Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu ala taufiqihin ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuiman lnih. Wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh daila ridwan. Allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwani. Ibu-ibu yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Insyaallah pada pertemuan kita kali ini kita akan belajar tafsir dari surah ke-40 surah Ghafir. Ya, surah ini memiliki dua nama yang ee terkenal. Yang pertama disebut dengan surah Ghafir. Kenapa disebut surah Ghafir? Karena di awal surat Allah Subhanahu wa taala itu pada ayat yang ketiga Allah berfirman, "Gofirambi waqobil syadidil iqab zul." Yaitu Allah buka dengan gofiri dambi. Setelah ha mim tanzilul kitabi minallahil azizil alim. Kemudian Allah berfirman, "Gofiri dambi, yaitu ee yang maha mengampuni dosa-dosa." Maka namanya dikenal dengan surah Alghafir, ya surah Ghafir karena di awalnya ada gofiri dzambi. Dan nama ini menunjukkan tentang nama Allah yang sangat mulia, yaitu yang maha memberi magfirah, gofiri dzambi. Kemudian juga dikenal dengan surah almukmin. Kadang ditulis surah almukmin. Kenapa disebut dengan surah almukmin? Karena dalam surat ini dikisahkan tentang seorang yang saleh yang tidak disebut namanya cuma disifati dengan sebuah sifat yaitu mukminu ali Firaun. Yaitu seorang dari keluarga Firaun dari suku Kibti. Ya, tetapi dia beriman kepada Nabi Musa Alaih Salam dan dia menyembunyikan imannya. Ya. Kata Allah, waqala rajulun mukminun min ali firaun. Berkata seorang lelaki yang beriman kepada Nabi Musa, beriman kepada Allah, min Ali Firaun, dari keluarga Firaun, yaitu dari keluarga dekat Firaun, kerabat Firaun. Yaktumu imanahu. Dan dia menyembunyikan imannya. Dan banyak nanti ayat terkait dengan ee bagaimana nasihat dia kepada ee Firaun dan para pengikutnya yang menjelaskan tentang seorang yang semangat berdakwah. Namun Allah tidak menyebutkan siapa namanya ya. Maka disebut dengan surah Al-Mukmin, yaitu surah si mukmin tersebut. Ini di antara dua nama yang ee terkenal pada ee surat yang akan kita bahas ini. Demikianlah kalau para ulama memberi nama biasanya mereka mencari suatu yang spesifik yang mencirikan surah tersebut seperti surah Al-Baqarah. Karena dalam surat Albaqarah ada kisah tentang perintah kepada Bani Israil untuk menyemb apa nam menyembelih seekor sapi betina ya. sehingga disebut surah Al-Baqarah. Demikian juga surah Ali Imran. Kenapa? Karena dalam surat tersebut ada cerita tentang Ali Imran, tentang keluarga Imran. Jadi demikian penamaan surat biasanya dicari suatu kalimat atau kata yang mencirikan surat tersebut. Entah dari awal surat atau tentang apa yang dikandung oleh surat ee tersebut. Ini terkait dengan nama surat. Adapun ee surat ini adalah surah ee Makkiah. Surat Makiyah. Surah Ghafir, surat Makkiyah. Apa yang dimaksud dengan surat Makkiah? Surat Makkiyah itu surat yang turun sebelum Nabi berhijrah. Adapun surat madaniyah itu surat yang turun setelah Nabi berhijrah ke Kota Madinah. Kita tahu, Ibu-ibu yang dirahmati Allah Subhanahu wa taala, Nabi berdakwah di Makkah kurang lebih 13 tahun. Baru kemudian beliau berhijrah. Jadi Rasulullah lahir di Makkah sampai usia 40 tahun kemudian diangkat menjadi seorang rasul. Setelah itu beliau berdakwah selama 13 tahun di kota Makkah. Setelah itu beliau terusir atau diusir oleh orang-orang Quraisy hingga beliau pun pergi ke Madinah yang setelah itu beliau berhijrah kota Madinah. Nah, semua surat yang turun kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam sebelum Nabi berhijrah selama 13 tahun itu maka disebut dengan surah Makkiyah. Dan semua surat yang turun setelah Nabi berhijrah kota Madinah namanya surah Madaniyah. Bedanya apa? Bedanya kita mengetahui nuansa nuansa surat-surat Makiyah itu Nabi masih di Makkah dan Nabi masih di Makkah biasanya terkait dengan akidah tentang tauhid, tentang adanya surga dan neraka, tentang Al-Qur'an adalah firman Allah Subhanahu wa taala. Ee kemudian misalnya tentang kenabian Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam, tentang adanya hari kiamat. Ini nuansa isi dari surah ee Makkiyah ya. Ya, berbeda dengan surat madaniyah. Surat Madaniah biasanya tentang hukum-hukum. Karena ketika itu kaum muslimin sudah pindah ke Madinah, sudah membuat negara Islam sehingga biasanya terkait dengan orang-orang beriman. Makanya dalam surat Makiyah sering ya ayyuhannas, ayyuhannas, wahai manusia sekalian. yaitu biasanya ditujukan kepada orang-orang kafir Quraisy. Adapun setelah Rasulullah berhijrah ke Madinah maka biasanya ya ayyuhalladzina amanu ya ayyuhalladzina amanu. Maksud saya ketika kita mengetahui surat ini Makkiah, kita ngerti nuansa surat Makiyah. Berarti Nabi masih di Makkah. Turun surat ini. Nabi masih di Makkah yang dihadapi kebanyakan adalah orang-orang kafir Quraisy. Ya, sehingga kita tahu isi nuansa surat-surat ini. Kemudian ee di antara ee di antara keut tujuan surat ini disebutkan oleh para ulama, tujuan surat ini adalah untuk membantah orang-orang yang menolak Al-Qur'an. Ya, mereka menolak Al-Qur'an turun dari Allah Subhanahu wa taala dan dengan demikian mereka juga menolak Nabi Muhammad sebagai seorang nabi. Dan saya sudah katakan tadi, demikian nuansa surat-surat makiyah. Biasanya terkait akidah, terkait pengingkaran kaum Quraisy terhadap hari akhirat, terkait pengingkaran Al-Qur'an adalah firman Allah turun dari Allah kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam terkait kenabian Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Dan biasanya mihw atau poros dari topik pembahasan surat makiyah adalah untuk membantah mereka orang-orang musyrikin yang mengingkari akidah-akidah Islam. Adapun keutamaan surat ini maka tidak ada dalil khusus tentang keutamaan surat ini. Tetapi para ulama menyebutkan surat ini adalah surat pertama yang dibuka dengan Him. Dengan Him. Di sana ada sekelompok surat-surat Al-Qur'an yang dibuka dengan Hamim. Sehingga surat-surat kelompok surat-surat ini disebut dengan al-Hawamim atau Alu Hamim. Ya, Al-Hawamim atau Alu Hamim. Surat-surat tersebut mulai dari ee surah Ghafir dibuka dengan Hamim, surah Fussilat, surah Asyura, surah Azzukhruf, surah Ad-Dukhan, surah Aljasiyah, surah Al-Ahqaf. Ini surat-surat yang dibuka dengan Hamim, Hamim, Hamim ya. Ee dan yang surat pertama dibuka dengan Hamim adalah ee surat ini yaitu surah Ghafir bab. Ini semua mukadimah, Ibu-ibu yang dirahmati Allah Subhanahu wa taala. kita akan ee berusaha memahami isi kandungan surat ini. Ibu-ibu kalau bawa Al-Qur'an terjemah atau aplikasi Quran tadabbur ya silakan ee membuka surah tersebut surah ke-40 surah Ghafir. Kita mulai ibu-ibu yang dirahmati Allah Subhanahu wa taala. Dan sebelum saya mulai saya berharap Ibu-ibu ee berusaha serius ya. Kita kali ini mengaji ee berpikir ya yang kita pikirkan ayat-ayat Allah Subhanahu wa taala. Ini di antara amal ibadah yang agung tadabur ayat-ayat Allah. Allah berfirman, "Afala yatadabbarunal Quran?" Apakah mereka tidak mentadabbari Al-Qur'an? Allah berfirman, "Yadabbaru ayatihi waliatakar ulul albab." Sesungguhnya Al-Qur'an itu untuk ditadaburi ayat-ayatnya. Makanya Imam Al Imam Ibnu Qayyim rahimahullahu taala e berkata, "Qiroatu ayatin wahidatin bitadabburin wa taakulin wa tafahuminirun min kil quran bila tadabbur ya kamaqala beliau berkata baca satu ayat saja dengan memahami maknanya dengan tadabbur berusaha memahami maknanya kandungannya itu lebih baik daripada khatam Quran tapi tidak dipahami kandungannya banyak orang hanya membatasi diri dengan baca Quran Quran tapi tidak berusaha memahami maknanya. Mereka menyangka baca Quran itu suatu tujuan akhir. Padahal itu hanyalah sarana untuk tahapan berikutnya yang lebih tinggi itu mentadaburi. Dan tadaburi adalah sarana untuk pengamalan. Makanya Fudhail bin Iyad ee berkata eh unzilal Quran liyummal bih fattakasu qiroatahu amala. Alquran itu diturunkan untuk diamalkan. Tetapi orang-orang hanya mencukupkan diri. Mereka menyangka mengamalkan Al-Qur'an hanya dengan dibaca. Padahal dalam Al-Qur'an itu ada qiraah dapat pahala. Berikutnya tadabur, pahalanya lebih besar lagi. Berikutnya amal, beramal. Maka jangan sampai kita hanya berhenti pada tahapan pertama yaitu tahapan qiraah saja. Hanya sibuk belajar tajwid, tahsin. Ya, tidak. itu hanya sarana awal untuk berpindah pada berikutnya tadabur. Setelah tadabur baru kemudian mengamalkan isi Al-Qur'an. Oleh karena kita akan bahas ee di awal pertemuan kita ini tentang surah Ghafir ya. Dan saya menyemangati Ibu-ibu untuk semangat belajar ya. Ee kita buka tadi sudah kita katakan Gfir adalah surat pertama yang dibuka dengan Hamim dan dia adalah surat pertama dari Al-Hawamim dari surat-surat yang dibuka dengan Hamim. Apa maknanya hamim? Sederhananya hamim adalah disebut dengan huruf muqat'ah. Huruf muqatah itu huruf-huruf yang diletakkan oleh Allah di awal ee di sebagian ee awal sebagian surat dengan dibaca sebagai huruf bukan sebagai kata seperti ha mim. Jangan dibaca ham ya. Jangan dibaca ham karena dia tidak dimaksud dibaca sebagai kata dibaca per huruf ha mim. Sama seperti alif lam mim maka dibaca perkata alif lam mim. Yasin sama dibaca per huruf ya sin jangan dibaca yas ya. Kemudian alif lam mim shad dibaca alif lam mim shad. Kaf ha ya ain shad. Awal dari surat Maryam. Kaf ha ya ain shad misalnya alif lam ro ya. Kemudian juga ee misalnya nun qof shad. ini semua ee dalam sebagian surat dibuka dengan ee potongan-potongan ya thos sinin mim ya thosin dan seperti itu itu dibuka dengan ee huruf-huruf yang di beberapa huruf yang dibaca dengan per huruf bukan sebagai kata ya bukan sebagai kata apa hikmahnya adapun maknanya wallahuam Allah yang lebih tahu tentang maknanya tetapi hikmahnya disebutkan oleh beberapa ulama seperti Ibnu Katsir kemudian sebelumnya lagi Zamaksyari dan kemudian disetuju oleh ee atau disebutkan juga oleh Ibnu Taimiyah rahimahullahu taala. Makna dari huruf muqatah ini hikmahnya maknanya kita enggak tahu. Tapi hikmahnya apa? Hikmahnya Allah ingin menjelaskan kepada orang-orang Arab di zaman itu bahwasanya Al-Qur'an ini turun dengan bahasa Arab ya. Nazala bihi ruhul amin. Ya. Kemudian kata Allah bilisanin arabiyin mubin. Dengan bahasa Arab yang jelas. bilisanin arabi mubin. Inna jaalnahu quranan arabiyan. Kami jadikan Al-Qur'an dengan bahasa Arab. Ya, dengan bahasa Arab itu bahasa yang kalian ucapkan sehari-hari wahai kaum Quraisy, wahai orang-orang Arab yang bahasa Arab tersebut terdiri atas huruf hijaiyah. Huruf hijaiyah itu alif, ba, ta, tsa, jim, ha, k, dan seterusnya. Di antara huruf-huruf hijaiyah tersebut adalah ha mim, di antaranya alif lam mim, di antaranya shad, di antaranya qof, di antaranya nun, di antaranya kaf, ha, ya ain, shad. Sehingga seakan-akan Allah berkata kepada mereka, "Wahai orang-orang Quraisy, wahai orang-orang Arab yang berbangga-bangga dengan bahasa Arab, yang kalian bangga dengan syair-syair kalian, kalian bangga dengan qasidah-qasidah kalian, kalian berbangga-bangga dengan balagah-balagah kalian, lihatlah Al-Qur'an." Kalian bisakah datangkan seperti Al-Qur'an? Kalian tidak bakalan mampu. Ini menunjukkan Al-Qur'an bukan karangan Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Karena Al-Qur'an kalau Al-Qur'an adalah karangan Muhammad, kalian tentu bisa Muhammad hanyalah satu orang dari sekian ribu orang Arab. Kalau Al-Qur'an di karangan Muhammad, kalian tentu bisa mengungguli Muhammad. Kalian tinggal kerja sama 10 orang, 100 orang, bikin yang lebih hebat dari Al-Qur'an. Tetapi tatkala kalian tidak mampu mendatangkan semisal Al-Qur'an, jangan semisal Al-Qur'an, 10 surat kalian tidak mampu mendatangkan semisalnya, jangankan 10 surat, satu surat kalian tidak bisa buat. menunjukkan Al-Qur'an itu bukan karangan Muhammad, tapi dia adalah firman Allah Subhanahu wa taala. Dari sini kita tahu kenapa Allah hikmahnya Allah menjadikan Muhammad ummi nabiyil ummi. Nabi yang tidak bisa baca, tidak bisa tulis. Ya. Sehingga ketika malaikat Jibril datang mendiktekkan surah al-Alaq, "Iqra bismi rabbikalladzi khalaq." Kata malaikat Jibril kepada Nabi, "Iqra bacalah." Kata Nabi, "Ma an biqari?" "Saya tidak bisa baca sama sekali." Sampai diulang tiga kali, "Iqra bacalah." Kata Nabi, "Ma ana biqori." Saya tidak bisa baca sama sekali. Kata malaikat Jibril, "Iqra bacalah." Kata Nabi, "Ma ana biqori." Tidak bisa baca. Akhirnya Jibril Alaih Salam mendiktan, "Iqra bismialladzi khalaq khalaqal insana min alaq. Iqra warabbukal akram dan seterusnya. Sehingga dari sini kita tahu hikmah kenapa Nabi tidak bisa baca, tidak bisa tulis untuk menguatkan bahwasanya ee Al-Qur'an itu bukan karangan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam ya, bukan karangan Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Karena kalau Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bisa baca, bisa tulis, maka orang-orang kafir akan berkata, "Muhammad pernah baca literatur sebelumnya. Mungkin dia baca dari orang Nasra, baca dari orang Yahudi, atau baca dari peradaban-peradaban sebelumnya. Sehingga kemudian dia punya banyak bacaan, banyak mutalaah, banyak ittila, kemudian dia menyimpulkan Al-Qur'an, dia bikin dari dirinya sendiri. Tapi Allah menjadikan Nabi tidak bisa baca, tidak bisa tulis. Sampai Nabi meninggal tidak bisa baca, tidak bisa tulis. Dan ini tidak bisa bacanya Nabi, tidak bisa tulisnya Nabi, ini adalah kemuliaan bagi Nabi. Beda kalau kita tidak bisa baca, tidak bisa tulis, kekurangan. Makanya Nabi sallallahu alaihi wasallam menyuruh orang belajar baca. Ya, Rasul Sallahu Alaihi Wasallam bahkan memerdekakan ee tawanan-tawanan yang bisa ngajarin baca ya. Dan ayat pertama turun, "Iqra, bacalah." Tuntunan untuk bisa baca. Tetapi Nabi Muhammad sendiri tidak bisa baca. Kenapa Allah menjadikan Nabi tidak bisa baca? Ya. Ya. Karena tadi untuk menjaga memastikan keotentikan Al-Qur'an bahwasanya Al-Qur'an bukan karangan Muhammad. Dalam surat Al-Ankabut ayat 48 Allah berfirman, "Wta tatlu minqoblihi min kitabi wuhu w tatlu minqhi min kitabin w taku biyamikal mubtilun." Engkau tidak pernah bisa baca sebelumnya dan kau tidak bisa ee menulis sesuatu pun. Kau tidak bisa baca, tidak bisa tulis sebelumnya. Kalau kau bisa tulis dan bisa baca alilun, maka ahlil batil akan meragukanmu. Mereka akan menduduk engkau pernah ee belajar sebelumnya kemudian kau ngarang Al-Qur'an. Jadi, Ibu-ibu yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa taala, inilah hikmah ee sebagian surat dibuka dengan huruf muqatah. Itu huruf-huruf yang dibaca per huruf, bukan sebagai kata. Ha mim, shad, qof, nun, alif lam mim, alif lam mim shad, alif lam ro. dan seterusnya untuk menjelaskan kepada orang kafir Quraisy bahwasanya Al-Qur'an ini mukjizat dari Allah bukan karangan Muhammad ya meskipun dia bahasa Arab dia bukan karangan Muhammad. Muhammad tidak bisa baca, tidak bisa tulis Al-Qur'an ini dengan huruf-huruf hijaiyah yang kalian tiap hari bisa berbicara dengan huruf-huruf tersebut. Tidak ada huruf baru, huruf-hurufnya itu-itu aja. Tapi kalian ternyata tidak mampu mendatangkan semisal Al-Qur'an. Kalau Quran karangan Muhammad tentu kalian bisa melebihi Al-Qur'an. Dan ini isyarat tentang mukjizat Al-Qur'an yaitu Al-Qur'an adalah wahyu dari Allah Subhanahu wa taala. Kita lanjutkan Hamim. Setelah itu Allah berfirman, "Tanzilul kitabi minallahi ee alazizil alim." Al-Qur'an tanzilul kitab. Dia adalah kitab yang diturunkan dari siapa? Dari Allah. bukan dari yang lainnya. Al-Qur'an firman Allah. Jadi Allah yang turunkan melalui malaikat Jibril kemudian diberitahu kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Allah berbicara dengan ee bacaan ini. Allah dikekan kepada Jibril. Jibril mendengar memahami Jibril diktikan kepada Alaih Salam. Diktikan kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Dan ini merupakan akidah ahlusunah wal jamaah. bahwasanya Allah berbicara dengan bahasa yang Allah kehendaki. Allah berbicara dengan Nabi Musa dengan menurunkan Taurat dengan bahasa Ibrani. Allah berbicara dengan Nabi Isa dengan menurunkan Injil dengan bahasa Syriyani. Dan Allah berbicara dengan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam dengan bahasa Arab dengan suara yang didengar oleh Jibril dengan huruf dengan bahasa yang kemudian Jibril mendengarnya. Kemudian Jibril menyampaikan kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Allah berbicara dengan apa yang Allah kehendaki. Maka tanzilul kitabi minallah. Alkitab atau Quran ini diturunkan dari Allah Alaziz Alhakim. Kemudian Allah mensifati dirinya dengan Alaziz dan Al-Hakim. Alaziz maksudnya adalah maha perkasa atau maha kuat. Aaziz. Ibu-ibu yang dirahmati Allah Subhanahu wa taala. Kalau Allah disebut dengan Aiz, maka Aiz itu yaitu maha di ditafsirkan dengan tiga sifat, yaitu namanya ee izzatul qadr, kemudian yang kedua izzatul qahr, dan ketiga izzatu alimtina. Jadi kalau kita dengar nama Allah Aaziz, apa maknanya Al-Aziz? Secara sederhana. Alaziz yaitu Allah yang maha pertama izzatu al-qadar yang maha perkasa, maha tinggi sifat-sifatnya. Aziz. Aziz itu hebat ee maha perkasa, maha maha kuat. Jadi pertama izzatul qadar. Bahwasanya sifat-sifat Allah semuanya izzah. Ada izat apa? Kemuliaan. Izzatul qadar. Seluruh sifat-sifat Allah bersifat izzah. Yaitu aziz. Yaitu sifat-sifat Allah semuanya adalah mulia. Kemudian izzatul qahar. Maksudnya Allah ee al-qahr itu mendominasi semua keputusan Allah itu yang berjalan di atas alam semesta ini. Tidak ada yang bisa menahan kehendak Allah Subhanahu wa taala. Apa yang terjadi di atas muka bumi ini, di alam semesta ini adalah dengan koher, dengan paksaan Allah, dengan ee kekuasaan Allah. Tidak ada yang bisa melawan kekuasaan Allah Subhanahu wa taala. Yang ketiga disebut izzatul imtina, yaitu Allah subhanahu wa taala terjauhkan dari segala kekurangan. Ya, tidak ada kekurangan yang bisa mengenai Allah, tidak ada yang bisa menzalimi Allah subhanahu wa taala, tidak ada yang bisa ee menjadikan ee Allah apa namanya? Kekurangan. Tidak, tidak menjadikan Allah letih, tidak menjadikan Allah ngantuk, tidak menjadikan Allah tidur. Gak ada. Karena Allah memiliki izzatul imtina. Tidak ada yang bisa mengganggu Allah Subhanahu wa taala. Jadi itulah makna al-Aziz. Alaziz disebutkan oleh Ibnu Qayyim rahimahullahu taala maknanya kepada izzatul qadr, izzatu alqhar dan izzatu al-imtina. Dan ini disebutkan oleh Syekh Utsimin rahimahullahu taala dalam tafsirnya. Kemudian Allah gandengkan alalim. Allah yang maha mengetahui. Allah maha mengetahui. Maha mengetahui segala sesuatu yang telah terjadi, yang sedang terjadi, yang akan terjadi, dan yang tidak terjadi. Kalau terjadi seperti apa Allah tahu. Jadi kalau kita bilang Allah alalim, Allah maha mengetahui, mengetahui segala sesuatu. Segala sesuatu Allah ketahui. Kenapa segala sesuatu Allah ketahui? Karena segala sesuatu ciptaan Allah. Allah mengatakan, "Ala ya'lamu man khalaq." Ketahuilah bahwasanya yang menciptakan tahu tentang yang dia ciptakan. Bukankah kita ciptaan Allah? Bukankah kita kreasi Allah? Allah sang kreator yang mencipta kita. Maka Allah tahu tentang diri kita. Jangankan kita daun yang jatuh, kata Allah Subhanahu wa taala, "W taskutu warqatin illa y'lamuha." Tidak ada daun sedang jatuh kecuali Allah tahu tentang daun tersebut. Kenapa Allah tahu tentang daun tersebut? Karena daun tersebut ciptaan Allah yang menyebabkan atau mentakdirkan daun itu pun jatuh adalah Allah Subhanahu wa taala. Itu daun. Padahal daun tidak dituntut untuk beribadah. Allah pun tahu. Bagaimana lagi dengan kita? Jadi Allah maha mengetahui segala ciptaannya. Ala y'lamu man khalaq. Tidakkah? Bukankah atau tidak bukankah yang menciptakan tahu tentang ciptaannya? Oleh karena disebutkan ada suatu kisah disebutkan oleh sebagian ulama ketika ada seorang ingin membodoh-bodohi anak-anak kecil dengan mengatakan, "Saya juga bisa mencipta. Saya juga bisa mencipta." Maka dia bawa semacam toples. Kemudian dia isi daging dan dia berkata, "Sesungguhnya daging ini besok saya ciptakan dari daging ini ulat-ulat." Mungkin yang namanya daging kalau busuk keluar macam ulat-ulat. Kemudian ternyata besok atau lusa dia datangkan toples, ternyata banyak ulat. Ternyata banyak ulat. Maka dia bilang, "Ulat ini saya yang ciptakan dari daging." Dia ingin menunjukkan bahwasanya tidak ada pencipta atau pencipta bukan Allah saja. Orang bisa mencipta. Akhirnya ada anak kecil yang bertanya kepada dia. Dia bilang, "Wahai Pak Guru, kalau benar Anda yang menciptakan ulat-ulat tersebut, tentunya Anda tahu ulat-ulat tersebut jumlahnya berapa, yang jantan berapa, yang betina berapa. Karena yang membuat pasti ngerti. Yang membuat pasti ngerti ya. yang sang kreator pasti ngerti kreasinya. Kalau itu ulat ciptaan kamu, tentu kamu tahu tentang berapa jumlah ulat tersebut. Yang jantan berapa, betina berapa. Maka dia pun tidak bisa ee menjawab pertanyaan anak tersebut. Beda dengan Allah Subhanahu wa taala. Allah tahu semuanya. Karena semua selain Allah, Allah yang ciptakan. Makanya, Ibu-ibu saya tanya sama Ibu. Bukankah kita ciptaan Allah? Tentu jawabannya iya. Bukankah hati kita ciptaan Allah? Iya. Bukankah dada kita ciptaan Allah? Iya. Berarti apa yang mengalir dalam dada kita? Allah tahu. Bukankah mata kita ciptaan Allah? Berarti apa yang kita lihat Allah tahu. Bukankah telinga kita ciptaan Allah? Apa yang kita dengar Allah tahu. Makanya Allah mengatakan ylamuinatal a'yun wfur. Allah mengetahui pengkhianatan lirikan mata. Orang ngelirik melihat macam-macam. W tukfiur. Dan apa yang disembunyikan oleh dada-dada manusia Allah tahu. Wahua alimun bidzti sudur. Allah mengetahui isi hati manusia. Kenapa Allah tahu isi hati manusia? Karena hati ini yang ciptain Allah. Dada kita yang ciptakan Allah. Oleh karenanya Allah mengetahui segala sesuatu. Ya. Dan ini harus kita yakini ibu yangu dirahmati Allah Subhanahu wa taala. Dan Allah mengetahui apa yang telah terjadi. Allah mengetahui apa yang sedang terjadi. Daun sedang jatuh. Allah tahu. Kita sedang ngomong, Allah tahu. Dan Allah tahu yang akan terjadi meskipun belum terjadi sekarang tentang masa depan. Allah juga tahu. Karena Allah sudah mentakdirkan segalanya dan Allah telah mencatat di lauhil mahfud. Bahkan suatu yang tidak terjadi kalau terjadi Allah pun tahu. Ya, seperti kata Allah subhanahu wa taala, walau ruddu lau limuh wa innahum lakadibun. Sesungguhnya orang-orang kafir yang dimasukkan neraka kalau mereka dikembalikan ke dunia mereka akan kembali kafir lagi sebagaimana kebiasaan mereka. Adapun pengakuan mereka kalau kami balik ke dunia kami kanan beriman. Kata Allah kadibun mereka berdusta. Wau khaju fikum maadukum illa khala. Allah berfirman tentang orang munafik. Orang munafik tidak ikut keluar bersama kalian. Tapi seandainya mereka keluar bersama kalian, mereka akan bikin kacau. Itu Allah mengetahui ini tidak terjadi. Tapi seandainya terjadi, tentu seperti apa Allah juga tak tahu. Jadi ilmu Allah luas meliputi segala sesuatu. Segala sesuatu. Maka ini penting kita mengetahui Allah maha mengetahui sehingga kita lebih ikhlas. Wama taf'alu min khairin fainnallaha bihi alim. Kata Allah, "Kebaikan apapun yangau yang kau lakukan Allah tahu." Fainnallaha yalamu. Sesungguhnya Allah mengetahui. Ylamhullah. Allah tahu. Jadi, seorang kalau berbuat baik dia enggak perlu validasi dari netizen. Dia tidak perlu diketahui oleh orang-orang. Dia bilang Allah sudah tahu, selesai. Karena Allah maha mengetahui. Allah maha mengetahui. Sehingga ketika berbuat amal saleh apapun, dia enggak perlu validasi. Tidak perlu like dari orang-orang, tidak perlu validasi pengakuan dari orang-orang, tidak perlu dipuji oleh ibu-ibu. Enggak perlu. Dia bilang Allah tahu. Selesai karena Allah tahu apa yang saya lakukan. Sebaliknya kalau dia punya niat jahat Allah tahu. Jangankan sebelum dia berbuat dia punya niat jahat terbetik dalam hatinya Allah tahu. Kenapa dada kita yang ciptain siapa? Allah. Allah tahu isi hati kita. Maka ini penting ibu-ibu mengenai nama alalim. Jadi Allah Alaziz alalim. Tib ibu dirahmati Allah subhanahu wa taala. Apa kaitannya dengan di awal Allah bawakan Alaziz alalim dengan Hamim Tanzilul Kitabi alaziz Alim? Apa munasabah atau kaitannya? Kata para ulama, Allah buka surat ini dengan H mim. Tadi isyarat bahwasanya Al-Qur'an adalah ee mukjizat dari Allah, bukan dari Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Kemudian Allah tekan, tanzilul kitabi minallah. Al-Qur'an itu turun dari Allah, bukan bukan karangan Muhammad. Bikin sendiri ngajak teman-temannya diskusi ya sebagaimana tuduhan orang musyrikin. Ya. Ya. Bahwasanya ee apa namanya? Ada orang-orang yang bekerja sama dengan Muhammad bikin Al-Qur'an. Maka Allah bantah. Allah mengatakan tanzilul kitab. Ya Allah yang menurunkan Al-Qur'an. Kemudian Allah mengatakan al-Aziz alalim untuk menunjukkan Allah maha perkasa. Ya, kalian tidak bisa mendatangkan semisal Al-Qur'an. Allah maha perkasa. Kalian tidak akan menyampai sampai kepada kemampuan Allah untuk bikin seperti Al-Qur'an. Karena kenapa Al-Qur'an begitu hebat? Karena turun dari zat yang maha perkasa yang bisa bikin Al-Qur'an menurunkan Al-Qur'an dengan luar biasa yang kalian tidak bakalan mampu. Kemudian Allah akan mendominasi kalian. Ya, sifat Allah mulia, sifat kalamullah sangat mulia. Kemudian di antara maknanya, kalian sekarang mengejek-ejek Al-Qur'an. Kalian tidak percaya sama Al-Qur'an, kalian akan terdominasi. Kalian akan kalah wahai Abu Jahal, CS dan yang lainnya. Dan alalim. Dan Allah maha mengetahui seluruh perkataan kalian, seluruh tuduhan kalian, seluruh kalian, seluruh perbuatan kalian. Allah tahu. Ya, seakan-akan ini ancaman bagi orang-orang Quraisy, orang-orang musyrikin Arab ketika itu yang mendustakan Al-Qur'an, menyatakan Al-Qur'an adalah karangan Muhammad, bukan dari Allah Subhanahu wa taala. Tib. Setelah itu baru Allah masuk pada ayat ketiga. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Gofiri dzambi ya." Allah tadi alaziz alalim. Allah maha perkasa lagi maha mengetahui. Dan Allah punya sifat berikutnya kata Allah gofiri dambi yang maha mengampuni dosa-dosa. Waqabilit yang maha menerima tobat. syadidil iqobi. Akan tetapi sangat dahsyat siksaannya. Zul dan pemilik ee karunia lailahailla hua. Tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah. Ilaihil masir. Kepadaalah semua dikembalikan. KepadaNyaalah tempat kembali seluruh makhluk. Tib. Kita akan bahas pertama di sini di antara metode Allah ee atau sebelumnya kita akan bahas makna gofir. Gofirudam. Apa makna gofir? Gofir dari gofar dan kata gofarah dari kata mikfar. Kalimat almikfar. Almikfar itu apa? Almikhfar itu bahasa Arabnya adalah helm yang dipakai oleh prajurit. Memiliki dua fungsi. Fungsi pertama adalah menutup kepala. Fungsi kedua adalah mencegah dari hantaman pedang. Sehingga tidak semua tutup kepala disebut migfar. Contoh songkok tidak disebut migfar. Kenapa songkok tidak disebut mikfar? Karena fungsinya cuma satu, menutup kepala tapi dia tidak menyelamatkan kepala. Kalau ada pedang, maka tidak ada faedah songkok ini. Tidak bisa menahan hantaman pedang. Sama sorban disebut adalah menutup tetapi tidak bersifat melindungi. Tidak bersifat melindungi. Adapun migfar kata Ibnu Qayyim rahimahullahu taala, migfar memiliki dua sifat. Sifat menutup dan sifat melindungi seperti helm disebut migfar. Makanya helm prajurit itu menutup kepalanya. Dan kedua, kalau ada hantaman pedang atau anak panah maka tidak akan tembus. Kenapa? Ada mikfar tersebut, ada helm tersebut. Dan kata ulama, demikianlah gofiruz dzambi diambil dari kata migfar. Yaitu apa makna gofiri dzambi? Maknanya Allah ee maha menutupi dosa-dosa hamba dan maha melindungi hamba dari dampak buruk dosa-dosa tersebut. Sehingga kita tahu bahwasanya setiap dosa itu kapan saja Allah bisa bongkar. Sudah banyak orang-orang kita lihat terbongkar aibnya. Dia sudah tutup dengan erat-erat dosa-dosanya. Tahu-tahu Allah bongkar. Yang kita tidak duga ternyata Allah bongkar aibnya. Banyak. Banyak sekali. Apalagi berita-berita santar begitu luar biasa sekarang. Banyak orang aibnya dibuka. Setelahnya ditutup langsung dibuka oleh Allah subhanahu wa taala. Allah bisa buka aib kita kapan saja. Allah bisa buka maksiat kita kapan saja. Tetapi Allah nutupi aib-aib kita, sayang kepada kita agar kita kembali kepada Allah. Seandainya Allah buka aib kita, enggak ada yang mau duduk dengan kita. Ya, tetapi Allah menutupi aib-aib aib kita. Itulah sifat gufron. menutupi. Ya, makanya kalau kita berdoa Allah magfirli. Ya Allah tutuplah dosa-dosaku, tutuplah aib-aibku di dunia maupun di akhirat. Kemudian makna kedua dari gufran, dari magfirah, dari migfar yaitu melindungi. Ya Allah saya tahu dosa dosa saya ini pasti ada dampaknya. Gak mungkin ada dosa, enggak ada dampak. Minimal dampak dosa adalah menyerang hati di mana hati menjadi hitam. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, ana abduamban nuqitbi nuktatan sauda. Nuktatun sauda. Jika seorang hamba melakukan dosa, maka dibuat coreng hitam di hatinya. Semakin dia banyak dosa, semakin banyak coreng hitam sampai menjadi ron, yaitu hitam menutupi seluruh kalbunya. Makanya seorang terkadang susah untuk khusyuk, malas ibadah, semangat maksiat, dengar pengajian ngantuk seperti ibu-ibu sekarang. Iya. Enggak? Enggak ya? Dengar pengajian ngantuk, tapi kalau dengar acara gibah semangat. Kenapa? Ada masalah di hati. Kenapa kok semangat maksiat, tidak semangat beribadah, hati sudah hitam? Sehingga kata Ibnu Qayyim dalam kitabnya Aljawabul Kahfi, bahwasanya dosa itu pasti berdampak. Fala buddha, pasti punya dampak. Enggak mungkin enggak ada dampak. Dan dampak yang pertama adalah mencoreng, mengotori keimanan, membuat seorang salat untuk sulit khusyuk. Ibu-ibu kalau sering nonton film Korea enggak bisa khusyuk salat, susah. Mau baca Quran nangis enggak bakalan. Tiap hari nonton film Korea, nonton acara gibah. Kenapa dosa? Tiap hari apa namanya? Bentak-bentak suami gimana? Susah. Tiap hari dosa. Tiap hari dosa. Sehingga kalau kita mengatakan, "Rabbig gfirli, ya Allah ampunilah aku. Allahumagfirli ya Allah ampunilah aku. Gufrana keampunanmu ya Allah." Kita bilang, "Ya Allah, tutuplah aib-aibku. Jangan sampai maksiatku, aibku terbongkar di dunia, apalagi di akhirat." Yang kedua, "Ya Allah, lindungilah aku. Jangan sampai dampak maksiatku menyerangku. Memang saya bermaksiat, ya Allah. Saya belum bisa tinggalkan. Saya masih terjurumus dalam maksiat. Tapi hapuskanlah dampak maksiat tersebut. Jangan mengenaiku." Itu makna magfirah. Gofiri dambi. Maknanya Allah senantiasa menutupi aib-aib hamba dan mengampuni dosa-dosa. Maksudnya melindungi hamba dari dampak dosa-dosa tersebut. Sebagaimana makna migfar sehingga dosanya seakan-akan tidak ada. gofiri dambi. Dan kalau kita lihat nama Allah ada tiga. Ada gfir seperti dalam ayat ini, gofiri dzambi dan ada gfur. Dan ini paling sering wahuwal gofurur rahim. Paling sering. Dan ada goffar. Goffar. Innaka kunta goffaro. Ya faqulufbakum innahuana goffar. Aku berkata kata Nabi Nuh kepada kaumnya istagfirakum. Istigfarlah kepada Rabb kalian. Innahuana goar. Sesungguhnya Allah garsilikum. Maka niscaya Allah akan turunkan hujan berkah yang banyak. Jadi ada gofir, ada gfur, ada gfar. Apa bedanya? Gofir maknanya umum. Yaitu Allah memberi sifat memiliki sifat magfirah, menutupi aib dan melindungi hamba dari dampak maksiat. Kalau gfur wallahuam lebih kepada kuantitas. yaitu orang melakukan dosa sebanyak apapun, Allah gfur. Yaitu Allah maha mengampuni dosanya sebanyak apapun. Sebanyak bintang-bintang di langit, sebanyak buih di lautan, kalau dia istigfar Allah akan ampuni. Kemudian gffar, kalau gffar terkait dengan kualitas itu dosa. Sebesar apapun, sejahat apapun, serusak apapun dosanya, kalau dia bertobat, kalau beristigfar kepada Allah akan ampuni. Dari nama Allah saja. Ini menunjukkan bagaimana rahmat luas luasnya rahmat Allah. Allah gfir, Allah gfur, Allah gfar. Kemudian Allah mengatakan gofiri dzambi. Dialah Allah yang mengampuni dosa. Segala dosa tanpa terkecuali. mencakup seluruh dosa. Mencakup seluruh dosa. Setelah itu Allah berkata waqili dan yang menerima tobatallah alam yamallah yaqbal ibadihi. Tidakkah mereka mengetahui Allah yang menerima tobat dari hamba-hambnya? Ya Allah maha menerima tobat. Tobat. Apa bedanya tobat dengan istigfar, Ibu-ibu? Apa bedanya tobat istigfar? Kalau tobat, kalau istigfar, istigfar adalah kita mohon magfirah dari Allah, yaitu mohon ditutup aibnya dan mohon dihapuskan dosa-dosanya supaya tidak berdampak. Kalau tobat menunjukkan ada suatu pengkabaran kepada Allah, "Ya Allah, saya sudah bertobat." Kalau bertobat ada syarat-syaratnya. Apa syarat tobat? Ibu-ibu yang dirahmati Allah Subhanahu wa taala. Syarat pertama, alikla anidzam. Meninggalkan dosa yang kita tobat darinya. Itu namanya kita bertobat. Misalnya seorang bertobat dari seorang laki-laki bertobat dari merokok misalnya. Maksudnya ketika dia bilang saya bertobat dari rokok berarti saya sudah tidak merokok lagi. Saya sudah meninggalkan. Yang kedua, syarat kedua dia anadam menyesal. Dulu saya merokok menyesal. Yang ketiga, syarat ketiga, alazmu ala adamil auda. Bertekad untuk tidak merokok lagi. Kalau siapa yang bertobat dari suatu dosa dengan memenuhi tiga persyaratan ini, meninggalkan, menyesali, bertekad, tidak mengulangi, maka dosanya telah diampuni oleh Allah dan tobatnya diterima. Sehingga tobat itu adalah pengkabaran. Saya sudah meninggalkan. Beda dengan istigfar. Istigfar bisa jadi seorang tetap melakukannya tapi dia beristigfar. Hari ini dia maksiat, istigfar, tapi dia belum tobat. Kenapa dia masih melakukan? Pagi dia melakukan dia istigfar, sore dia lakukan lagi istigfar lagi. Ya, oleh karena istigfar hanya sekedar permohonan kepada Allah. Permohonan doa kepada Allah agar doa agar dosa diampuni, ditutupi. Ya terserah Allah terima atau tidak, Allah ampuni atau tidak. Tapi kalau tobat itu pengkabaran. Ya Allah, saya sudah bertobat, saya meninggalkan, saya kembali kepada Engkau. Karena taba maknanya kembali rujuk ya. kembali rujuk. Maksudnya setelah saya meninggal, saya akan rujuk kepada engkau. Saya kembali kepada engkau. Maka terimalah sikapku kembali kepadamu. Dan kita tahu maksudnya tobat lebih tinggi daripada istigfar. Istigfar, permohonan untuk diampuni, tobat, pengkabaran bahwasanya saya sudah meninggalkan dosa, saya sekarang kembali kepada engkau dan terimalah sikapku yang kembali kepadamu. Dari sini sebatakan Allah tidak, Allah menambah huruf wau, Allah tidak mengatakan gofiri dzambi qobil taubi. Tapi Allah mengatakan gofiri dzambi waqobili tubi. Allah maha mengampuni dosa dan Allah maha menerima tobat. Karena dua ini dua perkara yang berbeda. Dua perkara yang berbeda. Ada orang istigfar tapi dia belum tobat. Ada atau tidak? Ada. Misalnya dia masih kerja di instansi ribawi. Dia istigfar tiap hari tapi dia masih kerja. Istigfar. Entah diterima atau tidak tapi dia istigfar tiap hari. Kalau tobat dia sudah tinggalkan. Saya sudah lagi tidak lagi riba. Itu namanya tobat. Allah mengatakan kamu beristigfar. Allah maha menerima. Allah maha memberi magfirah. Kalau kamu tobat, kamu kembali kepada Allah. Maha menerima hamb-Nya yang kembali kepada Allah. Satu, penghapusan dosa. Yang kedua, amal baik yaitu kembali kepada Allah. Dan kalau kamu kembali kepada Allah, tentu Allah sangat senang. Ya, makanya dalam hadis kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, asadu faran bubati abdiu ilaihi ahadikumfal minu. Sesungguhnya Allah lebih gembira dengan tobatnya seorang hamba yang bertobat kepada Allah daripada gembiranya salah seorang dari kalian. Tadinya dia bersama untanya di tengah padang pasir. Kemudian sudah sampai di tengah padang pasir, tiba-tiba untanya kabur. Wa alaiha thaam wararabu. Sementara bekalnya, makannya dan minumannya di di unta tersebut. Dia unta tersebut pergi meninggalkan dia tanpa ada bekal sama sekali. Qisahilati dan dia sudah pasrah kayaknya untanya enggak bakalan kembali. Maka fatja syajar. Maka dia pun berbaring di bawah sebuah pohon ya menunggu kematiannya datang secara bertahap. mulai dia dehidrasi, mulai dia mungkin matanya mulai kabur, mulai mulai tanda-tanda kematianamazalik. Tatkala dia sedang menanti kematian yang pasti dia merasa akan mati, pasti mati hua biha qoimah, tiba-tiba untanya tadi datang lagi dan bekalnya masih lengkap. Maka dia pun segera memegang tali kekang unta dan dia berkata, "Allahumma anta abdi wauktilah. Dia saking gembiranya, bersyukurnya, dia salah ngomong. Dia bilang, "Ya Allah, sungguh aku adalah Tuhanmu. Engkau adalah hambaku." Dia salah ngomong. Ini orang sangat gembira. Kata Nabi, "Ini orang yang gembiranya luar biasa. Masih kala gembira dengan gembiranya Allah jika ada seorang hamba kembali kepada Allah bertobat." Ini suatu yang sangat logis. Kenapa? Karena Allah lebih sayang kepada hambanya daripada seorang ibu kepada anaknya. Kita sering bilang kalau seorang ibu anaknya nakal, mungkin dia jewer, mungkin dia marah, mungkin dia ngomel, terus anaknya diusir, anaknya pergi. Tapi kalau anaknya kembali, ibu itu pasti sayang sekali sama anaknya. Ini yang dia nanti-nanti selama ini. Anaknya sadar. Kapan kamu sadar, Nak? Ini yang ibu ibu nantikan selama ini. Maka ibunya sangat sayang kepada dia. Nah, bagaimana dengan Allah Subhanahu wa taala yang kita ini adalah hasil ciptaannya, kita inah hasil kreasinya. Dialah yang membentuk janin kita. Jadi apa ya? Yang meniupkan ruh dalam perut ibu kita. Siapa? Allah subhanahu wa taala menyuruh malaikat tiupkan ruh fi ay surat masyaabak dan Allah bentuk dengan bentuk yang Allah sukai. Allah tentungkan jenis kelamin. Allah tentukan bentuknya. Kita ini kreasi Allah subhanahu wa taala. Maka Allah lebih sayang kepada makhluknya, kepada hambanya daripada seorang ibu kepada anaknya. Nah, kalau ternyata hambanya tadi kembali setelah bergelimang dengan maksiat kembali kepada Allah, maka Allah sangat gembira dengan kembalinya sang hamba. Karena Allah qobilit taubi. Allah maha menerima taubat. Jadi ayat ini, Ibu yangu dirahmati Allah Subhanahu wa taala menjelaskan bahwa hukum asal tobat itu diterima oleh Allah. Seorang bertanya, "Ustaz, apakah tobat saya diterima?" Kita bilang hukum asal Allah maha menerima tobat. J dia tawab dan dia qabil taub. Dia adalah maha menerima tobat. Tinggal apakah kau sudah memenuhi persyaratan tobat? Seorang yang sudah memenuhi persyaratan tobat pasti tobatnya diterima. Apa syarat tobat? Meninggalkan dosa yang sedang dia tobat darinya. Yang kedua, menyesali. Dan yang ketiga, bertekad untuk tidak mengulangi. Jika terpenuhi tiga syarat ini, pasti tobatnya diterima dan dia bertobat karena Allah, bukan karena ri. Bukan karena ria. Ada orang tobat tapi ri pengin dipuji, disanjung. Namun kemungkinan seorang tobatnya tidak diterima bukan karena Allah tidak terima begitu, tapi karena mungkin syarat tobatnya tidak terpenuhi. Tapi saya katakan konsekuensi dari nama Allah atau sifat Allah qobiliti. Dialah Allah yang maha menerima tobat. Maka seorang seharusnya kalau memenuhi persyaratan tobat, tobatnya pasti diterima. Pasti diterima. Maka bergembiralah orang-orang yang bertobat kepada Allah Subhanahu wa taala. Bukan cuma diterima, Allah cinta kepadanya. Innallaha yuhibbut tawwabin. Allah mencintai orang-orang yang bertobat. Subhanallah. Betapa baiknya Rabb kita, betapa agungnya Rabb kita. Seorang sudah bergelimang dalam maksiat, kemudian dia bertobat menjadikan Allah senang dengannya dan Allah mencintainya. Allah mencintainya karena dia kembali kepada Allah Subhanahu wa taala. Maka dialah Allah waqabilit tubi yang maha menerima tobat. Ya, oleh karena dalam Islam kalau bertobat langsung kepada Allah, bukan dalam seperti agama lain. Datang ke ee pastornya kemudian mengajukan ee dosa-dosanya, cerita, diskusi, ya. Kemudian turun ee sertifikat diterima dosa, yang penting bayar sekian. Gak ada. Tobat langsung kepada siapa? Allah. Dialah yang penerima tobat, bukan makhluknya. makhluknya berdosa. Yang menerima tobat adalah Allah Subhanahu wa taala. Tiba itu Allah berfirman, "Syadidil iqab." Selain Allah maha menerima, maha memberi gufran dan Allah maha menerima tobat, ternyata Allah syadidil iqab. Siksaannya sangat keras. Siksaannya sangat keras. Dan ini dalam Al-Qur'an sering Allah menggabungkan antara sifat-sifat Allah yang menunjukkan kasih sayang dan juga menunjukkan bagaimana kerasnya siksaannya. Supaya apa? Supaya seorang hamba selalu dalam dirinya bergabung antara alkhauf dan arraja. Berharap dan takut. Harap-harap cemas kalau bahasa kita ya. Harap-harap cemas. Berharap dikabulkan tapi khawatir tidak dikabulkan. berharap ampunan Allah tapi takut dengan dosa-dosa. Dan selalu dalam seorang hamba ketika dia beribadah bergabung dalam dirinya dua sifat ini berharap dan takut. Dan ini dalam Al-Qur'an banyak Allah memuji para nabi kata Allah Subhanahu wa taala eh wayadunana ragoba wahaba wanau lana khasiin. Para nabi itu mereka berdoa kepada kami ragaban dengan harapan rahaba dalam kondisi takut. Enggak mungkin takut dan cemas. Allah berfirman, "Ulaika eh apa namanya? Eh eh dalam dalam Al-Qur'an Allah Subhanahu wa taala berfirman juga amanitunjid waqimah akir rahm." Ketika berbicara tentang e orang yang sedang salat malam, yahul akhirata warjur rahmat, dia berdiri, dia sujud di malam hari. Yahzdarul akhirah, takut dengan hari akhirat, takut hisab. Takut mizan, takut neraka. Wararju rahmati dan dia berharap rahmat Allah. Dia menggambar rasa takut dan berharap. Ya. Ayuhum aqrabuarjah rahmatuna. Allah juga sebut tentang orang-orang orang-orang saleh yarjunjuna rahmatahuakaba. berharap rahmat Allah dan takut dengan azab Allah Subhanahu wa taala. Maka seorang mukmin atau mukminah dalam kesan ketika dia salat dia ada harap-harap cemas. Berharap tapi juga takut. Berharap ampunan Allah tapi juga takut dengan azab Allah Subhanahu wa taala. Ya, sehingga ibadahnya sempurna. Makanya dalam Al-Qur'an saya sebutkan beberapa ayat-ayat di mana Allah menggabungkan di antara keduanya itu antara mengkabarkan tentang Allah maha pengampun tapi diin sisi Allah juga mengabarkan bahwasanya Allah hukumannya siksaannya berat. Di antaranya ayat ini, gofiri dzambi waqobili syadidil iqab. Allah maha memberi gufran, Allah maha mengampuni dosa, Allah maha menerima tobat. Tapi ingat syadidil iqab siksaannya sangat keras. Syadid Allah siksaannya sangat keras. Sambil Allah mengatakan yadibahu ahad. Pada hari itu di neraka jahanam tidak ada yang bisa mengazab seperti azabnya Allah. Wqahu ahad. Dan tidak ada yang bisa membelenggu seperti belenggunya Allah. Kita bayangkan siksaan yang paling ngeri di dunia ini masih kalah dengan siksaan di neraka jahanam. Mungkin kalau dunia ini kita bayangkan ada orang mungkin disilat-silat tubuhnya mungkin dikasih ee merica atau dikasih jeruk sehingga sakit kesakitan luar biasa. Mungkin dibor, mungkin itu semua ngeri masih kalah dengan azab neraka jahanam. Kita mungkin dengar ada orang dibakar, dipakai bensin, kita lihat ngeri masih kalah dengan azab Allah. Allah mengatakan, "Fayaumaidin la yuibuabahu ahad." Pada hari tersebut tidak ada yang bisa mengazab seperti azabnya Allah. Kita lihat orang dibelenggu, disiksa. Tidak ada yang bisa belenggu seperti belenggunya Allah. Maka hari kiamat sangat dahsyat. Di surga Allah kasih kenikmatan di luar khayalan yang sangat indah, di luar daripada nalar seseorang. di neraka Allah kasih azab juga di luar nara seorang sampai Allah berfirmadulani orang pelaku dosa pada hari kiamat kelak tatkala dia diazab dia berangan-angan dia pengin tebus agar dia selamat dari azab neraka jahanam bibaknya semua yang penting penting dia selamat anak semua masuk neraka yang penting dia selamat Istrinya masuk neraka, kakak adiknya semua masuk nerakawi kabilahnya semua masuk neraka yang penting dia selamat ardi jamian bahkan seluruh di manusia muka bumi masuk neraka yang penting saya selamat saking ngerinya kita di dunia biasanya orang berkorban mending saya mati daripada anak-anak saya seorang berkorban mending saya mati daripada istri saya mending saya mati membela kabilah saya di akhirat enggak saking dahsyatnya hari kiamat amat dahsyatnya neraka jahanam sampai orang sebaliknya berkeinginan berangan-angan anaknya, istrinya, kerabatnya, kabilahnya, semua satu dunia masuk neraka. Yang penting dia selamat saking otaknya sudah enggak waras karena saking pedihnya hari kiamat. Makanya Allah mengatakan syadidul iqab. Allah itu azabnya sangat pedih. Makanya jangan coba-coba. Jangan coba-coba. Ibu-ibu yang dirahmati Allah. Subhanallah. Syadidul iqab. Di sini Allah gabungkan gofiriambi waqobili. Maha menghapuskan dosa, maha menerima tobat. Timbul harapan. Tapi ingat syadidil iqab siksaannya sangat dahsyat. Timbul rasa takut. Timbul rasa takut. Ayat-ayat seperti ini banyak. Di antaranya disebutkan oleh Syekh Muhammad Alamin Shinqiti dalam tafsir Ad Al Bayan. Saya sebutkan di antaranya, di antaranya juga dalam surat Alhijr, nabadi anni analofurur rahim wazabi huwal adzhaabul alim. Wahai Rasulullah, kabarkanlah kepada hamba-hambaku. Anni analofurur rahim. Sesungguhnya aku itu maha pengampun lagi maha penyayang. Ini memberikan harapan. Tapi ingat wa anna adzabi hualzabul alim. Tapi ingat azabku adalah azab yang sangat pedih. Ini memberikan rasa takut. Demikian juga dalam ayat yang lain surat Ala'raf kata Allah qabi usibu bihi asya. Sesungguhnya azabku akan aku timpakan siapa yang aku kehendaki. Warahmati wasiat. Adapun rahmatku meliputi segala sesuatu. Kalau dibilang aku menimpakan azabku kepada siapa yang aku kehendaki, timbul rasa takut. Tapi k Allah berfirman, "Warahmati wasiat." Rahmatku meliputi segala sesuatu timbul rasa harap. Demikian dalam surat Al-An'am ayat 165 kata Allah, "Inna rbaka sariul iqobi wa innahu gofurahim." Sesungguhnya Rabbmu begitu cepat mengazab. Allah kalau ingin menyiksa cepat. Allah bisa siksa seorang kapan saja tanpa dia duga. Syariul iqab. Mudah menyiksa dengan cepat tapi ingat wa innahu la gofurahim. Tapi Allah maha pengun lagi maha penyayang. Sehingga timbul khauf dan raja. Dalam surat Ala'raf juga Allah berkata, "Innabakaariul iqobi wa innahu gofururah rahim." Sungguhnya Allah sangat cepat siksaannya dan sungguhnya Allah maha pengampun lagi maha penyayang. Kemudian kata Syekh Muhammadinqiti, "Walatu bimliikaun ma'rufah." Dan ayat seperti ini sangat banyak dalam Al-Qur'an sudah diketahui, yaitu menggabungkan antara sifat yang memberikan rasa harapan dan memberi rasa takut. Seperti dalam ayat ini. Seperti dalam ayat ayat ini. Subhanallah. Setelah itu Allah berfirman, zul gofiri dzambi waqobil taubi. Dialah yang mengampuni dosa-dosa dan dialah yang menerima tobat. Syadidil iqab yang siksaannya sangat berat. Zul yang maha pemberi karunia. Subhanallah. Kata para ulama ini menunjukkan bagaimana rahmat Allah lebih luas daripada kemarahan Allah. Dalam hadis, "Inna rahmati sabaqat gadobi." Sesungguhnya rahmatku." Dalam hadis qudsi Allah berkata, "Inna rahmati sabaqat gabi." Sesungguhnya rahmatku mendahului kemurkaanku. Dan dalam ayat ini Allah sebutkan dua pemberi harapan kemudian satu memberi rasa takut kemudian terakhir ditutup dengan pemberi harapan yaitu gofiri dambi. Gofiri dambi memberi harapan. Kemudian qobil tubi juga memberi harapan. Ketika syadidul iqab memberi rasa takut. Allah tutup lagi zul pemberi karunia, memberi harapan lagi. Sehingga jadilah yang memberi rasa takut di tengah di di apa namanya? Diliputi oleh pemberi kabar, pemberi harapan gofiriqbi dengan tul. Maka meskipun siksaan Allah sangat keras, namun dia sangat maha pengampun lagi maha penyayang. Allah berfirman, "La ilahailla hua." Tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah. Jangan menyembah kepada selain Allah. Jangan berbuat kesyirikan. Ya, siapa pemberi karunia? Allah Subhanahu wa taala. Siapa pencipta alam semesta? Allah Subhanahu wa taala. Siapa yang menidupkan matikan? Allah Subhanahu wa taala. Siapa pencipta para nabi? Allah. Bukan nabi yang disembah. Siapa pencipta para malaikat? Allah pencipta malaikat. Bukan malaikat yang disembah. Siapa pencipta langit dan bumi? Siapa pencipta matahari? Allah. Bukan bukan ciptanya yang disembah. La ilahailla hua. Tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah subhanahu wa taala. Ilaihil masir. Dan kepadanyaalah segala tempat kembali. Kalian akan kembali seluruhnya kepada Allah. Kalian akan kembali seluruhnya kepada Allah subhanahu wa taala. Kalau kalian berbuat kebaikan maka akan ada balasannya. Kalian berbuat keburukan akan ada balasannya. Karena tidak ada kembali ke tempat lain. Kalian tidak kembali ke tempat lain. Kalian kembali kepada Allah semuanya. semuanya akan dikumpulkan. Qul innal awalina wal akhirina lajmuuna miqati yaumin maum. Seluruh semua yang dari awal sampai akhir manusia dan jin akan dikumpulkan untuk kembali kepada Allah di hari yang telah ditentukan. Tidak kembali ke hakim ke qadi yang lain kembali kepada Allah. Bukan kembali ke kantor persidangan, kantor polisi kata dak. kembali kepada Allah. Cepat atau lambat akan kembali kepada Allah. Pastikan kalian kembali dengan bawa kebaikan. Kalau kalian bawa kembali kepada Allah dengan bawa keburukan, maka akan ada hasilnya. Akan ada hasilnya. Bab ada cerita menarik disebutkan oleh ee Ibnu Katsir rahimahullahu taala dalam tafsirnya tentang ayat ini. Saya bacakan. Qala Ibnu Abi Hatim haddasani haddasana Abi qala haddasana Musa ibnu Marwan Arriqi. Qala haddasana Umar yakni ibna Ayyubin ibnu Ayyuba. Qala akhbarana Jafar ibni eh Barqan an Yazid bin Asam. Dari Yazid bin Asam, beliau berkata, ini disebutkan oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya, kana rajulun min ahli syam du basin. Ada seorang dari penduduk negeri Syam, yaitu ini di zaman pemerintahan Umar bin Khattab. Umar bin Khattab ibu kota Islam di Madinah dan biasanya kalau perang mereka mendatangkan pasukan dari mana-mana. Dan kaum kaum muslimin sudah ee ekspansi sampai ke Syam. ke Syam itu maksudnya Yordan ya, ee Palestina ya, ee apa namanya? Ini semua daerah Syam, Lubnan, Libanon ini semua namanya daerah Syam ya. Suriah ya ee Palestina, Libanon, Suriah, Yordan. Ini semua Syam. Israel baru belakangan ya. Ini namanya daerah Syam. Daerah Syam. Dahulu kata kata sang perawi yaitu eh Yazid bin Asam kana rajul min ahli Syam bin dulu ada seorang dari penduduk negeri Syam du bas ya itu orang yang kuat mungkin prajurit yang kuat patriot pendekar hebat wana yafidu ila Umar bin Khattab radhiallahu anhu. Dan dia selalu datang menyenguk Umar, yaitu datang e utusan atau datang kepada Umar. Fafaqadahu Umar. Suatu hari Umar kehilangan dia kok tidak datang, tidak ketemu saya. Ada apa? Maka Umar bertanya, "Umar bin Khattab, ma fa'ala fulan bin fulan?" Ketika itu Umar jadi penguasa kaum muslimin apa? Khalifah atau amirul mukminin. Maka Umar berkata, "Bagaimana kondisi si fulan bin fulan, yaitu orang yang hebat tadi, sang patriot tadi atau sang pendekar tadi?" faqalu ya amirul mukminin. Maka orang mengabarkan ya amirul mukminin wahai Umar yutabiu fi syarab yaitu dia lagi hobi minum khamar ngikutin ada khamar ini, khamar ini, minum khamar. Artinya lagi futur orang yang hebat yang pendekar patria tersebut yang mungkin dia juga mujahid lagi futur. Manusia bisa ditimpa dengan kefuturan, kemalasan bahkan cuma bukan futur dosa. Ini orang sekarang lagi hobi minum khamar. Qala fadaa Umar katibahu. Maka Umar panggil sekretarisnya untuk nulis. Faqala ukttu. Kata Umar, "Wahai sekretaris, tulislah. Itu tukang tulisnya." Min Umar bin Khattabi ila fulan bin fulan. Dari Umar bin Khattab untuk si fulan dan si fulan. Ya, yaitu dia tulis surat dari Umar buat engkau. Salamun alaik. Isi suratnya salamun alaik. Amma ba'du. Fa inni ahmadu ilaikallahadzi la ilaha hua. Aku muji Allah di hadapanmu yang Allah Subhanahu wa taala tidak ada yang berhak disembah kecuali dia. Gofirambi waqil thadidul iqobi gofiriambi waqiliidilq yang Allah adalah pengampun dosa. Dia bacakan ayat ini. Gofiriambi waqilbi syadidil iqobi penghapus dosa. Maha penerima tobat, siksaannya keras, dan pemilik karunia. La ilahailla hua ilaihil masir. Ayat ini ayat surah dalam surah Kafir yang kita baca tadi itu ayat ee ketiga. Tidak ada yang berhak disembah kecuali kecuali Allah dan tempatnya dialah tempat kembali. Cuma itu aja isi suratnya. Nukil surat gfirma qala liashabi. Kemudian Umar berkata kepada para hadirin udullahakikum yuqbila biqbihi. Berdoalah untuk saudara kalian yang sedang minum khamar itu yang suka minum khamar agar dia kembali dengan hatinya. Waatuballahu al dan agar Allah membuat dia bertobat kepada Allah. Datanglah surat tersebut. Suratnya sederhana cuma dari Umar buat kamu isinya cuma alalamualaikum amma bau. Aku memuji Allah di hadapanmu yang tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah. Suratnya pendek. menukil ayat. Tapi dia tadi bilang sama teman, "Doain dia supaya dia sadar." Falamaagula kitabu Umar. Tatkala surat Umar tadi sampai kepada laki tersebut yang lagi hobi minum khamar, jaala yaqrau wauradidu, maka dia baca surat Umar dan dia ulang-ulang wqul dia baca dia bilang gofiriambi waqilbiadidil iqob kata dia qod hadani uqubatahu waadanifir Allah telah memperingatkan aku tentang hukumannya yang keras dan Allah menjanjikan untuk mengampuniku terus Dia ulang-ulang kemudian dia menangis. Kemudian saking takutnya dia nangis akhirnya dia pun meninggal dunia. Orang pemabok tadi sadar tobat meninggal meninggal. Umar radhiallahu anhu tatkala sampai kabar kepada Umar bahwasanya orang ini telah bertobat kepada Allah dan meninggal dunia dengan mengulang-ulangi ayat ini. Qala falam balag umar khabar qad fasna. Demikianlah kalian lakukan yaitu nasihat kawan. Jangan buat dia putus asa. Nasihati dia agar dia kembali. Idza roitum akakum zalla zallatan fasadiduhu waquuhu. Kalau kalian melihat ada saudara kalian yang terjatuh, maka luruskan dia dan tunjukkanlah dia, bimbinglah dia. Wadullaha lahu anyatuba alaih. Dan berdoalah agar Allah mengilhamkan dia agar dia bisa bertobat. Wala takunu awanan lyaitani alaihi. Dan jangan kalian menjadi teman penolong setan untuk semakin menjerumuskan dia. Nasihat kepada kita semua jangan sampai kita menjadikan orang putus asa. Nasihatnya ada saudara kita terjatuh terjunum seperti ini. Bayangkan patriot jadi pemabuk. Zuba dia miliki kekuatan. Mungkin dia patriot mungkin pejuang jadi pemabuk. Maka Umar bilang jangan jadi penolong setan. Kita maki-maki dia semakin menjadi-jadi. Kita bilang takut. Takut takut. Akhirnya dia tidak berani bertobat. Tetapi beri rasa takut dan beri harapan agar dia kembali. Jangan jadi penolong setan. Tapi berdoa kepada Allah agar Allah mengilhamkan dia untuk bertobat. Maka ini pelajaran bagi kita. Semoga kawan kita terjatuh, kita dekati, nasihati, nasihati dengan ayat-ay hadis-hadis agar dia kembali kepada Allah subhanahu wa taala. Ya, semoga Allah kumpulkan kita di surganya kelak. Amin ya rabbal alamin. Wabillahi taufik hidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.