Transcript
QuQF3tSC8BI • Khutbah Jum'at: Fondasi Agama - Khalid Basalamah (KEMENKEU, Sul-Sel)
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/khalidbasalamah/.shards/text-0001.zst#text/0760_QuQF3tSC8BI.txt
Kind: captions Language: id Innalhamdalillah. Segala puji dan puja kehadirat Allah nahmaduhu waastainuhu wasastagfiruh. Hanya kepadanya kita memuji, meminta pertolongan serta bertobat dari dosa-dosa kita. W naudubillahi min syururi anfusina. Dan hanya kepada Allah pula kita meminta dijauhkan dari keburukan-keburukan diri kita. Wamin sayiatialina. Dan dari segala dosa yang pernah kita lakukan. Mayahdihillahu fala mudillalah. Barang siapa yang telah Allah berikan petunjuk dan hidayah, maka tidak akan pernah sesat selamanya. Dan barang siapa yang telah Allah sesatkan maka tidak akan mendapatkan petunjuk selamanya. Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh. Saya bersaksi tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad benar-benar hamba juga utusannya. Q Allahu Taala, Allah mengingatkan dalam kitabnya, ya ayyuhalladzina amanutqulah haqqa tuqatihi w tamutunna illa wa antum muslimun. Hai sekalian orang-orang yang beriman, bertakwalah, patuhlah sebenar-benar bertakwa atau sebenar-benar patuh. Dan janganlah sekali-kali kalian meninggal dunia kecuali dalam keadaan Islam. Di ayat yang lain Allah juga berfirman, "Ya inallahikum." Hai sekalian manusia, sekali lagi bertakwalah. Hanya patuh dan tunduklah kepada satu-satunya pencipta segala sesuatunya, baik di langit, di bumi, di kedalaman lautan terjangkau atau tidak terjangkau oleh mata kalian, yaitu Allah yang telah menciptakan kalian dari jiwa yang satu, itu Adam Alaih Salam dan juga menciptakan dari jiwa yang satu istrinya Hawa alaihalam dan telah banyak memberikan keturunan laki-laki juga perempuan dari keduanya. Sekali lagi bertakwalah kepada Allah. Hanya tunduk dan patuh kepada Allah dan jaga hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah senantiasa mengawasi kalian. Di ayat yang lainnya Allah juga berfirman, "Ya ayadina amantaqulah wauluan sadida ylih lakum amalakumfirakumunakum. Hai sekalian orang-orang yang beriman sekali lagi bertakwalah. Hanya patuh dan tunduklah kepada Allah dan ucapkan kalimat yang benar. Niscaya Dia akan memperbaiki amal-amal perbuatan kalian, mengampuni dosa-dosa kalian. Barang siapa yang mentaati Allah dan rasul-Nya maka dia telah mendapatkan kemenangan yang besar. Amma ba kitabullah. Kita tahu sebaik-baik rujukan umat Islam dalam segala lini kehidupan mereka terutama ibadah yaitu kitabullah al-Qur'an wir haju hajuyu Muhammadin sallallahu ala alihi wasahbihi wasallam. Dan sebaik-baik petunjuk setelah Al-Qur'an adalah petunjuk Nabi Besar Muhammad sallallahu ala alihi wasahbihi wasallam yang dikenal dengan asunah wasyar umuri muhdatuha. Dan ketahuilah seburuk-buruk perbuatan terutama dalam ibadah yang tidak punya rujukan wahyu Alquran dan sunah bidah. Semua perbuatan ibadah yang tidak punya rujukan wajah dengan perbuatan barama agama dan perbuatan bar pelakunya pada kesatan dan kesatakan akan membawa pelakunya ke dalam api neraka. Saudaraku musliman rahimani warahimakumullah. Apa yang saya bacakan tadi dikenal dengan khutbah hajah. Baginda Nabi alaihialatu wasalam tidak pernah melewatkan momen-momen penting. Baik ingin mengutus pasukan, memberikan nasihat-nasihat dan wasiat kepada umatnya, kecuali memulai dengan khutbah hajah. Bagaimana beliau mengingatkan tiga ayat pentingnya seseorang muslim agar selalu patuh kepada Allah dan juga mengingatkan agar dalam ibadah mereka kembali kepada Al-Qur'an dan sunah. Pada kesempatan ini kita akan membahas tentang masalah pondasi agama. Saudaraku sean, seorang muslim memiliki pondasi dasar dalam ib dalam dalam kehidupan dia. Dan ini harus kokoh dan kuat. Kapan pondasi ini benar dan sesuai dengan apa yang memang diperintahkan oleh agama, maka dipastikan Anda akan selalu tenang dalam setiap keadaan. Maukah dalam keadaan sehat, sakit, muda, tua, punya pendapatan, pekerjaan atau tidak punya pendapatan, apapun rintangan hidup ini akan bisa dilalui, yaitu keyakinan. Islam ini dibangun di atas pondasi keyakinan tentang adanya sang pencipta Allah, tentang adanya kehidupan yang akan kita susuni nanti di akhirat sana. Ini pondasi dasar sekali. Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam 13 tahun di Makkah 10 tahun pertama belum ada perintah salat, belum ada perintah puasa, belum ada perintah jihad, belum ada perintah haji. Yang ada pada saat itu adalah penanaman akidah. Dan penanaman pondasi keyakinan ini selalu ditekankan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Yakinilah Tuhan kalian Allah dan istiqamahlah. Sampai seorang sahabat pernah bertanya, "Ya Rasulullah, beritahukan kepada saya ketentraman hidup itu tentang Islam yang saya tidak perlu tanya lagi kepada selain Anda." Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Qurabbiallah tummaqim." Ikrarkan dengan pikiranmu, ucapkan dengan lisanmu, yakini dengan hatimu sebagai pondasi kehidupanmu. Bahwasanya Tuhanku ada satu Allah, pencipta langit dan bumi dan apapun yang ada di dalamnya dan di atas langit sana ataupun di bawah di kedalaman lautan ataupun di dalam bumi, tidak ada pencipta dan pemiliknya kecuali Allah. Lalu istiqamahlah, yakin dengan itu. Kemudian jalanlah di muka bumi ini dengan perintah-perintah dan juga larangannya. Makin genting sebuah keadaan, maka makin muncul dan terlihat keyakinan seorang muslim. Justru pada saat itu Anda sedang diuji. Pada saat kita sedang sakit, pada saat kita sedang telilit hutang, pada saat sedang terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Sebagaimana saya dengar tadi juga disampaikan dan kita sudah tahu keadaan negara kita. sedang ribut di wilayah Papua. Justru pada saat ini keyakinan seorang muslim dibutuhkan. Pondasi ini harus ada. Kita lihat misalnya setiap hari Jumat yang sangat ditekankan oleh untuk dibaca oleh setiap muslim adalah surah Al-Kahfi. Surah Al-Kahfi ini adalah asas keyakinan bagi seorang muslim. Setiap Jumat kita disuruh baca. Bahkan kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Siapa yang membaca Al-Kahfi di malam Jumat, Allah akan berikan cahaya antara dia dengan Ka'bah." Kemudian dalam riwayat lain, siapa yang membaca Alkahfi di hari Jumat, dia akan selamat dari fitnah Dajjal. Di Al-Kahfi apa yang sedang diceritakan? Di beberapa ayat pertama adalah keyakinan yang dibangun oleh Allah Subhanahu wa taala. Bagaimana seseorang muslim yakin Al-Qur'an ini benar lalu berpegang teguh pada apa yang ada di dalamnya, baik informasi ataupun hukum-hukum yang sudah terjadi sebelumnya, yang sedang terjadi di zaman sekarang dan yang akan terjadi di masa akan datang. Dan semua yang dibutuhkan dalam roda kehidupan di muka bumi ini dari sisi sosialnya, ekonominya, politiknya, semuanya ada dalam Al-Qur'an. Kemudian mulailah Allah Subhanahu wa taala memberikan gambaran tiga kisah yang unik sekali. Kisah tentang Ashabul Kahfi, tujuh orang anak muda yang beriman kepada Allah di zaman pada saat itu orang semuanya tidak ada yang beriman kepada Allah. Lalu untuk membawa keyakinan mereka ini bahwasanya memang ada Tuhan Allah, mereka selamatkan diri ke gua dan akhirnya Allah Subhanahu wa taala dengan k itu menyelamatkan mereka di dalam gua tersebut dalam kondisi tubuh mereka tidak rusak. Dan Allah suruh kita ulang-ulangi kisah itu setiap Jumat. Renungi kisah itu bahwasanya keyakinan akan membawa kepada keselamatan terutama kepada Allah subhanahu wa taala atau keyakinan kepada Allah subhanahu wa taala. Kisah yang lain juga Allah ceritakan tentang perjalanan Nabi Musa dengan Nabi Khidir alaihialatu wasalam. Bagaimana Nabi Musa alaihi salam pada saat berkata, "Saya adalah orang terpintar atau yang paling memahami hukum Allah di muka bumi." Maka Jibril alaihi salam datang pada saat itu menyampaikan, "Hai Musa, bukan kau orang yang paling mengetahui hukum Allah, tapi masih ada hamba Allah yang mengetahui dan Allah menyuruh kau mencarinya." Maka mulailah diceritakan dalam surah Kir bagaimana Musa alaihi salam jalan mencari Khidir. Lalu pada saat bertemu dengan Khidir, dia minta, "Semoga engkau bisa mengajarkan kepadaku ilmu yang Allah ajarkan kepadamu." Apa kata Khidir? Tentang masalah pondasi keyakinan. Boleh kau belajar dengan aku, tapi dengan syarat jangan bertanya apa yang aku lakukan sampai aku yang jelaskan. Maka kata Musa, "Baik, saya ingin, saya boleh jalankan itu." Kata kata Khidir, "Bagaimana kau bisa meyakini itu atau menjalani itu sementara? Kamu sendiri tidak akan bisa sabar melihat sesuatu yang belum pernah masuk di benak kamu." Dia mengatakan, "Saya coba bersabar." Maka terjadilah sesuatu yang unik pada saat itu. Dalam Al-Qur'an dalam surah Kahfir diceritakan Khidir naik di atas sebuah kapal dengan Musa alaihialatu wasalam. Lalu tiba-tiba Nabi Khidir membolongi kapal-kapal pelayan padahal mereka orang miskin. Lalu Musa bertanya, "Hai Khidir, kenapa kau bolong-bolongin kapalnya para nelayan ini? Apa dosa mereka? Bukankah mereka orang miskin?" Kata Khidir, "Bukankah sudah saya katakan, "Jangan kau tanyakan apa yang saya lakukan sampai saya jelaskan?" Maka kata Musa, "Baiklah, saya minta maaf." Lalu berjalan lagi sebentar beberapa langkah di turun-turun di sebuah lembah atau di sebuah kota atau sebuah desa. Tiba-tiba Nabi Khidir menangkap seorang anak kecil lalu membunuhnya. Maka Musa alaihi salam bertanya lagi, "Bagaimana bisa kau bunuh seorang anak kecil yang belum berdosa, belum balig?" Kata Khidir, "Bukankah sudah saya katakan, kalau kau ya jangan kau tanyakan apa-apa yang belum saya jelaskan. Kalau saya sudah jelaskan baru kau bertanya, baru baru kau ambil ilmunya." Maka kata Musa, "Baiklah, mulai sekarang saya tidak akan bertanya lagi." Sampai mereka berjalan diringkaskan ceritanya dalam Al-Qur'an itu bahwasanya mereka mampir di sebuah negeri atau sebuah kota. Lalu Nabi Khidir dan Nabi Musa minta tolong untuk nginap di kota itu. Di zaman dulu sebuah kota dibuatin sebuah benteng yang besar. Ada ada pintu gerbang. Mereka tidak bisa keluar dan masuk kecuali dengan izin pemilik benteng tersebut. Maka pada saat itu pun mereka menolak. Karena Musa dan Khidir dianggap orang asing di situ. Mereka tidak mau kedua orang ini nginap di situ. Maka yang terjadi ee Khidir pun pada saat mau keluar melihat ada tembok mau rubu oleh Nabi Khidir disentuh tembok tersebut. Tiba-tiba jadi bagus kembali. Nabi Musa alaihi salam cuma kasih masukan saja lalu berkata, "Wahai Khidir, kalau kau mau cukuplah perbaikan tembok ini. Kita minta sebagai balasan jasa supaya kita diizinkan nginap di tempat ini." Kata Khidir alaihi salam, "Saya sudah katakan, "Hai Musa, sekarang saatnya kita berpisah. Saya sudah bilang, "Jangan, jangan, jangan menjelaskan apapun atau bertanya sebelum saya jelaskan." Maka kata Khidir, "Maka sekarang saya akan jelaskan kepadamu kenapa saya lakukan ketiga perbuatan tersebut yang membuat kau tadi kaget itu? Yang pertama saya membolongi kapal-kapal para nelayan yang miskin itu karena Allah telah memberitah kepada saya mukjizat berita karena Khidir alaih salam juga seorang nabi. Bahwasanya di situ ada raja zalim yang suka mengambil secara paksa kapal-kapal nelayan. Dan kalau dia melihat ada bolongan saja sedikit, dia tidak akan mengambil kapal tersebut. Allah suruh saya membolongin kapal-kapal itu. Nanti nelayaninya tinggal tambal sedikit saja. Tapi dengan itu mereka tidak kehilangan kapalnya. Anak kecil yang saya bunuh itu, itu juga sesuai dengan perintah Allah. Karena anak itu sangat durhaka dengan kedua orang tuanya dan Allah menyuruh saya membunuhnya. Maka pencipta yang pencipta dia menyuruh saya membunuhinya maka tidak ada tidak ada dosa bagi saya. Kemudian juga Allah ingin mengg anak itu kalau meninggal sebelum balik maka dia akan selamat karena belum ada hukum padanya. serta Allah gantikan buat kedua orang tuanya anak yang saleh. Karena kedua orang tuanya orang saleh. Dan yang ketiga adalah saya memperbaiki tembok itu bukan karena saya berharap balasan, tapi di bawah tembok itu ada harta yang disimpan oleh ayah pemilik rumah itu. Jadi rumah itu rupanya dimiliki oleh dua anak yatim. Ayahnya sudah meninggal. Di bawah tembok itu ayahnya meletakkan harta untuk kedua anaknya. Tapi belum sempat dia jelaskan kemudian dia meninggal dunia. Maka kalau rubu tembok tersebut masyarakat itu akan mengambil secara paksa. Maka saya disuruh oleh Allah perbaiki tembok tersebut sampai sudah bagus tembok itu. Barulah kemudian nanti satu waktu kalau mereka dewasa Allah rubuhkan harta itu akan dimiliki oleh anak yatim tersebut. Ini kisah kedua yang Allah ajarkan kepada kita setiap Jumat baca sesuatu yang Allah tentukan dan terapkan walaupun mustahil diam manusia dibangun di atas pondasi keyakinannya. Dan yang ketiga kita tentang Zulkarnain, seorang raja yang berkuasa di muka bumi ini. Bagaimana dia menghadang dua suku besar Yakjuj dan Makjuj untuk menyebarkan kerusakan di muka bumi. Dan dengan izin Allah, dia bisa membendung kedu suku tersebut dengan membuat sebuah benteng yang sangat kuat di antara dua gunung dari tima yang dipanaskan dengan besi-besi yang disusun dan dipanaskan juga. Maka kisah ini selalu disuruh kita ulang-ulangi karena di dalamnya berbasiskan atau membangun di atas keyakinan seorang muslim. Saudaraku se iman, di dalam kisah lain dalam surah Al-Ahzab di perang Ahzab, perang Ahzab itu begini ceritanya. Di tahun 5 Hijriah sempat orang-orang Yahudi yang dikeluarkan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam dari Madinah dua suku namanya Qainuqa dan Nadir. Dua suku ini diusir oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam dari Madinah. Lalu mereka bertempat di Khaibar kurang lebih 183 kilo atau 180 kiloan dari kota Madinah. Mereka di sana merasa jengkel dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Mereka menggerakkan semua suku-suku Arab supaya mau menyerang Madinah. Terkumpul ada 4.000 orang dari Quraisy, 4.000 orang dari Katafan. Dari Yahudi sendiri ada 1000. Dari beberapa suku-suku kecil ada 100, ada 50 orang. Bergabunglah sampai mereka menjadi kelompok yang sangat besar. Allah sebutkan dalam Al-Qur'an surah Al-Ahzab. Surah namanya kelompok-kelompok. Surah nomor 33 menceritakan tentang kelompok-kelompok ini. Apa yang terjadi, Teman-teman sekalian? 10.000 orang datang menyerang Madinah. Madinah waktu itu sebuah kota kecil di zaman Nabi sallallahu alaihi wasallam. Mungkin kalau kota Makassar ini Madinah itu cuma seperempatnya. Sangat kecil, sangat kecil. Dan bentengnya juga tidak terlalu kuat. Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam pada saat itu diperintahkan Allah untuk menggali parit supaya mereka tidak bisa masuk. 10.000 1000 orang ini kalau masuk maka mereka akan menghabiskan semua yang ada di Madinah. Karena pasukan muslimin cuma ada 1000 orang saja. Cuma 10% dari kekuatan mereka. Dan mereka ini semua berkuda. Tapi dengan izin Allah Subhanahu wa taala, dengan keyakinan orang beriman, Allah pasti akan memberikan pertolongan. Karena Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan pada saat menghancurkan sebuah batu di Ahzab atau di di khandak di parit itu, beliau mengatakan, "Allahu Akbar. Allah telah memperlihatkan kepadaku kerajaan umatku akan sampai ke pelosok-pelosok muka bumi ini. Maka orang-orang munafik sempat mengatakan, "Muhammad menjamin buat kami." Muhammad mengatakan, "Kami akan menjadi pemimpin-pemimpin dunia umat Islam. Sementara sekarang pasukan Quraisy dan Ahzab di depan mata kami, kami bahkan tidak punya keamanan untuk pergi ke kamar kecil atau keluar dari rumah kami." Maka orang-orang beriman pada saat itu mengatakan, "Hasbunallah wanikmal wakil." Allah menyebutkan dalam surah al-ahzab ayat 22ubillahitirjim ahz quza ma waallahuasuluhuqallahuasul wadahum illa imanan wa taslima. Dan takkala orang-orang mukmin melihat golongan-golongan yang bersekutu itu pasukan ahzab. Kita bayangkan kalau kita ada di sebuah lokasi jumlah kita cuma 1000 orang di depan kita 10.000 orang. Kalau zaman sekarang ini orang pakai tank semuanya, kalau orang menggunakan kuda pada satu pasukan kuda, kudanya semua pakai besi, orangnya pun pakai besi semuanya. Dan ini kuda dilatih di bagian kepalanya dipasang seperti tanduk bisa menyeruduk dan membunuh orang juga terlatih. Maka pada saat orang-orang beriman melihat golongan-golongan tersebut, mereka berkata, "Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita." Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Makanya maksudnya adalah kami sangat yakin walaupun sekuat ini pasukan depan mata kami, Allah sudah menjanjikan menulis lisan nabinya Muhammad sallallahu alaihi wasallam kita akan menang. Dan demikian dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan kepada Allah. Dan gara-gara itu Allah Subhanahu wa taala berikan mereka kemenangan. Di malam ke-44 atau malam 45 dari masa pengepungan Madinah, Allah Subhanahu wa taala mengutus kepada mereka angin yang sangat kencang dan dingin membuat pasukan ah itu hancur. Begitu juga pada saat terjadi perang Uhud setelah 1000 atau 700 orang pasukan Muslimin kurang lebih terbunuh 70 orang. Sisa 630 orang. 630 orang ini waktu terbunuh, waktu terjadi peperangan Uhud dan Muslimin dikalahkan. Maka 630 orang termasuk Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam semuanya luka dari kepala mereka sampai kaki mereka. Minimal orang yang punya luka pada saat itu adalah dua sabetan pedang. Kita bisa bayangkan, Teman-teman, kalau silat saja kena jari kita sudah sakitnya luar biasa. Sabetan pedang itu sangat besar. Itu minimal luka. Ada yang terkena di bagian kepala dan bagian punggung itu paling minimal. Yang lainnya kena tombak, kena ee anak panah, luka semuanya 630-an. Termasuk Nabi sallallahu alaihi wasallam pelipisnya berdarah alaihi salatu wasalam. Gigi beliau pecah dan juga pundak kiri beliau sakit karena dipukul oleh Ibnu Qamiah dengan pedang tapi tidak sempat luka. Cuma beliau mengatakan, "Aku merasakan sakitnya selama sebulan." Apa yang terjadi, Teman-teman sekalian? Malam itu hari itu hari Sabtu. Seluruh pasukan kesakitan pulang ke ke Madinah dalam kondisi terpukul 70 orang terbunuh. Mereka semua terluka dan pasukan muslimin tersebar kalah. Orang-orang Quraisy pulang bersorak-sorak. Yang terjadi waktu salat subuh yang hadir di saf cuma sedikit saja. Tiba-tiba turun wahyu dari Allah Subhanahu wa taala pada saat itu memerintahkan Nabi sallallahu alaihi wasallam untuk menggerakkan 630 orang yang luka-luka itu. Bangun sekarang sekejar kembali pasukan Quraisy. Itu tidak boleh ada orang baru yang luka-luka kemarin itu yang bergerak. Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam mengiklankan bahwasanya telah turun firman Allah Subhanahu wa taala memerintahkan semua yang hadir di Uhud kemarin yang terluka untuk pergi menyerang kembali Quraisy. Subhanallah. Ini ujian yang sangat berat. Kita bisa bayangkan, Teman-teman. Kadang-kadang mungkin kaki kita kena bling saja. Mungkin kita sudah tidak bisa hadir subuh di masjid. Tetapi bagaimana para sahabat dari kepala sampai kaki semuanya luka. Begitu tersebar di depan-depan rumah mereka. Wahai muslimin yang hadir kemarin di Uhud. Nabi sallallahu alaihi wasallam memerintahkan kalian semua untuk mengejar Quraisy. Tidak ada satuun yang tinggal di rumah mereka. Sampai ditugil sebuah kisah. Dua orang anak muda yang satu 15 tahun, yang satu 16 tahun luka dari kepala sampai di kakinya. Kemudian mereka berdua di atas ranjang dan ditempelin dengan daun-daun oleh ibu mereka karena mengobati luka-luka mereka. Baru semalam ini kalah dari peperangan. Maka mereka berdua mendengarkan ada satu orang teriak dari depan rumah. Wahai muslimin yang hadir kemarin di Uhud. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam menyuruh kalian berkumpul dan menyerang kembali Quraisy. Maka si kakak berkata pada adiknya, "Bagaimana kita bisa tinggal di ranjang ini? Sementara panggilan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam sudah dikumandankan." Kata adiknya, "Bagaimana kita bergerak? Semua badan kita dari kepala sampai kaki luka." Kata si kakak, "Saya akan menyeretmu sesaat dan kau seret aku sesaat." Maka dua-duanya sering seret-menyeret di jalan Madinah sambil bergabung dengan pasukan muslimin yang membuat hampir satu kota Madinah meneteskan air mata dengan penuh keyakinan mereka kalau ini adalah perintah Allah dan Rasul dan pasti akan ada kemenangan. Bayangkan dari seluruh kepala sampai kaki luka. Maka mereka 630 orang bersama Nabi sallallahu alaihi wasallam berkumpul waktu Nabi sallallahu alaihi wasallam lihat Nabi sallallahu alaihi wasallam sambil di atas se mata berkata, "Sungguh dengan inilah Allah berikan kemenangan." Maka mereka mengejar Quraisy sampai tiba di sebuah tempat namanya Hamrat Asad. Kurang lebih jaraknya 80 km dari kota Madinah. Pas tiba di sana Quraisy mendengarkan 2.800 orang pasukan Quraisy mendengar masalah itu. Sebenarnya mereka 3.000 orang kurang lebih 2940 orang tersis dengan 60 orang mereka mati. Maka pada saat itu mereka mau kembali mereka berpikir ini siapa ini yang kembali? Apakah Muhammad membawa pasukan baru? Mereka kirim surat kepada pimpinan munafik Ubaidillah bin Abi Salul di Madinah. Lalu mereka mengatakan ini yang berangkat sama Muhammad pasukan baru atau pasukan yang kemarin. Maka orang munafik menurut surat mengatakan itu pasukan kemarin. Justru ternyata dengan perbuatan ini orang-orang Quraisy mengatakan sungguh tidak mungkin orang yang terluka keluar ingin berperang kecuali mereka ingin balas dendam. Mereka sudah siap mati. Maka karena itu orang-orang Quraisy tidak berani untuk kembali dan memerangi kaum muslimin. Dan akhirnya Nabi sallallahu alaihi wasallam tinggal di Hamrat Asad selama 3 hari dan membuktikan kepada dunia pada saat itu kalaumin tidak berani, tidak takut untuk mati. Dan dengan keyakinan ini Allah Subhanahu wa taala turunkan firmannya di dalam surah Al Imran ayat 174 sampai 173 sampai 174 yang bunyinya azubillahiminasyaitanirjim allina lahumasu inasamaakumahum iman waqbunallahu wakilah wallahuadim yang artinya nya Allah berfirman orang-orang yang mentaati Allah dan rasulnya mereka para sahabat tadi yang bangkit untuk pergi ke Hambrat Asad dan kepada mereka orang-orang pada saat orang-orang pada mengatakan jadi rupanya itu tuh orang Quraisy mengutus satu orang yang punya lisan bisa berbicara dan suaranya lantang mengatakan pada pasukan muslimin, "Pulanglah percuma kalian datang karena sesungguhnya pasukan Quraisy akan datang dan membabi buta dan akan membunuh kalian semua." Ternyata pada saat utusan Quraisy berteriak-teriak begitu di pasukan muslimin, maka mereka mengatakan, "Sesungguhnya orang-orang Quraisy telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kalian. Karena itu takutlah kepada mereka." Maka perkataan itu hanya menambah keimanan para sahabat, keimanan mereka muslimin. Dan mereka mengatakan, "Cukuplah Allah menjadi penolong kami. Dan Allah adalah sebaik-baik penolong atau pelindung." Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah. Mereka tidak ditimpa satu bencana dan mereka mengikuti keridaan Allah. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. Maksudnya adalah pada saat itu mereka karena tinggal selama 3 hari di sana. 3 hari di sana dan Quraisy tidak berani kembali. Maka yang tadinya mereka sudah patas semangat untuk berjihad dan berperang. Kembali lagi bangkit karena Allah karena mengikuti perintah Allah dan yakin Allah subhanahu Allah subhanahu wa taala dan rasulnya akan memberikan kemenangan kepada mereka. Disebutkan dalam sebuah kisah bahwasanya Nabi Ibrahim Alaih Salam pada saat melihat api yang dibakar oleh Namrud dan akan dilempar ke dalam api. Kita bisa bayangkan kalau kita di posisi semuanya orang lagi berkumpul satu kota, kita lagi dirantai kemudian diseret di depan orang-orang di depan kita ada api. Dikatakan api yang dibakar oleh Namrud itu kalau lewat burung di atasnya tiba-tiba jadi hangus karena besarnya. Dan bisa terlihat dari seluruh penjuru ee wilayah Babilonia pada saat atau wilayah Irak karena besarnya api tersebut digiring Ibrahim alaihi salam dibawa dan akan dilempar ke dalam api tersebut. Kira-kira apa yang akan terjadi? Apa yang kita lakukan? Namrud cuma mau kau katakan aku Tuhanmu bukan Allah. itu saja maka selamat dari api ini. Tapi Ibrahim alaihi salam dikatakan dalam hadis yang sahih dari Ibnu Abbas radahu bahwasanya beliau berkata, "Hasbunallah wikmal wakil q Ibrahim alaihiam hina ulq finar waq Muhammadun inakum waqbunallahmal wakil." Ketahuilah pada saat Ibrahim Alaih Salam melihat api dan akan dilempar di api, dia malah menambah keyakinannya sambil mengatakan, "Cukuplah Allah sebagai penolong kami." Dan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam juga kata Ibnu Abbas mengucapkan ini pada saat ditakut-takuti oleh Quraisy. Mereka mengatakan bahwasanya pulanglah, bubarlah pulang ke Madinah karena orang Quraisy akan membeb buta membantai kalian. Dan ketahuilah dalam riwayat Bukhari yang lain dikatakan Ibnu Abbas berkata kana akhir Ibrahim alaihi salam hina ulqiya finar hasbunallah wikmal wakil. Ketahuilah pada saat terakhir Ibrahim Alaih Salam dilempar ke dalam api, maka kalimat terakhir yang terucapkan lisannya adalah hasbunallah wanikmal wakil. Yakin Allah akan menolongnya. Yang terjadi sesuatu di luar akal manusia. Apa yang terjadi pada saat itu? Allah ubah api yang fitrahnya panas tiba-tiba jadi dingin selama 3 hari Ibrahim Alaih Salam dibakar tidak terbakar pada saat itu dan pada saat dipadamkan api. Namrud pun kaget bagaimana Ibrahim bisa selamat dari api tersebut. Musa Alaih Salam pada saat dikejar oleh Firaun dan sudah sampai di depan mata. Kondisinya begini. Firaun ini punya pasukan belum pernah terkalahkan di zaman itu. Pasukannya sangat besar dan sangat kuat. Dia pada saat sakit hati dengan Musa Alaih Salam karena penyihirnya dikalahkan, maka dia kumpulkan semua pasukan inti dia untuk melawan Musa. Padahal Musa alaihi salam tidak punya senjata kecuali tongkat, kayu. Dan seluruh pengikutnya Bani Israil itu jalan berlari pada saat itu membawa panci. membawa kambing, ternak, tidak ada senjata mereka. Begitu Firaun melihat, Allah gambarkan waktu sudah sampai di pinggir laut merah, Firaun Musa alaihi salam sudah sama kaumnya di sana. Di belakang, di depan mereka laut merah. Mereka kalau loncat maka bisa tenggelam karena jaraknya jauh sekali untuk menyeberang ke peselah. Dan di belakangnya ada pasukan Firaun. Maka Firaun itu bertanya, "Mana mereka itu?" Lalu kata prajuritnya, "Itu sana." Maka Allah gambarkan bagaimana kesombongan Firaun. Dia mengatakan, "Innahum lasyirdimatun qolilun." Itu mereka jumlahnya kecil sekali, bantai saja. Maka Allah membiarkan Firaun sampai melihat Musa alaihi salam dan melihat tongkatnya. Maka begitu sudah dekat, orang-orang pengikutnya Nabi Musa mengatakan, "Ya Musa inna lamudrakun." "Wahai Musa, kita sudah kejangkau nih. Pasti kita habis dibantah." Mereka dengan beringas pakai pedang segala macam teriak-teriak dari jarak jauh dengan yel-yel mereka. Maka Musa mengatakan dengan penuh keyakinannya dia mengatakan kalla inabbi sayahdin. Enggak mungkin Tuhanku pasti akan memberikan petunjuk. Pada detik itu lagi genting-gentingnya maka Jibril alaihi salam datang lalu berkata kepada Musa, "Hai Musa, Tuhanmu menyuruh engkau memukulkan tongkatmu." Kalau teman-teman pergi ke Turki satu waktu, ada museum di sana. Museum itu masih menyimpan tongkat Nabi Musa. Menurut keyakinan orang-orang masih itu tongkat Nabi Musa alaihi salam. Kalaupun itu betul, saya pernah lihat itu tipis sekali. Cuma seperti ranting pohon saja biasa. Bukan sebuah tongkat yang besar. Ada senjatanya ada pedang misalnya ini melengket gak ada. Kayu biasa gitu kan. Itu juga digambarkan dalam surah Al-Qasas bahwasanya dia adalah ranting pohon yang kecil. Maka Musa alaihi salam diperintahkan oleh Jibril alaihi salam, "Pukulkan tongkatmu ke pinggir laut merah itu." Enggak ada perintah yang lain. Itu saja pukulkan. Musa pun alaihi salam belum tahu apa yang akan terjadi. Maka Musa alaihi salam dengan penuh keyakinan Firaun sudah di belakang dengan mau membabi buta maka dicambuklah di pinggiran laut merah tersebut. Tiba-tiba Allah mengatakan firkinim. Maka tiba-tiba air laut merah itu berdiri seperti dinding-dinding yang kokoh. Maka Bani Israil bisa melewati tanah itu dengan kering. Firaun itu bukan mau sadar tapi dia malah ingin mengejar dengan dengan ambisinya ingin membunuh Musa. Maka Allah Subhanahu wa taala buat Bani Israil selamat. Pada saat Firaun masuk dengan pasukannya turunlah air tersebut dan menenggelamkan mereka. Tapi bagaimana keyakinan Musa Alaih Salam? Anda tahu kisah Maryam dalam surah Maryam, surah nomor 19 juga Allah gambarkan Maryam seorang wanita yang sangat lemah, pohon kurma. Teman-teman sekalian, saya yakin di sini yang hadir kalau yang masyaallah Allah berikan otot yang sangat kuat. Siapa di antara Anda yang besar ototnya ini bisa menggoyahkan pohon kurma, menggoyangkan pohon kelapa? Susah sekali. Tapi Allah gambarkan pada saat Maryam Alaih Salam hamil Isa alaihi salam dan berada di bawah pohon dan dia sudah merasa kesakitan mau melahirkan. Allah mengatakan wahzi ilaiki nakakit alikian janiah. Wahai Maryam goncangkan pohon kurma di belakangmu. Maka akan jatuh pohon buah-buah kurma yang matang supaya bisa dia makan dan memenuhi nutrisi dia karena dia lagi mau melahirkan. Maka Maryam alaihi salam tidak ragu sedikit pun. menyentuh pohon tersebut, goyang pohon kurma yang sangat kokoh tadi dan jatuh buah-buahnya. Ini butuh kekuatan yang sangat besar. Tapi keyakinan yang membuat ee alaihialatu wasalam Maryam berhasil mendapatkan apa yang telah Allah Subhanahu wa taala janjikan. Dan sekian banyak contoh berhubungan dengan masalah ini. Izinkan saya teman-teman sekalian menutup khotbah ini dengan beberapa kisah. Ini kisah-kisah ini berhubungan dengan masalah keyakinan. Dinukil sebuah kisah oleh Fudhali bin Iyad rahimahullah. Salah satu tabiin yang masyhur dengan keimanan. Dia mengatakan, "Ada seseorang anak muda di Kufa terkenal dengan keimanannya dan ibadahnya kepada Allah. Satu waktu anak muda ini melihat dia punya uang tinggal 1 dirham. Enggak ada lagi uangnya, tinggal 1 dirham saja." Ya, mungkin kalau kita Rp10.000. Dia enggak punya uang lagi. Dia lewat di pinggir jalan, ada dua orang lagi jambak-jambakan rambut, lagi tarik-tarikan rambut, lagi berantem. Dia tanya, "Kenapa orang dua ini berantem?" Maka kata orang-orang di sekitarnya, mereka berantem karena berebut 1 dirham. Maka kata orang ini, "Ini 1 dirham. Berhentilah berantem, ambillah." Gitu kan. Maka mereka pun berhenti berantem. Lalu mereka membagi uang tersebut. Selesai. Begitu dia pulang, dia bilang sama istrinya, "Ceritanya begini, tadi, saya enggak ada uang lagi 1 untuk kita makan. Tapi akhirnya ada orang berantem saya kasih." Kata istrinya, "Baiklah, kalau memang itu kau kasih demi kebaikan, gak ada masalah. Mudah-mudahan Allah menggantikan buat kita." Suami istri dengan penuh keyakinan Allah akan gantikan. Karena mereka pun mau makan tapi tidak ada uang lagi. Maka istrinya mengambil ee beberapa benda di rumahnya. Cobalah bawa ini kamu jual. Lalu dia keliling seharian menjual barang bekas di rumahnya enggak ada yang mau beli. Sampai waktu dia sudah mau pulang malam hari, maka dia temui ada satu orang penjual ikan dan ikannya itu sudah mengeluarkan bau yang busuk. Kurang enak ini. Kata Falim Miat mengeluarkan bau busuk gitu kan. Maka dia merasa sedih. Orang ini merasa sedih melihat orang ini kasihan sekali. Ibah. Orang ini jual ikan enggak laku seharian. Maka dia bilang, "Saya seharian keliring mau menjual benda-benda dari rumah saya tidak laku. Kamu juga menjual ikan tidak laku. Bagaimana kalau kita barter saja? Kau ambil barang-barang ini mungkin bermanfaat buat kamu. Saya ambil ikanmu karena saya kelaparan walaupun sudah busuk." Maka kata orang itu, "Baiklah jazakallahu khairan. Semoga Allah balas engkau dengan kebaikan." Diambillah benda-benda rumahnya oleh orang tersebut. Ikannya diambil oleh orang ini. Lalu dia pulang ke rumah, dia bawa satu satu ekor ikan saja kecil yang sudah busut. Dia bawa. Dia mengatakan pada istrinya, "Cobalah kamu bersihkan ikan ini. Yang masih bisa kita ambil manfaat kita makan." Karena sudah mau mati kelaparan. Maka istrinya masuk ke dapur lalu dibersihkan ikan tersebut. Waktu dibedah dua ikan itu, dia kagetkan dalam perut ikan itu ditemukan ada sebuah mutiara yang sangat besar. Jadi bukan seperti biasanya mutiara biasa kecil ini besar. digambarkan dalam kisah ini seperti ee telur ayam besarnya dan ikan ini sangat kecil. Maka yang terjadi istrinya mengatakan dengan kaget, "Wahai suamiku, lihatlah apa yang terjadi. Apa yang aku temukan dalam perut ikan ini?" Maka suami datang lalu melihat ternyata ditemukan ee mutiara yang sangat besar tadi. Dia mengatakan, "Baiklah, saya tidak tahu nilainya tapi mungkin rezeki Allah berikan kepada kita. Saya coba datang kepada para ahli mutiara." Dan judul kisah ini disebutkan oleh Fudhal bin Yad rahimahullah, "Bersedekah dengan penuh keyakinan 1 dirham. Allah ganti dengan 120.000 dirham. Maka yang terjadi, Teman-teman sekalian, dia pun pergi kepada satu orang ahli mutiara. Dicek sama dia. Maka tiba-tiba dia mengatakan, "Saya akan bayar mutiaramu ini dengan nilai 40.000 dirham cash kalau kau mau sekarang." Tapi dia rupanya belum sempat menjawab karena gembiranya. Orang ini tiba-tiba mengatakan, "Kalau kau ingin lebih, cobalah kau pergi kepada fulan, mungkin dia akan beli lebih mahal." Maka dia pergi ke orang kedua. Dia perlihatkan orang kedua menawar tanpa banyak bicara mengatakan, "Saya akan bayar 80.000 dirham." Terus dia diam, dia gak tahu harus ucapin apa karena gembiranya. Orang ini langsung mengatakan, "Kalau kau ingin lebih, pergilah kepada fulan. Mungkin dia akan lebih beli. Maka pergilah kepada orang ketiga." Lalu orang ketiga ini pun mengatakan, "Saya akan beli darimu 120.000 1000 dirham dan saya yakin tidak ada orang yang membayar lebih daripada itu. Maka dia mengatakan, "Saya setuju." Dibawalah sama dia setiap 12 kantong satu kantong isinya 10.000 dirham. Ini kalau kita sekarang jumlahnya ratusan juta. Yang dia korban, cuma sekitar Rp10.000 saja. Lalu kemudian dia bawa pulang ke rumahnya, dia mengatakan pada istrinya, "Ini loh kisahnya yang terjadi." Maka dengan istrinya bersyukur kepada Allah, baru duduk cobaan Allah datang lagi. Diketuk pintunya oleh seseorang fakir. Lalu orang fakir ini mengetuk pintunya mengatakan, "Saya sudah seharian tidak makan." Maka dia mengatakan dalam dirinya, "Sungguh orang ini telah tertimpa apa yang menimpaku." Maka dia bilang, "Masuklah. Saya baru dapat rezeki ini 120.000 dirham." Dia bilang semua sama orang miskin itu. "Maka saya dulu seperti kamu keadaannya kemarin. Ambillah setengah kita bagi dua. Saya yakin ini mungkin Allah berikan rezeki ini untuk kamu." Maka orang miskin itu mengambil setengah 60 en kantong isinya 60.000 dirham. Lalu dia pergi. Beberapa saat dia kembali. Lalu dia mengatakan, "Ketahuilah, aku bukanlah orang miskin, tapi aku utusan Tuhanmu yang ingin menyampaikan kepadamu bahwasanya aku disuruh mengujimu." Dan Allah memberitahukan kepadamu berita sebenarnya balasan 1 dirhammu yang kau berikan karena Allah, yakin karena Allah akan balas itu Allah akan ganti dengan 20 kintar. Satu kintarnya senilai dengan 120.000 dirham ini. Maka dikasihlah kembali kepada orang ini. Kemudian dia menggunakan untuk kehidupannya dan sampai anak cucunya pun bisa menggunakan harta tersebut. Semua dibangun di atas keyakinan. Begitu juga Suhaib radhiallahu anhu, sahabat Nabi yang mulia. Saya tinggal butuh 2 menit insyaallah untuk ini. Suhaib radallahu anhu, sahabat Nabi yang mulia ini waktu dia dia seorang miskin datang ke Makkah lalu kemudian bekerja sampainya menjadi orang kaya. Waktu dia beriman kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam, dia sudah beriman sama Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dia ingin hijrah ke Madinah. Rupanya orang-orang Quraisy mengejarnya karena dia membawa seluruh hartanya. Dia bawa seluruh hartanya. Maka pada saat dia bawa hartanya, orang-orang Quraisy mengejar. Lalu orang Quraisy ingin memanah dia dari jauh. Dia pun berhenti. Lalu dia mengeluarkan anak-anak panahnya. Lalu dia mengatakan, "Wahai Quraisy, kalian tahu tidak ada orang yang lebih mahir menggunakan panah di antara kalian melebihi aku. Demi Allah, aku tidak akan biarkan kalian mendekati aku, kecuali aku akan lepaskan anak panah ini. Setelah itu pun aku akan menghadapi kalian dengan pedangku." Dan kalian tahu juga orang yang paling mahad menggunakan pedang. Maka orang-orang Quraisy ini diam pada saat itu karena yang mau ngerokoki dia banyak sekali. Pada saat dia lihat orang-orang Quraisy ini terdiam, Suhaib mengatakan begini saja. Kalau kalian memang tujuannya mengejar karena hartaku, kalian anggap ini hak kalian, maka aku akan tinggalkan hartaku. Kalau aku tinggalkan harta, apakah kalian akan biarkan aku? Mereka bilang, "Tentu saja harta itu aja yang kami inginkan." Maka Suhaib pun membiarkan harta tersebut. Kemudian beliau pergi hijrah ke Madinah dengan penuh keyakinan Allah pasti akan gantikan dengan sesuatu yang lebih baik. Pada saat dia tiba di Madinah, maka Nabi sallallahu alaihi wasallam langsung tersenyum menyambutnya sambil mengatakan, "Telah beruntung perniagaanmu wahai Abu Yahya." Maksudnya Suhaib radhiallahu anhu. Lalu turunlah firman Allah Subhanahu wa taala dalam surah Albaqarah ayat 207 tentang Suhaib radhiallahu anhu karena dia penuh keyakinan meninggalkan hartanya karena Allah akan ganti dengan sultan lebih baik. Allah mengatakan azubillahim minasyaitanirrajim waminanasillah. Dan di antara manusia ada orang-orang yang mengorbankan dirinya karena ingin mencari keridaan Allah. Dan dengan itu akhirnya Allah subhanahu wa taala membukakan pintu rezeki yang sangat luas baginya di Madinah. Terakhir teman-teman sekalian, saya akan tutup dengan kisah tentang seorang pengusaha besar di Saudi. Bagaimana Allah subhanahu wa taala memberikan kepada dia perusahaan-perusahaan yang besar. Padahal dia tadinya adalah seorang seorang pegawai saja. disebutkan sebuah kisah. Dia pernah kerja di ee tempat bea cukai di Saudi. Kemudian dia termasuk orang yang selalu menolak sogok-menyogok. Dia tidak mau sama sekali dibayar. Apa yang merupakan peraturan diikuti sama dia. Kalau enggak dibiarkan. Dia tidak berani untuk melakukan melanggar hukum Allah Subhanahu wa taala. Selalu saja hampir tiap hari orang datang ke mejanya mengantarkan amplop mengatakan, "Inilah hakmu. Ambillah dari perusahaan kami. Kamu telah bantu kami." Dia mengatakan, "Saya tidak pernah buat apa-apa. Anda punya hak saya izinkan. Yang tidak punya hak saya tidak izinkan. Tapi karena ini selalu tiap hari terjadi dan dia tahu seorang atasan dia selalu saja menerima sogokan dan datang kepada dia sambil mengatakan, "Ketahuilah bahwasanya ini adalah harta yang Allah mudahkan buat kita. Ambil saja." Dia mengatakan, "Tidak, demi Allah. Saya tahu ini harta yang tidak benar. Karena orang-orang yang tidak punya hak pun akan mendapatkan." Maka dia pun meninggalkan pekerjaan tersebut. Dia mengatakan, "Dam kondisi saya punya jabatan yang tinggi, gaji yang besar, peluang-peluang yang besar saya tinggalkan." Maka saya mulai dari nol lagi. Dia bilang dengan beberapa waktu dengan penuh keyakinan bahwasanya Allah akan menggantikan saya dengan lebih baik. Sesuai dengan hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam. Manar min siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah akan gantikan yang lebih baik. Maka saya pun yakin ber waktu kemudian ada seseorang memberikan kepada saya tiba-tiba hadiah seorang yang kaya yang kenal saya dan saya berhenti kerja. Dia tahu saya sekarang menganggur memberikan saya sebuah kapal kecil yang saya gunakan untuk mengangkut barang-barang orang. Karena orang mengetahui dan mendengar kisah saya, saya meninggalkan kantor karena tidak mau suap-menyuap. Maka akhirnya orang pada titipin barang karena tahu saya amanah. Sampai akhirnya berapa waktu saya punya dua kapal, tiga kapal, empat kapal. Sampai saya punya sekian banyak kapal dan orang makin mempercayakan barang-barangnya kepada saya. Satu waktu dia bilang kapal, salah satu kapal saya menang menabrak sebuah karang. kemudian pecah, rusaklah karena ken kapalnya tertidur. Lalu ada kebetulan saat kasus terjadi, ada satu polisi yang datang kemudian polisi di laut itu kemudian datang dan ingin menengahi permasalahan. Lalu saya mengatakan, "Tidak perlu saya sudah memaafkan orang ini." Maka polisi itu pun kaget. Kenapa kok begitu mudah saya memaafkan? Lalu saya membacakan firman Allah Subhanahu wa taala walina aninas. Dan Allah suka dengan orang-orang yang memaafkan orang lain. Dan dia tidak sengaja dia tertidur. Maka polisi ini pun kagum gitu. Maka berjalan waktu dia bilang, "Saya tinggalkan usaha saya makin jalan." Maka kepala polisi tersebut tiba-tiba punya jabatan yang tinggi di kerajaan Saudi. Dan akhirnya dia punya banyak sekali ee kapal-kapal yang akan masuk melalui pelabuhan Saudi. Dia bilang, "Maka dia mengingat saya pada saat itu." Lalu dia tidak memberikan izin untuk masuk kecuali melalui saya saja. Dan akhirnya Allah bukakan rezeki yang luar biasa hanya karena meninggalkan sesuatu yang haram. Oleh karena itu, Teman-teman sekalian, dari apa yang semua kita sampaikan ini, bangunlah ya kehidupan kita sebagai seorang muslim di atas keyakinan bahwasanya Allah maha melihat, Allah maha mengetahui, janji Allah pasti benar, ancaman Allah pasti benar. Setiap kita beriman dan bertakwa kepada Allah, Allah sudah mengatakan wqillah jallahu makhraja warzu min hau la yahtasib. Siapa yang bertakwa kepada Allah, Allah akan berikan jalan k dari setiap masalahnya dan Allah akan berikan rezeki dari tempat tidak disangka-sangka. Sebagaimana kita yakin orang yang berbuat kezaliman pasti akan dihukum oleh Allah. Tidak ada keraguan dalam masalah tersebut. Saya sudah mengucapkan perkataan saya ini. Waastgagfirullah wakum dan saya beristigfar kepada Allah. Mengaj jemaah istigfar kepada Allah. Fastgagfiruhu inahual gfururah rahim. Istigfar dan bertobatlah kepadanya karena dia maha menerima tobat hamba-hambnya. Alhamdulillah wasalatu wasalamu ala rasulillah. Segala puji dan puja kehadirat Allah subhanahu wa taala juga selawat dan taslim kepada Nabi Besar Muhammad sallallahu ala alihi wasahbihi wasallam. Hari Jumat adalah hari yang mulia di mana Nabi sallallahu alaihi wasallam menjanjikan kepada kita ada waktu mustajab doa diterima oleh Allah subhanahu wa taala. Ada dua buah riwayat. Riwayat yang pertama menyebutkan kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Tidak ada seorang muslim berdua di hari Jumat kecuali diijabah sama Allah dan kejarlah terutama pada saat imam atau khatib sedang di khotbah kedua sampai diqamahkan salat." Makanya di khotbah kedua selalu saja khatib-khatib kita berdoa karena ini waktu mustajab. Hadis yang kedua adalah hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam. Jumat 12 waktu ya. Kalau kita 12 jam dari subuh sampai magrib tidak ada seorang muslim yang berdoa di 12 waktu itu kecuali diijabah sama Allah. Dan kejarlah lebih banyak berdoa di waktu asar sampai terbenam matahari. Maka jangan kita sia-siakan waktu-waktu yang mulia ini. Kita hadirkan hadir atau hadirkan hati dan pikiran kita untuk berdoa kepada Allah Subhanahu wa taala. Semoga Allah ijabah permohonan kita itu. Alhamdulillahi rabbil alamin. Kami memuji-Mu ya Allah sebagaimana layak Kau dipuji sebagai pencipta. Kami sangat yakin Engkau sedang melihat kami karena Engkau maha melihat. Mendengar kami karena Engkau Maha Mendengar dan mengetahui seluruh selukbeluk kehidupan kami dan niat kami karena Engkau Maha Mengetahui. Wahai zat yang maha kuasa, yang maha adil, yang satu-satunya raja, pemilik dan pencipta langit dan bumi. Kami memuji-Mu sampai Engkau rida dan menerima puji-pujian kami. Dan kami mengucapkan salam hormat kami kepada utusan-Mu, Nabi Besar Muhammad sallallahu alaihi alahbi wasallam. Sebagaimana Engkau telah memerintahkannya kepada kami dan sebagaimana Engkau dan malaikatmu telah mengucapkan untuknya. Ya Allah, kami tidak berkumpul di tempat yang mulia ini kecuali karena ingin menjalankan kewajiban yang telah Engkau bebankan kepada kami. Maka kami mohon kepada-Mu terimalah seluruh amal-amal saleh yang pernah kami kerjakan, yang sedang kami kerjakan, yang akan kami kerjakan sampai menjelang ajal nanti dengan pahala yang sempurna. Ya Allah, maafkanlah seluruh kesalahan-kesalahan kami, kesalahan kedua orang tua kami, seluruh muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat yang hidup dan juga yang sudah meninggal. Ya Allah dengan kemahakuasaan-Mu Engkau telah menjanjikan bagi orang bertobat bahkan bukan cuma dimaafkan. Engkau mengatakan ulaikallahim hasanat. Mereka adalah orang-orang yang Allah ganti dosa-dosa mereka menjadi pahala. Maka gantilah seluruh dosa-dosa kami menjadi pahala dengan izin-Mu ya Allah. Ya Allah kami memohon jadikanlah negara kami negara Indonesia negara yang aman, tentram damai. Seluruh umat Islam di bawah naungan ukhuwah islamiah. Angkat perselisihan antara mereka dan jadikan negara ini negara yang selalu saja menjadi contoh bagi negara-negara yang lain. Angkatlah seluruh permasalahan-permasalahan yang sedang terjadi. Ya Allah, tolonglah saudara-saudara kami di Papua dan di negara atau di kota-kota yang lain. Bahkan seluruh muslimin dan muslimat di seluruh muka bumi yang sedang tertindas dan juga terzalimi di Palestina, di Syria, di Yaman, di Irak, di Myanmar, di Ahqsa, di Kashmir, di mana pun mereka berada. Ya Allah, ikhlaskan niat mereka, terima para syuhada mereka, mudahkan Islam di tangan mereka dan tangan kita semua. Dan juga partisipasikan kami bersama mereka di pahala, baik dengan doa, dengan harta juga dengan jiwa kami. Dan ya Allah rabbana atina fid dunya hasanah wafil akhirati hasanatan waqinaabanar. Ya Allah berikanlah kami seluruh kebaikan dunia dan juga seluruh kebaikan akhirat dan selamatkanlah kami dari api neraka. Wasallah Muhammadinhamdulillahiabbil alamin. Inallah bilili wal. Allah selalu menyuruh kita berbuat kebaikan dan keadilan. Allah selalu larang perbuatan keji dan perbuatan dosa. Itu peringkat dari Allah. Jadikan sebagai prinsip hidup kalian ingat dan patuhlah kepada Allah. Allah akan ingat kepada kalian syukur nanya dia pasti akan tambah akbar Allah amal yang paling besar. Dan dirikanlah salat.