File TXT tidak ditemukan.
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Alhamdulillah tidak henti-hentinya kita memuji Tuhan kita Allah yang telah melimpahkan segala nikmat dan memenuhi segala kebutuhan kita di roda kehidupan di muka bumi ini. Dan dia telah menggantungkan segala kebutuhan kita dengan kalimat mulia yang semestinya selalu membasahi lidah dan bibir seorang yang beriman. Alhamdulillah. Maka sangat wajar kalau kita selalu mengucapkan kalimat ini. Juga kita panjatkan salam hormat kita kepada manusia terbaik. Manusia yang telah membawa kepada kita hukum halal haramnya Allah. Sehingga kita punya panduan hidup tahu mana yang dibolehkan dan yang dilarang oleh sang pencipta. Manusia yang paling pantas diikan sebagai suri tauladan. Berbahagialah orang yang mencontohi kehidupan manusia terbaik ini. Karena pasti dia akan bahagia, tentram hidupnya, dipenuhi segala kebutuhannya, bisa menemukan solusi yang terbaik dari masalah-masalahnya, serta juga pasti akan menang dari musuh-musuhnya. Karena semua itu tergambarkan dalam kehidupan manusia terbaik ini. Dan mengucapkan salam hormat sekali saja kepada manusia terbaik ini akan dibalas oleh sang pencipta Allah secara langsung pada waktu yang bersamaan 10 kali tambahan rahmat. Maka sangat wajar kalau kita selalu mengucapkan selawat dan taslim kepada Nabi Besar Muhammad sallallahu ala alihi wasahbihi wasallam. Tema kita pada sore ini, saudaraku seiman, semoga Allah berkahi. Iya, inilah aku sekarang. Sebenarnya ada alasan saya menulis buku ya. Ini sebenarnya dalam bentuk buku dan insyaallah akan terbit dalam waktu dekat. Alhamdulillah sudah selesai, sudah rampung. Karena saya melihat banyak di antara ikhwah dan akhwat kita pada saat sudah menghadiri pengajian sunah, mereka masih risi dengan masa lalunya. Banyak sekali orang dari musisi yang tobat. Banyak sekali orang dari pengedar narkoba, banyak sekali dari orang pezina yang mereka tobat karena ikut pengajian-pengajian sunah bifadlillah. Kemudian mereka risi dengan masa lalunya. Sampai sering muncul pertanyaan, "Ustadz, apakah saya masih layak mendapatkan pasangan ikhwah yang saleh dari seorang akhwat?" Atau seorang ikhwah yang saleh ee seorang ikhwah mengatakan, "Masih layakkah saya menikah dengan seorang akhwat yang shah?" Sementara masa lalu masa lalu saya kelam, maka jawabannya dalam Islam sederhana. Inilah judulnya iya ini aku sekarang. Karena Islam tidak pernah memandang masa lalu seseorang. Saudaraku seiman, masa lalu kelam itu sudah dilupakan oleh Islam. yang Islam ingin lihat sekarang ke depan yang lalu. Sejahat apapun perbuatan seseorang, selama dia sudah meninggalkannya dan memperbaikinya, sang pencipta Allah akan menerimanya. Dan kita akan sebutkan pertemuan kita ini akan banyak contoh-contoh dari kalangan nabi-nabi, dari kalangan para sahabat, dari kalangan tabiin. Orang-orang yang tadinya memang punya tanda kutip hal-hal yang keliru. Tapi karena taubat maka Allah Subhanahu wa taala menerima tbat tersebut dan memuliakan mereka karena taubat itu. Perubahan performance yang terjadi, saudaraku seiman, penampilan baju, penampilan mungkin kalau ikhwah sudah berjenggot, sudah tidak isbal, akhwatnya mungkin pakai jilbab besar, pakai cadar, dulunya mungkin beda sekali. Mungkin dulu pakaiannya sangat ya dianggap kalau sekarang mungkin ya tanda kutip dalam istilah mereka dengan modern ya dan dianggap pakaian-pakaian ikhwah sekarang yang dipakai setelah sunah malah kampungan tanda kutip di sini. ini semua tidak ada sesuatu yang membuat kita malu. Gak perlu malu, Teman-teman sekalian. Karena berubah menjadi orang yang lebih saleh dan salehah adalah prestasi yang buruk itu kalau kita tetap dalam keadaan kita yang lalu. Maka selalu jadikan kalimat ini, judul buku ini adalah iya inilah aku sekarang. Kamu berubah ya? Iya inilah aku sekarang. Kamu kok kenapa berubah? Ya beginilah keadaanku sekarang. kita jawab dan tidak ada yang aib di situ sehingga memang tidak akan pernah ada masalah yang kita hadapi. Saya sering kasih contoh jemaah di Indonesia dan saya sampaikan kepada teman-teman juga di sini kalau seandainya kita pernah punya masa lalu, misal janjian sama teman-teman ke diskotiklah, ke barlah, segala macam, mabuk-mabukan, berzina, foya-foya, maksiat kepada Allah Subhanahu wa taala, kemudian sekarang sudah kita tobat. Ada sebuah kaidah sederhana dalam hidup teman-teman sekalian. Ini yang saya terapkan dalam hidup saya. Dan saya berharap tentu teman-teman juga bisa menerapkan masalah itu. Kita harus bisa menjelaskan apapun perbuatan kita, Teman-teman. Baik atau buruk, kenapa kita lakukan dan kenapa tidak kita lakukan? Saya kasih contoh. Kalau kita lagi mau ke masjid, jalan, lalu ada tetangga kita melihat dan bertanya, "Pak, mau ke mana? Jangan diam, Teman-teman sekalian. Oh, nanti kalau saya jawab saya ke masjid nanti ria. Enggak, enggak ada hubungannya sama riya. Di situ. Kita sedang ditanya. RI itu kalau antum enggak ditanya lalu jelasin. H tanya orang di kantor, "Kamu puasa enggak?" "Kamu puasa," saya puasa. Enggak ada enggak ada sesuatu yang memicu. Dia sendiri yang pamer-pamer itu ria. Tapi kalau orang bertanya, kita enggak bisa enggak jawab. Mau ke mana? Mau ke masjid. Kontrol diri. Karena riya hanya bisikan dari setan dan semua ibadah pasti dibisikkan ri oleh setan. Pasti. Karena riya itu senjata pamungkasnya. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam dalam sebuah hadis sahih, alyasiru minar riya syirk. Sedikit saja riya sudah cukup syirik. Itu sudah batal salat itu kalau kita riak sedikit pun gitu kan. Maka setiap kali ibadah pasti riak di diorbitkan oleh setan dalam diri kita supaya kita terpengaruh. Tapi sederhana tepis saja. Selama kita tidak mengiyakan, maka tidak termasuk ri. Misal contoh setan bisikin kita tuh di sebelah kamu ada atasan, sebelah kamu ada si fulan, sebelah kamu ada. Tapi kita enggak mengiyakan, Teman-teman sekalian. Maka tidak riak. Seperti ibaratnya orang yang lagi nawarin produk. Kalau kayak kita di Indonesia ya, kita lagi di lampu merah, ada orang jual produk, kita lagi naik mobil, kacanya kita enggak buka. Dia mau promosi apapun kita enggak ada masalah. Seperti itu. Setan menawarkan apapun riak, kita enggak ada masalah. Itu orang melihat kamu lagi doa lama, gak usah pedulikan. Azubillahim minasyaitanirrajim. Selama kita tidak iya tidak ada masalah. Jadi kalau kita berbuat satu kebaikan, ditanya ditanya jawab enggak ada masalah. Mau ke mana mau salat, mau ke mana lagi? Di bandara mau umrah. Enggak ada masalah. Seperti kami juga para teman-teman dai kalau lagi mau bimbing umrah, "Bapak Ibu maaf, kami lagi libur pengajian karena saya akan bimbing umrah pada tanggal sekian." Enggak ada hubungannya sama riya ini. Kecuali memang dia niatnya mau ria. Tapi perlu menjelaskan perbuatan yang kita lakukan baik kenapa kita lakukan? Kalau ditanya jawab teman-teman sekalian sama juga perbuatan baik kalau kita tidak lakukan dan ditanya jawab. Contoh antum lagi musafir kayak di Indonesia. Saya di sini tidak tahu tentunya kalau kayak di Indonesia kita lagi musafir misalnya dari Jakarta menuju ke mana ya? Menuju ke Surabaya misalnya lewat darat contoh saja ya. Kemudian di tengah jalan di tol Cikampek misalnya lagi Jumat salat Jumat kita masuk masjid mau salat jamak zuhur asar. Jumat gugur bagi musafir. Tapi boleh dia ikut. Misal kita masuk masjid Jumat sudah bubar niatnya memang musafir. Kita mau jamak zuhur asar. Begitu masuk masjid ada yang tanya, "Pak, kok enggak salat Jumat? Perbuatan baik tidak kita lakukan." Ditanya tadi kan yang pertama perbuatan baik mau ke masjid mau ke mana, kita jawab, kita lakukan. ditanya kenapa ini perbuatan baik tidak kita lakukan. Ditanya kenapa, kenapa enggak Jumat, Pak? Jawab, karena saya musafir. Saya akan jamak zuhur asar. Gitu kan. Ini poin pertama. Jadi perbuatan baik teman-teman, kenapa kita lakukan? Kalau ditanya jelaskan. Perbuatan baik tidak kita lakukan. Ditanya jawab. Ya, sama halnya juga perbuatan buruk, perbuatan salah atau buruk kalau pernah kita lakukan dan ditanya alasannya, jawab. Misal kita lagi jalan pecahin gelas. Orang tanya kenapa pecahin gelas? Oh, karena ini. Kenapa terlambat masuk kantor? Karena ini. Apa adanya? Jujur. Jawab. Jelaskan. Jangan dirahasiakan. Enggak apa-apa. Jelasin apa adanya. Makanya di dalam pepat bahasa Arab dikatakan fi shain raha. Di setiap keterusterangan itu ada ketenangan jiwa. Karena clear pada saat itu kan. Jadi perbuatan buruk kalau kita ditanya kita terlambat masuk kerja, kita pernah melakukan satu kesalahan. Iya, memang saya lakukan. Saya salah, saya minta maaf. Apa konsekuensinya? Selesai. Sama juga perbuatan buruk kalau tidak dilakukan, jelaskan. Ini yang yang terakhir ini yang saya mau jadi beratkan sebenarnya sesuai dengan tema kita. Misal gini, Teman-teman biasa ditelepon sama kelompoknya, grupnya lah, apalah timnya atau apa saja namanya, gengnya untuk ke diskotek, untuk ke bar. Kita sekarang sudah tobat. Lalu ditelepon. Banyak orang begitu ditelepon dia lihat, "Waduh, teman saya telepon nih. Mau dia ke diskotek lagi. Enggak usah jawab deh." Akhirnya sampai mati satu kali, dua kali, tiga kali. Oh, alhamdulillah sudah berhenti enggak telepon lagi. Keliru ini, Teman-teman sekalian. Kelirunya kenapa? Karena besok dia akan telepon lagi. Kita enggak jawab, kan? Kalau kita sekarang sudah berubah, jangan malu, Teman-teman sekalian. Perbuatan buruk tidak kita lakukan. Jelaskan. Angkat teleponnya. Ayo kita ketemu di diskotik ini ya. Oh, maaf. Saya sekarang sudah ikut pengajian. Saya tahu itu enggak boleh. Jelaskan. Oh, kamu sekarang berubah. Kamu sok alim. Enggak apa-apa. Iya memang begini. Aku sekarang sudah berubah enggak apa-apa gitu kan. Saya jamin dengan izin Allah besok enggak bakal ditelepon sama dia karena dia sudah tahu. Atau kalau perlu kita mengatakan, "Saya undang kamu ke pengajian saya ya, alamatnya di sini. Enggak bakal telepon lagi besok tuh." Benar enggak ini yang saya sampaikan? Hah? Puasa-puasa begini bisa nangkap materi enggak ini? Hah? Jelas ya? Karena ini kaidah hidup ini. Ini bukan cuma sekedar informasi biasa, Teman-teman. Terapkan dalam hidup kita akan senang hidupnya akan aman, akan merasa nyaman sekali. Jadi sekali lagi, perbuatan baik kita kerjakan kalau ditanya jelaskan. Perbuatan baik tidak kita kerjakan jelaskan kalau ditanya. Perbuatan buruk kita kerjakan, akui dan ambil konsekuensinya. Jelaskan. Perbuatan buruk tidak kita kerjakan. Jelas butuh penjelasan. Apalagi kalau sudah dilemparkan pertanyaan. Dan jangan pernah malu teman-teman untuk mengatakan iya ini aku sekarang kalau sudah berubah. Ini kebaikan untuk kebaikan tentunya ya. Tema kita, Teman-teman sekalian terdiri daripada beberapa bab tentunya ya buku ini. Tapi saya akan ringkaskan. Kita akan mulai teman-teman sekalian dari hadis Nabi alaihialatu wasalam. Hadis mulia riwayat Bukhari. Kullu bna adam khatun khina thaabun. Semua anak Adam pasti berbuat salah. Dan sebaik-baik orang yang buat salah adalah yang segera meminta maaf dan meluruskannya. Apa makna hadis ini, Teman-teman? Artinya bisa dikatakan tanda kutip sini, mustahil kita enggak buat salah. Enggak ada manusia yang enggak buat salah. Mustahil. pasti kita buat salah. Tetapi Nabi sallallahu alaihi wasallam bilang, "Dan sebaik-baik orang yang salah yang segera meluruskan, meminta maaf, meluruskan, memperbaiki, itu yang terbaik." Dan tentu tidak mengulanginya. Beranjak daripada ayah kita Adam Alaih Salam. Nabi Adam Alaih Salam, bayangkan teman-teman, Nabi Adam Alaih Salam ini bukan memudah-mudahkan kesalahan atau maksiat, bukan. Tapi kita ingin memberikan gambaran kalau kesalahan yang pernah kita lakukan itu memang wajar terjadi pada manusia, tapi yang tidak wajar kalau kita tidak mau memperbaikinya, gitu kan. Nabi Adam alaihi salam melihat malaikat masuk ke dalam surga mengetahui ciptaan-ciptaan Allah. Manusia pertama diciptakan oleh Allah subhanahu wa taala tapi melanggar. Bayangkan. Bayangkan kalau kita di posisi Nabi Adam alaihi salam, kita sudah masuk ke surga, kita sudah nikmatin semua apapun ada buah-buahannya, istananya, segala macam, malaikat sudah kita lihat, kita tahu keajaiban penciptaan Allah, tapi digoda oleh setan masih buat salah. Itu Allah ceritakan dalam Al-Qur'an. Nanti akan lebih panjang lebar kita jelaskan insyaallah pada ee contoh-contohnya ya. Tapi saya ingin bacakan beberapa ayat. Coba kita renungi teman-teman sekalian. Al-Baqarah surah nomor 2 ayat 30 sampai 38. Silakan kalau punya Al-Qur'an dibuka ya. Albaqarah surah nomor 2 ayat 30 sampai 38. Azubillahiminasyaitanirrajim. Di ayat pertamanya di ayat 30-nya. Waidabuka lil malaikati inni jailun fil ardhi khalifah. Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman, "Hai Muhammad, kepada para malaikat, sesungguhnya Aku akan menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Garis bawahi kalimat ini, Teman-teman sekalian, Nabi Adam diciptakan untuk apa? Hah? Untuk apa? Untuk menjadi khalifah di muka bumi. Perlu digaris bawahi kalimat ini. Kenapa, Teman-teman sekalian? Karena banyak orang menganggap Nabi Adam diturunkan ke bumi karena dia melanggar hukum di surga. Bukan itu. Karena Nabi Adam alaihi salam dasarnya diciptakan untuk turun ke bumi. Artinya terjadi dosa itu atau tidak tetap akan turun ke bumi. Itu poin penting ya. Atajalu fiha fihabihu bihamdikaqdisak q inamun. Lalu para malaikat berkata kepada Allah, "Mengapa engkau hendak menjadikan khalifah di muka bumi orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah? Kita garis bawai dulu kalimat ini, Teman-teman. Kenapa malaikat belum diciptakan Adam sudah berkata, "Ya Allah, apakah Engkau akan ciptakan ini makhluk nih?" gitu kan. Akan menumpahkan darah dan membuat kerusakan di muka bumi. Apa sebabnya malaikat mengatakan ini? Karena manusia, teman-teman, kita ini adalah makhluk terakhirnya Allah. Sebelum kita di muka bumi ini sudah ada jin, sudah ada hewan-hewan, sudah ada tumbuh-tumbuhan. Ini semua bukan hal yang baru. Ini jauh jauh sekian juta tahun mungkin sebelum kita. Jadi wajar kalau orang mengatakan nemukan fosil sekian juta tahun itu masuk akal. Karena manusia waktu turun di muka bumi Nabi Adam ini sudah ada semua. Terbukti iblis sudah ada. Dan pada saat itu yang ditugaskan oleh Allah Subhanahu wa taala untuk memimpin di muka bumi adalah jin. Tapi rupanya jin tidak berhasil. Mereka suka saling bunuh-membunuh. Mereka suka saling menggang membuat kerusakan di muka bumi. Ini alasannya malaikat bilang, "Ya Allah, jangan sampai makhluk baru ini sama juga dengan jin-jin ini." Gitu loh. Dan pada saat itu kebetulan iblis dia lagi mengkandidatkan diri menjadi pemimpin jin di muka bumi. Karena waktu itu tidak ada saingannya jin. Hewan-hewan semua ini fasilitas tum-tuman fasilitas jin sendirian. Sekarang kan kita berdua jin sama manusia yang punya beban. Makanya Allah Subhanahu wa taala mengatakan, "Whatt jin wal insa illaudun." Jin sama manusia disebutkan. Aku enggak ciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembah kepadaku. Jadi yang lain semua fasilitas nih. Ini yang punya beban hukum. Lalu selanjutnya q inni aamu ma tamamun. Allah mengatakan sesungguhnya aku mengetahui apa yang kalian tidak ketahui. Selanjutnya ayat 31. asahamaikatiqum setelah diciptakan nama-nama benda seluruhnya. Kata ulama tafsir maknanya luas sekali. Semua nama malaikat miliaran jumlahnya. Semua nama benda-benda di langit, semua nama-nama benda di surga, semua nama ee di neraka, semua nama yang ada di bumi, jin-jin, tumbuh-tumbuhan, hewan-hewan, semua jenis bahasa Allah ajarkan. Semua Allah ajarkan. Maka dikatakan kemudian Allah mengemukakan kepada para malaikat seraya berfirman, "Coba sebutkan kepadaku nama benda-benda ini jika kalian benar-benar dalam prasangkaan kalian." Karena kan para malaikat menganggap ini sama aja nanti sama jin-jin nih buat kerusakan di muka bumi. Gitu loh. Allah bilang, Allah ajarkan Adam alaihi salam. Lalu kemudian sebelum Adam bicara sama para malaikat, Allah bilang, "Coba kalian, hai malaikat, sebutin nama-nama ini." Ditunjukin benda-benda di langit. Mereka enggak bisa. Malaikat enggak hafal. Buktinya datang ayat setelahnya. Qolu subhanaka la ilma lana illa ma alamtana innaka antal alimul hakim. Para malaikat menjawab, "Maha suci Engkau ya Allah. Tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Enggak semua kami hafal nih. Seluruh nama jin-jin, semua, nama pohon-pohon, semua, nama benda-benda tidak ada yang kami hafal. Yang dihafal cuma apa yang Allah kasih saja. Dikatakan innaka antal alimul hakim. Sesungguhnya engkaulah yang maha mengetahui lagi maha bijaksana. Sebenarnya makna al-hakim dalam bahasa Indonesia diterimakan bijaksana. Ini masih kurang tepat tapi mendekati. Al-Hakim itu kalau dalam bahasa Arab adalah seseorang yang meletakkan segala sesuatu sesuai dengan porsi dan tempatnya. Itu hakim dan itu lebih tinggi dari bijaksana. Tapi kita anggaplah seperti itu, ya. Kemudian setelah itu, setelah para malaikat mengatakan, "Kami enggak bisa, ya Allah. Kami enggak tahu kecuali yang Kau ajarkan." Apa jawabannya di sini? Ayat 33. Qala ya adamu ambihum biasmaaihim. Wahai Adam," Allah berfirman, "Beritahukan kepada mereka nama-nama benda itu." Kata ulama tafsir, "Apa?" "Semua nama malaikat Adam sebutin semua miliaran. Kamu namamu fulan, fulan, fulan, fulan, fulan, fulan. Semua disebutin semua benda di langit, bintang-bintang, semua jumlahnya ya fungsinya semua Nabi Adam tahu. Turun ke bumi semua ditahu nama-nama di bumi, nama-nama ini semuanya. Maka Adam memberitahukan kepada mereka. Maka setelah Adam memberitahukan kepada mereka, falammaahum biasm alamakum inniamatiumun. Maka Allah berfirman setelah Nabi Adam sampaikan semua itu, "Bukankah sudah kukatakan kepada kalian bahwa sesungguhnya aku mengetahui ya rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kalian lahirkan dan apa yang kalian sembunyikan, apa yang kalian terang-terangkan dan apa yang kalian sembunyikan." Ayat 34. Perhatikan dahsyatnya penciptaan Adam Alaih Salam. Ya, ini ayat demi ayat kita ikuti teman-teman sekalian. Nanti kita akan sampai ke sebuah poin. Nabi Adam tahu semuanya, lihat malaikat, lihat semua segala. Ini perhatikan lanjutannya. Setelah diciptakan, lalu kata Allah Subhanahu wa taala ayat 34nya, iblis abakb minal kafirin. Dan ingatlah ketika kami berfirman kepada para malaikat setelah malaikat semua akhirnya mengakui tentang keluar biasa kemahaurnaannya Allah. Dan makhluk ini bukan main-main di manusia ini. Allah betul-betul ciptakan luar biasa. Bahkan kedudukan manusia bisa mengalahkan malaikat kalau dia mulia. Kalau dia memang orang-orang yang ya ee orang-orang yang bertakwa kepada Allah Subhanahu wa taala ya. Dikatakan di sini sujudlah kalian kepada Adam maka sujudlah semua mereka kecuali iblis. Ia enggan dan takabur dan ia termasuk orang-orang kafir. Sujud di sini, Teman-teman, adalah sujud sesuai dengan perintah Allah bukan karena penghambaan kepada Adam. Sama teman-teman kalau kita ditanya, "Kenapa Anda orang Islam sujud menghadap Ka'bah?" Kan tidak boleh sembah berhala, enggak boleh sembah batu, enggak boleh sembah pohon. Kenapa sujud ke Ka'bah? Ka'bah kan juga batu. Apa jawaban kita? Kami sujud bukan karena Ka'bahnya, karena kasus ada perintahnya sang pencipta. Kalau perintah Allah ke pohon, kami ke pohon. Kalau ke laut, kami ke laut. Jelas ini. Jadi kita bukan sembah Ka'bah sama sekali. Ka'bah kalau rusak direnovasi biasa. kita muliakan. Iya, tapi bukan disembah. Sujud kita ke sana karena perintah sang pencipta. Seperti kita bakti sama orang tua karena perintah Allah. Gitu kan. Semua karena Allah. Ini istri patuh sama suami karena Allah. Suami memberikan nafkah istrinya karena Allah. Kita didik anak-anak kita karena Allah. Itu kehidupan sempurna bagi seorang muslim. Kalau orang mengambil jalan selainnya pasti susah hidupnya. Ini poin penting. Lalu kemudian selanjutnya, iblis. Iblis adalah kata Ibnu Abbas radhallahu anhuma, adalah golongan jin yang patuh kepada Allah. Dan pada saat itu pintu langit masih dibuka, maka jin-jin di bumi bisa naik ke langit. Sebagian ulama mengatakan, "Yang diizinkan naik di langit dari golongan jin adalah orang-orang yang saleh di antara mereka, termasuk iblis. Jadi, enggak semua jin bisa naik ke atas." Waktu iblis naik ke atas, iblis kan mau mengkandidatkan diri untuk menjadi pemimpin di mana? Di bumi. Dia lagi mencari informasi di langit dari para malaikat, "Apa ini yang saya harus lakukan supaya jin-jin semua menobatkan saya menjadi raja mereka?" Seperti itulah dia kaget. Waktu dia tiba di langit pertama gabung sama para malaikat. Titah dari Allah suruh seluruh malaikat di tujuh lapis langit sujud kepada Adam. Ini siapa nih Adam nih? Dia dapat informasi tentang makhluk baru yang akan menjadi khalifah di mana? Di bumi. Berarti terhapus kandidat dia sebagai pemimpin. Jelas ini. Maka gara-gara itu dia nolak untuk sujud. Jadi bukan karena membangkang sama Allah ya. Iblis bukan bangkang sama Allah sebenarnya. Dia tahu Allah Tuhannya, tapi karena dia tahu orang ini nanti akan menggantikan posisi dia. Dan memang betul setelah manusia diciptakan jin sudah dinomor duakan 124.000 nabi di antaranya 313 Rasul semuanya dari mana? Dari manusia. Enggak ada satuun dari jin. Enggak ada satuun dari jin. Jin cuma ikuti manusia saja. Kemudian Nabi Adam alaihi salam setelah itu Allah ceritakan di ayat 35-nya. Waqulna ya adamusun anta wazaujukal jannata waqula minha ragan haitu wala taqraba had syajar fatakuna minadzalimin. Dan kami berfirman, "Hai Adam, diamilah oleh kamu dan istrimu surga ini dan makanlah makan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai. Dan jangan kamu dekati pohon ini yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang zalim." Pohon yang dilarang di sini, Teman-teman sekalian, adalah pohon yang tidak dijelaskan namanya dalam Al-Qur'an dan sunah. Kebanyakan orang mengatakan pohon khuldi atau buah khuldi ini keliru. Karena istilah kalimat khuldi Al-Qur'an nanti kita akan sebutkan ayatnya itu dari lisannya iblis bukan dari Allah. Khult artinya kekal. Jadi iblis akan berkata kepada Adam, "Hai Adam, maukah saya tunjukkan kamu kepada pohon khuld? pohon yang kekal. Kalau kau makan, kau akan seperti malaikat kekal atau kau akan tidak akan mati. Istilah khuld keluar dari lisan iblis. Jadi, seorang mukmin tidak layak mengatakan itu buah khuldi. Karena Allah mengatakan pohon saja enggak dijelaskan. Itu sudah disepakati oleh para ulama ahlusunah wal jamaah. Dan nanti akan kita bacakan tentu ada dalam surah Thaha ayat 120 nanti kita tadaburi itu ee tentang masalah pohon itu. Jangan sentuh pohon itu saja sebagai ujian dari Allah Subhanahu wa taala kepada Adam alaihi salam. Dan larangan di sini kata ulama adalah bukan pohon itu buruk. Ini juga penting digaris bawahi. Karena semua yang di surga baik. Tapi Allah Subhanahu wa taala seperti kalau ruangan ini pintu sana enggak boleh lewatin ya. Kata pemiliknya, "Dikunci. Pintu ini silakan pakai." Tapi ada orang sengaja mau lewat di sana. Walaupun pintu itu tidak ada masalah sebenarnya, tapi ada orang maksain lewat dia melanggar pemilik owner-owner tempat ini misalnya. Seperti itulah kurang lebih rasionalnya. Jadi pohon ini bukan pohon buruk ya. Seperti digambarkan oleh orang Yahudi ya. Gara-gara Nabi Adam makan buah khuldi terus tonggorokannya ada menonjol. Gara-gara hawa minum makan buah buah yang dikatakan huld oleh setan ini, maka payudaranya keluar keliru. Dari awal Allah Adam ciptakan Adam sama Hawa sudah begini, enggak ada hubungannya dengan itu. Yang jelas ini. Hah, senyap sekali. Enggak ada suara. Allahuam. Paham atau tidak? Baiklah. Maka di sini disebutkan oleh Allah Subhanahu wa taala selanjutnya ayat 36. faakahuma f ini saksi bahasan kita. Lalu keduanya digelincirkan oleh setan dari surga itu. Kata ulama tafsir, Adam dan Hawa alaihialatu wasalam dikena tipu dayanya setan memakan buah pohon yang dilarang dan bukan buah khuldi saya katakan yang mengakibatkan keluar keluarnya keduanya dari surga. Artinya dipercepat keluarnya dari surga. Tadinya memang Adam alaihi salam mampir ke surga dan akan turun ke bumi karena tujuannya khalifah di muka bumi kan. tapi dipercepat oleh Allah karena pelanggaran itu cepat diturunkan ke bumi. Dikatakan di sini dan iblis di sini ya menggelincirkan artinya membisikkan dan menggoda. Lalu dikatakan nahbitu ba'dukumin adu wakum ard must turunlah kalian semuanya. Allah menyuruh turun siapa di sini? Kalian semua. Maksudnya Adam, Hawa dan iblis. Berarti iblis pun waktu itu ada di sekitar surga ya kan naik ke langit lalu disuruh turun semuanya. Turunlah kalian semua sebagian kalian menjadi musuh bagi yang lain dan bagi kalian ada tempat kediaman di bumi dan kesenangan hidup sampai waktu ditentukan. Maksudnya sampai hari kiamat. Ayat 37. Fatalaqo adamuhi kalimatin fataba alai inahuwaburahim. Kemudian Adam menerima beberapa kalimat. Kata para ulama tafsir, maksudnya kalimat taubat. Allah ajarkan cara tobat, kalimat istigfar. Innahu hu tawwabur rahim. Dari dia menerima kalimat tobat dari Tuhannya, maka Allah menerima tobatnya. Sesungguhnya Allah maha penerima tobat dan maha penyayang. Ayat 38 dan terakhir adalah qul nahbitu minha jamia. minni hudabudai wumzanun. Kami berfirman, "Turunlah kalian semuanya dari surga." Maksudnya adalah bertiga ini, Adam, Hawa, dan Iblis. Kemudian jika datang petunjukku kepada kalian, ada wahyu yang datang. Siapa yang mengikuti petunjukku, niscaya tidak akan tidak ada kekhawatiran dan tidak pula mereka bersedih hati. Kata sebagian ulama tafsir, jin eh iblis dari golongan jin seperti dalam surah Alkahfi. Kana minal jinni fafasaqbi iblis dari golongan jin dan dia termasuk orang yang berfasik pada Tuhannya. Perlu teman-teman garis bawahi di alam jin sama dengan alam manusia. Ada orang beriman, manusia beriman, ada juga jin beriman. Ada jin beriman. Ya Allah ceritakan dalam surah jin, surah nomor 72. Ada di antara mereka yang beriman. Ada di antara mereka yang masuk surga. Ada di antara mereka di alam jin ada dakwah, ada jihad, ada gitu kan. Tapi nabi-nabi dari kalangan kita manusia yang beriman ini tidak akan pernah saling mengganggu. Orang beriman tidak akan panggil jin. Allah buat tidak kelihatan supaya tidak usah dipanggil, tidak usah berteman, tidak usah menikah, tidak usah interaksi. Selesai. Di alam manusia ada fasik, muslim tapi masih banyak dosanya. Di alam jin juga ada fasik, muslim tapi masih banyak dosanya. Di alam manusia ada kafir. Mungki hukum-hukum Allah atau memungkiri Allah. Di alam jin ada juga kafir. Tapi di alam jin, Teman-teman, yang fasik sama yang kafir namanya setan. Namanya setan. Jadi, semua setan pasti jin. Tidak semua jin itu setan. Jelas ini. Mana hamba Allah Wakra? Ya, ahli wakra enggak ada suara. Jangan lesu sebentar lagi buka puasa. Nah, jelas sampai sini jelas sayang ini kalau lewat ilmunya ya. Ini satu persatu tafsir ayat dan insyaallah doakan mudah-mudahan saya akan kita akan buat program di Jakarta insyaallah menafsirkan 30 juz Al-Qur'an. Semoga Allah mudahkan ya. E kita akan baca insyaallah tafsir Ibnu Katsir untuk menafsirkan masalah itu. Tapi yang jelas ini hal-hal di antara yang mesti dipahami teman-teman sekalian penting sekali. Maka di sini Allah Subhanahu wa taala ya mengatakan, maaf di alam jin ada namanya jin fasik dan jin kafir namanya setan ya. Semua setan pasti jin. Tidak semua jin itu adalah setan ya. Semua yang mengikuti iblis namanya setan baik keturunannya atau bukan keturunannya. Dan perlu digaris bawahi sebagian ulama mengatakan di alam setan ini ada setan yang tobat loh. Jadi jin-jin mukmin dakwahi mereka yang tetap bertahan dengan kekafiran dan kefasikan namanya setan. Tapi ada di antara mereka yang tobat sebagaimana tobatnya manusia. Cuma iblis sendiri yang tidak bakal tobat selamanya karena Allah sudah kutuk dia. Tapi selain daripada iblis itu banyak dari golongan jin yang tobat. Ya, ini ada bahasan sendiri tuan-tuan di alam jin. Dan ini yang jelas saya berikan gambaran umumnya tentang masalah yang disampaikan di sini. Saya katakan teman-teman dalam tulisan saya dalam ayat-ayat di atas Allah maha suci memastikan kesalahan ayah kita Adam dan ibu kita Hawa alaihialatu wasalam dan bagaimana semua itu disebabkan oleh godaan musuh abadi manusia itu iblis dengan keturunannya. Ya, namanya setan. Dari sisi lain Allah Subhanahu wa taala juga memastikan tentang taubatnya Adam Alaih Salam. Dan ee dan poin ini yang ingin saya titik beratkan, Teman-teman sekalian, bagaimana setelah Adam berbuat salah, Adam Alaih Salam bertaubat dan Allah kabulkan itu. Berarti anak cucu Adam bisa saja berbuat salah dan bukan mustahil sebagaimana sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam tadi. Tapi dosa bukan untuk diulang-ulangin, dosa bukan juga untuk dicoba, tapi mungkin orang kalau terjerumus sebelum paham atau dalam keadaan lalai itu bisa terjadi. Hanya saja orang mukmin jeli, dia harus meninggalkan dosa. Itu jelas sampai sini ya. Makanya Allah Subhanahu wa taala berfirman, teman-teman sekalian di dalam Al-Qur'an tentang masalah taubat ini surah Annur surah Annur surah nomor 24 ayat 31. Surah Annur surah nomor 24 ayat 31 bunyinya azubillahiminasyaitanirrajim. Maaf saya ulangi. abati abihin abati ikhwani bani ikhwani ikhw [Musik] ma yuk minatihinallahi jamian ayyuhal mminuna laallakum tuflihun. Sebenarnya saksi bahasan kita penutupan ayat ini ya kalimat watubu ilallahi jamian ayyuhal mminun laakum tuflihun. Katakanlah kepada para wanita mukminah yang beriman hendaklah mereka menahan pandangannya. Tidak boleh lihat sesuatu yang haram. Tidak boleh sengaja memperlihatkan auratnya sehingga lawan jenisnya laki-laki tertarik dan dia harus menjaga juga kemaluannya. Tidak boleh membuka peluang untuk berzina. Kata ulama tafsir, kalau laki-laki bersemangat untuk menzinai seorang wanita dan wanita itu nolak, tidak akan terjadi kecuali dengan pemerkosaan. Tapi kalau kita balik, kalau sudah perempuan yang mau laki-laki bisa tergoda. Makanya Allah di sini sebutkan perempuan. Subhanallah. Kalau perempuan menahan diri, habis selesai urusannya. Kita biar upaya bagaimanap pun tidak akan pernah bisa kita kuasai dia. Kalau perempuan mengatakan tidak, saya tidak mau zina. Dia jaga penglihatannya, tidak mau, gak bisa. Tapi kalau sudah perempuan yang buka diri, walaupun perempuan itu jelek bisa berzina sama laki-laki yang gagah sekaligus. Makanya Allah bilang di sini, "Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak daripadanya." Maksudnya wajah dan telapak tangan yang dibolehkan secara syariat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya. Jatuhkan dari atas kepala sampai ke dada tertutup. Ya. Dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka atau ayah mereka atau ayah suami mereka mertua karena mahram atau putra-putra mereka atau putra-putra suami mereka. Jadi kalau gadis nikah sama duda, kalau sudah digauli si gadis ini oleh si duda, maka anaknya duda sudah jadi mahramnya abadi. Anak suaminya asal dia sudah digauli. Sama terbalik juga hukumnya kalau seorang laki-laki menikah sama janda. punya anak perempuan. Kalau si laki-laki sudah menggauli si janda, maka anak perempuannya si janda sudah jadi mahram abadi walaupun cerai sama ibunya. Enggak boleh lagi nikah selamanya. Dikatakan atau putra-putra suami mereka atau saudara-saudara laki-laki mereka atau saudara ya saudara laki-laki mereka atau putra-putra saudara lelaki mereka. Keponakan laki-laki dari dari saudara laki-laki atau putra-putra saudara perempuan mereka. keponakan dari saudari perempuan kita atau wanita-wanita Islam atau budak-budak yang mereka miliki. Ya, kalau mereka punya budak wanita maka boleh berarti kan Anda di perjual belikan biasa di pasar perbudakan kalau terjadi peperangan maka kalau sama perempuan boleh memperlihatkan rambutnya ya walaupun itu ada batas ya kata ulama yang boleh diperlihatkan adalah leher ke atas siku ke bawah siku ke lengan ya maaf siku ke telapak tangan, lutut ke bawah jadi sauat daerah kemaluan dan dada perut ini enggak boleh diperlihatkan ya ini tidak boleh diperlihatkan kecuali pada suami saja kalau yang lain tidak boleh termasuk anak-anak, termasuk saudara semua gak boleh. Sama perempuan pun tidak boleh ya. Misalnya perempuan telanjang bulat ini enggak boleh walaupun sesama jenis ya. Dikatakan atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan terhadap wanita. Maksudnya laki-laki yang sudah tua mungkin sudah 80 tahun, 90 tahun ya, tapi ada pekerja masih bekerja tidak ada lagi syahwatnya. Maka mungkin pada saat majikannya atau tuan rumahnya itu memperlihatkan rambutnya, dia sudah tidak ada keinginan apa-apa. Ya. Dan juga anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita kata ulama di bawah umur 7 tahun. Ini bukan balik ya. Karena di atas 7 tahun mereka sudah paham. Mereka sudah apalagi kalau 10 tahun walaupun belum balik ini sudah paham, sudah bisa bedain jenis kelamin. Maka tidak boleh lagi bapak-bapak di sini memandikan anak perempuannya di atas 10 tahun. Gak boleh lagi. Walaupun belum balik. Tidak boleh lagi ibu-ibu mandikan anaknya laki-laki umur 10 tahun sudah tidak boleh. Sesuai dengan sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ya, suruhlah anak kalian salat di umur 7 tahun dan pukullah mereka di umur 10 tahun dan pisahkanlah mereka di ranjang. Lalu dikatakan, "Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan mereka yang mereka sembunyikan." Jadi, tradisi orang-orang Arab mungkin di sini teman-teman ee ibu-ibu mungkin akhwat kita tahu itu ee salah satu tradisi wanita Arab adalah mereka suka meletakkan gelang di kakinya. Jadi, selain gelang di tangan, gelang juga di telapak kaki biasa ditaruh. Dan itu menjadi sebuah ee hal yang fenomenal lah yang yang sesuatu yang bisa menarik lawan jenis. Maka di sini Allah Subhanahu wa taala membolehkan laki perempuan taruh tapi tidak boleh memperlihatkannya. Di sini dikatakan dan tidak boleh mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Karena nanti sahabat kelihatan gelang itu menarik perhatian orang. Dan ini saksi bahasan kita. Bertobatlah kalian semua kepada Allah. Wahai orang-orang yang beriman, agar kalian beruntung." Ya. Jadi di sini kita lihat bagaimana Allah Subhanahu wa taala memerintahkan untuk taubat, meninggalkan dosa. Jadi dosa bisa terjadi tapi jangan lupa taubat. Tentu juga jangan ulangi itu nanti akan kita sebutkan masalah dosa. Di ayat yang lain Allah Subhanahu wa taala juga berfirman tentang masalah tobat adalah surah Tahrim surah nomor 66 ayat 8. Surah Tahrim surah nomor 66 ayat 8. Auzubillahiminasyaitanirrajim. Ya ayyuhalladina amanuallahian asukumukirumatumharu yaum yillahinau maah nuruhumidunana wagfirlana inakain hai orang-orang yang beriman Tobatlah kepada Allah dengan taubat nasuha, taubat yang semurni-murninya. Mudah-mudahan Rabb kalian akan menutupi kesalahan-kesalahan kalian dan memasukkan kalian ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai pada hari ketika Allah tidak akan menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dengan Dia. Maksudnya orang-orang beriman akan selamat di hari kiamat. Sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di belakang mereka dari wajah dan seluruh tubuh mereka mengeluarkan cahaya di hari kiamat. Sambil mereka mengatakan, "Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatunya." Kata ulama tafsir, yang dimaksud di sini adalah kalau orang tobat maka Allah akan berikan cahaya di wajahnya dan kehidupannya di dunia dan juga di akhirat. Orang kalau tobat, Subhanallah, kalau kita lihat wajahnya, fotonya berbeda dengan pada saat dulu dia masih fasik ya, pasti berubah sekali. Ada cahaya tersendiri walaupun orang itu berkulit hitam pekat. Ya. Baik, kita masuk teman-teman sekalian. Itu tadi adalah kronologis pembukaan dalam masalah bagaimana memahami judul yang sedang saya tulis ini. Iya, inilah aku sekarang. Bagaimana manusia memang bisa tera? Bagaimana Nabi Adam alaihi salam juga jatuh dalam dosa. Dan kita akan lebih panjang jelaskan nanti ada keterangan tentang Nabi Adam alaihi salam. Ya, kita masuk teman-teman sekalian ke masalah dosa dulu. Apa itu dosa teman-teman sekalian? dosa atau maksiat ya atau sayyiah di dalam bahasa Arab juga begitu dalam Al-Qur'an disebutkan adalah pelanggaran-pelanggaran dilakukan oleh seorang hamba terhadap hukum-hukum dan peraturan sang pencipta. Dan ulama membagi dua dosa. Ada dosa besar, ada dosa kecil. Bagaimana membandingkannya dosa besar dosa kecil, Teman-teman sekalian? dosa besar selalu larangannya disebutkan oleh Allah dalam Al-Qur'an dan oleh Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam dalam sunah atau dalam hadis diikuti dengan ancaman. Ancaman dari misal ancaman laknat, murka, kena azab kubur ya masuk neraka. Itu semua adalah dosa besar. Berarti ya kekufuran misalnya seperti contoh misalnya masalah salat kata Nabi sallallahu alaihi wasallam alahduladzi bainana wainumus tarakaha faqad kafar tentang salat lima waktu. Perbedaan dasar antara kami dengan orang-orang kafir adalah salat lima waktu. Siapa yang meninggalkannya maka dia telah kufur. Perhatikan ada ancaman kufur di sini gitu kan. Ada ancaman kufur ya. Misalnya orang menyembelih untuk selain Allah. Orang datang ke kuburan, ke pohon, ke lautan, sembelih untuk semua itu makhluk. Maka kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Laanallah manzabahairillah." Allah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah, gitu. Maka ini semua menandakan sesuatu yang besar karena ada ancaman di situ. Kalau dosa kecil, semua pelanggaran agama yang tidak diikuti dengan ancaman, tapi hanya peringatan saja, dosa kecil. Jadi larangan-larangan ya masuk misalnya dalam masalah ee sesuatu yang dimakruhkan atau sesuatu yang ee dilakukan tapi tidak diikuti ancaman. Banyak hal di sini ya. Seperti orang sebenarnya melihat sesuatu yang haram dosa tapi tidak diikuti dengan ancaman misalnya laknat dan seterusnya. Bukan berarti kita gampang-gampangin melihat yang haram tapi dia masuk dalam kategori dosa besar. Cuma tetap berat ya tetap berat karena semua dosa harus ada pembersihannya. Allah Subhanahu wa taala berfirman dan menggabungkan tentang dosa besar dan dosa kecil ini dalam Al-Qur'an dalam surah An-Nisa surah nomor 4 ayat 31. Annisa surah nomor 4 ayat 31 bunyinya azubillahiminasyaitanirrajim. Injani kabair maunuirumi mudalan kar. Jika kalian menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kalian mengerjakannya, niscaya kami hapus kesalahan-kesalahan kalian, dosa-dosa kecil dan kami masukkan kalian ke dalam surga. Jadi di sini dosa besar-dosa kecil Allah sebutkan dalam Al-Qur'an ya. Kalau dosa-dosa besar dijahuhi, dosa kecil bisa dimaafkan. Kita tahu misalnya masalah Ramadan ini juga ada hadis ya antara lima kata Nabi sallallahu alaihi wasallam antara lima waktu salat subuh ke zuhur, zuhur ke asar, asar ke magrib, magrib ke isya, isya ke subuh lagi antara jumat ke jumat dan antara Ramadan ke Ramadan. Riwayat lain antara umrah ke umrah, pembersihan dosa di antara keduanya kalau dosa-dosa besar dijauhi. Berarti dosa kecil dibersihkan dengan amal saleh, tapi dosa besarnya harus dengan taubat nasuha. Ya, nanti akan kita jelaskan masalah itu. Kemudian dalam surah Asyura surah nomor 42 ayat 37, surah nomor 42 ayat 37 Allah juga berfirman, azubillahiminasyaitanirjim walladina walwahis wau hum yagfirun. Dan bagi orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji. Dan apabila mereka marah, mereka memberi maaf. Ya, di sini berarti Allah Subhanahu wa taala memuji orang yang menjauhi dosa-dosa besar. Tentu kalau teman-teman tanya kepada saya dosa-dosa besar apa saja, Ustaz? Ada kajian kami di YouTube membahas tulisan Imam Azzahabi rahimahullah judul bahasa Arabnya kitab alkabair. Terjemahan dosa-dosa besar ya. Nah, itu sudah 107 dosa besar. Saya sudah bahas di YouTube. Teman-teman bisa download secara gratis tentunya. Ketik nama saya Khalid Basanama. Dosa-dosa besar akan keluar semua ceramah poin demi poin. Ada 107 dosa besar. Juga dalam firman Allah yang lain surah An-Najm surah nomor 53 ayat 32. Surah nomor 53 ayat 32. Annajm. Azubillahiminasyaitanirrajim. Alladinaanibuna wal fawahis lamam. infamikumakumq orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari dosa-dosa kecil. Perhatikan di sini Allah sebutkan dosa besar-dosa kecil. Orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar. Ya, sesungguhnya Tuhanmu maha luas ampunannya dan dia lebih mengetahui tentang keadaanmu ketika dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu menjadi janin dalam perut ibumu. Dan jadi, janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang lebih mengetahui tentang orang yang bertakwa. Semua dosa besar, semua dosa teman-teman sekalian yang kecil dan dosa kecil bisa diampuni dengan semua amal saleh. Ya, semua amal saleh. Makanya kata Nabi sallallahu alaihi wasallam dalam sebuah hadis sahih, wail waisatal hasan tamhuha. Selalu ikuti dosa-dosamu yang pernah kau lakukan dengan amal saleh. Sekarang ganti dengan amal saleh. Karena pasti amal saleh akan membersihkan itu. Sama dengan wudu misalnya wudu salat. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Siapa yang wudu dan menyempurnakan wudu salatnya, maka akan berjatuhan semua dosa-dosanya dari anggota tubuhnya. Kalau dia membasuh telapak tangan, jatuh dosa dari tangannya sampai dengan tetes air terakhir. Kalau dia kumur-kumur dan hidung e masukkan air di hidungnya, maka akan jatuh dosa dari mulutnya. Kalau dia membasuh wajahnya, akan jatuh dosa dari matanya. Kalau dia membasuh kepalanya, jatuh dari kepalanya. Kalau dia basuh kakinya, dari kakinya. Ya, semua dibersihkan sampai tetes air terakhir yang jatuh dari anggota tubuhnya. Berartikan wudu bisa membersihkan dosa. Orang ke masjid kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Siapa yang pergi salat ke masjid, maka setiap langkah kakinya satu, satu langkah mengampuni dosa, satu langkah mengangkat derajatnya di surga. Jadikan pembersihan dosa. Jadi semua amal saleh, Teman-teman, bakti sama orang tua, silaturahim, bantu seorang muslim sedekah, membersihkan dosa-dosa kecil kita." Tapi kalau dosa besar enggak bisa. Dosa besar harus dengan taubat nasuha. Dan Imam Nawawi rahimahullah menyebutkan dalam ee riyadus shihin beliau syarat diampuni dosa besar ada tiga. Meninggalkan dosa itu seketika. Itu syarat pertama. Meninggalkan dosa itu seketika. Misal lagi bohong berhenti, lagi zina berhenti, lagi riba berhenti. Yang kedua menyesali. Menurut beliau sesali. Merasa menyesal dalam hati. Kenapa saya lakukan? Kenapa saya terjerumus? Yang ketiga, janji sama Allah tidak akan mengulanginya. bertekad salah satu luput tidak diterima taubatnya. Jadi misal ada orang pernah bertanya sama saya, "Ustaz, saya sudah tobat tahun lalu. Kalau tahun ini saya ulangi dosa, apakah diterima lagi tobat saya?" Maka saya bilang, "Kalau tobat Anda yang tahun lalu nasuha betul-betul meninggalkan dosa itu seketika, menyesali dan janji sama Allah tidak akan mengulanginya." betul-betul itu sudah dilakukan, diterima tobatnya pada saat itu. Kalau sekarang lemah iman, terjerumus lagi dalam dosa, butuh tobat yang baru. Tapi kalau tahun lalu dasarnya begini, tinggalkan dosa, iya. Sesali iya. Tapi dia belum bertekad untuk meninggalkan. Dia bilang, "Ya, kalau ada kesempatan saya akan ulangi." Maka dari awal tobatnya tidak diterima. Jelas ini. Mana ahli waqra? Tidak ada suara loh. Iya betul. Kasihan. Sebagian ulama menambahkan syarat keempat dari tbat nasuha adalah mengisi sisa umur dengan amal saleh. Jadi tidak tidak. Kenapa banyak teman-teman sekalian orang sudah tobat nasuha dia masih ulangi dosanya? Karena dia tidak isi sisa umurnya dengan amal saleh. Misal orang biasa jam 10. malam ke karaoke atau ke diskotek. Sekarang dia sudah tobat. Dia harus ganti program itu dengan program yang ibadah. Misal dia dengar pengajian, misal dia apa ya ee kumpul sama teman-temannya orang saleh, dia baca kitab apalah dia harus ubah. Kalau tidak detik-detik yang dia bisa pakai dosa, setan akan kalau dia melamun setan akan buat dia ingatkan dosanya yang lalu. Makanya syarat keempat juga termasuk hal yang ditekankan oleh para ulama. Baik. Kalau teman-teman bertanya, "Kira-kira kalau saya buat dosa apa sih efeknya? Ada bahayanya enggak?" Ada bahayanya dan luar biasa bahayanya. Di dunia akan datang bahaya yang berat. Nanti kita sebutkan poin demi poin. Kalau meninggal tidak sempat taubat, sudah disiksa di dunia, di akhirat disiksa lagi. Yang pertama, Teman-teman, sempitnya hidup seseorang yang bermaksiat. Sumpek, gelisah, gunda. Enggak ada orang yang buat maksiat itu lalu kemudian enak. Enggak ada bohong. Orang zina di kamar hotel kemudian, oh dia senang enggak? Besok pagi dia bangun sumpeknya luar biasa. Enggak tahu mau buat apa rasanya sumpek. Orang-orang nonmuslim tidak tahu harus ke mana. Sumpek itu peringatan dari Allah supaya dia tobat. Tapi dia enggak ngerti. Dia ulangi lagi zina besoknya bertumpuk-tumpuk kesumpekan itu. Bahkan akhirnya ujungnya dikuasai oleh setan. Akhirnya bunuh diri atau bunuh orang atau malah mabuk-mabukan yang berlebihan dan seterusnya. Allah berfirman tentang masalah ini. Sempitnya hidup dan akan ada kegundahan, kegelisahan. Tidak ada dosa yang tidak mengalami ini, Teman-teman sekalian, di dalam Al-Qur'an surah Thaha, surah nomor 20 ayat 124. Surah Thaha surah nomor 20 ayat 124 bunyinya azubillahiminasyaitanirrajim. lahuatanu yaumalqiamati. Dan barang siapa yang berpaling dari peringatanku, maksudnya kata ulama tafsir, berbuat dosa. Allah suruh salat enggak mau salat. Allah suruh jujur malah bohong. Ya dia berpaling dari peringatan Allah. Maka suungguhnya baginya penghidupan yang sempit. Kata ulama sumpek, sedih, permasalahan yang tidak ada ujung-ujungnya. Dan kami akan menghimpunnya pada hari kiamat dalam keadaan buta. Kalau dia meninggal lagi tidak sempat taubat, di dunia sudah kena masalah, di akhirat lagi masalah lain. Yang kedua, orang yang berbuat dosa dan membuka pintu ini sesat dan jauh dari petunjuk. Susah untuk mendapatkan solusi dari masalahnya. Allah sebutkan dalam surah Al-Ahzab, surah nomor 33 ayat 36. Surah nomor 33 ayat 36. mminak amri wahulahu faqal mubina. Tidak patut bagi laki-laki mengaku mukmin dan perempuan yang mengaku mukminah. Apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan satu ketetapan halal haram, silakan nikmati halal, silakan kerjakan perintah wajib atau sunah, silakan jauhi yang haram dan makruh, maka mereka masih punya pilihan lain. Tidak layak untuk orang mukmin itu. Nikmati halal, ya tinggalkan yang haram. Itu itu kebahagiaan bagi seorang mukmin. Lalu kata Allah, "Barang siapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, bermaksiat, maka dia telah sesat. dengan sesat yang nyata tidak akan dapat petunjuk dari masalahnya. Jadi kalau kita sedang hadapi masalah teman-teman sekalian, bangkrut dari usaha, penyakit yang tidak sembuh-sembuh, ribut dalam rumah tangga tidak selesai-selesai, semua dosa. Dosa. Tidak ada jalan lain kecuali kembali kepada Allah. Tbatsi. Apa kata sebagian ulama salaf? Saya tahu saya punya dosa kalau tiba-tiba saya lihat perubahan terjadi pada istri saya tanpa sebab. Bahkan saya melihat perubahan pada tunggangan saya. Antum mau starter mobil jadi masalah, mau ini susah, mau itu susah, apa saja. Bahkan tikus yang masuk ke rumahku aku tahu karena penyebabnya dosa. Bayangkan. Sebagian ulama salaf menganggap kalau kakinya kesentuh batu, langsung mereka mengatakan inn lillahi wa inna ilaihi rojiun. Astagfiruka wa atubu ilaik. Ya kami milik kami milik Allah dan kami akan kembali kepada Allah. Ya Allah aku bertobat dan beristigfar kepadamu. Langsung kakinya kesentuh. Kadang-kadang mau keluar hujan, kadang-kadang mau pakai baju mungkin belum listrik bajunya. Kadang-kadang kadang-kadang kadang-kadang semua ini, Teman-teman, sekecil apapun adalah penyebabnya dosa. Makin bersih dari dosa, maka makin siap semua fasilitas. Yang ketiga, ia akan selalu didampingkan setan. Kalau dia selalu buat pintu dosa, Allah sengaja kirim setan mendampingi dia. Jadi, hidupnya jadi penuh ketakutan. selalu programnya adalah maksiat dan maksiat. Sebagaimana Allah sebutkan dalam surah Azzukhruf, surah nomor 43 ayat 36. Surah nomor 43 ayat 36 yang bunyinya azubillahim minasyaitanirjim. Barang siapa yang berpaling dari pengajaran maksudnya berbuat dosa dilarang tapi dilanggar. Barang siapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan yang maha pemurah Al-Qur'an sengaja buat dosa dan melanggar apa yang ada dalamnya, kami akan adakan baginya setan yang menyesatkannya. Maka setan itu akan menjadi teman yang selalu menyertainya. Yang keempat, terancam masuk neraka kalau tidak sempat tbat di akhirat. Sebagaimana Allah Subhanahu wa taala menjelaskan kalau taubat kalau meninggal tidak sempat tbat ini lebih berat lagi. Dalam surah An-Nisa surah nomor 4 ayat 14. Auzubillahiminasyaitanirrajim. Wam yahsillaha waasulahuadda hududahudahu yudhu khidan fiha walahuabun muhin. Dan barang siapa yang mendurhakai Allah dan rasulnya maksudnya bermaksiat dan melanggar ketentuan-ketentuannya Allah niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya dan baginya siksa yang menghinakan. juga dalam surah jin surah nomor 72 ayat surah jin surah nomor 72 ayat 23ubillahiminasyaitanirjim illa balagam minallahi waisalatih wah waasulahu fainnaahuara jahanama khidina fiha abada akan tetapi aku hanya menyampaikan peringatan dari Allah kata Nabi sallallahu alaihi wasallam dan risalahnya dan hati-hatilah barang siapa Siapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dilarang tetap dilakukan. Sesungguhnya baginya neraka jahanam. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Teman-teman sekalian, berbuat amal saleh ada kenikmatan. Berbuat dosa ada kenikmatan tapi tidak akan pernah bersatu. Kalau orang sudah menikmati satu ibadah, misal contoh seorang laki-laki di antara kita sudah komitmen setiap azan hayya alas sha, hayya alal falah, ayo salat kata Allah, ayo menuju kepada kemenangan. Kalimat panggilan dari Allah muadzinnya mau orang bule, mau orang Arab, mau orang Melayu, mau orang hitam dari Afrika sama kalimatnya. Allah yang panggil. Komitmen saya mau ke masjid. Allah panggil. Sudah komitmen nih. Begitu azan ke masjid selalu kita jalankan sambil mengejar fadilahnya. Baik. Orang yang seperti ini teman-teman sudah menikmati salatnya gitu kan. Kapan
Resume
Categories