File TXT tidak ditemukan.
Iya, Inilah Aku yang Sekarang
zIdT2hqBMpw • 2017-09-01
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam. Alhamdulillah
tidak henti-hentinya kita memuji Tuhan
kita Allah yang telah melimpahkan segala
nikmat dan memenuhi segala kebutuhan
kita di roda kehidupan di muka bumi ini.
Dan dia telah menggantungkan segala
kebutuhan kita dengan kalimat mulia yang
semestinya selalu membasahi lidah dan
bibir seorang yang beriman.
Alhamdulillah.
Maka sangat wajar kalau kita selalu
mengucapkan kalimat ini. Juga kita
panjatkan salam hormat kita kepada
manusia terbaik. Manusia yang telah
membawa kepada kita hukum halal haramnya
Allah. Sehingga kita punya panduan hidup
tahu mana yang dibolehkan dan yang
dilarang oleh sang pencipta. Manusia
yang paling pantas diikan sebagai suri
tauladan. Berbahagialah orang yang
mencontohi kehidupan manusia terbaik
ini. Karena pasti dia akan bahagia,
tentram hidupnya, dipenuhi segala
kebutuhannya,
bisa menemukan solusi yang terbaik dari
masalah-masalahnya,
serta juga pasti akan menang dari
musuh-musuhnya. Karena semua itu
tergambarkan dalam kehidupan manusia
terbaik ini. Dan mengucapkan salam
hormat sekali saja kepada manusia
terbaik ini akan dibalas oleh sang
pencipta Allah secara langsung pada
waktu yang bersamaan 10 kali tambahan
rahmat. Maka sangat wajar kalau kita
selalu mengucapkan selawat dan taslim
kepada Nabi Besar Muhammad sallallahu
ala alihi wasahbihi wasallam.
Tema kita pada sore ini, saudaraku
seiman, semoga Allah berkahi.
Iya, inilah aku sekarang.
Sebenarnya ada alasan saya menulis buku
ya. Ini sebenarnya dalam bentuk buku dan
insyaallah akan terbit dalam waktu
dekat. Alhamdulillah sudah selesai,
sudah rampung.
Karena saya melihat
banyak di antara ikhwah dan akhwat kita
pada saat sudah menghadiri pengajian
sunah,
mereka
masih risi dengan masa lalunya.
Banyak sekali orang dari musisi yang
tobat. Banyak sekali orang dari pengedar
narkoba, banyak sekali dari orang pezina
yang mereka tobat karena ikut
pengajian-pengajian sunah bifadlillah.
Kemudian mereka risi dengan masa
lalunya. Sampai sering muncul
pertanyaan, "Ustadz, apakah saya masih
layak mendapatkan pasangan ikhwah yang
saleh dari seorang akhwat?" Atau seorang
ikhwah yang saleh ee seorang ikhwah
mengatakan, "Masih layakkah saya menikah
dengan seorang akhwat yang shah?"
Sementara masa lalu masa lalu saya
kelam, maka jawabannya dalam Islam
sederhana. Inilah judulnya iya ini aku
sekarang.
Karena Islam tidak pernah memandang masa
lalu seseorang. Saudaraku seiman, masa
lalu kelam itu sudah dilupakan oleh
Islam. yang Islam ingin lihat sekarang
ke depan
yang lalu. Sejahat apapun perbuatan
seseorang, selama dia sudah
meninggalkannya dan memperbaikinya, sang
pencipta Allah akan menerimanya.
Dan kita akan sebutkan pertemuan kita
ini akan banyak contoh-contoh dari
kalangan nabi-nabi, dari kalangan para
sahabat, dari kalangan tabiin.
Orang-orang yang tadinya memang punya
tanda kutip hal-hal yang keliru. Tapi
karena taubat maka Allah Subhanahu wa
taala menerima tbat tersebut dan
memuliakan mereka karena taubat itu.
Perubahan performance yang terjadi,
saudaraku seiman, penampilan baju,
penampilan mungkin kalau ikhwah sudah
berjenggot, sudah tidak isbal, akhwatnya
mungkin pakai jilbab besar, pakai cadar,
dulunya mungkin beda sekali. Mungkin
dulu pakaiannya sangat ya dianggap kalau
sekarang mungkin ya tanda kutip dalam
istilah mereka dengan modern ya
dan dianggap pakaian-pakaian ikhwah
sekarang yang dipakai setelah sunah
malah kampungan tanda kutip di sini. ini
semua tidak ada sesuatu yang membuat
kita malu. Gak perlu malu, Teman-teman
sekalian. Karena berubah menjadi orang
yang lebih saleh dan salehah adalah
prestasi yang buruk itu kalau kita tetap
dalam keadaan kita yang lalu.
Maka selalu jadikan kalimat ini, judul
buku ini adalah iya inilah aku sekarang.
Kamu berubah ya? Iya inilah aku
sekarang. Kamu kok kenapa berubah? Ya
beginilah keadaanku sekarang. kita jawab
dan tidak ada yang aib di situ sehingga
memang tidak akan pernah ada masalah
yang kita hadapi.
Saya sering kasih contoh jemaah di
Indonesia dan saya sampaikan kepada
teman-teman juga di sini
kalau seandainya kita pernah punya masa
lalu, misal janjian sama teman-teman ke
diskotiklah, ke barlah, segala macam,
mabuk-mabukan, berzina, foya-foya,
maksiat kepada Allah Subhanahu wa taala,
kemudian sekarang sudah kita tobat.
Ada sebuah kaidah sederhana dalam hidup
teman-teman sekalian. Ini yang saya
terapkan dalam hidup saya. Dan saya
berharap tentu teman-teman juga bisa
menerapkan masalah itu. Kita harus bisa
menjelaskan
apapun perbuatan kita, Teman-teman. Baik
atau buruk, kenapa kita lakukan dan
kenapa tidak kita lakukan?
Saya kasih contoh. Kalau kita lagi mau
ke masjid, jalan, lalu ada tetangga kita
melihat dan bertanya, "Pak, mau ke mana?
Jangan diam, Teman-teman sekalian. Oh,
nanti kalau saya jawab saya ke masjid
nanti ria. Enggak, enggak ada
hubungannya sama riya. Di situ. Kita
sedang ditanya. RI itu kalau antum
enggak ditanya lalu jelasin. H tanya
orang di kantor, "Kamu puasa enggak?"
"Kamu puasa," saya puasa. Enggak ada
enggak ada sesuatu yang memicu. Dia
sendiri yang pamer-pamer itu ria. Tapi
kalau orang bertanya, kita enggak bisa
enggak jawab. Mau ke mana? Mau ke
masjid. Kontrol diri.
Karena riya hanya bisikan dari setan dan
semua ibadah pasti dibisikkan ri oleh
setan. Pasti. Karena riya itu senjata
pamungkasnya. Kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam dalam sebuah hadis
sahih, alyasiru minar riya syirk.
Sedikit saja riya sudah cukup syirik.
Itu sudah batal salat itu kalau kita
riak sedikit pun gitu kan. Maka setiap
kali ibadah pasti riak di diorbitkan
oleh setan dalam diri kita supaya kita
terpengaruh.
Tapi sederhana tepis saja. Selama kita
tidak mengiyakan, maka tidak termasuk
ri. Misal contoh setan bisikin kita tuh
di sebelah kamu ada atasan, sebelah kamu
ada si fulan, sebelah kamu ada. Tapi
kita enggak mengiyakan, Teman-teman
sekalian. Maka tidak riak. Seperti
ibaratnya orang yang lagi nawarin
produk. Kalau kayak kita di Indonesia
ya, kita lagi di lampu merah, ada orang
jual produk, kita lagi naik mobil,
kacanya kita enggak buka. Dia mau
promosi apapun kita enggak ada masalah.
Seperti itu. Setan menawarkan apapun
riak, kita enggak ada masalah. Itu orang
melihat kamu lagi doa lama, gak usah
pedulikan. Azubillahim
minasyaitanirrajim. Selama kita tidak
iya tidak ada masalah.
Jadi kalau kita berbuat satu kebaikan,
ditanya ditanya jawab enggak ada
masalah. Mau ke mana mau salat, mau ke
mana lagi? Di bandara mau umrah. Enggak
ada masalah.
Seperti kami juga para teman-teman dai
kalau lagi mau bimbing umrah, "Bapak Ibu
maaf, kami lagi libur pengajian karena
saya akan bimbing umrah pada tanggal
sekian." Enggak ada hubungannya sama
riya ini. Kecuali memang dia niatnya mau
ria. Tapi perlu menjelaskan perbuatan
yang kita lakukan baik kenapa kita
lakukan? Kalau ditanya jawab teman-teman
sekalian
sama juga perbuatan baik kalau kita
tidak lakukan dan ditanya jawab. Contoh
antum lagi musafir kayak di Indonesia.
Saya di sini tidak tahu tentunya kalau
kayak di Indonesia kita lagi musafir
misalnya dari Jakarta menuju ke mana ya?
Menuju ke Surabaya misalnya lewat darat
contoh saja ya. Kemudian di tengah jalan
di tol Cikampek misalnya lagi Jumat
salat Jumat kita masuk masjid mau salat
jamak zuhur asar. Jumat gugur bagi
musafir. Tapi boleh dia ikut. Misal kita
masuk masjid Jumat sudah bubar niatnya
memang musafir. Kita mau jamak zuhur
asar. Begitu masuk masjid ada yang
tanya, "Pak, kok enggak salat Jumat?
Perbuatan baik tidak kita lakukan."
Ditanya tadi kan yang pertama perbuatan
baik mau ke masjid mau ke mana, kita
jawab, kita lakukan. ditanya kenapa ini
perbuatan baik tidak kita lakukan.
Ditanya kenapa, kenapa enggak Jumat,
Pak? Jawab, karena saya musafir. Saya
akan jamak zuhur asar. Gitu kan. Ini
poin pertama. Jadi perbuatan baik
teman-teman, kenapa kita lakukan? Kalau
ditanya jelaskan. Perbuatan baik tidak
kita lakukan. Ditanya jawab. Ya, sama
halnya juga perbuatan buruk,
perbuatan salah atau buruk kalau pernah
kita lakukan dan ditanya alasannya,
jawab.
Misal kita lagi jalan pecahin gelas.
Orang tanya kenapa pecahin gelas? Oh,
karena ini. Kenapa terlambat masuk
kantor? Karena ini. Apa adanya? Jujur.
Jawab. Jelaskan. Jangan dirahasiakan.
Enggak apa-apa. Jelasin apa adanya.
Makanya di dalam pepat bahasa Arab
dikatakan fi shain raha. Di setiap
keterusterangan itu ada ketenangan jiwa.
Karena clear pada saat itu kan. Jadi
perbuatan buruk kalau kita ditanya kita
terlambat masuk kerja, kita pernah
melakukan satu kesalahan. Iya, memang
saya lakukan. Saya salah, saya minta
maaf. Apa konsekuensinya? Selesai.
Sama juga perbuatan buruk kalau tidak
dilakukan, jelaskan. Ini yang yang
terakhir ini yang saya mau jadi beratkan
sebenarnya sesuai dengan tema kita.
Misal gini, Teman-teman biasa ditelepon
sama kelompoknya, grupnya lah, apalah
timnya atau apa saja namanya, gengnya
untuk ke diskotek, untuk ke bar. Kita
sekarang sudah tobat. Lalu ditelepon.
Banyak orang begitu ditelepon dia lihat,
"Waduh, teman saya telepon nih. Mau dia
ke diskotek lagi. Enggak usah jawab
deh."
Akhirnya sampai mati satu kali, dua
kali, tiga kali. Oh, alhamdulillah sudah
berhenti enggak telepon lagi. Keliru
ini, Teman-teman sekalian. Kelirunya
kenapa? Karena besok dia akan telepon
lagi. Kita enggak jawab, kan?
Kalau kita sekarang sudah berubah,
jangan malu, Teman-teman sekalian.
Perbuatan buruk tidak kita lakukan.
Jelaskan. Angkat teleponnya. Ayo kita
ketemu di diskotik ini ya. Oh, maaf.
Saya sekarang sudah ikut pengajian. Saya
tahu itu enggak boleh. Jelaskan.
Oh, kamu sekarang berubah. Kamu sok
alim. Enggak apa-apa. Iya memang begini.
Aku sekarang sudah berubah enggak
apa-apa gitu kan. Saya jamin dengan izin
Allah besok enggak bakal ditelepon sama
dia karena dia sudah tahu. Atau kalau
perlu kita mengatakan, "Saya undang kamu
ke pengajian saya ya, alamatnya di sini.
Enggak bakal telepon lagi besok tuh."
Benar enggak ini yang saya sampaikan?
Hah? Puasa-puasa begini bisa nangkap
materi enggak ini? Hah?
Jelas ya? Karena ini kaidah hidup ini.
Ini bukan cuma sekedar informasi biasa,
Teman-teman. Terapkan dalam hidup kita
akan senang hidupnya akan aman, akan
merasa nyaman sekali.
Jadi sekali lagi, perbuatan baik kita
kerjakan kalau ditanya jelaskan.
Perbuatan baik tidak kita kerjakan
jelaskan kalau ditanya. Perbuatan buruk
kita kerjakan, akui dan ambil
konsekuensinya. Jelaskan. Perbuatan
buruk tidak kita kerjakan. Jelas butuh
penjelasan.
Apalagi kalau sudah dilemparkan
pertanyaan. Dan jangan pernah malu
teman-teman untuk mengatakan iya ini aku
sekarang kalau sudah berubah.
Ini kebaikan untuk kebaikan tentunya ya.
Tema kita, Teman-teman sekalian terdiri
daripada beberapa bab tentunya ya buku
ini. Tapi saya akan ringkaskan.
Kita akan mulai teman-teman sekalian
dari hadis Nabi alaihialatu wasalam.
Hadis mulia riwayat Bukhari. Kullu bna
adam khatun khina thaabun.
Semua anak Adam pasti berbuat salah.
Dan sebaik-baik orang yang buat salah
adalah yang segera
meminta maaf dan meluruskannya.
Apa makna hadis ini, Teman-teman?
Artinya bisa dikatakan tanda kutip sini,
mustahil kita enggak buat salah.
Enggak ada manusia yang enggak buat
salah. Mustahil. pasti kita buat salah.
Tetapi Nabi sallallahu alaihi wasallam
bilang, "Dan sebaik-baik orang yang
salah yang segera meluruskan, meminta
maaf, meluruskan, memperbaiki, itu yang
terbaik." Dan tentu tidak mengulanginya.
Beranjak daripada ayah kita Adam Alaih
Salam.
Nabi Adam Alaih Salam, bayangkan
teman-teman, Nabi Adam Alaih Salam ini
bukan memudah-mudahkan kesalahan atau
maksiat, bukan. Tapi kita ingin
memberikan gambaran kalau kesalahan yang
pernah kita lakukan itu memang wajar
terjadi pada manusia, tapi yang tidak
wajar kalau kita tidak mau
memperbaikinya, gitu kan. Nabi Adam
alaihi salam melihat malaikat masuk ke
dalam surga mengetahui ciptaan-ciptaan
Allah. Manusia pertama diciptakan oleh
Allah subhanahu wa taala tapi melanggar.
Bayangkan. Bayangkan kalau kita di
posisi Nabi Adam alaihi salam, kita
sudah masuk ke surga, kita sudah
nikmatin semua apapun ada
buah-buahannya, istananya, segala macam,
malaikat sudah kita lihat, kita tahu
keajaiban penciptaan Allah, tapi digoda
oleh setan masih buat salah.
Itu Allah ceritakan dalam Al-Qur'an.
Nanti akan lebih panjang lebar kita
jelaskan insyaallah pada ee
contoh-contohnya ya. Tapi saya ingin
bacakan beberapa ayat. Coba kita renungi
teman-teman sekalian. Al-Baqarah surah
nomor 2 ayat 30 sampai 38. Silakan kalau
punya Al-Qur'an dibuka ya. Albaqarah
surah nomor 2 ayat 30 sampai 38.
Azubillahiminasyaitanirrajim.
Di ayat pertamanya di ayat 30-nya.
Waidabuka lil malaikati inni jailun fil
ardhi khalifah.
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman, "Hai
Muhammad, kepada para malaikat,
sesungguhnya Aku akan menjadikan seorang
khalifah di muka bumi."
Garis bawahi kalimat ini, Teman-teman
sekalian, Nabi Adam diciptakan untuk
apa?
Hah?
Untuk apa?
Untuk menjadi khalifah di muka bumi.
Perlu digaris bawahi kalimat ini.
Kenapa, Teman-teman sekalian? Karena
banyak orang menganggap Nabi Adam
diturunkan ke bumi karena dia melanggar
hukum di surga. Bukan itu. Karena Nabi
Adam alaihi salam dasarnya diciptakan
untuk turun ke bumi. Artinya terjadi
dosa itu atau tidak tetap akan turun ke
bumi. Itu poin penting ya.
Atajalu fiha fihabihu
bihamdikaqdisak
q inamun.
Lalu para malaikat berkata kepada Allah,
"Mengapa engkau hendak menjadikan
khalifah di muka bumi orang yang akan
membuat kerusakan padanya dan
menumpahkan darah?
Kita garis bawai dulu kalimat ini,
Teman-teman. Kenapa malaikat belum
diciptakan Adam sudah berkata, "Ya
Allah, apakah Engkau akan ciptakan ini
makhluk nih?" gitu kan. Akan menumpahkan
darah dan membuat kerusakan di muka
bumi. Apa sebabnya malaikat mengatakan
ini? Karena manusia, teman-teman, kita
ini adalah makhluk terakhirnya Allah.
Sebelum kita di muka bumi ini sudah ada
jin, sudah ada hewan-hewan, sudah ada
tumbuh-tumbuhan. Ini semua bukan hal
yang baru. Ini jauh jauh sekian juta
tahun mungkin sebelum kita. Jadi wajar
kalau orang mengatakan nemukan fosil
sekian juta tahun itu masuk akal. Karena
manusia waktu turun di muka bumi Nabi
Adam ini sudah ada semua. Terbukti iblis
sudah ada.
Dan pada saat itu yang ditugaskan oleh
Allah Subhanahu wa taala untuk memimpin
di muka bumi adalah jin.
Tapi rupanya jin tidak berhasil. Mereka
suka saling bunuh-membunuh. Mereka suka
saling menggang membuat kerusakan di
muka bumi. Ini alasannya malaikat
bilang, "Ya Allah, jangan sampai makhluk
baru ini sama juga dengan jin-jin ini."
Gitu loh.
Dan pada saat itu kebetulan iblis
dia lagi mengkandidatkan diri menjadi
pemimpin jin di muka bumi. Karena waktu
itu tidak ada saingannya jin.
Hewan-hewan semua ini fasilitas
tum-tuman fasilitas jin sendirian.
Sekarang kan kita berdua jin sama
manusia yang punya beban. Makanya Allah
Subhanahu wa taala mengatakan, "Whatt
jin wal insa illaudun." Jin sama manusia
disebutkan. Aku enggak ciptakan jin dan
manusia kecuali untuk menyembah
kepadaku. Jadi yang lain semua fasilitas
nih. Ini yang punya beban hukum.
Lalu selanjutnya q inni aamu ma tamamun.
Allah mengatakan sesungguhnya aku
mengetahui apa yang kalian tidak
ketahui.
Selanjutnya ayat 31.
asahamaikatiqum
setelah diciptakan nama-nama benda
seluruhnya. Kata ulama tafsir maknanya
luas sekali. Semua nama malaikat
miliaran jumlahnya. Semua nama
benda-benda di langit, semua nama-nama
benda di surga, semua nama ee di neraka,
semua nama yang ada di bumi, jin-jin,
tumbuh-tumbuhan, hewan-hewan, semua
jenis bahasa
Allah ajarkan. Semua Allah ajarkan.
Maka dikatakan kemudian Allah
mengemukakan kepada para malaikat seraya
berfirman, "Coba sebutkan kepadaku nama
benda-benda ini jika kalian benar-benar
dalam prasangkaan kalian." Karena kan
para malaikat menganggap ini sama aja
nanti sama jin-jin nih buat kerusakan di
muka bumi. Gitu loh. Allah bilang, Allah
ajarkan Adam alaihi salam. Lalu kemudian
sebelum Adam bicara sama para malaikat,
Allah bilang, "Coba kalian, hai
malaikat, sebutin nama-nama ini."
Ditunjukin benda-benda di langit. Mereka
enggak bisa. Malaikat enggak hafal.
Buktinya datang ayat setelahnya. Qolu
subhanaka la ilma lana illa ma alamtana
innaka antal alimul hakim. Para malaikat
menjawab, "Maha suci Engkau ya Allah.
Tidak ada yang kami ketahui selain dari
apa yang telah Engkau ajarkan kepada
kami. Enggak semua kami hafal nih.
Seluruh nama jin-jin, semua, nama
pohon-pohon, semua, nama benda-benda
tidak ada yang kami hafal. Yang dihafal
cuma apa yang Allah kasih saja.
Dikatakan innaka antal alimul hakim.
Sesungguhnya engkaulah yang maha
mengetahui lagi maha bijaksana.
Sebenarnya makna al-hakim dalam bahasa
Indonesia diterimakan bijaksana. Ini
masih kurang tepat tapi mendekati.
Al-Hakim itu kalau dalam bahasa Arab
adalah seseorang yang meletakkan segala
sesuatu sesuai dengan porsi dan
tempatnya. Itu hakim dan itu lebih
tinggi dari bijaksana. Tapi kita
anggaplah seperti itu, ya. Kemudian
setelah itu, setelah para malaikat
mengatakan, "Kami enggak bisa, ya Allah.
Kami enggak tahu kecuali yang Kau
ajarkan." Apa jawabannya di sini? Ayat
33. Qala ya adamu ambihum biasmaaihim.
Wahai Adam," Allah berfirman,
"Beritahukan kepada mereka nama-nama
benda itu." Kata ulama tafsir, "Apa?"
"Semua nama malaikat Adam sebutin semua
miliaran. Kamu namamu fulan, fulan,
fulan, fulan, fulan, fulan. Semua
disebutin semua benda di langit,
bintang-bintang, semua jumlahnya ya
fungsinya semua Nabi Adam tahu. Turun ke
bumi semua ditahu nama-nama di bumi,
nama-nama ini semuanya. Maka Adam
memberitahukan kepada mereka. Maka
setelah Adam memberitahukan kepada
mereka, falammaahum biasm alamakum
inniamatiumun.
Maka Allah berfirman setelah Nabi Adam
sampaikan semua itu, "Bukankah sudah
kukatakan kepada kalian bahwa
sesungguhnya aku mengetahui ya rahasia
langit dan bumi dan mengetahui apa yang
kalian lahirkan dan apa yang kalian
sembunyikan, apa yang kalian
terang-terangkan dan apa yang kalian
sembunyikan."
Ayat 34. Perhatikan dahsyatnya
penciptaan Adam Alaih Salam. Ya, ini
ayat demi ayat kita ikuti teman-teman
sekalian. Nanti kita akan sampai ke
sebuah poin. Nabi Adam tahu semuanya,
lihat malaikat, lihat semua segala. Ini
perhatikan lanjutannya. Setelah
diciptakan, lalu kata Allah Subhanahu wa
taala ayat 34nya,
iblis abakb minal kafirin. Dan ingatlah
ketika kami berfirman kepada para
malaikat setelah malaikat semua akhirnya
mengakui tentang keluar biasa
kemahaurnaannya Allah. Dan makhluk ini
bukan main-main di manusia ini. Allah
betul-betul ciptakan luar biasa. Bahkan
kedudukan manusia bisa mengalahkan
malaikat kalau dia mulia. Kalau dia
memang orang-orang yang ya ee
orang-orang yang bertakwa kepada Allah
Subhanahu wa taala ya.
Dikatakan di sini
sujudlah kalian kepada Adam maka
sujudlah semua mereka kecuali iblis.
Ia enggan dan takabur dan ia termasuk
orang-orang kafir. Sujud di sini,
Teman-teman, adalah sujud sesuai dengan
perintah Allah bukan karena penghambaan
kepada Adam. Sama teman-teman kalau kita
ditanya, "Kenapa Anda orang Islam sujud
menghadap Ka'bah?" Kan tidak boleh
sembah berhala, enggak boleh sembah
batu, enggak boleh sembah pohon. Kenapa
sujud ke Ka'bah? Ka'bah kan juga batu.
Apa jawaban kita? Kami sujud bukan
karena Ka'bahnya, karena kasus ada
perintahnya sang pencipta. Kalau
perintah Allah ke pohon, kami ke pohon.
Kalau ke laut, kami ke laut. Jelas ini.
Jadi kita bukan sembah Ka'bah sama
sekali. Ka'bah kalau rusak direnovasi
biasa.
kita muliakan. Iya, tapi bukan disembah.
Sujud kita ke sana karena perintah sang
pencipta. Seperti kita bakti sama orang
tua karena perintah Allah. Gitu kan.
Semua karena Allah. Ini istri patuh sama
suami karena Allah. Suami memberikan
nafkah istrinya karena Allah. Kita didik
anak-anak kita karena Allah. Itu
kehidupan sempurna bagi seorang muslim.
Kalau orang mengambil jalan selainnya
pasti susah hidupnya. Ini poin penting.
Lalu kemudian selanjutnya,
iblis. Iblis adalah kata Ibnu Abbas
radhallahu anhuma, adalah golongan jin
yang patuh kepada Allah.
Dan pada saat itu pintu langit masih
dibuka, maka jin-jin di bumi bisa naik
ke langit.
Sebagian ulama mengatakan, "Yang
diizinkan naik di langit dari golongan
jin adalah orang-orang yang saleh di
antara mereka, termasuk iblis. Jadi,
enggak semua jin bisa naik ke atas."
Waktu iblis naik ke atas, iblis kan mau
mengkandidatkan diri untuk menjadi
pemimpin di mana? Di bumi. Dia lagi
mencari informasi di langit dari para
malaikat, "Apa ini yang saya harus
lakukan supaya jin-jin semua menobatkan
saya menjadi raja mereka?" Seperti
itulah dia kaget. Waktu dia tiba di
langit pertama gabung sama para
malaikat. Titah dari Allah suruh seluruh
malaikat di tujuh lapis langit sujud
kepada Adam. Ini siapa nih Adam nih? Dia
dapat informasi tentang makhluk baru
yang akan menjadi khalifah di mana? Di
bumi. Berarti terhapus kandidat dia
sebagai pemimpin.
Jelas ini.
Maka gara-gara itu dia nolak untuk
sujud.
Jadi bukan karena membangkang sama Allah
ya. Iblis bukan bangkang sama Allah
sebenarnya. Dia tahu Allah Tuhannya,
tapi karena dia tahu orang ini nanti
akan menggantikan posisi dia. Dan memang
betul setelah manusia diciptakan jin
sudah dinomor duakan 124.000 nabi di
antaranya 313 Rasul semuanya dari mana?
Dari manusia. Enggak ada satuun dari
jin. Enggak ada satuun dari jin. Jin
cuma ikuti manusia saja.
Kemudian Nabi Adam alaihi salam setelah
itu Allah ceritakan di ayat 35-nya.
Waqulna ya adamusun anta wazaujukal
jannata waqula minha ragan haitu wala
taqraba had syajar fatakuna
minadzalimin. Dan kami berfirman, "Hai
Adam, diamilah oleh kamu dan istrimu
surga ini dan makanlah makan-makanannya
yang banyak lagi baik di mana saja yang
kamu sukai. Dan jangan kamu dekati pohon
ini
yang menyebabkan kamu termasuk
orang-orang zalim."
Pohon yang dilarang di sini, Teman-teman
sekalian, adalah
pohon yang tidak dijelaskan namanya
dalam Al-Qur'an dan sunah. Kebanyakan
orang mengatakan pohon khuldi atau buah
khuldi ini keliru. Karena istilah
kalimat khuldi Al-Qur'an nanti kita akan
sebutkan ayatnya itu dari lisannya iblis
bukan dari Allah.
Khult artinya kekal. Jadi iblis akan
berkata kepada Adam, "Hai Adam, maukah
saya tunjukkan kamu kepada pohon khuld?
pohon yang kekal. Kalau kau makan, kau
akan seperti malaikat kekal atau kau
akan tidak akan mati. Istilah khuld
keluar dari lisan iblis. Jadi, seorang
mukmin tidak layak mengatakan itu buah
khuldi.
Karena Allah mengatakan pohon saja
enggak dijelaskan. Itu sudah disepakati
oleh para ulama ahlusunah wal jamaah.
Dan nanti akan kita bacakan tentu ada
dalam surah Thaha ayat 120 nanti kita
tadaburi itu ee tentang masalah pohon
itu. Jangan sentuh pohon itu saja
sebagai ujian dari Allah Subhanahu wa
taala kepada Adam alaihi salam. Dan
larangan di sini kata ulama adalah bukan
pohon itu buruk. Ini juga penting
digaris bawahi.
Karena semua yang di surga baik.
Tapi Allah Subhanahu wa taala seperti
kalau ruangan ini pintu sana enggak
boleh lewatin ya. Kata pemiliknya,
"Dikunci. Pintu ini silakan pakai." Tapi
ada orang sengaja mau lewat di sana.
Walaupun pintu itu tidak ada masalah
sebenarnya, tapi ada orang maksain lewat
dia melanggar pemilik owner-owner tempat
ini misalnya. Seperti itulah kurang
lebih rasionalnya. Jadi pohon ini bukan
pohon buruk ya. Seperti digambarkan oleh
orang Yahudi ya. Gara-gara Nabi Adam
makan buah khuldi terus tonggorokannya
ada menonjol. Gara-gara hawa minum makan
buah buah yang dikatakan huld oleh setan
ini, maka payudaranya keluar keliru.
Dari awal Allah Adam ciptakan Adam sama
Hawa sudah begini, enggak ada
hubungannya dengan itu. Yang jelas ini.
Hah, senyap sekali. Enggak ada suara.
Allahuam.
Paham atau tidak?
Baiklah.
Maka di sini disebutkan oleh Allah
Subhanahu wa taala selanjutnya ayat 36.
faakahuma
f ini saksi bahasan kita. Lalu keduanya
digelincirkan oleh setan dari surga itu.
Kata ulama tafsir, Adam dan Hawa
alaihialatu wasalam dikena tipu dayanya
setan memakan buah pohon yang dilarang
dan bukan buah khuldi saya katakan yang
mengakibatkan keluar keluarnya keduanya
dari surga. Artinya dipercepat keluarnya
dari surga. Tadinya memang Adam alaihi
salam mampir ke surga dan akan turun ke
bumi karena tujuannya khalifah di muka
bumi kan. tapi dipercepat oleh Allah
karena pelanggaran itu cepat diturunkan
ke bumi. Dikatakan di sini dan iblis di
sini ya menggelincirkan artinya
membisikkan dan menggoda.
Lalu dikatakan nahbitu ba'dukumin adu
wakum ard must
turunlah kalian semuanya. Allah menyuruh
turun siapa di sini? Kalian semua.
Maksudnya Adam, Hawa dan iblis. Berarti
iblis pun waktu itu ada di sekitar surga
ya kan naik ke langit
lalu disuruh turun semuanya. Turunlah
kalian semua sebagian kalian menjadi
musuh bagi yang lain dan bagi kalian ada
tempat kediaman di bumi dan kesenangan
hidup sampai waktu ditentukan. Maksudnya
sampai hari kiamat.
Ayat 37. Fatalaqo adamuhi kalimatin
fataba alai inahuwaburahim.
Kemudian Adam menerima beberapa kalimat.
Kata para ulama tafsir, maksudnya
kalimat taubat. Allah ajarkan cara
tobat, kalimat istigfar.
Innahu hu tawwabur rahim. Dari dia
menerima kalimat tobat dari Tuhannya,
maka Allah menerima tobatnya.
Sesungguhnya Allah maha penerima tobat
dan maha penyayang.
Ayat 38 dan terakhir adalah qul nahbitu
minha jamia.
minni hudabudai
wumzanun. Kami berfirman, "Turunlah
kalian semuanya dari surga." Maksudnya
adalah bertiga ini, Adam, Hawa, dan
Iblis. Kemudian jika datang petunjukku
kepada kalian, ada wahyu yang datang.
Siapa yang mengikuti petunjukku, niscaya
tidak akan tidak ada kekhawatiran dan
tidak pula mereka bersedih hati. Kata
sebagian ulama tafsir, jin eh iblis dari
golongan jin seperti dalam surah
Alkahfi. Kana minal jinni fafasaqbi
iblis dari golongan jin dan dia termasuk
orang yang berfasik pada Tuhannya. Perlu
teman-teman garis bawahi di alam jin
sama dengan alam manusia. Ada orang
beriman, manusia beriman, ada juga jin
beriman. Ada jin beriman. Ya Allah
ceritakan dalam surah jin, surah nomor
72. Ada di antara mereka yang beriman.
Ada di antara mereka yang masuk surga.
Ada di antara mereka di alam jin ada
dakwah, ada jihad, ada gitu kan. Tapi
nabi-nabi dari kalangan kita manusia
yang beriman ini tidak akan pernah
saling mengganggu. Orang beriman tidak
akan panggil jin. Allah buat tidak
kelihatan supaya tidak usah dipanggil,
tidak usah berteman, tidak usah menikah,
tidak usah interaksi. Selesai. Di alam
manusia ada fasik, muslim tapi masih
banyak dosanya. Di alam jin juga ada
fasik, muslim tapi masih banyak dosanya.
Di alam manusia ada kafir. Mungki
hukum-hukum Allah atau memungkiri Allah.
Di alam jin ada juga kafir. Tapi di alam
jin, Teman-teman, yang fasik sama yang
kafir namanya setan.
Namanya setan. Jadi, semua setan pasti
jin. Tidak semua jin itu
setan. Jelas ini. Mana hamba Allah
Wakra? Ya, ahli wakra enggak ada suara.
Jangan lesu sebentar lagi buka puasa.
Nah, jelas sampai sini
jelas
sayang ini kalau lewat ilmunya ya. Ini
satu persatu tafsir ayat dan insyaallah
doakan mudah-mudahan saya akan kita akan
buat program di Jakarta insyaallah
menafsirkan 30 juz Al-Qur'an. Semoga
Allah mudahkan ya. E kita akan baca
insyaallah tafsir Ibnu Katsir untuk
menafsirkan masalah itu. Tapi yang jelas
ini hal-hal di antara yang mesti
dipahami teman-teman sekalian penting
sekali.
Maka di sini Allah Subhanahu wa taala ya
mengatakan, maaf di alam jin ada namanya
jin fasik dan jin kafir namanya setan
ya. Semua setan pasti jin. Tidak semua
jin itu adalah setan ya. Semua yang
mengikuti iblis namanya setan baik
keturunannya atau bukan keturunannya.
Dan perlu digaris bawahi sebagian ulama
mengatakan di alam setan ini ada setan
yang tobat loh.
Jadi jin-jin mukmin dakwahi mereka yang
tetap bertahan dengan kekafiran dan
kefasikan namanya setan. Tapi ada di
antara mereka yang tobat sebagaimana
tobatnya manusia.
Cuma iblis sendiri yang tidak bakal
tobat selamanya karena Allah sudah kutuk
dia. Tapi selain daripada iblis itu
banyak dari golongan jin yang tobat. Ya,
ini ada bahasan sendiri tuan-tuan di
alam jin. Dan ini yang jelas saya
berikan gambaran umumnya tentang masalah
yang disampaikan di sini. Saya katakan
teman-teman dalam tulisan saya dalam
ayat-ayat di atas Allah maha suci
memastikan kesalahan ayah kita Adam dan
ibu kita Hawa alaihialatu wasalam dan
bagaimana semua itu disebabkan oleh
godaan musuh abadi manusia itu iblis
dengan keturunannya.
Ya, namanya setan. Dari sisi lain Allah
Subhanahu wa taala juga memastikan
tentang taubatnya Adam Alaih Salam. Dan
ee dan poin ini yang ingin saya titik
beratkan, Teman-teman sekalian,
bagaimana setelah Adam berbuat salah,
Adam Alaih Salam bertaubat dan Allah
kabulkan itu.
Berarti anak cucu Adam bisa saja berbuat
salah dan bukan mustahil sebagaimana
sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam
tadi. Tapi dosa bukan untuk
diulang-ulangin,
dosa bukan juga untuk dicoba, tapi
mungkin orang kalau terjerumus
sebelum paham atau dalam keadaan lalai
itu bisa terjadi. Hanya saja orang
mukmin jeli, dia harus meninggalkan
dosa. Itu jelas sampai sini ya. Makanya
Allah Subhanahu wa taala berfirman,
teman-teman sekalian di dalam Al-Qur'an
tentang masalah taubat ini surah Annur
surah Annur surah nomor 24 ayat 31.
Surah Annur surah nomor 24 ayat 31
bunyinya azubillahiminasyaitanirrajim.
Maaf saya ulangi.
abati
abihin abati
ikhwani bani ikhwani
ikhw
[Musik]
ma yuk minatihinallahi
jamian ayyuhal mminuna laallakum
tuflihun. Sebenarnya saksi bahasan kita
penutupan ayat ini ya kalimat watubu
ilallahi jamian ayyuhal mminun laakum
tuflihun. Katakanlah kepada para wanita
mukminah yang beriman hendaklah mereka
menahan pandangannya. Tidak boleh lihat
sesuatu yang haram. Tidak boleh sengaja
memperlihatkan auratnya sehingga lawan
jenisnya laki-laki tertarik dan dia
harus menjaga juga kemaluannya. Tidak
boleh membuka peluang untuk berzina.
Kata ulama tafsir, kalau laki-laki
bersemangat untuk menzinai seorang
wanita dan wanita itu nolak, tidak akan
terjadi kecuali dengan pemerkosaan. Tapi
kalau kita balik, kalau sudah perempuan
yang mau laki-laki bisa tergoda. Makanya
Allah di sini sebutkan perempuan.
Subhanallah. Kalau perempuan menahan
diri, habis selesai urusannya. Kita biar
upaya bagaimanap pun tidak akan pernah
bisa kita kuasai dia. Kalau perempuan
mengatakan tidak, saya tidak mau zina.
Dia jaga penglihatannya, tidak mau, gak
bisa. Tapi kalau sudah perempuan yang
buka diri, walaupun perempuan itu jelek
bisa berzina sama laki-laki yang gagah
sekaligus. Makanya Allah bilang di sini,
"Dan janganlah mereka menampakkan
perhiasannya kecuali yang biasa nampak
daripadanya." Maksudnya wajah dan
telapak tangan yang dibolehkan secara
syariat. Dan hendaklah mereka menutupkan
kain kerudung ke dadanya. Jatuhkan dari
atas kepala sampai ke dada tertutup. Ya.
Dan janganlah menampakkan perhiasannya
kecuali kepada suami mereka atau ayah
mereka atau ayah suami mereka mertua
karena mahram
atau putra-putra mereka atau putra-putra
suami mereka. Jadi kalau gadis nikah
sama duda, kalau sudah digauli si gadis
ini oleh si duda, maka anaknya duda
sudah jadi mahramnya abadi. Anak
suaminya asal dia sudah digauli. Sama
terbalik juga hukumnya kalau seorang
laki-laki menikah sama janda. punya anak
perempuan. Kalau si laki-laki sudah
menggauli si janda, maka anak
perempuannya si janda sudah jadi mahram
abadi walaupun cerai sama ibunya. Enggak
boleh lagi nikah selamanya.
Dikatakan atau putra-putra suami mereka
atau saudara-saudara laki-laki mereka
atau saudara ya saudara laki-laki mereka
atau putra-putra saudara lelaki mereka.
Keponakan laki-laki dari dari saudara
laki-laki atau putra-putra saudara
perempuan mereka. keponakan dari saudari
perempuan kita atau wanita-wanita Islam
atau budak-budak yang mereka miliki. Ya,
kalau mereka punya budak wanita maka
boleh berarti kan Anda di perjual
belikan biasa di pasar perbudakan kalau
terjadi peperangan maka kalau sama
perempuan boleh memperlihatkan rambutnya
ya walaupun itu ada batas ya kata ulama
yang boleh diperlihatkan adalah leher ke
atas siku ke bawah siku ke lengan ya
maaf siku ke telapak tangan, lutut ke
bawah jadi sauat daerah kemaluan dan
dada perut ini enggak boleh
diperlihatkan
ya ini tidak boleh diperlihatkan kecuali
pada suami saja kalau yang lain tidak
boleh termasuk anak-anak, termasuk
saudara semua gak boleh. Sama perempuan
pun tidak boleh ya. Misalnya perempuan
telanjang bulat ini enggak boleh
walaupun sesama jenis ya.
Dikatakan atau pelayan-pelayan laki-laki
yang tidak mempunyai keinginan terhadap
wanita. Maksudnya laki-laki yang sudah
tua mungkin sudah 80 tahun, 90 tahun ya,
tapi ada pekerja masih bekerja tidak ada
lagi syahwatnya. Maka mungkin pada saat
majikannya atau tuan rumahnya itu
memperlihatkan rambutnya, dia sudah
tidak ada keinginan apa-apa. Ya. Dan
juga anak-anak yang belum mengerti
tentang aurat wanita kata ulama di bawah
umur 7 tahun. Ini bukan balik ya. Karena
di atas 7 tahun mereka sudah paham.
Mereka sudah apalagi kalau 10 tahun
walaupun belum balik ini sudah paham,
sudah bisa bedain jenis kelamin. Maka
tidak boleh lagi bapak-bapak di sini
memandikan anak perempuannya di atas 10
tahun. Gak boleh lagi. Walaupun belum
balik. Tidak boleh lagi ibu-ibu mandikan
anaknya laki-laki umur 10 tahun sudah
tidak boleh. Sesuai dengan sabda Nabi
sallallahu alaihi wasallam.
Ya, suruhlah anak kalian salat di umur 7
tahun dan pukullah mereka di umur 10
tahun dan pisahkanlah mereka di ranjang.
Lalu dikatakan, "Dan janganlah mereka
memukulkan kaki mereka agar diketahui
perhiasan mereka yang mereka
sembunyikan." Jadi, tradisi orang-orang
Arab mungkin di sini teman-teman ee
ibu-ibu mungkin akhwat kita tahu itu ee
salah satu tradisi wanita Arab adalah
mereka suka meletakkan gelang di
kakinya. Jadi, selain gelang di tangan,
gelang juga di telapak kaki biasa
ditaruh. Dan itu menjadi sebuah ee hal
yang fenomenal lah yang yang sesuatu
yang bisa menarik lawan jenis. Maka di
sini Allah Subhanahu wa taala
membolehkan laki perempuan taruh tapi
tidak boleh memperlihatkannya. Di sini
dikatakan dan tidak boleh mereka
memukulkan kaki mereka agar diketahui
perhiasan yang mereka sembunyikan.
Karena nanti sahabat kelihatan gelang
itu menarik perhatian orang. Dan ini
saksi bahasan kita. Bertobatlah kalian
semua kepada Allah. Wahai orang-orang
yang beriman, agar kalian beruntung."
Ya. Jadi di sini kita lihat bagaimana
Allah Subhanahu wa taala memerintahkan
untuk taubat, meninggalkan dosa. Jadi
dosa bisa terjadi tapi jangan lupa
taubat. Tentu juga jangan ulangi itu
nanti akan kita sebutkan masalah dosa.
Di ayat yang lain Allah Subhanahu wa
taala juga berfirman tentang masalah
tobat adalah surah Tahrim surah nomor 66
ayat 8. Surah Tahrim surah nomor 66 ayat
8. Auzubillahiminasyaitanirrajim.
Ya ayyuhalladina amanuallahian
asukumukirumatumharu
yaum yillahinau
maah nuruhumidunana
wagfirlana inakain
hai orang-orang yang beriman Tobatlah
kepada Allah dengan taubat nasuha,
taubat yang semurni-murninya.
Mudah-mudahan Rabb kalian akan menutupi
kesalahan-kesalahan kalian dan
memasukkan kalian ke dalam surga yang
mengalir di bawahnya sungai-sungai pada
hari ketika Allah tidak akan menghinakan
Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama
dengan Dia. Maksudnya orang-orang
beriman akan selamat di hari kiamat.
Sedang cahaya mereka memancar di hadapan
dan di belakang mereka dari wajah dan
seluruh tubuh mereka mengeluarkan cahaya
di hari kiamat.
Sambil mereka mengatakan, "Ya Rabb kami,
sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan
ampunilah kami. Sesungguhnya Engkau Maha
Kuasa atas segala sesuatunya." Kata
ulama tafsir, yang dimaksud di sini
adalah kalau orang tobat maka Allah akan
berikan cahaya di wajahnya dan
kehidupannya di dunia dan juga di
akhirat. Orang kalau tobat, Subhanallah,
kalau kita lihat wajahnya, fotonya
berbeda dengan pada saat dulu dia masih
fasik ya, pasti berubah sekali. Ada
cahaya tersendiri walaupun orang itu
berkulit hitam pekat. Ya. Baik, kita
masuk teman-teman sekalian. Itu tadi
adalah kronologis pembukaan dalam
masalah bagaimana memahami judul yang
sedang saya tulis ini. Iya, inilah aku
sekarang. Bagaimana manusia memang bisa
tera? Bagaimana Nabi Adam alaihi salam
juga jatuh dalam dosa. Dan kita akan
lebih panjang jelaskan nanti ada
keterangan tentang Nabi Adam alaihi
salam. Ya,
kita masuk teman-teman sekalian ke
masalah dosa dulu. Apa itu dosa
teman-teman sekalian? dosa atau maksiat
ya atau sayyiah di dalam bahasa Arab
juga begitu dalam Al-Qur'an disebutkan
adalah pelanggaran-pelanggaran dilakukan
oleh seorang hamba terhadap hukum-hukum
dan peraturan sang pencipta. Dan ulama
membagi dua dosa. Ada dosa besar, ada
dosa kecil.
Bagaimana membandingkannya dosa besar
dosa kecil, Teman-teman sekalian? dosa
besar selalu larangannya disebutkan oleh
Allah dalam Al-Qur'an dan oleh Nabi
Muhammad sallallahu alaihi wasallam
dalam sunah atau dalam hadis diikuti
dengan ancaman.
Ancaman dari misal ancaman laknat,
murka, kena azab kubur ya masuk neraka.
Itu semua adalah dosa besar. Berarti ya
kekufuran misalnya seperti contoh
misalnya masalah salat kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam alahduladzi
bainana wainumus tarakaha faqad kafar
tentang salat lima waktu. Perbedaan
dasar antara kami dengan orang-orang
kafir adalah salat lima waktu. Siapa
yang meninggalkannya maka dia telah
kufur. Perhatikan ada ancaman kufur di
sini gitu kan. Ada ancaman kufur ya.
Misalnya orang menyembelih untuk selain
Allah. Orang datang ke kuburan, ke
pohon, ke lautan, sembelih untuk semua
itu makhluk. Maka kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam, "Laanallah
manzabahairillah." Allah melaknat orang
yang menyembelih untuk selain Allah,
gitu. Maka ini semua menandakan sesuatu
yang besar karena ada ancaman di situ.
Kalau dosa kecil, semua pelanggaran
agama yang tidak diikuti dengan ancaman,
tapi hanya peringatan saja, dosa kecil.
Jadi larangan-larangan ya masuk misalnya
dalam masalah ee sesuatu yang
dimakruhkan atau sesuatu yang ee
dilakukan tapi tidak diikuti ancaman.
Banyak hal di sini ya. Seperti orang
sebenarnya melihat sesuatu yang haram
dosa tapi tidak diikuti dengan ancaman
misalnya laknat dan seterusnya. Bukan
berarti kita gampang-gampangin melihat
yang haram tapi dia masuk dalam kategori
dosa besar. Cuma tetap berat ya tetap
berat karena semua dosa harus ada
pembersihannya.
Allah Subhanahu wa taala berfirman dan
menggabungkan tentang dosa besar dan
dosa kecil ini dalam Al-Qur'an dalam
surah An-Nisa surah nomor 4 ayat 31.
Annisa surah nomor 4 ayat 31 bunyinya
azubillahiminasyaitanirrajim.
Injani kabair maunuirumi
mudalan kar. Jika kalian menjauhi
dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang
dilarang kalian mengerjakannya, niscaya
kami hapus kesalahan-kesalahan kalian,
dosa-dosa kecil dan kami masukkan kalian
ke dalam surga. Jadi di sini dosa
besar-dosa kecil Allah sebutkan dalam
Al-Qur'an ya. Kalau dosa-dosa besar
dijahuhi, dosa kecil bisa dimaafkan.
Kita tahu misalnya masalah Ramadan ini
juga ada hadis ya
antara lima kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam antara lima waktu salat subuh
ke zuhur, zuhur ke asar, asar ke magrib,
magrib ke isya, isya ke subuh lagi
antara jumat ke jumat dan antara Ramadan
ke Ramadan. Riwayat lain antara umrah ke
umrah, pembersihan dosa di antara
keduanya kalau dosa-dosa besar dijauhi.
Berarti dosa kecil dibersihkan dengan
amal saleh, tapi dosa besarnya harus
dengan taubat nasuha. Ya, nanti akan
kita jelaskan masalah itu. Kemudian
dalam surah Asyura surah nomor 42 ayat
37,
surah nomor 42 ayat 37 Allah juga
berfirman, azubillahiminasyaitanirjim
walladina
walwahis wau hum yagfirun. Dan bagi
orang-orang yang menjauhi dosa-dosa
besar dan perbuatan-perbuatan keji. Dan
apabila mereka marah, mereka memberi
maaf. Ya, di sini berarti Allah
Subhanahu wa taala memuji orang yang
menjauhi dosa-dosa besar. Tentu kalau
teman-teman tanya kepada saya dosa-dosa
besar apa saja, Ustaz? Ada kajian kami
di YouTube membahas tulisan Imam
Azzahabi rahimahullah judul bahasa
Arabnya kitab alkabair.
Terjemahan dosa-dosa besar ya. Nah, itu
sudah 107 dosa besar. Saya sudah bahas
di YouTube. Teman-teman bisa download
secara gratis tentunya. Ketik nama saya
Khalid Basanama. Dosa-dosa besar akan
keluar semua ceramah poin demi poin. Ada
107 dosa besar.
Juga dalam firman Allah yang lain surah
An-Najm surah nomor 53 ayat 32. Surah
nomor 53 ayat 32. Annajm.
Azubillahiminasyaitanirrajim.
Alladinaanibuna
wal fawahis lamam. infamikumakumq
orang-orang yang menjauhi dosa-dosa
besar dan perbuatan keji yang selain
dari dosa-dosa kecil. Perhatikan di sini
Allah sebutkan dosa besar-dosa kecil.
Orang-orang yang menjauhi dosa-dosa
besar. Ya, sesungguhnya Tuhanmu maha
luas ampunannya dan dia lebih mengetahui
tentang keadaanmu ketika dia menjadikan
kamu dari tanah dan ketika kamu menjadi
janin dalam perut ibumu. Dan jadi,
janganlah kamu mengatakan dirimu suci.
Dialah yang lebih mengetahui tentang
orang yang bertakwa.
Semua dosa besar, semua dosa teman-teman
sekalian yang kecil dan dosa kecil bisa
diampuni dengan semua amal saleh.
Ya, semua amal saleh. Makanya kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam dalam sebuah
hadis sahih, wail waisatal
hasan tamhuha.
Selalu ikuti dosa-dosamu yang pernah kau
lakukan dengan amal saleh. Sekarang
ganti dengan amal saleh. Karena pasti
amal saleh akan membersihkan itu. Sama
dengan wudu misalnya wudu salat. Kata
Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Siapa
yang wudu dan menyempurnakan wudu
salatnya, maka akan berjatuhan semua
dosa-dosanya dari anggota tubuhnya.
Kalau dia membasuh telapak tangan, jatuh
dosa dari tangannya sampai dengan tetes
air terakhir. Kalau dia kumur-kumur dan
hidung e masukkan air di hidungnya, maka
akan jatuh dosa dari mulutnya. Kalau dia
membasuh wajahnya, akan jatuh dosa dari
matanya. Kalau dia membasuh kepalanya,
jatuh dari kepalanya. Kalau dia basuh
kakinya, dari kakinya. Ya, semua
dibersihkan sampai tetes air terakhir
yang jatuh dari anggota tubuhnya.
Berartikan wudu bisa membersihkan dosa.
Orang ke masjid kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam, "Siapa yang pergi salat
ke masjid, maka setiap langkah kakinya
satu, satu langkah mengampuni dosa, satu
langkah mengangkat derajatnya di surga.
Jadikan pembersihan dosa. Jadi semua
amal saleh, Teman-teman, bakti sama
orang tua, silaturahim, bantu seorang
muslim sedekah, membersihkan dosa-dosa
kecil kita." Tapi kalau dosa besar
enggak bisa. Dosa besar harus dengan
taubat nasuha. Dan Imam Nawawi
rahimahullah menyebutkan dalam ee
riyadus shihin beliau syarat diampuni
dosa besar ada tiga. Meninggalkan dosa
itu seketika. Itu syarat pertama.
Meninggalkan dosa itu seketika. Misal
lagi bohong berhenti, lagi zina
berhenti, lagi riba berhenti. Yang kedua
menyesali.
Menurut beliau sesali. Merasa menyesal
dalam hati. Kenapa saya lakukan? Kenapa
saya terjerumus? Yang ketiga, janji sama
Allah tidak akan mengulanginya.
bertekad salah satu luput tidak diterima
taubatnya. Jadi misal ada orang pernah
bertanya sama saya, "Ustaz, saya sudah
tobat tahun lalu. Kalau tahun ini saya
ulangi dosa, apakah diterima lagi tobat
saya?" Maka saya bilang, "Kalau tobat
Anda yang tahun lalu nasuha betul-betul
meninggalkan dosa itu seketika,
menyesali dan janji sama Allah tidak
akan mengulanginya." betul-betul itu
sudah dilakukan, diterima tobatnya pada
saat itu. Kalau sekarang lemah iman,
terjerumus lagi dalam dosa, butuh tobat
yang baru. Tapi kalau tahun lalu
dasarnya begini, tinggalkan dosa, iya.
Sesali iya. Tapi dia belum bertekad
untuk meninggalkan. Dia bilang, "Ya,
kalau ada kesempatan saya akan ulangi."
Maka dari awal tobatnya tidak diterima.
Jelas ini. Mana ahli waqra? Tidak ada
suara
loh. Iya betul. Kasihan.
Sebagian ulama menambahkan syarat
keempat dari tbat nasuha adalah mengisi
sisa umur dengan amal saleh.
Jadi tidak tidak. Kenapa banyak
teman-teman sekalian orang sudah tobat
nasuha dia masih ulangi dosanya? Karena
dia tidak isi sisa umurnya dengan amal
saleh. Misal orang biasa jam 10. malam
ke karaoke atau ke diskotek. Sekarang
dia sudah tobat. Dia harus ganti program
itu dengan program yang ibadah. Misal
dia dengar pengajian, misal dia apa ya
ee kumpul sama teman-temannya orang
saleh, dia baca kitab apalah dia harus
ubah. Kalau tidak detik-detik yang dia
bisa pakai dosa, setan akan kalau dia
melamun setan akan buat dia ingatkan
dosanya yang lalu. Makanya syarat
keempat juga termasuk hal yang
ditekankan oleh para ulama.
Baik. Kalau teman-teman bertanya,
"Kira-kira kalau saya buat dosa apa sih
efeknya?
Ada bahayanya enggak?"
Ada bahayanya dan luar biasa bahayanya.
Di dunia akan datang bahaya yang berat.
Nanti kita sebutkan poin demi poin.
Kalau meninggal tidak sempat taubat,
sudah disiksa di dunia, di akhirat
disiksa lagi.
Yang pertama, Teman-teman, sempitnya
hidup seseorang yang bermaksiat.
Sumpek, gelisah, gunda.
Enggak ada orang yang buat maksiat itu
lalu kemudian enak. Enggak ada bohong.
Orang zina di kamar hotel kemudian, oh
dia senang enggak? Besok pagi dia bangun
sumpeknya luar biasa. Enggak tahu mau
buat apa rasanya sumpek. Orang-orang
nonmuslim tidak tahu harus ke mana.
Sumpek itu peringatan dari Allah supaya
dia tobat. Tapi dia enggak ngerti. Dia
ulangi lagi zina besoknya
bertumpuk-tumpuk kesumpekan itu. Bahkan
akhirnya ujungnya dikuasai oleh setan.
Akhirnya bunuh diri atau bunuh orang
atau malah mabuk-mabukan yang berlebihan
dan seterusnya.
Allah berfirman tentang masalah ini.
Sempitnya hidup dan akan ada kegundahan,
kegelisahan. Tidak ada dosa yang tidak
mengalami ini, Teman-teman sekalian, di
dalam Al-Qur'an surah Thaha, surah nomor
20 ayat 124.
Surah Thaha surah nomor 20 ayat 124
bunyinya azubillahiminasyaitanirrajim.
lahuatanu
yaumalqiamati.
Dan barang siapa yang berpaling dari
peringatanku, maksudnya kata ulama
tafsir, berbuat dosa. Allah suruh salat
enggak mau salat. Allah suruh jujur
malah bohong. Ya dia berpaling dari
peringatan Allah. Maka suungguhnya
baginya penghidupan yang sempit. Kata
ulama sumpek, sedih, permasalahan yang
tidak ada ujung-ujungnya. Dan kami akan
menghimpunnya pada hari kiamat dalam
keadaan buta. Kalau dia meninggal lagi
tidak sempat taubat, di dunia sudah kena
masalah, di akhirat lagi masalah lain.
Yang kedua, orang yang berbuat dosa dan
membuka pintu ini sesat dan jauh dari
petunjuk. Susah untuk mendapatkan solusi
dari masalahnya. Allah sebutkan dalam
surah Al-Ahzab,
surah nomor 33 ayat 36.
Surah nomor 33 ayat 36.
mminak
amri wahulahu
faqal
mubina. Tidak patut bagi laki-laki
mengaku mukmin dan perempuan yang
mengaku mukminah.
Apabila Allah dan Rasul-Nya telah
menetapkan satu ketetapan halal haram,
silakan nikmati halal, silakan kerjakan
perintah wajib atau sunah, silakan jauhi
yang haram dan makruh, maka mereka masih
punya pilihan lain. Tidak layak untuk
orang mukmin itu. Nikmati halal, ya
tinggalkan yang haram. Itu itu
kebahagiaan bagi seorang mukmin. Lalu
kata Allah, "Barang siapa yang
mendurhakai Allah dan Rasul-Nya,
bermaksiat, maka dia telah sesat. dengan
sesat yang nyata tidak akan dapat
petunjuk dari masalahnya. Jadi kalau
kita sedang hadapi masalah teman-teman
sekalian, bangkrut dari usaha, penyakit
yang tidak sembuh-sembuh, ribut dalam
rumah tangga tidak selesai-selesai,
semua dosa. Dosa. Tidak ada jalan lain
kecuali kembali kepada Allah. Tbatsi.
Apa kata sebagian ulama salaf? Saya tahu
saya punya dosa kalau tiba-tiba saya
lihat perubahan terjadi pada istri saya
tanpa sebab. Bahkan saya melihat
perubahan pada tunggangan saya. Antum
mau starter mobil jadi masalah, mau ini
susah, mau itu susah, apa saja. Bahkan
tikus yang masuk ke rumahku aku tahu
karena penyebabnya dosa. Bayangkan.
Sebagian ulama salaf menganggap kalau
kakinya kesentuh batu, langsung mereka
mengatakan inn lillahi wa inna ilaihi
rojiun. Astagfiruka wa atubu ilaik. Ya
kami milik kami milik Allah dan kami
akan kembali kepada Allah. Ya Allah aku
bertobat dan beristigfar kepadamu.
Langsung kakinya kesentuh.
Kadang-kadang mau keluar hujan,
kadang-kadang mau pakai baju mungkin
belum listrik bajunya. Kadang-kadang
kadang-kadang kadang-kadang semua ini,
Teman-teman, sekecil apapun adalah
penyebabnya dosa. Makin bersih dari
dosa, maka makin siap semua fasilitas.
Yang ketiga,
ia akan selalu didampingkan setan. Kalau
dia selalu buat pintu dosa, Allah
sengaja kirim setan mendampingi dia.
Jadi, hidupnya jadi penuh ketakutan.
selalu programnya adalah maksiat dan
maksiat. Sebagaimana Allah sebutkan
dalam surah Azzukhruf,
surah nomor 43 ayat 36.
Surah nomor 43 ayat 36 yang bunyinya
azubillahim minasyaitanirjim.
Barang siapa yang berpaling dari
pengajaran maksudnya berbuat dosa
dilarang tapi dilanggar.
Barang siapa yang berpaling dari
pengajaran Tuhan yang maha pemurah
Al-Qur'an sengaja buat dosa dan
melanggar apa yang ada dalamnya, kami
akan adakan baginya setan yang
menyesatkannya. Maka setan itu akan
menjadi teman yang selalu menyertainya.
Yang keempat, terancam masuk neraka
kalau tidak sempat tbat di akhirat.
Sebagaimana Allah Subhanahu wa taala
menjelaskan kalau taubat kalau meninggal
tidak sempat tbat ini lebih berat lagi.
Dalam surah An-Nisa surah nomor 4 ayat
14.
Auzubillahiminasyaitanirrajim.
Wam yahsillaha waasulahuadda
hududahudahu yudhu khidan fiha
walahuabun muhin. Dan barang siapa yang
mendurhakai Allah dan rasulnya maksudnya
bermaksiat dan melanggar
ketentuan-ketentuannya
Allah niscaya Allah memasukkannya ke
dalam api neraka sedang ia kekal di
dalamnya dan baginya siksa yang
menghinakan.
juga dalam surah jin surah nomor 72 ayat
surah jin surah nomor 72 ayat
23ubillahiminasyaitanirjim
illa balagam minallahi waisalatih wah
waasulahu fainnaahuara jahanama khidina
fiha abada akan tetapi aku hanya
menyampaikan peringatan dari Allah kata
Nabi sallallahu alaihi wasallam dan
risalahnya dan hati-hatilah barang siapa
Siapa yang mendurhakai Allah dan
Rasul-Nya dilarang tetap dilakukan.
Sesungguhnya baginya neraka jahanam.
Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.
Teman-teman sekalian, berbuat amal saleh
ada kenikmatan. Berbuat dosa ada
kenikmatan tapi tidak akan pernah
bersatu.
Kalau orang sudah menikmati satu ibadah,
misal contoh seorang laki-laki di antara
kita sudah komitmen setiap azan hayya
alas sha, hayya alal falah, ayo salat
kata Allah, ayo menuju kepada
kemenangan. Kalimat panggilan dari Allah
muadzinnya mau orang bule, mau orang
Arab, mau orang Melayu, mau orang hitam
dari Afrika sama kalimatnya. Allah yang
panggil. Komitmen saya mau ke masjid.
Allah panggil. Sudah komitmen nih.
Begitu azan ke masjid selalu kita
jalankan sambil mengejar fadilahnya.
Baik. Orang yang seperti ini teman-teman
sudah menikmati salatnya gitu kan. Kapan
Resume
Read
file updated 2026-02-14 05:53:47 UTC
Categories
Manage