Transcript
08-qqjBjKuA • At-Tadzkirah #3 – Bab Mati: Hal-Hal yang Mengingatkan Mati dan Akhirat - Khalid Basalamah
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/khalidbasalamah/.shards/text-0001.zst#text/0173_08-qqjBjKuA.txt
Kind: captions Language: id asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah tidak pernah berhenti kita memuji Tuhan kita Allah yang kita sangat yakin dia sedang mendengar melihat dan mengetahui seluruh gerak-gerik kita dan dia memang telah memerintahkan kita agar selalu bersyukur dan memujinya dan dijadikan itu sebagai penyebab utama segala kebutuhan kita untuk roda kehidupan di muka bumi ini dipenuhi olehnya juga kita panjatkan selanjutnya salam hormat kita yang juga diperintahkan oleh S Pencipta Allah kepada pemimpin semua manusia pemimpin seluruh anak Adam baik di dunia maupun di akhirat orang yang telah membawa risalah langit yang terakhir tidak ada lagi nabi dan rasul setelahnya dan mengucapkan satu kali salam hormat kepada manusia terbaik ini dibalas oleh Allah secara langsung 10 kali tambahan Rahmat atau karuninya Maka sangat wajar kalau kita selalu membacakan selawat dan Taslim kepada nabi besar Muhammad sallallahu waa alihi wasahbihi wasallam melanjutkan bahasan kita dari Kitab attazkirah yang ditulis oleh Imam Syamsuddin alqurtubi rahimahullah masalah bekal menghadapi kehidupan Abadi atau akhirat dan kita akan masuk ke bahasan bab baru hal-hal yang mengingatkan dan akhirat serta menyebabkan zuhud terhadap dunia saya perlu titik beratkan dulu kalau Islam tidak pernah sama sekali melarang kita untuk menikmati dunia bahkan dianjurkan dalam Islam untuk menikmati apa yang Allah telah halalkan asal tidak berlebih-lebihan bahkan dianjurkan saya katakan tadi sekali lagi dianjurkan untuk menggunakan pakaian yang baik menikmati rumah yang besar menikmati kendaraan yang bagus itu semua tergambarkan di dalam agama Islam Islam Bukan agama yang kotor Islam Bukan agama yang jorok Islam Bukan agama yang mengenal namanya gagal semuanya keberhasilan kesuksesan tetapi Islam menekankan sekali ada kehidupan Abadi selain dunia ini dan itu harus lebih menonjol di dalam jiwa setiap muslim sehingga dunia ini ditunggangi untuk mengejar kehidupan yang abadi itu jadi ibaratnya kita punya rumah sekarang kecil kita sudah membeli sebidang tanah yang besar sudah dalam proses pembangunan pada saat rumah itu sudah siap Maka Saya yakin karena rumah itu lebih mewah Lebih bagus lebih luas lebih strategis saya yakin begitu sudah selesai kita sudah tidak sabar untuk pindah ke sana dan rumah kecil ini kita akan tinggalkan begitu sebenarnya perumpamaan dunia dan akhirat Jadi sebenarnya kita di rumah yang kecil sempit di dunia ini semuanya di mulai kata Hasan Basri rahimahullah dunia ini sulit untuk digambarkan dengan akhirat karena dunia dimulai dengan tangisan waktu bayi baru lahir semuanya menangis dan diakhiri dengan ditangisi dan di antara kedua tangisan tersebut penuh dengan suka duka sakit gangguan orang kekurangan harta masalah-masalah yang dihadapi Sementara Akhirat dimulai dengan mati yang tidak ada lagi mati setelahnya dan akan abadi dengan kenikmatan jadi seorang muslim tahu kalau dia boleh menikmati semua dunia ini selama itu dihalalkan bahkan bagian daripada ibadah keliru kalau ada orang mengatakan bahwasanya Islam itu Maaf kalau mau zuhud kalau mau mengejar akhirat kita harus lupakan dunia udah harus makan roti kering udah harus pakai baju yang kotor pakai sandal jepit saja ya tidak usah pakai kendaraan yang bagus rumahnya kotor pun gak masalah dunia akan ditinggalkan ini Keliru bukan bagian daripada syariat kita kita tahu Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam memiliki 11 rumah di Madinah karena beliau berpoligami dan punya 11 orang istri yang memang tidak boleh bagi umatnya mengikuti itu tentunya ini jumlah untuk Nabi saja Tapi beliau punya 11 rumah di setiap rumah di setiap istri ada pembantu dan di setiap rumah ada satu ekor unta kalau unta di zaman dulu ini sekarang mobil Alfat gitu Ya Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam memiliki beberapa orang pembantu beliau sendiri yang nyiapin khusus sendal nabi sama siwaknya itu Abdullah bin Mas'ud yang khusus membelanjakan kebutuhan Nabi di pasar ada Anas IBN Malik kalau kita baca historinya begitu ada yang khusus menyiapkan dan merawat kuda dan unta nabi itu menaikkan pelananya misalnya itu ada kir-khira namanya dan Sekian banyak orang termasuk ada ayah dan anak Zaid bin haritah dan usamaah bin Zaid radhiallahu anhum ajmain ini adalah orang-orang yang membantu nabi Alaihi salatu Wasalam dalam segala kebutuhan beliau jadi kita tidak melihat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam itu hidupnya susah ada yang mengatakan bahwasanya nabi itu rumahnya kecil Nabi Sallallahu Alaihi wasallamnya kecil karena enggak ada anaknya memang anak-anak yang didapat dari Khadijah di Makkah sudah pada besar Waktu hijrah ke Madinah kalau kita lihat fase hidup di Madinah Alaihi salatu Wasalam maka sudah tidak ada anak dari istri-istrinya Khadijah sudah meninggal anaknya juga sudah mulai besar Waktu hijrah di Madinah bukan anak-anak kecil dari sekian istri cuma satu yang melahirkan Maria itu pun anaknya meninggal Ibrahim masih kecil memang enggak butuh rumah besar dia sama istrinya saja Alaihi Wasalam baik rumahnya nabi dari tanah liat Ustaz betul dari tanah lihat zaman dulu memang orang dari tanah lihat buat rumahnya Tapi bukan berarti itu kumuh gitu kan banyak hadis nabi justru yang mengingatkan kepada kita seperti Innallaha jamilun yuhibbul Jamal Allah itu indah suka dengan keindahan Jamil atau Jamal dalam bahasa Arab ini bisa berarti Indah rapi bersih wangi masuk dalam semua itu maka dikatakan Innallaha Jamil Allah itu indah bersih rapi ya yuhibbul Jamal suka dengan itu semua kita t Dalam Islam kita diperintahkan untuk ada mandi wajib mandi Jumat mandi junub ya mandi haid dan nifas kita tahu juga Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam biasa berendam dengan air panas di musim dingin air dingin di musim panas ya menggunakan serbuk-serbuk yang wangi di tubuh beliau gemar sekali ya menumpahkan minyak Min wangi sampai kadang-kadang dari rambut Nabi Sallallahu alaii wasallam itu netes minyak wangi saking banyaknya yang disemprotin dan kalau sahabat bersalaman sama nabi Sallahu alaii wasallam mereka mengatakan Kami mendapatkan wangi dari tangan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam itu sampai 3 hari jadi saking senangnya dengan itu dan beliau mengatakan dicintakan dunia ini kepadaku sehingga aku mau menjalaninya karena ada wanita yang akan jadi istri yang jadi ibu ya istri yang dinaungi ibu yang dibakti dan ada anak ya yang dididik dan juga aku mencintai dunia ini karena adanya wangi-wangian jadi Islam menyuruh kita itu baik Ustaz ada hadis Bukhari kalau Aisyah berkata radahu anha dulu kami di rumah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tidak menyalakan api selama sebulan berarti nabi enggak masak di rumahnya sebulan ada orang mengatakan itu berarti nabi juga melalui fase kelaparan ini keliru ini dia tidak baca hadisnya lengkap akhir hadis kata kata Aisyah kami pernah pernah pernah itu berarti cuma sekali kami pernah di rumah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam selama sebulan tidak Nyalakan Api maksudnya tidak masak tapi penutupan hadis ada ada tambahan penutupan hadis kata Aisyah dan kami tidak mengkonsumsi kecuali aswadain aswadain ini air putih sama kurma jadi pernah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam kata para hadis Mestinya Kita santun dengan nabi dan bersangka baik nabi sedang melakukan terapi untuk beliau dengan keluarganya makannya kurma dengan putih dan ini memang orang-orang herbal paham masalah ini sebenarnya kalau ada orang yang ingin menerapi kesehatan dia Coba dalam sebulan itu konsumsi kurma sama air putih saja enggak makan yang lain ini bukan berarti orang susah dan kurma itu makanan elit pada zaman itu ya makanan yang sangat luar biasa sampai orang-orang Arab dulu kalau mau beli kurma mereka sengaja ke Madinah karena dianggap kurma itu makanan yang elit gitu apalagi kurma Madinah belum juga kita tahu ada kurma Ajwa kurma khas Madinah yang bisa mengobati dari sihir memang sangat baik Ya sebenarnya sangat baik cuma ini orang banyak salah paham jadi nabi sallahuaihi wasallam menikmati dunianya bukan tidak ya dan kalimat zuhud berarti mendahulukan akhirat dari dunia bukan meninggalkan dunia untuk akhirat sebagaimana definud sudah sering kita sebutkan sebenarnya ini dijelaskan dalam surah alqasas ayat 77 kanzubillahya akun kejar apa yang Allah janjikan di akhirat jadikan target utama surga semua Senyum kita gerak-gerik anggota tubuh kita niat kita perbuatan semuanya untuk surga dan jangan lupakan bagianmu dari dunia ini zuhud silakan nikmati tapi Semua tertuju kepada akhirat Ya tentu teman-teman sekalian orang yang cerdas adalah orang yang menunggangi dunianya ini untuk mendapatkan yang terbaik di akhirat ya kan itu yang dimaksud dengan orang mukmin yang mengingat mati dan akhirat serta yang menyebabkan zuhud dalam judul Kita ini diangkat oleh Imam qurtubi dimulai dengan statement beliau muslim telah meriwayatkan masih imam muslim dari Abu Hurairah radhiallahu Anhu Dia berkata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam pernah berziarah ke kubur ibunya tiba-tiba beliau menangis dan membuat orang-orang di sekiningnya ikut menangis beliau bersabda aku telah meminta izin kepada Tuhanku untuk memohon ampun untuk ibuku tapi tidak diizinkan dan aku telah meminta izin untuk menziarahi kuburnya maka dia Allah mengizinkan aku maka dari itu berziarah kuburlah kalian semua karena ziarah kubur itu mengingatkan mati hadis ini diriwayat imam muslim nomor 970 en saksi bahasan kita adalah akhir potongan hadis ini maka dari itu berziarah kuburlah karena kalian semuanya atau Kal Kamu sekalian karena ziarah kubur itu mengingatkan mati artinya sambil kita menjalankan aktivitas di dunia kita sering seringlah mampir menziarahi kubur melihat batu nisan di yang Lahat itu Ya kita ambil pelajaran kalau kita juga akan menuju ke sana dan itu fakta sesehat apapun seseorang Walaupun Bapak Ibu Makan tiap hari makanan yang berkualitas nomor satu minum vitamin yang paling bagus olahraga setiap hari kalau tiba ajalnya mati walaupun orang itu sakit parah dirawat di rumah sakit sekian tahun kalau ajalnya belum datang tidak akan mati artinya mati akan datang tapi beruntunglah orang yang sudah mempersiapkan diri untuk itu dalam hadis Ibnu Majah meriwayatkan dari Ibnu masudin rahu Anhu bahwa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda juga dan hadis ini diriwayatkan Ibnu Majah nomor 1571 kuntu nahaitukum an ziaratil quburi fazuruha fainnaha tuzahidu Fid Dunya watzakirul akhirah aku pernah melarang kalian kamu sekalian menziarahi kubur maksudnya fase Mekah di fase Mekah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam pernah melarang sahabat menziarahi kubur karena mayoritas kubur-kuburnya orang-orang kafir dan kubur umat Islam masih sangat sedikit dikhawatirkan jadi fitnah bagi umat Islam karena kalau kita lagi ziarah kubur kita lihat seseorang di sebelah lagi buat sesuatu kita bisa terpengaruh untuk melakukannya orang-orang musyrik banyak ritual-ritualnya yang mereka lakukan yang jauh dari agama Islam di kuburan maka Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam larang sahabat saya dulu larang kalian Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bahkan mengatakan dalam fase Mekah Allah melaknat para wanita yang menziarahi kubur gitu kan Apalagi ibu-ibu pada saat itu kalau mereka ziarah kubur masih baru pertama masuk Islam malah takut terbawa perasaan mencontohi perbuatan-perbuatan orang gitu ya Tapi waktu fasem Madinah kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam aku pernah melarang kalian semua ziarah kubur maksudnya fase Makkah laki-laki dan perempuan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam melarang pada saat itu maka sekarang ziarahilah di fase Madinah ziarahi karena sudah ada kuburan khusus umat Islam sudah lebih aman karena ziarah kubur itu menyebabkan sikap zuhud terhadap dunia maksudnya adalah menunggangi dunia untuk dapat akhirat itu makna zuhud Jadi bukan meninggalkan dunia tapi mendahulukan akhirat dari dunia dan mengingatkan akhirat Artinya kita tahu ada tempat pulang kita yang sebenarnya ini mirip juga dengan sabda Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yang lain perumpamaan saya dengan dunia ini seperti orang yang sedang musafir yang sedang penat lalu kemudian dia mampir ke sebuah pohon untuk istirahat sebentar Lalu dia pergi masuk ke dalam sub bahasan hukum ziarah kubur bagi laki-laki dan perempuan menurut kesepakatan para ulama ziarah kubur bagi kaum laki-laki hukumnya sunah Adapun bagi kaum perempuan hukumnya diperselisihkan bagi para remaja putri keluar ke kuburan adalah haram kalau anak-anak muda ya yang kira-kira masih belum paham agama atau mungkin masih sering Bercanda sama teman-temannya ya sudah biasa kadang-kadang anak SMP anak SMA kadang-kadang tidak mengenal tempat bawaannya sering mau bercanda ya kita lihat mungkin anak-anak kita seperti itu maka itu ulama mengatakan Sebagian ulama mengatakan itu diharamkan bagi mereka karena nanti kuburan bukan malam mengingat akhirat Mala dijadikan sebagai bahan-bahan Bercanda ya Mah main-main ya apalagi mereka-mereka yang tidak beriman atau kurang beriman S Allah bisa buat maksiat kita tahu di kuburan di Indonesia kadang-kadang mereka buat maksiat ya tidak kenal itu kuburan yang untuk mengingat akhirat tapi malah berzina di situ ya malah melakukan hal-hal yang haram makanya ulama mengatakan untuk remaja ini dilarang gitu loh wanita perempuan Kalau Putri sedang para wanita tua Maksudnya di sini jangan tersinggung dengan kalimat tuanya ya artin yang sudah merasa dirinya bukan ABG lagi ya mereka dibolehkan keluar ke kuburan dan mubah hukumnya mubah berarti dia boleh saja datangi manakala keluarnya terpisah dari kaum laki-laki tanpa ada perselisihan pendapat mengenai dibolehkannya dalam hal ini insyaallahu taala berarti larangan kalau ibu-ibu baca Terutama ibu-ibu ada hadis Allah melaknat wanita wanita yang menziarahi kubur itu fase Mekah hadis menjelaskan tentang fase Mekah ya termasuk juga ada larangan sebenarnya bagi wanita ikut mengantar jenazah di awal dikuburkan karena takutnya dia terbawa perasaan Mungkin yang meninggal suaminya anaknya orang tuanya terus dia nangis-nangis histeri nanti itu malah masalah atau mungkin keluar mengantar jenazah sementara mereka tidak tutup aurat Ya tadinya Mungkin orang ngantar jenazah sambil memikirkan akhirat laki-lakinya malah terguda dengan dia ya maka ini semua bab-bab yang harus ditutup tentunya ya tapi kalau misalnya ibu-ibu secara khusus sekarang ada orang tuanya sudah meninggal Dia kalau mau pergi keluar misalnya antar Anaknya sekolah dia lewat kuburan itu mampir ya dan ziarah kubur ini tidak harus masuk ke dalam Misalnya ini pagar kuburan kita mampir di mobil ke Parkirannya niatkan ziarah kubur Ucapkan salam dan doa itu sudah ziarah kubur Nah jadi tidak harus masuk ke dalam khusus turun walaupun boleh saja dan yang paling sering Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam lelakukan Justru itu beliau kalau datang ke kuburan bqi beliau tidak pernah secara khusus datang ke satu-satu kuburani situ banyak kuburan sahabat Tapi beliau berdiri di gerbang bqi sambil mendoakan semuanya sambil mendoakan semuanya kalau kita sekarang kayak tadi saya bilang Misalnya simpelnya kita lagi adaara mampir di kuburan ada orang tua kita mampir di sebelahnya Ucapkan salam doain kita jalan n seperti itulah apalagi sekarang juga banyak fitnah-fitnah yang terjadi kadang-kadang di kuburan ya ada- Ada saja orang orang-orang yang melakukan hal-hal yang aneh-aneh kayak tadi saya bilang ya mungkin dia lihat Ada orang mengambil tanah kuburan orang tuanya lalu dia ikut-ikutan mungkin ada orang melakukan ritual tertentu lalu dia ikut-ikutan kita tidak tahu ya seperti kasus banyaklah kita tahu di kuburan sekitar kita yang membawa air bunga-bunga kembang segala macam yang Nabi tidak pernah Contohkan itu gitu lalu Dikatakan oleh Beliau dengan demikian maka sabda Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ziarahilah kubur adalah bersifat umum Adapun mengenai tempat dan waktu yang dikhawatirkan timbul fitnah dikarenakan berkumpulnya kaum laki-laki dengan kaum wanita maka hukumnya tetap tidak boleh dan tidak halal yakni manakala seorang laki-laki keluar keluar ke kuburan untuk mendapatkan pelajaran tiba-tiba melihat seorang wanita lalu dia pun tergoda sehingga menjadi fitnah atau sebaliknya atau malah si perempuan tadi yang kena fitnah dari para laki-laki yang sedang mengantar jenazah maka maka masing-masing laki-laki dan wanita itu mendapat pahala dan sekaligus dosa hal ini sangat jelas kata beliau allahuam ya Jadi ini penekanannya nanti dikhawatirkan tadinya mau niat dapat pahala ngantar jenazah atau ziarah kubur Malah dapat dosa dengan adanya campur Baur antara laki-laki dan perempuan oleh karena itu ulama sangat menganjurkan kalau seorang muslimah mau menziarahi kubur maka dia hindari waktu-waktu yang lagi padat yang banyak laki-laki desak-desakan gitu kan apalagi memang Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Alhamdulillah tidak mengikat kita dengan waktu tertentu dalam ziarah kubur sehing kita bebas waktunya Kapan kita merasa nyaman nabi sahu wasallam pernah ziarah kuburaki pagi hari pernah sore hari pernah malam hari malah ya di hari sebelum beliau sakit alaihiatu wasalam beliau sempat menziarahi Bi di malam hari kata beliau Sebagian ulama berpendapat bahwa kutukan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam terhadap para wanita yang menziarahi kubur tentu di situ dilihat ada putotne nomor satu ya Ee ada keterangan tentang dari buku mana saja tentang hadis itu terjadi sebelum ada ruksah atau keringanan berziarah kubur Adapun setelah beliau memberi ruksah ruksah artinya keringanan ya maka kaum laki-laki dan kaum wanita pun masuk ke wilayah penguburan tapi apa yang telah kami Sebutkan terdahulu adalah yang benar wallahuam artinya harus dihindari masalah-masalah fitnah remaja-remaja Putri yang bisa jadi fitnah orang yang terbuka auratnya bercampur baurnya banyak laki-laki dan perempuan sehingga susah untuk lewat karena padatnya kuburan tersebut ini semua harus dihindari dan diriwayatkan dari Ali Bin Abi Thalib radhiallahu Anhu bahwa dia pernah keluar ke kuburan setelah dekat dari kuburan maka dia berkata Hai ahli kubur beritahu kami tentang keadaan kalian atau kami yang memberi kabar kepada kalianapun kabar dari kami bahwa hartamu telah dibagi-bagi istri-istrimu telah menikah lagi tempat-tempat tinggalmu telah dihuni orang lain kemudian Ali berkata demi allah Andaikan mereka bisa bicara niscaya mereka akan berkata kami tidak melihat bekal yang lebih baik daripada takwa arti Ali Bin Abi Thalib waktu itu jalan dan dia ingin menasihati dirinya dan orang di sekitarnya lalu dia mengatakan sambil menghadap ke kuburan tersebut Hai ahli kubur beritahu bukan bukan berarti orang kubur bisa mendengar ya bukan itu yang dimaksud karena Allah subhanahu wa taala mengatakan dalam al-qur'an azubillahim minasyaitanirrajim innaka la tusmiu manfil kubur Ya Allah subhanahu wa taala berfirman kepada nabinya Sallallahu Alaihi Wasallam Sesungguhnya kamu tidak bisa Hai Muhammad memperdengarkan orang yang dikubur tidak bisa mendengar mereka mereka juga tidak bisa mendengarmu karena mereka hidup di alam Barah gitu kan berbeda alamnya berbeda dimensinya berbeda gitu tapi Ali memberikan pelajaran di sini Hai ahli kubur beritahukan kepada kami tentang kalian Ali sudah tahu tidak mungkin bicara atau kami akan memberi kabar kepada kalian berarti maknanya memang yang bisa bicara cuma kami yang masih hidup kalian tidak bisa bicara maka Adapun kabar dari kami bahwa hartamu telah di bagi-bagi orang yang sudah mati jadi warisan gitu kan sebanyak apapun harta yang dia miliki dibagi istrimu telah menikah lagi ya beliau karena laki-laki beliau membicarakkan itu ya berarti artinya sudah bukan lagi status istrimu sekarang Dan juga tempat-tempat tinggalmu telah dihuni orang-orang lain artinya mungkin sudah dijual oleh ahli waris penghuninya sudah berpindah seperti kita kalau beli rumah orang cuma mengatakan Oh itu dulu rumahnya Si Fulan sekarang sudah rumahnya Si Fulan ya kemudian Ali berkata untuk memberikan nasihat dirinya dan orang-orang sekitarnya demi Allah andaiada andai kata mereka bisa bicara perhatikan di sini kalimat ini penting berarti orang mati tidak bisa bicara sebagian orang menyalahgunakan ini menganggap dia bisa bicara dengan orang kubur mengajak ngobrol dari mana ini ajak ngobrol orang mati ya ini Ali Bin Abi Thalib sahabat nabi yang mulia sudah memberikan gambaran kalau mereka tidak akan bisa bicara dan Allah telah berfirman ya dalam ayat tadi yang saya bacakan engkau tidak bisa memperdengarkan atau mendengar orang-orang yang dikubur kalau mereka pun bisa bicara pasti mereka akan jawab Kami tidak melihat bekal yang lebih baik daripada takwa dan ini pesannya Ali radhiallahu Anhu artinya kalau orang mati bisa bicara maka mereka akan mengatakan sungguh semua itu kami menyesal kenapa kami fokus dulu sementara kami lupa dengan ketakwaan artinya kepatuhan kepada Allah lalai banyak ketaatan yang ditinggalkan banyak pelanggaran yang dilakukan Abu alathiah pernah bertutur indah dalam syairnya sungguh menakjubkan apabila manusia memikirkan mengoreksi diri dan menghitung-hitung kesalahan sadar diri penuh pemahaman dan niscaya mereka tinggalkan dunia menyeberang ke negeri lainnya Bukankah dunia itu bagi mereka sekedar jembatan menuju ke sana tiada kemuliaan yang patut dibangga selain kemuliaan orang yang takwa esok saat berkumpul mereka di padang mahsyar yang perkasa hendaklah manusia sekalian menyadari benar tentang kenyataan bahwa takwa dan kebaikan dan kebajikan adalah sebaik-baik harta simpanan artinya ini peringatan-peringatan Tentunya untuk seseorang muslim tahu kalau dia sedang menuju kepada kehidupan abadinya jangan lahirkan musuh-musuh yang siap akan berhadapan dengan kita di akhirat dan juga jangan siapkan dosa yang akhirnya memberatkan timbangan amal buruk kita Saya sudah pernah Ingatkan dan saya ulangi lagi menuju ke akhirat bahwalah dua hal dan jangan bawa dua hal bawalah amal saleh dan teman-teman yang Saleh teman-teman yang nanti bisa bantu kita kalau kita butuh dengan amal saleh di akhirat selalu berteman dengan orang yang baik saja orang yang rajin ibadah yang buruk-buruk ini sudah enggak usah enggak perlu yang masih bisa mengajak kita ke diskotek yang bisa mengajak kita berbuat hal-hal haram karena orang tidak bisa tahu hari ini imannya kuat besok bisa rendah ya kita terpengaruh manusia itu adalah makhluk sensitif sekali Apa saja yang kita dengar kita bisa terpengaruh Maka hati-hati jangan buka pintu itu kenal orang ya tapi sahabat Enggak teman ngobrol teman jalan enggak boleh harus orang baik bawa itu amal saleh dan teman yang saleh dan jangan bawa dua hal jangan bawa dosa dengan teman yang buruk ya teman buruk nanti akan saling menuntut itu hari kiamat saya diskuti karena orang ini yang ajak Enggak dia saya ajak tapi dia sendiri yang mau ribut bertengkar gitu kan ak Nanti saling tuntut itu banyak ayat al-qur'an yang menjelaskan masalah itu dan juga pernah saya jelaskan e Bapak Ibu sekalian tentang eh orang saleh dan salhah nya yang patuh di dunia Ini sebenarnya juga menikmati dunia ya kalau seandainya kita ini orang yang berusaha untuk patuh pada Allah tidak dapat makanan sehingga kelaparan ya tidak bisa ee mendapatkan prestasi dunialah mungkin titel pendidikan mungkin harta tidak bisa menikmati kendaraan mungkin lain ya dan orang kafir aja nikmati Mungkin orang masih berpikir tapi ini enggak orang beriman itu Naman enak hidupnya dia nikmati makanan bahkan diperintahkan ibadah lagi orang kafir dia nikmati dunia tapi tidak ada ibadahnya tidak diterima sama Allah kita diterima semua ibadahnya nikmat dunianya dan juga mendapatkan yang terbaik gitu ya Dan kalau adil Saya sudah pernah bilang pertemukan tentang keadaan kita dengan orang yang sepadan dengan kita kalau kita seorang kemudian pendapatannya Rp5 juta di sebelah rumah kita ada tetangga orang kafir tapi dia seorangusaha yang kaya kita mungkin pakai biasa pakai motor dia sudah pakai mobil yang mewah lalu kita bilang itu orang kafir dikasih sama Allah ini enggak adil pertemukan orang kafir itu sama orang muslim yang sepadan dengan dia sama-sama kaya pertemukan antara keadaan kita yang gajinya cuma R juta atau 5 juta gaji pekerjaan atau 5 juta ini dengan orang yang seperti kita gajinya baru kita tahu itu ya karena kalau kita lihat orang kafir banyak yang menderita banyak banyak sekali jadi bukan kita bukan orang mukmin muslim saja yang sakit mereka juga sakit mereka sehat juga kita sehat Cuma bedanya kita semua bisa jadi pahala ibadah yang kita kerjakan dan juga cobaan akan menjadi pembersihan terhadap dosa-dosa saya berapa kali ketemu sama orang kafir kenalan saya temukan susah hidupnya gitu kan saya pernah didatangi seseorang jemaah dari Lombok bok Allah yarham sudah meninggal kemudian dia datang ketemu saya di restoran waktu itu pulang umrah kemudian ketemu diaang balik Lombok dia datang berapa minggu kemudian ternyata Ditemani sama satu temannya orang non mususlim dari Jakarta sini termasuk orang kaya raya Jadi mereka ada bisnis partner bisnis Dia bilang saya datang sama teman saya Ustaz non muslim o silakan duduklah orang non muslim di sebelahnya dia enggak banyak bicara Awalnya si muslim ini biasa ketemu Ustaz pasti banyak bertanya hukum ini hukum itu saya jelasin semua rupanya sementara di dia bertanya masalah rumah tangga masalah pekerjaan masalah segala macam ini dia dengar nih orang nonmuslimin lalu dia bilang Ustaz saya juga bisa bertanya Enggak saya bilang silakan tapi saya jawab dalam jawaban dengan sesuai dengan agama Islam dia bilang enggak apa-apa yang tadi ditanya ini sebenarnya masalahnya sama saya hadapi yang kadang-kadang istrinya ribut dengan ini yangang anaknya begini yang kadang-kadang begini masalahnya sama dihadapi tapi solusi tadi yang disampaikan itu kayaknya bagus sekali gitu banyak hal yang ditanya sama dia saya jawab Islam mengajarkan begini Pak kalau Islam itu jadi ternyata dari kisah yang dia sampaikan itu rumit sekali hidupnya walaupun mobilnya mewah walaupun rumahnya mewah ternyata itu utang banyak utang sana sini masalah sama orang ditipu orang lain juga banyak masalahnya ya jadi orang beriman senya punya kimat karena dia hanya Disuruh cari yang terbaik dunia silakan ada cobaan-cobaannya Iya tapi itu juga sabar ada kata kunci sabar untuk mendapatkan pembersihan dosa dan juga peningingan derajat dan di akhirat dia dapat sebar orang kafir tidak seperti itu keadaannya kita masuk ke subbahasan lain pengaruh ziarah kubur terhadap hati manusia tadi itu hukum yang sebelumnya hukum ziarah kubur kata para ulama rahimahumullah tidak ada nasihat yang lebih efektif terhadap hati manusia selain ziarah kubur terutama terhadap hati yang keras ada empat cara bagi orang yang berhati keras bila hendak mengobatinya ini menurut imam qurtubi rahimahullah yang pertama menghentikan diri dari kebiasaan-kebiasaan buruk dan beralih ke mana majelis-majelis ilmu ya Jadi Bapak Ibu hadir begini ini melunakkan hati kita karena kita mendengarkan apa yang Allah sampaikan apa yang dilarang Apa yang diperintahkan ya guna mendengarkan nasihat dan peringatan ancaman dan anjuran ancaman terhadap dosa-dosa sehingga masuk neraka anjuran untuk mengerjakan amal saleh sehingga masuk surga dan hikmah-hikmah tentang kisah orang-orang Saleh Karena semua itu dapat melunakkan hati dan menyembuhkannya dengan cepat ini Imam qurtubi ini orang yang sudah lama meninggal ya beliau menceritakan seperti juga keadaan kita sekarang jadi tidak ada bedanya sebenarnya Cuma perbedaan mungkin sekarang dengan adanya teknologi saja manusia sama saja gitu kan jadi majelis ilmu dititik beratkan oleh Beliau kalau orang yang mau melunakkan hatinya artinya kalau dia rasa kenapa ya saya enggak mau ibadah kenapa ya Saya suka rasanya mau melanggar agama Kenapa saya malas salat malam misalnya Saya malas seodekah ya maka Ini hatinya keras ada sesuatu di situ yang pertama yang melunakkan adalah majelis ilmu yang kedua mengingat mati kata beliau yakni seringki mengingat suatu pemutus segala kelezatan pemisah jamaah jamaah maksudnya kelompok teman-temannya sudah enggak bisa kumpul lagi dan penyebab anak-anak menjadi yatim sebagaimana diterangkan pada pembahasan yang lalu Maksudnya masalah kematian dikisahkan bahwa seorang wanita mengadu kepada Aisyah radhiallahu anha tentang kekerasan hatinya maka nasihat Aisyah sering seringlah mengingat mati niscaya hatimu akan lunak wanita itu melaksanakan nasihat tersebut sehingga hatinya benar-benar lunak akhirnya dia datang lagi untuk menyampaikan terima kasihnya kepada Aisyah radhiallahu anha bahkan para ulama mengingat mati e berkata tentunya mengingat mati itu bisa mencegah dari kemaksiatan melunakkan hati yang keras menghilangkan rasa bangga terhadap dunia dan meringankan rasa derita dalam musibah-musibah di dunia Ya ini manfaat empat poin ya di garis bawah dikasih angka di atasnya itu ulama berkata mengingat mati itu bisa mencegah dari kemaksiatan ini poin satu manfaat besar jadi kalau bapak ibu berusaha sering ngingat mati ziarah kubur membaca fadilah-fadilahnya termasuk buku ini dipilih untuk itu sebenarnya kita membuat majelis ini untuk itu mengingatkan kita kepada kematian dan kehidupan abadi di akhirat sehingga dunia kita laluin dan bukan dijadikan target semua untuk mencapai yang terbaik di akhirat sana dan otomatis kalau sudah di majelis ilmu seperti ini pasti Bapak Ibu bisa rasakan sekali saja hadir ada seperti penahan untuk berbuat dosa ya ya kalau sudah ada tawaran berbat dosa bubah dari majelis ilmu itu rasanya kayaknya enggak boleh nih agama ya itu sekali dua kali dia hadir tiga kali dia hadir berkali-kali Dia hadir lebih kuat lagi ya Yang kedua melunakkan hati yang keras maksudnya hati keras ini hati yang malas gak pernah berzikir ada orang Subhanallah dalam keseharian lewat tidak pernah lisannya mengatakan Allahu akbar misalnya atau Subhanallah atau Astagfirullah atau La haula wala quwwata illa Billah atau membaca satu ayat ada orang bukan cuma sehari berhari-hari berlalu bangun tidur sampai tidur lagi semuanya urusannya dunia ini mengeraskan hati ini kemudian yang ketiga menghilangkan rasa bangga terhadap dunia biasanya orang kalau jauh dari zikrullah hatinya keras maka tentu dia akan berbangga-bangga itu mobil saya itu rumah saya ini penisbatan benda dengan saya dan aku ini dihilangkan aja Hah itu rumahku itu mobilku ini nanti kalau mati Kunya hilang ini tinggal Bendanya saja jadi k mana mobilnya ada mobil di sana Alhamdulillah ini mobilnya ya Bu Iya Pak ini titipan Allah kan enak ya Ini mobil saya baru beli kemarin jadi bangga dengan itu padahal itu sebenarnya kebetulan saja kalau dia enggak dibawa ke liang lahat itu akan pindah nama nanti jadi penisbatan benda sama saya dan aku ini coba dihindarilah ya jaal lebih baik gitu yang terakhir meringankan rasa derita dalam musibah-musibah di dunia kalau orang lagi sakit ada cobaan Oh iya dunia akan dilaluin maka dengan mengingat mati Jadi ringan semua itu ini cara yang kedua untuk melunakkan hati dengan mengingat ingat mati yang ketiga kata beliau Dar tadi empat hal itu yang saya suruh kasih angka masih masuk di poin kedua ya masalah mengingat mati kan kata beliau tadi di sub bahasan kita ada empat hal yang bisa melunakkan hati ya majelis ilmu kemudian mengingat mati yang ketiga menyaksikan orang yang akan meninggal dunia memperhatikan orang mati dan menyaksikannya ketika sedang sakarat serta mengamati perubahan raut muka dan tubuhnya setelah benar-benar mati semua itu akan dapat memutus Kerinduan hawa nafsu kepada kelezatan-kelezatan dan dapat melindungi hati serta mengusir kesenangan-kesenangan amarahnya bahkan menahan pelupuk mata dari tidur menahan tubuh dari bersenang-senang dan membangkitkannya untuk terus beramal dengan lebih bersungguh-sungguh Maksudnya di sini bersenang-senang pada kemaksiatan ya karena Bersenang pada hal yang halal tadi sudah saya bilang dibolehkan orang berhubungan biologis suami istri boleh halal tapi dia berzina ini yang maksudnya Bersenang yang salah dia makan yang haram itu salah ya dia mencari pendapatan yang haram itu salah tapi kalau dia nikmati halal ini tidak masuk dalam tadi teguran ini dikisahkan pula al-han al bashri salah satu ulama tabiin rahimahullah pernah berkunjung ke seseorang yang sedang sakit ternyata orang itu sedang dalam sakaratil maut al-han melihat betapa susah dan pedih yang dialaminya maka dia pun pulang ke rumah dengan perubahan Roma muka tidak seperti ketika berangkat keluarganya menyapanya musnya istrinya ingin makan Semoga Allah selalu merahmatimu maka dia berkata Hai keluargaku di sini Sebenarnya kalau bahasa Arab ahli ahli itu lebih kepada istri ya terjemahannya di sini keluarga dia ba panggil dia bilang sama istrinya Hai istriku jawab alhan juga ada anak-anak di situ kalian sajalah yang makan dan minum demi Allah baru saja aku melihat kematian yang untuknya aku berbuat selama ini sampai aku mengalaminya sendiri kelak nanti maksudnya kalau kita misalnya baru lihat orang mati kemudian kita syok melihat itu ya E mungkin Secara kejiwaan maka kita menunda makan dan minum di situ Itu bukan hal yang buruk positif saja karena itu efek yang positif sama saya bilang kalau Boba dari majelis ilmu kalau bapak ibu niatnya ikhlas Biasanya kita merasa lebih ingin beribadah takut buat dosa itu jangan dihilang ya jangan dibilang Kenapa saya begini nih tiba-tiba dia Coba tinggalkan tidak rangkul itu itu saya bilang kalau masih ingat Pertemuan Yang Lalu seperti Bodyguard Kita sebenarnya ilmu Iman ini seperti pengawal-pengawal kita kalau jalan kayak lagi diawasi mau buat ini jangan mau buat itu jangan kita mau lalai enggak kerjakan jadi kita lagi diawasi Maka jangan tinggalkan itu tentunya kata beliau itulah perkara a yang suyokyanya dilakukan oleh orang yang keras hatinya dan selalu berbuat dosa guna mengobati penyakitnya dan mengatasi godaan-godaan setan dan tipu dayahnya jika ketiganya bisa bermanfaat maka cukuplah tapi jika terasa berat berarti kekerasan hatinya telah parah dan dorongan-dorongan dosa sudah kuat membelenggu kalau memang Demikian maka perlu memperhatikan nasihat selanjutnya yang keempat menziarahi kubur orang-orang yang sudah meninggal dunia hal ini akan dapat memberinya apa-apa yang tidak bisa diberikan oleh obat yang pertama kedua dan ketiga tersebut di atas oleh sebab itulah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda berziarah kuburlah kalian semua atau kamu sekalian karena ziarah kubur itu dapat mengingatkan mati dan akhirat serta menjadikan zuhud terhadap dunia hal itu karena obat yang pertama Hanya berupa mendengar dengan telinga kan tadi majelis ilmu bekalnya mendengar ada orang Subhanallah dengan mendengar bisa sadar semoga Insyaallah kita termasuk ini ya Cukup dengar Oh ya sudah ini enggak boleh tinggalin itu positif sekali yang kedua masalah mengingat mati Hanya berupa Pemberitahuan kepada hati ke mana manusia akan kembali adapun yang ketiga ya berfungsi ini tadi yang ketiga adalah menyaksikan orang yang meninggal dunia berfungsi sebagai ancaman dan peringatan ketika menyaksikan secara langsung orang yang akan meninggal dan begitu pula dengan menziarahi kubur muslimin yang telah meninggal berarti melihat dengan mata kepala maka kedua obat yang terakhir ini lebih efektif daripada pertama dan kedua dalam hal ini Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda laisal khabaru Kal muayanah hadis ini diriwayatkan Ibnu Abbas Ya maksudnya melalui Ibnu Abbas radhiallahu anhuma dan penulis belum menemukan perawinya dari mana Berarti ya tidaklah seperti halnya orang yang melihat dengan mata kepala ya maaf berita tidaklah seperti halnya melihat dengan mata kepala Jadi maksudnya orang yang melihat langsung dengan orang yang cuma mendengar beda tentu efek secara kejiwaan Kendati pun demikian mengambil pelajaran dengan cara menyaksikan keadaan orang yang akan meninggal dunia tidak bisa dilakukan setiap saat ya Bahkan peristiwa kematian itu sering tidak bertepatan waktunya dengan orang yang ingin mengobati hati maka tidak bisa dilakukan kapan saja artinya melihat orang yang mati tidak semua bisa tidak setiap saat bisa terjadi karena kita tidak tahu siapa yang akan meninggal Kalau kebetulan ada yang kita bisa lakukan berbeda dengan ziarah kubur Adapun cara ini bisa dilakukan kapan saja secara tepat secara lebih cepat dan manfaat yang bisa diambil darinya pun lebih layak dan nyata maka bagi orang yang berniat ziarah kubur hendaknya melaksanakan Tata caranya yang benar dan hadirkan hatinya dikala masuk ke kep pelatarannya Jadi bukan sekedar berputar-putar meriringi nisan-nisan belaka karena seperti itu bisa juga dilakukan oleh binatang ternak nauzubillah kata beliau orang yang berziarah kubur itu terlebih dahulu berniat untuk memperoleh Rida Allah karena itu ibadah memperbaiki kerusakan hatinya atau memberi manfaat kepada si mayit dengan membacakan al-qur'an yang dibaca isinya yang dibaca di sisinya ini akan diterangkan lebih lanjut nantinya Insyaallah nanti akan ada keterangan tentang amal-amal yang bisa sampai kepada si mayit perlu diperhatikan juga kata beliau hendaklah menghindari berjalan di atas kuburan atau duduk di atasnya ketika masuk ke pukuran ya Jadi kita cuma boleh di pinggirnya enggak boleh di atasnya tidak boleh diinjak itu adal larangan ya dan lepaslah sandal ini termasuk adabnya sebagaimana diajarkan dalam berbagai hadis tidak lupa juga ucapkan salam lalu berbicaralah kepada ahli kubur seolah-olah berbicara kepada orang-orang yang masih hidup yakni mengucapkan Asalamualaikum Dar kamin mukminin salam sejahtera atas kamu sekalian Hai penghuni Negeri kaum mukminin demikianlah salam kepada ahli kubur yang pernah diucapkan oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yang diucapkan dengan menyebut kata Dar atau Negeri rumah sedang yang dimaksud adalah para penghuninya itu beliau menyapa dengan ungkapan huruf Kaf dan mim men kaum atau kum ya kata ganti untuk yang berakal karena orang Arab biasa menyebut nama tempat sedang yang dimaksud adalah penghuninya tadi dalam doanya ya Asalamualaikum Dara kaumin ya keselamatan bagi kalian wahai penghuni ya negeri atau Tempat kaum Mukminin apabila peziarah melewati kuburan mayit yang dia kenal maka terlebih dahulu dia mengucapkan salam dengan ucapan Asalam alaikasalam ya dalam kaitan ini at-tirmidzi telah meriwayatkan dalam kitabnya Jami bahwasanya ada seorang laki-laki menemui Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Sera mengucapkan alaikasalam maka nabi S wasallam menegurnya mengatakan la takl alaikalam fana alaikalam tahiyatul May Jangan engkau mengucapkan alaikasalam karena alaikasalam ya adalah penghormatan untuk mayit hadis ini hadis sahih diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi nomor 7400 ya 02 itu tadi masalah ucapan e salam untuk orang kubur itu Asalamualaikum Dara kail mukminin itu disebutkan imam muslim nomor 249 sama 974 empat ya Jadi kalau orang mengucapkan salam ya alaikasalam kan sebenarnya alaikasalam untukmu keselamatan gitu kan kalau kita ini khusus untuk orang mati kalau orang hidup asalamualaika kan Lain ya jadi seperti Terbalik ya Bahasanya tapi dalam pengaturan tapi ini maknanya berbeda sedikit berbeda Jadi asalamualaika itu kita mengatakan keselamatan untukmu dengan berharap dia pun membalas itu maka jawabannya Waalaikumsalam tapi kalau kita mengatakan alaikasalam dari awal maka berarti untukmu keselamatan tapi saya kita tidak berharap ada balasan respon karena hanya untuk dia saja makanya Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam menegur sahabat yang mengatakan kepada beliau Bukan asalamualaika tapi dia mengatakan alaikasalam nabi mengatakan jangan mengucapkan alaikasalam Karena itu adalah kata sambutan dan doa untuk orang mati peziarah hendaknya berhadapan dengan wajah si mayit pada kubur yang diziarahinya seperti halnya ketika berbicara dengannya semasa masih hidup ketika masih hidup berbicara dengan yang sopan dengannya ialah dengan berhadapan muka maka demikian pula di sini sesudah itu mengambil pelajaran dari orang yang telah berada di dalam tanah itu dia Sudah terpisah dari keluarga dan para kekasihnya padahal sebelumnya dia adalah Panglima bala tentara yang memimpin Sekian banyak pasukan bersaing dengan teman-teman dan keluarga lainnya mengumpulkan harta dan menyimpannya dalam gudang-gudang tiba-tiba datanglah maut pada waktu yang tidak diduga-duga bersama dengan berbagai kesusahan yang tidak dia inginkan maka hendaklah peziarah itu memperhatikan Bagaimana keadaan kawan-kawannya yang telah pergi dan mati mendahuluinya mereka dulu telah mencapai angan-angan dan berhasil mengumpulkan harta tapi bagaimanakah angan-angan yang telah mereka raih yang tiba-tiba terputus dan harta yang telah mereka kumpulkan ternyata tidak berguna bagi mereka debu telah menghapus wajah-wajah mereka yang tampan anggota-anggota tubuh berceraiberai dalam kubur sementara istri-istri yang mereka tinggalkan menjadi Janda Dan anak-anak mereka dirudung kenistaan menjadi yatim orang-orang yang dulu pernah menjadi pengikutnya kini juga berjalan sendiri-sendiri ke berbagai negeri tentu ini semua penjabaran tentang masalah manfaat menziarahi kubur gitu kan peziarah itu hendaknya ingat pula bahwa orang-orang yang telah mati itu semasa hidupnya di dunia sering memuaskan hajat mereka getol sekali untuk memperoleh Apa saja yang mereka inginkan punya hasrat yang besar dan tergiur untuk melakukannya dengan berbagai cara Bahkan mereka ingin sekali agar tetap sehat dan awet muda Maka selanjutnya peziarah Harus melihat dan menyadari bahwa seperti itu juga yang terjadi pada dirinya artinya dia ambil pelajaran dia duduk dekat kuburan dia lihat kuburan itu dia Perhatikan Kalau orang ini dulu seperti saya hidup punya angan-angan punya hasrat ya punya orang-orang yang disukai punya musuh-musuh tapi sekarang tidak ada semuanya sudah terputus ya peziara Harus melihat dan menyadari bahwa seperti itu juga yang terjadi pada dirinya permainan foya-foya dan kelengangan terhadap kematian dan kehancuran cepat sekali mengenaskan ya ee ee apa namanya dan kehancuran cepat lagi mengenaskan akan menimpa dirinya juga padahal semua yang hidup bernasib sama yaitu pasti mati maka dari itu hendaklah peziarah menghadirkan hatinya Ingatlah orang yang dulu pernah mondar-mandir memenuhi hasrat-hasrat hatinya Bagaimana kedua kakinya sekarang sudah hancur orang-orang yang dulu bersenang-senang melihat apa saja di sekelilingnya kini matanya sudah meleleeh orang yang dulu tajam perkataannya bagai pedang terhenus dengan kepandaian bicaranya kini lidahnya nya beku dimakan e ulat orang yang dulu bisa tertawa menikmati hidupnya yang mewah kini tanah telah merusak gigi-giginya perhatikanlah tempat dan kondisi yang akan dialami peziarah pun sama seperti orang yang berada dalam kubur itu dengan mengingat dan mengambil pelajaran seperti itulah maka akan hilang segala kecemburuan duniawi lalu siap sepenuhnya untuk melakukan amal-amal ukhra artinya dunia ditunggangi untuk beramal amal akhirat selanjutnya peziarah itu akan bersikap zuhud terhadap dunia dan siap siaga untuk mematuhi Allah subhanahu wa taala pemimpinnya ya Masia yang akan memandunya pada kebaikan dengan demikian hatinya menjadi lunak dan anggota-anggota tubuhnya menjadi khusyuk wallahuam sebag ulama Salaf bahkan Bapak Ibu sekalian Mereka ada di antara mereka yang sudah menggali liang lahat di belakang rumahnya bukan untuk nanti dia mati tapi setiap hari sebelum tidur dia selalu masuk ya duduk di situ sesaat gara-gara itu dia enggak pernah ketinggalan salat tahajud ada orang di antara mereka membeli kain kafan kemudian meletakkan di tempat yang sering dia duduk ya maka dia letakkan di situ dan dia sering lihat ya maka membuat hatinya lunak dengan itu Ya jadi banyak upaya-upaya mereka mereka lakukan tujuannya Sebenarnya bukan menakut-nakuti diri tapi untuk mengontrol supaya tidak salah karena bahaya sekali Saya sudah pernah bilang dosa itu seperti becek kalau sedikit saja injak masuk di sendal kita sudah enggak nyaman Bagaimana dengan orang yang jebur di situ bajunya semua kotor badannya kotor dan kalau sudah kotor seperti itu tidak bisa hanya sekedar kita mengatakan hilanglah lalu hilangak cukup kalau hati kita sudah kita jerumuskan dalam dosa kita sudah buka misalnya komunikasi dengan lawan jenis atau kita sudah coba Coba buka pintu-pintu sudah melangkah ke situ walaupun baru sedikit seperti orang kena becek tadi gimana cara membersihkannya haru disiram sama air plus ditunggu kering baru bisa dipakai Maaf mau bersin enggak jadi nah normal manusiawi Yang jelas orang kalau buat dosa bapak ibu sekalian seper saya Bayangkan saja contoh itu seperti sandal yang kena becek kita kalau mau bersihkan tidak bisa kita dengan kata-kata bersihlah kamu terus tiba-tiba sendal kita kering seperti awal supaya nyaman dipakai enggak bisa artinya harus kita Lepas dulu disiram air dulu gitu kan itu pun tunggu kering begitu hatinya orang yang sudah buka pintu dosa makanya seperti zina Allah bilang Laina jangan dekatin tu zina jangan mulai karena kalau kita mulai melihat mulai ngobrol nanti manusia lemah bisa terjerumus sehebat apapun dia mau menjaga dirinya kalau dia sudah membuka pintu itu bahaya itu baru orang yang tadi saya kasih contoh kalau sendalnya kena becek sedikit Bagaimana kalau dia sudah terlanjur terjerumus bajunya semua kotor badannya kotor semua harus dibuka sama dia buka semua dicuci semuanya badannya juga mandi tunggu kering baru nyaman seperti awal kan susah untuk apa dosa Bapak Ibu sekalian untuk diketahui dan dihindari bukan untuk dicoba enggak usah coba-coba yang kita sayangkan ini sinetron film-film menggambarkan tentang dosa itu harus dicoba kayak gambarnya anak SMP SMA anak-anak yang ABG yang mestinya mereka itu kita tanamkan keimanan bayangkan kalau bapak ibu sekarang sudah merasakan keimanan mau komitmen ibadah takut buat dosa itu tertanam pada anak-anak anak remaja kita kan luar biasa itu sebenarnya gitu kan Tapi ini enggak gambarannya hamil di luar nikah narkotika jahat sama orang tuanya lari dari rumah ee kurang ajar sama gurunya ya tidak lulus sekolah apalah ya bukan prestasi maka itu tertanamkan akhirnya Kalau mau lulus coret-coret bajunya ya tawuran kapan lagi Ini masa muda salah Keliru ini bukan saatnya menikmati dosa ya kalau kita berhasil menjaga anak kita Bapak Ibu sekalian Okelah yang berlalu dari kita sudah selesai kita jaga mereka bukan seperti kita mereka harus punya prestasi-prestasi itu akan menjadi amal J buat kita pembersih dosa kita yang lalu karena itu perbuatan baik dan mereka kita sudah Tata hidupnya jangan lagi terjurumus pada terjurumus pada kita ada banyak ibu-ibu jilbab anak perempuannya enggak pakai jilbab kenapa dulu juga saya pakai jilbab setelah menikah loh kok keburukan diwariskan ini nih hah kok mewariskan Jadi kalau dulu hamil di luar nikah Enggak apa-apa dia juga pacaran hamil luar nikah saya juga dia juga nikah kok kok diwariskan keburukan enggak sekarang dia harus menikah tanpa ada pacaran Biarin dia nikmati pertama seksualnya dengan halal itu yang benar harusnya begitu kan dari kecil dia sekarang sudah harus pakai jilbab ya dia sudah pakai cadar Kalau dia mau pakai cadar Biarin anak saya Alhamdulillah warupun masih kecil masih SD dia sendiri yang minta pakai cadar silakan pakai istri saya sempat tanya engak apa-apa Biarin dia pakai dia yang mau dan dia sendiri merasa itu nyaman saya tanya nak pakai enak iya enggak apa-apa enak malah nyaman gitu dia merasa nyaman sudah Alhamdulillah biarin jangan sampai kita baru kenal pakaian Syari ini sekarang mau anak-anak kita nanti umur seperti kita juga kalau umurnya sampai kalau enggak kalau dia meninggal masih remaja gimana kan gitu dan kita sebagai orang tua juga bertanggung jawab ini dan pendidikan-pendidikan yang membawa pada kebaikan kayak Pesantren misalnya malah itu di nomor duak kan di nomor kan Pesantren hanya tempat pelarian orang yang gagal masuk di negeri tempat ee orang yang nakal ini nakal sekali pesantrenin aja nih Padahal di pesantren diajar salat Li waktu saya pernah lalui Pesantren azan ada pengurusnya datang ayo salat salat ditegasin pergi ke masjid di sekolah di kelas hafal ayat al-qur'an hafal hadis kisah sahabat kan bagus disiplin mandiri ada pesantren yang suruh cuci baju sendiri gitu kan kami harus cuci baju sendiri belajar dari kecil gitu kan maka akhirnya alhamdulillah bagus terbentuk pribadi yang bagus sayang cuman dianggap itu adalah susahlah nyusahin anak-anak lah P sebenarnya tidak pendidikan kan kita tidak lepas status Kita sebagai orang tua tidak akan berkurang kalau ada Alhamdulillah sekolah-sekolah Islam yang kita Yakin bagus kita bisa didik anak kita alhamdulillah tapi ini memang sudah harusnya jangan diwariskan keburukan tersebut ya yang pernah kita lakukan baik kita akan tutup ee bab kita ini dengan subbab yang diangkat oleh Imam qurtubi tentang nasib ayah bunda Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam di akhirat nanti tentu kita tutup dengan ini kalau ada pertanyaan nanti sesuai dengan tema tentunya baru nanti kita akan masuk doa ketika memasuki wilayah pekuburan dan hukum menangis di sisi kuburan itu nanti pertemuan akan datang di sini Imam qurtubi berkata ada sebuah hadis yang berlawanan dengan hadis yang tercantum pada awal bab ini yakni hadis yang dikeluarkan oleh Abu Bakar Ahmad bin Ali alkhatib dalam kitabnya assabi wallahiq dari Abu has Umar bin eh syahin dalam kitabnya annasikh Wal mansukh hadis tersebut ada dalam kedua kitab itu dengan isnad yang sama dari Aisyah radhiallahu anha Dia berkata Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam menunikan Haji Wada bersama kami suatu ketika beliau lewat beliau lewat denganku di sebuah jalan di atas bukit al-hujun ya tiba-tiba beliau menangis sedih dan memilukan maka aku pun ikut menangis karenanya Kemudian beliau melompat turun maksudnya turun dari untanya lalu berkata Hai Humaira Berhentilah menangis maksudnya Hai Aisyah jangan sampai kau menangis Berhentilah di sini ada puntut nomor satu Ibnu jauzi rahimahullah mengatakan dalam Almanar ya almunif ya di halaman 89 bahwa setiap hadis yang ada kata-kata ya Humairah atau alhairah adalah dusta buatan manusia biasa jadi di sini hadis ini dianggap adalah hadis yang ditolak Al para ulama hadis karena Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam kalau dalam menjelaskan hukum tidak tidak memanggil dengan nama Humairah ya tapi mengatakan Aisyah karena Humairah adalah julukan saja ya untuk Aisyah dan tapi tidak dimasukkan dalam teguran-teguran di sini maka aku bersandar di sisi unta beliau sendiri menghindar dariku beberapa saat lamanya lalu kembali kepadaku dengan gembira dan tersenyum akhirnya aku berkata kutebus engkau dengan ayah bundaku Jadi maksudnya orang-orang Arab biasa menggunakan sumpah ini ya artinya ayah dan ibuku lebih eh anda lebih aku muliakan dari ayah dan ibuku ini biasak biasa digunakan untuk Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam nabi tentu lebih tinggi darada orang tua kita kata Aisyah kutebus engkau dengan ayah ibundaku wahaiasullah engun sisiku menangisih Danil maka aku pun menangis karena tangisanahasullahemudi engau kali kepadu dengan gemba danersenyum ada apa wah Rasullah beliau menjaab aku kub ibuku am dan akuohon kepada allahhunya lalu dia beriman kepadaku atau beliau beliau katakan lalu dia beriman dan Allah Azza waalla pun mengembalikannya di sini bisa dilihat fo note nomor du khusus hadis ini ya kalau ada yang menemukannya lihat pendapat para ulama hadis maudu makzub maudu artinya hadis yang sengaja dibuat makzub artinya [Musik] dusta dikeluarkan oleh Ibnu jauzi dalam almauduat ibnuayim Al jaauziah men susun sebuah buku namanya almauduat isinya hanya hadis-hadis palsu saja jilid 1 halaman 283 dengan isnadnya kepada Aisyah radhiallahu anha dan dia katakan hadis ini maudu tanpa diragukan orang yang membuatnya sedikit pemahamannya tentang agama dan tidak berilmu Andaikan Dia berilmu niscaya dia tahu bahwa orang yang mati dalam keadaan kafir maka tidak bermanfaat imannya meskipun dia menyatakan beriman Setelah dia dihidupkan kembali tidak kata beliau bahkan Andaikan Dia menyatakan beriman kepada ee ketika melihat kenyataan pada waktu sakarattil maut itu saja sudah tidak bermanfaat dan untuk membantah hadis tersebut cukuplah dengan firman Allah Taala lalu dia mati dalam kafir ya Maka itulah yang sia-sia amalnya di dunia dan di akhirat dan mereka itu penghuni neraka mereka Kal dalamnya dalam surah Albaqarah ayat 217 ini tentu statement Ibnu qayyim aljauziyah ya jangan buru-buru menghakiminya kita baca sampai tuntas ya kemudian dan sabda Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam masih diputne saya baca ini masih di bawah lanjutan di halaman 35 bagian atas putotnote ya tulisan yang kecil itu dan sabda Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dalam Sahih Muslim aku telah meminta izin kepada Tuhanku untuk memohon ampun untuk ibuku tapi dia tidak mengizinkan aku ya demikian pula kata syekhuna Abul fadl bin nashir hadis ini maudu karena ibunda Rasulullah S wasam meninggal di abwa sebuah desa terletak antara Makkah dan Madinah dan dikbur di sana bukan di alhujun hujun ini eh salah satu wilayah kayakak kita kecamatan di Makkah ya salah satu yang membuktikan kalau hadis ini palsu selain memang para ulama mengatakan hadis ini palsu tidak pernah ada panggilan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Humairah dalam RI dalam dalam panggilan hadis seperti ini tapi itu julukan kalau nabi hanya memanggil secara panggilan sayang misalnya dan itu jarang sekali nabi guna makan gitu kan itu kemudian Yang kedua juga dalam hadis ini disebutkan kalau nabi menemui atau mendatang kuburan ibu beliau Sallallahu Alaihi Wasallam di hujun ya Dan ini keliru tidak bertulak belakang dengan hadis yang sahih riwayat Imam muslim kalau ibu Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam meninggal di abwa abwa jarak E apa eh sebuah wilayah antara Makkah dan Madinah dan hadis ini juga dinyatakan maudu oleh asyaukani dalam alfawa dan mulia Ali alqar dalam alasral almarfuah ini semua ulama-ulama yang menyusun buku-buku hadis ya kemudian asuhaili kita pindah sekarang ke halaman 35 tapi di tulisan besar induk bahasan sementara menyebutkan dalam kitab arraud alunuf dengan isnad yang memuat tokoh-tokoh majhul majhul itu tidak jelas statusnya majhul artinya tidak jelas statusnya ya Jadi kalau dalam sanad hadis itu biasanya kalau orang yang tidak ditahu siapa dia tinggal di mana tidak ada rekomendasi para ulama di zamannya maka istilahan dengan majhul enggak Jelaskan untuk menetapkan hadis itu sahih atau tidak adnya harus jelas Fulan meriwayatkan dari Fulan dari Fulan dari sahabat nabi dari dari Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam jadi orang-orang ini tahu jelas lahir di mana Tinggal di mana Apa perkataan ulama tentang dia baru dinilai hadis ini adalah hadis yang sahih kata Imam qurtubi kita sedang membaca buku beliau ini bukan statement saya jadi kita jangan buru-buru menghakimi sampai selesai beliau menyampaikan sementara asuhaili menyebutkan dalam kitab beliau arraud alunuf dalam isadnya yang memuat tokoh-tokoh majhul bahwa Allah subhanahu wa taala telah menghidupkan di hadapan nabi Ayah Bunda beliau lalu keduanya beriman kepada beliau perhatikan putot note nomor satu angka nomor satu di bawah mungkar Jiddan kata beliau artinya ini rusak sekali riwayat ini tidak pernah ada disebutkan dari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ini Ibnu Katsir berkata tentang hadis ini dalam kitabnya albidayah Wan Nihayah di jilid du halaman 200 1 hadis mungkar Jiddan Jidan itu mungkar sekali enggak mungkin nabi disebutkan dari nabi hadis seperti ini jadi orang tuanya dihidupkan di hadapan beliau kemudian keduanya beriman gitu Meskipun mungkin saja hal itu terjadi dengan melihat kekuasaan Allah Taala tapi yang yang yang diriwayatkan secara tabit atau yang sudah pasti otentik dalam hadis sahih berlawanan isinya Dengan hadis ini wallahuam Ini kata Imam pengarang buku al-qurtubi rahimahullah berkata di sini tidak ada pertentangan Alhamdulillah karena dihidupkannya kedua orang tua Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam terjadi belakangan yakni setelah adanya larangan beristigfar untuk keduanya dengan dalil bahwa bahwa hadis Aisyah itu terjadi pada Haji Wada demikian pula Ibnu syahin menjadikannya Nasikh terhadap berita-berita tersebut di atas artinya ini semua terhapus Dengan hadis riwayat Imam muslim yang beliau mengatakan aku memohon istigfar kepada Tuhanku untuk ibuku dan tidak diizinkan saya katakan kata beliau di atas di atas tegas-tegas dibantah oleh hadis lain riwayat Imam muslim dari Anas radhiallahu Anhu bahwa lelaki seorang laki-laki berkata Wahai Rasulullah Di manakah Ayahku maka Rasulullah menjawab di neraka dan ketika penahnya ee penanya Maaf ketika penanya itu Beranjak Pergi beliau memanggilnya Seraya berkata sesungguhnya Ayahku dan Ayahmu neraka ini hadis riwayat Muslim nomor 203 dan juga dibantau oleh hadis riwayat Salamah bin Yazid aljfi antara lain dikatakan ketika beliau melihat kesedihan yang kami alami Beliau berkata dan ibuku pun bersama ibu kalian berdua jadi ada anak Yazid in aljfi ibunya meninggal dalam keadaan kufur maka mereka sedih Dia bersaudara sedih kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bagi keduanya Ibuku pun bersama dengan ibu kalian begitulah bantahannya kata penulis Andaikan peristiwa dihidupkannya Ayah Bunda Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam itu benar sementara itu Ya saya juga pernah mendengar bahwa Allah telah menghidupkan Paman beliau Abu Thalib lalu dia beriman kepada beliau allahuam kata beliau di sini nomor tiga ini juga masuk dalam hadis yang batil dan maudu ini Put note nomor 3 di bawah ya karena sebagaimana diriwayatkan secara Tsabit ada diriwayatkan yang benar dari sahih Bukhari dan Sahih Muslim bahwa Rasulullah sallah mendatangi Abu Thalib ketika dia akan meninggal ternyata di sana sudah ada Abu Jahal dan Abdullah bin Abi Umayyah maka berkatalah nabi Hai Pamanku ucapkan Lailahaillallah dengan kalimat ini aku hendak memberi pembelaan untukmu di hadapan Allah maka Abu Jahal dan Ibnu Abi Umayyah berkata Apakah engkau ha Abu Thalib Ya sudah tidak suka lagi kepada agama Abdul Muthalib begitulah seterusnya Abu Thalib tetap menganut agama Abdul b dan enggan mengucapkan Lailahaillallah akhirnya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda demi Allah aku memohon ampun untukmu selagi aku tidak dilarang maka turunlah firman Allah tidak sepatutnya bagi seorang nabi dan orang-orang beriman meminta ampun kepada Allah untuk orang-orang musyrik walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabatnya sendiri sudah jelas bagi mereka bahwa orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka dalam surah at-taubah ayat 113 jadi ayat ini turun karena kasus Abu Thalib yang tidak mau mengucapkan Lailahaillallah tadi dan diriwayatkan pula secara Tsabit tabit artinya benar dalam sahih Bukhari dan Sahih Muslim bahwa Abu Thalib itu ahli neraka yang paling ringan azabnya begitu pula dalam Sahih Muslim nabi sallah wasallam menyatakan semoga syafaatku bermanfaat bagi Abu Thalib pada hari kiamat sehingga dia ditempatkan di neraka yang dangkal yang hanya mencapai mata kakinya saja namun menyebabkan otaknya mendidih jadi syafaat yang paling tinggi yang Nabi bisa lakukan untuk pamannya adalah meringankan siksa di neraka tapi enggak bisa keluar karena meninggal dalam keadaan kufur menurut ya di sini yang disampaikan oleh Imam qurtubi adalah tidak boleh kita berbicara kecuali dengan ilmu tentu saja kalau kita berbicara tentang Abu Thalib bukan kita menghina Abu Thalib sama sekali tidak tapi penyampaian dari nabi begitu gitu kan maka kita sampaikan apa adanya seperti itulah ya ini yang dimaksud oleh Imam qurtubi ya Sekali lagi saya membaca dan Bapak Ibu pegang bukunya ini bukan statement dari saya ya Oleh karena itu pantas jika ada yang mengatakan bahwa hadis tentang berimannya ayah bunda nabi Sam maudu atau palsu dan dibanta oleh alquranim dan ijma perhatikan firman Allah subhanahu wa taala kata beliau dalam surah Annisa ayat 18 yang bunyinubillahir dan tidak pula diterima tbat orang-orang yang mati sedang mereka dalam keadaan kekafiran maksudnya Barang siapa yang mati dalam keadaan kafir maka keimanannya setelah dihidupkan kembali tidak bermanfaat baginya bahkan jika beriman saat melihat kenyataan menjelang ajal tiba seperti kasus Firaun rohnya sudah mau dicabut baru dia bilang saya beriman kepada yang diimani oleh Bani Israil gitu kan keimanan itu juga tidak bermanfaat lagi maka Bagaimana bermanfaat kalau hal itu terjadi pada orang yang dihidupkan atau setelah dihidupkan kembali dalam kitab tafsir ada pernyataan bahwa Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam pernah berkata Andaikan aku tahu apa yang telah dilakukan kedua orang tuaku maka turunlah ayat dalam surah Albaqarah 119 audzubillahim minasyaitanirrajim wala tus'alu an ashabil jahim dan jangan kamu minta dan kamu tidak diminta pertanggungjawaban tentang para penghuni neraka al-qurtubi berkata cerita di atas disebut oleh alhafiz Abu Khattab Umar bin dihya tapi ini perlu ditinjau kembali karena keutamaan-keutamaan dan kekususan kususan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam selalu terjadi berturut-turut dan sambung menyambung sampai dengan wafatnya beliau maka boleh jadi ini pun termasuk keutamaan dan kemuliaan yang diberikan Allah subhanahu wa taala Kepada beliau memang dihidupkannya kembali kedua orang tua Nabi Sallallahu Alaihi wasam bukanlah hal yang tidak mungkin baik menurut akal ataupun syarak ya kata beliau kemudian kita lihat putot note nomor 1 kecil kata beliau bahkan menurut syarak tidaklah mungkin karena Allah subhanahu wa taala berfirman Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa Syirik Annisa 48 dan 116 jadi siapapun yang mati dalam keadaan Syirik dan kafir bagaimanapun padahal Allah telah memperingatkan nabi tentang dengan FirmanNya Jika kamu mempersekutukan Allah niscaya hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang- yang merugi dalam surah azzumar ayat 65 meskipun mustahil jika para nabi musyrik tapi nyatanya peringatan itu ada barang siapa yang menegaskan bahwa dalam soal Syirik itu tidak ada pilih kasih meski terhadap Nabi sendiri maka apalagi terhadap ayahnya Ibunya dan Pamannya Artinya Nabi sendiri diingatkan tadi dalam al-qur'an surah Zumar ayat 65 kau tidak boleh berbuat Syirik Hai Muhammad karena kalau kau Syirik terhapus semua amalmu walaupun kata beliau Imam qurtubi bilang mustahil nabi berbuat Syirik tapi peringatan itu ada kalaupun ada nabi kerjakan maka tetap hapus amalnya bagaimana dengan orang-orang yang ya Yang jelas belum beriman maksud maksud beliau begitu kata beliau memang dihidupkannya kedua orang tua Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bukanlah hal yang tidak mungkin bagi baik menurut akal ataupun syarak di dalam al-qur'an pun ada cerita tentang dihidupkannya seseorang yang telah dibunuh oleh Bani Israil lalu orang itu memberitahukan siapa pembunuhnya Nabi Isa Alaihi Salam telah menghidupkan orang-orang mati demikian pula nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam telah menghidupkan sejumlah orang yang telah meninggal jika itu semua benar maka apa yang mencegah berimannya kedua orang tua Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam setelah dihidupkan kembali Sebagai tambahan kemuliaan dan keutamaan beliau di samping riwayat-riwayat lain tentang hal-hal tersebut di atas yang semua itu merupakan kekhususan bagi beberapa orang tertentu yang meninggal dalam keadaan kafir Adapun kata-kata barang siapa yang mati dalam keadaan kafir maka imannya setelah dihidupkan kembali tidak bermanfaat tersebut diatas dibantah oleh berita yang diriwayatkan dalam sebuah khabar ya informasi bahwa Allah telah mengembalikan matahari kepada nabinya Sallallahu Alaihi Wasallam setelah ia terbenam berita di atas telah disebutkan oleh Abu Jafar attahawi lalu dia katakan ini adalah hadis yang tabit atau otentik maka jika dikembalikan matahari itu tidak bermanfaat dan bahwa waktunya Tidak bisa berulang niscaya tidak akan dikembalikan kepada nabi demikian pula soal dihidupkannya kedua orang tua beliau pasti ada manfaat ya Bagi beriman dan percaya mereka berdua kepada putranya Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam karena bukanlah Allah subhanahu wa taala telah mener terima iman dan Taubat kaum Nabi Yunus alaihi salam Padahal mereka semua sedang berada dalam azab Allah sebagaimana tertulis dalam al-qur'an ee demikian menurut sebagian pendapat jadi di sini Imam Ca mengangkat dua pendapat dalam masalah ini pendapat yang pertama yang dari bacaan tadi kita baca kecenderungan mengatakan orang Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam meninggal dalam keadaan kufur begitu pamannya Tapi beliau juga mengatakan Ada pendapat lain dari ulama yang mengatakan tidak seperti itu dan mereka membenarkan hadis tadi yang dianggap maudu itu dan mengatakan bukan mustahil orang tua Nabi dibangunkan kemudian beriman kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam walaupun sudah mati itu pendapat kata beliau Adapun jawaban mengenai Pernyata ayat di atas ialah bahwa pernyataan ini disampaikan sebelum mereka berdua beriman dan berada dalam azab tapi Allah jualah yang mengetahui dan bijaksana tentang segala urusannya yang gaib kalau kita simpulkan teman-teman sekalian pembahasan seperti ini pembahasan seperti ini secara khusus tidak perlu diangkat Tidak perlu dibahas gitu kan sering kali saya temukan di dalam majelis ilmu ditanya Di mana orang tua Rasulullah Di mana orang tua Rasulullah Ini pertanyaan seperti ini eh pertama secara hukum Syari tidak berguna buat kita ya gak ada gak ada satu perintah salat misalnya atau ibadah ini pertanyaan hanya untuk seperti sedang memastikan dan ini sudah diperselisihkan oleh ulama dari zaman dulu saya dulu tidak tahu kalau ini pertanyaan rupanya dilempar ternyata dalam hampir setiap majelis sering terulang seakan-akan orang yang sama yang bertanya saya lihat teman-teman yang lain juga ditanya hal yang sama pada saat dijawab imam nawawi rahimahullah imam yang terkenal sebagai pemimpin mazhab syafiiah punya banyak buku-buku yang masyhur seperti Riyadus shihin majmu imam nawawi Beliau mengatakan dalam Syarah Sahih Muslim kalau hadis bahwasanya yang menjelaskan Ayahku dan Ayahmu di neraka jelas menjelaskan ayah Nabi Sallallahu Al wasallam meninggal dalam keadaan kufur dan hadis tentang ibunya juga tidak bisa didoakan ya dia nabi minta izin ziarah boleh tapi minta doakan tidak dibolehkan atau istigfar tidak boleh ini menandakan juga sudah jelas dan sebelumnya sudah ada Azar ayahnya Ibrahim istrinya Nuh dan Luth gitu kan Ini pendapat Imam Suyuti rahimahumullah semuanya mengatakan enggak kemungkinan orang tua Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam masuk dalam ahli fatrah ahli fat artinya orang yang masih ada masa transisi antara nabi dengan nabi kemungkinan mereka akan dikembalikan kepada Allah mengujinya nanti di akhirat Allah mengujinya ya dia beriman atau dia tidak beriman seperti itulah maka ini Tentunya teman-teman sekalian khilaf di antara ulama dan kita baca di sini bukan saya sengaja bahas sebagaimana kita tahu buku ini kita niatkan untuk membedahnya dari awal sampai akhir dan beliau sudah mengangkat juga Imam qurtumi dengan bijaksananya perselisihan pendapat di anara ulama Saran saya Saran saya ini tidak ini bukan sebuah materi yang harus dijadikan sebagai bahasan tapi karena dinukil dari para ulama maka dinukil kita kembalikan urusan nabi Sallahu alaih Wasallam kepada Allah subhanahu wa taala sudah kita kembalikan seperti itulah ya Jadi tidak perlu lagi di permasalahkan masalah ini apalagi dibesar-besarkan gitu kan Ini kesannya yang mengkafirkan orang tua Rasulullah ini kesannya yang mengatakan dia orang tuanya di surga Untuk apa kita perselisikan masalah itu sekali lagi kalau kalau misalnya pertanyaan dilempar ini ya dan orang yang melempar ini sering terulang maka bertakwalah kepada Allah ini enggak boleh lagi ditanya enggak usah ditanya sudah tanya masalah hukum Halal Haram bahasan ini seperti Imam qurtubi termasuk orang yang sudah lama meninggal dan para ulama-ulama muslimin begitu pula dengan Imam Nawi dan Imam sujudti yang sudah membahas masalah ini maka kita kembalikan sekali lagi urusannya kepada Allah subhanahu wa taala yang berpegang pada dalil ini haknya dia yang mempertahankan yang lain Itu haknya dia tapi di sini kita bahas karena terlintas di buku kita ini dan saya saya sudah coba simpulkan kalau yang paling baik adalah kembalikan urusan ini kepada Allah subhanahu wa taala ya kita tinggal yang berpegang pada dalil tadi silakan yang mempertahankan silakan itu hak masing-masing tapi tidak ada saling menyalahkan karena kadang-kadang Subhanallah saya lihat ee di dalam majelis-majelis ilmu ini seperti ada orang entah dia hadir tujuannya untuk ngacauin aja nih pengalaman saya begitu ya sering ada pertanyaan yang aneh-aneh gitu pertanyaan yang tidak perlu berulang-ulang ditanya yang sudah Ya sudah enggak perlu lagi sudah dijelaskan sebelumnya Misalnya persisian di antara ulama kemudian dia sengaja nanya ditanya lagi di majelis yang sama di sana di sana Lalu dijadikan sebagai sebuah cuplikan yang bisa mengganggu muslimin dan kesatuan umat Islam dan ukhuwah di Indonesia tertama dan di negaranegara lain sekali lagi masing-masing kembali kepada pendapatnya dan kita lebih baik ya kembalikan ini kepada Allah subhanahu wa taala khusus masalah ini jadi saya berharap sebentar kalaupun bertanya sudah tidak membahas lagi masalah ini tanya tema yang lain yang berhubungan dengan sub bahasan kita wallahuam baik mungkin sampai sini saja Bapak Ibu sekalian bahasan kita mudah-mudahan apa yang kita bahas hari ini bermanfaat buat kita tentu kalau ada benar dari Allah kalaui saya mohon dimaafkan subhanakallahum W biihamdika Ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilai wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh y