Transcript
QuQF3tSC8BI • Khutbah Jum'at: Fondasi Agama - Khalid Basalamah (KEMENKEU, Sul-Sel)
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/khalidbasalamah/.shards/text-0001.zst#text/0760_QuQF3tSC8BI.txt
Kind: captions
Language: id
Innalhamdalillah.
Segala puji dan puja kehadirat Allah
nahmaduhu waastainuhu wasastagfiruh.
Hanya kepadanya kita memuji, meminta
pertolongan serta bertobat dari
dosa-dosa kita.
W naudubillahi min syururi anfusina.
Dan hanya kepada Allah pula kita meminta
dijauhkan dari keburukan-keburukan diri
kita. Wamin sayiatialina.
Dan dari segala dosa yang pernah kita
lakukan. Mayahdihillahu fala mudillalah.
Barang siapa yang telah Allah berikan
petunjuk dan hidayah, maka tidak akan
pernah sesat selamanya.
Dan barang siapa yang telah Allah
sesatkan maka tidak akan mendapatkan
petunjuk selamanya.
Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la
syarikalah wa asyhadu anna muhammadan
abduhu wa rasuluh. Saya bersaksi tiada
Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah
dan Muhammad benar-benar hamba juga
utusannya. Q Allahu Taala, Allah
mengingatkan dalam kitabnya, ya
ayyuhalladzina amanutqulah haqqa
tuqatihi w tamutunna illa wa antum
muslimun. Hai sekalian orang-orang yang
beriman, bertakwalah, patuhlah
sebenar-benar bertakwa atau
sebenar-benar patuh. Dan janganlah
sekali-kali kalian meninggal dunia
kecuali dalam keadaan Islam.
Di ayat yang lain Allah juga berfirman,
"Ya
inallahikum."
Hai sekalian manusia, sekali lagi
bertakwalah. Hanya patuh dan tunduklah
kepada satu-satunya pencipta segala
sesuatunya, baik di langit, di bumi, di
kedalaman lautan terjangkau atau tidak
terjangkau oleh mata kalian, yaitu Allah
yang telah menciptakan kalian dari jiwa
yang satu, itu Adam Alaih Salam dan juga
menciptakan dari jiwa yang satu istrinya
Hawa alaihalam dan telah banyak
memberikan keturunan laki-laki juga
perempuan dari keduanya. Sekali lagi
bertakwalah kepada Allah. Hanya tunduk
dan patuh kepada Allah dan jaga hubungan
silaturahim. Sesungguhnya Allah
senantiasa mengawasi kalian.
Di ayat yang lainnya Allah juga
berfirman, "Ya ayadina amantaqulah
wauluan
sadida ylih lakum amalakumfirakumunakum.
Hai sekalian orang-orang yang beriman
sekali lagi bertakwalah. Hanya patuh dan
tunduklah kepada Allah dan ucapkan
kalimat yang benar. Niscaya Dia akan
memperbaiki amal-amal perbuatan kalian,
mengampuni dosa-dosa kalian. Barang
siapa yang mentaati Allah dan rasul-Nya
maka dia telah mendapatkan kemenangan
yang besar. Amma ba
kitabullah. Kita tahu sebaik-baik
rujukan umat Islam dalam segala lini
kehidupan mereka terutama ibadah yaitu
kitabullah al-Qur'an
wir haju hajuyu Muhammadin sallallahu
ala alihi wasahbihi wasallam. Dan
sebaik-baik petunjuk setelah Al-Qur'an
adalah petunjuk Nabi Besar Muhammad
sallallahu ala alihi wasahbihi wasallam
yang dikenal dengan asunah wasyar umuri
muhdatuha.
Dan ketahuilah
seburuk-buruk perbuatan terutama dalam
ibadah yang tidak punya rujukan wahyu
Alquran dan sunah
bidah. Semua perbuatan ibadah yang tidak
punya rujukan wajah dengan perbuatan
barama agama
dan perbuatan bar pelakunya pada kesatan
dan kesatakan akan membawa pelakunya ke
dalam api neraka.
Saudaraku musliman rahimani
warahimakumullah. Apa yang saya bacakan
tadi dikenal dengan khutbah hajah.
Baginda Nabi alaihialatu wasalam tidak
pernah melewatkan momen-momen penting.
Baik ingin mengutus pasukan, memberikan
nasihat-nasihat dan wasiat kepada
umatnya, kecuali memulai dengan khutbah
hajah. Bagaimana beliau mengingatkan
tiga ayat pentingnya seseorang muslim
agar selalu patuh kepada Allah dan juga
mengingatkan agar dalam ibadah mereka
kembali kepada Al-Qur'an dan sunah.
Pada kesempatan ini kita akan membahas
tentang masalah pondasi agama.
Saudaraku sean, seorang muslim memiliki
pondasi dasar dalam ib dalam dalam
kehidupan dia. Dan ini harus kokoh dan
kuat. Kapan pondasi ini benar dan sesuai
dengan apa yang memang diperintahkan
oleh agama, maka dipastikan Anda akan
selalu tenang dalam setiap keadaan.
Maukah dalam keadaan sehat, sakit, muda,
tua, punya pendapatan, pekerjaan atau
tidak punya pendapatan, apapun rintangan
hidup ini akan bisa dilalui, yaitu
keyakinan.
Islam ini dibangun di atas pondasi
keyakinan tentang adanya sang pencipta
Allah, tentang adanya kehidupan yang
akan kita susuni nanti di akhirat sana.
Ini pondasi dasar sekali. Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam 13 tahun di
Makkah 10 tahun pertama belum ada
perintah salat, belum ada perintah
puasa, belum ada perintah jihad, belum
ada perintah haji. Yang ada pada saat
itu adalah penanaman akidah.
Dan penanaman pondasi keyakinan ini
selalu ditekankan oleh Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Yakinilah Tuhan kalian
Allah dan istiqamahlah. Sampai seorang
sahabat pernah bertanya, "Ya Rasulullah,
beritahukan kepada saya ketentraman
hidup itu tentang Islam yang saya tidak
perlu tanya lagi kepada selain Anda."
Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"Qurabbiallah
tummaqim."
Ikrarkan dengan pikiranmu, ucapkan
dengan lisanmu, yakini dengan hatimu
sebagai pondasi kehidupanmu. Bahwasanya
Tuhanku ada satu Allah, pencipta langit
dan bumi dan apapun yang ada di dalamnya
dan di atas langit sana ataupun di bawah
di kedalaman lautan ataupun di dalam
bumi, tidak ada pencipta dan pemiliknya
kecuali Allah. Lalu istiqamahlah, yakin
dengan itu. Kemudian jalanlah di muka
bumi ini dengan perintah-perintah dan
juga larangannya.
Makin genting sebuah keadaan, maka makin
muncul dan terlihat keyakinan seorang
muslim. Justru pada saat itu Anda sedang
diuji. Pada saat kita sedang sakit, pada
saat kita sedang telilit hutang, pada
saat sedang terjadi hal-hal yang tidak
kita inginkan. Sebagaimana saya dengar
tadi juga disampaikan dan kita sudah
tahu keadaan negara kita. sedang ribut
di wilayah Papua. Justru pada saat ini
keyakinan seorang muslim dibutuhkan.
Pondasi ini harus ada. Kita lihat
misalnya setiap hari Jumat yang sangat
ditekankan oleh untuk dibaca oleh setiap
muslim adalah surah Al-Kahfi. Surah
Al-Kahfi ini adalah asas keyakinan bagi
seorang muslim. Setiap Jumat kita
disuruh baca. Bahkan kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Siapa yang
membaca Al-Kahfi di malam Jumat, Allah
akan berikan cahaya antara dia dengan
Ka'bah." Kemudian dalam riwayat lain,
siapa yang membaca Alkahfi di hari
Jumat, dia akan selamat dari fitnah
Dajjal. Di Al-Kahfi apa yang sedang
diceritakan?
Di beberapa ayat pertama adalah
keyakinan yang dibangun oleh Allah
Subhanahu wa taala. Bagaimana seseorang
muslim yakin Al-Qur'an ini benar lalu
berpegang teguh pada apa yang ada di
dalamnya, baik informasi ataupun
hukum-hukum yang sudah terjadi
sebelumnya, yang sedang terjadi di zaman
sekarang dan yang akan terjadi di masa
akan datang. Dan semua yang dibutuhkan
dalam roda kehidupan di muka bumi ini
dari sisi sosialnya, ekonominya,
politiknya, semuanya ada dalam
Al-Qur'an. Kemudian mulailah Allah
Subhanahu wa taala memberikan gambaran
tiga kisah yang unik sekali. Kisah
tentang Ashabul Kahfi, tujuh orang anak
muda yang beriman kepada Allah di zaman
pada saat itu orang semuanya tidak ada
yang beriman kepada Allah. Lalu untuk
membawa keyakinan mereka ini bahwasanya
memang ada Tuhan Allah, mereka
selamatkan diri ke gua dan akhirnya
Allah Subhanahu wa taala dengan k itu
menyelamatkan mereka di dalam gua
tersebut dalam kondisi tubuh mereka
tidak rusak. Dan Allah suruh kita
ulang-ulangi kisah itu setiap Jumat.
Renungi kisah itu bahwasanya keyakinan
akan membawa kepada keselamatan terutama
kepada Allah subhanahu wa taala atau
keyakinan kepada Allah subhanahu wa
taala. Kisah yang lain juga Allah
ceritakan tentang perjalanan Nabi Musa
dengan Nabi Khidir alaihialatu wasalam.
Bagaimana Nabi Musa alaihi salam pada
saat berkata, "Saya adalah orang
terpintar atau yang paling memahami
hukum Allah di muka bumi."
Maka Jibril alaihi salam datang pada
saat itu menyampaikan, "Hai Musa, bukan
kau orang yang paling mengetahui hukum
Allah, tapi masih ada hamba Allah yang
mengetahui dan Allah menyuruh kau
mencarinya." Maka mulailah diceritakan
dalam surah Kir bagaimana Musa alaihi
salam jalan mencari Khidir. Lalu pada
saat bertemu dengan Khidir, dia minta,
"Semoga engkau bisa mengajarkan kepadaku
ilmu yang Allah ajarkan kepadamu." Apa
kata Khidir? Tentang masalah pondasi
keyakinan. Boleh kau belajar dengan aku,
tapi dengan syarat jangan bertanya apa
yang aku lakukan sampai aku yang
jelaskan.
Maka kata Musa, "Baik, saya ingin, saya
boleh jalankan itu." Kata kata Khidir,
"Bagaimana kau bisa meyakini itu atau
menjalani itu sementara? Kamu sendiri
tidak akan bisa sabar melihat sesuatu
yang belum pernah masuk di benak kamu."
Dia mengatakan, "Saya coba bersabar."
Maka terjadilah sesuatu yang unik pada
saat itu. Dalam Al-Qur'an dalam surah
Kahfir diceritakan Khidir naik di atas
sebuah kapal dengan Musa alaihialatu
wasalam. Lalu tiba-tiba Nabi Khidir
membolongi kapal-kapal pelayan padahal
mereka orang miskin. Lalu Musa bertanya,
"Hai Khidir, kenapa kau bolong-bolongin
kapalnya para nelayan ini? Apa dosa
mereka? Bukankah mereka orang miskin?"
Kata Khidir, "Bukankah sudah saya
katakan, "Jangan kau tanyakan apa yang
saya lakukan sampai saya jelaskan?" Maka
kata Musa, "Baiklah, saya minta maaf."
Lalu berjalan lagi sebentar beberapa
langkah di turun-turun di sebuah lembah
atau di sebuah kota atau sebuah desa.
Tiba-tiba Nabi Khidir menangkap seorang
anak kecil lalu membunuhnya. Maka Musa
alaihi salam bertanya lagi, "Bagaimana
bisa kau bunuh seorang anak kecil yang
belum berdosa, belum balig?" Kata
Khidir, "Bukankah sudah saya katakan,
kalau kau ya jangan kau tanyakan apa-apa
yang belum saya jelaskan. Kalau saya
sudah jelaskan baru kau bertanya, baru
baru kau ambil ilmunya." Maka kata Musa,
"Baiklah, mulai sekarang saya tidak akan
bertanya lagi." Sampai mereka berjalan
diringkaskan ceritanya dalam Al-Qur'an
itu bahwasanya mereka mampir di sebuah
negeri atau sebuah kota. Lalu Nabi
Khidir dan Nabi Musa minta tolong untuk
nginap di kota itu. Di zaman dulu sebuah
kota dibuatin sebuah benteng yang besar.
Ada ada pintu gerbang. Mereka tidak bisa
keluar dan masuk kecuali dengan izin
pemilik benteng tersebut.
Maka pada saat itu pun mereka menolak.
Karena Musa dan Khidir dianggap orang
asing di situ. Mereka tidak mau kedua
orang ini nginap di situ. Maka yang
terjadi ee Khidir pun pada saat mau
keluar melihat ada tembok mau rubu oleh
Nabi Khidir disentuh tembok tersebut.
Tiba-tiba jadi bagus kembali. Nabi Musa
alaihi salam cuma kasih masukan saja
lalu berkata, "Wahai Khidir, kalau kau
mau cukuplah perbaikan tembok ini. Kita
minta sebagai balasan jasa supaya kita
diizinkan nginap di tempat ini." Kata
Khidir alaihi salam, "Saya sudah
katakan, "Hai Musa, sekarang saatnya
kita berpisah. Saya sudah bilang,
"Jangan, jangan, jangan menjelaskan
apapun atau bertanya sebelum saya
jelaskan." Maka kata Khidir, "Maka
sekarang saya akan jelaskan kepadamu
kenapa saya lakukan ketiga perbuatan
tersebut yang membuat kau tadi kaget
itu? Yang pertama saya membolongi
kapal-kapal para nelayan yang miskin itu
karena Allah telah memberitah kepada
saya mukjizat berita karena Khidir alaih
salam juga seorang nabi. Bahwasanya di
situ ada raja zalim yang suka mengambil
secara paksa kapal-kapal nelayan. Dan
kalau dia melihat ada bolongan saja
sedikit, dia tidak akan mengambil kapal
tersebut. Allah suruh saya membolongin
kapal-kapal itu. Nanti nelayaninya
tinggal tambal sedikit saja. Tapi dengan
itu mereka tidak kehilangan kapalnya.
Anak kecil yang saya bunuh itu, itu juga
sesuai dengan perintah Allah. Karena
anak itu sangat durhaka dengan kedua
orang tuanya dan Allah menyuruh saya
membunuhnya. Maka pencipta yang pencipta
dia menyuruh saya membunuhinya maka
tidak ada tidak ada dosa bagi saya.
Kemudian juga Allah ingin mengg anak itu
kalau meninggal sebelum balik maka dia
akan selamat karena belum ada hukum
padanya. serta Allah gantikan buat kedua
orang tuanya anak yang saleh. Karena
kedua orang tuanya orang saleh. Dan yang
ketiga adalah saya memperbaiki tembok
itu bukan karena saya berharap balasan,
tapi di bawah tembok itu ada harta yang
disimpan oleh ayah pemilik rumah itu.
Jadi rumah itu rupanya dimiliki oleh dua
anak yatim. Ayahnya sudah meninggal. Di
bawah tembok itu ayahnya meletakkan
harta untuk kedua anaknya. Tapi belum
sempat dia jelaskan kemudian dia
meninggal dunia. Maka kalau rubu tembok
tersebut masyarakat itu akan mengambil
secara paksa. Maka saya disuruh oleh
Allah perbaiki tembok tersebut sampai
sudah bagus tembok itu. Barulah kemudian
nanti satu waktu kalau mereka dewasa
Allah rubuhkan harta itu akan dimiliki
oleh anak yatim tersebut. Ini kisah
kedua yang Allah ajarkan kepada kita
setiap Jumat baca sesuatu yang Allah
tentukan dan terapkan walaupun mustahil
diam manusia dibangun di atas pondasi
keyakinannya. Dan yang ketiga kita
tentang Zulkarnain, seorang raja yang
berkuasa di muka bumi ini. Bagaimana dia
menghadang dua suku besar Yakjuj dan
Makjuj untuk menyebarkan kerusakan di
muka bumi. Dan dengan izin Allah, dia
bisa membendung kedu suku tersebut
dengan membuat sebuah benteng yang
sangat kuat di antara dua gunung dari
tima yang dipanaskan dengan besi-besi
yang disusun dan dipanaskan juga. Maka
kisah ini selalu disuruh kita
ulang-ulangi karena di dalamnya
berbasiskan atau membangun di atas
keyakinan seorang muslim. Saudaraku se
iman, di dalam kisah lain dalam surah
Al-Ahzab di perang Ahzab, perang Ahzab
itu begini ceritanya. Di tahun 5 Hijriah
sempat orang-orang Yahudi yang
dikeluarkan oleh Nabi sallallahu alaihi
wasallam dari Madinah dua suku namanya
Qainuqa dan Nadir. Dua suku ini diusir
oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam
dari Madinah. Lalu mereka bertempat di
Khaibar kurang lebih 183 kilo atau 180
kiloan dari kota Madinah. Mereka di sana
merasa jengkel dengan Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Mereka menggerakkan
semua suku-suku Arab supaya mau
menyerang Madinah. Terkumpul ada 4.000
orang dari Quraisy, 4.000 orang dari
Katafan. Dari Yahudi sendiri ada 1000.
Dari beberapa suku-suku kecil ada 100,
ada 50 orang. Bergabunglah sampai mereka
menjadi kelompok yang sangat besar.
Allah sebutkan dalam Al-Qur'an surah
Al-Ahzab. Surah namanya
kelompok-kelompok. Surah nomor 33
menceritakan tentang kelompok-kelompok
ini. Apa yang terjadi, Teman-teman
sekalian? 10.000 orang datang menyerang
Madinah. Madinah waktu itu sebuah kota
kecil di zaman Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Mungkin kalau kota Makassar
ini Madinah itu cuma seperempatnya.
Sangat kecil, sangat kecil. Dan
bentengnya juga tidak terlalu kuat. Maka
Nabi sallallahu alaihi wasallam pada
saat itu diperintahkan Allah untuk
menggali parit supaya mereka tidak bisa
masuk. 10.000 1000 orang ini kalau masuk
maka mereka akan menghabiskan semua yang
ada di Madinah. Karena pasukan muslimin
cuma ada 1000 orang saja. Cuma 10% dari
kekuatan mereka. Dan mereka ini semua
berkuda. Tapi dengan izin Allah
Subhanahu wa taala, dengan keyakinan
orang beriman, Allah pasti akan
memberikan pertolongan. Karena Nabi
sallallahu alaihi wasallam mengatakan
pada saat menghancurkan sebuah batu di
Ahzab atau di di khandak di parit itu,
beliau mengatakan, "Allahu Akbar. Allah
telah memperlihatkan kepadaku kerajaan
umatku akan sampai ke pelosok-pelosok
muka bumi ini. Maka orang-orang munafik
sempat mengatakan, "Muhammad menjamin
buat kami." Muhammad mengatakan, "Kami
akan menjadi pemimpin-pemimpin dunia
umat Islam. Sementara sekarang pasukan
Quraisy dan Ahzab di depan mata kami,
kami bahkan tidak punya keamanan untuk
pergi ke kamar kecil atau keluar dari
rumah kami." Maka orang-orang beriman
pada saat itu mengatakan, "Hasbunallah
wanikmal wakil." Allah menyebutkan dalam
surah al-ahzab ayat 22ubillahitirjim
ahz
quza ma waallahuasuluhuqallahuasul
wadahum illa imanan wa taslima.
Dan takkala orang-orang mukmin melihat
golongan-golongan yang bersekutu itu
pasukan ahzab. Kita bayangkan kalau kita
ada di sebuah lokasi jumlah kita cuma
1000 orang di depan kita 10.000 orang.
Kalau zaman sekarang ini orang pakai
tank semuanya, kalau orang menggunakan
kuda pada satu pasukan kuda, kudanya
semua pakai besi, orangnya pun pakai
besi semuanya. Dan ini kuda dilatih di
bagian kepalanya dipasang seperti tanduk
bisa menyeruduk dan membunuh orang juga
terlatih. Maka pada saat orang-orang
beriman melihat golongan-golongan
tersebut, mereka berkata, "Inilah yang
dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada
kita." Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya.
Makanya maksudnya adalah kami sangat
yakin walaupun sekuat ini pasukan depan
mata kami, Allah sudah menjanjikan
menulis lisan nabinya Muhammad
sallallahu alaihi wasallam kita akan
menang. Dan demikian
dan yang demikian itu tidaklah menambah
kepada mereka kecuali iman dan
ketundukan kepada Allah. Dan gara-gara
itu Allah Subhanahu wa taala berikan
mereka kemenangan. Di malam ke-44 atau
malam 45 dari masa pengepungan Madinah,
Allah Subhanahu wa taala mengutus kepada
mereka angin yang sangat kencang dan
dingin membuat pasukan ah itu hancur.
Begitu juga pada saat terjadi perang
Uhud setelah
1000 atau 700 orang pasukan Muslimin
kurang lebih terbunuh 70 orang. Sisa 630
orang. 630 orang ini waktu terbunuh,
waktu terjadi peperangan Uhud dan
Muslimin dikalahkan.
Maka 630 orang termasuk Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam semuanya luka
dari kepala mereka sampai kaki mereka.
Minimal orang yang punya luka pada saat
itu adalah dua sabetan pedang. Kita bisa
bayangkan, Teman-teman, kalau silat saja
kena jari kita sudah sakitnya luar
biasa. Sabetan pedang itu sangat besar.
Itu minimal luka. Ada yang terkena di
bagian kepala dan bagian punggung itu
paling minimal. Yang lainnya kena
tombak, kena ee anak panah, luka
semuanya 630-an. Termasuk Nabi
sallallahu alaihi wasallam pelipisnya
berdarah alaihi salatu wasalam. Gigi
beliau pecah dan juga pundak kiri beliau
sakit karena dipukul oleh Ibnu Qamiah
dengan pedang tapi tidak sempat luka.
Cuma beliau mengatakan, "Aku merasakan
sakitnya selama sebulan." Apa yang
terjadi, Teman-teman sekalian? Malam itu
hari itu hari Sabtu. Seluruh pasukan
kesakitan pulang ke ke Madinah dalam
kondisi terpukul 70 orang terbunuh.
Mereka semua terluka dan pasukan
muslimin tersebar kalah. Orang-orang
Quraisy pulang bersorak-sorak. Yang
terjadi waktu salat subuh yang hadir di
saf cuma sedikit saja. Tiba-tiba turun
wahyu dari Allah Subhanahu wa taala pada
saat itu memerintahkan Nabi sallallahu
alaihi wasallam untuk menggerakkan 630
orang yang luka-luka itu. Bangun
sekarang sekejar kembali pasukan
Quraisy. Itu tidak boleh ada orang baru
yang luka-luka kemarin itu yang
bergerak. Maka Nabi sallallahu alaihi
wasallam mengiklankan bahwasanya telah
turun firman Allah Subhanahu wa taala
memerintahkan semua yang hadir di Uhud
kemarin yang terluka untuk pergi
menyerang kembali Quraisy. Subhanallah.
Ini ujian yang sangat berat. Kita bisa
bayangkan, Teman-teman. Kadang-kadang
mungkin kaki kita kena bling saja.
Mungkin kita sudah tidak bisa hadir
subuh di masjid. Tetapi bagaimana para
sahabat dari kepala sampai kaki semuanya
luka. Begitu tersebar di depan-depan
rumah mereka. Wahai muslimin yang hadir
kemarin di Uhud. Nabi sallallahu alaihi
wasallam memerintahkan kalian semua
untuk mengejar Quraisy. Tidak ada satuun
yang tinggal di rumah mereka. Sampai
ditugil sebuah kisah. Dua orang anak
muda yang satu 15 tahun, yang satu 16
tahun luka dari kepala sampai di
kakinya. Kemudian mereka berdua di atas
ranjang dan ditempelin dengan daun-daun
oleh ibu mereka karena mengobati
luka-luka mereka. Baru semalam ini kalah
dari peperangan. Maka mereka berdua
mendengarkan ada satu orang teriak dari
depan rumah. Wahai muslimin yang hadir
kemarin di Uhud. Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam menyuruh kalian
berkumpul dan menyerang kembali Quraisy.
Maka si kakak berkata pada adiknya,
"Bagaimana kita bisa tinggal di ranjang
ini? Sementara panggilan Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam sudah
dikumandankan." Kata adiknya, "Bagaimana
kita bergerak? Semua badan kita dari
kepala sampai kaki luka." Kata si kakak,
"Saya akan menyeretmu sesaat dan kau
seret aku sesaat." Maka dua-duanya
sering seret-menyeret di jalan Madinah
sambil bergabung dengan pasukan muslimin
yang membuat hampir satu kota Madinah
meneteskan air mata dengan penuh
keyakinan mereka kalau ini adalah
perintah Allah dan Rasul dan pasti akan
ada kemenangan. Bayangkan dari seluruh
kepala sampai kaki luka. Maka mereka 630
orang bersama Nabi sallallahu alaihi
wasallam berkumpul waktu Nabi sallallahu
alaihi wasallam lihat Nabi sallallahu
alaihi wasallam sambil di atas se mata
berkata, "Sungguh dengan inilah Allah
berikan kemenangan." Maka mereka
mengejar Quraisy sampai tiba di sebuah
tempat namanya Hamrat Asad. Kurang lebih
jaraknya 80 km dari kota Madinah. Pas
tiba di sana Quraisy mendengarkan 2.800
orang pasukan Quraisy mendengar masalah
itu. Sebenarnya mereka 3.000 orang
kurang lebih 2940
orang tersis dengan 60 orang mereka
mati. Maka pada saat itu mereka mau
kembali mereka berpikir ini siapa ini
yang kembali? Apakah Muhammad membawa
pasukan baru? Mereka kirim surat kepada
pimpinan munafik Ubaidillah bin Abi
Salul di Madinah. Lalu mereka mengatakan
ini yang berangkat sama Muhammad pasukan
baru atau pasukan yang kemarin. Maka
orang munafik menurut surat mengatakan
itu pasukan kemarin. Justru ternyata
dengan perbuatan ini orang-orang Quraisy
mengatakan sungguh tidak mungkin orang
yang terluka keluar ingin berperang
kecuali mereka ingin balas dendam.
Mereka sudah siap mati. Maka karena itu
orang-orang Quraisy tidak berani untuk
kembali dan memerangi kaum muslimin. Dan
akhirnya Nabi sallallahu alaihi wasallam
tinggal di Hamrat Asad selama 3 hari dan
membuktikan kepada dunia pada saat itu
kalaumin tidak berani, tidak takut untuk
mati. Dan dengan keyakinan ini Allah
Subhanahu wa taala turunkan firmannya di
dalam surah Al Imran ayat 174 sampai 173
sampai 174 yang bunyinya
azubillahiminasyaitanirjim
allina lahumasu inasamaakumahum
iman waqbunallahu
wakilah
wallahuadim
yang artinya nya Allah berfirman
orang-orang yang mentaati Allah dan
rasulnya mereka para sahabat tadi yang
bangkit untuk pergi ke Hambrat Asad dan
kepada mereka orang-orang pada saat
orang-orang pada mengatakan jadi rupanya
itu tuh orang Quraisy mengutus satu
orang yang punya lisan bisa berbicara
dan suaranya lantang mengatakan pada
pasukan muslimin, "Pulanglah percuma
kalian datang karena sesungguhnya
pasukan Quraisy akan datang dan membabi
buta dan akan membunuh kalian semua."
Ternyata pada saat utusan Quraisy
berteriak-teriak begitu di pasukan
muslimin, maka mereka mengatakan,
"Sesungguhnya orang-orang Quraisy telah
mengumpulkan pasukan untuk menyerang
kalian. Karena itu takutlah kepada
mereka." Maka perkataan itu hanya
menambah keimanan para sahabat, keimanan
mereka muslimin. Dan mereka mengatakan,
"Cukuplah Allah menjadi penolong kami.
Dan Allah adalah sebaik-baik penolong
atau pelindung." Maka mereka kembali
dengan nikmat dan karunia yang besar
dari Allah. Mereka tidak ditimpa satu
bencana dan mereka mengikuti keridaan
Allah. Dan Allah mempunyai karunia yang
besar. Maksudnya adalah pada saat itu
mereka karena tinggal selama 3 hari di
sana. 3 hari di sana dan Quraisy tidak
berani kembali. Maka yang tadinya mereka
sudah patas semangat untuk berjihad dan
berperang. Kembali lagi bangkit karena
Allah karena mengikuti perintah Allah
dan yakin Allah subhanahu Allah
subhanahu wa taala dan rasulnya akan
memberikan kemenangan kepada mereka.
Disebutkan dalam sebuah kisah bahwasanya
Nabi
Ibrahim Alaih Salam pada saat melihat
api yang dibakar oleh Namrud dan akan
dilempar ke dalam api. Kita bisa
bayangkan kalau kita di posisi semuanya
orang lagi berkumpul satu kota, kita
lagi dirantai kemudian diseret di depan
orang-orang di depan kita ada api.
Dikatakan api yang dibakar oleh Namrud
itu kalau lewat burung di atasnya
tiba-tiba jadi hangus karena besarnya.
Dan bisa terlihat dari seluruh penjuru
ee wilayah Babilonia pada saat atau
wilayah Irak karena besarnya api
tersebut digiring
Ibrahim alaihi salam dibawa dan akan
dilempar ke dalam api tersebut.
Kira-kira apa yang akan terjadi? Apa
yang kita lakukan? Namrud cuma mau kau
katakan aku Tuhanmu bukan Allah. itu
saja maka selamat dari api ini. Tapi
Ibrahim alaihi salam dikatakan dalam
hadis yang sahih dari Ibnu Abbas radahu
bahwasanya beliau berkata, "Hasbunallah
wikmal wakil q Ibrahim alaihiam hina ulq
finar waq Muhammadun
inakum
waqbunallahmal wakil." Ketahuilah pada
saat Ibrahim Alaih Salam melihat api dan
akan dilempar di api, dia malah menambah
keyakinannya sambil mengatakan,
"Cukuplah Allah sebagai penolong kami."
Dan Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam juga kata Ibnu Abbas
mengucapkan ini pada saat ditakut-takuti
oleh Quraisy. Mereka mengatakan
bahwasanya pulanglah, bubarlah pulang ke
Madinah karena orang Quraisy akan membeb
buta membantai kalian. Dan ketahuilah
dalam riwayat Bukhari yang lain
dikatakan Ibnu Abbas berkata kana akhir
Ibrahim alaihi salam hina ulqiya finar
hasbunallah wikmal wakil. Ketahuilah
pada saat terakhir Ibrahim Alaih Salam
dilempar ke dalam api, maka kalimat
terakhir yang terucapkan lisannya adalah
hasbunallah wanikmal wakil. Yakin Allah
akan menolongnya. Yang terjadi sesuatu
di luar akal manusia. Apa yang terjadi
pada saat itu? Allah ubah api yang
fitrahnya panas tiba-tiba jadi dingin
selama 3 hari Ibrahim Alaih Salam
dibakar tidak terbakar pada saat itu dan
pada saat dipadamkan api. Namrud pun
kaget bagaimana Ibrahim bisa selamat
dari api tersebut. Musa Alaih Salam pada
saat dikejar oleh Firaun dan sudah
sampai di depan mata. Kondisinya begini.
Firaun ini punya pasukan belum pernah
terkalahkan di zaman itu. Pasukannya
sangat besar dan sangat kuat.
Dia pada saat sakit hati dengan Musa
Alaih Salam karena penyihirnya
dikalahkan, maka dia kumpulkan semua
pasukan inti dia untuk melawan Musa.
Padahal Musa alaihi salam tidak punya
senjata kecuali tongkat, kayu. Dan
seluruh pengikutnya Bani Israil itu
jalan berlari pada saat itu membawa
panci. membawa kambing, ternak, tidak
ada senjata mereka. Begitu Firaun
melihat, Allah gambarkan waktu sudah
sampai di pinggir laut merah, Firaun
Musa alaihi salam sudah sama kaumnya di
sana. Di belakang, di depan mereka laut
merah. Mereka kalau loncat maka bisa
tenggelam karena jaraknya jauh sekali
untuk menyeberang ke peselah. Dan di
belakangnya ada pasukan Firaun. Maka
Firaun itu bertanya, "Mana mereka itu?"
Lalu kata prajuritnya, "Itu sana." Maka
Allah gambarkan bagaimana kesombongan
Firaun. Dia mengatakan, "Innahum
lasyirdimatun qolilun." Itu mereka
jumlahnya kecil sekali, bantai saja.
Maka Allah membiarkan Firaun sampai
melihat Musa alaihi salam dan melihat
tongkatnya. Maka begitu sudah dekat,
orang-orang pengikutnya Nabi Musa
mengatakan, "Ya Musa inna lamudrakun."
"Wahai Musa, kita sudah kejangkau nih.
Pasti kita habis dibantah." Mereka
dengan beringas pakai pedang segala
macam teriak-teriak dari jarak jauh
dengan yel-yel mereka. Maka Musa
mengatakan dengan penuh keyakinannya dia
mengatakan kalla inabbi sayahdin. Enggak
mungkin Tuhanku pasti akan memberikan
petunjuk. Pada detik itu lagi
genting-gentingnya maka Jibril alaihi
salam datang lalu berkata kepada Musa,
"Hai Musa, Tuhanmu menyuruh engkau
memukulkan tongkatmu." Kalau teman-teman
pergi ke Turki satu waktu, ada museum di
sana. Museum itu masih menyimpan tongkat
Nabi Musa. Menurut keyakinan orang-orang
masih itu tongkat Nabi Musa alaihi
salam. Kalaupun itu betul, saya pernah
lihat itu tipis sekali. Cuma seperti
ranting pohon saja biasa. Bukan sebuah
tongkat yang besar. Ada senjatanya ada
pedang misalnya ini melengket gak ada.
Kayu biasa gitu kan. Itu juga
digambarkan dalam surah Al-Qasas
bahwasanya dia adalah ranting pohon yang
kecil. Maka Musa alaihi salam
diperintahkan oleh Jibril alaihi salam,
"Pukulkan tongkatmu ke pinggir laut
merah itu." Enggak ada perintah yang
lain. Itu saja pukulkan. Musa pun alaihi
salam belum tahu apa yang akan terjadi.
Maka Musa alaihi salam dengan penuh
keyakinan Firaun sudah di belakang
dengan mau membabi buta maka dicambuklah
di pinggiran laut merah tersebut.
Tiba-tiba Allah mengatakan
firkinim.
Maka tiba-tiba air laut merah itu
berdiri seperti dinding-dinding yang
kokoh. Maka Bani Israil bisa melewati
tanah itu dengan kering. Firaun itu
bukan mau sadar tapi dia malah ingin
mengejar dengan dengan ambisinya ingin
membunuh Musa. Maka Allah Subhanahu wa
taala buat Bani Israil selamat. Pada
saat Firaun masuk dengan pasukannya
turunlah air tersebut dan menenggelamkan
mereka. Tapi bagaimana keyakinan Musa
Alaih Salam? Anda tahu kisah Maryam
dalam surah Maryam, surah nomor 19 juga
Allah gambarkan Maryam seorang wanita
yang sangat lemah,
pohon kurma. Teman-teman sekalian, saya
yakin di sini yang hadir kalau yang
masyaallah Allah berikan otot yang
sangat kuat. Siapa di antara Anda yang
besar ototnya ini bisa menggoyahkan
pohon kurma, menggoyangkan pohon kelapa?
Susah sekali. Tapi Allah gambarkan pada
saat Maryam Alaih Salam hamil Isa alaihi
salam dan berada di bawah pohon dan dia
sudah merasa kesakitan mau melahirkan.
Allah mengatakan wahzi ilaiki nakakit
alikian janiah. Wahai Maryam goncangkan
pohon kurma di belakangmu. Maka akan
jatuh pohon buah-buah kurma yang matang
supaya bisa dia makan dan memenuhi
nutrisi dia karena dia lagi mau
melahirkan. Maka Maryam alaihi salam
tidak ragu sedikit pun. menyentuh pohon
tersebut, goyang pohon kurma yang sangat
kokoh tadi dan jatuh buah-buahnya. Ini
butuh kekuatan yang sangat besar. Tapi
keyakinan yang membuat ee alaihialatu
wasalam Maryam berhasil mendapatkan apa
yang telah Allah Subhanahu wa taala
janjikan. Dan sekian banyak contoh
berhubungan dengan masalah ini. Izinkan
saya teman-teman sekalian menutup
khotbah ini dengan beberapa kisah.
Ini kisah-kisah ini berhubungan dengan
masalah keyakinan. Dinukil sebuah kisah
oleh Fudhali bin Iyad rahimahullah.
Salah satu tabiin yang masyhur dengan
keimanan. Dia mengatakan, "Ada seseorang
anak muda di Kufa terkenal dengan
keimanannya
dan ibadahnya kepada Allah. Satu waktu
anak muda ini melihat dia punya uang
tinggal 1 dirham. Enggak ada lagi
uangnya, tinggal 1 dirham saja." Ya,
mungkin kalau kita Rp10.000. Dia enggak
punya uang lagi. Dia lewat di pinggir
jalan, ada dua orang lagi
jambak-jambakan rambut, lagi
tarik-tarikan rambut, lagi berantem. Dia
tanya, "Kenapa orang dua ini berantem?"
Maka kata orang-orang di sekitarnya,
mereka berantem karena berebut 1 dirham.
Maka kata orang ini, "Ini 1 dirham.
Berhentilah berantem, ambillah." Gitu
kan. Maka mereka pun berhenti berantem.
Lalu mereka membagi uang tersebut.
Selesai. Begitu dia pulang, dia bilang
sama istrinya, "Ceritanya begini, tadi,
saya enggak ada uang lagi 1 untuk kita
makan. Tapi akhirnya ada orang berantem
saya kasih." Kata istrinya, "Baiklah,
kalau memang itu kau kasih demi
kebaikan, gak ada masalah. Mudah-mudahan
Allah menggantikan buat kita." Suami
istri dengan penuh keyakinan Allah akan
gantikan. Karena mereka pun mau makan
tapi tidak ada uang lagi. Maka istrinya
mengambil ee beberapa benda di rumahnya.
Cobalah bawa ini kamu jual. Lalu dia
keliling seharian menjual barang bekas
di rumahnya enggak ada yang mau beli.
Sampai waktu dia sudah mau pulang malam
hari, maka dia temui ada satu orang
penjual ikan dan ikannya itu sudah
mengeluarkan bau yang busuk. Kurang enak
ini. Kata Falim Miat mengeluarkan bau
busuk gitu kan. Maka dia merasa sedih.
Orang ini merasa sedih melihat orang ini
kasihan sekali. Ibah. Orang ini jual
ikan enggak laku seharian. Maka dia
bilang, "Saya seharian keliring mau
menjual benda-benda dari rumah saya
tidak laku. Kamu juga menjual ikan tidak
laku. Bagaimana kalau kita barter saja?
Kau ambil barang-barang ini mungkin
bermanfaat buat kamu. Saya ambil ikanmu
karena saya kelaparan walaupun sudah
busuk." Maka kata orang itu, "Baiklah
jazakallahu khairan. Semoga Allah balas
engkau dengan kebaikan." Diambillah
benda-benda rumahnya oleh orang
tersebut. Ikannya diambil oleh orang
ini. Lalu dia pulang ke rumah, dia bawa
satu satu ekor ikan saja kecil yang
sudah busut. Dia bawa. Dia mengatakan
pada istrinya, "Cobalah kamu bersihkan
ikan ini. Yang masih bisa kita ambil
manfaat kita makan." Karena sudah mau
mati kelaparan. Maka istrinya masuk ke
dapur lalu dibersihkan ikan tersebut.
Waktu dibedah dua ikan itu, dia kagetkan
dalam perut ikan itu ditemukan ada
sebuah mutiara yang sangat besar. Jadi
bukan seperti biasanya mutiara biasa
kecil ini besar. digambarkan dalam kisah
ini seperti ee telur ayam besarnya dan
ikan ini sangat kecil. Maka yang terjadi
istrinya mengatakan dengan kaget, "Wahai
suamiku, lihatlah apa yang terjadi. Apa
yang aku temukan dalam perut ikan ini?"
Maka suami datang lalu melihat ternyata
ditemukan ee mutiara yang sangat besar
tadi. Dia mengatakan, "Baiklah, saya
tidak tahu nilainya tapi mungkin rezeki
Allah berikan kepada kita. Saya coba
datang kepada para ahli mutiara." Dan
judul kisah ini disebutkan oleh Fudhal
bin Yad rahimahullah, "Bersedekah dengan
penuh keyakinan 1 dirham. Allah ganti
dengan 120.000 dirham. Maka yang
terjadi, Teman-teman sekalian, dia pun
pergi kepada satu orang ahli mutiara.
Dicek sama dia. Maka tiba-tiba dia
mengatakan, "Saya akan bayar mutiaramu
ini dengan nilai 40.000 dirham cash
kalau kau mau sekarang." Tapi dia
rupanya belum sempat menjawab karena
gembiranya. Orang ini tiba-tiba
mengatakan, "Kalau kau ingin lebih,
cobalah kau pergi kepada fulan, mungkin
dia akan beli lebih mahal." Maka dia
pergi ke orang kedua. Dia perlihatkan
orang kedua menawar tanpa banyak bicara
mengatakan, "Saya akan bayar 80.000
dirham."
Terus dia diam, dia gak tahu harus
ucapin apa karena gembiranya. Orang ini
langsung mengatakan, "Kalau kau ingin
lebih, pergilah kepada fulan. Mungkin
dia akan lebih beli. Maka pergilah
kepada orang ketiga." Lalu orang ketiga
ini pun mengatakan, "Saya akan beli
darimu 120.000 1000 dirham dan saya
yakin tidak ada orang yang membayar
lebih daripada itu. Maka dia mengatakan,
"Saya setuju." Dibawalah sama dia setiap
12 kantong satu kantong isinya 10.000
dirham. Ini kalau kita sekarang
jumlahnya ratusan juta. Yang dia korban,
cuma sekitar Rp10.000 saja. Lalu
kemudian dia bawa pulang ke rumahnya,
dia mengatakan pada istrinya, "Ini loh
kisahnya yang terjadi." Maka dengan
istrinya bersyukur kepada Allah, baru
duduk cobaan Allah datang lagi. Diketuk
pintunya oleh seseorang fakir. Lalu
orang fakir ini mengetuk pintunya
mengatakan, "Saya sudah seharian tidak
makan." Maka dia mengatakan dalam
dirinya, "Sungguh orang ini telah
tertimpa apa yang menimpaku." Maka dia
bilang, "Masuklah. Saya baru dapat
rezeki ini 120.000 dirham." Dia bilang
semua sama orang miskin itu. "Maka saya
dulu seperti kamu keadaannya kemarin.
Ambillah setengah kita bagi dua. Saya
yakin ini mungkin Allah berikan rezeki
ini untuk kamu." Maka orang miskin itu
mengambil setengah 60 en kantong isinya
60.000 dirham. Lalu dia pergi. Beberapa
saat dia kembali. Lalu dia mengatakan,
"Ketahuilah, aku bukanlah orang miskin,
tapi aku utusan Tuhanmu yang ingin
menyampaikan kepadamu bahwasanya aku
disuruh mengujimu." Dan Allah
memberitahukan kepadamu berita
sebenarnya balasan 1 dirhammu yang kau
berikan karena Allah, yakin karena Allah
akan balas itu Allah akan ganti dengan
20 kintar. Satu kintarnya senilai dengan
120.000 dirham ini. Maka dikasihlah
kembali kepada orang ini. Kemudian dia
menggunakan untuk kehidupannya dan
sampai anak cucunya pun bisa menggunakan
harta tersebut.
Semua dibangun di atas keyakinan. Begitu
juga Suhaib radhiallahu anhu, sahabat
Nabi yang mulia. Saya tinggal butuh 2
menit insyaallah untuk ini. Suhaib
radallahu anhu, sahabat Nabi yang mulia
ini waktu dia dia seorang miskin datang
ke Makkah lalu kemudian bekerja
sampainya menjadi orang kaya. Waktu dia
beriman kepada Nabi sallallahu alaihi
wasallam, dia sudah beriman sama Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Dia ingin
hijrah ke Madinah. Rupanya orang-orang
Quraisy mengejarnya karena dia membawa
seluruh hartanya. Dia bawa seluruh
hartanya. Maka pada saat dia bawa
hartanya, orang-orang Quraisy mengejar.
Lalu orang Quraisy ingin memanah dia
dari jauh. Dia pun berhenti. Lalu dia
mengeluarkan anak-anak panahnya. Lalu
dia mengatakan, "Wahai Quraisy, kalian
tahu tidak ada orang yang lebih mahir
menggunakan panah di antara kalian
melebihi aku. Demi Allah, aku tidak akan
biarkan kalian mendekati aku, kecuali
aku akan lepaskan anak panah ini.
Setelah itu pun aku akan menghadapi
kalian dengan pedangku." Dan kalian tahu
juga orang yang paling mahad menggunakan
pedang. Maka orang-orang Quraisy ini
diam pada saat itu karena yang mau
ngerokoki dia banyak sekali. Pada saat
dia lihat orang-orang Quraisy ini
terdiam, Suhaib mengatakan begini saja.
Kalau kalian memang tujuannya mengejar
karena hartaku, kalian anggap ini hak
kalian, maka aku akan tinggalkan
hartaku. Kalau aku tinggalkan harta,
apakah kalian akan biarkan aku? Mereka
bilang, "Tentu saja harta itu aja yang
kami inginkan." Maka Suhaib pun
membiarkan harta tersebut. Kemudian
beliau pergi hijrah ke Madinah dengan
penuh keyakinan Allah pasti akan
gantikan dengan sesuatu yang lebih baik.
Pada saat dia tiba di Madinah, maka Nabi
sallallahu alaihi wasallam langsung
tersenyum menyambutnya sambil
mengatakan, "Telah beruntung
perniagaanmu wahai Abu Yahya." Maksudnya
Suhaib radhiallahu anhu. Lalu turunlah
firman Allah Subhanahu wa taala dalam
surah Albaqarah ayat 207 tentang Suhaib
radhiallahu anhu karena dia penuh
keyakinan meninggalkan hartanya karena
Allah akan ganti dengan sultan lebih
baik. Allah mengatakan azubillahim
minasyaitanirrajim waminanasillah.
Dan di antara manusia ada orang-orang
yang mengorbankan dirinya karena ingin
mencari keridaan Allah. Dan dengan itu
akhirnya Allah subhanahu wa taala
membukakan pintu rezeki yang sangat luas
baginya di Madinah. Terakhir teman-teman
sekalian, saya akan tutup dengan kisah
tentang seorang pengusaha besar di
Saudi. Bagaimana Allah subhanahu wa
taala memberikan kepada dia
perusahaan-perusahaan yang besar.
Padahal dia tadinya adalah seorang
seorang pegawai saja. disebutkan sebuah
kisah. Dia pernah kerja di ee tempat bea
cukai di Saudi. Kemudian dia termasuk
orang yang selalu menolak
sogok-menyogok. Dia tidak mau sama
sekali dibayar. Apa yang merupakan
peraturan diikuti sama dia. Kalau enggak
dibiarkan. Dia tidak berani untuk
melakukan melanggar hukum Allah
Subhanahu wa taala. Selalu saja hampir
tiap hari orang datang ke mejanya
mengantarkan amplop mengatakan, "Inilah
hakmu. Ambillah dari perusahaan kami.
Kamu telah bantu kami." Dia mengatakan,
"Saya tidak pernah buat apa-apa. Anda
punya hak saya izinkan. Yang tidak punya
hak saya tidak izinkan. Tapi karena ini
selalu tiap hari terjadi dan dia tahu
seorang atasan dia selalu saja menerima
sogokan dan datang kepada dia sambil
mengatakan, "Ketahuilah bahwasanya ini
adalah harta yang Allah mudahkan buat
kita. Ambil saja." Dia mengatakan,
"Tidak, demi Allah. Saya tahu ini harta
yang tidak benar. Karena orang-orang
yang tidak punya hak pun akan
mendapatkan." Maka dia pun meninggalkan
pekerjaan tersebut. Dia mengatakan, "Dam
kondisi saya punya jabatan yang tinggi,
gaji yang besar, peluang-peluang yang
besar saya tinggalkan." Maka saya mulai
dari nol lagi. Dia bilang dengan
beberapa waktu dengan penuh keyakinan
bahwasanya Allah akan menggantikan saya
dengan lebih baik. Sesuai dengan hadis
Nabi sallallahu alaihi wasallam. Manar
min siapa yang meninggalkan sesuatu
karena Allah siapa yang meninggalkan
sesuatu karena Allah akan gantikan yang
lebih baik. Maka saya pun yakin ber
waktu kemudian ada seseorang memberikan
kepada saya tiba-tiba hadiah seorang
yang kaya yang kenal saya dan saya
berhenti kerja. Dia tahu saya sekarang
menganggur memberikan saya sebuah kapal
kecil yang saya gunakan untuk mengangkut
barang-barang orang. Karena orang
mengetahui dan mendengar kisah saya,
saya meninggalkan kantor karena tidak
mau suap-menyuap. Maka akhirnya orang
pada titipin barang karena tahu saya
amanah. Sampai akhirnya berapa waktu
saya punya dua kapal, tiga kapal, empat
kapal. Sampai saya punya sekian banyak
kapal dan orang makin mempercayakan
barang-barangnya kepada saya. Satu waktu
dia bilang kapal, salah satu kapal saya
menang menabrak sebuah karang. kemudian
pecah, rusaklah karena ken kapalnya
tertidur. Lalu ada kebetulan saat kasus
terjadi, ada satu polisi yang datang
kemudian polisi di laut itu kemudian
datang dan ingin menengahi permasalahan.
Lalu saya mengatakan, "Tidak perlu saya
sudah memaafkan orang ini." Maka polisi
itu pun kaget. Kenapa kok begitu mudah
saya memaafkan? Lalu saya membacakan
firman Allah Subhanahu wa taala walina
aninas. Dan Allah suka dengan
orang-orang yang memaafkan orang lain.
Dan dia tidak sengaja dia tertidur. Maka
polisi ini pun kagum gitu. Maka berjalan
waktu dia bilang, "Saya tinggalkan usaha
saya makin jalan." Maka kepala polisi
tersebut tiba-tiba punya jabatan yang
tinggi di kerajaan Saudi. Dan akhirnya
dia punya banyak sekali ee kapal-kapal
yang akan masuk melalui pelabuhan Saudi.
Dia bilang, "Maka dia mengingat saya
pada saat itu." Lalu dia tidak
memberikan izin untuk masuk kecuali
melalui saya saja. Dan akhirnya Allah
bukakan rezeki yang luar biasa hanya
karena meninggalkan sesuatu yang haram.
Oleh karena itu, Teman-teman sekalian,
dari apa yang semua kita sampaikan ini,
bangunlah ya kehidupan kita sebagai
seorang muslim di atas keyakinan
bahwasanya Allah maha melihat, Allah
maha mengetahui, janji Allah pasti
benar, ancaman Allah pasti benar. Setiap
kita beriman dan bertakwa kepada Allah,
Allah sudah mengatakan wqillah jallahu
makhraja warzu min hau la yahtasib.
Siapa yang bertakwa kepada Allah, Allah
akan berikan jalan k dari setiap
masalahnya dan Allah akan berikan rezeki
dari tempat tidak disangka-sangka.
Sebagaimana kita yakin orang yang
berbuat kezaliman pasti akan dihukum
oleh Allah. Tidak ada keraguan dalam
masalah tersebut.
Saya sudah mengucapkan perkataan saya
ini. Waastgagfirullah wakum dan saya
beristigfar kepada Allah. Mengaj jemaah
istigfar kepada Allah. Fastgagfiruhu
inahual gfururah rahim. Istigfar dan
bertobatlah kepadanya karena dia maha
menerima tobat hamba-hambnya.
Alhamdulillah wasalatu wasalamu ala
rasulillah. Segala puji dan puja
kehadirat Allah subhanahu wa taala juga
selawat dan taslim kepada Nabi Besar
Muhammad sallallahu ala alihi wasahbihi
wasallam. Hari Jumat adalah hari yang
mulia di mana
Nabi sallallahu alaihi wasallam
menjanjikan kepada kita ada waktu
mustajab doa diterima oleh Allah
subhanahu wa taala. Ada dua buah
riwayat. Riwayat yang pertama
menyebutkan kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Tidak ada seorang muslim
berdua di hari Jumat kecuali diijabah
sama Allah dan kejarlah terutama pada
saat imam atau khatib sedang di khotbah
kedua sampai diqamahkan salat." Makanya
di khotbah kedua selalu saja
khatib-khatib kita berdoa karena ini
waktu mustajab. Hadis yang kedua adalah
hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Jumat 12 waktu ya. Kalau kita 12 jam
dari subuh sampai magrib tidak ada
seorang muslim yang berdoa di 12 waktu
itu kecuali diijabah sama Allah. Dan
kejarlah lebih banyak berdoa di waktu
asar sampai terbenam matahari. Maka
jangan kita sia-siakan waktu-waktu yang
mulia ini. Kita hadirkan hadir atau
hadirkan hati dan pikiran kita untuk
berdoa kepada Allah Subhanahu wa taala.
Semoga Allah ijabah permohonan kita itu.
Alhamdulillahi rabbil alamin. Kami
memuji-Mu ya Allah sebagaimana layak Kau
dipuji sebagai pencipta. Kami sangat
yakin Engkau sedang melihat kami karena
Engkau maha melihat. Mendengar kami
karena Engkau Maha Mendengar dan
mengetahui seluruh selukbeluk kehidupan
kami dan niat kami karena Engkau Maha
Mengetahui. Wahai zat yang maha kuasa,
yang maha adil, yang satu-satunya raja,
pemilik dan pencipta langit dan bumi.
Kami memuji-Mu sampai Engkau rida dan
menerima puji-pujian kami. Dan kami
mengucapkan salam hormat kami kepada
utusan-Mu, Nabi Besar Muhammad
sallallahu alaihi alahbi wasallam.
Sebagaimana Engkau telah
memerintahkannya kepada kami dan
sebagaimana Engkau dan malaikatmu telah
mengucapkan untuknya. Ya Allah, kami
tidak berkumpul di tempat yang mulia ini
kecuali karena ingin menjalankan
kewajiban yang telah Engkau bebankan
kepada kami. Maka kami mohon kepada-Mu
terimalah seluruh amal-amal saleh yang
pernah kami kerjakan, yang sedang kami
kerjakan, yang akan kami kerjakan sampai
menjelang ajal nanti dengan pahala yang
sempurna. Ya Allah, maafkanlah seluruh
kesalahan-kesalahan kami, kesalahan
kedua orang tua kami, seluruh muslimin
dan muslimat, mukminin dan mukminat yang
hidup dan juga yang sudah meninggal. Ya
Allah dengan kemahakuasaan-Mu Engkau
telah menjanjikan bagi orang bertobat
bahkan bukan cuma dimaafkan. Engkau
mengatakan ulaikallahim
hasanat. Mereka adalah orang-orang yang
Allah ganti dosa-dosa mereka menjadi
pahala. Maka gantilah seluruh dosa-dosa
kami menjadi pahala dengan izin-Mu ya
Allah. Ya Allah kami memohon jadikanlah
negara kami negara Indonesia negara yang
aman, tentram damai. Seluruh umat Islam
di bawah naungan ukhuwah islamiah.
Angkat perselisihan antara mereka dan
jadikan negara ini negara yang selalu
saja menjadi contoh bagi negara-negara
yang lain. Angkatlah seluruh
permasalahan-permasalahan yang sedang
terjadi. Ya Allah, tolonglah
saudara-saudara kami di Papua dan di
negara atau di kota-kota yang lain.
Bahkan seluruh muslimin dan muslimat di
seluruh muka bumi yang sedang tertindas
dan juga terzalimi di Palestina, di
Syria, di Yaman, di Irak, di Myanmar, di
Ahqsa, di Kashmir, di mana pun mereka
berada. Ya Allah, ikhlaskan niat mereka,
terima para syuhada mereka, mudahkan
Islam di tangan mereka dan tangan kita
semua. Dan juga partisipasikan kami
bersama mereka di pahala, baik dengan
doa, dengan harta juga dengan jiwa kami.
Dan ya Allah rabbana atina fid dunya
hasanah wafil akhirati hasanatan
waqinaabanar. Ya Allah berikanlah kami
seluruh kebaikan dunia dan juga seluruh
kebaikan akhirat dan selamatkanlah kami
dari api neraka. Wasallah
Muhammadinhamdulillahiabbil alamin.
Inallah bilili wal. Allah selalu
menyuruh kita berbuat kebaikan dan
keadilan.
Allah selalu larang perbuatan keji dan
perbuatan dosa.
Itu peringkat dari Allah. Jadikan
sebagai prinsip hidup kalian
ingat dan patuhlah kepada Allah. Allah
akan ingat kepada kalian
syukur nanya dia pasti akan tambah akbar
Allah amal yang paling besar. Dan
dirikanlah salat.