Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi ala insani wasyukrullahu ala taufqi wtinani asadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuim wa asadu anna muhammadan abduhuasul ridwan allahumma shli alaihi waa alihi wa ashabihi wa ikhwani. Eh, kita lanjutkan bahasan kita masih dalam bab majaa fi libasi rasulillah sallallahu alaihi wasallam. Bab tentang pakaian Nabi sallallahu alaihi wasallam itu bagaimana pakaian-pakaian yang digunakan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ee yang pertama hadis dari Ummu Salamah radhiallahu taala anha qalat kana ahabba ila rasul sahu alaihi wasallam yalbasuhu alqamis bahwasanya pakaian yang paling disukai oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam Rasulullah pakai itu qamis ya qamis yaitu baju ya kita sekarang katakan gamis ya ee ini pakai yang disukai oleh orang-orang Arab ketika itu. dan gamis secara umum ada dua, ada yang panjang seperti yang biasa kita lihat yang sekarang saya sedang pakai juga sampai di ee di dekat mata kaki itu di kaki dan ada yang setengah badan. setengah badan sebagian orang-orang Arab menggunakan komis tapi sampai setengah badan kemudian di bawahnya kasih sarung ya ee tapi dua-duanya disebut dengan ee gomis ya atau komis ini pakaian yang ee mudah ee dipakai dan juga menutup ya ee dan apa namanya ini adalah baju yang disukai oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Tentunya ada baju yang lain seperti Rasulull Shi wasallam juga memakai rida. Rida itu ee seperti baju umrah, baju ihram ya. Satu dias rida yang kemudian di bawah izar. Ya, ini dua dua lembar kain. Yang satu digunakan di atas, yang satu di bawah. Itu salah satu juga dari baju yang biasa dipakai oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam ya. Di antaranya juga baju ee gamis ya. Tib. Hadis berikutnya. an Asma binti Yazid qolat kana kumu komisi Rasulullah sallallahu alaihi wasallam il rusq dari Asma binti Yazid radhiallahu anhuma beliau berkata eh kana kumu kumuis Rasul sahu alaih wasallam il rusak bahwasanya dulu ee ujung baju Nabi, komis Nabi sallallahu alaihi wasallam sampai rusak-rusak tuh ini menya rusak ya jadi maksudnya baju Nabi Tapi tidak sampai begini, tidak sampai di apalagi sampai menutup apa jari ya, tapi sampai sini sampai rusak ya. Ya, artinya tidak berlebihan ya karena baju secukupnya aja dan kalau baju sampai ke sini susah juga untuk kegiatan apalagi sampai panjang menutup jari maka panjangnya lengan baju ya tidak sampai melebihi rusuk ya. Kalau kita ingin pakai jubah atau gomis, usahakan potong sampai rusuk ya. Tidak sampai melebihi rusuk ee pergelangan tangan. Tidak melalui pergelangan tangan. Ee karena kalau melihi pergelangan tangan akan mempersulit kegiatan ya. Adapun ee wanita maka terserah. Adapun laki-laki maka cukup sampai sini. Ya, demikian juga kita tahu bahwasanya Nabi sallallahu alaihi wasallam ee sarungnya juga di atas mata mata kaki juga tidak berlebihan. Kalau berlebihan juga sulit untuk melakukan ee kegiatan. Berbeda dengan wanita. Waka wanita memang hukum asalnya menutup tubuh sehingga tidak mengapa jilbabnya menutup tangan bahkan menutup kaki ya. Adapun lelaki ee secukup baju cukup cuma sampai sini ya cukup yang itu sudah baik sehingga dia beraktivitas dengan dengan mudah. Tayib. Ee kita lanjutkan hadis berikutnya. An Muawiyata ibni Qurrah an abihi. Dari Muawiyah bin Qurah dari ayahnya q atitu Rasulullah sallallahu alaihi wasallam fihtin mininata linubaihu. Kata Muawiyah bin Qar, "Aku mendatangi Rasul sahu al wasallam bersama sekelompok orang dari Muzainah. Rohtun itu sekelompok maksudnya jumlahnya 3 sampai 10. 3 sampai 10 atau 3 sampai 9. Sekelompok orang itu beberapa orang. Kami datang untuk membaiat Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Wa inna qamisahu lamutlaqun." Dan komis Nabi sallallahu alaihi wasallam terlepas. Yaitu gamis Nabi sallallahu alaihi wasallam. Sini ada zir, ada kancing waktu itu waktu dia datang menemui Nabi bukan seteleting tapi kancing dulu. Leteng dulu enggak ada kancing kancingnya lepas jadi terbuka. Kancingnya terbuka begini terbuka. Nah, tentu gamis ada kancingnya. Ee ketika dia bertemu dengan Nabi, kancing Nabi lagi ee terbuka. Kancing Nabi lagi terbuka. Qata Muawiyah bin Qur, "Faadi jambi fi jai aku pun masukkan tanganku di jaib sini." Jadi dia masukkan tangannya di ini namanya jaib ya. Kalau sekarang bahasa Arab orang bilang jaib itu kantong. Padahal jaib aslinya itu ini. Inilah kerah ini namanya jaib lubang. Lubang apa? Lubang gemis. Ee itu namanya ee jib ya. Eh fadalu yadi fi jaqis. Aku masukkan tanganku di sini ya. Famasastu al khatam. Lalu aku masukkan dan aku memegang khatam. Itu tanda kenabian Nabi yang berada di antara dua bahu Nabi atau dua belikat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kita sudah tahu Nabi ee terkadang menyengaja orang-orang yang melihat ee khatamnya yaitu ee tanda kenabiannya seperti Salman Alaf Farisi radhiallahu anhu ketika datang ke belakang Nabi, Nabi tahu dia pengin lihat. Maka Nabi pun me membukanya. Mungkin saja orang ini sengaja masukkan tangan dalam rangka untuk memegang Rasulullah. Biarkan Rasul Sallahu Alaihi Wasallam biarkan tangannya masuk ke dalam badan Nabi kemudian menyentuh ee khatam atau tanda kenabian Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Ya. Tib. Di sini sebagian orang memahami bahwasanya sunah ketika memakai khamis adalah membuka e kancingnya. Jadi enggak dikancingi. Sebagaimana dalam hadis Muawiyah bin Qurah ini radhiallahu taala anhu ya. Namun dibantah oleh para ulama yang lain bahwasanya itu kondisi tertentu tidak disebutkan Nabi selalu membuka kancingnya. Dan kancing dibuat buat apa? Buat dikancingilah. Ya namanya buat ada kancing ya buat kancingi baju. Tapi Nabi ketika itu memang lagi sedang terbuka. Entah kenapa apakah Nabi kepanasan atau Nabi ingin sengaja agar si sahabat ini bisa masukkan tangannya untuk memegang ee tanda kenabian Nabi sallallahu alaihi wasallam atau ada kondisi tertentu Rasulullah mungkin lagi gerah lagi apa, kita enggak tahu. Tapi tidak dijadikan dalil umum bahwasanya di antara sunah memakai baju adalah membuka kancing ya. Memakai gamis, membuka kancing bagian atas. Kita kadang sengaja buka kacing bukan karena sengaja, tapi karena ada keperluan. Mungkin lagi gerah, lagi banyak kegiatan ya adalah pengin ISIS ingin kena angin ya. Sehingga ee kita membuka ee kerah baju atau ee kancing baju ya. Oleh karena dahulu sempat ada sekelompok orang yang senangnya begitu kalau pakai baju kancinya dibuka. Mereka memahami ini adalah sunah ya. Ee tapi saya katakan tadi sebenarnya mengatakan ini bukan sunah tapi hanya kondisi tertentu dari Nabi sallallahu alaihi wasallam tidak secara mutlak. Tidak secara mutlak ya. Karena dalam hadis lain tidak disebutkan Nabi sengaja membuka kancingnya. Wallahuam bisawab. Ee berikutnya anas ibn Malikin radhiallahu anhu. Jadi Anas bin Malik radhiallahu taala anhu. ee anan Nabi sallallahu alaihi wasallam kana syakian adalah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam suatu hari dalam kondisi sakit. Syakian maksudnya sakit ya. Fakharaja wahua yattakiu ya. Maka beliau keluar wahua yattaqiu. Keluar dari rumah dalam kondisi bersandar ala Usama bin Zaid. bersandar kepada Usama bin Zaid itu Rasul sahu alaih wasallam bertelekat atau dipapah oleh Usama bin Zaid. Eh kemudian alaihibun qitriyun ini jadi perhatian ke sini beliau memakai baju qitri. Apa yang maksud sini? Nanti kita akan bahas qad tawasyaha bihi yau rasul sahu alaihi wasallam tawasyah yau rasul sahu alaihi wasallam menggunakan kain tersebut dengan di ditaruh di atas pundak beliau bukan pakai baju seperti jubah begini tapi kain tersebut di diputar di leher beliau dan dimasukkan ke tangan beliau ada yang mengatakan seperti orang pakai ihram ya orang pakai ihram kemudian tangan dimasukkan sebelah ee apa kanan terbuka, kiri tertutup ya seperti itu. Fasal bihim. Kemudian Rasul Sallahu Alaihi Wasallam salat dengan pakaian tersebut mengimami para sahabat. Ya, Tib. Ini dalil tentang bagaimana semangat Nabi sallallahu alaihi wasallam untuk salat berjamaah meskipun dalam kondisi sakit. Dalam kondisi sakit ya. Ee dalam riwayat yang lain dalam riwayat Daru Qutni eh kharaja baina Usama bin Zaid wal Fadl bin Abbas. Rasulullah sahu alaihi wasallam dipapah oleh dua orang. Usama bin Zaid radhiallahu anhuma dan Fadl bin Abbas radhiallahu taala anhuma. Ya. Dan dua-duanya orang dekat dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Usama bin Zaid hibbu hibbi Rasulillah. Ayahnya Zaid bin Haritah dulu pernah jadi anak angkat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Rasulullah sangat sayang kepadanya dan Usama juga sangat Rasulullah sayangi. Maka disebut dijuluki dengan hibbu hibbi Rasulillah. yaitu yang dicintai oleh Nabi, anaknya yang dicintai oleh Nabi. Jadi, bapaknya dan dia dicintai oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam dan dia dekat dengan Nabi. Ya, makanya Rasulullah sahu alaihi wasallam ketika haji ee pernah membonceng Usama bin Zaid kalau tidak salah dari ketika dari ee Arafah menuju Muzdalifah. Demikian juga ketika orang-orang Quraisy ketika ada wanita makhumiyah mencuri dan ingin dipotong tangannya, mereka ingin kasih syafaat, minta syafaat agar Nabi tidak jadi potong tangan wanita ini. Kata mereka, "Siapa yang berani bicara hal ini? Menyampaikan hal ini kepada Nabi kata mereka, Usama bin Zaid." Kita ngomong lewat Usama bin Zaid. Akhirnya Usama bin Zaid utarakan dan akhirnya Nabi marah. Ya atas fi hadin min hududillah. Kata Nabi, "Wahai Usama, kau ingin memberi syafaat agar menjatuhkan hukum had?" Maka Rasulullah marah. Tapi maksud menjadi perhatian kita, Usama dekat dengan Nabi. Ya, sehingga orang-orang ketika ingin mengomong sama Nabi, mereka menjadikan Usama sebagai perantara. E demikian Fadl bin Abbas adalah sepupu Nabi. Ya kan Alabbas bin Abdul Muthalib sama Nabi. Abdullah bin Abbas sepupu Nabi. Fadil bin Abbas sepupu Nabi. Sehingga mereka ini orang dekat sama Nabi. Maka Nabi ketika keluar dari rumahnya yang memapah Nabi dua orang Usama bin Zaid dan ee Fadl bin Abbas ya. Ee yaitu ketika Rasulullah sedang sakit yang di dalam sakit itu Rasulull Sallahu Alaihi Wasallam meninggal dunia ya. Ee dan hal ini, hadis ini dikuatkan dalam riwayat al Imam Bukhari, riwayat Tirmidzi dalam riwayat Bukhari bahwasilah Rasulullah pakai baju ini ketika salat yang di mana akhirnya dia meninggal. Eh dalam Sahih Bukhari dan Ibnu Abbas beliau berkata radhiallahu anhu radhiallahu anhuma kharaja rasulahi wasallam fi mathi waaihifatun mutagan bihi rasul sahu alaih wasallam keluar di dalam kondisi sakit menggunakan kain yang dia lilitkan jadi bukan pakai pakaian yang dia pakai tapi ada kain yang dia lilitkan ke tubuhnya mutagatian bi dia menutup tubuhnya dengan pakaian tersebut Ibnu Hajar ketika mengomentari di sini beliau berkata, "Mutawahisan ee mutawasiyihan murtadian. Mutawasiyihan murtadan itu menggunakannya tawasyuh yaitu dengan menggunakannya melemparkan di atas pundak bukan baju seperti kita. Jadi lemparkan di di atas pundak dilit ya. Dan ini dikaitkan dengan hadis yang sedang kita bahas yaitu Rasulullah sahu alaihi wasallam salat ketika sakit dan di situlah beliau meninggal ee meninggal dunia. Bahkan datang dalam riwayat ee saya bacakan dari syarah mula alqari ee dari diriwayatkan oleh Ibnu Sa'ad dari riwayat Abi Damr Alaihi dari Humaid. Beliau berkata, akir shatin shall was albin wahidin mutawah bihi qidan. Salat terakhir yang Rasulullah mengimami para sahabat Rasul wasallam keluar menggunakan baju ee mutawasihan dengan baju yang beliau taruh di atas pundak ya ee satu kain beliau letakkan kemudian dalam kondisi duduk. Itulah akhir terakhir salat Rasulull sahu alaihi wasallam mengi para sahabat. Ya, setelah itu kemudian ee beliau meninggal meninggal dunia. Itu salat yang terakhir. Wallahuam bawabir. Itu beliau salat dalam kondisi ee duduk ya. Tayib. Intinya di sini Rasul Sallahu Alaihi Wasallam tidak memakai pakai jubah tetapi memakai kain yang beliau lilitkan di atas pundak beliau. Kemudian beliau keluar di papah kemudian beliau salat. Dan kemungkinan beliau salat dalam kondisi duduk mungkin karena untuk keluar aja beliau dipapah. Sehingga maksudnya padahal jarak dari rumah ke masjid kan dekat tinggal beberapa langkah sudah sampai di masjid. Tapi ketika dipapah menunjukkan Rasul sahu alaihi wasallam sulit, kesulitan dan kemungkinan besar beliau salat dalam kondisi duduk. Wallahuam bawab. Ya. Dan di sini yang diperhatian kita adalah beliau memakai baju qitriyun. Kitriun ini ee ada dua penafsiran ya. Ada yang makanan kitriun adalah pakaian ee dinisbah kepada kitr. Kitr yaitu salah satu jenis pakaian dari Yaman. Pakaian dari Yaman yang mukhaatah ada garis-garisnya. Jadi garis-garis ada ahmar wa aswad w abyad. Ada garis ee hitam, merah, dan putih. Yaitu ada garis-garisnya. Ini kain tertentu ada garis-garisnya ya. menunjukkan bahwasanya Rasul Sallahu Alaihi Wasallam tidak selalu pakaiannya murni polos seperti ini kan polos. Kalau ini terkadang pakaian Nabi bergaris-garis seperti baju kitr ini ya. Ini ee dikatakan dinisbahkan kepada qitar dan ada pendapat mengatakan bahwasanya qitri yaitu pakaian didatangkan dari Bahrain yaitu kainnya didatangkan dari ee ee Bahrain ya. Terbuat kata Ibnu Hajar dari golidil qutn wahwihi dari kain katun yang yang tebal ya yang tebal. Ee intinya Rasul Sallahu Alaihi Wasallam terkadang pakai baju dengan model tadi ya dengan bajunya terkadang tidak polos tetapi ada garis-garis garis-garisnya. Maka Rasul Sallahu Alaihi Wasallam mengimami para sahabat dengan pakaian tersebut. Tib kita lanjutkan. Hadis berikutnya an Abi Said Alkhudri. Abi Said alkhudri radhiallahu taala anhu qala kana rasul sahu al wasallam ajadan sammahu bismi adalah Rasulullah sahu al wasallam jika memakai baju baru samahu bismihi Rasulullah menyebutkan model pakaian tersebut imamat apakah imamah auisan ataukah gamis au ridaan atau selendangma yaakl kemudian berkata Allahum lakal hamdu kamaani ya Allah segala puji bagimu sebagaimana engkau telah memakan aku baju ini. Asaluka khairahu wirir masuni alahu. Aku mohon kepada engkau kebaikan baju ini. Wiruni alahu dan kebaikan yang dibuat eh tujuan dibuat baju ini. Wubika minarin. Aku berlindung kepada engkau dari keburukan baju ini. dan keburukan yang dibuat karena baju ini ya. Ee jadi ini di antara sunah kalau kita pakai baju baru kita berdoa, kita berdoa dan kita sebutkan misalnya kita mengatakan Allahumma lakal hamdu kama kausani eh kasutanihi ya atau kama kasautani hadil imamah misalnya. Ya Allah, segala puji bagimu yang telah memberikan aku, membuat aku bisa memakai sorban ini. Kalau imamah, imamah sorban atau kalau kita pakai gamis, ya. Segala puji bagi Engkau ya Allah sebagaimana Engkau telah menjadikan aku bisa memakai baju gamis ini atau rida, selendang atau sarung. Sebutin eh segala puji bagi Engkau ya Allah. ataual sebagaimana kau telah membuat aku bisa memakai sarung ini atau selendang ini. Baru kita berdoa, "Aalukau, aku mohon kepada engkau kebaikan pakaian ini, selendang ini atau sarung ini atau jubah ini atau ee gamis ini atau sorban ini atau songkok ini semua yang pakaian kita pakai. Kita berdoa wirahu ya sesuatu yang kita pakai dan kebaikan yang dibuat untuknya. Dan aku berlindung kepada engkau dari keburukannya keburukan yang dibuat ee darinya. Ya. Tib. Ini salah satu nikmat berpakaian yang terkadang kita lupakan ya. Padahal nikmat pakaian itu luar biasa ya. Nikmat pak. Kita sering merasakan nikmat makan, nikmat minum. Karena kita sering merasakan kelaparan. Kelaparan sehari bisa dua kali, tiga kali kita makan sehingga kita merasakan nikmat tersebut. Namun nikmat pakaian sering kita lupakan. Padahal Nabi sallallahu alaihi wasallam muji Allah dalam berpakaian dalam makan dan minum. Ya, semuanya digunakan untuk memuji Allah subhanahu wa taala. Padahal nikmat pakaian nikmat yang luar biasa. Ya, sampai dalam satu hadis Allah berfirman dalam hadis qudsi ee kata Allah, "Ya ibadi kullukum arin illa man kasautuhu." Wahai hamba-hambaku, kalian hukum asalnya kalian seluruh adalah telanjang kecuali yang aku beri pakaian. Fastuni aksukum mintalah pakaian dariku, maka aku akan berikan pakaian kepada kalian. Lihatlah bagaimana sebagian saudara-saudara kita yang mungkin pakaian cuma satu lembar, ada yang mungkin tidak punya pakaian. sampai kalau ada pakaian bekas mereka rebut-rebutkan pakaian bekas tersebut ya kita alhamdulillah dikasih pakaian kita pakaian lebih dari satu pakaian banyak ya kalau kita lihat bagaimana para sahabat dahulu sampai ada yang punya pakaian cuma satu saya para ulama bahas bagaimana hukum salat dengan pakaian satu yang lilit-lilit dibahas oleh para ulama sekarang enggak perlu dibahas pakaian banyak dulu sampai dibahas dalam buku-buku fikih karena mungkin dulu orang gak punya pakaian seperti kisah seorang yang ada wanita datang kepada Nabi kemudian menawarkan dirinya ee sawwab Ada rasul sahu alaihi wasallam lihat Rasulullah tidak tertarik. Kemudian ada sahabat berkata, "Ya Rasulullah, am takun laka biha hajah fazaiwaajni fazawajniha." Ya Rasulullah, kalau kau tidak perlu tidak mau nikah sama dia, nikahkan aku dengannya. Rasulullah mengatakan, "Kau punya mahar apa?" Kata dia, "Izari, saya punya sarung buat mahar." Kata Nabi, "Kau punya sarung yang lain?" Kata dia, "Enggak ada." Subhanallah. Dia enggak punya sarung kecuali yang dia pakai. Artinya dulu orang benar-benar miskin. Pakaian aja bisa terhitung dengan jari. Ya, sekarang alhamdulillah nikmat Allah berikan ya. Tapi kita harusnya ini maksudnya nikmat yang harus kita syukuri. Kalau makanan sama kita antara kita dengan hewan. Pakaian berbeda. Hewan tidak pakai pakaian. Ini nikmat khusus Allah berikan kepada manusia di mana manusia ber memiliki memakai pakaian. Oleh karenanya ee kalau seorang ketika memakai pakaian dia memuji Allah apalagi pakaian baru dengan doa ini, maka subhanallah ee ee nikmat yang Allah berikan kepadanya dia hadirkan dapat pahala besar. Jangan lupa doanya alhamdulilladzi Allahumma lakal hamdu kama kasautani hadzi hadalqamis misalnya. Ya Allah segala puji bagimu ya sebagaimana Engkau berikan aku bisa pakai pakaian ini. Asalukau wirahu. Aku mohon kebaikannya dan kebaikan eh tujuan dibuat baju ini. Wubika minarhi aku berlindung kepada keburukan pakaianu. Dan keburukan pakaian yang ee tujuan digunakan. Apa maksudnya kebaikan pakaian ini? Maksudnya tujuan kebaikan baju ini supaya dia tahan lama tidak cepat rusak. Sebah menafsirkan tidak cepat rusak. Kemudian kebaikan tujuan dibuat tujuan apa? Pakaian tujuan pakaian itu dua untuk menutup aurat dan untuk berhias. Ya. Ya bani Adam qod anzalna alaikum libas yuwaratikum waris. Kata Allah subhanahu wa taala, "Wahai anak Adam, wahai bani Adam, sungguh kami telah menurunkan kepada kalian libas pakaianum waris yang bisa menutup aurat kalian dan sebagai perhiasan." Ya, makanya Allah mengatakan pakailah perhiasan kalian itu baju kalian. Pakaian disebut zina karena itu di antara fungsinya untuk berhias. Seorang tampil lebih menarik dengan pakaian tersebut dan fungsi pertama tadi ya itu fungsi kedua. Fungsi pertama menutup aurat. Ini membedakan antara bani Adam dengan hewan. Bani Adam ada spesial hewan yang telanjang enggak ada masalah. Memang mereka asalnya telanjang. pakai pakaian malah gerah mungkin hewan manusia ee di antara kasihnya pakai pakaian dan fungsinya khairi masuni alahu aku memohon kepada Engkau ya Allah kebaikan dibuatnya pakaian ini itu agar pakaian ini bisa menjalankan fungsinya fungsi pakaian tersebut adalah menutup aurat dan untuk ee berhias untuk berhias dan ee berharap baju tersebut tahan lama sehingga kita bisa pakai lama sehingga sehingga meringankan hisab kita dan juga berpahala ya ee kita pakai pakaian seperti ini. Kemudian wudubika minar minyarrihi dan aku berlindung kepada Engkau ya Allah dari keburukannya. Itu jangan sampai pakai ini cepat rusak atau malah enggak enggak enggak bagus ya. dan keburukan tujuan dibuat pakaian mungkin pakaian terkadang dibuat untuk hal yang tidak benar untuk sombong untuk syuhrah untuk tampil beda, untuk angkuh karena pakai ini juga sarana untuk bisa sombong, bisa angkuh untuk pamer kekayaan. Ya, ini ee ditafsirkan oleh para ulama dengan makna tersebut ya. Ee di antaranya ee jangan sampai menjadi lupa diri karena sibuk dengan pakaian. Di antara hal yang tidak baik ya. Yang tidak baik yang kita berlindung darinya ya. tadi di antaranya pakaian tersebut ternyata ee tidak menutup aurat tapi akhirnya ada aurat yang terlihat pakaian tidak atau pakaian yang menimbulkan kesombongan, keangkuhan atau pakaian yang syuhrah. Pakaian yang yang syuhrah atau pakaian yang membuat kita lupa diri, lupa untuk bersyukur karena terlalu sibuk dengan kekayaan keindahan pakaian tersebut sehingga kita lupa bersyukur kepada Allah Subhanahu wa ini di antara hal-hal buruk yang bisa timbul dari pakaian. Bukankah Rasulullah telah jelaskan bahwasanya ada seorang dibenamkan oleh Allahun yamsani eh terkara seorang berjalan dia pakai dua lembar kain dan dia kagum ujub dengan dirinya karena dia pakai pakaian yang indah bihil ard tiba-tiba Allah benamkan dalam dalam bumiaaljalu yaumilqiam maka Allah goyangkan dia disiksa sampai hari kiamat kenapa sebabnya dia sombong karena pakaian tersebut ee Allah sebut tentang Qarun fakaraja alahi fi zinatihi. Qarun keluar menemui kaumnya dengan kemewahannya ya dengan pakaian yang indah. Pakaiannya bisa bikin sombong, bisa bikin angkuh. Semua yang dipakai oleh manusia bisa bikin sombong. Maka wallah doa ini ya meskipun terkait dengan pakaian mungkin saja bisa terkait dengan yang lain kita pakai. Orang pakai dompet, pakai jam kan. Ini juga punya potensi pakai jam untuk sombong, angkuh, apalagi jamnya mahal ya. Ee apa saja mungkin pakai kacamata yang keren apa bisa saja. Kalau dari zaman Nabi tidak ada kacamata, tidak ada jam. Ya, mungkin kita bisa gunakan doa ini dengan illah sama-sama jamiah, sama-sama dipakai. Sama-sama dipakai. ee di antara tujuannya ee bisa menimbulkan kesombongan dan bisa menimbulkan keangkuhan dan ada manfaat yang lain yang disyariatkan atau dibolehkan. Ya, dari sini bahwasanya kita juga ee bersyukur bisa dikasih pakai-pakaian. Kalau orang tidak pakai pakaian malukan ya orang dibuka pakaiannya, dipermalukan oleh orang. Maka disebutkan di antara kisah Imam Ahmad rahimahullahu taala. Al Imam Ahmad ketika dia disiksa, dicambuk, Al Imam Ahmad melihat ke atas, dia lihat ke arah langit. Saya sempat baca sejarah Imam Ahmad. Ketika dia dicambuk sampai dipukul kena bajunya, kena celananya, dihantam sekujur tubuhnya. Ketika dia sempat melihat ke atas, maka setelah selesai, yaitu sudah tidak disiksa lagi, ada yang bertanya kepada beliau, "Wahai Imam Ahmad, saya melihat karena disihat disiksa di hadapan orang. Saya melihat ketika Anda disiksa, Anda melihat ke atas. Apa yang Anda lakukan?" Jadi saya berdoa, kata dia, saya berdoa kepada Allah agar Allah tidak membuka auratku karena khawatir pukul apa celana kemudian robek lepas. Dia berdoa kepada Allah, "Ya Allah tutuplah auratku sehingga aku tidak tetap terjaga." Subhanallah. Nikmat pakaian. Nikmat pakaian. Kalau orang tidak ada pakaian, ngeri dilihat orang banyak orang memalukan. Ya, oleh karenanya pakaian itu membedakan antara manusia dengan hewan. yang Allah bedakan tadi. Ya bani Adam q anzalna alikum libasa. Wahai anak Adam, sungguh kami telah turunkan kepada kalian pakaian. Nah, datang orang-orang orang-orang kafir yang ingin memberi kesan bahwasanya membuka aurat adalah modernisasi, adalah kemajuan. Yang menutup aurat itu adalah orang yang terbelakang, mutakhalif. sehingga mereka menggambarkan kalau semakin maju, semakin buka aurat, semakin nampak menampakkan keindahan tubuh itu semakin modern, semakin berpikir maju. Padahal itu adalah kemunduran ya. Hewan tidak pakai baju. Kalau orang-orang dulu kalau gambar manusia purba, monyetnya pakai baju. Ya, itu apa? Identik dengan orang-orang tinggal di hutan tidak pakai baju. Itu yang itu yang salah menunjukkan kemunduran. sekarang ada mau dibalik fitrah manusia ingin menunjukkan bahwasanya tidak pakai baju adalah suatu kemajuan tentu ini adalah ketololan dan ee kebodohan. Maka jangan sampai seorang muslim dan muslimah terpedaya dengan hal ini. Namun hal ini menjadi indah. Kenapa? Karena dihiasi oleh setan. Karena di antara salah satu proyek utama setan, propaganda setan adalah agar orang membuka auratnya. Apa kata Allah Subhanahu wa taala? Ya bani Adam ya Allah sebutkan bagaimana nikmat pakaian kepada anak Adam. Kemudian Allah berfirman, "Wahai anak Adam, janganlah kalian terfitnah oleh setan sebagaimana setan iblis telah berhasil memfitnah nenek moyang kalian." Setanumas setan mencabut baju mereka berdua agar mereka melihat aurat mereka berdua. Jadi memang setan bertujuan agar kita buka aurat dan banyak orang tidak punya malu buka aurat, pamer aurat. Dia sudah terpedaya oleh setan. Ingat berpakaian adalah nikmat. Nikmat yang harus kita rasakan. Nikmat yang harus kita rasakan. Kemudian di antara faedah juga kalau kita sudah merasakan nikmat pakaian yang nutup aurat ya Allah ingatkan. Jadi dalam ayat tersebut mengatakan baniam wahai anak Adam sungguh kami telah berikan kepada kalian pakaian yang menutup aurat kalian dan memberi perhiasan bagi kalian. Namun ingat pakaian ketakwaan lebih baik. Benar. Jangan lupa hanya memperhatikan penampilan luar menutup aurat. Ingat, kita juga harus mengindahkan iman kita, bagian dalam tubuh kita dengan ketakwaan. Menghias diri dengan apa? Ketakwaan. Ada pakaian zahir, ada pakaian batin. Pakaian batin adalah pakaian ketakwaan. Pakaian ketakwaan. Tayib. ee Mula Ali Alqari dalam syarahnya menyebutkan beberapa doa terkait dengan baju baru. Doa baju baru tadi ini di antaranya ee rabbana allahumma lakal hamdu kamaanii asalukau wirahuika. Ini doa kalau kita pakai pakaian baru. Ee demikian juga dalam hadis yang lain secara marfu dari riwayat Ibnu Majah dan Al-Hakim ada doa juga diriwayatkan oleh Tirmidzi dan dihasan oleh Tirmidzi dari hadis Umar secara marfu. Kata Umar kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Man labisaan jadidan." Siapa yang pakai baju baru? Faqala. Kemudian dia berkata, "Ini doa pakai baju baru." Alhamdulillahilladziani bihi aurati. Segala puji bagi Allah yang telah memberikan aku pakaian ini yang dengan ini aku bisa nutup auratku dan aku bisa berhias dengan pakaian di alam kehidupanku. Ya. Kemudian akqiillahiillahiillahian. Kemudian dia pergi ke pakaian yang sudah lama kemudian dia sedekahkan maka dia akan berada dalam jaga penjagaan Allah. Dan dalam ee sitrillah yaitu Allah akan menutupi aibnya masih hidup ataupun sudah meninggal dunia. Ini hadis diriwayatkan oleh Ibnu Majah Alhakim dan disahihkan oleh Ibnu oleh Hakim dan dihasankan oleh At-Tirmidzi. Ee maknanya demikian. Jadi kalau seorang pakai baju baru yang dia dua dilakukan. Pertama dia berdoa dengan berkata, "Alhamdulillahilladzi kasani maari bihi aurati waajammal bihi hayati." Yang maknanya Allah segala puji bagi engkau yang telah aku bisa gunakan pakai ini untuk menutup auratku dan aku bisa berhias dalam kehidupanku. Kemudian dia pergi ke baju lama, baju yang usang kemudian dia sedekahkan maka Allah akan menjaga dia dan Allah akan menutup auratnya. Tayib. Kemudian juga ee di antara faedahnya kalau dia memuji Allah. Dalam hadis riwayat Hakim Mustadrak dari hadis Aisyah rasuah wasam bersabda, dinarinallahiu. Ini hadis riwayat Hakim. Eh, kata alhakimanuk. Saya tidak tahu ada dalam sanadnya ada perawi yang dipermasalahkan. Wallahuam tentang kesahihan hadis. Tapi makna hadis ini, "Tidaklah seorang hamba membeli suatu baju dengan harga 1 dinar atau setengah dinar kemudian dipuji Allah kecuali sebelum bajunya sampai ke dia pakai baju belum sampai bajunya ke kedua lututnya kecuali Allah akan mengampuni dosa-dosanya." Ini apa? Faedah doa kalau pakai baju baru. Minimal muji Allah. Kalau mungkin kita enggak alhamdulillah mungkin bahasa Indonesia Allah alhamdulillah segala puji baju baru. Dengan baju ini aku bisa menutup auratku. Dengan baju ini aku bisa berhias. dalam kehidupanku. Ya Allah, aku meminta kebaikan baju ini dan kebaikan yang yang dibuat untuk baju ini dan aku berindu dari keburukan dan keburukan apa yang dibuat untuk baju ini. Insyaallah diampuni dosa-dosanya oleh Allah subhanahu wa taala. Ini doa kalau pakai baju baru. Bagaimana kalau pakai baju biasa tidak baru? Datang dalam sebagian riwayat saya bacakan ya. Ee dalam hadis kata Rasulull sallallahu alaihi wasallam, "Waman labisa tsubban." Siapa yang pakai baju kemudian dia berkata, "Alhamdulillah. Siapa yang pakai baju pakai baju baju bukan baju baru. Setiap pakai baju dia berdoa, "Alhamdadani, segala puji bagi orang yang telahikan aku baju ini dan berikan aku rezeki baju ini tanpa upaya dan tanpa kekuatan dariku." Maka akan diampuni dosa-dosanya. Sama seperti kita minum kan, doa minum, kita berdoa alhamdulillah doa makan dan minum. Alhamdulillah min. Segala puji bagi Allah yang berikan aku makan atau minuman ini dan beri rezeki kepadaku makan atau minuman ini tanpa daya dan upaya dariku. Tapi diganti atau amanihi dengan kasani. Alhamdulilladzi kasani segala puji bagi Allah yang telah memberikan membuat aku bisa mengenakan baju ini dan memberikan dan berzik kepadaku tanpa ada upaya dan dayaku dariku maka akan diampuni dosa-dosanya. ini baju secara umum setiap pakai baju dalam hadis yang lain juga ya. Ini hadis tadi saya sebutkan ee ee ini hadis riwayat ee Tirmidzi dan juga riwayat ee Ibnu Majah ee riwayat Tirmidzi, riwayat Ibnu Majah, riwayat Hakim dan riwayat Abu Daud. Jadi kita ada dua tadi ikhwan, doa kalau pakai baju baru dan doa setiap pakai baju. Di antara doa baju baru tadi disebutkan dua doa. Alhamdulilladzi eh rabbana allahum lakal hamdu kama kasautanihi. Eh itu had kita sebutkan ya asalukairu alahu wubikau. Atau tadi kita berdoa dengan hadis dalam hadis Umar eh alhamdulillah bihi. Ini dua doa. Adapun kalau kita pakai baju biasa, alhamdillah. Seorang terbiasa berdoa kepada Allah Subhanahu wa taala sehingga dia senantiasa bersyukur kepada Allah dalam segala nikmat, nikmat makanan, nikmatan, nikmat. Kita sering lalai, kita sering lupa, kita sering jarang memuji Allah subhanahu wa taala. Ya, padahal kita bisa puji Allah dalam segala hal. Di antaranya memuji Allah ketika memakai pakaian TB. Ee kita lanjutkan hadis mungkin terakhir karena waktu sudah hadis ya. An Anasin binni Malikin radhiallahu anhu dari Anas bin Malik qala kana ahababi Rasul wasallam yalbasuhu alhibarah adalah baju yang paling disukai oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam adalah alhibarah. Alhibarah. Alhibarah dengan wazan inabah. Alhibarah ini baju yang disukai oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ee al-hibarah ada yang mengatakan dari tahbir. Tahbir maknanya adalah tajmil atau karena baju itu baju yang indah sehingga membuat orang memakainya menjadi indah. Ya, seperti sabda atau ketika Nabi mendengar bacaan Abu Musa al-Asyari radhiallahu taala anhu eh Rasulullah berkata kepada Musa alasari radhiallahu anhu. Wahai Abu Musa, seandainya kau lihat aku tadi malam, aku dengar kau baca Quran laq utizmaran minamir Ali Daud. Sungguh kau diberikan suara yang indah dari suara-suara indah keluarga Daud. Itu Musa Alasari kalau baca Quran indah. Sampai Nabi dengerin subhanallah. Nabi dengerin. Nabi bilang, "Kau telah Nabi puji dia. Nabi bilang, "Subhanallah, kau diberikan suara yang indah wahai Abu Musa al-Asyari." Apa kata Abu Musa alasari? Lau alimtuartuh tahbiran. Kalau saya tahu kau dengar saya, saya akan baguskan lagi bacaanku. Saya akan baguskan lagi bacaanku untuk menyenangkan Nabi sallallahu alaihi wasallam. itu boleh kita baca Quran dengan bagus bukan riak tapi untuk menyenangkan orang yang mendengarkan karena Allah subhanahu wa taala. Seorang seorang imam membaguskan bacaannya agar makmum nyaman ketika jadi makmum. Bukan untuk ri tetapi agar makmum nyaman karena Allah subhanahu wa taala. Tidak mengapa. Yang tidak boleh kalau kita ingin dipuji itu ri ya. Di sini kata kata eh Abu Mus Asyari la alimuhuakau. Kalau tahbiran kalau aku tahu kau dengar semalam aku tahu kau lagi dengerin saya ya Rasulullah saya akan baguskan bacaanku. Saya akan indah-indahkan bacaanku. Ya artinya Nabi menjelaskan bahwasanya ee ee Musa menggunakan kata takbir. Tahbir artinya mengindahkan. Maka alhibarah pakaian yang disukai oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam ini pakaian mukhatab yaitu ada garis-garisnya bilaunil ahmar ail aswad ada warna hitamnya ada warna ee merahnya ya ada yang mengatakan naun min burudil yaman butut khumar yaitu pakaian dari Yaman dengan ada garis-garis merahnya ya rubah ee ee kilahi as dikatakan hiya asabium tus minal eh ahab eh dia adalah pakaian yang paling baik yang terbuat dari kain katun makanya disukai oleh orang-orang ada yang mengatakan kh wahya minabi ahlil jannah ada yang mengatakan karena warnanya hijau dan ketahu penghuni surga pakai baju warna hijau. Qal al qurtubi. Alqurtubi berkata sumyat hibrah hibarah liannaha tuhabir a tuzayyin wat tahbir attahsin. Dikatakan pakai ini dengan hibrah hibarah bukan hibrah. Hibarah karena dia tuhabir yaitu mengindahkan. Karena tahbir maknanya tahsin ya. Di antaranya firman Allah fahum fi radotin yuhbarun. Mereka di surga yuhbarun yaitu diindahkan. Ya. Dan ini ee pakaian yang disukai, sangat disukai oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ada yang mengatakan liannahu laisa fi katiru zina. Ya, tidak banyak apa namanya banyak hias-hiasan situ nak. Waliannaha aksaril wasak. Karena tidak cepat kotor ya. Ee dan ini dalil bahwasanya bolehnya menggunakan pakaian hibarah dan juga boleh pakaian pakai pakaian yang bergaris-garis. Kata Ibnu Hajar, wuhu fati makruh. Adapun ketika salat hukumnya makruh. Namun ini perlu dibahas kembali ya. Tapi intinya di sini Nabi sallallahu alaihi wasallam suka pakai pakaian hibarah, pakaian yang indah. Bahkan kalau boleh dikatakan ini pakaian paling bagus dari Yaman terbuat dari Kutun. Ini dalil bahwasanya Rasul sahu alaihi wasallam pakai pakaian yang ada. Terkadang ada pakaian bagus, terkadang ada pakaian biasa, terkadang pakaian sederhana. Rasulullah pakai pakaian yang dia punya. Ya. Ya. Rasulullah suka dengan pakai pakaian yang ya ya yang yang beliau punya. Dan ini dalil boleh seorang memakai pakaian yang bagus ya sesuai dengan aturan selama tidak syuhrah, tidak berlebihan dalam rangka untuk mengindahkan dirinya. Karena memang di antara tujuan dari ee di antara tujuan dari berpakaian adalah untuk ee berpenampilan bagus. Berpenampilan bagus. Siap lagi seorang diberi rezeki oleh Allah subhanahu wa taala tidak mengapa dia pakai pakaian yang bagus selama tidak berlebihan selama tidak syrah tidak berlebihan tidak menarik perhatian biasa-biasa saja tetapi bagus membuat ee penampilan menjadi indah maka ee tidak mengapa. Dari sini sebagian ulama menggabungkan dalam sebagian riwayat Rasulullah dikatakan yang paling beliau suka adalah gamis berwarna putih ya eh aby ya bahkan Rasul mengatbasuikumul kata Rasul sahu alaihi wasallam pakailah pakaian yang warna putih dari kalian Rasulullah suka pakai baju putih dan dalam riwayat ini Rasul sahu alaihi wasallam suka pakai baju dari hibarah maka ee Eh, Ibnu Qayyim menjamakkan beliau berkata, "Wakana ahabbu alwani ilaihi albayad wal hibarah." Kata Ibnu Qayyim, "Baju yang paling disukai oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam berwarna putih dan berwarna hibar." Itu garis-garis, garis-garis ya. Wallahuam bisawab. Ee mungkin sampai di sini saja ee mengenai baju merah insyaallah pada pertemuan berikutnya ee karena ada pembahasan panjang insyaallahu taala. Demikian saya mohon maaf. Wabillahfayah. Alalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.