Transcript
tLqAUIUq6Ao • Nikmati setiap Ibadah yang Dilakukan
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/khalidbasalamah/.shards/text-0001.zst#text/1121_tLqAUIUq6Ao.txt
Kind: captions
Language: id
hai hai
Hai Beb
hai hai
Hai maka coba terapi seminggu atau
sebulan dan dalam seminggu ini lakukan
ketaatan yang Allah Subhanahu ta'ala
perintahkan yang sudah kita tahu Tapi
betul-betul berkualitas misal azan salat
dan harus kita Tanamkan dalam salat itu
yang butuh terhadap salat adalah saya
bukan Allah Allah nggak butuh dengan
Solo kita andai saya Allah memberikan
kita saudaraku seiman 500 tahun umur dan
kita gunakan semua untuk salat tidak ada
manfaatnya buat Allah Allah menciptakan
kita Dan amal-amal itu untuk memberikan
kembali amal tuh pada kita kutu
dijelaskan dalam hadits Bukhari Kenapa
banyak orang kalau salat di Hanya
seperti lakukan gerakan-gerakan saja
karena dia berfikir Allah butuh dengan
amal itu seperti hanya sekedar setor
kewajiban Oh berarti Allah sudah suka
selesai yang penting saya sudah salat
Tidak sudah tidak akan ada maknanya itu
amal-amal yang akan menemani kita di
kuburan nanti akan menjadi pendamping
sebagaimana dalam
Hai disebutkan kalau seseorang mayit
meninggal dan dia orang mukmin maka
diseluruh tubuhnya ini tubuhnya
dikelilingi oleh amal sholehnya di
kakinya ada salat dikepalanya the puasa
di bagian arah bagian depannya ada zakat
dan seterusnya dan setiap ada malaikat
azab datang semuanya ibadah ini
mengatakan tidak ada tempat untuk kalian
disini Sampai akhirnya dia pun disuruh
beristirahat dengan tenang dan jadi
kuburannya tak menderita Man surga tapi
amalan mana yang bisa menjadi seperti
ini amalan yang betul-betul berisikan
keikhlasan dan punya roh punya makna dan
tidak ada maknanya tidak ada kekhusyu'an
dalam ibadah ini kecuali kita
betul-betul jauh dari kemaksiatan
sedikit kemaksiatan teman-teman ternyata
para ulama sudah cukup nikmat pertama
yang Allah angkat adalah hilangnya
nikmat ibadah itu Jadi jika terunik kita
kalau ngaji ya lewat begitu saja kalau
berpikir Iya begitu saja tidak ada
kepekaan tidak ada merasa enak enak
sekali baca Quran ini apa Saya tidak mau
tutup tak mau berhenti
dan ada perasaan yang muncul kalau Sutra
saya enggak mau angkat kepala kenal lagi
asyik ngobrol sama Tuhannya Itulah bisa
muncul Selama ada masjid itu juga selain
contoh yang lain shalat dzikir
pagi-petang coba online habis subuh baca
jangan berdiri dicuri sudah baca habis
ashar juga begitu Jangan ditunda juga
dengan baca minimal 10 ayat perhari
komitmen kan Jalan sebulannya semuanya
kerjakan dan pintu maksiat apapun anda
lebih tomasetto dan umumnya maaf ya itu
terjadi di waktu-waktu lengah lagi
santai malam-malam habis mandi minum teh
depan TV mulailah nonton bola nilai ini
dan itu yang maka kemaksiatan itu hanya
bisa dilakukan oleh syaithon membuka
pintu untuk kita kalau kita lagi lengah
organ itu harus hati-hati kalau kita
lagi padat jadwal Umi setan agak sulit
untuk menggoda kita makanya sering Saya
bahas akan teman-teman sekalian coba
ibadah-ibadah itu dilakukan dan
dipaksakan karena i
kita sama setan ini seperti orangnya
akan lomba lari selama kita masih
digaris ntar belum memulainya belum
mulai sholat malam belum mulai sedekah
belum mulai hadiri majelis ilmu belum
mulai semuanya tapi sudah tahu maka kita
seperti sedang mau bertanding dengan
seorang musuh-musuh ini punya kekuatan
untuk menjatuhkan mental kita dia akan
mengatakan Kok enggak bisa kok enggak
mampu bahkan kalah akan begini dan kita
kalah dengan itu belum memulainya sudah
kalah itu bagaimana caranya supaya
muslim tidak bisa mengganggu kita atau
bahkan bisa kita kalahkan larilah mulai
stabil n dan memulai secara ini dengan
mulai melakukan ibadah-ibadah ini
membaca keutamaan-keutamaan edan itu
harus dengan ketulusan hati ada orang
gak ada orang tapi saya kerjakan maka
membuat Rival Kita Lawan kita dari
syaithon dia tidak bisa menggoda kecuali
dia punya kekuatan yang sama dengan kita
kecepatan misalnya kita lari ke
20 KPJ misalnya Anggaplah lambat lari
kecil maka setan juga kalau mau menggoda
kita nggak mungkin tinggal digaris Ardi
harus lari seperti kita itupun dalam
kondisi orang sedang lari Rival itu
enggak bisa kadang-kadang apa yang
dilemparkan dari kata-kata untuk
menjatuhkan mental kita cukup bisa
sampai bisa enggak karena kita sedang
dari apalagi Wow kita kecepatan tinggi
dia harus seperti kecepatan kita atau
lebih cepat lagi untuk mengalahkan nanti
disaat kita sudah tersibukkan dengan
ibadah itu dan kita tutup pintu pintu
kemaksiatan akan ada kenikmatan yang
luar biasa
hai hai