Transcript
m4kp3Qwpqko • Ibadah Hati Kunci Sukses dan Bahagia - Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2557_m4kp3Qwpqko.txt
Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrul lahu ala taufiqihi wamtinanih ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuiman wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh daila ridwan allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwani. Hadirin dan hadirat yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang ibadah-ibadah hati yang merupakan sebab kebahagiaan. Ya, sebagaimana kita tahu bahwasanya Allah Subhanahu wa taala ee mengkaitkan kebahagiaan dengan keimanan, yaitu siapa yang beriman dia pasti bahagia, siapa yang tidak beriman dia pasti sengsara. Dalam banyak ayat. Di antaranya Allah berfirman, "Man amila shihan minakarin unsa wahua mukminyannahu hayatan thibah wajziahum ajrahum biahsanilladu ymalun." Kata Allah Subhanahu wa taala, "Siapa yang beramal saleh laki-laki maupun wanita wahua mukmin dalam kondisi ber beriman, maka kami akan berikan dia kehidupan yang baik, yaitu kebahagiaan di dunia dan kami akan balas dia dengan yang terbaik di akhirat." Demikian juga misalnya Allah ee menjelaskan innal abrara lafi naim. Sesungguhnya orang-orang yang abrar yaitu orang-orang yang beriman, beramal saleh ya lafi naim sungguh benar-benar dalam kebahagiaan. Kata Ibnu Qayyim rahimahullah, naim di sini mencakup tiga ee alam, yaitu alam dunia. Kemudian adur alalatah yaitu alam dunia, darud kemudian darul barzakh dan darul akhirah. Dia akan bahagia di dunia, bahagia di alam barzakh dan juga bahagia di akhirat. Dan sebaliknya siapa yang berpaling dari keimanan, maka dialah yang sengsara. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Man a'zikri fainna lahu maisan donka." Siapa yang berpaling dari peringatanku, maka bagi dia kehidupan yang sempit di dunia, di alam barzakh, apalagi di di akhirat. Karenanya Ibnu Taimiyah rahimahullah punya perkataan yang indah yang menunjukkan bahwasanya orang beriman pasti bahagia. Kata beliau, "Inna fid dunya jannatan manam yadkhulha lam yadkhul jannatal akhirah." Di dunia itu ada surga. Siapa yang tidak bisa masuk surga dunia tersebut, dia tidak akan bisa masuk surga akhirat. Yaitu Ibnu Taimiyah rahimahullah ingin mengatakan, orang beriman pasti bahagia. Dia pasti merasakan surga dunia sebelum surga akhirat. Kalau di dunia dia tidak pernah bahagia berarti imannya ber bermasalah. Kalau dia imannya benar sebelum merasakan surga akhirat, harusnya dia sudah merasakan surga dunia. Inna fid dunya jannatan manam yadkhulha lam yadkhul jannatal akhirah. Dunia ada surga. Siapa yang tidak bisa masuk surga tersebut di dunia, dia tidak akan bisa masuk surga akhirat. Oleh karenanya, beliau juga pernah berkata, "Madza yaf'alu a'dai bi jannati fi qolbi." Apa yang hendak dilakukan oleh musuh-musuhku kepadaku, sesungguhnya surgaku ada di hatiku. Yaitu ke mana pun dia berada, dia bawa imannya dan ke mana pun dia berada maka kebahagiaan akan bersamanya. Siapa yang beriman dia akan bahagia. Meskipun beliau dipenjara, dimusuhi, diasingkan, beliau mengatakan, "Apa yang hendak dilakukan oleh musuh-musuhku kepadaku?" Jannati fi qolbi. Bahwasanya surgaku ada di hatiku. Eh demikian juga orang-orang salihun dulu berkata, "Lau yalu la ylamu eh kalau seandainya para raja yamul muluk waul muluk maahnu alaih laaladuna alai ya laamul muluk abnaul muluk maahnu fialaduna alaihi." Seandainya para raja dan para pangeran tahu akan kebahagiaan yang kami rasakan, tentu mereka akan ya merampas dari kami meskipun harus dengan memukulin kami. Yang ini menunjukkan bahwasanya kebahagiaan ee asalnya adalah keimanan. Dan kalau kita bicara tentang iman, ahlusunah wal jamaah mendefinisikan iman dengan aliman itu adalah ee qulun wa amalun ya waqadun ya qulun bisan, amalun bil arkan waqadun bil jinan waqadun bil janan ya. bahwasanya iman itu adalah ee perkataan dengan lisan, perbuatan dengan anggota tubuh dan keyakinan di hati. Yazidu bit thaah waanquusu bil maksih. Iman itu bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan. Dan tentunya poros dari perkataan perbuatan adalah amalan hati. Adalah amalan amalan hati. Ya, tidak ada faedahnya perkataan dan perbuatan jika ternyata amalan hatinya rusak. Karenanya banyak sekali dalil yang menunjukkan akan hal ini. Bahwasanya amalan hati adalah poros dari segala ee amal saleh atau perkataan-perkataan yang baik. Seperti Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda, "Innallaha la yanzuru ila suarikum w ila ajsamikum wakin yanur ila qulubikum wa'alikum." Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa kalian, kepada penampilan kalian, jasad kalian, tetapi Allah melihat kepada hati kalian dan amal kalian. Rasul sahu alaihi wasallam juga bersabda ya inna fil jasadi mudgah iduhat shuhal jasadu kullu waidza fasadat fasadal jasadu kullu ala wahiyalqb. Sesungguhnya di dalam hati ada segumpal daging. Jika baik daging tersebut maka baik pula seluruh jasad. Dan jika buruk daging tersebut, maka buruk pula seluruh jasad ketahui dia adalah kalbu. Ini menunjukkan bahwasanya amalan kalbu atau amalan hati yang menjadi poros utama ee terkait dengan keimanan. Demikian juga misalnya Allah berfirman, "Lan yanallaha luhumuha wa dimauha waki yanaluhut taqwa minkum." Sungguhnya hewan-hewan yang kalian sembelih tersebut ya apakah ketika Idul Adha, apakah ketika hajian, tidak akan sampai kepada Allah dagingnya dan tidak akan sampai kepada Allah darahnya. Wakianaluhu attaqwa minkum. Tapi yang sampai kepada Allah ketakwaan kalian. Dan ketakwa tempatnya di hati kata Nabi sallallahu alaihi wasallam ya. Attaqwa hahuna. Atttaqwa hahuna, takqwaun. Takwa tempatnya di hati. Yang jadi paling utama adalah amalan hati. Adapun ee darah, daging ya bukan itu yang menjadi patokan utama. Patokan utama adalah walakinanu attaqwa minkum yang sampai kepada Allah adalah ketakwaan kalian. Allah juga berfirman, "Yauma la yanfau maun wala banun illa man atallaha biqolbin salim." Hari di kiamat nanti tidak bermanfaat ya harta maupun anak-anak kecuali orang yang datang bertemu dengan Allah dengan hati yang bersih. Dengan hati yang bersih. Makanya kalau kita lihat juga ketika Allah berbicara tentang orang-orang kafir, Allah juga sebutkan sebabnya mereka kafir, sebabnya mereka rusak karena hati mereka bermasalah. Karena amalan hati mereka bermasalah. Seperti Allah berfirman, "Afala yatadabbarunal Quran am ala qulubin akfaluha?" Apakah mereka tidak mentadaburi Al-Qur'an ataukah ada gembok yang menggembok mengunci hati-hati mereka? Kok tidak ada asarnya, tidak ada dampaknya, tidak ada faedahnya. Am ala qulubin akfaluha atau hati mereka bermasalah digembok sehingga tidak bisa mengambil faedah. Allah juga berfirman, kalla bal r ala qulubihim mau yaksibun. Sungguhnya yang menjadikan mereka bermasalah karena hati mereka sudah diliputi oleh ron, yaitu hitam yang meliputi hati mereka akibat maksiat yang mereka lakukan. Sehingga percuma faedah yang disampaikan mereka tidak akan bisa ambil faedah. Ya. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Walaq jahannama minal jinni wal insihumlubun lafqah biha." Sungguh kami telah penuhi neraka dengan banyak jin dan manusia. Kenapa mereka bisa masuk neraka? Allah katakan di awal, lahum qulubun la yafqahuna biha. Mereka punya hati-hati tapi mereka tidak bisa berpikir dengan hati mereka yaitu hati mereka ber bermasalah. Allah juga berfirman, "Fainnaha tamal absar wakin tamal qulubati fur." Yang jadi buta bukanlah mata kata Allah, tapi yang buta adalah buta buta hati. Ya Allah juga berfirman, "Fiubihim maradahumullahu mar." "Sesungguhnya hati mereka berpenyakit." Maka Allah tambah lagi penyakit dalam hati mereka. Allah juga berfirman, "Falamuallahuubahum." Tatkala mereka menyimpang, Allah simpangkan lagi hati mereka. Allah juga berfirman, absumam. Dan kami balikkan hati mereka. dan pandangan mereka sebagaimana mereka tidak beriman di awal kali. Jadi kalau kita lihat ternyata kekafiran, kemaksiatan, kefasikan juga masalahnya karena amalan hati. Adapun lisan maupun anggota tubuh adalah ekspresi dari apa yang ada di di hati. Apa yang ada di hati. Karenanya dari sisi kita tahu bahwasanya memperhatikan amalan hati adalah penting karena dia adalah pokok utama dari keimanan. Siapa yang hatinya benar niscaya imannya akan akan baik. Dan siapa yang imannya baik niscaya dia akan bahagia. Terus kita perhatikan juga amalan-amalan hati kalau lihat sekilas membuat inilah sebab bahagia dan maksiat-maksiat hati itulah secara sekilas juga penyebab kesengsaraan. Tib orang yang coba amalan hati yang bersyukur bahagia tidak? Syukur. Syukur pertama dengan hati. Syukur benar dengan lisan, dengan anggota tubuh. Yang pertama adalah pengakuan hati bah pengakuan bahwas segala nikmat dari Allah. Mensyukuri apa yang Allah berikan. Ya, qanaah. Qanaah itu amalan apa? Amalan hati. Kata ee Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Waisal ginail ard wakinal gina gina nafs." Bukanlah kekayaan dengan banyaknya aset, tapi kaya yang sesungguhnya kaya hati. Siapa yang kaya hati? Dia yang kaya sesungguhnya, Dia yang bahagia. Ya, kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, qad aflaha man aslam waruziqo kafafan waqonna Allahu bima ata. Sungguh beruntung orang yang Islam itu selamat dari kesyirikan.fafan dan Allah berikan dia rezeki yang kafaf yang tidak berlebihan tapi tidak juga kurang cukup ya. Sehingga dia tidak sibuk dengan mencari rezeki berlebihan ya. Ada alhamdulillah cukup. Waq Allah bima ata. Dan Allah buat dia jadi qanaah dengan apa yang Allah berikan kepada dia. Inilah orang bahagia yang qanaah. Ya. Orang qanaah dia yang bahagia. Sebagaimana perkataan Imam Syafi'i eh maqinun sawa. Kalau kau punya hati yang qanaah sungguhnya kau dan raja sama saja. Raja itu pengin puas. Makanya dia bangun ini, dia bangun ini, dia ekspansi. Dia pengin puas ya. Dan belum tentu dia dapatkan, belum tentu dapat kepuasan. Tapi seorang yang mungkin hartanya sedikit, tapi dia bisa jadi puas lebih dulu daripada raja. Kalau dia puas berarti dia sudah bahagia. Tapi kalau enggak puas enggak akan bahagia. Orang punya harta sudah sebanyak-banyaknya, enggak puas enggak akan bahagia. Makanya sering bilang koruptor itu yang yang korupsi-korupsi korupsi korupsi-korupsi itu mereka orang miskin atau orang kaya? Orang miskin atau orang kaya. Koruptor miskin atau kaya? Dua-duanya benar. Miskin dan kaya. Mereka kaya dari sisi aset. Miskin. Ha miskin hati. Makanya mereka gak pernah puas. Jadi mereka sebenarnya menderita. Sudah dikasih harta enggak pernah puas maka tidak pernah bahagia. Lain halnya orang yang qanaah maka dia akan bahagia. Jadi siapa yang qanaah dia akan bahagia. Siapa yang khasyah takut kepada Allah dia akan bahagia. Bayangkan dia bangun malam, kemudian dia salat malam, dia menangis. Dalam tangisannya Allah akan kasih kebahagiaan. Orang yang sering menangis malam dia akan bahagia. Dia akan bahagia. Kenapa? Dia punya khasyah. Ya. Inna kunna qblu fi ahlina musfiqinallahu alqab. Kami kata penghuni surga, "Kami dahulu di dunia ketika di tengah keluarga kami musyfikin. Kami takut."allahu Allahu ala maka di akhirat Allah beri anugerah kepada kamiabum dan Allah selamatkan kami dari azab neraka. Orang yang takut kepada Allah dia akan ee bahagia. Khusyuk. Khusyuk sama ya datang kebahagiaan. Apa kata Nabi sallallahu alaihi wasallam kepada Bilal? Ya Bilal arihnaat. Ya Bilal istirahatkanlah kami dengan salat. Rasulullah merasakan kalau sudah salat dia merasa kebahagiaan. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Allah jadikan kebahagiaanku pada salat." Amalan hati. Orang kalau bisa salat khusyuk, dia pasti bahagia. Amalan hati. Orang yang tawakal kepada Allah bahagia enggak? Bahagia dengan berbagai macam ee ujian kehidupan yang tidak ada yang bisa menghindari. Ujian kehidupan menimpa siapa saja. Miskin, kaya, terkenal, enggak terkenal, pejabat, rakyat, jelata, semua ditimpa dengan ujian kehidupan. Siapa yang bahagia di antara mereka ketika diuji? yang bertawakal kepada Allah. Siapa yang bahagia? Orang yang sabar. Dia yang bahagia. Yang tidak sabar menderita. Makanya Rasul sahu alaihi wasallam bersabda, "Wama utiya ahadun atoanirun khairon wausa minasr." Ya, tidak seorang pun diberikan anugerah oleh Allah yang lebih luas dan lebih baik daripada sabar. Siapa yang sabar, dia yang bahagia. Semua amalan hati bikin bikin bahagia. Ya, tawakal kepada Allah, khasyatullah, sabar, berharap kepada Allah, husnuzan kepada Allah subhanahu wa taala. Ini semua amalan hati dengan bahagia. Coba kita bandingkan. Amalan hati, maksiat hati merupakan sebab kesengsaraan. Contoh, hasad. Menderita enggak orang hasad? menderita sedikit-sedikit hasad. Lihat orang beli beli mobil lebih bagus, waduh jengkel dia. Mudah-mudahan mobilnya meledak. Lihat orang istrinya lebih cantik, aduh mudah-mudahan mati di biar sayaambil istrinya. Ya, hasad terus. Lihat orang terkenal, dia hasad. Lihat orang lebih berhasil, dia yang menderita. Padahal dia juga sudah berhasil, tapi hatinya tidak kuat melihat ada yang lebih berhasil daripada dia. Ya. Maka orang hasad orang yang paling menderita. Orang yang tidak pernah bersyukur tamak, tidak pernah bahagia. Tamak terus, tamak terus, tamak terus, tidak berkah. Apa kata Nabi sallallahu alaihi wasallam? Nasihat Nabi kepada eh Hakim bin Hizam. Ya Hakim inna had dunya hulwatun khadirah. Wahai hakim sesungguhnya dunia ini manis dan hijau. Manis dirasa sejuk dipandang hijau. Man akzaha ya atau inal ma hulwatun kh. Sesungguhnya harta itu adalah manis dan hijauan akhadahu bisakhawati nafsin burika lahu fihi. Siapa yang mengambil dunia itu dengan dalam riwayat bitibin nafs yaitu dengan jiwa yang tidak tamak yang ngambil dengan jiwa yang tenang ya jiwa yang dermawan, maka akan diberkahi baginya. Ya. Adapun waman akh biisrofin nafs dengan tamak kepingin-kepingin dipengin terus maka Allah tidak lam yubarak lahu fihi ya. maka dia tidak akan diberkahi oleh Allah subhanahu wa taala. Wakalladzi a kalladzi yaakul walam yasyba. Seperti orang yang makan tapi enggak pernah kenyang. Tama. Sehingga dunia itu seperti air laut yang asin. Semakin diminum semakin bikin ha haus sehingga tidak ada bahagia. Tidak ada bahagia. Sudah punya rumah dua tidak bahagia. Sudah punya mobil tiga tidak bahagia. Sudah punya perusahaan lima tidak bahagia. Repot. Kenapa dia enggak punya amalan hati? Yaitu qanaah. Tidak punya amalan hati syukur kepada Allah Subhanahu wa taala. Coba orang yang pemaaf bahagia enggak? Bahagia. Punya amal hati mudah memaafkan, oh bahagia. Apapun yang terjadi dia mudah maafkan. Bahagia. Lihat Nabi Yusuf Alaih Salam begitu mudah memaafkan. Sampai Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan, "Ma akul lakum illa kama qa akhi Yusuf." Ya, tidak aku berkata kepada kalian wahai orang Quraisy kecuali seperti perkataan Nabi Yusuf kepada saudara-saudaranya. Lariba alikumul yaum. Tidak ada celaan bagi kalian. Subhan Nabi Yusuf alaihi salam sangat mudah memaafkan. Kalau kita baca bagaimana dia memaafkan semua orang bermasalah dengan dia. Dia maafkan kakak-kakaknya dia tidak dendam. Dia maafkan Imraatul Aziz yang memenjarakan dia, dia tidak dendam. Bayangkan kita kalau dipenjara 1 tahun dendam atau tidak dendam? Apalagi gara-gara Imratul Aziz dipenjara sampai ada yang bilang 14 tahun. Luar biasa. Dia tidak dendam sama Imratul Aziz. Tidak dendam. Ya, bahkan dalam buku-buku tafsir disebutkan akhirnya dia menikah dengan Imratul Aziz. Tapi tidak ada riwayat yang sahih. Cuma disingung dalam buku tafsir, akhirnya suami dari Imraatul Aziz, suami dari Zleikh meninggal dunia. Jadilah dia jan janda. Akhirnya Yusuf disuruh menikah dengan Imratul Aziz. Kemudian Imrat Aziz berkata, "Ya, intinya akhirnya ketemu lagi." Ya kan begini bagus kata Yusuf. Tapi itu riwayat enggak ada yang enggak ada yang sahih ya. Terus Imrat Aziz mengatakan, "Ya kau kasih uzur sama akulah. Suamiku tidak pernah mendatangiku. Makanya aku dulu berbegini-begini ya." Tapi intinya dia tidak dendam sama Imraatul Aziz. Dia juga tidak dendam kepada orang yang sudah dia tafsiri mimpinya. Kan dia waktu tafsirkan salah seorang. Ketika dua orang datang kepada Yusuf minta ditafsirkan mimpi, Yusuf tafsirkan yang satu bakalan dibunuh, disalib, yang satu bakalan dibebaskan, kemudian jadi pelayan khusus raja. Maka dia berkata kepada orang yang diduga akan menjadi pelayan raja. Udzni rbik. Jangan lupa sebut-sebut saya di depan raja. Maksudnya disuruh kalau kau lagi ngelayani raja, cerita dong tentang saya. Yusuf begini begini begini supaya Yusuf dibebaskan. Ternyata kata Allah faansahuikrabbih. Ternyata orang ini lupa cerita. Akhirnya Yusuf tambah lagi penjaranya 7 tahun. Cerita keluar selesai. Setelah 7 tahun dia datang raja mimpi dia enggak enggak tahu enggak ada yang bisa nafsirkan mimpi raja. Maka dia bilang, "Oh, iya ada Yusuf ya." Ya. Waqalladzi naja minhuma wadakar ba'da ummatin ana unabbiukum bitawilihi farsilun. Maka berkatalah pelayan raja tadi, dia ingat setelah 7 tahun dia baru ingat, "Oh, tenang raja, ada orang yang bisa tafsirkan mimpimu. Ana unabbiukum, saya akan kabarkan apa tafsir mimpi sang raja." Maka dia pun segera datang ke penjara Yusuf. Dia berkata, "Yusufu ayuhidan." Wahai Yusuf, berilah fatwa kepada kami jawaban tentang mimpi raja yang di mana dia melihat tujuh sapi kurus makan tujuh sapi gemuk, tujuh bulir gandum yang hijau kemudian yang kering. Semoga aku kabarkan kepadamu sehingga mereka tahu. Yusuf tidak bilang, "Eh, ke mana saja lu?" Ya, 7 tahun tidak nongol. Datang-datang sekarang minta minta tolong lagi. Enggak, enggak, enggak. Yusuf enggak gitu. Memaafkan dia tidak jelas sama sekali. Yang dia jelaskan. Bahkan ketika dia jelaskan bukan cuma jelaskan arti tafsir mimpi tersebut. Dia tidak dendam sama raja Mesir. Bahkan dia tafsirkan dan dia sebutkan solusinya. Kalau dia apa tafsir mimpi tadi? M tersebut hanya mengatakan maksudnya akan ada tujuh musim panen 7 tahun dan akan ada 7 tahun musim kemarau. Itu saja. Tapi ternyata tidak demikian. Yusuf bahkan nafsirkan dengan memberi solusi baik maamum lahun illa qilam mimma tuhsinun. Kata Yusuf, "Tanamlah gandum sebanyak-banyaknya selama tujuan pertama. Terus simpan dengan bulirnya jangan dikeluarkan dari bulirnya. Kemudian makan secukupnya. Karena akan datang 7 tahun musim paceklik, maka akan membuat kalian banyak makan dari hasil yang kalian simpan tadi ya. Tapi makai akan ada si sisanya. Konon orang yang pertama kali mengajarkan tentang bagaimana cara menyimpan gandum sampai 14 atau 15 tahun adalah Yu Yusuf. Karena dia harus simpan gandum ini 7 tahun pceklik disimpan ee musim musim panen dan harus bisa bertahan sampai akhir musim apa? Backklik. Caranya gandum tersebut jangan dilepas tapi tetap dalam bulirnya disimpan dalam semacam kendi atau semisalnya intinya ada cara mereka dan itu Yusuf yang pertama kali mengajarkan. Wallahuam bisawab. Tapi intinya bagaimana Yusuf sangat mudah memaafkan. Ya. Yang bahagia di penjara bahagia. Makanya orang-orang penjara berkata, "Inna naroka minal muhsinin." Wahai Yusuf, tafsirkanlah mimpi kami. Kami melihat engkau orang yang baik. Kenapa Yusuf ternyata dalam penjara dia bentuk orang kasih nasihat? Kalau orang hatinya buruk, dia enggak bisa begitu. Enggak bisa begitu. Sangat mudah memaafkan. Orang mudah memaafkan itu sangat bahagia. Saya ketemu kakak-kakaknya juga, kakak-kakaknya, "Engkau Yusuf ya." Labu alikum yagfirullahuakum. Gak ada cercaan bagi kalian. Allah akan mudah-mudahan Allah ampuni kalian. Sangat pemaaf. Maka dialah yang bahagia. Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam juga sangat pemaaf. Lihat Nabi sallallahu alaihi wasallam diracun oleh wanita Yahudiah sampai itu racun tersebut menyebabkan Rasulullah sakit sampai akhirnya meninggal dunia. Rasulullah pun tidak membunuh wanita Yahudi tersebut. Man taqama linafsihiq. Rasul sahu alaihi wasallam tidak pernah marah gara-gara untuk bela dirinya sendiri. Illa anuntahaka hurumatullah. Kalau dilanggar larangan Allah baru dia marah. Kalau untuk diri dia enggak. Maafkan. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam disihir oleh Labid bin Aam Yahudi. Ketahuan yang nyihir adalah Habib Asam. Rasulullah pun tidak marah, tidak membunuh Labit Asam. Bagaimana? Maafkan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Mati yang sangat lap itu yang bikin orang bahagia. Tapi sebaliknya kalau dendam gak bahagia. Dendam terus. Dendam sama anak dendam. Ada orang sama anaknya dendam. Ada sama kakaknya dendam sama adiknya dendam sama ibunya dendam sama bapaknya dendam. Ada saya heran juga. Tapi ada orang seperti itu. Ada orang seperti itu. Sampai ada orang datang saya marah sama bapak saya dendam. Bapaknya sudah mati. Padahal dia masih marah. Dendam masih berlanjut. Kenapa? Dulu waktu kakak saya, saya masih kecil, Bapak saya kasih hadiah rumah kepada kakak saya. Rumah besar, mewah. Saya enggak dikasih apa-apa. Kemudian bapak saya meninggal, saya enggak dapat apa-apa. Sedangkan kakak saya enggak mau bagi-bagi. Dendam dia sama bapaknya. Kurang ajar. Bapak dulu bapak sudah mati masih dikurang ajarin. Jadi dendam repot orang. Kalau dendam apa? Sengsara. Kalau maafkan bahagia. Oleh karenanya ya kalau ingin bahagia jadilah orang yang beramal hati yang baik. Bersihkan hati. Semakin hati bersih semakin bahagia. Maka Rasul sahu alaihi wasallam pernah ditanya, "Ayyul mukminini akyas." Ya Rasulullah, orang mukmin mana yang paling cerdas? Maka Rasul sahu alaihi wasallam berkata, "Ya ee kullu e Rasulullah bertanya, ayyul muslimin afdal." Siapa kaum muslimin yang paling afdal? Maka rasul sahu al wasallam berkata, "Mammumilqbi shoduqil lisan qasulullah arfna shoduqu lisanqal lisan fama makmumulqb kata rasul sallallahu alaihi wasallam kulluq qbin taqiyin ya e ya ketika ditanya Rasulullah berkata bahwasanya orang mukmin yang paling afdal siapa kata Rasulull sallahu alaihi wasallam adalah orang yang selalu membersihkan hatinya nya makmumilqb itu hatinya selalu disapu dan selalu jujur lisannya. Sahabat bertanya, "Shoduqul lisan arafnahu orang yang lisannya jujur kami paham apa fama makhmumul qalb." Apa itu maksud hati yang selalu disapu? Makmfm itu disapu. Maka rasul sahu alaihi wasallam mengatakan makhmumul qalb yaitu qolbun taqi laisa fihi itmun. Ya, wala bagiyun wala haqdun atau hiqdun wala hasad. Itu setiap hati yang bersih yang tidak ada ee hasad di dalamnya, tidak ada dengki di dalamnya, tidak ada dosa di dalamnya, tidak ada bagiun, tidak ada kezaliman di dalamnya. Ini manusia yang paling afdal, kata Nabi sallallahu alaihi wasallam. Isyarat bahwasanya hati itu sering kotor dan harus sering disapu. Karena Rasul mengatakan kullu makhmumilqbi. Yaitu setiap hati yang selalu disapu. Isyarat bahwasanya hati itu selalu datangi kotoran. Kotoran dari mana? Dari apa yang kita lihat, dari apa yang kita dengar, dari interaksi kita. Potensi kotoran mengenai hati besar. Maka hati harus selalu disapu. Kalau enggak disapu akan numpuk. Maksiat yang kita lakukan harus istigfar. Harus kita bersihkan hati ini kalau enggak hati kita ini akan penuh dengan kotoran. Makanya Rasulullah mengatakan kullu makmumilqb. Hati yang senantiasa di disapu sehingga ketika sering disapu akhirnya hati tersebut naqiyun bersih. La itma fihi tidak ada dosa dalamnya. Wala bagu tidak ada kezaliman. Tidak ada niat menzalimi orang gak ada. Wala hiqdun wala hasa. Tidak ada kedengkian, tidak ada kejengkelan sama orang hati yang bersih. Tidak ingin orang lain celaka, tidak ingin nikmat dari orang lain hilang. Enggak. Hati yang kembali kepada Allah bersih. Ini orang yang paling afdal di sisi Allah Subhanahu wa taala. J karenanya seorang berusaha selalu membersihkan hatinya. Kapan hatinya bersih, maka dia adalah orang yang paling paling bahagia. Dari situ, ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala, maka hendaknya kita selalu mengecek hati kita ini. Amal-amal hati. Perhatikan. Baik. Di akhir pembahasan saya akan bahas tentang keutamaan amalan hati secara umum. Apa saja poin-poin amalan hati sehingga kita hendaknya memperhatikan amalan hati kita. Karena banyak orang yang lebih fokus memperhatikan amalan zahir daripada amalan hati. Penampilan diperhatikan sunah-sunah yang zahir itu bagus kita perhatikan tata cara salat kita. Tetapi kita kadang lupa memperhatikan bagaimana gerakan hati kita ketika sedang sedang salat. Ya, padahal amalan hati lebih lebih utama. Berikut beberapa poin ya yang menunjakan menunjukkan akan urgensinya amalan hati. urgensinya amalan hati. Yang pertama, ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala, bahwasanya sudah kita singgung tadi, amalan hati merupakan asal. Adapun amalan zahir merupakan furuk, merupakan cabang. Merupakan cabang. Kalau hati baik, maka cabangnya juga akan baik. Kalau asalnya akarnya buruk, maka cabangnya juga akan buruk. Tidak ada orang yang rusak zahirnya kecuali hatinya ber bermasalah, asalnya bermasalah. Ya, kalau ada orang arogan pasti hatinya sombong. Kalau enggak sombong enggak mungkin apa arogan. Kalau ada orang baper sedikit-sedikit tersinggung, itu berarti kadang-kadang hatinya ada kesombongan. Karena dia merasa tidak dihargai, karena dia merasa kurang dihormati. Biasanya kenapa? Hatinya ada ke keangkuhan, ada kesombongan. Orang kurang melayani dia, maka dia marah. Hatinya bermasalah. Hatinya bermasalah. Saya sering sampaikan tentang bagaimana kisah Nabi Musa dan Nabi Khadir yang Allah sebutkan dalam Al-Qur'an. ah qtinama ahlahaifuma berjalanlah Nabi Musa dan Nabi Khadr menuju pada suatu kampung mereka pun minta dijamu minta makan dari penduduk kampung tersebut minta jamuan mereka musafirin minta dijamu minta makan fantalaqa hatta id ataya ahla qorir tatama Mereka berdua minta makan kepada penduduk kampung tersebut. Apa kata Allah? Allah menggunakan eh waul jamaah faabu mereka semuanya semuanya enggan ayudifuma untuk menjamu mereka berdua. Sebagian ahli tafsir mengatakan berarti berarti Musa dan Khidir atau Khadir mengetuk pintu rumah satu-satu. Semuanya sepakat tidak mau menjamu Nabi Musa dan Nabi Khadir. Subhanallah. Sudah mereka pulang. Ketika mereka pulang fawajada fiha jidaron yuriduq faqamah. Tiba-tiba mereka dapati ada dinding yang mau jatuh maka diluruskan oleh Nabi Khadir. Karena ternyata di bawah dinding tersebut ada harta milik anak-anak yatim. dua anak yatim. Tapi mau saya Nabi Musa, Nabi Khadir tidak marah, tidak bilang, "Heh, kalian enggak tahu ini siapa." Ini Khadir loh. Fadil juga bilang, "Kamu enggak tahu ini Musa. Musa Bani Israil pernah bicara langsung dengan Allah subhanahu wa taala. Kalian enggak ngerti? Masa enggak mau kasih makan?" Sama sekali mereka tidak tersinggung. Mereka tidak ngamuk-ngamuk, tidak marah-marah. Kenapa? Karena para hati-hati, hati-hati para nabi sangat bersih. Tidak ada kesombongan sama sama sekali. Coba kita kalau kita yang digituin selesai ustaz ketuknya kasih makan dah sudah saya tidak akan datang lagi ke kota ini sampai mati ya. Kenapa ada keangkuhan? Keangguhan ya. Oleh karenanya kalau akar baik cabangnya pasti apa? Baik. Tapi kalau kelihatan cabang buruk akarnya pasti ber bermasalah. Bermasalah. Kenapa ada orang arau kan dia sombong backingan dia mungkin hebat jenderal bintang 7uh misalnya makanya dia dia bingannya jenderal bintang tujuh ya sehingga dia arogan arogan ada kesombongan saya tidak ada kerusakan di luar kecuali ada terkait dengan akarnya ini keutamaan pertama bahwasanya perbaiki akar perhatikan lebih lebih detail, lebih baik, niscaya cabang akan ikut menjadi lebih lebih baik. Ya, ini yang pertama. Yang kedua, di antara keistimewaan amalan hati bahwasanya amalan hati ya bisa kita amalkan setiap saat. Lain halnya dengan amalan badan. Amalan batan ada waktunya. Salat ada waktunya. Takbiratul ihram sampai salam ada waktunya. Kita baca Quran ada waktunya. Baca 10 menit setengah jam ada waktunya. Kita misalnya puasa ada ada waktunya menahan makan, menahan minum. Dari terbit fajar sampai terbenah mata matahari. Tapi amalan hati senantiasa takut kepada Allah bisa berkesinambungan enggak? Bisa. Ibadah hati bisa terus. Senantiasa ada harapan dan takut kepada Allah bisa terus-menerus. Ikhlas hati bisa terus-menerus. Jadi, Subhanallah, amalan hati itu bisa terus-menerus. Dia tidak kenal waktu. Maka ditinjau dari hal ini kita bisa mengamalkan firman Allah. Wama khalaqtul jinna wal insa illa liya'budun. Allah berfirman, "Tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaku." Yaitu seluruh hidupku hanya untuk ibadah kepada Allah. Allah juga berfirman, qul in shatiusuki mahyaya alamin. Katakanlah, "Sesungguhnya salatku, sembelihanku, hidupku seluruhnya dan matiku hanya untuk siapa?" Allah. Bagaimana kita bisa jadikan hidup kita seluruhnya ibadah? Di antaranya dengan ibadah amalan hati. Ibadah hati kalau kita hanya bersandar kepada ibadah, amalan badan, susah. Karena amalan badan ada waktunya. Orang tidur dalam kondisi takwa kepada Allah bisa enggak? Bisa. Dia sedang tidur dia takut kepada Allah. takut kepada Allah. Bahkan ketika dia mimpi pun dia takut kepada Allah. Ketika dia mimpi ada cewek goda, ternyata dia kabur. Padahal selama ini enggak pernah digoda cewek karena wajahnya pas-pasan. Tapi dalam mimpi pun dia takwa kepada Allah. Dia bilang enggak boleh. Haram. Subhanallah. Dalam mimpi pun dia bisa menjalankan ketakutan kepada Allah subhanahu wa taala. Jadi amalan hati di antara keistimewaannya bisa selalu bersama seorang 24 jam bisa bersama dia. Beda dengan amalan badan, amalan lisan yang ada waktunya awal dan akhir. Ini di antara keutamaan amalan hati. Kemudian amalan hati, ya amalan hati dikatakan oleh sebagian salaf, anniya ablagu minal amal. Niat terkadang lebih sampai daripada amal. Kok bisa demikian? Kadang meskipun amal belum sampai, niat sudah sampai. Seperti kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, man atau man saal syahadah sodiqanahullahu manazil syuhada wa fir kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, siapa yang tulus ingin mati syahid, benar-benar dia tulis, "Ya Allah anugerahkanlah aku mati syahid, maka dia akan mendapatkan pahala mati syahid meskipun meninggal di atas tempat tidurnya." Kenapa? Karena niatnya tulus ketika minta ingin mati syahid. meskipun tidak berhasil mati syahid, tetap dicatat ketulusan niatnya. Sehingga niat terkadang lebih cepat daripada a amal. Amal belum bisa. Enggak ada mungkin enggak ada jihad yang syari'i atau dia tidak punya kemampuan untuk berjihad. Ternyata niatnya sudah benar. Dia sudah dicatat sebagai ee orang yang mati syahid meskipun meninggal di atas tempat tidurnya. Contohnya siapa? Khalid bin Walid. sudah berusaha enggak juga mati syahid. Pak bin Walid ketika dia mau meninggal diriwayatkan dalam beberapa riwayat ya dia mengatakan, "Ya, aku telah mencari syahadah di banyak peperangan dan tidak ada dalam tubuhku satu jengkal pun kecuali pasti ada bekas tombak, bekas panah ya, bekas pedang, sayetan pedang, seluruh model senjata sudah mengenai tubuhku. Tidak ada satu jarak sejengkal di tubuh kecuali pasti ada bekas bekas luka. Ya. Nah, sekarang saya meninggal di atas tempat tidur ya, bukan dalam medan pertempuran. Dan dia berkata, "Malam yang paling aku sukai bukanlah malam ketika dikabarkan kepadaku saya punya anak baru lahir. Bukanlah malam ketika dihadirkan kepadaku istri baru yang cantik. Bukan. Malam yang paling aku cintai, yang paling aku sukai adalah ketika aku bermalam dengan kaum Muhajirin atau kaum Anshar menanti besok menyerang musuh. Itu malam yang paling aku cintai itu. Khalid bin Walid. Makanya ketika suat dia berperang kemudian ada entah Raja Romawi atau Persia ngajak negoisasi. Dia bilang, "Khalid, bawa pulang anak buahmu. Kami akan berikan dinar kepada mereka." Kata Khalid bin Walid, "Saya telah datang membawa suatu kaum yang mereka mencintai kematian, mencintai syahadah seperti kalian mencintai khamar. Kalian suka hobi minum khamar? Ini orang semua hobi mati." Maksudnya Khalid bin Walid luar biasa. Tapi dia tidak mendapat syahadah secara real, secara fisik. Tapi dengan hatinya dia sudah mencapai apa? Mati syahid. Maka dia mengatakan, "Wala namat a'yunul jubana." Itu orang takut. Ngapain takut? Kata dia, "Saya aja perang berkir enggak mati-mati juga sekarang mati tempat tidur kak mal bair seperti unta yang mati enggak ada apa-apa meninggalnya." Jadi mau saya niat itu ablak minal amal. Terkadang niat lebih mencapai daripada amal. Ya, makanya kata Rasul sallallahu alaihi wasallam, "Man hamma bihasanatin, siapa yang berniat melakukan kebaikan walam ya'malha, namun dia tidak melakukannya, kutibahu hasanatun kamilah." Maka dicatat baginya kebaikan yang sempurna. Baru niat belum ngerjain sudah dapat amal. Sudah dapat pahala. Kalau amal belum karena dia dapat pahala dengan pahala ni niat. Bahkan dalam sebagian hadis kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Innama adunyaati anfar." Sesungguhnya dunia ini untuk empat orang. Adapun yang pertama, seorang yang Allah berikan ilmu dan harta, maka dia pun bersedekah dengan ilmunya. Hartanya dia sedekahkan dia punya ilmu. Yang kedua, seorang diberikan harta, diberikan ilmu tanpa harta, maka dia berkata, "Lau kana li maalun." Ya la af'alu kama fa'ala fulan atau la atas kama tasadaq fulan. Seandainya saya punya harta, saya akan bersedekah seperti si fulan yang suka bersedekah. Cuma saya enggak punya harta, punya punya ilmu saja. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Hua biniyatihi faajruhu sawa." Kata Nabi, "Orang kedua dengan orang pertama yang kedua ini karena niatnya benar tulus, kalau saya punya uang saya akan sedekah." Maka dia dan yang pertama pahalanya sama. Ini menunjukkan bagaimana amalan hati luar luar biasa. Niat yang sangat luar luar biasa. Bab. Di antara keutamaan amalan hati, ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala, amalan hati bisa menjadikan ee amalan duniawi bernilai akhirat dengan niat. Kita makan, kita minum bisa bernilai pahala jika niat kita benar. bahwasanya saya niatkan karena Allah subhanahu wa taala. Sebagaimana ketika Rasulullah mengutus Muad bin Jabal Musa al-Asy'ari ke negeri Yaman. Kemudian mereka ngobrol di tengah jalan saling bertanya bagaimana tentang Al-Qur'an. Maka Umai berkata, "Saya baca Quran terus dari atas kendaraan. Saya baca Quran. Saya berdiri baca Quran, saya duduk baca Quran." Kata Muad bin Jabal dan dia adalah seorang yang dikatakan alamunas bil halal wal haram. Yang paling paham tentang halal dan haram. Dia berkata, "Ama ana faahtasibu naumati kama ahtasibu kaumati." Itu aku salat dengan Al-Qur'an, aku juga tidur. Dan dia berkata, "Adapun aku, aku berharap dengan tidurku agar dapat pahala sebagaimana aku berharap dengan salat malamku agar aku dapat pahala." Itu maksudnya apa? Itu Muad bin Jabal radhiallahu anhu ketika dia tidur, dia niatkan untuk istirahat supaya kuat salat malam. sehingga dia mengatakan, "Saya berniat dapat pahala dengan tidurku sebagai sebagaimana saya ingin cari pahala dengan salat salat malamku." Apa yang menjadikan tidurnya berpahala? Karena niat yang benar. Seorang kalau mau tidur terus dia niat, "Ya Allah, pengin tidur cepat supaya bisa bangun salat malam, dapat pahala gak tidurnya?" Dapat. Meskipun dia ngorok. Karena dia niat istirahat supaya bisa salat salat malam. Eh, sudah jam berapa? Sudah 11.30 sudah nanti enggak bisa salat subuh. Saya pengin tidur bisa salat subuh di masjid. Tidurnya dapat pahala. Betapa banyak orang tidur enggak dapat pahala. Kenapa? Karena sebelum tidur nonton YouTube sampai ketiduran. Tidur enggak ada niat. Niatnya melanjutkan nonton YouTube tapi sudah ketiduran. Iya enggak? Orang kalau mau tidur nonton film Korea ketiduran dapat pahala atau dapat dosa. Seandainya matanya kebuka, dia lanjutkan nonton enggak? Ya, saya mau tidur biar besok bisa nonton lagi. Lanjut. Dosa tidurnya. Jadi, sering kita melakukan kegiatan duniawi tanpa ada pahala karena kita tidak ada niat baik di situ. Enggak ada amalan hati. Betapa sering kita olahraga, kita tidak niat. Kalau kita olahraga, niatkan saya olahraga supaya saya kuat ibadah, supaya saya kuat dakwah, supaya saya kuat cari nafkah buat anak istri, supaya saya kuat ke masjid, supaya saya kuat umrah, kuat haji, pahala seluruhnya kita olahraga duniawi. Sampai Allah Subhanahu wa taala menyebutkan perkara yang paling kalau dilihat zahirnya jauh daripada akhirat, yaitu masalah hubungan intim. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Nisaukum harul lakum fau harakum anasum." Sesungguhnya istri-istri kalian adalah sawah ladang kalian. Fau harakum anasum. Maka datangilah sawah ladang kalian. Annasum. Yaitu sebagaimana kalian suka. Kapan saja dan bagaimanapun caranya terserah. Kata Allah, "Nisaukum arsul lakum." Eh, sesungguhnya istri-istri kalian adalah sawah ladang bagi kalian. Dengar Bapak-bapak ini tujukan kepada antum semua yang sudah punya sawah ladang. Yang belum punya cari sawah ya. Bisa bisa disiram. Fau hartsakum annum. Ya, datangilah sawadang kalian kapan saja. Bagaimanapun caranya itu motivasi. Tah ladang jangan cuma di biarin aja harus didatangi ya. Kemudian kata Allah setelah itu waqdimu dan persembahkanlah pahala untuk kalian. Wattaqulaha waamu annakum mulaqu. Dan bertakwalahu ketahuilah annakum mulaqu. Kalian akan bertemu dengan Allah subhanahu wa taala. Para ahli tafsir bahas tentang ayat ini. Allah mengatakan, "Nisaukum harakum fau harsakum waqaddimufusikum. Datangilah istri kalian dan persembahkanlah pahala buat kalian. Bagaimana cara dapat pahala ketika berhubungan dengan istri?" Maka para ahli tafsir menyatakan yaitu dengan niat. Ketika seorang mendatangi istri dengan niat yang banyak, amalan hati, maka dia dapat pahala. Contoh, dia niat agar dia menyalurkan hasratnya di tempat yang halal untuk terhindar dari tempat yang haram. Berpahala atau tidak berpahala? Niat untuk menjaga kehormatan dirinya. Dia mendatangi istrinya niat untuk menjaga, untuk menundukkan pandangannya agar matanya tidak jelalatan. Dia sudah menyalurkan apa? hasratnya. Dia niat untuk menjaga harga diri istrinya agar istrinya juga tersalurkan syahwatnya sehingga istrinya juga bisa menundukkan pandangan. Dia niat supaya dia bisa punya anak saleh. Maka setiap dia berhubungkan dia niat punya anak saleh. Ya. Sampai dalam satu riwayat kalau saya tidak salah ingat Umar bin Khattab mengatakan terkadang saya datangi istri meskipun saya tidak ada syahwat. Untuk apa? untuk punya anak sa saleh. Karena saking sibuknya ibadah, saking sibuknya ngurusan keraja apa ee kenegaraan, didatangi istri karena pengin punya anak anak saleh. Ternyata mendatangi istri yang itu jauh dari nuansa akhirat, ternyata juga bisa dapat pahala. Yang menyebabkan bisa jadi pahala kenapa? Karena ada amalan ha amalan hati. Maka ini sering saya sampaikan dalam hidup kita sehari-hari selalu niatkan untuk ibadah agar kita bisa menjalankan perintah Allah. jinudun. Ya, yaitu firman Allah Subhanahu wa taala, "Tidak aku ciptakan jin manusia kecuali untuk beribadah kepadaku." Seluruh kegiatan kita adalah ibadah. Makanya ibu-ibu kalau ngurus rumah niat karena ibadah, berdandan juga karena suami, karena perintah Allah agar membantu suami, menyenangkan suami, ngurusin anak-anak untuk mengurusi umat Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Dia selalu karena Allah maka semua kegiatan akan berpelepon sama kawan, candain kawan untuk membagaikan hatinya. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Wal kalimatu thayibatu shodqah." Kata-kata yang baik adalah apa? Sedekah. Kalau mau bicara milah-milih kata mana yang enak didengar, tidak semua yang ada di hati kemudian kita ungkapkan. Faasar yusufu fi nafsihi walam yubdiha lahum q antum syarum makana. Ketika kakak-kakaknya bilang, "Iarq yasriq faqarq akahu minqbl." Kalau Benyamin pencuri dulu saudaranya si Yusuf juga pernah mencuri. Jadi saudara-saudaranya kakak-kakaknya Yusuf nudu benyamin dan Yusuf mencuri. Yusuf jengkel pada Yusuf jadi bangsawan ketika itu. Faasarha Yusufu fi nafsi. Dia simpan dalam hatinya. Falam yubdial. Dia tidak ungkapkan kepada mereka. Dalam hatinya dia berkata qala antum syarum makan. Kalian lebih buruk daripada kami. Kami tidak demikian. Tapi dia tidak ungkapkan ke kita milih-milih kata, milih diksi yang baik agar tepat dalam berbicara dapat pahala. Bukankah Rasul sahu alaihi wasallam berkata, "Manana yummin billahil yaumil akhir falyakl khairan aasmut." Siapa yang beriman kepada Allah hari akhirat maka pilih kata yang baik atau dia diam. Dia amalkan hadis ini, dia niatkan, "Saya ingin amalkan hadis ini." Dapat pahala. Allah juga berfirman, "Wl ibadi yaqulati ahsan innyaana yanzagu bainahum." Innitana kal insani aduan mubina. Katakanlah kepada hamba-hambaku untuk memilih kata-kata yang terbaik. Ingatlah setan mengadu domba di antara mereka. Jadi seorang kalau milih diksi yang baik, dia mau WA pas ketika telepon niatnya untuk berkata baik, dia dapat pahala. Dia sengaja telepon istri untuk nyenangin istri. Dapat pahala enggak? Dapat pahala enggak? Atau jarang lakukan bapak-bapak? Sudah bosan ya? Sudah bosan. Tepon istri mana sayang? Kata-kata yang menyenangkan apa? Istri. Anak-anak telepon, "Nak, gimana kabar? Gimana?" Masyaallah dapat pahala. Sehingga semua kegiatan kita berpahala. Yang bikin semua kegiatan kita aktivisa berpahala adalah masalah ha? Masalah hati. masalah hati. Kemudian yang menjadikan orang ya di antara benar-benar menjadikan bahwasanya amalan hati itu efeknya luar biasa dalam kebahagiaan. Sebik Syekh S'di bahwasanya pokok kebahagiaan adalah ikhlas. Ikhlas kepada Allah. Orang kalau ikhlas ini keutamaan hati yang luar biasa. Orang ikhlas dia akan bahagia. Orang paling baik yang ikhlas karena dia selalu mencari keridaan Allah Subhanahu wa taala. Dia tidak peduli apapun komentar manusia karena dia ikhlas. Orang mau puuji silakan, mencela silakan, saya lakukan urusan saya dengan Allah Subhanahu wa taala. Kalau Allah sudah tahu, saya lakukan, selesai. Makanya orang paling sengsara adalah orang yang rijian manusia, selalu gelisah. Kalau dia sudah melakukan kegiatan, dia tunggu komentar manusia. Kalau like-nya banyak, dia bahagia. Kalau like-nya sedikit, dia menderita. Kalaupun dia sudah puas, ternyata yang naik 2000 orang meskipun dibayar sama dia, nanti dia melakukan kegiatan baru, ternyata like-nya 1900, dia sudah sengsara. Kok cuma 1900, kurang 100 sengsara. Kenapa? Diaang dia cari like. Kalau orang ikhlas enggak peduli. Mau dicela, mau dicaci, mau dimaki, mau dipuji. Dia tahu enggak ada urusan. Urusannya dengan Allah Subhanahu wa taala. Dia tulus. Kalau dia membantu keluarganya, bantu kakaknya, bantu adiknya, mau dibilang apa, enggak dibilang terima kasih sama kakak adiknya, gak ada masalah. Urusan saya dengan Allah Subhanahu wa taala. Iniukum liwajihillah laidu minkum jaza w syukur. Kami ini kasih makan kalian karena Allah. Kami tidak butuh pengakuan dari kalian, tidak mau butuh balasan, kata terima kasih dan juga balasan dari dari kalian. Maka orang ikhlas orang paling bahagia. Sebagian orang bantu adiknya, dia berharap adiknya bilang terima kasih, Kak. Seorang bantu kakaknya, dia berharap kakaknya bilang terima kasih, Dek. Kalau kakaknya tidak mengucapkan kalimat tersebut, dia malas lagi membantu. Berarti dia membantu bukan murni karena Allah, tapi ada mau maunya. Ya, orang seperti ini sengsara, repot mengharap pamri dari orang yang dia bantu. Tapi kalau ikhlas gak, Allah sudah tahu selesai. Orang paling bahagia, orang yang paling ikhlas. Ya, saya punya kawan ada dia bantu kakaknya, kakaknya enggak pernah terima kasih. Kakaknya bilang, "Kamu memang wajib bantu saya. Karena dulu waktu kecil yang cebokin kamu saya." Subhanallah. Ya, gantian cebok kalau gitu, Kak. Biar selesai urusan. Subhanallah ya. Ada orang memang tidak mau terima kasih. Ada mau diapain? Ada yang lulus sama ustaz saya bantu keluarga kakak adik kalau saya bantu banyak dibilang sombong kalau saya bantu sedikit dibilang pelit. Terus gimana? Ini kenyataan. Saya pernah ditanya gitu. Manusia macam-macam. Kalau niat karena Allah sudah santai aja ma di urusan saya dengan Allah subhanahu wa taala. Allah yang saya berharap pahala dari Allah subhanahu wa taala. Pernah datang seorang syekh di hotel. Saya temani sang pemilik hotel dibilang sama Syekh, "Kamu kalau ke Saudi ketemu saya." Ya, ya mungkin Syekhnya lagi ngajar di Masjid Nabawi atau lagi ngajar di Masjidil Haram. Kamu temui saya. Kata teman ini, saya yang terjemahkan itu. Syekh, nanti antum mungkin lupa sama saya. Kata Syekh, "Enggak apa-apa kalau saya lupa, Allah tidak akan pernah lupa sama kamu." Subhanallah. I kita jangan harap membantu orang kemudian diingat sama orang tersebut. Ya. Ya. Seharusnya orang itu ingat, tapi kan tidak semua orang bisa apa? I ingat. Tidak semua orang bisa ingat. Apalagi saya ketemu orang banyak, saya sering apa? Sering lupa. Saya sering lupa. Makanya saya sering bercanda. Saya bilang, "Saya punya kaidah. Kalau yang ngundang makan saya, saya ingat. Kalau enggak ngundang makan saya lupa, "Ustaz, ingat saya enggak? Aduh, kok pernah ngundang makan?" "Egak, enggak pernah. Mangkanya hafalan saya terbatas." Sampai suatu hari saya di hotel di Jogja, di hotel sana hotel. Ada orang datang, "Assalamualaikum, Ustaz." Ih, siapa yang coba-coba ingat enggak ingat? Ketemu di Madinah, Ustaz. Kita ketemu di restoran, itu makan bareng. Wah, ini sesuai kaidah. Kenapa saya lupa? Ternyata dia bilang, "Waktu itu antum yang traktir saya." Ah itulah kalau saya yang traktir saya lupa. Kalau kau yang traktir baru saya ingat. Lah kita ini berbuat baik orang lupa biarin aja. Allah tidak akan lu lupa. Orang Allah orang tidak Allah tidak akan lupa. Makanya orang yang ikhlas dia nyaman k dia mencari ganjaran dari siapa? Dari Allah Subhanahu wa taala. Tib di antara keutamaan amalan hati ya betapa banyak Allah memuji orang-orang terkait dengan amalan hati seperti Allah berfirman, qada aflahal mukminun alladzina hum fi shatihim khosiun. Allah sebutkan pertama kali, sungguh beruntung orang-orang yang beriman yaitu orang-orang yang mereka khusyuk dalam salat salat mereka. Amalan hati khusyuk. Allah juga ee misalnya menyebut tadi saya sebutkan ayatnya tentang orang yang pembicaraan penghuni surga. Mereka berkata, "Ya inna kunna qoblu fi ahlina musyfiqin. Kami dahulu ketika di dunia di tengah keluarga kami takut." Famannallahu alaina. Maka Allah anugerahkan kami pada hari ini di surga dengan keamanan tidak ada takut. Karena di dunia dulu takut kepada Allah Subhanahu wa taala. Beda dengan penghuni neraka yang diberikan catatan amal dari dari belakang tubuhnya dengan tangan kiri. Kata Allah, "Innahuana fi ahlihi masruro." Dia dulu di tengah keluarganya ketawa-ketiwi. Senang-senang aja, tidak ada rasa takut dengan hari akhirat. Bagaimana Allah selamatkan orang ini karena takutnya kepada Allah Subhanahu wa taala. Seperti dalam hadis tentang kisah seorang Bani Israil yang saking takut kepada Allah, maka dia kumpulkan anak-anaknya kemudian dia berkata, "Wahai anak-anakku, mittu fahriquuni tummahan tummauni filammi wafir wahai anak-anakku, kalau saya mati bakarlah aku. Kalau saya sudah jadi arang, sudah jadi hangus, tumbuklah jasadku sampai jadi debu. Kalau jadi debu, maka tebarkanlah di laut dan di udara. Lain qodirallahu alaiyaadibannaniaban la yadbu ahadamin. Kalau Allah bisa bangkitkan saya, Allah akan azab aku dengan azab yang tidak pernah Allah azab kepada seorang pun. Itu azab yang sangat pedih. Ketika dia mati, anak-anaknya menjalankan wasiatnya. Dibakarlah bapak mereka sampai hangus. Setelah hangus ditumbuk jadi debu. Ditebarkan di udara sehingga lari ke mana-mana. Ditebarkan di lautan lari ke mana-mana. Tiba-tiba Allah suruh kumpulkan seluruh jasadnya. Kata Allah, "Ya ardu ijmai ma fiki minhu." Kumpulkan seluruh bagian tubuh orang ini yang ada pada dirimu. Yang dari angin kembali lagi kumpul lagi. Yang dari laut kembali lagi kumpul. Proses kimia sudah jadi debu bisa kembali lagi. Mudah bagi Allah. Tinggal kun fayakun. Tiba-tiba dia hadir di hadapan Allah. Allah bertanya, "Ya fulan, ma hamalaka ala dalalik?" Apa yang buat engkau berwasiat agar kau dibakar dan dihancur-hancurkan dan ditebarin? Kata dia, "Khasyataka ya Rabb." Karena saya takut kepada Engkau. Allah pun ampuni dia. Gara-gara apa? Gara-gara khas khasiah. Amalan hati luar luar biasa. Makanya kalau kita perhatikan tentang tujuh golongan yang Allah naungi pada hari kiamat kelak kembali kepada amalan apa? Amalan hati. Imamun adil. Imam yang adil kenapa? Hatinya takwa kepada Allah sehingga dia adil. Ya sabun nasya fi ibadatillah. Pemuda yang tumbuh dalam ketaatan. Rulani tahabba fillah alaifar. Saling dua orang saling berteman karena Allah. Karena Allah amalan hati itu bukan amalan hati. Berteman bukan karena duniawi, tapi karena Allah amalan hati. Rajulun qolbuhu muallaqun bil masajid. Seorang hatinya rindu ke masjid. Amalan hati bukan amalan hati. Kemudian yang kelima, rulunatum mansibin wa jamalin faqala inni akullah. Seorang laki dirayu oleh wanita cantik dan kaya raya. Dia berkata, "Aku takut pada Allah." Subhanallah. Amalan hati bukan? Siapa yang bisa seperti ini? Coba digoda perempuan cantik jelita kaya raya. Kalau kita waduh lagi pula enggak ada yang goda seperti itu. Yang ada jelek kaya raya ada. Cantik miskin ada yang banyak jelek miskin. Artinya ini orang luar biasa digoda wanita cantik. Kita laki-laki pengin pengin punya istri cantik kaya raya. Duduk manis aja di rumah dapat duit banyak. Suka gitu enggak? Bohong kalau enggak suka. Ya intinya ini digoda luar biasa. Ternyata dia bilang apa? Ini akhafulah. Aku takut pada ini. Amalan hati bukan amalan hati. Yang keenam. Seorang bersedekah dengan kanan-kanannya dia sembunyikan sampai tangannya tidak tahu. Ikhlas. Amalan hati bukan amalan hati bukan masalah sedekahnya. Masalah amalan hatinya. Yang ketujuh rajulunakarallah khalian faad ainah. Dia duduk berzikir nangis tatkala tidak ada orang. Amalan apa? Apa yang buat dia menangis? Amalan amalan hatinya. Takut kepada Allah subhanahu wa taala. Kata Rasul sahu alaihi wasallam ainani lam tamashumanar. Dua mata yang tidak akan disentuh oleh api neraka. Ainun bakat min khasyatillah. Mata yang menangis karena takut kepada Allah. Amalan hati. Maknya kalau kita mau baca banyak sekali bagaimana ya keutamaan amalan hati sebab masuk surga. Bab di antara keutamaan amalan hati yang ke berapa ini? Saya enggak tahu ya. Di antara keutamaan keisiman amalan hati. amalan hati yang menentukan besar kecilnya pahala di sisi Allah subhanahu wa taala. Seperti sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam tentang keutamaan para sahabat. Kata Rasul sahu alaihi wasallam, "La tasubbu ashabi la ahadakum anfq uhudinahaban maagfahu." Janganlah kalian mencela para sahabatku. Seandainya salah seorang dari kalian berinfak dengan emas sebesar gunung Uhud, tidak akan mencapai emasnya sahabat kalau hanya berinfak dengan dua genggam gandum atau satu genggam gandum. Luar biasa. Kenapa? Kata para ulama, karena iman yang berbeda. Iman sahabat tidak akan sama dengan iman dengan orang-orang setelahnya. Sahabat yang pernah lihat Nabi, yang pernah berjihad bersama Nabi, yang pernah memperjuangkan Islam bersama Nabi, yang pernah berinfak di awal-awal Islam, iman mereka tidak sama. Meskipun kamu punya emas sebesar gunung Uhud, infakkan di jalan Allah, ikhlas tidak akan sama dengan sahabat yang berinfak satu gamum sama-sama ikhlas tidak akan sama. Ini Nabi sebutkan kata para ulama, kenapa? Karena perbedaan iman. Perbedaan iman punya pengaruh dalam kualitas pahala. Ibnu Taimiyyah mengatakan, "Dua orang bisa saja salat di saf yang sama. Saf yang pertama berdampingan. Tapi pahala antara satu dengan yang lainnya sejauh langit dan bumi." Kenapa? Satunya khusyuk, satunya tidak. Gerakan sama, waktunya takbiratul ihram sama, saf pertama waktu salam. Pahalanya jauh berbeda. Kenapa? Yang satu khusyuk. Menghayati apa yang dia baca, amalan hatinya luar biasa. Satu pikiran ke mana-mana. maka pahala berbeda. Maka amalan hati luar biasa. Makanya Ibnu Mas'ud berkata ya, bahwasanya umat terbaik atau manusia terbaik dari umat ini adalah para sahabat. Abarru quluban yang hati mereka sangat sangat baik. Allah melihat kepada hati manusia. Maka Allah mendapati hati para sahabatlah hati yang terbaik. Maka Allah jadikan para sahabat sebagai sahabat-sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Penolong-penolong Nabi sallallahu alaihi wasallam. Bab ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Maksud dan tujuan dari kajian kita ini jangan kita sepelekan amalan hati. Maka belajar tauhid yang baik ya. Belajar dengan detail kitabut tauhid. Apa saja amalan-amalan tauhid, apa saja syirik-syirik yang bisa mencoreng ketulusan tauhid kita kepada Allah Subhanahu wa taala. Kemudian terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jangan hanya menjadi teori untuk memaniskan ucapan dan bibir aja, tapi kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Allah akan kasih sarana untuk kita menerapkannya. Bukankah kita sering diuji? Seringlah. Maksudnya setiap kita diujilah banyak tidaknya tergantung terserah Allah Subhanahu wa taala. Tetapi kalau setiap diuji kita sabar, husnuzon, di situlah kita sedang beramal dengan amalan hati. Allah melatih kita sampai amal hati kita semakin terpupuk. Sehingga kita ketika meninggal dunia punya amalan hati yang luar luar biasa. Latih diri untuk tidak hasad. Kalau lihat ada orang diberi kelebihan, jangan hasad. Kita bilang kalau kita dikasih seperti dia, belum tentu kita bisa mensyukurinya. Syukur nikmat tuh enggak gampang, ya. Enggak gampang. Kemudian kalau di kita dikasih seperti dia, belum tentu kita bisa menjawab dengan baik ketika dihisab. Ya, belum tentu kita bisa selamat dari godaan-godaan harta tersebut. Coba kalau misalnya antum punya uang R miliar, kira-kira masih ngaji enggak? Belum tentu ngaji lagi. Sudah sibuk bikin proyek sana sana. Sebelum tuh ngaji. Sebelum tentu ngaji. Kalau antum punya mobil mewah, belum tentu antum tawadu. Belum tentu tawadu. Emang tawadu punya mobil mewah gampang, susah. Apalagi sambil jalan sambil buka jendelanya. Susah mau tawadu susah. Tapi kalau antum naik sepeda rusak ya pasti tawadu. Terpaksa tawadu. Maka enggak gampang. Enggak gampang. hisab harta ke mana, buat apa, enggak gampang. Antum jangan hasad misalnya seorang dai, lihat ada dai pengikutnya banyak sekali followernya, gak usah hasad. Emang gampang jadi orang followernya banyak. Mungkin dia ria, mungkin dia merasa hebat, mungkin dia merasa orang penting. Bisa orang bisa berubah. Orang bisa berubah. Terus ke mana-mana orang kejar minta foto. Terganggu enggak terganggu? Jangan hasad orang terkenal. Terkenal juga enggak enak. Mana-mana disorot orang lagi makan kayak kayaknya dilihatin orang. Ternyata enggak ada yang lihat. Ada halusinasi. Merasa lihat mana-mana takut. Jangan-jangan ada wartawan, ada ini ada takut. Takut ada yang di jauh hidup jadi penuh drama. Coba enggak terkenal enggak ada yang lihat. Mau apap pun enggak ada masalah. Enggak ada yang lihat cuekin aja. Orang terkenal waktu buat istri sedikit. Sibuk sana, sibuk sini, sibuk sana, sibuk sini. Punya waktu buat keluarga, kebahagiaan dia sesungguhnya hilang. Memang kebahagiaan itu dengan terkenal enggak? Kebahagian sungguhnya itu ngobrol sama istri, ngobrol sama anak-anak, jalan-jalan itu bahagia. Jalan-jalan sama teman moge-moge ngapain? Kalau bahagia di rumah sudah nyaman. Ya itu cuma pendukung aja. Jadi jangan terlalu hasad sama orang. Ada hasad, ada itu orang istrinya empat. Jangan hasad. Antum enggak tahu gimana yang dia hadapi. Tidak semua itu berat. Belum ujian di akhirat, belum hisab di akhirat, dia bisa adil atau tidak? Ya, ya. Kita enggak tahu Allah kasih antum satu, ya sudahlah. qanaah nanti kalau bersyukur kan ditambah ya enggak enggak gampang enggak gampang enggak gampang ya ada yang berhasil ada yang susah yaak enggak gampang ya makanya dulu ada cerita kawan saya saya kenal dua-duanya dua mereka jalan bersafar bersama yang satu cerita tentang poligam Oh, cerita semangatsemangat teman yang satu dengerin. Begitu dia dengar akhirnya dia poligami. Akhirnya dia menderita. Dia bilang sama teman saya satunya itu, "Kamu cerita-cerita bahagia ketika saya poligami, saya sengsara." Eah. Kamu enggak sabar. Saya baru cerita 30%. [Tertawa] Enggak yang insyaallah yang bahaya juga banyak. Maksudnya yang poligami bahagia banyak ya. yang sengsara juga ada ya maksud saya antum jangan hasad. Maksud saya jangan jigit orang punya ini hasad. Belum tentu antum bisa menjalankan belum tentu misal antum tidak tahu apa yang diuji oleh Allah kepadanya. Makanya kalau kita lihat orang punya kelebihan banyak kau tidak tahu apa yang Allah ambil darinya. Enggak tahu. Enggak tahu. Tapi kalau kita tidak hasad, tenang, bahagia. Apa yang Allah kasih insyaallah yang terbaik buat saya. Allah lebih tahu yang terbaik. Allah perhatikan kita person demi person. Ngapain kita sibuk hasad sama orang. orang lain kan gitu hidup apa ba bahagia. Mungkin ini saja ikhwan jadi jangan lupa perhatian terhadap amalan hati. Amalan hati itu pahalanya luar biasa. Dia lebih afdal daripada amalan tubuh secara umum. Ya. Maka kita perhatikan, cek hati kita. Kalau ada kotoran, kita bersihkan sedikit demi sedikit. Demikian saja yang bisa saya sampaikan. Wallahu taala alam bawab.