Kitab Al-Kabair #43: Memutus Tali Silaturahim Kepada Kerabat
6lhtw8rbXUw • 2026-01-14
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu ala taufqihin asadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuiman. Wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh daila ridwan. Allahumma sholli alaihi waa alihi wa ashabih wa ikhwani. Pada pertemuan lalu telah kita bahas di antara dosa besar adalah uqul walidain durhaka kepada kedua orang tua. Ee dan sekarang kita akan bahas bahas dosa besar di bawahnya yang juga masih terkait dengan rahim yaitu babun zikrul qatiah. Bab tentang ee memutuskan silaturahmi tentunya. ee silaturahmi yang paling agung adalah berbakti kepada kedua orang tua dan memutuskan silaturahmi yang paling parah adalah memutuskan silaturahmi dengan kedua orang tua. Hanya saja para ulama membedakan kalau berbuat baik kepada orang tua namanya birul walidain. Adapun kalau berbuat baik kepada kerabat namanya silaturahmi. Silaturahmi. Demikian juga kalau durhaka kepada atau memutuskan silaturahmi dengan kedua orang tua namanya uquka. Kalau memutuskan silaturahmi dengan kerabat namanya ee qatiatur rahim. Qatiah itu memutuskan silatur rahmi. Dan kerabat ada tiga. Kerabat karena nasab yaitu karena hubungan darah. Yang kedua kerabat bil musaharah dengan pernikahan. Dan yang ketiga adalah ee kerabat dengan rada dengan persusuan. Ketiga kerabat ini hendaknya disambung. Namun yang paling utama di antara tiga kerabat ini adalah kerabat dengan nasab. Kerabat dengan nasab. Ya. Maka seorang mengenal nasabnya dalam rangka untuk menyambung kekerabatan dan agar tidak memutuskan silaturahmi. Oleh karenanya dalam silaturahmi ada prioritas. prioritas yang paling utama adalah ring satu yaitu tentunya kedua orang tua kita, kemudian kakak kakek nenek kita, kemudian saudara-saudari kita baik kandung maupun seayah maupun seibu ya ini ring satu. Kemudian tante-tante, om-om dari sisi Bapak maupun sisi ibu ya. Ee kemudian ponakan-ponakan ini semua ring satu. Adapun sepupu ring dua ya secara prioritas dia masih nomor dua ya bukan ring satu. Maka seorang berusaha menyambung mengenal ring satu untuk utama dia sambung kemudian dia berusaha berbuat baik kepada mereka dengan apa yang bisa dia lakukan. Silaturahmi tidak terbatas pada kebaikan tertentu. Semua kebaikan yang bisa kita lakukan bagi kerabat termasuk silaturahmi. Apakah dengan harta, apakah dengan bantuan materi secara umum, apakah dengan nasihat, apakah dengan kunjungan, apakah dengan kata-kata yang baik, apakah dengan memaafkan, apakah semua kebaikan yang kita berikan kepada kerabat adalah silaturahmi. Dan semua hal yang bisa memutuskan hubungan dengan kerabat adalah bentuk memutuskan silaturahmi. Di sini di antara dosa besar adalah memutuskan silaturahmi. Syekh Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullahu taala eh membawakan dalil waqulullahi taala yaitu firman Allah Subhanahu wa taala wama yudillu bihi illal fasikin. Dan Allah tidak menyesatkan dengan perumpamaan tersebut kecuali orang-orang fasik. Yaitu tentang perumpamaan tentang lalat atau nyamuk yang Allah sebutkan pada ayat sebelumnya. Setelah itu Allah sebutkan sifat-sifat orang yang fasik. Kata Allah, "Alladzina yanquzuna ahdallahi min ba'di mitih." Yaitu orang-orang yang membatalkan perjanjian mereka dengan Allah setelah ditekankan perjanjian tersebut. Wqotuna ma amarallahu bihi ayus. Di antara ciri mereka, mereka memutuskan silaturahmi yang diperintahkan untuk disambung. Wufsiduna fil ard. Dan mereka juga melakukan kerusakan di atas muka bumi. Yaitu melakukan kemaksiatan di atas muka bumi. Ulika humul khirun. Mereka itulah orang-orang yang merugi. Ayat ini menunjukkan bahwasanya di antara sifat-sifat orang fasik selain membatalkan janji mereka dengan Allah, selain melakukan kemaksiatan di atas muka bumi, di antaranya adalah memutuskan silaturahmi. Waqtuna ma amarallahu bihi ayusal. Dan mereka ee memutuskan silaturahmi yang Allah perintahkan untuk disambung. Karena dalam surat Ar-Raad ayat Allah sebutkan tentang sifat-sifat penghuni surga. Setelah itu Allah sebutkan sifat-sifat penghuni neraka. Di antara sifat-sifat penguni surga kata Allah Subhanahu wa taala, walladina yiluna ma amarallahu bihibahum hisab. Orang-orang yang menyambung silaturahmi yang diperintahkan untuk disambung. Setelah itu Allah mengatakan janin dan seterusnya. Allah mengatakan bagi mereka surga. Setelah itu Allah sebutkan ciri-ciri penghuni neraka. Amarallahu bihiol. Orang-orang yang memutuskan silaturahmi yang diperintahkan untuk di disambung. Tinggal kita pilih. Mau jadi penghuni surga, sambung silaturahmi. Ingin jadi penghuni neraka jahanam, putuskan silat silaturahmi. Dan betapa banyak di zaman ini terjadi pemutusan silat silaturahmi. Bahkan terjadi salah salah prioritas ya. Betapa banyak orang menyambung hubungan relasi yang baik dengan kawan-kawannya yang tidak ada hubungan kekerabatan sama sekali, tidak ada hubungan nasab, tidak ada hubungan pernikahan, tidak ada hubungan persusuan. Tetapi kerabatnya sendiri, kakaknya, adiknya, dia bertengkar dengan kakak dan adikadiknya dan dia menganggap kalau berkunjung ke temannya kita sambung silaturahmi. Padahal benar secara bahasa Indonesia kita kunjungi teman namanya silaturahmi. Itu secara bahasa Indonesia, tapi secara syari itu bukan silatu silaturahmi. Maka jangan sampai dia menyambung tali persaudaraan dengan sesama teman. ternyata dia memutuskan silatu silaturahmi. Maka ini salah dalam skala prioritas. Maka seorang berusaha dalam hidup ini mencari surga dengan berbagai macam jalan. Di antara jalan utama agar kita bisa masuk surga adalah menyambung silaturahmi. Dan jalan masuk neraka juga banyak. Di antara jalan masuk neraka, putuskan silatu silaturahmi. Ribut aja. Ribut sama kakak, ribut sama adik, ribut sama bapak, ribut sama ibu, ribut sama tante. Ya, ribut aja tinggal masuk nera neraka, tinggal kecemplung ke neraka jahanam. Tib. Jadi di antara sifat-sifat orang fasik adalah memutuskan silaturahmi. Kemudian Allah mengatakan di akhir ayat, "Ulaika humul khirun." Mereka itulah orang-orang yang merugi. Maka jangan sampai seorang merugi di dunia apalagi di akhirat gara-gara tidak sabar akhirnya memutuskan silaturahmi. Dan sering saya sampaikan bahwasanya menyambung silaturahmi butuh kesabaran. Butuh kesabaran. Makanya ketika Allah menyebutkan ciri-ciri penghuni surga dalam surat Arraad, kata Allah, "Walladina yiluna ma amarallahu bihi." dan orang-orang yang menyambung silaturahmi. Setelah itu Allah mengatakan, bimartum. Ketika di surga, malaikat datang menemui penghuni surga dan mengucapkan salam dengan berkata, "Keselamatan atas kalian, atas kesabaran kalian." Atas kesabaran kalian. Isyarat bahwasanya menyambung silaturahmi butuh sabar. Butuh sabar. Sabar dalam mengeluarkan uang, harta untuk kerabat. butuh kesabaran dan sabar untuk tidak terpancing emosi ketika ada ee masalah dengan kerabat. Sabar untuk memaafkan mereka ya. Karena menyambung silaturahmi tidak tidak mudah. Butuh apa? Butuh banyak sabar. Butuh banyak sabar. Namun kesabaran tersebut mengantarkan kepada kesudahan yang indah. Ulaika lahum uqbaddar. Bagi mereka kesudahan yang indah itu surga yang mereka kekal dalamnya. Tib. Jadi di antara dalil bahwasanya mengutuskan seahmi dosa besar adalah Allah mensifati mereka dengan orang fasik. Yang kedua, fasik itu pelaku dosa besar. Kalau pelaku maksiat syar umum disebut al-asi, pelaku maksiat. Tapi kalau fasik itu diitlakkan atau diucapkan atau di di disematkan kepada orang yang melakukan dosa besar. Apalagi di akhir ayat Allah mengatakan ulaika humul khasirun. Mereka itah orang-orang yang merugi di dunia maupun di akhirat. Dalil berikutnya kata al Imam Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullahu taala, walahuma an Jubair bin Mut'im radhiallahu anhu marfuan. Dari Jubair bin Mutim radhiallahu anhuma secara marfu yaitu dari Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "La yadkulul jannata qati rahim." Tidak masuk surga orang yang memutuskan silaturahmi tidak masuk surga. Dan ini ancaman bahwasanya orang memutuskan silaturahmi ada kemungkinan tidak masuk surga. Ya, ancaman kan. Rasulah mengatakan tidak masuk surga orang yang memutuskan silaturahmi. Ini dalil sangat tegas bahwasanya memutuskan silaturahmi adalah dosa dosa besar. Dosa dosa besar karena diancam dengan tidak masuk surga. Kalau diancam tidak masuk surga berarti masuk mana? Masuk nera neraka. Ya, berarti non surga sama dengan nera neraka. Sama seperti istilah jangan bilang orang kafir, bilang nonmuslim. Oke. Muslim nonmuslim. Surga non sur surga. Kalau bilang kafir neraka enggak enggak etis katanya enggak bagus. Ya sudah muslim nonmuslim, surga non surga ini sama. La ykkul jannata qati tidak mau surga orang yang butus silaturahmi. Berarti pemutus silaturahmi non sur non surga. Ya. Ancaman tidak masuk surga ini berarti dosa dosa besar. Dosa besar ya. Maka orang yang ba silaturahmi dia selain mendapatkan ancaman di akhirat dia juga mengalami banyak kerugian. Kenapa? Karena orang menjamu silaturahmi dia akan mendapatkan banyak keberuntungan. Cukuplah sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam ya. Man ahabba an yubsahu fi rizqihi waunsa fiari falyasil rahimah. Siapa yang ingin dilapangkan rezekinya, dipanjangkan umurnya, sambung silaturahmi. Ini Nabi yang memotivasi dan Nabi tidak mungkin bohong. Nabi yang bilang, "Siapa ingin lapang rezekinya, ingin panjang umurnya, sambung silaturahmi." Terbukti orang-orang yang saya kenal yang suka menyambung silaturahmi biasanya rezekinya laang. Biasanya rezekinya lapang. Umurnya dipanjangkan oleh Allah. Harusnya keluar ke tabrak trek. Jadi cuma ketabrak becak, aman tidak jadi mati. Umur dipanjangkan oleh Allah Subhanahu wa taala. Gara-gara apa? nyambung silaturahmi. Dia mau pergi kerja pagi-pagi telepon mamaknya, "Mak, gimana kabar Mak? Sehat, Mak?" Silaturahmi nyambung. Alhamdulillah begitu keluar rezeki lancar, Allah tambah rezekinya. Jadi bukan cuma keuntungan ukhrawi yang Allah janjikan. Bahkan Nabi menjanjikan keuntungan duniawi. Apalagi yang mau kita harapkan dapat keuntungan akhirat, dapat keuntungan duniawi. Kita ini di dunia ini hidup apa? Pengin panjang umur, pengin punya duit banyak. Benar enggak? Benar atau tidak? Antum pengin kawin lagi tapi diam-diam. [tertawa] Saya kita ini pengin apa? Umur panjang, pengin duit banyak. Ini yang waktu kita habis-habisin but ini. Makanya kita itu jaga makan ke dokter kalau sakit sampai keluarin duit banyak supaya umur panjang. Terus kita ini kerja sampai 24 jam. Kadang kurang tidur. Kalau bisa sehari 25 jam kita kerjain ya. Sampai kurang tidur, sampai ini, sampai kerja keras. Banting tulang, dibanting orang semuanya cari apa? Cari duit. Sekarang ada cara yang luar biasa. Ini butuh iman. Kau ingin panjang umur, ingin rezeki lancar, sambung silatu silaturahmi. Ustaz, saya menjemong silaturahmi enggak punya duit. Silaturahmi tidak mesti pakai duit. Kau datang, kau bantu, maafin dia. Ya, kalau diomel-omelin sabar itu nyambung silaturahmi ya. Tidak terpancing, tidak emosi. Allah punya cara ya. Maka dalam mencari rezeki atau ingin panjang umur, ada sebab-sebab duniawi seperti berobat, seperti olahraga, ada sebab-sebab ukhrawi, sebab-sebab agamis yang mungkin terkadang orang lalaikan padahal itu lebih dahsyat. yaitu dengan menyambung silaturahmi. Maka orang yang mutuskan silaturahmi dia rugi. Rugi akhirat dia rugi dunia dia rugi. Makanya benar Allah mengatakan ulaika humul khasirun. Mereka adalah orang-orang yang meru merugi. Mereka orang-orang yang merugi. Dan subhanallah antum coba aja dalam hidup ini jangan silaturahmi semampu antum. Antum punya uang sisihkan sedikit kasih ponakan kirim kue buat kakak, kirim kue buat adik. Kalau enggak punya apa-apa, masih ada masih ada kuota, telepon telepon. Alhamdulillah. Gimana kabar? Video call, lihatin, lihatin, lihatin anak, lihat ponakannya. Menyenangkan hati saudara ya. Alhamdulillah dengan silaturahmi semampu yang kita lakukan pasti ada pasti ada efeknya ya. Tapi orang pelit, pelit, pelit sama keluarga ya akhirnya rezekinya juga mampat. Rezekinya juga apa? Mam mampat. Makanya kalau kebetulan antum hidup lagi ada rezeki, tahu-tahu kakak lagi butuh uang, wah ini kesempatan dapat silaturahmi. Kasih sama saudara dia lagi butuh uang. Kita lagi ada duit tahu-tahu adik butuh uang. Ini kesempatan kita untuk dapat kebahagiaan dunia dan akhirat. lagi butuh uang kita kasih dengan penuh bahagia daripada antum lebih baik antum bantu kerabat daripada antum bantu yang lebih jauh bahkan kerabat didahulukan daripada anak anak yatim coba saya sama antum bantu kakak dan adik lebih utama atau bantu janda hah tanya kok ketawa lebih tahu bantu kakak adik atau bantu janda tergantung jandanya ustaz [tertawa] kakak adik lebih utama kerabat dapat sedekah dan dapat silatu silaturahmi. Enggak usah mikir jauh-jauh sampai mikir jauh-jauh ada kerabat dekat-dekat susah mereka lebih ut lebih utama. Makanya Allah kalau ketika nyebut kerabat Allah mendahulukan kerabat daripada yang lainnya. Seperti firman Allah watidal qurba haqqahu wal miskina wabnil. Berikanlah kerabat haknya. Baru orang miskin baru Ibnu Sabil yang kehabisan rezeki. Kata Allah juga setelah menyeruh berbakti kepada orang tua kata Allah wabidil qurba wal yatama wal masakin wal jariil qurba wal jaril junubiilikum. Allah sebutkan setelah kedua orang tua kerabat baru miskin baru anak yatim yang lain. Kerabat selalu disebutin dulu. Allah mengatakan laisal birujakumal masal magrib wakinal birana billahi akirikabiinba walama wal masakin wabil wabil. Di antara bentuk eh kebajikan adalah waatal maala al hubbihi. Dia memberikan harta yang dia sukai kepada siapa? zawil qurba kepada kerabatnya wal yatama baru Allah sebutkan anak yatim wal masakin baru orang miskin warubi ibn sabil bayangkan kerabat didahukan di luar dan untuk bisa menyambung silaturahim butuh pengorbanan Allah mengatakan waatal maala ala hubbihiwil qurba beri dia memberikan harta yang dia sukai kepada kerabatnya makanya antum kalau ada rezeki kasih yang antum sukai antum suka duit enggak sama saya juga suka Suka kasih itu duit sama keluarga. Antum mau belikan ke rumah kakak ada ada adik ke tante ada keperluan apa ini lagi butuh freezer. Oh iya belikan freezer baru. Jangan kirim freezer. Ini freezer sebenarnya bagus tapi lagi rusak. Belikan yang atau perbaiki dulu baru kasih. Kasih harta yang kita sukai. Bukan yang kita mau buang. Cuma rumah sudah penuh kita kasih ke kakak, ke tante, ke adik gak. Kita kasih harta yang kita sukai. Allah mengatakan waatal maala al hubbihi. memberikan harta yang dia sukai kepada karib kerabat butuh pengorbanan. Butuh pengorbanan. Kalau enggak berkorban, gimana mau nyambung silatu silaturahmi? Kalau antum tidak punya duit sampai Allah ajarin berkata-kata yang baik, apa kata Allah di surat Al-Isra? Kata Allah perintahkan kasih hak kerabat. Kemudian Allah ajarin kalau kau gak punya uang bagaimana? Kalau kau berpaling dari kerabat, di antaranya kerabat misalnya minta uang datang keperluan kau berpaling karena kau tidak punya dan kau punya harapan ada punya rezeki di kemudian hari. Kata Allah, "Faqul lahum qulan maisura." Ucapkanlah kata-kata yang enak didengar. Bilang, "Ma maaf tante. Saya belum punya uang. Mudah-mudahan bulan depan. Doain aja tante. Yang tante ini minta terus. Untung tante punya ponakan seperti saya. Wis [tertawa] ini menyakiti hati tante. Mending enggak usah kasih. Mending gak usah kasih. Kata Allahun minq. Kata-kata yang baik menolak lebih baik daripada sudah kasih sedekah tapi disusulkan dengan kata-kata yang menyakitkan. Jadi mau saya ikhwan, ini pengalaman hidup banyak orang bahwasanya siapa yang menyambut silaturahmi dia akan di dialah mereka yang beruntung di dunia maupun di di akhirat. Makanya dalam hadis yang sahih ketika Rasul sahu alaihi wasallam mengatakan diletakkanlah jisir jahanam sirat alamatni jahanam diletakkan sirat di atas neraka jahanam fayursalu eh fayursalu rahim wal amanah fayqumani ala jambatai sirat maka Allah kirim rahim dan amanah kemudian rahim dan amanah amanah berdiri di samping sirat. Dua sisi sirat. Siapa yang lewat sirat kalau dia suka menyambung silaturahmi dan suka menunaikan amanah, dia akan jalannya lancar. Tapi kalau ternyata dia suka memutuskan silaturahmi dan dia tidak amanah, dia akan dihadang oleh rahim dan amanah. Karena rahim dan amanah nunggu. Si fulan suka nyambung, tambah cepat jalannya. Oh, ini nih mainnya keluar terus gak pernah perhatian sama kakak adiknya. Mau berhenti enggak bisa ini nyamu silaturahmi butuh sabar jangan saya butuh silaturahmi. Saya sering cerita ada kawan dia bilang sama saya, "Ustadz, saya ini kalau kasih hadiah banyak sama kerabat saya, mereka bilang, "Kamu sombong." Sombong. Kalau kasih sedikit pelit, serba salah. Yang satu lagi lapor, "Ustaz, saya ini bantu kakak saya. Kakak saya gak pernah terima kasih." Dia bilang, "Memang kau wajib bantu saya? Bukankah dulu waktu kecil saya yang cebokin kamu? Jadi gara-gara dia pernah cebok, dia tagih sampai tua. Bilang aja sama dia, "Gantian, Kak, saya cebokin kamu biar balas budi." Jadi gara-gara dia pernah cebokin adik, dia ingatin terus adiknya bantu enggak pernah terima kasih. Dia bilang, "Memang itu kewajibanmu. Karena dulu kecil saya yang rawat, saya yang cebokin kamu." Saya bilang, "Sabar nyambung silaturahmi memang kita butuh sabar dan tidak butuh terima kasih mereka. Kita butuh balasan dari siapa? Allah Subhanahu wa taala." Bukan dari manusia. Bukan dari manusia. Maka ikhwan sekalian jangan sampai putuskan silaturahmi. Sabar hidup ini sabar. Di antara sarana pahala paling baik adalah menyambung silaturahmi. Di sini Rasul sahu alaihi wasallam mengingatkan, "La yadkul jannata qati." Tidak masuk surga orang yang memutuskan silaturahim. Ini ancaman ya. Ancaman bisa berarti tidak masuk surga yaitu masuk neraka. Bisa jadi kalaupun dia masuk surga karena kebaikannya banyak tidak akan masuk di awal. Kalaupun dia masuk surga tidak akan masuk di awal tapi ada kemungkinan dia masuk neraka gara-gara dosa ini. Hadis berikutnya. Waqala rahimahullahu taala berkata al Imam Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullahu taala walahuma an Abi Hura radhiallahu taala anhu marfuan. Dan dari Abu Hurairah secara marfu dari Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Innallaha taala khalaqal khalq." Allah menciptakan makhluk. Hatta farag minhum atau far minhum ketika Allah selesai menciptakan makhluk seluruhnya, qat rahim faqalat, maka berdirilah rahim. Rahim ini suatu yang suatu yang abstrak asalnya tapi Allah bisa jadikan konkret. Dan ini banyak dalam syariat seperti Allah mendatangkan kematian. Y maut yaumalqiamah ala hayati kabs kematian didatangkan pada hari kiamat dalam bentuk domba kemudian disembelih antara penghuni surga dan penghuni neraka ya kata Allah hal takrifunahu kalian kenal ini wahai penghuni surga penghuni neraka kami kenal ini kematian kematian asalnya abstrak tapi Allah datang konkret di antaranya seperti siapa yang baca surah Albaqarah dan surah Al Imran, maka akan datang pada hari kiamat amalan yang kita baca qiraat asalnya abstrak. Tapi Allah bisa datang dalam bentuk konkret seperti dalam alam barzakh. Maka datang amal saleh dalam bentuk seorang yang tampan, baju yang indah, sangat wangi. Maka penghuni kubur berkata, "Man anta?" Siapa engkau? Fawajhukalladzi yubasyiru bilhair. Wajahmu yang mengisyaratkan tentang kebaikan, memberitakan tentang kabar baik. Kata orang tersebut, "Ana amaluk saleh." Aku adalah amal salehmu. Aku adalah salatmu, ibadahmu, baca Quranmu, silaturahmimu. Jadi terkadang Allah rubah suatu yang ee abstrak menjadi konkret. Demikian juga ketika hari kiamat kelak ketika ditimbang. Ada yang sebagian ahlul bid menolak timbang. Apa yang boleh ditimbang? Amal semua abstrak. Allah bisa rubah jadi konkret terserah Allah. Allah konversikan jadi suatu yang konkret kemudian Allah timbang. Bisa saja semuanya terserah Allah Subhanahu wa taala. Maka ini dalil rahim datang kemudian berbicara kepada Allah. Sebagaimana saya katakan tadi, pada hari kiamat kelak rahim akan datang menanti di sirat. Maka rahim berkata, "H maqamul aidzi bika minalqiah." Ini tempat saya berlindung kepada engkau dari pemutusan silaturahmi. Qala naam kata Allah, "Benar itu benar kau berlindung kepada Allah atas pemutusan silaturahmi itu dia diputuskan." Kata Allah, "Amard asi, apakah kau suka wahai rahim kalau aku menyambung orang yang menyambungmu?" "Dan aku akan memutuskan orangemutuskan engkau." Qat bala kata rahim, "Tentu ya Allahaki." Kalau gitu seperti itulah yang yang sebagaimana kau harapkan akan aku berikan. Perhatikan di sini kata Allah, "Ama tardina an asil man wasolaki." Maukah? Sukakah engkau jika aku menyambung orang yang menyambungmu? Kata para ulama di sini umum. Allah akan menyambung segala bentuk kebaikan bagi orang nyambung silatu silaturahmi. Wa aq man qotaki. Dan aku akan mutuskan orang memutuskanmu. Itu Allah akan memutuskan dari banyak kebaikan. Allah memutuskan banyak kebaikan dari orang yang memutuskan silat silaturahmi. Jadi semangat kita untuk nyambung silaturahmi. Karena kalau kita nyambung, Allah nyambungin kita. Nyambung kita dengan apa? Dengan kebaikan. Kebaikan apa? Allah yang lebih tahu. Mungkin hidayah, mungkin kesehatan, mungkin ee apa kayak kebahagiaan. Kita enggak tahu ya. Pokoknya sambung aja nanti Allah menyambung kebaikan dengan kita. Semua perkara di tangan Allah Subhanahu wa taala. Hati-hati jangan sampai memutuskan. Siapa yang memutuskan maka diputus oleh Allah subhanahu wa taala. Qala Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Kemudian rasul sahu alaihi wasallam berkata, "Iqrau inum." Kalau kalian mau bacalah firman Allah, "Fahal asaitum in tawallaitum an tufsidu fil ardhi tuqatiu arhamakum." Apakah dalam Al-Qur'an dalam surat Muhammad ayat 22 eh dan lanjutnya ayat 23? Ulaikalladinaahumullah wahahum absahum. Kata Allah, "Apakah sekiranya jika kalian berkuasa lantas kalian melakukan kerusakan di atas muka bumi itu dengan bermaksiat, melakukan kerusakan semuka bumi." Watq arhamakum dan kalian mutuskan silaturahmi. Ulaikalladzina laanahumullah. Mereka itulah orang-orang yang dilaknat oleh Allah. Wa asomahum faasommahum. Allah membuat mereka tuli. Wa absarahum. Dan Allah membuat mereka buta. Di antara dampak dari memutuskan silaturahmi adalah Allah cabut hidayah. Makanya Allah mengatakan kalau kalian bisa jadi kalian berkuasa, kalian melakukan kemaksiatan. Watq arhamakum dan kalian memutuskan silaturahmi. Kata Allahikalladina laanahumullah. Mereka itu dilantat oleh Allah. Ini dampak buruk pertama dilaknat. Apa maknanya dilaknat? Dijauhkan dari rahmat Allah. Orang sudah tidak dirahmati Allah repot. Yang kedua, faasah. Allah bikin mereka tuli. Allah berikan bikin mereka buta. Yaitu mereka susah mendapat hidayah. Makanya terkadang orang but silaturahmi hatinya hatinya keras dikasih tahu susah. Ternyata kita teliti-teliti sebabnya dia memutuskan silat silaturahmi. Ternyata dia ribut sama orang tuanya. Ternyata dia tidak menghormati orang tuanya. Ternyata dia suka menyakiti hati kakak dan adiknya. Ternyata dia sombong terhadap tante dan omnya. Mentang-mentang. Di antara sebab ini Allah mengatakan tadi, "In tawallaitum. Kalau kalian berkuasa orang berkuasa bisa membutuhkan silaturahmi. Bisa orang yang punya kekuasaan dengan hartanya, dengan jabatannya bisa lupa diri akhirnya malah memutuskan silatu silaturahmi." Maka di antara dampak buruk dari memutuskan silaturahmi dilaknat oleh Allah, ditutup jalan hidayah. Faahum abs maka dibuat tuli dan dibuat buta. Artinya tuli tidak bisa mendengar ayat-ayat Allah. Buta tidak bisa melihat tanda-tanda yang Allah berikan. Dinasehhati enggak dengar. Masuk telinga kanan keluar telinga kiri terkadang enggak masuk. Belum masuk sudah mental. Sehingga susah dikasih tahu. Susah di ada orang seperti susah dikasih tahu. Sombong, angkuh, congkak, dan yang lainnya. Oleh karenanya ee seorang waspada jangan sampai dia memutuskan silaturahmi karena silaturahmi adalah dosa dosa besar dan sebab masuk neraka jahanam. Tib. Kita lanjut bab berikutnya. Babun azal jar. Babetangga. Azal jar mengganggu tetangga. Waqulullahi taala. Kemudian al Imam Al Muhammad bin Abdul Wahab. Muhammad bin Wahab membawakan ayat wal jariil qurba wal jaril junubi washibi bil jambi. Dan seterusnya yaitu Allah suruh untuk berbuat baik kepada kerabat. Ya Allahba. Setelah itu Allah juga suruh berbuat baik kepada tetangga dekat, tetangga jauh. Allah sebut dalam Al-Qur'an tetangga dekat maupun tetangga jauh. Ee di antara amal saleh yang sangat dianjurkan adalah berbuat baik kepada tetangga. Ya, berbuat baik kepada tetangga. Makanya Rasulullah mengatakan, "La yazalu Jibril yusini bil jar hattaantu annahuituhu." Senantiasa Jibril datang kepadaku dan berwasiat kepadaku untuk berbuat baik kepada tetangga. Itu Jibril datang berulang-ulang. "Wahai Rasulullah, berbuat baiklah kepada tetangga." Wahai Rasulullah, perhatikanlah tetangga. Wahai Rasulullah, jangan mengganggu tetangga." Berulang-ulang. Sampai saya menyangka saking Jibril berulang-ulang nyampaikan tentang tetangga, saya menyangka sayuwuaritsuhu. Jangan sampai datang syariat Jibril bawa, bawa syariat baru bahwasanya tetangga termasuk ahli waris. Tapi ternyata tetangga bukan ahli apa? Waris. Tapi karena sering berulang-ulang Nabi hatta donantu sampai saya menyangka ini bakalan dijadikan ahli waris. Karena begitu sering diwasiatkan oleh Jibril untuk kita berbuat baik kepada tetangga. Oleh karenanya kita dalam hidup ini berusaha mencari pahala dari segala sisi. Kita cari pahala dengan beribadah kepada Allah. Kita cari pahala dengan berbuat baik kepada kerabat. Dan jangan lupa di antara sebab masuk surga adalah berbuat baik kepada tetang tetangga. Dalam hidup ini kita berusaha cari pahala kepada setiap orang yang kita temui. Bagaimana saya dapat pahala dengan interaksi dengan ee tetangga? Bagaimana saya dapat pahala dengan interaksi dengan pembantu? Bagaimana saya dapat pahala dengan interaksi dengan spopir? Bagaimana saya dapat pahala interaksi dengan guru, dengan murid? Bahkan bagaimana saya dapat pahala berinteraksi dengan orang yang menzalimi saya. Kita berpikir hidup ini cuma sebentar. Selama kita bisa optimal dapat pahala dari segala sisi, lakukan. Lakukan. Sering orang bilang kita ketika bermuamalah gimana cari uang dari dia? Gimana bisa meres dia se habis. Sekarang itu kalau kita cari dunia. Tapi kalau kita pikir akhirat kita berpikir sebaliknya. Gimana saya bisa dapat pahala dengan interaksi dengan dia? Ya, makanya di antara wasiat Nabi kepada Jarir bin Abdillah, Jarir bin Abdillah Albajali, Annushu likulli muslim. hendaknya engkau berbuat nasihat kepada setiap muslim, itu berbuat yang terbaik kepada setiap muslim yang kau temui. Siapapun muslim tersebut, laki, perempuan, tua, muda, anak-anak, orang besar, maka karena hidup kita ini cuma sebentar, kemampuan kita juga terbatas. Berusaha kita curi pahala dari segala sisi. Ketemu anak kecil gimana cari pahala dari anak kecil? Ketemu tetangga gimana cari pahala dari dengan interaksi dengan tetangga? Maka di antara sebab yang mungkin membuat kita bisa masuk surga adalah berbuat baik kepada tetangga. Sampai Jibril berwasiat berulang-ulang untuk berbuat baik kepada tetangga. Dalam ayat ini Allah Subhanahu wa taala memerintahkan kita untuk berbuat baik setelah kepada kerabat. di antaranya kepada wal jar wal jari qurba wal jaril junubi. Kepada tetangga dil qurba yang dekat dan kepada tetangga yang jauh. Apa makna tetangga dekat, tetangga jauh? Ada khilaf di kalangan para ulama. Sebagian ulama memandang namanya tetangga dekat itu dekat secara fisik rumahnya. Rumahnya dekat. Apalagi jar alulasik itu rumahnya berdempetan tetangga sebelah sebelah rumah. Ini tafsiran pertama. Tafsiran kedua yang dimaksud dengan jari lidbait itu tetangga yang punya hubungan kekerabatan. Mungkin rumah dia 10 di samping kita atau 15, tapi dia kerabat. Ada hubungan kekerabatan. Ini tafsiran kedua. Wal jari al junubi. Dan tetangga jauh. Sebagai menafsirkan yaitu secara posisi dia jauh. Jauh. Mungkin dia 10 pintu dari rumah kita. Ada rumah-rumah yang sebelum dia itu namanya tangga jauh. Dan ada yang mengatakan wal jariil qurba eh wal junubi maksudnya tetangga yang tidak punya hubungan kekerabatan. Dari sini para ulama membagi tetangga ada tiga. Tetangga yang punya tiga hak. Tetangga yang punya tiga hak adalah tetangga sekaligus kerabat. Dia punya hak sebagai seorang muslim, tetangga muslim dan kerabat. Dia punya hak sebagai seorang muslim dan dia punya hak sebagai tetangga dan dia punya hak sebagai kera kerabat. Yang kedua, tetangga muslim tetapi tidak ada hubungan kerabat. Maka dia punya hubungan hak sebagai seorang muslim dan punya hubungan hak sebagai teta tetangga. Yang ketiga, tetangga kafir. Dia punya satu hak, yaitu hak sebagai tetangga. Ketiga-tiganya punya hak. Oleh karenanya dalam ee al-adabul mufrad, Abdullah bin Amr bin Ash radhiallahu anhuma pernah menyuruh bagi-bagi makanan kepada tetangga. Setelah itu dia cek, dia tanya kerabatnya, "Sudahkah kalian memberikan makanan tersebut kepada Jaruna alyahudi?" Tetangga kita Yahudi sudah kasih belum sama tetangga kita Yahudi? Sungguh saya mendengar Rasul sahu al wasallam bersabda, "La yazalu Jibril yusini bil jarantu annahuu." Jibril senantiasa mewasiatkan kepadaku untuk berbuat baik kepada tetangga sampai kata Rasulullah, "Aku menyangka Jibril bakal menjad bakalan menjadikan tetangga sebagai ahli waris." Dipahami oleh Abdullah bin Amr bin Ash bahkan tetangga Yahudi punya hak untuk kita baikin. Kalau punya bikin makanan, kirim juga kepada tetangga Yahudi karena dia punya hak. Bagaimana lagi tetangga yang dekat dengan punya hubungan keke kekerabatan. Oleh karenanya, ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah Subhanahu wa taala, secara umum kita hidup bertetangga. Siapa yang dimaksud dengan tetangga? Tetangga tidak ada nas yang tegas menyebutkan tentang definisi tetangga. Tetangga adalah orang yang sekian rumah dari sebelah kananmu, sebelah kirimu enggak ada. Oleh karenanya para ulama khilaf tentang makna tetangga. Ada yang mengatakan tetangga adalah 40 m sebelah utara, 40 m sebelah 40 rumah sebelah utara, 40 rumah sebelah selatan, 40 rumah sebelah timur, 40 rumah sebelah baat. Ada yang mengatakan tetangga yang kau sama-sama mendengar azan dari satu masjid. Semua yang dengar azan namanya tetangga. Kalau zaman dulu iya tet masjid azan enggak pakai mik. Kalau sekarang kejauhan tetangganya terlalu jauh. Ada yang mengatakan, "Tetangga adalah yang kau salat satu masjid dengan dia." Dan ini saya rasa yang paling tepat yaitu satu masjid selama dia salat sama kamu di masjid berarti dia rumahnya sekitar situ. Tentunya meskipun tetangga banyak yang paling utama adalah yang paling dekat. La yukallifulahu nafsan. Allah tidak men luar kemampuan. Fattaqulahum. Bertakwalah semampu kita. Kalau kita punya kue banyak bagi semua tetangga. Tapi kalau cuma sedikit tetangga yang terdekat. Pintu pertama, pintu kedua, pintu ketiga, sudah habis, selesai? Ya sudah. Yang penting ada perhatian kepada tetangga. Kemudian al Imam Muhammad Abdul Wahab rahimahullah membawakan hadis berikutnya. Kata beliau, "An Abi Syuraih radhiallahu anhu marfuan dari Nabi sallallahu alaihi wasallam. akirukahu. Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat maka muliakanlah tamunya. Akhirsin jari. Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, berbuat baiklah kepada tetangganya. Waman yuhi walumil akhir falyaklirasmut. Siapa yang beriman kepada Allah hari akhirat, maka ucapkanlah yang baik atau diam. Di sini ee Nabi sallallahu alaihi wasallam membuka hadis ini dengan sabdanya, "Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat." Karena untuk menerapkan perkara-perkara ini butuh iman dan butuh iman kepada Allah dan butuh iman kepada hari akhirat. Kenapa? Hari akhirat adalah hari pembalasan yaumuddin. Kalau tidak ingat balasan di akhirat, sulit mengamalkan hadis ini. Pertama kata Nabi, "Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, muliakan tamu." Kalau ada tamu kita muliakan, kita berharap ganjaran dari siapa? Allah. Dan kita berharap ganjaran di akhirat. Makanya Nabi bilang, "Beriman pada hari akhirat. Ada tamu kita muliakan, kita jamu dengan baik ya, kita sambut dengan apa?" baik. Kalau tamu kita pakai baju yang bagus, sambut dia, dia merasa dihormati, kita hidangkan makanan. Jangan ketemu dia pakai kos oblong, robek-robek. Ya, seakan-akan kita tidak menghargai dia. Kemudian cuma beli gorengan aja selesai. Ya, kalau bisa kita jamu dengan baik dan kita berharap ini diganti di mana di a akhirat. Maka butuh iman bahwasanya ini semua ada pahalanya. Kalau enggak pelit sama tamu. Ada kawan dulu cerita ketika bertamu di rumah seorang mahasiswa mungkin dia gak punya uang musim panas. Kemudian tamu datang ini orang tidak nyala-nyalakan AC karena bayar listrik mahal sehingga orang kepanasan dan dia tidak mau nyalakan AC. Orang gini-gini dia tidak nyalakan AC karena listrik mahal. Listrik mahal. Ya, mungkin dia enggak bisa bayar, kita kasih uzur. Tapi maksud saya apakah harus sampai seperti itu? Ya, ya. Selama kita mampu, kalau ada tamu dari jauh, hari pertama, hari kedua, hari ketiga, kita jamu. Kalau kita enggak menyuang, hari keempat kita bilang, "Mohon maaf saya enggak bisa jamu lagi." Boleh. Boleh. Hari keempat kita bisa usir dengan halus. Boleh. Kalau enggak mau sudah, karena kewajiban sunah cuma sampai 3 hari. Kalau punya kemampuan lebih dari itu, silakan. Kalau enggak hari keempat sudah kita sibuk, punya kesibukan ya harus dia harus ngerti juga. Makanya sunah itu seimbang. Tidak juga nyuruh dia dijamu sampai berbulan-bulan. Enggak. 3 hari karena seorang masing-masing punya pri privasi. Punya privasi ya. datang dari jauh minta dijamu, kita jamu setelah 3 hari masih lanjut hari keempat mungkin hari kelima dia pulang ternyata 1 bulan yang dia tempat ini tidur di ruang tamu. Kalau ada tamu gimana bertamu di mana? Ya kadang tamu juga kadang kurang pengertian tapi intinya kita ketika berbaik berharap rida Allah subhanahu wa taala. Kemudian kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, akir jari ini. Siapa beriman kepada Allah dan hari akhirat berbuat baiklah kepada tetang tetangga. Ihsan ilal jar. Berbuat baik kepada tetangga. Di sini Rasulullah tidak menyebutkan dengan berbuat baik tertentu. Oleh karenanya bebas apa saja yang merupakan kebaikan bisa kita lakukan. Minimal senyum, minimal tegur. Sekali-sekali ada kita pulang dari luar kota, bagi kue mungkin setahun dua kali sudah cukup ya. setiap bulan juga kebanyakan. Artinya untuk berbuat sama tetangga. Sekarang orang cuek dengan hal tersebut. Orang hidup sendiri-sendiri tidak peduli dengan apa? Tetangga lah. Kita ingin hidupkan sunah. Kita kan safar sering sekali kita safar bawa kue bagi-bagi. Saya pulang dari Jogja bawa apa? Kue Jogja bagi-bagi. Ada 20 tetangga kasih semua. Enggak apa-apa. Mau diterima enggak terima enggak urusan. Kasih aja. Enggak ada bosnya kasih pembantunya ya gak apa-apa. Nanti 6 bulan kemudian bagi lagi dua kali setahun, tiga kali setahun cukup. Kita sudah berbuat baik sama tetangga. Sampai Nabi sallallahu alaihi wasallam begitu memotivasi kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, tabakta marakatan faaksir maaha. Kalau engkau sedang masak gulai atau masak makanan yang ada kaldunya, banyakkanlah airnya. Kalau kau punya uang sedikit, cuma bisa beli daging sedikit, banyakin apa? Airnya. Bagi-bagi airnya. meskipun daging yang sedikit-sedikit agar bisa dirasakan oleh tetangga. Kenapa kita sudah ganggu tetangga dengan aroma? Kita sudah masak kar ini siapa yang masak ini? Ah, kita kasih. Meskipun kuahnya [tertawa] ada dagingnya sedikit. Suruh digali dalam insyaallah ada dagingnya. Maksudnya Nabi ngajarin jangan pelit. Kalau memang kau enggak punya daging, ya semampunya. Perbanyak airnya kasih. Kalau punya daging banyak, kasih banyak-banyak ya. Kalau enggak punya ini maksudnya Rasulullah mengisyaratkan berbuat baik sama tetangga jangan tunggu banyak dulu. Semampunya saat dia kasih dimulai dari yang sedikit-sedikit. Kemudian Rasulullah mengajarkan tetangga yang dikasih dia hendaknya terima. Jangan bilang apaan sih? Cuma kasih gini. Jangan sombong terima. Dia sempat mikirin kamu. Makanya dia waktu masa kasih banyak micin [tertawa] kirim ke kamu. Minimal dia udah mikirin kamu. Ya sudah enggak ada masalah. harus terima hadiah meskipun kelihatannya sedikit berarti dia perhatian. Dia mikirin kamu tuh sudah luar biasa. Mana tetangga mikirin kita? Ya, oleh karenanya Rasulullah ngajarin untuk berbuat baik kepada tetangga. Kalau kita pulang kemudian lagi bawa rambutan, kemudian tetangga lihat, kebetulan dia sudah lihat kasih. Jangan tutup. Tutup tutup tutup. Sudah. Ini tadi terlanjur cium. Kita kasih dia terlanjur lihat. Kepingin kasih aja. Kalau dia bilang, "Enggak usah, enggak usah, enggak usah, ya sudah alhamdulillah enggak usah kasih-kasih aja. Dapat pahala butuh kita ini butuh pahala. Enggak tahu sedekah kita mana yang diterima oleh Allah, hadiah mana dari kita yang diterima oleh Allah subhanahu wa taala. Ya, saya cerita teman, dia baru pindah rumah, dia parkir dilihat sama tetangganya, Pak, jangan parkir di sini. Dikit-dikit diomelin, sedikit diomelin. Besok-besok dia kasih hadiah banyak. Selesai. Enggak pernah diomelin lagi. Manusia lemah ya. Ahsin ilanasi tastbit qulubahumu. Berbuat baiklah kepada manusia. Kau akan menawan hatinya. Coba aja. Enggak usah dibantah, Pak. Gini aja ngomel. Saya cuma parkir sebutan. Enggak usah dibantah. Makasih, Pak. Iya, Pak. Besok bawain coklat dari Dubai. [tertawa] Insyaallah. Ih, dia juga namanya manusia dikasih jadi pewok-besok, "Pak, masyaallah Pak sudah ke mana, Pak? Siapa? Jadi enggak usah dibalas dengan omelan sudah kasih hadiah. Manusia punya sifat kalau diberi dibaikin dia akan baik." Tiib. Yang terakhir akhir falak khairasmut. Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhirat ucapkan baik atau di diam. Ini semua butuh iman kepada hari akhirat. Kalau kita enggak mikirin akhirat, kita malas. Ngapain ngurusin tetangga? Saya juga sibuk, dia juga sibuk. Enggak, enggak ngurusin. Tapi kalau kita ingat akhirat, kita akan mikirin tetangga. Hadis berikutnya. Wali Muslim an Abi Hurairat radhiallahu anhu marfuan, wallahu la yukmin. Wallahu la yukmin, wallahu la yukmin. Wallahi la yukmin, wallahi la yukmin. Wallahi la yukmin. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Demi Allah tidak beriman. Demi Allah tidak beriman. Demi Allah tidak beriman. Qila man ya Rasulullah?" Siapa yang tidak beriman? Rasul ulang sampai tiga kali. Sahabat heran. Wallahi la yukmin. Demi Allah tidak beriman. Demi Allah tidak beriman. Demi Allah tidak beriman. Siapa Rasulullah? Sampai Rasulullah sumpah tiga kali. Qala alladzi laanu jaruhu bawaqohu. Tidak beriman adalah orang yang tetangganya tidak merasa aman dengan gangguannya. Albawaq alhawail wasurur. Tidak merasa aman dengan gangguannya. Mau tidur ribut kanan kiri teriakan-teriakan. Muter TV keras-keras jam 12.00 malam ketuk duk duk duk. Apa enggak ada kerjaan? Enggak bisa siang hari. Ya, karaoke, dangdutan. Saya tinggal di kompleks sekarang. Masyaallah. Kalau malam minggu orang dangdutan sampai pagi. Ya Allah, susah kita mau tidur. Mending kalau suaranya enak ganggu. Ini lagu yang saya tidak sukai lagi. [tertawa] Kalau lagu yang saya sukai bahaya. Alhamdulillah lagunya saya tidak suka. Saya tidak jadi tidak ada nostalgia buruk ya. Subhanallah orang enggak bisa tidur terganggu suara bising ya ada orang sakit ya ini mengganggu tetangga. Kemudian apalagi sebagian tetangga kalau beli dulu zaman dahulu kalau beli kaset baru pengin semua orang dengar diputar keras-keras. Ya Allah. Iya sekarang mungkin kurang karena semua orang dulu setiap ada lagu baru putar keras-keras mengganggu tetang ribut sana ribut sini sampah taruh di luar bawa ke mana-mana. ee bersih-bersihkan rumah, airnya ngalir ke rumah ke ruang areal tetangga ganggu gibahin tetangga subhanallah ganggu lisan, ganggu apa semua diganggu. Ada kemarin nanya, "Ustadz, saya pernah salah ustaz sama tetangga." Jadi saya punya pohon sampai lari ke tetangga. Akhirnya tetangga marah, akhirnya saya potong. Sekarang, Ustaz, ada kotoran hewan. Dia lempar ke pekarangan saya. Ini pernah [tertawa] saya bilang sabar. Gimana ustaz ya? Sudah kau minta maaf kasih hadiah. Mudah-mudahan dia enggak lempar lagi kotoran ya. Besok lempar kue kamu. Ya, ambil hatinya. Enggak usah dilawan, enggak usah r ribut ya. Karena saya bilang musuh sama orang dekat tuh enggak enak. Kalau saya sering sampaikan kalau kita punya musuh di Amerika enggak ada masalah. Ribut-ribut jarang ketemu. Tapi kalau musuh sekantor tiap hari ketemu. Kalau musuh serumah apalagi. Musuhan sama istri menderita. Makanya jangan pernah bermusuhan sama istri. Menderita karena tiap hari ketemu apalagi cuma satu. Menderita [tertawa] musuh sama tetangga juga enggak enak. Tiap hari lihat jadi hati deg-degan jengkel apa enak hidup se. Mending kita damai. Damai perlu mengalah. Iya perlu mengalah karena Allah. Kasih kue dia ngom jangan digubrisi. Kasih kue kasih hadiah. Dijawab enggak? Kita sapa dia enggak jawab nanti bulan depan coba lagi. Ya J kayak gitu namanya tetangga mau diapain. Kecuali kita mau pindah rumah ribut enggak ada masalah. Saya punya kawan saking jengkelnya dia pindah rumah, dia cerita, "J, dia ada masjid, bangun masjid minta bantuan sama dia. Dia dia bantu masjid dari awal sampai akhir." Dia bilang, "Pak, ini masjid ya, Pak ya. Ini buat semua ya, Pak. Semua boleh ngisi, Pak." Ya, teman-teman sunah juga ngisi. Oh, iya. Ya, tenang aja, tenang aja, Pak. Semua begitu dia bangun selesai, dia lagi jalan-jalan peresmian diresmikan sama salah satu organisasi diambil, dikasih plat. Dia enggak kuat, dia pindah rumah. karena sakit hati tetangganya berkhianat. Uang sudah dia keluarkan bangun masjid ternyata diambil dicaplok oleh salah satu ee kelompok tertentu. Dia enggak kuat. Saya bilang, "Saya pindah rumah, Ustaz." Enggak kuat. J karena kalau kita musuhan sama tetangga enggak enak. Kalau musuhan sama orang jauh ya sudah enggak ada masalah. Makanya jangan sekali-sekali musuhan sama siapa tadi? Istri. Jangan. Antum yang menderita dan antum pasti kalah. Gimana mau ngalahin mak-mak? Enggak bisa. Makanya enggak usah berantem, ngalah aja. Tayib. Jadi Rasulullah mengatakan tidak beriman, tidak beriman, tidak beriman. Ancaman tidak beriman. Siapa dikira orang tidak beriman itu mungkin orang yang berzina, orang yang merampok? Tidak. Ternyata yang Rasulullah bersumpah tidak beriman tiga kali adalah yang tetangganya tidak merasa aman dengan gangguannya. Wali Tirmidzi wahasanahu an ibni Amr radhiallahu anhuma marfuan. Imam Tirmidzi meriwayatkan dan dia menghasankan riwayat ini dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiallahu anhuma. secara marfu dari Nabi sallallahu alaihi wasallam. Rasulullah bersabda, "Khairul ashaballahihi." Sebaik-baik kawan di sisi Allah adalah yang terbaik bagi kawan-kawannya. Wirul jironiallahir dijari. Sebaik-baik tetangga di sisi Allah yang terbaik bagi tetangganya. Ini penting. Kita hidup ini mencari alkhairiyah. Kita pengin terbaik di sisi Allah. Karena kalau kita terbaik di sisi Allah, kita akan mendapatkan surga dengan level yang terbaik. Maka berusahalah menjadi terbaik. Di antara salah satu sarana untuk menjadi terbaik di sisi Allah adalah terbaik bagi sahabat. Misalnya kita sahabat 20 orang nih, kita terbaik di antara mereka. Gimana caranya? Ya, ya saling saling berusaha terbaik di antara mereka yang menasihati, yang membantu, yang lainnya. Sehingga kalau di antara ini yang terbaik, maka ini terbaik di sisi Allah Subhanahu wa taala. Dulu ada Abu Umayyah, bapaknya ee Ummu Salamah terkenal disebut dengan Zadur Raqab. Kalau dia bersafar, kata dia, "Tidak boleh orang keluar uang, saya yang tanggung semuanya. Enak kalau punya teman kayak gitu, safar terus sama dia. Ini teman terbaik. Mau safar tiket dia yang bayarin, hotel dia yang bayarin, makan dia yang bayarin. Ini terbaik. yang kita tidak suka dia bayarin dia ini terakhir kemudian dia kasih nota tagihan. Nah, ini yang [tertawa] di antara cara kita menjadi terbaik jadi terbaik di antara kita punya kawan-kawan perhatian sama teman nasihat. Ketika kita terbaik di antara mereka terbaik di sisi Allah di antaranya sarana kita menjadi terbaik Allah terbaik di antara tetangga ya. Ente bersaing ente punya tetangga misalnya apa tonh house mungkin isi 20 30 rumah. Saya ingatan, siapa yang terbaik di antara 30 rumah ini, saya yang terbaik agar saya terbaik di sisi Allah. Caranya gimana? 3 bulan sekali kirim kue, belum tentu dilakukan oleh yang lainnya. Iya. Enggak ada tetangga kirim antum kue setahun tiga kali. Belum tentu. Belum tentu kan antum bisa 30 kan cuma modal berapa sih? Antum beli apa coba? Keripik keladi dari Sorong. Kerik 30 kirim apaan nih? Ini keripik keladi enggak ada di dunia kecuali di Sorong. Misal enak ya. Sudah tiga kali setahun sudah jadi terbaik. Ketika Allah lihat kau yang terbaik level tinggi di surga. Karena ini salah satu sunah yang dilupakan oleh banyak orang. Masing-masing oleh kota besar hidup sendiri-sendiri. Tapi kalau dekat tetangga kadang ribut di antara tetangga. Kita pengin terbaik di antara tetangga. Sabar kalau diomelin, sabar kalau dihina. Kalau punya kelebihan kasih sama tetangga. Sehingga ketika antum terbaik di antara tetangga, antum terbaik di sisi Allah Subhanahu wa taala. Hadis berikutnya, wafil mustad wasil hakim ibni ibnu umar radhiallahu anhuma marfuan ayuma ah ayuma ahlu arin asbaha fihim umrun jaiun faqad bariat minuatullah. Penduduk negeri mana suatu lokasi yang ternyata ada di antara lokasi tersebut tetangganya yang lapar maka Allah telah berlepas diri dari mereka. Wafia sahih Hakim an ibni Abbas radhiallahu anhuma. Makna yang sama dengan seperti ini. Rasulullah bersabda, "Laisal mukmin alladzi yasbu waaruhu jai." Bukanlah seorang mukmin yang dia kenyang sementara tetangganya kela kelaparan. Hati-hati jangan sampai ini kewajiban antum sudah bertetangga, antum punya kewajiban terhadap tetangga. Cek-cek jangan sampai antum makan kekenyangan dia kela kelaparan. Cek cek. Kalau tetangga antum kaya semua ya alhamdulillah. Tapi tetang tidak semua tetangga kita orang kaya. Ada yang miskin jangan sampai antum kekenyangan dia kela kelaparan. Wafi riwayatin la yminu man bata syaba'an wajaru thwin. Tidak beriman orang yang tidur dalam kondisi kenyang sementara tetangganya la lap la lap lapar. Ini ancaman. Berarti ketika antum jadi tetangga, otomatis antum punya kewajiban terhadap tetangga. Sama seperti antum menikah, otomatis antum punya kewajiban terhadap istri, terhadap anak. Ketika antum tinggal di suatu tempat, otomatis antum punya kewajiban terhadap tetangga. Di antaranya jangan sampai antum tidur kekenyangan, tetangga antum kela kelaparan. Bab demikian saja ee apa yang saya sampaikan. Wabillahi taufik wal hiidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Resume
Requeue
Categories