Dosa-Dosa Besar #118 – Berhutang Dengan Niat Tidak Mau Membayar – Khalid Basalamah
zhWDMTSDZ20 • 2019-04-24
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id [Musik] bismillah asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam alhamdulillah selalu saja kita memuji Sang Pencipta Allah dengan penuh keyakinan Bahwasanya Allah subhanahu wa taala tidak akan pernah pungkiri janjinya dan kalimat Alhamdulillah adalah kalimat Terima kasih bersyukur kepada Sang Pencipta Allah atas terwujudnya keberadaan kita di muka bumi ini dan segala kebutuhan kita dipenuhi olehnya dan Allah berfirman azubillahiminasyaitanirrajim lain syakartum laidanakum Wain kafartum inab syadid kalau kalian bersyukur aku akan tambah kalau kalian kufur siksaku amat pedih dan juga kita panjatkan salam hormat kita selawat dan Taslim kepada nabi besar Muhammad sallallahu ala alihi wasahbihi wasallam sebagai bentuk kepatuhan kepada Allah yang telah memerintahkan kita untuk mengucapkan salam hormat kepadanya dan juga agar kita mengejar apa yang Allah subhanahu wa taala janjikan kepada kita yaitu mendapatkan satu kali salam 10 kali rahmat dan rahmat Allah sangat luas berisi Pengampunan Dosa pentinggian derajat dan juga pemenuhan segala kebutuhan melanjutkan bahasan dosa-dosa besar kita dan kita masuk pada malam ini Insyaallah dosa besar ke-18 tentang masalah berhutang dengan niat tidak mau membayar Kenapa ribut belum dibahas sudah ketakutan baik kita akan bahas bermula teman-teman sekalian di masalah keutamaan orang yang menghutangkan ya kita akan mulai dari situ dulu beranjak daripada surah Albaqarah ayat 245zubillah minasyaitanirjim ini tentang keutamaan orang yang menghutangkan orang lain ya bermula daripada situ dulu yang artinya Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik atau menafkahkan hartanya di jalan Allah maka Allah akanat memperlipatgandakan atau melipatgandakan pembayaran atau balasan kepadanya dengan lipat ganda yang banyak dan Allah menyempitkan dan melapangkan rezeki dan kep kepadanalah kalian semua akan dikembalikan kata ulama tafsir Allah subhanahu wa taala di sini memberikan kesempatan setiap muslim yang punya kemampuan untuk meraih keutamaan ini Allah subhanahu wa taala menjanjikan siapapun yang menghutangkan orang pasti akan dilipatgandakan balasannya ya pasti akan dilipatgandakan artinya kalau dia memberikan sesuatu kepada orang Allah subhanahu wa taala akan berikan juga kepada dia lipat lipat ya jadi sama dengan investasi sebenarnya dan Allah subhanahu wa taala janjikan dalam ayat ini juga Baginda Nabi alaihiatu wasalam pernah berhutang kepada seorang Yahudi disebutkan dalam hadis Bukhari nomor 2200 Bagaimana Nabi alaih wasalam pernah berhutang dan menggadaikan baju perang beliau dan Nabi Sallallahu alaii wasallam menyelesaikan itu menyelesaikan tentu hutang dalam Islam tidak dianjurkan untuk dilakukan kecuali dalam keadaan darurat sekali tapi kita akan bahas nanti masalah itu di tengah-tengah bahasan kita tapi kita masih membahas tentang masalah menghutangkan Orang ini tadi saya sudah Sebutkan ayatnya Albaqarah 245 kita masuk kepada sabda Nabi Alaihi Wasalam tentang keutamaan orang-orang yang menghutangkan orang lain dalam Sahih Muslim disebutkan Rasulullah wasam bersabda ak muslimanahuun akiru Barang siapa yang meringankan satu kesulitan atau kesedihan seorang mukmin di dunia Apun sifatnya hilangkan kesedihan dia dengan cara Apun selama itu halal maka Allah akan meringankan dan menghilangkan kesusahannya pada hari kiamat Barang siapa yang memudahkan Urusan seseorang yang dalam kesulitan di sini ulama mengatakan terutama masalah hutang maka Allah akan memberikannya kemudahan di dunia dan di akhirat kapan orang utang dengan kita lalu kita mudahkan dia untuk meminjamnya mudahkan dia juga pada saat membayarnya memberikan tenggang waktu atau memaafkan masuk dalam masalah ini maka Allah akan berikan untuknya kemudahan di dunia dan di akhirat kalau orang memahami hadis ini justru Kalau dia mau dapat kemudahan dari permasalahannya dia sengaja mencari orang untuk diutangkan dan Allah subhanahu wa taala dikatakan Allah akan memberikan kemudahan bagi dunia dan akhirat dan barang siapa yang menutup aib seseorang Allah pun akan menutup aibnya di dunia dan di akhirat jadi semua yang kurang ditutupi bukan malah diekspos dan Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya hadis ini sahih diriwayatkan imam muslim nomor 2699 hadis ini sangat jelas bagaimana Allah Subhanahu atau Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam menekankan tentang masalah mengutangkan orang lain bahkan ulama mengatakan diambil dari potongan sabda Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Barang siapa yang memudahkan Urusan seseorang yang dalam kesulitan maka Allah akan memudahkan Urusannya di dunia dan di akhirat dalam kitab syarah daripada ee Sunan Tirmidzi tuhfatul ahwadi di jilid 7 halaman 261 dijelaskan maksud hadis ini yaitu memberikan kemudahan pada orang miskin baik Mukmin maupun kafir yang memiliki utang dengan menangguhkan pelunasan utang atau membebaskan sebagian utang atau membebaskan seluruh utangnya makahkan dalam hadis ini bukan cuma orang mukmin tapi juga orang kafir kalau sampai dia terlilit utang lalu dilunaskan buat dia maka masuk dalam keutamaan hadis ini artinya dia akan dapat kemudahan Urusannya di dunia dan juga di akhirat Kalaupun kita teman-teman sekalian mengutangkan orang lain adab syarinya adalah kita jangan menagih dengan kasar dengan keras ya walaupun orang-orang itu sering enggan jadi dia memang tidak mau bayar hutangnya segala macam tetap kita gunakan cara-cara yang baik dan itu bagian daripada ibadah Imam Bukhari menyebutkan bab khusus namanya memberi kemudahan dan kelapangan ketika membeli menjual dan siapa saja meminta haknya maka Mintalah dengan cara yang baik lalu diangkatlah hadis Jabir bin Abdillah radhiallahu anhuma bahwasanya Rasulullah sallui Wasallam bersabda rahimallahu rajulan samhan ba waar Wa Semoga Allah merahmati seseorang yang bersikap mudah ketika menjual ada orang Ma tawar sudah diberikan sama dia mudah Walaupun dia pengin barang itu dikasih kepada pembeli pembelinya juga dia mudahkan pada saat membeli kalau dia sudah dapat produk maka dia beli ya dia tidak usah lagi menawar dia sudah tahu ada keuntungan bagi dia sudah selesai dan ketika menagih hutang hadisnya riwayat Bukhari artinya dapat doa Rahmat dari Allah subhanahu wa taala bagi orang yang menagih dengan cara yang baik dan santun ingat Walaupun dia buruk tetap saja kita gunakan cara yang baik karena jangan balas keburukan dengan keburukan juga di dalam dalam hadis yang lain riwayat Ibnu Majah di nomor 1965 dan Syekh Albani mensahihkan hadis ini kata nabi sahu was th haqqan falatlubhu Fifin wafin gir wafin Barang siapa yang meminta haknya hendaklah dia meminta dengan cara baik baik pada orang yang mau menunaikan atau orang enggan menunaikan nabi suruh itu dia mau bayarkah atau dia tidak mau bayar tetap kita disuruh dengan cara yang santun ya karena umumnya Subhanallah kata Sebagian ulama kalau orang sudah dasarnya niatnya jahat lalu kita jahati juga maka akan terjadilah kejahatan melawan kejahatan dan umumnya pasti rusak ini kerusakan tapi kalau orang itu jahat lalu kita balas dengan kebaikan artinyaap kita tagih dengan cara baik bayarlah Nanti aja saya bayar Baiklah kapan bisa minggu depan kita tagih lagi jadikan itu sebagai ajang ibadah sudah bukan lagi untuk meminta uang kita tetapi untuk jadikan ajang ibadah bagaimana juga di dalam hadis yang lain hadis ini diriwayatkan Ibnu Majah nomor 1966 satu Hadis setelah tadi ya dan juga hadis ini disahihkan oleh Syekh Albani Abu Hurairah meriwayatkan radhiallahu Anhu bahwasanya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda khud haqak fiafin wafin au girir wafin ambil hakmu dengan cara yang baik pada orang yang mau menunaikan ataupun yang enggan menunaikan ya kata ulama ini paling utama masuk dalam dalam ee UT utang piutang kalaupun tidak masuk yang lain misalnya meminta gaji meminta hak apa saja ya Istri minta sama suaminya anak pada orang tua semuanya sahabat pada sahabatnya kalaupun Itu haknya dia tetap dia minta dengan cara yang baik dan dia Jadikan pada saat penagihan itu atau permintaan haknya adalah ibadah kepada Allah ya seringkiali kita temukan memang ada orang yang dijadikan cobaan oleh Allah subhanahu wa taala Allah datangkan dia untuk menguji kita sabar enggak gu ya jadi jangan heran kalau ada orang berbuat kej nabi was saja dijahati oleh orang lain Apalagi kita dan itu kadar ujiannya ya Allah subhanahu wa taala akan memberikan balasan sesuai dengan kadar cobaannya Kalau makin berat cobaan yang Antum rasakan ikhwah sekalian rahimahimakumullah berarti jelas Antum sudah sampai pada level Iman juga yang tinggi karena begitu sabda Nabi su wasallam in sesungguhnya besarnya kadar balasan Allah dengan besarnya cobaan dan juga dikatakan kata nabi S wasam kepada seorang sahabat punya orang yang paling berat cobaannya adalah para nabi-nabi lalu datang setelahnya orang-orang beriman yang dekat dengan iman itu dan seterusnya jadi makin sederhana cobaannya berarti makin rendah imannya ada orang kita lihat sampai tua cobaannya biasa-biasa saja mungkin cuma flu demam mungkin seseorang di antara kita mengatakan enak benar bapak ini sampai kakek-kakek cuma flu demam aja terus saya masih baru 30 tahun sudah terlilit hutang Ini sudah punya masalah itu ya berarti kadar keimanan Antum sudah tinggi jelas enggak ini jel jadi mulai sekarang jadi laki-laki yang benar jangan banyak berkeluk kesah Saya paling tidak suka laki-laki yang lembek-lembek lemah jadi sedikit-sedikit lemah sedikit-sedikit nangis ya kurung diri Peluk bantal cambuk akhirnya jadi kayak perempuan diancam sedikit lari punya laki-laki mati membela kehormatan Syahid mati membela harta Syahid mati membela keluarga Syahid gitu melamar ditolak lamar yang lain selesai urusannya merengek depan pintu orang wa-nya diblokir nangis kena pindah ke manusia lain baik Kenapa kita masuk ke sana tuh gara-gara banyak bujang-bujang di sini selanjutnya surah Albaqarah ayat 280 Allah berfirman tentang keutamaan orang yang menghutangkan orang lain ya kita masih di bab itu dulu di bahasan itu azubillahiminasyaitanirjim waana ustiniratun waquirakum in kununtumamun jika orang yang berhutang itu dalam kesukaran ini firman Allah Albaqarah 280 jika orang yang kamu hutangkan dalam kesukaran maka berilah tangguh kata Allah sampai dia berkelapangan dan menyedekahkan sebagian dari hutang atau semuanya tahu gak mampu Sudahlah enggak usah kamu bayar itu Allah bilang lebih baik bagimu artinya aku akan balas uang yang kau hutangkan itu berlipat-lipat aku akan balas kamu dengan surga kalau kamu mengetahuinya artinya Kalau kau mau pelajari Kau akan tahu ternyata memaafkan hutang itu atau menangguhkannya itu adalah ibadah yang sangat eh mudah untuk mendekat diri kepadaku seperti itah kurang lebih Allah mengatakannya juga dalam hadis ya riwayat Imam muslim Nomor 36 kalau seandainya kita utangkan orang dan ternyata dia tidak mampu kita berikan tenggang waktu dengarkan keutamaannya teman-teman besar sekali keutamanya kata nabi sahuaihi Wasallam hadis ini sahih riwayat Imam muslim Barang siapa yang memberi tenggang waktu bagi orang yang berada dalam kesulitan untuk melunasi utang atau bahkan membebaskan utang itu udah enggak apa-apa enggak usah kamu bayar saya kesulitan Ya sudah enggak usah maka dia akan mendapat naungan Allah pada hari kiamat orang lagi kepanasan di Mahsyar dia dapat naungan Allah hanya dengan maafin Hutang orang di dalam hadis yang lain hadis sahih juga diriwayat riwayatkan Imam Ahmad kata nabi Sallahu Alaihi Wasallam Man ahabbaudillahullahu Azza wall fiillihiil musir aihu Barang siapa yang ingin mendapatkan naungan Allah yang maha suci dan maha pemurah pada hari kiamat nanti hendaklah dia memberi tenggang waktu bagi orang yang mendapat kesulitan untuk melunasi utang dan Bahkan dia membebaskan utangnya tadi ya Dan ini satu hal yang luar biasa Bagaimana Nabi alaihiatu Wasalam menjamin bagi kita untuk mendapatkan naungan Allah hari kiamat hanya dengan memberikan tenggang waktu atau memaafkan utang tersebut Abu katada radhiallahu Anhu pernah memiliki utang pada seseorang Kemudian beliau mendatangi orang tersebut untuk menyelesaikan utang ya Namun ternyata orang tersebut bersembunyi dan tidak mau menemuinya Abu katada sebenarnya memaafkan tapi ternyata orang itu malah lari gitu kan Lalu suatu hari ketika Abu katada atau kembali Abu katada mendatanginya kemudian ya kemudian yang keluar dari rumahnya adalah anak kecil Abu katada pun menanyakan pada anak kecil tersebut ya mengenai orang yang berhutang tadi lalu anak tadi menjawab iya dia ada di rumah sedang makan qir ya ini seperti makanan ya dari gandum las Abu katada memanggilnya wahai Fulan keluarlah aku dikabari bahwa engkau berada di situ orang tersebut kemudian keluar menemui abu katada abu katada berkata kepadanya Mengapa engkau harus sembunyi dariku orang tersebut mengatakan Sungguh Aku adalah orang yang berada dalam kesulitan dan aku tidak memiliki apa-apa lantas Abu katar bertanya apakah betul Engkau adalah orang dalam kesulitan dia mengatakan Iya betul lantas orang itu menangis Abu kadar pun mengatakan bahwa Beliau pernah mendengar Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda Man naasaimi Maha anhuana fiil Arsi yaumalqiamah Barang siapa memberi keringanan pada orang yang berhutang padanya atau bahkan membebaskan hutangnya maka dia akan mendapatkan naungan Arsy Allah pada hari kiamat maka Abu katada pun mengatakan aku telah memaafkan untukmu ya untuk mengejar naungan Allah pada hari kiamat di Mahsyar jadi teman-teman perlu punya gambaran ya jangan cuma memandang Oh apa sih naungan Arsy di hari kiamat pada saat itu teman-teman dalam surah alhaj Allah sebutkan pada saat itu orang-orang akan seperti mabuk semuanya tapi mereka tidak mabuk anak kecil akan menjadi beruban ya dan juga ya kalau ada ibu hamil maka dia akan melahirkan karena dahsyatnya pada saat itu Orang cuma lihat di depannya surga atau neraka enggak ada tempat lain dan kata Nabi Sallallahu alaihi wasallam pada hari itu semua orang ya yang melakukan perbuatan dosa akan tenggelam dengan keringatnya atau peluhnya sesuai dengan kadar dosanya ada yang sampai mata kaki ada yang sampai lutut ada yang sampai perut ada yang sampai dada ada yang tenggelam dengan keringat sendiri orang lain enggak kena dan allahuam berapa lama dia berdiri tidak ada yang tahu ada Tujuh golongan disebutkan dalam hadis akan dibawa naungan Allah hari kiamat tapi ada ada golongan yang satu ini yang sedang kita bahas tidak masuk dalam hadis Bukhari Muslim yang Tujuh golongan itu dia adalah orang yang melunasi hutang gitu kan atau memberikan tenggang waktu di dalam hadis yang lain riwayat Ahmad Abu ya'alla Ibnu Majah atabarani alhakim albaihaqi dan juga yang disebutkan dalam silsilah hadis shahihan nomor 86 dengan sanad sahih oleh Syekh Albani maniranahu bulli yaumin shodqah qobla an yahilladain ini pernah saya Sebutkan hadisnya Saya ulangi lagi Barang siapa memberi tenggang waktu kata nabi su wasallam pada orang yang berada dalam kesulitan maka setiap hari sebelum batas waktu pelunasan dia akan dinilai telah bersedekah setiap harinya sejumlah itu saya pernah kasih contoh kalau masih ingat kita utangkan R juta ya kemudian ini Rabu lu saya jelaskan itu ya siapa memberikan Rp1 juta kemudian 1 bulan misalnya ternyata 1 bulan selama 1 bulan berjalan itu tiap hari dia seperti sedekah R juta itu ber R1 juta modalnya ya nilai pahalanya R juta gitu kan kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Barang siapa yang memberi tenggang waktu pada orang yang berada dalam kesulitan atau hutang maka setiap hari sebelum batas waktu pelunasan dia akan dinilai telah bersedekah senilai itu ya jika utangnya belum bisa dilunasi lagi pada saat tiba waktu lalu dia masih memberikan tenggang waktu setelah jatuh tempo yang pertama maka setiap harinya dia akan dinilai telah bersedekah dua kali lipat nilai utang itu jadi bulan kedua seperti 2 juta tiap hari dia sedekah berarti kalau 1 bulan r0 juta kan 2 juta Kal 30 misalnya Tambah bulan pertama R juta berarti R juta modalnya itu sama pahalanya r0 juta Gimana kalau setahun Gimana kalau 10 tahun berapa banyak kemudi Kian di dalam hadis yang lain hadis ini diriwayatkan Imam Bukhari nomor 2078 tentang kalau ada orang melunasi utang orang lain ya baik dia yang pemilik piutang atau dia sengaja keluar mencari Siapa yang utang lalu dibantu sama dia dikatakan dalam hadis ini Nabi sahu Al Wasallam bersabdaana tajiran yudunas fairahahu dulu ada seorang pedagang biasa memberi pinjaman kepada orang-orang ketika melihat ada yang kesulitan dia berkata kepada budaknya atau pegawainya atau siapa saja membantu dia Maafkan saja dia artinya bebaskan hutangnya Semoga Allah memberi ampunan pada kita maka Allah pun mengampuni dosa-dosanya pada hari kiamat Begitu juga dengan had nabiam yang berbunyi iruana musiran Yu Alaihi wiranu maisar Q Allahu Azza wall an Ahar ada seseorang didatangkan Nanti pada hari kiamat Allah berkata yang artinya ya Lihatlah amalannya hambaku ini Allah berfirman kepada para malaikatnya kemudian orang tersebut berkata pada saat dipaparkan amal-amalnya wahai rabbku wahai pencintaku penciptaku aku tidak memiliki amalan kebaikan selain satu amalan yang aku ingat artinya untuk dosa-dosa yang begini banyak gak ada yang bisa imbangi nih tapi ada aku berharap amal yang bisa melakukan itu yaitu dulu aku memiliki harta lalu aku sering meminjamkannya pada orang-orang setiap orang yang ya sebenarnya mampu untuk melunasi aku tetap mudahkan misal sudah tiba satatu tempo kita telepon na satatu tempo ya Oh ya maaf ya terlambat saya besok baru saya transfer oke enggak apa-apa mudahkan begitu pula setiap orang yang dalam kesulitan orang yang mudah bayar saja masih dimudahkan buat dia orang yang sulit dia bilang aku selalu memberinya tenggang waktu sampai dia mampu melunasinya lantas Allah pun berkata aku lebih berhak memberi kemudahan orang itu pun akhirnya diampuni dosa-dosanya hadis sahih riwayat Ahmad dan ini disahihkan Imam Bukhari juga mengkhususkan namanya memberi kemudahan bagi orang yang lapang dan melunasi utang atau memaafkan orang yangit utang juga diambil hadis yang lain atau diangkat hadis Bukhari di nomor 2077 nabi wasam mengatakan atau bersabda berap malikat menjumpai R orang sebelum kalian dari orang-orang yang beriman sebel kita untuk mencab nyaw kemudian merekaing Berk ya kepada iniakah kamu mikiedikit dari amal keikan orang itu mengatakan dulu aku perahemahkan budakku untuk memberikanenggangtuangah Allah pun memberikan ampun kepadanya Padahal dia cuma memudahkan orang yang mampu untuk membayar maka Bagaimana dengan orang yang dalam keadaan sulit kalau orang yang mampu membayar hutang aja dimudahkan itu sudah cukup untuk dimaafkan dosa-dosanya Bagaimana kalau dasarnya orang itu terlit utang dan dia Maafkan dan cukup banyak statement para ulama berhubungan dengan masalah ini Tentunya ini teman-teman sekalian berhubungan dengan masalah keutamaan orang yang menghutangkan sekarang kita masuk ke bahasan kita tentang masalah berhutang dengan niat tidak membayar jadi kita tadi kalau menghutangkan orang punya keutamaan sekarang kita masuk ke inti bahasan kita berhutang tapi tidak niat membayar semestinya setiap orang yang niat yang mau berutang dia harus berazam bertekad ingin membayar karena kapan dia buka pintu hutang tersebut dalam kondisi betul-betul darurat ya misal kalau orang mampu misalnya dia mampu tapi keadaannya tidak memungkinkan seperti dia sekarang harus beli barang barang ini tokonya sudah mau tutup lalu temannya bawa duit dia enggak bawa duit kartu atm-nya lupa misalnya lalu dia pinjam ya dia utang dalam keadaan ini orang kaya dibolehkan ya t tapi yang lain tidak dibolehkan dalam keadaan darurat ya Kalau dia orang miskin terbuka pintu utang itu tapi yang jelas siapapun yang berutang diwajibkan Dia niat untuk membayarnya kapan dia tidak niat membayarnya Apalagi dia punya kemampuan maka ini sudah masuk dalam kategori dosa besar saya bacakan dulu apa yang ditulis oleh Syekh Muhammad almunajid hafidahullah Beliau mengatakan di dosar 37 urutan beliau ya tapi kita urutan 118 karena kita gabungkan dengan bahasan alkabair Imam Adabi rahimahullah Beliau mengatakan dalam pandangan Allah hak-hak hamba sangat besar nilainya seseorang bisa saja bebas dari hak Allah hanya dengan bertaubat apapun yang berhubungan dengan Allah dia minta Maf Maaf Allah masih bisa Maafkan tetapi tidak demikian halnya dengan hak antara sesama manusia yang belum terselesaikan pasti kelak akan diadili pada hari yang utang piutang tidak dibayar lagi dengan Dinar dan dirham tapi dibayar dengan pahala atau dosa pahala si pelaku atau dosa orang yang dizalimi mengenai hak antar sesama manusia Allah subhanahu wa taala berfirman di dalam surah Annisa ayat 58 azubillahim minasyaitanirrajim inallahurukum anadul amanati ahliha alayah Sesungguhnya Allah menyuruh kalian semuanya menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya di antara masalah yang dimaksud dalam ayat ini banyak terjadi di tengah-tengah masyarakat adalah gampang berhutang ironisnya kata Syekh kata Syekh Muhammad di sini sebagian orang berhutang tidak karena kebutuhan mendesak kalau mendesar apa boleh buat anaknya sakit dia kalau tidak hutang dia bisa tidak bisa makan keluarganya terbengkalai segala macam ya tetapi untuk memenuhi kebutuhan Le saja atau berlumba-lumba bersaing dengan para tetangga misalnya untuk membeli mobil baru berkakas rumah tangga atau berbagai kesenangan lainnya bersifat duniawi dan fana sebagian orang tak segan-segan membeli barang-barang secara kredit yang sebaginya tak lepas dari syubhat atau sesuatu yang haram mudah dalam berhutang akan menyeret seseorang pada kebiasaan menunda-nunda ayaran atau malah mengakibatkan hilangnya barang orang lain memperingatkan akibat perbuatan itu Rasulullah sallahhi wasam telah bersabda Man ak amwiuahaahu akduah Barang siapa yang mengambil atau berhutang Harta manusia dan ia ingin melunasinya niscaya Allah akan melunaskan hutangnya dan barang siapa yang mengambil atau berhutang dengan keinginan untuk merugikan atau tidak mau membayar niscaya Allah benar-benar membinasakannya artinya dia akan susah hidupnya malah akan utang lagi sama orang lain makin banyak permasalahan yang dia hadapi hadis ini riwayat Imam Bukhari jilid 5 halaman 54 kata beliau banyak orang meremehkan soal hutangputang mereka menganggapnya Masalah sepele Padahal di sisi Allah hutangputang merupakan masalah yang sangat besar bahkan hingga seorang yang mati syahid pun yang memiliki berbagai keistimewaan yang agung pahala yang besar dan derajat yang tinggi tidak lepas dari urusan hutangputang ini dalil yang menegaskan tersebut adalah Sabda Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Subhanallah Maza anzalallahu Min tasdidi fiddain walladzi Nafsi biyadih Lau Anna rajulan qutila Fi sabilillahi tumma uhyyama qutila tma uhya tumma qutila waaihiainun maakhalal Jannah yang artinya maha suci Allah betapa keras apa yang diturunkan Allah dalam urusan hutangputang saya ulangi lagi kata nabi S wasallam maha suci Allah betapa keras apa yang diturunkan Allah dalam urusan utang piutang demi zat yang jiwaku ada di tangannya demi Allah seandainya seseorang laki-laki terbunuh di jalan Allah mati syahid kemudian ia dihidupkan lalu dibunuh lagi Kemudian dihidup lalu dibunuh lagi tiga kali mati syahid sedang Ia memiliki utang pasti dia tidak akan masuk surga sampai utangnya dibayarkan hadis ini riwayat annasai dan disebutkan dalam sahihul Jami nomor 3594 jadi orang mati syahid pun enggak akan masuk surga padahal sudah pasti dijamin surga Selama masih punya utang setelah mengetahui hal tersebut kata beliau masih tak pedulikah orang-orang yang menggampangkan urusan hutangputang ini orang yang teman-teman sekalian tidak mau membayar hutang sengaja menahan hak-haknya orang ini bahaya sekali masuk dalam masalah ini adalah hadis yang berbunyi ee matlul Ghani zulm hadis sahih penundaan Pembayaran utang bagi orang yang mampu adalah kezaliman dan itu dosa besar juga kalau dia punya kemampuan lalu dia sengaja hutang ya jadi ada dua ancaman di sini ancaman kena kepada orang yang mampu tapi sengaja tunda-tunda pembayaran atau orang yang utang tapi memang Niat Dari awal tidak mau bayar dua-duanya Kenya ancaman-ancaman ini ya kalau orang sengaja menunda-nunda tidak mau bayar atau dari awal niat tidak mau bayar maka dia berarti masuk dalam kategori memakan harta haram Ya selain Dia berbuat kezaliman dia masuk memakan harta haram dan di situ Syekh Muhammad menekankan di bab setelahnya Beliau mengatakan orang yang tidak takut kepada Allah tentu tak peduli dari mana ia mendapatkan harta dan bagaimanalah atau bagaimana ia menggunakannya yang menjadi pikirannya siang malam hanyalah Bagaimana menambah simpanannya meski berupa harta haram baik dari hasil pencurian suap merampas atau gasb pemalsuan menjual sesuatu yang haram kegiatan ribawi memakan harta anak yatim atau gaji dari pekerjaan haram seperti perdukunan pelacuran menyanyi korupsi dari Baitul umat Islam atau harta milik umum mengambil harta orang lain secara paksa atau meminta di saat berkecukupan atau berhutang ya lalu dengan harta haram itu ia makan ia berpakaian berkendaraan membangun rumah atau menyewakan melengkapi perabot rumahnya serta membuncitkan perutnya padahal dengan hal-hal itu sudah cukup diancamkan oleh Nabi Sallallahu alhi wasallam dalam hadis riwayat atabarani dan ini hadis sahih di JIS 19 halaman 136 kata nabi S wasam Semua daging yang tumbuh dari haram maka neraka lehanti Ki I akananya tentang Har Dar mana danimunannya diu ak Ki dan kehanan karena itu orang Yangi haram hendlah berasinyaaak sesama manusia maka harusaik ada yang berhak dengan memohon maaf dan kerelaannya sebelum datang suatu hari yang utang piutang tidak lagi dibayar dengan utang tapi semuanya hanya bisa dengan pahala si pelaku atau dia terbebani dengan dosa orang yang terzalimi teman-teman sekalian yang kita butuhkan selama hidup di muka bumi ini Antum minum segelas air cukup sehari segelas air cukup S hari walaupun masih haus tapi cukup sudah bisa hidup kita sebutir kurma ya mungkin pisang atau buah-buahan cukup untuk satu hari sepotong roti sedikit nasi sedikit lauk lauk sudah cukup ya bahkan pernah para sahabat menghadiri peperangan mereka mengatakan kami tidak punya makanan kecuali satu butir kurma per hari dan kami menghisap-hisapnya ya dari situ ulama mengatakan sebenarnya kebutuhan manusia tidak besar kalau ini kebutuhan kita saja teman-teman sekalian lalu untuk apa apa kita ambil yang haram untuk apa kalau halal Silakan ambil yang banyak boleh tamat terhadap rahmat Allah tapi kalau tidak jangan sama sekali ya apalagi kalau sampai mau ngambil jalan pintas dengan cara mencuri menipu hutang dengan niat tidak bayar ya kita kuatkan lagi dengan dalil-dalil yang lain hati-hati teman-teman sekalian bagi yang suka hutang berhenti semua materi yang kita sampaikan berhubungan dengan dosa ini teman-teman sekalian kalau pernah terjadi saatnya tobat sekarang di tempat ini bertobat kepada Allah mulai sekarang berazam bertekad untuk menyelesaikan semua di sisa umur kita kita bukan menghardik Kenapa terjadi dulu tapi kita titik beratkan pada malam ini bagaimana memperbaiki ke depan dengarkan sabda Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dalam hadis yang sahih riwayat Ibnu Majah nomor 2412 Barang siapa yang rohnya terpisah dari jasadnya dan dia terbebas dari tiga hal maka dijamin dia akan masuk surga Siapa yang meninggal lepas dari tiga hal dijam masuk surga yang pertama sombong yang kedua khianat dan yang ketiga hutang kalau tiga hal ini tidak ada pada orang selama dia muslim maka dipastikan Insyaallah dia akan aman juga disebutkan di dalam hadis yang lain Man mata kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dalam hadis sahih diriwayatkan Ibnu Majah nomor 2414 dan disahihkan oleh Syekh Albani Man mataihi Dinar dirham qu Min hasanatihiar W dirham Barang siapa yang mati dalam keadaan masih memiliki hutang sat Dinar saja atau 1 dirham ya uang yang kecil kalau kita Rp1.000 r2.000 maka hutang tersebut tetap wajib dilunasi dengan pahala-pahala atau kebaikannya pada hari kiamat karena di akhirat sana tidak ada lagi Dinar tidak ada lagi dirham rugi sekali kalau kita utang Rp2.000 cuma ngambil roti di kios sebelah kantor cuma ambil air mineral cuma apa terus anggap Reme Sudahlah enggak apa-apa pas pulang kantor tabrakan mati Siapa yang tahu itu Hah siapa yang tahu kenapa harus hutang kenapa enggak bayar kan maka tetap itu akan dibayar dari mana kita tahu teman-teman roti r2.000 dibayar dengan 10 tahun salat 10 tahun gak bisa kita toak pada hari kiamat juga dalam sabda Nabi wasam jiwa seorang mukmin bisa bergantung dengan hutangnya hingga dia melunasinya hadis ini had disebutkan Om nomor 1078 juga dalam Sabda nabiallahu Alaihi wasam ini lebiheg lagi siapa yang niatutang kemudian dia tidak mauay Mak anggap dia seperti pencuri hukumnya kata nabi was Siapa saja yang berutang lalu berniat tidak mau melunasinya maka dia akan bertemu Allah pada hari kiamat dalam status sebagai seorang pencuri hadis ini hadisih riwayat Ibu Majah di nomor 2 seperti ini akan dikumpulkan bersama golongan pencuri dan akan diberikan balasan sebagaimana mereka dihukum dan Ibnu Majah membawakan hadis ini dalam Bab Barang siapa yang berhutang dan niat tidak ingin melunasinya juga dalam sabda Nabi S wasallam riwayat Bukhari Nomor 18 dan Ibnu Majah juga menyebutkan di 2411ah Barang siapa yang mengambil harta orang lain baik itu utang atau mengatakan baik titipkanlah sama saya misalnya dengan niat ingin menghancurkannya maka Allah akan menghancurkan dirinya artinya sengaja diambil untuk tidak mau ya membayarnya juga teman-teman kalau ada orang meninggal terelilit hutang itu para ulama tidak boleh mensalatinya yang salati orang lain apa hikmahnya ya hikmahnya mungkin ya di kalangan para ulama doanya lebih Mustajab misalnya gitu kan kar itu terjadi di kalangan di kalangan para sahabat dan itu Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Contohkan kepada mereka dalam hadis Salamah bin Awa radhiallahu Anhu Beliau berkata kami duduk di sisi Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam lalu didatangkanlah satu jenazah mau Dis salati lalu beliau bertanya paling pertama ditanya Apakah dia memiliki utang maka para sahabat mengatakan tidak ada ya Rasulullah maka Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mengatakan Apakah dia meninggalkan sesuatu ada harta ada warisannya mereka mengatakan tidak ada ya Rasulullah lalu Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mensalati jenazah tersebut kemudian didatangkan jenazah yang kedua lalu para sahabat bertanya atau lalu para sahabat berkata Wahai Rasulullah salatkanlah dia Lalu Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tanya apakah dia punya hutang para sahabat mengatakan Iya lalu Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tanya apakah dia meninggalkan sesuatu bisa dipakai bayar hutang itu lantas mereka mengatakan ada sebanyak tiga Dinar dia utangnya terbayar dengan itu maka Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mensalati jenazah yang kedua lalu datangkan jenazah yang ketiga lalu para sahabat berkata Ya Rasulullah salatkanlah dia Lalu nabi na Sallahu Alaihi Wasallam masih bertanya apakah dia meninggalkan sesuatu maka apa dia punya hutang enggak ada apa dia tinggalkan sesuatu kata para sahabat tidak ada ya maka Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam pun mensalati dia ya jadi orang yang ketiga ini Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tanya kepada para sahabat ya apa dia tinggalkan sesuatu maka mereka mengatakan tidak ada lalu beliau bertanya apakah dia punya hutang mereka menjawab ada 3 Dinar maka Beliau berkata salatkanlah sahabat kalian ini ya ini ini orang yang ketiga waktu mau disalati ternyata ada utangnya 3 dirham nabi tanya ada sesuatu bisa dibayar hutangnya enggak ada kata nabi salatkan sahabat kali ini nabi enggak salat Nabi enggak salati Tapi sebelum Nabi pergi Abu kadada sempat mengatakan wahai Rasulullah salatkanlah dia biar aku yang tanggung 3 dirham itu maka Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam pun mensalati orang itu jadi sampai pada tingkat jenazahnya enggak disalati gitu kan hadisnya riwayat Bukhari nomor 2.289 ya ini luar biasa ini dan kita sudah tahu tadi orang yang mati syahid pun tidak akan dimaafkan dosanya tidak akan dimaafkan hutangnya sampai dibayarkan ada hadis riwayat Muslim juga menguatkan itu nomor 1886 kata Nabi Sallallahu alai wasallam yukfaryahidi kambin atau kambin illaddain orang yang mati syahid diampuni semua dosanya kecuali hutang begitu juga kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam selalu berdoa agar terlupas dari utang beliau tidak mau utang sama sekali dan beliau jadikan itu bagian daripada sy yang dianjurkan umatnya membaca terutama sebelum salam di tempat Mustajab doa dikatakan oleh Aisyah bahwasanya Rasulullah wasam selalu beliau rutinkan berdoa dalam salat Allah ya Allah selamatkanlah aku jangan sampai terjerumus dalam perbuatan dosa dan terlitutang kok Kok Anda ini suka sekali atau banyak sekali beristiad berlindung kepada Allah dari telidit utang apa hikmahnya Ya Rasulullah maka nabi wasam mengatakan inak karena orang kalau sudah terlilit hutang maka pasti banyak pembicaranya bicara banyak ucapannya yang diikuti dengan dusta dan kalau dia Berjanji pasti dia akan pungkiri oleh Kara itu Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mengingatkan agar selalu melindung dari itu hadis ini sahih diriwayatkan oleh Imam Bukhari nomor 23397 almuhallab berkata dalam hadis ini terdapat dalil tentang wajibnya memotong segala perantara yang menuju pada kemungkaran apapun yang bisa membawa kita pada dosa besar maka kita potong dari awal Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tidak hutang Tapi sebelum punya hutang agar Jangan nanti terbuka pintu bohong dan buungkiri janji minta supaya tidak terlilit utang mirip dengan Allah mengatakan tentang zina wa takqrab zina Jangan dekati zina sebelum terjadi maka dipotong dari situ kata muhallab dalam hadis ini terdapat dalil tentang wajibnya memotong segala perantara menuju kepada kemungkaran yang menunjukkan hal itu adalah doa Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ketika berlindung dari utang dan hutang sendiri dapat mengantar pada dusta Ibnu qayyim berkata rahimahullah hikmah Kenapa Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam berlindung dalam salat dari utang ini Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Meminta perlindungan kepada Allah dari berbuat dosa dan banyak utang Kar karena banyak dosa akan mendatangkan kerugian di akhirat sedangkan banyak hutang akan mendatangkan kerugian di dunia dan inilah doa yang seharusnya diamalkan oleh setiap muslim baik dia punya hutang atau tidak kalau orang niat ingin membayar Allah mudahkan teman-teman sekalian makanya saya dari awal bilang niatkan kalau Iman darurat hutang niat memang berazam mau membayar karena Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mengatakananaanq ahha istiaah ininutangingutangang akan memingkari perbuatan tersebut o Muna mengatakan tidak saya tetap akan utang tetapi saya utang dengan niat membayarnya karena saya pernah mendengar nabi dan kekasihku Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda Jika seorang muslim memiliki utang dan Allah mengetahui bahwa dia ingin niat melunasi utang tersebut maka Allah akan memudahkan baginya untuk melunasi utang tersebut di dunia hadis ini riwayat Ibnu Majah nomor 23399 dan hadis ini dinyatakan sahih juga dalam hadis yang lain kata nabi Sallahu Al wasallam Innallaha maaddain Hatta yaqdiadainah maam Yakun Fima yakrahullah yakrahullah Allah akan terus bersama menolong orang-orang yang memiliki hutang Ini kalau dia niat ingin membayar sampai dia melunasi hutang tersebut selama hutangnya bukan pada sesuatu yang dilarang oleh Allah hadis riwayat Ibnu Majah nomor 2400 dan teman-teman sekalian sebagai penutup kalau kita mau bayar hutang bayar dengan cara yang baik kalau dulu kita dipinjamkan dengan cara yang sopan bayar juga dengan cara yang sopan kalau perlu dulu ditransfer kita tanya orangnya Ini uangnya sudah ada saya transfer atau saya antar cash balas dengan lebih baik bahkan nabi Alaihi salatu Wasalam pernah utang dengan seseorang dengan keperluan beliau mengambil unta umur 2 tahun Pada saat tiba masa pembayaran Nabi Sallallahu alaii wasallam bilang kepada para sahabat bayarkan hutang saya kepada orang-orang ini orang ini lalu Kemudian beliau suruh sahabat cari di pasar unta umur 2 tahun ternyata para sahabat pulang lalu mereka tidak dapat unta 2 tahun mereka dapat unta umur 7 tahun lebih besar lebih mahal maka Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam sahabat mengatakan Ya Rasulullah kami enggak dapat yang 2 tahun cuma ada 7 tahun ini kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bayarkan saja kasih orang itu jadi dia bayar dengan lebih besar tapi yang bayar lebih besar dianya pemilik hutang kalau orang yang memiliki piutang yang tentukan jadi riba enggak boleh tapi tap dia sendiri yang mau Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bayar 2 tahun dibayar dengan 7 tahun lalu Beliau bersabda dalam Sabda hadis Bukhari nomor 2393 Inna khiarikum ahsanukum qadaa Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian paling besar pahalanya di sisi Allah adalah orang yang paling baik dalam membayar utangnya artinya kalau dia bayar dia berikan yang terbaik kata ulama baik kemasannya baik tata cara berbicaranya apa saja dia berusaha kemas yang terbaik itu akan ada nilai pahala di sisi allah subhanahu wa taala wallahuam ini bahasan kita subhanakallahum wabihamdika asadu alla ilaha illa an astagfiruka wubu ilai wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh [Musik]
Resume
Categories