Transcript
3Ur5gJPQ0us • Sirah Nabawiyah #14 : Upaya Nabi Menghukum Suku-suku yang Berpartisipasi dalam Perang Ahzab
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/khalidbasalamah/.shards/text-0001.zst#text/0070_3Ur5gJPQ0us.txt
Kind: captions
Language: id
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Alhamdulillah
selalu kita mengucapkan kalimat suci ini
dalam keadaan senang dan sedih, dalam
keadaan lagi lapang dan lagi sempit
dalam keadaan sehat ataupun sakit.
Karena orang beriman akan selalu
bergantung pada Tuhannya dan dia selalu
menjadikan kalimat mulia ini sebagai
kalimat yang membasahi bibirnya sehingga
selalu ada saja jalan keluar dan
fasilitas yang sempurna dari sang
pencipta Allah. Juga kita panjatkan
salam hormat kita, selawat dan taslim
yang telah diperintahkan oleh sang
pencipta Allah agar diucapkan selalu
setiap saat untuk manusia yang telah
disempurnakan jalur nasabnya, fisiknya
dan ilmunya. dan dinobatkan menjadi
penutup para nabi dan rasul. Serta sang
pencipta Allah menjanjikan bagi siapapun
yang membjakan salam hormat kepada
manusia terbaik ini akan dibalas
langsung oleh sang pencipta 10 kali
salam yang berarti akan diberikan rahmat
dan karunia dari sang pencipta. Maka
sangat wajar kalau kita selalu
mengucapkan selawat dan taslim kepada
Nabi Besar Muhammad sallallahu ala alihi
wasahbihi wasallam.
Pada pertemuan kita yang sebelumnya
sudah panjang lebar kita menjelaskan
peperangan yang sangat mulia. Perang
Khandak
dan juga
beberapa kejadian-kejadian dari
mukjizat-mukjizat baginda Nabi
sallallahu alaihi wasallam sampai kita
mengambil waktu kurang lebih 3 jam
seteng karena menjelaskan dua peperangan
sekaligus. Perang Khandak sampai selesai
dan juga perang Bani Quraidah, suku
Yahudi yang telah berkhianat yang
akhirnya diperangi oleh Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Dan kita sudah tahu
bagaimana Sa'ad ibn Muad radhiallahu
anhu menghakimi atau menghukum laki-laki
mereka dan juga perempuan dan anak-anak
mereka.
Tentu teman-teman sekalian, setelah
selesai perang Khandak ini
ada banyak sekali suku-suku Arab tadinya
yang ikut partisipasi. Induknya adalah
Quraisy, Sulaim, dan Gatafan.
juga dua suku Yahudi Kainuqa dan Nadir.
Tetapi ada suku-suku lain juga,
suku-suku kecil dari bangsa Arab ini
yang ikut. Dan kita lihat setelah
bubarnya perang Ahzab, selesainya
pasukan Ahzab terbubarkan dengan hikmah
Allah, dengan angin topan yang Allah
kirim dengan musim dingin.
Dan juga masuk Islamnya Naim bin Mas'ud
radhiallahu anhu yang akhirnya memecah
belahkan pasukan Ahzab sehingga mereka
terkalahkan. Maka Nabi sallallahu alaihi
wasallam bersabda dengan kalimat mulia,
"Mulai hari ini Quraisy tidak akan
pernah memerangi kita lagi, tapi kita
yang akan memeranginya."
Nabi alaihi salalatu wasalam mengajarkan
kepada kita sebuah hukum syariat yang
penting sekali, yaitu menghukum
orang-orang yang pernah menyerang
muslimin.
Selain daripada hukum syari yang sudah
kita jelaskan juga pada pertemuan
sebelumnya,
kalau pengkhianat ya pengkhianat agama
yang membahayakan muslimin hukumnya
dikisas, dipenggal, dibunuh. Ya,
sebagaimana Nabi sallallahu alaihi
wasallam mendukung pendapat Sa'ad ibn
Muad pada saat mengeluarkan hukum 700
pasukan perang suku Quraidah dibunuh.
Kalau kali ini kita akan bahas
insyaallah ke depannya upaya Nabi
sallallahu alaihi wasallam menghukum
suku-suku Arab yang ikut partisipasi
dalam perang Ahzab satu persatu oleh
Nabi sallallahu alaihi wasallam diserang
untuk menunjukkan kemuliaan Islam. Dan
sudah kita titi beratkan juga pertemuan
yang sebelumnya. Kalau setiap orang
muslim bergerak, berusaha ya, maka pasti
Allah Subhanahu wa taala akan berkahi.
Apalagi dalam membela agama Allah sang
pencipta. Tidak usah melihat jumlah kita
berapa. Sesederhana pun sebagana
sesederhana apapun senjata kita. Yang
jelas Allah akan berikan kemenangan
kalau kita ikhlas dalam membela
agamanya. Dan itu kita sudah lihat dalam
rentetan histori sejarah perang jihad
dari zaman Nabi sallallahu alaihi
wasallam sampai akhir jihad. Kapan itu
terjadi mungkin sampai menjelang hari
kiamat. Jumlah muslimin umumnya selalu
lebih sedikit senjata lebih sederhana
tapi Allah berikan kemenangan mereka
justru karena ya keimanan mereka.
Yang paling pertama setelah kejadian
perang Ahzab yang terjadi pada bulan
Syawal
dan itu selesai di akhir di akhir bulan
Zulhijah, maaf di di akhir bulan
Zulka'dah. Karena kan orang Quraisy
mengepung Madinah waktu itu 41 atau 43
hari sekitar 1 bulan setengah.
Jadi mereka masuk di bulan Syawal, awal
Syawal mereka pergi meninggalkan tempat
itu kurang lebih diperkenangan
Zulka'dah.
Di awal Zulhijah tahun 5 Hijriah Nabi
sallallahu alaihi wasallam mulai
membentuk ekspedisi-ekspedisi
yang akan menyerang orang-orang yang
telah mengganggu muslimin dan masuk
dalam kelompok ahzab.
Yang pertama adalah Nabi sallallahu
alaihi wasallam menyuruh kaum muslimin
untuk membunuh seorang pimpinan Yahudi
dari suku
Nadir selain Huyay bin Akhtab. Huyay bin
Akhtab sempat terbunuh, kita sudah bahas
pada pertemuan sebelumnya. Tapi ada satu
lagi namanya Salam bin Abi Huqaiq atau
julukannya Abu Rafi'.
Orang ini termasuk otak bersama dengan
sahabatnya Huya bin Akhtab untuk
membentuk pasukan Ahzab sehingga
diseranglah Madinah pada saat itu. Maka
Huya bin Akhtab sudah mati temannya dia.
Tinggal dia ini yang harus dibunuh
karena dia menjadi otaknya. Dan Abu Raf
ini punya banyak keburukan.
Sebelum terjadi perang Ahzab pun setiap
kali dia mendapatkan ada suku Arab yang
siap dibayar. Yang penting kacauin
Madinah. ganggu muslimin,
penyair-penyair yang bisa merusak nama
Nabi sallallahu alaihi wasallam,
melantunkan syair yang menghina Islam
atau ada penari-penari perempuan yang
bisa menari lalu menghina dengan
tariannya, dengan lagunya, dengan
lantunan lagunya muslimin. Maka dibiayai
oleh orang ini.
Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam di
bulan Zulhijah, di awal Zulhijah tahun 5
Hijriah, tepatnya di tahun yang sama
terjadi perang Khand atau perang Ahzab,
beliau bersabda kepada para sahabat,
siapakah yang bisa menyelesaikan
urusannya Abu Rafi'
Salam tadi binik.
Maka ada dua riwayat Bukhari menjelaskan
kepada kita.
Tentu teman-teman sekalian, ada satu
juga kepala Yahudi namanya Ka'ab bin
Asyraf.
Orang ini telah dibunuh oleh orang-orang
Aus, suku Aus. Nabi sallallahu alaihi
wasallam juga pernah suruh bunuh Ka'ab
bin Asyraf ini dan dibunuh oleh
orang-orang Aus gitu kan berhasil. Dan
ternyata betul setelah mati
kepala-kepala suku atau
pemimpin-pemimpin kelompok-kelompok atau
gerombolan yang buruk ini maka semua
bawahannya berhenti untuk menyerang.
tidak lagi menyebarkan masalah untuk
muslimin.
Karena yang membunuh Ka'ab bin Asyraf
dan Nabi sallallahu alaihi wasallam puji
orang-orang yang membunuh dari suku Aus.
Maka kali ini suku Khazraj. Sudah sering
saya ulangi Ansar dari terdiri dari dua
suku Aus dan Khazraj. Maka mereka ini
setelah Islam dinamakan Anshar. Sebelum
Islam mereka selalu bertempur yang satu
sama yang lain.
Suku Aus berhasil menjalankan perintah
Nabi membunuh Ka'bah bin Asyraf. Salah
satu orang Yahudi yang paling berbahaya
juga yang sangat berbahaya bagi
muslimin. Sekarang Khazraj mengatakan,
"Ya Rasulullah, dulu kan Aus yang
membunuh Ka'bah bin Asyraf. Sekarang
Salam bin Abi Hukai, biarkan kami yang
bunuh. Abu Rafi ini izinkan kami." Kata
Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"Baiklah." Maka Nabi sallallahu alaihi
wasallam mengatakan, "Siapa yang akan
pergi?"
Berdirilah lima orang dari suku Khazraj.
Yang pertama, dan ini sahabat yang
berhasil nanti menjalankan misi adalah
Abdullah bin Abi Attiq.
Abdullah bin Abi Atiq radhiallahu anhu.
Kemudian datang yang kedua Mas'ud ibin
Sinan.
Mas'ud bin Sinan. Kemudian Abdullah bin
Unais. Abdullah bin Unais. Kemudian Abu
Katadah al-Harit bin Rabi. Abu Qatadah
Al-Harit bin Rabi'. Nanti saya akan
ulangi namanya. Kemudian ada satu orang
bukan dari Khazraj, tapi sekutunya
Khazraj. Ada suku satu suku yang suku
Arab ini sekutunya Khazraj. Satu orang
dari mereka ikut namanya Khuza'ah atau
Khuza bin Aswad. Khuza bin Aswad. Jadi
empat orang murni dari suku Khazraj.
Abdullah bin Abi Attiq, kemudian Mas'ud
bin Sinan,
kemudian Abdullah bin Unais,
kemudian Abu Qatadah Al-Harit bin Rabi.
Jadi empat orang ini dari suku Khazraj.
Abdullah bin Abi Atiq, Mas'ud bin Sinan,
Abdullah bin Unais dan Abu Qatad Alhit
bin Rabi. Lalu didukung dengan satu
orang sekutunya Khazraj bernama Khuza'ah
atau Khuza bin Aswad.
Abdullah bin Abi ditunjuk oleh Nabi
sallallahu alaihi wasallam untuk menjadi
pimpinan ekspedisi ini. Jalankan. Gu
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
menitip pesan kepada mereka. Ingat tugas
kalian membunuh Salam bin Abi Huai saja.
Tidak boleh bunuh perempuan, tidak boleh
bunuh orang lain, tidak boleh rusak
fasilitas umum, apa saja. Jangan buat
kerusakan. Targetnya satu orang itu
terbunuh sudah selesai tugas kalian.
Pada saat itu kebetulan Salam bin Abi
Huka karena dia dari suku Nadir dan
mereka sudah dikeluarkan oleh Nabi
sallallahu alaihi wasallam dari Madinah.
Mereka bertempat di Khaibar. Khaibar
sebuah kota yang besar. Bahkan Khaibar
pada saat itu lebih besar dari kota
Madinah. Banyak sekali di situ orang
Yahudi yang tinggal dua suku dan mereka
berkembang biak serta juga ya mereka
memiliki perkebunan yang sangat besar
sebagaimana nanti kita akan lihat dan
kita bahas panjang lebar di perang
Khaibar.
Masuklah pada saat itu kelima orang
sahabat ini dan mereka memantau pada
saat sudah masuk ke dalam benteng mereka
memantau rumah-rumah penduduk. Menunggu
sampai rumah penduduk semuanya sudah
tertutup di malam hari. sudah dipadamkan
lampu-lampu mereka. Kalau zaman zaman
sekarang zaman dulu ee dipadamkan
api-api mereka, sumbu-sumbu api mereka.
Kemudian
pergilah kelima orang sahabat ini
mengetuk rumahnya Abu Rafi'.
Setelah mengetuk, istrinya membuka lalu
istrinya bertanya, "Karena ini Abu Rafi,
kepala suku." Biasanya kepala suku atau
raja itu Salam bin Abi Huka ini dia ee
sering membantu orang royal, dermawanlah
gitu ya. supaya namanya harum di
tengah-tengah masyarakat.
Maka istrinya mengatakan untuk buka
pintu. Siapa kalian ini? Kepada lima
orang sahabat ini. Mereka bilang, "Kami
adalah orang-orang kafilah Arab yang
sedang membutuhkan bantuan bekal
makanan.
Maka berkatalah istrinya Salam,
"Masuklah temui suami saya." Maksudnya
disuruh masuk ke ruang tamu, gitu.
Maka pada saat mereka masuk ke ruang
tamu,
sempat salah seorang sahabat bertanya,
"Rumah ini seperti apa?" Ditanya kepada
istrinya Salam, "Oh, ini kamar saya ini
gini." Dia tidak, dia polos menyampaikan
begitu saja. Maka para sahabat tahu di
mana kamar tidurnya Salam.
Tiba-tiba tanpa pakai menunggu, ada satu
orang sahabat menunggu di pintu utama
rumah untuk menjaga istrinya salam
supaya tidak keluar melaporkan kepada
orang Yahudi. Kemudian yang empat masuk
ke dalam kamar tidurnya. Dan mereka
mengatakan di dalam hadis Bukhari,
"Kami demi Allah menemukan kamar salam
sangat gelap dan kami tidak bisa
melihatnya kecuali karena memang
kulitnya sangat putih." Jadi orangnya
sangat putih dan gagah sekali. saking
putihnya sampai kami melihat dia di
posisi tempat tidurnya seperti kain
putih yang sedang digantung di sebuah
tembok yang hitam.
Maka tanpa menunggu satu kesempatan pun,
sahabat ini ramai-ramai menusukkan ya
pedang-pedang mereka, menghantamkan
mereka. Dan Abdullah binti Abdullah bin
Abi Attiq pimpinan
ekspedisi ini yang menusuk ke dadahnya
sampai akhirnya Abdullah bin Salam
meninggal dunia mati. Istrinya sempat
menangis teriak-teriak. Lalu sahabat
yang depan pintu hampir mbebaskan
pedangnya. Tapi dia mengingat pesan Nabi
sallallahu alaihi wasallam, tidak boleh
bunuh wanita. Maka kelimanya pun
akhirnya keluar dari rumah salam
kemudian melarikan diri pulang ke
Madinah dan berhasil melakukan ekspedisi
ini. Dalam riwayat Bukhari yang lain
diceritakan
Nabi alaihi salatu wasalam selesai salat
lima waktu di masjid. Gak disebutkan
tentu salatnya salat apa di sini. Yang
jelas dar satu salat selesai salah satu
dari lima waktu salat wajib.
Nabi sallallahu alaihi wasallam berkata,
"Siapa yang akan menyelesaikan urusannya
Abu Rafi untukku?" Abu Rafi untukku.
Abdullah bin Abi Atiq mengatakan ini
tentu versi yang berbeda. Tapi sama
kasusnya adalah membunuh Salam bin Abi
Huqa. Kata Abdah Abdullah bin Abi Atiq,
"Saya ya Rasulullah. Saya akan
membunuhnya."
Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"Pergilah dan bawalah beberapa
teman-temanmu." Maka pergilah mereka dan
menerima tadi orang ini. Pergi. Mereka
pergi sampai mereka mendekati benteng
Khaibar dan tahu ini adalah bentengnya
Salam atau Abu Rafi.
Mereka pun menunggu di luar dan mereka
menunggu mendengar mencari mencari
informasi mendengar di sekitar benteng
ada suara yang menyebutkan Abu Rafi, Abu
Rafi sampai mereka mengetahui ini adalah
rumahnya Abu Rafi. Dan dalam riwayat ini
dijelaskan agak berbeda. Rumah Abu Rafi
dua lantai dan Abu Rafi ada di atas
serta di sebelah di sebelah kamar dia
ada beberapa kamar pengawalnya.
Mereka pun mendengarkan suara Abu Rafi'.
Abu Rafi maka dia mereka tahu ini adalah
kamarnya.
Kata empat orang sahabatnya Abdullah bin
Abi Atiq tadi radhiallahu anhu ajmain,
"Bagaimana kami mau istirahat dulu sudah
malam. Mungkin besok kita pikirkan
bagaimana cara menyerang." Kata Abdullah
radhiallahu anhu, "Silakan kalian
istirahat saja. Kalau saya, saya mau
cari celah. Mungkin mungkin ada cela
yang bisa kita masuk malam ini dan kita
membunuhnya selesai misi kita.
Maka keempat orang istirahat di ada
hutan ee semacam pembohonan kebun-kebun
kurma di luar Benteng Khaibar. Mereka
istirahat di situ. Abdullah bin Abi Atib
tunggu depan perbang sambil memikirkan
bagaimana caranya bisa masuk ke
tempatnya Abu Rafi ini.
Dengan hikmah Allah pada saat itu
tiba-tiba terdengar gemuru dalam
benteng.
dan suara karena mereka menggunakan
bahasa Arab orang-orang Yahudi ini
karena mereka berbaur dengan orang Arab
sebagaimana saya jelaskan pertemuan yang
lalu. Maka mereka mengatakan untahnya
raja kita Abu Rafi sedang hilang.
Untahnya Abu Rafi sedang hilang. Maka
berbondong-bondong masyarakat dalam
benteng itu keluar. Jumlahnya banyak.
Anak kecil, perempuan, laki-laki, orang
tua masih orang muda semuanya pada
keluar pegang obor. Tujuannya untuk
mencari ya untanya Abu Rafi. Kata
Abdullah bin Abi Atiq, "Saya temukan di
pintu gerbang ada dua atau empat orang
penjaga sangat jeli. Dia menghafal
wajahnya orang-orang yang tinggal dalam
benteng." Dia menghafal wajahnya
orang-orang yang dalam benteng.
Maka dia tahu kalau ini pendatang.
Kata Abdullah, "Saya tidak temukan
kesempatan untuk masuk ke dalam benteng
lebih tepat daripada sekarang karena
lagi ramai."
Dia bilang, "Saya tutup wajah saya."
Kemudian saya menyelip bersama
orang-orang yang pada saat mereka sudah
temukan unta Abu Rafi, mereka masuk.
Lalu saya dengarkan di tingan pintu
gerbang ini, penjaga mengatakan,
"Cepatlah, cepatlah, jangan ada
penyelipnya. Masuk
kata Abdullah. Saya pun masuk. Begitu
orang-orang pada masuk, saya temukan ada
di dekat pintu gerbang kandang keledai
dan hewan keledai ini semoga Allah
muliakan kita tentunya. Kandang keledai
ini teman-teman sekalian dan saya
bahasakan ini semoga Allah muliakan kita
kalau menyebutkan nama hewan ya tempat
kotoran kita sebaik baik mengatakan
semoga Allah memuliakan kita. Doa agar
Allah Subhanahu wa taala memuliakan
tidak menjadi sui tempat-tempat. Dan
kita tahu keledai ini adalah hewan yang
disebutkan dalam Al-Qur'an. Suaranya
sangat mungkar ya dan haram dimakan
kalau keledai yang hidup bersama manusia
walaupun dia tidak bertaring. Maka yang
terjadi teman-teman sekalian kata
Abdullah bin Abi Atiq, "Saya masuk ke
kandang keledai dan keledai ini hewan
yang sangat diam."
Bahkan Allah Subhanahu wa taala sebutkan
juga dalam salah satu ayat yang lain
diberikan ibarat keledai itu ya kalau
ada orang-orang yang pintar e orang yang
belajar agama tapi dia tidak mengamalkan
ilmunya seperti keledai yang memikul
buku maka tidak ada manfaatnya sama
sekali.
Yang jelas keledai ini sifatnya salah
satunya adalah dia tidak bergerak, dia
tidak pusing. Ada siapa di sebelahnya
ada bahaya atau enggak. Seperti itulah
Abdullah bin Abatiq mengatakan, "Tepat
saya berada di sebelah keledai tersebut
sampai seluruh penduduk benteng sudah
masuk. Saya lihat sudah aman, sunyi.
Penjaga pun gerbang sudah mencantolkan
ya penutupnya. Mereka pun pergi
istirahat karena setiap hari selalu
mereka merasa aman. Tidak sangka kalau
malam itu akan ada masalah."
Kata Abdullah, "Setelah aman, tenang
semuanya, saya biarkan beberapa saat
lalu saya naik tangga. Kemudian saya
masuk menuju ke arah yang tadi dianggap
rumahnya Salam bin Abi Huqaiq atau Abu
Rafi' ini." Dia bilang, "Saya pun
menutup pintu-pintu rumah-rumah yang
kamar-kamar di sekitarnya, butuh-pintu
pengawal." Jadi pintunya mereka kalau
mau pergi jauh biasanya ditaruh ada
cantolan digembokin gitu kan. Ditutup
kayak zaman sekarang zaman zaman-zaman
sekarang sudah ada juga kunci ya. Zaman
dulu juga begitu. Mereka pasang besi,
mereka cantol dan mereka gembokin.
Ini yang jelas Abdullah mengatakan,
"Saya menutup semua ruangan-ruangan di
sebelah ruangan Abu Rafi'." Lalu saya
masuk. Saya temukan sangat gelap. Dan
Ibnu Hajar rahimahullah dalam Fathul
Bari sahih syarahnya Sahih Bukhari
mengatakan bahwasanya Abdullah bin Abi
Attiq ini dalam terjemahan pribadinya
memiliki mata yang rabun tapi orangnya
sangat pemberani gitu kan. di malam hari
dia tidak bisa lihat. Apalagi orang yang
normal saja tidak bisa lihat, apalagi
orang yang rabun. Kayak sekarang mungkin
orang yang berkacamata cuma zaman dulu
kan tidak ada kacamata itu. Yang jelas
Abdullah mengatakan, "Saya masuk, saya
buka pintunya gelap sekali. Saya enggak
tahu di mana arahnya Salamin atau Abu
Rafi." Lalu saya menggunakan suara saya
sambil mengatakan, "Abu Rafi, Abu Rafi,
di mana kamu?" Abu Raf tahu suara-suara
pengawalnya. Ini suara asing. Lalu dia
mengatakan, "Siapa kamu?"
Tiba-tiba kata Abdullah, "Begitu saya
dengar suaranya dari arah tertentu, saya
ke sana lalu saya tebaskan pedang saya.
Lalu kemudian saya kembali ke pintu
karena gelap sekali. Di pintu minimal
masih ada cahaya di langit gitu."
Ternyata Abu Rafi belum mati.
Masih keluar suaranya kesakitan. Kata
Abdullah, "Saya menggunakan kesempatan
lagi. Saya mengatakan, "Ada apa wahai
Abu Rafi?" "Dengan bahasa yang berbeda,
dengan suara yang berbeda." Dia bilang.
Maka Abu Rafi mengatakan, "Ada orang
yang berusaha bunuh saya.
Kata Abdullah, "Begitu saya dengar suara
di arah tertentu, saya kejar lagi, saya
tebas lagi dengan pedang, lalu saya ke
pintu lagi. Ternyata Abu Rafi belum mati
dalam riwayat begitu. Lalu dia bilang,
"Saya ubah lagi suara saya." "Kenapa,
Abu Raf? Kenapa ada orang yang mau bunuh
saya?" gitu. "Tolonglah segera." Kata
Abdullah, "Begitu saya tahu arah suara
saya ke sana, lalu saya tancapkan pedang
di dadahnya sampai saya dengar tulang
belakangnya bunyi."
Setelah itu dia bilang, "Saya pun
memastikan kalau dia mati." Lalu saya
keluar karena sudah tidak ada suara dia
bilang, "Saya turun dari tangga." Waktu
saya turun dari tangga saking
buru-burunya dan tangga anak tangga
turun itu kecil, saya sempat terjatuh
dan tulang kering saya di betis tulang
kering di depan betis itu, itu patah.
Dia bilang, "Maka saya pun mengikatnya
dengan imamah saya. Lalu saya berjalan
dengan satu kaki tadi. Sebelum dia naik
tangga, pintu gerbang sempat dibuka sama
dia dan dicantolin sedikit batu. Maka
dia mudah sekarang buka lalu dia pergi.
Begitu dia masuk ke tengah hutan di
tempat perkebunan, maaf di perkebunan
kurma, teman-temannya dibangunin sama
dia. Lalu bangun dia mengatakan, "Apa?
Ada apa wahai Abdullah?" Abdullah bin
Abi Attiq mengatakan radhiallahu anhum
ajmain, "Allah sudah membunuh musuhnya."
Kata mereka, "Bagaimana ceritanya?" Dia
bilang tadi ceritanya saya begini, saya
masuk saya saya seterusnya setus
ditindakkan dari awal sampai akhir. Lalu
kata mereka, "Kalau begitu kita pulang
ke Madinah malam ini. Sampaikan kepada
Nabi sallallahu alaihi wasallam." Kata
Abdullah, "Dan ini sifat orang mukmin.
Dia ditugaskan, dia selesaikan." Kata
dia, "Kalian baliklah kalau kalian mau
balik. Tapi saya tidak akan balik sampai
demi Allah saya pastikan musuh Allah ini
mati."
Dan tradisi orang-orang Yahudi pada saat
itu kalau ada raja mereka atau kepala
suku mati, di benteng-benteng mereka, di
pojok-pojok itu ada kayak menara di
situ. Mereka teriak-teriak mengatakan,
"Si fulan mati, si fulan mati." gitu.
Datanglah ke rumahnya ya. Ee yang punya
hak silakan diambil dan seterusnya.
Maka pada saat itu dia bilang, "Saya
menunggu sampai menjelang waktu subuh
saya salat subuh dan mulai pada saat
mulai agak terang kata Abdullah bin
Abtiq, teman-teman sudah pulang semua ke
Madinah." Dia bilang begitu saya tiba
pagi hari saya dengarkan orang-orang
Yahudi di atas benteng sambil teriak
mengatakan ya terimalah berita sedih
karena Abu Rafi raja kita sudah mati
dibunuh orang entah siapa dan siapa yang
punya hak silakan datang ke rumahnya
disebutkanlah seperti itu. Maka Abdullah
mengatakan alhamdulillah saya sudah
memastikan kalau tugas saya selesai.
Maka dia bilang, "Saya pun pulang ke
Madinah menyusul teman-teman saya.
Teman-temannya tunggu di pintu gerbang
Madinah. Ketemulah tentu Khaibar
lumayan, cukup jauh butuh waktu lama.
Begitu ketemu di pintu gerbang, lalu
mereka sama-sama masuk. Pada saat mereka
bertemu dengan Nabi sallallahu alaihi
wasallam menyampaikan berita gembira,
"Begini ya Rasulullah ceritanya." Maka
Nabi sallallahu alaihi wasallam
mengatakan, "Alhamdulillah yang telah
membinasakan musuhnya gitu kan."
Kemudian Abdullah bin Abi Attiq
mengatakan, "Tapi ya Rasulullah, kaki
saya patah ya. Saya begini ceritanya
jalan di tangga jatuh patah tulang
saya." Kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Luruskan kakimu." Diluruskan.
Lalu baginda Nabi sallallahu alaihi
wasallam meludahinya.
Mendoakan dan meludahinya. Kemudian
Abdullah bin Abadik mengatakan, "Ta-tiba
saya bisa loncat seperti kaki saya tidak
pernah patah sebelumnya." Tapi ini ingat
ludahnya siapa?
Nabi alaihialatu wasalam.
Ya. Ya. Ini perlu dikasih bawahi karena
banyak orang jual ludahnya ya.
La haula wala quwwata illa billah.
Ludahin air tiba-tiba dijual. Ya,
maka ini perlu digaris bawahi
teman-teman sekalian dan ini kisah
tentang
ekspedisi tadi. Abdullah bin Abi Atiq di
bulan Zulhijah tahun 5 Hijriah.
Di bulan Muharram tahun 6 Hijriah,
tepatnya 1 bulan setelah itu
Nabi sallallahu alaihi wasallam mengirim
sahabat Nabinya sahabatnya yang bernama
Muhammad bin Maslamah radhiallahu anhu.
Dan sebenarnya Nabi sallallahu alaihi
wasallam sekarang sudah targetnya
Makkah. Ini targetnya sekarang sudah
Makkah. Tapi sebelum menguasai Makkah
dan menyerang Makkah, beliau ingin
menyisir wilayah di sekitar situ. Semua
nanti wilayah yang akan dilewati oleh
Nabi sallallahu alaihi wasallam untuk ke
Makkah itu sudah aman. Termasuk sekalian
menghukum suku-suku Arab yang
ikut-ikutan pada perang Ahzab.
Setelah kematian Abu Rafi, Nabi
sallallahu alaihi wasallam mengutus
ekspisi pertama lagi setelah perang
Ahzab dan juga suku Quraidah yang
dipimpin oleh Muhammad bin Maslamah. Dan
kekuatannya sebenarnya tidak besar, cuma
30 orang saja. Ekspedisi ini menuju ke
wilayah Bani Qirth. Bani Qirt di daerah
Dariah atau Dariah.
Ini di wilayah Najd tepatnya di Bakarat
ya. Jaraknya Madinah kurang lebih jarak
tempuh 7 malam perjalanan.
Pasukan melewati Bani Baqr bin Kilab
jarak perjalanan 10 hari lalu menyerang
mereka. Jadi Nabi sallallahu alaihi
wasallam menyuruh datang sebenarnya di
sini. Perjalanan targetnya adalah 7 hari
perjalanan. Tapi suku ini terbentang
sampai perjalanan 3 hari saking
besarnya. Namanya Bani Bakar. Bani Bakar
ini juga ikut partisipasi di perang
Ahzab juga mengirim bantuan makanan,
bantuan unta, mengirim sedikit pasukan
bersama ee orang-orang Quraisy dan
Yahudi pada saat itu. Maka Muhammad bin
Maslamah berhasil menyerang mereka tanpa
mereka sadari. Walaupun cuma 30 orang,
tapi Muhammad bin Maslam menyerang
selepas salat subuh di waktu masih
gelap. Di waktu masih gelap dan berhasil
pada saat itu menang dan mendapatkan
ghanimah. Karena suku ini buyar semuanya
melarikan diri bubar. Kemudian mereka
mendapatkan 100 ekor unta dan 3.000 ekor
domba sebagai ganima.
Pada saat kembali ke Madinah, Muhammad
bin Masmah bersama pasukannya menemukan
seseorang yang mereka tawan karena
mereka kira ini bagian daripada suku.
Saat tiba di Madinah, Nabi sallallahu
alaihi wasallam menyambut dengan berita
gembira. Ternyata mereka menang bawa
ganimah. Dan Muhammad bin Masam juga
menunjukkan kalau ada beberapa tawanan
yang kami bawa. Waktu Nabi sallallahu
alaihi wasallam mengecek
tawanan-tawanan, Nabi sallallahu alaihi
wasallam terkejut karena melihat di
tawanan ternyata ada Tsumama bin Gusal.
Tsumama bin Gusal ini, Teman-teman
sekalian, adalah orang tadi yang
ditemukan oleh Muhammad alaihi wasallam
di jalanan.
Tadinya dikirain dari suku Bakar,
ternyata bukan orang kebetulan lewat.
Dia kepala sukunya suku Hanif atau suku
Hanifah.
Dan ini penguasa wilayah Yamamah. Ini
ada kisahnya sendiri.
Nabi sallallahu alaihi wasallam
mengenalnya. Lalu beliau berkata kepada
para sahabat, "Apakah kalian tahu siapa
yang kalian tawan ini?" Kata para
sahabat, "Tidak. Wahai utusan Allah,
kami enggak kenal." Kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam, "Ini adalah Tsumamah
bin Gusal." Dia kepala suku Hanifah,
wilayah penguasa wilayah Yamamah.
Wilayah Yamamah ini wilayah yang sangat
luas di dekat kota Makkah. Di k di dekat
kota Makkah. Nabi sallallahu alaihi
wasallam bersabda kepada para sahabat,
"Layani dengan baik dan khususkan dia
dalam pelayanan serta ikat dia di dekat
pintu masuknya masjid. Biar dia lihat
orang lalang pada saat salat. Dia
dengarkan juga kalau ada penyampaian
tausiah atau penyampaian nasihat dari
Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dia
bisa dengar." Nabi sallallahu alaihi
wasallam pada saat itu, Teman-teman
sekalian, setiap kali mau salat beliau
selalu sempatkan mampir bertemu dengan
Tsumamah. Lalu berkata, "Wahai Tsumamah,
bagaimana keadaanmu dan pendapatmu? Kau
sekarang tertawan. di wilayah kami.
Bagaimana pendapatmu? Seperti juga
dikatakan apa sebenarnya maumu? Kau mau
bagaimana sekarang? Kata Tsumama, "Wahai
Muhammad,
bila engkau membunuh, maksudnya kau
bunuh aku gara-gara tawanan ini, maka
engkau membunuh seseorang yang memiliki
banyak darah yang siap terkorban
untuknya. Maksudnya sukuku besar,
wilayah mama kamu tahu. Pasti mereka
akan menyerang Madinah. Bila engkau
memaafkan, maka engkau memaafkan
seseorang yang sangat tahu bagaimana
berterima kasih. Apa yang kau minta saya
akan kasih. Bila engkau menginginkan
harta, sebutkan saja semaumu, maka
engkau akan mendapatkannya.
Nabi sallallahu alaihi wasallam
meninggalkan tidak ngomong apa-apa.
Mimpin salat
dari pagi sampai malam, besok lagi. Hari
keduanya jadi subuh, magrib, isya jadi
targetnya Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Didengarkan ayat-ayat
Al-Qur'an karena dia orang Arab
mengerti.
Di hari kedua, Nabi sallallahu alaihi
wasallam lewat lagi
pada saat mau salat subuh. Mampir lagi
lalu bertanya, "Bagaimana keadaanmu hai
Tsumamah? Bagaimana pendapatmu?" Dia
ulangi kalimat yang sama. "Wahai
Muhammad, bila engkau membunuh, engkau
telah membunuh orang yang banyak darah
siap terkorbankan untuknya. Bila kau
memaafkan, engkau telah memaafkan
seseorang yang sangat tahu bagaimana
berterima kasih. Bila engkau
menginginkan harta, sebutkan saja maka
engkau akan mendapatkannya." Nabi
sallallahu alaihi wasallam tinggalkan
hari kedua. Kemudian tsumama melihat
mendengarkan ayat Al-Qur'an melihat
bagaimana para sahabat pada saat pulang
mereka berpelukan, mereka salaman,
saling menanyakan kabar. Dan yang paling
membuat dia kagum adalah bagaimana
muamalahnya sahabat dengan para tawanan.
Tumama kepala suku. Dia tahu bagaimana
berperang. Bagaimana orang kalau jadi
tawanan enggak pernah diurus makanannya,
enggak pernah dikasih minuman, dibiarin
saja mati. Bahkan kadang-kadang
digebukin, dirampas hartanya secara
paksa. Sumama tidak sama sekali. Bahkan
Nabi sallallahu alaihi wasallam suruh
melayani. Ada seorang sahabat yang
sempat menyuapkan dia roti memegang
kurma di tangan kirinya, roti di tangan
kanannya. Lalu sahabat ini menyodorkan
ke mulutnya Tsumama roti itu bukan kurma
kering. Dia kaget. Belum pernah ada
orang begini sama tawanan. Dan pada saat
jatuh dari mulutnya, sahabat itu tahan
lalu dimasukkan lagi kembali. Padahal
dia tidak ada hubungannya sama tsumama.
Cuma mendengarkan sabda Nabi sallallahu
alaihi wasallam suruh berbuat baik pada
tawanan.
Hari ketiga Nabi sallallahu alaihi
wasallam lewat lagi lalu mengucapkan
lagi, "Wahai Tsumamah, bagaimana
pendapatmu?" Maka Tsumamah mengucapkan
lagi hal yang sama. "Wahai Muhammad,
bila kau membunuh, kau bunuh aku, maka
kau telah membunuh orang yang banyak
darah siap berkorban untuknya. Bila kau
memaafkan, kau memaafkan orang yang
sangat tahu bagaimana berterima kasih.
Bila kau mau harta, sebutkan saja."
Tiba-tiba Tsumamah kaget, Teman-teman
sekalian, pada saat Nabi sallallahu
alaihi wasallam mengatakan, "Hai
Tsumamah, aku telah bebaskan kamu dan
aku tidak butuh imbalan. Pulanglah.
Karena targetku bukan kamu. Target kami
suku Bakar. Suku suku kamu Hanifah tidak
ada urusan sama kami karena tidak
ikut-ikut dalam perang Ahzab. Suama
kaget pada saat itu. Karena biar
bagaimana dia sudah tawanan.
Umumnya orang minimal kalau tidak
membunuh minta tebusan apalagi di kepala
suku bisa bayar berapa saja. Tumama
akhirnya keluar dari kota Madinah
merenungi kejadian tersebut. Dia
mentadaburi ayat-ayat Al-Qur'an yang dia
dengarkan dalam 3 hari. Dia mendengarkan
beberapa tausiah Nabi sallallahu alaihi
wasallam. penyampaian wasiat beliau, dia
melihat bagaimana reaksi para sahabat
bermuamalah dengan para tawanan,
bagaimana mereka saling menyapa satu
sama yang lain. Dia berpikir ini enggak
mungkin salah. Ini pasti agama yang
benar. Lalu dia kembali ke Madinah lagi.
Kemudian dia mendatangi Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Dia mengatakan, "Hai
Muhammad, bagaimana caranya untuk
menganut agamamu?" Kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam, "Ucapkan, asyhadu alla
ilahaillallah wa anna muhammadar
rasulullah." Sederhana. Syahadat. Kata
dia, "Demi Allah wahai Muhammad, saat
aku tertawan di sini, tidak ada wajah
yang lebih aku benci dari wajahmu, agama
dari agamamu, dan negeri lebih dari
negerimu. Dan sekarang aku ucapkan
asyhadu alla ilahaillallah wa anna
muhammadar rasulullah." Demi Allah,
wahai utusan Allah, sekarang engkau
orang yang paling aku cintai. Agamu
adalah agama yang paling paling paling
aku junjung dan negerimu negeri yang
paling aku rindukan. Aku sekarang akan
balik ke kaumku. Sarankan aku wahai
utusan Allah, apakah aku balik ke kaumku
atau aku lanjutkan umrah yang telah aku
niatkan sebelum tertawan? Jadi ternyata
tsumama ini waktu ditawan oleh Muhammad
bin Maslamah, dia lagi menuju ke Makkah
mau umrah tapi dengan tradisi jahiliah,
penyembah berhala gitu kan. Ditawan
tadinya Muhammad bin Ablama mengira dia
dari suku Bakar. Kata dia, "Apakah saya
lanjutkan umrah atau saya kembali ke
kaum saya?" Ada pilihan lain, riwayat
lain mengatakan, "Atau saya tinggal sini
belajar."
Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda
pada tsumama, "Lanjutkan saja umrahmu,
tapi sesuai dengan tuntunan Islam." Lalu
tsumama mulai bertanya, "Bagaimana
Islam?" Diajarkanlah. Di antaranya
talbiyah yang tidak boleh ditambah
dengan talbiah syirik. Labbaik allahumma
labbaik. Labbaika la syarika laka
labbaik. Innalhamda wikmata laka mulk la
syarika lak. Sampai situ ini adalah
talbiyah sunah yang sahih. Ini ajaran
Nabi Ibrahim alaihi wasallam. Ajaran
Nabi Muhammad alaihi salatu wasalam.
Tapi orang Quraisy menambahkan kalimat
illa syarikan huaak tamlikuhu w malak
gitu kan. Artinya tambahannya tentunya
ini kecuali sekutu yang kau miliki. Kita
kan kalau baca labbaik allahumma
labbaik. Ya Allah aku jawab panggilanmu
dengan santun. Labaika la syarika laka
lababaik. Aku jawab panggilanmu dengan
santun. Maksudnya ke umrah dan haji ya
tidak ada sekutu bagimu. Innal hamda
wanikmata laka wal mulk. Segala
puji-pujian untukmu ya kerajaan untukmu.
Semua nikmat milikmu. La syarikalak
tidak ada sekutu bagimu. Orang orang
Quraisy menambah kalimat syirik. Illa
syarikan huak. Kecuali sekutu yang kau
miliki. Tamliku wa malak. Engkau
menguasainya dan apa yang dia miliki.
Ini kalimat syirik. Enggak boleh. Nabi
sallallahu alaihi wasallam luruskan itu.
Kemudian mengajarkan kepada dia cata
cara salat kewajiban lima waktu salat.
Tata caranya sebagian surah-surah
pendek. Lalu tsumamah akhirnya mengerti
masalah itu. Tsumamah radhiallahu anhu
lalu mempelajari Islam beberapa hari
pada saat itu salat terutama lima rukun
Islamlah. Ia sangat terpengaruh dengan
perilaku Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Demikian pula para sahabat.
Ini pelajaran yang luar biasa bagaimana
muslimin mendahukan mendahulukan akhlak.
Lembut dalam segala keadaan dan tegas
pada tempat dan kondisinya. Ya. Saat
Suamah masuk ke Makkah, dia sudah
tinggalkan Madinah, maka tokoh-tokoh
Makkah menyambutnya dengan gembira.
Karena tahu ini kepala suku Hanifah ya
kan. Maka orang-orang Makkah
menyambutnya dengan gembira karena ia
kepala suku yang terkenal memiliki
personil perang yang banyak ya dan juga
jumlah warganya sangat banyak. Jumlah
warganya itu mencapai sekitar 30.000
orang.
Serta yang paling penting adalah suku
Hanifah ini ternyata umumnya adalah
pedagang-pedagang
yang memasuk yang menjadi pemasuk utama
pangan ke Makkah. Kebutuhan dasar kayak
gandum. kurma itu semua yang yang
masukin ke Makkah adalah suku Hanifah
ini dan mereka berada di sebelahnya atau
di sekitar Makkah ya jadi antara Makkah
sama Jeddah
karena mereka penguasa wilayah terluas
Jazirah Arab yang dikenal dengan Yamamah
ya Tsumama radhiallahu anhu tawaf pada
saat itu didampingi oleh pemuka-pemuka
Quraisy. Waktu talbiah semama
mengucapkan labbaik allahumma labbaik
labbaika la syarika laka labbaik innal
hamda wikmata laka wal mulk la syarika
lak berhenti semama diam dan orang-orang
quraisy tahu selama 13 tahun muslimin di
Makkah pada saat mereka tawaf mereka
melengkapkan ini. Mereka membaca sampai
sini dan bedanya antara mereka dengan
muslimin karena tidak ada tambahan
kalimat terakhir illa syarikan hua lak
tamliku w malak.
Maka orang-orang Quraisy, tokoh-tokoh
Quraisy bertanya, "Hai Tsumama, kenapa
kau enggak lanjutkan talbiahmu?"
Maka Tsumama ya pada saat itu menjawab,
"Memang apa tambahannya?"
Kata mereka, "Kan kau sudah tahu."
Kenapa harus bertanya? Apa kau sudah
menganut agamanya Muhammad dan
meninggalkan nenek moyangmu juga? Maka
kata Tsumamah, "Iya, saya sudah masuk
Islam. Asyhadu alla ilahaillallah wa
anna muhammadar rasulullah." Tiba-tiba
pembuka Quraisy marah. ditawan tsumamah
ini ditawan, diikat tawan. Suku Hanifah
mengetahui berita kalau kepala sukunya
ditahan nih. Maka mereka pun datang
mengunjungi Tsumama di Makkah. Lalu
Tsumama memerintahkan mereka untuk
memboikot asopan pangan semuanya ke
Makkah. Maka sukunya pun mengikutinya.
Walaupun sebenarnya sukunya dalam
keadaan kafir sama dengan Quraisy. Belum
masuk Islam. Mereka belum tahu itu.
Beberapa hari saja semua asopan gandum,
kurma, segala macam enggak ada yang bisa
masuk ke Makkah karena ditahan. Dan
pasukan pasukan Bani Hanifah menahan
juga suku-suku Arab lain untuk memasuk
ke Makkah. Dalam hitungan 45 hari saja
sudah kehabisan pangan mereka. Kehidupan
mereka makan roti, butuh tepung, gandum
ini enggak bisa sama sekali. Maka
akhirnya mereka pun datang kepada
Tsumama dan meminta maaf dan janji akan
melepaskan Tsumama.
Tapi perhatikan teman-teman sekalian,
orang subhanallah yang masuk Islam
ikhlas karena Allah. Apa yang dilakukan
Tsumama radhiallahu anhu dengan
keimanannya waktu itu? Walaupun baru
masuk Islam beberapa hari, dia bilang,
"Saya akan memaafkan kalian tapi dengan
syarat kalian harus minta izin kepada
Nabi sallallahu alaihi wasallam. Hubungi
Madinah dulu.
Kalau Muhammad Nabi sallallahu alaihi
wasallam izinkan saya melepaskan pangan
lagi masuk saya akan lepaskan. Kalau
enggak, enggak bakalan."
Orang-orang Quraisy jadi kaget ini.
Gimana sekarang? terhina sekali. Mereka
harus hubungi Madinah untuk supaya ini
masuk lagi asopan.
Dan luar biasa bagaimana Allah menolong
agamanya hanya dengan satu orang ini.
Gitu kan. Maka akhirnya terpaksa
orang-orang Quraisy mengirim seseorang
di sana datang kemudian menyampaikan
tentang kejadian Tsumama bin Gusal. Lalu
Nabi sallallahu alaihi wasallam
tersenyum sambil mengatakan, "Baiklah
kalau begitu saya lepaskan." Gitu kan.
Sebelumnya tentu ada Abu Sufyan yang
datang. Jadi orang Quraisy utus Abu
Sufyan langsung kepala suku mereka
datang ke Madinah. Abu Sufyan datang
yang tadinya ini pemimpin perang Ahzab
nih ya. Sekarang dia datang. Dia masuk
ke Madinah, dia izin baik-baik. Lalu dia
mengatakan, "Aku memohon padamu hai
Muhammad, berbuat baiklah pada kaum
kerabat dan sukumu. Izinkan suku Hanifah
membuka pemboikotan mereka pada Makkah."
Akhirnya Nabi sallallahu alaihi wasallam
mengizinkan. Dan pada saat itu
tersebarlah berita satu Jazirah Arab
kalau Quraisy ternyata memohon dari Nabi
sallallahu alaihi wasallam dan muslimin
juga kota Madinah agar mendapatkan
makanan mereka dan ekonomi mereka
sekarang berada di tangan kaum muslimin.
Berada di tangan kaum muslimin.
Insyaallah sebentar kita lanjutkan lagi
dengan lanjutannya ada perang suku
As'ad. Wallahuam. Subhanakallahumma
wabihamdika asadu ila astagfirullah
atubu ilaih. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Alhamdulillah wasalatu wassalamu ala
rasulillah. Segala puji bagi Allah
subhanahu wa taala juga selawat dan
taslim kepada Nabi Besar Muhammad
sallallahu alaihi wa alihi wasahbihi
wasallam.
Pada bulan Safar tahun 6 Hijriah,
Nabi alaihialatu wasalam
mengutus
beberapa sahabat untuk
menyerang suku As'ad.
Dan suku Asad ini termasuk salah satu
suku yang bergabung di pasukan Ahzab.
Dan pimpinan mereka bernama Talaihah bin
Khuwailid Al-Uzdi.
Nabi sallallahu alaihi wasallam sempat
mengutus kepada mereka 40 pasukan kuda
yang dan memilih Ukasyah bin Muhsin
radhiallahu anhu agar memerangi mereka.
Tentu Ukasyah bin Muhsin terkenal dengan
ee keterampilan menunggang kuda dan
pedang dan pedangnya dan dia sering
dijadikan oleh Nabi sallallahu alaihi
wasallam pemimpin dalam peperangan. Dan
dialah yang sempat hadisnya masyhur
waktu Nabi sallallahu alaihi wasallam
mengatakan 70.000 dari umatku masuk
surga tanpa hisab. Lalu kemudian
Uqkasyah mengatakan doakan saya termasuk
serhat dari 70.000 itu ya Rasulullah.
Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam kau
termasuk dari 70.000 itu. Ada sahabat
lain yang mengatakan, "Ya Rasulullah
doakan saya juga." Kata Nabi, "Kau telah
didahului oleh Ukasyah." Ya, Ukasyah bin
Muhsin radhiallahu anhu pergi 40 orang.
Hal ini Nabi sallallahu alaihi wasallam
memilih dia karena Ukasyah sendiri dari
suku As'ad. Ini sukunya dia, tapi
sukunya tidak masuk Islam tentunya.
Maka pada saat tiba di sana dia sangat
tahu seluk-buluknya dan akhirnya dia
mengatur strategi perang dan ternyata
Ukasyah berhasil dengan kelnya
radhiallahu anhu menyerang suku As'ad.
Dan waktu dia menyerang setelah salat
subuh ternyata di pemukiman kosong dan
yang ada cuma 10 orang.
Dan 10 orang ini berhasil ditawan oleh
Ukasya. Ya, ternyata sudah kosong. Tidak
ada lagi harta, tidak ada lagi orang,
semuanya sudah kosong. Ini semua
disebabkan karena suku As'ad telah
mendengar kalau muslimin sudah mulai
menghukum siapapun yang ikut di perang
Ahzab. Karena mereka ketakutan, akhirnya
mereka melarikan diri dari pemukiman
mereka dan mereka buat pemukiman di
tempat lain. Tapi Allah di mana?
Yang jelas salah satu dari tawanan dari
10 itu mengatakan, "Wahai Uqkasah, mau
enggak saya menunjukkan kepadamu di mana
hartanya suku As'ad? Tapi dengan syarat
kamu lepaskan saya, bebaskan saya." Kata
Ukasy, "Baiklah, akhirnya jalanlah
pasukan muslimin 40 orang ini dengan
tawanan tersebut 10 orang. Salah satunya
ikut. Semua 10 ikut tapi yang satu ini
di depan menunjukkan jalan." Karena
terlalu jauh jauh masuk ke padang pasir
ke dalam. Maka Ukas jadi khawatir jangan
sampai orang ini menipu. Lalu dia
kemudian kembali mengancam si ya tawanan
ini mengatakan jujurlah atau kepalamu
akan aku penggal.
Maka orang itu pun mengatakan percayalah
saya tidak berdusta dan buktikan
sendiri. Akhirnya teman-teman sekalian
betul-betul mereka tiba di sebuah
lembah. ada gunung besar dan di belakang
gunung itu ada lembah yang agak curam,
agak dalam dan kata dia, "Di belakang
inilah semua harta kami letakkan." Waktu
Ukasah ke sana betul-betul ditemukan,
ternyata betul lembah itu penuh dengan
unta, kambing. Kemudian harta-harta
mereka banyak ditimbun di situ dan suku
mereka melarikan diri jauh dari tempat
itu. Maka Ukasy pun memenuhi janjinya,
melepaskan orang tersebut lalu membawa
ganima yang sangat banyak. Dan ini
pelajaran juga, Teman-teman sekalian.
Kita kalau lihat pasukan-pasukan Nabi
sallallahu alaihi wasallam tidak
selamanya besar. Jumlahnya selalu kecil
saja. Umumnya kebanyakan pasukan-pasukan
kecil diutus 30 orang, 10 orang. Tadi
kita lihat misalnya waktu membunuh Abu
Rafi', Nabi cuma utus 5 orang. Tamam
punya keterampilan. Setelahnya diutus 10
orang, ini diutus 40 orang gitu kan. Dan
kita lihat juga nanti ada pasukan Nabi
sallallahu alaihi wasallam jumlahnya 200
orang. Jadi pasukan tidak terlalu besar
sebenarnya. Tapi selalu memang umat
Islam memperlihatkan kalau mereka punya
kekuatan sehingga musuh itu tidak berani
untuk mengganggu kaum muslimin
sebagaimana keadaan sekarang ini. Karena
umat Islam banyak lalai, akhirnya musuh
mau melakukan apa saja itu mereka bisa
lakukan gitu.
Selanjutnya ada peperangan juga tepatnya
di bulan Jumadil Ula tadi bulan Safar.
Beberapa bulan setelah itu di bulan
Jumadil Ula Nabi sallallahu alaihi
wasallam juga memerangi Bani Lehyan,
suku Lehyan.
Suku Han ini agak berbeda sedikit.
Mereka tidak ada hubungannya sama perang
Ahzab. Tapi kalau teman-teman ingat
pelajaran kita di pekan ya bulan yang
lalu, ada penjelasan tentang beberapa
suku dari Lihyan ini datang pura-pura
masuk Islam di Madinah. Kemudian mereka
meminta beberapa sahabat Nabi penghafal
Quran diminta diantar ke sukunya.
Ternyata pada saat tiba di wilayah dekat
Quraisy mereka berkhianat. Mereka
menjual sahabat ini ya kepada suku-suku
yang akhirnya menjual lagi sahabat ini
ke orang-orang Quraisy. Dan akhirnya ada
enam orang sahabat yang terbunuh pada
saat itu. Suku Lehyan ini di antaranya
salah satusnya Asim ya. Kalau masih
ingat ada kisah Asim radhiallahu anhu.
Orang yang pernah ee dijanjikan oleh
keturunannya Bani Abdiddar. Ada satu
perempuan di Makkah yang mengatakan
siapa yang bisa membunuh Asim? karena
dia banyak dia membunuh beberapa orang
dia memegang bendera ee Quraisy di
perang Uhud maka saya akan bersihkan
batoknya lalu kemudian saya akan isikan
dengan emas. Ya, kurang lebih seperti
itulah. Yang jelas suku Banihyan ini
yang yang menjadi pengkhianat tadi. Nabi
sallallahu alaihi wasallam pada saat itu
membawa 200 pasukan personil pada saat
itu. Dan ini dikatakan gazwah. Kalau
tadi sebelumnya syariah kalau masih
ingat istilah-istilah ini tentu
teman-teman sekalian syariah adalah
pasukan tiga orang sampai kurang lebih
100 atau 200 orang diistilahkan dengan
syariah. Dan ini umumnya Nabi sallallahu
alaihi wasallam tidak ikut. Tapi kalau
Nabi sallallahu alaihi wasallam ikut
walaupun jumlahnya sedikit dinamakan
gazwah.
Kalau pasukan besar Nabi tidak ikut
lebih dari 1000 orang, 500 orang namanya
makrakah.
Ibnu Qayyim rahimahullah menceritakan
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
menuju ke Bani Lihyan. 6 bulan setelah
perang Bani Quraidah. Kurang lebih 6
bulan setelah perang Bani Quraizah. Ya,
yang kita sudah sebutkan perang Bani
Quraidah sebelumnya. Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam hendak
menyerang Bani Lahyan dengan membawa 200
pasukan dan beliau memimpin sendiri.
Makanya dinamakan gazwah. Dan wilayah
yang beliau tuju, beliau iklankan akan
menyerang negeri Syam.
Padahal Nabi sallallahu alaihi wasallam
tidak menginginkan negeri Syam. Ini
salah satu strategi perang Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Beliau
mengiklankan wilayah tertentu, tapi
beliau tidak berbohong. Betul-betul
beliau menuju ke wilayah itu, tapi
kemudian beliau dari sana mengatur
strategi untuk menyerang musuh yang jadi
target.
Pada saat itu Nabi sallallahu alaihi
wasallam mengamanahkan kota Madinah agar
menjadi pemimpin pengganti beliau
Abdullah bin Ummi Maktum radhiallahu
anhu. Tepatnya tiba di sebuah lembah
namanya Guran. Dan sekarang ini di
pemerintahan Saudi namanya wilayah
Khulais. Kurang lebih jaraknya 87 km
dari kota Madinah. Salah satu lembah
yang terdekat dengan wilayah Lehyan.
Lembah tersebut terletat antara Amaj dan
Utsfan tempat beberapa sahabat yang
sempat gugur karena pengkhianatan.
Karena itu Nabi sallallahu alaihi
wasallam sempat mampir dan mendoakan
mereka para sahabat tadi dan memohon
ampun dan rahmat untuk mereka.
Bani Lihyan mengetahui kedatangan Nabi
sallallahu alaihi wasallam dengan
mata-mata mereka. Maka mereka melarikan
diri ke puncak-puncak gunung. Dan Nabi
sallallahu alaihi wasallam pada saat
masuk ke pemikiran mereka tidak
menemukan satu orang pun dan gunung jauh
di padang pasir mereka melarikan diri.
Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam
sempat tinggal selama 2 hari di tempat
mereka untuk menunjukkan kekuatan kaum
muslimin. Walaupun hanya 200 personil.
Dan waktu itu Bani Lahyan memiliki
personil ribuan orang tapi mereka semua
melarikan diri. Nabi sallallahu alaihi
wasallam waktu itu sempat mengutus
beberapa sahabat mencari tahu mengejar
Bani Lihyan. Namun tidak menemukan
satuun di antara mereka. Nabi sallallahu
alaihi wasallam lalu menuju ke wilayah
Utsfan dan mengutus 10 personil kuda
dari 200 itu dipimpin oleh Abu Bakar
radhiallahu anhu untuk masuk ke
perkampunan perkampungan Ghanim namanya.
Ini untuk memantau berita Quraisy. Sudah
dekat dengan wilayah Makkah. Jadi sudah
dekat sekali dengan Makkah. Lalu Nabi
sallallahu alaihi wasallam kembali ke
Madinah setelah menduduki tempat
tersebut selama 14 hari.
Dan yang disebutkan oleh Ibnu Qayyim
rahimahullah dalam buku beliau, Hadil
Hadil Ma'ad fi Hadi Khairil Miad ini di
jilid 3 halaman 276.
Dalam riwayat atau kisah yang lain,
dalam buku-buku sejarah yang lain
disebutkan Bani Lihyan termasuk yang
berkhianat dan membunuh beberapa orang
sahabat di antaranya Asim radhiallahu
anhu. Kisah masyhur yang dikenal juga
dengan kisah kejadian mata air raji ya.
di mana suku Leihyan menyerahkan
sebagian sahabat yang mereka jual pada
Quraisy dan akhirnya Quraisy membunuh
sebagiannya dan suku Leihyan membunuh
sebagian yang lain.
Suku Leihyan dalam kisah yang lain ini
ya retorika penyampaian yang lain.
Sukuan mendengar bahwasanya muslimin
mulai memerangi satu persatu siapapun
yang ikut dalam perang Ahzab. Maka
mereka berhati-hati sekali dan mereka
menyebarkan sebanyak mungkin mata-mata.
Namun mereka tidak bisa mendapatkan
informasi. Hanya saja mereka tahu
muslimin keluar kemur ke negeri Syam dan
negeri Syam jauh dari mereka. Tapi
karena ketakutan mereka akhirnya
meninggalkan wilayah kekuasaan mereka.
Dan muslimin berhasil datang ke wilayah
Lihyan. Setelah tiba di dekat negeri
Syam, Nabi sallallahu alaihi wasallam
turun kembali untuk kemukiman mereka dan
sempat tinggal selama 2 hari untuk
menunjukkan kemuliaan Islam.
Dalam riwayat yang keduanya disebutkan
Nabi sallallahu alaihi wasallam pada
saat mau pulang ke Madinah baru mampir,
baru mampir ke di tempat lokasi kuburan
para sahabat yang terbunuh pada saat
itu. Lalu beliau berdoa, kalau riwayat
yang pertama tadi mampir dulu baru
kemudian menyerang suku Lihyan.
Dan ini juga termasuk pelajaran
teman-teman sekalian sunah dari Nabi
sallallahu alaihi wasallam dalam Islam
untuk kalau lewat kuburan ziarah mampir
sebentar mengucapkan salam dan mendoakan
para jenazah. Kenal atau tidak kenal?
Tentunya di antara sunah Nabi sallallahu
alaihi wasallam kita mengatakan
assalamualaikum
mukminin antum wahnu insyaallahu bikum
lahiunarallah
mustag minkum wal mustakirina minna.
Keselamatan untuk kalian wahai penghuni
kuburan orang-orang beriman. Kalian
telah mendahului kami dan kami akan
menyusul kalian. Semoga Allah memaafkan
orang-orang terdahulu di antara kalian
dan orang yang menyusul di antara kami.
Beliau sallallahu alaihi wasallam juga
sempat dalam riwayat ini sama juga
dengan riwayat pertama mengutus 10 orang
personal dipimpin oleh Abu Bakar
radhiallahu anhu. Kalau tadi riwayat
pertama menjelaskan cuma sampai ke
lembah gimah
tapi belum masuk Makkah. Riwayat kedua
menjelaskan Abu Bakar disuruh oleh Nabi
sallallahu alaihi wasallam masuk ke
wilayah haram. Masuk wilayah Makkah.
Masuk wilayah haram. B sudah masuk ke
Makkah tidak buat apa-apa. Hanya sekedar
menampakkan diri pada Quraisy. Beberapa
saat orang-orang Quraisy bingung
melihat. Kalau sudah ada begini dengan
pasukan perang walaupun cuma 10 orang
berarti ada pasukan besar di
belakangnya. Tugasnya cuma itu saja.
Kemudian Abu Bakar disuruh balik lagi
berkumpul dengan pasukan muslimin. Dan
ini strategi perang Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Ada beberapa strategi
perang Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Karena kita sedang berbicara dari tadi
pagi sampai sekarang ini bicara masalah
peperangan, maka selalu memang
manfaat-manfaat faedahnya kita bicara
masalah itu. Termasuk strategi perang
Nabi sallallahu alaihi wasallam. Beliau
selalu menyerang wilayah yang sudah
terdengar akan menyerang beliau. Beliau
tidak pernah menunggu kecuali kepepet
kayak kasus ahzab. Mereka tiba-tiba
sudah bentuk pasukan dan memang sudah
berjalan. Maka Nabi sallallahu alaihi
wasallam melawan dan bertahan.
Selebihnya bertawakal kepada Allah
subhanahu wa taala. juga beliau selalu
mengutus pasukan-pasukan kecil
menakut-nakuti musuh yang dikenal dengan
Siah. 6 orang, 10 orang, 20 orang. Ini
paling banyak Nabi sallallahu alaihi
wasallam kirim. Selalu aktif dalam
masalah militer ini untuk mengintai,
memata-matai, melihat, ya membela
kebenaran dan seterusnya. Dan itu
terjadi tentu sampai zaman-zaman
khilafah Islamiah dulu. Mereka sangat
kuat dari sisi militer. Tentu tidak
mengganggu wilayah orang, tapi tentu
punya persiapan yang mapan untuk membela
agama Allah.
Waktu itu tersebar berita karena pasukan
10 orang Abu Bakar sempat masuk wilayah
haram kemudian pulang. Kalau muslimin
sudah menyerang Makkah dan muslimin yang
beberapa waktu lalu sempat dikepung di
Ahzab dengan pasukan Ahzab, sekarang
malah mereka yang keluar menyerang dan
menghukum siapapun yang ikut. Padahal
jumlahnya cuma 200 orang personilnya.
Tapi Nabi sallallahu alaihi wasallam
sini memperbaiki nama baiknya muslimin
yang tadinya dikepung 10.000 ribu orang.
Walaupun dianggap Quraisy kalah karena
tidak bisa menembus Madinah, tapi beliau
ingin tidak mau orang-orang lain tamak
lagi melakukan perbuatan yang sama. Maka
beliau mengutus pasukan untuk menghukum
suku-suku ini dan semuanya rata-rata
kalah dengan pasukan muslimin.
Pada saat balik ke Madinah, Nabi
sallallahu alaihi wasallam sempat mampir
ke sebuah tempat namanya Rabwah. Rabwah.
Rabwah sebuah wilayah kurang lebih 80 km
dari kota Makkah. Dan pada saat itu
beliau menghampiri sebuah kuburan yang
sangat tua. Dan kata Abu Bakar dan Umar
radhiallahu anhuma, "Kami melihat Nabi
sallallahu alaihi wasallam menangis
terisak-isak yang belum pernah kami
lihat beliau menangis seperti itu
kecuali pada saat melihat jenazahnya
pamannya Hamzah di Uhud. Maka kami pun
bertanya, "Ya Rasulullah, kuburan siapa
ini?" Lalu Nabi sallallahu alaihi
wasallam menjawab mengatakan, "Ini
kuburan ibuku. Sesungguhnya aku telah
meminta kepada Allah agar ee menziarahi
kuburan ibuku dan aku diizinkan dan aku
memohon ampun untuk ibuku dan Allah
tidak mengizinkannya.
Selanjutnya ada juga gazwa yang lain
adalah gazwa dzi qird.
Perang ini teman-teman sekalian tertuju
untuk menyerang suku Gatafan.
Gatafan. Kalau masih ingat, kalau
teman-teman yang ikut tadi bahasan kita
di pagi, perang Khandak atau perang
Ahzab, ada beberapa induk-induk suku
yang memang paling besar personilnya. Di
antaranya Gatafan. Ada Quraisy 4.000,
Gatafan 4.000 dan ada 10.000 personil.
Berarti ada 2000 lagi sisanya dari
suku-suku Arab kecil-kecilin dan
orang-orang Yahudi Qainuqa dan Nadir.
Nabi sallallahu alaihi wasallam waktu
itu mengingatkan muslimin tentang
pemimpin Ghatafan yang bernama Uyainah
bin Muhsin.
Uyainah bin Muhsin sempat waktu perang
AK perang Khandak kemarin ya yang
kemarin beberapa waktu bulan lalu
terjadi di Madinah kan Nabi sempat
negosiasi aja sama Uyainah. Kalau masih
ingat tadi pagi kan saya jelaskan. Maka
negosiasi pulang saja kamu jangan ikut
perang-perang sama Ahzab. Kami akan
kasih kamu seperempat hasil Madinah.
Enggak mau dia. Dalam setahun kamu ambil
seperempat hasil. Enggak mau. Ini sampai
setengah. Tapi karena waktu sudah setuju
dengan setengah Nabi sallallahu alaihi
wasallam serahkan kepada Sa'ad ibn Muad
dan Sa'ad ibn Ubad radhiallahu anhuma.
Dua pimpinan ee pimpinan Madinah Anshar.
Kalau mereka setuju, kalau kalian setuju
silakan berikan. Tapi ternyata keduanya
menolak dan menanyakan, "Ya Rasulullah,
apakah ini wahyu atau hanya keinginan
Anda pribadi atau strategi perang?" Kata
Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"Tentunya ini bukan wahyu. Ini juga
bukan keinginan saya karena saya tidak
mau." Kemudian beliau mengatakan, "Ini
hanya strategi perang." Maka Saad ibn
Ubadah dan Saad ibn
Muad radhiallahu anhuma mengatakan, "Ya
Rasulullah, demi Allah Gatafan sebelum
kami masuk Islam, jangankan sudah masuk
Islam, sebelum masuk Islam mereka tidak
pernah mendapatkan satu butir kurma dari
kami kecuali mereka beli atau kami yang
memberi gitu kan. Maka demi Allah
sekarang kami tidak akan kasih sama
sekali yang mereka miliki hanya pedang
saja."
Suku kata Fan ini teman-teman sekalian
memang akan diserang oleh Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Rencananya
begitu. Karena mereka termasuk pasukan
yang bergabung di Ahzab. Tapi belum
saatnya sekarang, hanya saja terjadi
perang atau gazwa zikrd ini. Karena ini
zikrd nama wilayah ya, wilayah.
Karena rupanya Uyainah bin Muhsin ini
yang diberikan julukan oleh Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Si bodoh
yang dipatuhi ya. Karena dia
instruksinya aneh-aneh. Tapi apapun yang
dia bilang 10.000 Rib orang pasukannya
siap menyerang ikut dengan dia.
Dia mengutus anaknya yang bernama
Khuzarah.
Khuzarah ini disuruh serang Madinah tapi
dia bawa pasukan kecil. Dia cuma bawa
pasukan 200 300 orang gitu kan. Pada
saat dia tiba di Madinah muslimin lagi
lalai, muslimin lagi maksudnya tidak ada
yang tahu kalau akan ada penyerangan.
Dan memang dia juga tidak berani untuk
masuk ke dalam Madinah. Dia lihat di
pinggir kota Madinah ada kebun-kebun
kurma. Rupanya situ ada petani sahabat
sama istrinya lagi di kebun kurma lagi
istirahat mau makan siang. Di sebelahnya
ada beberapa ekor unta yang lagi ee
diternak di kandang. Salah satunya
adalah kuda dan unta Nabi alaihialatu
wasalam. Tiba-tiba Khuzara nyerang
dibunuh si petani muslim itu. Lalu
istrinya diambil. Kemudian unta dan kuda
tadi ada dua tiga ekor unta dibawa itu
unta dan kuda Nabi alaihialatu wasalam.
Setelah itu dia punya melarikan diri.
Khuzara melarikan diri.
Ada beberapa petani di sebelah kebun
itu. Lihat kejadian Khuzarah sudah
melarikan diri tidak berani menyerang
Madinah walaupun dia punya ratusan
pasukan. Lalu kemudian mereka
mengatakan, "Wahai muslimin, terjadi
penyerangan. Muslimin jadi penerangan."
Mereka berusaha lari masuk ke dalam
gerbang Madinah untuk menyampaikan
kepada baginda Nabi alaihialatu wasalam.
Di tengah jalan mereka ketemu dengan
seorang sahabat yang mulia namanya
Salamah bin Aqwa. Ini Salamah bin Aqwa,
Teman-teman sekalian. Sahabat yang
terkenal juara lari ya.
Luar biasa kalau dia lari. Sampai dalam
buku-buku sejarah dikatakan dia kalau
lari bisa mengalahkan kuda. Ya, jadi
sahabat yang luar biasa. Dan sahabat ini
terkenal sekali dengan keberaniannya.
Ada berapa kelebihan disebutkan ya
keberanian. Beraninya luar biasa.
Sebanyak apapun musuh dilawan walaupun
dia sendiri. Yang kedua keterampilan
duel. Kalau gulat berdua main pedang
ahli. Kemudian juga dia paling ee dan
dia paling hebat kalau berkelai itu
dalam jalan kaki tidak menukan kendaraan
dan dia terkenal dengan kecepatan
larinya.
Waktu beberapa petani masuk pintu
gerbang Madinah, Salamah bin Aqwa lagi
lewat. Mereka mengatakan, "Muslimin
pengkhianatan. Suku Gatafan datang
menyerang." Kata Salamah, "Di mana
mereka?" Salamah bin Aqwa kata petani,
"Sudah lari. Mereka membunuh satu orang
petani dan satu istrinya dibawa lari dan
mengambil unta dan kuda Nabi alaihialatu
wasalam.
Maka kata Salam, "Baiklah, sampaikan ke
Nabi sallallahu alaihi wasallam dan aku
akan menyusul mereka dengan dua kakiku
ini."
Dan betul-betul dalam kisah ini
dikatakan Salamah bin Aqua lari dengan
sangat cepat padahal pasukannya Khuzara
pakai kuda
dan berhasil ditemukan.
Dia berhasil menemukan pasukan yang 200
orang itu. Salam bin Aq waktu kelihatan
dari jauh, Salamah duduk sebentar
dilempar anak panah mengganggu mereka.
Anak panah ini jaraknya jauh bisa 100 m,
200 m bisa jangkau kalau orangnya mahir
gitu kan. Maka yang terjadi Khuzara
berhenti cuma satu orang disuruh serang.
Waktu diserang Salama punya cara
strategi dia lari ke arah Madinah dan
dikejar sama kuda enggak bisa ketemu
karena cepatnya gitu kan.
Jadi dia lari-lari enggak bisa dikejar.
Kemudian setelah ee orang-orang ini
menganggap ah lepas enggak bisa. Mereka
kembali, Salamah kembali lagi. Panahin
lagi mereka begitu terus sampai beberapa
kali. Akhirnya kata Huzara, "Orang ini
punya pasukan di belakangnya ini. Ini
orang cuma mau menunda kita ini. Bukan
mau perang dia." Maka Khuzara pun
akhirnya mengatakan pada pasukannya,
"Kalian semua pulang bawa tawanan ini."
Si perempuan muslimah ini bawa bawa unta
sama kuda ini. "Biarkan saya." Dia
dengan adiknya namanya Habib dan ada dua
orang lagi pasukannya dia. Empat orang
nunggu di situ.
Pada saat itu, Teman-teman sekalian,
para petani berhasil menyampaikan info
kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam
tanpa menunggu Nabi sallallahu alaihi
wasallam mengutus pasukan 200 orang. Dan
200 orang ini dipimpin oleh Sa'ad ibn
Zaid. Saad ibn Zaid radhiallahu anhu
beliau mengatakan pada saat itu jihad
wahai muslimin.
Terkumpul 200 orang ini Saad ibn Zaid
lalu disuruh oleh Nabi sallallahu alaihi
wasallam segera nyusul cepat. Lalu
kemudian Nabi sallallahu alaihi wasallam
menunggu pada saat itu sampai akhirnya
terkumpul 700 personil kuda lain. Selain
200 tadi ada 700 lagi. Dan Nabi
sallallahu alaihi wasallam memimpin
sendiri 700 itu. Makanya dinamakan Gazwa
di dinamakan Gazwa.
Salamah bin Aqwa terus saja
beradu sama empat orang ini. Tapi Salam
bin Awa berusaha menghindar. berusaha
menghindar dari empat orang ini karena
yang dia mau kejar yang banyak tadi yang
ratusan itu. Maka dia berusaha
menghindar-menghindar sampai dia
berhasil melaskan diri dari empat orang
ini. Dia mau mengejar yang
196 orang tadi.
Maka yang empat orang ini tiba-tiba
kaget pada saat itu waktu mereka mau mau
kejar Salamah rupanya pasukannya Saad
yang 200 orang sampai. Saad bin Zaid
tadi sampai di dalam pasukan ini rupanya
saat mengutus di dalam pasukan ada satu
orang namanya Abu Qatadah radhiallahu
anhu sahabat Nabi yang mulia. Abu Qatada
ini terkenal juga dengan keberanian dan
keterampilan perangnya gitu. Dan ini
juga pelajaran teman-teman sekalian.
Berarti memang para sahabat itu punya
keterampilan individual dalam
keterampilan perang. Mereka belajar
semua. Dan ini teman-teman juga perlu
belajar bela diri, belajar keterampilan
dan niatnya untuk olahraga dan sekaligus
satu waktu kalau dibutuhkan bukan untuk
melakukan pemberontakan atau hal-hal
yang buruk. Itu enggak mungkin gitu kan.
Umat Islam tidak mengenal itu. Tapi dia
tidak boleh juga lalai. Enggak boleh dia
tidak punyaai sama sekali kemahiran.
Maka yang terjadi adalah Abu Qatada ini
waktu pasukan Saad ya Ibn Zaid sudah
tiba di sekitar lokasi. Empat orang ini
coba melarikan diri. Abu Qatada minta
izin sama Saad. Saya mau kejar empat
orang ini. Kata Saad, silakan kejar.
Maka dikejar sama dia. Diserang serangan
ini satu orang lawan empat berhasil
ditemukan. Waktu dia mereka mau kejar
empat orang mau kejar Salamah bin Aqwa
tidak ketemu. Maka ketemu dengan Abu
Qatana. Terbunuhlah Habib
ya anaknya Uyainah bin Muhsin. Jadi ada
dua anaknya Khuzara dengan dengan Habib.
Habib terbunuh. Khuzara dan dua orang
temannya berhasil lari pulang lari ke
pemukiman mereka. Waktu itu Abu Katana
mau mengejar tiga orang ini. Tapi ini
ada korbannya dia. Ada Habib. Habib ini
pakai baju kerajaan karena dia anak
raja. Anaknya Uyay bin Muhsin. Kudanya
bagus. Dan dalam Islam kalau orang
berhasil duel dan mengalahkan seseorang,
berarti apa yang dimiliki kan jadi
haknya dia. Tapi Abu Qatada tidak tidak
mau kehilangan tiga orang itu. Maka dia
pun membuka jubahnya lalu dipakai
dipakaiin di atas badannya Habib yang
jadi korban yang sedang dibaringkan di
atas kuda gitu.
Waktu itu Abu Qatar coba mengejar.
Ternyata pasukan saat tiba.
Pasukan saat tiba bersamaan juga enggak
lama kemudian datang pasukan Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Terkumpullah
900 pasukan muslimin.
Orang-orang muslim melihat pada saat itu
dari jauh melihat bahwa ini bajunya
bajunya Abu Qatadah. Berarti Abu Qadada
mati. Kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Bukan, ini bukan Abu Qatadah,
tapi ini adalah Habib." Sebagaimana
wahyu sampaikan, korbannya Abu Qatada
dan ini adalah milik dia. Dia sengaja
meletakkan jubahnya supaya diketahui
kalau ini adalah korban dia. Maka
akhirnya Nabi sallallahu alaihi wasallam
pun ya menyatakan pada saat itu pasukan
untuk kembali karena masih dekat dengan
Madinah. Sempat Salamah bin Aqwa kembali
ya Abu Qatada juga kembali ketemu dengan
Nabi sallallahu alaihi wasallam. Lalu
Salamah mengatakan, "Ya Rasulullah,
kirimkan bersamaku 100 orang saja aku
pilih. Aku akan kejar mereka ya
Rasulullah."
Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"Tidak bisa, hai Salamah, sungguh mereka
telah tiba di tempat mereka sebelum kau
mendapatkannya." Jadi ada wahyu
menyampaikan tidak bisa. Dan ini juga
kejilian Nabi sallallahu alaihi wasallam
karena beliau tahu di suku Gatafan
sangat jauh dari Madinah dan mereka
punya 10.000 personil. Enggak mungkin
dikalahkan dengan 100 orang. Maka beliau
sekarang mengajak para sahabat untuk
kembali ke Madinah ngatur strategi
perang yang lain. Karena Kadafan belum
jadi target sekarang. belum jadi target
penutupan dalam perang atau gazwa zikir
ini. Ada seorang sahabiat tadi masih
ingat istrinya petani yang diambil jadi
tawanan. Tibalah di suku kata fan.
Sahabat ini punya cerita sendiri. Dia
bilang waktu tiba di situ malam hari
suku kota semuanya pada istirahat. Saya
melihat unta Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Ada unta Nabi di situ. Maka
saya pun naik di atas unta Nabi. Lalu
saya berdoa kepada Allah, "Ya Allah, aku
tidak tahu jalan menuju ke Madinah dan
aku sedang ditawan oleh musuh-musuhmu.
Maka tuntunlah unta ini agar sampai ke
Madinah."
Kata wanita ini, "Saya pun naik di
atasnya tanpa melihat jalan ke depan
malam hari. Jalan sendiri. Tiba-tiba
saja di pagi hari waktu terang matahari
sudah sampai di pintu gerbang Madinah."
Gikan kuasa Allah. Allah selamatkan dia.
Maka setelah sampai ke Madinah dia
mengatakan
bila Allah waktu sebelum sampai di
Madinah lagi perjalanan dia mengatakan
bila Allah menyelamatkanku maka aku akan
menyembelih unta ini untuk Allah.
Sampai di Madinah perempuan ini sampai
langsung masjid Nabi sallallahu alaihi
wasallam dan menyampaikan, "Ya
Rasulullah begini kejadiannya dan
alhamdulillah Allah selamatkan saya.
Tapi saya punya nazar ya Rasulullah.
Saya mau kalau saya selamat saya mau
sembelih unta ini.
Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"Sungguh buruk balasanmu untuk unta ini.
Dengan izin Allah, dia telah
menyelamatkanmu lalu engkau
menyembelihnya.
Dari sisi lain, bagaimana bisa engkau
menazarkan sesuatu sementara engkau
tidak memilikinya?" Ini untaku ini,
bukan unta kamu. Bagaimana kau Nazar mau
sembelih? G kan?
Akhirnya dari sini juga keluar sebuah
hukum syari dalam buku fikih kita. Tidak
boleh bernazar kepada hal yang bukan
dimiliki.
Hah. Kalau saya sembuh penyakit, saya
mau sedekahin buahnya tetangga.
Engak boleh. Bukan punya dia. Bagaimana
caranya? Jadi ini hukum syari seperti
perempuan ini tadi lakukan.
Kemudian selanjutnya ada ekspedisi z
khussah ya
dipimpin oleh Muhammad bin Masalamah
Z khussah ya menuju ke pemukiman suku
Ts'abah dan juga suku Ts'abah ini
termasuk orang yang partisipasi dalam
perang Ahzab.
Nabi sallallahu alaihi wasallam mengirim
pasukan kecil yang dipimpin oleh
Muhammad bin Maslamah jumlahnya mereka
10 orang saja
untuk mengetahui keadaan suku Tslabah.
Namun ternyata
suku ee suku Tsalaba ini, Teman-teman
sekalian telah mempersiapkan diri dan
mereka sudah berjaga-jaga jauh dari
wilayah mereka. Karena mereka sudah
dengar Nabi sallallahu alaihi wasallam
sudah menghukum orang-orang yang ikut
dalam perang Ahzab.
Muhammad bin Maslamut itu radhiallahu
anhu dan teman-temannya karena cuma 10
orang tidak menyangka kalau pasukan suku
T'abah telah siaga sehingga mereka masih
santai saja karena masih jauh dari
wilayah suku Tsabah. Kurang lebih
perjalanan masih 1 du hari sampai ke
sana itu suku Tslabah rupanya sudah
kirim mata-matanya ke sana
dan diletakkan di tempat itu 100 orang
dari suku Ts'abah. Maka waktu suku
T'lamba melihat Muhammad bin Maslamah
dan mengetahui adalah pasukan muslimin
walaupun 10 orang, maka tiba-tiba mereka
menyerang dan semua yang bersama suku
yang bersama Muhammad bin Maslamah mati
terbunuh sembilan orang dan Muhammad bin
Maslamah sendiri yang sempat selamat.
Itu pun Muhammad bin Maslam radhiallahu
anhu terluka parah. Terluka parah. Dan
Muhammad bin Maslamah menceritakan, "Aku
menutup kedua kelopak mataku seakan-akan
aku adalah orang yang sudah meninggal
dunia." Ya. Kemudian mereka pun berusaha
menendang, menusukin dengan pedang,
memastikan kalau semua sudah mati. Maka
terdengarlah suara mereka mengatakan
mereka sudah mati. Mereka sudah mati.
Lalu mereka mereka meninggalkan. Kata
Muhammad bin Maslam, "Teman-temanku
semua sudah mati terbunuh mati syid
kecuali aku yang masih luka parah. Aku
terus menutup mataku karena khawatir
jangan sampai mereka masih melihat
karena luka parah, enggak bisa melawan
100 orang itu. Maka pada saat itu pun
dia mengatakan, "Ta-tiba aku mendengar
ada suara ee kuda yang mendekat dan aku
terus menutup mataku sampai aku
mendengarkan dia mengatakan innillahi wa
inna ilaihi rojiun."
Maka Muhammad bin Maslamah membuka
matanya sambil mengatakan, "Wahai
Muslim, aku masih hidup maka tolonglah
aku." Ternyata dia adalah seorang muslim
yang mau datang menuju ke Madinah untuk
bertemu dengan Nabi alaihialatu wasalam.
Saat Nabi sallallahu alaihi wasallam
mengetahui persiapan suku Ts'abah, maka
beliau sallallahu alaihi wasallam
mengutus pasukan besar akhirnya yang
dipimpin oleh Abu Ubaidah bin Jarrah
radhiallahu anhu. Dan akhirnya Abu
Ubaidah menyerang mereka suku Tsalabah
sampai ke pemukimannya dan berhasil
memporak-porakkan mereka yang akhirnya
mereka dikalahkan. Dan Abu Ubaidah bin
Jarrah sempat menawan seseorang yang
akhirnya setelah tiba di Madinah ia pun
masuk Islam. Orang itu masuk Islam dan
dia membawa banyak sekali ganima.
Selanjutnya sariah jamuh. Sariah berarti
Nabi tidak ikut sallallahu alaihi
wasallam dan pasukan kecil dikenal
dengan sariah jamu. Nabi sallallahu
alaihi wasallam mengutus ya kurang lebih
pada saat itu awalnya cuma kecil 70
orang. Setelahnya Nabi sallallahu alaihi
wasallam membentuk pasukan yang besar
sekalian dilengkapkan jadi 700 orang.
Awalnya kata ulama sejarah menjadi
syariah dan akhirnya menjadi sebuah
pasukan.
dikenal dengan syariah jamu karena
awalnya cuma 70 orang. Dipimpin oleh
Zaid ibn Haritah radhiallahu anhu. Zaid
ibn Haritah adalah anak angkat, mantan
anak angkat Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Karena sudah tidak ada lagi
istilah itu. Setelah dilarang oleh Allah
subhanahu wa taala untuk menjadi anak
angkat Nabi alaihialatu wasalam. Ia
tujuannya untuk menyerang suku Sulaim.
Saya sudah jelaskan juga, saya ulangi
kembali. Suku-suku yang besar bergabung
di Ahzab adalah Quraisy, Gatafan,
Sulaim, kemudian Nadir dan Khinuqa Nadir
dan suku Yahudi.
Tujuannya menyerang suku Sulaim dan ikut
yang ikut partisipasi dalam perang Ahzab
dan mereka melarikan diri. Sisa-sisa
suku yang terlibat ada di sekitar suku
Sulaim juga sekalian diserang oleh
Muhammad oleh Zaid bin Haritah dan
berhasil mengalahkan mereka. Pada saat
itu Nabi sallallahu alaihi wasallam
mengikuti keadaan suku-suku Arab yang
hidup yang yang hidup saling menyerang.
Ee maaf pada saat itu Nabi sallallahu
alaihi wasallam mengikuti keadaan
suku-suku Arab yang hidup saling
menyerang dan merebut kekuasaan satu
sama yang lain. Setelah itu Nabi
sallallahu alaihi wasallam mendakwahi
mereka. Dan Nabi sallallahu alaihi
wasallam pada saat mengirim pasukan ini,
beliau sekalian menyiti pesan kepada
Zaid bin Harithah, "Serang! Kalau ada
suku-suku yang juga ikut, yang
kecil-kecil yang ikut serang semuanya di
sekitar situ. Setelah dikalahkan tadi
suku Sulaim ini, yang lainnya juga pada
dikalahkan. Dan Nabi sallallahu alaihi
wasallam mengatakan, "Dan perhatikan
kalau ada suku-suku Arab di situ yang
tidak ikut Ahzab tapi kerja mereka
selalu hidup dari peperangan, maka ajak
mereka damai lalu dakwahkan Islam kepada
mereka."
Dan ini Zaid bin Haritah berhasil
menjalankan misinya. Kemudian ada Hamlat
isyk. Hamlat isyk. Ya, isyk teman-teman
sekalian, sebuah wilayah yang dipenuhi
dengan kebun-kebun luas dan padat dan
sangat cocok bagi yang mau
menyembunyikan diri. Diistilahkan dengan
isyk.
Pasukan yang dipimpin oleh Zaid bin
Haritah dengan jumlah 150 personil.
Tujuannya adalah kafilah dagang Quraisy.
Jadi setelah Zaid bin Haritah balik ke
Madinah, Nabi sallallahu alaihi wasallam
utus lagi kembali. Kali ini bukan lagi
dengan 700 orang, tapi dengan 150 orang
saja.
Tujuannya untuk menahan kafilah Quraisy
ya yang lewat di wilayah ISQ. Isk ini
ada dari negeri Syam menuju ke Makkah
lewati Madinah. Di antara Madinah sama
negeri Syam. Sebuah wilayah yang rindang
sekali karena di situ ada lembah. Lembah
itu sering menampung air hujan. Jadi
kalau ada hujan sering menampung jadi
ada mata-mata air sehingga membuat
banyak pohon-pohon tumbuh di situ.
Dikenal dengan wilayah isyk.
Pada saat itu, Teman-teman sekalian,
Zaid bin Haritah tujuannya diutus Nabi
sallallahu alaihi wasallam untuk menahan
kafilah Quraisy. Sal pada saat itu
berhasil kafilah Quraisy lewat diserang
oleh Zaid bin Haritah dan berhasil
mengambil kafilah tersebut dan menawan
seseorang yang bernama Abul Ash.
Siapa Abul Ash ini? Ini adalah anak
mantu Nabi alaihialatu wasalam. suaminya
Zainab radhiallahu anha Abul As. Jadi
waktu Nabi sallallahu alaihi wasallam
diutus jadi Nabi di Makkah, anak-anak
beliau semua mengikrarkan syahadat,
mengikrarkan Islamnya, ya. Mengikrarkan
kenabian ayahnya, ya. Maksud saya di
sini mengikrarkan kenabian ayahnya, ya.
Maka pada saat itu, Teman-teman
sekalian, satu-satunya kerabat Nabi
maksudnya yang merupakan anak mantu
beliau yang tidak masuk Islam adalah
Abul Ash. Ya. Maka Nabi sallallahu
alaihi wasallam pisahkan dengan Zainab.
dipisahkan. Dan ini sebuah hukum syari.
Kalau wanita muslimah enggak boleh sama
sekali disentuh oleh laki-laki kafir.
Walaupun dasarnya tadinya suami istri,
maka harus dipisahkan terlebih dahulu
sampai suaminya masuk Islam. Gitu kan.
Hukum syarinya begitu. Terjadi pada anak
Nabi sallallahu alaihi wasallam, Zainab.
Karena Abul As tidak mau masuk Islam
maka Nabi pisahkan. Tapi masih status
suami istri dipisahkan dalam kata tidak
boleh berhubungan biologis di sini.
Pada saat Nabi sallallahu alaihi
wasallam bertakbir untuk salat karena
dibawa Abul As ini dibawa ke Madinah.
Rupanya Abul As ini tahu kalau Zainab
ada dan Zainab belum menikah dengan
muslimin walaupun sudah sekian tahun
pisah. Kan sekarang kasusnya sudah tahun
ke-6 Hijriah. Berarti sudah 6 tahun
hijrah. Kasus dakwahnya Nabi sallallahu
alaihi wasallam di Makkah 13 tahun. di
awal Islam, di awal Islam tahun pertama
masa kenabian. Jadi 13 tahun di Makkah
tahun pertamanya Abul As sudah tidak mau
masuk Islam. Berarti Abul As sudah pisah
sama Zainab lama sekali nih. 13 tahun di
Makkah tambah lagi 6 tahun di Madinah
ini. Gitu kan sudah lama sekali belasan
tahun.
Abul As tahu informasi kalau Zainab
belum menikah. Maka dia pun mengirim
informasi minta tolong kepada muslim
yang sedang menawannya, menjaganya.
Sampaikan kepada Zainab salam saya dan
tolong ya tebus saya. Minta supaya
Zainab tebus. Dalam sebuah riwayat
Bukhari dijelaskan Nabi sallallahu
alaihi wasallam pada saat ya salat subuh
dan seluruh sahabat ikut salat
bertakbir, tiba-tiba saja saya selesai
salat gitu kan ada suara dari saf
perempuan suaranya Zainab. Zainab
mengatakan, "Sungguh aku telah
melindungi Abul Ash."
Sungguh aku telah melindungi Abul Ash.
Selesai salam, Nabi sallallahu alaihi
wasallam tanya para sahabat, "Apakah
kalian dengar apa yang tadi saya
dengarkan?" Kata mereka, "Iya, ya
Rasulullah." Kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Demi Allah, aku benar-benar
tidak tahu menawu masalah tersebut. Saya
tidak tahu ini kalau dalam pasukan tadi
dalam tawanan itu ada Abul As. Saya juga
tidak tahu kalau anak saya Zainab mau
minta melindungi mantan suaminya ini."
gitu ya.
Maka perkara ini aku serahkan pada
kalian. Terserah muslimin ambil
keputusan. Serentak seluruh sahabat
berkata, "Sebagai penghormatan pada Anda
wahai utusan Allah, kami menghormati
Zainab dan karena itu kami bebaskan Abul
Ass."
Para sahabat pun hanya membebaskan Abul
Ash. Dan serentak para sahabat juga
sepakat membebaskan semua tawanan
sebagai penghormatan pada kedudukan Abul
Ash yang masih statusnya anak mantu Nabi
cuma dalam keadaan kafir.
Saat Abul As melihat kemuliaan akhlak
para sahabat, bukan cuma dia yang
dibebasin, tawanan bisa dibunuh. setiap
saat. Bukan cuma dia, tapi
teman-temannya semua dibebaskan karena
justru memuliakan dia. Maka ia pun pamit
pulang ke Makkah dari kepada Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Tentu dia
tidak belum kembali sama Zainab ini
dalam keadaan kafir. Kemudian dia dia
kembali ke Makkah lalu dia kembalikan
semua amanah yang dititipkan sama dia.
Jadi rupanya setelah Nabi sallallahu
alaihi wasallam tinggalkan Makkah yang
dipercaya oleh penduduk Makkah adalah
Abul Ash. Anak mantu Nabi sallallahu
alaihi wasallam.
Berikanlah amanah-amanah. Karena dulu
Nabi sallallahu alaihi wasallam tempat
penitipan harta-hartanya orang-orang
Makkah.
Maka Abul As mengembalikan semua seraya
dia berkata, "Apakah masih ada hak
kalian padaku?" Hai penduduk Makkah, hai
Quraisy. Penduduk Makkah ya
mengamanahkan harta kepada Abu As
berkata, "Sudah semua dan kami selalu
menemukanmu jujur dan juga menjaga
amanah." Abul As berkata, "Ketahuilah
wahai penduduk Makkah, ashadu alla
ilahaillallah wa anna muhammadar
rasulullah. Akhirnya Abul Asuk Islam
pada saat itu. Kemudian dia kembali ke
Madinah dan kemudian dia menyampaikan
kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Dia Nabi sallallahu alaihi wasallam lalu
dia mengatakan lagi, "Ya Rasulullah,
saya sudah masuk Islam. Asyhadu alla
ilahaillallah wa anna muhammadar
rasulullah." Dan pada saat itu Nabi
sallallahu alaihi wasallam
mengembalikan Abul As dengan Zainab.
Spontan langsung jadi suami istri.
enggak melalui akad nikah lagi. Dan ini
juga keluar sebuah hukum syari. Sebuah
hukum syar'i di mana memang ya kalau
orang dalam kondisi seperti ini suaminya
kafir maka mereka dipisahkan secara
biologis. Tapi kalau suaminya sudah
masuk Islam maka disatukan lagi walaupun
sudah berlalu beberapa tahun. Tentu
secara hukum syari si muslimah ini kalau
seandainya terpisahkan oleh suaminya ya
dan dia mau menikah dengan laki-laki
muslim ada syarat ada hukum syarinya
juga terjadi. Beberapa sahabiat-sahabiat
Nabi dari Makkah yang hijrah ke Madinah.
Suaminya mereka dalam kondisi kafir.
Karena yang hijrah dari Makkah kan ada
yang ada yang laki-lakinya muslim,
istrinya tetap kafir. Seperti
Abdurrahman bin Auf radhiallahu anhu.
Istrinya enggak mau masuk Islam. Dia ke
Madinah lalu dia menikah sama wanita
Ansar. Ada juga penduduk Makkah aslinya
ya, penduduk Makkah asli perempuan masuk
Islam, suaminya enggak mau. Lalu mereka
hijrah ke Madinah. Allah Subhanahu wa
taala melarang mengembalikan mereka ke
suami-suami mereka setelah mereka
suaminya seperti menyampaikan isu yang
tidak benar mengatakan Muhammad telah
merebut istri-istri kami. Tapi firman
Allah turun melarang. Tidak boleh
mukminah kembali dikembalikan kepada
laki-laki musyrik. Haram buat mereka itu
enggak boleh sama sekali. Maka ada
beberapa sahabat yang sempat mau
menikahi
perempuan-perempuan dari Makkah ini.
Keluarlah syariat pada saat itu, Nabi
sallallahu alaihi wasallam mengatakan,
"Kalau kau mau nikahi, maka
kembalikanlah mahar suaminya itu." Dari
dulu suaminya kasih apa? Misalnya kasih
kalau Indonesia misalnya uang R10 juta,
maka bayar R0 juta itu kembalikan kepada
suami yang barulah terhitung cerai.
Boleh dinikahi. Boleh dinikahi. Ini
bagian daripada hukum syariat. Allahuam
yang kita sebutkan. Baik, sampai sini
bahasan kita insyaallah dan kita akan
lanjutkan nanti pertemuan akan datang
dengan izin Allah
Gazwat Bani Mustaliq. Gazwat Bani
Mustaliq akan kita bahas dengan izin
Allah pada pertemuan kita yang akan
datang. Tentu juga itu pertemuan ee
sebelum menjelang Ramadan nanti. Baik,
kita berdoa kepada Allah subhanahu wa
taala semoga bis kita diberkahi olehnya
dan dijadikan sebagai tambahan amal kita
pada hari kiamat. Semoga seluruh amal
yang pernah kita kerjakan dan akan kita
kerjakan sampai menjelang ajal datang
nanti semua diterima dengan
kemahamurahannya. Dan semoga semua dosa
yang pernah kita kerjakan sekecil sampai
sebesar apapun diganti dengan
kemahamurahnya menjadi pahala. Semoga
orang yang sakit disembuhkan
penyakitnya. Yang tidak hutang dilunasi
hutangnya. Yang belum menikah dimunakan
menikah dengan wanita yang salhah dan
laki-laki yang saleh bagi perempuannya.
Dan semoga yang belum memiliki keturunan
diberikan keturunan yang baik, yang
saleh. Dan semoga saja yang sudah punya
keturunan dijadikan anak-anak yang baik
dan berbakti. Dan kita berdoa agar
Indonesia menjadi negara yang aman,
makmur, damai. Seluruh umat Islam berada
di bawah naungan ukhuwah islamiah dan
angkat perselisihan di antara mereka.
Dan semoga saja seluruh Indonesia
diberikan juga pemimpin muslim yang
kembali kepada Al-Qur'an dan sunah. Dan
semoga Indonesia menjadi contoh bagi
negara lain. Tidak pernah lupa kita
doakan saudara kita di Palestina, di
Syria, di Yaman, di Irak, di Myanmar, di
Asa, di mana pun mereka berada sedang
tertindas. Semoga Allah ikhlaskan niat
mereka, terima para syuhada mereka,
muliakan Islam di tangan mereka dan
tangan kita semua. Dan semoga Allah
partisipasikan kita bersama mereka di
pahala baik dengan doa, dengan harta
juga dengan jiwa kita. Dan semoga Allah
dengan kemaha murahnya menyatukan kita
semua di surga firdausnya tanpa hisab.
Semana satukan kita di majelis ilmu yang
mulia ini. Kalau benar dari Allah kepada
saudara saya mohon dimaafkan.
Subhanakallahua
ilahailla an astagfiruka.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullah.