Transcript
puRsasJxJew • Meluruskan kesalahpahaman
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/khalidbasalamah/.shards/text-0001.zst#text/0096_puRsasJxJew.txt
Kind: captions Language: id Dan ingat teman-teman sekalian, muka bumi ini semua punyanya Allah. Orang beriman tahu masalah itu. Sekali lagi kesukuan ya negara berbeda bahasa, beda paras wajah. Ini hanya variasi hidup. Allah membuat itu seperti adanya pisang, adanya anggur, adanya delima, beda-beda. Kalau cuma satu jenis anggur, maka tidak ada variasi kehidupan. Tapi kita semua dari Adam Alaih Salam. Makanya Islam sangat membenci rasisme. Enggak ada dalam Islam. Saya orang Arab, saya orang saya orang Ble, saya orang Indonesia, saya gak ada lagi dalam Islam. Itu artinya kita boleh bangga dengan negara kita. Dari mana? Dari Indonesia. Itu sesuatu yang wajar gitu kan. Seperti Nabi sallallahu alaihi wasallam berbangga mengatakan asalnya dari Makkah. Boleh saja gitu kan. Itu boleh saja kita mengatakan saya bangga. Tapi bukan berarti ini menganggap menjatuhkan orang lain, menganggap orang lain remeh. Ini tidak boleh semua kan ya. Yang ini kita tahu ini buminya Allah. Itu lingkup yang lebih besar dan juga semua ini suku yang beragam macam bahasa adalah variasi kehidupan bukan untuk berfanatisme gitu kan. Dan ini sekarang lagi diangkat-angkat nih lagi ada masalah ini ya. Selalu diangkat masalah ini. Seperti saya baru dengar katanya ada informasi saya ini dianggap ee apa namanya? Ee mengacokan NKRI. Ini unik ini. Alhamdulillah dakwah sunah ini adalah dakwah yang paling loyal dengan pemerintah setempat gitu kan. Tidak pernah mengajak memberontak, tidak pernah mengajak demo-demoan, tidak pernah mengajak apa-apa. Islam kita selalu mengingatkan patu pada saat memang kita masih dibolehkan salat misal dari mana ini kalimat bisa keluar? Hanya karena ini, hanya karena ada orang subhanallah memang begitu hidupnya mau suka cari konflik, cari masalah. Lebih baik makan, minum, tidur. Mati masuk surga kan. Ini enggak suka iseng. Cari ini, cari cari masalah harus begitu. Allahuam. Mudah-mudahan saja lepat dari sifat munafikin nih. Ya, begitu pula teman-teman sekalian. Sekalian saya luruskan ada saya dapat informasi kalau ada cuplikan ceramah saya tentang masalah tidak bolehnya mengambil minuman, gitu kan. Lalu kemudian entah siapa ini semoga Allah kasih hidayah. Mengambil suara saya kemudian didatangkan ke salah satu pesantren di Indonesia. seakan-akan saya sedang menyinggung pesantren itu. Ini saya tidak pernah singgung negara, tidak pernah singgung suku, apalagi pesantren punya muslim. Enggak mungkin ini. Dan perlu saya luruskan teman-teman sekalian, kalau misalnya yang saya bahasakan di ceramah itu pun suara saya mengatakan gini, saya bilang, "Kalau saya, kalau saya, saya tidak mau teman-teman mengambil bekas minum saya." Kalau saya, kalau orang lain mau lakukan urusan dia. Tapi kan kita perlu ingatkan kalau misalnya bekas minum orang tua kita ya kemudian kita mau minumnya para sahabat meminum bekas Nabi sallallahu alaihi wasallam gitu kan. Ada itu. Tetapi yang saya singgung di situ sebenarnya secara global ada orang yang sengaja air misalnya sengaja diluda-ludain, sengaja apa kemudian dijual. Ini yang saya bilang ini bisa sampai menipu umat. Ini kesalahpahaman yang terjadi ya. Tapi sudah dianggap itu dibuat seperti sebuah permasalahan besar. Seakan-akan ini akan membuat perpecahan di antara umat ini. La haula wala quwwata illa billah. Kita enggak pernah punya masalah dengan siapapun. Ya, semua saudara muslim adalah saudara muslim kita. Siapapun dia syahadat di muka bumi ini. Enggak ada urusannya sama sekali dengan menjatuhkan atau ee sengaja mencari masalah atau menyalah-nyalahkan orang lain. Tidak ada. Karena ceramah itu global gitu kan. Memang yang kita tegur adalah orang yang sengaja menjadikan air itu seakan-akan diorbit bahwasanya air itu berkah ya dan seterusnya. Ini perlu diluruskan gitu kan.