Dosa-Dosa Besar #118 – Berhutang Dengan Niat Tidak Mau Membayar – Khalid Basalamah
zhWDMTSDZ20 • 2019-04-24
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
[Musik]
bismillah asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh
Waalaikumsalam
alhamdulillah selalu saja kita memuji
Sang Pencipta Allah dengan penuh
keyakinan Bahwasanya Allah subhanahu wa
taala tidak akan pernah pungkiri
janjinya dan kalimat Alhamdulillah
adalah kalimat Terima kasih bersyukur
kepada Sang Pencipta Allah atas
terwujudnya keberadaan kita di muka bumi
ini dan segala kebutuhan kita dipenuhi
olehnya dan Allah berfirman
azubillahiminasyaitanirrajim lain
syakartum laidanakum Wain kafartum inab
syadid kalau kalian bersyukur aku akan
tambah kalau kalian kufur siksaku amat
pedih dan juga kita panjatkan salam
hormat kita selawat dan Taslim kepada
nabi besar Muhammad sallallahu ala alihi
wasahbihi wasallam sebagai bentuk
kepatuhan kepada Allah yang telah
memerintahkan kita untuk mengucapkan
salam hormat kepadanya dan juga agar
kita mengejar apa yang Allah subhanahu
wa taala janjikan kepada kita yaitu
mendapatkan satu kali salam 10 kali
rahmat dan rahmat Allah sangat luas
berisi Pengampunan Dosa pentinggian
derajat dan juga pemenuhan segala
kebutuhan melanjutkan bahasan dosa-dosa
besar kita dan kita masuk pada malam ini
Insyaallah dosa besar
ke-18 tentang masalah berhutang dengan
niat tidak mau
membayar Kenapa
ribut belum dibahas sudah
ketakutan baik kita akan bahas bermula
teman-teman sekalian di
masalah keutamaan orang yang
menghutangkan ya kita akan mulai dari
situ dulu beranjak daripada surah
Albaqarah ayat
245zubillah minasyaitanirjim ini tentang
keutamaan orang yang menghutangkan orang
lain ya bermula daripada situ dulu
yang artinya Siapakah yang mau memberi
pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik
atau menafkahkan hartanya di jalan Allah
maka Allah akanat memperlipatgandakan
atau melipatgandakan pembayaran atau
balasan kepadanya dengan lipat ganda
yang banyak dan Allah menyempitkan dan
melapangkan rezeki dan kep kepadanalah
kalian semua akan
dikembalikan kata ulama tafsir Allah
subhanahu wa taala di sini memberikan
kesempatan setiap muslim yang punya
kemampuan untuk meraih keutamaan ini
Allah subhanahu wa taala menjanjikan
siapapun yang menghutangkan orang pasti
akan dilipatgandakan balasannya ya pasti
akan dilipatgandakan artinya kalau dia
memberikan sesuatu kepada orang Allah
subhanahu wa taala akan berikan juga
kepada dia lipat lipat ya jadi sama
dengan investasi sebenarnya dan Allah
subhanahu wa taala janjikan dalam ayat
ini juga Baginda Nabi alaihiatu wasalam
pernah berhutang kepada seorang Yahudi
disebutkan dalam hadis Bukhari nomor
2200 Bagaimana Nabi alaih wasalam pernah
berhutang dan menggadaikan baju perang
beliau dan Nabi Sallallahu alaii
wasallam menyelesaikan itu menyelesaikan
tentu hutang dalam Islam tidak
dianjurkan untuk dilakukan kecuali dalam
keadaan darurat sekali
tapi kita akan bahas nanti masalah itu
di tengah-tengah bahasan kita tapi kita
masih membahas tentang masalah
menghutangkan Orang
ini tadi saya sudah Sebutkan ayatnya
Albaqarah 245 kita masuk kepada sabda
Nabi Alaihi Wasalam tentang keutamaan
orang-orang yang menghutangkan orang
lain dalam Sahih Muslim
disebutkan Rasulullah wasam bersabda
ak
muslimanahuun
akiru Barang siapa yang meringankan satu
kesulitan atau kesedihan seorang mukmin
di dunia Apun sifatnya hilangkan
kesedihan dia dengan cara Apun selama
itu halal maka Allah akan meringankan
dan menghilangkan kesusahannya pada hari
kiamat Barang siapa yang memudahkan
Urusan seseorang yang dalam kesulitan di
sini ulama mengatakan terutama masalah
hutang maka Allah akan memberikannya
kemudahan di dunia dan di
akhirat kapan orang utang dengan kita
lalu kita mudahkan dia untuk meminjamnya
mudahkan dia juga pada saat membayarnya
memberikan tenggang waktu atau memaafkan
masuk dalam masalah ini maka Allah akan
berikan untuknya kemudahan di dunia dan
di akhirat kalau orang memahami hadis
ini justru Kalau dia mau dapat kemudahan
dari permasalahannya dia sengaja mencari
orang untuk
diutangkan dan Allah subhanahu wa taala
dikatakan Allah akan memberikan
kemudahan bagi dunia dan akhirat dan
barang siapa yang menutup aib seseorang
Allah pun akan menutup aibnya di dunia
dan di akhirat jadi semua yang kurang
ditutupi bukan malah diekspos dan Allah
senantiasa menolong seorang hamba selama
hamba tersebut menolong saudaranya hadis
ini sahih diriwayatkan imam muslim nomor
2699 hadis ini sangat jelas bagaimana
Allah Subhanahu atau Nabi Sallallahu
Alaihi Wasallam menekankan tentang
masalah mengutangkan orang lain bahkan
ulama mengatakan diambil dari potongan
sabda Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam
Barang siapa yang memudahkan Urusan
seseorang yang dalam kesulitan maka
Allah akan memudahkan Urusannya di dunia
dan di akhirat dalam kitab syarah
daripada ee Sunan Tirmidzi tuhfatul
ahwadi di jilid 7 halaman 261 dijelaskan
maksud hadis ini yaitu memberikan
kemudahan pada orang miskin baik Mukmin
maupun kafir yang memiliki utang dengan
menangguhkan pelunasan utang atau
membebaskan sebagian utang atau
membebaskan seluruh utangnya makahkan
dalam hadis ini bukan cuma orang mukmin
tapi juga orang kafir kalau sampai dia
terlilit utang lalu dilunaskan buat dia
maka masuk dalam keutamaan hadis ini
artinya dia akan dapat kemudahan
Urusannya di dunia dan juga di akhirat
Kalaupun kita teman-teman sekalian
mengutangkan orang lain adab syarinya
adalah kita jangan menagih dengan kasar
dengan keras ya walaupun orang-orang itu
sering enggan jadi dia memang tidak mau
bayar hutangnya segala macam tetap kita
gunakan cara-cara yang baik dan itu
bagian daripada ibadah Imam Bukhari
menyebutkan bab khusus namanya memberi
kemudahan dan kelapangan ketika membeli
menjual dan siapa saja meminta haknya
maka Mintalah dengan cara yang baik lalu
diangkatlah hadis Jabir bin Abdillah
radhiallahu anhuma bahwasanya Rasulullah
sallui Wasallam bersabda rahimallahu
rajulan samhan
ba waar
Wa Semoga Allah merahmati seseorang yang
bersikap mudah ketika menjual ada orang
Ma tawar sudah diberikan sama dia mudah
Walaupun dia pengin barang itu dikasih
kepada pembeli pembelinya juga dia
mudahkan pada saat membeli kalau dia
sudah dapat produk maka dia beli ya dia
tidak usah lagi menawar dia sudah tahu
ada keuntungan bagi dia sudah selesai
dan ketika menagih hutang hadisnya
riwayat Bukhari artinya dapat doa Rahmat
dari Allah subhanahu wa taala bagi orang
yang menagih dengan cara yang baik dan
santun ingat Walaupun dia buruk tetap
saja kita gunakan cara yang baik karena
jangan balas keburukan dengan
keburukan juga di dalam dalam hadis yang
lain riwayat Ibnu Majah di nomor
1965 dan Syekh Albani mensahihkan hadis
ini kata nabi sahu was th haqqan
falatlubhu Fifin wafin gir
wafin Barang siapa yang meminta haknya
hendaklah dia meminta dengan cara baik
baik pada orang yang mau menunaikan atau
orang enggan menunaikan nabi suruh itu
dia mau bayarkah atau dia tidak mau
bayar tetap kita disuruh dengan cara
yang santun ya karena umumnya
Subhanallah kata Sebagian ulama kalau
orang sudah dasarnya niatnya jahat lalu
kita jahati juga maka akan terjadilah
kejahatan melawan kejahatan dan umumnya
pasti rusak ini kerusakan tapi kalau
orang itu jahat lalu kita balas dengan
kebaikan artinyaap kita tagih dengan
cara baik bayarlah Nanti aja saya bayar
Baiklah kapan bisa minggu depan kita
tagih lagi jadikan itu sebagai ajang
ibadah sudah bukan lagi untuk meminta
uang kita tetapi untuk jadikan ajang
ibadah bagaimana juga di dalam hadis
yang lain hadis ini diriwayatkan Ibnu
Majah nomor
1966 satu Hadis setelah tadi ya dan juga
hadis ini disahihkan oleh Syekh Albani
Abu Hurairah meriwayatkan radhiallahu
Anhu bahwasanya Rasulullah Sallallahu
Alaihi Wasallam bersabda khud haqak
fiafin wafin au girir wafin ambil hakmu
dengan cara yang baik pada orang yang
mau menunaikan ataupun yang enggan
menunaikan ya kata ulama ini paling
utama masuk dalam dalam ee UT utang
piutang kalaupun tidak masuk yang lain
misalnya meminta gaji meminta hak apa
saja ya Istri minta sama suaminya anak
pada orang tua semuanya sahabat pada
sahabatnya kalaupun Itu haknya dia tetap
dia minta dengan cara yang baik dan dia
Jadikan pada saat penagihan itu atau
permintaan haknya adalah ibadah kepada
Allah ya seringkiali kita temukan memang
ada orang yang dijadikan cobaan oleh
Allah subhanahu wa taala Allah datangkan
dia untuk menguji kita sabar enggak gu
ya jadi jangan heran kalau ada orang
berbuat kej nabi was saja dijahati oleh
orang lain Apalagi kita dan itu kadar
ujiannya ya Allah subhanahu wa taala
akan memberikan balasan sesuai dengan
kadar cobaannya Kalau makin berat cobaan
yang Antum rasakan ikhwah sekalian
rahimahimakumullah berarti jelas Antum
sudah sampai pada level Iman juga yang
tinggi karena begitu sabda Nabi su
wasallam
in sesungguhnya besarnya kadar balasan
Allah dengan besarnya cobaan dan juga
dikatakan kata nabi S wasam kepada
seorang sahabat punya orang yang paling
berat cobaannya adalah para nabi-nabi
lalu datang setelahnya orang-orang
beriman yang dekat dengan iman itu dan
seterusnya jadi makin sederhana
cobaannya berarti makin rendah imannya
ada orang kita lihat sampai tua
cobaannya biasa-biasa saja mungkin cuma
flu demam mungkin seseorang di antara
kita mengatakan enak benar bapak ini
sampai kakek-kakek cuma flu demam aja
terus saya masih baru 30 tahun sudah
terlilit hutang Ini sudah punya masalah
itu ya berarti kadar keimanan Antum
sudah tinggi jelas enggak ini jel jadi
mulai sekarang jadi laki-laki yang benar
jangan banyak berkeluk kesah Saya paling
tidak suka laki-laki yang lembek-lembek
lemah jadi sedikit-sedikit lemah
sedikit-sedikit nangis ya kurung diri
Peluk bantal
cambuk akhirnya jadi kayak perempuan
diancam sedikit lari punya laki-laki
mati membela kehormatan Syahid mati
membela harta Syahid mati membela
keluarga Syahid gitu melamar ditolak
lamar yang
lain selesai
urusannya merengek depan pintu orang
wa-nya diblokir
nangis
kena pindah ke manusia
lain
baik Kenapa kita masuk ke sana
tuh gara-gara banyak bujang-bujang di
sini selanjutnya surah Albaqarah ayat
280 Allah berfirman tentang keutamaan
orang yang menghutangkan orang lain ya
kita masih di bab itu dulu di bahasan
itu
azubillahiminasyaitanirjim waana
ustiniratun
waquirakum in
kununtumamun jika orang yang berhutang
itu dalam kesukaran ini firman Allah
Albaqarah 280 jika orang yang kamu
hutangkan dalam kesukaran maka berilah
tangguh kata Allah sampai dia
berkelapangan dan menyedekahkan sebagian
dari hutang atau semuanya tahu gak mampu
Sudahlah enggak usah kamu bayar itu
Allah bilang lebih baik bagimu
artinya aku akan balas uang yang kau
hutangkan itu berlipat-lipat aku akan
balas kamu dengan surga kalau kamu
mengetahuinya artinya Kalau kau mau
pelajari Kau akan tahu ternyata
memaafkan hutang itu atau
menangguhkannya itu adalah ibadah yang
sangat eh mudah untuk mendekat diri
kepadaku seperti itah kurang lebih Allah
mengatakannya juga dalam hadis ya
riwayat Imam muslim Nomor 36 kalau
seandainya kita utangkan orang dan
ternyata dia tidak mampu kita berikan
tenggang waktu dengarkan keutamaannya
teman-teman besar sekali keutamanya kata
nabi sahuaihi Wasallam
hadis ini sahih riwayat Imam muslim
Barang siapa yang memberi tenggang waktu
bagi orang yang berada dalam kesulitan
untuk melunasi utang atau bahkan
membebaskan utang itu udah enggak
apa-apa enggak usah kamu bayar saya
kesulitan Ya sudah enggak usah maka dia
akan mendapat naungan Allah pada hari
kiamat orang lagi kepanasan di Mahsyar
dia dapat naungan Allah hanya dengan
maafin Hutang orang di dalam hadis yang
lain hadis sahih juga diriwayat
riwayatkan Imam
Ahmad kata nabi Sallahu Alaihi Wasallam
Man
ahabbaudillahullahu Azza wall
fiillihiil musir
aihu Barang siapa yang ingin mendapatkan
naungan Allah yang maha suci dan maha
pemurah pada hari kiamat nanti hendaklah
dia memberi tenggang waktu bagi orang
yang mendapat kesulitan untuk melunasi
utang dan Bahkan dia membebaskan
utangnya tadi ya Dan ini satu hal yang
luar biasa Bagaimana Nabi alaihiatu
Wasalam menjamin bagi
kita untuk mendapatkan naungan Allah
hari kiamat hanya dengan memberikan
tenggang waktu atau memaafkan utang
tersebut Abu katada radhiallahu Anhu
pernah memiliki utang pada seseorang
Kemudian beliau mendatangi orang
tersebut untuk menyelesaikan utang ya
Namun ternyata orang tersebut
bersembunyi dan tidak mau menemuinya Abu
katada sebenarnya memaafkan tapi
ternyata orang itu malah lari gitu kan
Lalu suatu hari ketika Abu katada atau
kembali Abu katada mendatanginya
kemudian ya kemudian yang keluar dari
rumahnya adalah anak kecil Abu katada
pun menanyakan pada anak kecil tersebut
ya mengenai orang yang berhutang tadi
lalu anak tadi menjawab iya dia ada di
rumah sedang makan qir ya ini seperti
makanan ya dari gandum las Abu katada
memanggilnya wahai Fulan keluarlah aku
dikabari bahwa engkau berada di situ
orang tersebut kemudian keluar menemui
abu katada abu katada berkata kepadanya
Mengapa engkau harus sembunyi dariku
orang tersebut mengatakan Sungguh Aku
adalah orang yang berada dalam kesulitan
dan aku tidak memiliki apa-apa lantas
Abu katar bertanya apakah betul Engkau
adalah orang dalam kesulitan dia
mengatakan Iya betul lantas orang itu
menangis Abu kadar pun mengatakan bahwa
Beliau pernah mendengar Rasulullah
Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda Man
naasaimi Maha anhuana fiil Arsi
yaumalqiamah Barang siapa memberi
keringanan pada orang yang berhutang
padanya atau bahkan membebaskan
hutangnya maka dia akan mendapatkan
naungan Arsy Allah pada hari kiamat maka
Abu katada pun mengatakan aku telah
memaafkan untukmu ya untuk mengejar
naungan Allah pada hari kiamat di
Mahsyar jadi teman-teman perlu punya
gambaran ya jangan cuma memandang Oh apa
sih naungan Arsy di hari kiamat pada
saat itu teman-teman dalam surah alhaj
Allah sebutkan pada saat itu orang-orang
akan seperti mabuk semuanya tapi mereka
tidak mabuk anak kecil akan menjadi
beruban ya dan juga ya kalau ada ibu
hamil maka dia akan melahirkan karena
dahsyatnya pada saat itu Orang cuma
lihat di depannya surga atau neraka
enggak ada tempat lain dan kata Nabi
Sallallahu alaihi wasallam pada hari itu
semua orang ya yang melakukan perbuatan
dosa akan tenggelam dengan keringatnya
atau peluhnya sesuai dengan kadar
dosanya ada yang sampai mata kaki ada
yang sampai lutut ada yang sampai perut
ada yang sampai dada ada yang tenggelam
dengan keringat sendiri orang lain
enggak kena dan allahuam berapa lama dia
berdiri tidak ada yang tahu ada Tujuh
golongan disebutkan dalam hadis akan
dibawa naungan Allah hari kiamat tapi
ada ada golongan yang satu ini yang
sedang kita bahas tidak masuk dalam
hadis Bukhari Muslim yang Tujuh golongan
itu dia adalah orang yang melunasi
hutang gitu kan atau memberikan tenggang
waktu di dalam hadis yang lain riwayat
Ahmad Abu ya'alla Ibnu Majah atabarani
alhakim albaihaqi dan juga yang
disebutkan dalam silsilah hadis shahihan
nomor 86 dengan sanad sahih oleh Syekh
Albani maniranahu bulli yaumin shodqah
qobla an yahilladain
ini pernah saya Sebutkan hadisnya Saya
ulangi lagi Barang siapa memberi
tenggang waktu kata nabi su wasallam
pada orang yang berada dalam
kesulitan maka setiap hari sebelum batas
waktu pelunasan dia akan dinilai telah
bersedekah setiap harinya sejumlah itu
saya pernah kasih contoh kalau masih
ingat kita utangkan R juta ya kemudian
ini Rabu lu saya jelaskan itu ya siapa
memberikan Rp1 juta kemudian 1 bulan
misalnya ternyata 1 bulan selama 1 bulan
berjalan itu tiap hari dia seperti
sedekah R juta itu ber R1 juta modalnya
ya nilai pahalanya R juta gitu kan kata
Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Barang
siapa yang memberi tenggang waktu pada
orang yang berada dalam kesulitan atau
hutang maka setiap hari sebelum batas
waktu pelunasan dia akan dinilai telah
bersedekah senilai itu ya jika utangnya
belum bisa dilunasi lagi pada saat tiba
waktu lalu dia masih memberikan tenggang
waktu setelah jatuh tempo yang pertama
maka setiap harinya dia akan dinilai
telah bersedekah dua kali lipat nilai
utang itu jadi bulan kedua seperti 2
juta tiap hari dia sedekah berarti kalau
1 bulan r0 juta kan 2 juta Kal 30
misalnya Tambah bulan pertama R juta
berarti R juta modalnya itu sama
pahalanya r0 juta Gimana kalau setahun
Gimana kalau 10 tahun berapa
banyak kemudi Kian di dalam hadis yang
lain hadis ini diriwayatkan Imam Bukhari
nomor
2078 tentang kalau ada orang melunasi
utang orang lain ya baik dia yang
pemilik piutang atau dia sengaja keluar
mencari Siapa yang utang lalu dibantu
sama dia dikatakan dalam hadis ini Nabi
sahu Al Wasallam bersabdaana tajiran
yudunas fairahahu
dulu ada seorang pedagang biasa memberi
pinjaman kepada orang-orang ketika
melihat ada yang kesulitan dia berkata
kepada budaknya atau pegawainya atau
siapa saja membantu dia Maafkan saja dia
artinya bebaskan
hutangnya Semoga Allah memberi ampunan
pada kita maka Allah pun mengampuni
dosa-dosanya pada hari kiamat Begitu
juga dengan had
nabiam yang
berbunyi
iruana musiran Yu Alaihi
wiranu maisar Q Allahu Azza wall an
Ahar ada seseorang didatangkan Nanti
pada hari kiamat Allah berkata yang
artinya ya Lihatlah amalannya hambaku
ini Allah berfirman kepada para
malaikatnya kemudian orang tersebut
berkata pada saat dipaparkan
amal-amalnya wahai rabbku wahai
pencintaku penciptaku aku tidak memiliki
amalan kebaikan selain satu amalan yang
aku ingat artinya untuk dosa-dosa yang
begini banyak gak ada yang bisa imbangi
nih tapi ada aku berharap amal yang bisa
melakukan itu yaitu dulu aku memiliki
harta lalu aku sering meminjamkannya
pada orang-orang setiap orang yang ya
sebenarnya mampu untuk melunasi aku
tetap mudahkan misal sudah tiba satatu
tempo kita telepon na satatu tempo ya Oh
ya maaf ya terlambat saya besok baru
saya transfer oke enggak apa-apa
mudahkan begitu pula setiap orang yang
dalam kesulitan orang yang mudah bayar
saja masih dimudahkan buat dia orang
yang sulit dia bilang aku selalu
memberinya tenggang waktu sampai dia
mampu melunasinya lantas Allah pun
berkata aku lebih berhak memberi
kemudahan orang itu pun akhirnya
diampuni dosa-dosanya hadis sahih
riwayat Ahmad dan ini disahihkan Imam
Bukhari juga mengkhususkan namanya
memberi kemudahan bagi orang yang lapang
dan melunasi utang atau memaafkan orang
yangit utang juga diambil hadis yang
lain atau diangkat hadis Bukhari di
nomor
2077 nabi wasam mengatakan atau
bersabda
berap malikat menjumpai R orang sebelum
kalian dari orang-orang yang beriman
sebel kita untuk mencab nyaw kemudian
merekaing Berk ya kepada iniakah kamu
mikiedikit dari amal keikan orang itu
mengatakan dulu aku perahemahkan budakku
untuk
memberikanenggangtuangah Allah pun
memberikan ampun kepadanya Padahal dia
cuma memudahkan orang yang mampu untuk
membayar maka Bagaimana dengan orang
yang dalam keadaan sulit kalau orang
yang mampu membayar hutang aja
dimudahkan itu sudah cukup untuk
dimaafkan dosa-dosanya Bagaimana kalau
dasarnya orang itu terlit utang dan dia
Maafkan dan cukup banyak statement para
ulama berhubungan dengan masalah ini
Tentunya ini teman-teman sekalian
berhubungan dengan masalah keutamaan
orang yang menghutangkan sekarang kita
masuk ke bahasan
kita tentang masalah berhutang dengan
niat tidak membayar jadi kita tadi kalau
menghutangkan orang punya keutamaan
sekarang kita masuk ke inti bahasan kita
berhutang tapi tidak niat membayar
semestinya setiap orang yang niat yang
mau berutang dia harus berazam bertekad
ingin membayar karena kapan dia buka
pintu hutang tersebut dalam kondisi
betul-betul darurat ya misal kalau orang
mampu misalnya dia mampu tapi keadaannya
tidak memungkinkan seperti dia sekarang
harus beli barang barang ini tokonya
sudah mau tutup lalu temannya bawa duit
dia enggak bawa duit kartu atm-nya lupa
misalnya lalu dia pinjam ya dia utang
dalam keadaan ini orang kaya dibolehkan
ya t tapi yang lain tidak dibolehkan
dalam keadaan darurat ya Kalau dia orang
miskin terbuka pintu utang itu tapi yang
jelas siapapun yang berutang diwajibkan
Dia niat untuk
membayarnya kapan dia tidak niat
membayarnya Apalagi dia punya kemampuan
maka ini sudah masuk dalam kategori dosa
besar saya bacakan dulu apa yang ditulis
oleh Syekh Muhammad almunajid
hafidahullah Beliau mengatakan di dosar
37 urutan beliau ya tapi kita urutan 118
karena kita gabungkan dengan bahasan
alkabair Imam Adabi
rahimahullah Beliau mengatakan dalam
pandangan Allah hak-hak hamba sangat
besar nilainya seseorang bisa saja bebas
dari hak Allah hanya dengan bertaubat
apapun yang berhubungan dengan Allah dia
minta Maf Maaf Allah masih bisa Maafkan
tetapi tidak demikian halnya dengan hak
antara sesama manusia yang belum
terselesaikan pasti kelak akan diadili
pada hari yang utang piutang tidak
dibayar lagi dengan Dinar dan dirham
tapi dibayar dengan pahala atau dosa
pahala si pelaku atau dosa orang yang
dizalimi mengenai hak antar sesama
manusia Allah subhanahu wa taala
berfirman di dalam surah Annisa ayat 58
azubillahim minasyaitanirrajim
inallahurukum anadul amanati ahliha
alayah Sesungguhnya Allah menyuruh
kalian semuanya menyampaikan amanah
kepada yang berhak menerimanya di antara
masalah yang dimaksud dalam ayat ini
banyak terjadi di tengah-tengah
masyarakat adalah gampang berhutang
ironisnya kata Syekh kata Syekh Muhammad
di sini sebagian orang berhutang tidak
karena kebutuhan mendesak kalau mendesar
apa boleh buat anaknya sakit dia kalau
tidak hutang dia bisa tidak bisa makan
keluarganya terbengkalai segala macam ya
tetapi untuk memenuhi kebutuhan Le saja
atau berlumba-lumba bersaing dengan para
tetangga misalnya untuk membeli mobil
baru berkakas rumah tangga atau berbagai
kesenangan lainnya bersifat duniawi dan
fana sebagian orang tak segan-segan
membeli barang-barang secara kredit yang
sebaginya tak lepas dari syubhat atau
sesuatu yang haram mudah dalam berhutang
akan menyeret seseorang pada kebiasaan
menunda-nunda ayaran atau malah
mengakibatkan hilangnya barang orang
lain memperingatkan akibat perbuatan itu
Rasulullah sallahhi wasam telah bersabda
Man ak
amwiuahaahu
akduah Barang siapa yang mengambil atau
berhutang Harta manusia dan ia ingin
melunasinya niscaya Allah akan
melunaskan hutangnya dan barang siapa
yang mengambil atau berhutang dengan
keinginan untuk merugikan atau tidak mau
membayar niscaya Allah benar-benar
membinasakannya artinya dia akan susah
hidupnya malah akan utang lagi sama
orang lain makin banyak permasalahan
yang dia hadapi hadis ini riwayat Imam
Bukhari jilid 5 halaman
54 kata beliau banyak orang meremehkan
soal hutangputang mereka menganggapnya
Masalah sepele Padahal di sisi Allah
hutangputang merupakan masalah yang
sangat besar bahkan hingga seorang yang
mati syahid pun yang memiliki berbagai
keistimewaan yang agung pahala yang
besar dan derajat yang tinggi tidak
lepas dari urusan hutangputang ini dalil
yang menegaskan tersebut adalah Sabda
Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam
Subhanallah Maza anzalallahu Min tasdidi
fiddain walladzi Nafsi biyadih Lau Anna
rajulan qutila Fi sabilillahi tumma
uhyyama qutila tma uhya tumma qutila
waaihiainun maakhalal Jannah
yang artinya maha suci Allah betapa
keras apa yang diturunkan Allah dalam
urusan hutangputang saya ulangi lagi
kata nabi S wasallam maha suci Allah
betapa keras apa yang diturunkan Allah
dalam urusan utang piutang demi zat yang
jiwaku ada di tangannya demi Allah
seandainya seseorang laki-laki terbunuh
di jalan Allah mati syahid kemudian ia
dihidupkan lalu dibunuh lagi Kemudian
dihidup
lalu dibunuh lagi tiga kali mati syahid
sedang Ia memiliki utang pasti dia tidak
akan masuk surga sampai utangnya
dibayarkan hadis ini riwayat annasai dan
disebutkan dalam sahihul Jami nomor
3594 jadi orang mati syahid pun enggak
akan masuk surga padahal sudah pasti
dijamin surga Selama masih punya
utang setelah mengetahui hal tersebut
kata beliau masih tak pedulikah
orang-orang yang menggampangkan urusan
hutangputang
ini orang yang teman-teman sekalian
tidak mau membayar hutang sengaja
menahan hak-haknya orang ini bahaya
sekali masuk dalam masalah ini adalah
hadis yang berbunyi
ee matlul Ghani zulm hadis sahih
penundaan Pembayaran utang bagi orang
yang mampu adalah kezaliman dan itu dosa
besar juga kalau dia punya kemampuan
lalu dia sengaja hutang ya jadi ada dua
ancaman di sini ancaman kena kepada
orang yang mampu tapi sengaja
tunda-tunda pembayaran atau orang yang
utang tapi memang Niat Dari awal tidak
mau bayar dua-duanya Kenya
ancaman-ancaman ini
ya kalau orang sengaja menunda-nunda
tidak mau bayar atau dari awal niat
tidak mau bayar maka dia berarti masuk
dalam kategori memakan harta haram Ya
selain Dia berbuat kezaliman dia masuk
memakan harta haram dan di situ Syekh
Muhammad menekankan di bab setelahnya
Beliau mengatakan orang yang tidak takut
kepada Allah tentu tak peduli dari mana
ia mendapatkan harta dan bagaimanalah
atau bagaimana ia menggunakannya yang
menjadi pikirannya siang malam hanyalah
Bagaimana menambah simpanannya meski
berupa harta haram baik dari hasil
pencurian suap merampas atau gasb
pemalsuan menjual sesuatu yang haram
kegiatan ribawi memakan harta anak yatim
atau gaji dari pekerjaan haram seperti
perdukunan pelacuran menyanyi korupsi
dari Baitul umat Islam
atau harta milik umum mengambil harta
orang lain secara paksa atau meminta di
saat berkecukupan atau berhutang ya lalu
dengan harta haram itu ia makan ia
berpakaian berkendaraan membangun rumah
atau menyewakan melengkapi perabot
rumahnya serta membuncitkan perutnya
padahal dengan hal-hal itu sudah
cukup diancamkan oleh Nabi Sallallahu
alhi wasallam dalam hadis riwayat
atabarani dan ini hadis sahih di JIS 19
halaman 136 kata nabi S wasam
Semua daging yang tumbuh dari haram maka
neraka
lehanti Ki I akananya tentang Har Dar
mana
danimunannya diu ak Ki dan
kehanan karena itu orang Yangi haram
hendlah
berasinyaaak sesama manusia maka
harusaik ada yang berhak dengan memohon
maaf dan kerelaannya sebelum datang
suatu hari yang utang piutang tidak lagi
dibayar dengan utang tapi semuanya hanya
bisa dengan pahala si pelaku atau dia
terbebani dengan dosa orang yang
terzalimi teman-teman sekalian yang kita
butuhkan selama hidup di muka bumi ini
Antum minum segelas air cukup sehari
segelas air cukup S hari walaupun masih
haus tapi cukup sudah bisa
hidup kita sebutir kurma
ya mungkin pisang atau buah-buahan cukup
untuk satu hari sepotong roti sedikit
nasi sedikit lauk lauk sudah cukup ya
bahkan pernah para sahabat menghadiri
peperangan mereka mengatakan kami tidak
punya makanan kecuali satu butir kurma
per hari dan kami
menghisap-hisapnya ya dari situ ulama
mengatakan sebenarnya kebutuhan manusia
tidak besar kalau ini kebutuhan kita
saja teman-teman sekalian lalu untuk apa
apa kita ambil yang haram untuk apa
kalau halal Silakan ambil yang banyak
boleh tamat terhadap rahmat Allah tapi
kalau tidak jangan sama sekali ya
apalagi kalau sampai mau ngambil jalan
pintas dengan cara mencuri menipu hutang
dengan niat tidak bayar ya kita kuatkan
lagi dengan dalil-dalil yang lain
hati-hati teman-teman sekalian bagi yang
suka hutang berhenti semua materi yang
kita sampaikan berhubungan dengan dosa
ini teman-teman sekalian kalau pernah
terjadi saatnya tobat sekarang di tempat
ini bertobat kepada Allah mulai sekarang
berazam bertekad untuk menyelesaikan
semua di sisa umur kita kita bukan
menghardik Kenapa terjadi dulu tapi kita
titik beratkan pada malam ini bagaimana
memperbaiki ke
depan dengarkan sabda Nabi Sallallahu
Alaihi Wasallam dalam hadis yang sahih
riwayat Ibnu Majah nomor
2412 Barang siapa yang rohnya terpisah
dari
jasadnya dan dia terbebas dari tiga
hal maka dijamin dia akan masuk surga
Siapa yang meninggal lepas dari tiga hal
dijam masuk surga yang pertama
sombong yang kedua
khianat dan yang ketiga
hutang kalau tiga hal ini tidak ada pada
orang selama dia muslim maka dipastikan
Insyaallah dia akan
aman juga
disebutkan di dalam hadis yang lain Man
mata kata Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam dalam hadis sahih diriwayatkan
Ibnu Majah nomor 2414 dan disahihkan
oleh Syekh Albani Man mataihi Dinar
dirham qu Min
hasanatihiar W dirham Barang siapa yang
mati dalam keadaan masih memiliki hutang
sat Dinar saja atau 1 dirham ya uang
yang kecil kalau kita Rp1.000 r2.000
maka hutang tersebut tetap wajib
dilunasi dengan pahala-pahala atau
kebaikannya pada hari kiamat karena di
akhirat sana tidak ada lagi Dinar tidak
ada lagi
dirham rugi sekali kalau kita utang
Rp2.000 cuma ngambil roti di kios
sebelah kantor cuma ambil air mineral
cuma apa terus anggap Reme Sudahlah
enggak apa-apa pas pulang kantor
tabrakan mati Siapa yang tahu itu Hah
siapa yang tahu kenapa harus hutang
kenapa enggak bayar kan maka tetap itu
akan dibayar dari mana kita tahu
teman-teman roti r2.000 dibayar dengan
10 tahun
salat 10 tahun
gak bisa kita toak pada hari
kiamat juga dalam sabda Nabi
wasam jiwa seorang mukmin bisa
bergantung dengan hutangnya hingga dia
melunasinya hadis ini had disebutkan Om
nomor
1078 juga dalam Sabda nabiallahu Alaihi
wasam ini lebiheg lagi siapa yang
niatutang kemudian dia tidak mauay Mak
anggap dia seperti pencuri hukumnya kata
nabi
was Siapa saja yang berutang lalu
berniat tidak mau
melunasinya maka dia akan bertemu Allah
pada hari kiamat dalam status sebagai
seorang pencuri hadis ini hadisih
riwayat Ibu Majah di nomor 2
seperti ini akan dikumpulkan bersama
golongan pencuri dan akan diberikan
balasan sebagaimana mereka dihukum dan
Ibnu Majah membawakan hadis ini dalam
Bab Barang siapa yang berhutang dan niat
tidak ingin
melunasinya juga dalam sabda Nabi S
wasallam riwayat Bukhari Nomor 18 dan
Ibnu Majah juga menyebutkan di
2411ah Barang siapa yang mengambil harta
orang lain baik itu utang atau
mengatakan baik titipkanlah sama saya
misalnya dengan niat ingin
menghancurkannya maka Allah akan
menghancurkan dirinya artinya sengaja
diambil untuk tidak mau ya
membayarnya juga teman-teman kalau ada
orang meninggal terelilit hutang itu
para ulama tidak boleh mensalatinya yang
salati orang
lain apa hikmahnya ya hikmahnya mungkin
ya di kalangan para ulama doanya lebih
Mustajab misalnya gitu kan kar itu
terjadi di kalangan di kalangan para
sahabat dan itu Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam Contohkan kepada mereka
dalam hadis Salamah bin Awa radhiallahu
Anhu Beliau berkata kami duduk di sisi
Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam
lalu didatangkanlah satu jenazah mau Dis
salati lalu beliau bertanya paling
pertama ditanya Apakah dia memiliki
utang maka para sahabat mengatakan tidak
ada ya Rasulullah maka Nabi Sallallahu
Alaihi Wasallam mengatakan Apakah dia
meninggalkan sesuatu ada harta ada
warisannya mereka mengatakan tidak ada
ya Rasulullah lalu Nabi Sallallahu
Alaihi Wasallam mensalati jenazah
tersebut kemudian didatangkan jenazah
yang kedua lalu para sahabat bertanya
atau lalu para sahabat berkata Wahai
Rasulullah salatkanlah dia Lalu Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam tanya apakah
dia punya hutang para sahabat mengatakan
Iya lalu Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam
tanya apakah dia meninggalkan sesuatu
bisa dipakai bayar hutang itu lantas
mereka mengatakan ada sebanyak tiga
Dinar dia utangnya terbayar dengan itu
maka Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam
mensalati jenazah yang kedua lalu
datangkan jenazah yang
ketiga lalu para sahabat berkata Ya
Rasulullah salatkanlah dia Lalu nabi na
Sallahu Alaihi Wasallam masih bertanya
apakah dia meninggalkan
sesuatu maka apa dia punya hutang enggak
ada apa dia tinggalkan sesuatu kata para
sahabat tidak ada ya maka Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam pun mensalati
dia ya jadi orang yang ketiga ini Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam tanya kepada
para sahabat ya apa dia tinggalkan
sesuatu maka mereka mengatakan tidak ada
lalu beliau bertanya apakah dia punya
hutang mereka menjawab ada 3
Dinar maka Beliau berkata salatkanlah
sahabat kalian ini ya ini ini orang yang
ketiga waktu mau disalati ternyata ada
utangnya 3 dirham nabi tanya ada sesuatu
bisa dibayar hutangnya enggak ada kata
nabi salatkan sahabat kali ini nabi
enggak salat Nabi enggak salati Tapi
sebelum Nabi pergi Abu kadada sempat
mengatakan wahai Rasulullah salatkanlah
dia biar aku yang tanggung 3 dirham itu
maka Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam pun
mensalati orang itu jadi sampai pada
tingkat jenazahnya enggak disalati gitu
kan hadisnya riwayat Bukhari nomor
2.289 ya ini luar biasa ini dan kita
sudah tahu tadi orang yang mati syahid
pun tidak akan dimaafkan dosanya tidak
akan dimaafkan hutangnya sampai
dibayarkan ada hadis riwayat Muslim juga
menguatkan itu nomor
1886 kata Nabi Sallallahu alai wasallam
yukfaryahidi kambin atau kambin
illaddain orang yang mati syahid
diampuni semua dosanya kecuali
hutang begitu juga kata Nabi Sallallahu
Alaihi Wasallam selalu berdoa agar
terlupas dari utang beliau tidak mau
utang sama sekali dan beliau jadikan itu
bagian daripada sy
yang dianjurkan umatnya membaca terutama
sebelum salam di tempat Mustajab doa
dikatakan oleh
Aisyah bahwasanya Rasulullah
wasam selalu beliau rutinkan berdoa
dalam salat
Allah ya Allah selamatkanlah aku jangan
sampai terjerumus dalam perbuatan dosa
dan terlitutang
kok Kok Anda ini suka sekali atau banyak
sekali beristiad berlindung kepada Allah
dari telidit utang apa hikmahnya Ya
Rasulullah maka nabi wasam mengatakan
inak karena orang kalau sudah terlilit
hutang maka pasti banyak pembicaranya
bicara banyak ucapannya yang diikuti
dengan dusta dan kalau dia Berjanji
pasti dia akan pungkiri oleh Kara itu
Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam
mengingatkan agar selalu melindung dari
itu hadis ini sahih diriwayatkan oleh
Imam Bukhari nomor
23397 almuhallab berkata dalam hadis ini
terdapat dalil tentang wajibnya memotong
segala perantara yang menuju pada
kemungkaran apapun yang bisa membawa
kita pada dosa besar maka kita potong
dari awal Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam tidak hutang Tapi sebelum punya
hutang agar Jangan nanti terbuka pintu
bohong dan buungkiri janji minta supaya
tidak terlilit utang mirip dengan Allah
mengatakan tentang zina wa takqrab zina
Jangan dekati zina sebelum terjadi maka
dipotong dari situ kata muhallab dalam
hadis ini terdapat dalil tentang
wajibnya memotong segala perantara
menuju kepada kemungkaran yang
menunjukkan hal itu adalah doa Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam ketika
berlindung dari utang dan hutang sendiri
dapat mengantar pada dusta Ibnu qayyim
berkata rahimahullah hikmah Kenapa Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam berlindung
dalam salat dari utang ini Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam Meminta
perlindungan kepada Allah dari berbuat
dosa dan banyak utang Kar karena banyak
dosa akan mendatangkan kerugian di
akhirat sedangkan banyak hutang akan
mendatangkan kerugian di dunia dan
inilah doa yang seharusnya diamalkan
oleh setiap muslim baik dia punya hutang
atau
tidak kalau orang niat ingin membayar
Allah mudahkan teman-teman sekalian
makanya saya dari awal bilang niatkan
kalau Iman darurat hutang niat memang
berazam mau membayar karena Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam
mengatakananaanq ahha
istiaah
ininutangingutangang akan memingkari
perbuatan tersebut o Muna mengatakan
tidak saya tetap akan utang tetapi saya
utang dengan niat membayarnya karena
saya pernah mendengar nabi dan kekasihku
Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam
bersabda Jika seorang muslim memiliki
utang dan Allah mengetahui bahwa dia
ingin niat melunasi utang tersebut maka
Allah akan memudahkan baginya untuk
melunasi utang tersebut di dunia hadis
ini riwayat Ibnu Majah nomor
23399 dan hadis ini dinyatakan
sahih juga dalam hadis yang lain kata
nabi Sallahu Al wasallam Innallaha
maaddain Hatta yaqdiadainah maam Yakun
Fima yakrahullah
yakrahullah Allah akan terus bersama
menolong orang-orang yang memiliki
hutang Ini kalau dia niat ingin membayar
sampai dia melunasi hutang tersebut
selama hutangnya bukan pada sesuatu yang
dilarang oleh Allah hadis riwayat Ibnu
Majah nomor
2400 dan teman-teman sekalian sebagai
penutup kalau kita mau bayar hutang
bayar dengan cara yang baik
kalau dulu kita dipinjamkan dengan cara
yang sopan bayar juga dengan cara yang
sopan kalau perlu dulu ditransfer kita
tanya orangnya Ini uangnya sudah ada
saya transfer atau saya antar cash balas
dengan lebih baik bahkan nabi Alaihi
salatu Wasalam pernah utang dengan
seseorang dengan keperluan beliau
mengambil unta umur 2 tahun Pada saat
tiba masa pembayaran Nabi Sallallahu
alaii wasallam bilang kepada para
sahabat bayarkan hutang saya kepada
orang-orang ini orang ini lalu Kemudian
beliau suruh sahabat cari di pasar unta
umur 2 tahun ternyata para sahabat
pulang lalu mereka tidak dapat unta 2
tahun mereka dapat unta umur 7 tahun
lebih besar lebih mahal maka Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam sahabat
mengatakan Ya Rasulullah kami enggak
dapat yang 2 tahun cuma ada 7 tahun ini
kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam
bayarkan saja kasih orang itu jadi dia
bayar dengan lebih besar tapi yang bayar
lebih besar dianya pemilik hutang kalau
orang yang memiliki piutang yang
tentukan jadi riba enggak boleh tapi tap
dia sendiri yang mau Nabi Sallallahu
Alaihi Wasallam bayar 2 tahun dibayar
dengan 7 tahun lalu Beliau bersabda
dalam Sabda hadis Bukhari nomor
2393 Inna khiarikum ahsanukum qadaa
Sesungguhnya orang yang paling mulia di
antara kalian paling besar pahalanya di
sisi Allah adalah orang yang paling baik
dalam membayar
utangnya artinya kalau dia bayar dia
berikan yang terbaik kata ulama baik
kemasannya baik tata cara berbicaranya
apa saja dia berusaha kemas yang terbaik
itu akan ada nilai pahala di sisi allah
subhanahu wa taala wallahuam ini bahasan
kita subhanakallahum wabihamdika asadu
alla ilaha illa an astagfiruka wubu ilai
wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh
[Musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-14 03:29:37 UTC
Categories
Manage