Transcript
08-qqjBjKuA • At-Tadzkirah #3 – Bab Mati: Hal-Hal yang Mengingatkan Mati dan Akhirat - Khalid Basalamah
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/khalidbasalamah/.shards/text-0001.zst#text/0173_08-qqjBjKuA.txt
Kind: captions
Language: id
asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh alhamdulillah tidak pernah
berhenti kita memuji Tuhan kita Allah
yang kita sangat yakin dia sedang
mendengar melihat dan mengetahui seluruh
gerak-gerik kita dan dia memang telah
memerintahkan kita agar selalu bersyukur
dan memujinya dan dijadikan itu sebagai
penyebab utama segala kebutuhan kita
untuk roda kehidupan di muka bumi ini
dipenuhi
olehnya juga kita panjatkan selanjutnya
salam hormat kita yang juga
diperintahkan oleh S Pencipta Allah
kepada pemimpin semua manusia pemimpin
seluruh anak Adam baik di dunia maupun
di akhirat orang yang telah membawa
risalah langit yang terakhir tidak ada
lagi nabi dan rasul setelahnya dan
mengucapkan satu kali salam hormat
kepada manusia terbaik ini dibalas oleh
Allah secara langsung 10 kali tambahan
Rahmat atau karuninya Maka sangat wajar
kalau kita selalu membacakan selawat dan
Taslim kepada nabi besar Muhammad
sallallahu waa alihi wasahbihi
wasallam melanjutkan bahasan kita dari
Kitab attazkirah yang ditulis oleh Imam
Syamsuddin alqurtubi
rahimahullah masalah bekal menghadapi
kehidupan Abadi atau
akhirat dan kita akan masuk ke bahasan
bab baru hal-hal yang mengingatkan dan
akhirat serta menyebabkan zuhud terhadap
dunia saya perlu titik beratkan dulu
kalau Islam tidak pernah sama sekali
melarang kita untuk menikmati dunia
bahkan dianjurkan dalam Islam untuk
menikmati apa yang Allah telah halalkan
asal tidak
berlebih-lebihan bahkan dianjurkan saya
katakan tadi sekali lagi dianjurkan
untuk menggunakan pakaian yang baik
menikmati rumah yang besar menikmati
kendaraan yang bagus
itu semua tergambarkan di dalam agama
Islam Islam Bukan agama yang kotor Islam
Bukan agama yang jorok Islam Bukan agama
yang mengenal namanya gagal semuanya
keberhasilan
kesuksesan tetapi Islam menekankan
sekali ada kehidupan Abadi selain dunia
ini dan itu harus lebih menonjol di
dalam jiwa setiap muslim sehingga dunia
ini ditunggangi untuk
mengejar kehidupan yang abadi itu jadi
ibaratnya kita punya rumah sekarang
kecil kita sudah membeli sebidang tanah
yang besar sudah dalam proses
pembangunan pada saat rumah itu sudah
siap Maka Saya yakin karena rumah itu
lebih mewah Lebih bagus lebih luas lebih
strategis saya yakin begitu sudah
selesai kita sudah tidak sabar untuk
pindah ke sana dan rumah kecil ini kita
akan tinggalkan begitu sebenarnya
perumpamaan dunia dan akhirat Jadi
sebenarnya kita di rumah yang kecil
sempit di dunia ini semuanya di mulai
kata Hasan Basri rahimahullah dunia ini
sulit untuk digambarkan dengan akhirat
karena dunia dimulai dengan tangisan
waktu bayi baru lahir semuanya menangis
dan diakhiri dengan
ditangisi dan di antara kedua tangisan
tersebut penuh dengan suka duka sakit
gangguan orang kekurangan harta
masalah-masalah yang dihadapi Sementara
Akhirat dimulai
dengan mati yang tidak ada lagi mati
setelahnya dan akan abadi dengan
kenikmatan jadi seorang muslim tahu
kalau dia boleh menikmati semua dunia
ini selama itu dihalalkan bahkan bagian
daripada
ibadah keliru kalau ada orang mengatakan
bahwasanya Islam itu Maaf kalau mau
zuhud kalau mau mengejar akhirat kita
harus lupakan dunia udah harus makan
roti kering udah harus pakai baju yang
kotor pakai sandal jepit saja ya tidak
usah pakai kendaraan yang bagus rumahnya
kotor pun gak masalah dunia akan
ditinggalkan ini Keliru bukan bagian
daripada syariat kita kita tahu Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam memiliki 11
rumah di Madinah karena beliau
berpoligami dan punya 11 orang istri
yang memang tidak boleh bagi umatnya
mengikuti itu tentunya ini jumlah untuk
Nabi saja Tapi beliau punya 11 rumah di
setiap rumah di setiap istri ada
pembantu dan di setiap rumah ada satu
ekor unta kalau unta di zaman dulu ini
sekarang mobil Alfat gitu
Ya Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam
memiliki beberapa orang pembantu beliau
sendiri yang nyiapin khusus sendal nabi
sama siwaknya itu Abdullah bin Mas'ud
yang khusus membelanjakan kebutuhan Nabi
di pasar ada Anas IBN Malik kalau kita
baca historinya begitu ada yang khusus
menyiapkan dan merawat kuda dan unta
nabi itu menaikkan pelananya misalnya
itu ada kir-khira namanya dan Sekian
banyak orang termasuk ada ayah dan anak
Zaid bin haritah dan usamaah bin Zaid
radhiallahu anhum ajmain ini adalah
orang-orang yang membantu nabi Alaihi
salatu Wasalam dalam segala kebutuhan
beliau jadi kita tidak melihat Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam itu hidupnya
susah ada yang mengatakan bahwasanya
nabi itu rumahnya kecil Nabi Sallallahu
Alaihi wasallamnya kecil karena enggak
ada anaknya memang anak-anak yang
didapat dari Khadijah di Makkah sudah
pada besar Waktu hijrah ke Madinah kalau
kita lihat fase hidup di Madinah Alaihi
salatu Wasalam maka sudah tidak ada anak
dari istri-istrinya Khadijah sudah
meninggal anaknya juga sudah mulai besar
Waktu hijrah di Madinah bukan anak-anak
kecil dari sekian istri cuma satu yang
melahirkan Maria itu pun anaknya
meninggal Ibrahim masih kecil memang
enggak butuh rumah besar dia sama
istrinya saja Alaihi Wasalam baik
rumahnya nabi dari tanah liat Ustaz
betul dari tanah lihat zaman dulu memang
orang dari tanah lihat buat rumahnya
Tapi bukan berarti itu kumuh gitu kan
banyak hadis nabi justru yang
mengingatkan kepada kita seperti
Innallaha jamilun yuhibbul Jamal Allah
itu indah suka dengan keindahan Jamil
atau Jamal dalam bahasa Arab ini bisa
berarti Indah rapi bersih wangi masuk
dalam semua itu maka dikatakan Innallaha
Jamil Allah itu indah bersih rapi ya
yuhibbul Jamal suka dengan itu semua
kita t Dalam Islam kita diperintahkan
untuk ada mandi wajib mandi Jumat mandi
junub ya mandi haid dan nifas kita tahu
juga Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam
biasa berendam dengan air panas di musim
dingin air dingin di musim panas ya
menggunakan serbuk-serbuk yang wangi di
tubuh beliau gemar sekali ya menumpahkan
minyak Min wangi sampai kadang-kadang
dari rambut Nabi Sallallahu alaii
wasallam itu netes minyak wangi saking
banyaknya yang disemprotin dan kalau
sahabat bersalaman sama nabi Sallahu
alaii wasallam mereka mengatakan Kami
mendapatkan wangi dari tangan Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam itu sampai 3
hari jadi saking senangnya dengan itu
dan beliau mengatakan dicintakan dunia
ini kepadaku sehingga aku mau
menjalaninya karena ada wanita yang akan
jadi istri yang jadi ibu ya istri yang
dinaungi ibu yang dibakti dan ada anak
ya yang dididik
dan juga aku mencintai dunia ini karena
adanya
wangi-wangian jadi Islam menyuruh kita
itu baik Ustaz ada hadis Bukhari kalau
Aisyah berkata radahu anha dulu kami di
rumah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam
tidak menyalakan api selama
sebulan berarti nabi enggak masak di
rumahnya sebulan ada orang mengatakan
itu berarti nabi juga melalui fase
kelaparan ini keliru ini dia tidak baca
hadisnya lengkap akhir hadis kata kata
Aisyah kami pernah pernah pernah itu
berarti cuma sekali kami pernah di rumah
Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam selama
sebulan tidak Nyalakan Api maksudnya
tidak masak tapi penutupan hadis ada ada
tambahan penutupan hadis kata Aisyah dan
kami tidak mengkonsumsi kecuali aswadain
aswadain ini air putih sama kurma jadi
pernah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam
kata para hadis Mestinya Kita santun
dengan nabi dan bersangka baik nabi
sedang melakukan terapi untuk beliau
dengan keluarganya makannya kurma dengan
putih dan ini memang orang-orang herbal
paham masalah ini sebenarnya kalau ada
orang yang ingin menerapi kesehatan dia
Coba dalam sebulan itu konsumsi kurma
sama air putih saja enggak makan yang
lain ini bukan berarti orang susah dan
kurma itu makanan elit pada zaman itu ya
makanan yang sangat luar biasa sampai
orang-orang Arab dulu kalau mau beli
kurma mereka sengaja ke Madinah karena
dianggap kurma itu makanan yang elit
gitu apalagi kurma Madinah
belum juga kita tahu ada kurma Ajwa
kurma khas Madinah yang bisa mengobati
dari sihir memang sangat baik Ya
sebenarnya sangat baik cuma ini orang
banyak salah paham jadi nabi sallahuaihi
wasallam menikmati dunianya bukan tidak
ya dan kalimat zuhud berarti
mendahulukan akhirat dari dunia bukan
meninggalkan dunia untuk
akhirat sebagaimana definud sudah sering
kita sebutkan sebenarnya ini dijelaskan
dalam surah alqasas ayat 77
kanzubillahya
akun kejar apa yang Allah janjikan di
akhirat jadikan target utama
surga semua Senyum kita gerak-gerik
anggota tubuh kita niat kita perbuatan
semuanya untuk surga dan jangan lupakan
bagianmu dari dunia ini zuhud silakan
nikmati tapi Semua tertuju kepada
akhirat
Ya tentu teman-teman sekalian
orang yang cerdas adalah orang yang
menunggangi dunianya ini untuk
mendapatkan yang terbaik di akhirat ya
kan itu yang dimaksud dengan orang
mukmin yang mengingat mati dan akhirat
serta yang menyebabkan zuhud dalam judul
Kita
ini diangkat oleh Imam qurtubi dimulai
dengan statement beliau muslim telah
meriwayatkan masih imam muslim dari Abu
Hurairah radhiallahu Anhu Dia berkata
Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam pernah
berziarah ke kubur ibunya tiba-tiba
beliau menangis dan membuat orang-orang
di sekiningnya ikut menangis beliau
bersabda aku telah meminta izin kepada
Tuhanku untuk memohon ampun untuk ibuku
tapi tidak diizinkan dan aku telah
meminta izin untuk menziarahi kuburnya
maka dia Allah mengizinkan aku maka dari
itu berziarah kuburlah kalian semua
karena ziarah kubur itu mengingatkan
mati hadis ini diriwayat imam muslim
nomor 970
en saksi bahasan kita adalah akhir
potongan hadis ini maka dari itu
berziarah kuburlah karena kalian
semuanya atau Kal Kamu sekalian karena
ziarah kubur itu mengingatkan mati
artinya sambil kita menjalankan
aktivitas di dunia kita sering seringlah
mampir menziarahi kubur melihat batu
nisan di yang Lahat itu Ya kita ambil
pelajaran kalau kita juga akan menuju ke
sana dan itu fakta sesehat apapun
seseorang Walaupun Bapak Ibu Makan tiap
hari makanan yang berkualitas nomor satu
minum vitamin yang paling bagus olahraga
setiap hari kalau tiba
ajalnya mati walaupun orang itu sakit
parah dirawat di rumah sakit sekian
tahun kalau ajalnya belum datang tidak
akan mati artinya mati akan datang tapi
beruntunglah orang yang sudah
mempersiapkan diri untuk
itu dalam hadis Ibnu Majah meriwayatkan
dari Ibnu masudin rahu Anhu bahwa
Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam
bersabda juga dan hadis ini diriwayatkan
Ibnu Majah nomor
1571 kuntu nahaitukum an ziaratil quburi
fazuruha fainnaha tuzahidu Fid Dunya
watzakirul akhirah aku pernah melarang
kalian kamu sekalian menziarahi kubur
maksudnya fase Mekah di fase Mekah Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam pernah
melarang sahabat menziarahi kubur karena
mayoritas kubur-kuburnya orang-orang
kafir dan kubur umat Islam masih sangat
sedikit dikhawatirkan jadi fitnah bagi
umat Islam karena kalau kita lagi ziarah
kubur kita lihat seseorang di sebelah
lagi buat sesuatu kita bisa terpengaruh
untuk melakukannya orang-orang musyrik
banyak ritual-ritualnya yang mereka
lakukan yang jauh dari agama Islam di
kuburan maka Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam larang sahabat saya dulu larang
kalian Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam
bahkan mengatakan dalam fase Mekah Allah
melaknat para wanita yang menziarahi
kubur gitu kan Apalagi ibu-ibu pada saat
itu kalau mereka ziarah kubur masih baru
pertama masuk Islam malah takut terbawa
perasaan mencontohi perbuatan-perbuatan
orang gitu ya Tapi waktu fasem Madinah
kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam aku
pernah melarang kalian semua ziarah
kubur maksudnya fase Makkah laki-laki
dan perempuan Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam melarang pada saat itu maka
sekarang ziarahilah di fase Madinah
ziarahi karena sudah ada kuburan khusus
umat Islam sudah lebih aman karena
ziarah kubur itu menyebabkan sikap zuhud
terhadap dunia maksudnya adalah
menunggangi dunia untuk dapat akhirat
itu makna zuhud Jadi bukan meninggalkan
dunia tapi mendahulukan akhirat dari
dunia dan mengingatkan akhirat Artinya
kita tahu ada tempat pulang kita yang
sebenarnya ini mirip juga dengan sabda
Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yang
lain perumpamaan saya dengan dunia ini
seperti orang yang sedang musafir yang
sedang penat lalu kemudian
dia mampir ke sebuah pohon untuk
istirahat sebentar Lalu dia
pergi masuk ke dalam sub bahasan hukum
ziarah kubur bagi laki-laki dan
perempuan menurut kesepakatan para ulama
ziarah kubur bagi kaum laki-laki
hukumnya sunah Adapun bagi kaum
perempuan hukumnya
diperselisihkan bagi para remaja putri
keluar ke kuburan adalah haram kalau
anak-anak muda ya yang kira-kira masih
belum paham agama
atau mungkin masih sering Bercanda sama
teman-temannya ya sudah biasa
kadang-kadang anak SMP anak SMA
kadang-kadang tidak mengenal tempat
bawaannya sering mau bercanda ya kita
lihat mungkin anak-anak kita seperti itu
maka itu ulama mengatakan Sebagian ulama
mengatakan itu diharamkan bagi mereka
karena nanti kuburan bukan malam
mengingat akhirat Mala dijadikan sebagai
bahan-bahan Bercanda ya Mah main-main ya
apalagi mereka-mereka yang tidak beriman
atau kurang beriman S Allah bisa buat
maksiat kita tahu di kuburan di
Indonesia kadang-kadang mereka buat
maksiat ya tidak kenal itu kuburan yang
untuk mengingat akhirat tapi malah
berzina di situ ya malah melakukan
hal-hal yang haram makanya ulama
mengatakan untuk remaja ini dilarang
gitu loh wanita
perempuan Kalau Putri sedang para wanita
tua Maksudnya di sini jangan tersinggung
dengan kalimat tuanya
ya artin yang sudah merasa dirinya bukan
ABG lagi ya
mereka dibolehkan keluar ke kuburan dan
mubah
hukumnya mubah berarti dia boleh saja
datangi manakala keluarnya terpisah dari
kaum laki-laki tanpa ada perselisihan
pendapat mengenai dibolehkannya dalam
hal ini insyaallahu taala berarti
larangan kalau ibu-ibu baca Terutama
ibu-ibu ada hadis Allah melaknat wanita
wanita yang menziarahi kubur itu fase
Mekah hadis menjelaskan tentang fase
Mekah ya termasuk juga ada larangan
sebenarnya bagi wanita ikut mengantar
jenazah di awal dikuburkan karena
takutnya dia terbawa perasaan Mungkin
yang meninggal suaminya anaknya orang
tuanya terus dia nangis-nangis histeri
nanti itu malah masalah atau mungkin
keluar mengantar jenazah sementara
mereka tidak tutup aurat Ya tadinya
Mungkin orang ngantar jenazah sambil
memikirkan akhirat laki-lakinya malah
terguda dengan dia ya maka ini semua
bab-bab yang harus ditutup tentunya ya
tapi kalau misalnya ibu-ibu secara
khusus sekarang ada orang tuanya sudah
meninggal Dia kalau mau pergi keluar
misalnya antar Anaknya sekolah dia lewat
kuburan itu mampir ya dan ziarah kubur
ini tidak harus masuk ke
dalam Misalnya ini pagar kuburan kita
mampir di mobil ke Parkirannya niatkan
ziarah kubur Ucapkan salam dan doa itu
sudah ziarah kubur Nah jadi tidak harus
masuk ke dalam khusus turun walaupun
boleh saja dan yang paling sering Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam lelakukan
Justru itu beliau kalau datang ke
kuburan bqi beliau tidak pernah secara
khusus datang ke satu-satu
kuburani situ banyak kuburan sahabat
Tapi beliau berdiri di gerbang bqi
sambil mendoakan semuanya sambil
mendoakan semuanya kalau kita sekarang
kayak tadi saya bilang Misalnya
simpelnya kita lagi adaara mampir di
kuburan ada orang tua kita mampir di
sebelahnya Ucapkan salam doain kita
jalan n seperti itulah apalagi sekarang
juga banyak fitnah-fitnah yang terjadi
kadang-kadang di kuburan ya ada- Ada
saja orang orang-orang yang melakukan
hal-hal yang aneh-aneh kayak tadi saya
bilang ya mungkin dia lihat Ada orang
mengambil tanah kuburan orang tuanya
lalu dia ikut-ikutan mungkin ada orang
melakukan ritual tertentu lalu dia
ikut-ikutan kita tidak tahu ya seperti
kasus banyaklah kita tahu di kuburan
sekitar kita yang membawa air
bunga-bunga kembang segala macam yang
Nabi tidak pernah Contohkan itu
gitu lalu Dikatakan oleh Beliau dengan
demikian maka sabda Nabi Sallallahu
Alaihi Wasallam ziarahilah kubur adalah
bersifat umum
Adapun mengenai tempat dan waktu yang
dikhawatirkan timbul fitnah dikarenakan
berkumpulnya kaum laki-laki dengan kaum
wanita maka hukumnya tetap tidak boleh
dan tidak
halal yakni manakala seorang laki-laki
keluar keluar ke kuburan untuk
mendapatkan pelajaran tiba-tiba melihat
seorang wanita lalu dia pun tergoda
sehingga menjadi fitnah atau
sebaliknya atau malah si perempuan tadi
yang kena fitnah dari para laki-laki
yang sedang mengantar
jenazah maka maka masing-masing
laki-laki dan wanita itu mendapat pahala
dan sekaligus dosa hal ini sangat jelas
kata beliau
allahuam ya Jadi ini penekanannya nanti
dikhawatirkan tadinya mau niat dapat
pahala ngantar jenazah atau ziarah kubur
Malah dapat dosa dengan adanya campur
Baur antara laki-laki dan perempuan oleh
karena itu ulama sangat menganjurkan
kalau seorang muslimah mau menziarahi
kubur maka dia hindari waktu-waktu yang
lagi padat yang banyak laki-laki
desak-desakan gitu kan apalagi memang
Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam
Alhamdulillah tidak mengikat kita dengan
waktu tertentu dalam ziarah kubur sehing
kita bebas waktunya Kapan kita merasa
nyaman nabi sahu wasallam pernah ziarah
kuburaki pagi hari pernah sore hari
pernah malam hari malah ya di hari
sebelum beliau sakit alaihiatu wasalam
beliau sempat menziarahi Bi di malam
hari kata beliau Sebagian ulama
berpendapat bahwa kutukan Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam terhadap para
wanita yang menziarahi kubur tentu di
situ dilihat ada putotne nomor satu
ya Ee ada keterangan tentang dari buku
mana saja tentang hadis itu terjadi
sebelum ada ruksah atau keringanan
berziarah kubur Adapun setelah beliau
memberi ruksah ruksah artinya keringanan
ya maka kaum laki-laki dan kaum wanita
pun masuk ke wilayah penguburan tapi apa
yang telah kami Sebutkan terdahulu
adalah yang benar wallahuam artinya
harus dihindari masalah-masalah fitnah
remaja-remaja Putri yang bisa jadi
fitnah orang yang terbuka auratnya
bercampur baurnya banyak laki-laki dan
perempuan sehingga susah untuk lewat
karena padatnya kuburan tersebut ini
semua harus
dihindari dan diriwayatkan dari Ali Bin
Abi Thalib radhiallahu Anhu bahwa dia
pernah keluar ke kuburan setelah dekat
dari kuburan maka dia berkata Hai ahli
kubur beritahu kami tentang keadaan
kalian atau kami yang memberi kabar
kepada
kalianapun kabar dari kami bahwa hartamu
telah dibagi-bagi istri-istrimu telah
menikah lagi tempat-tempat tinggalmu
telah dihuni orang lain kemudian Ali
berkata demi allah Andaikan mereka bisa
bicara niscaya mereka akan
berkata kami tidak melihat bekal yang
lebih baik daripada takwa arti Ali Bin
Abi Thalib waktu itu jalan dan dia ingin
menasihati dirinya dan orang di
sekitarnya lalu dia mengatakan sambil
menghadap ke kuburan tersebut Hai ahli
kubur beritahu bukan bukan berarti orang
kubur bisa mendengar ya bukan itu yang
dimaksud karena Allah subhanahu wa taala
mengatakan dalam al-qur'an azubillahim
minasyaitanirrajim innaka la tusmiu
manfil kubur Ya Allah subhanahu wa taala
berfirman kepada nabinya Sallallahu
Alaihi Wasallam Sesungguhnya kamu tidak
bisa Hai Muhammad memperdengarkan orang
yang dikubur tidak bisa mendengar mereka
mereka juga tidak bisa mendengarmu
karena mereka hidup di alam Barah gitu
kan berbeda alamnya berbeda dimensinya
berbeda
gitu tapi Ali memberikan pelajaran di
sini Hai ahli kubur beritahukan kepada
kami tentang kalian Ali sudah tahu tidak
mungkin bicara atau kami akan memberi
kabar kepada kalian berarti maknanya
memang yang bisa bicara cuma kami yang
masih hidup kalian tidak bisa bicara
maka Adapun kabar dari kami bahwa
hartamu telah di bagi-bagi orang yang
sudah mati jadi warisan gitu kan
sebanyak apapun harta yang dia miliki
dibagi istrimu telah menikah lagi ya
beliau karena laki-laki beliau
membicarakkan itu ya berarti artinya
sudah bukan lagi status istrimu sekarang
Dan juga tempat-tempat tinggalmu telah
dihuni orang-orang lain artinya mungkin
sudah dijual oleh ahli waris penghuninya
sudah berpindah seperti kita kalau beli
rumah orang cuma mengatakan Oh itu dulu
rumahnya Si Fulan sekarang sudah
rumahnya Si Fulan
ya kemudian Ali berkata untuk memberikan
nasihat dirinya dan orang-orang
sekitarnya demi Allah andaiada andai
kata mereka bisa bicara perhatikan di
sini kalimat ini penting berarti orang
mati tidak bisa bicara sebagian orang
menyalahgunakan ini menganggap dia bisa
bicara dengan orang kubur mengajak
ngobrol dari mana ini ajak ngobrol orang
mati ya ini Ali Bin Abi Thalib sahabat
nabi yang mulia sudah memberikan
gambaran kalau mereka tidak akan bisa
bicara dan Allah telah berfirman ya
dalam ayat tadi yang saya bacakan engkau
tidak bisa memperdengarkan atau
mendengar orang-orang yang
dikubur kalau mereka pun bisa bicara
pasti mereka akan jawab Kami tidak
melihat bekal yang lebih baik daripada
takwa dan ini pesannya Ali radhiallahu
Anhu artinya kalau orang mati bisa
bicara maka mereka akan mengatakan
sungguh semua itu kami menyesal kenapa
kami fokus dulu sementara kami lupa
dengan ketakwaan artinya kepatuhan
kepada Allah lalai banyak ketaatan yang
ditinggalkan banyak pelanggaran yang
dilakukan Abu
alathiah pernah bertutur indah dalam
syairnya sungguh
menakjubkan apabila manusia memikirkan
mengoreksi diri dan menghitung-hitung
kesalahan sadar diri penuh pemahaman dan
niscaya mereka tinggalkan dunia
menyeberang ke negeri lainnya Bukankah
dunia itu bagi
mereka sekedar jembatan menuju ke
sana tiada kemuliaan yang patut dibangga
selain kemuliaan orang yang takwa esok
saat berkumpul mereka di padang mahsyar
yang perkasa hendaklah manusia sekalian
menyadari benar tentang kenyataan bahwa
takwa dan kebaikan dan kebajikan adalah
sebaik-baik harta simpanan artinya ini
peringatan-peringatan Tentunya untuk
seseorang muslim tahu kalau dia sedang
menuju kepada kehidupan abadinya jangan
lahirkan musuh-musuh yang siap akan
berhadapan dengan kita di akhirat dan
juga jangan siapkan dosa yang akhirnya
memberatkan timbangan amal buruk kita
Saya sudah pernah Ingatkan dan saya
ulangi lagi menuju ke akhirat bahwalah
dua hal dan jangan bawa dua hal bawalah
amal saleh dan teman-teman yang Saleh
teman-teman yang nanti bisa bantu kita
kalau kita butuh dengan amal saleh di
akhirat selalu berteman dengan orang
yang baik saja orang yang rajin ibadah
yang buruk-buruk ini sudah enggak usah
enggak perlu yang masih bisa mengajak
kita ke diskotek yang bisa mengajak kita
berbuat hal-hal haram karena orang tidak
bisa tahu hari ini imannya kuat besok
bisa rendah ya kita terpengaruh manusia
itu adalah makhluk sensitif sekali Apa
saja yang kita dengar kita bisa
terpengaruh Maka hati-hati jangan buka
pintu itu kenal orang ya tapi sahabat
Enggak teman ngobrol teman jalan enggak
boleh harus orang baik bawa itu amal
saleh dan teman yang saleh dan jangan
bawa dua hal jangan bawa dosa dengan
teman yang buruk ya teman buruk nanti
akan saling menuntut itu hari kiamat
saya diskuti karena orang ini yang ajak
Enggak dia saya ajak tapi dia sendiri
yang mau ribut bertengkar gitu kan ak
Nanti saling tuntut itu banyak ayat
al-qur'an yang menjelaskan masalah
itu dan juga pernah saya jelaskan e
Bapak Ibu sekalian tentang eh orang
saleh dan salhah nya yang patuh di dunia
Ini sebenarnya juga menikmati dunia ya
kalau seandainya kita ini orang yang
berusaha untuk patuh pada Allah tidak
dapat makanan sehingga kelaparan ya
tidak bisa ee mendapatkan prestasi
dunialah mungkin titel pendidikan
mungkin harta tidak bisa menikmati
kendaraan mungkin lain ya dan orang
kafir aja nikmati Mungkin orang masih
berpikir tapi ini enggak orang beriman
itu Naman enak hidupnya dia nikmati
makanan bahkan diperintahkan ibadah lagi
orang kafir dia nikmati dunia tapi tidak
ada ibadahnya tidak diterima sama Allah
kita diterima semua ibadahnya nikmat
dunianya dan juga mendapatkan yang
terbaik gitu ya Dan kalau adil Saya
sudah pernah bilang pertemukan tentang
keadaan kita dengan orang yang sepadan
dengan kita kalau kita seorang kemudian
pendapatannya Rp5 juta di sebelah rumah
kita ada tetangga orang kafir tapi dia
seorangusaha yang kaya kita mungkin
pakai biasa pakai motor dia sudah pakai
mobil yang mewah lalu kita bilang itu
orang kafir dikasih sama Allah ini
enggak
adil pertemukan orang kafir itu sama
orang muslim yang sepadan dengan dia
sama-sama kaya pertemukan antara keadaan
kita yang gajinya cuma R juta atau 5
juta gaji pekerjaan atau 5 juta ini
dengan orang yang seperti kita gajinya
baru kita tahu itu ya karena kalau kita
lihat orang kafir banyak yang menderita
banyak banyak sekali jadi bukan kita
bukan orang mukmin muslim saja yang
sakit mereka juga sakit mereka sehat
juga kita sehat Cuma bedanya kita semua
bisa jadi pahala ibadah yang kita
kerjakan dan juga cobaan akan menjadi
pembersihan terhadap dosa-dosa saya
berapa kali ketemu sama orang kafir
kenalan saya temukan susah hidupnya gitu
kan saya pernah didatangi seseorang
jemaah dari Lombok bok Allah yarham
sudah meninggal kemudian dia datang
ketemu saya di restoran waktu
itu pulang umrah kemudian ketemu diaang
balik Lombok dia datang berapa minggu
kemudian ternyata Ditemani sama satu
temannya orang non mususlim dari Jakarta
sini termasuk orang kaya raya Jadi
mereka ada bisnis partner bisnis Dia
bilang saya datang sama teman saya Ustaz
non muslim o silakan duduklah orang non
muslim di sebelahnya dia enggak banyak
bicara Awalnya si muslim ini biasa
ketemu Ustaz pasti banyak bertanya hukum
ini hukum itu saya jelasin semua rupanya
sementara di dia bertanya masalah rumah
tangga masalah pekerjaan masalah segala
macam ini dia dengar nih orang
nonmuslimin lalu dia bilang Ustaz saya
juga bisa bertanya Enggak saya bilang
silakan tapi saya jawab dalam jawaban
dengan sesuai dengan agama Islam dia
bilang enggak apa-apa yang tadi ditanya
ini sebenarnya masalahnya sama saya
hadapi yang kadang-kadang istrinya ribut
dengan ini yangang anaknya begini yang
kadang-kadang begini masalahnya sama
dihadapi tapi solusi tadi yang
disampaikan itu kayaknya bagus sekali
gitu banyak hal yang ditanya sama dia
saya jawab Islam mengajarkan begini Pak
kalau Islam itu jadi ternyata dari kisah
yang dia sampaikan itu rumit sekali
hidupnya walaupun mobilnya mewah
walaupun rumahnya mewah ternyata itu
utang banyak utang sana sini masalah
sama orang ditipu orang lain juga banyak
masalahnya ya jadi orang beriman senya
punya kimat karena dia hanya Disuruh
cari yang terbaik dunia silakan ada
cobaan-cobaannya Iya tapi itu juga sabar
ada kata kunci sabar untuk mendapatkan
pembersihan dosa dan juga peningingan
derajat dan di akhirat dia dapat sebar
orang kafir tidak seperti itu
keadaannya kita masuk ke subbahasan lain
pengaruh ziarah kubur terhadap hati
manusia tadi itu hukum yang sebelumnya
hukum ziarah
kubur kata para ulama
rahimahumullah tidak ada nasihat yang
lebih efektif terhadap hati manusia
selain ziarah kubur terutama terhadap
hati yang keras ada empat cara bagi
orang yang berhati keras bila hendak
mengobatinya ini menurut imam qurtubi
rahimahullah yang pertama menghentikan
diri dari kebiasaan-kebiasaan buruk dan
beralih ke
mana majelis-majelis ilmu ya Jadi Bapak
Ibu hadir begini ini melunakkan hati
kita karena kita mendengarkan apa yang
Allah sampaikan apa yang dilarang Apa
yang diperintahkan
ya guna mendengarkan nasihat dan
peringatan ancaman dan anjuran ancaman
terhadap dosa-dosa sehingga masuk neraka
anjuran untuk mengerjakan amal saleh
sehingga masuk surga dan hikmah-hikmah
tentang kisah orang-orang Saleh Karena
semua itu dapat melunakkan hati dan
menyembuhkannya dengan cepat ini Imam
qurtubi ini orang yang sudah lama
meninggal ya beliau menceritakan seperti
juga keadaan kita sekarang jadi tidak
ada bedanya sebenarnya Cuma perbedaan
mungkin sekarang dengan adanya teknologi
saja manusia sama saja gitu
kan jadi majelis ilmu dititik beratkan
oleh Beliau kalau orang yang mau
melunakkan hatinya artinya kalau dia
rasa kenapa ya saya enggak mau ibadah
kenapa ya Saya suka rasanya mau
melanggar agama Kenapa saya malas salat
malam misalnya Saya malas seodekah ya
maka Ini hatinya keras ada sesuatu di
situ yang pertama yang melunakkan adalah
majelis ilmu yang kedua mengingat mati
kata beliau yakni seringki mengingat
suatu pemutus segala kelezatan pemisah
jamaah jamaah maksudnya kelompok
teman-temannya sudah enggak bisa kumpul
lagi dan penyebab anak-anak menjadi
yatim sebagaimana diterangkan pada
pembahasan yang lalu Maksudnya masalah
kematian dikisahkan bahwa seorang wanita
mengadu kepada Aisyah radhiallahu anha
tentang kekerasan hatinya maka nasihat
Aisyah sering seringlah mengingat mati
niscaya hatimu akan lunak wanita itu
melaksanakan nasihat tersebut sehingga
hatinya benar-benar lunak akhirnya dia
datang lagi untuk menyampaikan terima
kasihnya kepada Aisyah radhiallahu
anha bahkan para ulama
mengingat mati e berkata tentunya
mengingat mati itu bisa mencegah dari
kemaksiatan melunakkan hati yang keras
menghilangkan rasa bangga terhadap dunia
dan meringankan rasa derita dalam
musibah-musibah di dunia Ya ini manfaat
empat poin ya di garis bawah dikasih
angka di atasnya
itu ulama berkata mengingat mati itu
bisa mencegah dari kemaksiatan ini poin
satu manfaat besar jadi kalau bapak ibu
berusaha sering ngingat mati ziarah
kubur membaca fadilah-fadilahnya
termasuk buku ini dipilih untuk itu
sebenarnya kita membuat majelis ini
untuk itu mengingatkan kita kepada
kematian dan kehidupan abadi di akhirat
sehingga dunia kita laluin dan bukan
dijadikan target semua untuk mencapai
yang terbaik di akhirat
sana dan otomatis kalau sudah di majelis
ilmu seperti ini pasti Bapak Ibu bisa
rasakan sekali saja hadir ada seperti
penahan untuk berbuat dosa ya ya kalau
sudah ada tawaran berbat dosa bubah dari
majelis ilmu itu rasanya kayaknya enggak
boleh nih agama ya itu sekali dua kali
dia hadir tiga kali dia hadir
berkali-kali Dia hadir lebih kuat lagi
ya Yang kedua melunakkan hati yang keras
maksudnya hati keras ini hati yang malas
gak pernah berzikir ada orang
Subhanallah dalam keseharian lewat tidak
pernah lisannya mengatakan Allahu akbar
misalnya atau Subhanallah atau
Astagfirullah atau La haula wala quwwata
illa Billah atau membaca satu ayat ada
orang bukan cuma sehari berhari-hari
berlalu bangun tidur sampai tidur lagi
semuanya urusannya dunia ini mengeraskan
hati
ini kemudian yang ketiga menghilangkan
rasa bangga terhadap dunia biasanya
orang kalau jauh dari zikrullah hatinya
keras maka tentu dia akan
berbangga-bangga itu mobil saya itu
rumah saya ini penisbatan benda dengan
saya dan aku ini dihilangkan aja
Hah itu rumahku itu
mobilku ini nanti kalau mati Kunya
hilang ini tinggal Bendanya
saja jadi k mana mobilnya ada mobil di
sana Alhamdulillah ini mobilnya ya Bu
Iya Pak ini titipan Allah kan enak ya
Ini mobil saya baru beli
kemarin jadi bangga dengan itu padahal
itu sebenarnya kebetulan saja kalau dia
enggak dibawa ke liang lahat itu akan
pindah nama
nanti jadi penisbatan benda sama saya
dan aku ini coba dihindarilah ya jaal
lebih baik
gitu yang terakhir meringankan rasa
derita dalam musibah-musibah di dunia
kalau orang lagi sakit ada cobaan Oh iya
dunia akan dilaluin maka dengan
mengingat mati Jadi ringan semua
itu ini cara yang kedua untuk melunakkan
hati dengan mengingat ingat mati yang
ketiga kata beliau Dar tadi empat hal
itu yang saya suruh kasih angka masih
masuk di poin kedua ya masalah mengingat
mati kan kata beliau tadi di sub bahasan
kita ada empat hal yang bisa melunakkan
hati ya majelis ilmu kemudian mengingat
mati yang ketiga menyaksikan orang yang
akan meninggal dunia memperhatikan orang
mati dan menyaksikannya ketika sedang
sakarat serta mengamati perubahan raut
muka dan tubuhnya setelah benar-benar
mati semua itu akan dapat memutus
Kerinduan hawa nafsu kepada
kelezatan-kelezatan dan dapat melindungi
hati serta mengusir
kesenangan-kesenangan
amarahnya bahkan menahan pelupuk mata
dari tidur menahan tubuh dari
bersenang-senang dan membangkitkannya
untuk terus beramal dengan lebih
bersungguh-sungguh Maksudnya di sini
bersenang-senang pada kemaksiatan ya
karena Bersenang pada hal yang halal
tadi sudah saya bilang dibolehkan orang
berhubungan biologis suami istri boleh
halal tapi dia berzina ini yang
maksudnya Bersenang yang salah dia makan
yang haram itu salah ya dia mencari
pendapatan yang haram itu salah tapi
kalau dia nikmati halal ini tidak masuk
dalam tadi teguran
ini dikisahkan pula al-han al bashri
salah satu ulama tabiin rahimahullah
pernah berkunjung ke seseorang yang
sedang
sakit ternyata orang itu sedang dalam
sakaratil maut al-han melihat betapa
susah dan pedih yang dialaminya maka dia
pun pulang ke rumah dengan perubahan
Roma muka tidak seperti ketika berangkat
keluarganya menyapanya musnya istrinya
ingin makan Semoga Allah selalu
merahmatimu maka dia berkata Hai
keluargaku di sini Sebenarnya kalau
bahasa Arab ahli ahli itu lebih kepada
istri ya terjemahannya di sini keluarga
dia ba panggil dia bilang sama istrinya
Hai istriku jawab
alhan juga ada anak-anak di situ kalian
sajalah yang makan dan minum demi Allah
baru saja aku melihat kematian yang
untuknya aku berbuat selama ini
sampai aku mengalaminya sendiri kelak
nanti
maksudnya kalau kita misalnya baru lihat
orang mati kemudian kita syok melihat
itu ya E mungkin Secara kejiwaan maka
kita menunda makan dan minum di situ Itu
bukan hal yang buruk positif saja karena
itu efek yang positif sama saya bilang
kalau Boba dari majelis ilmu kalau bapak
ibu niatnya ikhlas Biasanya kita merasa
lebih ingin beribadah takut buat dosa
itu jangan dihilang ya jangan dibilang
Kenapa saya begini nih tiba-tiba dia
Coba tinggalkan tidak rangkul itu itu
saya bilang kalau masih ingat Pertemuan
Yang Lalu seperti Bodyguard Kita
sebenarnya ilmu Iman ini seperti
pengawal-pengawal kita kalau jalan kayak
lagi diawasi mau buat ini jangan mau
buat itu jangan kita mau lalai enggak
kerjakan jadi kita lagi diawasi Maka
jangan tinggalkan itu
tentunya kata beliau itulah perkara a
yang suyokyanya dilakukan oleh orang
yang keras hatinya dan selalu berbuat
dosa guna mengobati penyakitnya dan
mengatasi godaan-godaan setan dan tipu
dayahnya jika ketiganya bisa bermanfaat
maka cukuplah tapi jika terasa berat
berarti kekerasan hatinya telah parah
dan dorongan-dorongan dosa sudah kuat
membelenggu kalau memang Demikian maka
perlu memperhatikan nasihat selanjutnya
yang keempat menziarahi kubur
orang-orang yang sudah meninggal
dunia
hal ini akan dapat memberinya apa-apa
yang tidak bisa diberikan oleh obat yang
pertama kedua dan ketiga tersebut di
atas oleh sebab itulah Nabi Sallallahu
Alaihi Wasallam bersabda berziarah
kuburlah kalian semua atau kamu sekalian
karena ziarah kubur itu dapat
mengingatkan mati dan akhirat serta
menjadikan zuhud terhadap
dunia hal itu karena obat yang pertama
Hanya berupa mendengar dengan telinga
kan tadi majelis ilmu bekalnya mendengar
ada orang Subhanallah dengan mendengar
bisa sadar semoga Insyaallah kita
termasuk ini ya Cukup dengar Oh ya sudah
ini enggak boleh tinggalin itu positif
sekali yang kedua masalah mengingat mati
Hanya berupa Pemberitahuan kepada hati
ke mana manusia akan kembali adapun yang
ketiga ya
berfungsi ini tadi yang ketiga adalah
menyaksikan orang yang meninggal dunia
berfungsi sebagai ancaman dan peringatan
ketika menyaksikan secara langsung orang
yang akan meninggal dan begitu pula
dengan menziarahi kubur muslimin yang
telah meninggal berarti melihat dengan
mata kepala maka kedua obat yang
terakhir ini lebih efektif daripada
pertama dan
kedua dalam hal ini Nabi Sallallahu
Alaihi Wasallam bersabda laisal khabaru
Kal muayanah hadis ini diriwayatkan Ibnu
Abbas Ya maksudnya melalui Ibnu Abbas
radhiallahu anhuma dan penulis belum
menemukan perawinya dari mana Berarti ya
tidaklah seperti halnya orang yang
melihat dengan mata kepala ya maaf
berita tidaklah seperti halnya melihat
dengan mata kepala Jadi maksudnya orang
yang melihat langsung dengan orang yang
cuma mendengar beda tentu efek secara
kejiwaan Kendati pun demikian mengambil
pelajaran dengan cara menyaksikan
keadaan orang yang akan meninggal dunia
tidak bisa dilakukan setiap saat ya
Bahkan peristiwa kematian itu sering
tidak bertepatan waktunya dengan orang
yang ingin mengobati hati maka tidak
bisa dilakukan kapan saja artinya
melihat orang yang mati tidak semua bisa
tidak setiap saat bisa terjadi karena
kita tidak tahu siapa yang akan
meninggal Kalau kebetulan ada yang kita
bisa lakukan berbeda dengan ziarah kubur
Adapun cara ini bisa dilakukan kapan
saja secara tepat secara lebih cepat dan
manfaat yang bisa diambil darinya pun
lebih layak dan nyata maka bagi orang
yang berniat ziarah kubur hendaknya
melaksanakan Tata caranya yang benar dan
hadirkan hatinya dikala masuk ke kep
pelatarannya Jadi bukan sekedar
berputar-putar meriringi nisan-nisan
belaka karena seperti itu bisa juga
dilakukan oleh binatang ternak
nauzubillah kata beliau orang yang
berziarah kubur itu terlebih dahulu
berniat untuk memperoleh Rida Allah
karena itu
ibadah memperbaiki kerusakan hatinya
atau memberi manfaat kepada si mayit
dengan membacakan al-qur'an yang dibaca
isinya yang dibaca di
sisinya ini akan diterangkan lebih
lanjut nantinya Insyaallah nanti akan
ada keterangan tentang amal-amal yang
bisa sampai kepada si
mayit perlu diperhatikan juga kata
beliau hendaklah menghindari berjalan di
atas
kuburan atau duduk di atasnya ketika
masuk ke pukuran ya Jadi kita cuma boleh
di pinggirnya enggak boleh di
atasnya tidak boleh diinjak itu adal
larangan
ya dan lepaslah sandal ini termasuk
adabnya sebagaimana diajarkan dalam
berbagai hadis tidak lupa juga ucapkan
salam lalu berbicaralah kepada ahli
kubur seolah-olah berbicara kepada
orang-orang yang masih hidup yakni
mengucapkan Asalamualaikum Dar kamin
mukminin salam sejahtera atas kamu
sekalian Hai penghuni Negeri kaum
mukminin demikianlah salam kepada ahli
kubur yang pernah diucapkan oleh Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam yang
diucapkan dengan menyebut kata Dar atau
Negeri rumah sedang yang dimaksud adalah
para
penghuninya itu beliau menyapa dengan
ungkapan huruf Kaf dan mim men kaum atau
kum ya kata ganti untuk yang berakal
karena orang Arab biasa menyebut nama
tempat sedang yang dimaksud adalah
penghuninya tadi dalam doanya ya
Asalamualaikum Dara kaumin ya
keselamatan bagi kalian wahai penghuni
ya negeri atau Tempat kaum Mukminin
apabila peziarah melewati kuburan mayit
yang dia kenal maka terlebih dahulu dia
mengucapkan salam dengan ucapan Asalam
alaikasalam
ya dalam kaitan ini at-tirmidzi telah
meriwayatkan dalam kitabnya
Jami bahwasanya ada seorang laki-laki
menemui Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam
Sera mengucapkan alaikasalam maka nabi S
wasallam menegurnya mengatakan la takl
alaikalam fana alaikalam tahiyatul May
Jangan engkau mengucapkan
alaikasalam karena alaikasalam ya adalah
penghormatan untuk mayit hadis ini hadis
sahih diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi
nomor
7400 ya
02 itu tadi masalah ucapan e salam untuk
orang kubur itu Asalamualaikum Dara kail
mukminin itu disebutkan imam muslim
nomor 249 sama 974 empat ya Jadi kalau
orang mengucapkan salam ya alaikasalam
kan sebenarnya alaikasalam untukmu
keselamatan gitu kan kalau kita ini
khusus untuk orang mati kalau orang
hidup asalamualaika kan Lain ya jadi
seperti Terbalik ya Bahasanya tapi dalam
pengaturan tapi ini maknanya berbeda
sedikit berbeda Jadi
asalamualaika itu kita mengatakan
keselamatan untukmu dengan berharap dia
pun membalas itu maka jawabannya
Waalaikumsalam tapi kalau kita
mengatakan alaikasalam dari awal maka
berarti untukmu keselamatan tapi saya
kita tidak berharap ada balasan respon
karena hanya untuk dia saja makanya Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam menegur
sahabat yang mengatakan kepada beliau
Bukan asalamualaika tapi dia mengatakan
alaikasalam nabi mengatakan jangan
mengucapkan alaikasalam Karena itu
adalah kata sambutan dan doa untuk orang
mati peziarah hendaknya berhadapan
dengan wajah si mayit pada kubur yang
diziarahinya seperti halnya ketika
berbicara dengannya semasa masih
hidup ketika masih hidup berbicara
dengan yang sopan dengannya ialah dengan
berhadapan muka maka demikian pula di
sini sesudah itu mengambil pelajaran
dari orang yang telah berada di dalam
tanah itu dia Sudah terpisah dari
keluarga dan para kekasihnya padahal
sebelumnya dia adalah Panglima bala
tentara yang memimpin Sekian banyak
pasukan bersaing dengan teman-teman dan
keluarga lainnya mengumpulkan harta dan
menyimpannya dalam gudang-gudang
tiba-tiba datanglah maut pada waktu yang
tidak diduga-duga bersama dengan
berbagai kesusahan yang tidak dia
inginkan maka hendaklah peziarah itu
memperhatikan Bagaimana keadaan
kawan-kawannya yang telah pergi dan mati
mendahuluinya mereka dulu telah mencapai
angan-angan dan berhasil mengumpulkan
harta tapi bagaimanakah angan-angan yang
telah mereka raih yang tiba-tiba
terputus dan harta yang telah mereka
kumpulkan ternyata tidak berguna bagi
mereka debu telah menghapus wajah-wajah
mereka yang tampan anggota-anggota tubuh
berceraiberai dalam kubur sementara
istri-istri yang mereka tinggalkan
menjadi Janda Dan anak-anak mereka
dirudung kenistaan menjadi yatim
orang-orang yang dulu pernah menjadi
pengikutnya kini juga berjalan
sendiri-sendiri ke berbagai negeri tentu
ini semua penjabaran tentang masalah
manfaat menziarahi kubur gitu
kan peziarah itu hendaknya ingat pula
bahwa orang-orang yang telah mati itu
semasa hidupnya di dunia sering
memuaskan hajat mereka getol sekali
untuk memperoleh Apa saja yang mereka
inginkan punya hasrat yang besar dan
tergiur untuk melakukannya dengan
berbagai cara Bahkan mereka ingin sekali
agar tetap sehat dan awet muda Maka
selanjutnya peziarah Harus melihat dan
menyadari bahwa seperti itu juga yang
terjadi pada dirinya artinya dia ambil
pelajaran dia duduk dekat kuburan dia
lihat kuburan itu dia Perhatikan Kalau
orang ini dulu seperti saya hidup punya
angan-angan punya hasrat ya punya
orang-orang yang disukai punya
musuh-musuh tapi sekarang tidak ada
semuanya sudah terputus ya peziara Harus
melihat dan menyadari bahwa seperti itu
juga yang terjadi pada dirinya permainan
foya-foya dan kelengangan terhadap
kematian dan kehancuran cepat sekali
mengenaskan ya ee ee apa namanya dan
kehancuran cepat lagi mengenaskan akan
menimpa dirinya juga padahal semua yang
hidup bernasib sama yaitu pasti mati
maka dari itu hendaklah peziarah
menghadirkan hatinya Ingatlah orang yang
dulu pernah mondar-mandir memenuhi
hasrat-hasrat hatinya Bagaimana kedua
kakinya sekarang sudah hancur
orang-orang yang dulu bersenang-senang
melihat apa saja di sekelilingnya kini
matanya sudah meleleeh orang yang dulu
tajam perkataannya bagai pedang terhenus
dengan kepandaian bicaranya kini
lidahnya nya beku dimakan e ulat orang
yang dulu bisa tertawa menikmati
hidupnya yang mewah kini tanah telah
merusak gigi-giginya perhatikanlah
tempat dan kondisi yang akan dialami
peziarah pun sama seperti orang yang
berada dalam kubur itu dengan mengingat
dan mengambil pelajaran seperti
itulah maka akan hilang segala
kecemburuan duniawi lalu siap sepenuhnya
untuk melakukan amal-amal ukhra artinya
dunia ditunggangi untuk beramal amal
akhirat selanjutnya peziarah itu akan
bersikap zuhud terhadap dunia dan siap
siaga untuk mematuhi Allah subhanahu wa
taala pemimpinnya ya Masia yang akan
memandunya pada kebaikan dengan demikian
hatinya menjadi lunak dan
anggota-anggota tubuhnya menjadi khusyuk
wallahuam sebag ulama Salaf bahkan Bapak
Ibu sekalian Mereka ada di antara mereka
yang sudah menggali liang lahat di
belakang rumahnya bukan untuk nanti dia
mati tapi setiap hari sebelum tidur dia
selalu masuk ya duduk di situ sesaat
gara-gara itu dia enggak pernah
ketinggalan salat
tahajud ada orang di antara mereka
membeli kain kafan kemudian meletakkan
di tempat yang sering dia duduk ya maka
dia letakkan di situ dan dia sering
lihat ya maka membuat hatinya lunak
dengan itu Ya jadi banyak upaya-upaya
mereka mereka lakukan tujuannya
Sebenarnya bukan menakut-nakuti diri
tapi untuk mengontrol supaya tidak salah
karena bahaya sekali Saya sudah pernah
bilang dosa itu seperti becek kalau
sedikit saja injak masuk di sendal kita
sudah enggak nyaman Bagaimana dengan
orang yang jebur di situ bajunya semua
kotor badannya kotor dan kalau sudah
kotor seperti itu tidak bisa hanya
sekedar kita mengatakan hilanglah lalu
hilangak cukup kalau hati kita sudah
kita jerumuskan dalam dosa kita sudah
buka misalnya komunikasi dengan lawan
jenis atau kita sudah coba Coba buka
pintu-pintu sudah melangkah ke situ
walaupun baru sedikit seperti orang kena
becek tadi gimana cara
membersihkannya haru disiram sama air
plus ditunggu
kering baru bisa
dipakai
Maaf mau bersin enggak jadi
nah normal
manusiawi Yang jelas orang kalau buat
dosa bapak ibu sekalian seper saya
Bayangkan saja contoh itu seperti sandal
yang kena becek kita kalau mau bersihkan
tidak bisa kita dengan kata-kata
bersihlah kamu terus tiba-tiba sendal
kita kering seperti awal supaya nyaman
dipakai enggak bisa artinya harus kita
Lepas dulu disiram air dulu gitu kan itu
pun tunggu kering begitu hatinya orang
yang sudah buka pintu dosa makanya
seperti zina Allah bilang Laina jangan
dekatin tu zina jangan mulai karena
kalau kita mulai melihat mulai ngobrol
nanti manusia lemah bisa
terjerumus sehebat apapun dia mau
menjaga dirinya kalau dia sudah membuka
pintu itu bahaya itu baru orang yang
tadi saya kasih contoh kalau sendalnya
kena becek sedikit Bagaimana kalau dia
sudah terlanjur terjerumus bajunya semua
kotor badannya kotor semua harus dibuka
sama dia buka semua dicuci semuanya
badannya juga mandi tunggu kering baru
nyaman seperti awal kan susah untuk apa
dosa Bapak Ibu sekalian untuk diketahui
dan dihindari bukan untuk
dicoba enggak usah coba-coba yang kita
sayangkan ini sinetron film-film
menggambarkan tentang dosa itu harus
dicoba kayak gambarnya anak SMP SMA
anak-anak yang ABG yang mestinya mereka
itu kita tanamkan keimanan bayangkan
kalau bapak ibu sekarang sudah merasakan
keimanan mau komitmen ibadah takut buat
dosa itu tertanam pada anak-anak anak
remaja kita kan luar biasa itu
sebenarnya gitu kan Tapi ini enggak
gambarannya hamil di luar nikah
narkotika jahat sama orang tuanya lari
dari rumah ee kurang ajar sama gurunya
ya tidak lulus sekolah apalah ya bukan
prestasi maka itu tertanamkan akhirnya
Kalau mau lulus coret-coret bajunya ya
tawuran kapan lagi Ini masa muda
salah Keliru ini bukan saatnya menikmati
dosa
ya kalau kita berhasil menjaga anak kita
Bapak Ibu sekalian Okelah yang berlalu
dari kita sudah selesai kita jaga mereka
bukan seperti kita mereka harus punya
prestasi-prestasi itu akan menjadi amal
J buat kita pembersih dosa kita yang
lalu karena itu perbuatan baik dan
mereka kita sudah Tata hidupnya jangan
lagi terjurumus pada terjurumus pada
kita ada banyak ibu-ibu jilbab anak
perempuannya enggak pakai jilbab kenapa
dulu juga saya pakai jilbab setelah
menikah loh kok keburukan diwariskan ini
nih hah kok mewariskan Jadi kalau dulu
hamil di luar nikah Enggak apa-apa dia
juga pacaran hamil luar nikah saya juga
dia juga nikah kok kok diwariskan
keburukan enggak sekarang dia harus
menikah tanpa ada pacaran Biarin dia
nikmati pertama seksualnya dengan halal
itu yang benar harusnya begitu kan dari
kecil dia sekarang sudah harus pakai
jilbab ya dia sudah pakai cadar Kalau
dia mau pakai cadar Biarin anak saya
Alhamdulillah warupun masih kecil masih
SD dia sendiri yang minta pakai cadar
silakan pakai istri saya sempat tanya
engak apa-apa Biarin dia pakai dia yang
mau dan dia sendiri merasa itu nyaman
saya tanya nak pakai enak iya enggak
apa-apa enak malah nyaman gitu dia
merasa nyaman sudah Alhamdulillah biarin
jangan sampai kita baru kenal pakaian
Syari ini sekarang mau anak-anak kita
nanti umur seperti kita juga kalau
umurnya sampai kalau enggak kalau dia
meninggal masih remaja gimana kan gitu
dan kita sebagai orang tua juga
bertanggung jawab ini dan
pendidikan-pendidikan yang membawa pada
kebaikan kayak Pesantren misalnya malah
itu di nomor duak kan di nomor kan
Pesantren hanya tempat pelarian orang
yang gagal masuk di negeri tempat ee
orang yang nakal ini nakal sekali
pesantrenin aja nih Padahal di pesantren
diajar salat Li waktu saya pernah lalui
Pesantren azan ada pengurusnya datang
ayo salat salat ditegasin pergi ke
masjid di sekolah di kelas hafal ayat
al-qur'an hafal hadis kisah sahabat kan
bagus
disiplin mandiri ada pesantren yang
suruh cuci baju sendiri gitu kan kami
harus cuci baju sendiri belajar dari
kecil gitu kan maka akhirnya
alhamdulillah bagus terbentuk pribadi
yang bagus sayang cuman dianggap itu
adalah susahlah nyusahin anak-anak lah P
sebenarnya tidak pendidikan kan kita
tidak lepas status Kita sebagai orang
tua tidak akan berkurang kalau ada
Alhamdulillah sekolah-sekolah Islam yang
kita Yakin bagus kita bisa didik anak
kita alhamdulillah tapi ini memang sudah
harusnya jangan
diwariskan keburukan tersebut ya yang
pernah kita lakukan baik kita akan tutup
ee bab kita ini dengan subbab yang
diangkat oleh Imam qurtubi tentang nasib
ayah bunda Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam di akhirat nanti tentu kita
tutup dengan ini kalau ada pertanyaan
nanti sesuai dengan tema tentunya baru
nanti kita akan masuk doa ketika
memasuki wilayah pekuburan dan hukum
menangis di sisi kuburan itu nanti
pertemuan akan
datang di sini Imam qurtubi berkata ada
sebuah hadis yang berlawanan dengan
hadis yang tercantum pada awal bab ini
yakni hadis yang dikeluarkan oleh Abu
Bakar Ahmad bin Ali alkhatib dalam
kitabnya assabi
wallahiq dari Abu has Umar bin eh syahin
dalam kitabnya annasikh Wal mansukh
hadis tersebut ada dalam kedua kitab
itu dengan isnad yang sama dari Aisyah
radhiallahu anha Dia berkata Rasulullah
Sallallahu Alaihi Wasallam menunikan
Haji Wada bersama kami suatu ketika
beliau lewat beliau lewat denganku di
sebuah jalan di atas bukit al-hujun ya
tiba-tiba beliau menangis sedih dan
memilukan maka aku pun ikut menangis
karenanya Kemudian beliau melompat turun
maksudnya turun dari untanya lalu
berkata Hai Humaira Berhentilah menangis
maksudnya Hai Aisyah jangan sampai kau
menangis Berhentilah di sini ada puntut
nomor satu Ibnu jauzi rahimahullah
mengatakan dalam
Almanar ya almunif ya di halaman 89
bahwa setiap hadis yang ada kata-kata ya
Humairah atau alhairah adalah dusta
buatan manusia
biasa jadi di sini hadis ini dianggap
adalah hadis yang ditolak Al para ulama
hadis karena Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam kalau dalam menjelaskan hukum
tidak tidak memanggil dengan nama
Humairah ya tapi mengatakan Aisyah
karena Humairah adalah julukan saja ya
untuk Aisyah dan tapi tidak dimasukkan
dalam teguran-teguran di
sini maka aku bersandar di sisi unta
beliau sendiri menghindar dariku
beberapa saat lamanya lalu kembali
kepadaku dengan gembira dan tersenyum
akhirnya aku berkata kutebus engkau
dengan ayah bundaku Jadi maksudnya
orang-orang Arab biasa menggunakan
sumpah ini ya artinya ayah dan ibuku
lebih eh anda lebih aku muliakan dari
ayah dan ibuku ini biasak biasa
digunakan untuk Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam nabi tentu lebih tinggi darada
orang tua
kita kata Aisyah kutebus engkau dengan
ayah ibundaku wahaiasullah engun sisiku
menangisih Danil maka aku pun menangis
karena
tangisanahasullahemudi engau kali kepadu
dengan gemba danersenyum ada apa wah
Rasullah beliau menjaab aku kub ibuku am
dan akuohon kepada
allahhunya lalu dia beriman kepadaku
atau beliau beliau katakan lalu dia
beriman dan Allah Azza waalla pun
mengembalikannya di sini bisa dilihat fo
note nomor du khusus hadis ini ya kalau
ada yang menemukannya lihat pendapat
para ulama hadis maudu makzub maudu
artinya hadis yang sengaja dibuat makzub
artinya
[Musik]
dusta dikeluarkan oleh Ibnu jauzi dalam
almauduat ibnuayim Al jaauziah men susun
sebuah buku namanya almauduat isinya
hanya hadis-hadis palsu saja jilid 1
halaman
283 dengan isnadnya kepada Aisyah
radhiallahu anha dan dia katakan hadis
ini maudu tanpa diragukan orang yang
membuatnya sedikit pemahamannya tentang
agama dan tidak berilmu Andaikan Dia
berilmu niscaya dia tahu bahwa orang
yang mati dalam keadaan kafir maka tidak
bermanfaat imannya meskipun dia
menyatakan beriman Setelah dia
dihidupkan kembali tidak kata beliau
bahkan Andaikan Dia menyatakan beriman
kepada ee ketika melihat kenyataan pada
waktu sakarattil maut itu saja sudah
tidak bermanfaat dan untuk membantah
hadis tersebut cukuplah dengan firman
Allah Taala lalu dia mati dalam kafir ya
Maka itulah yang sia-sia amalnya di
dunia dan di akhirat dan mereka itu
penghuni neraka mereka Kal dalamnya
dalam surah Albaqarah ayat 217 ini tentu
statement Ibnu qayyim aljauziyah ya
jangan buru-buru menghakiminya kita baca
sampai tuntas
ya kemudian dan sabda Nabi Sallallahu
Alaihi Wasallam masih diputne saya baca
ini masih di bawah lanjutan di halaman
35 bagian atas putotnote ya tulisan yang
kecil
itu dan sabda Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam dalam Sahih Muslim aku telah
meminta izin kepada Tuhanku untuk
memohon ampun untuk ibuku tapi dia tidak
mengizinkan aku ya demikian pula kata
syekhuna Abul fadl bin nashir hadis ini
maudu karena ibunda Rasulullah S wasam
meninggal di abwa sebuah desa terletak
antara Makkah dan Madinah dan dikbur di
sana bukan di
alhujun hujun ini eh salah satu wilayah
kayakak kita kecamatan di Makkah ya
salah satu yang membuktikan kalau hadis
ini palsu selain memang para ulama
mengatakan hadis ini palsu tidak pernah
ada panggilan Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam Humairah dalam RI dalam dalam
panggilan hadis seperti ini tapi itu
julukan kalau nabi hanya memanggil
secara panggilan sayang misalnya dan itu
jarang sekali nabi guna makan gitu kan
itu kemudian Yang kedua juga dalam hadis
ini disebutkan kalau nabi menemui atau
mendatang kuburan ibu beliau Sallallahu
Alaihi Wasallam di hujun ya Dan ini
keliru tidak bertulak belakang dengan
hadis yang sahih riwayat Imam muslim
kalau ibu Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam meninggal di abwa abwa jarak E
apa eh sebuah wilayah antara Makkah dan
Madinah dan hadis ini juga dinyatakan
maudu oleh asyaukani dalam alfawa
dan mulia Ali alqar dalam alasral
almarfuah ini semua ulama-ulama yang
menyusun buku-buku hadis
ya kemudian asuhaili kita pindah
sekarang ke halaman 35 tapi di tulisan
besar induk
bahasan sementara menyebutkan dalam
kitab arraud alunuf dengan isnad yang
memuat tokoh-tokoh majhul majhul itu
tidak jelas
statusnya majhul artinya tidak jelas
statusnya ya Jadi kalau dalam sanad
hadis itu biasanya kalau orang yang
tidak ditahu siapa dia tinggal di mana
tidak ada rekomendasi para ulama di
zamannya maka istilahan dengan majhul
enggak Jelaskan untuk menetapkan hadis
itu sahih atau
tidak adnya harus jelas Fulan
meriwayatkan dari Fulan dari Fulan dari
sahabat nabi dari dari Rasulullah
Sallallahu Alaihi Wasallam jadi
orang-orang ini tahu jelas lahir di mana
Tinggal di mana Apa perkataan ulama
tentang dia baru dinilai hadis ini
adalah hadis yang sahih kata Imam
qurtubi kita sedang membaca buku beliau
ini bukan statement saya jadi kita
jangan buru-buru menghakimi sampai
selesai beliau menyampaikan sementara
asuhaili menyebutkan dalam kitab beliau
arraud alunuf dalam isadnya yang memuat
tokoh-tokoh majhul bahwa Allah subhanahu
wa taala telah menghidupkan di hadapan
nabi Ayah Bunda beliau lalu keduanya
beriman kepada beliau perhatikan putot
note nomor satu angka nomor satu di
bawah mungkar Jiddan kata beliau artinya
ini rusak sekali riwayat ini tidak
pernah ada disebutkan dari Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam ini Ibnu
Katsir berkata tentang hadis ini dalam
kitabnya albidayah Wan Nihayah di jilid
du halaman 200 1 hadis mungkar Jiddan
Jidan itu mungkar sekali enggak mungkin
nabi disebutkan dari nabi hadis seperti
ini jadi orang tuanya dihidupkan di
hadapan beliau kemudian keduanya beriman
gitu Meskipun mungkin saja hal itu
terjadi dengan melihat kekuasaan Allah
Taala tapi yang yang yang diriwayatkan
secara tabit atau yang sudah pasti
otentik dalam hadis sahih berlawanan
isinya Dengan hadis ini wallahuam Ini
kata Imam
pengarang buku al-qurtubi rahimahullah
berkata di sini tidak ada pertentangan
Alhamdulillah karena dihidupkannya kedua
orang tua Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam terjadi belakangan yakni
setelah adanya larangan beristigfar
untuk keduanya dengan dalil bahwa bahwa
hadis Aisyah itu terjadi pada Haji Wada
demikian pula Ibnu syahin menjadikannya
Nasikh terhadap berita-berita tersebut
di atas artinya ini semua terhapus
Dengan hadis riwayat Imam muslim yang
beliau mengatakan aku memohon istigfar
kepada Tuhanku untuk ibuku dan tidak
diizinkan saya katakan kata beliau di
atas di atas tegas-tegas dibantah oleh
hadis lain riwayat Imam muslim dari Anas
radhiallahu Anhu bahwa lelaki seorang
laki-laki berkata Wahai Rasulullah Di
manakah Ayahku maka Rasulullah menjawab
di neraka dan ketika penahnya ee penanya
Maaf ketika penanya itu Beranjak Pergi
beliau memanggilnya Seraya berkata
sesungguhnya Ayahku dan Ayahmu neraka
ini hadis riwayat Muslim nomor
203 dan juga dibantau oleh hadis riwayat
Salamah bin Yazid aljfi antara lain
dikatakan ketika beliau melihat
kesedihan yang kami alami Beliau berkata
dan ibuku pun bersama ibu kalian berdua
jadi ada anak Yazid in aljfi ibunya
meninggal dalam keadaan kufur maka
mereka sedih Dia bersaudara sedih kata
Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bagi
keduanya Ibuku pun bersama dengan ibu
kalian begitulah bantahannya kata
penulis Andaikan peristiwa dihidupkannya
Ayah Bunda Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam itu benar sementara itu Ya saya
juga pernah mendengar bahwa Allah telah
menghidupkan Paman beliau Abu Thalib
lalu dia beriman kepada beliau allahuam
kata beliau di sini nomor tiga ini juga
masuk dalam hadis yang batil dan maudu
ini Put note nomor 3 di bawah ya karena
sebagaimana diriwayatkan secara Tsabit
ada diriwayatkan yang benar dari sahih
Bukhari dan Sahih Muslim bahwa
Rasulullah sallah mendatangi Abu Thalib
ketika dia akan meninggal ternyata di
sana sudah ada Abu Jahal dan Abdullah
bin Abi Umayyah maka berkatalah nabi Hai
Pamanku ucapkan
Lailahaillallah dengan kalimat ini aku
hendak memberi pembelaan untukmu di
hadapan Allah maka Abu Jahal dan Ibnu
Abi Umayyah berkata Apakah engkau ha Abu
Thalib Ya sudah tidak suka lagi kepada
agama Abdul Muthalib begitulah
seterusnya Abu Thalib tetap menganut
agama Abdul b dan enggan mengucapkan
Lailahaillallah akhirnya Rasulullah
Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda demi
Allah aku memohon ampun untukmu selagi
aku tidak dilarang maka turunlah firman
Allah tidak sepatutnya bagi seorang nabi
dan orang-orang beriman meminta ampun
kepada Allah untuk orang-orang musyrik
walaupun orang-orang musyrik itu adalah
kaum kerabatnya sendiri sudah jelas bagi
mereka bahwa orang-orang musyrik itu
adalah penghuni neraka dalam surah
at-taubah ayat
113 jadi ayat ini turun karena kasus Abu
Thalib yang tidak mau mengucapkan
Lailahaillallah tadi dan diriwayatkan
pula secara Tsabit tabit artinya benar
dalam sahih Bukhari dan Sahih Muslim
bahwa Abu Thalib itu ahli neraka yang
paling ringan azabnya begitu pula dalam
Sahih Muslim nabi sallah wasallam
menyatakan semoga syafaatku bermanfaat
bagi Abu Thalib pada hari kiamat
sehingga dia ditempatkan di neraka yang
dangkal yang hanya mencapai mata kakinya
saja namun menyebabkan otaknya
mendidih jadi syafaat yang paling tinggi
yang Nabi bisa lakukan untuk pamannya
adalah meringankan siksa di neraka tapi
enggak bisa keluar karena meninggal
dalam keadaan kufur menurut ya di sini
yang disampaikan oleh Imam
qurtubi adalah tidak boleh kita
berbicara kecuali dengan ilmu tentu saja
kalau kita berbicara tentang Abu Thalib
bukan kita menghina Abu Thalib sama
sekali tidak tapi penyampaian dari nabi
begitu gitu kan maka kita sampaikan apa
adanya seperti itulah ya ini yang
dimaksud oleh Imam qurtubi ya Sekali
lagi saya membaca dan Bapak Ibu pegang
bukunya ini bukan statement dari saya ya
Oleh karena itu pantas jika ada yang
mengatakan bahwa hadis tentang
berimannya ayah bunda nabi Sam maudu
atau palsu dan dibanta oleh alquranim
dan ijma perhatikan firman Allah
subhanahu wa taala kata beliau dalam
surah Annisa ayat 18 yang
bunyinubillahir
dan tidak pula diterima tbat orang-orang
yang mati sedang mereka dalam keadaan
kekafiran maksudnya Barang siapa yang
mati dalam keadaan kafir maka
keimanannya setelah dihidupkan kembali
tidak bermanfaat baginya bahkan jika
beriman saat melihat kenyataan menjelang
ajal tiba seperti kasus Firaun rohnya
sudah mau dicabut baru dia bilang saya
beriman kepada yang diimani oleh Bani
Israil gitu kan keimanan itu juga tidak
bermanfaat lagi maka Bagaimana
bermanfaat kalau hal itu terjadi pada
orang yang dihidupkan atau setelah
dihidupkan kembali dalam kitab tafsir
ada pernyataan bahwa Nabi Sallallahu
Alaihi Wasallam pernah berkata Andaikan
aku tahu apa yang telah dilakukan kedua
orang tuaku maka turunlah ayat dalam
surah Albaqarah 119 audzubillahim
minasyaitanirrajim wala tus'alu an
ashabil jahim dan jangan kamu minta dan
kamu tidak diminta pertanggungjawaban
tentang para penghuni
neraka al-qurtubi berkata cerita di atas
disebut oleh alhafiz Abu Khattab Umar
bin dihya tapi ini perlu ditinjau
kembali karena keutamaan-keutamaan dan
kekususan kususan Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam selalu terjadi berturut-turut
dan sambung menyambung sampai dengan
wafatnya beliau maka boleh jadi ini pun
termasuk keutamaan dan kemuliaan yang
diberikan Allah subhanahu wa taala
Kepada beliau memang dihidupkannya
kembali kedua orang tua Nabi Sallallahu
Alaihi wasam bukanlah hal yang tidak
mungkin baik menurut akal ataupun syarak
ya kata
beliau
kemudian kita lihat putot note nomor 1
kecil kata beliau bahkan menurut syarak
tidaklah mungkin karena Allah subhanahu
wa taala berfirman Sesungguhnya Allah
tidak akan mengampuni dosa Syirik Annisa
48 dan 116 jadi siapapun yang mati dalam
keadaan Syirik dan kafir bagaimanapun
padahal Allah telah memperingatkan nabi
tentang dengan FirmanNya Jika kamu
mempersekutukan Allah niscaya hapuslah
amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-
yang merugi dalam surah azzumar ayat 65
meskipun mustahil jika para nabi musyrik
tapi nyatanya peringatan itu ada barang
siapa yang menegaskan bahwa dalam soal
Syirik itu tidak ada pilih kasih meski
terhadap Nabi sendiri maka apalagi
terhadap ayahnya Ibunya dan Pamannya
Artinya Nabi sendiri diingatkan tadi
dalam al-qur'an surah Zumar ayat 65 kau
tidak boleh berbuat Syirik Hai Muhammad
karena kalau kau Syirik terhapus semua
amalmu walaupun kata beliau Imam qurtubi
bilang mustahil nabi berbuat Syirik tapi
peringatan itu ada kalaupun ada nabi
kerjakan maka tetap hapus amalnya
bagaimana dengan orang-orang yang ya
Yang jelas belum beriman maksud maksud
beliau
begitu kata beliau memang dihidupkannya
kedua orang tua Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam bukanlah hal yang tidak mungkin
bagi baik menurut akal ataupun syarak di
dalam al-qur'an pun ada cerita tentang
dihidupkannya seseorang yang telah
dibunuh oleh Bani Israil lalu orang itu
memberitahukan siapa pembunuhnya Nabi
Isa Alaihi Salam telah menghidupkan
orang-orang mati demikian pula nabi kita
Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam
telah menghidupkan sejumlah orang yang
telah meninggal jika itu semua benar
maka apa yang mencegah berimannya kedua
orang tua Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam setelah dihidupkan kembali
Sebagai tambahan kemuliaan dan keutamaan
beliau di samping riwayat-riwayat lain
tentang hal-hal tersebut di atas yang
semua itu merupakan kekhususan bagi
beberapa orang tertentu yang meninggal
dalam keadaan kafir Adapun kata-kata
barang siapa yang mati dalam keadaan
kafir maka imannya setelah dihidupkan
kembali tidak bermanfaat tersebut diatas
dibantah oleh berita yang diriwayatkan
dalam sebuah khabar ya informasi bahwa
Allah telah mengembalikan matahari
kepada nabinya Sallallahu Alaihi
Wasallam setelah ia terbenam berita di
atas telah disebutkan oleh Abu Jafar
attahawi lalu dia katakan ini adalah
hadis yang tabit atau otentik maka jika
dikembalikan matahari itu tidak
bermanfaat dan bahwa waktunya Tidak bisa
berulang niscaya tidak akan dikembalikan
kepada nabi demikian pula soal
dihidupkannya kedua orang tua beliau
pasti ada manfaat ya Bagi beriman dan
percaya mereka berdua kepada putranya
Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam
karena bukanlah Allah subhanahu wa taala
telah mener terima iman dan Taubat kaum
Nabi Yunus alaihi salam Padahal mereka
semua sedang berada dalam azab Allah
sebagaimana tertulis dalam al-qur'an
ee demikian menurut sebagian pendapat
jadi di sini Imam Ca mengangkat dua
pendapat dalam masalah ini pendapat yang
pertama yang dari bacaan tadi kita baca
kecenderungan mengatakan orang Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam meninggal
dalam keadaan kufur begitu pamannya Tapi
beliau juga mengatakan Ada pendapat lain
dari ulama yang mengatakan tidak seperti
itu dan mereka membenarkan hadis tadi
yang dianggap maudu itu dan mengatakan
bukan mustahil orang tua Nabi
dibangunkan kemudian beriman kepada Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam walaupun
sudah mati itu pendapat kata beliau
Adapun jawaban mengenai Pernyata ayat di
atas ialah bahwa pernyataan ini
disampaikan sebelum mereka berdua
beriman dan berada dalam azab tapi Allah
jualah yang mengetahui dan bijaksana
tentang segala urusannya yang gaib kalau
kita simpulkan teman-teman sekalian
pembahasan seperti ini pembahasan
seperti ini secara khusus tidak perlu
diangkat Tidak perlu dibahas gitu kan
sering kali saya temukan di dalam
majelis ilmu ditanya Di mana orang tua
Rasulullah Di mana orang tua Rasulullah
Ini pertanyaan seperti ini eh pertama
secara hukum Syari tidak berguna buat
kita ya gak ada gak ada satu perintah
salat misalnya atau ibadah ini
pertanyaan hanya untuk seperti sedang
memastikan dan ini sudah diperselisihkan
oleh ulama dari zaman dulu saya dulu
tidak tahu kalau ini pertanyaan rupanya
dilempar ternyata dalam hampir setiap
majelis sering terulang seakan-akan
orang yang sama yang bertanya saya lihat
teman-teman yang lain juga ditanya hal
yang sama pada saat dijawab imam nawawi
rahimahullah imam yang terkenal sebagai
pemimpin mazhab syafiiah punya banyak
buku-buku yang masyhur seperti Riyadus
shihin majmu imam nawawi Beliau
mengatakan dalam Syarah Sahih Muslim
kalau hadis bahwasanya yang menjelaskan
Ayahku dan Ayahmu di neraka jelas
menjelaskan ayah Nabi Sallallahu Al
wasallam meninggal dalam keadaan kufur
dan hadis tentang ibunya juga tidak bisa
didoakan ya dia nabi minta izin ziarah
boleh tapi minta doakan tidak dibolehkan
atau istigfar tidak boleh ini menandakan
juga sudah jelas dan sebelumnya sudah
ada Azar ayahnya Ibrahim istrinya Nuh
dan Luth gitu kan Ini pendapat Imam
Suyuti rahimahumullah semuanya
mengatakan enggak kemungkinan orang tua
Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam masuk
dalam ahli fatrah ahli fat artinya orang
yang masih ada masa transisi antara nabi
dengan nabi kemungkinan mereka akan
dikembalikan kepada Allah mengujinya
nanti di akhirat Allah mengujinya ya dia
beriman atau dia tidak beriman seperti
itulah maka ini Tentunya teman-teman
sekalian khilaf di antara ulama dan kita
baca di sini bukan saya sengaja bahas
sebagaimana kita tahu buku ini kita
niatkan untuk membedahnya dari awal
sampai akhir dan beliau sudah mengangkat
juga Imam qurtumi dengan bijaksananya
perselisihan pendapat di anara ulama
Saran saya Saran saya ini tidak ini
bukan sebuah materi yang harus dijadikan
sebagai bahasan tapi karena dinukil dari
para ulama maka dinukil kita kembalikan
urusan nabi Sallahu alaih Wasallam
kepada Allah subhanahu wa taala sudah
kita kembalikan seperti itulah ya Jadi
tidak perlu lagi di permasalahkan
masalah ini apalagi dibesar-besarkan
gitu kan Ini kesannya yang mengkafirkan
orang tua Rasulullah ini kesannya yang
mengatakan dia orang tuanya di surga
Untuk apa kita perselisikan masalah itu
sekali lagi kalau kalau misalnya
pertanyaan dilempar ini ya dan orang
yang melempar ini sering terulang maka
bertakwalah kepada Allah ini enggak
boleh lagi ditanya enggak usah ditanya
sudah tanya masalah hukum Halal Haram
bahasan ini seperti Imam qurtubi
termasuk orang yang sudah lama meninggal
dan para ulama-ulama muslimin begitu
pula dengan Imam Nawi dan Imam sujudti
yang sudah membahas masalah ini maka
kita kembalikan sekali lagi urusannya
kepada Allah subhanahu wa taala yang
berpegang pada dalil ini haknya dia yang
mempertahankan yang lain Itu haknya dia
tapi di sini kita bahas karena terlintas
di buku kita ini dan saya saya sudah
coba simpulkan kalau yang paling baik
adalah kembalikan urusan ini kepada
Allah subhanahu wa taala ya kita tinggal
yang berpegang pada dalil tadi silakan
yang mempertahankan silakan itu hak
masing-masing tapi tidak ada saling
menyalahkan karena kadang-kadang
Subhanallah saya lihat ee di dalam
majelis-majelis ilmu ini seperti ada
orang entah dia hadir tujuannya untuk
ngacauin aja nih pengalaman saya begitu
ya sering ada pertanyaan yang aneh-aneh
gitu pertanyaan yang tidak perlu
berulang-ulang ditanya yang sudah Ya
sudah enggak perlu lagi sudah dijelaskan
sebelumnya Misalnya persisian di antara
ulama kemudian dia sengaja nanya ditanya
lagi di majelis yang sama di sana di
sana Lalu dijadikan sebagai sebuah
cuplikan yang bisa mengganggu muslimin
dan kesatuan umat Islam dan ukhuwah di
Indonesia tertama dan di negaranegara
lain sekali lagi masing-masing kembali
kepada pendapatnya dan kita lebih baik
ya kembalikan ini kepada Allah subhanahu
wa taala khusus masalah ini jadi saya
berharap sebentar kalaupun bertanya
sudah tidak membahas lagi masalah ini
tanya tema yang lain yang berhubungan
dengan sub bahasan kita wallahuam baik
mungkin sampai sini saja Bapak Ibu
sekalian bahasan kita mudah-mudahan apa
yang kita bahas hari ini bermanfaat buat
kita tentu kalau ada benar dari Allah
kalaui saya mohon dimaafkan
subhanakallahum W biihamdika Ashadu alla
ilaha illa anta astagfiruka wa atubu
ilai wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh
y