Major Sins #55 – Slaughtering in Other Than the Name of Allah - Khalid Basalamah
8yh63Y1AcpE • 2017-09-01
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah puja dan puji kita kehadirat sang pencipta Allah sang raja satu-satunya yang telah menciptakan semua langit, semua bumi atau semua yang berada di antara keduanya dan tidak ada sekutu baginya. dalam setiap kegiatannya. Dia dengan kemahamurahannya telah menggantungkan segala kebutuhan kita untuk roda kehidupan di muka bumi ini dengan kalimat sederhana namun penuh dengan berkah. Alhamdulillah. Maka sering-seringlah mengucapkan kalimat ini. Selanjutnya kita panjatkan salam hormat kita kepada manusia yang telah dipilih oleh sang pencipta untuk dijadikan sebagai suri tauladan. Diciplak hidupnya, cara makannya, minumnya, berpakaian, bersosial, rumah tangga, berekona, berpolitik dalam segala hal. Dan beruntunglah orang-orang yang telah menjadikan manusia terbaik ini sebagai suri tauladannya. Karena dia pasti mendapatkan kebahagiaan sebagaimana manusia ini telah melewati masa hidupnya dan terkenang sejarahnya penuh dengan kebahagiaan, kemenangan, ketentraman. Maka sangat wajar kalau kita selalu mengucapkan salam hormat kepada manusia terbaik ini dengan penuh rasa cinta, penuh penghormatan. Karena memang sang pencipta sendiri bersama malaikatnya mengucapkan salam hormat dan dijadikan ibadah untuk kita semua. Maka selalulah mengucapkan selawat dan taslim kepada Nabi Besar Muhammad sallallahu ala alihi wasahbihi wasallam. Pertama-tama tentu saya mohon maaf ikhwan dan akhwat sekalian karena terlambat. Subhanallah tadi luar biasa masjidnya dan sebenarnya masjidnya lebih dekat dengan masjid kita ini. Tapi qadarallahu masya'al ini sudah ditakdirkan seperti itu. Tapi menungguhnya teman-teman sekalian di majelis ilmu tetap dicatat pahala oleh Allah subhanahu wa taala. Amin. Melanjutkan bahasan dosa-dosa besar kita. Dan terakhir kita membahas dosa besar ke-54. Masalah budak yang melarikan diri dari tuannya dan yang semisalnya. Dan malam ini kita akan membahas dosa besar ke-55. Masalah menyembelih untuk selain Allah. seperti mengatakan dengan nama tuanku Syekh. Teman-teman sekalian, ibadah yang telah Allah Subhanahu wa taala tentukan bagi orang-orang beriman sangat beragam dan variatif sekali serta dimudahkan bagi orang yang mau melakukannya. Dan itemnya banyak sebagaimana saya katakan tadi, ada salat, ada puasa, ada haji, ada umrah, ada hal-hal yang wajib diikuti dengan sunahnya. seperti misalnya zakat diikuti dengan sedekah, salat wajib diikuti dengan salat sunah, kemudian juga ada yang merupakan ee puasa Ramadan diikuti dengan puasa sunah, kemudian haji diikuti dengan umrah. Ini sudah langka. Itu adalah pondasi dasar rukun Islam. Ada ibadah-ibadah yang tidak masuk dalam rukun Islam, tetapi dia juga hal yang sangat ditekankan. Seperti misalnya maksud dalamnya adalah menyembelih. Menyembelih. dan menyembelih ini ibadah yang sangat ditekankan di dalam agama Islam. Kita tahu Al-Qur'an menceritakan tentang bagaimana Ibrahim Alaih Salam akan menyembelih anaknya Ismail Alaih Salam. Dan karena mimpi yang dilihat itu dan ee menyembelih anaknya Ismail alaihialatu wasalam, Ibrahim akhirnya mempercayai mimpi karena memang mimpi semua nabi pasti benar. Lalu Allah jadikan sebagai sebuah ibadah rangkaian daripada ibadah haji. Kita tahu ada kurban di ibadah haji, ada hadyu. Hadyu adalah hewan yang disembelih untuk Allah subhanahu wa taala di ibadah haji atau di ibadah umrah. Kemudian juga menjadi hukum tersendiri bagi orang yang tidak sedang haji di Idul Adha dan hari-hari tasyrik mereka juga menyembelih juga termasuk bagian daripada ibadah. menyembelih. Kita tahu ada akikah buat anak muslim yang baru lahir diakikahkan, disembelihkan ya hewan-hewan yang memang dianjurkan. Tapi kalau akikah fokus kepada kambing atau domba. Anak laki-laki dua ekor kambing atau domba, anak perempuan satu ekor. Gak masalah hewannya itu jantan atau betina. Yang penting sudah mencapai umur 1 tahun dan tidak cacat. Kita tahu juga selain Idul Adha, selain ee akikah, ada juga sembelihan secara umum. Misal seseorang menyembelih niatnya untuk menghormati tamunya misalnya atau ee dia sebagai tanda syukur kepada Allah Subhanahu wa taala dia menyembelih lalu dagingnya dibagikan umumnya kepada orang-orang orang-orang miskin atau orang membutuhkan. Maka ini juga ibadah. Ini juga adalah bagian daripada ibadah. Dan Allah Subhanahu wa taala menyebutkan kata-kata sembelih dalam Al-Qur'an. Azubillahiminasyaitanirrajim. Fasolli labbika wanhar. Selalulah salat hai Muhammad. Makna lebih tepatnya ayat ini, salatlah Idul Adha dan berkurbanlah setelahnya. Tapi ulama tafsir menarik ayat ini lebih luas mengatakan maknanya salatlah hai Muhammad dan ikuti salatmu itu dengan sering menyembelih. Dengan sering menyembelih. Baik itu menyembelih yang sifatnya tadi Idul Adha ataupun menyembelih untuk akikah ataupun menyembelih umumnya menghidangkan makanan untuk muslimin. Dan kita tahu Ibrahim Alaih Salam selain memang sembelihan anaknya yang tidak jadi menjadi sebuah perintah dalam haji dan juga umrah juga beliau terkenal orang yang sangat suka menyembelih sembelihan buat tamunya. Dikisahkan pada saat beberapa atau dua malaikat yang datang menjelin menghukum kaum Luth yang berada di Yordania. Dan Luth Alaih Salam adalah adalah keponakannya Ibrahim Alaih Salam. Mampir di rumah Ibrahim Alaih Salam, Ibrahim begitu lihat alaihialatu wasalam dua malaikat dan tidak tahu kalau ini malaikat manusia menjelma jadi manusia tidak tanya kalian siapa, mau apa. Begitu salam depan pintu rumahnya dia mengatakan silakan masuk. Belum ngobrol, belum diceritakan apa maksud tujuan datang. Ibrahim Alaih Salam masuk ke dalam rumahnya. Kemudian dia langsung menyembelih anak sapi yang sehat. Kemudian memasak dan menghidangkan buah tamuhnya. Jadi ada penyebutan sembelihan-sembelihan di dalam Al-Qur'an dan ini bagian daripada perintah agama kita. Sembelihan di Idul Adha boleh jenis tiga tiga hewan menyembelih kambing dan domba yang paling afdal. Sebab Nabi sallallahu alaihi wasallam sendiri mempraktikkan itu. Kemudian datang setelahnya unta dan sapi. Khusus kambing lebih afdal. Kalau unta dan sapi lebih afdal seseorang sendirian. Tapi pada saat seseorang itu tidak mampu maka dia boleh partisipasi seperti satu ekor kambing. Boleh. Kalau orang tidak mampu kepala keluarga yang menyembelih dengan dia niatkan untuk keluarganya. Kalau sapi dan unta boleh sampai tujuh orang ee yang ikut partisipasi di hewan tersebut. Kalau ada ee akikah ini wajib sifatnya tidak bisa diganti hewan lain. Dia hanya boleh kambing atau domba. Dan syaratnya juga ada sebagaimana tadi syarat sebenarnya masuk di Idul Adha tidak boleh cacat dan 1 tahun. Dari semua hewan atau jenis hewan yang dilakukan di Idul Kurban ini juga termasuk kalau kita mau menyembelih umumnya untuk tamu yang paling afdal dan besar pahalanya kalau diniatkan karena Allah adalah kambing dan domba. Dan bagi teman-teman yang belum terbiasa mengkonsumsi daging hewan ini, daging hewan ini, maka dianjurkan untuk mengkonsumsinya. Karena memang ini adalah sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Banyak dalilnya. Di antaranya dalam hadis Bukhari dikatakan Nabi sallallahu alaihi wasallam sangat gemar memakan paha kambing dan itu menjadi makanan favorit beliau sallallahu alaihi wasallam. Sampai di perang Khaibar, beliau diracuni oleh orang Yahudi. Karena mereka tahu Nabi sallallahu alaihi wasallam gemar sekali paha kambing. Maka mereka racuni, meletakkan racun di paha kambing itu. Dan di nampan-nampan yang di ee ee yang dihidangkan untuk para sahabat yang menang pada saat itu dalam peperangan tidak diletakkan paha kambing kecuali satu nampan. Mereka tahu ini akan dihidangkan untuk baginda Nabi sallallahu alaihi wasallam. Karena para sahabat tahu ini favoritnya Nabi, maka di situlah diracuni. Juga Umar bin Khattab mengatakan dalam hadis Bukhari Muslim, saya pernah masuk ke rumah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Saya temukan beliau sedang memegang paha kambing, tulangnya sambil memakan dagingnya. Dan ini berarti kalau orang makan kambing dengan niat Nabi sallallahu alaihi wasallam, karena itu makanan favorit Nabi sallallahu alaihi wasallam dapat pahala. Kita tahu juga ada Idul Adha tetap lebih afdal kambing dan domba. Karena Nabi sallallahu alaihi wasallam melakukan kambing dan domba. Dan semua riwayat tentang masalah kurban dari sekian puluh hadis itu mayoritasnya 90% menyebutkan tentang masalah kambing dan domba ini. Kemudian juga kita tahu dalam akikah mutlak tidak bisa diganti hewan lain. Baik menyembelih ini hanya untuk Allah. Kalau dilihatkan untuk Allah maka akan mendapatkan pahala. Kapan dialihkan kepada selain Allah teman-teman sekalian hukumnya menjadi haram. Karena dia ibadah. Semua ibadah yang dialihkan kepada selain Allah maka hukumnya haram. berdosa. Contoh misalnya ada orang menyembelih buat kuburan, dia datang ke kuburan, dianggap ini kuburan syekh atau seorang kiai atau seorang wali Allah. Kemudian dia menyembelih di kuburan tersebut untuk si syekh itu. Ini gak pernah Nabi sallallahu alaihi wasallam lakukan. Nabi sallallahu alaihi wasallam tidak pernah suruh sahabat mencari kuburan para nabi-nabi dan menunjukkan mereka lalu mengatakan sembelihlah di sana. Atau tidak pernah Nabi sallallahu alaihi wasallam menyuruh para sahabat datangi kuburannya para syuhada Badr yang jelas-jelas dijamin masuk surga. sembelih di kuburannya mereka atau Uhud yang sangat dekat. Ada Hamzah radhiallahu anhu. Tidak ada satu riwayat pun menjelaskan kepada kita kalau Nabi sallallahu alaihi wasallam pernah suruh mereka datang sembelih di kuburan syuhada Uhud misalnya. Dan begitu juga semua sahabat. Dan tidak pernah ada satuun riwayat didukungkil kepada kita kalau pernah ada sahabat menyembelih di kuburan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Kalau itu tidak pernah, bagaimana dengan orang-orang yang datang sekarang? Apakah mereka lebih baik daripada Nabi dan para sahabat? Tentu tidak mungkin, kan gitu. Jadi tidak ada sembelih untuk kuburan ini. Enggak ada sembeli untuk kuburan. G ini contoh pengalihannya. Pengalihan yang lain kadang-kadang dianggap menyembelih kambing ini, Teman-teman. Dan hewan ini, itu untuk menolak bala tertentu, musibah tertentu. Seperti pernah saya berbicara dengan seorang pengusaha kayu di Kota Makassar. Pada saat saya jelaskan masalah menyembelih selain daripada Allah ini diharamkan dan dosa besar. Maka dia bilang, "Ustaz, di sini di Kota Makassar ini," dia bilang sama saya pada saat itu, "Kalau kapal mau diturunkan, kapal baru ya di lautan biasanya dianjurkan untuk nyembelih kambing. Tapi sembelih kambing ini disembelih gak dimakan dagingnya, dilempar setelah ditumpahkan darahnya dilempar ke lautan." Saya bilang, "Untuk apa?" "Ya, supaya kapalnya enggak diganggu sama penjaga laut." Ini syirik kepada Allah ini. Gimana caranya? Enggak boleh ini kalau dia sebagai tanda syukur kepada Allah, dia sembelih hewan dengan nama Allah, niatkan karena Allah sebagai tanda syukur kepada Allah. Kemudian dia membagikan kepada orang miskin itu boleh. Tapi dia sembelih dilempar ke lautan. Ini enggak boleh sama sekali. Dan saya lihat ini banyak sekali terjadi di Indonesia pada saat beberapa ee wilayah nelayan mereka sudah lama enggak turun ke lautan untuk mengambil ikan sebelum mereka memulai lagi aktivitas setelah setelah liburan misalnya Ramadan. Idul Fitri. Nanti mereka akan lempar sesajian ke lautan. Makanan-makanan segala macam ritual diikuti kemudian di ditaruh di lautan dengan alasan supaya mereka selamat. Ini enggak pernah ada sunah dari Rasulullahi sallallahu alaihi wasallam. Enggak ada semua ini. Kalau makanan itu kita berikan kepada fakir miskin maka jauh lebih bermanfaat. Dan ini pengalihan sembelihan seperti ini hukumnya diharamkan dalam agama Islam. Tidak boleh. Hukumnya bisa masuk kepada syirik. Jadi sekali lagi dia bisa menjadi ibadah, dia juga bisa menjadi perbuatan yang diharamkan. Dan Imam Azzahabi rahimahullah mengangkat dosa besar ke-55 ini adalah menyembelih untuk selain Allah. Jadi maksudnya di sini walaupun dia pakai nama Allah bila dia baca bismillah tapi dia niatkan untuk kuburan atau dia niatkan untuk lautan tidak bisa. Tetap enggak diterima ini. Ya. Diangkat firman Allah Subhanahu wa taala dalam surah Al-An'am 121. Dan dalil ini diangkat oleh Imam Azzaahbi rahimahullah dengan tujuan agar menjelaskan kepada kita kalau ada ditemukan sembelihan seperti ini sudah dimasak atau belum dimasak kalau diniatkan kepada selain Allah untuk kuburan, untuk pohon keramat, untuk lautan, untuk api, untuk matahari, untuk hutan, apalah segala macam, untuk gua ini semua tidak boleh dimakan. Tidak boleh dimakan. Surah Alan'am 121 berbunyi azubillahim minasyaitanirjim. W tak mim lam yuzkarmullahi alaihi wa innahu lafisq. Janganlah kalian memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Karena sesungguhnya itu adalah suatu kefasikan. Kata ulama tafsir makna ayat ini dua. Yang pertama jangan pernah makan nama kalau ee kesembelihan kalau tidak menyebutkan nama bismillah. Yang kedua, jangan pernah memakan sembelihan disebut nama Allah tapi ditujukan untuk selain Allah. Karena makna kalimat di sini disebutkan nama Allah ketika menyembelih maksudnya memang bertujuan untuk Allah. Jadi bukan cuma sekedar penyebutan gitu kan. Karena kalau hanya fokus pada penyebutan ada hukum syari berlaku kepada sembelihan ahli kitab. Surah Al-Maidah nomor 5 ayat 5. Ini ada pengecualian yang menjelaskan sembelihan ahli kitab boleh dimakan. Mereka baca bismillah atau tidak. Umumnya surah Almaidah menyebutkan masalah itu 9 Ali kitab halal. Berarti di sini ulama tafsir mengatakan yang lebih umum pendapat adalah di sini masuk makna ee orang-orang yang menyembelih ya untuk selain Allah walaupun menggunakan nama Allah itu sendiri. Di dalam hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam riwayat Hakim dengan sanad sahih, Alala bin Abdurrahman dari bapaknya dari Hani maula Ali radhiallahu anhu ajmain bahwasanya Ali berkata, "Ya Hani yaakunas qadaulah alaihi wasallamuahi wasallah manaril ard. Hai hani, hani ini kebetulan bekas budaknya Ali bin Abi Thalib. Ali bebaskan. Makanya dikatakan Hani maula Ali. Ali waktu itu jadi khalifah dan seringkiali dia mengumpulkan informasi dari budak, mantan budaknya ini. Dia selalu suruh keliling cari informasi. Ada apa? orang sedang berbicara apa. Maka Hani berkata, ditanya, "Hai Hani, apa yang dikatakan orang-orang? Ada informasi baru enggak hari ini?" Sebelum-sebelumnya Ali sering utus untuk mengumpulkan informasi dari masyarakat. Dia bilang, "Ada, wahai Amirul Mukminin, ada sebagian masyarakat mengklaim bahwasanya Anda memiliki ilmu khusus dari Rasulullah sallallahu alaihi wasallam yang tidak Anda tampakkan." Dan ini sekaligus membantah perkataan orang-orang Syiah. Riwayat ini yang mengatakan bahwasanya Ali memiliki ilmu khusus yang tidak ditampakkan untuk orang lain. Dan riwayat ini menyebutkan dengan lafaz itu. Maka Ali bin Abi Thalib mengeluarkan sebuah lembaran dari pedangnya. Maksudnya dari sarung pedangnya. Beliau meletakkan di situ ada lembaran dan ada tulisannya. Dan beliau berkata, "Inilah yang saya pernah dengar dari Rasulullahi sallallahu alaihi wasallam. Isinya adalah Allah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah. orang yang berwala kepada yang bukan tuannya. Maksudnya budak yang dibebasin misalnya tadi hani dibebaskan oleh Ali bin Abi Thalib maka dia katakan hani maula Ali. Kalau ada yang mengatakan Ali yang bebasin lalu dia mengatakan maula saya Utsman misalnya maka ini termasuk dalam ancaman. Yang ketiga, Allah melaknat orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya dan Allah melaknat orang-orang yang mengurangi batas-batas tanah. Saksi bahasan kita potongan pertama. Dan kata ulama hadis, kenapa Ali bin Abi Thalib sengaja menyebutkan ini? Yang saya dengar dari Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Dalam riwayat lain mirip seperti ini berbunyi, "Yang saya dengar dari Rasulullah sallallahu alaihi wasallam hanya ini saja. Lalu dia keluarkan dari dalam sarung pedangnya itu berisi gigi-gigi unta." Jadi zaman dulu mereka tulis di tulang-tulang unta, di gigi unta diukir tulisan ayat-ayat atau hadis-hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam. Mereka tidak belum memiliki kertas kayak kita sekarang. Maka adanya di pelapa-pelapa kurma, adanya di tulang-tulang unta, adanya di gigi-gigi unta. Maka yang ditarik adalah gigi-gigi unta yang sudah di dikikir ya ditulis tulisan di atasnya. Maka Ali mengatakan, "Saya tidak pernah ya mengetahui sesuatu yang saya sembunyikan dari Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Dan yang saya riwayatkan, yang saya tahu pasti saya hafal adalah ini. Isinya adalah Allah melaknat orang yang menyembelih selain daripada Allah." Sengaja Ali bin Abi Thalib menyebutkan ini poin pertama dan ini memang hadis dari Nabi sallallahu alaihi wasallam. Karena ternyata orang-orang yang mengklaim Ali punya ilmu mereka mulai menyebarkan berita bahwasanya Ali layak untuk disembelih ee disembelihkan hewan untuknya gitu kan. Jadi boleh orang menyembelih atas nama Ali gitu kan. Maka Ali sengaja mengeluarkan hadis ini. Padahal sebenarnya kata ulama hadis ada hadis-hadis yang lain yang diriwayatkan oleh Ali radhiallahu anhu. Kemudian potongan yang kedua dikatakan al-wala kepada selain tuhannya juga Allah melaknat. Maka makna laknat adalah diangkat berkah hidupnya. Allah melaknat orang yang durhaka dengan kedua orang tuanya dan Allah melaknat orang yang mengurangi batas-batas tanah. Maksudnya adalah kalau dia punya tanah, dia beli kavling-kafling. Kemudian sengaja dia geserkan patokan tanahnya untuk mencuri tanah orang lain. Ini ada hukum sendiri tentunya ya. Ini dosa besar juga. Nabi sallallahu alaihi wasallam mengharamkan mengambil sejengkal tanah. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Siapa yang mengambil sejengkal tanah haram, maka dia akan dibebankan dengan tanah itu tujuh lapis ke dalam tanah. di pundaknya pada hari kiamat. Hadis ini sahih riwayat Imam Hakim. Dan hadis yang terakhir dalam bab kita adalah hadis yang diriwayatkan Imam Ahmad dalam musnadnya yang berbunyi kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Laanallahu manzabahahirillah." Allah melaknat orang-orang yang menyembelih untuk selain Allah. Dan makna selain daripada Allah walaupun menyebutkan nama Allah tadi tapi kalau dialihkan kepada makhluk ya untuk kuburan, untuk pohon, untuk lautan dan seterusnya maka masuk dalam masalah ini dilaknat artinya diangkat berkah hidupnya. Allahuam. Insyaallah kita akan lanjutkan pertemuan akan datang nanti dengan dosa besar 56 masalah berubah patok-patok tanah. Dan kita fokus pada malam ini membahas ee masalah menyembelih selain daripada Allah. Dan seperti biasa pertanyaan ditulis insyaallah sesuai dengan tema dan kita jawab setelah salat ba'diah isya. Subhanakallahumma wabi bihamdika ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka waubu ilaik. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Resume
Categories