mengatakan
Allah itu pencipta. Allah itu pemberi
rezeki gak? Tapi dia menafsirkan Allah
itu adalah yang berhak untuk disembah.
Ini kita bicara makna spesifik ya. Benar
Allah mencipta, Allah memberi rezeki,
tapi kita bicara makna spesifik Allah
itu apa sih? Secara bahasa Allah itu
adalah yang berhak di disembah. Paham,
Ibu maksud saya?
Kemudian ayat-ayat juga sama. Ayat-ayat
saya bacakan ayat lain ya. Ketika para
nabi menyeru kepada tentang Allah,
mereka bicara tentang peribadatan ya.
Ayat-ayat mengisyaratkan akan hal ini.
Ayat-ayat meng
isyaratkan
keterkaitan
ibadah
dan nama Allah.
Contoh kata Allah waain akhum hudan q
yaiudullaha
maakum min ilahin giriruh. Para nabi
berkata
udullaha
maum min ilahin giriruhu. Ya, perhatikan
ini. Ini dikatakan oleh Ad, oleh Saleh.
Banyak Nabi mengatakan dengan kalimat
yang sama. Sembahlah Allah semata.
Perhatikan
kata mereka, "Sembahlah Allah. Tidak ada
bagi kalian sesembahan selain Allah."
Perhatikan. Digandengkan antara ibadah
dengan Allah. Pertama, ibadah Allah
dengan kalimat juga i ilah. Sembahlah
Allah. Tidak ada sembahan selain Allah.
Jadi dalil semua menunjukkan bahwasanya
Allah artinya alm'bud yang berhak untuk
disembah.
Makanya lailahaillallah artinya tidak
ada yang berhak disembah kecuali Allah.
Kecuali Allah. Dia satu-satunya al Allah
almaud yang berhak disembah. Selain
Allah tidak berhak untuk disembah.
Sampai sini paham, Ibu-ibu?
Tapi kita lupa tadi enggak ada ujian ya,
Bapak-bapak.
Pertemuan ah tahun depan aja baru ujian.
Masyaallah 2026 ya. Oke. Mau gimana lagi
ya?
Bikin ujian biar kita murajaah ya.
bikin tim satu bikin ujian ya bikin
ujian tapi kunci jawabannya enggak boleh
tahu ya
Tib sudah Ibu-ibu.
Ini dalil-dalil bahwasanya
baik dari Al-Qur'an maupun dari
perkataan para sahabat ya bahwasanya
Allah artinya makbud. Adapun secara
bahasa sudah disebut dari ahli bahasa
Arab tadi dari kamus-kamus bahasa Arab.
Tayib. Sekarang ee
penafsiran yang salah ya. Makanya
keterkaitan ya keterkaitan pembahasan
pembahasan
dengan kalimat lailaha
illallah. Lailahaillallah.
Kalau versi ahlus makna yang benar,
perhatikan makna yang benar
sebagaimana lalu,
telah lalu.
Lailahaillallah
bab kita bilang tadi al-ilah maknanya
apa?
Tidak ada yang berhak disembah kecuali
siapa? Al-ilah maksudnya ya yang
disembah.
Sehingga kalahallah artinya tidak ada
yang berhak disembah kecuali siapa?
Allah. Ini makna yang benar. Sekarang
makna yang keliru. Dua, makna yang
keliru.
Makna yang keliru atau kurang. Bukannya
keliru, tapi dia kurang. Tidak tepat.
Kurang tepat.
Ketika ilah misalnya mereka mengatakan
alilah sama maknanya adalah qadirun
alal ikhtira
ya makna yang keliru kurang tepat ilah
maknanya menurut mereka artinya yang
mampu untuk mencipta
mereka mencatatakan misalnya
ee Al-Wahidi mengatakan ee apa namanya
alqadir ala
yang mampu untuk mencipta. Kalau kita
artikan ilah maknanya yang mampu untuk
mencipta maka laillah artinya apa?
Lailahaillallah
maknanya tidak ada yang mencipta kecuali
siapa? Allah. Tidak ada yang mampu
untuk mencipta kecuali Allah.
Apa konsekuensinya? Konsekuensinya ini
konsekuensi.
Kalau ada yang menyembah selain Allah,
kita bilang musyrik. Lailahaillallah
batal.
Kalau ada yang beribadah kepada selain
Allah,
kepada selain Allah,
maka lailahaillallahnya batal. Maka
batallah.
Batallah lailahaillallahnya.
Paham?
Contoh, ada yang meny berdoa kepada
mayat. Berdoa kepada mayat ibadah
lailahaillallahnya batal. Ada yang
menyembelih untuk jin berarti batal.
Lailahaillallahnya batal. Karena
menyembelih adalah iba ibadah. Paham?
Contoh
ibadah
dengan menyembelih kepada jin.
Kepada jin. Menyembelih ibadah atau
bukan? Ibadah. Makanya kita ee ketika
Idul Adha kita menyembelih. Ketika kita
hajian kita menyembelih.
Ini ibadah. Ketika dia nyembelih kepada
selain Allah maka dia musyrik.
Lailahaallahnya batal. Contoh berdoa
meminta kepada mayat. Kepada jin dan
mayat.
Jin dan ma mayat ini juga sama.
Lailahaallahnya batal.
Lailahaillallahnya batal. Meskipun
mereka meyakini pencipta hanya Allah.
Meskipun
meyakini pencipta hanya sama adalah Al
pencipta hanyalah Allah.
Ya. Kalau mereka ternyata beribadah
kepada Allah maka mereka musyrik karena
mereka melanggar lailahaillallah.
Meskipun mereka meyakini pencipta hanya
Allah. Orang Yahudi emang mereka
meyakini ada pencipta selain Allah.
Enggak. Mereka bilang pencipta adalah
Allah.
Sama orang-orang yang apa namanya? E
orang Nasra juga bilang yang mencipta
siapa? Allah.
Orang Nasra tidak bilang Yesus mencipta.
Mereka bilang mencipta siapa? Allah. Ya.
Orang-orang musyrikin Arab sama kalau
ditanya walain man khalaqamawat
ardqulunallah.
Kalau ditanya saya menciptakan lain dulu
kata mereka. Orang musyrikin tidak
pernah bilang Hubal mencipta, lata
mencipta, Uza tidak. Tidak pernah mereka
bilang begitu. Cuma mereka menyembah
Lata, Uza, Hubal, Manat. Mereka sembah
untuk mendekatkan diri mereka kepada
Allah. Tapi kalau ditanya siapa yang
mencipta? Kata mereka Allah. Paham ini?
Ini pembahasannya panjang. Beda ketika
kita makna kepada makna yang keliru.
Konsekuensinya ini konsekuensinya ya.
Konsekuensi.
Adapun konsekuensi kalau makna yang
salah,
jika ada yang syirik,
jika ada yang beribadah kepada selain
Allah,
ya, tetapi meyakini Allah, pencipta
hanyalah Allah.
meyakini
pencipta hanyalah Allah,
maka lailahaillallahnya tidak batal.
Maka
tidak batal lailahaillallah.
Batal lailaha
illallah. Bisa dipahami bedanya,
Ibu-ibu?
Ada orang pergi ke dukun, tapi dia
percaya pencipta hanya siapa? Allah.
Apakah batal ilallahnya? Enggak. Kalau
menurut makna yang sa salah, selama dia
meyakini pencipta hanya Allah, maka dia
tidak bisa dikatakan musyrik,
maka tidak bisa batal lailahahnya. Ada
orang percaya dukun, ada orang percaya
jimat, ada orang minta ke mayat-mayat,
ada orang minta ke jin, ada orang
nyembelih untuk jin, untuk siapapun
selama dia meyakini pencipta hanyalah
Allah, tidak bisa dikatakan tidak boleh
divonis musyrik karena laallnya tidak
batal. Nah, ini rawan. Makanya kalau
kita artikan dengan makna yang rawan,
yang salah, orang rawan terjerumus dalam
syirik dan dia tidak merasa melakukan
kesyirikan
dan itu salah. Yang benar
lailahaillallah maknanya tidak ada yang
berhak disembah kecuali Allah. Kapan
engkau memberikan ibadah kepada selain
Allah? Meskipun kau meyakini pencipta
hananyaalah Allah, maka kau telah
terjerumus dalam kesyirikan.
Paham, Ibu-ibu?
Paham benar enggak? Ini nanti lihat di
ujian ya.
Tib.
Ini adalah makna ee
lailahaillallah atau makna Allah ya.
Tib. Sekarang kita bahas tentang
kekhususan nama Allah Subhanahu wa
taala. Ini sudah
belum?
Sudah, Ibu-ibu? Sudah. Sekarang apa
keistimewaan nama Allah?
Nama
Allahu.
Allahu ya.
Allah ini istimewanya banyak ya.
Pertama ya di antaranya
paling banyak datang dalam Al-Qur'an.
Paling banyak disebut dalam Al-Qur'an.
Dalam Al-Qur'an
itu kalau enggak salah ada 2.697
kalau tidak salah disebut dalam
Al-Qur'an 2.000 lebih ya.
Ya, ketika dia paling banyak berarti dia
termasuk nama yang paling apa? Mu mulia.
Ya. Ya. Ini yang pertama. Yang kedua,
sebagian ulama mengatakan dialah
ismullahil a'zam. Sebagian ulama
berpendapat seperti Syirbini dan yang
lainnya. Sebagian ulama
berpendapat
itulah
ismullahi
al'azam. Yaitu nama Allah yang paling
agung.
Nama Allah teragung.
Nama Allah teragung. Ya, nama Allah
semua agung tapi ada yang teragung. Ada
khilaf sebenarnya ada beberapa ada
khilaf di kalangan para ulama meskipun
khilaf di kalangan ulama.
Ada kalau enggak salah ada 12 pendapat
atau 14 pendapat. Apa sih nama Allah
yang paling agung? Pendapat mengerucut
pada dua pendapat. Dua pendapat paling
kuat.
Pendapat paling kuat
yang pertama adalah Allah. Yang kedua
adalah alhayyul qayyum.
Alhyyu al qayyum.
Tib. Namun pendapat yang mengatakan
Allah ini cukup kuat karena Allah
mengatakan ismullahil a'zam idza duiya
bihi ajab. Siapa yang berdoa dengan
menyebut nama Allah ini Allah akan
kabulkan. Fi salatifi suar. Ada
disebutkan dalam tiga surah dalam
Al-Qur'an. Surah Albaqarah, surah Ali
Imran dan surah Thaha. Maka cuma dua
kemungkinan. Alhayyul Qayyum atau Al
Allah. Ya. Tib. Kita akan jelaskan
sehingga kenapa sebagian ulama
menafsirkan ismullahil a'zam nama Allah
tergung adalah Allah. Nanti kita
sebutkan pada poin berikutnya.
Yang ketiga. Yang ketiga ya. Allah
dikabarkan bukan mengkabarkan.
dikabarkan dengan nama Allah yang lain.
dikabarkan
dengan nama-nama Allah yang lain.
Nama-nama Allah yang lain. Bukan
sebaliknya.
Bukan sebaliknya.
Seperti saya mengatakan
Allahu arrahim. Apa bahasa artinya?
Allah dialah yang maha penya penyayang.
Saya katakan Allah
dialah yang maha penyayang.
J misalnya yang maha penyayang.
Saya tidak mungkin mengatakan, tidak
boleh saya mengatakan arrahim huallah.
Arrahim Allah yang maha penyayal Allah.
Ini keliru ya. Jadi Allah yang
dikabarkan dengan nama-nama Allah yang
banyak dengan Allah yang dalilnya apa?
Seperti dalam surat Al-Hasyr.
Huallahulladzi la ilahailla hu alimul
ghaibi wasyahadah huarahmanurrahim.
dalam surat Al-Hasyr. Coba Ibu buka
Al-Hasyr.
Al-Hasyr itu surat ke
surah ke-59.
Surat ke-59
terakhir. Bagian terakhir
ya dari ayat ke-22.
Ayat ke-22
saya bacakan ya. Lihat sudah buka semua.
Surat Al-Asir 22. Kata Allah, "Huallah,
dialah Allah alladzi la ilaha illa huu."
Jadi semuanya penggembaran tentang
siapa? Alah. Dialah Allah yang tidak ada
yang ber beremb berhak disembah kecuali
Allah. Kemudian Allah itu siapa lagi?
Alimul ghaibi wasyahadah. Dialah yang
tahu yang gaib maupun yang nampak. Siapa
lagi dia? Huarrahmanurrahim. Dialah yang
maha penyayang lagi maha pengasih.
Semuanya pengkabaran tentang siapa?
Allah. Jadi Allah dikabarkan
huallah. Ulangi lagi. Huwallahulladzi la
ilahaillahu. Dialah Allah yang tidak
berhak semembah kecuali Dia almalik.
Dialah sang maharaja, al-quus yang maha
suci, assalam yang memberi keselamatan,
almukmin dan seterusnya, Muhaiminul Aziz
dan seterusnya. Subhanallah amma
yusyrikun. Kemudian lanjutkan lagi.
Huallahu alkaliqul bariul musir. Dialah
yang mencipta, dialah yang membentuk,
dialah yang dan seterusnya. Ya, jadi
Allah yang dika dikabarkan bukan Allah
untuk mengkabarkan. Paham, Ibu-ibu? Nah,
ini di antara keistimewaan nama Allah.
Paham tidak, Ibu-ibu? Paham. Kita
lanjutkan yang berikutnya. Keistimewaan
yang keempat.
Keempat bahwasanya semua nama
nama Allah yang lain, semua nama Allah
yang lain kembali kepada Allah.
Kembali kepada Al.
Ya. Kembali kepada Allah Subhanahu wa
taala. Ya
Allah berfirman, "Walillahil asmau al
husna." Walillahi al asmau alhusna. Apa
artinya? Milik Allahlah nama-nama
nama asmaul husna. Jadi milik Allahlah
asmaul hus husna. Berarti semua asmaul
husna kembali kepada Allah subhanahu wa
taala. Dalam ayat yang lain juga
mengatakan la ilaha illa hua lahul
asmaul hus dalam surah Thaha. La
ilahailla
hua lahul asmaul husna.
Di Quran surah Thaha ayat ke-8 kata
Allah sini lahu milik Allahlah asmaul
husna. La ilahailla hua lahul asmaul
husna. J semua nama Allah kembali kepada
siapa? Allah. Semua nama Allah untuk
menjelaskan hakikat Allah Subhanahu wa
taala. Dari sini yang menguatkan
bahwasanya Allah adalah ismullahil
a'zam. Inilah yang menjadikan ee kenapa
dikatakan Allah adalah nama Allah yang
teragung. Karena semua nama Allah
kembali kepada siapa? Allah. Pendapat
kedua yang dimaksud dengan nama Allah
yang agung ini pendapat Syekh Utsimin
rahimahullah pendapat ulama alhayyu
alqayyum. Kenapa alhhayyul Qayyum?
Karena nama alhayu semua
nama-nama Allah
yang terkait dengan sifat zatiah kembali
kepada nama ini. Dengan sifat zatiah
kembali kepada al-Hayyu
yang maha hidup. Kemudian alqayyum.
Semua nama-nama Allah.
Nama-nama Allah.
terkait dengan sifat fi'liah.
Sifat fi'liah
kembali kepada kembali kepada al-qayyum
kepada al-qayyum. Maksudnya gimana,
Ibu-ibu? Allah disifati alhayyu
alqayyum. Perhatikan ayatnya seperti
dalam ayat kursi. Allahu la ilaha illa
huwal hayyul qayyum. La takudatu w naum
lahuma f dan seterusnya. Alhyu artinya
maha hidup. Maha hidup apa sifat-sifat
zatiah? Sifat-sifatah itu sifat yang
terkait dengan zat Allah. Kesempurnaan
zat Allah tidak pernah lepas dari zat
Allah. Contoh maha melihat, maha
mendengar, maha berbicara,
maha kuat, ya maha berkuasa. Ini namanya
sifat-sifat zatiah. Itu kembali kepada
kesempurnaan kehidupan Allah. Apa apa
bukti bahwasanya Allah maha hidup? Maha
hidup berarti dia punya sifat-sifat yang
sempurna. Kalau dia maha hidup berarti
dia maha meli melihat. Kalau dia
benar-benar hidup kalau ada orang hidup
ada makhluk hidup tidak melihat hidupnya
kurang sempurna. Karena dia mah hidup
maka dia mah mendengar. Kalau ada
makhluk pendengarannya kurang berarti
dia tidak sempurna. Hidupnya tidak
sempurna. Kemudian dia juga maha kuasa,
maha kuat. Ini semua menunjukkan
kesempurnaan
zat Allah. Maka semua sifat zatiah
kembali kepada nama alyu.
Alqayyum maknanya apa? Yang Maha Tegak
dan yang maha menegakkan yang lain. Maha
Maha Tegak sendiri dan juga maha
menegakkan yang artinya maha mengurusi
makhluknya. Maka semua sifat fi'liah
terkait dengan perbuatan Allah kepada
hamba, interaksi Allah kepada hamba
kembali kepada alqayyum. Dialah maha
memberi rezeki, dia yang menghidupkan,
dia yang mematikan, dia yang mengatur
dia. Ini semua kembali kepada makna alq
qayyum. Sehingga nama-nama Allah kalau
kita klasifikasikan bisa menjadi dua.
Nama-nama Allah terkait sifat zatiah
kembali kepada alha alhayyu makudnya
maha mendengar, maha melihat, maha kuat,
maha kuasa, maha ini semua kembali
kepada nama alhayyu. Jadi alhayyu itu
disyarah dengan nama-nama terkait sifat
zatiah. Nama-nama Allah semua yang
terkait dengan interaksi Allah dengan
makhluk. Maha mengampuni, maha
menghidupkan, maha mematikan, maha
mengatur, maha semuanya Allah kerjakan.
Maka ini kembali kepada alqay alqayyum.
Sehingga seluruh nama Allah terbagi
menjadi dua. Yang terkait dengan sifat
zatiah kembali kepada alhayyu. Kembali
yang terkait sifat fi'liah kembali
kepada alq alqayyum. Dan semuanya
baik zatiah maupun fi'iah kembali kepada
Al Allah. Maka Allah lebih agung.
Paham ibu-ibu?
Atau saya ulangi lagi,
maka kalau kita katakan, maka nama Allah
adalah sumber seluruh nama Asmaul Hus
husna. Ya, jadi Allah itu sumber seluruh
nama-nama Asmaul Husna.
P, Ibu, kita masih lanjut. Ini
keistimewaan ee keempat. Sudah, Ibu-ibu,
Bapak-bapak sudah. Baik, kita lanjut.
Silakan.
Yang berikutnya yang ktestiman yang
kelima
ke istimewaan.
Allah.
Yang kelima,
tidak boleh bernama dengan Allah kecuali
hanya Allah. Tidak boleh
bernama
dengan nama tersebut kecuali hanya
Allah.
Kecuali hanya Allah.
Adapun nama-nama lain bisa diitlakkan
kepada manusia. Adapun nama-nama lain
bisa
disematkan ke manusia.
Ke manusia.
Contoh-contoh alqawi. Allah maha kuat
ya. Tapi kita juga bilang Nabi Musa
qawiyun. Amin. Nabi Musa apa? Qawiyun.
Ini ini maha kuat.
Ini juga ku kuat. Ini maksudnya adalah
Allah dalam Al-Qur'an.
Innallaha laqawiyun aziz. Kalau ini mu
mu mu Musa Musa qawiyun amin. Allah
sebutkan ya contoh ini arrahim misalnya
arrahim Allah arrahmanur rahim. Ternyata
Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam
juga disifati dengan rahim. Ya q laq
jaakum rasulun min anfusikum azizun
alaihi maitum harun alikum bil mukminina
rfurah rahim. Nabi Muhammad juga disebut
dengan apa? Rahim. Ini Allah.
Ini apa? Rasul. Rasulullah. Tentu
meskipun sama penyebutan tapi levelnya
jauh berbeda.
Kita bisa bilang ibu saya rahim, bapak
saya rahim. Bapak saya sangat sayang
sama saya. Tapi tentu kasih sayang Allah
berbeda. Tapi boleh digunakan sama-sama
rahim.
Ya. Dan banyak nama-nama seperti itu ya.
Rauf juga Allah namanya arrauf, tapi
rauf juga Rasulullah disifati dengan
rauf ya.
Jabbar. Aljabbar. Allah maha. Tapi ada
juga orang yang zalim disebut dengan
apa? Jabbar. Karena tidak pada
tempatnya. Allah almutakabbir. Manusia
juga disebut dengan mutakabbir tapi
dalam rangka untuk dicela. Kalau Allah
almutakabbir yang maha sombong karena
dia berhak untuk sombong. Kalau manusia
almutakabbir maksudnya untuk di dicela
ya.
Alkhaaliq. Alkhaliq juga alkhaliq hanya
Allah yang mencipta. Tapi kalau alkhaliq
maknanya muqaddir maka makhluk juga
disebut khaliq. Seperti ee apa namanya?
Tabarakallahu ahsanul khaliqin. Dialah
Allah yang paling terbaik takdirnya.
Jadi khaliq bisa maknanya mencipta.
Ikhtira bisa maknanya takdir. Tapi kalau
Allah hanya buat siapa? Allah. Tidak
boleh yang lain disebut dengan Al Allah.
Maka ini spesial nama Allah. Paham,
Ibu-ibu?
Keistimewaan yang keenam. Jika diseru
jika nama-nama Allah ini jika nama-nama
Allah yang lain
digunakan untuk doa, diseru dalam doa,
maka alif lamnya dihilangkan. Maka alif
lamnya dihilangkan.
Perhatikan
Allah namanya arrahman arrahim. Nama
Allah. Perhatikan nama Allah. Contoh
Arrahman.
Tapi kalau kita kalau kita berdoa kita
bilang kalau kita doa
kita bilang ya Rahman.
Kita bilang ya rahman. Lihat alif
lam-nya hilang. Perhatikan.
Ya Rahman,
ya Rahim. Bukan ya Rahim salah.
Bukan ya Rahman salah. Kalau bahasa Arab
salah gitu. Jadi alif lamnya hilang.
Tapi kalau Allah tetap ya Allah. Ya
Allah tetap apa ya Allah. Bisa paham
kalau kita bilang Allah ya qawi. Bukan
kita bilang yal qawi. Ya alqawi. Keliru
dalam bahasa Arab. Alif lamnya harus
dihilangin. Ya qawi. Ya aziz ya gfar. Ya
Rahman, ya Rahim. Alif lamnya hilangin.
Kalau kita sedang menyeru kepada Allah.
Adapun Allah tidak. Adapun Allah tetap.
Adapun Allah tetap kita bilang ya a
Allah. Ya Allah ini juga bisa dikatakan
dengan allahumma.
Ini maknanya sama. Allahumma sama dengan
ya Allah.
Allahuma sama dengan ya Allah. Yang
mengatakan sebagai khilaf di kalangan
para ulama. Allahuma ini asalnya apa?
Khilaf.
Ada yang mengatakan Allahumma
berasal dari ya Allah.
Asalnya adalah ya Allah.
Ini pendapat ini pendapat yang cukup
kuat. Allahumma ya Allah hum. Mimnya
pengganti dari ya berubah jadi
Allahumma.
Dalam bahasa Arab bisa dirubah seperti
itu. Jadi ya Allah ya pindahin ke
belakang jadi Allahum Allahuma. Ini
pendapat pertama. Pendapat kedua,
Allahumma. Allahumma itu berhasil ya ee
Allah umma
Allahumma dari
Allaha umma maksudnya Allah uksudna ya
Allah
bertujulah kepada kami. Maknanya Allah
bertujulah kepada kepada kami. Jadi
Allah umma tapi ketika dibaca cepat jadi
Allahum Allahumma umma itu maksudnya
uksud bertujulah kepada kami. itu. Ya
Allah, kalau bahasa kita, "Ya Allah,
fokuslah kepadaku."
Fokuslah ke kepadaku. Ini ada dua
pendapat.
Apakah Allahumma dari ya Allah ataukah
allahuma dari Allahu umma?
Tib. Kekhususan berikutnya
tujuh.
Rata-rata zikir ada nama Allah ya.
Mayoritas zikir
terkait dengan nama Allah.
Contoh-contoh apa nama zikir sebenarnya
sebenarnya? Subhanal Allah wabihamdihi.
Subhanallah ada Allahnya.
La haula wala quwwata illa billah. La
haula la haula
wala quwwata illa billah. Contoh apalagi
zikir misalnya lailahaillallah wahdahu
la syarikah. Lailahaillallahu
wahdah syarika lahul mulk wam kulliin
qodir.
Ya lailaha e lailaha anta seb enggak ada
yang banyak yang zikir pakai Allah.
Apalagi misalnya
astagfirullah. Apalagi
alhamdulillah.
Alhamdulillah, Subhanallah, Allahu
Akbar. Ya, rata-rata ada Allah. Jadi,
rata-rata zikir adalah Allah. Dan Allah
berkata, "Ala bizikrillahi tatmainnul
qulub." Kecuali tidak e ketahuilah
dengan mengingat Allah maka hati menjadi
tenang. Hati menjadi tenang.
Hm.
Kemudian salat tidak sah kecuali pakai
Allah. Takbiratul ihram harus pakai Al
Allah. Pendapat mayoritas ya,
takbiratul ihram harus pakai Allah.
Tidak boleh arrahmanu akbar. Gak boleh.
Takbiratul ihram
dalam salat harus pakai Al Allah. Yaitu
apa?
Allahu Akbar.
Ini benar. Adapun
arrahmanu Akbar ini sa salah. Ini salah.
Gak boleh arrahmanu akbar, alqawiyu
akbar, arrahimu akbar. Enggak boleh.
Harus Allahu Akbar.
Tayib.
Ini adalah ee keistimewaan kalimat atau
nama Allah. Apa yang apa namanya? Faedah
kita beriman dengan atau memahami makna
Allah.
Agar kita apa faedah ini? Sudah, Ibu-ibu
sudah ya. Faedah mengenali makna lail
Allah. Faedah
mengenali
makna Allah.
Di antara faedahnya, Ibu-ibu, agar tidak
syirik. Agar tidak apa? Syirik.
Orang banyak gara-gara tidak tahu makna
Allah, akhirnya mereka syirik dan mereka
masih merasa muslim meskipun dia yang
penting selama meyakini Allah pencipta
satunya muslim menurut dia begitu.
Sehingga dia mau bikin apa saja saya
masih muslim. Namanya kafir itu kalau
meyakini ada pencipta selain Allah.
Padahal tidak. Yang benar namanya syirik
itu beribadah kepada selain Allah. Kapan
seorang beribadah kepada selain Allah
maka dia musyrik.
Kalau sudah syirik, maka tidak akan
selamat di akhirat. Ada kisah ee menarik
tentang Ibrahim Alaih Salam. Ibrahim
Alaih Salam dari Abu Hurairah. Saya
bacakan hadisnya dari Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Qala yalqo Ibrahimu
abahu Azar yaumalqiamah. Pada hari
kiamat Ibrahim bertemu dengan bapaknya
Azar. Bapaknya Ibrahim siapa namanya?
Azar itu bapaknya ya. Jangan bilang itu
pamannya itu apa? Bapak bapaknya.
Nanti Nabi Nuh bilang anaknya ya bunayah
katanya ponakannya.
Nanti Rasulullah mengatakan ini katanya
pamannya Nabi ya. Jadi kalau bilang ayah
ya ayah ya. Dan dalam Al-Qur'an waqala
Ibrahimu liabihi Azar. Ketika Ibrahim
berkata kepada ayahnya Azar dan Nabi dan
Allah Nabi Ibrahim berkata, "Ya abati
lima tabudu ma yasma wahai ayahanda."
Dan bilang ayah ayah di sini maksudnya
paman. Memang secara bahasa terkadang
ayah maksudnya pa paman. Tapi ayat
dalil-dalil menunjukkan ini benar-benar
ayahnya. Kalau pamannya ngapain dia
sibuk dengan pamannya? Justru sedih
ketika itu adalah bapak bapaknya. Tayb.
Karena orang tidak ada sebagian orang
Syiah mereka mengatakan namanya Nabi
tidak boleh asalnya kafir tidak boleh
bawahnya kafir. Orang Syiah mengatakan
kalau seorang nabi tidak boleh dari
keturunan kafir dan tidak boleh punya
keturunan ka kafir. Seakan-akan nabi itu
harus berasal dari yang muslim dan
keturunannya pasti mus muslim. Itu tidak
benar. Ibrahim bapaknya kafir. Nuh
anaknya kafir atau tidak kafir? J mereka
yang mengatakan kami ahlul bait pasti
selamat pasti muslim itu omong kosong.
kosong ya gak ada gak ada seperti itu
gak ada jaminan Allah berfirman tentang
Nabi Ibrahim dan Ishak kata Allah wokna
alaihi wa Ishak kami berkahi Ibrahim dan
kepada Ishak anaknya
wamriyatihimaatihima
muhsinun wimun linafsih mubin dan dari
keturunan keduanya ada yang muhsin yang
baik ada yang zalim ada yang kafir.
Bukankah Yahudi semua ngaku keturunan
Ibrahim dan keturunan Isak, keturunan
Yakub. Yahudi kafir atau enggak kafir.
Berarti tidak, tidak, tidak harus
namanya keturunan Nabi pasti selamat.
Gak harus.
Bukankah Quraisy keturunan Ismail? Semua
Quraisy, Abu Jahal, Abu Lahab semua
keturunan siapa? Ismail. Ya, maka mereka
kafir. Ya, oleh karenanya bisa jadi Nabi
punya keturunan yang kafir dan bisa Nabi
punya bapak yang kafir. Contohnya
Ibrahim.
Adapun dalam hadis bahwasanya saya
bersumber dari suci ke suci ke suci
maksudnya nabi bukan keturunan pezina.
Nabi bukan keturunan apa? Bezina. Ya.
Sementara kakek Nabi Abdul Muthalib
Abdul Muthalib penyembah berhala.
Waktu Abu Thalib mau masuk Islam Nabi
bilang ucapkan lailahallah. Kata Abu
Jahal,
Abdul Muthalib, "Kau benci dengan agama
bapakmu Abd Abu apa? Abdul Muthalib."
Karena Abu Thalib penyembah berhala.
Jadi agar tidak syirik. Lihatlah
bagaimana kehinaan kesyirikan. Bahkan
Ibrahim pun tidak bisa menyelamatkan
bapaknya pada hari kiamat kelak. Yalqo
Ibrahimu abahu Azar. Ibrahim ketemu
dengan bapaknya Azar yaumalqiamah. Waa
wajhi Azar qataratun faratun ghabar. Di
atas wajah ayahnya kehinaan ya dan
kegelapan. Gelap dan hitam wajahnya. Fqu
lahu Ibrahim. Maka Ibrahim nasihati
bapaknya di hari kiamat kelak. Ibrahim
berkata, "Eh, alam aklakaini." Wahai
ayahanda, bukankah saya bilang dulu di
dunia, "Jangan kau membangkang
kepadaku?" Yaitu Ibrahim sudah menas
dengan cara yang baik. Ya abadi lima
tabudu maasma wubir w
ya abadi laudi setan inah.
Dalam Al-Qur'an banyak Allah sebut dalam
surat dalam surat Maryam, "Wahai
ayahanda, kenapa kau menyembah sembahan
yang tidak melihat, tidak mendengar,
tidak ini, tidak ini? Jangan sembah
setan.
Saya kan sudah bilang, "Wahai ayahanda,
jangan maksiat kepadaku, membanggang
kepadaku." Fayqulu abuhu. Berkata
bapaknya, "Falyaumaik, hari ini aku
tidak akan membangkang engkau lagi."
Tobat. Kata bapaknya.
Ketika bapaknya sudah bertobat, Ibrahim
menghadap Allah. Kata Ibrahim, "Ya
Rabbi, innaka waaniun."
Ya Rabbku, bukankah kau telah berjanji
untuk tidak menghinakan aku pada hari
kiamat kelak? Di antara doa Nabi Ibrahim
wzini yaumun. Jangan kau hinakan aku
pada hari kebangkitan.
Abad kehinaan apa yang lebih hina
daripada bapakku ternyata jauh dariku.
Ternyata jauh dariku. Jauh dari rahmat
Allah Subhanahu wa taala. Maka Allah
berkata, "Ini" ada peraturan. Inni
haramtul jannata alal kafirin. Aku
haramkan surga bagi orang kafir di
antara musyrikin. Jangan sampai musyrik.
Suma yuqal. Kemudian Allah berkata, "Ya
Ibrahim,
ma tahta rijlaik." Wahai Ibrahim,
lihatlah di bawah kedua kakimu. Fayur
Ibrahim lihat ternyata bapaknya sudah
dirubah. Faidza hua bidikhin
multikhin.
Yaitu daba. Daba itu apa? Bahasa tadi
saya baru lihat di
apa namanya? Bahasa bahasa Indonesianya
hewan. Hewan
apa? Haina. Apa? Hania. Apa? Hina. Hina
yang anjing kayak anjing tuh. Ah, itu
namanya daba bahasa Arab
apa namanya? Hain. Namanya indah ya.
Haina. Padahal ngeri.
Saya kemarin waktu ke anu saya lihat
langsung ya di kebun binatang ya.
Aina di kebun binatang luar negeri
maksudnya bukan di sini. Tayib. Maka ee
maka kata Ibrahim tiba-tiba kata Allah
lihatlah ke bawah fayanur faidza hua
bidikin mulin
tiba-tiba melihat ayahnya penuh dengan
kotoran dengan sudah berubah jadi bentuk
apa hewan maka Ibrahim pun jadi jijik
tidak pengin lagi minta tolong buat apa
ayahnya biqimii fayulqo finar maka
diambillah kaki-kakinya lemparkan ke
neraka Maka hadis riwayat Bukhari.
Maksud saya kalau sudah musyrik repot,
enggak ada yang bisa menyelamatkan. Maka
ingatlah Allah, Allah. Kalau kita bilang
Allah kita ingat yang berhak disembah
hanyalah siapa? Allah Subhanahu wa
taala. Ya. Ketika kita tahu Allah
maknanya adalah Allah yang berhak
disembah, kita selalu kembali kepada
Allah.
Kembali kepada Allah. Saya bacakan
perkataan Ibnu Qayim rahimahullahu taala
berkata
agasu bidunya. Kalau orang-orang merasa
cukup dengan dunia fastagni anta billah
maka cukup engkau merasa cukup dengan
Allah. Kalau orang hanya bisa cukup
kalau dunia banyak kau merasa cukuplah
dengan Allah. Selama engkau bersama
Allah hendaknya kau merasa cukup.
Wahaasu bidunya kalau orang gembira
dengan dunia fafrh anta billah. Maka
gembiralah engkau dengan Allah. Wa anasu
biahbim biahibbaihim
anta billah. Kalau orang baru merasa
bahagia kalau ketemu dengan
kekasih-kekasihnya, hendaknya engkau
belajar untuk bahagia ketika bersama
Allah. Baca Quran merasa bahagia salat
malam merasa bahagia. Ya bahagia dengan
orang tapi berusahalah belajar bahagia
dengan Allah. Waahabasanasu mulukim
waimunahum
rizq. Kalau kau lihat orang-orang pergi
kepada raja-raja, kepada
pembesar-pembesar mereka, kepada orang
kaya minta rezeki wawaddaduna ilim dan
mereka ingin cari muka di hadapan
raja-raja tersebut, fatawaddat anta
ilallah. Maka engkauah berusaha
mendekati, cari muka kepada siapa?
Allah.
Walidalika ja fil hadis. Karena datang
dalam hadis, idalta fasalillah. Kalau
kau minta mintalah kepada Allah.
Waantanta fastain billah. Jika kau minta
pertolongan, mintalah pertolongan kepada
Allah. Ya. Maka ini menjadikan seorang
selalu kembali kepada Allah. Menjadikan
orang selalu bahagia. Menjadikan bahagia
tadi kata Allah Subhanahu wa taala, "Ala
bidikrillahi tatminul qulub." Ala
bidikrillahi
tatmainnul qulub.
Dalam surat Arraad kata Allah Subhanahu
wa taala, "Alladzina amanu
tatmainubikrillah
ala bikrillahulub." Ketahuilah dengan
orang-orang yang beriman dan mereka hati
mereka tenang karena mengingat Allah,
maka ketahuilah dengan mengingat Allah
hatimu akan tenang. Bandingkan ya dengan
orang-orang yang tidak kembali kepada
Allah Subhanahu wa taala. Ada masalah
mereka pergi ke kuburan, ada masalah
hati mereka bergantung kepada makhluk,
berharap kepada makhluk. Jadilah hati
mereka porak-poranda.
Mereka bergantung kepada dunia ya
sehingga hati mereka menjadi kacau balau
ya. Dan demikianlah orang yang jauh dari
Allah Subhanahu wa taala. Bab ini
mungkin yang bisa saya sampaikan Ibu
dirahmati Allah Subhanahu wa taala.
Demikian wabillahi taufik hidayah.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.