Transcript
3Ur5gJPQ0us • Sirah Nabawiyah #14 : Upaya Nabi Menghukum Suku-suku yang Berpartisipasi dalam Perang Ahzab
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/khalidbasalamah/.shards/text-0001.zst#text/0070_3Ur5gJPQ0us.txt
Kind: captions Language: id Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah selalu kita mengucapkan kalimat suci ini dalam keadaan senang dan sedih, dalam keadaan lagi lapang dan lagi sempit dalam keadaan sehat ataupun sakit. Karena orang beriman akan selalu bergantung pada Tuhannya dan dia selalu menjadikan kalimat mulia ini sebagai kalimat yang membasahi bibirnya sehingga selalu ada saja jalan keluar dan fasilitas yang sempurna dari sang pencipta Allah. Juga kita panjatkan salam hormat kita, selawat dan taslim yang telah diperintahkan oleh sang pencipta Allah agar diucapkan selalu setiap saat untuk manusia yang telah disempurnakan jalur nasabnya, fisiknya dan ilmunya. dan dinobatkan menjadi penutup para nabi dan rasul. Serta sang pencipta Allah menjanjikan bagi siapapun yang membjakan salam hormat kepada manusia terbaik ini akan dibalas langsung oleh sang pencipta 10 kali salam yang berarti akan diberikan rahmat dan karunia dari sang pencipta. Maka sangat wajar kalau kita selalu mengucapkan selawat dan taslim kepada Nabi Besar Muhammad sallallahu ala alihi wasahbihi wasallam. Pada pertemuan kita yang sebelumnya sudah panjang lebar kita menjelaskan peperangan yang sangat mulia. Perang Khandak dan juga beberapa kejadian-kejadian dari mukjizat-mukjizat baginda Nabi sallallahu alaihi wasallam sampai kita mengambil waktu kurang lebih 3 jam seteng karena menjelaskan dua peperangan sekaligus. Perang Khandak sampai selesai dan juga perang Bani Quraidah, suku Yahudi yang telah berkhianat yang akhirnya diperangi oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan kita sudah tahu bagaimana Sa'ad ibn Muad radhiallahu anhu menghakimi atau menghukum laki-laki mereka dan juga perempuan dan anak-anak mereka. Tentu teman-teman sekalian, setelah selesai perang Khandak ini ada banyak sekali suku-suku Arab tadinya yang ikut partisipasi. Induknya adalah Quraisy, Sulaim, dan Gatafan. juga dua suku Yahudi Kainuqa dan Nadir. Tetapi ada suku-suku lain juga, suku-suku kecil dari bangsa Arab ini yang ikut. Dan kita lihat setelah bubarnya perang Ahzab, selesainya pasukan Ahzab terbubarkan dengan hikmah Allah, dengan angin topan yang Allah kirim dengan musim dingin. Dan juga masuk Islamnya Naim bin Mas'ud radhiallahu anhu yang akhirnya memecah belahkan pasukan Ahzab sehingga mereka terkalahkan. Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda dengan kalimat mulia, "Mulai hari ini Quraisy tidak akan pernah memerangi kita lagi, tapi kita yang akan memeranginya." Nabi alaihi salalatu wasalam mengajarkan kepada kita sebuah hukum syariat yang penting sekali, yaitu menghukum orang-orang yang pernah menyerang muslimin. Selain daripada hukum syari yang sudah kita jelaskan juga pada pertemuan sebelumnya, kalau pengkhianat ya pengkhianat agama yang membahayakan muslimin hukumnya dikisas, dipenggal, dibunuh. Ya, sebagaimana Nabi sallallahu alaihi wasallam mendukung pendapat Sa'ad ibn Muad pada saat mengeluarkan hukum 700 pasukan perang suku Quraidah dibunuh. Kalau kali ini kita akan bahas insyaallah ke depannya upaya Nabi sallallahu alaihi wasallam menghukum suku-suku Arab yang ikut partisipasi dalam perang Ahzab satu persatu oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam diserang untuk menunjukkan kemuliaan Islam. Dan sudah kita titi beratkan juga pertemuan yang sebelumnya. Kalau setiap orang muslim bergerak, berusaha ya, maka pasti Allah Subhanahu wa taala akan berkahi. Apalagi dalam membela agama Allah sang pencipta. Tidak usah melihat jumlah kita berapa. Sesederhana pun sebagana sesederhana apapun senjata kita. Yang jelas Allah akan berikan kemenangan kalau kita ikhlas dalam membela agamanya. Dan itu kita sudah lihat dalam rentetan histori sejarah perang jihad dari zaman Nabi sallallahu alaihi wasallam sampai akhir jihad. Kapan itu terjadi mungkin sampai menjelang hari kiamat. Jumlah muslimin umumnya selalu lebih sedikit senjata lebih sederhana tapi Allah berikan kemenangan mereka justru karena ya keimanan mereka. Yang paling pertama setelah kejadian perang Ahzab yang terjadi pada bulan Syawal dan itu selesai di akhir di akhir bulan Zulhijah, maaf di di akhir bulan Zulka'dah. Karena kan orang Quraisy mengepung Madinah waktu itu 41 atau 43 hari sekitar 1 bulan setengah. Jadi mereka masuk di bulan Syawal, awal Syawal mereka pergi meninggalkan tempat itu kurang lebih diperkenangan Zulka'dah. Di awal Zulhijah tahun 5 Hijriah Nabi sallallahu alaihi wasallam mulai membentuk ekspedisi-ekspedisi yang akan menyerang orang-orang yang telah mengganggu muslimin dan masuk dalam kelompok ahzab. Yang pertama adalah Nabi sallallahu alaihi wasallam menyuruh kaum muslimin untuk membunuh seorang pimpinan Yahudi dari suku Nadir selain Huyay bin Akhtab. Huyay bin Akhtab sempat terbunuh, kita sudah bahas pada pertemuan sebelumnya. Tapi ada satu lagi namanya Salam bin Abi Huqaiq atau julukannya Abu Rafi'. Orang ini termasuk otak bersama dengan sahabatnya Huya bin Akhtab untuk membentuk pasukan Ahzab sehingga diseranglah Madinah pada saat itu. Maka Huya bin Akhtab sudah mati temannya dia. Tinggal dia ini yang harus dibunuh karena dia menjadi otaknya. Dan Abu Raf ini punya banyak keburukan. Sebelum terjadi perang Ahzab pun setiap kali dia mendapatkan ada suku Arab yang siap dibayar. Yang penting kacauin Madinah. ganggu muslimin, penyair-penyair yang bisa merusak nama Nabi sallallahu alaihi wasallam, melantunkan syair yang menghina Islam atau ada penari-penari perempuan yang bisa menari lalu menghina dengan tariannya, dengan lagunya, dengan lantunan lagunya muslimin. Maka dibiayai oleh orang ini. Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam di bulan Zulhijah, di awal Zulhijah tahun 5 Hijriah, tepatnya di tahun yang sama terjadi perang Khand atau perang Ahzab, beliau bersabda kepada para sahabat, siapakah yang bisa menyelesaikan urusannya Abu Rafi' Salam tadi binik. Maka ada dua riwayat Bukhari menjelaskan kepada kita. Tentu teman-teman sekalian, ada satu juga kepala Yahudi namanya Ka'ab bin Asyraf. Orang ini telah dibunuh oleh orang-orang Aus, suku Aus. Nabi sallallahu alaihi wasallam juga pernah suruh bunuh Ka'ab bin Asyraf ini dan dibunuh oleh orang-orang Aus gitu kan berhasil. Dan ternyata betul setelah mati kepala-kepala suku atau pemimpin-pemimpin kelompok-kelompok atau gerombolan yang buruk ini maka semua bawahannya berhenti untuk menyerang. tidak lagi menyebarkan masalah untuk muslimin. Karena yang membunuh Ka'ab bin Asyraf dan Nabi sallallahu alaihi wasallam puji orang-orang yang membunuh dari suku Aus. Maka kali ini suku Khazraj. Sudah sering saya ulangi Ansar dari terdiri dari dua suku Aus dan Khazraj. Maka mereka ini setelah Islam dinamakan Anshar. Sebelum Islam mereka selalu bertempur yang satu sama yang lain. Suku Aus berhasil menjalankan perintah Nabi membunuh Ka'bah bin Asyraf. Salah satu orang Yahudi yang paling berbahaya juga yang sangat berbahaya bagi muslimin. Sekarang Khazraj mengatakan, "Ya Rasulullah, dulu kan Aus yang membunuh Ka'bah bin Asyraf. Sekarang Salam bin Abi Hukai, biarkan kami yang bunuh. Abu Rafi ini izinkan kami." Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Baiklah." Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan, "Siapa yang akan pergi?" Berdirilah lima orang dari suku Khazraj. Yang pertama, dan ini sahabat yang berhasil nanti menjalankan misi adalah Abdullah bin Abi Attiq. Abdullah bin Abi Atiq radhiallahu anhu. Kemudian datang yang kedua Mas'ud ibin Sinan. Mas'ud bin Sinan. Kemudian Abdullah bin Unais. Abdullah bin Unais. Kemudian Abu Katadah al-Harit bin Rabi. Abu Qatadah Al-Harit bin Rabi'. Nanti saya akan ulangi namanya. Kemudian ada satu orang bukan dari Khazraj, tapi sekutunya Khazraj. Ada suku satu suku yang suku Arab ini sekutunya Khazraj. Satu orang dari mereka ikut namanya Khuza'ah atau Khuza bin Aswad. Khuza bin Aswad. Jadi empat orang murni dari suku Khazraj. Abdullah bin Abi Attiq, kemudian Mas'ud bin Sinan, kemudian Abdullah bin Unais, kemudian Abu Qatadah Al-Harit bin Rabi. Jadi empat orang ini dari suku Khazraj. Abdullah bin Abi Atiq, Mas'ud bin Sinan, Abdullah bin Unais dan Abu Qatad Alhit bin Rabi. Lalu didukung dengan satu orang sekutunya Khazraj bernama Khuza'ah atau Khuza bin Aswad. Abdullah bin Abi ditunjuk oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam untuk menjadi pimpinan ekspedisi ini. Jalankan. Gu Rasulullah sallallahu alaihi wasallam menitip pesan kepada mereka. Ingat tugas kalian membunuh Salam bin Abi Huai saja. Tidak boleh bunuh perempuan, tidak boleh bunuh orang lain, tidak boleh rusak fasilitas umum, apa saja. Jangan buat kerusakan. Targetnya satu orang itu terbunuh sudah selesai tugas kalian. Pada saat itu kebetulan Salam bin Abi Huka karena dia dari suku Nadir dan mereka sudah dikeluarkan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam dari Madinah. Mereka bertempat di Khaibar. Khaibar sebuah kota yang besar. Bahkan Khaibar pada saat itu lebih besar dari kota Madinah. Banyak sekali di situ orang Yahudi yang tinggal dua suku dan mereka berkembang biak serta juga ya mereka memiliki perkebunan yang sangat besar sebagaimana nanti kita akan lihat dan kita bahas panjang lebar di perang Khaibar. Masuklah pada saat itu kelima orang sahabat ini dan mereka memantau pada saat sudah masuk ke dalam benteng mereka memantau rumah-rumah penduduk. Menunggu sampai rumah penduduk semuanya sudah tertutup di malam hari. sudah dipadamkan lampu-lampu mereka. Kalau zaman zaman sekarang zaman dulu ee dipadamkan api-api mereka, sumbu-sumbu api mereka. Kemudian pergilah kelima orang sahabat ini mengetuk rumahnya Abu Rafi'. Setelah mengetuk, istrinya membuka lalu istrinya bertanya, "Karena ini Abu Rafi, kepala suku." Biasanya kepala suku atau raja itu Salam bin Abi Huka ini dia ee sering membantu orang royal, dermawanlah gitu ya. supaya namanya harum di tengah-tengah masyarakat. Maka istrinya mengatakan untuk buka pintu. Siapa kalian ini? Kepada lima orang sahabat ini. Mereka bilang, "Kami adalah orang-orang kafilah Arab yang sedang membutuhkan bantuan bekal makanan. Maka berkatalah istrinya Salam, "Masuklah temui suami saya." Maksudnya disuruh masuk ke ruang tamu, gitu. Maka pada saat mereka masuk ke ruang tamu, sempat salah seorang sahabat bertanya, "Rumah ini seperti apa?" Ditanya kepada istrinya Salam, "Oh, ini kamar saya ini gini." Dia tidak, dia polos menyampaikan begitu saja. Maka para sahabat tahu di mana kamar tidurnya Salam. Tiba-tiba tanpa pakai menunggu, ada satu orang sahabat menunggu di pintu utama rumah untuk menjaga istrinya salam supaya tidak keluar melaporkan kepada orang Yahudi. Kemudian yang empat masuk ke dalam kamar tidurnya. Dan mereka mengatakan di dalam hadis Bukhari, "Kami demi Allah menemukan kamar salam sangat gelap dan kami tidak bisa melihatnya kecuali karena memang kulitnya sangat putih." Jadi orangnya sangat putih dan gagah sekali. saking putihnya sampai kami melihat dia di posisi tempat tidurnya seperti kain putih yang sedang digantung di sebuah tembok yang hitam. Maka tanpa menunggu satu kesempatan pun, sahabat ini ramai-ramai menusukkan ya pedang-pedang mereka, menghantamkan mereka. Dan Abdullah binti Abdullah bin Abi Attiq pimpinan ekspedisi ini yang menusuk ke dadahnya sampai akhirnya Abdullah bin Salam meninggal dunia mati. Istrinya sempat menangis teriak-teriak. Lalu sahabat yang depan pintu hampir mbebaskan pedangnya. Tapi dia mengingat pesan Nabi sallallahu alaihi wasallam, tidak boleh bunuh wanita. Maka kelimanya pun akhirnya keluar dari rumah salam kemudian melarikan diri pulang ke Madinah dan berhasil melakukan ekspedisi ini. Dalam riwayat Bukhari yang lain diceritakan Nabi alaihi salatu wasalam selesai salat lima waktu di masjid. Gak disebutkan tentu salatnya salat apa di sini. Yang jelas dar satu salat selesai salah satu dari lima waktu salat wajib. Nabi sallallahu alaihi wasallam berkata, "Siapa yang akan menyelesaikan urusannya Abu Rafi untukku?" Abu Rafi untukku. Abdullah bin Abi Atiq mengatakan ini tentu versi yang berbeda. Tapi sama kasusnya adalah membunuh Salam bin Abi Huqa. Kata Abdah Abdullah bin Abi Atiq, "Saya ya Rasulullah. Saya akan membunuhnya." Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Pergilah dan bawalah beberapa teman-temanmu." Maka pergilah mereka dan menerima tadi orang ini. Pergi. Mereka pergi sampai mereka mendekati benteng Khaibar dan tahu ini adalah bentengnya Salam atau Abu Rafi. Mereka pun menunggu di luar dan mereka menunggu mendengar mencari mencari informasi mendengar di sekitar benteng ada suara yang menyebutkan Abu Rafi, Abu Rafi sampai mereka mengetahui ini adalah rumahnya Abu Rafi. Dan dalam riwayat ini dijelaskan agak berbeda. Rumah Abu Rafi dua lantai dan Abu Rafi ada di atas serta di sebelah di sebelah kamar dia ada beberapa kamar pengawalnya. Mereka pun mendengarkan suara Abu Rafi'. Abu Rafi maka dia mereka tahu ini adalah kamarnya. Kata empat orang sahabatnya Abdullah bin Abi Atiq tadi radhiallahu anhu ajmain, "Bagaimana kami mau istirahat dulu sudah malam. Mungkin besok kita pikirkan bagaimana cara menyerang." Kata Abdullah radhiallahu anhu, "Silakan kalian istirahat saja. Kalau saya, saya mau cari celah. Mungkin mungkin ada cela yang bisa kita masuk malam ini dan kita membunuhnya selesai misi kita. Maka keempat orang istirahat di ada hutan ee semacam pembohonan kebun-kebun kurma di luar Benteng Khaibar. Mereka istirahat di situ. Abdullah bin Abi Atib tunggu depan perbang sambil memikirkan bagaimana caranya bisa masuk ke tempatnya Abu Rafi ini. Dengan hikmah Allah pada saat itu tiba-tiba terdengar gemuru dalam benteng. dan suara karena mereka menggunakan bahasa Arab orang-orang Yahudi ini karena mereka berbaur dengan orang Arab sebagaimana saya jelaskan pertemuan yang lalu. Maka mereka mengatakan untahnya raja kita Abu Rafi sedang hilang. Untahnya Abu Rafi sedang hilang. Maka berbondong-bondong masyarakat dalam benteng itu keluar. Jumlahnya banyak. Anak kecil, perempuan, laki-laki, orang tua masih orang muda semuanya pada keluar pegang obor. Tujuannya untuk mencari ya untanya Abu Rafi. Kata Abdullah bin Abi Atiq, "Saya temukan di pintu gerbang ada dua atau empat orang penjaga sangat jeli. Dia menghafal wajahnya orang-orang yang tinggal dalam benteng." Dia menghafal wajahnya orang-orang yang dalam benteng. Maka dia tahu kalau ini pendatang. Kata Abdullah, "Saya tidak temukan kesempatan untuk masuk ke dalam benteng lebih tepat daripada sekarang karena lagi ramai." Dia bilang, "Saya tutup wajah saya." Kemudian saya menyelip bersama orang-orang yang pada saat mereka sudah temukan unta Abu Rafi, mereka masuk. Lalu saya dengarkan di tingan pintu gerbang ini, penjaga mengatakan, "Cepatlah, cepatlah, jangan ada penyelipnya. Masuk kata Abdullah. Saya pun masuk. Begitu orang-orang pada masuk, saya temukan ada di dekat pintu gerbang kandang keledai dan hewan keledai ini semoga Allah muliakan kita tentunya. Kandang keledai ini teman-teman sekalian dan saya bahasakan ini semoga Allah muliakan kita kalau menyebutkan nama hewan ya tempat kotoran kita sebaik baik mengatakan semoga Allah memuliakan kita. Doa agar Allah Subhanahu wa taala memuliakan tidak menjadi sui tempat-tempat. Dan kita tahu keledai ini adalah hewan yang disebutkan dalam Al-Qur'an. Suaranya sangat mungkar ya dan haram dimakan kalau keledai yang hidup bersama manusia walaupun dia tidak bertaring. Maka yang terjadi teman-teman sekalian kata Abdullah bin Abi Atiq, "Saya masuk ke kandang keledai dan keledai ini hewan yang sangat diam." Bahkan Allah Subhanahu wa taala sebutkan juga dalam salah satu ayat yang lain diberikan ibarat keledai itu ya kalau ada orang-orang yang pintar e orang yang belajar agama tapi dia tidak mengamalkan ilmunya seperti keledai yang memikul buku maka tidak ada manfaatnya sama sekali. Yang jelas keledai ini sifatnya salah satunya adalah dia tidak bergerak, dia tidak pusing. Ada siapa di sebelahnya ada bahaya atau enggak. Seperti itulah Abdullah bin Abatiq mengatakan, "Tepat saya berada di sebelah keledai tersebut sampai seluruh penduduk benteng sudah masuk. Saya lihat sudah aman, sunyi. Penjaga pun gerbang sudah mencantolkan ya penutupnya. Mereka pun pergi istirahat karena setiap hari selalu mereka merasa aman. Tidak sangka kalau malam itu akan ada masalah." Kata Abdullah, "Setelah aman, tenang semuanya, saya biarkan beberapa saat lalu saya naik tangga. Kemudian saya masuk menuju ke arah yang tadi dianggap rumahnya Salam bin Abi Huqaiq atau Abu Rafi' ini." Dia bilang, "Saya pun menutup pintu-pintu rumah-rumah yang kamar-kamar di sekitarnya, butuh-pintu pengawal." Jadi pintunya mereka kalau mau pergi jauh biasanya ditaruh ada cantolan digembokin gitu kan. Ditutup kayak zaman sekarang zaman zaman-zaman sekarang sudah ada juga kunci ya. Zaman dulu juga begitu. Mereka pasang besi, mereka cantol dan mereka gembokin. Ini yang jelas Abdullah mengatakan, "Saya menutup semua ruangan-ruangan di sebelah ruangan Abu Rafi'." Lalu saya masuk. Saya temukan sangat gelap. Dan Ibnu Hajar rahimahullah dalam Fathul Bari sahih syarahnya Sahih Bukhari mengatakan bahwasanya Abdullah bin Abi Attiq ini dalam terjemahan pribadinya memiliki mata yang rabun tapi orangnya sangat pemberani gitu kan. di malam hari dia tidak bisa lihat. Apalagi orang yang normal saja tidak bisa lihat, apalagi orang yang rabun. Kayak sekarang mungkin orang yang berkacamata cuma zaman dulu kan tidak ada kacamata itu. Yang jelas Abdullah mengatakan, "Saya masuk, saya buka pintunya gelap sekali. Saya enggak tahu di mana arahnya Salamin atau Abu Rafi." Lalu saya menggunakan suara saya sambil mengatakan, "Abu Rafi, Abu Rafi, di mana kamu?" Abu Raf tahu suara-suara pengawalnya. Ini suara asing. Lalu dia mengatakan, "Siapa kamu?" Tiba-tiba kata Abdullah, "Begitu saya dengar suaranya dari arah tertentu, saya ke sana lalu saya tebaskan pedang saya. Lalu kemudian saya kembali ke pintu karena gelap sekali. Di pintu minimal masih ada cahaya di langit gitu." Ternyata Abu Rafi belum mati. Masih keluar suaranya kesakitan. Kata Abdullah, "Saya menggunakan kesempatan lagi. Saya mengatakan, "Ada apa wahai Abu Rafi?" "Dengan bahasa yang berbeda, dengan suara yang berbeda." Dia bilang. Maka Abu Rafi mengatakan, "Ada orang yang berusaha bunuh saya. Kata Abdullah, "Begitu saya dengar suara di arah tertentu, saya kejar lagi, saya tebas lagi dengan pedang, lalu saya ke pintu lagi. Ternyata Abu Rafi belum mati dalam riwayat begitu. Lalu dia bilang, "Saya ubah lagi suara saya." "Kenapa, Abu Raf? Kenapa ada orang yang mau bunuh saya?" gitu. "Tolonglah segera." Kata Abdullah, "Begitu saya tahu arah suara saya ke sana, lalu saya tancapkan pedang di dadahnya sampai saya dengar tulang belakangnya bunyi." Setelah itu dia bilang, "Saya pun memastikan kalau dia mati." Lalu saya keluar karena sudah tidak ada suara dia bilang, "Saya turun dari tangga." Waktu saya turun dari tangga saking buru-burunya dan tangga anak tangga turun itu kecil, saya sempat terjatuh dan tulang kering saya di betis tulang kering di depan betis itu, itu patah. Dia bilang, "Maka saya pun mengikatnya dengan imamah saya. Lalu saya berjalan dengan satu kaki tadi. Sebelum dia naik tangga, pintu gerbang sempat dibuka sama dia dan dicantolin sedikit batu. Maka dia mudah sekarang buka lalu dia pergi. Begitu dia masuk ke tengah hutan di tempat perkebunan, maaf di perkebunan kurma, teman-temannya dibangunin sama dia. Lalu bangun dia mengatakan, "Apa? Ada apa wahai Abdullah?" Abdullah bin Abi Attiq mengatakan radhiallahu anhum ajmain, "Allah sudah membunuh musuhnya." Kata mereka, "Bagaimana ceritanya?" Dia bilang tadi ceritanya saya begini, saya masuk saya saya seterusnya setus ditindakkan dari awal sampai akhir. Lalu kata mereka, "Kalau begitu kita pulang ke Madinah malam ini. Sampaikan kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam." Kata Abdullah, "Dan ini sifat orang mukmin. Dia ditugaskan, dia selesaikan." Kata dia, "Kalian baliklah kalau kalian mau balik. Tapi saya tidak akan balik sampai demi Allah saya pastikan musuh Allah ini mati." Dan tradisi orang-orang Yahudi pada saat itu kalau ada raja mereka atau kepala suku mati, di benteng-benteng mereka, di pojok-pojok itu ada kayak menara di situ. Mereka teriak-teriak mengatakan, "Si fulan mati, si fulan mati." gitu. Datanglah ke rumahnya ya. Ee yang punya hak silakan diambil dan seterusnya. Maka pada saat itu dia bilang, "Saya menunggu sampai menjelang waktu subuh saya salat subuh dan mulai pada saat mulai agak terang kata Abdullah bin Abtiq, teman-teman sudah pulang semua ke Madinah." Dia bilang begitu saya tiba pagi hari saya dengarkan orang-orang Yahudi di atas benteng sambil teriak mengatakan ya terimalah berita sedih karena Abu Rafi raja kita sudah mati dibunuh orang entah siapa dan siapa yang punya hak silakan datang ke rumahnya disebutkanlah seperti itu. Maka Abdullah mengatakan alhamdulillah saya sudah memastikan kalau tugas saya selesai. Maka dia bilang, "Saya pun pulang ke Madinah menyusul teman-teman saya. Teman-temannya tunggu di pintu gerbang Madinah. Ketemulah tentu Khaibar lumayan, cukup jauh butuh waktu lama. Begitu ketemu di pintu gerbang, lalu mereka sama-sama masuk. Pada saat mereka bertemu dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam menyampaikan berita gembira, "Begini ya Rasulullah ceritanya." Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan, "Alhamdulillah yang telah membinasakan musuhnya gitu kan." Kemudian Abdullah bin Abi Attiq mengatakan, "Tapi ya Rasulullah, kaki saya patah ya. Saya begini ceritanya jalan di tangga jatuh patah tulang saya." Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Luruskan kakimu." Diluruskan. Lalu baginda Nabi sallallahu alaihi wasallam meludahinya. Mendoakan dan meludahinya. Kemudian Abdullah bin Abadik mengatakan, "Ta-tiba saya bisa loncat seperti kaki saya tidak pernah patah sebelumnya." Tapi ini ingat ludahnya siapa? Nabi alaihialatu wasalam. Ya. Ya. Ini perlu dikasih bawahi karena banyak orang jual ludahnya ya. La haula wala quwwata illa billah. Ludahin air tiba-tiba dijual. Ya, maka ini perlu digaris bawahi teman-teman sekalian dan ini kisah tentang ekspedisi tadi. Abdullah bin Abi Atiq di bulan Zulhijah tahun 5 Hijriah. Di bulan Muharram tahun 6 Hijriah, tepatnya 1 bulan setelah itu Nabi sallallahu alaihi wasallam mengirim sahabat Nabinya sahabatnya yang bernama Muhammad bin Maslamah radhiallahu anhu. Dan sebenarnya Nabi sallallahu alaihi wasallam sekarang sudah targetnya Makkah. Ini targetnya sekarang sudah Makkah. Tapi sebelum menguasai Makkah dan menyerang Makkah, beliau ingin menyisir wilayah di sekitar situ. Semua nanti wilayah yang akan dilewati oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam untuk ke Makkah itu sudah aman. Termasuk sekalian menghukum suku-suku Arab yang ikut-ikutan pada perang Ahzab. Setelah kematian Abu Rafi, Nabi sallallahu alaihi wasallam mengutus ekspisi pertama lagi setelah perang Ahzab dan juga suku Quraidah yang dipimpin oleh Muhammad bin Maslamah. Dan kekuatannya sebenarnya tidak besar, cuma 30 orang saja. Ekspedisi ini menuju ke wilayah Bani Qirth. Bani Qirt di daerah Dariah atau Dariah. Ini di wilayah Najd tepatnya di Bakarat ya. Jaraknya Madinah kurang lebih jarak tempuh 7 malam perjalanan. Pasukan melewati Bani Baqr bin Kilab jarak perjalanan 10 hari lalu menyerang mereka. Jadi Nabi sallallahu alaihi wasallam menyuruh datang sebenarnya di sini. Perjalanan targetnya adalah 7 hari perjalanan. Tapi suku ini terbentang sampai perjalanan 3 hari saking besarnya. Namanya Bani Bakar. Bani Bakar ini juga ikut partisipasi di perang Ahzab juga mengirim bantuan makanan, bantuan unta, mengirim sedikit pasukan bersama ee orang-orang Quraisy dan Yahudi pada saat itu. Maka Muhammad bin Maslamah berhasil menyerang mereka tanpa mereka sadari. Walaupun cuma 30 orang, tapi Muhammad bin Maslam menyerang selepas salat subuh di waktu masih gelap. Di waktu masih gelap dan berhasil pada saat itu menang dan mendapatkan ghanimah. Karena suku ini buyar semuanya melarikan diri bubar. Kemudian mereka mendapatkan 100 ekor unta dan 3.000 ekor domba sebagai ganima. Pada saat kembali ke Madinah, Muhammad bin Masmah bersama pasukannya menemukan seseorang yang mereka tawan karena mereka kira ini bagian daripada suku. Saat tiba di Madinah, Nabi sallallahu alaihi wasallam menyambut dengan berita gembira. Ternyata mereka menang bawa ganimah. Dan Muhammad bin Masam juga menunjukkan kalau ada beberapa tawanan yang kami bawa. Waktu Nabi sallallahu alaihi wasallam mengecek tawanan-tawanan, Nabi sallallahu alaihi wasallam terkejut karena melihat di tawanan ternyata ada Tsumama bin Gusal. Tsumama bin Gusal ini, Teman-teman sekalian, adalah orang tadi yang ditemukan oleh Muhammad alaihi wasallam di jalanan. Tadinya dikirain dari suku Bakar, ternyata bukan orang kebetulan lewat. Dia kepala sukunya suku Hanif atau suku Hanifah. Dan ini penguasa wilayah Yamamah. Ini ada kisahnya sendiri. Nabi sallallahu alaihi wasallam mengenalnya. Lalu beliau berkata kepada para sahabat, "Apakah kalian tahu siapa yang kalian tawan ini?" Kata para sahabat, "Tidak. Wahai utusan Allah, kami enggak kenal." Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Ini adalah Tsumamah bin Gusal." Dia kepala suku Hanifah, wilayah penguasa wilayah Yamamah. Wilayah Yamamah ini wilayah yang sangat luas di dekat kota Makkah. Di k di dekat kota Makkah. Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda kepada para sahabat, "Layani dengan baik dan khususkan dia dalam pelayanan serta ikat dia di dekat pintu masuknya masjid. Biar dia lihat orang lalang pada saat salat. Dia dengarkan juga kalau ada penyampaian tausiah atau penyampaian nasihat dari Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dia bisa dengar." Nabi sallallahu alaihi wasallam pada saat itu, Teman-teman sekalian, setiap kali mau salat beliau selalu sempatkan mampir bertemu dengan Tsumamah. Lalu berkata, "Wahai Tsumamah, bagaimana keadaanmu dan pendapatmu? Kau sekarang tertawan. di wilayah kami. Bagaimana pendapatmu? Seperti juga dikatakan apa sebenarnya maumu? Kau mau bagaimana sekarang? Kata Tsumama, "Wahai Muhammad, bila engkau membunuh, maksudnya kau bunuh aku gara-gara tawanan ini, maka engkau membunuh seseorang yang memiliki banyak darah yang siap terkorban untuknya. Maksudnya sukuku besar, wilayah mama kamu tahu. Pasti mereka akan menyerang Madinah. Bila engkau memaafkan, maka engkau memaafkan seseorang yang sangat tahu bagaimana berterima kasih. Apa yang kau minta saya akan kasih. Bila engkau menginginkan harta, sebutkan saja semaumu, maka engkau akan mendapatkannya. Nabi sallallahu alaihi wasallam meninggalkan tidak ngomong apa-apa. Mimpin salat dari pagi sampai malam, besok lagi. Hari keduanya jadi subuh, magrib, isya jadi targetnya Nabi sallallahu alaihi wasallam. Didengarkan ayat-ayat Al-Qur'an karena dia orang Arab mengerti. Di hari kedua, Nabi sallallahu alaihi wasallam lewat lagi pada saat mau salat subuh. Mampir lagi lalu bertanya, "Bagaimana keadaanmu hai Tsumamah? Bagaimana pendapatmu?" Dia ulangi kalimat yang sama. "Wahai Muhammad, bila engkau membunuh, engkau telah membunuh orang yang banyak darah siap terkorbankan untuknya. Bila kau memaafkan, engkau telah memaafkan seseorang yang sangat tahu bagaimana berterima kasih. Bila engkau menginginkan harta, sebutkan saja maka engkau akan mendapatkannya." Nabi sallallahu alaihi wasallam tinggalkan hari kedua. Kemudian tsumama melihat mendengarkan ayat Al-Qur'an melihat bagaimana para sahabat pada saat pulang mereka berpelukan, mereka salaman, saling menanyakan kabar. Dan yang paling membuat dia kagum adalah bagaimana muamalahnya sahabat dengan para tawanan. Tumama kepala suku. Dia tahu bagaimana berperang. Bagaimana orang kalau jadi tawanan enggak pernah diurus makanannya, enggak pernah dikasih minuman, dibiarin saja mati. Bahkan kadang-kadang digebukin, dirampas hartanya secara paksa. Sumama tidak sama sekali. Bahkan Nabi sallallahu alaihi wasallam suruh melayani. Ada seorang sahabat yang sempat menyuapkan dia roti memegang kurma di tangan kirinya, roti di tangan kanannya. Lalu sahabat ini menyodorkan ke mulutnya Tsumama roti itu bukan kurma kering. Dia kaget. Belum pernah ada orang begini sama tawanan. Dan pada saat jatuh dari mulutnya, sahabat itu tahan lalu dimasukkan lagi kembali. Padahal dia tidak ada hubungannya sama tsumama. Cuma mendengarkan sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam suruh berbuat baik pada tawanan. Hari ketiga Nabi sallallahu alaihi wasallam lewat lagi lalu mengucapkan lagi, "Wahai Tsumamah, bagaimana pendapatmu?" Maka Tsumamah mengucapkan lagi hal yang sama. "Wahai Muhammad, bila kau membunuh, kau bunuh aku, maka kau telah membunuh orang yang banyak darah siap berkorban untuknya. Bila kau memaafkan, kau memaafkan orang yang sangat tahu bagaimana berterima kasih. Bila kau mau harta, sebutkan saja." Tiba-tiba Tsumamah kaget, Teman-teman sekalian, pada saat Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan, "Hai Tsumamah, aku telah bebaskan kamu dan aku tidak butuh imbalan. Pulanglah. Karena targetku bukan kamu. Target kami suku Bakar. Suku suku kamu Hanifah tidak ada urusan sama kami karena tidak ikut-ikut dalam perang Ahzab. Suama kaget pada saat itu. Karena biar bagaimana dia sudah tawanan. Umumnya orang minimal kalau tidak membunuh minta tebusan apalagi di kepala suku bisa bayar berapa saja. Tumama akhirnya keluar dari kota Madinah merenungi kejadian tersebut. Dia mentadaburi ayat-ayat Al-Qur'an yang dia dengarkan dalam 3 hari. Dia mendengarkan beberapa tausiah Nabi sallallahu alaihi wasallam. penyampaian wasiat beliau, dia melihat bagaimana reaksi para sahabat bermuamalah dengan para tawanan, bagaimana mereka saling menyapa satu sama yang lain. Dia berpikir ini enggak mungkin salah. Ini pasti agama yang benar. Lalu dia kembali ke Madinah lagi. Kemudian dia mendatangi Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dia mengatakan, "Hai Muhammad, bagaimana caranya untuk menganut agamamu?" Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Ucapkan, asyhadu alla ilahaillallah wa anna muhammadar rasulullah." Sederhana. Syahadat. Kata dia, "Demi Allah wahai Muhammad, saat aku tertawan di sini, tidak ada wajah yang lebih aku benci dari wajahmu, agama dari agamamu, dan negeri lebih dari negerimu. Dan sekarang aku ucapkan asyhadu alla ilahaillallah wa anna muhammadar rasulullah." Demi Allah, wahai utusan Allah, sekarang engkau orang yang paling aku cintai. Agamu adalah agama yang paling paling paling aku junjung dan negerimu negeri yang paling aku rindukan. Aku sekarang akan balik ke kaumku. Sarankan aku wahai utusan Allah, apakah aku balik ke kaumku atau aku lanjutkan umrah yang telah aku niatkan sebelum tertawan? Jadi ternyata tsumama ini waktu ditawan oleh Muhammad bin Maslamah, dia lagi menuju ke Makkah mau umrah tapi dengan tradisi jahiliah, penyembah berhala gitu kan. Ditawan tadinya Muhammad bin Ablama mengira dia dari suku Bakar. Kata dia, "Apakah saya lanjutkan umrah atau saya kembali ke kaum saya?" Ada pilihan lain, riwayat lain mengatakan, "Atau saya tinggal sini belajar." Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda pada tsumama, "Lanjutkan saja umrahmu, tapi sesuai dengan tuntunan Islam." Lalu tsumama mulai bertanya, "Bagaimana Islam?" Diajarkanlah. Di antaranya talbiyah yang tidak boleh ditambah dengan talbiah syirik. Labbaik allahumma labbaik. Labbaika la syarika laka labbaik. Innalhamda wikmata laka mulk la syarika lak. Sampai situ ini adalah talbiyah sunah yang sahih. Ini ajaran Nabi Ibrahim alaihi wasallam. Ajaran Nabi Muhammad alaihi salatu wasalam. Tapi orang Quraisy menambahkan kalimat illa syarikan huaak tamlikuhu w malak gitu kan. Artinya tambahannya tentunya ini kecuali sekutu yang kau miliki. Kita kan kalau baca labbaik allahumma labbaik. Ya Allah aku jawab panggilanmu dengan santun. Labaika la syarika laka lababaik. Aku jawab panggilanmu dengan santun. Maksudnya ke umrah dan haji ya tidak ada sekutu bagimu. Innal hamda wanikmata laka wal mulk. Segala puji-pujian untukmu ya kerajaan untukmu. Semua nikmat milikmu. La syarikalak tidak ada sekutu bagimu. Orang orang Quraisy menambah kalimat syirik. Illa syarikan huak. Kecuali sekutu yang kau miliki. Tamliku wa malak. Engkau menguasainya dan apa yang dia miliki. Ini kalimat syirik. Enggak boleh. Nabi sallallahu alaihi wasallam luruskan itu. Kemudian mengajarkan kepada dia cata cara salat kewajiban lima waktu salat. Tata caranya sebagian surah-surah pendek. Lalu tsumamah akhirnya mengerti masalah itu. Tsumamah radhiallahu anhu lalu mempelajari Islam beberapa hari pada saat itu salat terutama lima rukun Islamlah. Ia sangat terpengaruh dengan perilaku Nabi sallallahu alaihi wasallam. Demikian pula para sahabat. Ini pelajaran yang luar biasa bagaimana muslimin mendahukan mendahulukan akhlak. Lembut dalam segala keadaan dan tegas pada tempat dan kondisinya. Ya. Saat Suamah masuk ke Makkah, dia sudah tinggalkan Madinah, maka tokoh-tokoh Makkah menyambutnya dengan gembira. Karena tahu ini kepala suku Hanifah ya kan. Maka orang-orang Makkah menyambutnya dengan gembira karena ia kepala suku yang terkenal memiliki personil perang yang banyak ya dan juga jumlah warganya sangat banyak. Jumlah warganya itu mencapai sekitar 30.000 orang. Serta yang paling penting adalah suku Hanifah ini ternyata umumnya adalah pedagang-pedagang yang memasuk yang menjadi pemasuk utama pangan ke Makkah. Kebutuhan dasar kayak gandum. kurma itu semua yang yang masukin ke Makkah adalah suku Hanifah ini dan mereka berada di sebelahnya atau di sekitar Makkah ya jadi antara Makkah sama Jeddah karena mereka penguasa wilayah terluas Jazirah Arab yang dikenal dengan Yamamah ya Tsumama radhiallahu anhu tawaf pada saat itu didampingi oleh pemuka-pemuka Quraisy. Waktu talbiah semama mengucapkan labbaik allahumma labbaik labbaika la syarika laka labbaik innal hamda wikmata laka wal mulk la syarika lak berhenti semama diam dan orang-orang quraisy tahu selama 13 tahun muslimin di Makkah pada saat mereka tawaf mereka melengkapkan ini. Mereka membaca sampai sini dan bedanya antara mereka dengan muslimin karena tidak ada tambahan kalimat terakhir illa syarikan hua lak tamliku w malak. Maka orang-orang Quraisy, tokoh-tokoh Quraisy bertanya, "Hai Tsumama, kenapa kau enggak lanjutkan talbiahmu?" Maka Tsumama ya pada saat itu menjawab, "Memang apa tambahannya?" Kata mereka, "Kan kau sudah tahu." Kenapa harus bertanya? Apa kau sudah menganut agamanya Muhammad dan meninggalkan nenek moyangmu juga? Maka kata Tsumamah, "Iya, saya sudah masuk Islam. Asyhadu alla ilahaillallah wa anna muhammadar rasulullah." Tiba-tiba pembuka Quraisy marah. ditawan tsumamah ini ditawan, diikat tawan. Suku Hanifah mengetahui berita kalau kepala sukunya ditahan nih. Maka mereka pun datang mengunjungi Tsumama di Makkah. Lalu Tsumama memerintahkan mereka untuk memboikot asopan pangan semuanya ke Makkah. Maka sukunya pun mengikutinya. Walaupun sebenarnya sukunya dalam keadaan kafir sama dengan Quraisy. Belum masuk Islam. Mereka belum tahu itu. Beberapa hari saja semua asopan gandum, kurma, segala macam enggak ada yang bisa masuk ke Makkah karena ditahan. Dan pasukan pasukan Bani Hanifah menahan juga suku-suku Arab lain untuk memasuk ke Makkah. Dalam hitungan 45 hari saja sudah kehabisan pangan mereka. Kehidupan mereka makan roti, butuh tepung, gandum ini enggak bisa sama sekali. Maka akhirnya mereka pun datang kepada Tsumama dan meminta maaf dan janji akan melepaskan Tsumama. Tapi perhatikan teman-teman sekalian, orang subhanallah yang masuk Islam ikhlas karena Allah. Apa yang dilakukan Tsumama radhiallahu anhu dengan keimanannya waktu itu? Walaupun baru masuk Islam beberapa hari, dia bilang, "Saya akan memaafkan kalian tapi dengan syarat kalian harus minta izin kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Hubungi Madinah dulu. Kalau Muhammad Nabi sallallahu alaihi wasallam izinkan saya melepaskan pangan lagi masuk saya akan lepaskan. Kalau enggak, enggak bakalan." Orang-orang Quraisy jadi kaget ini. Gimana sekarang? terhina sekali. Mereka harus hubungi Madinah untuk supaya ini masuk lagi asopan. Dan luar biasa bagaimana Allah menolong agamanya hanya dengan satu orang ini. Gitu kan. Maka akhirnya terpaksa orang-orang Quraisy mengirim seseorang di sana datang kemudian menyampaikan tentang kejadian Tsumama bin Gusal. Lalu Nabi sallallahu alaihi wasallam tersenyum sambil mengatakan, "Baiklah kalau begitu saya lepaskan." Gitu kan. Sebelumnya tentu ada Abu Sufyan yang datang. Jadi orang Quraisy utus Abu Sufyan langsung kepala suku mereka datang ke Madinah. Abu Sufyan datang yang tadinya ini pemimpin perang Ahzab nih ya. Sekarang dia datang. Dia masuk ke Madinah, dia izin baik-baik. Lalu dia mengatakan, "Aku memohon padamu hai Muhammad, berbuat baiklah pada kaum kerabat dan sukumu. Izinkan suku Hanifah membuka pemboikotan mereka pada Makkah." Akhirnya Nabi sallallahu alaihi wasallam mengizinkan. Dan pada saat itu tersebarlah berita satu Jazirah Arab kalau Quraisy ternyata memohon dari Nabi sallallahu alaihi wasallam dan muslimin juga kota Madinah agar mendapatkan makanan mereka dan ekonomi mereka sekarang berada di tangan kaum muslimin. Berada di tangan kaum muslimin. Insyaallah sebentar kita lanjutkan lagi dengan lanjutannya ada perang suku As'ad. Wallahuam. Subhanakallahumma wabihamdika asadu ila astagfirullah atubu ilaih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah wasalatu wassalamu ala rasulillah. Segala puji bagi Allah subhanahu wa taala juga selawat dan taslim kepada Nabi Besar Muhammad sallallahu alaihi wa alihi wasahbihi wasallam. Pada bulan Safar tahun 6 Hijriah, Nabi alaihialatu wasalam mengutus beberapa sahabat untuk menyerang suku As'ad. Dan suku Asad ini termasuk salah satu suku yang bergabung di pasukan Ahzab. Dan pimpinan mereka bernama Talaihah bin Khuwailid Al-Uzdi. Nabi sallallahu alaihi wasallam sempat mengutus kepada mereka 40 pasukan kuda yang dan memilih Ukasyah bin Muhsin radhiallahu anhu agar memerangi mereka. Tentu Ukasyah bin Muhsin terkenal dengan ee keterampilan menunggang kuda dan pedang dan pedangnya dan dia sering dijadikan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam pemimpin dalam peperangan. Dan dialah yang sempat hadisnya masyhur waktu Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan 70.000 dari umatku masuk surga tanpa hisab. Lalu kemudian Uqkasyah mengatakan doakan saya termasuk serhat dari 70.000 itu ya Rasulullah. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam kau termasuk dari 70.000 itu. Ada sahabat lain yang mengatakan, "Ya Rasulullah doakan saya juga." Kata Nabi, "Kau telah didahului oleh Ukasyah." Ya, Ukasyah bin Muhsin radhiallahu anhu pergi 40 orang. Hal ini Nabi sallallahu alaihi wasallam memilih dia karena Ukasyah sendiri dari suku As'ad. Ini sukunya dia, tapi sukunya tidak masuk Islam tentunya. Maka pada saat tiba di sana dia sangat tahu seluk-buluknya dan akhirnya dia mengatur strategi perang dan ternyata Ukasyah berhasil dengan kelnya radhiallahu anhu menyerang suku As'ad. Dan waktu dia menyerang setelah salat subuh ternyata di pemukiman kosong dan yang ada cuma 10 orang. Dan 10 orang ini berhasil ditawan oleh Ukasya. Ya, ternyata sudah kosong. Tidak ada lagi harta, tidak ada lagi orang, semuanya sudah kosong. Ini semua disebabkan karena suku As'ad telah mendengar kalau muslimin sudah mulai menghukum siapapun yang ikut di perang Ahzab. Karena mereka ketakutan, akhirnya mereka melarikan diri dari pemukiman mereka dan mereka buat pemukiman di tempat lain. Tapi Allah di mana? Yang jelas salah satu dari tawanan dari 10 itu mengatakan, "Wahai Uqkasah, mau enggak saya menunjukkan kepadamu di mana hartanya suku As'ad? Tapi dengan syarat kamu lepaskan saya, bebaskan saya." Kata Ukasy, "Baiklah, akhirnya jalanlah pasukan muslimin 40 orang ini dengan tawanan tersebut 10 orang. Salah satunya ikut. Semua 10 ikut tapi yang satu ini di depan menunjukkan jalan." Karena terlalu jauh jauh masuk ke padang pasir ke dalam. Maka Ukas jadi khawatir jangan sampai orang ini menipu. Lalu dia kemudian kembali mengancam si ya tawanan ini mengatakan jujurlah atau kepalamu akan aku penggal. Maka orang itu pun mengatakan percayalah saya tidak berdusta dan buktikan sendiri. Akhirnya teman-teman sekalian betul-betul mereka tiba di sebuah lembah. ada gunung besar dan di belakang gunung itu ada lembah yang agak curam, agak dalam dan kata dia, "Di belakang inilah semua harta kami letakkan." Waktu Ukasah ke sana betul-betul ditemukan, ternyata betul lembah itu penuh dengan unta, kambing. Kemudian harta-harta mereka banyak ditimbun di situ dan suku mereka melarikan diri jauh dari tempat itu. Maka Ukasy pun memenuhi janjinya, melepaskan orang tersebut lalu membawa ganima yang sangat banyak. Dan ini pelajaran juga, Teman-teman sekalian. Kita kalau lihat pasukan-pasukan Nabi sallallahu alaihi wasallam tidak selamanya besar. Jumlahnya selalu kecil saja. Umumnya kebanyakan pasukan-pasukan kecil diutus 30 orang, 10 orang. Tadi kita lihat misalnya waktu membunuh Abu Rafi', Nabi cuma utus 5 orang. Tamam punya keterampilan. Setelahnya diutus 10 orang, ini diutus 40 orang gitu kan. Dan kita lihat juga nanti ada pasukan Nabi sallallahu alaihi wasallam jumlahnya 200 orang. Jadi pasukan tidak terlalu besar sebenarnya. Tapi selalu memang umat Islam memperlihatkan kalau mereka punya kekuatan sehingga musuh itu tidak berani untuk mengganggu kaum muslimin sebagaimana keadaan sekarang ini. Karena umat Islam banyak lalai, akhirnya musuh mau melakukan apa saja itu mereka bisa lakukan gitu. Selanjutnya ada peperangan juga tepatnya di bulan Jumadil Ula tadi bulan Safar. Beberapa bulan setelah itu di bulan Jumadil Ula Nabi sallallahu alaihi wasallam juga memerangi Bani Lehyan, suku Lehyan. Suku Han ini agak berbeda sedikit. Mereka tidak ada hubungannya sama perang Ahzab. Tapi kalau teman-teman ingat pelajaran kita di pekan ya bulan yang lalu, ada penjelasan tentang beberapa suku dari Lihyan ini datang pura-pura masuk Islam di Madinah. Kemudian mereka meminta beberapa sahabat Nabi penghafal Quran diminta diantar ke sukunya. Ternyata pada saat tiba di wilayah dekat Quraisy mereka berkhianat. Mereka menjual sahabat ini ya kepada suku-suku yang akhirnya menjual lagi sahabat ini ke orang-orang Quraisy. Dan akhirnya ada enam orang sahabat yang terbunuh pada saat itu. Suku Lehyan ini di antaranya salah satusnya Asim ya. Kalau masih ingat ada kisah Asim radhiallahu anhu. Orang yang pernah ee dijanjikan oleh keturunannya Bani Abdiddar. Ada satu perempuan di Makkah yang mengatakan siapa yang bisa membunuh Asim? karena dia banyak dia membunuh beberapa orang dia memegang bendera ee Quraisy di perang Uhud maka saya akan bersihkan batoknya lalu kemudian saya akan isikan dengan emas. Ya, kurang lebih seperti itulah. Yang jelas suku Banihyan ini yang yang menjadi pengkhianat tadi. Nabi sallallahu alaihi wasallam pada saat itu membawa 200 pasukan personil pada saat itu. Dan ini dikatakan gazwah. Kalau tadi sebelumnya syariah kalau masih ingat istilah-istilah ini tentu teman-teman sekalian syariah adalah pasukan tiga orang sampai kurang lebih 100 atau 200 orang diistilahkan dengan syariah. Dan ini umumnya Nabi sallallahu alaihi wasallam tidak ikut. Tapi kalau Nabi sallallahu alaihi wasallam ikut walaupun jumlahnya sedikit dinamakan gazwah. Kalau pasukan besar Nabi tidak ikut lebih dari 1000 orang, 500 orang namanya makrakah. Ibnu Qayyim rahimahullah menceritakan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam menuju ke Bani Lihyan. 6 bulan setelah perang Bani Quraidah. Kurang lebih 6 bulan setelah perang Bani Quraizah. Ya, yang kita sudah sebutkan perang Bani Quraidah sebelumnya. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam hendak menyerang Bani Lahyan dengan membawa 200 pasukan dan beliau memimpin sendiri. Makanya dinamakan gazwah. Dan wilayah yang beliau tuju, beliau iklankan akan menyerang negeri Syam. Padahal Nabi sallallahu alaihi wasallam tidak menginginkan negeri Syam. Ini salah satu strategi perang Nabi sallallahu alaihi wasallam. Beliau mengiklankan wilayah tertentu, tapi beliau tidak berbohong. Betul-betul beliau menuju ke wilayah itu, tapi kemudian beliau dari sana mengatur strategi untuk menyerang musuh yang jadi target. Pada saat itu Nabi sallallahu alaihi wasallam mengamanahkan kota Madinah agar menjadi pemimpin pengganti beliau Abdullah bin Ummi Maktum radhiallahu anhu. Tepatnya tiba di sebuah lembah namanya Guran. Dan sekarang ini di pemerintahan Saudi namanya wilayah Khulais. Kurang lebih jaraknya 87 km dari kota Madinah. Salah satu lembah yang terdekat dengan wilayah Lehyan. Lembah tersebut terletat antara Amaj dan Utsfan tempat beberapa sahabat yang sempat gugur karena pengkhianatan. Karena itu Nabi sallallahu alaihi wasallam sempat mampir dan mendoakan mereka para sahabat tadi dan memohon ampun dan rahmat untuk mereka. Bani Lihyan mengetahui kedatangan Nabi sallallahu alaihi wasallam dengan mata-mata mereka. Maka mereka melarikan diri ke puncak-puncak gunung. Dan Nabi sallallahu alaihi wasallam pada saat masuk ke pemikiran mereka tidak menemukan satu orang pun dan gunung jauh di padang pasir mereka melarikan diri. Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam sempat tinggal selama 2 hari di tempat mereka untuk menunjukkan kekuatan kaum muslimin. Walaupun hanya 200 personil. Dan waktu itu Bani Lahyan memiliki personil ribuan orang tapi mereka semua melarikan diri. Nabi sallallahu alaihi wasallam waktu itu sempat mengutus beberapa sahabat mencari tahu mengejar Bani Lihyan. Namun tidak menemukan satuun di antara mereka. Nabi sallallahu alaihi wasallam lalu menuju ke wilayah Utsfan dan mengutus 10 personil kuda dari 200 itu dipimpin oleh Abu Bakar radhiallahu anhu untuk masuk ke perkampunan perkampungan Ghanim namanya. Ini untuk memantau berita Quraisy. Sudah dekat dengan wilayah Makkah. Jadi sudah dekat sekali dengan Makkah. Lalu Nabi sallallahu alaihi wasallam kembali ke Madinah setelah menduduki tempat tersebut selama 14 hari. Dan yang disebutkan oleh Ibnu Qayyim rahimahullah dalam buku beliau, Hadil Hadil Ma'ad fi Hadi Khairil Miad ini di jilid 3 halaman 276. Dalam riwayat atau kisah yang lain, dalam buku-buku sejarah yang lain disebutkan Bani Lihyan termasuk yang berkhianat dan membunuh beberapa orang sahabat di antaranya Asim radhiallahu anhu. Kisah masyhur yang dikenal juga dengan kisah kejadian mata air raji ya. di mana suku Leihyan menyerahkan sebagian sahabat yang mereka jual pada Quraisy dan akhirnya Quraisy membunuh sebagiannya dan suku Leihyan membunuh sebagian yang lain. Suku Leihyan dalam kisah yang lain ini ya retorika penyampaian yang lain. Sukuan mendengar bahwasanya muslimin mulai memerangi satu persatu siapapun yang ikut dalam perang Ahzab. Maka mereka berhati-hati sekali dan mereka menyebarkan sebanyak mungkin mata-mata. Namun mereka tidak bisa mendapatkan informasi. Hanya saja mereka tahu muslimin keluar kemur ke negeri Syam dan negeri Syam jauh dari mereka. Tapi karena ketakutan mereka akhirnya meninggalkan wilayah kekuasaan mereka. Dan muslimin berhasil datang ke wilayah Lihyan. Setelah tiba di dekat negeri Syam, Nabi sallallahu alaihi wasallam turun kembali untuk kemukiman mereka dan sempat tinggal selama 2 hari untuk menunjukkan kemuliaan Islam. Dalam riwayat yang keduanya disebutkan Nabi sallallahu alaihi wasallam pada saat mau pulang ke Madinah baru mampir, baru mampir ke di tempat lokasi kuburan para sahabat yang terbunuh pada saat itu. Lalu beliau berdoa, kalau riwayat yang pertama tadi mampir dulu baru kemudian menyerang suku Lihyan. Dan ini juga termasuk pelajaran teman-teman sekalian sunah dari Nabi sallallahu alaihi wasallam dalam Islam untuk kalau lewat kuburan ziarah mampir sebentar mengucapkan salam dan mendoakan para jenazah. Kenal atau tidak kenal? Tentunya di antara sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam kita mengatakan assalamualaikum mukminin antum wahnu insyaallahu bikum lahiunarallah mustag minkum wal mustakirina minna. Keselamatan untuk kalian wahai penghuni kuburan orang-orang beriman. Kalian telah mendahului kami dan kami akan menyusul kalian. Semoga Allah memaafkan orang-orang terdahulu di antara kalian dan orang yang menyusul di antara kami. Beliau sallallahu alaihi wasallam juga sempat dalam riwayat ini sama juga dengan riwayat pertama mengutus 10 orang personal dipimpin oleh Abu Bakar radhiallahu anhu. Kalau tadi riwayat pertama menjelaskan cuma sampai ke lembah gimah tapi belum masuk Makkah. Riwayat kedua menjelaskan Abu Bakar disuruh oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam masuk ke wilayah haram. Masuk wilayah Makkah. Masuk wilayah haram. B sudah masuk ke Makkah tidak buat apa-apa. Hanya sekedar menampakkan diri pada Quraisy. Beberapa saat orang-orang Quraisy bingung melihat. Kalau sudah ada begini dengan pasukan perang walaupun cuma 10 orang berarti ada pasukan besar di belakangnya. Tugasnya cuma itu saja. Kemudian Abu Bakar disuruh balik lagi berkumpul dengan pasukan muslimin. Dan ini strategi perang Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ada beberapa strategi perang Nabi sallallahu alaihi wasallam. Karena kita sedang berbicara dari tadi pagi sampai sekarang ini bicara masalah peperangan, maka selalu memang manfaat-manfaat faedahnya kita bicara masalah itu. Termasuk strategi perang Nabi sallallahu alaihi wasallam. Beliau selalu menyerang wilayah yang sudah terdengar akan menyerang beliau. Beliau tidak pernah menunggu kecuali kepepet kayak kasus ahzab. Mereka tiba-tiba sudah bentuk pasukan dan memang sudah berjalan. Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam melawan dan bertahan. Selebihnya bertawakal kepada Allah subhanahu wa taala. juga beliau selalu mengutus pasukan-pasukan kecil menakut-nakuti musuh yang dikenal dengan Siah. 6 orang, 10 orang, 20 orang. Ini paling banyak Nabi sallallahu alaihi wasallam kirim. Selalu aktif dalam masalah militer ini untuk mengintai, memata-matai, melihat, ya membela kebenaran dan seterusnya. Dan itu terjadi tentu sampai zaman-zaman khilafah Islamiah dulu. Mereka sangat kuat dari sisi militer. Tentu tidak mengganggu wilayah orang, tapi tentu punya persiapan yang mapan untuk membela agama Allah. Waktu itu tersebar berita karena pasukan 10 orang Abu Bakar sempat masuk wilayah haram kemudian pulang. Kalau muslimin sudah menyerang Makkah dan muslimin yang beberapa waktu lalu sempat dikepung di Ahzab dengan pasukan Ahzab, sekarang malah mereka yang keluar menyerang dan menghukum siapapun yang ikut. Padahal jumlahnya cuma 200 orang personilnya. Tapi Nabi sallallahu alaihi wasallam sini memperbaiki nama baiknya muslimin yang tadinya dikepung 10.000 ribu orang. Walaupun dianggap Quraisy kalah karena tidak bisa menembus Madinah, tapi beliau ingin tidak mau orang-orang lain tamak lagi melakukan perbuatan yang sama. Maka beliau mengutus pasukan untuk menghukum suku-suku ini dan semuanya rata-rata kalah dengan pasukan muslimin. Pada saat balik ke Madinah, Nabi sallallahu alaihi wasallam sempat mampir ke sebuah tempat namanya Rabwah. Rabwah. Rabwah sebuah wilayah kurang lebih 80 km dari kota Makkah. Dan pada saat itu beliau menghampiri sebuah kuburan yang sangat tua. Dan kata Abu Bakar dan Umar radhiallahu anhuma, "Kami melihat Nabi sallallahu alaihi wasallam menangis terisak-isak yang belum pernah kami lihat beliau menangis seperti itu kecuali pada saat melihat jenazahnya pamannya Hamzah di Uhud. Maka kami pun bertanya, "Ya Rasulullah, kuburan siapa ini?" Lalu Nabi sallallahu alaihi wasallam menjawab mengatakan, "Ini kuburan ibuku. Sesungguhnya aku telah meminta kepada Allah agar ee menziarahi kuburan ibuku dan aku diizinkan dan aku memohon ampun untuk ibuku dan Allah tidak mengizinkannya. Selanjutnya ada juga gazwa yang lain adalah gazwa dzi qird. Perang ini teman-teman sekalian tertuju untuk menyerang suku Gatafan. Gatafan. Kalau masih ingat, kalau teman-teman yang ikut tadi bahasan kita di pagi, perang Khandak atau perang Ahzab, ada beberapa induk-induk suku yang memang paling besar personilnya. Di antaranya Gatafan. Ada Quraisy 4.000, Gatafan 4.000 dan ada 10.000 personil. Berarti ada 2000 lagi sisanya dari suku-suku Arab kecil-kecilin dan orang-orang Yahudi Qainuqa dan Nadir. Nabi sallallahu alaihi wasallam waktu itu mengingatkan muslimin tentang pemimpin Ghatafan yang bernama Uyainah bin Muhsin. Uyainah bin Muhsin sempat waktu perang AK perang Khandak kemarin ya yang kemarin beberapa waktu bulan lalu terjadi di Madinah kan Nabi sempat negosiasi aja sama Uyainah. Kalau masih ingat tadi pagi kan saya jelaskan. Maka negosiasi pulang saja kamu jangan ikut perang-perang sama Ahzab. Kami akan kasih kamu seperempat hasil Madinah. Enggak mau dia. Dalam setahun kamu ambil seperempat hasil. Enggak mau. Ini sampai setengah. Tapi karena waktu sudah setuju dengan setengah Nabi sallallahu alaihi wasallam serahkan kepada Sa'ad ibn Muad dan Sa'ad ibn Ubad radhiallahu anhuma. Dua pimpinan ee pimpinan Madinah Anshar. Kalau mereka setuju, kalau kalian setuju silakan berikan. Tapi ternyata keduanya menolak dan menanyakan, "Ya Rasulullah, apakah ini wahyu atau hanya keinginan Anda pribadi atau strategi perang?" Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Tentunya ini bukan wahyu. Ini juga bukan keinginan saya karena saya tidak mau." Kemudian beliau mengatakan, "Ini hanya strategi perang." Maka Saad ibn Ubadah dan Saad ibn Muad radhiallahu anhuma mengatakan, "Ya Rasulullah, demi Allah Gatafan sebelum kami masuk Islam, jangankan sudah masuk Islam, sebelum masuk Islam mereka tidak pernah mendapatkan satu butir kurma dari kami kecuali mereka beli atau kami yang memberi gitu kan. Maka demi Allah sekarang kami tidak akan kasih sama sekali yang mereka miliki hanya pedang saja." Suku kata Fan ini teman-teman sekalian memang akan diserang oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Rencananya begitu. Karena mereka termasuk pasukan yang bergabung di Ahzab. Tapi belum saatnya sekarang, hanya saja terjadi perang atau gazwa zikrd ini. Karena ini zikrd nama wilayah ya, wilayah. Karena rupanya Uyainah bin Muhsin ini yang diberikan julukan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Si bodoh yang dipatuhi ya. Karena dia instruksinya aneh-aneh. Tapi apapun yang dia bilang 10.000 Rib orang pasukannya siap menyerang ikut dengan dia. Dia mengutus anaknya yang bernama Khuzarah. Khuzarah ini disuruh serang Madinah tapi dia bawa pasukan kecil. Dia cuma bawa pasukan 200 300 orang gitu kan. Pada saat dia tiba di Madinah muslimin lagi lalai, muslimin lagi maksudnya tidak ada yang tahu kalau akan ada penyerangan. Dan memang dia juga tidak berani untuk masuk ke dalam Madinah. Dia lihat di pinggir kota Madinah ada kebun-kebun kurma. Rupanya situ ada petani sahabat sama istrinya lagi di kebun kurma lagi istirahat mau makan siang. Di sebelahnya ada beberapa ekor unta yang lagi ee diternak di kandang. Salah satunya adalah kuda dan unta Nabi alaihialatu wasalam. Tiba-tiba Khuzara nyerang dibunuh si petani muslim itu. Lalu istrinya diambil. Kemudian unta dan kuda tadi ada dua tiga ekor unta dibawa itu unta dan kuda Nabi alaihialatu wasalam. Setelah itu dia punya melarikan diri. Khuzara melarikan diri. Ada beberapa petani di sebelah kebun itu. Lihat kejadian Khuzarah sudah melarikan diri tidak berani menyerang Madinah walaupun dia punya ratusan pasukan. Lalu kemudian mereka mengatakan, "Wahai muslimin, terjadi penyerangan. Muslimin jadi penerangan." Mereka berusaha lari masuk ke dalam gerbang Madinah untuk menyampaikan kepada baginda Nabi alaihialatu wasalam. Di tengah jalan mereka ketemu dengan seorang sahabat yang mulia namanya Salamah bin Aqwa. Ini Salamah bin Aqwa, Teman-teman sekalian. Sahabat yang terkenal juara lari ya. Luar biasa kalau dia lari. Sampai dalam buku-buku sejarah dikatakan dia kalau lari bisa mengalahkan kuda. Ya, jadi sahabat yang luar biasa. Dan sahabat ini terkenal sekali dengan keberaniannya. Ada berapa kelebihan disebutkan ya keberanian. Beraninya luar biasa. Sebanyak apapun musuh dilawan walaupun dia sendiri. Yang kedua keterampilan duel. Kalau gulat berdua main pedang ahli. Kemudian juga dia paling ee dan dia paling hebat kalau berkelai itu dalam jalan kaki tidak menukan kendaraan dan dia terkenal dengan kecepatan larinya. Waktu beberapa petani masuk pintu gerbang Madinah, Salamah bin Aqwa lagi lewat. Mereka mengatakan, "Muslimin pengkhianatan. Suku Gatafan datang menyerang." Kata Salamah, "Di mana mereka?" Salamah bin Aqwa kata petani, "Sudah lari. Mereka membunuh satu orang petani dan satu istrinya dibawa lari dan mengambil unta dan kuda Nabi alaihialatu wasalam. Maka kata Salam, "Baiklah, sampaikan ke Nabi sallallahu alaihi wasallam dan aku akan menyusul mereka dengan dua kakiku ini." Dan betul-betul dalam kisah ini dikatakan Salamah bin Aqua lari dengan sangat cepat padahal pasukannya Khuzara pakai kuda dan berhasil ditemukan. Dia berhasil menemukan pasukan yang 200 orang itu. Salam bin Aq waktu kelihatan dari jauh, Salamah duduk sebentar dilempar anak panah mengganggu mereka. Anak panah ini jaraknya jauh bisa 100 m, 200 m bisa jangkau kalau orangnya mahir gitu kan. Maka yang terjadi Khuzara berhenti cuma satu orang disuruh serang. Waktu diserang Salama punya cara strategi dia lari ke arah Madinah dan dikejar sama kuda enggak bisa ketemu karena cepatnya gitu kan. Jadi dia lari-lari enggak bisa dikejar. Kemudian setelah ee orang-orang ini menganggap ah lepas enggak bisa. Mereka kembali, Salamah kembali lagi. Panahin lagi mereka begitu terus sampai beberapa kali. Akhirnya kata Huzara, "Orang ini punya pasukan di belakangnya ini. Ini orang cuma mau menunda kita ini. Bukan mau perang dia." Maka Khuzara pun akhirnya mengatakan pada pasukannya, "Kalian semua pulang bawa tawanan ini." Si perempuan muslimah ini bawa bawa unta sama kuda ini. "Biarkan saya." Dia dengan adiknya namanya Habib dan ada dua orang lagi pasukannya dia. Empat orang nunggu di situ. Pada saat itu, Teman-teman sekalian, para petani berhasil menyampaikan info kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam tanpa menunggu Nabi sallallahu alaihi wasallam mengutus pasukan 200 orang. Dan 200 orang ini dipimpin oleh Sa'ad ibn Zaid. Saad ibn Zaid radhiallahu anhu beliau mengatakan pada saat itu jihad wahai muslimin. Terkumpul 200 orang ini Saad ibn Zaid lalu disuruh oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam segera nyusul cepat. Lalu kemudian Nabi sallallahu alaihi wasallam menunggu pada saat itu sampai akhirnya terkumpul 700 personil kuda lain. Selain 200 tadi ada 700 lagi. Dan Nabi sallallahu alaihi wasallam memimpin sendiri 700 itu. Makanya dinamakan Gazwa di dinamakan Gazwa. Salamah bin Aqwa terus saja beradu sama empat orang ini. Tapi Salam bin Awa berusaha menghindar. berusaha menghindar dari empat orang ini karena yang dia mau kejar yang banyak tadi yang ratusan itu. Maka dia berusaha menghindar-menghindar sampai dia berhasil melaskan diri dari empat orang ini. Dia mau mengejar yang 196 orang tadi. Maka yang empat orang ini tiba-tiba kaget pada saat itu waktu mereka mau mau kejar Salamah rupanya pasukannya Saad yang 200 orang sampai. Saad bin Zaid tadi sampai di dalam pasukan ini rupanya saat mengutus di dalam pasukan ada satu orang namanya Abu Qatadah radhiallahu anhu sahabat Nabi yang mulia. Abu Qatada ini terkenal juga dengan keberanian dan keterampilan perangnya gitu. Dan ini juga pelajaran teman-teman sekalian. Berarti memang para sahabat itu punya keterampilan individual dalam keterampilan perang. Mereka belajar semua. Dan ini teman-teman juga perlu belajar bela diri, belajar keterampilan dan niatnya untuk olahraga dan sekaligus satu waktu kalau dibutuhkan bukan untuk melakukan pemberontakan atau hal-hal yang buruk. Itu enggak mungkin gitu kan. Umat Islam tidak mengenal itu. Tapi dia tidak boleh juga lalai. Enggak boleh dia tidak punyaai sama sekali kemahiran. Maka yang terjadi adalah Abu Qatada ini waktu pasukan Saad ya Ibn Zaid sudah tiba di sekitar lokasi. Empat orang ini coba melarikan diri. Abu Qatada minta izin sama Saad. Saya mau kejar empat orang ini. Kata Saad, silakan kejar. Maka dikejar sama dia. Diserang serangan ini satu orang lawan empat berhasil ditemukan. Waktu dia mereka mau kejar empat orang mau kejar Salamah bin Aqwa tidak ketemu. Maka ketemu dengan Abu Qatana. Terbunuhlah Habib ya anaknya Uyainah bin Muhsin. Jadi ada dua anaknya Khuzara dengan dengan Habib. Habib terbunuh. Khuzara dan dua orang temannya berhasil lari pulang lari ke pemukiman mereka. Waktu itu Abu Katana mau mengejar tiga orang ini. Tapi ini ada korbannya dia. Ada Habib. Habib ini pakai baju kerajaan karena dia anak raja. Anaknya Uyay bin Muhsin. Kudanya bagus. Dan dalam Islam kalau orang berhasil duel dan mengalahkan seseorang, berarti apa yang dimiliki kan jadi haknya dia. Tapi Abu Qatada tidak tidak mau kehilangan tiga orang itu. Maka dia pun membuka jubahnya lalu dipakai dipakaiin di atas badannya Habib yang jadi korban yang sedang dibaringkan di atas kuda gitu. Waktu itu Abu Qatar coba mengejar. Ternyata pasukan saat tiba. Pasukan saat tiba bersamaan juga enggak lama kemudian datang pasukan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Terkumpullah 900 pasukan muslimin. Orang-orang muslim melihat pada saat itu dari jauh melihat bahwa ini bajunya bajunya Abu Qatadah. Berarti Abu Qadada mati. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Bukan, ini bukan Abu Qatadah, tapi ini adalah Habib." Sebagaimana wahyu sampaikan, korbannya Abu Qatada dan ini adalah milik dia. Dia sengaja meletakkan jubahnya supaya diketahui kalau ini adalah korban dia. Maka akhirnya Nabi sallallahu alaihi wasallam pun ya menyatakan pada saat itu pasukan untuk kembali karena masih dekat dengan Madinah. Sempat Salamah bin Aqwa kembali ya Abu Qatada juga kembali ketemu dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Lalu Salamah mengatakan, "Ya Rasulullah, kirimkan bersamaku 100 orang saja aku pilih. Aku akan kejar mereka ya Rasulullah." Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Tidak bisa, hai Salamah, sungguh mereka telah tiba di tempat mereka sebelum kau mendapatkannya." Jadi ada wahyu menyampaikan tidak bisa. Dan ini juga kejilian Nabi sallallahu alaihi wasallam karena beliau tahu di suku Gatafan sangat jauh dari Madinah dan mereka punya 10.000 personil. Enggak mungkin dikalahkan dengan 100 orang. Maka beliau sekarang mengajak para sahabat untuk kembali ke Madinah ngatur strategi perang yang lain. Karena Kadafan belum jadi target sekarang. belum jadi target penutupan dalam perang atau gazwa zikir ini. Ada seorang sahabiat tadi masih ingat istrinya petani yang diambil jadi tawanan. Tibalah di suku kata fan. Sahabat ini punya cerita sendiri. Dia bilang waktu tiba di situ malam hari suku kota semuanya pada istirahat. Saya melihat unta Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ada unta Nabi di situ. Maka saya pun naik di atas unta Nabi. Lalu saya berdoa kepada Allah, "Ya Allah, aku tidak tahu jalan menuju ke Madinah dan aku sedang ditawan oleh musuh-musuhmu. Maka tuntunlah unta ini agar sampai ke Madinah." Kata wanita ini, "Saya pun naik di atasnya tanpa melihat jalan ke depan malam hari. Jalan sendiri. Tiba-tiba saja di pagi hari waktu terang matahari sudah sampai di pintu gerbang Madinah." Gikan kuasa Allah. Allah selamatkan dia. Maka setelah sampai ke Madinah dia mengatakan bila Allah waktu sebelum sampai di Madinah lagi perjalanan dia mengatakan bila Allah menyelamatkanku maka aku akan menyembelih unta ini untuk Allah. Sampai di Madinah perempuan ini sampai langsung masjid Nabi sallallahu alaihi wasallam dan menyampaikan, "Ya Rasulullah begini kejadiannya dan alhamdulillah Allah selamatkan saya. Tapi saya punya nazar ya Rasulullah. Saya mau kalau saya selamat saya mau sembelih unta ini. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Sungguh buruk balasanmu untuk unta ini. Dengan izin Allah, dia telah menyelamatkanmu lalu engkau menyembelihnya. Dari sisi lain, bagaimana bisa engkau menazarkan sesuatu sementara engkau tidak memilikinya?" Ini untaku ini, bukan unta kamu. Bagaimana kau Nazar mau sembelih? G kan? Akhirnya dari sini juga keluar sebuah hukum syari dalam buku fikih kita. Tidak boleh bernazar kepada hal yang bukan dimiliki. Hah. Kalau saya sembuh penyakit, saya mau sedekahin buahnya tetangga. Engak boleh. Bukan punya dia. Bagaimana caranya? Jadi ini hukum syari seperti perempuan ini tadi lakukan. Kemudian selanjutnya ada ekspedisi z khussah ya dipimpin oleh Muhammad bin Masalamah Z khussah ya menuju ke pemukiman suku Ts'abah dan juga suku Ts'abah ini termasuk orang yang partisipasi dalam perang Ahzab. Nabi sallallahu alaihi wasallam mengirim pasukan kecil yang dipimpin oleh Muhammad bin Maslamah jumlahnya mereka 10 orang saja untuk mengetahui keadaan suku Tslabah. Namun ternyata suku ee suku Tsalaba ini, Teman-teman sekalian telah mempersiapkan diri dan mereka sudah berjaga-jaga jauh dari wilayah mereka. Karena mereka sudah dengar Nabi sallallahu alaihi wasallam sudah menghukum orang-orang yang ikut dalam perang Ahzab. Muhammad bin Maslamut itu radhiallahu anhu dan teman-temannya karena cuma 10 orang tidak menyangka kalau pasukan suku T'abah telah siaga sehingga mereka masih santai saja karena masih jauh dari wilayah suku Tsabah. Kurang lebih perjalanan masih 1 du hari sampai ke sana itu suku Tslabah rupanya sudah kirim mata-matanya ke sana dan diletakkan di tempat itu 100 orang dari suku Ts'abah. Maka waktu suku T'lamba melihat Muhammad bin Maslamah dan mengetahui adalah pasukan muslimin walaupun 10 orang, maka tiba-tiba mereka menyerang dan semua yang bersama suku yang bersama Muhammad bin Maslamah mati terbunuh sembilan orang dan Muhammad bin Maslamah sendiri yang sempat selamat. Itu pun Muhammad bin Maslam radhiallahu anhu terluka parah. Terluka parah. Dan Muhammad bin Maslamah menceritakan, "Aku menutup kedua kelopak mataku seakan-akan aku adalah orang yang sudah meninggal dunia." Ya. Kemudian mereka pun berusaha menendang, menusukin dengan pedang, memastikan kalau semua sudah mati. Maka terdengarlah suara mereka mengatakan mereka sudah mati. Mereka sudah mati. Lalu mereka mereka meninggalkan. Kata Muhammad bin Maslam, "Teman-temanku semua sudah mati terbunuh mati syid kecuali aku yang masih luka parah. Aku terus menutup mataku karena khawatir jangan sampai mereka masih melihat karena luka parah, enggak bisa melawan 100 orang itu. Maka pada saat itu pun dia mengatakan, "Ta-tiba aku mendengar ada suara ee kuda yang mendekat dan aku terus menutup mataku sampai aku mendengarkan dia mengatakan innillahi wa inna ilaihi rojiun." Maka Muhammad bin Maslamah membuka matanya sambil mengatakan, "Wahai Muslim, aku masih hidup maka tolonglah aku." Ternyata dia adalah seorang muslim yang mau datang menuju ke Madinah untuk bertemu dengan Nabi alaihialatu wasalam. Saat Nabi sallallahu alaihi wasallam mengetahui persiapan suku Ts'abah, maka beliau sallallahu alaihi wasallam mengutus pasukan besar akhirnya yang dipimpin oleh Abu Ubaidah bin Jarrah radhiallahu anhu. Dan akhirnya Abu Ubaidah menyerang mereka suku Tsalabah sampai ke pemukimannya dan berhasil memporak-porakkan mereka yang akhirnya mereka dikalahkan. Dan Abu Ubaidah bin Jarrah sempat menawan seseorang yang akhirnya setelah tiba di Madinah ia pun masuk Islam. Orang itu masuk Islam dan dia membawa banyak sekali ganima. Selanjutnya sariah jamuh. Sariah berarti Nabi tidak ikut sallallahu alaihi wasallam dan pasukan kecil dikenal dengan sariah jamu. Nabi sallallahu alaihi wasallam mengutus ya kurang lebih pada saat itu awalnya cuma kecil 70 orang. Setelahnya Nabi sallallahu alaihi wasallam membentuk pasukan yang besar sekalian dilengkapkan jadi 700 orang. Awalnya kata ulama sejarah menjadi syariah dan akhirnya menjadi sebuah pasukan. dikenal dengan syariah jamu karena awalnya cuma 70 orang. Dipimpin oleh Zaid ibn Haritah radhiallahu anhu. Zaid ibn Haritah adalah anak angkat, mantan anak angkat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Karena sudah tidak ada lagi istilah itu. Setelah dilarang oleh Allah subhanahu wa taala untuk menjadi anak angkat Nabi alaihialatu wasalam. Ia tujuannya untuk menyerang suku Sulaim. Saya sudah jelaskan juga, saya ulangi kembali. Suku-suku yang besar bergabung di Ahzab adalah Quraisy, Gatafan, Sulaim, kemudian Nadir dan Khinuqa Nadir dan suku Yahudi. Tujuannya menyerang suku Sulaim dan ikut yang ikut partisipasi dalam perang Ahzab dan mereka melarikan diri. Sisa-sisa suku yang terlibat ada di sekitar suku Sulaim juga sekalian diserang oleh Muhammad oleh Zaid bin Haritah dan berhasil mengalahkan mereka. Pada saat itu Nabi sallallahu alaihi wasallam mengikuti keadaan suku-suku Arab yang hidup yang yang hidup saling menyerang. Ee maaf pada saat itu Nabi sallallahu alaihi wasallam mengikuti keadaan suku-suku Arab yang hidup saling menyerang dan merebut kekuasaan satu sama yang lain. Setelah itu Nabi sallallahu alaihi wasallam mendakwahi mereka. Dan Nabi sallallahu alaihi wasallam pada saat mengirim pasukan ini, beliau sekalian menyiti pesan kepada Zaid bin Harithah, "Serang! Kalau ada suku-suku yang juga ikut, yang kecil-kecil yang ikut serang semuanya di sekitar situ. Setelah dikalahkan tadi suku Sulaim ini, yang lainnya juga pada dikalahkan. Dan Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan, "Dan perhatikan kalau ada suku-suku Arab di situ yang tidak ikut Ahzab tapi kerja mereka selalu hidup dari peperangan, maka ajak mereka damai lalu dakwahkan Islam kepada mereka." Dan ini Zaid bin Haritah berhasil menjalankan misinya. Kemudian ada Hamlat isyk. Hamlat isyk. Ya, isyk teman-teman sekalian, sebuah wilayah yang dipenuhi dengan kebun-kebun luas dan padat dan sangat cocok bagi yang mau menyembunyikan diri. Diistilahkan dengan isyk. Pasukan yang dipimpin oleh Zaid bin Haritah dengan jumlah 150 personil. Tujuannya adalah kafilah dagang Quraisy. Jadi setelah Zaid bin Haritah balik ke Madinah, Nabi sallallahu alaihi wasallam utus lagi kembali. Kali ini bukan lagi dengan 700 orang, tapi dengan 150 orang saja. Tujuannya untuk menahan kafilah Quraisy ya yang lewat di wilayah ISQ. Isk ini ada dari negeri Syam menuju ke Makkah lewati Madinah. Di antara Madinah sama negeri Syam. Sebuah wilayah yang rindang sekali karena di situ ada lembah. Lembah itu sering menampung air hujan. Jadi kalau ada hujan sering menampung jadi ada mata-mata air sehingga membuat banyak pohon-pohon tumbuh di situ. Dikenal dengan wilayah isyk. Pada saat itu, Teman-teman sekalian, Zaid bin Haritah tujuannya diutus Nabi sallallahu alaihi wasallam untuk menahan kafilah Quraisy. Sal pada saat itu berhasil kafilah Quraisy lewat diserang oleh Zaid bin Haritah dan berhasil mengambil kafilah tersebut dan menawan seseorang yang bernama Abul Ash. Siapa Abul Ash ini? Ini adalah anak mantu Nabi alaihialatu wasalam. suaminya Zainab radhiallahu anha Abul As. Jadi waktu Nabi sallallahu alaihi wasallam diutus jadi Nabi di Makkah, anak-anak beliau semua mengikrarkan syahadat, mengikrarkan Islamnya, ya. Mengikrarkan kenabian ayahnya, ya. Maksud saya di sini mengikrarkan kenabian ayahnya, ya. Maka pada saat itu, Teman-teman sekalian, satu-satunya kerabat Nabi maksudnya yang merupakan anak mantu beliau yang tidak masuk Islam adalah Abul Ash. Ya. Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam pisahkan dengan Zainab. dipisahkan. Dan ini sebuah hukum syari. Kalau wanita muslimah enggak boleh sama sekali disentuh oleh laki-laki kafir. Walaupun dasarnya tadinya suami istri, maka harus dipisahkan terlebih dahulu sampai suaminya masuk Islam. Gitu kan. Hukum syarinya begitu. Terjadi pada anak Nabi sallallahu alaihi wasallam, Zainab. Karena Abul As tidak mau masuk Islam maka Nabi pisahkan. Tapi masih status suami istri dipisahkan dalam kata tidak boleh berhubungan biologis di sini. Pada saat Nabi sallallahu alaihi wasallam bertakbir untuk salat karena dibawa Abul As ini dibawa ke Madinah. Rupanya Abul As ini tahu kalau Zainab ada dan Zainab belum menikah dengan muslimin walaupun sudah sekian tahun pisah. Kan sekarang kasusnya sudah tahun ke-6 Hijriah. Berarti sudah 6 tahun hijrah. Kasus dakwahnya Nabi sallallahu alaihi wasallam di Makkah 13 tahun. di awal Islam, di awal Islam tahun pertama masa kenabian. Jadi 13 tahun di Makkah tahun pertamanya Abul As sudah tidak mau masuk Islam. Berarti Abul As sudah pisah sama Zainab lama sekali nih. 13 tahun di Makkah tambah lagi 6 tahun di Madinah ini. Gitu kan sudah lama sekali belasan tahun. Abul As tahu informasi kalau Zainab belum menikah. Maka dia pun mengirim informasi minta tolong kepada muslim yang sedang menawannya, menjaganya. Sampaikan kepada Zainab salam saya dan tolong ya tebus saya. Minta supaya Zainab tebus. Dalam sebuah riwayat Bukhari dijelaskan Nabi sallallahu alaihi wasallam pada saat ya salat subuh dan seluruh sahabat ikut salat bertakbir, tiba-tiba saja saya selesai salat gitu kan ada suara dari saf perempuan suaranya Zainab. Zainab mengatakan, "Sungguh aku telah melindungi Abul Ash." Sungguh aku telah melindungi Abul Ash. Selesai salam, Nabi sallallahu alaihi wasallam tanya para sahabat, "Apakah kalian dengar apa yang tadi saya dengarkan?" Kata mereka, "Iya, ya Rasulullah." Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Demi Allah, aku benar-benar tidak tahu menawu masalah tersebut. Saya tidak tahu ini kalau dalam pasukan tadi dalam tawanan itu ada Abul As. Saya juga tidak tahu kalau anak saya Zainab mau minta melindungi mantan suaminya ini." gitu ya. Maka perkara ini aku serahkan pada kalian. Terserah muslimin ambil keputusan. Serentak seluruh sahabat berkata, "Sebagai penghormatan pada Anda wahai utusan Allah, kami menghormati Zainab dan karena itu kami bebaskan Abul Ass." Para sahabat pun hanya membebaskan Abul Ash. Dan serentak para sahabat juga sepakat membebaskan semua tawanan sebagai penghormatan pada kedudukan Abul Ash yang masih statusnya anak mantu Nabi cuma dalam keadaan kafir. Saat Abul As melihat kemuliaan akhlak para sahabat, bukan cuma dia yang dibebasin, tawanan bisa dibunuh. setiap saat. Bukan cuma dia, tapi teman-temannya semua dibebaskan karena justru memuliakan dia. Maka ia pun pamit pulang ke Makkah dari kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Tentu dia tidak belum kembali sama Zainab ini dalam keadaan kafir. Kemudian dia dia kembali ke Makkah lalu dia kembalikan semua amanah yang dititipkan sama dia. Jadi rupanya setelah Nabi sallallahu alaihi wasallam tinggalkan Makkah yang dipercaya oleh penduduk Makkah adalah Abul Ash. Anak mantu Nabi sallallahu alaihi wasallam. Berikanlah amanah-amanah. Karena dulu Nabi sallallahu alaihi wasallam tempat penitipan harta-hartanya orang-orang Makkah. Maka Abul As mengembalikan semua seraya dia berkata, "Apakah masih ada hak kalian padaku?" Hai penduduk Makkah, hai Quraisy. Penduduk Makkah ya mengamanahkan harta kepada Abu As berkata, "Sudah semua dan kami selalu menemukanmu jujur dan juga menjaga amanah." Abul As berkata, "Ketahuilah wahai penduduk Makkah, ashadu alla ilahaillallah wa anna muhammadar rasulullah. Akhirnya Abul Asuk Islam pada saat itu. Kemudian dia kembali ke Madinah dan kemudian dia menyampaikan kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dia Nabi sallallahu alaihi wasallam lalu dia mengatakan lagi, "Ya Rasulullah, saya sudah masuk Islam. Asyhadu alla ilahaillallah wa anna muhammadar rasulullah." Dan pada saat itu Nabi sallallahu alaihi wasallam mengembalikan Abul As dengan Zainab. Spontan langsung jadi suami istri. enggak melalui akad nikah lagi. Dan ini juga keluar sebuah hukum syari. Sebuah hukum syar'i di mana memang ya kalau orang dalam kondisi seperti ini suaminya kafir maka mereka dipisahkan secara biologis. Tapi kalau suaminya sudah masuk Islam maka disatukan lagi walaupun sudah berlalu beberapa tahun. Tentu secara hukum syari si muslimah ini kalau seandainya terpisahkan oleh suaminya ya dan dia mau menikah dengan laki-laki muslim ada syarat ada hukum syarinya juga terjadi. Beberapa sahabiat-sahabiat Nabi dari Makkah yang hijrah ke Madinah. Suaminya mereka dalam kondisi kafir. Karena yang hijrah dari Makkah kan ada yang ada yang laki-lakinya muslim, istrinya tetap kafir. Seperti Abdurrahman bin Auf radhiallahu anhu. Istrinya enggak mau masuk Islam. Dia ke Madinah lalu dia menikah sama wanita Ansar. Ada juga penduduk Makkah aslinya ya, penduduk Makkah asli perempuan masuk Islam, suaminya enggak mau. Lalu mereka hijrah ke Madinah. Allah Subhanahu wa taala melarang mengembalikan mereka ke suami-suami mereka setelah mereka suaminya seperti menyampaikan isu yang tidak benar mengatakan Muhammad telah merebut istri-istri kami. Tapi firman Allah turun melarang. Tidak boleh mukminah kembali dikembalikan kepada laki-laki musyrik. Haram buat mereka itu enggak boleh sama sekali. Maka ada beberapa sahabat yang sempat mau menikahi perempuan-perempuan dari Makkah ini. Keluarlah syariat pada saat itu, Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan, "Kalau kau mau nikahi, maka kembalikanlah mahar suaminya itu." Dari dulu suaminya kasih apa? Misalnya kasih kalau Indonesia misalnya uang R10 juta, maka bayar R0 juta itu kembalikan kepada suami yang barulah terhitung cerai. Boleh dinikahi. Boleh dinikahi. Ini bagian daripada hukum syariat. Allahuam yang kita sebutkan. Baik, sampai sini bahasan kita insyaallah dan kita akan lanjutkan nanti pertemuan akan datang dengan izin Allah Gazwat Bani Mustaliq. Gazwat Bani Mustaliq akan kita bahas dengan izin Allah pada pertemuan kita yang akan datang. Tentu juga itu pertemuan ee sebelum menjelang Ramadan nanti. Baik, kita berdoa kepada Allah subhanahu wa taala semoga bis kita diberkahi olehnya dan dijadikan sebagai tambahan amal kita pada hari kiamat. Semoga seluruh amal yang pernah kita kerjakan dan akan kita kerjakan sampai menjelang ajal datang nanti semua diterima dengan kemahamurahannya. Dan semoga semua dosa yang pernah kita kerjakan sekecil sampai sebesar apapun diganti dengan kemahamurahnya menjadi pahala. Semoga orang yang sakit disembuhkan penyakitnya. Yang tidak hutang dilunasi hutangnya. Yang belum menikah dimunakan menikah dengan wanita yang salhah dan laki-laki yang saleh bagi perempuannya. Dan semoga yang belum memiliki keturunan diberikan keturunan yang baik, yang saleh. Dan semoga saja yang sudah punya keturunan dijadikan anak-anak yang baik dan berbakti. Dan kita berdoa agar Indonesia menjadi negara yang aman, makmur, damai. Seluruh umat Islam berada di bawah naungan ukhuwah islamiah dan angkat perselisihan di antara mereka. Dan semoga saja seluruh Indonesia diberikan juga pemimpin muslim yang kembali kepada Al-Qur'an dan sunah. Dan semoga Indonesia menjadi contoh bagi negara lain. Tidak pernah lupa kita doakan saudara kita di Palestina, di Syria, di Yaman, di Irak, di Myanmar, di Asa, di mana pun mereka berada sedang tertindas. Semoga Allah ikhlaskan niat mereka, terima para syuhada mereka, muliakan Islam di tangan mereka dan tangan kita semua. Dan semoga Allah partisipasikan kita bersama mereka di pahala baik dengan doa, dengan harta juga dengan jiwa kita. Dan semoga Allah dengan kemaha murahnya menyatukan kita semua di surga firdausnya tanpa hisab. Semana satukan kita di majelis ilmu yang mulia ini. Kalau benar dari Allah kepada saudara saya mohon dimaafkan. Subhanakallahua ilahailla an astagfiruka. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullah.