Transcript
fzrYsahzc_w • Wanita Yang Berkah - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2563_fzrYsahzc_w.txt
Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahianiukahuadu ilahaillallah. Wahdahu la syarika lahu takiman lnih wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh ridwan. Allahumma sholli alaihi wa ala alihi waashabihi wa ikhwani. Para ibu-ibu, para umahat, para akhwat, para nenek-nenek yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa taala. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang siapa sih wanita yang berkah, yang terbaik di sisi Allah Subhanahu wa taala. Ya, pembahasan ini penting. Terutama di zaman sekarang banyak wanita yang dia ingin jadi terbaik, tapi bukan terbaik di sisi Allah, akan tetapi terbaik di mata netizen, terbaik di komunitasnya, terbaik di grup-grup WA-nya, terbaik di grup reuninya, bukan terbaik di sisi Allah Subhanahu wa taala. Oleh karenanya banyak di antara mereka yang berlomba-lomba untuk membranding diri dengan memakai ee barang-barang yang mahal agar diakui. Dan kita tahu secara umum manusia memandang orang lain ditinjau dari ee dunianya ya. Kita kalau ketemu orang kaya kita hormat, ketemu pejabat kita hormat. Ketemu orang yang penampilannya secara duniawi wow, mobilnya mewah, kita hormat. Dan sebaliknya kalau kita ketemu dengan orang yang biasa-biasa aja, wanita yang biasa-biasa saja, maka seakan-akan kita kurang menghormati. Mungkin kita lebih cenderung kepada merendahkan. Itu sifat manusia. Karena kebanyakan manusia menjadikan barometer atau parameter penghormatan kepada orang lain adalah dengan dunia yang dimiliki orang tersebut. Dari situ banyak wanita yang ingin terbedakan, ingin tampil beda, ingin menjadi terbaik di mata komunitasnya, di mata netizennya. Sampai di antara mereka ada yang berusaha memakai atribut-atribut yang mahal, ya. tidak lain supaya untuk diakui oleh komunitasnya. Sementara hal ini menjadikan banyak wanita lupa untuk menjadi terbaik di sisi Allah Subhanahu wa taala. Ketahuilah ibu-ibu, para akhwat, para nenek yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa taala ya. bahwasanya ee keterbaikan yang sesungguhnya adalah keterbaikan di sisi Allah Subhanahu wa taala. Makanya pada hari kiamat kelak Allah akan menyingkap semua rahasia. Allah berfirman, "Ya tubarir, hari di mana seluruh rahasia diungkap oleh Allah subhanahu wa taala." Allah juga berfirman, waqoatil waqia'ah laisa liwaqatiha kadibah khofidaturiah. Jika telah tiba hari kiamat laisa waqaatiha kadibah yang di mana terjadinya hari kiamat tidak ada yang bisa mendustakannya itu pasti akan terjadi. Kemudian Allah berfirman, khofidatir rafi'ah. Ya, bahwasanya hari kiamat itu khofidah dan rafiah, merendahkan dan meninggikan. Apa maksudnya hari kiamat itu merendahkan dan meninggikan? Sebagian ahli tafsir menyatakan bahwasanya pada hari kiamat akan terungkap hakikat sesuatu. Ada orang-orang yang di dunia terlihat tinggi, terlihat hebat, tetapi ketika hari kiamat direndahkan oleh Allah Subhanahu wa taala. Dan sebaliknya, ada orang-orang ketika di dunia mungkin terlihat terhina, pakaiannya lusuh, ya mungkin ee barang-barangnya murahan ya, orang-orang tidak memandangnya, tetapi ternyata di akhirat dia sangat mulia di sisi Allah Subhanahu wa taala. Ya, oleh karenanya janganlah sampai seorang wanita terpedaya, sibuk membranded dirinya, membranding dirinya di hadapan komunitasnya, lupa untuk menjadi terbaik di sisi Allah Subhanahu wa taala. Lihatlah ada contoh nyata akan hal ini yang tadi saya sebutkan. Wanita yang mungkin dianggap hina di dunia, namun ternyata di akhirat mulia. Suatu hari Atha bin Abi Rabah rahimahullah menyampaikan bahwasanya Ibnu Abbas radhiallahu anhuma pernah berkata kepadanya, "Ala adulluka, ala adulluka ya ala imroatin min ahlil jannah." Maukah aku tunjukkan kepada engkau wahai Atha seorang wanita penghuni surga? Kata A, tentu siapa wanita penghuni surga tersebut? Kata Ibnu Abbas, hadhi almaratus sauda. Inilah penghuni surga, wanita yang berkulit hitam. Berkulit hitam. Kok bisa dia penghuni surga? Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Attatin Nabi sallallahu alaihi wasallam." Wanita hitam ini mendatangi Nabi dan dia berkata, "Ya Rasulullah, inni usra wa inni atakasyaf. Sungguhnya aku ee terkena sara." Sara ini ada dua penafsiran. Ada yang mengatakan yaitu dirasuki oleh jin, diganggu oleh jin sehingga dia pun tidak sadar. Atau usra maksudnya dia seperti terkena penyakit kejang-kejang ya. Wa inni atakasyaf. Kalau sudah kambuh lagi kumat, maka sebagian auratku tersingkap. Yaitu mungkin pahanya tersingkap, tangan lengannya tersingkap, rambutnya tersingkap. Sebagaimana wanita kalau kejang-kejang pasti ada bagian bagian ujung tubuhnya yang tersingkap. Fadullaha an yasfiani. Yang menjadi yang menjadi perhatian wanita ini dia minta sembuh. Kenapa? Karena dampak dari penyakitnya itu membuat auratnya tersingkap. Padahal dia wanita seorang yang wanita yang berkulit hitam, maka dia ingin sembuh supaya auratnya tidak tersingkap. Rasul sahu alaih wasallam berkata, "In s'i daut laha laki fayasfiani." Fayasfiaki. Kalau kau ingin aku doakan Allah untukmu, maka kau akan sembuh. Waarti walakil jannah. Kalau kau mau bersabarlah maka bagimu surga. Maka dia berkata, "Abir, aku bersabar wahai Rasulullah." Wakinni atakasyafadullaha alla atakasyaf. Tapi saya kalau lagi kumat, saya bisa e tersingkap sebagian auratku. Wahai Rasulullah, berdoalah kepada Allah agar aku tidak tersingkap. Subhanallah. Dia memilih bersabar dengan penyakitnya yang menahun entah penyakit ayan kejang-kejang atau diganggu terus oleh jin. Kemudian yang penting auratnya tidak tersingkap. Inilah wanita penghuni surga ya, yang mungkin kalau wanita sekarang melihatnya mungkin merendahkannya apalagi berkulit hitam, penampilan tidak ada dan ee tetapi ternyata dia sangat menjaga harga dirinya. Meskipun dia berkulit hitam, dia tidak ingin auratnya tersingkap sama sekali. Ini contoh pertama. Contoh kedua tentang seorang wanita berkulit hitam taqumul masjid. Yaitu sering membersih-bersihkan masjid. Fafaqadha Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Suatu Rasul Sallahu Alaihi Wasallam pun cari dia kok tidak ada. Rasulullah bertanya, "Mana wanita yang berkulit hitam yang sering bersih-bersih masjid?" Kata para sahabat, "Sudah meninggal dan sudah kami kuburkan." Kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Halla aantumuni, kenapa kalian tidak kabarkan kepadaku kalau dia sudah meninggal?" Para sahabat memandang ini perkara gak perlu sampai Nabi tahu. Karena perempuan biasa cuma bersih-bersih masjid. Enggak usah repotin Nabi. Ternyata bagi Nabi wanita ini bukan wanita biasa. Ini wanita spesial karena dia ngurus masjid. Karena dia berkhidmat kepada Baitullah, kepada rumah Allah Subhanahu wa taala. Kata Rasulullah, "Dulluni ala qobriha." Tunjukkan kepadaku mana kuburannya. Maka Rasul sahu alaihi wasallam pun ditunjukkan kepada kuburannya. Rasul sahu alaihi wasallam pun salat. jenazah di atas kuburan wanita berkulit hitam tersebut. Jadi, Mas Ibu dirahmati Allah Subhanahu wa taala, saatnya kita sekarang menjadi wanita terbaik ya dengan ingin jadi terbaik di sisi Allah Subhanahu wa taala. Bukan terbaik di mata netizen, di mana komunitas ya. Yang terkadang penilaian mereka berubah, kita salah sedikit maka penilaian mereka bisa berubah total 180 derajat. Lain halnya kalau kita baik di sisi Allah Subhanahu wa taala, kalau kita baik di sisi Allah maka kita juga akan terbaik di akhirat kelak dan akan meraih surga yang terbaik. Hidupnya cuma sebentar, Ibu-ibu. Selain kita akan meninggal dunia kemudian kita melanjutkan perjalanan yang sangat sangat panjang yang tiada penghujungnya yaitu hari akhirat. Hari akhirat. Ibu yang dirahmati Allah Subhanahu wa taala. Maka pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang apa sih ee kiat-kiat agar seorang wanita bisa menjadi wanita yang berkah. Albarokah. Berkah secara bahasa Arab diambil dari kata albirkah atau alburuk. Ya, al-birkah maknanya adalah majmaul ma yaitu semacam danau yang di situ air sangat banyak dan airnya menetap. Adapun alburuk maksudnya burukul ibil ketika unta menderum yaitu dia duduk dia menderum. Sehingga para ulama menyimpulkan mensulkan bahwasanya menyimpulkan bahwasanya namanya sesuatu dikatakan berkah atau barokah atau mubarak jika banyak kebaikan padanya dan menetap. Jika banyak kebaikan padanya dan menetap ya seperti air zamzam. Innaha innahu mubarak innahu maun mubarak. Sesungguhnya air zamzam adalah air yang penuh dengan keberkahan. Innahu thaamu wasifa sukmin. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Sesungguhnya air zamzam itu bisa mengenyangkan dan juga bisa menyembuhkan penyakit. Sehingga air zamzam adalah air yang penuh berkah. Bab jadi kalau dikatakan suatu berkah maka ee itu ada banyak kebaikan pada suatu tersebut. Kalau Allah sudah memberkahi sesuatu, maka jadilah sesuatu itu menjadi sangat berkah. Tib. Ee di antara keberkahan ibu yang dirahmati Allah Subhanahu wa taala adalah menjadi seorang yang paling bermanfaat bagi orang lain, terutama bagi suami, bagi anak-anak dan juga bagi keluarga ya. Bagi anak-anak dan bagi keluarga. Wanita yang terbaik, wanita yang berkah bagi orang-orang di sekitarnya. Oleh karenanya ketika Nabi Isa Alaih Salam ee berbicara ketika digendong oleh ibunya, dia berkata, "Waja'alani mubarakan ainama kuntu." Allah menjadikan aku berkah di mana pun aku berada. Para ahli tafsir membahas tentang apa makna Nabi Isa berkah. Di antaranya dua tafsiran, yaitu mualliman lil khair waqan lihawaijinas. Bahwasanya Nabi Isa dikatakan dijadikan berkah oleh Allah karena dia suka mengajarkan kebaikan. Di mana-mana dia mengajarkan kebaikan kepada orang lain. Di mana pun dia berada dia menyampaikan kebaikan. Dan di antaranya di mana-mana dia selalu berusaha memenuhi kebutuhan orang lain, membantu orang lain. Qadaan lihawaijinas. membantu kebutuhan orang lain. Dan ini sifat Nabi Isa Alaih Salam ya. Padahal dia adalah orang yang sangat miskin, Nabi Isa Alaih Salam. Tetapi selalu mengajarkan kebaikan dan selalu membantu orang lain dengan potensi yang beliau miliki. Dari situ beliau dikatakan mubarak. Ya kata Allah wa'alani mubarakan ainama kuntu. Nabi Isa berkata, "Allah menjadikan aku berkah di mana pun aku berada." Demikian juga ee Nabi sallallahu alaihi wasallam ya ketika mensifati pohon kurma, Nabi mengatakan, "Inna minas syajari lama barokatuhu barokatil muslim." Sesungguhnya di antara pohon ada sebuah pohon yang keberkahannya seperti keberkahan seorang muslim, yaitu nakhlah, yaitu pohon kurma. Pohon kurma dinyatakan keberkahannya seperti seorang muslim. Karena pohon kurma itu dari ujung atas sampai ujung bawah semuanya bermanfaat. Tidak ada bagian dari pohon kurma yang terbuang. Terlebih lagi kalau kita bicara tentang pembahasan orang-orang yang tinggal di Hijaz di Makkah dan Madinah di Jazir Arab 100 tahun lalu, 100 tahun lalu, maka pohon kurma itu adalah pohon yang sangat bermanfaat. Semua bagian dari kurma itu tidak ada yang dibuang. daunnya, pelepahnya, batangnya, jumarnya, ee karonifnya, semuanya tidak ada yang terbuang sampai bijinya pun tidak terbuang. Biji kurma itu kalau dikumpulkan nawat, bijinya dikumpulkan kemudian direndam kemudian ditumbuk maka bisa jadi makanan makanan hewan yang sangat bergizi biji tersebut. Bahkan sekarang ada yang bikin kopi dari biji kurma ya, dijemur, disangrei jadi kopi kurma ya. Intinya kurma itu semua bagiannya bermanfaat. Kata Nabi, keberkahan kurma seperti keberkahan muslim. Makin dasar bahwasanya seorang muslim atau seorang muslimah seharusnya tidak ada kegiatan yang dia lakukan kecuali bermanfaat. Entah bermanfaat untuk dirinya atau bermanfaat dari orang kepada orang orang lain. Ini hukum asal seorang muslim dan seorang muslimah. Maka kalau ingin jadi seorang wanita yang berkah, dia harus selalu produktivitas. bahwasanya selama ini apa yang dilakukan bermanfaat entah untuk dirinya, untuk dunianya, untuk akhiratnya, terlebih lagi untuk orang lain, untuk suaminya, untuk anaknya, ya untuk saudara-saudaranya. Maka di mana pun dia berada, dia dirindukan kehadirannya karena selalu membawa berkah. Kalau Allah sudah kasih berkah sama dia, di mana pun dia berada membawa kebaikan. Oleh karenanya di antara wanita yang dikatakan wanita berkah seperti Juwairiyah bintul Harit. Juwairiyah bintul Harit ya adalah seorang pemimpin, putri dari seorang pemimpin dari Bani Almaliq namanya Harit. Haris kalau Harit bin Dirar kalau saya saya tidak salah lupa nama nama ayahnya ya. Juwairiyah eh ketika Rasul Sallahu Alaih Wasallam dan para sahabat menyerang Bani Mustaliq, akhirnya mereka kalah dan akhirnya ee mereka menyerah dan akhirnya banyak di antara mereka yang ditawan jadi budak-budak. Di antara yang ditawan adalah Juwairiyah bintul Harit, seorang wanita yang sangat cantik jelita. Dia kemudian ditawan di bawah tawanan Tsabit bin Qais bin Syammas. Maka akhirnya dia sepakat dengan Tsabit untuk melakukan mukatabah. Mukatabah itu artinya budak ini ingin menebus dirinya sendiri. Dia beli sama tuannya dengan harga yang disepakati. Maka dia pun jadi budaknya Tsabit bin Qas bin Syammas. Kemudian dia berusaha membeli dirinya sampai akhir ini tidak kuat untuk tidak mampu untuk menebus dirinya sendiri. Sementara saudara-saudaranya, paman-pamannya, kerabat-kerabatnya semua jadi budak. Ada 100 lebih mungkin budak diperbudak karena kalah dalam peperangan. Maka akhirnya datang kepada Nabi. Dia bilang, "Ya Rasulullah, saya sudah bermukatah, yaitu ingin menebus diriku sendiri, namun saya tidak mampu. Maukah engkau membantuku?" Kata Rasul Sallahu Alaihi Wasallam, "Maukah aku tunjukkan kepada engkau yang lebih baik daripada itu semua? Saya bantu engkau dan aku menikahimu dan aku menikahimu." Ya, Aisyah ketika melihat Juwairiyah, maka Aisyah pun cemburu. Aisyah tahu ini Rasulullah bakal menikah bakalan menikahinya. Dan benar akhirnya Rasulullah menikahinya. Ketika Rasul Sallahu Alaihi Wasallam menikah dengan Juwairiyah, maka sampailah kabar kepada para sahabat bahwasanya Juwairiyah telah dinikahi oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Sehingga akhirnya tawanan-tawanan yang mereka tawan tersebut berarti kerabatnya Juwairiyah, berarti kerabatnya istri Nabi sallallahu alaihi wasallam. Maka mereka pun tidak enak. Akhirnya mereka merdekakan kerabat-kerabat Juwairiyah yang tadi jadi budak-budak. 100 lebih dimerdekakan karena Juwairiah. Kata Aisyah radhiallahu anha, "Laq biha miatun min banil mustaliq." Sungguh ada 100 orang budak merdeka gara-gara Juwairiah. Kemudian kata Aisyah radhiallahu taala anha, "Fala aamu imroatan aksar barokatan fiumiha min Juwairiyah." Aku tidak mengetahui ada seorang wanita yang paling banyak berkahnya bagi kaumnya seperti Juwairiah. Ini contoh bahwasanya Juwairiyah ee berkah bagi kaumnya. Karena dengan sebab dia maka kaumnya pun dimerdekakan oleh para sahabat. Bermanfaat bagi kaumnya. Disifati dengan berkah. Contoh lagi seperti Aisyah radhiallahu taala anha dalam kisah yang masyhur ketika Aisyah radhiallahu anha bersafar bersama Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kemudian kalungnya hilang. Ketika kalungnya hilang dan Aisyah radhiallahu anha kehilangan kalung dua kali. Kali pertama ketika kalungnya hilang kemudian dia turun dia cari sendiri. Akhirnya dia terlambat dari rombongan. Akhirnya rombongan kira dia sudah balik ke keranda. Ternyata dia belum balik. Rombongan pergi akhirnya dia tertinggal dan akhirnya disusul oleh Safwan bin Muatthal As-Sulami. Sehingga akhirnya terjadilah peristiwa besar yang dikenal dengan hadisatul ifiq. Berita dusta, berita hoa ketika orang-orang menuduh, orang-orang munafik menuduh Aisyah berzina dengan Safan bin Muatthal. Assulami. Ini semua sebabnya kenapa? Karena kalungnya hilang dan dia cari sendiri. Akhirnya timbullah peristiwa tuduhan Aisyah berzina sampai Allah bela dalam surah Annur. Kejadian kedua ketika ini yang kedua kali Aisyah kalungnya hilang. Kali ini Aisyah cerdas. Dia tidak mau cari sendiri. Nanti kalau cari sendiri ketinggalan lagi. Maka dia lapor kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Wahai Rasulullah kalungku hilang. Maka Rasulullah sallallahu alaihi wasallam menyuruh seluruh sahabat untuk cari kalung tersebut. Mereka cari cari cari cari cari di malam hari dicari enggak dapat sampai menjelang subuh sampai waktu masuk subuh. Was laisu ala ma waisa maahum ma. Yang jadi problem orang-orang tidak dalam kondisi berwudu padahal sudah waktu maksud waktu salat subuh. Dan sebagian mereka tidak bawa air untuk berwudu. Ada air mungkin untuk minum. Akhirnya sampai Abu Bakar pun sempat marah. Abu Bakar sampai menekan perut Aisyah radhiallahu anha. Yaitu gara-gara kalung sampai semuanya heboh ya. Dan Rasulullah karena cinta kepada Aisyah, Rasulullah suruh sahabat cari kalung yang hilang tersebut. Perhatian suami kepada seorang istri ternyata sampai subuh tidak ketemu kalungnya. Maka ketika itu turunlah firman Allah Subhanahu wa taala, "Falam tajidu maan fatayammamuidan thyiba." Kalau kalian sudah mencari air dan kalian tidak mendapati air, maka bertayamumlah. Ternyata ada syariat baru. Syariat baru tersebut adalah bolehnya bertayamum kalau tidak ada air. Dan syariat ini sebabnya apa? Sebabnya karena Aisyah kalungnya hilang. Ketika itu akhirnya Usaid bin Khudir radhiallahu anhu, salah seorang dari sahabat Anshar berkata, "Ma hiya biawali barokatikum ya ala Abi Bakar." Ini bukan keberkahan pertama kali yang datang dari kalian wahai keluarga Abu Bakar. Subhanallah. Kalau Allah sudah berikan keberkahan sampai kalung hilang pun jadi berkah ya. Dan bermanfaat gara-gara kalung hilang tersebut muncullah syariat tayamum yang membuat keringanan bagi umat Islam sampai hari kiamat. Jadi kalau wanita ingin berkah, berusahalah dia bermanfaat bagi orang-orang di sekitarnya. Orang di sekitarnya sejauh mana dia manfaat bagi suaminya. Coba kita renungkan diri kita. Sudahkah kita bermanfaat bagi suami kita? Bagi anak? Sudahkah keberadaan kita dirindukan oleh mereka? Sudahkah keberadaan kita dirindukan oleh kakak dan adik kita? Sudahkah mereka selalu rindu bertemu dengan kita? Sudahkah mereka kalau kita datang mereka semua bahagia, senang, tentram? menanti-nanti kehadiran kita. Ayah, ibu kita pun demikian. Kakak- adik kita, tante semuanya senang dengan kita ya. Karena kebaikan ya. Kalau semua orang merindukan kehadiran kita ya berarti mudah-mudahan kita menjadi orang yang berkah. Tapi kalau sebaliknya semua ingin kita cepat mati, nah ini repot ya. Kapan matinya ini orang ya. Jadi ee mungkin kita cerewet, pelit, menjengkelkan ya, bikin masalah ya. sehingga di mana-mana bikin masalah. Makanya Rasul sahu alaihi wasallam mengatakan, "Inna minyarinasi manzilatan yaumalqiamah manahunas ittiq fuhsih." Orang yang paling buruk kedudukannya pada hari kiamat kelak yaitu orang yang ditinggalkan manusia gara-gara takut dengan keji mulutnya. Ya, orang tidak suka dia sama sama dia. Sebaliknya berarti kalau orang yang dirindukan ya orang yang berkah. orang yang berkah. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam ee khairunas anfaahum linas. Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Ini salah satu poin yang menjadikan wanita berkah ketika dia bermanfaat bagi orang lain. Yang paling utama adalah manfaat bagi suami dan ee anaknya. Adapun dalil akan hal ini yang lebih spesifik ya seperti dalam satu hadis di mana Rasulull sahu alaihi wasallam memuji wanita yang perhatian sama anaknya. Kata Rasulull sahu alaihi wasallam eh nisau quraisyin khairu nisain rqibal ibil ahnahu ahnahu ala tiflin arahu ala zaujin fati yadihi. Wanita Quraisy adalah sebaik-baik wanita yang mengendarai unta yang yaitu kenapa? Karena paling lembut kepada anak-anak dan yang paling pintar ngurusin harta suami. Yang paling sayang kepada anak-anak dan yang paling pintar ngurusin harta suami. Di sini perhatikan bagaimana berkahnya seorang wanita terkait dengan suami dan anaknya. Hadis ini ada kisahnya. Kisahnya adalah Rasul Sallahu Alaihi Wasallam melamar seorang wanita namanya Ummu Hani. Ummu Hani ini sepupunya Nabi yaitu Ummu Hani bin Abi Thalib. Saudara saudarinya Ali bin Abi Thalib, saudarinya Jafar bin Abi Thalib, saudarinya Aqil bin Abi Thalib. Mereka punya saudari perempuan namanya Ummu Hani. Dan Ummu Hani ini sudah menjanda. Sudah menjanda. Dia punya anak-anak dan dia wanita yang sangat salehah. Oleh karenanya Nabi sallallahu alaihi wasallam pun melamar dia. Ya Rasulullah ingin menikahi sepupunya tersebut. Namun Ummu Hani menolak lamaran Nabi. Menolak lamaran Nabi. Apa kata Ummu Hani? Ya Rasulullah inni qod kabirt waliya iyal. Ya Rasulullah saya sudah tua ini. Saya tidak bisa lagi ngelayani engkau sebagai seorang istri melayani suami. Berat. Ee Rasulullah istrinya banyak yang muda. Ya. Saya tidak bisa melayani engkau lagi. Lagi pula saya punya banyak anak yang harus saya urusin. Itulah masalahnya. Yang paling utama saya butuh energi untuk ngurusin anak-anak. Di situlah Ummu Hani menolak lamaran Nabi dan Nabi membenarkan penolakan tersebut dan Nabi memuji Ummu Hani. Rasulullah mengatakan hadis ini, "Nisau quraisyin khairun nisail eh nisau quraisyin kirun nasain rqib ibil ahnahu aliflin arahu ala zaujin yadihi." Sesungguhnya itu Quraisy adalah di antaranya Ummu Hani adalah wanita terbaik yang mengendarai unta. Kenapa terbaik? Karena ahnahu aliflin, karena paling perhatian sama anak-anak dan yang paling ngurusin harta suami. Jadi ee ini dalil ya. Jadi Rasulullah bercerita tentang wanita-wanita Arab. Wanita Arab secara umum mereka naik unta. Naik unta dan di di Makkah, Madinah, di Hijaz, di Thaif, kemudian misalnya di Yaman ya. Jazirah Arab, wanita-wanita mereka suka naik unta dan biasanya dibuat keranda-keranda mereka naik di atas keranda tersebut atau mereka langsung naik unta dengan pelananya. Ternyata kata Nabi, dari sekian banyak kabilah-kabilah Arab, wanita-wanitanya yang suka naik unta, yang terbaik adalah wanita Quraisy. Apa sebabnya jadi terbaik di sisi Allah? karena paling sayang kepada anak-anak dan yang paling baik ngurus harta suami. Ini menunjukkan bahwasanya wanita yang terbaik, wanita yang berkah, yang paling bermanfaat bagi anak-anak. Nah, kita renungkan, Ibu yang dirahmati Allah Subhanahu wa taala. Sejauh mana kita sayang sama anak, sejauh mana kita perhatian sama anak, buah hati kita ya, sejauh mana kita mendidik mereka, sejauh mana kita jadikan anak kita sebagai teman ngobrol sehingga kedekatan yang tinggi antara kita dengan dengan anak. Ataukah di zaman sekarang wanita sibuk main HP, sibuk dengan komunitasnya, sibuk dengan grup-grupnya, sibuk lihat sapi melulu, sapi sopi, sopi. Kerjaannya lihat sapi mulu, suaminya enggak punya duit ya. Anak-anak enggak diurusin, anak nangis dikit kasih HP supaya main HP. Ya, kasihan anak-anak zaman now. Genz kasihan ya. Kasihan generasi milenial ya. Jadi kasihan banyak anak-anak yang terbengkalai. Ibunya sudah terlalu sibuk bersosialita, sibuk melihat perkembangan berita sampai anak tidak diurusin. Ya, tidak diurusin. Kalau kita lihat bagaimana, coba ibu-ibu ingat orang tua kita dahulu ya, kita generasi milenial mungkin ya. Kalau orang tua kita dulu generasi yang lebih tua lagi. Entah aluminium entah besi tua. Ya, subhanallah. Ibu-ibu kita dulu mungkin tidak banyak ngaji, tapi kesabaran luar luar biasa. Kalau kita ingat bagaimana perjuangan mereka, ngurusin anak-anak, kasih sayang, perjuangan, luar biasa. Mau kita bandingkan dengan wanita zaman sekarang jauh berbeda. Jauh berbeda ya. Oleh karenanya ya seorang berusaha menjadi wanita yang berkah dengan perhatian sama anak-anak. Saya sering sampaikan dalam kajian saya, ibu saya rahimahullah beliau sudah meninggal. Beliau bukan orang ngaji ya. Dulu juga tidak salat juga dulu juga tidak pakai jilbab tapi ngurusin anak dengan sangat baik. Dia dulu tidak salat tapi ngajak saya untuk ikut TPA. Nganterin saya ke TPA. Padahal ibu saya enggak bisa ngaji. Ngaji pun enggak bisa, salat pun enggak bisa. Ya, ibu saya seperti itu. Tapi lama-lama baru kemudian belajar. Dan dia tidak pernah cubit saya sekalipun. Saya enggak pernah ingat dia cubit saya. Saya enggak pernah ingat dia mukulin saya. Kalau ngomel pernah, tapi kalau mukul cubit enggak pernah. Dan saya tidak mau makan kecuali disuap. Dan saya disuap sampai ke kelas 4 SD. Makanya saya manja sampai sekarang jadi suami yang manja. Ya maksud saya jadi bagaimana ibu-ibu zaman dahulu luar biasa dan itu ngurus bukan ngurus saya aja. Saya punya adik di bawah saya masih ada tiga. Kakak saya satu, adik saya tiga. Kita berlima. Bagaimana seorang ibu yang kuat ya ngurus anak-anak ya luar biasa. Karena ibu-ibu kalau kita ngurus anak, ibu-ibu ngurus anak-anak dapat pahala ya. dapat pahala menjadi terbaik di sisi Allah. Memang tidak bisa tidak bisa terbaik di komunitas karena perbuatan kita ngurusin anak enggak ada yang lihat. Yang lihat cuma Allah Subhanahu wa taala. Ngurusin anak sabar ee hadapi mungkin kenakalannya. Namanya anak-anak pasti begitu ya manjanya ya. Gak ada yang lihat. Beda kalau kita dilihat sama komunitas kita akan berwibawa kemudian penampilan oke kita posting-posting melulu ya. Tapi kalau sama anak-anak, ngurus anak-anak, butuh kesabaran dan semuanya ada pahala di sisi Allah Subhanahu wa taala. Jadi inilah wanita yang berkah yang perhatian sama anak-anak. Kita sedih zaman sekarang ada anak jauh dari ibunya, enggak ada kedekatan sama ibunya. Kalau ada ibunya, "Dak, ibu pergi, pergi, pergi. Lagi mau main." Tidak, tidak rindu ingin ketemu mamanya, tidak ingin jalan sama mamanya. Kalau jalan-jalan penginnya jalan sendiri, enggak pengin sama mamanya. Sekarang zaman sekarang demikian. Gan-gen Z mana gak mau urusin orang tuanya. Dia enggak mau. Dia mau jalan sendiri. Kenapa? Karena sejak awal sudah jauh dari ibunya. Ibunya sudah sibuk sendiri ya ngurusin grup-grup WA, ngurusin ini, ngurusin anu, sampai anak-anak terbengkalai. Kalau anak-anak sudah jauh dari ibu itu bahaya. Bahaya. Maka saya nasihati kepada para istri, para wanita, ya. Dan ini bukan cuma berlaku pada para remaja atau ibu, nenek-nenek juga ya, nenek-nenek yang mungkin sudah tua jangan lupa menjalin ke apa relasi kembali dengan anak. Jangan jauh dari anak. Kadang-kadang kita tua, kita egois maunya anak yang telepon kita, ya sudah kita ngalah. Dulu mungkin kecil kita kurang didik yang benar, tidak ada kata terlambat. kita tetap sayangi mereka ya, kita baiki hubungan dengan mereka. Karena ee di antara kebaikanlah jika seorang dekat dengan anak-anaknya. Jadi, ini perlu perjuangan ngurus anak-anak. Ahnahu ala tiflin. Bayangkan kira-kira kalau Ummu Hani menikah dengan Nabi tentu luar biasa. Jadi, Ummul Mukminin pahalanya luar biasa. Tapi dia menolak lamaran Nabi karena untuk ngurus anak-anak dan Nabi tidak mencelanya. Bahkan Nabi memujinya. Dan Nabi mengatakan ini adalah contoh wanita terbaik, wanita Quraisy sampai tidak mau nikah gara-gara untuk ngurus apa? Anak. Dia korbankan kesenangan duniawinya untuk anak-anak. Makanya saya kadang baca kisah yang tentang Aisyah radhiallahu anha ketika ada seorang wanita miskinah miskin dengan bawa dua putrinya ngetuk pintu rumah Aisyah minta makan. Minta makan karena saking miskinnya. Akhirnya Aisyah tidak punya apa-apa, cuma punya satu butir kurma. Maka dia kasih kepada wanita tersebut. Yang menakjubkan, wanita tersebut tidak makan. Dia malah bela dua. Dia kasih dua putrinya. Subhanallah. Dia rela lapar. Yang penting kedua putrinya apa? Kenyang. Ibu-ibu zaman sekarang dia makan dulu baru anaknya belakangan. Maka nampak mereka gemuk-gemuk anaknya miskin. Coba lihat anaknya kurus. Kasihan ibunya masyaallah berbobot ya. Bantat anaknya miskin ingusan enggak diurus. Kasihan. Ini gimana ngurus anak ya? Sibuk sendiri, menyenangkan diri sendiri, mengorbankan a anak. Wanita zaman zaman sekarang ini kalau mau jadi wanita berkah ngurus anak dengan baik. Sabar, sayangi mereka, sabar dengan kenakalan mereka. Mereka main sana, banting sana, banting sini. Ya, ada orang bangga anak saya di rumah tenang. Ah, ini bahaya itu. Jangan-jangan autis ya. Tenang aja. Anak yang benar tuh coret sana, coret sini, banting sana, banting sini, pecah sana. Itu anak yang benar. kita kita bukannya tapi kita mengarahkan tidak mengekang dia. Banyak wanita tidak mau direpotkan sama anak-anaknya. Anaknya ribut sedikit dimarahin, dicubit, dibentak. Ribut sedikit kasih HP selesai. Ibunya main HP nonton Korea, anaknya nonton yang lain. Kasihan main game Tib. Jadi perhatian sama anak adalah sebab keberkahan. Yang kedua tadi kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Arahu alujin fti yadihi." Bahwasanya wanita yang berkah adalah wanita yang pandai ngurus harta sua suami. Inilah di antara makna dari firman Allah ketika Allah memuji wanita salhat. Kata Allah, "Folihatu qonitatun hafidatun lil ghaibi bima hafidallah." Wanita-wanita salehat adalah wanita-wanita yang qonitat, yaitu yang taat beribadah dengan khusyuk. Kemudian hafidatun lil ghaib, yaitu menjaga hak suami ketika suami tidak ada. Para ulama menafsirkan apa maksudnya menjaga suami ketika suami lagi tidak di rumah, lagi safar, yaitu fi nafsiha wa malihi. Dia jaga harga dirinya dan dia jaga harta suaminya. Dia jaga harga dirinya dan dia jaga harga harta suaminya. Suaminya tidak ada, suaminya nyerahkan uang sama dia, dia ngurus dengan baik, menjaga dirinya. suemiki tidak di rumah dia tidak chattingan sama lelaki, tidak berselancar dunia maya melihat teman-teman lamanya waktu SMA ya, waktu kuliah ya, waktu SMP, CLBK, Cinta Lama belum kelar ya gimana dulu pacar saya dulu kawin belum ya gitu pengin tahu. Akhirnya itu namanya berkhianat ketika suaminya tidak di rumah. Di antaranya meskipun suaminya tidak di rumah, dia ngurus harta suaminya dengan baik. Dia tahu bahwasanya harta ini bukan miliknya, tapi milik suaminya, maka dia harus kelola dengan sebaik-baiknya. Saya tahu banyak wanita di tanah air ini yang suaminya menyerahkan harta kepada istrinya untuk dikelola. Banyak ya. Yang itu saya tidak temukan di teman-teman saya di Arab. Teman saya di Arab enggak ada istri kelola harta tuh enggak ada. yang ngurus semua adalah sua suami istri tiap bulan dikasih dikasih uang untuk sedikit atau dikasih makan yang penting. Bahkan sebagian teman-teman saya lelaki dia yang belanja, dia yang belanja taruh di rumah istrinya tugasnya masak. Sehingga oleh karenanya wanita yang tiap hari merasa butuh kepada suami lebih banyak bersyukur kepada suami karena dia merasa tiap bulan harus tunggu pemberian apa? suami. Tapi sekarang banyak wanita mentang-mentang. Kenapa yang pegang ATM suaminya dia? Sebaliknya suami yang malah minta duit sama dia. Dari kecil minta uang sama mama, sudah besar minta uang sama istri. Kasihan. Kasihan suami Indonesia. Kasihan. Ini kenyataan. Ini kenyataan. Entah banyak orang dia PNS, ASN gajinya yang pegang istrinya. Subhanallah. Sampai saya ketemu seseorang, saya bilang, "Gaj sudah masuk belum?" "Gak tahu, Ustaz." "Loh, kok enggak tahu? Enggak ada laporan." Laporannya di HP istri saya. Astagfirullah. Masih sekarang sudah kayak gini. Oleh karenanya orang Indonesia secara umum banyak nyerahkan harta kepada istrinya. Nah, kalau ibu dikasih amanah dari suami, maka kelola dengan baik. Bersyukur ada suami yang seperti itu. Ya, suami Indonesia itu baik-baik sampai harta dia kasih pegang sama istrinya. Saya enggak tahu baik atau bahlul mirip ya. Jadi sampai kejadian parah yang pernah saya alami ada seorang datang menangis. Subhanallah dia punya rumah mungkin 10 atau 11. Semua dia atas nama istrinya. Terus dia kasih uang miliaran banyak atas nama istrinya. Suatu hari istrinya ngambek bawa seluruh sertifikat. Saya bilang, "Kau ini Allah terlalu baik, terlalu bahlul juga enggak tahu ya. Masa semua nama is istri. Alhamdulillah akhirnya kembali ini sudah ngaji. Dua-duanya sudah ngaji. Sudah ngaji. Suaminya sudah ngaji, istri juga ngaji. Subhanallah. Jadi kalau kita di serahin uang sama suami, kita kelola dan dalam pengelolaan itu kita cari pahala. Ibu-ibu saya kelola harta suami karena Allah. Karena ini cara menjadi wanita yang berkah bagi suami yaitu dia kelola harta dengan baik, dengan teratur, tidak boros. Dia tetapkan pada yang keperluan, beli yang perlu-perlu. Bukan apa yang dia pengin beli, apa yang dia ngel pilih beli. Ini kalau dia tahu ATM suami dia pegang, sudah dia pegang Shopee, selesai. Tapi teng Shopee, teng Shopee, teng Shopi. Aduh, setiap sopi jantung suaminya berdetak. Repot. Jadi, ibu-ibu kelola harta istri karena Allah. Oh, salah ya. Harta suami karena Allah. Harta suami karena Allah. Cari pahala di balik mengolah harta suami. Di antara bentuk mengelola harta suami, Ibu-ibu yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa taala, adalah tidak boros. Ketika Rasul Sallahu Alaih Wasallam mensifati wanita berkah, apa kata Nabi sallallahu alaihi wasallam? Aisaruhunah. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Wanita yang paling besar keberkahannya adalah yang paling mudah maharnya." Mn di situ maksudnya maharnya. Artinya ketika menikah dengan wanita tersebut mudah. Dalam ayat riwayat yang lain, aunna shodqon waisaruhunna eh aisaruhunna shodqan yang paling murah. Kemudian khitbah yang paling mudah dilamar, yang paling mudah maharnya dan yang paling mudah melahirkan. Di antara yang jadikan wanita berkah adalah paling mud yang paling mudah maharnya yaitu mudah. Kemudian sebagian ulama menafsirkan di antaranya adalah paling mudah biaya kehidupannya. Ya, sebagaimana biaya maharnya tidak susah, demikian juga biaya kehidu kehidupannya. Maka saya ingatkan kepada para wanita bertakwa kepada Allah. Jangan ikut gaya kehidupan hedon ya. Pengin ini pengin anu yang ditonton artis-artis sehingga penginnya mewah-mewah melulu. Ya jangan ya. Sebagian wanita salah pergaulan. Tadinya tawadu, sekarang bicaranya tentang tas branded. Kemudian jam branded, ya, kemudian jilbab branded, ya. Sehingga bikin susah suaminya karena biaya hidupnya jadi ma mahal. Sebagian mereka salah gaul sehingga maunya ke salon-salon artis. Padahal mukanya bukan muka artis. penginnya ke salon artis biaya mahal ya. Sudah ke salon artis biaya mahal diajak sama suaminya menolak. Ya, ini jadi artis apa ini? Artis flora dan fauna. Oleh karenanya ibu dirahmati Allah Subhanahu wa taala ya, wanita yang berkah tidak merepotkan biaya untuk suaminya. Dia tahu bahwasanya harta ini akan ditanya oleh Allah dari mana dan dibelanjakan ke mana sehingga dia kelola harta suaminya dengan dengan baik, tidak merepotkan apa suaminya. Sebu salah bergol seperti itu. Nanti sedikit-sedikit Abi ganti ya. Ganti horden baru. Ganti lagi sofa baru ya. Ganti sofa baru. Kasihan suaminya. Ganti mobil baru, Bi. Aduh, ganti mobil baru. Lama lagi, Bi. Ganti rumah baru. Waduh, kamu juga diganti boleh enggak? Jadi, Ibu-ibu hati-hati ngurusin harta suami. Kalau Ibu diamanahi harta suami, tunjukkan pada suami bahwasanya saya pandai dalam mengolah harta. Dan kita dapati sebagian ikhwan senang kalau istri saya ngurus aman. Dia tahu apa yang dia lakukan. Bayar listrik dia tahu ini dia, "Oh, ini Bi, uang kita enggak cukup beli ini." Jangan. Dia tahu dia apa namanya ahli dalam mengatur keuangan. Seperti itu. Berkah menyenangkan apa? Suami. Tib. Di antara ee keberkahan yang terkait dengan suami juga bahwasanya kita kembali kepada wanita paling berkah, wanita yang paling bermanfaat. terutama bagi orang-orang dekat, bagi anaknya dan juga bagi suaminya. Di antaranya hadis yang kemarin saya singgung ketika dinasihat pernikahan tentang hadis Fatimah radhiallahu taala anha ya. Bagaimana para sahabiat dahulu mereka bekerja untuk keluarga, untuk suami. Ya, di antaranya yang terkenal adalah Asma bin Abi Bakar dan Fatimah bin Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Adapun asma, maka disebutkan dalam riwayat ketika dia menikah dengan Zubair, Zubair miskin sehingga dia harus bantu urusan Zubair bin Awwam sampai dia harus berjalan sekitar 4 kilo, 5 kilo untuk ngurusin kudanya Zubair. Dia pergi kemudian dia latih kudanya ya. Kemudian dia harus memikul nawat, memikul apa? Biji-biji kurma dengan jarak sekitar 4 km kerjaan sehariannya. Kemudian dia tumbuk, dia rendam, dia tumbuk untuk dijadikan makanan bagi untanya Azzubair. Semuanya dia kerjakan sebagai seorang wanita salehah untuk melayani suaminya. Untuk melayani suaminya dan itu mendatangkan keridaan Allah Subhanahu wa taala. Dan ini juga dialami oleh Fatimah. Fatimah ketika menikah dengan Ali miskin. Dua-dua miskin. Miskin dan miskinah. Sampai miskinnya. Disebutkan dalam riwayat ketika Fatimah dan Ali tidur musim dingin, mereka punya selimut-selimut tersebut tidak bisa menutupi mereka berdua. Kalau mereka menutupi kaki mereka berdua, kepala mereka terbuka. Kalau mereka tutup kepala mereka, kaki berdua kaki mereka berdua terbuka. Subhanallah. Enggak punya apa-apa. Miskin sampai miskinnya sampai karena Ali bin Abi Thalib sibuk berdakwah, berjihad sehingga hartanya sedikit. Sehingga saking miskinnya Fatimah tidak punya pembantu, maka dia yang menggiling gandum pakai roha. Roha itu dua dua batu besar harus digiling. Harus digiling. Dan akhirnya e majalat yaduha. Akhirnya tangannya jadi ngapal ya. Jadi keras, jadi pecah-pecah ya. Tidak halus seperti tangannya ibu-ibu ya. Jadi tangannya sudah sudah menunjukkan wanita yang suka bekerja. Kemudian dia harus membuat ajin, yaitu membuat adonan roti. Kemudian dia pukul sendiri, kemudian dia panggang sendiri. Sehingga namanya wanita kalau manggang roti pakai tungku ya pengaruh kewajahnya. Hatta ararat fi wajhiha. Sampai wajahnya mungkin tidak sehalus wanita yang lain karena sering berhadapan dengan api. Fatimah radhiallahu taala anha. Kemudian dia harusnya punyaapu rumahnya sendiri. Hattabuha sampai bajunya penuh dengan debu. Fatimah radhiallahu taala anha. Dan dia juga harus ngambil air sampai dia ngangkat kirbah yaitu air ditaruh digantung di lehernya. Hatta fi unqiha sampai lehernya ada bekas keletihan karena ngangkat air. Karena kondisi yang lama seperti ini, akhirnya Fatimah pengin punya pembantu dan dia dengar ayahnya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam menang dalam peperangan dan pasti ada budak-budak dulu. Menang kalau menang punya budak. Maka dia datang kepada ayahnya minta pembantu. Dalam sebagian riwayat dia datang ketemu ayahnya. Ketika ketemu ayahnya, dia malu minta pembantu. Dia ayahnya tanya, "Bagaimana? Ada apa, putriku?" Kata Fatimah, "Enggak ada apa-apa. Cuma pengin tahu kabar ayah." Dia pulang lagi. Malu minta pembantu. Tapi kondisi semakin berat. Akhirnya dia mentendikan diri lagi untuk ketemu Nabi, minta pembantu. Ternyata Nabi tidak ada. Maka dia sampaikan kepada Aisyah keperluannya. Akhirnya ketika Nabi datang, Aisyah kasih tahu bahwasanya Fatimah radhiallahu anha putrimu perlu begini, begini begini. Maka Rasulullah sallallahu alaihi wasallam pun akhirnya datang menemui Fatimah dan Ali. Dan ketika itu kedua mereka mau hendak tidur pakai selimut yang tidak cukup tadi. Subhanallah. Kalau kita selimut banyak ya. Selimut banyak ya. Kita kadang dua selimut juga bisa ya. Mau dua orang bisa, tiga orang juga bisa. Aman. Ini gak cukup. Nutup kaki kepala kebuka. Nutup kepala kaki terbuka. saki enggak punya apa-apa padahal musim dingin. Maka akhirnya Rasul Sallahu Alaihi Wasallam datang kepada putrinya maka dia mengatakan, "Wahai Fatimah, bagaimana saya mau kasih kau pembantu? Sementara ashabus suffah, orang-orang yang tinggal di masjid di suffah kelaparan, mending budak-budak tersebut saya jual, uangnya saya sedekahkan kepada mereka." Itu Rasulullah ingat-ingat bahudanya dunia cuma sementara ya. Ee sabar. Kemudian Rasulullah berkata, "Ya Fatimah isbiri fnahairisa allati nafaat ahlaha." Ini yang ingin saya sampaikan. Kata Rasulullah, "Wahai Fatimah, bersabarlah. Sungguhnya sebaik-baik wanita adalah yang bermanfaat bagi keluarganya, yaitu engkau ngurus rumah, masak-masak, giling gandum, angkat air, bakar roti, panggang roti. Ini semua menjadikanmu terbaik di sisi Allah. Saya sering bilang, "Seandainya saya di posisi Nabi, kemudian putri bungsu saya minta pembantu, saya kasih 10 pembantu kalau saya punya uang. Kira-kira Nabi sayang sama Fatimah enggak? Ibu-ibu sayang. Siapa yang sering bantu Nabi? Ketika Nabi diganggu di Makkah oleh Uqbah bin Abi Muaid, Nabi sedang sujud. Kemudian Uqbah bin Abi Muaid ambil kotoran, isi perut unta, ditaruh di atas pundak Nabi. Nabi sujud sehingga Nabi tidak bergeming karena banyak kotoran. Sementara Abu Jahal CS ketawa-ketiwi sampai sempoyongan saking tertawa terbahak-bahak lihat kehinaan Muhammad sallallahu alaihi wasallam yang sedang ditaruh kotoran di atasnya. sementara sedang sujud. Dan Abu Jahal begitu dia bilang, "Muhammad sudah datang gosok-gosok kepalanya di tanah, maksudnya sujud." Akhirnya ditaruhlah kotoran. Nabi tidak bergeming lama. Akhirnya ada yang lapor kepada Fatimah, "Wahai Fatimah, ayahmu diganggu." Subhanallah. Fatimah pun keluar dari rumahnya, masih remaja kecil. Maka dia bersihkan kotoran dari pundak ayahnya. Setelah bersih kemudian dia menghadapi Abu Jahal sendirian dan teman-temannya Abu Jahal. Maka dia maki-maki mereka untuk membela apa? Ayahnya. Bagaimana sedihnya seorang ayah ketika lihat putrinya yang bungsu melihat ayahnya sedang dihinakan. Dan ini dirasakan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam bagaimana pilunya hati Fatimah. Dia lihat Fatimah marah-marah, maki-maki orang demi bela dia. Kemudian juga ketika Rasulullah sallallahu alaihi wasallam perang Uhud, Rasulullah terluka sujan Nabi. Sujan Nabi sallallahu alaihi wasallam sujan Nabi sallallahu alaihi wasallam eh sujan Nabi sallallahu alaihi wasallamuhu yaitu Rasulullah terluka wajahnya dan gigi gigi ininya patah. Gigi serinya patah. Siapa yang ngurus? Fatimah. Bukan istri-istri Nabi. Bukan Aisyah. Bukan Ummu Salamah. Bukan yang ngurusin ee adalah Aisyah. Aisyah sama Ali bin Abi Thalib. Aisyah kemudian mengambil air kemudian ee apa? Fatimah kemudian membersihkan darah dari pipi ee Nabi sallallahu alaihi wasallam. Oleh karenanya Fatimah diberi gelar dengan ummu Abiha. Di antara kunyah Fatimah adalah Ummu Abiha, yaitu ibu dari ayahnya sendiri. Kenapa Fatimah disebut dengan Ummu Abiha, ibu dari ayahnya? Karena yang ngurusin Nabi adalah Fatimah. Terutama ketika semua keluarga sudah meninggal. Mereka satu keluarga bertujuh ee berdelapan ya. Mereka berdelapan. Nabi dan Khadijah anaknya enam. Qasim, Abdullah, Zainab, Ruqayyah, Ummu Kultsum, Fatimah semuanya meninggal. Khadijah meninggal, Abdullah meninggal, Qasim meninggal, Zainab meninggal, Ruqayyah meninggal, Ummu Kalsum meninggal. Tinggal siapa? Tinggal Fatimah dan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Maka yang ngurusin Nabi adalah Fatimah. Sehingga Fatimah dia dikatakan ibu bapaknya sendiri. Maksudnya karena dia ngurusin bapaknya. Maksud saya inilah Fatimah si bungsu. Kalau kita di saya di posisi Nabi sallallahu alaihi wasallam kemudian ada putri bungsuku minta pembantu. Saya kasih 10 kalau perlu 20. Tetapi Nabi melihat sisi lain bahwasanya nyayangi anak bukan berarti harus memanjakannya. Menyayangi anak bukan berarti memenuhi kebutuhan duniawinya. Tidak harus. Tapi bagaimana menjadikan anak terbaik di sisi Allah? Terbaik di sisi Allah. Maka Rasulullah ingin Fatimah masuk surga. Dengan menjadi seorang wanita yang melayani rumah tangganya. Maka Rasul sahu alaihi wasallam bersabda, "Ya Fatimah isbiri wahai putriku." Fatimah bersabarlah. Fahairisa wanita terbaik allati nafaat ahlaha. Wanita terbaik di sisi Allah yang berkah adalah yang bermanfaat bagi keluarganya, yang bermanfaat bagi suaminya, bermanfaat bagi anak-anaknya. Ibu-ibu jangan sedih ketika ibu-ibu harus cuci piring, harus cuci pakaian. Ambil, ambil. Ketika harus cuci pakaian, harus ngurus ee rumah, bersih-bersih, maka semuanya berpahala di sisi Allah. Menjadikan ibu yang terbaik. Jangan terpedaya dengan orang-orang yang bangga ke mall, ke luar negeri posting ya, ke Paris posting ya. Ibu ke Medan aman, gak ada masalah. Ke Tegal aman, ke Paris, Parang Tritis Yogyakarta aman. Supaya orang pamer-pamer dengan kemewahan, pamer-pamer dengan jalan-jalannya. Ibu bangga di rumah bisa ngurusin suami. Gimana suami pulang nyaman sudah bersih, sambut suami, senyum sama suami. Bukan suami pulang tuh, Bi. Tuh, bersihkan kamar mandi, Bi. Itu ceboin. Dari tadi saya tunggu Abi enggak pulang-pulang tuh. Cebookin anak itu. Dari tadi beol ke bawah. Enggak. Ini bukan curhat ya. Enggak. Istri saya enggak begitu ya. Cerita aja. cerita gimana bisa melayani suami. Ya, makanya istri yang salehah itu yang berkah dia yang menyediakan makanan buat suami. Dia yang bawa makanan buat suami, dia yang bawakan air minum buat suami. Ya, kalau perlu dia yang suapin suami. Kalau perlu dia yang sikat giginya suami. Kalau perlu pakaikan kaos kaki bagi suami, pakaikan baju suami, semprot parfum suami. Lihat Aisyah radhiallahu anha. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ketika iktikaf, Rasulullah keluarkan kepalanya di dinding. Jadi dinding rumah Nabi dengan dinding masjid nyambung. Aisyah Rasulullah keluarkan kepalanya. Aisyah yang nyisir. Kalau ada suami nyisir sendiri kasihan ibu-ibu. Kecuali suaminya enggak punya rambut ya. Rambutnya sudah panjang, nyisir sendiri. Ganteng-ganteng nyisir sendiri. Kasihan. Siapa kata Aisyah? Kuntuibun Nabi sallallahu alaihi wasallam qbla ihramihi. Aku yang mempakaikan parfum kepada Nabi sebelum Nabi berihram. Dan setelah Nabi bertahalul aku yang pakaikan parfum. Kebiasaan dahulu istri yang pakai parfum kan buat suami ini. Kasihan suami semprot sendiri. C cik cik. Aduh kasihan istri ngapain aja? Sopi. Jadi layani suami ibu-ibu kalau mau jadi terbaik di sisi Allah. Bukan sebagian wanita malah bangga. Bangga. Eh, suami saya itu takut sama saya. Masyaallah. Suaminya takut sama J dia bangga. Ini istri durhaka seperti ini. Istri yang salehah itu membuat suaminya nyaman, merasa bahwasanya dia adalah raja di rumahnya. ya, bahwasanya istrinya melayani dengan dengan baik. Oleh karenanya, ibu-ibu berusaha melayani suami karena Allah subhanahu wa taala. Saya kalau boleh bilang, sebelum seorang menikah, surga di telapak kaki ibunya. Setelah menikah, surga di telapak kaki apa? Suaminya. Rasulullah bersabda, "Unzuri aina anti minhu fainnahu jannatuki waaruki." Lihatlah bahwasanya bagaimana kedudukanmu di hati suamimu. Sesungguhnya suami adalah surgamu atau nerakamu. Datang dalam hadis meskipun riwayatnya lemah tapi maknanya benar. Jika seorang wanita meninggal dalam kondisi suaminya rida maka dia masuk surga. Dia meninggal suaminya rida. Saya kemarin baru ketemu orang ini kisahnya saya baru ketemu orang Medan. Kita cerita tentang wanita yang salehah, ternyata istrinya sudah istrinya baru meninggal. Dia bilang, "Ustadz, saya bilang sama istri saya, kau jangan taat sama saya. Saya ini penuh kekurangan. Taatlah kepada Allah." Itu Allah yang menyuruhmu untuk berbakti sama suami. Saya apa yang mau kau taati? Saya penuh dengan kekurangan. Tapi taatlah karena apa? Al Allah. Sampai dia melayani saya, Ustaz. Kata dia. Sampai sebelum dia meninggal dia minta bawakan mana sepatu, Bang? Sepatu bawa sini. Dia semir sepatu suaminya sebelum dia meninggal. Karena kebiasaan dia adalah nyemir sepatu apa? Suaminya. Luar biasa. Saya enggak sangka ada perempuan Medan seperti itu. Ini perempuan Medan ya. Saya cerita perempuan Medan, wanita Medan. Luar biasa. Ternyata ada wanita Medan yang nyemir sepatu suaminya. Meskipun dia bilang, "Kau kau, kau, tapi ternyata dia nyemir sepatu suami." Allahu Akbar. Sampai sakit parah, dia bilang, "Mana sepatumu? Saya pengin semir." Suami cerita kepada saya bagaimana baiknya istrinya sampai akhirnya meninggal meninggal dunia. Ya. Jadi, ibu-ibu layani suami. Kalau suami minum, ambillah sendiri, Bang. Jangan ambilkan. Sabar, Bang. Ya, kalau bilang, "Bang, jangan kasar, Bang." Bang, harus halus. Iya, Bang. Iya, Bang. Beda. Harus. Iya, Bang. Ah, bisa kan? Sabar, Bang. Sabar, Bang. Ah, halus ngomongnya. Ambilkan air, layi. Sebagian wanita karena sudah kaya pembantunya suruh, "Bib siapin makan buat abang. Bibi siapin ini. Bibik siapin." Jadilah bibik salehah, bukan istri salehah. Kasihan si abang ya. Kasihan ada wanita salehah di rumah tapi bibinya bukan istrinya. Jadi dirahmati Allah Subhanahu wa taala, jadilah wanita yang berkah. Di antara keberkahanah bermanfaat bagi anak dan suaminya. Jangan terpedaya dengan wanita yang keluar-keluar rumah. Allah berfirman, "Waqorna fi buyutikunna." Tetaplah kalian di rumah kalian. Kata sebagian ahli tafsir, wanita kalau di rumah niatnya karena Allah, dia di rumah aja dapat pahala. Ya, wala tabarjna tabarujal jahili. Jangan bergaya berhias sebagaimana orang-orang jahiliah terdahulu. Tib. Demikian saja ibu-ibu yang dirahmati Allah Subhanahu wa taala kajian kita ya. Saya mau ke bandara ya harus pulang siang ini ya. Jazakun khairan. Demikian saja semoga ibu-ibu menjadi wanita-wanita berkah, wanita salehah. Insyaallah kita ketemu di kesempatan yang lain. Kurang lebihnya saya mohon maaf. Wabillahi taufik hidayah. Subhanakallah wabihamdik asadua an. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.