Kind: captions Language: id asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah tidak hantti-hentinya kita memuji Tuhan kita Allah atas segala nikmat yang dilimpahkan kepada kita dan juga kita panjatkan salam hormat kita selawat dan Taslim k nabi besar Muhammad sallallahu ala alihi wasahbihi wasallam sebagaimana Allah telah memerintahkannya kepada kita melanjutkan bahasan kita dari kitab Riyadus shihin di bab sabar dan Pagi ini kita lanjutkan hadis nomor 32 hadis ini Berbunyi dari Anas radhiallahu Anhu Beliau berkata Mar nabi Shallahu Alaihi wasam qrinq itqah was amq in nabiahu alhi innahun Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam faatat Baban Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam falam tajidahu bawwabin faqat lam Arifka faqala innamrumatil Ula Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam pernah melewati seorang wanita yang sedang menangis di samping sebuah kuburan maka beliau bersabda takutlah engkau kepada Allah dan Bersabarlah maka wanita itu pun menjawab Pergilah Dariku karena engkau tidak ditimpa seperti musibahku wanita itu tidak mengenali Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam maka dikatakan kepadanya kepada wanita itu oleh seorang sahabat bahwa orang itu adalah nabi beliau adalah nabi maka perempuan itu atau dia langsung mendatangi pintu rumah nabi alaihiatu wasalam dia tidak menemukan penjaga pintu lalu dia berkata maaf Waktu itu saya tidak mengenali anda atau aku tidak mengenali anda maka Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda Sesungguhnya sabar itu adalah pada saat pertama Musibah menimpa hadis ini mutta alai kita kuatkan dulu dengan tambahan di bawahnya yang riwayat lain dalam riwayat Imam muslim ada tambahan bahwasanya dia si wanita tadi menangisi anaknya yang meninggal dunia hadis ini seperti biasa kita akan coba mengambil beberapa hukum atau hikmah dari hadisnya pelajaran yang pertama hukum bolehnya wanita menziarahi kubur hukum tentangleh ya wanita menziarahi kubur ya dan larangan hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yang berbunyi Allah melaknat wanita-wanita yang menziarahi kubur hadis ini disebutkan di Makkah di fase awal Islam Karena pada saat itu sulit sekali membedakan kuburan orang Islam sama kuburan orang kafir dan jumlah umat Islam sangat sedikit terlebih lagi banyak muslim-muslim pada saat itu orang tuanya meninggal dalam keadaan kafir di fase Mekah setelah hijrah ke Madinah ada hadis-hadis nabi sahu wasam yang berhubungan dengan masalah ziarah kubur misalnya berbunyi beliau bersabda Sallallahu Alaihi Wasallam kunu Diah aku pernah melarang kalian ziarah kubur maka sekarang ziarahilah karena dia akan mengingatkan kalian kepada kematian hadis ini umum berarti wanita pun sudah boleh walaupun awalnya di Makkah dilarang ya hadis ini Yang sekarang kita bahas hadis Bukhari Muslim juga membuktikan masalah itu karena kasusnya adalah wanita ini sedang menangis di sebelah kuburan anaknya dan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tidak tidak menegur masalah dia ziarah kubur tapi peringatan nabi berbeda bukan mengatakan pada wanita ini jangan kamu datangin kubur bukan itu tapi yang diingatkan adalah tidak boleh nangis di kuburan karena teguran Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam di sini lihat setelahnya pelajaran yang kedua adalah bolehnya seseorang mengingatkan orang lain yang sedang salah lakukan kesalahan dan kalimat yang paling tepat adalah bertakwalah kepada Allah bertakwa artinya ikuti hukumnya Apa yang kamu lakukan ini sesuaikan dengan syariat Allah makanya Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam berkata kepada wanita ini ittaqillah bertakwalah kepada Allah perbuatan yang kamu lakukan ini keliru yang kelirunya bukan ziarah kuburnya ya tapi nangisnya di kuburan kemudian peringatan nabi juga setelah bertakwalah kepada Allah sabarlah dan ini saksi bahasan kita dan sabar sudah kita ulang-ulangi definisinya ialah seseorang menerima takdir Allah kemudian ikhtiar mencari jalan keluar Saya sudah sering kasih contoh itu kalau orang bangun tidur sakit maka dia sabar Bagaimana sabar yang dimaksudkan di sini terima takdir Allah karena Allah sudah takdirkan dia sakit tinggal dia ikhtiar minum obat ya minum air hangat apalah istirahat yang cukup maka itu sabar dan tidak masuk dalam sabar kalau orang tidak ikhtiar sama sekali ini keliru ini malah bisa masuk dalam Bab putus asa dan ini imamzahabi masukkan dalam kategori dosa besar kemudian wanita ini ini karena dalam musibah yang sangat berat bagi Dia anaknya meninggal dan dia merasa kehilangan sampai-sampai dia tidak mengenali Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam waktu Nabi ingatkan dia bertakwalah kepada Allah sabarlah Ha ibu dia bilang Pergilah dari aku karena kau tidak mengetahui atau tidak merasakan musibahku dan perkataan sahabiat ini betul-betul karena dia tidak mengenal Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Sebagian ulama mengatakan yang dimaksud tidak mengenal di sini adalah ada kurang lebih dua penjelasan poin pertama kemungkinan besar memang banyak di antara sahabiat nabi itu tidak mengenal secara utuh wajah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam karena mereka tidak Kalau bertemu tidak bertatapan wajah umumnya kalaupun mereka di saf wanita di belakang gitu dan zaman dulu tidak ada foto tidak ada segala macam walaupun orang hidup Sekota belum tentu bisa mengenal utuh wajah artin melihat sepintas dari jauh melihat dari samping Iya G tapi untuk bertatap-tatapan itu bisa dikatakan jarang sekali terjadi bahkan kebanyakan para sahabiat datang ke rumah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bertemu dengan para ummahatil mukminin ini bisa kemungkinan yang menyebabkan disebutkan hadis ini wanitaita itu tidak mengenalnya tidak mengenal Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam sebab yang lain adalah karena Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam sedang berada bukan di hadapan wanita ini tapi sedang berada di sekitarnya wanita ini cuma dengar suara saja tidak tahu Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yang menegurnya gitu dan allahuam pendapat yang kedua ini lebih dirajihkan atau dikuatkan oleh para ulama artinya wanita ini lagi nangis di kuburan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam lihat nabi langsung tegur wanita ini tidak melihat ke arah suara itu makanya waktu Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mengatakan Bersabarlah bertakwalah kepada Allah sabarlah dia mengatakan Pergilah dari aku tanpa melihat ke arah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam karena kau belum merasakan apa yang saya rasakan seperti itulah maka seorang sahabat menegur dan mengatakan yang sedang menegur kamu itu Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam tapi nabi sudah pulang dan terbukti wanita ini adalah mukminah dan baik sebenarnya hanya karena dia merasa Terpukul dengan meninggalnya anaknya dia mendatangi rumah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian memohon maaf dari kejadian tersebut dan ini pelajaran kita yang ketiga adalah permintaan maaf dari kesalahan adalah ibadah permintaan maaf dari kesalahan adalah ibadah dan itu bukan Aib banyak orang Subhanallah dengan egonya enggak mau minta maaf misal orang tua pada anak karena merasa dia orang tua gak usah minta maaf sama anak ini keliru walaupun anak kita kecil Kalau kita yang salah minta maaf kepada pembantu p suopir p pegawai siapa saja kalau memang kita salah minta maaf karena dihisab Allah hari kiamat tidak ada lagi urusannya ini orang tua atau anak yang salah siapa dihukum atau atasan dengan bawahan ya apalagi kalau pemilik hak itu tidak mau memaafkan kita pada hari kiamat malah lebih berat makanya meminta maaf bagian daripada ibadah dan Allah menyebutkan dalam Alquran aubillah minasyaitanirimin Allah memuji orang-orang yang suka memaafkan dan sebagai ulama tafsir mengatakan masuk dalamnya juga orang yang meminta maaf dan Allah suka dengan orang-orang yang berbuat kebaikan kemudian pelajaran yang keempat ya terbukanya pintu rumah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Dan ini juga pelajaran sebenarnya kepada para pemimpin terbukanya pintu rumah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam untuk siapa saja dari kaum muslimin terbukti wanita ini datang menemui Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dan rumah beliau tidak ada penjaganya Makanya wanita ini langsung saja salam dan masuk lalu kemudian berbicara dengan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam sambil mengatakan maaf tadi saya tidak mengenal Anda dan yang terakhir dan ini inti daripada pelajaran hadis adalah sabda Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ini pelajaran yang ke berapa yang kelima ya inamatil Ul ini intinya sebenarnya kata Nabi Sallallahu Ali wasallam sesungguhnya sabar yang kamu butuhkan itu sebenarnya di awal kejadian musibah karena orang merasa Terpukul justru di awal kejadian kalau sudah berlalu 2 hari 3 hari seminggu sebulan setahun berbeda dengan kondisi pada saat awal sekali orang menghadapi kematian awal sekali orang menghadapi kehilangan gitu kan karena beransur-ansur dengan berjalannya waktu pasti perasaan sedih itu sudah hilang dan hadis ini atau poin yang kelima ini penting sekali justru Puncak pahala sabar di awal kejadian dan keluh kesah yang disampaikan oleh seseorang muslim muslim atau muslimah hanya boleh kepada Allah atau kepada ahlinya Jadi enggak boleh kita kelukisa kepada semua orang karena pahala sabarnya hilang misal kalau kita lagi sakit kita berdoa kepada Allah agar disembuhkan lalu kita Konsultasi sama dokter itu ahlinya tapi bukan tetangga semuanya diceritakan masalah penyakit kita semua teman di kantor semua keluarga enggak perlu ya karena akan mengurangi kadar pahala ya tapi kita bicara sama ahlinya kalau ada orang memang yang datang dan kita tahu orang ini bijak dia bisa memberikan saran-saran misalnya dari masalah kita ya silakan masuk dalam kategori ahli gitu termasuk juga berbicara atau konsultasi dengan para ulama sehingga mengetahui Bagaimana solusi dalam agama itu adalah jalan keluar tapi kalimat ini penting sekali poin kelima sabda Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam sesungguhnya sabar itu justru dibutuhkan di awal kejadian di situlah Puncak pahalanya kalau sabar di situ Terima kemudian ikhtiar Ya kurang lebih Kalau bahasa saya sederhana begini ada masalah solusi bukan lagi tanyain Kenapa terjadi enggak ada gunanya sudah terjadi kita jalan ban mobil kita kempes udah kempes gak ada anya lagi bicara kenapa bisa terjadi lama itu solusinya apa mana bengkel terdekat Siapa yang bisa bantu saya terjadi kebakaran solusi Bagaimana caranya telepon pemadam kebakaran memadamkan api itu kalau api berkobar-kobar kita teriak-teriak saja rumahnya habis suaranya habis enggak ada gunanya maka yang terbaik dalam masalah masalah yang sedang kita hadapi adalah apa jalan keluarnya makanya Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mengatakan kalau sudah terjadi sesuatu pada kalian ucapkan qaddarallahu Maya faal Allah telah menakdirkan dan Allah lakukan apa yang dia inginkan kalau sudah terjadi kita belum Kalau belum terjadi kita punya ikhtiar kita punya cara untuk bisa menghentikannya misal badai atau hujan keras kita mau keluar atau enggak keluar belum terjadi kita masih bisa pilih Enggak usah keluar tapi kalau kita lagi di jalan kemudian hujan deras ahah solusinya apa ya enggak ada gunanya Kenapa mengatakan Kenapa hujannya tadi tadi panas percuma mengubah keadaan Enggak kan maka Kebanyakan orang lambat dalam mengambil sebuah keputusan Justru karena masalah ini sederhana tapi akhirnya membuat masalahnya berlarut-larut karena dia tidak langsung cari poin solusi kata nabi na S wasallam kalau terjadi sesuatu pada kalian sudah terjadi ucapkanadarallahu W faal dihafal itu ya pendek sekali kok itu qadarallahu wya faal wyaa fa'al qadarallah artinya Allah telah menakdirkan ini faal dan apa yang dia ininkan dia kerjakan Allah kalau mau ambil keputusan Ya Allah ambil keputusan wya fa'al Allah telah menakdirkan dan ia mengerjakan apa yang dia inginkan artinya itu keputusan Allah lalu Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam melanjutkan mengatakan dan janganlah seseorang di antara kalian mengatakan kalau seandainya karena kalau seandainya membuka pintu setan rumah kita sudah kemasukan pencuri solusinya apa telepon siapa yang bisa bantu aparat keamanan buat ekstra nanti e security misalnya jadi enggak ada gunanya kita mengatakan Kok bisa dia masuk Ang buang waktu untuk itu kata nabi sallallahuaihi wasallam jangan buka pintu kalau seandainya karena pintu kalau se karena kalau seandai karena kalimat kalau seandainya membuka pintu setan kita bangun flu kalau seandainya AC Semalam saya enggak dinginin saya enggak flu udah flu sekarang ada gunanya enggak ada gunanya ambil pelajaran nanti lain kali jangan terlalu didinginkan sudah selesai karena sudah terjadi kan keluar tidak sempat sarapan lapar di jalanan solusi beli makanan gak usah ribut lagi coba tadi saya makan di rumah ada makanan di kulkas padahal begini dan begitu ini panjang dan ini sering terjadi pada ibu-ibu ini maaf jangan tersinggung makanya harus diperbaiki dominan perasaan itu harus bisa diperbaiki disesuaikan dengan syariat Ya kan kalau kita terlalu lama berpikir berpikirnya Kenapa terjadi dan bukan apa jalan keluarnya Maka akan banyak mengambil waktu umur kita dan tidak menemukan jalan keluar makanya ada orang sedihnya berlarut-larut sampai berbulan-bulan sampai bertahun-tahun sampai stres sampai gila gara-gara Masalah sebenarnya bisa diselesaikan kalau dia langsung kepada solusi terlebih lagi memang pahalanya sangat besar kalau kita sabar justru di awal kejadian selanjutnya hadis nomor 33 Dari Abu Hurairah radhiallahu Anhu bahwa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabdaakahu taala unah hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari Rasulullah su wasallam bersabda Allah Taala Allah yang Maha Tinggi berfirman Hadis Qudsi tidak ada balasan bagi hambu yang Mukmin apabila aku mencabut nyawa orang yang dia cintai Dar penduduk dunia kemudian dia mengharapkan pahala melainkan surga dan Memang sesuatu yang berat bagi seseorang adalah kalau menghadapi kematian orang yang dicintai terlebih lagi kalau orang ini tidak membekali diri dengan ilmu Syari tentu kalau orang punya bekal ilmu Syari baik karena dia tahu semua orang yang meninggal itu bukan hilang justru kematian awal dari segalanya Bukan Akhir dari segalanya ya orang kalau mati berarti dia sudah memulai awal segalanya karena sudah masuk dalam kehidupan yang sebenarnya kehidupan yang abadi cuman masalahnya memang di sana sudah tidak ada perbaikan surga atau neraka masuk surga akan abadi nikmat selamanya yang menentukan di sini di dunia Jadi sebenarnya kematian awal dari segalanya bukan bukan akhir orang mukmin paham masalah itu dan subhanallah memahami tentang masalah kematian ini akan terjadi dan merupakan awal segalanya akan memotivasi seorang muslim atau muslimah selama hidup di dunia berbuat kebaikan n memang tidak ada waktu Sampai kapan kita mau berlalai-lalai ini waktu yang sudah berlalu Kemarin gak bisa diperbaiki enggak bisa di-review kalau tadi subuh orang tidak salat dia enggak bisa perbaiki Gimana caranya dia memperbaiki kalau dia sengaja meninggalkan dan dia baru tahu sekarang ternyata hukumnya wajib misalnya maka sudah menjadi kekosongan dalam buku amalnya walaupun dosa itu dia bisa Taubat tapi beda pahalanya dengan orang yang sudah mengerjakan subuh tadi kan itu gak bisa diperbaiki susah sekali Kalau amal saleh yang ketinggal susah untuk dikejar itu kita tinggal bisa mengerjakan hari ini dan besok Oleh karena itu seseorang kalau sadar ada kematian dan ada kehidupan Abadi di sana dan mati adalah awal segalanya yang sifatnya kekal maka dia akan termotivasi untuk memperbanyak amal saleh selama di dunia dan tidak ada waktu untuk berlalai-lalai lagi sudahlah yang berlalu sudah tapi sekarang ke depan ini harus semuanya baik dan menjadi orang baik sebuah prestasi ya jadi orang yang saleh dan Saleh prestasi dan sudah sering saya ingatkan tidak usah malu dengan penilaian orang Enggak penting kok kata Abdullah bin Umar radahu anhuma engkau tetap dalam keadaan benar Selama engkau di atas kebenaran walaupun kau sendiri walaupun sendiri enggak usah pusing apalagi kalau memang banyak orang-orang Saleh seperti kita jadi enggak perlu kita malu dengan mereka gitu kan dan hadis ini juga memberikan pelajaran kepada kita beberapa pelajaran yang pertama adalah besarnya balasan orang yang sabar dalam musibahnya yang kedua balasan bagi orang yang sabar karena kematian surga dianya dapat jaminan surga makanya sebagian Salafus Saleh dulu kalau seandainya ada kerabatnya meninggal dunia dan teman-temannya pada datang bertziah maka di depan itu mereka sudah ucapkan kalau kalian datang untuk bersedih Janganlah datang tapi kalau kalian datang untuk menggembirakanku menyampaikan kepadaku berita gembira karena anak istri atau suaminya meninggal dalam keadaan baik maka silakan masuk jadi mereka memahami bahwasanya kematian orang yang ditinggal itu jaminan surga buat dia dan tentu kalau orang-orang yang ditinggal Ini juga dalam keadaan baik sudah pasti jaminan masuk surga gitu kan Makanya para sahabat kalau ada di antara mereka yang mau menghadapi kematian lagi sakit parah misalnya ya lagi sakit keras itu yang datang berziarah ke situ lagi Jenguk orang sakit berkata berita gembira sebentar lagi Kamu akan meninggalkan dunia fana ini menuju kehidupan abadi jadi mereka enggak bilang oh ini sudah mau meninggal apa segala sedih Enggak malah mereka saling memotivasi satu sama yang lain para sahabat kalau mau meninggal dikatakan kepada mereka berita gembira sebentar lagi kamu akan ketemu dengan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dan orang-orang saleh dan kau akan abadi yang perlu dikhawatirkan justru kalau orang itu meninggal dalam keadaan kafir karena memang awal kehidupan segalanya di sana bisa kekal di neraka gitu maka harus hati-hati tentunya jadi penentuan jalan di sana di sini sekarang dan sekali lagi jangan terpengaruh dengan lisannya orang dan selalu tanya diri kita Bapak Ibu sekalian Sampai kapan kita mau laleh ini Sampai kapan kita menganggap Reme perintah agama Nanti aja Nanti aja ini nanti aja sampai kapan nih orang sudah dicatat semua buku amalnya kita masih kosong dan tidak bisa diperbaiki loh jadi harus bisa berubah men jadi lebih baik dan itu prestasi gak ada orang yang berubah lebih Saleh atau salhah kemudian dinilai buruk di masyarakat itu enggak ada kok kecuali orang-orang yang memang dasarnya berbeda dengan alam kita itu Ya maksudnya adalah orang yang Saleh pasti disukai juga dengan orang yang Saleh gitu kan orang yang baik disukai oleh orang yang baik yang tidak suka sama orang baik adalah orang yang buruk sebagaimana orang baik tidak suka sama orang buruk kan gitu Jadi kalau misalnya ibu-ibu sudah mulai tutup aurat sudah mulai salat sudah mulai memperkadaan Lalu ada orang yang tidak suka dengan perilaku kita berarti orang itu buruk sebenarnya karena kita sedang memperbaiki diri tapi kalau ada orang merasa cocok dengan perbuatan kita itu berarti dia orang baik karena perbuatan baik ini dinilai baik oleh dia kan gitu jadi enggak usah peduli sebenarnya dengan perkataan orang terjadinya perubahan-perubahan bukan aib itu sama sekali bukan aib malah sebuah prestasi yang sangat baik ya itu yang pertama besarnya balasan orang yang masuk ke dalam surga eh orang yang besar kena musibah Kemudian yang kedua tadi balasan orang yang sabar karena kematian orang yang dicintai Adalah surga dan yang ketiga yang bisa diambil adalah Semua orang pasti akan melalui kematian tidak ada yang tidak meninggal jangankan kita para nabi-nabi meninggal juga orang-orang sebelum kita banyak orang-orang yang sehat banyak orang yang sakit banyak orang yang kaya banyak orang yang miskin banyak laki-laki banyak perempuan banyak orang tua banyak anak-anak bapak ibu Saya yakin tidak asing mungkin rata-rata sudah punya unan anak-anak itu kita lihat sekarang Bukankah dulu kita seperti mereka kita kan sama dengan mereka dulu anak-anak Alam Mereka ini pola hidup pola pikir di umur itu sudah kita laluin sekarang ada regenerasi cuma karena bertahap jadi kadang-kadang manusia enggak sadarin keberadaan mereka menandakan mereka akan menggantikan posisi kita sebagaimana Dulu waktu kita kecil kita melihat nenek kita kan ada Kakek kita ada mana mereka sekarang mereka meninggal kita sekarang sedang regenerasi kita akan pindah ke tahap itu anak-anak kita pindah ke tahap kita begitu terus dan ini sudah sedang berjalan prosesnya mulainya ada rambut putih mulainya melemahnya tubuh mulainya ada keriput itu semua peringatan Nabi Daud Alaihi Salam seringki dikunjungi oleh malaikat maut dalam sebuah arar atau riwayat disebutkan lalu Nabi Daud mengatakan Alaihi Salam kalau kau datang untuk menjemput nyawaku maka berikanlah aku tanda kata dia Baiklah satu waktu lama sekali malaikat maut enggak datangi Nabi Daud Alaihi Salam lama pada saat dia datang Daud Alaihi Salam bertanya ya Untuk apa kamu datang kata malaikat maut cabut nyawahmu Bukankah saya sudah minta tanda kata malaikat maut Bukankah rambutmu sudah memutih Hai Daud Bukankah kulitmu sudah berubah menjadi keriput mana tetanggamu Si Fulan semua itu tanda-tanda jadi Tanda itu bukan berarti datangnya peringatan dari Allah depan mata bahasa jelas Kamu akan mati besok ya enggak Tapi semua ini jadi tanda gitu kan semua ini bisa menjadi tanda orang-orang tua yang sudah pernah kita lihat waktu kita masih kecil mereka sudah meninggal semua kita lagi menuju ke situ mau enggak mau dan kita juga akan melalui proses yang sama anak kita membesar punya cucu terus begitu pindah ke tahapan yang sama kita meninggal Mereka lagi yang menggantikan kita terus begitu sampai takdir Allah tentang hari kiamat datang berarti kita sed menuju ke liang lahad masing-masing sampai kapan mau laleh ini sampai kapan kita mau tunda salat sampai kapan kita enggak mau puasa sampai kapan kita enggak mau zakat Sampai Kapan Sampai kapan semua pelanggaran agama yang masih dilakukan padahal sebenarnya menjadi orang yang baik itu prestasi sekali lagi dan tidak usah terpengaruh dengan bisikan-bisikan setan jin dan manusia nanti kalau begini kamu begini misalnya ya nanti dikira terlalu Alim nanti dikira begini nanti dikira begitu Itu semua adalah perkataan yang tidak perlu diikuti ini pelajaran dari hadis nomor 33 dan kita masuk ke hadis nomor 34 dari Aisyah radhiallahu anha annaha saalat rasulullahi Shallallahu Alaihi wasallamun faakbar annahuanaaban yabatullahu taala Al Yasya faalahullahu rahmatan Lil mmininaisa Min abdin yak Funi fayamutu Fi baladihiiran muhtasiban yalamu anahu lausib Yamu anahuusibu illa ma kataballahu lah illaana lahulu AJR syahid hadis ini juga riwayat Bukhari bahwasanya Aisyah radhiallahu anha bertanya kepada rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam tentang wabah taun atau wabah penyakit pes ya maka beliau menjawab Nabi Sallallahu Al wasallam menjawab ia adalah azab atau siksaan Allah yang dikirim oleh Allah yang Maha Tinggi kepada orang-orang yang dia kehendaki tetapi Allah menjadikannya sebagai rahmat bagi kaum Mukminin di mana tidak ada seorang hamba yang tinggal di daerah yang terjangkit W wabah taun kemudian dia tinggal dia tetap tinggal di negerinya dengan sabar dan mengharap pahala serta mengetahui bahwa tidak akan ada yang menimpanya melainkan apa yang tah ditentukan oleh Allah untuknya kecuali dia akan mendapatkan seperti pahala orang yang mati syahid hadis ini memberikan pelajaran kepada kita banyak sekali yang pertama adalah tentang adanya penyakit taun penyakit pes tadi ya ada yang mengatakan juga ini kusta ya atau yang sejenisnya biasanya Penyakit ini menular sekali dan Memang agak menyiksa artinya orangnya menjadi kurus kadang-kadang ada bagian anggota tubuhnya yang ya jatuh ya dan seterusnya ini penyakit yang memang ee berat ya tetapi Penyakit ini memang disebutkan dalam hadis azab bagi orang-orang kafir dan dia rahmat bagi orang beriman dia rahmat bagi orang beriman penyakit tha taun ini tentu ini masih di pelajaran pertama ya tentang adanya penyakit taun penyakit tahun ini eh sering terjadi tiba-tiba kadang-kadang tanpa sebab sebagaimana hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yang berbunyi tidak akan terjadi kiamat kecuali ada sekelompok umatku yang kena penyakit taun g kan dan itu terjadi pernah di zaman Umar Bin Khattab radhiallahu Anhu banyak sahabat yang kena ini Tetapi dia rahmat bagi orang beriman karena kalau dia sabar Dalam Hadis disebutkan akan mendapatkan pahala orang mati syahid kemudian juga ada hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yang berbunyi kalau kalian mendengarkan ta tawun ada di sebuah wilayah kota Negeri maka janganlah kalian masuk di dalamnya dan kalau kalian berada di dalam jangan kalian keluar darinya Maksudnya di sini tununnya supaya jangan menular ya kalau kita dengar di sana ada penyakit itu jangan masuk kalau kita sudah terlanjur di dalam jangan keluar pernah di zaman Umar Bin Khattab radiahu Anhu Beliau pernah jalan dengan beberapa orang sahabat dan Muslimin umumnya kemudian mau masuk ke satu wilayah ternyata terdengar di wilayah itu ada penyakit taun lalu Umar berkata kepada para sahabat yang masih hidup waktu itu siapa yang punya berita tentang ini dari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam k waktu itu Umar belum belum mengetahui hadis ini Kemudian ada beberapa sahabat yang mengatakan wahai Amirul Mukminin Kenapa kita harus lari masuk aja ada penyakit enggak ada penyakit kita masuk saja kalau kena ya sudah takdirnya Allah Kalau enggak kena ya sudah takdirnya nya Allah seperti itulah kata Umar Bin Khattab ini pelajaran penting saya lari dari takdir Allah ke takdir Allah yang lain saya sekarang belum terjadi seperti contoh kita mau keluar hujan lebat belum keluar kita kan masih punya ikhtiar boleh keluar boleh enggak ya konsekuensinya ada sebelum terjadi beda kalau sudah terjadi tadi kan ini belum terjadi maka bahasa Umar ini maksudnya adalah takdir ikhtiar ini sekarang kan sudah pernah saya jelaskan ya masalah takdir mutlak dan takdir ikhtiar masa belum yakin belum Udah biasa ini langganan takdir keputusan Allah ada mutlak ada ikhtiar kalau kita bahas masalah takdir Allah keputusan Allah yang tercatat di lauhil mahfuz di atas langit sana tidak akan pernah berubah takdir ini supaya memahami mudah memahaminya ada takdir mutlak mutlak ini artinya tidak ada campur tangan kita di situ enggak ada sama sekali campur tangan kita di situ seperti misalnya paras wajah kita ya Ini mata kita jumlahnya dua seperti ini alisnya begini Berapa jumlah bulu matanya bulu alisnya segala macam fungsi-fungsi anggota tubuh semua ini ya itu mutlak Allah yang tentuin kita enggak bisa milih itu Siapa orang tua kita kita lahir ini Ibumu ini ayahmu kita enggak bisa milih kemudian fenomena alam ya pohon mangga daunnya seperti itu buahnya seperti itu enggak bisa diubah gitu kan kemudian juga pergantian siang malam musim-musim ya semuanya semua sistem fenomena alam ini itu juga takdir mutlak dan masuk dalamnya adalah kematian mutlak kita mati di mana Dalam keadaan apa kita enggak tahu sampai kata nabi sahu wasallam kalau seandainya Allah ingin seorang hamba meninggal di sebuah tempat Allah akan buat dia punya hajat di tempat itu kalau Allah mau kita mati di Amerika Sebelum meninggal Kita akan punya hajat penting ke sana kita akan ke sana lalu mati di sana itu mutlak kita bukan campur tangan enggak ada urusannya kita di situ yang kedua takdir Allah juga ditentukan mahfuz tapi ini ikhtiar sesuai dengan ikhtiar hamba itu Allah yang ciptakan semuanya gitu kan tapi misalnya ikhtiar kita kayak makan minum ya menikah berteman ya itu kan ikhtiar kita ya Sekarang semua kita masing-masing tadi sebelum hadir sini milih baju masing-masing kan saya pilih baju ini ee teman-teman di sini memilih bajunya masing-masing itu kan ikhtiar tadi Mungkin ada yang hararapan Apa ada yang nasi goreng ada yang telur ada yang susu ada yang kopi ada yang teh ikhtiar dia perilaku sehari-hari ya yang kita lakukan makan minum pakaian berteman menikah ya berbisnis memilih jurusan kuliah semua kan ikhtiar kita nah ini juga takdirnya Allah Tetapi Allah mencatatnya di lauhil mahfuz sesuai dengan keluasan ilmunya Allah kalau Si fulan-fululan ini semua akan memilih perbuatan itu selama dia hidup seperti misal kita hadir dalam majelis ini Ini sebenarnya sudah dicatat di lohil Mahfud pada hari ini akan ada majelis di sini yang hadir Fulan Fulan Fulan Fulan Tapi itu bukan sebuah paksaan dari Allah enggak Allah sudah tahu bahwasanya mereka akan pilih perbuatan itu kita ini semua akan milih hari ini ke sini Tapi sebelum kita lahir Allah sudah tahu itu sampai kita mati ini semua Allah sudah tahu apa yang kita lakukan kalau ditanya Apakah Allah sekarang sudah tahu siapa penghuni surga neraka jawabannya Iya tapi Allah bukan memaksakan dia masuk neraka enggak Allah menentukan takdir dia yang bersifat perilaku-perilaku dia sehari-hari sesuai dengan pilihan dia masing-masing makanya Allah subhanahu wa taala berfirman dalam alquranillah Siapa yang mau beriman silakan Siapa yang mau kafir silakan Allah enggak paksa dia boleh milih tapi ada konsekuensi beriman masuk surga kafir masuk neraka sudah diturunkan peringatan peringatan dalam Wahyu itu ikhtiar dia kan Gu Jadi semua sekali lagi keputusan Allah mutlak ya Semua ini adalah takdir Allah karena Allah yang ciptakan kita dan perilaku-perilaku kita tapi Allah membedak menjelaskan ini baik ini buruk zina buruk nikah baik gitu lah Allah jelasin mana makanan halal mana makanan haram dijelasin semua mana pergaulan boleh mana pergaulan tidak boleh dipandu semuanya gitu kan jadi di sini ikhtiar-ikhtiar kita adalah pilihan kita sendiri termasuk masalah menikah itu ya Jadi kalau misalnya ada si A si B si C saya pilih nikah sama si B Itu kan ikhtiar saya Allah subhanahu wa taala memudahkan saja kita tinggal mengikuti panduan Oh ternyata si A si B si C ini si A si B ini yang paling Saleh atau yang paling Salehah maka saya memilih dia itu panduan dari Allah itu bisa tapi kalau dia ikhtiarnya enggak deh saya enggak mau Enggak penting masalah salehnya yang penting adalah kaynya yang penting adalah ininya ya ikhtiar dia makanya dalam surah alanfal Allah berfirman aubillah minasyaitanirimq ah Bul Ilma ini Kalau tidak salah di ayat terakhir ya Dan Allah telah meliputi segala sesuatu dengan keluasan ilmunya Maksudnya di situ adalah masalah ini ya masalah Allah subhanahu wa taala sudah mengetahui semuanya makanya dalam hadis yang lain dikatakan awal yang Allah ciptakan pena kemudian Allah katakan Tulislah semua takdir dari awal sampai akhir semua tercatat jadi perkataan Umar Bin Khattab tadi mengatakan saya lari dari takdir Allah ke takdir Allah yang lain maksudnya ikhtiarnya kan saya masih punya ikhtiar ini penyakit nih enggak boleh saya bilang enggak apa-apa deh saya jerumusin sana kena kena enggak enggak enggak bisa karena itu ikhtiar kita kan gitu beda kalau memang sudah lahir jenis kelam n laki-laki atau perempuan Ya sudah mutlak itu Allah sudah pilihin selesai seperti itulah maka pada saat itu ada beberapa sahabat yang tidak sepaham dengan Umar Bin Khattab mereka masuk dan mereka kena penyakit taun itu kemudian pada saat sebagian sahabat sempat masuk ke wilayah itu Ada orang datang dari belakang kafilah datang mengatakan kepada Umar ya Amirul Mukminin Saya punya informasi dari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tapi beberapa orang sudah masuk ke dalam kata Umar Sampaikanlah Dia bilang saya mendengarkan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda kalau kalian dengar taun di sebuah lokasi janganlah kalian masuk ke dalamnya dan kalau kalian ada di dalam jangan kalian keluar kata Umar Alhamdulillah yang telah memandu saya pada kebenaran ya dia punya ikhtiar dia punya ikhtiar apalagi sebelum kita mengambil sebuah keputusan kita istikharahkan itu pasti ada petunjuk dari Allah misal kita mau nikah sama seseorang meang kita istikharah pasti ada jawaban dari Allah jawabannya misal kita dapatkan informasi buruk tentang dia atau dia melakukan satu perbuatan yang aneh ya yang memang melanggar agama Ya itu sudah peringatan dari Allah karena enggak mungkin Allah subhanahu wa taala tanda kutip ini ya menurunkan tangan dari langit memberhentikan kita dari satu kesalahan atau menyuruh kita berbuat kebaikan Allah dengan Kem murahnya menurunkan kitab suci Alqur'an mengutus Rasulullah Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam inilah sunahnya panduan semua sudah ada supaya satu panduan semuanya silakan ikuti gitu jadi sudah jelas semuanya ini pelajaran kita yang pertama dari hadis tentang adanya penyakit taun dan bagaimana kalau dia ada di satu lokasi kita enggak boleh ke sana Dan kalau kita sudah terlanjur kena wabah itu atau ada di lokasi situ tidak boleh keluar pelajaran yang kedua adalah pahala yang besar bagi orang yang terkena taun dan dia sabar yaitu pahala Syahid ya makanya dalam sebuah hadis yang lain disebutkan orang yang mati membela agama Allah mendingikan kalimat laallah mati syahid maksudnya perang orang yang mati kebakaran Syahid orang yang kena penyak Syahid ya kemudian orang yang tenggelam Syahid orang yang terjungkal dari kendaraannya tunggangannya Syahid wanita yang meninggal masa melahirkan Syahid orang yang meninggal meninggal membela kehormatannya hartanya ada perampok yang datang Syahid jel atau ada orangbunuh ada orang bunuh maka juga Syahid ya atau tidak orang tidak tahu seperti misalnya ada sahabat nabi namanya hudzaifah bin Yaman rad radhiallahu anhuma hudzaifah sahabat Ali Yaman ayahnya juga sahabat Ali Yaman sama hudzaifah dua-duanya hadir di Perang Uhud tapi alyaman ini karena sudah tua dia enggak ikut perang awalnya jadi sahabat tahunya alyaman lagi nunggu di benteng di Madinah gitu kan Tapi alyaman bilang sama ada temannya sama-sama orang tua berapa sisa umur kita sekarang dia bilang sama temannya enggak ada lagi kecuali tinggal hitungan hari ini sudah tua dua-duanya Kenapa kita tinggal di sini Mereka sekarang di medan perang ini tinggal tunggu dibunuh musuh mati syahid ayo kita keluar kata si alyaman sama ada satu sahabatnya dia gitu kan orang tua jadi pasukan muslimin tidak tahu kalau alyaman nanti hadir di medan perang maka alyaman ini pun pakai baju perang kemudian dia masuk ke kanc peperangan waktu masuk di kancai peperangan karena datang dari luar Kanca peperangan orang Islam pikir ini orang kafir yang menyerang maka dibunuh oleh pasukan muslimin hudzaifah sempat bilang ayahku haai muslimin tapi orang enggak dengar karena dikancam peperangan lagi berkecamuk karena tadinya kan di pasukan mereka saling kenal siapa yang keluar ini orang dan zaman dulu orang pakai besi semua tinggal matanya aja orang enggak kenal siapa orang ini gitu Mak mak terbunuhlah alyaman tapi Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam menghitung dia mati syahid walaupun terbunuh di tangan muslimin Karena dia sudah niat keluar berperang terbunuh secara salah di sini ya orang tidak sengaja dan yang membunuhnya juga tidak berdosa tetapi tetap Nabi Sallallahu alhi wasallam membayar diahnya dan waktu hudaifah menerima dia- dia itu seperti tebusan ya kalau ada orang membunuh orang lain maka walaupun sengaja tidak sengaja dia harus membayar semacam ee nilai tertentu dari kepada keluarganya orang itu ya tentu ini berbeda-beda keputusannya eh tergantung pemerintah setempat menetapkan berapa itu ya kalau gak salah di Saudi itu kalau orang membunuh dinya 100.000 riyal sekarang sekitar 350 juta 360 juta yang harus dibayar kepada kerabat orang yang EE dibunuh tadi ya maka Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam pun memberikan diahnya narena ini adalah terbunuh secara salah pemerintah yang bayar Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bayar kepada hudaifah hudaifah sodekahkan tapi di sini saksi bahasan Kita sebenarnya adalah alyaman pun mati syahid sementara yang terbunuh di tangan muslimin cuma memang tidak diketahui dan sudah dikancam Peperangan Dan ini Fadilah yang sangat besar tentu orang mati syahid adalah fadilahnya besar masuk surga tanpa hisab enggak ada lagi fitnah kuburan ya enggak ada lag timbangan Amal hari kiamat tinggal khilaf di antara ulama Apakah semua orang mati syahid hukumnya sama dengan orang mati syahid di Kanca peperangan artinya bisa memberikan syafaat 70 keluarganya karena ada hadis yang berbunyi orang yang mati di jalan Allah berperang dia bisa memberikan syafaat 70 keluarganya dia bisa tunjuk Fulan kamu kamu kamu ikut saya gitu selama memang keluarganya atau kenalannya itu mati dalam keadaan Islam Walaupun ada banyak dosanya kuasa Allah itu makanya para Sahabat saling mewasiatkan satu sama yang lain kalau mereka mau pergi berperang J misalnya dia jalan sama sahabatnya dia mengatakan kalau saya mati duluan Semoga saya mati syahid Dia bilang saya akan berikan satu syafaat saya kepada kamu nanti kamu akan ikut sama saya ke surga tapi kalau kau mati duluan jangan lupakan syafaatmu untukku saling mewasiatkan mereka karena ini sebuah jaminan Nah tinggal khilaf di antara ulama Apakah semua orang mati syahid mendapat bisa memberikan 70 syafaat Kel anya pendapat yang paling kuat mengatakan tidak kecuali orang yang mati di medan perang artinya orang yang meninggal kena penyakit taun orang yang meninggal karena tenggelam tadi atau kebakaran yang lain ini itu dapat dapat kedudukan di surga apapun yang dijanjikan untuk orang mati syahid tapi dia tidak bisa memberikan 70 syafaat keluarganya karena 70 keluarga ini hadisnya dikhususkan untuk orang yang mati di medan perang mati di medan perang Tentu juga ada cara untuk mendapatkan pahala Syahid ini walaupun misalnya seseorang di antara kita tidak ikut berperang tidak meninggal dalam punya penyakit taun tidak karena terjungkal dari tunggangan atau tabrakan tidak karena kebakaran atau tenggelam atau seterusnya atau melahirkan misalnya kalau perempuan dengan cara kita niatkan dengan ikhlas dalam hati supaya kalau mati mati syahid sebagaimana hadis nabi sallallahu alhi wasallam yang sahih berbunyi manabahad bidqagahahiluhada W Fir Siapa yang memohon dengan tulus dalam hatinya untuk mati syahid maka Allah akan berikan dia kedudukan orang mati syahid di surga Walaupun dia mati di atas seranjangnya jadi harus menjadi target dan selalu berdoa kepada Allah agar Allah tutup hidup kita dengan mati syahid karena pasti orang akan mati kan cuma mati terbaik adalah Syahid dan saya sudah pernah Jelaskan orang kalau mati tidak ada lagi hubungannya dia dengan apa yang sedang orang yang sedang hidup di antara kita melihat apa yang terjadi misal ada orang tabrakan kepalanya hancur ada orang tenggelam di lautan dimakan ikan badannya enggak ditemukan sedikit pun potongan tubuhnya atau meledak di pesawat enggak ditemukan potongan badannya semua ini mungkin bagi kita yang masih hidup seram ya tapi bagi dia dia sudah tidak rasa itu lagi karena orang yang mati semuanya merasakan satu saja Apa itu sakaratil maut cuma itu proses malaikat mencabut ruhnya Kalau dia orang beriman maka akan mudah Kalau dia orang fasik atau kafir akan sulit itu saja poinnya jadi orang yang ditabrak kereta api Enggak lagi bilang aduh kepala saya sakit enggak ada lagi atau orang yang ditusuk sama musuh Oh iya Perut saya sakit ditusah dia udah enggak rasa itu lagi gitu kan dia cuma tahu malaikat dia cabut butruhnya selesai urusan dia sama itu masalah fisiknya nanti diapakan sama musuh mau dibakar mau diapa enggak ada urusan jadi kita jangan tertipu dengan apa yang terlihat sehingga banyak orang khawatir mati syahid gara-gara fenomena yang terjadi kar sebenarnya tidak ada hubungannya sama sekali ya inilah yang membuat para sahabat benar-benar berani dalam kanc peperangan karena mereka Paham masalah ini mereka Paham masalah ini seorang sahabat yang mulia namanya Anas radhiallahu anhu tidak sempat hadir di kanc peperangan Badar karena Perang Badar tadinya bukan niatnya untuk perang niatnya untuk Menghadang kafilah Quraisy kafilah dagangnya Quraisy mau dihadang mau dikembalikan mau diambil mau dikembalikan kepada para sahabat yang Muhajir dari Mekah orang-orang Hajir dari Mekah untuk dikembalikan hak-haknya diambil oleh orang Quraisy di Mekah yang jelas pada saat itu keluarnya pilihan bukan kewajiban ada seorang sahabat namanya Anas radhiallahu Anhu Anas IBN nadar ya seorang sahabat yang mulia dia merasa menyesal karena waktu pulang Nabi Sallallahu alaii wasallam dari Perang Badar dengan 314 orang 314 orang ini 313 orang 314 sama Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam pulang dari Badar membawa kemenangan dan tokoh-tokoh Quraisy banyak yang mati maka kata Anas kalau seandainya setelah hari ini ada peperangan lagi Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dengan dengan Quraisy Saya akan membuktikan kepada Allah kalau saya memang ingin mati syahid maka terjadilah 1 tahun kemudian perang Badr tahun 2 Hijriah Perang Uhud tahun 3 Hijriah di Perang Uhud pasukan muslimin sempat Terpukul dan banyak jadi korban kurang lebih 70 orang mati gitu kan pada saat itu tersebar berita di Kanca uhud kalau Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam terbunuh karena Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam sempat jatuh dalam sebuah lubang kemudian ada seorang yang bernama Ibnu kamiah memukul pundak Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dengan pedang ke kanan dan ke kiri sampai kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Saya merasakan sakitnya selama sebulan ya karena luar biasa kerasnya pukulan tersebut Lalu tersebar berita kalau Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam telah mati terbunuh para sahabat kendor semuanya pada saat itu sampai Umar Bin Khattab pun radhiallahu anhum ajmain yang terkenal dengan kekuatan imannya mengatakan saya waktu dengar Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mati terbunuh maka saya pun terduduk di kancai peperangan dan melepaskan pedang saya sudah pasrah aja deh sudah nabi mati masih baru pertama hijrah ke Madinah gitu kan Ini isu saja sebenarnya maka kata Umar Bin Khattab saya pun dengan beberapa sahabat duduk terduduk kita sudah kayak putus asa gitu artinya tanda kutip di sini ya merasa sedih lewatlah Anas IBN nadar menuju ke arah musuh musuh jumlahnya 2000 orang sekian Anas Ibin naran lewat sendirian Umar tanya dengan dia picu kudahanya kata Umar Hai Anas mau ke mana kamu Anas berhenti ditariktarik kudanya lalu dia bilang ke musuh Loh kok bisa dia bilang iya saya mencium bau surga di sana tinggal maju dibunuh oleh Musa masuk surga kata Umar tapi kan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam sudah mati kata Umar Bin Khattab Anas bin nadar mengucapkan kalimat yang membangkitkan semangat kami kembali dia mengatakan kalau memang Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mati di di di medan perang ini maka berdirilah mati bersamanya kata Umar tidak pernah terlintas sebelumnya kalimat itu maka kami pun jadi semangat kembali dan kami berusaha mengikuti Anas dan kami tidak mampu mengikutinya sampai pada saat selesai perang tidak ditemukan sedikit pun potongan tubuhnya Anas kecuali jarinya ada potongan jarinya badannya ke mana-mana sabit-sabit oleh musuh gitu kan sampai ditemukan potongan jarinya yang ditahu oleh adik perempuannya tapi apa yang membuat dia berani sampai badannya tercap pun seperti itu karena dia paham kalau sudah proses kematian mau di rumah mau di Kanca peperangan mau bagaimanapun keadaannya ya atau sebab terjadinya kematian tersebut tidak ada hubungannya dengan roh yang sedang keluar bisa ditangkap pesannya ya Ya jadi itu yang penting karena banyak orang takut mati itu sementara dia sebuah pintu yang menuju kepada kehidupan Abadi ya dan di situ dijanjikan pahala yang besar karena ketidakpahaman saja tadi kalau dia paham ternyata kondisi fisiknya tidak ada hubungannya dengan proses kematiannya maka tidak ada masalah buat dia seperti itulah memahaminya baik ini bahasan kita Insyaallah eh saya lanjutkan dengan poin t hadis nomor 35 sekalian satu lagi dari Anas radhiallahu Anhu Beliau berkata saya mendengar Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda Innallaha Azza wajall qal Sesungguhnya Allah kata Rasulullah kata Rasulullah kata Anas bin Malik R berkata saya mendengarkan Rasulullah sahu wasam bersabda Sesungguhnya Allah yang Maha Tinggi berfirman jika aku menguji hambaku dengan dua yang dicintainya kemudian dia bersabar maka aku akan mengganti keduanya itu mengganti keduanya itu untuknya dengan Sur maksud beliau dua yang dicintai adalah kedua matanya hadis riwayat Bukhari hadis ini memberikan pelajaran kepada kita tentang pentingnya sabar ini juga poin pertama ya pentingnya sabar dalam setiap cobaan Apun itu sifatnya bahkan Sebagian ulama Salaf menganggap perlunya sabar bila lagi jalan kesentuh kakinya dengan batu perlunya sabar pada saat mau keluar ternyata cuaca gelap perlunya sabar pada saat mungkin membeli baju baru ternyata robek perlunya sabar pada saat mau makan dan sabar karena makanan belum siap dari hal yang kecil sampai kepada hal yang besar dan tidak mungkin orang sabar pada hal yang besar sebelum melatih dirinya terbiasa sabar pada hal yang kecil itu penting sabar kita lagi Bear rumah olang sabar belum dibukain Ya sudah sampai kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam kalau kalian sedang mengunjungi rumah saudara kalian muslim ya ketuklah tiga kali setelah tiga kali Pulanglah mungkin saudaranya tidak mau diganggu adabnya ada ada orang Masyaallah Bear rumahnya orang 10 kali kali Padahal Belnya sudah besar gembrang-gembrang pintunya itu bukan penasaran salah enggak boleh jadi sabar sabar yang besar dengan kematian dengan hilangnya anggota tubuh ya ini akan bisa dilalui kalau kita sudah mulai sabar dengan hal-hal yang kecil karena hadis kita ini menyebutkan tentang salah satu anggota tubuh yang hilang butanya mata Ya kalau orang buta matanya tiba-tiba kemudian dia sabar maka balasannya surga jadi semua orang yang buta itu asal ikhlas maka mereka dapat pahala mereka dapat surga ada jaminan surga tentu yang kedua pelajarannya adalah jaminan surga bagi orang yang buta kalau yang bertanya Bagaimana dengan tuli Bagaimana dengan bisu ya mungkin semoga saja masuk dalam hadis ini tapi disebutkan mata karena ada masalah berat bagi seseorang kalau matanya bermasalah Jadi kalau dia buta walaupun pendengarannya tajam walaupun bisa berbicara tidak bisu fisiknya sempurna tetap susah tapi kalau matanya melihat walaupun yang lain terganggu tetap lebih ringan makanya mata di sini disebutkan Sebagian ulama mengatakan bisa masuk dalam semua cobaan Apun yang sifatnya fisik kita terganggu kalau sabar misalnya pincang kaki harus diamputasi apalah segala macam ya Maka kalau dia sabar tetap akan mendapatkan pahala Insyaallah cuma kalau mata ini secara khusus disebutkan mendapatkan surga wallahuam eh kita tutup dengan berdoa kepada Allah Subhan taah semoga majelis kita diberkahi olehnya dan dijadikan sebagai tambahan amal kita pada hari kiamat dan Semoga semua dosa yang pernah kita kerjakan tidak terkecuali diganti dengan kemahaurahan Allah menjadi pahala dan Semoga Indonesia menjadi negara yang aman tentram damai seluruh umat Islam berada di bawah nauan ukhuwah islamiah ibadah mereka kembali kepada wahyu Alquran dan sunah serta semua wilayah Indonesia diberikan pemimpin muslim yang adil yang kembali kepada al-quran dan sunah serta Semoga Indonesia menjadi contoh bagi negara-negara yang lain Dan kita selalu mendoakan saudara kita di Palestin di Syria di Yaman di irakq di Myanmar di Ahsa di mana pun mereka berada sedang tertindas Semoga Allah ikhlaskan niat mereka terima para syuhada mereka muliakan Islam di tangan mereka dan tangan kita semua dan semoga allahtis pasihkan kita bersama mereka di pahala baik dengan doa dengan harta juga dengan jiwa kita dan semoga Allah menyatukan kita di surga firdausnya tanpa hisab mana S kita di majelis ilmu yang mulia ini P di Allah kepada saudara saya mohon dimaafkan subhanakallahum W biihamdika Ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilai wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam