Transcript
R3EZqhhIsvw • Etika Cara Beramar Ma'ruf Nahi Munkar
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/khalidbasalamah/.shards/text-0001.zst#text/0380_R3EZqhhIsvw.txt
Kind: captions Language: id [Musik] sekarang kita masuk baik Ustaz saya siap Amar marruf nahi mungkar apa etikanya kita lihat pesan Syekh Abu Bakar jaza rahimahullah dan kita tutup dengan ini kurang lebih ada ada tuj pesan beliau di sini Yang pertama adalah orang yang melakukan Amar Makruf hendaklah mengetahui hakikat apa yang ia perintahkan yaitu bahwasanya sesuatu itu adalah Makruf menurut agama dan memang telah diabaikan demikian pula hendaknya ia mengetahui hakikat kemungkaran yang akan ia cegah dan hendak ia hubah dan hendaknya kemungkaran itu memang betul-betul telah dilakukan Dan merupakan sesuatu yang dilarang oleh agama seperti kemaksat an dan hal-hal yang diharamkan ini dulu yang pertama etikanya harus dia tahu mana Makruf mana mungkar supaya dia suruh ini Dan Dia larang ini dan betul-betul memang Makruf ditinggalkan mungkar dikerjakan etika yang kedua hendaknya Ia adalah seorang yang warak warak artinya tidak mudah melakukan kemaksiatan tidak melakukan sesuatu yang akan ia cegah dan tidak meninggalkan apa yang akan dia perintahkan jangan sampai Dia larang riba dia riba ya dia harus orang yang War supaya berbekas ya kalau kita melakukan perbuatan Makruf dan kita nashati orang mudah untuk mereka terima kalau kita larang kemungkaran dan kita mang meninggalkan kemungkaran maka mudah mereka tinggalkan tapi kalau kita melakukan Subhanallah Allah tidak ada efeknya waupun dia ngomong dengan rorik yang bagus pun tidak ada gunanya Allah berfirman dalam surah ayat dan atyat [Musik] Hai orang beriman Mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat Amat besar kebencian di sisi Allah bahwasanya kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan juga dalam surah Albaqarah ayat [Musik] 44 Mengapa kamu suruh manusia mengerjakan kebaikan sedangkan kamu melupakan dirimu sendiri kewajiban dirimu kamu membaca Alkitab ini peringatan untuk Bani Israil Taurat dan kita juga Tentukan ayat al-qur'an ini Maka tidaklah Tidakkah kamu berpikir bagaimana kita suruh orang kita sendiri tidak melakukannya yang ketiga hendaknya Jadi sebelum dia mengamar Makruf dia kerjakan dulu sebelum dia nahi mungkar dia tinggalkan dulu jelas ya seperti Imam Malik pernah saya ceritakan kisah yang masih ingat enggak waktu ada muridnya bertanya tentang masalah pembebasan Budha lalu Beliau 2 bulan enggak jawab 2 bulan bukan waktu yang sedikit 2 bulan kemudian baru ditanya mana yang bertanya 2 bulan lalu masalah pembebasan Buddha saya Imam baik fadilahnya 1 2 3 4 5 ditanya oleh muridnya Kenapa an baru jawab kata Imam Malik Selama 2 bulan saya kumpulin duit dulu untuk bebasin budak baru saya ajarin kepada kamu emang harus dia praktikin yang ketiga hendaknya ia berbuli pekerti luhur berakhlak mulia lagi penyantun memerintah dengan penuh sikap rasa kasih sayang nah ini harus digaris bawahi karena banyak sekarang anak-anak muda kita mau am bermruf na mungkar tapi dengan kekerasan dengan ketegasan ya perhatikan di sini sikapnya penuh kasih sayang dan melarang atau mencegah dengan sikap lembut tidak tersinggung Jika ia harus mendapat perlakuan yang kurang baik atau tidak baik dari orang yang ia Ca berbuat mungkar misal ditolak apa yang dia sampaikan dari dakwahnya dan tidak marah jika disakiti oleh orang yang ia ajak untuk berbuatnya Makruf akan tetapi selalu bersabar memaafkan dan berlapang dada sebagaimana firman Allah dalam Surah Luqman Ayat 17 Sebelum saya baca konsepnya jangan balas kebodohan dengan kebodohan ya jangan balas tidak balas kebodohan dengan kepintaran balas emosi dengan senyum jangan balas dengan keboduhan jangan mereka gunjing kita gunjing dia dapat dosa kita dapat dosa jangan Allah berfirman Luman ayat 17illah [Musik] yang Dar [Musik] per diaj yang keendnya tidak meng kemungkan yang ada seb matai atau mengincip ke rumah-rumah orang atau membuka pakaian orang lain untuk melihat apa yang ada di baliknya atau membongkar tutup untuk mengetahui apa yang ada dalam bejana yang demikian itu karena agama kita memerintahkan agar kita menutup aurat orang lain dan melarang kita mencari-cari dan memata-matai sebagaimana firman Allah dalam Surah alfujurat auzubillahiminasyaitanirrajim wala tajassasu jangan kalian saling memata-matai jangan ambil tugasnya malaikat malaikat malaikat sudah ditugaskan gak usah ambil tugasnya dalam sebuah hadis Bukhari nomor 6064 kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam la tajassasu Jangan sengaja mencari-cari aib orang lain jangan memata-matai enggak boleh ada orang bertamu di ruang tamunya orang begitu tuan rumahnya masuk intip-intip di mau tahu orang itu ke mana kamar mandinya Bagaimana segala macam masuk periksa-periksa orang punya enggak boleh atau jadi jadi tamu di rumah orang nginap udah ini ranjang Ini kamar mandi ya sudah bolak-balik situ saja enggak usah cek-cek lagi ya dalam hadis yang lain riwayat Muslim nomor 2699 kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Manara muslimanullahu Fid Dunya Wal akhirah Barang siapa menutupi atau merahasiakan aib seorang muslim niscaya Allah menutupi aibnya di dunia dan di akhirat Jadi bukan malah kita disuruh ekspos orang itu tetangga saya sudah nasihatin tuh tahu enggak dia enggak Salat tuh oh ini maunya amarruf nahi mungkar atau memang sengaja mau menyebarkan aibnya orang beda ya malah dia sekarang yang perlu di nahi mungkar sebarin aibnya orang tutupin aib itu ya nomor L etikanya sebelum memerintah orang yang akan diperintah hendaknya terlebih dahulu dikenalkan kepadanya yang Makruf sebab boleh jadi yang boleh jadi ia meninggalkannya karena tidak mengetahui bahwa yang ia tinggalkan itu adalah merupakan yang Makruf Jadi sebelum orang diingatkan ee sebelum orang ditegur Mungkin dia tidak tahu diingatkan dulu demikian pula hendaknya mengenalkan kepada orang e yang hendak dicegah dari permungkaran perbuatan mungkar misalnya kita salam Asalamualaikum sudah tahu belum kalau salat itu wajib lu kemudian kita sebutkan fadilah-fadilahnya jadi di sini harusnya mengenal kepada mengenalkan kepada orang yang hendak dicegah dari perbuatan mungkar bahwa apa yang ia lakukan itu adalah kemungkaran sebab boleh jadi ia melakukannya karena tidak tahu bahwa perbuatannya itu adalah kemungkaran Imam Abu Hanifah teman-teman salah satu Imam mazhab itu mulai belajar agama di umur 30 35 tahun 35 tahun belum ada ilmu agamanya pada saat itu gara-gara apa dia masuk masjid salatnya salah Keliru tidak sesuai dengan sunah Nabi Ada orang di sebelahnya Ingatkan wahai saudaraku Tadi salat musalah salah mustinnya salat itu begini begini begini jelas sama dia kata Abu Hanifah saya jadi makhluk orang yang ingat kan lebih mudah Umur saya sudah berapa sekarang semenjak hari itu belajar agama sampai hafal 30 juz al-qur'an sampai hafal 500.000 hadis karena orang jadi imam mazhab harus minimal 500.000 hadis hafalannya itu pun dengan sanad-sanadnya ya Fulan bin Fulan dari Fulan dari Fulan dari Fulan harus tahu orang-orangnya dengengkar 500.000 Antum sudah hafal berapa bujang-bujang cuma tah senyum saja belum ada istri harus banyak hafalan mestinya karena tidak sibuk di rumah jadi di sini Imam Abu Hanifah belajar akhirnya menjadi imam mazhab apa kata para ulama menanggapi semua pahalanya dan ini sekarang Imam Abu Hanifah mazhabnya diterapkan di Turki ya Turki diterapkan di eropa secara umum berapa juta umat islamut u mazhabnya Abu Hanifah rahimahullah kata para ulama yang mengingatkan salah salatnya Imam Abu Hanifah di masjid awal panen pahala Abu hanifahal dia tidak berpikir sampai ke sana bisa saja orang yang sedang kita Ingatkan kebaikan itu ternyata jadi ulama besar nanti kita enggak tahu allahuam bisa saja jadi gitu kan yang keenam hendaknya menyuruh atau memerintah mencegah dengan cara yang baik lalu jika orang yang dimaksud tidak juga mengerjakan yang Makruf dan tidak mau meninggalkan kemungkaran maka hendaklah ia diberi nasihat dengan sesuatu yang dapat membuat hatinya duna seperti dengan cara menyebutkan dalil-dalil targib dan tarhib tarhib artinya janji saya sebbutkan kebaikan-kebaikan fadilah-fadilah salat Fadilah sodekah dia tidak mau baru masuk ke tarhib tarhib itu ancaman jadi jangan mulai menasihati orang dengan ancaman dulu jangan bilang kalau kau tidak salat dibakar di neraka itu namanya tarhib ancaman sebelum itu Sebutkan dulu hadis sudah tahu belum hadisnya kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Bagaimana kalau di depan rumah kalian ada ada kali yang luas sungai airnya deras kalian mandi sehari lima kali Apakah Tertinggal kotoran di badan kalian kata para sahabat tidak ada ya Rasulullah kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam itu perumpamaan lima waktu salat membersihkan dosa-dosa kalian seperti mandi di sungai satu Hadis dua hadis tiga hadis semuanya berhubungan dengan masalah targib menarik orang untuk mau mengerjakan Sebutkan Fadilah kalau nolak baru pindah ke tarhib baru pindah ke ancaman lalu Dikatakan yang selanjutnya teman-teman sekalian lalu jika tetap juga tidak mau Setelah itu tidak ada perubahan hendaknya menasihatinya dengan ungkapan-ungkapan yang mencela dan keras saya akan laporkan loh kalau tap dibuat curian ini misalnya ya jika tidak ada perubahan juga maka hendaklah merubahnya dengan tangan kekuatan yang jika tidak mampu melakukannya hendaklah meminta bantuan kepada pemerintah atau petugas yang berwenang atau saudara-saudara yang lain yang terakhir yang ketujuh tanya jika tidak mampu merubah kemungkaran dengan tangan sendiri atau dengan lisan karena khawatir terhadap diri harta dan kehormatannya sedangkan Ia tidak mampu untuk bersabar atas kemungkaran buruk yang adaan melimpahnya kemungkinan buruk yang akan melimpahnya maka cukuplah mengingkari kemungkaran tersebut dengan hati saja karena nabi sallahuaii wasallam mikan keringanan Dalam Hadis Muslim Barang siapa yang melihat kemungkaran maka hendaklah ia ubah dengan tangannya kalau tidak mampu maka dengan lisannya kalau tidak mampu maka dengan hatinya [Musik]