Besarnya Pahala Berbakti kepada Orang Tua
OH9VlgCT-lI • 2020-05-16
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Hai besarnya pahala orang yang Bakti
dengan orangtuanya besarnya pahala Bakti
dengan kedua orangtua baik mereka masih
hidup atau mereka sudah meninggal baik
mereka sehat atau mereka sakit baik
mereka itu Normal atau mereka tuh gila
tetap semua pahalanya besar
Hai mereka masih Kuatkah mereka sudah
sakit kan mereka sehat atau sakit mereka
kaya atau miskin mereka sadar atau tidak
sadar gila atau normal tetap saja Bakti
dengan orang tua pahalanya besar Kenapa
saya ucapkan ini karena ada orang begitu
orangtuanya sudah tua ikut-ikutan
seperti orang non-muslim masukkan ke
panti jompo nggak diurus sama dia karena
nggak mau pusing bukain kita boleh
panggilin suster di rumah panggilin
perawat laki-laki kalau kakak kalau Ayo
kita perempuan kalau ibu kita kita
biayai tapi kita juga perhatian sehingga
perhatian sama dengan ibu-ibu yang punya
anak-anak anak-anak lagi disekolahin
bukan berarti kita lepas ke
sekolah-sekolah kita juga butuh Didik
Mereka jangan gurunya semua yang panen
pahala kita juga gitu pulang sebentar
nak belajarnya pada Rina ini ini dia
tambahin Oh ya nanti kamu begini ya tadi
saya diajarin sholati bunga salat itu
begini kita tambah apa sotoy kita punya
andil disitu
Hai semuanya kita punya juga punya punya
punya sesuatu gitu Gan jangan dilepaskan
begitu saja tapi yang jelas orang tua
ini wajib kita Bakti mereka masih hidup
atau mati sakit atau sehat Normal atau
hilang gak ada urusannya Bakti apapun B
buatin minuman penuhi kebutuhannya hibur
hatinya dan kita hindari semua yang
berbau membuat mereka marah mereka murka
Hanya mereka ucapin kata-kata yang tidak
baik makanya besar sekali pahalanya
Bakti dengan nonton makanya pernah ada
seseorang datang kepada Hasan bashri
rahimahullah Syaikh Muhammad Sabil dan
berkata Wahai Imam Saya punya orangtua
yang sudah selesai punya ayah yang sudah
sangat tua pikun struktur
Hai diatas ranjang gak bisa bergerak
apa-apa kalau ngomong juga sudah
melantur kemana-mana ya kadang-kadang
mencaci-maki dan seterusnya maaf
bahasanya begitu buang air besar bawang
kecil diatas ranjangnya waktu zaman dulu
tidak Es sekarang banyak wadah
Hai bisa wadah-wadah sekarang sudah
banyak wadah bisa kita pakai sudah
steril sudah bersih segala mau nggak ada
deh bilang pada saat dia buang air besar
mungkin saya tampung dengan tangan saya
jadi tinjanya itu ditahan dengan
tangannya di setan sama tangan saya
sampai dia selesai Buang air saya
bersihin saya cuci saya tidak merasa
jijik sama sekali bertahun-tahun saya
urus begitu pertanyaan di Abah Wah Iman
Kalau iman kita Kyai sekarang apakah
saya sudah balas Bakti ayah saya kata
Hasan Basri sama sekali belum bukan
Belum sama sekali belum hilang setiap
hari bersin seperti ini Lalu Anda bilang
belum terasa ikhlas karena Allah demi
nanya kenapa tahu alasannya kenapa
dibilang kata Hasan Basri karena Dulu
waktu kamu masih kecil ayahmu
memandikanmu Ayah membersihkan kotoran
walaupun cuma sekali dia kerjakan dia
berharap pada saat dibersihkan kamu kamu
menjadi tokoh masyarakat
Hai kalau kamu sekarang membersihkan dia
hanya menjalankan tugas dan berharap
Kapan ayam mati lalu kamu bebas tugas
beda niatnya
hai hai
Resume
Read
file updated 2026-02-14 01:51:58 UTC
Categories
Manage