Kitab Al-Kabair #43: Memutus Tali Silaturahim Kepada Kerabat
6lhtw8rbXUw • 2026-01-14
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu
ala taufqihin asadu alla ilahaillallah
wahdahu la syarikalahuiman.
Wa ashadu anna muhammadan abduhu wa
rasuluh daila ridwan. Allahumma sholli
alaihi waa alihi wa ashabih wa ikhwani.
Pada pertemuan lalu telah kita bahas di
antara dosa besar adalah uqul walidain
durhaka kepada kedua orang tua. Ee dan
sekarang kita akan bahas bahas dosa
besar di bawahnya yang juga masih
terkait dengan rahim yaitu babun zikrul
qatiah. Bab tentang ee memutuskan
silaturahmi
tentunya.
ee silaturahmi yang paling agung adalah
berbakti kepada kedua orang tua dan
memutuskan silaturahmi yang paling parah
adalah memutuskan silaturahmi dengan
kedua orang tua. Hanya saja para ulama
membedakan kalau berbuat baik kepada
orang tua namanya birul walidain.
Adapun kalau berbuat baik kepada kerabat
namanya silaturahmi. Silaturahmi.
Demikian juga kalau durhaka kepada atau
memutuskan silaturahmi dengan kedua
orang tua namanya uquka.
Kalau memutuskan silaturahmi dengan
kerabat namanya ee qatiatur rahim.
Qatiah itu memutuskan silatur rahmi. Dan
kerabat ada tiga. Kerabat karena nasab
yaitu karena hubungan darah. Yang kedua
kerabat bil musaharah
dengan pernikahan. Dan yang ketiga
adalah ee kerabat dengan rada dengan
persusuan. Ketiga kerabat ini hendaknya
disambung. Namun yang paling utama di
antara tiga kerabat ini adalah kerabat
dengan nasab. Kerabat dengan nasab. Ya.
Maka seorang mengenal nasabnya dalam
rangka untuk menyambung kekerabatan dan
agar tidak memutuskan silaturahmi.
Oleh karenanya dalam silaturahmi ada
prioritas. prioritas yang paling utama
adalah ring satu yaitu tentunya kedua
orang tua kita, kemudian kakak kakek
nenek kita, kemudian saudara-saudari
kita baik kandung maupun seayah maupun
seibu ya ini ring satu. Kemudian
tante-tante, om-om dari sisi Bapak
maupun sisi ibu ya. Ee kemudian
ponakan-ponakan ini semua ring satu.
Adapun sepupu ring dua ya secara
prioritas dia masih nomor dua ya bukan
ring satu. Maka seorang berusaha
menyambung mengenal ring satu untuk
utama dia sambung kemudian dia berusaha
berbuat baik kepada mereka dengan apa
yang bisa dia lakukan. Silaturahmi tidak
terbatas pada kebaikan tertentu. Semua
kebaikan yang bisa kita lakukan bagi
kerabat termasuk silaturahmi. Apakah
dengan harta, apakah dengan bantuan
materi secara umum, apakah dengan
nasihat, apakah dengan kunjungan, apakah
dengan kata-kata yang baik, apakah
dengan memaafkan, apakah semua kebaikan
yang kita berikan kepada kerabat adalah
silaturahmi.
Dan semua hal yang bisa memutuskan
hubungan dengan kerabat adalah bentuk
memutuskan silaturahmi.
Di sini di antara dosa besar adalah
memutuskan silaturahmi. Syekh Muhammad
bin Abdul Wahab rahimahullahu taala eh
membawakan dalil waqulullahi taala yaitu
firman Allah Subhanahu wa taala wama
yudillu bihi illal fasikin. Dan Allah
tidak menyesatkan dengan perumpamaan
tersebut kecuali orang-orang fasik.
Yaitu tentang perumpamaan tentang lalat
atau nyamuk yang Allah sebutkan pada
ayat sebelumnya. Setelah itu Allah
sebutkan sifat-sifat orang yang fasik.
Kata Allah, "Alladzina yanquzuna
ahdallahi min ba'di mitih." Yaitu
orang-orang yang membatalkan
perjanjian mereka dengan Allah setelah
ditekankan perjanjian tersebut.
Wqotuna ma amarallahu bihi ayus. Di
antara ciri mereka, mereka memutuskan
silaturahmi yang diperintahkan untuk
disambung. Wufsiduna fil ard. Dan mereka
juga melakukan kerusakan di atas muka
bumi. Yaitu melakukan kemaksiatan di
atas muka bumi. Ulika humul khirun.
Mereka itulah orang-orang yang merugi.
Ayat ini menunjukkan bahwasanya di
antara sifat-sifat orang fasik selain
membatalkan janji mereka dengan Allah,
selain melakukan kemaksiatan di atas
muka bumi, di antaranya adalah
memutuskan silaturahmi. Waqtuna ma
amarallahu bihi ayusal. Dan mereka ee
memutuskan silaturahmi yang Allah
perintahkan untuk disambung. Karena
dalam surat Ar-Raad
ayat Allah sebutkan tentang sifat-sifat
penghuni surga. Setelah itu Allah
sebutkan sifat-sifat penghuni neraka. Di
antara sifat-sifat penguni surga kata
Allah Subhanahu wa taala, walladina
yiluna ma amarallahu bihibahum
hisab. Orang-orang yang menyambung
silaturahmi yang diperintahkan untuk
disambung. Setelah itu Allah mengatakan
janin
dan seterusnya. Allah mengatakan bagi
mereka surga. Setelah itu Allah sebutkan
ciri-ciri penghuni neraka.
Amarallahu bihiol.
Orang-orang yang memutuskan silaturahmi
yang diperintahkan untuk di disambung.
Tinggal kita pilih. Mau jadi penghuni
surga, sambung silaturahmi. Ingin jadi
penghuni neraka jahanam, putuskan silat
silaturahmi.
Dan betapa banyak di zaman ini terjadi
pemutusan silat silaturahmi.
Bahkan terjadi salah salah prioritas ya.
Betapa banyak orang menyambung hubungan
relasi yang baik dengan kawan-kawannya
yang tidak ada hubungan kekerabatan sama
sekali, tidak ada hubungan nasab, tidak
ada hubungan pernikahan, tidak ada
hubungan persusuan. Tetapi kerabatnya
sendiri, kakaknya, adiknya, dia
bertengkar dengan kakak dan adikadiknya
dan dia menganggap kalau berkunjung ke
temannya kita sambung silaturahmi.
Padahal benar secara bahasa Indonesia
kita kunjungi teman namanya silaturahmi.
Itu secara bahasa Indonesia, tapi secara
syari itu bukan silatu silaturahmi.
Maka jangan sampai dia menyambung tali
persaudaraan dengan sesama teman.
ternyata dia memutuskan silatu
silaturahmi. Maka ini salah dalam skala
prioritas. Maka seorang berusaha dalam
hidup ini mencari surga dengan berbagai
macam jalan. Di antara jalan utama agar
kita bisa masuk surga adalah menyambung
silaturahmi.
Dan jalan masuk neraka juga banyak. Di
antara jalan masuk neraka, putuskan
silatu silaturahmi. Ribut aja. Ribut
sama kakak, ribut sama adik, ribut sama
bapak, ribut sama ibu, ribut sama tante.
Ya, ribut aja tinggal masuk nera neraka,
tinggal kecemplung ke neraka jahanam.
Tib. Jadi di antara sifat-sifat orang
fasik adalah memutuskan silaturahmi.
Kemudian Allah mengatakan di akhir ayat,
"Ulaika humul khirun." Mereka itulah
orang-orang yang merugi. Maka jangan
sampai seorang merugi di dunia apalagi
di akhirat gara-gara
tidak sabar akhirnya memutuskan
silaturahmi. Dan sering saya sampaikan
bahwasanya menyambung silaturahmi butuh
kesabaran.
Butuh kesabaran. Makanya ketika Allah
menyebutkan ciri-ciri penghuni surga
dalam surat Arraad, kata Allah,
"Walladina yiluna ma amarallahu bihi."
dan orang-orang yang menyambung
silaturahmi. Setelah itu Allah
mengatakan,
bimartum. Ketika di surga, malaikat
datang menemui penghuni surga dan
mengucapkan salam dengan berkata,
"Keselamatan atas kalian, atas kesabaran
kalian." Atas kesabaran kalian. Isyarat
bahwasanya menyambung silaturahmi butuh
sabar. Butuh sabar. Sabar dalam
mengeluarkan uang, harta untuk kerabat.
butuh kesabaran dan sabar untuk tidak
terpancing emosi ketika ada ee masalah
dengan kerabat. Sabar untuk memaafkan
mereka ya. Karena menyambung silaturahmi
tidak tidak mudah. Butuh apa? Butuh
banyak sabar. Butuh banyak sabar. Namun
kesabaran tersebut mengantarkan kepada
kesudahan yang indah. Ulaika lahum
uqbaddar. Bagi mereka kesudahan yang
indah itu surga yang mereka kekal
dalamnya. Tib. Jadi di antara dalil
bahwasanya mengutuskan seahmi dosa besar
adalah Allah mensifati mereka dengan
orang fasik.
Yang kedua, fasik itu pelaku dosa besar.
Kalau pelaku maksiat syar umum disebut
al-asi, pelaku maksiat. Tapi kalau fasik
itu diitlakkan atau diucapkan atau di di
disematkan kepada orang yang melakukan
dosa besar. Apalagi di akhir ayat Allah
mengatakan ulaika humul khasirun. Mereka
itah orang-orang yang merugi di dunia
maupun di akhirat.
Dalil berikutnya kata al Imam Muhammad
bin Abdul Wahab rahimahullahu taala,
walahuma an Jubair bin Mut'im
radhiallahu anhu marfuan. Dari Jubair
bin Mutim radhiallahu anhuma secara
marfu yaitu dari Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "La yadkulul jannata qati
rahim." Tidak masuk surga orang yang
memutuskan silaturahmi
tidak masuk surga. Dan ini ancaman
bahwasanya orang memutuskan silaturahmi
ada kemungkinan tidak masuk surga. Ya,
ancaman kan. Rasulah mengatakan tidak
masuk surga orang yang memutuskan
silaturahmi. Ini dalil sangat tegas
bahwasanya memutuskan silaturahmi adalah
dosa dosa besar. Dosa dosa besar karena
diancam dengan tidak masuk surga. Kalau
diancam tidak masuk surga berarti masuk
mana? Masuk nera neraka. Ya, berarti non
surga sama dengan nera neraka. Sama
seperti istilah jangan bilang orang
kafir, bilang nonmuslim. Oke. Muslim
nonmuslim. Surga non sur surga.
Kalau bilang kafir neraka enggak enggak
etis katanya enggak bagus. Ya sudah
muslim nonmuslim, surga non surga ini
sama. La ykkul jannata qati tidak mau
surga orang yang butus silaturahmi.
Berarti pemutus silaturahmi non sur non
surga. Ya. Ancaman tidak masuk surga ini
berarti dosa dosa besar. Dosa besar ya.
Maka orang yang ba silaturahmi dia
selain
mendapatkan ancaman di akhirat dia juga
mengalami banyak kerugian. Kenapa?
Karena orang menjamu silaturahmi dia
akan mendapatkan banyak keberuntungan.
Cukuplah sabda Nabi sallallahu alaihi
wasallam ya. Man ahabba an yubsahu fi
rizqihi waunsa fiari falyasil rahimah.
Siapa yang ingin dilapangkan rezekinya,
dipanjangkan umurnya, sambung
silaturahmi. Ini Nabi yang memotivasi
dan Nabi tidak mungkin bohong. Nabi yang
bilang, "Siapa ingin lapang rezekinya,
ingin panjang umurnya, sambung
silaturahmi."
Terbukti orang-orang yang saya kenal
yang suka menyambung silaturahmi
biasanya rezekinya laang. Biasanya
rezekinya lapang. Umurnya dipanjangkan
oleh Allah. Harusnya keluar ke tabrak
trek. Jadi cuma ketabrak becak, aman
tidak jadi mati. Umur dipanjangkan oleh
Allah Subhanahu wa taala. Gara-gara apa?
nyambung silaturahmi.
Dia mau pergi kerja pagi-pagi telepon
mamaknya, "Mak, gimana kabar Mak? Sehat,
Mak?" Silaturahmi nyambung.
Alhamdulillah begitu keluar rezeki
lancar, Allah tambah rezekinya. Jadi
bukan cuma keuntungan ukhrawi yang Allah
janjikan. Bahkan Nabi menjanjikan
keuntungan duniawi. Apalagi yang mau
kita harapkan dapat keuntungan akhirat,
dapat keuntungan duniawi. Kita ini di
dunia ini hidup apa? Pengin panjang
umur, pengin punya duit banyak. Benar
enggak? Benar atau tidak?
Antum pengin kawin lagi tapi diam-diam.
[tertawa]
Saya kita ini pengin apa? Umur panjang,
pengin duit banyak. Ini yang waktu kita
habis-habisin but ini. Makanya kita itu
jaga makan ke dokter kalau sakit sampai
keluarin duit banyak supaya umur
panjang.
Terus kita ini kerja sampai 24 jam.
Kadang kurang tidur. Kalau bisa sehari
25 jam kita kerjain ya. Sampai kurang
tidur, sampai ini, sampai kerja keras.
Banting tulang, dibanting orang semuanya
cari apa? Cari duit. Sekarang ada cara
yang luar biasa. Ini butuh iman. Kau
ingin panjang umur, ingin rezeki lancar,
sambung silatu silaturahmi. Ustaz, saya
menjemong silaturahmi enggak punya duit.
Silaturahmi tidak mesti pakai duit.
Kau datang, kau bantu, maafin dia. Ya,
kalau diomel-omelin sabar itu nyambung
silaturahmi
ya. Tidak terpancing, tidak emosi.
Allah punya cara ya. Maka dalam mencari
rezeki atau ingin panjang umur, ada
sebab-sebab duniawi seperti berobat,
seperti olahraga, ada sebab-sebab
ukhrawi, sebab-sebab agamis yang mungkin
terkadang orang lalaikan padahal itu
lebih dahsyat. yaitu dengan menyambung
silaturahmi.
Maka orang yang mutuskan silaturahmi dia
rugi. Rugi akhirat dia rugi dunia dia
rugi. Makanya benar Allah mengatakan
ulaika humul khasirun. Mereka adalah
orang-orang yang meru merugi.
Mereka orang-orang yang merugi. Dan
subhanallah antum coba aja dalam hidup
ini jangan silaturahmi semampu antum.
Antum punya uang sisihkan sedikit kasih
ponakan kirim kue buat kakak, kirim kue
buat adik. Kalau enggak punya apa-apa,
masih ada masih ada kuota, telepon
telepon. Alhamdulillah. Gimana kabar?
Video call, lihatin, lihatin, lihatin
anak, lihat ponakannya. Menyenangkan
hati saudara ya.
Alhamdulillah dengan silaturahmi semampu
yang kita lakukan pasti ada pasti ada
efeknya ya. Tapi orang pelit, pelit,
pelit sama keluarga ya akhirnya
rezekinya juga mampat. Rezekinya juga
apa? Mam mampat.
Makanya kalau kebetulan antum hidup lagi
ada rezeki, tahu-tahu kakak lagi butuh
uang, wah ini kesempatan dapat
silaturahmi.
Kasih sama saudara dia lagi butuh uang.
Kita lagi ada duit tahu-tahu adik butuh
uang. Ini kesempatan kita untuk dapat
kebahagiaan dunia dan akhirat. lagi
butuh uang kita kasih dengan penuh
bahagia
daripada antum lebih baik antum bantu
kerabat daripada antum bantu yang lebih
jauh bahkan kerabat didahulukan daripada
anak anak yatim coba saya sama antum
bantu kakak dan adik lebih utama atau
bantu janda
hah tanya kok ketawa lebih tahu bantu
kakak adik atau bantu janda tergantung
jandanya ustaz [tertawa]
kakak adik lebih utama kerabat dapat
sedekah dan dapat silatu silaturahmi.
Enggak usah mikir jauh-jauh sampai mikir
jauh-jauh ada kerabat dekat-dekat susah
mereka lebih ut lebih utama. Makanya
Allah kalau ketika nyebut kerabat Allah
mendahulukan kerabat daripada yang
lainnya. Seperti firman Allah watidal
qurba haqqahu wal miskina wabnil.
Berikanlah kerabat haknya. Baru orang
miskin baru Ibnu Sabil yang kehabisan
rezeki.
Kata Allah juga setelah menyeruh
berbakti kepada orang tua kata Allah
wabidil qurba wal yatama wal masakin wal
jariil qurba wal jaril junubiilikum.
Allah sebutkan setelah kedua orang tua
kerabat baru miskin baru anak yatim yang
lain. Kerabat selalu disebutin dulu.
Allah mengatakan
laisal birujakumal
masal magrib wakinal birana billahi
akirikabiinba
walama wal masakin wabil wabil.
Di antara bentuk eh kebajikan adalah
waatal maala al hubbihi. Dia memberikan
harta yang dia sukai kepada siapa? zawil
qurba kepada kerabatnya
wal yatama baru Allah sebutkan anak
yatim wal masakin baru orang miskin
warubi ibn sabil bayangkan kerabat
didahukan di luar dan untuk bisa
menyambung silaturahim butuh pengorbanan
Allah mengatakan waatal maala ala
hubbihiwil qurba
beri dia memberikan harta yang dia sukai
kepada kerabatnya makanya antum kalau
ada rezeki kasih yang antum sukai antum
suka duit enggak sama saya juga suka
Suka kasih itu duit sama keluarga. Antum
mau belikan ke rumah kakak ada ada adik
ke tante ada keperluan apa ini lagi
butuh freezer. Oh iya belikan freezer
baru. Jangan kirim freezer. Ini freezer
sebenarnya bagus tapi lagi rusak.
Belikan yang atau perbaiki dulu baru
kasih. Kasih harta yang kita sukai.
Bukan yang kita mau buang. Cuma rumah
sudah penuh kita kasih ke kakak, ke
tante, ke adik gak. Kita kasih harta
yang kita sukai. Allah mengatakan waatal
maala al hubbihi. memberikan harta yang
dia sukai kepada karib kerabat butuh
pengorbanan.
Butuh pengorbanan. Kalau enggak
berkorban, gimana mau nyambung silatu
silaturahmi? Kalau antum tidak punya
duit sampai Allah ajarin berkata-kata
yang baik, apa kata Allah di surat
Al-Isra? Kata Allah
perintahkan kasih hak kerabat. Kemudian
Allah ajarin kalau kau gak punya uang
bagaimana?
Kalau kau berpaling dari kerabat,
di antaranya kerabat misalnya minta uang
datang keperluan kau berpaling karena
kau tidak punya
dan kau punya harapan ada punya rezeki
di kemudian hari. Kata Allah, "Faqul
lahum qulan maisura." Ucapkanlah
kata-kata yang enak didengar. Bilang,
"Ma maaf tante. Saya belum punya uang.
Mudah-mudahan bulan depan. Doain aja
tante.
Yang tante ini minta terus.
Untung tante punya ponakan seperti saya.
Wis [tertawa]
ini menyakiti hati tante. Mending enggak
usah kasih. Mending gak usah kasih. Kata
Allahun
minq.
Kata-kata yang baik menolak lebih baik
daripada sudah kasih sedekah tapi
disusulkan dengan kata-kata yang
menyakitkan. Jadi mau saya ikhwan, ini
pengalaman hidup banyak orang
bahwasanya siapa yang menyambut
silaturahmi dia akan di dialah mereka
yang beruntung di dunia maupun di di
akhirat. Makanya dalam hadis yang sahih
ketika Rasul sahu alaihi wasallam
mengatakan diletakkanlah jisir jahanam
sirat
alamatni jahanam diletakkan sirat di
atas neraka jahanam fayursalu eh
fayursalu
rahim wal amanah
fayqumani
ala jambatai sirat maka Allah kirim
rahim dan amanah kemudian rahim dan
amanah amanah berdiri di samping sirat.
Dua sisi sirat. Siapa yang lewat sirat
kalau dia suka menyambung silaturahmi
dan suka menunaikan amanah, dia akan
jalannya lancar. Tapi kalau ternyata dia
suka memutuskan silaturahmi dan dia
tidak amanah, dia akan dihadang oleh
rahim dan amanah. Karena rahim dan
amanah nunggu. Si fulan suka nyambung,
tambah cepat jalannya. Oh, ini nih
mainnya keluar terus gak pernah
perhatian sama kakak adiknya. Mau
berhenti enggak bisa
ini nyamu silaturahmi butuh sabar jangan
saya butuh silaturahmi. Saya sering
cerita ada kawan dia bilang sama saya,
"Ustadz, saya ini kalau kasih hadiah
banyak sama kerabat saya, mereka bilang,
"Kamu sombong." Sombong. Kalau kasih
sedikit pelit, serba salah.
Yang satu lagi lapor, "Ustaz, saya ini
bantu kakak saya. Kakak saya gak pernah
terima kasih." Dia bilang, "Memang kau
wajib bantu saya?
Bukankah dulu waktu kecil saya yang
cebokin kamu?
Jadi gara-gara dia pernah cebok, dia
tagih sampai tua. Bilang aja sama dia,
"Gantian, Kak, saya cebokin kamu biar
balas budi." Jadi gara-gara dia pernah
cebokin adik, dia ingatin terus adiknya
bantu enggak pernah terima kasih. Dia
bilang, "Memang itu kewajibanmu. Karena
dulu kecil saya yang rawat, saya yang
cebokin kamu." Saya bilang, "Sabar
nyambung silaturahmi memang kita butuh
sabar dan tidak butuh terima kasih
mereka. Kita butuh balasan dari siapa?
Allah Subhanahu wa taala." Bukan dari
manusia. Bukan dari manusia. Maka ikhwan
sekalian jangan sampai putuskan
silaturahmi. Sabar hidup ini sabar. Di
antara sarana pahala paling baik adalah
menyambung silaturahmi.
Di sini Rasul sahu alaihi wasallam
mengingatkan, "La yadkul jannata qati."
Tidak masuk surga orang yang memutuskan
silaturahim. Ini ancaman ya. Ancaman
bisa berarti tidak masuk surga yaitu
masuk neraka. Bisa jadi kalaupun dia
masuk surga karena kebaikannya banyak
tidak akan masuk di awal. Kalaupun dia
masuk surga tidak akan masuk di awal
tapi ada kemungkinan dia masuk neraka
gara-gara dosa ini.
Hadis berikutnya. Waqala rahimahullahu
taala berkata al Imam Muhammad bin Abdul
Wahab rahimahullahu taala walahuma an
Abi Hura radhiallahu taala anhu marfuan.
Dan dari Abu Hurairah secara marfu dari
Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kata
Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"Innallaha taala khalaqal khalq." Allah
menciptakan makhluk. Hatta
farag minhum atau far minhum ketika
Allah selesai menciptakan makhluk
seluruhnya, qat rahim faqalat, maka
berdirilah rahim.
Rahim ini suatu yang suatu yang abstrak
asalnya tapi Allah bisa jadikan konkret.
Dan ini banyak dalam syariat
seperti Allah mendatangkan kematian. Y
maut yaumalqiamah ala hayati kabs
kematian didatangkan pada hari kiamat
dalam bentuk domba kemudian disembelih
antara penghuni surga dan penghuni
neraka ya kata Allah hal takrifunahu
kalian kenal ini wahai penghuni surga
penghuni neraka kami kenal ini kematian
kematian asalnya abstrak tapi Allah
datang konkret di antaranya seperti
siapa yang baca surah Albaqarah dan
surah Al Imran, maka akan datang pada
hari kiamat amalan yang kita baca qiraat
asalnya abstrak. Tapi Allah bisa datang
dalam bentuk konkret seperti dalam alam
barzakh. Maka datang amal saleh dalam
bentuk seorang yang tampan, baju yang
indah, sangat wangi. Maka penghuni kubur
berkata, "Man anta?" Siapa engkau?
Fawajhukalladzi yubasyiru bilhair.
Wajahmu yang mengisyaratkan tentang
kebaikan, memberitakan tentang kabar
baik. Kata orang tersebut, "Ana amaluk
saleh." Aku adalah amal salehmu. Aku
adalah salatmu, ibadahmu, baca Quranmu,
silaturahmimu. Jadi terkadang Allah
rubah suatu yang ee abstrak menjadi
konkret. Demikian juga ketika hari
kiamat kelak ketika ditimbang. Ada yang
sebagian ahlul bid menolak timbang. Apa
yang boleh ditimbang? Amal semua
abstrak. Allah bisa rubah jadi konkret
terserah Allah. Allah konversikan jadi
suatu yang konkret kemudian Allah
timbang. Bisa saja semuanya terserah
Allah Subhanahu wa taala. Maka ini dalil
rahim datang kemudian berbicara kepada
Allah. Sebagaimana saya katakan tadi,
pada hari kiamat kelak rahim akan datang
menanti di sirat.
Maka rahim berkata, "H maqamul aidzi
bika minalqiah." Ini tempat saya
berlindung kepada engkau dari pemutusan
silaturahmi.
Qala naam kata Allah, "Benar itu benar
kau berlindung kepada Allah atas
pemutusan silaturahmi itu dia
diputuskan."
Kata Allah, "Amard asi,
apakah kau suka wahai rahim kalau aku
menyambung orang yang menyambungmu?"
"Dan aku akan memutuskan orangemutuskan
engkau." Qat bala kata rahim, "Tentu ya
Allahaki."
Kalau gitu seperti itulah yang yang
sebagaimana kau harapkan akan aku
berikan. Perhatikan di sini kata Allah,
"Ama tardina an asil man wasolaki."
Maukah? Sukakah engkau jika aku
menyambung orang yang menyambungmu? Kata
para ulama di sini umum. Allah akan
menyambung segala bentuk kebaikan bagi
orang nyambung silatu silaturahmi.
Wa aq man qotaki. Dan aku akan mutuskan
orang memutuskanmu. Itu Allah akan
memutuskan dari banyak kebaikan. Allah
memutuskan banyak kebaikan dari orang
yang memutuskan silat silaturahmi. Jadi
semangat kita untuk nyambung
silaturahmi. Karena kalau kita nyambung,
Allah nyambungin kita. Nyambung kita
dengan apa? Dengan kebaikan. Kebaikan
apa? Allah yang lebih tahu.
Mungkin hidayah, mungkin kesehatan,
mungkin ee apa kayak kebahagiaan. Kita
enggak tahu ya. Pokoknya sambung aja
nanti Allah menyambung kebaikan dengan
kita. Semua perkara di tangan Allah
Subhanahu wa taala. Hati-hati jangan
sampai memutuskan. Siapa yang memutuskan
maka diputus oleh Allah subhanahu wa
taala. Qala Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam. Kemudian rasul sahu alaihi
wasallam berkata, "Iqrau inum." Kalau
kalian mau bacalah firman Allah, "Fahal
asaitum in tawallaitum an tufsidu fil
ardhi tuqatiu arhamakum."
Apakah dalam Al-Qur'an dalam surat
Muhammad ayat 22
eh dan lanjutnya ayat 23?
Ulaikalladinaahumullah
wahahum absahum. Kata Allah, "Apakah
sekiranya jika kalian berkuasa lantas
kalian melakukan kerusakan di atas muka
bumi itu dengan bermaksiat, melakukan
kerusakan semuka bumi." Watq arhamakum
dan kalian mutuskan silaturahmi.
Ulaikalladzina laanahumullah. Mereka
itulah orang-orang yang dilaknat oleh
Allah. Wa asomahum faasommahum. Allah
membuat mereka tuli. Wa absarahum. Dan
Allah membuat mereka buta. Di antara
dampak dari memutuskan silaturahmi
adalah Allah cabut hidayah. Makanya
Allah mengatakan kalau kalian bisa jadi
kalian berkuasa, kalian melakukan
kemaksiatan. Watq arhamakum dan kalian
memutuskan silaturahmi. Kata
Allahikalladina laanahumullah. Mereka
itu dilantat oleh Allah. Ini dampak
buruk pertama dilaknat. Apa maknanya
dilaknat? Dijauhkan dari rahmat Allah.
Orang sudah tidak dirahmati Allah repot.
Yang kedua, faasah. Allah bikin mereka
tuli. Allah berikan bikin mereka buta.
Yaitu mereka susah mendapat hidayah.
Makanya terkadang orang but silaturahmi
hatinya hatinya keras dikasih tahu
susah. Ternyata kita teliti-teliti
sebabnya dia memutuskan silat
silaturahmi. Ternyata dia ribut sama
orang tuanya. Ternyata dia tidak
menghormati orang tuanya. Ternyata dia
suka menyakiti hati kakak dan adiknya.
Ternyata dia sombong terhadap tante dan
omnya.
Mentang-mentang.
Di antara sebab ini Allah mengatakan
tadi, "In tawallaitum. Kalau kalian
berkuasa orang berkuasa bisa membutuhkan
silaturahmi. Bisa orang yang punya
kekuasaan dengan hartanya, dengan
jabatannya bisa lupa diri akhirnya malah
memutuskan silatu silaturahmi."
Maka di antara dampak buruk dari
memutuskan silaturahmi dilaknat oleh
Allah,
ditutup jalan hidayah. Faahum abs maka
dibuat tuli dan dibuat buta. Artinya
tuli tidak bisa mendengar ayat-ayat
Allah. Buta tidak bisa melihat
tanda-tanda yang Allah berikan.
Dinasehhati
enggak dengar. Masuk telinga kanan
keluar telinga kiri terkadang enggak
masuk. Belum masuk sudah mental.
Sehingga susah dikasih tahu. Susah di
ada orang seperti susah dikasih tahu.
Sombong, angkuh, congkak, dan yang
lainnya. Oleh karenanya ee seorang
waspada jangan sampai dia memutuskan
silaturahmi karena silaturahmi adalah
dosa dosa besar dan sebab masuk neraka
jahanam.
Tib. Kita lanjut bab berikutnya.
Babun azal jar. Babetangga.
Azal jar mengganggu tetangga.
Waqulullahi taala.
Kemudian al Imam Al Muhammad bin Abdul
Wahab. Muhammad bin Wahab membawakan
ayat wal jariil qurba wal jaril junubi
washibi bil jambi. Dan seterusnya yaitu
Allah suruh untuk berbuat baik kepada
kerabat.
Ya Allahba.
Setelah itu Allah juga suruh berbuat
baik kepada tetangga
dekat, tetangga jauh. Allah sebut dalam
Al-Qur'an tetangga dekat maupun tetangga
jauh.
Ee di antara amal saleh yang sangat
dianjurkan adalah berbuat baik kepada
tetangga.
Ya, berbuat baik kepada tetangga.
Makanya Rasulullah mengatakan, "La
yazalu Jibril yusini bil jar hattaantu
annahuituhu."
Senantiasa Jibril datang kepadaku dan
berwasiat kepadaku untuk berbuat baik
kepada tetangga. Itu Jibril datang
berulang-ulang. "Wahai Rasulullah,
berbuat baiklah kepada tetangga." Wahai
Rasulullah, perhatikanlah tetangga.
Wahai Rasulullah, jangan mengganggu
tetangga." Berulang-ulang. Sampai saya
menyangka saking Jibril berulang-ulang
nyampaikan tentang tetangga, saya
menyangka sayuwuaritsuhu. Jangan sampai
datang syariat Jibril bawa, bawa syariat
baru bahwasanya tetangga termasuk ahli
waris.
Tapi ternyata tetangga bukan ahli apa?
Waris. Tapi karena sering berulang-ulang
Nabi hatta donantu sampai saya menyangka
ini bakalan dijadikan ahli waris. Karena
begitu sering diwasiatkan oleh Jibril
untuk kita berbuat baik kepada tetangga.
Oleh karenanya
kita dalam hidup ini berusaha mencari
pahala dari segala sisi. Kita cari
pahala dengan beribadah kepada Allah.
Kita cari pahala dengan berbuat baik
kepada kerabat. Dan jangan lupa di
antara sebab masuk surga adalah berbuat
baik kepada tetang tetangga. Dalam hidup
ini kita berusaha cari pahala kepada
setiap orang yang kita temui. Bagaimana
saya dapat pahala dengan interaksi
dengan ee tetangga? Bagaimana saya dapat
pahala dengan interaksi dengan pembantu?
Bagaimana saya dapat pahala dengan
interaksi dengan spopir? Bagaimana saya
dapat pahala interaksi dengan guru,
dengan murid?
Bahkan bagaimana saya dapat pahala
berinteraksi dengan orang yang menzalimi
saya. Kita berpikir hidup ini cuma
sebentar. Selama kita bisa optimal dapat
pahala dari segala sisi, lakukan.
Lakukan. Sering orang bilang kita
ketika bermuamalah gimana cari uang dari
dia? Gimana bisa meres dia se habis.
Sekarang itu kalau kita cari dunia. Tapi
kalau kita pikir akhirat kita berpikir
sebaliknya. Gimana saya bisa dapat
pahala dengan interaksi dengan dia? Ya,
makanya di antara wasiat Nabi kepada
Jarir bin Abdillah, Jarir bin Abdillah
Albajali,
Annushu likulli muslim. hendaknya engkau
berbuat nasihat kepada setiap muslim,
itu berbuat yang terbaik kepada setiap
muslim yang kau temui. Siapapun muslim
tersebut, laki, perempuan, tua, muda,
anak-anak, orang besar, maka
karena hidup kita ini cuma sebentar,
kemampuan kita juga terbatas. Berusaha
kita curi pahala dari segala sisi.
Ketemu anak kecil gimana cari pahala
dari anak kecil?
Ketemu tetangga gimana cari pahala dari
dengan interaksi dengan tetangga? Maka
di antara sebab yang mungkin membuat
kita bisa masuk surga adalah berbuat
baik kepada tetangga. Sampai Jibril
berwasiat berulang-ulang
untuk berbuat baik kepada tetangga.
Dalam ayat ini Allah Subhanahu wa taala
memerintahkan kita untuk berbuat baik
setelah kepada kerabat. di antaranya
kepada wal jar wal jari qurba wal jaril
junubi. Kepada tetangga dil qurba yang
dekat dan kepada tetangga yang jauh. Apa
makna tetangga dekat, tetangga jauh? Ada
khilaf di kalangan para ulama. Sebagian
ulama memandang namanya tetangga dekat
itu dekat secara fisik rumahnya.
Rumahnya dekat. Apalagi jar alulasik itu
rumahnya berdempetan tetangga sebelah
sebelah rumah. Ini tafsiran pertama.
Tafsiran kedua yang dimaksud dengan jari
lidbait itu tetangga yang punya hubungan
kekerabatan. Mungkin rumah dia 10 di
samping kita atau 15, tapi dia kerabat.
Ada hubungan kekerabatan. Ini tafsiran
kedua. Wal jari al junubi. Dan tetangga
jauh. Sebagai menafsirkan yaitu secara
posisi dia jauh. Jauh. Mungkin dia 10
pintu dari rumah kita. Ada rumah-rumah
yang sebelum dia itu namanya tangga
jauh. Dan ada yang mengatakan wal jariil
qurba eh wal junubi maksudnya tetangga
yang tidak punya hubungan kekerabatan.
Dari sini para ulama membagi tetangga
ada tiga. Tetangga yang punya tiga hak.
Tetangga yang punya tiga hak adalah
tetangga sekaligus kerabat. Dia punya
hak sebagai seorang muslim, tetangga
muslim dan kerabat. Dia punya hak
sebagai seorang muslim dan dia punya hak
sebagai tetangga dan dia punya hak
sebagai kera kerabat. Yang kedua,
tetangga
muslim tetapi tidak ada hubungan
kerabat. Maka dia punya hubungan hak
sebagai seorang muslim dan punya
hubungan hak sebagai teta tetangga. Yang
ketiga, tetangga kafir. Dia punya satu
hak, yaitu hak sebagai tetangga.
Ketiga-tiganya punya hak. Oleh karenanya
dalam ee al-adabul mufrad, Abdullah bin
Amr bin Ash radhiallahu anhuma pernah
menyuruh bagi-bagi makanan
kepada tetangga. Setelah itu dia cek,
dia tanya kerabatnya, "Sudahkah kalian
memberikan makanan tersebut kepada
Jaruna alyahudi?"
Tetangga kita Yahudi sudah kasih belum
sama tetangga kita Yahudi? Sungguh saya
mendengar Rasul sahu al wasallam
bersabda,
"La yazalu Jibril yusini bil jarantu
annahuu."
Jibril senantiasa mewasiatkan kepadaku
untuk berbuat baik kepada tetangga
sampai kata Rasulullah, "Aku menyangka
Jibril bakal menjad bakalan menjadikan
tetangga sebagai ahli waris." Dipahami
oleh Abdullah bin Amr bin Ash bahkan
tetangga Yahudi punya hak untuk kita
baikin. Kalau punya bikin makanan, kirim
juga kepada tetangga Yahudi karena dia
punya hak. Bagaimana lagi tetangga yang
dekat dengan punya hubungan keke
kekerabatan.
Oleh karenanya, ikhwan dan akhwat yang
dirahmati Allah Subhanahu wa taala,
secara umum kita hidup bertetangga.
Siapa yang dimaksud dengan tetangga?
Tetangga
tidak ada nas yang tegas menyebutkan
tentang definisi tetangga. Tetangga
adalah orang yang sekian rumah dari
sebelah kananmu, sebelah kirimu enggak
ada. Oleh karenanya para ulama khilaf
tentang makna tetangga.
Ada yang mengatakan tetangga adalah 40 m
sebelah utara, 40 m sebelah 40 rumah
sebelah utara, 40 rumah sebelah selatan,
40 rumah sebelah timur, 40 rumah sebelah
baat.
Ada yang mengatakan tetangga yang kau
sama-sama mendengar azan dari satu
masjid. Semua yang dengar azan namanya
tetangga.
Kalau zaman dulu iya tet masjid azan
enggak pakai mik. Kalau sekarang
kejauhan tetangganya terlalu jauh.
Ada yang mengatakan, "Tetangga adalah
yang kau salat satu masjid dengan dia."
Dan ini saya rasa yang paling tepat
yaitu satu masjid selama dia salat sama
kamu di masjid berarti dia rumahnya
sekitar situ. Tentunya meskipun tetangga
banyak yang paling utama adalah yang
paling dekat. La yukallifulahu nafsan.
Allah tidak men luar kemampuan.
Fattaqulahum.
Bertakwalah semampu kita. Kalau kita
punya kue banyak bagi semua tetangga.
Tapi kalau cuma sedikit tetangga yang
terdekat.
Pintu pertama, pintu kedua, pintu
ketiga, sudah habis, selesai? Ya sudah.
Yang penting ada perhatian kepada
tetangga.
Kemudian al Imam Muhammad Abdul Wahab
rahimahullah membawakan hadis
berikutnya. Kata beliau, "An Abi Syuraih
radhiallahu anhu marfuan
dari Nabi sallallahu alaihi wasallam.
akirukahu.
Siapa yang beriman kepada Allah dan hari
akhirat maka muliakanlah tamunya.
Akhirsin jari. Siapa yang beriman kepada
Allah dan hari akhirat, berbuat baiklah
kepada tetangganya. Waman yuhi walumil
akhir falyaklirasmut.
Siapa yang beriman kepada Allah hari
akhirat, maka ucapkanlah yang baik atau
diam. Di sini
ee
Nabi sallallahu alaihi wasallam membuka
hadis ini dengan sabdanya, "Siapa yang
beriman kepada Allah dan hari akhirat."
Karena untuk menerapkan perkara-perkara
ini butuh iman dan butuh iman kepada
Allah dan butuh iman kepada hari
akhirat. Kenapa? Hari akhirat adalah
hari pembalasan yaumuddin.
Kalau tidak ingat balasan di akhirat,
sulit mengamalkan hadis ini. Pertama
kata Nabi, "Siapa yang beriman kepada
Allah dan hari akhirat, muliakan tamu."
Kalau ada tamu kita muliakan, kita
berharap ganjaran dari siapa? Allah. Dan
kita berharap ganjaran di akhirat.
Makanya Nabi bilang, "Beriman pada hari
akhirat. Ada tamu kita muliakan, kita
jamu dengan baik ya, kita sambut dengan
apa?" baik.
Kalau tamu kita pakai baju yang bagus,
sambut dia, dia merasa dihormati, kita
hidangkan makanan. Jangan ketemu dia
pakai kos oblong, robek-robek. Ya,
seakan-akan kita tidak menghargai dia.
Kemudian cuma beli gorengan aja selesai.
Ya, kalau bisa kita jamu dengan baik dan
kita berharap ini diganti di mana di a
akhirat. Maka butuh iman bahwasanya ini
semua ada pahalanya.
Kalau enggak pelit sama tamu.
Ada kawan dulu cerita
ketika bertamu di
rumah seorang mahasiswa mungkin dia gak
punya uang musim panas.
Kemudian tamu datang ini orang tidak
nyala-nyalakan AC karena bayar listrik
mahal sehingga orang kepanasan dan dia
tidak mau nyalakan AC. Orang gini-gini
dia tidak nyalakan AC karena listrik
mahal. Listrik mahal.
Ya, mungkin dia enggak bisa bayar, kita
kasih uzur. Tapi maksud saya apakah
harus sampai seperti itu? Ya,
ya. Selama kita mampu, kalau ada tamu
dari jauh, hari pertama, hari kedua,
hari ketiga, kita jamu. Kalau kita
enggak menyuang, hari keempat kita
bilang, "Mohon maaf saya enggak bisa
jamu lagi." Boleh. Boleh. Hari keempat
kita bisa usir dengan halus.
Boleh. Kalau enggak mau sudah, karena
kewajiban sunah cuma sampai 3 hari.
Kalau punya kemampuan lebih dari itu,
silakan. Kalau enggak hari keempat sudah
kita sibuk, punya kesibukan ya harus dia
harus ngerti juga. Makanya sunah itu
seimbang. Tidak juga nyuruh dia dijamu
sampai berbulan-bulan. Enggak. 3 hari
karena seorang masing-masing punya pri
privasi.
Punya privasi ya.
datang dari jauh minta dijamu, kita jamu
setelah 3 hari masih lanjut hari keempat
mungkin hari kelima dia pulang ternyata
1 bulan
yang dia tempat ini tidur di ruang tamu.
Kalau ada tamu gimana bertamu di mana?
Ya kadang tamu juga kadang kurang
pengertian tapi intinya kita ketika
berbaik berharap rida Allah subhanahu wa
taala. Kemudian kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam, akir jari ini. Siapa
beriman kepada Allah dan hari akhirat
berbuat baiklah kepada tetang tetangga.
Ihsan ilal jar. Berbuat baik kepada
tetangga. Di sini Rasulullah tidak
menyebutkan dengan berbuat baik
tertentu. Oleh karenanya bebas apa saja
yang merupakan kebaikan bisa kita
lakukan. Minimal senyum, minimal tegur.
Sekali-sekali ada kita pulang dari luar
kota, bagi kue
mungkin setahun dua kali sudah cukup ya.
setiap bulan juga kebanyakan.
Artinya untuk berbuat sama tetangga.
Sekarang orang cuek dengan hal tersebut.
Orang hidup sendiri-sendiri tidak peduli
dengan apa? Tetangga lah. Kita ingin
hidupkan sunah. Kita kan safar sering
sekali kita safar bawa kue bagi-bagi.
Saya pulang dari Jogja bawa apa? Kue
Jogja bagi-bagi. Ada 20 tetangga kasih
semua. Enggak apa-apa. Mau diterima
enggak terima enggak urusan. Kasih aja.
Enggak ada bosnya kasih pembantunya ya
gak apa-apa. Nanti 6 bulan kemudian bagi
lagi dua kali setahun, tiga kali setahun
cukup.
Kita sudah berbuat baik sama tetangga.
Sampai Nabi sallallahu alaihi wasallam
begitu memotivasi kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam, tabakta marakatan
faaksir maaha. Kalau engkau sedang masak
gulai atau masak makanan yang ada
kaldunya, banyakkanlah airnya. Kalau kau
punya uang sedikit, cuma bisa beli
daging sedikit, banyakin apa? Airnya.
Bagi-bagi airnya. meskipun daging yang
sedikit-sedikit agar bisa dirasakan oleh
tetangga. Kenapa kita sudah ganggu
tetangga dengan aroma? Kita sudah masak
kar ini siapa yang masak ini?
Ah, kita kasih. Meskipun kuahnya
[tertawa]
ada dagingnya sedikit. Suruh digali
dalam insyaallah ada dagingnya.
Maksudnya Nabi ngajarin
jangan pelit. Kalau memang kau enggak
punya daging, ya semampunya. Perbanyak
airnya kasih.
Kalau punya daging banyak, kasih
banyak-banyak ya. Kalau enggak punya ini
maksudnya Rasulullah mengisyaratkan
berbuat baik sama tetangga jangan tunggu
banyak dulu. Semampunya saat dia kasih
dimulai dari yang sedikit-sedikit.
Kemudian Rasulullah mengajarkan tetangga
yang dikasih dia hendaknya terima.
Jangan bilang apaan sih? Cuma kasih
gini. Jangan sombong terima. Dia sempat
mikirin kamu. Makanya dia waktu masa
kasih banyak micin [tertawa]
kirim ke kamu. Minimal dia udah mikirin
kamu. Ya sudah enggak ada masalah.
harus terima hadiah meskipun
kelihatannya sedikit berarti dia
perhatian. Dia mikirin kamu tuh sudah
luar biasa. Mana tetangga mikirin kita?
Ya, oleh karenanya Rasulullah ngajarin
untuk berbuat baik kepada tetangga.
Kalau kita pulang kemudian lagi bawa
rambutan, kemudian tetangga lihat,
kebetulan dia sudah lihat kasih.
Jangan tutup. Tutup tutup tutup.
Sudah. Ini tadi terlanjur cium. Kita
kasih dia terlanjur lihat. Kepingin
kasih aja. Kalau dia bilang, "Enggak
usah, enggak usah, enggak usah, ya sudah
alhamdulillah enggak usah
kasih-kasih aja. Dapat pahala butuh kita
ini butuh pahala. Enggak tahu sedekah
kita mana yang diterima oleh Allah,
hadiah mana dari kita yang diterima oleh
Allah subhanahu wa taala. Ya, saya
cerita teman, dia baru pindah rumah,
dia parkir dilihat sama tetangganya,
Pak, jangan parkir di sini. Dikit-dikit
diomelin, sedikit diomelin. Besok-besok
dia kasih hadiah banyak. Selesai. Enggak
pernah diomelin lagi. Manusia
lemah ya.
Ahsin ilanasi tastbit qulubahumu.
Berbuat baiklah kepada manusia. Kau akan
menawan hatinya. Coba aja. Enggak usah
dibantah, Pak. Gini aja ngomel. Saya
cuma parkir sebutan. Enggak usah
dibantah. Makasih, Pak. Iya, Pak. Besok
bawain coklat
dari Dubai. [tertawa]
Insyaallah. Ih, dia juga namanya manusia
dikasih jadi pewok-besok,
"Pak, masyaallah Pak sudah ke mana, Pak?
Siapa?
Jadi enggak usah dibalas dengan omelan
sudah kasih hadiah. Manusia punya sifat
kalau diberi dibaikin dia akan baik."
Tiib. Yang terakhir akhir falak
khairasmut. Barang siapa beriman kepada
Allah dan hari akhirat ucapkan baik atau
di diam. Ini semua butuh iman kepada
hari akhirat. Kalau kita enggak mikirin
akhirat, kita malas. Ngapain ngurusin
tetangga? Saya juga sibuk, dia juga
sibuk. Enggak, enggak ngurusin. Tapi
kalau kita ingat akhirat, kita akan
mikirin tetangga.
Hadis berikutnya. Wali Muslim an Abi
Hurairat radhiallahu anhu marfuan,
wallahu la yukmin. Wallahu la yukmin,
wallahu la yukmin. Wallahi la yukmin,
wallahi la yukmin. Wallahi la yukmin.
Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"Demi Allah tidak beriman. Demi Allah
tidak beriman. Demi Allah tidak beriman.
Qila man ya Rasulullah?" Siapa yang
tidak beriman? Rasul ulang sampai tiga
kali. Sahabat heran. Wallahi la yukmin.
Demi Allah tidak beriman. Demi Allah
tidak beriman. Demi Allah tidak beriman.
Siapa Rasulullah? Sampai Rasulullah
sumpah tiga kali. Qala alladzi laanu
jaruhu bawaqohu. Tidak beriman adalah
orang yang tetangganya tidak merasa aman
dengan gangguannya. Albawaq alhawail
wasurur. Tidak merasa aman dengan
gangguannya. Mau tidur ribut kanan kiri
teriakan-teriakan. Muter TV keras-keras
jam 12.00 malam ketuk duk duk duk. Apa
enggak ada kerjaan? Enggak bisa siang
hari.
Ya, karaoke,
dangdutan.
Saya tinggal di kompleks sekarang.
Masyaallah. Kalau malam minggu
orang
dangdutan sampai pagi. Ya Allah, susah
kita mau tidur. Mending kalau suaranya
enak
ganggu. Ini lagu yang saya tidak sukai
lagi. [tertawa]
Kalau lagu yang saya sukai bahaya.
Alhamdulillah lagunya saya tidak suka.
Saya tidak jadi tidak ada nostalgia
buruk ya. Subhanallah orang enggak bisa
tidur terganggu suara bising ya ada
orang sakit ya
ini mengganggu tetangga. Kemudian
apalagi sebagian tetangga kalau beli
dulu zaman dahulu kalau beli kaset baru
pengin semua orang dengar diputar
keras-keras. Ya Allah. Iya sekarang
mungkin kurang karena semua orang dulu
setiap ada lagu baru putar keras-keras
mengganggu tetang ribut sana ribut sini
sampah taruh di luar bawa ke mana-mana.
ee bersih-bersihkan rumah, airnya ngalir
ke rumah ke ruang areal tetangga
ganggu
gibahin tetangga subhanallah ganggu
lisan, ganggu apa semua diganggu.
Ada kemarin nanya, "Ustadz, saya pernah
salah ustaz sama tetangga." Jadi saya
punya pohon sampai lari ke tetangga.
Akhirnya tetangga marah, akhirnya saya
potong. Sekarang, Ustaz, ada kotoran
hewan. Dia lempar ke pekarangan saya.
Ini pernah [tertawa]
saya bilang sabar. Gimana ustaz ya?
Sudah kau minta maaf kasih hadiah.
Mudah-mudahan dia enggak lempar lagi
kotoran ya. Besok lempar kue kamu.
Ya, ambil hatinya. Enggak usah dilawan,
enggak usah r ribut ya. Karena saya
bilang musuh sama orang dekat tuh enggak
enak. Kalau saya sering sampaikan kalau
kita punya musuh di Amerika enggak ada
masalah. Ribut-ribut jarang ketemu. Tapi
kalau musuh sekantor tiap hari ketemu.
Kalau musuh serumah apalagi. Musuhan
sama istri menderita. Makanya jangan
pernah bermusuhan sama istri. Menderita
karena tiap hari ketemu apalagi cuma
satu. Menderita [tertawa]
musuh sama tetangga juga enggak enak.
Tiap hari lihat jadi hati deg-degan
jengkel apa enak hidup se. Mending kita
damai. Damai perlu mengalah. Iya perlu
mengalah karena Allah. Kasih kue dia
ngom jangan digubrisi. Kasih kue kasih
hadiah. Dijawab enggak? Kita sapa dia
enggak jawab nanti bulan depan coba
lagi. Ya J kayak gitu namanya tetangga
mau diapain. Kecuali kita mau pindah
rumah ribut enggak ada masalah.
Saya punya kawan saking jengkelnya dia
pindah rumah, dia cerita, "J, dia ada
masjid, bangun masjid minta bantuan sama
dia. Dia dia bantu masjid dari awal
sampai akhir." Dia bilang, "Pak, ini
masjid ya, Pak ya. Ini buat semua ya,
Pak. Semua boleh ngisi, Pak." Ya,
teman-teman sunah juga ngisi. Oh, iya.
Ya, tenang aja, tenang aja, Pak. Semua
begitu dia bangun selesai, dia lagi
jalan-jalan peresmian diresmikan sama
salah satu organisasi diambil, dikasih
plat. Dia enggak kuat, dia pindah rumah.
karena sakit hati tetangganya
berkhianat. Uang sudah dia keluarkan
bangun masjid ternyata diambil dicaplok
oleh salah satu ee kelompok tertentu.
Dia enggak kuat. Saya bilang, "Saya
pindah rumah, Ustaz." Enggak kuat. J
karena kalau kita musuhan sama tetangga
enggak enak. Kalau musuhan sama orang
jauh ya sudah enggak ada masalah.
Makanya jangan sekali-sekali musuhan
sama siapa tadi? Istri. Jangan. Antum
yang menderita dan antum pasti kalah.
Gimana mau ngalahin mak-mak? Enggak
bisa. Makanya enggak usah berantem,
ngalah aja.
Tayib. Jadi Rasulullah mengatakan tidak
beriman, tidak beriman, tidak beriman.
Ancaman tidak beriman. Siapa dikira
orang tidak beriman itu mungkin orang
yang berzina, orang yang merampok?
Tidak. Ternyata yang Rasulullah
bersumpah tidak beriman tiga kali adalah
yang tetangganya tidak merasa aman
dengan gangguannya.
Wali Tirmidzi wahasanahu an ibni Amr
radhiallahu anhuma marfuan. Imam
Tirmidzi meriwayatkan dan dia
menghasankan riwayat ini dari Abdullah
bin Amr bin Ash radhiallahu anhuma.
secara marfu dari Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Rasulullah bersabda, "Khairul
ashaballahihi."
Sebaik-baik kawan di sisi Allah adalah
yang terbaik bagi kawan-kawannya.
Wirul jironiallahir dijari. Sebaik-baik
tetangga di sisi Allah yang terbaik bagi
tetangganya. Ini penting. Kita hidup ini
mencari alkhairiyah. Kita pengin terbaik
di sisi Allah. Karena kalau kita terbaik
di sisi Allah, kita akan mendapatkan
surga dengan level yang terbaik. Maka
berusahalah menjadi terbaik. Di antara
salah satu sarana untuk menjadi terbaik
di sisi Allah adalah terbaik bagi
sahabat. Misalnya kita sahabat 20 orang
nih, kita terbaik di antara mereka.
Gimana caranya? Ya, ya saling
saling berusaha terbaik di antara mereka
yang menasihati, yang membantu, yang
lainnya. Sehingga kalau di antara ini
yang terbaik, maka ini terbaik di sisi
Allah Subhanahu wa taala. Dulu ada Abu
Umayyah, bapaknya
ee
Ummu Salamah terkenal
disebut dengan Zadur Raqab. Kalau dia
bersafar, kata dia, "Tidak boleh orang
keluar uang, saya yang tanggung
semuanya. Enak kalau punya teman kayak
gitu, safar terus sama dia. Ini teman
terbaik.
Mau safar tiket dia yang bayarin, hotel
dia yang bayarin, makan dia yang
bayarin.
Ini terbaik. yang kita tidak suka dia
bayarin dia ini terakhir kemudian dia
kasih nota tagihan. Nah, ini yang
[tertawa]
di antara cara kita menjadi terbaik jadi
terbaik di antara kita punya kawan-kawan
perhatian sama teman nasihat. Ketika
kita terbaik di antara mereka terbaik di
sisi Allah di antaranya sarana kita
menjadi terbaik Allah terbaik di antara
tetangga ya. Ente bersaing ente punya
tetangga misalnya apa tonh house mungkin
isi 20 30 rumah.
Saya ingatan, siapa yang terbaik di
antara 30 rumah ini, saya yang terbaik
agar saya terbaik di sisi Allah. Caranya
gimana? 3 bulan sekali kirim kue,
belum tentu dilakukan oleh yang lainnya.
Iya. Enggak ada tetangga kirim antum kue
setahun tiga kali. Belum tentu. Belum
tentu kan antum bisa 30 kan cuma modal
berapa sih?
Antum beli apa coba?
Keripik keladi dari Sorong. Kerik 30
kirim apaan nih? Ini keripik keladi
enggak ada di dunia kecuali di Sorong.
Misal
enak ya. Sudah tiga kali setahun sudah
jadi terbaik.
Ketika Allah lihat kau yang terbaik
level tinggi di surga.
Karena ini salah satu sunah yang
dilupakan oleh banyak orang.
Masing-masing oleh kota besar hidup
sendiri-sendiri.
Tapi kalau dekat tetangga kadang ribut
di antara tetangga. Kita pengin terbaik
di antara tetangga. Sabar kalau
diomelin, sabar kalau dihina. Kalau
punya kelebihan kasih sama tetangga.
Sehingga ketika antum terbaik di antara
tetangga, antum terbaik di sisi Allah
Subhanahu wa taala.
Hadis berikutnya,
wafil mustad wasil hakim ibni ibnu umar
radhiallahu anhuma marfuan ayuma ah
ayuma ahlu arin asbaha fihim umrun jaiun
faqad bariat minuatullah.
Penduduk negeri mana suatu lokasi yang
ternyata ada di antara lokasi tersebut
tetangganya yang lapar maka Allah telah
berlepas diri dari mereka.
Wafia sahih Hakim an ibni Abbas
radhiallahu anhuma. Makna yang sama
dengan seperti ini. Rasulullah bersabda,
"Laisal mukmin alladzi yasbu waaruhu
jai." Bukanlah seorang mukmin yang dia
kenyang sementara tetangganya kela
kelaparan. Hati-hati jangan sampai ini
kewajiban antum sudah bertetangga, antum
punya kewajiban terhadap tetangga.
Cek-cek jangan sampai antum makan
kekenyangan dia kela kelaparan. Cek cek.
Kalau tetangga antum kaya semua ya
alhamdulillah. Tapi tetang tidak semua
tetangga kita orang kaya. Ada yang
miskin jangan sampai antum kekenyangan
dia kela kelaparan.
Wafi riwayatin la yminu man bata
syaba'an wajaru thwin. Tidak beriman
orang yang tidur dalam kondisi kenyang
sementara tetangganya la lap la lap
lapar. Ini ancaman. Berarti ketika antum
jadi tetangga, otomatis antum punya
kewajiban terhadap tetangga. Sama
seperti antum menikah, otomatis antum
punya kewajiban terhadap istri, terhadap
anak. Ketika antum tinggal di suatu
tempat, otomatis antum punya kewajiban
terhadap tetangga. Di antaranya jangan
sampai antum tidur kekenyangan, tetangga
antum kela kelaparan. Bab demikian saja
ee apa yang saya sampaikan. Wabillahi
taufik wal hiidayah. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Resume Requeue
Read
file updated 2026-02-12 01:20:25 UTC
Categories
Manage