Transcript
puui3CQSRmg • Kajian Tematik - Kiat-Kiat Menghidupkan Bulan Ramadhan, Khalid Basalamah (2017)
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/khalidbasalamah/.shards/text-0001.zst#text/0060_puui3CQSRmg.txt
Kind: captions Language: id Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah selalu kita memuji Tuhan kita Allah sebagaimana layaknya dipuji sebagai pencipta dan juga kita panjatkan selawat dan taslim kepada Nabi Besar Muhammad sallallahu ala alihi wasahbihi wasallam sebagaimana Allah telah memerintahkannya untuk kita. Baiklah, kita akan bahas tentang ee dimulai Ramadan ini dengan motivasi. Setiap tiba Ramadan, saudaraku seiman, Rasulullah sallallahu alaihi wasallam selalu bersabda dan setiap momen sebelum Ramadan selalu hadis yang serupa. Beliau mengatakan, "Hai manusia, telah sampai kepada kalian bulan Ramadan di depan mata sekarang." Nah, seperti kita ini tinggal tunggu hari insyaallah bulan yang penuh dengan berkah dan rahmah. Yang dimaksud dengan penuh dengan berkah adalah segala sesuatunya akan cukup bahkan melebihi kebutuhan. Seperti kasus misalnya ee makanan dan minuman ya di bulan Ramadan itu kita tahu walaupun kita sahurnya sedikit ya mungkin buka puasanya sedikit cukup-cukup saja ya. Bahkan kadang-kadang, Subhanallah, kita sudah makan beberapa butir atau beberapa ee kue kecil saja itu sudah terasa kenyang. Begitu pula dengan minuman. Kita cukup dengan minum dua t gelas sudah terasa dahaga kita yang 8 jam hilang semuanya. Waktu juga sangat panjang kita merasakan dari pagi rasanya lama sampai menjelang buka puasa. tentu bukan untuk berlihai-lehai, tapi itu adalah ee karunia dan berkah dari Allah agar kita betul-betul memaksimalkan waktu. Karena agama Islam adalah agama motorik dan bukan agama vakum. Agama yang tidak mengenal kata-kata kalah, tidak mengenal kata-kata putus asa, tidak mengenal kata-kata tidak bisa, tidak mengenal kata-kata terlambat. Semua dalam kamus itu bagi seorang muslim tidak ada lagi di kamus benaknya atau di otaknya. Karena kita tahu dalam peperangan jihad misalnya, kita tidak pernah mengenal kata-kata kalah. Kalau kita semua terbunuh berarti kita menang mati syahid. Walaupun musuh menganggap dirinya menang atau kita menang melawan mereka. Islam menyuruh kita kalau di tangan kita ada bibit dan besok kiamat disuruh tancapin walaupun besok kiamat. Tidak ada kata putus asa. Seseorang pernah diceritakan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam membunuh 99 jiwa. Lalu dia datang kepada seorang abid dan dia mengatakan, "Bisa enggak saya tobat orang abid ini?" Abid ini artinya orang yang suka ibadah tapi enggak punya ilmu. Lalu dia bilang, "Enggak mungkin kau diterima tobatmu. Sudah bunuh 99 jiwa." Lalu dibunuhlah orang ini sehingga genap 100. Lalu kemudian datang orang yang dia datangi seorang yang alim lalu bertanya, "Apakah saya masih bisa diampuni dosa saya sementara saya sudah bunuh 100 orang?" Kata dia, "Rahmatnya Allah luas." Maka dia pun bertobat dan masuk ke dalam surga. Agama Islam agama yang mulia. Kita berbuat dosa sekian puluh tahun pun selama kita masih hidup masih bisa dimaafkan oleh sang pencipta Allah. Agama yang tidak pernah mengenal putus asa. Semuanya kebaikan-kebaikan semua yang diperintahkan baik semuanya. Disuruh berbakti sama orang tua jujur, amanah, tanggung jawab, dermawan, ramah, santun, segala macam. Dan dilarang semua yang buruk-buruk. Kasar, mencuri, mengambil haknya orang lain, apalah segala macam dilarang. Maka kita tahu agama yang sangat luar biasa. Dan Allah Subhanahu wa taala dengan kemahammurahnya memang memilih beberapa tempat yang dimuliakan dari tempat yang lain. Iya, seperti kasus Makkah dan Madinah dipilih dari tempat yang lain misalnya. Allah juga memilih dari kalangan malaikat. Ada Jibril, Mikail, Israfil sebagai pemimpin dibandingkan malaikat yang lainnya. Walaupun semuanya mulia. Dipilih juga dari para nabi-nabi di daripada manusia dan nabi-nabi dan rasul. Begitu pula dipilih dari waktu ada bulan Ramadan dibandingkan bulan-bulan yang lain. Makanya Nabi sallallahu alaihi wasallam menggembirakan para sahabat mengatakan akan datang atau telah datang kepada kalian bulan yang penuh dengan berkah plus rahmah. Rahmah adalah kasih sayang dari Allah. Karunia Allah akan berikan kita memenuhi segala kebutuhan. Bahkan jarang sekali mungkin tidak ada kita dengar di bulan Ramadan ada orang kelaparan atau ada orang kehausan karena memang banyak orang yang berbagi, orang yang bersedekah gitu kan. Dan rahmatnya Allah yang sangat luas. Di bulan Ramadan kita ditraining secara massal untuk menjadi orang baik. Bulan Ramadan mayoritas muslimin puasa di siang hari. Malam harinya mereka tarawih. Kita masuk masjid berlubah-lubah baca Quran. Orang semua sedang berbuat baik. Kalau bulan Ramadan tidak bisa mengubah dengan rahmatnya Allah kita menjadi baik, kira-kira kapan kita akan menjadi baik? Lalu kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Pada bulan itu Allah melihat persaingan kalian. Tunjukkanlah yang terbaik dari kalian. Bulan itu Allah tutup semua pintu neraka, Allah buka semua pintu surga. Allah ikat semua setan-setan yang jahat. Apa yang dimaksud dengan dibuka pintu surga dan ditutup pintu neraka? Sementara kita kalaupun dibuka sekarang pintu surga, kita enggak bisa masuk ke dalamnya, belum meninggal. Itu pun nanti harus melalui proses akhirat baru masuk ke sana. Begitu dengan ditutupnya neraka atau dibukanya kita tidak tahu akan apa fungsinya. Hadis mengatakan yang dimaksud pendaftaran dibuka pendaftaran untuk masuk ke dalam surga. Iklan resmi dari sang pencipta Allah. Wahai muslimin, tanggal 1 Ramadan sampai 30 Ramadan dibuka bagi yang mau mendaftar masuk ke surga. Kita tahu kalau sebuah kampus membuka pendaftaran dari tanggal 1 Januari sampai 31 Januari, orang yang mendaftar kemudian besar diterima. Orang yang melewati itu bisa diterima, bisa Ramadan untuk itu. Dan kita harus tahu juga seseorang di antara kita sudah punya tempat sekarang di surga dan sudah punya tempat di neraka. Kalau kita meninggal dalam keadaan beriman dan banyak beramal saleh, kita akan masuk menempati tempat kita di surga dan tempat neraka akan diberi kepada orang-orang yang kuasa Allah akan diberikan ke siapapun yang dari hambanya disiksa. Kalau seseorang meninggal fasik, ada dosanya walaupun dia muslim, tidak sempat taubat, maka dia akan melewati nerakanya kemudian dia masuk ke surganya. Kalau dia meninggal dalam keadaan kafir, dia akan langsung masuk ke nerakanya dan tempatnya di surga dengan izin Allah diberikan kepada siapa yang dia inginkan. Di bulan Ramadan terbuka pendaftaran masuk surga dan dihapus nama-nama setiap orang di antara kita dari api neraka. Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan, "Sesungguhnya di setiap tiba Allah memiliki penghapusan nama hamba-hambanya dari api neraka." Dan itu terjadi pada setiap malam dari Ramadan. Juga dalam hadis yang lain, kalau tiba Ramadan maka Allah menurunkan malaikat kemudian malaikat itu menyeru mengatakan, "Hai pelaku kebaikan, bersegeralah mendinggikan derajatmu di surga karena surga sedang dibuka pintunya." Kalau kita biasa di level A pindah ke level yang lain lebih tinggi. Dan hai pelaku keburukan, berhentilah dan bertaubatlah karena pintu neraka sedang ditutup. Jadi seperti orang kalau buat kriminal enggak masuk penjara. Tentu bukan kita mudah-mudahkan supaya buat kriminal. Tidak. Artinya saatnya dia bertobat kembali ke jalan Allah Subhanahu wa taala. Dan setan-setan belenggu. Musuh kita yang biasa menyesatkan kita dari jalan Allah. belenggu namanya dibelenggu ini leher, tangan, dan kaki diikat. Kalau kita sedang lomba lari kemudian ada ya setan, ada musuh kita yang sedang bersama dengan kita berlomba lari lalu dia dibelenggu kita, kita tetap akan menang. Jalan santai pun kita akan menang. Dan ada orang yang sayang sekali begitu tiba Idul Fitri bila Allah panjangkan umurnya dia sudah sampai di garis finish tinggal selangkah lagi. Memicu lebih cepat. Enggak dia duduk berhenti menunggu setan atau musuhnya mendekat sehingga kembali lagi pada kemaksiatan dan pelanggaran-pelanggaran agama yang telah dilarang. sekalian, Ramadan harus betul-betul dijadikan momen perbaikan jiwa menjadi lebih baik dari sebelumnya. Dan ada di buku kita ini kiat-ki menghidupkan bulan Ramadan ada dua bahasan. Bahasan yang pertama berhubungan dengan 10 jenis amal saleh yang sangat ditekankan. Kemudian juga ada tuntunan praktis puasa Nabi Muhammad sallallahu ala alihi wasahbihi wasallam. Sebagaimana kalau Bapak Ibu lihat daftar isinya ada itu ya. Setelah mukadimah ada amal-amal saleh di bulan Ramadan 10 poin. Kemudian ada yang sebelahnya tuntunan praktis puasa Nabi sallallahu alaihi wasallam dari defini definisi puasa, hukum-hukum puasa, keutamaan puasa dan seterusnya sampai hukum-hukum puasa bagi wanita. Dan ini saya harapkan setengah buku ee dari judul tuntunan praktis ini ee Bapak Ibu baca sendiri di rumah. Saya tinggal fokus ke 10 amal. yang diperintahkan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Yang pertama, Teman-teman sekalian, kita akan lihat dulu dari halaman du ya, bagaimana menyambut kedatangan bulan Ramadan. Allah Subhanahu wa taala berfirman dalam surah Albaqarah ayat 185. Auzubillahiminasyaitanirrajim. Syahr Ramadan alladzi unzila fihil quranu hudan linasiyinti minal huda wal furqan. Al-A. Beberapa hari yang ditentukan itu ialah bulan Ramadan. Bulan di dalamnya diturunkan permulaan pertama sekali turun Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda antara hak yang batil dan yang batil. Saudaraku yang mulia, kata penulis, Allah Taala mengistimewakan bulan Ramadan dari bulan-bulan lainnya dengan berbagai keistimewaan dan keutamaan di antaranya bahwa mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma kasturi. Nanti kita baca hadis ini ya. Para malaikat memohonkan ampunan bagi orang-orang yang puasa hingga berbuka puasa setiap hari Ramadan. Bulan Ramadan Allah Subhanahu wa taala menghiasi surganya seraya berkata, "Hampir tiba saatnya para hamba-hambaku yang saleh melepaskan segala beban dan gangguan serta menuju kepada engkau hai surga. Para setan dibelenggung, pintu-pintu surga dibuka dan pintu neraka ditutup. Di dalamnya terdapat malam lailatul qadar. Malam lebih baik daripada 1000 bulan. Akan diberi pengampunan bagi orang yang berpuasa pada malam terakhir bulan-bulan Ramadan. Kemudian Allah Subhanahu wa taala membebaskan hamba-hambanya dari neraka pada setiap malam dari bulan Ramadan. Ini garis besarnya tentunya. Saya langsung masuk ke poinnya. Kita masuk ke halaman 5. Amal-amal saleh di bulan Ramadan. Yang pertama, bulan Ramadan dikenal juga dengan bulan puasa. Ibadah puasa. Ibadah puasa, Saudara seiman, adalah ibadah yang paling besar pahalanya dan tidak ada yang bisa menyainginya ibadah apapun selain daripada puasa. Sesuai dengan hadis Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dalam hadis yang sahih diriwayatkan oleh Imam Bukhari Muslim. am adam lahu alhazur amal ibadah baniam adalah miliknya dan setiap kebaikan akan dibalas 10 kali lipat hingga 700 kali lipat. Artinya salat, zakat, haji, bakti sama orang tua itu kadar pahalanya bisa 10 sampai 700 kali lipat. Tergantung kadar keikhlasan seseorang. Kecuali kata Allah Subhanahu wa taala, kecuali ibadah puasa. Sesungguhnya ia adalah milikku dan aku akan langsung membalasnya. Sebabnya pahala lebih besar pahala ee puasa lebih besar pahalanya. Karena seseorang yang berpuasa telah menahan diri dari syahwat, makanan dan minuman. Karena aku, kata Allah, karena aku semata. Ada dua kegembiraan bagi orang yang sedang berpuasa. Kegembiraan saat ia berbuka. Kata ulama hadis, ada tiga maknanya ini. Yang pertama, gembira karena dia berhasil menghilangkan rasa hausnya yang sudah dia tahan dan laparan dari pagi hari. Kegembiraan yang lebih tinggi daripada itu adalah berhasilnya dia mengalahkan setan. Karena dari sebelum sahur setan goda dia supaya tidak puasa, tapi dia terus bertahan sampai azan magrib. maka dia gembira karena dia berhasil menang. Dan yang ketiga adalah kegembiraan dia karena dia bisa mendapatkan pahala berlipat-lipat pada saat berbuka dengan cara membuka puasakan orang lain juga. Nanti akan kita bahas poin yang ketiga ini. Dan yang kedua adalah kegembiraan takala bertemu dengan Allah karena masuk ke dalam surga. Dan sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma minyak kasturi. Kata para ulama hadis maksudnya adalah ahli surga nanti dari orang yang suka puasa. Kalau dia ngomong, maka bau kasturi yang keluar. Dan ini minyak yang sangat wangi dan mahal. Sekarang pun ada tentunya dijual dengan nama kasuri. Tapi bukan kasturi itu yang dimaksud. Karena kasuri di surga nanti beda. Semua yang disebutkan dalam Al-Qur'an yang mirip namanya dengan nama-nama dunia. Seperti misalnya disebutkan buah delima, buah kurma, ya anggur dalam Al-Qur'an, pisang itu cuma sama namanya dengan dunia tapi beda bentuk dan rasanya. Sebagaimana contoh misalnya hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam yang berbunyi, "Buah kurmanya surga satunya besarnya seperti nampan tempayan, tempat makanan yang besar ya itu besar sekali dan lebih lembut daripada bui, lebih manis daripada madu." Jadi hanya sama namanya tapi beda bentuk dan rasanya. Begitu pula dengan masalah ini. Nah, sebagaimana kita tahu juga lukanya orang yang mati syahid lebih wangi dari bau kasturi gitu kan. Semua itu menandakan memang lebih wangi. Cuman istilah nama sama tapi di akhirat jauh lebih baik. Hadis selanjutnya adalah hadis Bukhari Muslim. Dan ini penting sekali dua syarat mutlak digaris bawahi kalau yang punya pena. Sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Man shana imanan." Ini imanan garis bawahi. Wahtisaba ini juga digaris bawahi. Gufira lahu ma taqaddam min dzambih. Barang siapa yang berpuasa karena keimanan. Jadi bukan puasa karena semua teman-teman kita puasa, karena lingkungan kita puasa, karena pasangan kita puasa, karena enggak enak sama orang. Enggak. Orang seluruh dunia tidak puasa pun kita tetap puasa sendiri. Keimanan antara kita dengan sang pencipta Allah. Yang kedua, dan semata mengharap pahalanya. Iisab mengejar pahala-pahala itu, niscaya diampuni dosanya yang telah lalu, dibersihkan semua. Kata penulis, "Tentu saja pahala yang besar ini tidak diberikan kepada orang yang menahan diri dari makan dan minum saja. Namun diperuntukkan bagi orang yang benar-benar mengaplikasikan nilai-nilai puasa. Kalau dia cuma tahan lapar, tahan haus, tapi dosa setiap hari dikerjakan, maka juga puasanya tidak diterima. Contoh misalnya orang tetap puasa tapi tetap dusta." Hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam riwayat Bukhari berbunyiam. Barang siapa yang tidak menahan diri dari ucapan dusta dan perbuatan dusta, maka sedikit pun Allah tidak sudi menerima puasanya meskipun ia menahan diri dari makan dan minum. Juga dalam riwayat Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda riwayat yang lain hadis riwayat Imam Bukhari Muslim. Assumu junah. Faidza yaumai ahadikum fala yarfud wala yabsukq wala yajhal. Tolong tiga kalimat ini digaris bawahi ya. Fala yarfuz. Kata-kata yarfud. Wala yafsuk. Ini juga digaris bawahi. Wala yajhal. Tiga ini nanti saya terjemahkan. Fainabahu ahadun falyaakl inniruun shim. Ibadah puasa laksana perisai. Di dalam riwayatnya dikatakan seperti perisai seseorang di antara kalian menangkis serangan musuh. maksudnya perisai dari api neraka. Kalau ada orang yang mau jadikan puasanya sebagai perisai dari api neraka, dia enggak masuk neraka karena puasa, maka jika dia puasa janganlah dia berbuat yang senonoh, yang tidak senonoh. Ya, di sini terjemahannya masih global kalau tidak senono. Tapi makna rafat ya adalah mengucapkan kalimat syahwat kepada selain pasangan halal, sayang, cinta, rindu, apalah, kekasih. Ini semua hanya boleh pada istri atau suami. Suami istri pun boleh mengucapkan tapi hubungan biologisnya enggak boleh. Tapi ini kalau umum enggak boleh. Siapa yang mau selamat dari api neraka dengan puasanya jangan rafat, jangan fusuk. Di sini diterjemahkan berbuat jahat. Tapi sebenarnya terjemahannya bukan berbuat jahat. Fusuk itu adalah menyentuh secara fisik. Kayak pegang, cium, peluk, ya. Yang bukan dengan pasangan halal. Kemudian yajhal. Di sini ditulis berbuat jahil. Sebenarnya maknanya adalah buat sia-sia. Ya, seperti banyak orang yang saya pernah kasih contoh. Ramadan habis waktunya semua di mall. Mall baru buka jam 10. pagi dia nomor satu antri ya. Kemudian putar-putar sampai buka puasa ya. Enggak juga belanja enggak juga buat apa-apa. Kenapa tunggu buka puasa? Kenapa ini sia-sia? Ya, ada orang yang puasanya diisi hanya dengan tidur. Puasa puasanya cuma 1 jam dari pagi sampai menjelang jam 5.00 sore baru bangun. Baru mandi siap buka puasa. Ya, ada orang juga yang habisin waktu main gaplay, buang-buang waktu omong kosong. Ini semua gak ada manfaatnya buat dia. Kenapa enggak majelis ilmu? Kenapa enggak apalah baca Quran? Atau mungkin kembangkan usaha sesuatu mencari nafkah yang halal boleh. Yang baik-baik semuanya. Lalu kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, jika ada yang memaki dirinya ya atau misalnya mengajaknya bertengkar, maka dia harus berkata, "Saya sedang berpuasa." Apa maknanya? Tentu teman-teman sekalian, dalam Islam termasuk kehormatan diri kita, kita enggak berkelahi sama orang. Jadi kalau mau tunjukkan kekuatan nanti dikanca peperangan jihad ada tapi sama istri, sama suami, sama anak, sama teman bukan tempatnya berkelahi ini gitu. Kalau ada orang yang ajak bertengkar maka tinggalkan saja, biarin dia bertengkar sama tembok ya. Enggak perlu kita layi. Sudah gak pernah ada gunanya gitu. Buangembuang energi untuk apa gitu. Dan Ramadan bulan pelatihan untuk itu. Membiasakan diri untuk tidak bertengkar. Makanya kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, kalau dia dicaci dia bertengkar, maaf saya lagi ikuti program puasa, enggak boleh. Puasa melarang saya untuk dilatih sebulan agar terbiasa mengontrol emosi setelah Ramadan. Karena penyebab penyakit keras ini, penyakit yang masalah stroke, darah tinggi segala macam karena emosional ya. Maka dikontrol dengan puasa Ramadan. Ya, itu maksudnya di sini kata beliau penulis, "Wahai hamba Allah, jika Anda telah berpuasa, maka puasakanlah juga pendengaran, penglihatan, lisan, dan seluruh anggota badan Anda. Jangan samakan antara hari berpuasa Anda dengan hari-hari lainnya. Ada juga orang dari pagi sampai malam nonton terus film, gonta-ganti dari film ini ke film itu. Kenapa ini? Dari dosa ke dosa kan sia-sia. melihat auratnya orang, mendengarkan cerita bohong, dengarin musik apalah segala macam. Jadi dosa lagi ya pelatihan Ramadan untuk memperbaiki kita lebih dekat kepada sang pencipta Allah gitu kan. Berada di zona yang aman dari semua pintu yang setan bisa masuk karena setan lagi dibelenggu. Yang kedua salat tarawih. Tarawih adalah santai. Artinya sebenarnya tarawih qiyamulail, qiyamur Ramadan ya ee tahajud sama saja cuma beda-beda nama. Khusus di bulan Ramadan dikatakan tarawih karena kita lebih santai setelah salat bak'd isya sudah bisa tahajud. Di luar Ramadan kita dianjurkan tidur dulu diakhirkan di akhir malam gitu kan. Jadi, makanya dikatakan dia salat tarawih, orang santai di situ. Nah, salat tarawih sangat ditekankan dalam Islam ya walaupun dia hukumnya sunah sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam riwayat Bukhari Muslim. Faedahnya besar sekali bisa membersihkan dosa-dosa kita yang lalu. Manama ramadana imanan wahtisaba gufir lahu ma takaddam min dzambi. Barang siapa menunaikan qiamullail pada bulan Ramadan karena keimanan sama tadi bukan karena teman-teman kita aja. Bukan karena tidak enak. Memang saya ke masjid mau salat tarawih karena perintah Allah. Orang tidak ada yang tarawih pun kita tetap tarawih. Gulah. Dan mengharapkan pahalanya maka akan diampuni semua dosa-dosanya yang lalu. Salat malam sangat ditekankan, Teman-teman sekalian. Sebagaimana misalnya dalam surah Al-Furqan ayat 63 64. Auzubillahiminasyaitanirrajim. Wa ibadahmanilladina yamsyuna al ardhi hauna waid khatabahumul jahiluna salama walladina yabitunbihim sujad waqiama. Dan hamba-hamba yang baik dari Rabb yang Maha Penyayang. Maksudnya orang-orang yang berprestasi dari hamba-hamba Allah ialah orang-orang yang berjalan di muka bumi dengan rendah hati, enggak ada kesombongan. Ya. Dan apabila orang-orang yang jahil menyapa mereka tadi diajak berkelahi, diajak bertengkar, maka mereka mengucapkan kata-kata yang mengandung keselamatan. Ya sudahlah terserah kamu. Bertengkar deh sama tembok atau pohon sana. Ya, saya enggak mau ikut-ikutan ya. Dan orang-orang ini saksi bahasan yang melalui malam-malam hari mereka dengan sujud dan berdiri untuk Rabb mereka. Mengerjakan salat malam adalah kebiasaan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dan para sahabat juga ridwanullahi alaihim. Sehingga Aisyah radhiallahu anha berkata, "Janganlah kalian tinggalkan salat malam. Sebab Rasulullah sallallahu alaihi wasallam tidak pernah meninggalkannya. Kendati pun beliau sakit atau sedang lesu. Beliau tetap mengerjakannya dengan duduk. Kalau capek betul-betul boleh. Dan di salat sunah, Teman-teman sekalian, kita boleh kerjakan walaupun kita duduk kalau sunah. Salat sunah, walaupun kita tidak capek, misal salat bak isya, saya enggak mau berdiri, saya mau duduk aja boleh. Tapi pahalanya setengah pahala orang yang berdiri. Salat wajib enggak boleh. Harus ada uzur baru bisa duduk. Makanya di sini dikatakan kalau Nabi sallallahu alaihi wasallam betul-betul lesu, capek, beliau kerjakan salat tahajud dengan duduk pun gitu kan. Dan alhamdulillah tidak makan waktu yang lama gitu. Ramadan mengajar kita untuk itu. Jadi sebulan penuh kita dibiasakan untuk salat tarawih. Dan alhamdulillah di Indonesia semua masjid kita menghidupkan itu agar kita terbiasa menerapkannya dalam kehidupan kita. Umar bin Khattab radhiallahu anhu biasa mengerjakan salat malam. Bila tiba di pertengahan malam, beliau segera membangunkan keluarganya untuk salat. Beliau sambil berseru salat. Salat seraya membaca firman Allah dalam surah Thaha ayat 132. Azubillahiminasyaitanirrajim. Dan suruhlah keluargamu mendirikan salat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak pernah meminta rezeki kepada kalian. Kamilah yang memberi rezeki kepada kalian. Dan akibat yang baik itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa. Ibnu Umar radhiallahu anhuma pernah membaca firman Allah dalam surah Az-Zumar ayat 9. Auzubillahiminasyaitanirrajim. akah. Apakah kamu wahai orang-orang musyrik di Mekah lebih beruntung ataukah orang-orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri sedangkan ia takut kepada azab akhirat dan mengharapkan rahmat Rabbnya. Ibnu Umar berkata, "Orang yang dimaksud dalam ayat ini adalah Utsman bin Affan radhiallahu anhu." Ibnu Abi Hatim berkata, "Ibnu Umar radhiallahu anhu mengatakan hal itu karena banyaknya salat malam dan tilawah yang dilakukan oleh Amirul Mukminin Utsman bin Affan hingga perhatikan kalimat ini ya, terkadang beliau membaca seluruh Al-Qur'an dalam satu rakaat." Dalam riwayat lain dikatakan Utsman bin Affan baca 30 juz di rakaat terakhir witir yang biasa Bapak Ibu baca qulallah ahad itu. Nah, nah itu Utsman bin Affan baca 30 juz ya. Ada yang bilang bagaimana bisa ya itu kuasa Allah berkahi. Yang penting kalau orang sudah rutin kerjakan Allah akan berkahi waktunya. Alqamah bin Qais menceritakan pada suatu ketika aku bermalam bersama Abdullah bin Mas'ud radhiallahu anhu. Bangun untuk salat pada awal malam. Beliau membaca surah seperti bacaan imam di masjid. Maksudnya dengan mengeraskan suara. Beliau baca dengan tartil. Tartil artinya tanpa terburu-buru hingga dapat didengar oleh orang yang berada di dekatnya. Beliau terus salat salat hingga menjelang terbit fajar. Antara selesai salat malam dengan terbit fajar jaraknya kira-kira antara azan magrib hingga selesai salat magrib. Setelah itu beliau mengerjakan salat witir. Artinya orang ini alqamah menceritakan tentang salat malamnya sahabat Nabi yang bernama Abdullah bin Mas'ud radhiallahu anhu. Di dalam riwayat lain Assaib bin Zaid disebutkan ee dia bahwa ia berkata, "Pada saat itu imam membaca beratus-ratus ayat di salat malam. Dia ikut berjemaah sehingga kami bersandar dengan tongkat karena lamanya berdiri. Lalu ia berkata, "Kami baru selesai saat menjelang fajar datang." Catatannya di sini, "Wahai saudaraku," kata beliau, sebaiknya pada saat engkau salat tarawih engkau menyempurnakan salat tarawih bersama imam agar engkau termasuk orang-orang yang menghidupkan Ramadan dengan semalam suntuk salat malam. Sebagaimana sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam riwayat Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa dan Ibnu Majah. Manq ma imami hatta yansifaam lailah. Barang siapa yang salat tarawih bersama imam hingga selesai, maka akan dituliskan baginya pahala salat semalam suntuk. Dibayangkan kalau kita habis salat Isya, kita salat dua rakaat nih untuk qiamullail salam. Salat lagi salam sampai subuh itu berat sekali. Tapi bisa kita dapatkan dengan cara salat berjamaah tarawih bersama imam di masjid laki-laki atau perempuan gitu kan. Sama saja perintahnya. Kemudian imamnya bubar sampai bubar maksudnya sampai selesai salat witirnya maka dicatat bagi kita semalam suntuk salat. Makanya saya sarankan teman-teman sekalian kalau mau salat 8 rakaat atau 11 rakaat salat di masjid yang 11 rakaat supaya kita bubar bersama imam g kan. Kalau imamnya selesai salam sudah bubar namanya salat witir. Kalau imamnya masih ngobrol enggak ada masalah yang penting sudah selesai bubar salatnya. Kalau kita mau salat 23 syariat masjid yang 23 gitu kan. Supaya lebih tepat mendapatkan pahala ini. Yang ketiga, sedekah. Disebutkan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam adalah orang yang sangat dermawan dan kedermawan beliau semakin bertambah di bulan Ramadan. Kebaikan-kebaikan yang beliau lakukan di bulan Ramadan melebihi angin yang terhembus. Maksudnya saking semangatnya Nabi sallallahu alaihi wasallam lakukan. Dalam sebuah hadis beliau sallallahu alaihi wasallam bersabda dalam hadis riwayat Tirmidzi dari Anas radhiallahu anhu, afdalusodqati shodqatun fi Ramadan. Sodqah yang paling utama adalah pada bulan Ramadan. Zaid ibn Salim meriwayatkan dari ayahandanya bahwasanya dia berkata, "Saya mendengar Umar bin Khattab radhiallahu anhu berkata, Rasulullah sallallahu alaihi wasallam memerintahkan kami agar bersedekah dan kebetulan aku sedang memiliki harta." Jadi Umar bercerita di sini, "Maka aku berkata pada hari ini aku akan melebihi Abu Bakar." Karena selama ini Umar selalu menganggap mau bersaing dengan Abu Bakar dalam hal-hal ibadah. Karena Abu Bakar sangat luar biasa dalam mengerjakan. Satu waktu Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bilang, "Ayo sedekah." Umar bilang, "Hari ini aku akan mengalahkan Abu Bakar." Umar berkata, "Lalu aku pun membawa setengah hartaku. Lalu Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda kepadaku, "Apa yang kamu tinggalkan untuk keluargamu?" Maka Umar berkata, "Sebanyak ini juga setengah harta lagi. Jawabku." Lalu datanglah Abu Bakar anhu dengan membawa seluruh hartanya. Lalu Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bertanya, "Apa yang kau sisakan untuk keluargamu?" Maka ia menjawab, "Aku sisakan bagi mereka dan Rasul-Nya." Maka aku berkata, Umar berkata, "Aku tidak akan mampu melebihimu wahai Abu Bakar selamanya." Ini persaingan positif di antara sahabat. Tentu yang dimaksud sini adalah sedekahnya Abu Bakar seluruh harta adalah yang dia miliki pada hari itu. Ya, bukan berarti kita harus jual semua aset kita, rumah, mobil, segala macam kita sedekahin. Tidak. Tapi Abu Bakar misalnya kalau kalau kita rasionalkan, kalau sekarang kita lagi jalan ada di kantong kita Rp1 juta, ada orang miskin lewat, maka dikasih semua R1 juta. Itu Abu Bakar begitu cara sedekahnya. Ada orang minta dia enggak setengah-setengah. Apa yang dia pegang dikasih semuanya. Seperti itulah. Itu yang dimaksud dengan perilaku di sini. Jadi bukan menghabiskan seluruh hartanya, tapi apa yang sedang dia pegang pada saat itu. Diriwayatkan juga dari Thalhah bin Yahya bin Thalhah bahwa ia berkata, "Nenekku." Jadi ini cucu menceritakan tentang neneknya. Neneknya bernama Su'dah binti Auf AlMurriyah. Dan ini adalah istri Thalha bin Ubaidillah. Perlu Bapak Ibu tahu, Thalha bin Ubaidillah adalah salah satu dari 10 sahabat yang dijamin masuk surga. Ini Su'da istrinya, istri bertanya tentang suaminya. Dia berkata, "Pada suatu hari Talha datang menemuiku dengan wajah yang kusut. Aku bertanya kepadanya, "Mengapa wajahmu kusut seperti itu? Apa yang terjadi di di atas dirimu? Ada sesuatu yang dapat aku bantu?" Istri bertanya, si Suudah bertanya pada suaminya, Thalhah. Lalu Thalha menjawab, "Terima kasih. Kau adalah sebaik-baik istri seorang muslim." Dan ini pujian yang santun dari seorang suami kepada istrinya. Artinya, "Kau sangat luar biasa selama menjadi istri, pantas menjadi istri seorang muslim karena patuh dan baik." Lalu kata istrinya, "Jika demikian, apa yang apa yang terjadi atas dirimu? Apa yang saya bisa bantu?" Lalu ia akhirnya berkata, "Harta yang kumiliki sudah terlalu banyak dan hal itu sangat menyusahkan diriku." Maka istrinya berkata, "Aku berkata padanya, "Jangan terlalu menyusahkan dirimu. Bagikan saja harta itu." Saya mau tanya ibu-ibu di belakang begini enggak sama suaminya? Kalau dia bilang, "Saya ada keuntungan sekian, saya mau sedekahin. Tunggu dulu buat saya dulu. Beli emas, beli ini, beli segala macam. Ini enggak. Silakan sedekahin, habisin. Jangan jadi beban. Berikan orang miskin." Maka dia pun membagi-bagi harta itu hingga tidak tersisa sedirham pun. Thalha bin Yahya si cucu yang mencerita mendapat cerita dari neneknya ini berkata, "Aku tanyakan kepada penjaga gudangnya Thalha, berapa harta Thalha pada saat itu?" Maka dikatakan, "400.000 dirham." Ini ratusan juta gitu kan. Kata beliau, "Wahai saudaraku, banyak sekali keistimewaan dan kesususan bersedekah pada bulan Ramadan. Maka hendaknya engkau bersegera mengerjakannya. Keluarkanlah dengan segera sedekahmu sesuai dengan keluasan rezeki yang ada padamu. Ada beberapa bentuk sedekah di bulan Ramadan yang bisa dilakukan. Yang pertama, memberi makan orang. Jadi seperti contoh saya, saya kasih contoh saya. Misalnya ada keluarga miskin di dekat rumah kita, kita tahu dia misalnya ada lima keluarga, 10 keluarga, maka kita siapin sebelum Ramadan kebutuhan dia sebulan. Misal berasnya, gulahnya, tehnya. Jadi dia pakai sahur, dia pakai buka puasa segala macam. Itu yang dimaksud di sini memberi makan. Ya, sesuai dengan firman Allah Subhanahu wa taala yang berbunyi dalam surah Al-Insan ayat 8 sampai ayat 12. inahqurum bima jannir. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak-anak yatim dan orang-orang yang ditawan. Tawanan perang juga disuruh kasih makan. Sesungguhnya kami memberi makan kepada kalian hanyalah untuk mengharapkan keridaan Allah. Kami tidak menghindapi balasan dari kalian. Ini sifat sedekah yang diterima sama Allah. tidak berharap balasan yang setimpal dari orang itu. Dan juga kami tidak pernah ya tidak pula berharap ucapan terima kasih. Gak usah kalau dia tidak mau terima kasih urusan dia. Enggak perlu kita bilang, "Masa sudah saya kasih enggak terima kasih." Enggak ada urusan antara kita sama Allah. Dia menerima harta itu, tapi kita mendapatkan ridanya Allah. Sesungguhnya kami takut akan azab Rabb kami. Kami sedekah gara-gara kami takut disiksa sama Allah. Pada suatu hari yang di hari itu orang-orang bermuka masam penuh kesulitan. Maka Rabb mereka memelihara mereka dari kerusaan hari itu karena sedekahnya maksudnya dan memberikan kepada mereka kejernian wajah dan kegembiraan hati. Dan dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka dengan surga dan pakaian sutra. Para salafus saleh senantiasa berlumba-lumba dalam memberi makan dan mereka lebih mengutamakannya dari ibadah-ibadah lainnya. Baik dengan memberi makan yang sedang yang lapar ataupun memberi makan seorang saudara yang saleh. Tidak disyaratkan yang diberi makan harus seorang yang fakir. Orang kaya juga boleh. Kita buka puasakan kerabat kita, kita berikan kepada orang tua kita yang kaya. Enggak ada urusannya sama sekali. Intinya kita memberi makan orang. Dalam sebuah hadis Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda dalam hadis riwayat Tirmidzi dengan sanad hasan. mminahu jannah. Siapa saja di antara orang mukmin yang memberi makan saudaranya sesama muslim muslim yang sesama mukmin yang lapar, niscaya Allah akan memberinya buah-buahan surga. Siapa saja di antara orang mukmin yang memberi minum saudaranya, sesama mukmin yang dahaga, niscaya Allah akan memberinya minuman rahikil makhtum. Ini adalah minuman di surga. Sebagian salaf berkata, "Mengundang makan 10 orang dari sahabat-sahabatku dengan makanan yang mereka gemari lebih aku sukai daripada membebaskan 10 orang budak dari keturunan Nabi Ismail." Sebagian besar kaum salaf mengutamakan menyediakan buka bagi orang yang berpuasa padahal mereka sendiri juga sedang berpuasa. Di antaranya adalah Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma, Daud Athai, Malik bin Dinar, Ahmad bin Hambal dan lainnya. Bahkan Abdullah bin Umar selalu membuka atau berbuka bersama anak-anak yatim dan fakir miskin. Kadangkala beliau tidak berbuka karena mengetahui keluarganya menolak kedatangan mereka. Nah, arti kadang-kadang e ada di Ibnu Umar datang ke rumah mereka tapi mereka karena miskin mereka tidak ingin Ibnu Umar masuk maka Ibnu Umar terlambat buka puasa gara-gara itu saking inginnya berbuka puasa atau memberikan buka puasa kepada orang-orang yang susah. Banyak di antara kaum salaf yang menyediakan makanan bagi teman-temannya padahal ia telah tengah berpuasa. Bahkan ia melayani teman-temannya dengan baik. Di antaranya adalah Hasan Basri dan Ibnu Mubarak rahimahumullah. Abdullah bin Mubarak ini pernah di hari Senin dia lagi puasa. Rupanya ada teman-temannya pada datang gitu kan. Dia tahu dia dia dia puasa lalu dia suruh istrinya siapin makan. Sudah siap makan tak mau enggak dia mau mulai makan karena mereka tunggu tuan rumahnya. Lalu dia datang, dia duduk dan dia mengatakan bismillah. Dia ambil ya sedikit dengan telapak tangannya lalu kemudian dengan genggamannya lalu dimasukkan ke mulutnya. Setelah itu dia mengatakan, "Ayo makan, ayo makan." Sambil berdiri dia mutar-mutarin tamunya. Tamunya pikir dia tidak puasa. Maka mereka makan semua. Dia pergi ke belakang rumah lalu dibuang dari mulutnya tetap dilanjutkan puasanya. Jadi saking luar biasa mereka melayani tamunya dan memberi makan. Abu Siwar al-Adawi berkata, "Dahulu ada serombongan orang dari Bani Ali, ya. Bani Adi salah satu suku Arab yang biasa salat di masjid ini. Tidak seorang pun di antara mereka yang berbuka puasa sendiri. Ia selalu mencari orang yang bersedia berbuka dengannya. Jika tidak, maka ia keluarkan makanannya untuk dimakan bersama orang-orang di masjid." Ibadah berupa memberi makan akan melahirkan aspek-aspek ibadah lainnya seperti terciptanya saling mengasihi dan juga saling menyayangi di dalam di mana hal ini adalah sebab seseorang masuk ke dalam surga. Dalam sebuah hadis yang sahih Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, "Lan tadkulul jann hatta tminu wminu hatta tahabbu." Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman dan kalian tidak akan beriman hingga kalian saling mengasihi di antara kalian. di antaranya juga bermajelis dengan orang-orang saleh serta mengharap pahala dari menolong mereka. Ini maksudnya adalah kita datang ke orang saleh lalu kita bayarin bulanannya dia misalnya. Maka itu termasuk dalam masalah ini. Kemudian ee menolong mereka dalam ketaatan yang mereka yang mereka dapat lakukan disebabkan makanan yang engkau berikan. Ya. Jadi ini termasuk yang kami buat di program yayasan begitu. Mencari ayah dan ibu angkat seseorang dai lalu membiayai hidupnya. termasuk di Ramadan insyaallah kita juga buat program mengumrahkan dai dan mengumrahkan orang miskin itu kalau Bapak Ibu ada yang berminat insyaallah bisa bergabung dengan program kami tentunya. Kemudian yang kedua menyediakan makanan berbuka puasa bagi orang-orang yang puasa. Ini lebih spesifik lagi, lebih dalam lagi. Dan ini kalau kita buka puasakan orang, kita akan dapat pahala seperti dia, tidak dikurangi sedikit pun. Walaupun hanya setuk air, walaupun hanya sebutir kurma. Sabda Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dalam hal ini berhubungan ee dengan masalah membuka puasakan orang. Hadis riwayat Ahmad dan Nasai serta dinyatakan sahih oleh Syekh Albani kata Rasulullah sallallahu alaihi wasallam mlajriahuqjim. Barang siapa yang menyediakan makanan berbuka puasa bagi orang yang berpuasa, niscaya ia mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun. Salman Alfarisi radhiallahu anhu menuturkan berkataanfirun. Barang siapa menyediakan makanan berbuka bagi orang-orang yang berpuasa maka dia maka itu akan menjadi penghapus dosa-dosanya dan menjadi pembebas dirinya dari api neraka. Dan ia akan mendapat pahala seperti orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikitp. Saya punya pengalaman di Madinah waktu pertama saya datang di sana. Mungkin teman-teman yang sudah dengar ini alhamdulillah kalau yang belum maka bisa dijanajikan sebagai pelajaran. Saya kaget waktu itu awal Ramadan tahun 1990 di Madinah saya sama teman-teman orang Indonesia mahasiswa semuanya ramai-ramai pergi ke Masjid Nabawi. Turun dari bus pas melihat Masjid Nabawi ada banyak orang membelakangi masjid. menghadap ke arah kami. Tapi unik karena mereka sangat berdekatan, rapat sekali. Mak pada saat saya mendekat dengan masjid, saya bertanya-tanya, "Ini orang-orang siapa ini? Kenapa?" Kemudian pada saat sudah dekat, saya kaget, "Memang kita enggak dikasih celah untuk jalan gitu. Tiba-tiba saya dipegang, dipeluk. Teman-teman Indonesia juga ini dipeluk sama yang lainnya. Saya tidak kenal. Saya tidak tahu lihat wajahnya. Saya enggak kenal orang ini. Saya tahu jawabannya waktu dia bisikin kuping saya. Dia bilang, "Akhi, saudaraku, tolong buka puasa di tempat saya, ya. Jadi dia mau dapat pahala membuka puasakan orang walaupun tidak dikenal. Jadi ternyata di dalam Masjid Nabawi itu teman-teman umrah Ramadan fenomena ini cuma bisa dilihat di di Masjid Nabawi ya. Di Masjid Haram Makkah ada juga tapi tidak banyak. Orang-orang tidak terlalu semangat seperti di Madinah. Kalau Madinah betul-betul kita diperebutkan. Maka di dalam masjid itu ada sufra plastik ditaruh di kiri kanannya jack zamzam. Terus kurma ditaburin di situ ada kurma, ada pisang, ada yogurt, ada roti segala macam. Di dalam si ayah atau si kakak menyiapkan buka puasa, si anak atau si adik di luar cari mangsa ini. Nah, kalau kita bilang iya, tangan kita dipegang, dibawa ke tempatnya dia. Dan yang kadang-kadang uniknya dia bilang, "Jangan pindah ke situ." Ya kan di depan ada saingannya, kan? Kalau di depan biasa juga orang bersaing untuk cari orang buka puasa di sufrahnya dia taruh lebih banyak. ada kasih apel, ada kasih macam-macam. Lebih enak orang pindah kadang-kadang ke sebelah dan dia bilang, "Besok sudah tahu tempat saya buka puasa ya. Besok buka puasa sini lagi." Dan kita di luar dia tidak akan lepas kita kecuali dia sudah punya mangsa lain. Itu luar biasa gitu. Coba bandingkan dengan kita di Indonesia sudah dapat giliran dari RT ya. Masih bertanya waktu tiba gilirannya. Sudah tiba giliran saya sebulan sekali kadang-kadang gitu kan. mestinya semua masjid dekat rumah diblok itu ya buka puasain misal contoh air mineral ya ini mungkin agak besar ada yang gelas kan R30.000 isinya 48 gelas R30.000 kalau dekat dekat musala atau masjid dekat rumah kita anggaplah ada 50 orang yang buka puasa kita butuh satu dos 48 misalnya kam kita genapin 50 gelas misalnya 30 R5.000 saya yakin tidak akan lebih dari R0.000 R000 lah gitu kan. Itu kita kasih beli 30 dus ya. 30.000 kali 30 dus kita sudah dapat pahala buka puasa diri kita sendiri hari itu plus 50 orang lain berterima pahala buka puasa kali 1 bulan berapa banyak pahalanya gitu kan. Begitu pula kalau kita pegang masjid yang sampai ribuan orang buka puasa. Tergantung mau pahala berapa banyak silakan ya. Tinggal beli saja selesai. Apalagi sedekah diganti oleh Allah kembali. Kalau mau lebih besar pahalanya kurma. Nah memang kurma yang sunah gitu kan. Air juga putih termasuk itu. Kami di yayasan buatin program satu dus kurma isi 10 kilo. Kita buatin program sebar 1000 dus kurma di 1000 masjid misalnya. Nama istilah saja begitu. Tapi kami sebarin itu kita buatin program Bapak Ibu bisa ambil idenya bisa dikembangin. Mau ikut sama kami juga bisa. Ini kami bagiin pengalaman selama ini. Satu dus kurma yang isi 10 kilo yang curahan itu lebih tepat kalau dibagikan ke masjid. Kalau kita ambil 3 butir per hari di masjid yang 50 orang, berarti satu dus ini bisa dipakai untuk 1 minggu. Jadi untuk 50 orang per hari kalau kita mendapat puasa mereka, kita cuma empat dus kurma yang kotaknya isi 10 kilo itu dan seterusnyalah. Banyak sekali ee tempat-tempat kantong-kantong untuk membuka puasakan orang. Kalau di Jakarta ini sudah luar biasalah pokoknya ya. Orang-orang banyak pulang kantor kadang-kadang di pinggir jar itu buka puasa kita bisa bagiin air, bagiinah, bagiin apa saja bisa saja ya. Dan itu semua adalah ajang-ajang pahala. Kemudian para sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam berkata, "Wahai Rasulullah, tidak semua orang mampu menyediakan buka puasa orang yang berpuasa." Maka Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda di dalam hadis ya yang diriwayatkan dalam hadis yang sahih ini ya. Di sini tidak disebutkan perawinya ya. Tapi yang saya tahu hadis ini hadis sahih kata Nabi sallallahu wasallam jannah. Pahala buka puasa itu Allah akan berikan bagi siapa saja menyediakan makanan bagi orang yang berbuka puasa meskipun hanya berupa susu tapi bercampur air. Karena tidak adanya susunya maka dicampur air atau sebutir kurma atau seteguk air. Barang siapa yang memberi seteguk air bagi orang yang berbuka maka Allah akan memberinya minum seteguk air dari telagaku. Dia tidak akan dahaga selamanya hingga dia masuk ke dalam surga. Dan ini kesempatan luar biasa. Ya, saya dulu waktu masih mahasiswa kadang-kadang beasiswanya kita terima di akhir bulan, tapi Ramadan dari awal Ramadan sudah mulai ada buka puasa. Kalau lagi tidak ada duit untuk bawa buka puasa, maka saya bawa ke masjid. Saya masuk ke masjid duduk di tempat jack zamzam itu saja. Jadi setiap kali dia mau taruh air untuk buka puasa, orang saya yang tuain airnya. Bisa kita dapat pahala dengan itu. Sampai saya kadang-kadang ingatkan beberapa saudara kita yang tidak ada duitnya. Bagaimana cara dapatkan buka puasa? Seorang pergi ke masjid dekat rumah bantu marbotnya Natah sudah dapat pahalanya. Kalau ada orang betul-betul malas enggak mau, sudah tidak ada duitnya, tidak mau buka puasain orang kemudian maunya dilayani, baiklah duduk di masjid masih bisa dapat pahala kalau mau. Gampang. Ambil air kita tukar sama teman di sebelah ini buat kamu ya. Ambil pahala saya ambil air dia, kamu saya dapat pahala kamu. Kan gampang ya. dia dapat pahala kita, kita dapat pahala dia. Gak ada modalnya ni. Kalau ini juga tidak mau luar biasa. Tinggal butuh dicambuk saja ya. Karena pahalanya besar sekali. Membuka puasakan orang mestinya ya. Seperti itulah. Yang keempat membaca Al-Qur'an dengan penuh kesungguhan. Ya, ini tentunya teman-teman sekalian saya akan pilih poin-poin pentingnya karena menjelang asar ya. Banyak membaca Al-Qur'an. Bulan Ramadan adalah bulan Al-Qur'an. Kita semua dianjurkan agar memperbanyak membaca Al-Qur'an pada bulan ini. Di antaranya, di antara keadaan salafus saleh adalah selalu menyibukkan diri dengan hal-hal yang berkaitan dengan Al-Qur'an. Mulai dari membaca, mempelajari, dan mentadaburi. Tadaburi artinya mengetahui kandungan hukum-hukumnya. Malaikat Jibril alaihi salam memperdengarkan Al-Qur'an kepada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam pada bulan Ramadan. Utsman bin Affan radhallahu anhu mengkhatam Al-Qur'an setiap hari pada bulan Ramadan. Di antara salafus saleh ada yang mengkhatam Al-Qur'an dalam salat tarawih tiap 3 malam sekali. Sebagian lagi setiap 7 malam sekali, sementara sebagian lainnya mengkhatamnya setiap 10 malam sekali. Mereka selalu membaca Al-Qur'an baik di dalam salat maupun di luar salat. Bahkan Imam Syafi'i rahimahullah dapat mengkhatam Al-Qur'an sebanyak 60 kali di luar salat pada bulan Ramadan. Artinya sehari dua kali khatam. Sementara Al-Aswad mengkhatamnya setiap 2 hari sekali. Adapun kata selalu mengkhatamnya setiap 7 hari sekali di Ramadan. Sedangkan di bulan Ramadan beliau mengkhatamnya setiap 3 hari sekali dan 10 hari terakhir Ramadan beliau mengkhatamnya setiap malam. Pada bulan Ramadan Imam Az-Zuhri menutup majelis-majelis hadis dan majelis-majelis ilmu yang di biasa diisinya. Beliau mengkhususkan diri membaca Al-Qur'an dari mushaf. Demikian pula Imam atauri beliau meninggalkan ibadah-ibadah lain dan mengkhususkan diri untuk membaca Al-Qur'an. Ibnu Rajab rahimahullah berkata, "Larangan mengkhatam Al-Qur'an kurang dari 3 hari tertuju bagi yang membiasakan hal itu. Adapun pada waktu-waktu yang utama seperti bulan Ramadan, terkhususkan lagi pada malam-malam yang diperkirakan seperti malam Lailatul Qadar atau di tempat-tempat yang utama seperti Makkah bagi selain penduduk warga Makkah atau selain warga Makkah, maka dianjurkan agar memperbanyak membaca Al-Qur'an supaya mendapat keutamaan pada waktu yang dan tempat tersebut. Inilah pendapat Imam Ahmad, Ishaq dan juga ulama lain. Demikian yang dapat kita saksikan. dari kebiasaan mereka sebagaimana yang telah kita sebutkan tadinya. Kemudian tentu ini maaf saya langkahi poin ini masalah menangis takalan membaca Al-Qur'an ini juga termasuk anjuran ya. Tentu ini dengan cara ee membaca ee dan mengerti artinya dengan mengerti artinya. Saya angkat satu riwayat saja di sini. Kita lihat dalam Sahih Bukhari dikatakan Abdullah bin Mas'ud radhiallahu anhu bahwasanya ia berkata, Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, "Bacalah Al-Qur'an untukku." Aku berkata, "Apakah aku membaca untuk Anda, ya Rasulullah sementara ia diturunkan kepada Anda?" Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, "Aku senang mendengarkan dari orang lain." Maka aku pun kata Abdullah bin Mas'ud, "membaca untuk Nabi sallallahu alaihi wasallam surah An-Nisa hingga sampailah pada firman Allah yang berbunyi, azubillahiminasyaitanirrajim. Fakaifa idna min kulli ummatin bisyahidin w'na bika ala haulai syahida." Bagaimana kalau hal orang-orang kaf, keadaan orang-orang kafir apabila kami mendatangkan seorang saksi atau rasul dan tiap-tiap umat dari tiap-tiap umat dan kami mendatangkan kamu hai Muhammad sebagai saksi atas mereka ya sebagai atau untuk mereka sebagai umatmu. Artinya umatmu pun akan aku ajak untuk memberikan saksi kepada mereka. Lalu beliau berkata, Nabi sallallahu alaihi wasallam berkata kepada Abdullah bin Masud, "Hasbuka cukuplah sampai sini selesai bacaannya." Aku menoleh ke beliau, ternyata kedua mata beliau meneteskan air mata. Dan ini tentu teman-teman sekalian dianjurkan kita membacanya. Sebagaimana juga dalam hadis di situ ada la yalijunara mambaka min khasyatillah. Tidak akan masuk neraka orang yang menangis karena takut kepada Allah. Saya tidak bacakan semua. Sekali lagi kita pindah ke halaman 23 poin 5. Tetap duduk dalam masjid hingga terbit matahari. Dan ini beranjak daripada hadis ya riwayat Muslim. Apabila Rasulullah sallallahu alaihi wasallam selesai menunaikan salat subuh, beliau selalu duduk di tempat salatnya hingga terbit matahari. Imam Tirmidzi juga meriwayatkan sebuah hadis dari Anas bin Malik radhiallahu anhu dari Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bahwa beliau bersabda, "Man shaal fajra fi jamaatin tumma ykurullah hatta tatlamsma sh rakata lahu hajatin umrah tamatun tamatun tamah." Barang siapa yang salat fajar berjamaah di masjid kemudian dia tetap duduk berzikir mengingat Allah hingga terbit matahari lalu salat dua rakaat. Ada pendapat ulama mengatakan salat syuruk, ada yang mengatakan salat duha. Dua-duanya boleh. Maka seakan-akan ia telah mendapatkan pahala haji dan umrah sempurna, sempurna, sempurna. Ini kesempatan diperoleh di bulan Ramadan. Nah, apalagi kalau teman-teman yang kerja di hari weekend bisa di Sabtu pagi, di Ahad pagi. Ini juga boleh dilakukan. Yang keenam ini poin keenam juga mungkin akan saya langkahi secara globalnya ya. Ee apa secara spesifiknya tapi saya akan terangkan secara global. Iktikaf. Iktikaf artinya ee mengikat diri dalam masjid untuk ibadah kepada Allah dengan meninggalkan semua aktivitas dunia. Dan sebagian ulama mengatakan minimal iktikaf yang baik itu adalah antara salat ke salat, zuhur ke asar ya, magrib ke isya. Itu minimal. Kalau 10 akhir Ramadan dianjurkan minimal 1 malam. Minimal satu malam. Kalau yang saya pernah lakukan, saya kadang-kadang di ee 10 terakhir Ramadan, terutama di malam ganjil, kalau lagi tidak keluar kota lagi di Jakarta, saya sering membawa istri sama anak saya pergi ke Atin waktu itu karena dekat dengan rumah kami. Kemudian ikut salat Isya berjamaah, salat tarawih. Kemudian bawa ada termosteh, bawa makanan untuk sahur segala macam. Dan kita boleh menebar tempat dan semua orang banyak iktikaf di situ. Duduk baca Quran, nasihatin, saling nasihatin gitu kan. Nanti jam .00 ada salat qiyamulail lagi sampai sekitar hampir jam 3.00 sahur habis salat subuh pulang ke rumah gitu kan. Terutama di malam-malam ganjil. Dan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bahkan dalam hadis Bukhari iktikaf 10 malam semuanya tidak terkecuali semuanya diikat dirinya di dalam masjid. Tentu di sini teman-teman sekalian ee cukup panjang bahasanya beberapa lembar. Ada definisi iktikaf, ada hikmah disyariatkannya ya. Kemudian juga ada ee di sini hukum iktikaf itu sendiri. Ada amalan-amalan sunah bagi orang iktikaf. Ada perkara-perkara yang dibolehkan bagi orang yang iktikaf. Ya. Kemudian juga ada perkara-perkara yang dimakruhkan bagi orang iktikaf. Ada perkara-perkara yang membatalkan iktikaf. Waktu memasuki tempat untuk iktikaf dan beberapa catatan-catatan penting yang ditulis di sini. Namun saya sekali lagi tidak ee membaca semua ini karena yang penting tadi globalnya sudah saya jelaskan. ya karena waktu kita ya sudah menjelang azan asar. Yang ketujuh umrah di bulan Ramadan. Dan ini sangat ditekankan. Saya sudah pernah jelaskan teman-teman sekalian kalau ada rezeki jangan ditunda. Umrah dan haji ini kerjakan. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam ya umrah dan haji yang dikerjakan secara berkesinambungan akan menghilangkan kesusahan hidup dan kemiskinan sebagaimana api menghilangkan karat dari besi. Artinya sodokah yang kita keluarkan di umrah akan diganti oleh Allah. itu poin. Jadi enggak usah khawatir berapapun jumlah yang kita keluarkan akan diganti oleh Allah. Di bulan Ramadan secara khusus pahalanya ekstra sama dengan pahala haji. Jadi 3 jam umrah itu sama dengan pahala 6 hari haji gitu kan. 6 hari yang dipakai untuk haji tanggal 8 sampai tanggal 13 Zulhijah. Sesuai dengan hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam riwayat Bukhari Muslim. Umratu fi Ramadan takdilu hajja. Pahala umrah di bulan Ramadan sama dengan ibadah haji. Dan kita tahu haji yang sahih, haji yang benar akan diampuni dosanya ya seperti baru dilahirkan oleh ibunya. Riwayat lain berbunyi hajjatan mai sama dengan mengerjakan haji bersamaku. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam. Yang kedelapan, mencari malam lailatul qadr. Dan kita sudah tahu dalam surah al-Qadr tentunya ya. Dia lebih baik daripada 1000 bulan ya. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda yang sangat ditekankan di lailatul qadar ada dua salat tahajudnya dan membaca doa yang akan kita baca nanti sebentar lagi riwayatnya. Kalau tentang salat malamnya hadis Bukhari Muslim di halaman 35 di situ Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, "Manqama lailatul qadri imanan wahtisaba gufir lahu takadam minambih." Barang siapa yang bangun di malam lailatul qadar karena keimanan dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang lalu akan diampuni. Juga dalam Musad Imam Ahmad Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, "Manqahama waqatahu gufiru whar." Siapa yang bangun untuk mengerjakan salat malam karena betul-betul di Lailatul Qadar ya mencari pahalanya, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan juga yang akan datang. Ya. Jadi ini intinya adalah amal yang pertama di Lailatul Qadar kita salat malam. Yang kedua di halaman 37 pas di atas poin 9 itu ada riwayat dan dalam kitab sahih diriwayatkan dari Aisyah radhiallahu anha beliau berkata, "Ya Rasulullah, apa yang aku baca bila bertepatan pada malam itu?" Maka Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, "Bacalah Allahumma innaka afuun tuhibbul af fafu anni." Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha memberi ampunan dan menyukai orang-orang yang memohon ampun, maka ampunilah aku. Lailatul qadar poinnya adalah lebih baik daripada 1000 bulan atau 83 tahun plus 4 bulan. Belum tentu umur kita sepanjang itu. Jadi intinya kalau kita semua pasti akan lalu lailatul qadar. Pasti karena malam itu kita lalu selama kita hidup kan. Tapi siapa yang dapat taufik dari Allah untuk mengerjakan? Makanya kita harus niat minta kepada Allah agar diberikan. Kalau kita sempat ucapkan subhanallah satu kali saja pas lailatul qadar, maka lebih baik daripada 1000 bulan. Artinya seperti kita ucapkan itu 1000 bulan atau 83 tahun plus 4 bulan. Sedekah Rp10.000 sama sedekah selama berulang-ulang 1000 bulan. Begitu pula dengan salatnya. Begitu pula dengan apa saja ibadah yang kita kerjakan. Seperti itulah pahalanya. Ini sangat besar. Luar biasa gitu. Sangat luar biasa besarnya. Yang kesembilan, Teman-teman sekalian adalah memperbanyak zikir, doa, dan istigfar. Dan ini sudah umum tentunya ya. Artinya di bulan Ramadan kita maksimalkan ini. Banyak istigfar, banyak berdoa kepada Allah subhanahu wa taala ya. Banyak berzikir zikir pagi sore maksudnya kita baca. Cuma yang saya ingin titik beratkan di sini bisa dilihat di halaman ee 38. Kata beliau di sini penulis, "Sebelum berpisah wahai saudaraku, setelah kita bertamasya di taman-taman surga di bawah naungan amal-amal saleh, ada sesuatu perkara penting yang ingin saya sampaikan. Tahukah kamu apa itu?" Kata beliau, "Tepat sekali, yaitu ikhlas. Berapa banyak orang yang berpuasa, akan tetapi tidak mendapatkan apapun dari puasanya kecuali lapar dan dahaga." Berapa banyak orang yang mengerjakan salat tarawih namun tidak mendapatkan apapun dari selain kantuk dan capek. Semoga Allah Subhanahu wa taala menghindarkan kita semua dari situ. Makanya Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan keimanan dan mengharapkan pahalanya. Keimanan dan mengharapkan pahalanya. Yang terakhir di halaman 40 di situ ada tidak berbuat hal yang sia-sia pada bulan Ramadan. Dan ini tentu sudah umum tadi ya. Jangan buang-buang waktu yang tidak ada gunanya. Jangan cuma pakai tidur, jangan cuma pakai buang-buang waktu. Baca Al-Qur'an, dengarkan ceramah, kembangkan ide-ide yang baik, yang positif, ya. Puasa Ramadan tidak harus membuat kita vakum. Jadi tidak ada kata-kata lemas, malas, putus asa. Enggak ada lagi itu dalam Islam. Sebagaimana saya jelaskan tadi di pembukaan. Bulan Ramadan juga, Teman-teman sekalian, bukan bulan balas dendam untuk makan. Ya, maksudnya begini. Ada orang pada saat dia tidak sahur, begitu mau buka puasa luar biasa makanan yang merah, yang biru, yang kuning, yang hijau, tapi enggak dimakan juga gitu kan. Jadi bukan untuk balas dendam. Seorang dokter Katolik dari Eropa masuk Islam gara-gara dia mengetahui kemanfaat orang puasa. Maka dia mengatakan orang yang paling saya adalah orang-orang Islam karena mereka punya terapi puasa seminggu dua kali. Senin dan Kamis mereka punya terapi puasa sebulan 3 hari. Ayyamul bidunya terapi setahun sekali dengan puasa Ramadan. Karena usus kita istirahat. Ini kalau badan kita mesin sudah rusak nih. Masuk dingin, masuk panas, masuk pedas. Wah luar biasa ya. Allah suruh istirahatin supaya bisa bisa dipakai lagi. Dan usus kita kalau lagi tidak di tidak masuk makanan maka dia akan mengelola sisa-sisa makanan yang melengket di dinding-dindingnya akhirnya jadi bersih usus itu kan gitu. Itu kebaikan. Apalagi kita tidak boleh makan dan minum hanya dari subuh sampai azan magrib. Setelah itu makan habis magrib sampai subuh makan sampai capek enggak apa-apa artinya boleh makan. Tidak boleh juga berlebihan tentunya. Tapi maksudnya bukan berarti kita tidak boleh makan sama sekali. Kalau 24 jam mungkin wajar orang lemas itu. Tapi ini tidak sama sekali. Dan kuatkan niat kita wallahuam agar kita bisa menjalankan puasa Ramadan dengan baik. Ingat para sahabat, para tabiin, mereka setelah Idul Fitri 6 bulan berturut-turut berdoa kepada Allah agar ibadah di Ramadan diterima sama Allah. 6 bulan yang tersisa berdoa agar semuanya bisa ee mendapatkan Ramadan yang akan datang karena ingin mengejar pahala itu. Mungkin begitu saja tentunya Bapak Ibu sekalian. Semoga apa yang kita bahas hari ini bermanfaat buat kita insyaallah. Mungkin begitu saja. Subhanakallahumma bihamdika ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaik. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.