Kind: captions Language: id Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah selalu saja kita memuji Allah atas segala nikmat yang dilimpahkan kepada kita. Termasuk bisanya kita hadir bersama-sama di majelis ilmu ini yang semoga kita memohon kepada Allah Subhanahu wa taala mengikhlaskan niat kita dan menjadikan ini sebagai tambahan amal kita. Dan semoga dengan syukur ini Allah Subhanahu wa taala selalu mengisi hidup kita dengan umur yang tersisa diikuti dengan ilmu dan juga amal-amal saleh. Juga selanjutnya kita panjatkan selawat dan taslim kepada Nabi Besar Muhammad sallallahu ala alihi wasahbihi wasallam. Di mana beliaulah yang telah membawa kepada kita hukum halal haramnya Allah sehingga kita punya panduan hidup. Dan tentu ini sebagai bentuk kepatuhan kepada Allah yang telah memerintahkan kita untuk mengucapkannya. Dan kita berharap juga dibalas oleh Allah seperti yang sudah dijanjikan yaitu satu kali salam hormat akan dibalas dengan 10 kali tambahan rahmat. Melanjutkan bahasan dosa-dosa besar. Semoga Allah subhanahu wa taala menyelamatkan kita darinya. Dan kita masuk di halaman 59 malam ini dari buku kita bab majaa fi za'amu. Bab tentang tanda kutip mereka menyangka. Atau kalau kita berikan judul bab larangan mengikuti prasangka yang salah atau keliru. Di sini penulis mengangkat dalil seperti biasa saya akan bacakan dulu baru insyaallah kita rincikan. Semoga Allah berkahi. Yang diangkat pertama adalah surah Annur oleh penulis ayat 15. Azubillahiminasyaitanirrajim. maum bihi il maumia wahuallahiim ingatlah di waktu kalian menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kalian katakan dengan mulut kalian apa yang kalian tidak ketahu ee atau kalian mengucapkan atau kalian katakan dengan mulut kalian apa yang tidak kalian ketahui sedikit juga atau sedikit pun dan kalian menganggapnya sesuatu yang ringan saja padahal dia besar di sisi Allah. Tentu Annur ayat 15 ini tidak asing bagi kita, Teman-teman sekalian karena ini menceritakan tentang kisah ifq. Kisah tentang fitnah yang tersebar. bahwasanya Ummul Mukminin ibunda terhormat Aisyah radhiallahu anha berzina dengan sahabat yang mulia Safwan yang sudah pernah kita ceritakan masalah itu tentunya di mana ini berita bohong gitu kan. Tetapi disayangkan pada saat itu banyak di antara muslimin bahkan menjadi berita yang hot news waktu itu di Madinah. Saya pakai istilah ini karena di Indonesia sudah biasa pakai ini bukan karena mau dianggap bisa bahasa Inggris ya. Jadi betul-betul pada saat itu berita itu dijadikan sebagai bahan pembicaraan sebulan, tidak berhenti, gitu kan. Dan yang uniknya orang-orang yang sangat dekat dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam ikut-ikutan membenarkan mereka berkata, mereka berkata dengan bahasa-bahasa seperti itu. Sampai ipar Nabi sallallahu alaihi wasallam Hamna binti Jahasy ya ini ipar Nabi sallallahu alaihi wasallam saudaranya Zainab binti Jahassy. Akhirnya dicambuk 80 derah karena beritabarin berita yang tidak benar karena prasangkanya. Begitu juga dengan ee penyair Nabi sallallahu alaihi wasallam ya. Kemudian juga salah satu sahabat Nabi yang lain sepupunya Abu Bakar, Hasan bin Tsabit dan juga eh Musrih bin Abi Musrih. Dan ketiganya akhirnya dicambuk pada saat itu. Dan kita sudah tahu ada justru orang yang dipuji oleh Allah Subhanahu wa taala yaitu Abu Ayyub al-Anshari dengan istrinya Ummu Ayyub radhiallahu anhum ajmain. Karena pada saat Abu Ayyub atau Ummu Ayyub bertanya, "Wahai Abu Ayyub, bagaimana pendapatmu dengan isu atau berita gosip yang tersebar itu?" Maksudnya benar enggak nih? Maka kata Abu Ayyub, kalimat yang bijak mendidik istrinya, "Saya mau tanya, kira-kira menurut kamu bisa enggak saya ini sebagai suami yang kau kenal selama ini melakukan perbuatan itu?" Kata Ummu Ayyub, "Tidak mungkin. Dan dia sangat tahu suaminya sangat jauh dari perselingkuhan dan zina. Lalu kemudian Abu Ayyub tanya lagi, "Kira-kira kamu sebagai istri bisa lakukan itu?" Dia mengatakan, "Tidak, demi Allah." Kata Ummu Ayyub, kata Abu Ayyub, kalimat bijaksana. Dia mengatakan, "Ketahuilah Safwan lebih baik dari aku dan Aisyah lebih baik daripada kamu." Artinya kalau kita saja enggak mungkin lakukan, apalagi mereka. Dan Nabi sallallahu alaihi wasallam memang naik di atas mimbar dan berkata pada saat itu, "Kenapa ada orang yang menyakiti aku di keluargaku?" Maksudnya Aisyah yang aku tidak pernah tahu kecuali kebaikan. Dan kenapa ada yang menuduh juga sahabatku yang tidak pernah aku tahu kecuali kebaikan dan tidak pernah masuk ke dalam rumahku kecuali bersamaku. Artinya tidak pernah Safwan datang nyelonong tiba-tiba sendirian ketemu Aisyah. Dari dulu enggak pernah. Kalau masuk rumahku pun bersama-sama aku. Tapi subhanallah orang kemakan berita itu dan kebanyakan orang tidak memastikan. Begitu ada gosip tersebar, prasangka-prasangka langsung saja diterima. Maka Allah Subhanahu wa taala menurunkan ayat Al-Qur'an ini membela Ummul Mukminin Aisyah radhiallahu anha dan Safwan. Dan ini akan ditilawahkan oleh orang beriman sampai hari kiamat. Dan setiap kali kita baca Annur ayat 15 ini kita akan tahu oh kisahnya Aisyah sama Safwan yang dituduh berzina ternyata salah gitu kan. Dan terus akan ada rentetan tiga orang sahabat yang akhirnya dicambuk karena dianggap mereka sebarin berita dusta. Makanya Allah bilang, "Ingatlah." Maksudnya pelajari itu. Kita yang tidak hadir pada saat itu, pelajari, renungi itu yang pernah terjadi. Jangan terulang lagi. Allah bilang, "Di waktu kalian menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kalian katakan dengan mulut kalian apa yang tidak kalian ketahui sedikit juga, kalian tidak lihat." Itu memang lihat Aisyah zina sama Safwan? Gitu kan? Gak. Mereka enggak tahu. Mereka enggak lihat. Hanya kebetulan Aisyah lalu ana berada di atas unta Safwan karena ingin diselamatkan dan dibawa karena tertinggal dari pasukan. Lalu dari jauh tersebar gosip itu. Kata Abdullah bin Abi Sal kepala munafik, "Mana bisa laki-laki sama perempuan berdua lalu selamat." Tapi dia pintar. Dia enggak bilang berzina. Dia cuma bilang selamat. Ya maksudnya di sini adalah berzina tapi dia enggak kasih isyarat langsung atau dia tidak bahasa langsung. Maka dia tidak kena hukuman cambuk gitu kan. Maka Allah mengatakan, "Sayangnya kalian menganggap itu adalah hal yang ringan. Padahal di sisi Allah sangat besar." Coba renungi teman-teman. Ini ada hadis Nabi yang pernah kita sampaikan riba itu 72 atau 73 tingkatan. Yang paling rendah seperti orang berzinai, menzinai ibunya sendiri. Jadi kalau kita kasih angka 1 sampai angka 73 atau 72 tingkatan, yang paling rendah riba seperti orang zina sama ibunya. Dan yang paling tingginya tingkat 703 itu adalah mencoreng kehormatan seorang muslim. Jadi sama level riba tertinggi sama dengan sat 1 dirham riba sama dengan 36 kali berzina. Itu luar biasa. Atau sama saja kalau antum gosipin seseorang muslim ya benar terlepas benar atau salah. Kalau salah berarti gosip, gibah. Kalau benar berarti fitnah, kan gitu. Maka itu sudah cukup kita mendapatkan pada satu panen dosa sama dengan 73 kali berzina dengan ibu sendiri. Karena satu kali riba itu yang paling rendah sama dengan sekali berzina sama ibu sendiri. Tapi itu 73 tingkatan. Berarti sama dengan 73 kali. Hanya menceritakan sesuatu prasangka-prasangka walaupun itu benar pun boleh. Apalagi kalau tidak ada. juga beliau mengangkat dalil surah al-Hujurat ayat 6 yang bunyinya azubillahiminasyaitanirrajim ya ayyuhalladina amanu in jaakum fasiqu binabin fatabayanuibuhalatinusbihu ma faumim hai orang-orang beriman jika datang kepada kalian orang yang fasik membawa suatu berita fasik itu enggak jelas statusnya orang in siapa gurunya lingkungan di mana dia hidup bagaimana tanggapan keluarganya, bagaimana teman-temannya menilainya, gitu ya. Maka periksalah baik-baik, periksa dengan teliti agar kalian tidak menimpakan satu musibah kepada satu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kalian menyesal atas perbuatan kalian itu. Makna menyesal ini kalimat santun dari Allah Subhanahu wa taala. Artinya kalian akan saya hukum dengan berat nih. Jadi hanya sekedar nerima, gosip. Makanya teman-teman kalau ada informasi yang sampai kepada kita yang kita lakukan beberapa hal. Yang pertama sekali tanya dulu ini ada hubungannya sama saya? Enggak. Enggak ada hubungannya sama antum? Anggap tidak dengar cukup ingkar mungkar. Ya Allah perbaiki. Ya Allah berikan hidayah. Kalau hubungan sama antum nama-nama nama antum dibawa-bawa oke. Kalau enggak jangan ikut-ikutan. Enggak usah masuk ke zona orang lain. Masih banyak urusan kita yang harus kita selesaikan. Kemudian setelah itu, kalaupun ada hubungan sama kita, tabayun, cross check dulu. Cross check pun itu betul-betul mendengarkan informasi dan melihat bukti-bukti. Karena orang fasik itu salah satu cirinya mereka kalau menyebarkan gosip mereka punya argumentasi bukan tidak punya. Setan membantu mereka membuat argumentasi itu seakan-akan betul-betul dia gambarkan di depan kita kalau ini benar orang melakukannya. Apa Allah sebutkan tentang ciri orang munafik dalam surah munafik? Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam sendiri bisa terpengaruh dengan mereka karena mengatur retorika, menyusun data-data palsu segala macam untuk menyesatkan atau menyalahkan orang yang sedang dia tuduh. Allah mengatakanillah minasyaitanim waum ada dua cirinya orang munafik penampilannya paras wajahnya pakaiannya semua bagus menarik kalau dilihat plus kalau dia berkata, "Kau akan mendengar hai Muhammad ke retorika yang disusun karena mereka tuh dusta." Makanya teman-teman crossek dan cross check itu bukan hanya sekedar data-data. Sumber yang sedang menyampaikan kita ini orangnya. Benar enggak nih? Kalau kalau zaman dulu ulama hadis untuk menilai orang itu layak jadi rujukan dalam sanad hadis dipelajari, dicari tahu siapa guru-gurunya dulu. Makanya kalau kita lihat di buku-buku yang menjelaskan tentang biografi para perawi hadis itu dicari di situ ada guru-gurunya siapa saja fulan, fulan, fulan, fulan, fulan. Kalau dia sudah sampai pada tingkat orang yang ahli hadis, ditulis itu murid-muridnya siapa? Fulan, fulan, fulan, fulan. Plus apa pendapat ulama tentang dia? Itu baru orang itu bisa diterima informasinya. Kita sekarang subhanallah enggak tahu orang ini dari mana asalnya. siapa gurunya ya. Bahkan mungkin kalau kita tanya keluarganya mungkin dia buruk di keluarganya keluarganya sendiri mungkinnya buruk tapi subhanallah banyak orang mengambil informasi dari dia. Itulah yang luar biasa di sini dan akhirnya akan menyesal karena kalau dia salah bagaimana dia perbaiki? Apalagi kalau meninggal belum sempat minta maaf. Ini sulit gitu kan. Juga hadis yang diangkat oleh penulis ini semua masih baru kita baca dalilnya ya. Akan lebih dalam kita bahas insyaallah sebentar. Abu Mas'ud atau Hudzaifah secara marfu disebutkan dari Abu Mas'ud atau Hudzaifah radhiallahu anhuma secara marfu. Bisa matiatur rajul za'amu. Sejelek-jelek kendaraan seseorang dalam berbicara, berinteraksi, tanda kutip mereka menyangka. Ya, kayaknya begini. Sepertinya orang itu bilang ya. Hadis ini riwayat Abu Daud dengan sanad sahih. Dan dalam riwayat Imam Muslim dari Abu Hurairah radhiallahu anhu secara marfu dikatakan kafa bil mar kadiban ayuhaddisa bikulli ma sami. Cukuplah seseorang itu dianggap berdusta dengan mengatakan semua apa yang dia dengar. Dan tentu hadis ini semuanya adalah hadis-hadis yang sahih. Ya, hadis ini riwayat Muslim di ee nomor li ya. Di sini cuma ditulis nomor lima saja ya. Kebanyakan sekarang teman-teman sekalian yang terjadi adalah ini yang terjadi di lapangan yang kita bisa lihat depan mata kita orang-orang fasik ini yang tersebar di tengah masyarakat kaum muslimin penampilannya seperti kita kaum muslimin. Mama dia juga muslim tetapi dia menunggangi penampilan-penampilan islami. Ah kalau bahasa pengajian kita ikhwah akhwat. Tapi masuk di taklim untuk menipu orang dengan performance-nya dia, untuk menarik perhatian orang untuk bindam begitu. Saya sering sekali ketemu ikhwah itu, "Ustadz, bagaimana ya ana menghadapi ada orang yang menipu ana?" Kenapa, akhi? Kasusnya kasusnya penampilannya kalau salat di saf pertama berjenggot. Ya, kalau pengajian selalu di depan di grup suka kirim jadwal-jadwal pengajian. Luar biasa aktifnya. Jadi pada saat dia tawarkan proyek, ana percaya. Ya, seperti itulah mereka menjual penampilan mereka. Begitu berjalan waktu subhanallah semua manipulasi. Dan itu berapa kali saya dibahasakan dengan ikhwah yang jemput pengajian itu hari dibahasakan itu sama mereka di mobil. Ada yang cerita ini, ada yang cerita itu hampir semua gitu kan, hampir semuanya. Dan saya pun menemukan banyak kasus seperti itu ya. Ada beberapa orang yang pernah bergabung dengan kami. Saya tahu betul luar biasa penampilannya, tapi luar biasa juga penipuannya. Iya. Jadi karena ketahuan berbuat salah, akhirnya menyebarkan isu untuk menutupi kesalahannya. Ini subhanallah keburukan di atas keburukan gitu kan. Dan lupa kalau Allah azza wajalla maha melihat, maha mengetahui dan akan ada hukumannya. Yang paling tepat teman-teman kita kalau buat salahuin kesalahan perbaiki selesai. ini enggak ketahuan, kesalahan malah sengaja cari jalan untuk menyerang orang itu. Padahal dia salah dan makin ya kalau kalau dalam bahasa Arab dikatakan tanah basah makin disiram air tanpa beceklah gitu kan. Seperti itulah. Baik teman-teman, kita akan masuk lebih dalam membahas masalah materi kita malam ini. Kalau saya melihat wallahuam ada dua hal yang kita bisa titik beratkan dalam bahasan kita ini. Yang pertama tentang masalah larangan mengikuti gosip informasi atau prasangka yang tersebar yang berhubungan dengan masalah agama dulu. Masalah agama ini dilarang ketat ya, tidak boleh. Jangan terpengaruh dengan jumlah orang yang banyak atau pengikut yang banyak. Intinya kebenaran atau bukan kebenaran yang disampaikan seperti itulah. Kalau disampaikan kebenaran qallah qala rasul dan dengan dalil orang banyak hadir alhamdulillah. Tapi ada juga orang tidak hanya karena pintar berbicara, hanya karena ee apa? ngelucon hanya karena ini dan itu akhirnya orang jadi banyak ikutin. Kita perhatikan sama-sama tafsir surah Al-An'am surah nomor 6 ayat 116 sampai saya bacakan dulu. Ubillahirim akilahum yakun inam wamtadin. Jika kamu hai Muhammad mengikuti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Kalau hanya karena kau tidak enak sama orang, oh ini mayoritas di sini kita minoritas. Walaupun mereka batil, salah, lalu diikuti, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti prasangka belaka. Dan mereka tidak lain hanyalah mengira-ngira saja. Sesungguhnya Rabbmu, dialah yang lebih mengetahui tentang orang yang tersesat dari jalannya dan dia lebih mengetahui tentang orang yang mendapatkan petunjuk. Maknanya ini Allah Subhanahu wa taala berkata kata ahli tafsir, "Ketahuilah wahai Rasulullah, sesungguhnya jika kamu menuruti kebanyakan orang di muka bumi, niscaya mereka akan menyesat kamu dari jalan Allah." Artinya seandainya wahai Muhammad ya engkau mendengarkan, mengambil dan mengikuti pendapat atau saran-saran orang yang selain dari wahyu yang sudah diturunkan kepadamu, maka mereka akan menyesatkanmu secara nyata dari jalan Allah. Penyebabnya adalah sebagian besar dari mereka tidak memiliki pengetahuan dan ilmu yang hak. Seluruh apa yang mereka ucapkan berasal dari hawa nafsu dan bisikan setan saja. Ya, tentu ini banyak contoh-contohnya. Kita akan masuk nanti ya insyaallah. Ibnu Katsir berkata, "Allah subhanahu wa taala memberitahukan tentang keadaan sebagian besar penduduk bumi dari anak keturunan Adam berada dalam kesesatan. Artinya kalau dipertemukan jumlah orang yang benar dengan orang yang sesat, lebih banyak orang yang sesat. Itu firman Allah menyebutkan masalah itu. Dan kebanyakan manusia memang dasarnya banyak yang menolak ajaran Allah Subhanahu wa taala. Sampai-sampai mereka yang berpegang pada agama ini dianggap asing. Nah, dianggap asing. Kalau diingatkan aneh gitu ya. Tidak ikuti perkembanganlah, tidak modern lah, garis keraslah, segala macam hal. Syekh Sa'di berkata dalam tafsir beliau, "Sesungguhnya sebagian besar dari mereka telah menyimpang dalam agama amalan-amalan dan ilmu-ilmu mereka. Agama mereka telah rusak. Amalan mereka mengikuti hawa nafsu mereka. Dan ilmu-ilmu mereka tidak didasari atas penelitian untuk mencari kebenaran dan tidak bisa menjalankan atau tidak bisa mendapatkan jalan yang lurus." Syekh Utsimin rahimahullah berkata dalam salah satu statementnya, "Sesungguhnya jumlah yang banyak bisa menjadi suatu kesesatan. Allah azza waalla berfirman yang artinya, "Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang di muka bumi, hai Muhammad, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah." Dan dari sisi lain, dengan jumlah yang banyak, seseorang bisa tertipu dengannya dan dia menyangka bahwa dia tidak akan terkalahkan dan pasti menang. Ini juga termasuk sebab dari kesesatan itu sendiri. Ada ayat-ayat yang mirip-mirip dengan ini. Seperti misalnya Allah berfirman dalam surah Yusuf surah nomor 12 ayat 103 yang bunyinya azubillahiminasyaitanirrajim w aksarunasi walau harta bimukminin. Dan sebagian manusia tidak akan beriman walaupun kau berusaha menginginkannya hai Muhammad. Juga seperti surah Yusuf masih sama surahnya tapi ayatnya 106 tadi 103. yminu akar billahi illa wahum musyrikun dan sebagian besar dari manusia itu tidak beriman kepada Allah melainkan mereka dalam keadaan mempersekutukan Allah dengan sesembahan-sesembahan yang lain dan sekian banyak tentunya ee dalil-dalil berhubungan dengan masalah itu juga dalam hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam yang berbunyi, "Ditunjukkan kepadaku umat-umat kemudian lewatlah seorang nabi bersama satu orang pengikut saja. Ada seorang nabi dengan dua orang pengikut dan ada seorang nabi bersama beberapa orang pengikut dan ada seorang nabi yang tidak ada satuun pengikutnya. Kan dalam sebuah hadis riwayat al-Hakim disebutkan Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda, "Allah mengutus 124 124.000 nabi di antaranya 313 rasul." Yang wajib kita imani dan tahu ceritanya, nama-namanya adalah 25 nabi dan rasul dalam rukun iman kita. Berarti masih banyak 124.000. Cuma 25 saja yang kita wajib ketahui. Berarti masih banyak kita tidak tahu kisah mereka. Memang Allah katakan pun dalam Al-Qur'an tentang nabinya Muhammad sallallahu alaihi wasallam itu ada di antara mereka yang sudah kami kisahkan hai Muhammad, ada di antara mereka yang belum kami kisahkan kepadamu. Maka ada nabi-nabi dikatakan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Hari kiamat datang tidak ada pengikutnya walaupun satu. Ada yang cuma diikuti satu orang dan diikuti dua orang tapi kebenaran bersama mereka." Itu yang dimaksud di sini. Jadi kita harus mengetahui dan memahami masalah ini. Contoh misalnya yang sering disebarkan kalau kita lihat misal ahli kitab ada firman Allah Subhanahu wa taala yang disebutkan dalam surah An-Nisa surah nomor 4 ayat 157. Ini contoh apa yang kita jelaskan tadi. Allah Subhanahu wa taala berfirman, Annisa 157. Auzubillahiminasyaitanirrajim. Waquum inna qal masih isn maryam rasulallah w qaluhu wuhu wakinubha lahum wa inadinau fii lafiak min ma lahum bihi min ilmin ill wu yakina barallahu ilaih alayah dan karena ucapan mereka orang-orang nasrani ada yang mengatakan sesungguhnya kami maaf orang-orang ee pada zaman itu telah berkata ini dari kalangan Yahudi berkata, "Sesungguhnya kami telah membunuh Almasih Isa putra Maryam. Rasul Allah. Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak juga menyalibnya. Tetapi diserupakan dengan Isa. Bagi mereka. Allah ciptakan makhluk manusia mirip sama Nabi Isa. Jadi mereka kira mereka telah membunuh dan mensalib Nabi Isa. Sesungguhnya orang-orang berselisih paham tentang pembunuhan Isa. Benar-benar dalam keragu-raguan tentang orang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu kecuali mengikuti prasangka belaka. Mereka tidak pula yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tapi sesungguhnya Allah telah mengangkatnya ke langit. Jadi ternyata Allah menjelaskan itu kalau Nabi Isa alaihi salam tidak dibunuh oleh mereka. Tetapi isu ini diyakini dengan sekian banyak orang. Seluruh Yahudi yakin sudah membunuh Nabi Isa. Dan orang-orang Nasrani juga ada yang mengatakan betul Isa itu disalib sampai mereka membuat patung-patung Isa disalib. Jadi hanya kena prasangka. Contoh saja ini dalam masalah keyakinan ya. Begitu juga dengan orang-orang musyrik. Kalau tadi ahli kitab, orang-orang musyrik ya di surah Al-An'am surah nomor 6 ayat 148 ya. Saya tertarik sekali melihat kemarin ada cuplikan dikirim oleh teman-teman di grup ustaz-ustaz kemarin ee ada satu pendeta kalau enggak salah dari Afrika Selatan atau dari mana dia? Dia bahasanya jelas juga dalam bahasa Inggris dia berbahasa dan kalau enggak salah sudah ada teks bahasa Indonesianya bagaimana dia menghancurkan patung Bunda Maryam gitu kan. Dia bilang banyak orang sembah ini. Banyak orang taruh di rumahnya banyak orang begini dan begitu. Siapa ini? Dia tunjuk. Dia berikan kesadaran. Kalau saya lihat ikuti sampai akhir cuplikan ini sebenarnya mereka mulai menyadari masalah itu dan diambil palu dipukul kepalanya patung itu sampai hancur. Dia juga pernah datangkan cuplikan lain gambarnya yang dianggap Nabi Isa. Dia bilang, "Siapa yang yakin kalau ini Nabi Isa dan seterusnya?" Diluruskan pemahaman itu. Dan itu sebenarnya benar harusnya seperti itu. Tapi mayoritas umat Nasrani ikuti itu. Ya, sampai mereka pasang di rumah-rumah mereka, pasang di gereja mereka dan ngomong sama patung itu kan. Contoh orang-orang musyrik berkata ini contoh yang lain tadi itu ahli kitab ini. Orang-orang musyrik berkata dalam surah Al-An'am surah nomor 6 ayat 148 yang bunyinya azubillahiminasyaitanirrajim. Sayaqulina asraku laallahu ma asrakna wuna w haramna minalika kadabadina minqimtaquanaumanaumun. Orang-orang yang mempersekutukan Rabb akan mengatakan, "Orang musyrik Makkah dan semua orang yang berbuat kemusyrikan, jika Allah menghendaki, niscaya kami dan bapak-bapak kami tidak mempersekutukannya dan tidak pula kami mengharamkan barang sesuatu apapun." Demikian pulalah orang-orang sebelum mereka telah mendustakan para rasul sampai mereka merasakan siksaan kami." Artinya orang-orang musyrik Makkah dulu bilang sama Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Hai Muhammad, kalau betul apa yang kau sampaikan, Allah tidak akan sesatkan kami. Allah tidak akan buat kami untuk sembah berhala." Padahal datangnya Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam mengingatkan mereka dari Allah. Dan mereka sembah berhala itu justru dari setan. Mereka balik sekarang faktanya untuk membenarkan apa yang mereka lakukan. Mereka mengatakan, "Hai Muhammad, kalau seandainya benar yang kau bilang, Allah tidak akan buat kami sesat." Katakanlah, "Hai Muhammad, adakah kalian mempunyai sesuatu pengetahuan sehingga dapat kami mengemukakannya kepada kami? Atau bisa kalian kemukakan kepada kami bahwasanya ini benar Tuhan kalian." Allah suruh patung-patung itu ada yang 360 di depan Ka'bah, kalian tidak mengikuti kecuali prasangka belaka. "Oh, ini dulu Bapak kami sembah. Oh, dulu begini dan begini. Dan kalian tidak lain hanyalah berdusta," kata Allah. Dan sekian banyak tentunya contoh-contoh berhubungan dengan masalah ini karena melihat waktu saya tidak bahas semuanya. Kemudian teman-teman sekalian sama juga dengan prasangka Yahudi dan Nasrani yang disebutkan dalam surah Albaqarah surah nomor 2 ayat 111. Jadi mereka mengatakan kata Allahubillahirrajim jann hudan tilka amanium. Mereka kaum Yahudi dan Nasrani berkata, "Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang yang beragama Yahudi atau Nasrani. Demikianlah hanya angan-angan mereka yang kosong belaka." Katakanlah hai Muhammad, tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang-orang yang benar. Dan ini Allah Subhanahu wa taala terus saja menjelaskan tentang masalah hal ini untuk meneruskan pemahaman orang. Ada poin penting di sini yang perlu kita titik beratkan, Teman-teman sekalian. Berhubungan dengan poin pertama inilah orang banyak mengikuti prasangka-prasangka agama. Apalagi kadang-kadang hanya kena melihat, "Oh, masanya banyak, oh pengikutnya banyak, oh mayoritas penduduk bumi ini memang berkeyakinan begitu, boleh-boleh saja dan seterusnya." Ini tidak bukan itu jadi patokan. Karena Nabi sallallahu alaihi wasallam sudah mengatakan badal islam garibanudu gariban bada guraba. Islam itu asing pada saat awal datang. Orang-orang Makkah bingung apa ini Muhammad dakwahkan enggak boleh sembah berhala, enggak boleh begini, enggak boleh begitu. Maka dia juga akan kembali asing satu waktu. Beruntunglah orang-orang yang asing itu. Lalu pernah ditanya Nabi sallallahu alaihi wasallam di dalam hadis yang lain dan sahih, siapa orang-orang yang asing itu ya Rasulullah? Beliau mengatakan,"Ununasi suin eh ya suinim aksar mimuhum." Mereka adalah orang-orang saleh yang jumlahnya sedikit di antara orang-orang buruk yang jumlahnya banyak. Orang yang menyelisihi mereka lebih banyak daripada orang yang menuruti mereka. Mubarak bin Fad meriwayatkan dari Hasan Basri berkata bahwasanya beliau pernah berkata, "Seandainya ada seseorang yang mendapati kaum salaf generasi pertama kemudian dia dibangkitkan pada hari ini." Jadi kita perlu garis bawahi ya, Hasan Basri dikenal dengan julukan anak susunya Nabi. Sebenarnya dia tidak pernah disusui oleh Ummul Mukminin, tapi ibunya Hasan Bashri itu adalah hamba sahayanya Ummu Salamah. Jadi waktu Hasan Basri lahir setelah Nabi sallallahu alaihi wasallam meninggal makanya dia masuk generasi tabiin. Waktu Nabi sallallahu alaihi wasallam meninggal Hasan Basri lahir dan ibunya adalah sahayanya Ummu Salamah. Jadi selalu berkhidmah dengan Ummu Salamah di rumah gitu kan. Waktu dia melahirkan pernah Ummu Salamah suruh agar ee ibunya Hasan Basri beli sesuatu di pasar di Madinah. Nah, waktu dia lagi pergi pasar Hasan Basra itu bayi nangis. Maka oleh Ummu Salamah disusuin tapi enggak ada asinya. Kalau Ummu Salam waktu itu tidak ada ASI gitu kan. Maka keluar jejulukan Hasan Basri ini anak susu Nabi karena Ummul Mukminin pernah gituin gitu kan. Itu kedudukannya tinggi. Sampai dia menggambarkan waktu saya masih kecil dulu saya sering bermain di rumah Ummul Mukminin ibu-ibu orang-orang beriman, istri-istri Nabi sambil meloncat dan memegang atapnya. Jadi beliau memang sangat dekat dengan rumah kenabian gitu. Perhatikan apa kata Hasan Basri. Luar biasa. Beliau mengatakan gini. Seandainya ada seseorang yang mendapati kaum generasi awal, maksudnya para sahabat kalau hidup di zaman kita sekarang, maka mereka tidak akan mengenal sedikit pun dari Islam kalian ini. Padahal itu zaman tabiin. Jadi kalau ada sahabat yang hidup sekarang ini, mereka tidak akan kenal apa yang kalian buat ini. Kemudian beliau meletakkan tangannya di pipinya sambil mengatakan kecuali salat kalian. itu di zaman tabiin. Artinya, Teman-teman, ini sisi yang lain. Kita lebih dalam masuk sekarang kita bahas perkara kaum muslimin. Kalau tadi kan contoh-contoh orang musyrik, ahli kitab. Sekarang kita masuk perkara muslimin. Apakah kita masuk dalam poin ini juga? Dalam arti kata banyak di antara kita tidak sadari kalau dia salah. Itu kan karena melihat masa atau mengikuti apa saja yang orang tunjukkan, "Oh, ini ramai-ramai ya sudah gitu kan. Padahal sebenarnya berbeda. Perhatikan perkataan yang lain. Abu Darda radhiallahu anhu pernah berkata, "Seandainya dari Abu Darda sahabat Nabi." Dia bilang waktu dia lihat tabiin, generasi yang belajar dari para sahabat di masa itu, ya. Jadi masih sangat dekat sahabat yang ikut berperang sama Nabi. Mereka hidup dan belajar. Apa kata Abu Darda? Seandainya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam keluar kepada kalian di saat ini zaman tabiin, maka beliau tidak mengenal apa-apa yang dulu dikerjakan oleh beliau dan para sahabatnya kecuali salat kalian saja. Artinya banyak yang kalian kerjakan aneh-aneh nih. Enggak pernah dari zaman Nabi. Kalau Nabi hidup, Nabi akan tolak nih. Dari mana kalian bawa ajaran ini? Gitu kan. Zaman sekarang kalau kita ingatin, oh ini Wahabi garis keras, wah ini macam-macam salah ini salah itu enggak mau. Sudah oke baik. Silakan kerjakan. Yang penting tugas kami menyampaikan ini. Perkataan sahabat loh ya. Ala-aai'i berkata, seorang tabiin yang masyhur, "Bagaimana jika Nabi sallallahu alaihi wasallam keluar di zaman ini Auza'i ini." Jadi, sudah belajar dari sahabat. Dia bicara juga sama tabi tabiin, generasi setelahnya. Dia bilang kalau kalau ini ya kalau Abu Darda, sahabat Nabi dan juga Nabi sallallahu alaihi wasallam ada di zaman kita nih generasi ketiga setelah sahabat, setelah Nabi ya. Maka Nabi akan bilang apa nih? Gitu kan pada saat itu ya. Lalu Isa bin Yunus generasi yang datang lagi setelahnya bilang lagi sama murid-muridnya tidak tahu kalau Auzai hidup di zaman sekarang bilang apa. Jadi mereka menukil itu gitu kan. Maka saya juga berkata di majelis kita ini, kalau Rasulullah hidup di zaman sekarang dan para sahabat Allahuam apa yang akan dikatakan. Karena banyaknya aliran aliran ini aliran itu. Tuhan kita satu Allah. Nabi kita satu Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Kiblat kita satu Ka'bah. Kitab kita satu rujukan Al-Qur'an. Kenapa perselisihan ini gitu kan? Karena kalau diingatkan harus ada dalilnya. Ah, enggak perlu kan bagus. Nah, ini bahasa kan bagus. Ini yang jadi masalah ini. Bagus di matam mata Rasulullah ini gitu diingatkan Wahabi lagi. Predikat Wahabi yang paling banyak nih, paling gampang dilempar gitu kan. Akhirnya enggak mau dengar. Ini perkataan orang zaman dulu. Ini statement ada semua gitu kan. Ini hati-hati. Kemudian yang luar biasa teman-teman coba renungi hadis ini. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam terpecah Yahudi 71 golongan. Terpecah Nasrani 72 golongan. Terpecah umatku. Perhatikan umatku dari kita 73 lebih banyak daripada Yahudi dan Nasrani. Apa kata Nabi? Semuanya di neraka. Bukan saya yang bilang ini. Berarti 73 itu masuk neraka dulu tuh. Itu kata Nabi. Bukan kata kita ini kalau diingatkan, "Wah, ini garis keras lagi. Ini hadis Nabi baca." Makanya loh. Iya kadang-kadang lucu gitu loh kalau diingatkan itu. Waduh luar biasa. Nabi bilang, "Umatku 73 semua di neraka kecuali satu." Kata Nabi ada satu. Enggak pakai masuk neraka. Surga langsung. Lalu kata para sahabat, "Siapa mereka ya Rasulullah?" Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Ada banyak riwayat ya. Di antara riwayat mereka adalah aljamaah." Perhatikan kalimat ini. Aljamaah artinya komunitas gitu kan. Komunitas. Nah, banyak orang di zaman kita sekarang menafsirkan dan memaknakan kalimat aljamaah adalah jemaah muslimin. Jadi kalau mayoritas umat Islam lagi buat-buat apa? Oh, berarti enggak apa-apa kan ramai-ramai. Bukan itu, akhi dan ukhti. Aljamaah yang dimaksud adalah tidak lepas daripada hadis yang lain. Karena hadis yang sama terpecah umat ini dan semua masuk neraka. Itu Nabi katakan waktu ditanya, "Siapa yang satu itu?" Kata beliau, "Makana ana alaihi wa ashabi." Orang yang mengikuti aku dan sahabatku. Berarti aljamaah adalah nabi dan sahabat, bukan jemaah yang sekarang. G loh. Paham enggak sih? Lah iya geregetan gitu. Oh, ini karena jemaah muslimin ramai-ramai enggak apa-apa. La haula wala quwwata illa billah. Jadi kalau masing-masing buat itu, oh enggak apa-apa kan ramai-ramai tuh. Aljamaah nabi dan sahabat. Berarti jemaah generasi awal. Makanya tadi perkataan para Abu Darda dan tabiin itu, kalau Nabi hidup sekarang heran lihat apa yang kalian buat nih. Itu sudah dikatakan gitu. Kok aneh benar enggak paham. Baik. Dan dikatakan juga di sini aljamaah selain kelompok yang pertama itu juga dikuatkan dengan hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam. Hadis irbat yang masyhur. Berpeganglah pada sunahku, sunah khulafa rasyidin setelahku Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali berpegang teguh walaupun dengan gigi geraham kalian. Hati-hati dengan amal-amal yang dibuat-buat. Ini Nabi yang bilang hadis. Karena itu akan membawa orang pada perbuatan baru dalam agama. Perbuatan baru agama itu adalah perbuatan yang salah, sesat dan pasti sesat akan bawaan dalam api neraka. Nabi sebutkan suruh ikuti siapa? Beliau dengan sahabat. Berarti inilah yang dimaksud dengan aljamaah itu. Jadi bukan jemaah muslimin gitu kan. Karena kalau kita berpegang jemaah muslimin berarti kalau orang lagi di Iran ikuti pemahaman Syiah kan mayoritas muslimin berarti enggak apa-apa. Sudah caci maki aja sahabat Quran kurang kan begitu. karena mayoritas orang lakukan bukan itu. Jadi ini harus diluruskan pemahaman ini karena ini penting sekali untuk digaris bawahi tentunya ya. Kemudian yang kedua teman-teman sekalian dan ini masuk dalam bahasan kita dari selain menyangka dan mengikuti pemahaman yang salah dalam masalah agama juga yang kedua adalah ee berprasangka secara umum kepada kaum muslimin tanpa ada arah yang jelas. Ini yang kita bisa biasa bahasakan dengan suudzan, sangka buruk itu ya. Nah, ini teman-teman sekalian juga perlu di ee luruskan masalah ini atau perlu ditekankan kembali walaupun saya yakin ini teman-teman tidak tidak akan apa tidak asing lagilah dengan ini ya. Tapi kita jelaskan misal contoh ee Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda dalam sebuah hadis Bukhari Muslim. Iyakum wadon fainnadonna akzabul hadis. Hati-hati kalian dengan prasangka karena prasangka adalah sedusta-dusta pernyataan. Terus dirinicikan oleh para ulama hadis, bagaimana sih yang dimaksud dengan prasangka itu? Masuk dalamnya orang yang bicara tanpa ilmu. Masuk dalamnya orang yang membela tanpa ilmu. Hanya karena temannya, keluarganya. Oh, itu kan saya percaya. Udah langsung main percaya aja tanpa dia cross check juga gitu kan. atau dia berbicara kemudian sengaja mencari-cari kesalahan dan memata-matai kaum muslimin masuk semua dalam masalah ini dan ini bahaya ini zan dan berbahaya. Ada satu hal yang unik, Teman-teman sekalian. Ini perlu kita garis bawahi, ya. Karena kalau kita buka pintu ini, ya, artinya boleh deh prasangka, enggak masalah. Hanya karena ini teman saya, hanya karena ini datangkan hujah. Walaupun orang itu, Teman-teman, mendatangkan hujah, ingat dua hal tadi yang kita sudah ingatkan. Pertama, pastikan fasik bukan sumbermu. Sumber informasi ini fasik. Enggak cari tahu tentang gurunya, cari tahu tentang keluarganya. Apa kata orang tentang dia? Kalau diaqah, terpercaya, oke sudah masuk poin pertama. Yang kedua, kita pun kalau sudah terlibat, Teman-teman, harus menjalankan hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kalau datang kepadamu seseorang yang telah copot satu matanya, jangan kau percaya. Dia nangis-nangis di mataku dipukul gini gini. Jangan kau percaya sampai kau lihat rivalnya. Mungkin rivalnya lawannya dua-dua matanya sudah copot. Itu hadis Nabi loh itu. Oh enggak. Saya enggak perlu tabayun. Kenapa? Karena kan sudah jelas ini ada buktinya tertulis. Bisa orang buat palsu. Zaman sekarang apa yang enggak bisa? Foto diedit, tulisan dibuat, wah segala macam hal itu bahaya teman-teman. Kalau ada aib seorang muslim, tugas kita apa? Nutupi. Nasihati. Tutupi. Kan gitu. Coba kita renungi kisah ini. Kisah unik. Ini kisah Umar radhiallahu anhu di zaman Umar bin Khattab radhiallu anhu lagi jadi khalifah. Beliau pernah jalan-jalan sama Abdullah bin Mas'ud di kota Madinah malam hari. Seperti biasa tradisi beliau radhiallahu anhu itu selalu keliling-keliling mencari-cari. Mungkin ada yang butuh bantuan, mungkin ada. Seperti itulah. Intinya teman-teman sekalian pada saat itu dia lewat Umar bin Khattab lewat di sebuah rumah lagi ada masih menyala sumbuhnya. Kalau zaman sekarang kita lampu ya. Kemudian Umar bilang pada Abdullah bin Mas'ud, "Kamu tunggu di sini." Dengan hikmah Allah, dia suruh tunggu. Akhirnya Abdullah Masud tunggu enggak ikut. Umar ngintip dari jendelanya rumah itu. Ternyata di dalamnya terlihat ada seorang yang sudah tua, rambutnya putih, jenggotnya putih, lagi minum khamar. Dan di depannya ada seorang wanita, budak hamba sahaya yang disuruh menari dan juga menyanyi. Umar enggak pakai nunggu masuk dobrak pintunya. Kamu ini sudah tua, enggak ada pemandangan lebih buruk daripada hari ini yang saya lihat. Kata Umar, "Kenapa harus berbuat seperti ini?" Maksudnya minum khamar lalu minum-minuman lalu menyuruh perempuan ini menari-menari depanmu. Apa kata orang itu? Spontan. Dia bilang, "Wahai amirul mukminin, yang Anda lakukan lebih buruk daripada perbuatan saya." Kata Umar, "Kenapa?" "Pertama Anda memata-matai saya." Dan Allah mengatakan, "Wala tajassesu." Jangan memata-matai. Dan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, "La tajassas." La tajassus, jangan memata-matai. Yang kedua, Anda masuk rumah saya tanpa izin. Umar tiba-tiba dengar itu, tundukin kepalanya radhiallahu anhu, keluar dari rumah orang itu. Dan semenjak hari itu Umar menghardik dirinya. "Hai Umar, kenapa kau memata-matai muslimin? Ini Umar bin Khattab khalifah. Bayangin aja." Setelah dia dengar itu, Umar terus saja merenungi kalimat itu dan pulang dalam kondisi beliau merasa bersalah betul sama orang ini. Kenapa harus saya tahu salahnya orang? Dan apalagi dengan cara memata-mata. Beda kalau kita ketemu di jalan, dia lagi pegang kham wajar di rumahnya. Apa urusannya? Apa urusannya? Sementara ada hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam yang berbunyi dalam hadis Bukhari Muslim. Pernah kita jelaskan itu dalam bab dosa-dosa besar. Dosa-dosa besar juga. Kalau seandainya ada seseorang yang sengaja mengintipmu di rumah, sengaja lihat, cari kesalahanmu, maka kalau seandainya kau congkel matanya atau kau lempar dengan batu, tidak, kau tidak berdosa. Tidak bolehnya, gitu kan. Tapi rentetannya ini, Teman-teman, kalau orang sudah mendengarkan berita dari orang fasik, orang buruk ya tidak tidak jelas siapa ini orang dan tidak jelas statusnya gitu kan, gurunya siapa, dia, bagaimana pandangan lingkungan atau masyarakat sekitar atau keluarganya, maka otomatis akan ada memata-matai pasti akan ke situ. Berlanjut kisahnya teman-teman sekalian. Beberapa hari setelah itu Umar bin Khattab lagi duduk di majelisnya. Datang orang ini. Si kakek tua tadi datang. Dia duduk di belakang. Umar lihat. Umar lihat. Waktu dilihat oleh Umar, Umar langsung panggil dia. Ke sinilah. Maka orang ini datang dalam kondisi ketakutan. Dia khawatir nanti Umar akan bongkar aibnya segala macam. Gemetar dia. Lalu Umar panggil, "Duduk di sebelah saya." Duduk di sebelahnya. Apa kata Umar? membisikkan orang itu. "Wahai saudaraku, ketahuilah aku berjanji tidak akan pernah menceritakan apa aku lihat malam itu." Umar merasa berdosa. "Ya, aku berjanji padamu, aku tidak akan pernah ceritakan pada orang lain." Termasuk Abdullah bin Mas'ud, orang yang sedang temani Umar pada malam itu. Maka orang itu nangis. Lalu dia mengatakan, "Wahai amirul mukminin, demi Allah perlu saya sampaikan semenjak malam itu Anda datang ke rumah saya, saya meninggalkan kemak saya itu dan akan saya tinggalkan selamanya. Saling menutupi. Bukan malahan di kembangkan di ayo. Hah. Ini lagi api siram bensin. Kesempatan nih ya. Makin dipanas-panasi karena makin banyak follower. Wah luar biasa ya. Makin banyak orang yang ini, makin banyak orang itu. Ini enak nih. Ini berita yang panas bisa diangkat nih. Kan gitu tidak berpikir teman-teman. Dan ini bahaya. Ingat selalu hadis tadi yang kita sebutkan dia ya menggosipin orang menceritakan apalagi memang walaupun itu ada ya karena kata Nabi sallallahu alaihi wasallam apakah kalian tahu apa itu gibah? Kata para sahabat Allah dan rasulnya lebih tahu. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam kau menyebutkan sesuatu yang dia tidak suka disebutkan. Dia enggak mau diceritakan itu walaupun itu aib. Maka kata para sahabat, "Ya Rasulullah, bagaimana kalau benar ada pada dia?" Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Kalau ada padanya kau telah menggibahnya. Kalau tidak ada padanya kau telah menzaliminya. Jadi, Teman-teman yang saya ingin titik beratkan di sini. Kalau seandainya ya kita tidak ada hubungannya dengan masalah itu dan makin kita tidak tahu permasalahan seseorang makin bagus. Karena kalau kita tahu masalah dia itu makin melebar nanti ke mana-mana. Seperti saya pernah bilang, jangan jadi pahlawan kesiangan. Tiba-tiba kalau lagi santai buka kontak. Siapa nih kira-kira yang punya masalah nih? Ya, telepon, ada masalah apa? Cerita aja enggak apa-apa. Dia sendiri masalahnya banyak. Bilang gitu. Akhirnya dengar ceritanya, "Oh, istri saya begini begini, suami saya begini." Oh, memang tuh enggak baik. Cerai aja. Nah, kan jadi masalah. Dia masuk ke alam orang ini. Ini masalah ini. Enggak boleh ambil hikmah dari kisahnya Umar tadi radhiallahu anhu. Beliau sendiri merasa bersalah. Padahal amirul mukminin. Apalagi cuma kita. Apalagi cuma dengar. Hati-hati teman-teman, tanggung jawabnya berat hari kiamat. Ingat sebagai penutup hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam, siapa yang punya masalah dengan saudaranya di dunia ini, selesaikan segera. Sebelum datang hari kiamat, tidak ada lagi manfaatnya dirham dan dinar. Enggak ada lagi negosiasi. Kita kalau di dunia ini, maafin saya enggak, saya enggak mau kecuali kau bayar sejuta nih. Sejuta masih bisa. Di dunia, di akhirat enggak ada. Gak laku rupiah, dolar, euro, enggak laku, emas, perak, enggak ada yang mau gitu. Kata para sahabat, "Apa di sana ya Rasulullah? amal salehmu atau dosanya dia. Amal salehmu, salatmu segala manana dibayar. Kalau masih kurang dosanya kau tanggung dia zina kau yang dihukum. Nauzubillah. Untuk apa ini? Untuk apa gitu kan. Maka ini semua karena beranjak daripada prasangka-prasangka. Allahuam. Semoga Allah jaga kita. Subhanakallahumma wabihamdika ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilai. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.