Transcript
m4kp3Qwpqko • Ibadah Hati Kunci Sukses dan Bahagia - Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2557_m4kp3Qwpqko.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrul lahu
ala taufiqihi wamtinanih ashadu alla
ilahaillallah
wahdahu la syarikalahuiman
wa ashadu anna muhammadan abduhu wa
rasuluh daila ridwan allahumma sholli
alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa
ikhwani.
Hadirin dan hadirat yang dirahmati oleh
Allah subhanahu wa taala. Pada
kesempatan kali ini kita akan membahas
tentang
ibadah-ibadah hati yang merupakan sebab
kebahagiaan. Ya,
sebagaimana kita tahu bahwasanya Allah
Subhanahu wa taala ee mengkaitkan
kebahagiaan dengan keimanan, yaitu siapa
yang beriman dia pasti bahagia, siapa
yang tidak beriman dia pasti sengsara.
Dalam banyak ayat. Di antaranya Allah
berfirman, "Man amila shihan minakarin
unsa wahua mukminyannahu
hayatan thibah wajziahum ajrahum
biahsanilladu ymalun." Kata Allah
Subhanahu wa taala, "Siapa yang beramal
saleh laki-laki maupun wanita wahua
mukmin dalam kondisi ber beriman, maka
kami akan berikan dia kehidupan yang
baik, yaitu kebahagiaan di dunia dan
kami akan balas dia dengan yang terbaik
di akhirat." Demikian juga misalnya
Allah ee menjelaskan innal abrara lafi
naim. Sesungguhnya orang-orang yang
abrar yaitu orang-orang yang beriman,
beramal saleh ya lafi naim sungguh
benar-benar dalam kebahagiaan.
Kata Ibnu Qayyim rahimahullah, naim di
sini mencakup tiga ee alam, yaitu alam
dunia. Kemudian adur alalatah yaitu alam
dunia, darud kemudian darul barzakh dan
darul akhirah. Dia akan bahagia di
dunia, bahagia di alam barzakh dan juga
bahagia di akhirat.
Dan sebaliknya siapa yang berpaling dari
keimanan, maka dialah yang sengsara.
Kata Allah Subhanahu wa taala, "Man
a'zikri fainna lahu maisan donka."
Siapa yang berpaling dari peringatanku,
maka bagi dia kehidupan yang sempit di
dunia, di alam barzakh, apalagi di di
akhirat.
Karenanya Ibnu Taimiyah rahimahullah
punya perkataan yang indah yang
menunjukkan bahwasanya orang beriman
pasti bahagia. Kata beliau, "Inna fid
dunya jannatan manam yadkhulha lam
yadkhul jannatal akhirah." Di dunia itu
ada surga.
Siapa yang tidak bisa masuk surga dunia
tersebut, dia tidak akan bisa masuk
surga akhirat. Yaitu Ibnu Taimiyah
rahimahullah ingin mengatakan, orang
beriman pasti bahagia. Dia pasti
merasakan surga dunia sebelum surga
akhirat. Kalau di dunia dia tidak pernah
bahagia berarti imannya ber bermasalah.
Kalau dia imannya benar sebelum
merasakan surga akhirat, harusnya dia
sudah merasakan surga dunia. Inna fid
dunya jannatan manam yadkhulha lam
yadkhul jannatal akhirah. Dunia ada
surga. Siapa yang tidak bisa masuk surga
tersebut di dunia, dia tidak akan bisa
masuk surga akhirat. Oleh karenanya,
beliau juga pernah berkata, "Madza
yaf'alu a'dai bi jannati fi qolbi." Apa
yang hendak dilakukan oleh musuh-musuhku
kepadaku, sesungguhnya surgaku ada di
hatiku. Yaitu ke mana pun dia berada,
dia bawa imannya dan ke mana pun dia
berada maka kebahagiaan akan bersamanya.
Siapa yang beriman dia akan bahagia.
Meskipun beliau dipenjara, dimusuhi,
diasingkan, beliau mengatakan, "Apa yang
hendak dilakukan oleh musuh-musuhku
kepadaku?" Jannati fi qolbi. Bahwasanya
surgaku ada di hatiku.
Eh demikian juga orang-orang salihun
dulu berkata, "Lau yalu la ylamu eh
kalau seandainya para raja yamul muluk
waul muluk maahnu alaih laaladuna alai
ya laamul muluk abnaul muluk maahnu
fialaduna alaihi."
Seandainya para raja dan para pangeran
tahu akan kebahagiaan yang kami rasakan,
tentu mereka akan ya merampas dari kami
meskipun harus dengan memukulin kami.
Yang ini menunjukkan
bahwasanya kebahagiaan
ee asalnya adalah keimanan.
Dan kalau kita bicara tentang iman,
ahlusunah wal jamaah mendefinisikan iman
dengan aliman itu adalah ee qulun wa
amalun ya waqadun ya qulun bisan, amalun
bil arkan waqadun bil jinan
waqadun bil janan ya. bahwasanya iman
itu adalah ee
perkataan dengan lisan, perbuatan dengan
anggota tubuh dan keyakinan di hati.
Yazidu bit thaah waanquusu bil maksih.
Iman itu bertambah dengan ketaatan dan
berkurang dengan kemaksiatan.
Dan tentunya poros dari perkataan
perbuatan
adalah amalan hati. Adalah amalan amalan
hati. Ya, tidak ada faedahnya perkataan
dan perbuatan jika ternyata amalan
hatinya rusak.
Karenanya
banyak sekali dalil yang menunjukkan
akan hal ini. Bahwasanya amalan hati
adalah poros dari segala ee amal saleh
atau perkataan-perkataan yang baik.
Seperti Nabi sallallahu alaihi wasallam
bersabda, "Innallaha la yanzuru ila
suarikum w ila ajsamikum wakin yanur ila
qulubikum wa'alikum." Sesungguhnya Allah
tidak melihat kepada rupa kalian, kepada
penampilan kalian, jasad kalian, tetapi
Allah melihat kepada hati kalian dan
amal kalian.
Rasul sahu alaihi wasallam juga bersabda
ya inna fil jasadi mudgah iduhat shuhal
jasadu kullu waidza fasadat fasadal
jasadu kullu ala wahiyalqb. Sesungguhnya
di dalam hati ada segumpal daging. Jika
baik daging tersebut maka baik pula
seluruh jasad. Dan jika buruk daging
tersebut, maka buruk pula seluruh jasad
ketahui dia adalah kalbu. Ini
menunjukkan bahwasanya amalan kalbu atau
amalan hati yang menjadi poros utama ee
terkait dengan keimanan. Demikian juga
misalnya Allah berfirman, "Lan yanallaha
luhumuha wa dimauha waki yanaluhut taqwa
minkum."
Sungguhnya hewan-hewan yang kalian
sembelih tersebut ya apakah ketika Idul
Adha, apakah ketika hajian, tidak akan
sampai kepada Allah dagingnya dan tidak
akan sampai kepada Allah darahnya.
Wakianaluhu attaqwa minkum. Tapi yang
sampai kepada Allah ketakwaan kalian.
Dan ketakwa tempatnya di hati kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam ya. Attaqwa
hahuna. Atttaqwa hahuna, takqwaun. Takwa
tempatnya di hati. Yang jadi paling
utama adalah amalan hati. Adapun ee
darah, daging ya bukan itu yang menjadi
patokan utama. Patokan utama adalah
walakinanu attaqwa minkum yang sampai
kepada Allah adalah ketakwaan kalian.
Allah juga berfirman,
"Yauma la yanfau maun wala banun illa
man atallaha biqolbin salim."
Hari di kiamat nanti tidak bermanfaat ya
harta maupun anak-anak kecuali orang
yang datang bertemu dengan Allah dengan
hati yang bersih. Dengan hati yang
bersih. Makanya kalau kita lihat juga
ketika Allah berbicara tentang
orang-orang kafir, Allah juga sebutkan
sebabnya mereka kafir, sebabnya mereka
rusak karena hati mereka bermasalah.
Karena amalan hati mereka bermasalah.
Seperti Allah berfirman, "Afala
yatadabbarunal Quran am ala qulubin
akfaluha?" Apakah mereka tidak
mentadaburi Al-Qur'an ataukah ada gembok
yang menggembok mengunci hati-hati
mereka? Kok tidak ada asarnya, tidak ada
dampaknya, tidak ada faedahnya. Am ala
qulubin akfaluha atau hati mereka
bermasalah digembok sehingga tidak bisa
mengambil faedah. Allah juga berfirman,
kalla bal r ala qulubihim mau yaksibun.
Sungguhnya yang menjadikan mereka
bermasalah karena hati mereka sudah
diliputi oleh ron, yaitu hitam yang
meliputi hati mereka akibat maksiat yang
mereka lakukan. Sehingga percuma faedah
yang disampaikan
mereka tidak akan bisa ambil faedah. Ya.
Kata Allah Subhanahu wa taala, "Walaq
jahannama minal jinni wal insihumlubun
lafqah biha." Sungguh
kami telah penuhi neraka dengan banyak
jin dan manusia. Kenapa mereka bisa
masuk neraka? Allah katakan di awal,
lahum qulubun la yafqahuna biha. Mereka
punya hati-hati tapi mereka tidak bisa
berpikir dengan hati mereka yaitu hati
mereka ber bermasalah.
Allah juga berfirman, "Fainnaha tamal
absar wakin tamal qulubati fur." Yang
jadi buta bukanlah mata kata Allah, tapi
yang buta adalah buta buta hati.
Ya Allah juga berfirman, "Fiubihim
maradahumullahu
mar." "Sesungguhnya hati mereka
berpenyakit." Maka Allah tambah lagi
penyakit dalam hati mereka. Allah juga
berfirman, "Falamuallahuubahum."
Tatkala mereka menyimpang, Allah
simpangkan lagi hati mereka. Allah juga
berfirman,
absumam.
Dan kami balikkan hati mereka. dan
pandangan mereka sebagaimana mereka
tidak beriman di awal kali. Jadi kalau
kita lihat ternyata kekafiran,
kemaksiatan, kefasikan juga masalahnya
karena amalan hati. Adapun lisan maupun
anggota tubuh adalah ekspresi dari apa
yang ada di di hati. Apa yang ada di
hati.
Karenanya dari sisi kita tahu bahwasanya
memperhatikan amalan hati adalah penting
karena dia adalah pokok utama dari
keimanan. Siapa yang hatinya benar
niscaya imannya akan akan baik. Dan
siapa yang imannya baik niscaya dia akan
bahagia.
Terus kita perhatikan juga
amalan-amalan hati kalau lihat sekilas
membuat inilah sebab bahagia dan
maksiat-maksiat hati itulah secara
sekilas juga penyebab kesengsaraan.
Tib orang yang coba amalan hati yang
bersyukur bahagia tidak? Syukur. Syukur
pertama dengan hati.
Syukur benar dengan lisan, dengan
anggota tubuh. Yang pertama adalah
pengakuan hati bah pengakuan bahwas
segala nikmat dari Allah. Mensyukuri apa
yang Allah berikan. Ya, qanaah. Qanaah
itu amalan apa? Amalan hati.
Kata ee Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"Waisal ginail
ard wakinal gina gina nafs." Bukanlah
kekayaan dengan banyaknya aset, tapi
kaya yang sesungguhnya kaya hati. Siapa
yang kaya hati? Dia yang kaya
sesungguhnya, Dia yang bahagia. Ya, kata
Nabi sallallahu alaihi wasallam, qad
aflaha man aslam waruziqo kafafan
waqonna Allahu bima ata. Sungguh
beruntung orang yang Islam itu selamat
dari kesyirikan.fafan
dan Allah berikan dia rezeki yang kafaf
yang tidak berlebihan tapi tidak juga
kurang cukup ya. Sehingga dia tidak
sibuk dengan mencari rezeki berlebihan
ya. Ada alhamdulillah cukup. Waq Allah
bima ata. Dan Allah buat dia jadi qanaah
dengan apa yang Allah berikan kepada
dia. Inilah orang bahagia yang qanaah.
Ya. Orang qanaah dia yang bahagia.
Sebagaimana perkataan Imam Syafi'i eh
maqinun
sawa. Kalau kau punya hati yang qanaah
sungguhnya kau dan raja sama saja. Raja
itu pengin puas. Makanya dia bangun ini,
dia bangun ini, dia ekspansi. Dia pengin
puas ya.
Dan belum tentu dia dapatkan, belum
tentu dapat kepuasan.
Tapi seorang yang mungkin hartanya
sedikit, tapi dia bisa jadi puas lebih
dulu daripada raja. Kalau dia puas
berarti dia sudah bahagia. Tapi kalau
enggak puas enggak akan bahagia. Orang
punya harta sudah sebanyak-banyaknya,
enggak puas enggak akan bahagia. Makanya
sering bilang koruptor itu yang yang
korupsi-korupsi korupsi korupsi-korupsi
itu mereka orang miskin atau orang kaya?
Orang miskin atau orang kaya. Koruptor
miskin atau kaya? Dua-duanya benar.
Miskin dan kaya.
Mereka kaya dari sisi aset. Miskin. Ha
miskin hati. Makanya mereka gak pernah
puas. Jadi mereka sebenarnya menderita.
Sudah dikasih harta enggak pernah puas
maka tidak pernah bahagia. Lain halnya
orang yang qanaah maka dia akan bahagia.
Jadi siapa yang qanaah dia akan bahagia.
Siapa yang khasyah takut kepada Allah
dia akan bahagia. Bayangkan dia bangun
malam, kemudian dia salat malam, dia
menangis. Dalam tangisannya Allah akan
kasih kebahagiaan. Orang yang sering
menangis malam dia akan bahagia. Dia
akan bahagia. Kenapa? Dia punya khasyah.
Ya. Inna kunna qblu fi ahlina
musfiqinallahu alqab.
Kami kata penghuni surga, "Kami dahulu
di dunia ketika di tengah keluarga kami
musyfikin. Kami takut."allahu
Allahu ala maka di akhirat Allah beri
anugerah kepada kamiabum
dan Allah selamatkan kami dari azab
neraka. Orang yang takut kepada Allah
dia akan ee bahagia.
Khusyuk. Khusyuk sama ya datang
kebahagiaan. Apa kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam kepada Bilal? Ya Bilal
arihnaat. Ya Bilal istirahatkanlah kami
dengan salat. Rasulullah merasakan kalau
sudah salat dia merasa kebahagiaan.
Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"Allah jadikan kebahagiaanku pada
salat." Amalan hati. Orang kalau bisa
salat khusyuk, dia pasti bahagia. Amalan
hati.
Orang yang tawakal kepada Allah bahagia
enggak? Bahagia dengan berbagai macam
ee ujian kehidupan yang tidak ada yang
bisa menghindari. Ujian kehidupan
menimpa siapa saja. Miskin, kaya,
terkenal, enggak terkenal, pejabat,
rakyat, jelata, semua ditimpa dengan
ujian kehidupan. Siapa yang bahagia di
antara mereka ketika diuji? yang
bertawakal kepada Allah. Siapa yang
bahagia? Orang yang sabar. Dia yang
bahagia. Yang tidak sabar menderita.
Makanya Rasul sahu alaihi wasallam
bersabda, "Wama utiya ahadun atoanirun
khairon wausa minasr."
Ya,
tidak seorang pun diberikan anugerah
oleh Allah yang lebih luas dan lebih
baik daripada sabar.
Siapa yang sabar, dia yang bahagia.
Semua amalan hati bikin bikin bahagia.
Ya, tawakal kepada Allah, khasyatullah,
sabar, berharap kepada Allah, husnuzan
kepada Allah subhanahu wa taala. Ini
semua amalan hati dengan bahagia. Coba
kita bandingkan.
Amalan hati, maksiat hati merupakan
sebab kesengsaraan.
Contoh, hasad. Menderita enggak orang
hasad?
menderita
sedikit-sedikit hasad. Lihat orang beli
beli mobil lebih bagus, waduh jengkel
dia. Mudah-mudahan mobilnya meledak.
Lihat orang istrinya lebih cantik, aduh
mudah-mudahan mati di biar sayaambil
istrinya.
Ya, hasad terus.
Lihat orang terkenal, dia hasad. Lihat
orang lebih berhasil, dia yang
menderita. Padahal dia juga sudah
berhasil, tapi hatinya tidak kuat
melihat ada yang lebih berhasil daripada
dia.
Ya. Maka orang hasad orang yang paling
menderita.
Orang yang tidak pernah bersyukur tamak,
tidak pernah bahagia. Tamak terus, tamak
terus, tamak terus, tidak berkah. Apa
kata Nabi sallallahu alaihi wasallam?
Nasihat Nabi kepada
eh Hakim bin Hizam. Ya Hakim inna had
dunya hulwatun khadirah. Wahai hakim
sesungguhnya dunia ini manis dan hijau.
Manis dirasa sejuk dipandang hijau.
Man akzaha ya atau inal ma hulwatun kh.
Sesungguhnya harta itu adalah manis dan
hijauan akhadahu bisakhawati nafsin
burika lahu fihi. Siapa yang mengambil
dunia itu dengan dalam riwayat bitibin
nafs yaitu dengan jiwa yang tidak tamak
yang ngambil dengan jiwa yang tenang ya
jiwa yang dermawan, maka akan diberkahi
baginya.
Ya. Adapun waman akh biisrofin nafs
dengan tamak kepingin-kepingin dipengin
terus maka Allah tidak lam yubarak lahu
fihi
ya. maka dia tidak akan diberkahi oleh
Allah subhanahu wa taala. Wakalladzi a
kalladzi yaakul walam yasyba. Seperti
orang yang makan tapi enggak pernah
kenyang. Tama. Sehingga dunia itu
seperti air laut yang asin. Semakin
diminum semakin bikin ha haus
sehingga tidak ada bahagia. Tidak ada
bahagia. Sudah punya rumah dua tidak
bahagia. Sudah punya mobil tiga tidak
bahagia. Sudah punya perusahaan lima
tidak bahagia. Repot.
Kenapa dia enggak punya amalan hati?
Yaitu qanaah. Tidak punya amalan hati
syukur kepada Allah Subhanahu wa taala.
Coba orang yang pemaaf bahagia enggak?
Bahagia.
Punya amal hati mudah memaafkan, oh
bahagia. Apapun yang terjadi dia mudah
maafkan. Bahagia.
Lihat Nabi Yusuf Alaih Salam begitu
mudah memaafkan. Sampai Nabi sallallahu
alaihi wasallam mengatakan, "Ma akul
lakum illa kama qa akhi Yusuf."
Ya,
tidak aku berkata kepada kalian wahai
orang Quraisy kecuali seperti perkataan
Nabi Yusuf kepada saudara-saudaranya.
Lariba alikumul yaum. Tidak ada celaan
bagi kalian. Subhan Nabi Yusuf alaihi
salam sangat mudah memaafkan. Kalau kita
baca bagaimana dia memaafkan semua orang
bermasalah dengan dia. Dia maafkan
kakak-kakaknya dia tidak dendam.
Dia maafkan Imraatul Aziz yang
memenjarakan dia, dia tidak dendam.
Bayangkan kita kalau dipenjara 1 tahun
dendam atau tidak dendam? Apalagi
gara-gara Imratul Aziz dipenjara sampai
ada yang bilang 14 tahun.
Luar biasa. Dia tidak dendam sama
Imratul Aziz. Tidak dendam. Ya, bahkan
dalam buku-buku tafsir disebutkan
akhirnya dia menikah dengan Imratul
Aziz. Tapi tidak ada riwayat yang sahih.
Cuma disingung dalam buku tafsir,
akhirnya suami dari Imraatul Aziz, suami
dari Zleikh meninggal dunia. Jadilah dia
jan janda. Akhirnya Yusuf disuruh
menikah dengan Imratul Aziz. Kemudian
Imrat Aziz berkata, "Ya, intinya
akhirnya
ketemu lagi." Ya kan begini bagus kata
Yusuf. Tapi itu riwayat enggak ada yang
enggak ada yang sahih ya. Terus Imrat
Aziz mengatakan, "Ya kau kasih uzur sama
akulah. Suamiku tidak pernah
mendatangiku. Makanya aku dulu
berbegini-begini ya." Tapi intinya dia
tidak dendam sama Imraatul Aziz. Dia
juga tidak dendam kepada orang yang
sudah dia tafsiri mimpinya. Kan dia
waktu tafsirkan salah seorang.
Ketika dua orang datang kepada Yusuf
minta ditafsirkan mimpi, Yusuf tafsirkan
yang satu bakalan dibunuh, disalib, yang
satu bakalan dibebaskan, kemudian jadi
pelayan khusus raja. Maka dia berkata
kepada orang yang diduga akan menjadi
pelayan raja. Udzni rbik. Jangan lupa
sebut-sebut saya di depan raja.
Maksudnya disuruh kalau kau lagi
ngelayani raja, cerita dong tentang
saya. Yusuf begini begini begini supaya
Yusuf dibebaskan.
Ternyata kata Allah faansahuikrabbih.
Ternyata orang ini lupa cerita. Akhirnya
Yusuf tambah lagi penjaranya 7 tahun.
Cerita keluar selesai. Setelah 7 tahun
dia datang raja mimpi dia enggak enggak
tahu enggak ada yang bisa nafsirkan
mimpi raja. Maka dia bilang, "Oh, iya
ada Yusuf ya." Ya.
Waqalladzi naja minhuma wadakar ba'da
ummatin ana unabbiukum bitawilihi
farsilun. Maka berkatalah pelayan raja
tadi, dia ingat setelah 7 tahun dia baru
ingat, "Oh, tenang raja, ada orang yang
bisa tafsirkan mimpimu. Ana unabbiukum,
saya akan kabarkan apa tafsir mimpi sang
raja." Maka dia pun segera datang ke
penjara Yusuf. Dia berkata, "Yusufu
ayuhidan."
Wahai Yusuf, berilah fatwa kepada kami
jawaban tentang mimpi raja yang di mana
dia melihat tujuh sapi kurus makan tujuh
sapi gemuk, tujuh bulir gandum yang
hijau kemudian yang kering. Semoga aku
kabarkan kepadamu sehingga mereka tahu.
Yusuf tidak bilang, "Eh, ke mana saja
lu?" Ya, 7 tahun tidak nongol.
Datang-datang sekarang minta minta
tolong lagi. Enggak, enggak, enggak.
Yusuf enggak gitu. Memaafkan dia tidak
jelas sama sekali. Yang dia jelaskan.
Bahkan ketika dia jelaskan bukan cuma
jelaskan arti tafsir mimpi tersebut. Dia
tidak dendam sama raja Mesir. Bahkan dia
tafsirkan dan dia sebutkan solusinya.
Kalau dia apa tafsir mimpi tadi? M
tersebut hanya mengatakan maksudnya akan
ada tujuh musim panen 7 tahun dan akan
ada 7 tahun musim kemarau. Itu saja.
Tapi ternyata tidak demikian. Yusuf
bahkan nafsirkan dengan memberi solusi
baik
maamum lahun illa qilam mimma tuhsinun.
Kata Yusuf, "Tanamlah gandum
sebanyak-banyaknya selama tujuan
pertama. Terus simpan dengan bulirnya
jangan dikeluarkan dari bulirnya.
Kemudian makan secukupnya. Karena akan
datang 7 tahun musim paceklik, maka akan
membuat kalian banyak makan dari hasil
yang kalian simpan tadi ya. Tapi makai
akan ada si sisanya.
Konon orang yang pertama kali
mengajarkan tentang bagaimana cara
menyimpan gandum sampai 14 atau 15 tahun
adalah Yu Yusuf. Karena dia harus simpan
gandum ini 7 tahun pceklik disimpan ee
musim musim panen dan harus bisa
bertahan sampai akhir musim apa?
Backklik. Caranya gandum tersebut jangan
dilepas tapi tetap dalam bulirnya
disimpan dalam semacam kendi atau
semisalnya intinya ada cara mereka dan
itu Yusuf yang pertama kali mengajarkan.
Wallahuam bisawab. Tapi intinya
bagaimana Yusuf sangat mudah memaafkan.
Ya. Yang bahagia di penjara bahagia.
Makanya orang-orang penjara berkata,
"Inna naroka minal muhsinin." Wahai
Yusuf, tafsirkanlah mimpi kami. Kami
melihat engkau orang yang baik. Kenapa
Yusuf ternyata dalam penjara dia bentuk
orang kasih nasihat? Kalau orang hatinya
buruk, dia enggak bisa begitu. Enggak
bisa begitu. Sangat mudah memaafkan.
Orang mudah memaafkan itu sangat
bahagia. Saya ketemu kakak-kakaknya
juga, kakak-kakaknya, "Engkau Yusuf ya."
Labu alikum yagfirullahuakum. Gak ada
cercaan bagi kalian. Allah akan
mudah-mudahan Allah ampuni kalian.
Sangat pemaaf. Maka dialah yang bahagia.
Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam
juga sangat pemaaf. Lihat Nabi
sallallahu alaihi wasallam diracun oleh
wanita Yahudiah sampai itu racun
tersebut menyebabkan Rasulullah sakit
sampai akhirnya meninggal dunia.
Rasulullah pun tidak membunuh wanita
Yahudi tersebut.
Man taqama linafsihiq. Rasul sahu alaihi
wasallam tidak pernah marah gara-gara
untuk bela dirinya sendiri.
Illa anuntahaka
hurumatullah. Kalau dilanggar larangan
Allah baru dia marah. Kalau untuk diri
dia enggak.
Maafkan. Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam disihir oleh Labid bin Aam
Yahudi.
Ketahuan yang nyihir adalah Habib Asam.
Rasulullah pun tidak marah, tidak
membunuh Labit Asam.
Bagaimana? Maafkan Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Mati yang sangat lap
itu yang bikin orang bahagia. Tapi
sebaliknya kalau dendam gak bahagia.
Dendam terus. Dendam sama anak dendam.
Ada orang sama anaknya dendam. Ada sama
kakaknya dendam sama adiknya dendam sama
ibunya dendam sama bapaknya dendam. Ada
saya heran juga. Tapi ada orang seperti
itu.
Ada orang seperti itu. Sampai ada orang
datang saya marah sama bapak saya
dendam. Bapaknya sudah mati. Padahal dia
masih marah. Dendam masih berlanjut.
Kenapa?
Dulu waktu kakak saya, saya masih kecil,
Bapak saya kasih hadiah rumah kepada
kakak saya. Rumah besar, mewah. Saya
enggak dikasih apa-apa. Kemudian bapak
saya meninggal, saya enggak dapat
apa-apa. Sedangkan kakak saya enggak mau
bagi-bagi. Dendam dia sama bapaknya.
Kurang ajar. Bapak dulu bapak sudah mati
masih dikurang ajarin. Jadi dendam repot
orang. Kalau dendam apa? Sengsara. Kalau
maafkan bahagia.
Oleh karenanya ya kalau ingin bahagia
jadilah orang yang beramal hati yang
baik. Bersihkan hati. Semakin hati
bersih semakin
bahagia. Maka Rasul sahu alaihi wasallam
pernah ditanya, "Ayyul mukminini akyas."
Ya Rasulullah,
orang mukmin mana yang paling cerdas?
Maka Rasul sahu alaihi wasallam berkata,
"Ya
ee kullu
e Rasulullah bertanya, ayyul muslimin
afdal." Siapa kaum muslimin yang paling
afdal? Maka rasul sahu al wasallam
berkata,
"Mammumilqbi shoduqil lisan
qasulullah
arfna shoduqu lisanqal lisan fama
makmumulqb
kata rasul sallallahu alaihi wasallam
kulluq qbin taqiyin ya
e ya
ketika ditanya Rasulullah berkata
bahwasanya orang mukmin yang paling
afdal siapa kata Rasulull sallahu alaihi
wasallam adalah orang yang selalu
membersihkan hatinya nya makmumilqb itu
hatinya selalu disapu dan selalu jujur
lisannya. Sahabat bertanya, "Shoduqul
lisan arafnahu orang yang lisannya jujur
kami paham apa fama makhmumul qalb." Apa
itu maksud hati yang selalu disapu?
Makmfm itu disapu. Maka rasul sahu
alaihi wasallam mengatakan makhmumul
qalb yaitu qolbun taqi laisa fihi itmun.
Ya, wala bagiyun wala haqdun atau hiqdun
wala hasad. Itu setiap hati yang bersih
yang tidak ada ee hasad di dalamnya,
tidak ada dengki di dalamnya, tidak ada
dosa di dalamnya, tidak ada bagiun,
tidak ada kezaliman di dalamnya. Ini
manusia yang paling afdal, kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Isyarat
bahwasanya hati itu sering kotor dan
harus sering disapu. Karena Rasul
mengatakan kullu makhmumilqbi.
Yaitu setiap hati yang selalu disapu.
Isyarat bahwasanya hati itu selalu
datangi kotoran. Kotoran dari mana? Dari
apa yang kita lihat, dari apa yang kita
dengar, dari interaksi kita. Potensi
kotoran mengenai hati besar. Maka hati
harus selalu disapu. Kalau enggak disapu
akan numpuk. Maksiat yang kita lakukan
harus istigfar. Harus kita bersihkan
hati ini kalau enggak hati kita ini akan
penuh dengan kotoran. Makanya Rasulullah
mengatakan kullu makmumilqb. Hati yang
senantiasa di disapu sehingga ketika
sering disapu akhirnya hati tersebut
naqiyun bersih.
La itma fihi tidak ada dosa dalamnya.
Wala bagu tidak ada kezaliman. Tidak ada
niat menzalimi orang gak ada.
Wala hiqdun wala hasa. Tidak ada
kedengkian, tidak ada kejengkelan sama
orang hati yang bersih. Tidak ingin
orang lain celaka, tidak ingin nikmat
dari orang lain hilang. Enggak.
Hati yang kembali kepada Allah bersih.
Ini orang yang paling afdal di sisi
Allah Subhanahu wa taala.
J karenanya seorang berusaha selalu
membersihkan hatinya. Kapan hatinya
bersih, maka dia adalah orang yang
paling paling bahagia.
Dari situ, ikhwan dan akhwat yang
dirahmati Allah subhanahu wa taala, maka
hendaknya kita selalu mengecek hati kita
ini. Amal-amal hati. Perhatikan.
Baik. Di akhir pembahasan saya akan
bahas tentang
keutamaan amalan hati secara umum. Apa
saja poin-poin amalan hati sehingga kita
hendaknya memperhatikan amalan hati
kita. Karena banyak orang yang lebih
fokus memperhatikan amalan zahir
daripada amalan hati. Penampilan
diperhatikan sunah-sunah yang zahir itu
bagus kita perhatikan tata cara salat
kita. Tetapi kita kadang lupa
memperhatikan bagaimana gerakan hati
kita ketika sedang sedang salat. Ya,
padahal amalan hati lebih lebih utama.
Berikut beberapa poin ya yang menunjakan
menunjukkan akan urgensinya amalan hati.
urgensinya amalan hati. Yang pertama,
ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah
subhanahu wa taala, bahwasanya sudah
kita singgung tadi, amalan hati
merupakan asal. Adapun amalan zahir
merupakan furuk, merupakan cabang.
Merupakan cabang.
Kalau hati baik, maka cabangnya juga
akan baik. Kalau asalnya akarnya buruk,
maka cabangnya juga akan buruk. Tidak
ada orang yang rusak zahirnya kecuali
hatinya ber bermasalah, asalnya
bermasalah.
Ya, kalau ada orang arogan
pasti hatinya sombong. Kalau enggak
sombong enggak mungkin apa arogan.
Kalau ada orang baper
sedikit-sedikit tersinggung, itu berarti
kadang-kadang hatinya ada kesombongan.
Karena dia merasa tidak dihargai, karena
dia merasa kurang dihormati.
Biasanya kenapa? Hatinya ada ke
keangkuhan, ada kesombongan.
Orang kurang melayani dia, maka dia
marah. Hatinya bermasalah. Hatinya
bermasalah.
Saya sering sampaikan tentang bagaimana
kisah Nabi Musa dan Nabi Khadir yang
Allah sebutkan dalam Al-Qur'an.
ah qtinama ahlahaifuma
berjalanlah Nabi Musa dan Nabi Khadr
menuju pada suatu kampung
mereka pun minta dijamu minta makan dari
penduduk kampung tersebut minta jamuan
mereka musafirin minta dijamu minta
makan
fantalaqa
hatta id ataya ahla qorir tatama
Mereka berdua minta makan kepada
penduduk kampung tersebut. Apa kata
Allah?
Allah menggunakan eh waul jamaah faabu
mereka semuanya semuanya
enggan ayudifuma untuk menjamu mereka
berdua. Sebagian ahli tafsir mengatakan
berarti berarti Musa dan Khidir atau
Khadir mengetuk pintu rumah satu-satu.
Semuanya sepakat tidak mau menjamu Nabi
Musa dan Nabi Khadir. Subhanallah. Sudah
mereka pulang.
Ketika mereka pulang fawajada fiha
jidaron yuriduq faqamah. Tiba-tiba
mereka dapati ada dinding yang mau jatuh
maka diluruskan oleh Nabi Khadir. Karena
ternyata di bawah dinding tersebut ada
harta milik anak-anak yatim. dua anak
yatim. Tapi mau saya Nabi Musa, Nabi
Khadir tidak marah, tidak bilang, "Heh,
kalian enggak tahu ini siapa." Ini
Khadir loh. Fadil juga bilang, "Kamu
enggak tahu ini Musa. Musa Bani Israil
pernah bicara langsung dengan Allah
subhanahu wa taala. Kalian enggak
ngerti? Masa enggak mau kasih makan?"
Sama sekali mereka tidak tersinggung.
Mereka tidak ngamuk-ngamuk, tidak
marah-marah. Kenapa? Karena para
hati-hati, hati-hati para nabi sangat
bersih. Tidak ada kesombongan sama sama
sekali.
Coba kita kalau kita yang digituin
selesai
ustaz ketuknya kasih makan dah sudah
saya tidak akan datang lagi ke kota ini
sampai mati
ya. Kenapa ada keangkuhan? Keangguhan
ya. Oleh karenanya kalau akar baik
cabangnya pasti apa? Baik. Tapi kalau
kelihatan cabang buruk akarnya pasti ber
bermasalah. Bermasalah. Kenapa ada orang
arau kan dia sombong backingan dia
mungkin hebat jenderal bintang 7uh
misalnya makanya dia dia
bingannya jenderal bintang tujuh ya
sehingga dia arogan arogan ada
kesombongan saya tidak ada kerusakan di
luar kecuali ada terkait dengan akarnya
ini keutamaan pertama bahwasanya
perbaiki akar perhatikan lebih lebih
detail, lebih baik, niscaya cabang akan
ikut menjadi lebih lebih baik. Ya, ini
yang pertama. Yang kedua,
di antara keistimewaan amalan hati
bahwasanya amalan hati ya
bisa kita amalkan setiap saat. Lain
halnya dengan amalan
badan. Amalan batan ada waktunya. Salat
ada waktunya. Takbiratul ihram sampai
salam ada waktunya. Kita baca Quran ada
waktunya. Baca 10 menit setengah jam ada
waktunya.
Kita misalnya puasa ada ada waktunya
menahan makan, menahan minum. Dari
terbit fajar sampai terbenah mata
matahari. Tapi amalan hati senantiasa
takut kepada Allah bisa berkesinambungan
enggak? Bisa. Ibadah hati bisa terus.
Senantiasa ada harapan dan takut kepada
Allah bisa terus-menerus.
Ikhlas hati bisa terus-menerus.
Jadi, Subhanallah, amalan hati itu bisa
terus-menerus. Dia tidak kenal waktu.
Maka ditinjau dari hal ini kita bisa
mengamalkan firman Allah. Wama khalaqtul
jinna wal insa illa liya'budun. Allah
berfirman, "Tidaklah aku ciptakan jin
dan manusia kecuali untuk beribadah
kepadaku." Yaitu seluruh hidupku hanya
untuk ibadah kepada Allah. Allah juga
berfirman, qul in shatiusuki
mahyaya
alamin. Katakanlah, "Sesungguhnya
salatku, sembelihanku, hidupku
seluruhnya dan matiku hanya untuk
siapa?" Allah. Bagaimana kita bisa
jadikan hidup kita seluruhnya ibadah? Di
antaranya dengan ibadah amalan hati.
Ibadah hati kalau kita hanya bersandar
kepada ibadah, amalan badan, susah.
Karena amalan badan ada waktunya. Orang
tidur dalam kondisi takwa kepada Allah
bisa enggak? Bisa. Dia sedang tidur dia
takut kepada Allah.
takut kepada Allah. Bahkan ketika dia
mimpi pun dia takut kepada Allah. Ketika
dia mimpi ada cewek goda, ternyata dia
kabur. Padahal selama ini enggak pernah
digoda cewek karena wajahnya pas-pasan.
Tapi dalam mimpi pun dia takwa kepada
Allah. Dia bilang enggak boleh. Haram.
Subhanallah. Dalam mimpi pun dia bisa
menjalankan ketakutan kepada Allah
subhanahu wa taala. Jadi amalan hati di
antara keistimewaannya bisa selalu
bersama seorang 24 jam bisa bersama dia.
Beda dengan amalan badan, amalan lisan
yang ada waktunya awal dan akhir.
Ini di antara keutamaan amalan hati.
Kemudian amalan hati, ya amalan hati
dikatakan oleh sebagian salaf, anniya
ablagu minal amal. Niat terkadang lebih
sampai daripada amal.
Kok bisa demikian? Kadang meskipun amal
belum sampai, niat sudah sampai. Seperti
kata Nabi sallallahu alaihi wasallam,
man atau man saal syahadah
sodiqanahullahu
manazil syuhada wa fir kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, siapa yang
tulus ingin mati syahid,
benar-benar dia tulis, "Ya Allah
anugerahkanlah aku mati syahid, maka dia
akan mendapatkan pahala mati syahid
meskipun meninggal di atas tempat
tidurnya." Kenapa? Karena niatnya tulus
ketika minta ingin mati syahid. meskipun
tidak berhasil mati syahid, tetap
dicatat ketulusan niatnya. Sehingga niat
terkadang lebih cepat daripada a amal.
Amal belum bisa. Enggak ada mungkin
enggak ada jihad yang syari'i atau dia
tidak punya kemampuan untuk berjihad.
Ternyata niatnya sudah benar. Dia sudah
dicatat sebagai
ee orang yang mati syahid meskipun
meninggal di atas tempat tidurnya.
Contohnya siapa? Khalid bin Walid.
sudah berusaha enggak juga mati syahid.
Pak bin Walid ketika dia mau meninggal
diriwayatkan dalam beberapa riwayat
ya dia mengatakan, "Ya,
aku telah mencari syahadah di banyak
peperangan
dan tidak ada dalam tubuhku satu jengkal
pun kecuali pasti ada bekas tombak,
bekas panah ya, bekas pedang, sayetan
pedang, seluruh model senjata sudah
mengenai tubuhku. Tidak ada satu jarak
sejengkal di tubuh kecuali pasti ada
bekas bekas luka. Ya. Nah, sekarang saya
meninggal di atas tempat tidur ya, bukan
dalam medan pertempuran.
Dan dia berkata, "Malam yang paling aku
sukai
bukanlah malam ketika dikabarkan
kepadaku saya punya anak baru lahir.
Bukanlah malam ketika dihadirkan
kepadaku istri baru yang cantik. Bukan.
Malam yang paling aku cintai, yang
paling aku sukai adalah ketika aku
bermalam dengan kaum Muhajirin atau kaum
Anshar menanti besok menyerang musuh.
Itu malam yang paling aku cintai
itu. Khalid bin Walid.
Makanya ketika suat dia berperang
kemudian ada entah Raja Romawi atau
Persia ngajak negoisasi. Dia bilang,
"Khalid, bawa pulang anak buahmu. Kami
akan berikan dinar kepada mereka." Kata
Khalid bin Walid, "Saya telah datang
membawa suatu kaum yang mereka mencintai
kematian, mencintai syahadah seperti
kalian mencintai khamar. Kalian suka
hobi minum khamar? Ini orang semua hobi
mati."
Maksudnya Khalid bin Walid luar biasa.
Tapi dia tidak mendapat syahadah secara
real, secara fisik. Tapi dengan hatinya
dia sudah mencapai apa? Mati syahid.
Maka dia mengatakan, "Wala namat a'yunul
jubana." Itu orang takut. Ngapain takut?
Kata dia, "Saya aja perang berkir enggak
mati-mati juga sekarang mati tempat
tidur kak mal bair seperti unta yang
mati enggak ada apa-apa meninggalnya."
Jadi mau saya niat itu ablak minal amal.
Terkadang niat lebih mencapai daripada
amal. Ya,
makanya kata Rasul sallallahu alaihi
wasallam, "Man hamma bihasanatin, siapa
yang berniat melakukan kebaikan walam
ya'malha, namun dia tidak melakukannya,
kutibahu hasanatun kamilah." Maka
dicatat baginya kebaikan yang sempurna.
Baru niat belum ngerjain sudah dapat
amal. Sudah dapat pahala.
Kalau amal belum karena dia dapat pahala
dengan pahala ni niat. Bahkan dalam
sebagian hadis kata Rasul sahu alaihi
wasallam, "Innama adunyaati
anfar." Sesungguhnya dunia ini untuk
empat orang. Adapun yang pertama,
seorang yang Allah berikan ilmu dan
harta, maka dia pun bersedekah dengan
ilmunya. Hartanya dia sedekahkan dia
punya ilmu. Yang kedua, seorang
diberikan harta,
diberikan ilmu tanpa harta, maka dia
berkata, "Lau kana li maalun." Ya
la af'alu kama fa'ala fulan atau la atas
kama tasadaq fulan. Seandainya saya
punya harta, saya akan bersedekah
seperti si fulan yang suka bersedekah.
Cuma saya enggak punya harta, punya
punya ilmu saja. Kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam, "Hua biniyatihi
faajruhu sawa." Kata Nabi, "Orang kedua
dengan orang pertama yang kedua ini
karena niatnya benar tulus, kalau saya
punya uang saya akan sedekah." Maka dia
dan yang pertama pahalanya sama.
Ini menunjukkan bagaimana amalan hati
luar luar biasa. Niat yang sangat luar
luar biasa.
Bab.
Di antara
keutamaan amalan hati,
ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah
subhanahu wa taala,
amalan hati bisa menjadikan
ee amalan
duniawi bernilai akhirat dengan niat.
Kita makan, kita minum bisa bernilai
pahala jika niat kita benar. bahwasanya
saya niatkan karena Allah subhanahu wa
taala. Sebagaimana ketika Rasulullah
mengutus Muad bin Jabal Musa al-Asy'ari
ke negeri Yaman. Kemudian mereka ngobrol
di tengah jalan saling bertanya
bagaimana tentang Al-Qur'an. Maka Umai
berkata, "Saya baca Quran terus dari
atas kendaraan. Saya baca Quran. Saya
berdiri baca Quran, saya duduk baca
Quran."
Kata Muad bin Jabal dan dia adalah
seorang yang dikatakan alamunas bil
halal wal haram. Yang paling paham
tentang halal dan haram. Dia berkata,
"Ama ana faahtasibu naumati kama
ahtasibu kaumati." Itu aku salat dengan
Al-Qur'an, aku juga tidur. Dan dia
berkata, "Adapun aku, aku berharap
dengan tidurku agar dapat pahala
sebagaimana aku berharap dengan salat
malamku agar aku dapat pahala." Itu
maksudnya apa? Itu Muad bin Jabal
radhiallahu anhu ketika dia tidur, dia
niatkan untuk istirahat supaya kuat
salat malam.
sehingga dia mengatakan, "Saya berniat
dapat pahala dengan tidurku sebagai
sebagaimana saya ingin cari pahala
dengan salat salat malamku." Apa yang
menjadikan tidurnya berpahala? Karena
niat yang benar. Seorang kalau mau tidur
terus dia niat, "Ya Allah, pengin tidur
cepat supaya bisa bangun salat malam,
dapat pahala gak tidurnya?" Dapat.
Meskipun dia ngorok.
Karena dia niat istirahat supaya bisa
salat salat malam. Eh, sudah jam berapa?
Sudah 11.30 sudah nanti enggak bisa
salat subuh. Saya pengin tidur bisa
salat subuh di masjid. Tidurnya dapat
pahala.
Betapa banyak orang tidur enggak dapat
pahala. Kenapa? Karena sebelum tidur
nonton YouTube sampai ketiduran. Tidur
enggak ada niat. Niatnya melanjutkan
nonton YouTube tapi sudah ketiduran.
Iya enggak? Orang kalau mau tidur nonton
film Korea ketiduran dapat pahala atau
dapat dosa.
Seandainya matanya kebuka, dia lanjutkan
nonton enggak?
Ya, saya mau tidur biar besok bisa
nonton lagi. Lanjut. Dosa tidurnya.
Jadi, sering kita melakukan kegiatan
duniawi tanpa ada pahala karena kita
tidak ada niat baik di situ. Enggak ada
amalan hati.
Betapa sering kita olahraga, kita tidak
niat. Kalau kita olahraga, niatkan saya
olahraga supaya saya kuat ibadah, supaya
saya kuat dakwah, supaya saya kuat cari
nafkah buat anak istri, supaya saya kuat
ke masjid, supaya saya kuat umrah, kuat
haji, pahala seluruhnya kita olahraga
duniawi.
Sampai Allah Subhanahu wa taala
menyebutkan perkara yang paling kalau
dilihat zahirnya jauh daripada akhirat,
yaitu masalah hubungan intim.
Kata Allah Subhanahu wa taala, "Nisaukum
harul lakum fau harakum anasum."
Sesungguhnya istri-istri kalian adalah
sawah ladang kalian.
Fau harakum anasum. Maka datangilah
sawah ladang kalian.
Annasum. Yaitu sebagaimana kalian suka.
Kapan saja dan bagaimanapun caranya
terserah. Kata Allah, "Nisaukum
arsul lakum." Eh, sesungguhnya
istri-istri kalian adalah sawah ladang
bagi kalian. Dengar Bapak-bapak ini
tujukan kepada antum semua yang sudah
punya sawah ladang. Yang belum punya
cari sawah ya.
Bisa bisa disiram.
Fau hartsakum annum. Ya, datangilah
sawadang kalian kapan saja. Bagaimanapun
caranya itu motivasi. Tah ladang jangan
cuma di biarin aja harus didatangi ya.
Kemudian kata Allah setelah itu waqdimu
dan persembahkanlah
pahala untuk kalian. Wattaqulaha waamu
annakum mulaqu. Dan bertakwalahu
ketahuilah annakum mulaqu. Kalian akan
bertemu dengan Allah subhanahu wa taala.
Para ahli tafsir bahas tentang ayat ini.
Allah mengatakan, "Nisaukum harakum fau
harsakum waqaddimufusikum.
Datangilah istri kalian dan
persembahkanlah pahala buat kalian.
Bagaimana cara dapat pahala ketika
berhubungan dengan istri?"
Maka para ahli tafsir menyatakan yaitu
dengan niat. Ketika seorang mendatangi
istri dengan niat yang banyak, amalan
hati, maka dia dapat pahala. Contoh, dia
niat agar dia
menyalurkan hasratnya di tempat yang
halal untuk terhindar dari tempat yang
haram. Berpahala atau tidak berpahala?
Niat untuk menjaga kehormatan dirinya.
Dia mendatangi istrinya niat untuk
menjaga, untuk menundukkan pandangannya
agar matanya tidak jelalatan. Dia sudah
menyalurkan apa? hasratnya. Dia niat
untuk menjaga harga diri istrinya agar
istrinya juga tersalurkan syahwatnya
sehingga istrinya juga bisa menundukkan
pandangan. Dia niat supaya dia bisa
punya anak saleh.
Maka setiap dia berhubungkan dia niat
punya anak saleh. Ya. Sampai dalam satu
riwayat kalau saya tidak salah ingat
Umar bin Khattab mengatakan terkadang
saya datangi istri meskipun saya tidak
ada syahwat. Untuk apa? untuk punya anak
sa saleh. Karena saking sibuknya ibadah,
saking sibuknya ngurusan keraja apa ee
kenegaraan, didatangi istri karena
pengin punya anak anak saleh. Ternyata
mendatangi istri yang itu jauh dari
nuansa akhirat, ternyata juga bisa dapat
pahala. Yang menyebabkan bisa jadi
pahala kenapa? Karena ada amalan ha
amalan hati. Maka ini sering saya
sampaikan dalam hidup kita sehari-hari
selalu niatkan untuk ibadah agar kita
bisa menjalankan perintah Allah.
jinudun.
Ya,
yaitu firman Allah Subhanahu wa taala,
"Tidak aku ciptakan jin manusia kecuali
untuk beribadah kepadaku." Seluruh
kegiatan kita adalah ibadah. Makanya
ibu-ibu kalau ngurus rumah niat karena
ibadah, berdandan juga karena suami,
karena perintah Allah agar membantu
suami, menyenangkan suami, ngurusin
anak-anak untuk mengurusi umat Muhammad
sallallahu alaihi wasallam. Dia selalu
karena Allah maka semua kegiatan akan
berpelepon sama kawan, candain kawan
untuk membagaikan hatinya. Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Wal
kalimatu thayibatu shodqah." Kata-kata
yang baik adalah apa? Sedekah. Kalau mau
bicara milah-milih kata mana yang enak
didengar, tidak semua yang ada di hati
kemudian kita ungkapkan.
Faasar yusufu fi nafsihi walam yubdiha
lahum q antum syarum makana. Ketika
kakak-kakaknya bilang, "Iarq yasriq
faqarq akahu minqbl." Kalau Benyamin
pencuri dulu saudaranya si Yusuf juga
pernah mencuri. Jadi saudara-saudaranya
kakak-kakaknya Yusuf nudu benyamin dan
Yusuf mencuri. Yusuf jengkel pada Yusuf
jadi bangsawan ketika itu.
Faasarha Yusufu fi nafsi. Dia simpan
dalam hatinya. Falam yubdial. Dia tidak
ungkapkan kepada mereka. Dalam hatinya
dia berkata qala antum syarum makan.
Kalian lebih buruk daripada kami. Kami
tidak demikian. Tapi dia tidak ungkapkan
ke kita milih-milih kata, milih diksi
yang baik agar tepat dalam berbicara
dapat pahala. Bukankah Rasul sahu alaihi
wasallam berkata, "Manana yummin
billahil yaumil akhir falyakl khairan
aasmut." Siapa yang beriman kepada Allah
hari akhirat maka pilih kata yang baik
atau dia diam. Dia amalkan hadis ini,
dia niatkan, "Saya ingin amalkan hadis
ini." Dapat pahala. Allah juga
berfirman, "Wl ibadi yaqulati ahsan
innyaana yanzagu bainahum."
Innitana kal insani aduan mubina.
Katakanlah kepada hamba-hambaku untuk
memilih kata-kata yang terbaik. Ingatlah
setan mengadu domba di antara mereka.
Jadi seorang kalau milih diksi yang
baik, dia mau WA pas ketika telepon
niatnya untuk berkata baik, dia dapat
pahala. Dia sengaja telepon istri untuk
nyenangin istri. Dapat pahala enggak?
Dapat pahala enggak? Atau jarang lakukan
bapak-bapak? Sudah bosan ya?
Sudah bosan.
Tepon istri mana sayang?
Kata-kata yang menyenangkan apa? Istri.
Anak-anak telepon, "Nak, gimana kabar?
Gimana?" Masyaallah dapat pahala.
Sehingga semua kegiatan kita berpahala.
Yang bikin semua kegiatan kita aktivisa
berpahala adalah masalah ha? Masalah
hati. masalah hati.
Kemudian
yang menjadikan orang ya di antara
benar-benar menjadikan
bahwasanya amalan hati itu efeknya luar
biasa dalam kebahagiaan.
Sebik Syekh S'di bahwasanya pokok
kebahagiaan adalah ikhlas. Ikhlas kepada
Allah. Orang kalau ikhlas ini keutamaan
hati yang luar biasa. Orang ikhlas dia
akan bahagia. Orang paling baik yang
ikhlas karena dia selalu mencari
keridaan Allah Subhanahu wa taala. Dia
tidak peduli
apapun komentar manusia karena dia
ikhlas.
Orang mau puuji silakan, mencela
silakan, saya lakukan urusan saya dengan
Allah Subhanahu wa taala. Kalau Allah
sudah tahu, saya lakukan, selesai.
Makanya orang paling sengsara adalah
orang yang rijian
manusia,
selalu gelisah. Kalau dia sudah
melakukan kegiatan, dia tunggu komentar
manusia. Kalau like-nya banyak, dia
bahagia. Kalau like-nya sedikit, dia
menderita.
Kalaupun dia sudah puas, ternyata yang
naik 2000 orang meskipun dibayar sama
dia,
nanti dia melakukan kegiatan baru,
ternyata like-nya 1900, dia sudah
sengsara. Kok cuma 1900, kurang 100
sengsara. Kenapa? Diaang dia cari like.
Kalau orang ikhlas enggak peduli. Mau
dicela, mau dicaci, mau dimaki, mau
dipuji. Dia tahu enggak ada urusan.
Urusannya dengan Allah Subhanahu wa
taala. Dia tulus.
Kalau dia membantu keluarganya, bantu
kakaknya, bantu adiknya, mau dibilang
apa, enggak dibilang terima kasih sama
kakak adiknya, gak ada masalah. Urusan
saya dengan Allah Subhanahu wa taala.
Iniukum liwajihillah laidu minkum jaza w
syukur. Kami ini kasih makan kalian
karena Allah. Kami tidak butuh pengakuan
dari kalian, tidak mau butuh balasan,
kata terima kasih dan juga balasan dari
dari kalian. Maka orang ikhlas orang
paling bahagia.
Sebagian orang bantu adiknya, dia
berharap adiknya bilang terima kasih,
Kak.
Seorang bantu kakaknya, dia berharap
kakaknya bilang terima kasih, Dek. Kalau
kakaknya tidak mengucapkan kalimat
tersebut, dia malas lagi membantu.
Berarti dia membantu bukan murni karena
Allah, tapi ada mau maunya. Ya, orang
seperti ini sengsara, repot
mengharap pamri dari orang yang dia
bantu. Tapi kalau ikhlas gak, Allah
sudah tahu selesai. Orang paling
bahagia, orang yang paling ikhlas. Ya,
saya punya kawan ada
dia bantu kakaknya, kakaknya enggak
pernah terima kasih.
Kakaknya bilang, "Kamu memang wajib
bantu saya. Karena dulu waktu kecil yang
cebokin kamu saya." Subhanallah.
Ya, gantian cebok kalau gitu, Kak.
Biar selesai urusan.
Subhanallah ya. Ada orang memang tidak
mau terima kasih. Ada mau diapain? Ada
yang lulus sama ustaz saya bantu
keluarga kakak adik kalau saya bantu
banyak dibilang sombong kalau saya bantu
sedikit dibilang pelit. Terus gimana?
Ini kenyataan. Saya pernah ditanya gitu.
Manusia macam-macam. Kalau niat karena
Allah sudah santai aja ma di urusan saya
dengan Allah subhanahu wa taala. Allah
yang saya berharap pahala dari Allah
subhanahu wa taala.
Pernah datang seorang syekh di hotel.
Saya temani sang pemilik hotel
dibilang sama Syekh, "Kamu kalau ke
Saudi ketemu saya." Ya, ya mungkin
Syekhnya lagi ngajar di Masjid Nabawi
atau lagi ngajar di Masjidil Haram. Kamu
temui saya. Kata teman ini, saya yang
terjemahkan itu. Syekh, nanti antum
mungkin lupa sama saya. Kata Syekh,
"Enggak apa-apa kalau saya lupa, Allah
tidak akan pernah lupa sama kamu."
Subhanallah.
I kita jangan harap membantu orang
kemudian diingat sama orang tersebut.
Ya. Ya.
Seharusnya orang itu ingat, tapi kan
tidak semua orang bisa apa? I ingat.
Tidak semua orang bisa ingat.
Apalagi saya ketemu orang banyak, saya
sering apa? Sering lupa.
Saya sering lupa.
Makanya saya sering bercanda. Saya
bilang, "Saya punya kaidah. Kalau yang
ngundang makan saya, saya ingat.
Kalau enggak ngundang makan saya lupa,
"Ustaz, ingat saya enggak? Aduh, kok
pernah ngundang makan?" "Egak, enggak
pernah. Mangkanya
hafalan saya terbatas."
Sampai suatu hari saya di hotel di
Jogja, di hotel sana hotel. Ada orang
datang, "Assalamualaikum, Ustaz." Ih,
siapa yang coba-coba ingat enggak ingat?
Ketemu di Madinah, Ustaz. Kita ketemu di
restoran, itu makan bareng. Wah, ini
sesuai kaidah. Kenapa saya lupa?
Ternyata dia bilang, "Waktu itu antum
yang traktir saya." Ah itulah
kalau saya yang traktir saya lupa.
Kalau kau yang traktir baru saya ingat.
Lah kita ini berbuat baik orang lupa
biarin aja. Allah tidak akan lu lupa.
Orang Allah orang tidak Allah tidak akan
lupa. Makanya orang yang ikhlas dia
nyaman k dia mencari ganjaran dari
siapa? Dari Allah Subhanahu wa taala.
Tib di antara keutamaan amalan hati ya
betapa banyak Allah memuji
orang-orang terkait dengan amalan hati
seperti Allah berfirman, qada aflahal
mukminun alladzina hum fi shatihim
khosiun.
Allah sebutkan pertama kali, sungguh
beruntung orang-orang yang beriman yaitu
orang-orang yang mereka khusyuk dalam
salat salat mereka. Amalan hati khusyuk.
Allah juga ee misalnya menyebut tadi
saya sebutkan ayatnya tentang orang yang
pembicaraan penghuni surga. Mereka
berkata, "Ya inna kunna qoblu fi ahlina
musyfiqin.
Kami dahulu ketika di dunia di tengah
keluarga kami takut." Famannallahu
alaina. Maka Allah anugerahkan kami pada
hari ini di surga dengan keamanan tidak
ada takut. Karena di dunia dulu takut
kepada Allah Subhanahu wa taala.
Beda dengan penghuni neraka yang
diberikan catatan amal dari
dari belakang tubuhnya dengan tangan
kiri. Kata Allah, "Innahuana fi ahlihi
masruro." Dia dulu di tengah keluarganya
ketawa-ketiwi. Senang-senang aja, tidak
ada rasa takut dengan hari akhirat.
Bagaimana Allah selamatkan orang ini
karena
takutnya kepada Allah Subhanahu wa
taala.
Seperti dalam hadis tentang kisah
seorang Bani Israil yang saking takut
kepada Allah, maka dia kumpulkan
anak-anaknya kemudian dia berkata,
"Wahai anak-anakku, mittu fahriquuni
tummahan
tummauni filammi wafir wahai
anak-anakku, kalau saya mati bakarlah
aku. Kalau saya sudah jadi arang, sudah
jadi hangus, tumbuklah jasadku sampai
jadi debu. Kalau jadi debu, maka
tebarkanlah di laut dan di udara. Lain
qodirallahu alaiyaadibannaniaban
la yadbu ahadamin. Kalau Allah bisa
bangkitkan saya, Allah akan azab aku
dengan azab yang tidak pernah Allah azab
kepada seorang pun. Itu azab yang sangat
pedih. Ketika dia mati, anak-anaknya
menjalankan wasiatnya. Dibakarlah bapak
mereka
sampai hangus. Setelah hangus ditumbuk
jadi debu. Ditebarkan di udara sehingga
lari ke mana-mana. Ditebarkan di lautan
lari ke mana-mana.
Tiba-tiba Allah suruh kumpulkan seluruh
jasadnya. Kata Allah, "Ya ardu ijmai ma
fiki minhu." Kumpulkan seluruh bagian
tubuh orang ini yang ada pada dirimu.
Yang dari angin kembali lagi kumpul
lagi. Yang dari laut kembali lagi
kumpul. Proses kimia sudah jadi debu
bisa kembali lagi. Mudah bagi Allah.
Tinggal kun fayakun. Tiba-tiba dia hadir
di hadapan Allah.
Allah bertanya, "Ya fulan, ma hamalaka
ala dalalik?" Apa yang buat engkau
berwasiat agar kau dibakar dan
dihancur-hancurkan dan ditebarin? Kata
dia, "Khasyataka ya Rabb." Karena saya
takut kepada Engkau. Allah pun ampuni
dia. Gara-gara apa? Gara-gara khas
khasiah. Amalan hati luar luar biasa.
Makanya kalau kita perhatikan tentang
tujuh golongan yang Allah naungi pada
hari kiamat kelak kembali kepada amalan
apa? Amalan hati. Imamun adil. Imam yang
adil kenapa? Hatinya takwa kepada Allah
sehingga dia adil. Ya sabun nasya fi
ibadatillah.
Pemuda yang tumbuh dalam ketaatan.
Rulani tahabba fillah alaifar. Saling
dua orang saling berteman karena Allah.
Karena Allah amalan hati itu bukan
amalan hati. Berteman bukan karena
duniawi, tapi karena Allah amalan hati.
Rajulun qolbuhu muallaqun bil masajid.
Seorang hatinya rindu ke masjid. Amalan
hati bukan amalan hati.
Kemudian yang kelima, rulunatum
mansibin wa jamalin faqala inni akullah.
Seorang laki dirayu oleh wanita cantik
dan kaya raya. Dia berkata, "Aku takut
pada Allah." Subhanallah. Amalan hati
bukan? Siapa yang bisa seperti ini? Coba
digoda perempuan cantik jelita kaya
raya. Kalau kita waduh
lagi pula enggak ada yang goda seperti
itu.
Yang ada jelek kaya raya ada.
Cantik miskin ada yang banyak jelek
miskin.
Artinya ini orang luar biasa digoda
wanita cantik.
Kita laki-laki pengin pengin punya istri
cantik kaya raya. Duduk manis aja di
rumah dapat duit banyak. Suka gitu
enggak? Bohong kalau enggak suka. Ya
intinya ini digoda luar biasa. Ternyata
dia bilang apa? Ini akhafulah. Aku takut
pada ini. Amalan hati bukan amalan hati.
Yang keenam.
Seorang bersedekah dengan kanan-kanannya
dia sembunyikan sampai tangannya tidak
tahu. Ikhlas. Amalan hati bukan amalan
hati bukan masalah sedekahnya. Masalah
amalan hatinya.
Yang ketujuh rajulunakarallah khalian
faad ainah. Dia duduk berzikir nangis
tatkala tidak ada orang. Amalan apa? Apa
yang buat dia menangis? Amalan amalan
hatinya. Takut kepada Allah subhanahu wa
taala. Kata Rasul sahu alaihi wasallam
ainani lam tamashumanar. Dua mata yang
tidak akan disentuh oleh api neraka.
Ainun bakat min khasyatillah. Mata yang
menangis karena takut kepada Allah.
Amalan hati. Maknya kalau kita mau baca
banyak sekali bagaimana ya
keutamaan amalan hati sebab masuk surga.
Bab di antara keutamaan amalan hati yang
ke berapa ini? Saya enggak tahu ya. Di
antara keutamaan keisiman amalan hati.
amalan hati yang menentukan besar
kecilnya pahala di sisi Allah subhanahu
wa taala.
Seperti sabda Nabi sallallahu alaihi
wasallam
tentang keutamaan para sahabat. Kata
Rasul sahu alaihi wasallam, "La tasubbu
ashabi la ahadakum anfq uhudinahaban
maagfahu."
Janganlah kalian mencela para sahabatku.
Seandainya salah seorang dari kalian
berinfak dengan emas sebesar gunung
Uhud, tidak akan mencapai emasnya
sahabat kalau hanya berinfak dengan dua
genggam gandum atau satu genggam gandum.
Luar biasa. Kenapa? Kata para ulama,
karena iman yang berbeda. Iman sahabat
tidak akan sama dengan iman dengan
orang-orang setelahnya.
Sahabat yang pernah lihat Nabi, yang
pernah berjihad bersama Nabi, yang
pernah memperjuangkan Islam bersama
Nabi, yang pernah berinfak di awal-awal
Islam, iman mereka tidak sama.
Meskipun kamu punya emas sebesar gunung
Uhud, infakkan di jalan Allah, ikhlas
tidak akan sama dengan sahabat yang
berinfak satu gamum sama-sama ikhlas
tidak akan sama. Ini Nabi sebutkan kata
para ulama, kenapa? Karena perbedaan
iman.
Perbedaan iman punya pengaruh dalam
kualitas pahala.
Ibnu Taimiyyah mengatakan, "Dua orang
bisa saja salat di saf yang sama.
Saf yang pertama berdampingan. Tapi
pahala antara satu dengan yang lainnya
sejauh langit dan bumi."
Kenapa? Satunya khusyuk, satunya tidak.
Gerakan sama, waktunya takbiratul ihram
sama, saf pertama waktu salam. Pahalanya
jauh berbeda. Kenapa? Yang satu khusyuk.
Menghayati apa yang dia baca, amalan
hatinya luar biasa. Satu pikiran ke
mana-mana.
maka pahala berbeda.
Maka amalan hati luar biasa. Makanya
Ibnu Mas'ud berkata ya,
bahwasanya umat terbaik
atau manusia terbaik dari umat ini
adalah para sahabat.
Abarru quluban yang hati mereka sangat
sangat baik. Allah melihat kepada hati
manusia. Maka Allah mendapati hati para
sahabatlah hati yang terbaik. Maka Allah
jadikan para sahabat sebagai
sahabat-sahabat Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Penolong-penolong Nabi
sallallahu alaihi wasallam.
Bab ikhwan dan akhwat yang dirahmati
Allah subhanahu wa taala. Maksud dan
tujuan dari kajian kita ini jangan kita
sepelekan amalan hati. Maka belajar
tauhid yang baik ya. Belajar dengan
detail kitabut tauhid. Apa saja
amalan-amalan tauhid, apa saja
syirik-syirik yang bisa mencoreng
ketulusan tauhid kita kepada Allah
Subhanahu wa taala. Kemudian terapkan
dalam kehidupan sehari-hari. Jangan
hanya menjadi teori untuk memaniskan
ucapan dan bibir aja, tapi kita terapkan
dalam kehidupan sehari-hari. Allah akan
kasih sarana untuk kita menerapkannya.
Bukankah kita sering diuji? Seringlah.
Maksudnya setiap kita diujilah banyak
tidaknya tergantung terserah Allah
Subhanahu wa taala. Tetapi kalau setiap
diuji kita sabar, husnuzon, di situlah
kita sedang beramal dengan amalan hati.
Allah melatih kita sampai amal hati kita
semakin terpupuk. Sehingga kita ketika
meninggal dunia punya amalan hati yang
luar luar biasa. Latih diri untuk tidak
hasad. Kalau lihat ada orang diberi
kelebihan, jangan hasad. Kita bilang
kalau kita dikasih seperti dia, belum
tentu kita bisa mensyukurinya. Syukur
nikmat tuh enggak gampang, ya. Enggak
gampang. Kemudian kalau di kita dikasih
seperti dia, belum tentu kita bisa
menjawab dengan baik ketika dihisab.
Ya, belum tentu kita bisa selamat dari
godaan-godaan harta tersebut.
Coba kalau misalnya antum punya
uang
R miliar, kira-kira masih ngaji enggak?
Belum tentu ngaji lagi.
Sudah sibuk bikin proyek sana sana.
Sebelum tuh ngaji. Sebelum tentu ngaji.
Kalau antum punya mobil mewah, belum
tentu antum tawadu.
Belum tentu tawadu. Emang tawadu punya
mobil mewah gampang, susah. Apalagi
sambil jalan sambil buka jendelanya.
Susah mau tawadu susah. Tapi kalau antum
naik sepeda rusak ya pasti tawadu.
Terpaksa tawadu.
Maka enggak gampang. Enggak gampang.
hisab harta ke mana, buat apa, enggak
gampang.
Antum jangan hasad misalnya seorang dai,
lihat ada dai pengikutnya banyak sekali
followernya, gak usah hasad. Emang
gampang jadi orang followernya banyak.
Mungkin dia ria, mungkin dia merasa
hebat, mungkin dia merasa orang penting.
Bisa orang bisa berubah. Orang bisa
berubah. Terus ke mana-mana orang kejar
minta foto.
Terganggu enggak terganggu?
Jangan hasad orang terkenal. Terkenal
juga enggak enak. Mana-mana disorot
orang lagi makan kayak kayaknya
dilihatin orang. Ternyata enggak ada
yang lihat. Ada halusinasi.
Merasa lihat mana-mana takut.
Jangan-jangan ada wartawan, ada ini ada
takut. Takut ada yang di jauh hidup jadi
penuh drama.
Coba enggak terkenal enggak ada yang
lihat. Mau apap pun enggak ada masalah.
Enggak ada yang lihat cuekin aja. Orang
terkenal waktu buat istri sedikit. Sibuk
sana, sibuk sini, sibuk sana, sibuk
sini. Punya waktu buat keluarga,
kebahagiaan dia sesungguhnya hilang.
Memang kebahagiaan itu dengan terkenal
enggak? Kebahagian sungguhnya itu
ngobrol sama istri, ngobrol sama
anak-anak, jalan-jalan itu bahagia.
Jalan-jalan sama teman moge-moge
ngapain?
Kalau bahagia di rumah sudah nyaman. Ya
itu cuma pendukung aja.
Jadi jangan terlalu hasad sama orang.
Ada hasad, ada itu orang istrinya empat.
Jangan hasad. Antum enggak tahu gimana
yang dia hadapi.
Tidak semua itu berat. Belum ujian di
akhirat, belum hisab di akhirat, dia
bisa adil atau tidak? Ya, ya. Kita
enggak tahu Allah kasih antum satu, ya
sudahlah. qanaah
nanti kalau bersyukur kan ditambah
ya enggak enggak gampang enggak gampang
enggak gampang ya ada yang berhasil ada
yang susah
yaak enggak gampang ya
makanya dulu ada cerita kawan saya saya
kenal dua-duanya dua mereka jalan
bersafar bersama
yang satu cerita
tentang poligam
Oh, cerita semangatsemangat teman yang
satu dengerin. Begitu dia dengar
akhirnya dia poligami.
Akhirnya dia menderita.
Dia bilang sama teman saya satunya itu,
"Kamu cerita-cerita bahagia ketika saya
poligami, saya sengsara." Eah. Kamu
enggak sabar. Saya baru cerita 30%.
[Tertawa]
Enggak yang insyaallah yang bahaya juga
banyak. Maksudnya yang poligami bahagia
banyak ya. yang sengsara juga ada ya
maksud saya antum jangan hasad. Maksud
saya jangan jigit orang punya ini hasad.
Belum tentu antum bisa menjalankan belum
tentu misal antum tidak tahu apa yang
diuji oleh Allah kepadanya.
Makanya kalau kita lihat orang punya
kelebihan banyak
kau tidak tahu apa yang Allah ambil
darinya. Enggak tahu. Enggak tahu.
Tapi kalau kita tidak hasad, tenang,
bahagia. Apa yang Allah kasih insyaallah
yang terbaik buat saya. Allah lebih tahu
yang terbaik. Allah perhatikan kita
person demi person. Ngapain kita sibuk
hasad sama orang. orang lain kan gitu
hidup apa ba bahagia.
Mungkin ini saja ikhwan
jadi jangan lupa perhatian terhadap
amalan hati. Amalan hati itu pahalanya
luar biasa. Dia lebih afdal daripada
amalan tubuh secara umum. Ya. Maka kita
perhatikan, cek hati kita. Kalau ada
kotoran, kita bersihkan sedikit demi
sedikit. Demikian saja yang bisa saya
sampaikan. Wallahu taala alam bawab.