Transcript
UREtI023rVI • Syarah Al Asma Al Husna #3: Nama 'Allah'
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2666_UREtI023rVI.txt
Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu ala taufiqihi wamtinani ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuim. Wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh daila ridwan. Allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwani. Hadirin hadirat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Pada kesempat kali ini kita akan masuk pada penjelasan nama-nama Allah. Dan nama yang pertama yang akan kita bahas adalah nama Allah. Allah. Ya Allah secara bahasa disepakati oleh ee atau dijelaskan oleh para ulama di antaranya disebutkan oleh para ahli bahasa seperti Al-Azhari ya yang wafat pada tahun 370 Hijriah dalam kitab Tahdibul Lughah dia mengatakan bahwa Allah itu dari al-ilah. Jadi Allah itu asalnya dari al-ilah. Al-ilah yang artinya yang maha diibadahi. Ya, maha diibadahi. Jadi ee ilah ilahun dimasukin dengan alif lam. Alif lam takrif. L takrif. Ee kalau kita seperti kita bilang rajulun bahasa Arab artinya lelaki. Tetapi kalau kita bilang arrajulu artinya sang lelaki. Ini namanya ada dipasang alif lam untuk diketahui maksudnya itulah kalau bahasa Arab kita bilang rajulun artinya seorang lelaki. Tapi kalau saya tambah alif lam di depannya namanya alif lafli takrif. Arrajulu artinya sang lelaki yaitu yang diketahui. Ketika alif lam tambah ilah maka menjadi al ilahu. Al ilahu. Ilahu. Namun ee orang Arab mereka sulit atau biasanya mereka menghilangkan hamzah alilahu. Jadi hamzahnya ya dihilangin jadi menjadi a alilahu. Jadi jadi alilahu alilahu alilahu. Ketika ada dua lam berturutan di sini lam yang kasrah dengan lam yang fathah. Dua lam berturutan. Maka diidgamkan, diidgamkan menjadi Allah. Jadi Allah ini asalnya ini disebut oleh Al-Azhari ahli bahasa dalam kitab Tahibul Lughah ee buku kamusnya jilid 6 halaman 22 sampai 223. Ee sehingga dia mengatakan bahwasanya ee Allah berasal dari alilah. Ya, demikian juga. Jadi ini dikatakan oleh Azhari sebagaimana dijelaskan oleh Azhari yang mengatakan demikian adalah Al-Azhari. Azhar ini ulama bahasa wafat tahun 370 Hijriah. dalam kitabnya Tahzibul Lughah, kitabnya Tahzibul Lughah. Kemudian juga dikatakan juga oleh ahli bahasa yang lain yaitu Aljauhari ya. Aljauhari. A Jauhari juga adalah ahli bahasa. ee yang wafat 3 393 Hijriah ya. Ini wafat 393 Hijriah. Beliau berkata bahwasanya waminhu quluna Allah asluhu ilahun ala fi'al. Jadi dia mengatakan Allah asalnya dari ilah. Ini beliau sebutkan dalam kitabnya Asshah. Dalam kitabnya Asshah ya. atau assihah ada dua bisa dibaca dua-dua. Asihah itu pada ee jilid ee kitab Asihah ya. Demikian juga ini disebut oleh Ibnu Faris ya. Ibnu Faris. Ibnu Faris dalam kitabnya Mujam Maqaisil Lugha. Ibnu Faris wafat 395. 395 Hijriah. Ya. Beliau berkata, "Wah taabud fal ilah Allah wasumya bidzalika liannahu ma'bud." Fal ilah Allah. Kata dia, "Allah adalah Allah." ini beliau sebutkan ee dalam kitabnya Mujama Qaisul Lughah jilid 1 halaman 12 7. Jadi saya ingin menjelaskan bahwasanya apa yang saya jelaskan ini bukan karangan saya, tapi ini adalah perkataan justru ahli-ahli kamus zaman terdahulu. Ada orang penulis kamus belakangan abad keelim, abad ke-6, abad keet7, abad ke-8 sampai abad ke-12 ini semuanya di abad keempat termasuk kamus-kamus terdahulu. Mereka menjelaskan bahwasanya Allah itu dari Ilah. Paham, Ibu-ibu? Jadi, saya ingin sampaikan bahwasanya Allah itu berasal dari kata al ilah. Nah, setelah kita tahu bahwasanya Allah berasal dari kata alilah, kita fokus apa makna sebenarnya makna al-ilah ini sudah, Ibu-ibu. Al-ilah. Jadi, ilahun. Sekarang kita sekarang kita bahas tentang ilahun. Ilahun. Ilahun itu ee wazannya fi'alun. Fi'alun. Dan ilahun itu dari fi'il. Dia berasal dari fi'il dari alaha. Alaha ya lahu. Alaha kemudian yau ilaha ilahatun ila hatun. Yang makna alaha yaahu ilaha ini sama dengan maknanya adalah abada. maknanya sama dengan abada ya'budu ibadatan yaitu beribadah maknanya beribadah itu makna dari alaha ee ya lahu ya alaha yau maknanya abada ibadatan adapun dalil akan ini bahwasanya alaha yau maknanya abada yaab'budu Abudu. Kenapa saya fokus bahas masalah makna bahasa ini? Karena nanti ada penyelewengan terkait dengan makna Allah. Maka kita harus tahu akar dari makna Allah sehingga kita bisa ee beribadah dengan nama tersebut dengan nama yang yang benar. Ya. Ya. Ini abada ya'budu ya. Jadi saya sebelum saya lanjutkan makna abada ya'budu, saya lanjutkan dulu. Ilah wazannya fi'al dan fi'al di sini maknanya adalah maf'ul. Maf'ul. Ibu-ibu ngerti gak? Ngerti kan? Enggak tahu bahasa Arab maf'ulun ya. Sehingga maknanya adalah ilah sama dengan makluh. Ilah itu berarti sama dengan maklu sama dengan ma'bud yang diibadahi. Kalau bahasa kita berarti yang diibadahi. Dan fi'al dengan makna maklu ini banyak. Fi'lal dengan makna maf'ul ini banyak. Ini contohnya banyak seperti firasy maknanya mafrus. Misalnya kitab fi'al maknanya maktub. ini dalam apa namanya dalam bahasa Arab banyak ya. Ya. Firas maksudnya yang di mafrus yang diduduki. Kitab maksudnya maktub yang tertulis sama dengan ilah maknanya makluh. Maklu artinya yang diibadahi. Maknanya yang diibadahi. Ini makna yang benar. Jadi ilah maknanya makbud. Kesimpulannya ilah maknanya makbud. Adapun dalil akan ini, ini sudah Ibu-ibu saya akan lanjutkan. Saya ulangi, Ibu-ibu, ini cerita ya. Jadi Allah, saya ulangi Allah itu berasal dari apa? Al ilah. Ya, yang bilang begini ulama semua al-Azhari, Aljauhari, Ibnu Faris ini semua ahli bahasa Arab yang hidup di abad keempat. Bahkan mereka punya kamus yang dipakai sampai sekarang. Mereka para ee orang-orang terdahulu yang menulis dalam kamus bahasa Arab sehingga keaslian keontentikan bahasa Arab masih sangat kental karena mereka di abad keempat. Tib. Kemudian al-ilah. Jadi asalnya alilah al itu litrif itu kalau kita bahas kalau kita bahasa Arab rajulun artinya seorang lelaki. Tapi kalau saya bilang arrajulu maksudnya sang lelaki. Kalau saya bilang rasulun tidak tertentu seorang rasul. Tapi kalau saya bilang ar rasul pakai alif lam. Ar rrasul maksudnya sang rasul yang kita ketahui bersama. Itu namanya alif lam lrif. Alif lam untuk menentukan orang tertentu. Sama kalau saya bilang ilah artinya yang diibadahi. Tapi kalau saya bilang alilah yaitu maksudnya yang jelas diibadahi. Maksudnya yang kita ketahui itu siapa? Al Allah. Maka namanya alif lam. Alif lam tambah ilah jadi alilah. Namun orang Arab sering menghilangkan hamzah karena berat mengucapkan alilah susah. Jadi mereka hilangkan hamzah. Jadi alilah alilah. Alilah. Ketika lam berdekatan bergab di berdekatan jadi diidgamkan jadi Allahu. Jangan bilang ini ngarangng ngarang. Ini bukan ngarang ya. Ini benar-benar dari ahli bahasa Arab. Karena kita tahu Allah dari ilah maka apa makna ilah? Ilah itu secara wazan dari alaha yau ilahatan. Maknanya abada ya'budu ibadatan. Akan kita sebutkan dalilnya. Ilah wazannya fi'al. Ilah fi'alun. Tapi fi'al di sini maknanya maf'ulun. seperti firasyun maknanya adalah mafrusun ya. Seperti firasy fi'al maknanya mafrusun yang didudukin ya. Misalnya kitabun maknanya maktubun yang ditulis sama ilah maknanya ma'budun yang diibadahi. Makluhun artinya yang diibadahi. Maknanya yang diibadahi. Kalau Allah berarti sang yang diibadahi. Dialah satu-satunya yang berhak untuk diibadahi. Sampai sini paham ibu-ibu? Tayib. Enggak paham juga enggak apa-apa. Tapi berusaha paham nanti bisa diulang biar paham. Bab sekarang kita sebut dalil. Dalil bahwasanya Allah maknanya adalah al-ma'bud yang diibadahi. Allah artinya alm'bud. Allah artinya ma almudu yang diibadahi. Dalil di antaranya adalah firman Allah Subhanahu wa taala ya. Pertama, firman Allah tentang Firaun, tentang ee perkataan kaumnya, perkataan kaum Firaun kepada Firaun tentang pernyataan pembesar, para pembesar Firaun, para pejabat kepada Firaun, kepada raja mereka Firaun. Kata kata mereka atadaru Musa eh apa kemudian kata wadar wahat dalam surat Ala'raf atar Musaidu ardi wahat dalam surat Ala'raf ayat 127 Tujuh. Jadi kata mereka, "Wahai Firaun, ya apakah kau meninggalkan Musa?" Atadaru Musa waahu dan pengikutnya liyufsidu fil ardhi. Sehingga mereka meninggalkan ee mereka melakukan di atas melakukan kerusakan di atas muka bumi. Kemudian kata mereka, "Waadaroka wa alihatak." Waalihatak. Ini kalau dalam Quran kita, qiraah kita, Musa meninggalkan meninggalkan engkau meninggalkan engkau Firaun wahai Firaun dan meninggalkan sesembahan-sesembahanmu dan meninggalkan sesembahan tuhan-tuhanmu. Ini dalil bahwasanya Firaun juga menyembah ya. Firaun menyembah. Makanya saya sering sampaikan Firaun itu di di diduga adalah Ramses. Dia dari Ramses 2 atau Ramses berapa? Ramses. Dan meskipun dia ngaku sebagai Tuhan, tapi dia juga dia ngaku sebagai Tuhan karena dia merasa dia titisan dewa Tuhan. Ya, dewa Tuhan. Dan dalam bahasa Mesir kuno ee ses artinya anak. Ses artinya anak. Ramses berasal dari Ra dan Ses. Ini dalam buku-buku e dalam sejarah ee suku Egypt. Ra artinya dewa matahari. Mereka Amunra. Adapun ses artinya anak. Ramses artinya anak matahari. Sebagaimana mereka katakan Musa itu Moses. Kalau Moses, Moses ses artinya anak. Mo artinya sungai. Karena Nabi Musa alaihi salam ditemukan di sungai disebut dengan apa? Moses artinya anak sungai. ee Ramses maksudnya adalah anak mata dewa mata matahari sehingga Firaun itu dianggap sebagai titisan dewa matahari. Dia punya sembahan-sembahan ini dalam qiraah kita Al-Qur'an wayaraka wa alihatak ya. Ee namun dalam qiraah yang lain, dalam qiraah lain ini dibaca dengan wailahatak ya wailahataka ya. Jadi atau kita tulisannya belum begitu. Wailahataka waila hataka ya. Jadi Musa ee dan pengikutnya meninggalkan engkau dan meninggalkan peribadatan kepadamu, tidak menyembahmu, peribadatan kepadamu. Perhatikan di sini ilahatak artinya iba ibadatak. Jadi ilaha sama dengan ibadataka yaitu menyembahmu. Sehingga kini menguatkan bahwasanya ilah itu artinya ilaha maksudnya iba ibadah ya. Al-ilah maksudnya yang di yang disembah. Ini contoh ya. Ini contoh bahwasanya ilah maknanya yang disembah. Dalil berikutnya seperti saya carikan lagi seperti dalam surah Al-Qur'an dalam surah Al-An'am ini yang kedua dalil kedua. Firman Allah. Bandingkan firman Allah pertama dalam Qur'an surah ee Al-An'am ayat 3 ya. Saya tuliskan ayatnya. Wahuallahu fis samawati wafil ard. Perhatikan ayatnya. Wahu fis samawati wafil ard. Dialah Allah di langit dan di bumi. Kemudian bandingkan lagi dengan firman Allah. Quran surah Azzukhruf. Zukhruf ayat ke 84. Kata Allah Subhanahu wa taala dalam ayat surah Zuhra ayat 84 kata Allah, "Wahualladzi fisama ilahun wafil ardhi ilahun." Wahualladzi fisama ilahun wafil ardhi ilahun. Ya. Bab. Di ayat pertama perhatikan kata Allah, "Dialah Allah, dialah Allah di langit dan juga Allah di bumi." Apa maknanya dialah Allah di langit dan dia Allah di bumi? Ternyata ditafsirkan dalam ayat yang lain, wah wahualladzi fisama lahun. Dialah di langit yang disembah dan di bumi juga disembah. Berarti Allah itu maknanya sama dengan ilah. Perhatikan sama maknanya apa? Alilah. ini menguatkan bahwasanya Allah itu maknanya makluh yang di yang disembah. Kemudian juga kita ambilkan dari dalil berikutnya tafsir perkataan Ibnu Abbas, tafsiran Ibnu Abbas yang tentu yang lebih tahu ya. Ibnu Abbas kata Ibnu Abbas rahimahullahu taala kata beliau, "Allahu duzu al-uluhiyah wal ma'budiyah al khalqi ajmain. ini diriwayatkan oleh ee at- Thaabari dalam tafsirnya ya. Ya, dalam surah at-Thabari kata kata Ibnu Abbas ketika menafsirkan apa itu Allah, maka Ibnu Abbas ketika menafsirkan Allah dia tafsirkan kepada makna peribadatan. Kata dia, "Allah adalah sang pemilik peribadatan dan yang sang berhak disembah." Sang pemilik, pemilik atau yang berhak pemilik peribadatan yaitu hanya Allah yang berhak untuk disembah. Wal ma'budiyah yaitu yang disembah. Diembah atas seluruh makhluknya. Atas seluruh makhluk. Jadi maksud saya ketika Ibnu Abbas menafsirkan Allah, dia tidak mengatakan Allah itu pencipta. Allah itu pemberi rezeki gak? Tapi dia menafsirkan Allah itu adalah yang berhak untuk disembah. Ini kita bicara makna spesifik ya. Benar Allah mencipta, Allah memberi rezeki, tapi kita bicara makna spesifik Allah itu apa sih? Secara bahasa Allah itu adalah yang berhak di disembah. Paham, Ibu maksud saya? Kemudian ayat-ayat juga sama. Ayat-ayat saya bacakan ayat lain ya. Ketika para nabi menyeru kepada tentang Allah, mereka bicara tentang peribadatan ya. Ayat-ayat mengisyaratkan akan hal ini. Ayat-ayat meng isyaratkan keterkaitan ibadah dan nama Allah. Contoh kata Allah waain akhum hudan q yaiudullaha maakum min ilahin giriruh. Para nabi berkata udullaha maum min ilahin giriruhu. Ya, perhatikan ini. Ini dikatakan oleh Ad, oleh Saleh. Banyak Nabi mengatakan dengan kalimat yang sama. Sembahlah Allah semata. Perhatikan kata mereka, "Sembahlah Allah. Tidak ada bagi kalian sesembahan selain Allah." Perhatikan. Digandengkan antara ibadah dengan Allah. Pertama, ibadah Allah dengan kalimat juga i ilah. Sembahlah Allah. Tidak ada sembahan selain Allah. Jadi dalil semua menunjukkan bahwasanya Allah artinya alm'bud yang berhak untuk disembah. Makanya lailahaillallah artinya tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah. Kecuali Allah. Dia satu-satunya al Allah almaud yang berhak disembah. Selain Allah tidak berhak untuk disembah. Sampai sini paham, Ibu-ibu? Tapi kita lupa tadi enggak ada ujian ya, Bapak-bapak. Pertemuan ah tahun depan aja baru ujian. Masyaallah 2026 ya. Oke. Mau gimana lagi ya? Bikin ujian biar kita murajaah ya. bikin tim satu bikin ujian ya bikin ujian tapi kunci jawabannya enggak boleh tahu ya Tib sudah Ibu-ibu. Ini dalil-dalil bahwasanya baik dari Al-Qur'an maupun dari perkataan para sahabat ya bahwasanya Allah artinya makbud. Adapun secara bahasa sudah disebut dari ahli bahasa Arab tadi dari kamus-kamus bahasa Arab. Tayib. Sekarang ee penafsiran yang salah ya. Makanya keterkaitan ya keterkaitan pembahasan pembahasan dengan kalimat lailaha illallah. Lailahaillallah. Kalau versi ahlus makna yang benar, perhatikan makna yang benar sebagaimana lalu, telah lalu. Lailahaillallah bab kita bilang tadi al-ilah maknanya apa? Tidak ada yang berhak disembah kecuali siapa? Al-ilah maksudnya ya yang disembah. Sehingga kalahallah artinya tidak ada yang berhak disembah kecuali siapa? Allah. Ini makna yang benar. Sekarang makna yang keliru. Dua, makna yang keliru. Makna yang keliru atau kurang. Bukannya keliru, tapi dia kurang. Tidak tepat. Kurang tepat. Ketika ilah misalnya mereka mengatakan alilah sama maknanya adalah qadirun alal ikhtira ya makna yang keliru kurang tepat ilah maknanya menurut mereka artinya yang mampu untuk mencipta mereka mencatatakan misalnya ee Al-Wahidi mengatakan ee apa namanya alqadir ala yang mampu untuk mencipta. Kalau kita artikan ilah maknanya yang mampu untuk mencipta maka laillah artinya apa? Lailahaillallah maknanya tidak ada yang mencipta kecuali siapa? Allah. Tidak ada yang mampu untuk mencipta kecuali Allah. Apa konsekuensinya? Konsekuensinya ini konsekuensi. Kalau ada yang menyembah selain Allah, kita bilang musyrik. Lailahaillallah batal. Kalau ada yang beribadah kepada selain Allah, kepada selain Allah, maka lailahaillallahnya batal. Maka batallah. Batallah lailahaillallahnya. Paham? Contoh, ada yang meny berdoa kepada mayat. Berdoa kepada mayat ibadah lailahaillallahnya batal. Ada yang menyembelih untuk jin berarti batal. Lailahaillallahnya batal. Karena menyembelih adalah iba ibadah. Paham? Contoh ibadah dengan menyembelih kepada jin. Kepada jin. Menyembelih ibadah atau bukan? Ibadah. Makanya kita ee ketika Idul Adha kita menyembelih. Ketika kita hajian kita menyembelih. Ini ibadah. Ketika dia nyembelih kepada selain Allah maka dia musyrik. Lailahaallahnya batal. Contoh berdoa meminta kepada mayat. Kepada jin dan mayat. Jin dan ma mayat ini juga sama. Lailahaallahnya batal. Lailahaillallahnya batal. Meskipun mereka meyakini pencipta hanya Allah. Meskipun meyakini pencipta hanya sama adalah Al pencipta hanyalah Allah. Ya. Kalau mereka ternyata beribadah kepada Allah maka mereka musyrik karena mereka melanggar lailahaillallah. Meskipun mereka meyakini pencipta hanya Allah. Orang Yahudi emang mereka meyakini ada pencipta selain Allah. Enggak. Mereka bilang pencipta adalah Allah. Sama orang-orang yang apa namanya? E orang Nasra juga bilang yang mencipta siapa? Allah. Orang Nasra tidak bilang Yesus mencipta. Mereka bilang mencipta siapa? Allah. Ya. Orang-orang musyrikin Arab sama kalau ditanya walain man khalaqamawat ardqulunallah. Kalau ditanya saya menciptakan lain dulu kata mereka. Orang musyrikin tidak pernah bilang Hubal mencipta, lata mencipta, Uza tidak. Tidak pernah mereka bilang begitu. Cuma mereka menyembah Lata, Uza, Hubal, Manat. Mereka sembah untuk mendekatkan diri mereka kepada Allah. Tapi kalau ditanya siapa yang mencipta? Kata mereka Allah. Paham ini? Ini pembahasannya panjang. Beda ketika kita makna kepada makna yang keliru. Konsekuensinya ini konsekuensinya ya. Konsekuensi. Adapun konsekuensi kalau makna yang salah, jika ada yang syirik, jika ada yang beribadah kepada selain Allah, ya, tetapi meyakini Allah, pencipta hanyalah Allah. meyakini pencipta hanyalah Allah, maka lailahaillallahnya tidak batal. Maka tidak batal lailahaillallah. Batal lailaha illallah. Bisa dipahami bedanya, Ibu-ibu? Ada orang pergi ke dukun, tapi dia percaya pencipta hanya siapa? Allah. Apakah batal ilallahnya? Enggak. Kalau menurut makna yang sa salah, selama dia meyakini pencipta hanya Allah, maka dia tidak bisa dikatakan musyrik, maka tidak bisa batal lailahahnya. Ada orang percaya dukun, ada orang percaya jimat, ada orang minta ke mayat-mayat, ada orang minta ke jin, ada orang nyembelih untuk jin, untuk siapapun selama dia meyakini pencipta hanyalah Allah, tidak bisa dikatakan tidak boleh divonis musyrik karena laallnya tidak batal. Nah, ini rawan. Makanya kalau kita artikan dengan makna yang rawan, yang salah, orang rawan terjerumus dalam syirik dan dia tidak merasa melakukan kesyirikan dan itu salah. Yang benar lailahaillallah maknanya tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah. Kapan engkau memberikan ibadah kepada selain Allah? Meskipun kau meyakini pencipta hananyaalah Allah, maka kau telah terjerumus dalam kesyirikan. Paham, Ibu-ibu? Paham benar enggak? Ini nanti lihat di ujian ya. Tib. Ini adalah makna ee lailahaillallah atau makna Allah ya. Tib. Sekarang kita bahas tentang kekhususan nama Allah Subhanahu wa taala. Ini sudah belum? Sudah, Ibu-ibu? Sudah. Sekarang apa keistimewaan nama Allah? Nama Allahu. Allahu ya. Allah ini istimewanya banyak ya. Pertama ya di antaranya paling banyak datang dalam Al-Qur'an. Paling banyak disebut dalam Al-Qur'an. Dalam Al-Qur'an itu kalau enggak salah ada 2.697 kalau tidak salah disebut dalam Al-Qur'an 2.000 lebih ya. Ya, ketika dia paling banyak berarti dia termasuk nama yang paling apa? Mu mulia. Ya. Ya. Ini yang pertama. Yang kedua, sebagian ulama mengatakan dialah ismullahil a'zam. Sebagian ulama berpendapat seperti Syirbini dan yang lainnya. Sebagian ulama berpendapat itulah ismullahi al'azam. Yaitu nama Allah yang paling agung. Nama Allah teragung. Nama Allah teragung. Ya, nama Allah semua agung tapi ada yang teragung. Ada khilaf sebenarnya ada beberapa ada khilaf di kalangan para ulama meskipun khilaf di kalangan ulama. Ada kalau enggak salah ada 12 pendapat atau 14 pendapat. Apa sih nama Allah yang paling agung? Pendapat mengerucut pada dua pendapat. Dua pendapat paling kuat. Pendapat paling kuat yang pertama adalah Allah. Yang kedua adalah alhayyul qayyum. Alhyyu al qayyum. Tib. Namun pendapat yang mengatakan Allah ini cukup kuat karena Allah mengatakan ismullahil a'zam idza duiya bihi ajab. Siapa yang berdoa dengan menyebut nama Allah ini Allah akan kabulkan. Fi salatifi suar. Ada disebutkan dalam tiga surah dalam Al-Qur'an. Surah Albaqarah, surah Ali Imran dan surah Thaha. Maka cuma dua kemungkinan. Alhayyul Qayyum atau Al Allah. Ya. Tib. Kita akan jelaskan sehingga kenapa sebagian ulama menafsirkan ismullahil a'zam nama Allah tergung adalah Allah. Nanti kita sebutkan pada poin berikutnya. Yang ketiga. Yang ketiga ya. Allah dikabarkan bukan mengkabarkan. dikabarkan dengan nama Allah yang lain. dikabarkan dengan nama-nama Allah yang lain. Nama-nama Allah yang lain. Bukan sebaliknya. Bukan sebaliknya. Seperti saya mengatakan Allahu arrahim. Apa bahasa artinya? Allah dialah yang maha penya penyayang. Saya katakan Allah dialah yang maha penyayang. J misalnya yang maha penyayang. Saya tidak mungkin mengatakan, tidak boleh saya mengatakan arrahim huallah. Arrahim Allah yang maha penyayal Allah. Ini keliru ya. Jadi Allah yang dikabarkan dengan nama-nama Allah yang banyak dengan Allah yang dalilnya apa? Seperti dalam surat Al-Hasyr. Huallahulladzi la ilahailla hu alimul ghaibi wasyahadah huarahmanurrahim. dalam surat Al-Hasyr. Coba Ibu buka Al-Hasyr. Al-Hasyr itu surat ke surah ke-59. Surat ke-59 terakhir. Bagian terakhir ya dari ayat ke-22. Ayat ke-22 saya bacakan ya. Lihat sudah buka semua. Surat Al-Asir 22. Kata Allah, "Huallah, dialah Allah alladzi la ilaha illa huu." Jadi semuanya penggembaran tentang siapa? Alah. Dialah Allah yang tidak ada yang ber beremb berhak disembah kecuali Allah. Kemudian Allah itu siapa lagi? Alimul ghaibi wasyahadah. Dialah yang tahu yang gaib maupun yang nampak. Siapa lagi dia? Huarrahmanurrahim. Dialah yang maha penyayang lagi maha pengasih. Semuanya pengkabaran tentang siapa? Allah. Jadi Allah dikabarkan huallah. Ulangi lagi. Huwallahulladzi la ilahaillahu. Dialah Allah yang tidak berhak semembah kecuali Dia almalik. Dialah sang maharaja, al-quus yang maha suci, assalam yang memberi keselamatan, almukmin dan seterusnya, Muhaiminul Aziz dan seterusnya. Subhanallah amma yusyrikun. Kemudian lanjutkan lagi. Huallahu alkaliqul bariul musir. Dialah yang mencipta, dialah yang membentuk, dialah yang dan seterusnya. Ya, jadi Allah yang dika dikabarkan bukan Allah untuk mengkabarkan. Paham, Ibu-ibu? Nah, ini di antara keistimewaan nama Allah. Paham tidak, Ibu-ibu? Paham. Kita lanjutkan yang berikutnya. Keistimewaan yang keempat. Keempat bahwasanya semua nama nama Allah yang lain, semua nama Allah yang lain kembali kepada Allah. Kembali kepada Al. Ya. Kembali kepada Allah Subhanahu wa taala. Ya Allah berfirman, "Walillahil asmau al husna." Walillahi al asmau alhusna. Apa artinya? Milik Allahlah nama-nama nama asmaul husna. Jadi milik Allahlah asmaul hus husna. Berarti semua asmaul husna kembali kepada Allah subhanahu wa taala. Dalam ayat yang lain juga mengatakan la ilaha illa hua lahul asmaul hus dalam surah Thaha. La ilahailla hua lahul asmaul husna. Di Quran surah Thaha ayat ke-8 kata Allah sini lahu milik Allahlah asmaul husna. La ilahailla hua lahul asmaul husna. J semua nama Allah kembali kepada siapa? Allah. Semua nama Allah untuk menjelaskan hakikat Allah Subhanahu wa taala. Dari sini yang menguatkan bahwasanya Allah adalah ismullahil a'zam. Inilah yang menjadikan ee kenapa dikatakan Allah adalah nama Allah yang teragung. Karena semua nama Allah kembali kepada siapa? Allah. Pendapat kedua yang dimaksud dengan nama Allah yang agung ini pendapat Syekh Utsimin rahimahullah pendapat ulama alhayyu alqayyum. Kenapa alhhayyul Qayyum? Karena nama alhayu semua nama-nama Allah yang terkait dengan sifat zatiah kembali kepada nama ini. Dengan sifat zatiah kembali kepada al-Hayyu yang maha hidup. Kemudian alqayyum. Semua nama-nama Allah. Nama-nama Allah. terkait dengan sifat fi'liah. Sifat fi'liah kembali kepada kembali kepada al-qayyum kepada al-qayyum. Maksudnya gimana, Ibu-ibu? Allah disifati alhayyu alqayyum. Perhatikan ayatnya seperti dalam ayat kursi. Allahu la ilaha illa huwal hayyul qayyum. La takudatu w naum lahuma f dan seterusnya. Alhyu artinya maha hidup. Maha hidup apa sifat-sifat zatiah? Sifat-sifatah itu sifat yang terkait dengan zat Allah. Kesempurnaan zat Allah tidak pernah lepas dari zat Allah. Contoh maha melihat, maha mendengar, maha berbicara, maha kuat, ya maha berkuasa. Ini namanya sifat-sifat zatiah. Itu kembali kepada kesempurnaan kehidupan Allah. Apa apa bukti bahwasanya Allah maha hidup? Maha hidup berarti dia punya sifat-sifat yang sempurna. Kalau dia maha hidup berarti dia maha meli melihat. Kalau dia benar-benar hidup kalau ada orang hidup ada makhluk hidup tidak melihat hidupnya kurang sempurna. Karena dia mah hidup maka dia mah mendengar. Kalau ada makhluk pendengarannya kurang berarti dia tidak sempurna. Hidupnya tidak sempurna. Kemudian dia juga maha kuasa, maha kuat. Ini semua menunjukkan kesempurnaan zat Allah. Maka semua sifat zatiah kembali kepada nama alyu. Alqayyum maknanya apa? Yang Maha Tegak dan yang maha menegakkan yang lain. Maha Maha Tegak sendiri dan juga maha menegakkan yang artinya maha mengurusi makhluknya. Maka semua sifat fi'liah terkait dengan perbuatan Allah kepada hamba, interaksi Allah kepada hamba kembali kepada alqayyum. Dialah maha memberi rezeki, dia yang menghidupkan, dia yang mematikan, dia yang mengatur dia. Ini semua kembali kepada makna alq qayyum. Sehingga nama-nama Allah kalau kita klasifikasikan bisa menjadi dua. Nama-nama Allah terkait sifat zatiah kembali kepada alha alhayyu makudnya maha mendengar, maha melihat, maha kuat, maha kuasa, maha ini semua kembali kepada nama alhayyu. Jadi alhayyu itu disyarah dengan nama-nama terkait sifat zatiah. Nama-nama Allah semua yang terkait dengan interaksi Allah dengan makhluk. Maha mengampuni, maha menghidupkan, maha mematikan, maha mengatur, maha semuanya Allah kerjakan. Maka ini kembali kepada alqay alqayyum. Sehingga seluruh nama Allah terbagi menjadi dua. Yang terkait dengan sifat zatiah kembali kepada alhayyu. Kembali yang terkait sifat fi'liah kembali kepada alq alqayyum. Dan semuanya baik zatiah maupun fi'iah kembali kepada Al Allah. Maka Allah lebih agung. Paham ibu-ibu? Atau saya ulangi lagi, maka kalau kita katakan, maka nama Allah adalah sumber seluruh nama Asmaul Hus husna. Ya, jadi Allah itu sumber seluruh nama-nama Asmaul Husna. P, Ibu, kita masih lanjut. Ini keistimewaan ee keempat. Sudah, Ibu-ibu, Bapak-bapak sudah. Baik, kita lanjut. Silakan. Yang berikutnya yang ktestiman yang kelima ke istimewaan. Allah. Yang kelima, tidak boleh bernama dengan Allah kecuali hanya Allah. Tidak boleh bernama dengan nama tersebut kecuali hanya Allah. Kecuali hanya Allah. Adapun nama-nama lain bisa diitlakkan kepada manusia. Adapun nama-nama lain bisa disematkan ke manusia. Ke manusia. Contoh-contoh alqawi. Allah maha kuat ya. Tapi kita juga bilang Nabi Musa qawiyun. Amin. Nabi Musa apa? Qawiyun. Ini ini maha kuat. Ini juga ku kuat. Ini maksudnya adalah Allah dalam Al-Qur'an. Innallaha laqawiyun aziz. Kalau ini mu mu mu Musa Musa qawiyun amin. Allah sebutkan ya contoh ini arrahim misalnya arrahim Allah arrahmanur rahim. Ternyata Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam juga disifati dengan rahim. Ya q laq jaakum rasulun min anfusikum azizun alaihi maitum harun alikum bil mukminina rfurah rahim. Nabi Muhammad juga disebut dengan apa? Rahim. Ini Allah. Ini apa? Rasul. Rasulullah. Tentu meskipun sama penyebutan tapi levelnya jauh berbeda. Kita bisa bilang ibu saya rahim, bapak saya rahim. Bapak saya sangat sayang sama saya. Tapi tentu kasih sayang Allah berbeda. Tapi boleh digunakan sama-sama rahim. Ya. Dan banyak nama-nama seperti itu ya. Rauf juga Allah namanya arrauf, tapi rauf juga Rasulullah disifati dengan rauf ya. Jabbar. Aljabbar. Allah maha. Tapi ada juga orang yang zalim disebut dengan apa? Jabbar. Karena tidak pada tempatnya. Allah almutakabbir. Manusia juga disebut dengan mutakabbir tapi dalam rangka untuk dicela. Kalau Allah almutakabbir yang maha sombong karena dia berhak untuk sombong. Kalau manusia almutakabbir maksudnya untuk di dicela ya. Alkhaaliq. Alkhaliq juga alkhaliq hanya Allah yang mencipta. Tapi kalau alkhaliq maknanya muqaddir maka makhluk juga disebut khaliq. Seperti ee apa namanya? Tabarakallahu ahsanul khaliqin. Dialah Allah yang paling terbaik takdirnya. Jadi khaliq bisa maknanya mencipta. Ikhtira bisa maknanya takdir. Tapi kalau Allah hanya buat siapa? Allah. Tidak boleh yang lain disebut dengan Al Allah. Maka ini spesial nama Allah. Paham, Ibu-ibu? Keistimewaan yang keenam. Jika diseru jika nama-nama Allah ini jika nama-nama Allah yang lain digunakan untuk doa, diseru dalam doa, maka alif lamnya dihilangkan. Maka alif lamnya dihilangkan. Perhatikan Allah namanya arrahman arrahim. Nama Allah. Perhatikan nama Allah. Contoh Arrahman. Tapi kalau kita kalau kita berdoa kita bilang kalau kita doa kita bilang ya Rahman. Kita bilang ya rahman. Lihat alif lam-nya hilang. Perhatikan. Ya Rahman, ya Rahim. Bukan ya Rahim salah. Bukan ya Rahman salah. Kalau bahasa Arab salah gitu. Jadi alif lamnya hilang. Tapi kalau Allah tetap ya Allah. Ya Allah tetap apa ya Allah. Bisa paham kalau kita bilang Allah ya qawi. Bukan kita bilang yal qawi. Ya alqawi. Keliru dalam bahasa Arab. Alif lamnya harus dihilangin. Ya qawi. Ya aziz ya gfar. Ya Rahman, ya Rahim. Alif lamnya hilangin. Kalau kita sedang menyeru kepada Allah. Adapun Allah tidak. Adapun Allah tetap. Adapun Allah tetap kita bilang ya a Allah. Ya Allah ini juga bisa dikatakan dengan allahumma. Ini maknanya sama. Allahumma sama dengan ya Allah. Allahuma sama dengan ya Allah. Yang mengatakan sebagai khilaf di kalangan para ulama. Allahuma ini asalnya apa? Khilaf. Ada yang mengatakan Allahumma berasal dari ya Allah. Asalnya adalah ya Allah. Ini pendapat ini pendapat yang cukup kuat. Allahumma ya Allah hum. Mimnya pengganti dari ya berubah jadi Allahumma. Dalam bahasa Arab bisa dirubah seperti itu. Jadi ya Allah ya pindahin ke belakang jadi Allahum Allahuma. Ini pendapat pertama. Pendapat kedua, Allahumma. Allahumma itu berhasil ya ee Allah umma Allahumma dari Allaha umma maksudnya Allah uksudna ya Allah bertujulah kepada kami. Maknanya Allah bertujulah kepada kepada kami. Jadi Allah umma tapi ketika dibaca cepat jadi Allahum Allahumma umma itu maksudnya uksud bertujulah kepada kami. itu. Ya Allah, kalau bahasa kita, "Ya Allah, fokuslah kepadaku." Fokuslah ke kepadaku. Ini ada dua pendapat. Apakah Allahumma dari ya Allah ataukah allahuma dari Allahu umma? Tib. Kekhususan berikutnya tujuh. Rata-rata zikir ada nama Allah ya. Mayoritas zikir terkait dengan nama Allah. Contoh-contoh apa nama zikir sebenarnya sebenarnya? Subhanal Allah wabihamdihi. Subhanallah ada Allahnya. La haula wala quwwata illa billah. La haula la haula wala quwwata illa billah. Contoh apalagi zikir misalnya lailahaillallah wahdahu la syarikah. Lailahaillallahu wahdah syarika lahul mulk wam kulliin qodir. Ya lailaha e lailaha anta seb enggak ada yang banyak yang zikir pakai Allah. Apalagi misalnya astagfirullah. Apalagi alhamdulillah. Alhamdulillah, Subhanallah, Allahu Akbar. Ya, rata-rata ada Allah. Jadi, rata-rata zikir adalah Allah. Dan Allah berkata, "Ala bizikrillahi tatmainnul qulub." Kecuali tidak e ketahuilah dengan mengingat Allah maka hati menjadi tenang. Hati menjadi tenang. Hm. Kemudian salat tidak sah kecuali pakai Allah. Takbiratul ihram harus pakai Al Allah. Pendapat mayoritas ya, takbiratul ihram harus pakai Allah. Tidak boleh arrahmanu akbar. Gak boleh. Takbiratul ihram dalam salat harus pakai Al Allah. Yaitu apa? Allahu Akbar. Ini benar. Adapun arrahmanu Akbar ini sa salah. Ini salah. Gak boleh arrahmanu akbar, alqawiyu akbar, arrahimu akbar. Enggak boleh. Harus Allahu Akbar. Tayib. Ini adalah ee keistimewaan kalimat atau nama Allah. Apa yang apa namanya? Faedah kita beriman dengan atau memahami makna Allah. Agar kita apa faedah ini? Sudah, Ibu-ibu sudah ya. Faedah mengenali makna lail Allah. Faedah mengenali makna Allah. Di antara faedahnya, Ibu-ibu, agar tidak syirik. Agar tidak apa? Syirik. Orang banyak gara-gara tidak tahu makna Allah, akhirnya mereka syirik dan mereka masih merasa muslim meskipun dia yang penting selama meyakini Allah pencipta satunya muslim menurut dia begitu. Sehingga dia mau bikin apa saja saya masih muslim. Namanya kafir itu kalau meyakini ada pencipta selain Allah. Padahal tidak. Yang benar namanya syirik itu beribadah kepada selain Allah. Kapan seorang beribadah kepada selain Allah maka dia musyrik. Kalau sudah syirik, maka tidak akan selamat di akhirat. Ada kisah ee menarik tentang Ibrahim Alaih Salam. Ibrahim Alaih Salam dari Abu Hurairah. Saya bacakan hadisnya dari Nabi sallallahu alaihi wasallam. Qala yalqo Ibrahimu abahu Azar yaumalqiamah. Pada hari kiamat Ibrahim bertemu dengan bapaknya Azar. Bapaknya Ibrahim siapa namanya? Azar itu bapaknya ya. Jangan bilang itu pamannya itu apa? Bapak bapaknya. Nanti Nabi Nuh bilang anaknya ya bunayah katanya ponakannya. Nanti Rasulullah mengatakan ini katanya pamannya Nabi ya. Jadi kalau bilang ayah ya ayah ya. Dan dalam Al-Qur'an waqala Ibrahimu liabihi Azar. Ketika Ibrahim berkata kepada ayahnya Azar dan Nabi dan Allah Nabi Ibrahim berkata, "Ya abati lima tabudu ma yasma wahai ayahanda." Dan bilang ayah ayah di sini maksudnya paman. Memang secara bahasa terkadang ayah maksudnya pa paman. Tapi ayat dalil-dalil menunjukkan ini benar-benar ayahnya. Kalau pamannya ngapain dia sibuk dengan pamannya? Justru sedih ketika itu adalah bapak bapaknya. Tayb. Karena orang tidak ada sebagian orang Syiah mereka mengatakan namanya Nabi tidak boleh asalnya kafir tidak boleh bawahnya kafir. Orang Syiah mengatakan kalau seorang nabi tidak boleh dari keturunan kafir dan tidak boleh punya keturunan ka kafir. Seakan-akan nabi itu harus berasal dari yang muslim dan keturunannya pasti mus muslim. Itu tidak benar. Ibrahim bapaknya kafir. Nuh anaknya kafir atau tidak kafir? J mereka yang mengatakan kami ahlul bait pasti selamat pasti muslim itu omong kosong. kosong ya gak ada gak ada seperti itu gak ada jaminan Allah berfirman tentang Nabi Ibrahim dan Ishak kata Allah wokna alaihi wa Ishak kami berkahi Ibrahim dan kepada Ishak anaknya wamriyatihimaatihima muhsinun wimun linafsih mubin dan dari keturunan keduanya ada yang muhsin yang baik ada yang zalim ada yang kafir. Bukankah Yahudi semua ngaku keturunan Ibrahim dan keturunan Isak, keturunan Yakub. Yahudi kafir atau enggak kafir. Berarti tidak, tidak, tidak harus namanya keturunan Nabi pasti selamat. Gak harus. Bukankah Quraisy keturunan Ismail? Semua Quraisy, Abu Jahal, Abu Lahab semua keturunan siapa? Ismail. Ya, maka mereka kafir. Ya, oleh karenanya bisa jadi Nabi punya keturunan yang kafir dan bisa Nabi punya bapak yang kafir. Contohnya Ibrahim. Adapun dalam hadis bahwasanya saya bersumber dari suci ke suci ke suci maksudnya nabi bukan keturunan pezina. Nabi bukan keturunan apa? Bezina. Ya. Sementara kakek Nabi Abdul Muthalib Abdul Muthalib penyembah berhala. Waktu Abu Thalib mau masuk Islam Nabi bilang ucapkan lailahallah. Kata Abu Jahal, Abdul Muthalib, "Kau benci dengan agama bapakmu Abd Abu apa? Abdul Muthalib." Karena Abu Thalib penyembah berhala. Jadi agar tidak syirik. Lihatlah bagaimana kehinaan kesyirikan. Bahkan Ibrahim pun tidak bisa menyelamatkan bapaknya pada hari kiamat kelak. Yalqo Ibrahimu abahu Azar. Ibrahim ketemu dengan bapaknya Azar yaumalqiamah. Waa wajhi Azar qataratun faratun ghabar. Di atas wajah ayahnya kehinaan ya dan kegelapan. Gelap dan hitam wajahnya. Fqu lahu Ibrahim. Maka Ibrahim nasihati bapaknya di hari kiamat kelak. Ibrahim berkata, "Eh, alam aklakaini." Wahai ayahanda, bukankah saya bilang dulu di dunia, "Jangan kau membangkang kepadaku?" Yaitu Ibrahim sudah menas dengan cara yang baik. Ya abadi lima tabudu maasma wubir w ya abadi laudi setan inah. Dalam Al-Qur'an banyak Allah sebut dalam surat dalam surat Maryam, "Wahai ayahanda, kenapa kau menyembah sembahan yang tidak melihat, tidak mendengar, tidak ini, tidak ini? Jangan sembah setan. Saya kan sudah bilang, "Wahai ayahanda, jangan maksiat kepadaku, membanggang kepadaku." Fayqulu abuhu. Berkata bapaknya, "Falyaumaik, hari ini aku tidak akan membangkang engkau lagi." Tobat. Kata bapaknya. Ketika bapaknya sudah bertobat, Ibrahim menghadap Allah. Kata Ibrahim, "Ya Rabbi, innaka waaniun." Ya Rabbku, bukankah kau telah berjanji untuk tidak menghinakan aku pada hari kiamat kelak? Di antara doa Nabi Ibrahim wzini yaumun. Jangan kau hinakan aku pada hari kebangkitan. Abad kehinaan apa yang lebih hina daripada bapakku ternyata jauh dariku. Ternyata jauh dariku. Jauh dari rahmat Allah Subhanahu wa taala. Maka Allah berkata, "Ini" ada peraturan. Inni haramtul jannata alal kafirin. Aku haramkan surga bagi orang kafir di antara musyrikin. Jangan sampai musyrik. Suma yuqal. Kemudian Allah berkata, "Ya Ibrahim, ma tahta rijlaik." Wahai Ibrahim, lihatlah di bawah kedua kakimu. Fayur Ibrahim lihat ternyata bapaknya sudah dirubah. Faidza hua bidikhin multikhin. Yaitu daba. Daba itu apa? Bahasa tadi saya baru lihat di apa namanya? Bahasa bahasa Indonesianya hewan. Hewan apa? Haina. Apa? Hania. Apa? Hina. Hina yang anjing kayak anjing tuh. Ah, itu namanya daba bahasa Arab apa namanya? Hain. Namanya indah ya. Haina. Padahal ngeri. Saya kemarin waktu ke anu saya lihat langsung ya di kebun binatang ya. Aina di kebun binatang luar negeri maksudnya bukan di sini. Tayib. Maka ee maka kata Ibrahim tiba-tiba kata Allah lihatlah ke bawah fayanur faidza hua bidikin mulin tiba-tiba melihat ayahnya penuh dengan kotoran dengan sudah berubah jadi bentuk apa hewan maka Ibrahim pun jadi jijik tidak pengin lagi minta tolong buat apa ayahnya biqimii fayulqo finar maka diambillah kaki-kakinya lemparkan ke neraka Maka hadis riwayat Bukhari. Maksud saya kalau sudah musyrik repot, enggak ada yang bisa menyelamatkan. Maka ingatlah Allah, Allah. Kalau kita bilang Allah kita ingat yang berhak disembah hanyalah siapa? Allah Subhanahu wa taala. Ya. Ketika kita tahu Allah maknanya adalah Allah yang berhak disembah, kita selalu kembali kepada Allah. Kembali kepada Allah. Saya bacakan perkataan Ibnu Qayim rahimahullahu taala berkata agasu bidunya. Kalau orang-orang merasa cukup dengan dunia fastagni anta billah maka cukup engkau merasa cukup dengan Allah. Kalau orang hanya bisa cukup kalau dunia banyak kau merasa cukuplah dengan Allah. Selama engkau bersama Allah hendaknya kau merasa cukup. Wahaasu bidunya kalau orang gembira dengan dunia fafrh anta billah. Maka gembiralah engkau dengan Allah. Wa anasu biahbim biahibbaihim anta billah. Kalau orang baru merasa bahagia kalau ketemu dengan kekasih-kekasihnya, hendaknya engkau belajar untuk bahagia ketika bersama Allah. Baca Quran merasa bahagia salat malam merasa bahagia. Ya bahagia dengan orang tapi berusahalah belajar bahagia dengan Allah. Waahabasanasu mulukim waimunahum rizq. Kalau kau lihat orang-orang pergi kepada raja-raja, kepada pembesar-pembesar mereka, kepada orang kaya minta rezeki wawaddaduna ilim dan mereka ingin cari muka di hadapan raja-raja tersebut, fatawaddat anta ilallah. Maka engkauah berusaha mendekati, cari muka kepada siapa? Allah. Walidalika ja fil hadis. Karena datang dalam hadis, idalta fasalillah. Kalau kau minta mintalah kepada Allah. Waantanta fastain billah. Jika kau minta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah. Ya. Maka ini menjadikan seorang selalu kembali kepada Allah. Menjadikan orang selalu bahagia. Menjadikan bahagia tadi kata Allah Subhanahu wa taala, "Ala bidikrillahi tatminul qulub." Ala bidikrillahi tatmainnul qulub. Dalam surat Arraad kata Allah Subhanahu wa taala, "Alladzina amanu tatmainubikrillah ala bikrillahulub." Ketahuilah dengan orang-orang yang beriman dan mereka hati mereka tenang karena mengingat Allah, maka ketahuilah dengan mengingat Allah hatimu akan tenang. Bandingkan ya dengan orang-orang yang tidak kembali kepada Allah Subhanahu wa taala. Ada masalah mereka pergi ke kuburan, ada masalah hati mereka bergantung kepada makhluk, berharap kepada makhluk. Jadilah hati mereka porak-poranda. Mereka bergantung kepada dunia ya sehingga hati mereka menjadi kacau balau ya. Dan demikianlah orang yang jauh dari Allah Subhanahu wa taala. Bab ini mungkin yang bisa saya sampaikan Ibu dirahmati Allah Subhanahu wa taala. Demikian wabillahi taufik hidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.