Transcript
y-b58rav_9g • Jangan Putus Asa Dari Rahmat Allah - UStadz Dr. Firanda Andirja, M.A
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2556_y-b58rav_9g.txt
Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi al ihsani wasyukrulahu ala taufiqihi wamtinanih ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuiman lni wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh da ridwan allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwani. Hadirin dan hadirat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Pada kesempatan kali ini kita akan bahas salah satu ee amal ibadah, yaitu tidak berputus asa kepada rahmat Allah yang sekaligus mengingatkan kita akan salah satu dosa besar, yaitu berputus asa dari kasih sayang Allah Subhanahu wa taala. Sesungguhnya di antara ciri ibadah orang-orang saleh adalah menggabungkan antara raja dan alkhauf. Ya, seperti firman Allah Subhanahu wa taala. wasilah ayuh aqrajuna rahmatahuakabah inabika mahdur kata Allah subhanahu wa taala mereka itu yang diibadahi oleh orang-orang musyrikin yaitu orang-orang saleh jadi orang-orang musyrikin menyembah orang-orang saleh orang saleh yang diibadah itu sendiri mereka ternyata mencari kedekatan kepada Allahzina yadun yaitu orang-orang yang disembah oleh orang musyrikin Arab Ternyata mereka mencari kedekatan kepada Allah. Mereka sendiri beribadah kepada Allah. Harusnya kalian nyembah Allah, jangan nyembah mereka. Ya, ini di antara dalil bahwasanya sesembahan orang musyrikin juga bukan sekedar batu saja atau pohon. Di antara mereka ada juga yang orang-orang saleh yang disembah. Seperti Nabi Isa, Lata, kemudian ee Uzair dan yang lainnya ya. Ayyuhum aqrab. Ternyata mereka juga mencari kedekatan kepada Allah. Mana di antara mereka yang dekat dengan Allah? Yang lebih dekat kepada Allah. Waarjuna rahmatahu wa yakhaufuna adzaba. Dan mereka berharap rahmat Allah dan mereka takut dengan azab Allah. Inna adzab rabbika kana mahdurah. bahwasanya memang azab Allah itu patut untuk ditakuti. Ya, di sini Allah sebutkan ciri-ciri orang saleh ketika beribadah menggabungkan antara berharap rahmat Allah dan takut dengan azab Allah. Demikian juga ketika Allah Subhanahu wa taala berfirman tentang para anbiya, kata Allah subhanahu wa taala, "Uika yusariuna khairatiunana waahaba wu lana khosiin." Mereka itulah para nabi yang bersegera dalam beramal saleh. Wadunana dan mereka beribadah kepada kami atau diartikan berdoa kepada kami ragoba warhaba. Ragaban maksudnya berharap rohaban maksudnya takut. Jadi para anbiya mereka ketika beribadah mereka berharap dan takut. Ini disebut dengan arkan a'mal qulub yaitu rukun amal hati. Bahwasanya seorang kalau beribadah dia hendaknya menggabungkan antara berharap dengan takut. Demikian juga ketika Allah memuji orang-orang yang berilmu. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Amuaili waqahina yamun innama yatakar ulul albab." Kata Allah, "Apakah sama orang-orang yang kafir dengan orang yang di malam hari qunut?" yaitu khusyuk beribadah. Ana allaili di tengah malam sajida waqimah sujud dan berdiri itu sedang salat ya yang berharap rahmat Allah dan takut dengan azab Allah. Jadi Allah bercerita tentang orang-orang yang berilmu. Kemudian di akhir ayat kata Allah ya qul hal yastawilladzina ya'lamuna walladzina la yal'lamun. Apakah sama orang berilmu dengan orang tidak berilmu? yaitu Allah yang ingin jelaskan orang berilmu itu mereka terapkan ilmunya di antara mereka salat. Di antaranya mereka salat malam. Dan kalau mereka salat malam mereka menggabungkan antara raja dan khauf, berharap dan takut. Maka di antara kesempurnaan ibadah adalah seorang ketika beribadah dia menggabungkan antara alkhauf dan arraja, takut dan berharap. Ditambah lagi kalau dia disertai dengan almahabbah, yaitu cinta kepada Allah subhanahu wa taala. Maka kata para ulama, ibarat tiga ammalul qulub ini ibarat seperti burung yang kepalanya adalah mahabbah, cinta kepada Allah dan dua sayapnya adalah alkhauf dan arraja. Siapa yang kemudian ee hilang dari tiga amal ini hilang salah hilang salah satunya seperti dia hanya beribadah kepada Allah hanya roja saja tidak ada khauf sama sekali maka dia akan terjatuh dalam dosa besar namanya alamnu min makrillah merasa aman dari makar Allah subhanahu wa taala dan sebaliknya siapa yang hanya takut kepada Allah dan tidak berh berharap kepada Allah subhanahu wa taala maka dia akan terjatuh dalam al-qunut atau alyau min rahmatillah. Dia hanya takut, dia tidak berharap sehingga dia terjerumus dalam dosa besar yang lain, yaitu putus asa dari rahmat Allah subhanahu wa taala. Dalam hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda, "Alkabair dosa-dosa besar. Asyirku billah, syirik kepada Allah. Wal iyasu minuhillah. Putus asa dari pertolongan Allah. Walnutu rahmatillah. Sama putus asa dari kasih sayang Allah subhanahu wa taala. Ada yang membedakan antara alias miruhillah. Rauhillah maksudnya putus asa dari pertolongan Allah dalam menghilangkan kesusahannya. Adapun alqut mir rahmatillah itu putus asa dari harapan yang ingin dia dapatkan kebaikan-kebaikan. Jadi rauh biasanya di ee maksudkan adalah kesulitan yang dihadapi. Dia ingin terhindar dari kesulitan tersebut. Seperti perkataan Nabi Yakub alaih salam, "La taiasu miruhillah." Janganlah kalian putus asa dari pertolongan Allah dalam menghilangkan kesulitan kalian. Ya, maka ini termasuk dosa besar. Demikian juga dalam perkataan Ibnu Mas'ud radhiallahu anhu, beliau berkata, "Akbarul kabair, dosa paling besar di antara dosa-dosa besar, alisyru billah, yaitu syirik kepada Allah. Wal amnu min makrillah, merasa aman dari makar Allah. Walnutu mir rahmatillah, putus asa dari rahmat Allah, kasih sayang Allah. Walya miruhillah, putus asa dari pertolongan Allah subhanahu wa taala." Nah, di sini Ibnu Mas'ud radhiallahu anhu menyebutkan di antara dosa besar adalah al-amnu mim makrillah, merasa aman dari makar Allah. Yang satunya putus asa rahmat Allah subhanahu wa taala. Apa yang dimaksud dengan alamnu mrillah? Merasa aman dari makar Allah itu dia tidak ada takutnya kepada Allah. Rajaknya berlebihan. Sehingga ketika dia maksiat dia tidak merasa takut sewaktu-waktu Allah bisa turunkan azab kepadanya sehingga dia bermaksiat dengan nyaman dan tentram. Tidak ada kekhawatiran sedikit pun. Orang beriman pasti ada rasa rasa takut. Kalau dia bermaksiat dia pasti rasa khawatir. Namun ketika seorang terlalu bermaksiat terus-menerus sementara Allah tidak kasih teguran sehingga dia mengalami istidraj sehingga bermaksiat nyaman, bermaksiat nyaman, bermaksiat nyaman, akhirnya hatinya tidak ada takut sama sekali. Di situlah dia mengalami alamnu mim makrillah. Dan itu dosa dosa besar lawannya ketika seorang takut dan tidak berharap sama sekali atau tidak punya harapan dia takutnya terlalu berlebihan sehingga dia terjatuh pada alqut mir rahmatillah putus asa dari rahmat Allah subhanahu wa taala. Dan ini juga dosa besar. Seorang mukmin dalam kehidupannya sehari-hari menggabungkan antara berharap dan khauf. tidak merasa aman dari hukuman Allah dan tidak putus asa dari rahmat Allah Subhanahu wa taala. Hadirin dan hadirat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Pembahasan ini penting dalam kehidupan kita sehari-hari. Kenapa? Terutama terkait dengan putus asa di rahmat Allah Subhanahu wa taala. Sebagian kita mengalami ujian hidup sehingga dia putus asa. Dia merasa tidak akan ditolong sama sama sekali. Dan ini biasanya muncul karena suudan kepada Allah Subhanahu wa taala. Susah bagi dia untuk husnudan kepada Allah subhanahu wa taala. Makanya di antara kisah yang Allah sebutkan dalam Al-Qur'an yang menarik adalah kisah Nabi Ibrahim Alaih Salam di surat Al-Hijr kata Allah, "Nabbi ibadi anni analofurur rahim wazabi hualzabul alim." Kabarkanlah kepada hamba-hambaku wahai Muhammad. Nabi yaitu kabarkanlah berita penting ini. Karena naba maksudnya adalah berita penting. Wahai Muhammad, kata Allah kabarkanlah kepada hamba-hambaku nabib ibadi dengan berita penting ini. Apa berita penting tersebut? Anni analofurur rahim. Sesungguhnya aku adalah zat yang maha pengampun lagi maha penyayang. Dan ini menimbulkan raja. Tetapi ingat wa annazabi hualzabul alim. Bahwasanya azabku adalah azab yang pedih. Dan ini menimbulkan khauf, rasa takut. Yaitu Allah suruh Nabi mengabarkan kepada hamba-hambnya agar menggabungkan antara rajak dengan khauf. Anni analofurur rahim. Aku maha pengampun lagi maha penyayang. Namun ingat wa annazabi hualzabul alim. Dan azabku adalah azab yang pedih. Setelah itu Allah suruh Rasulullah mengabarkan tentang kisah Ibrahim alaihi salam. Kata Allah wabbihum an diifi Ibrahim. Dan kabarkanlah kepada mereka tentang kisah tamu-tamu Ibrahim. Bagaimana kisahnya? Kata Allahumiraka bilhaq w minal qahmatiun. Kabarkanlah kepada mereka tentang kisah tamu-tamu Ibrahim. Tatkala tamu-tamu tersebut yang datang dalam bentuk malaikat datang bertamu kepada Ibrahim alaihi faqalu salama. Kemudian mereka mengucapkan salam. Ibrahim pun takut. Q inna minkum wajilun. Kenapa Ibrahim hadirkan makanan mereka tidak makan? Ini tamu-tamu kau tidak makan. Biasanya kalau tamu tidak mau dilayani, tidak mau dijamu niat buruk. Inna minkum wajilun. Ibrahim takut, kami takut. Kata malaikat quajal. Jangan takut. Kami datang ke sini buat apa? Inna nubasyirukain alim. Sesungguhnya kami kabarkan kepada engkau tentang anak yang sangat berilmu. Maksudnya Ishak. Ibrahim heran. Kenapa heran? Karena Ibrahim ketika itu umurnya sudah hampir 100 tahun. Dan istrinya Sarah dikatakan umurnya sudah 90 tahun. Dan istrinya ketika masih muda saja mandul, apalagi sudah tua. Makanya dalam ayat yang lain dia berkata, "Ajuzun akim." Saya sudah tua lagi mandul. Muda saja kalau mandul enggak bisa punya anak apalagi tua. Ya. Ya. Dalam ayat yang lain, ya wailata aalidu wa ana ajuzu w inna hadaiun ajib. Berkata Sarah, "Bagaimana saya bisa punya anak?" Wa ana ajuz, saya sudah sangat tua 90 tahun. W ba'ha. Sementara suamiku juga sudah tua. Lelaki semakin tua semakin produktivitas air maninya semakin kurang. Jadi bagaimana bisa punya anak? Ibrahim juga bertanya. Bukan istrinya saja yang heran. Dia juga bertanya. Kata dia, "Abasyartumuni ala amanial kibaru." Apa kalian beri kabar gembira kepadaku? Saya bakalan punya anak sementara saya sudah tua. Masanial kibar itu tua sudah mengenaiku. Benar-benar aku sudah tua. Fabima tubasyirun. Bagaimana caranya kabar gembira tersebut? Kata para malaikat, "Qu basyarnaka bilhaq." Kami beri kabar gembira kepada engkau dengan kebenaran. Fala takum minalqonitin. Maka janganlah kau termasuk orang-orang yang berputus asa. Apa kata jawaban jawaban Ibrahim Alaih Salam? Q wqnatu rahmatihi illadun. Tidak ada yang putus asa dari rahmat Allah kecuali orang-orang yang sesat. Ibrahim ingin bilang, "Saya sudah tua begini, saya tidak putus asa." Ibrahim Alaih Salam dia ketika menikah dengan Sarah dia masih muda. Makanya dalam Al-Qur'an dikatakan qu sam fatan ykurum Ibrahim. Masih muda. Kemudian dia menikah dengan Sarah ketika dia pergi dari Babilonia meninggalkan Iraq menuju Palestina. Kemudian walhasil akhirnya dia sudah nikah bertahun-tahun tidak punya anak. Akhirnya Sarah mengizinkan dia untuk menikah dengan pembantunya itu Hajar. Dan akhirnya dia menikah dengan Hajar. Akhirnya punya anak siapa? Is Ismail. Disebutkan Ibrahim ketika itu usianya 80-an tahun. 80 lebih. Kemudian akhirnya Sarah cemburu. Akhirnya Ibrahim bawa Hajar dan putranya Ismail ke Makkah dengan hikmah dari Allah Subhanahu wa taala. Setelah itu 13 tahun kemudian atau lebih dari belasan tahun kemudian Sarah punya anak. Tetapi selama Ibrahim nikah dengan Sarah, ternyata Ibrahim tidak pernah putus asa. Dia tetap berharap suatu saat akan dikasih anak oleh Allah lewat Sarah. Karena Sarah ini wanita salehah yang menemani dia dalam keimanan. Bukankah ketika Ibrahim lewat Mesir dia berkata, "Wahai Sarah, kalau saya saya ditanya siapa engkau?" Saya akan berkata, "Hadi ukhti. Engkau adalah saudariku. Kenapa saya tidak mengetahui di atas bumi ini seorang mukmin kecuali saya dan engkau saja. Subhanallah. Teman bersafar, teman berdakwah. Maka dia pengin punya anak dari Sarah. Meskipun istrinya mandul ketika masih muda sudah mandul. Sekarang sudah tua 90-an. Ibrahim juga sudah hampir 100 tahun tetap dia tidak putus asa. Makanya dia ketika bertanya, "Fabima tubasyirun?" Bagaimana caranya punya anak? Yaitu bagaimana kalian mengabarkan aku akan punya anak? Dia bukan mengingkari qudratullah, tetapi dia pengin tahu gimana. Ya, makanya para malaikat berkata, "Ya, basyarnaka bilhaq fala takum minalqonitin." Jangan kau putus asa wahai Ibrahim. Kata Ibrahim, "Saya enggak putus asa. Wqnatu mirahmati illun." Karena yang putus asa itu orang sesat. Jadi, ternyata Ibrahim puluhan tahun tidak pernah putus asa. Tetap ada harapan darinya bahwasanya dia masih mungkin punya anak dari siapa? Sarah padahal istrinya sudah tua mandul dan dia masih husnudan kepada Allah. Ini menakjubkan sifat Ibrahim Alaih Salam. Kita kalau di posisi Ibrahim sudah putus asa dari dulu-dulu. Subhanallah. Dia bilang, "Saya tidak pernah putus asa. Yang putus asa itu orang sesat. Saya enggak. Saya enggak." Jadi ini menakjubkan bahwasanya ya meskipun waktu yang lama ya Ibrahim tidak pernah putus asa dari kasih sayang Allah Subhanahu wa taala. Mungkin suatu saat Allah akan kasih anak cepat atau lambat dia senantiasa husnudan kepada Allah subhanahu wa taala. Dan itulah juga yang Allah sebutkan tentang kisah Nabi Yakub Alaih Salam yang ketika di puncak-puncak kesulitan dia hadapi, justru dia menasehati anak-anaknya agar tidak putus asa. Sebagaimana Allah sebutkan dalam kisah dalam surat Nabi Yusuf Alaih Salam ketika dikabarkan ternyata Benyamin tertangkap dituduh mencuri. Yusuf hilang ke mana entah ke mana. Kakaknya yang tertua juga tidak mau pulang. Maka dia mengatakan, "Sobrun jamil asallahu ayati bihim jamia." Semoga Allah mendatangkan mereka bertiga kepadaku. Justru dia mengucapkan demikian ketika di puncak kesulitan yang sebelumnya tidak pernah terlupas terucap ucapan tersebut. Tetapi ketika kesulitan semakin memuncak setelah Yusuf hilang, dia cinta kepada saudara kandungnya Yusuf yaitu Benyamin. Ternyata Benyamin juga hilang dituduh mencuri. Ternyata kakak paling tua juga enggak mau pulang karena malu. Ternyata Benyamin tidak bisa di dikembalikan kepada ayahnya. Ya. Maka di puncak kesedihan tersebut sampai matanya buta ya. Dia berkata, "Asallahu ayati bihim jamia." Semoga Allah mendatangkan mereka kepadaku seluruhnya. Bukan Yusuf saja, bukan Benyamin saja, bukan kakaknya saja, tiga-tiganya. Innahu hual alimul hakim. Karena Allah itu maha berilmu dan maha bijak. Itu dia tahu. Allah melakukan ini di atas ilmu. Dan Allah melakukan ini semua mentakdirkan ini semua. Karena Allah maha bijak. Kata Allah watwallahum waq ya asfa yusuf wahu minal huzni fahuaim. Maka dia pun berpaling dari anak-anaknya yang lain. Ya. Kemudian dia ingat lagi Yusuf kemudian wabyadat ainah. Kemudian matanya menjadi putih yaitu buta. Tidak bisa lagi melihat karena saking sedihnya. Kemudian anak-anaknya mencela dia. Yusuf ayah engkau ingat-ingat Yusuf lagi. Ingat Yusuf lagi sampai mau mati sampai sakit parah. Q inallah. Aku hanya mengadukan kesidihanku hanya kepada Allah. Waam minallahi laamun. Aku tahu apa yang kalian tidak ketahui. Kemudian dia berkata, "Ya bani yadhabu, wahai putra-putraku, pergilah. Fatahassasu mi Yusuf akhi wala tayasu." Carilah kabar-kabar tentang Yusuf. Sudah berapa lama berpisah dengan Yusuf? Khilaf di kalangan para ahli tafsir. Ada yang mengatakan 15 tahun, ada yang mengatakan 40 tahun sudah terpisah. Tapi dia tidak putus asa. Dia mengatakan, "Fatahasu mi Yusuf wa akhi." Cari kabar tentang Yusuf dan Benyamin. Adapun kakaknya jelas kakaknya ada cuma enggak mau pulang. Fatahasasu min Yusuf akhiasuillah. Dan jangan pernah putus asa dari pertolongan Allah. Ini seb ulama mengatakan rauh artinya pertolongan Allah karena kesempitan yang dihadapi. Innahu la yayasu miruhillahi illalmul kafirun. Sesungguhnya tidak ada yang putus asa dari rahmat Allah kecuali orang-orang kafir. Maka ini adalah contoh yang Allah sebutkan dalam Al-Qur'an. Bagaimana seorang dalam kondisi apapun tetap husnuzan kepada Allah Subhanahu wa taala. Dan seorang mukmin hendaknya demikian tidak suudan kepada Allah subhanahu wa taala. Namun saya katakan sulit bagi seorang untuk berhusnudan kalau dia bergelimang kemaksiatan. Sulit. Dan ini dijelaskan oleh Ibnu Qayim dalam kitabnya Add Waddawa atau Aljawabul Kahfi. Semakin seorang bermaksiat, hatinya semakin hitam dia susah untuk husnudan. Dia senantiasa bersuuzan dan semakin sulit ketika dia akan meninggal dunia. Makanya Rasul sahu al wasallam bersabda, "La yamutanna ahadukum illa wahua yuhsinudna billahi azza wa jalla." Janganlah salah seorang dari kalian meninggal dunia kecuali dia berbaik sangka kepada Allah. Namun tidak mudah, tidak semudah yang dibayangkan. Kalau dia senantiasa bermaksiat agak sulit dia husnudan. Seringnya suudan. Makanya orang yang biasanya putus asa bisa jadi hubungan dia dengan Allah kurang baik sehingga dia suuzon kayaknya tidak bakalan ditolong oleh Allah subhanahu wa taala. Kayaknya beginilah nasib saya sampai selesai. Tidak ada harapan kepada Allah Subhanahu wa taala. Tapi orang beriman dia pasti punya harapan. Pasti ada hikmahnya. Pasti ada pertolongan cepat atau lambat. Allah yang lebih tahu kapan Allah kasih pertolongan. Bagaimana Yaakub Alaih Salam 40 tahun tetap husnudan kepada Allah. Bagaimana Ibrahim 60 tahun, mungkin 70 tahun tetap berhususan bakalan punya anak dari Sarah. Waana abdi kata Allah subhanahu wa taala, ana indoni abdi bi. Aku berdasarkan persangkaan hambaku kepadaku. Falyadunna bi abdiyaa. Hendaknya hambaku berprasangka kepadaku dengan yang dia sukai. Inna khairon falahu. Kalau dia berprasangka baik bagi dia kebaikan. Waar falahu. Kalau dia berprasangka buruk, baginya keburukan. Maka nasihat untuk pribadi, saya pribadi dan hadirin hadirat jangan putus asa. Jangan berburuk sangka kepada Allah. Berbaik sangka aja. Ada orang anaknya nakal, dia putus asa. Kayaknya enggak bisa baik lagi nih. Jangan putus asa. Kalaulah nanti dia meninggal dalam kondisi bejat, tetapi kau berbaik sangka, berbaik sangka, berharap kebaikan itu ibadah. Engkau mengharapkan rahmat Allah meskipun tidak terkabulkan tetap adalah ibadah. Tetapi kalau kau putus asa, ternyata anakku baik, kau sudah berdosa karena kau sejak awal putus asa. Masalah hasil urus serahkan kepada Allah. Allah lebih tahu. Tetapi kita husnuzan. Apa susahnya bagi Allah memberi hidayah kepada anak saya? Apa susahnya? Apa gak ada susahnya. Tetap aja berbaik sangka. Mungkin belum saatnya Allah pilih saat yang tepat agar diperbaiki oleh Allah subhanahu wa taala. Ya, makanya Nabi Yakub mengatakan innahu huwal alimul hakim. Ketika dia sedih luar biasa. Ketika dia menangis sampai matanya buta, dia mengatakan, "Innahu huwal alimul hakim." Sesungguhnya Allah maha berilmu dan maha bijak. Dan ternyata Allah Subhanahu wa taala memang mempertemukannya setelah Nabi Yusuf menjadi bangsawan. Kalau hilang siang hari, sore sudah balik, Yusuf enggak jadi apa-apa. Jadi apa? Enggak cuma pulang ke rumah bapaknya, selesai. Paham? Tapi ternyata hilang 40 tahun tadi ada hikmahnya. Akan dijadikan bangsawan oleh siapa? Allah Subhanahu wa taala. Ibrahim Alaih Salam pengin punya anak dari Sarah. Allah tidak kasih. Kalau kasih langsung problem. Saya sering sampaikan hal ini. Coba kalau Ibrahim nikah dengan Sarah langsung punya anak, Ibrahim tidak bakalan nikah dengan Hajar. Mana mau Sarah kasih hajar sama Ibrahim kalau dia punya anak. Kenapa Sarah kasih hajar kepada Ibrahim? Karena dia kasihan sama suaminya, pengin suaminya punya anak. Sehingga akhirnya punya anak dari Hajar Ismail. Kemudian Sarah cemburu. Kemudian Hajar dan Ismail dibawa ke mana? Ke Makkah. Akhirnya lahir Quraisy, akhirnya lahir Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Kalau sejak awal Sarah punya anak tidak ada Zamzam tower, kenapa enggak akan ada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam? Jadi, ada waktunya Allah kabulkan di saat yang tepat yang lebih bermanfaat bagi sang hamba. Maksud saya bagaimana Ibrahim Alaih Salam husnudan puluhan tahun ketika dikatakan oleh malaikat fala takum minalqonitin. Jangan kau putus asa. Kata Ibrahim, siapa yang putus asa? Wun. Tidak ada yang putus asa kecuali yang sesat. Saya bukan orang sesat. Saya tidak pernah putus asa. Saya tidak pernah putus asa dari kasih sayang Allah, dari rahmat Allah Subhanahu wa taala. Ya, Yakub ketika disusah-susahnya dalam kondisi genting-gentingnya justru menasihati anak-anaknya. Wala tayasu miruhillah. Kalian jangan putus asa dari pertolongan Allah. Innahu la yasu miruhillahul kafirun. Tidak ada yang putus asa rahmat Allah kecuali orang-orang kafir. Tib. Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Saya akan bacakan beberapa ayat yang terkait dengan ee keputusasaan yang Allah singgung dalam Al-Qur'an. Ya, di antaranya Allah berfirman dalam surat Fussilat ayat 49. La yasamul insanu min duail khair waahusarru fayausun qonut. Kata Allah, manusia itu tidak pernah bosan minta kebaikan kepada Allah. minta pengin harta, minta punya rumah yang bagus, punya anak saleh, pengin punya anak, minta kebaikan selalu minta kepada Allah. Tetapi waimahyar ketika Allah berikan keburukan, ternyata dia enggak punya anak misalnya, ternyata dia miskin rupanya fayausun qanut, maka dia pun segera putus asa. Ya. Dan ini Allah cela sifat seperti ini. Biasanya Allah kasih kau kebaikan oke-oke saja. Begitu Allah uji dengan suatu keburukan, kau putus asa. Ya, apakah lupa dengan kebaikan Allah selama ini? Allah kasih, Allah kasih, Allah kasih. Ketika Allah tidak kasih pasti ada hikmahnya. Mungkin Allah tunda, mungkin Allah tidak kasih. Yang lebih tahu siapa? Al. Maka jangan putus asa. Mungkin Allah tunda. Betapa banyak Allah kasih kenikmatan dengan ditunda. Banyak sekali t Nabi Yakub contohnya Nabi Ibrahim alaihialam. Maka Allah ee mencela sifat seperti ini. Kalau minta kebaikan tidak pernah bosan. Begitu dikasih keburukan langsung fayausun qanut. Yaas dan qunut. Ada yang mengatakan yaas adalah bidayatul qunut. Qunut adalah puncak daripada yaas. Yaas itu mulai putus asa. Qunut benar-benar putus putus asa. Ada yang mengatakan eh makna dari yasum rahmatillah an yastabid rahmatallah. matlub. Dia merasa rahmat Allah susah. Dia merasa permintaan dia tidak bakalan dikabulkan. Ini namanya putus asa. Kayaknya enggak bisa. Kayaknya itu sudah putus asa. Tapi awal dari putus asa. Kalau putus asa yang parah yang kata para ulama sampai derajat kafir itu tidak ada harapan sama sekali, tidak ada rojak sama Allah sama sekali. Maka sampai derajat ini maka seorang menjadi kafir. Tapi selama dia masih ada harapan cuma dia kayaknya susah susah itu dia sudah berdosa. Enggak boleh harusnya demikian enggak boleh begitu harusnya ya mudahlah Allah mudah ya kalau terserah Allah lah. Tapi mudah bagi Allah dia tetap khusus kepada Allah subhanahu wa taala. Tapi kalau dia tidak punya harapan sama Allah sama sekali maka ini kata para ulama sampai derajat kafir. Karena dia mendustakan ayat-ayat Allah yang menunjukkan Allah maha kuasa, Allah maha penyayang. Allah berhak untuk ahlur raja dimintai oleh diminta ya. Namun dia suudan kepada Allah subhanahu wa taala. Ayat berikutnya Allah berfirman dalam surat arrum ayat 36. Waidzaqanasa rahmatan farhu biha. Jika manusia kami berikan rahmat diberikan kebaikan farihu biha. Senang kadang sombong dan bangga. Wausibum bima qamat aidihim. Dan kalau mereka ditimpa dengan keburukan akibat ulah perbuatan mereka itu akibat dosa. Id hum yaqnatun. Tiba-tiba mereka putus asa. Ini Allah mencela sifat sebagian orang seperti itu. Dikasih kekayaan, sombong angkuk. Ketika dicabut kebaikan, diberikan kesulitan, putus asa. Ya, putus asa. Tib. Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Ee putus asa kalau kita lihat dalil-dalil yang datang terkait dalam dua kondisi. Pertama putus asa dari pertolongan Allah Subhanahu wa taala. Yaitu apa yang dia minta seakan-akan tidak bakalan dikabulkan. Yang kedua, kesulitan yang diapi seakan-akan tidak akan ada solusi. Ini putus asa pertama. Ini juga dilarang. Putus asa kedua, saya ulangi. Putus asa yang pertama adalah terkait dengan pertolongan Allah. Yaitu putus asa dari permohonan dia seakan-akan permohonannya tidak bakalan dikabulkan. Dia putus asa atau kesulitan yang dia hadapi seakan-akan tidak akan pernah ada solusinya. Dia putus asa. Ini tercela. Putus asa yang kedua adalah terkait dengan tobat dari dosa yang dia lakukan. Yaitu dia merasa bahwasanya tobatnya tidak akan di diterima. Percuma dia bertobat tidak akan diterima karena terlalu parah dosa-dosanya. Maka ketika dia putus asa seperti ini, dia terjerumus dalam dosa dosa besar. Ini dua model putus asa yang mungkin menimpa seorang hamba. Model yang pertama, putus asa bahwasanya permintaan kita tidak bakalan dikabulkan. Ini kadang menimpa kita atau menimpa sebagian kita. Maka sas saya pribadi jangan pernah seuzun sama Allah. Apapun yang kita minta-minta aja dan tetap husnuzan kepada Allah, tidak ada susahnya bagi Allah mengabulkan permintaan kita. Dan kita bilang kalau Allah tidak kabulkan dunia, Allah akan kabulkan di akhirat. Allah akan kabulkan. Pasti Allah kabulkan. Datang dalam hadis, siapa siapa yang berdoa dengan suatu doa, laisa fihi itmun wala qatiah, selama dosanya, selama doanya tidak terkait dengan dosa dan tidak memutuskan silaturahmi. Yaitu misalnya dia berdoa, "Ya Allah, jauhkan aku dengan kakak-kakakku." Itu namanya doa untuk memutuskan silaturahmi. Ya Allah, semoga anakku cepat mati. Ini namanya dosa memutuskan apa? silaturahmi ya. Atau doa terkait dosa, "Ya Allah mudahkan aku untuk maksiat." Misalnya mudahkan aku untuk minum khamar. Ini doa minta dosa. Selama doanya tidak terkait dengan qati rahim dan dosa, maka akan Allah kabulkan dengan salah satu dari tiga model pengkabulan. Yang pertama dikabulkan di dunia cepat atau lambat? Bisa cepat bisa lambat. Bisa tertunda sampai puluhan tahun bisa atau tidak? Bisa. tadi Nabi Ibrahim puluhan tahun, Nabi Yakub puluhan tahun terserah Allah. Allah yang lebih tahu. Tapi akan dikabulkan. Kalau tidak dikabulkan di dunia akan dikabulkan di akhirat. Dan dikabulkan di akhirat lebih afdal karena diganti dengan kenikmatan surga. Dan kenikmatan surga tidak ada bandingnya dengan kenikmatan dunia. Tapi kalau kita disuruh pilih, kita pasti pilih dikabulkan di dunia. Iya enggak? Iya atau tidak? Kalau ada pilihan dikabulkan dunia atau di akhirat? Di dunialah. di akhirat urusan lain. Padahal di akhirat kalau dikabulkan di akhirat pasti lebih afdal. Yang ketiga, minuh atau dipalingkan darinya keburukan yang semisal apa yang dia minta. Dijauhkan darinya keburukan-keburukan. Dalam sebagian riwayat disebutkan oleh Ibnu Rajab al-Hambali atau diampuni dosa-dosanya atau diampuni dosa-dosanya maka tidak ada ruginya kita berdoa dan senantiasa huznudan. Ketika Allah mentakdirkan kita untuk berdoa, berarti Allah sayang sama kita. Buktinya kita masih terpanggil untuk apa? Berdoa. Banyak orang sudah tidak berdoa. Malas ya. Maka ini ee jangan putus asa. Siapa yang putus asa bahwasanya permohonannya tidak bakalan dikabulkan? Ah, enggaklah minta gini. Allah mana mau kasih saya? Ahah. Ini ini sudah dosa. Meskipun nanti dikabulkan perasaan dia seperti itu sudah dosa tersendiri. atau kesulitan dia hadapi, enggak akan ada solusi. Ini juga suudan ya, akhi solusi mungkin datang cepat atau kita enggak tahu. Kita menghadapi ujian-ujian ternyata sekian tahun baru keluar solusinya kita enggak tahu. Dan Allah pilihkan solusi yang paling tepat di waktu yang paling apa? Tepat. Kita enggak tahu. Kita ini mana tahu kemaslahatan diri kita. Yang lebih tahu kemaslahatan diri kita adalah Allah, bukan kita. Banyak kesenangan yang kita sukai ternyata mudarat bagi kita. Kita enggak tahu berdoa, "Ya Allah, kayakan aku, kayakan aku." Enggak dikasih kaya-kaya. Karena kalau kaya enggak mau ngaji lagi. Ya Allah, lunasi hutangku. Lunasi gak pernah dilunasin sama Allah. Nanti 20 tahun lagi baru dilunasin. Kenapa? Kalau dilunasin enggak pernah salat malam lagi. Allah yang lebih tahu. Ya, Allah yang lebih tahu. Gak tahu fitnahnya harta, fitnahnya dunia, fitnahnya luar biasa. Fitnah luar biasa TB. Oleh karena kita waspada, jangan sampai kita suudon sama Allah. Kapan kita timbul seuzon, kita tepis. Apa susahnya? Allah buat saya berdoa, berarti Allah sayang sama sama saya. Allah buat saya berharap sama Allah ibadah, berarti Allah menghendaki saya beribadah kepada Allah. Tidaklah Allah menggerakkan hatiku kecuali Allah ingin mengabulkan. Tapi kabulkannya kapan? Terserah Allah subhanahu wa taala. Di dunia, di akhirat terserah Allah Subhanahu wa taala. Tapi jangan pernah suan. Tinggal berdoa a berdoa aja, berdoa aja, berdoa, berdoa terus. Tib putus asa yang kedua. putus asa dari ampunan Allah Subhanahu wa taala. Dan tentunya ini ee adalah bentuk ya mengingkari nama Allah alghfur arrahim. Allah menamakan dirinya alghfururah maha pengampun lagi maha penyayang. Dan dosa sebesar apapun jika seorang bertobat pasti diterima oleh Allah subhanahu wa taala. Makanya Allah mengatakan dan ini di salah satu ayat disebut arja ayatin fi kitabillah. Ayat yang paling memberi harapan kepada seorang hamba, kepada pendosa. Kata Allah di surat azzumar, qul ibadiina asro anfusqahmatillah innallaha yagfirudun jamian innahu hual gfurur rahim. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Katakanlah, qul ya ibadi." Katakanlah siapa? Wahai Muhammad, katakanlah kepada hamba-hambaku. Dalam surat Azzumar 53, qul ya ibadi. Katakanlah siapa yang disuruh diperintahkan? Nabi. Qul maksudnya, "Ya Rasulullah, sampaikanlah." Qul ya ibadialladzina asrofu. Ini nidaun ilahi. Wahai hamba-hambaku yang melampaui batas dalam maksiat. Di sini Allah masih menyandarkan para pendosa tersebut kepada dirinya. Allah masih menamakan mereka hamba-hambaku. Berarti masih ada kasih sayang Allah. Sebagian kita kalau sudah marah bilang sama anak, "Kau bukan anakku sana. Kau anak ibumu." Kadang saya pun kalau marah saya bilang sama istri saya, "Itu anakmu anakmu." Padahal anak bersama. J marah kita tidak nisbahkan anak kita kepada kita. gitu anakmu anakmu. Padahal anak hasil kerja sama ber bersama Allah ini orang pelaku dosa. Allah masih mengatakan ibadi hamba-hambaku qul ya ibadialladzina asrofu yaitu hamba-hambaku yang asrofu. Yaitu israf dalam maksiat. Berlebih-lebihan dalam maksiat. Bukan maksiat biasa, berlebih-lebihan. Tenggelam dalam kemaksiatan, melampaui batas. Israf itu artinya apa? Melampaui batas. Yang Allah sedang berbicara bukan orang yang dosanya biasa-biasa saja. Dosanya berlebih-lebihan, turah-turah dosanya. Ala anfusihim kata Allah, "La taqnat rahmatillah." Janganlah kalian putus asa dari rahmat Allah. Jangan pernah putus asa. Kenapa? Innallaha yagfirudun jamia. Allah menegaskan dengan inna yang artinya sesungguhnya innallaha yagfirudunuba. Allah mengampuni dosa-dosa seluruhnya. Adzunub sendiri adalah lafal jamak yang memberikan keumuman. Sesungguhnya Allah mengampuskan seluruh dosa. Allah tambah lagi dengan takid jamian seluruhnya. Yaitu Allah sungguh-sungguh benar-benar mengampuni seluruh dosa tanpa terkecuali. Yagfir dzunuba jamian. Setelah itu Allah tutup lagi. Innahu hual gofurur rahim. Sesungguhnya Allah itu maha pengampun dan konsekuensi maha pengampunnya dia akan menghapuskan dosa-dosa. Setelah itu digandingkan lagi dengan arrahim yang maha penyayang. Allah maha penya penyayang. Apalagi yang mau kita cari jika digandingkan maha pengampun dengan maha penyayang. Sangat mudah mengampuni, sangat mudah menyayangi. Maka jangan putus asa dari rahmat Allah Subhanahu wa taala. Allah kasih contoh dalam Al-Qur'an. Bagaimana Allah masih mau mengampuni gembong-gembong para pendosa. Firaun. Siapa yang lebih jahat dari Firaun? Enggak ada yang ngalahkan kejahatan Firaun. Sombongnya luar biasa. Ya. Waunail autat. Di antara tafsiran Firaunil Autad, yaitu Firaun pemilik tali. Yaitu Firaun kalau nyiksa orang, dia tarik tali kanan kiri, kaki kanan, kaki kiri ditarik sampai lepas. Nyiksa. Firaun sudah penyiksa memperbudak Bani Israil ngaku sebagai Tuhan lagi. Ya, ngaku sebagai Tuhan. Ternyata Allah masih kasih kesempatan dia untuk bertobat. Buktinya Allah kirim dua nabi, bukan satu nabi. Kata Allah kepada Musa dan Harun, idhaba ila Firauna innahu tha faqu lahu laallahu yatadakaru yaksya. Pergilah engkau wahai Musa dan Harun kepada Firaun. Sesungguhnya dia telah melampaui batas. Faqula lahu. Ucapkanlah kalian berdua kepadanya dengan perkataan yang lembut. Siapa tahu dia ingat, siapa tahu dia takut, siapa tahu dia sadar. Seandainya kalau Firaun bertobat, diterima enggak tobatnya? Diterima. Nah, buat apa kalau tidak diterima? Dikirim Musa dan Harun. Tapi Firaun tidak mau bertobat. Bahkan begitu lembutnya Musa sampai Musa memberi tawanan. Hallaka ila anazakka. Firaun tidak bilang, "Eh, tobat, tobat kau Firaun." Enggak. Musa gak bilang, "Eh, tobat Firaun enggak." Musa bilang, "Hallaka anaka maukah engkau mensucikan dirimu?" Tawaran bukan perintah. Faahdiakbika fatya. Kalau kau mau menyucikan dirimu, aku akan arahin kepada Rabbmu, maka kau akan khusyuk, akan takut. Kata yang sangat lembut. Tetapi Firaun tidak bertobat. Seandainya dia bertobat, dia akan diampuni oleh Allah subhanahu wa taala. Allah kisahkan lagi para penyihir Firaun. Dosa apa yang lebih parah daripada syirik? Sihir ini syirik luar biasa. sihir. Kerjaan mereka bertahun-tahun sebagai musyrik, penyihir. Cari nafkah dengan praktik sihir. Bahkan ingin berdual melawat melawan utusan Allah. Diundang oleh Firaun. Inak inana laajron inuna nahnul golbin. Kami dapat duit wahai Firaun. Kalau kami menang lawan Musa. Iya. Wa innakum laminal muqarabin. Bukan cuma dapat duit saja dikasih jabatan fulus. Ada jabatan. Oke. Mereka datang dengan semangat untuk berduel dengan utusan Allah. Dosanya kayak apa? Sudah penyihir ingin ngalahin utusan Allah. Tetapi subhanallah mereka bertobat di akhir hayat. Ada yang mengatakan gara-gara Musa nasihati mereka sebelum mereka berduel. Waakumahianum. Sebelum duel Musa kasih nasihat, celaka ciloko ciloko. Jangan berdusta sesama Allah kalian akan kena azab. Sungguh merugi orang yang berdusta. Fatanau bainahum amrahumasarun najwa. Mereka jadi bingung, gelisah. Eh, ngomong begitu. Rupanya nasihat sedikit itu membuat masuk ke dalam hati mereka. Karena Firaun Musa ketika berbicara dari hati yang dalam, kalian celaka sehingga masuk dalam hati hati mereka. Akhirnya ketika duel, mereka lihat mukjizat Nabi Musa. Akhirnya mereka pun masuk Islam. Faulqiasa saharatu sujada. Mereka pun sujud. Ketika mereka sujud, akhirnya Firaun bunuh mereka, salib mereka, kemudian mereka masuk surga. Subhanallah. Islam cuma sebentar, puluhan tahun dalam kesyirikan. Beriman cuma sebentar, meninggal masuk surga. Allah maha pengampun lagi maha penyayang. Siapa lagi? Allah sebutkan tentang orang-orang Ashabul Ukhdud. Allah berfirman, "Innalladzina fatanul mukminina wal mukminati tumma lam yatubu falahumzabu jahannama walahumzabul harq." Sesungguhnya orang-orang yang membakar kaum mukminin, fatanus ini maksudnya membakar, membakar kaum mukminin, membakar kaum mukminat, mereka kumpulkan ada mengatakan ribuan orang tidak mau beriman, tidak mau beriman kepada sang raja, maka dibakar hidup-hidup. Dibakar hidup-hidup ini kejahatan kayak apa? Seperti ini. Kemudian mereka syuhud, quud ketika mereka bakar, mereka saksikan, mereka nongkrong menikmati siksaan tersebut. Ini luar biasa. Jadi bukan sekedar bakar, mereka nonton mereka nikmati pembakaran tersebut. Kira-kira kalau ada zaman sekarang ada seorang misalnya membakar ulama, kira-kira kita bilang apa? Wah, enggak bakalan diampuni. Ini bukan satu orang yang dia bakar. Ribuan. Ternyata Allah masih kasih kesempatan untuk bertobat. Kata Allah Subhanahu wa taala, "TMam yatubu." Sesungguhnya orang-orang yang telah membakar kaum-kauminat kemudian tidak bertobat. Maka bagi mereka azab yang pedih dan azab yang membakar. Maksudnya kalau mereka bertobat berarti mereka tidak diazab. Qatalu aulia Allah. Mereka telah membunuh wali-wali Allah. Kemudian Allah masih memberi kesempatan mereka untuk bertobat. Jadi Allah kasih gambaran tentang orang yang paling bejat seperti Firaun, orang yang paling dahsyat siksaannya seperti raja-raja tersebut ternyata masih dikasih kesempatan untuk bertobat menunjukkan bahwasanya Allah maha pengampun lagi maha penyayang. Rasulullah juga kasih contoh tentang pembunuh 100 nyawa. Setelah dia membunuh 99 nyawa, dia mencari a'lamu ahlil ard. Mana orang paling berilmu di atas muka bumi. Qadarulu dia mendapati orang yang rajin ibadah, bukan berilmu. Dapat orang rajin ibadah, dia tanya, "Wahai ahli ibadah, saya sudah bunuh 99 orang. Apakah Allah masih bisa menerima tobatku?" ahli ibadah enggak punya ilmu, dia berfatwa pakai perasaan. Kayak kamu ini gimana mau diampuni? Enggak bisa diampuni. Maka dia berfatwa pakai perasaan bukan pakai ilmu. Maka dipenggalah jadi 100. Setelah dia bunuh 100 orang, dia cari orang ahli ilmu. Dapatlah orang ahli tersebut. Maka dia tanya, "Saya masih bisa bertobat?" Maka ahli berjawab, "Siapa yang bisa menghalangi engkau dari tobat?" Allah subhanahu wa taala. Pergilah ke negeri yang lain. Tinggalkan negerimu. Fainnaha ardus. Itu negeri yang buruk. Pergilah ke negeri yang baik. Beribadahlah kepada orang-orang saleh di sana. Maka dia pun berjalan menuju negeri yang baik. Dia belum beribadah. Di tengah jalan dia meninggal tapi dia sudah bertobat. Akhirnya dia masuk surga. Saya rasa ya tidak ada di antara kita yang maksiatnya lebih daripada orang-orang ini. Kalau orang ini saja bisa diterima tobatnya, bagaimana dengan yang selainnya? Maka jangan pernah putus asa dari bertobat kepada Allah. Setan ingin kita putus asa. Maka di antara riwayat yang menarik, riwayat dari Hajjaj bin Yusuf Atsqafi. Hajaj bin Yusuf Atsqafi terkenal kejam membunuh. Dia bunuh Abdullah bin Zubair, dia bunuh Said bin Zubair, dia bunuh sahabat, dia bunuh tabiin. Kejam. Disebutkan ketika dia mau meninggal, dia berdoa, "Allahumfirli fainnanaka taf'al." Dia mengatakan, "Ya Allah, ampunilah aku." Orang-orang bilang, "Kau tidak akan ampuni aku, ya Allah." Ya, sudah jahat kayak begitu dia masih husnuzan kepada Allah. Dia bilang, "Ya Allah, Allahumagfirli. Ya Allah, ampunilah aku." Sesungguhnya mereka mengatakan, "Kau tidak akan mengampuni aku. Ampuni aku, ya Allah." itu seketika dia akan meninggal meninggal dunia. Apa kata Abu Nawas dalam syairnya? Ya yaqaruka muhsinudir mujribi kama amartani waadihamu maika wasilatun illa wamilu anni muslim kata Abu Nawas disebutkan dia punya punya syair. Dia mengatakan, "Ya Allah, meskipun dosa-dosaku sangat banyak, tetapi saya tahu ampunanmu lebih banyak daripada dosa-dosaku. Kalau yang hanya bisa berharap kepada engkau orang-orang baik, terus para pendosa mau berharap kepada siapa? Saya berdoa kepada engkau sebagaimana kau perintahkan kepadaku. Saya angkat tanganku. Kalau kau tolak tanganku, terus siapa yang mau merahmati saya? Saya tidak punya andalan untuk minta ampunanmu kecuali harapan." dan indahnya ampunanmu kemudian aku pasrah dengan keputusanmu. Oleh karenanya seorang jangan putus asa. Betap pun besar yang dosa yang dia lakukan jangan dia putus asa. Bahwasanya Allah maha mengampuni dosa. Meskipun dia berulang-ulang melakukan dosa, jangan pernah putus asa. Makanya di antara perbedaan sifat nama Allah, algfur dengan alghffar, ada yang mengatakan alghfur terkait dengan ulang-ulang. Seorang melakukan dosa ulang-ulang. Allah alghfur yaitu Allah mengampuni dosa-dosa meskipun diulang sejuta kali. Al-ghffar yaitu Allah mengampuni dosa sebesar apapun dosa tersebut. Jadi gfur terkait dengan kuantitas doa dosa. Al-ghffar terkait dengan kualitas dosa. Maksudnya dosa kuantitasnya sebanyak apapun Allah akan ampuni. Alghffar dosa kualitasnya sebesar apapun akan Allah ampuni. Yang penting kamu bertobat. Jangan pernah putus asa. Ibnu Taimiyyah menjelaskan dari mana seorang bisa putus asa dari bertobat. Kenapa dia tidak putus asa? Kenapa dia putus asa sehingga tidak mau bertobat? ee dua kemungkinan beliau berkata, "Walqut yakunu biqallahafiru lahu imunbalahuahu waqu maahaya qahwai fahua nafsihi. Yang pertama dosanya terlalu besar sehingga dia bilang, "Saya bertobat pun Allah tidak akan ampun. Terlalu besar dosa saya terlalu besar. Saya bajingan, saya penjahat, semua kejahatan sudah saya lakukan. Gimana Allah ampuni saya?" Maka ini salah satu bentuk putus asa karena dia merasa dosanya terlalu besar. Yang kedua, dia tidak mau bertobat. Karena dia bilang bertobat, aduh jiwa dia tidak tertarik untuk bertobat. Saya enggak bisa bertobat terus. Saya terbawa dengan hawa nafsu. Saya tobat gimana? Saya maksiat terus. Sehingga dia sulit untuk bertobat. Ibnu Taimiyah mengatakan, "Wah ya minanas ini banyak menimpa banyak orang. Walut yahsul. Terkadang orang putus asa gara-gara pertama, kadang-kadang kedua. Fal awal karhib. Adapun yang pertama seperti rahib tadi ahli ibadah yang berfatwa kepada pembunuh 99 nyawa. Dia melihat dosanya terlalu besar. Orang seperti kamu enggak bakalan diampuni ngapain bertobat. Sehingga dia akhirnya putus asa. Mengajari orang untuk putus asa karena memandang dosa terlalu apa? Besar. Sebagian orang tidak mau bertobat. Kenapa? Dosanya terlalu besar. Percuma Allah tidak akan ampuni. Ya, yang kedua tadi ya seperti orang yang ingin bertobat tapi dia bilang, "Waduh, berat jiwa saya sulit untuk bertobat." Kenapa? Syarat tobat susah. Harus meninggalkan. Saya enggak bakalan meninggalkan. Menyesal kayaknya saya tidak menyesal. Saya masih pengin lagi bertekad tidak mengulangi. Saya masih pengin lagi. Sehingga dia tidak jadi tobat. Syaratnya tidak b saya penuhi. Syarat tobat terlalu berat. Nanti ajaalah nanti aja. Nanti aja nanti. Kalau saya laku tobat sekarang enggak bakalan diampuni. Kenapa? Syaratnya tidak terpenuhi. Akhirnya dia tidak bertobat. Putus asa akhirnya meninggal dunia. Itu yang setan ingin seorang terkadang terjatuh yang pertama, terkadang jatuh yang kedua. Makanya di antara di antara zikir yang kita berzikir sekaligus berdoa kita berdoa rabbigfirli watuba alaiya innaka anta tawwabur rahim. Ya Allah ampunilah aku. Watuba alai. Apa maknanya tuba alaiya? Maknanya ya Allah kalau aku bertobat terimalah tobatku. Kalau aku belum bertobat ilhamkanlah aku untuk bertobat. Watub alai bisa dua makna. Watuba alai. Kadang kita susah untuk bertobat karena masih hobi dengan maksiat tersebut. Riba mau keluar. Waduh masih butuh. Gimana? Nanti ajaalah. Cara tobat meninggalkan. Gimana sih mau meninggalkan? Nyaman nih di riba. Gaji banyak bisa punya ini, bisa punya anu, tidak mau tobat. Maka berdoa, "Rabbighfirli watuba alaiya innaka anta tawwaburim." Maka putus asa bisa datang dari salah satu dari dua model ini. Nah, orang seperti ini maka dia tinggal ingat baca bagaimana kisah Firaun Allah tawarkan tobat. Bagaimana pemyihir Firaun Allah tawarkan tobat. Bagaimana para penyiksa pembakar orang-orang beriman Ashabul Ukhdud Allah masih tawarkan tobat kepada mereka. Tib. Di antara bentuk-bentuk al-qunut mir rahmatillah selain yang kita sebutkan tadi ya, seperti tadi ee sebagian orang tua putus asa ya bahwasanya anaknya dan putrinya akan saleh. Dia lihat anaknya nakal, putrinya nakal dia enggak ada solusi, enggak bakalan baik. Ini putus a putus asa. Seorang misalnya terkena sihir di sihir dia sudah berobat-berobat enggak sembuh-sembuhya enggak bakalan sembuh. Ini putus asa. Sampai saya dengar ada seorang disihir sampai 20 tahun baru akhirnya apa? Akhirnya sembuh. Setelah 20 tahun dia bersabar, bersabar, bersabar. Allah mungkin kasih pahala ketika dia disihir. Dia menderita sakit. Pahala banyak sekali. Dosa-dosa berguguran, derajatnya naik. Allah lebih tahu. Tapi dia tidak putus asa. Setelah 20 tahun baru akhirnya apa? Sem sembuh. Ini dan saya katakan taruhlah tidak sembuh, taruhlah meninggal karena sakit maka selama kita husnudan kita dapat paha pahala dan keputusan Allah pasti yang terbaik. Siapa yang husnuzan kepada Allah, beramal saleh, pasti kesudahannya itu yang terbaik bagi dia. Lebih baik dia meninggal dalam kondisi demikian daripada dia sembuh. Allah yang lebih tahu serahkan kepada Allah subhanahu wa taala. Terakhir yang in sampaikan ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala agar kita berharap selalu kepada Allah. Ketahuilah bahwasanya Tuhan kita Allah Subhanahu wa taala lebih sayang kepada hamba-hambanya daripada seorang ibu kepada anaknya sendiri. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Lallahu arhamu biibadihi min had biwaladiha." Allah lebih sayang kepada hamba-hambanya daripada seorang ibu kepada anaknya. Hadis ini Rasulullah sebutkan ketika Rasulullah melihat ada seorang ibu yang kehilangan anaknya. Kemudian dia cari-cari akhirnya dia dapat anaknya tersebut dalam peperangan dia kehilangan anaknya. Dia cari-cari akhirnya dia dapat langsung dia susui anaknya tersebut. Dan ini adalah bentuk kasih sayang yang paling tinggi di kalangan manusia. Kasih sayang paling tinggi seorang ibu kepada anak. Terutama ketika dia baru kehilangan apa? Anaknya dan dia cari-cari dengan penuh kesedihan. Ketika dia dapat, maka kecintaannya di puncak-puncaknya. Maka Rasulullah berkata kepada para sahabat, "Menurut kalian apakah ibu ini akan melemparkan anak-anaknya ke api?" Kata para sahabat, "Bagaimana?" Ya, dia tidak akan melemparkannya sementara dia mampu untuk tidak melemparkannya, menyelamatkannya. Maka Rasulullah berkata, "Wallahu arhamu biibadihi min had biwaladiha." Allah lebih sayang kepada hambanya daripada seorang ibu kepada anaknya. Dan ini benar. Maka jangan pernah seuzon. Sedekah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Benar. Kenapa ibu kenapa sayang sama anaknya? Karena anak itu pernah dalam perut perutnya, pernah mengambil makanan dari perutnya. Anak itu pernah dia susui, anak itu pernah keluar dan dia bertarung dengan kematian ketika melahirkan anak tersebut. Tetapi Allah lebih sayang. Kenapa? Sang kreator pembuat anak itu siapa? Al Allah. Ibu cuma tempat numpang. Yang bikin anak itu sebenarnya siapa sih? Allah. Dan sangat mungkin sang kreator menyayangi hasil apa? Kreasinya, hasil ciptaannya. Tergantung kita bagaimana berprasangka baik kepada Allah Subhanahu wa taala. Alladzi khalaqoka fasawaka faadalak fi ayyi suratin masyaakabak. Dialah yang telah menciptakan engkau dan menyempurnakan bentukmu dan seimbangkan bentukmu. Fiyi surati masyaarabak. Dan dia menyusunmu dengan bentuk yang dia sukai. Allah musawir yang memberi bentuk. Allah khaliq yang mencipta. Kita ini semua ciptaan Allah dan Allah lebih sayang kepada ciptaannya daripada seorang ibu kepada anaknya yang pernah numpang di perutnya. Kita dapati betapa banyak ibu yang tidak memaafkan anaknya. Banyak atau tidak banyak? Anaknya marah diusir anaknya jengkel sama dendam sama anaknya. Allah kita maksiat berulang-ulang. Kalau kita kembali Allah akan terima. Kemudian juga Nabi kabarkan bagaimana jangan putus asa. Allah sangat gembira dengan bertobatnya seorang hamba. Kata kata Nabi sallallahu alaihi wasallamahu asaduhan bubbati abdihi hina yatubu ilaihi min ahadikum biardi falatin maahilatihifat minhu. Allah lebih gembira ada orang yang bertobat kepada Allah daripada seorang yang sedang membawa untanya di tengah padang pasir ada bekalnya makan dan minumnya. Kemudian unta tersebut ucul kabur bersama makanannya sehingga dia putus asa. Kemudian dia berbaring di bawah sebuah pohon di tengah padang pasir menunggu kematian yang datang secara bertahap. Kehausan, kekeringan mulai pandangan kabur mulai enggak jelas semua. Siap mati. Tiba-tiba untanya datang lagi. Tiba-tiba untanya muncul dan masih ada makanannya. Maka dia segera memegang tali kakang unta. Dia berkata, "Allahumma anta abdi wa ana rbuk." Ya Allah, sungguh benar Engkau adalah hambaku, aku Tuhanmu. Kata Nabi, "Akt min syiddatil farah." Saking gembira sehingga dia salah ngomong. Ini orang saking gembiranya masih kalah gembiranya Allah kalau ada hambanya bertobat. Berarti Allah sangat sayang kepada kita. Kita kalau saya punya anak nakal, saya mungkin ngomel, saya mungkin cubit, saya mungkin gampar. Tapi kalau dia balik saya senang enggak? Senang. Walillahil matsalul a'la. Perumpamaan bagi Allah lebih tinggi. Karena Allah lebih sayang kepada hamb-Nya, maka kalau hambanya balik, Allah lebih gembira. Sederhananya demikian. Semakin kita sayang, kalau dia kembali sadar semakin gembira. Enggak gembira. Dan karena Allah lebih sayang kepada hambanya lebih daripada seorang ibu kepada anaknya, maka kalau ada orang bertobat Allah sangat gembira. Oleh karena jangan putus asa. Kalau kita kembali kepada Allah senang. Ya. Jadi semuanya mudah bagi Allah. Jangan pernah putus asa kepada Allah subhanahu semuanya kalau Allah tinggal kehendak tinggal kun fayakun. Ya. Tib mungkin ini saja yang bisa saya sampaikan. Para hadirin hadirat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Ee jangan lupa melatih diri untuk senantiasa husnudan kepada Allah karena awal dari putus asa karena suuzon kepada Allah. Dan di antara sebab suudon karena kurang dekat dengan Allah. Di antara sebab kurang dekat dengan Allah karena kita banyak maksiat atau kita kurang mendekat. kurang baca Quran, kurang ngaji, kurang belajar atau kita bermaksiat sehingga kita mulai suudon sama Allah subhanahu wa taala. Kalau hubungan kita baik dengan Allah, mudah untuk kita berhusnudan. Mudah sekali. Tapi kalau hubungan kita buruk dengan Allah, agak sulit kita berhusnudan. Tapi tetap berusaha hus husnudan ya. Dan tentunya namanya raja berharap bukan hanya berharap saja tapi harus disertai dengan amal saleh. Innalladzina amanu walladina hajaru wahadu fiabilillah ulaika yarjuna rahmatallah. Sesungguhnya orang yang beriman dan beriman kemudian berhijrah dan berjihad mereka itulah orang-orang yang berharap dengan rahmat Allah. Namanya raja bukan sekedar hati aja tapi harus ada usaha dengan berusaha mendekat kepada Allah subhanahu wa taala. Bab demikian saja kajian kita mohon maaf segala kekurangan. Subhanakallah bihamdika asadu ila analamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.