Transcript
puui3CQSRmg • Kajian Tematik - Kiat-Kiat Menghidupkan Bulan Ramadhan, Khalid Basalamah (2017)
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/khalidbasalamah/.shards/text-0001.zst#text/0060_puui3CQSRmg.txt
Kind: captions
Language: id
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Alhamdulillah selalu kita
memuji Tuhan kita Allah sebagaimana
layaknya dipuji sebagai pencipta dan
juga kita panjatkan selawat dan taslim
kepada Nabi Besar Muhammad sallallahu
ala alihi wasahbihi wasallam sebagaimana
Allah telah memerintahkannya untuk kita.
Baiklah, kita akan bahas tentang ee
dimulai Ramadan ini dengan
motivasi. Setiap tiba Ramadan, saudaraku
seiman, Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam selalu bersabda dan setiap
momen sebelum Ramadan selalu hadis yang
serupa. Beliau mengatakan, "Hai manusia,
telah sampai kepada kalian bulan Ramadan
di depan mata sekarang." Nah, seperti
kita ini tinggal tunggu hari
insyaallah bulan yang penuh dengan
berkah dan rahmah. Yang dimaksud dengan
penuh dengan berkah adalah segala
sesuatunya akan cukup bahkan melebihi
kebutuhan. Seperti kasus
misalnya ee makanan dan minuman ya di
bulan Ramadan itu kita tahu walaupun
kita sahurnya sedikit ya mungkin buka
puasanya sedikit cukup-cukup saja ya.
Bahkan kadang-kadang, Subhanallah, kita
sudah makan beberapa butir atau beberapa
ee kue kecil saja itu sudah terasa
kenyang. Begitu pula dengan minuman.
Kita cukup dengan minum dua t gelas
sudah terasa dahaga kita yang 8 jam
hilang semuanya. Waktu juga sangat
panjang kita merasakan dari pagi rasanya
lama sampai menjelang buka puasa. tentu
bukan untuk berlihai-lehai, tapi itu
adalah ee karunia dan berkah dari Allah
agar kita betul-betul memaksimalkan
waktu. Karena agama Islam adalah agama
motorik dan bukan agama vakum. Agama
yang tidak mengenal kata-kata kalah,
tidak mengenal kata-kata putus asa,
tidak mengenal kata-kata tidak bisa,
tidak mengenal kata-kata
terlambat. Semua dalam kamus itu bagi
seorang muslim tidak ada lagi di kamus
benaknya atau di otaknya. Karena kita
tahu dalam peperangan jihad misalnya,
kita tidak pernah mengenal kata-kata
kalah. Kalau kita semua terbunuh berarti
kita menang mati syahid. Walaupun musuh
menganggap dirinya menang atau kita
menang melawan
mereka. Islam menyuruh kita kalau di
tangan kita ada bibit dan besok kiamat
disuruh tancapin walaupun besok kiamat.
Tidak ada kata putus asa. Seseorang
pernah diceritakan oleh Nabi sallallahu
alaihi wasallam membunuh 99 jiwa. Lalu
dia datang kepada
seorang abid dan dia mengatakan, "Bisa
enggak saya tobat orang abid ini?" Abid
ini artinya orang yang suka ibadah tapi
enggak punya ilmu. Lalu dia bilang,
"Enggak mungkin kau diterima tobatmu.
Sudah bunuh 99 jiwa." Lalu dibunuhlah
orang ini sehingga genap 100. Lalu
kemudian datang orang yang dia datangi
seorang yang alim lalu bertanya, "Apakah
saya masih bisa diampuni dosa saya
sementara saya sudah bunuh 100 orang?"
Kata dia, "Rahmatnya Allah luas." Maka
dia pun bertobat dan masuk ke dalam
surga. Agama Islam agama yang mulia.
Kita berbuat dosa sekian puluh tahun pun
selama kita masih hidup masih bisa
dimaafkan oleh sang pencipta Allah.
Agama yang tidak pernah mengenal putus
asa. Semuanya
kebaikan-kebaikan semua yang
diperintahkan baik semuanya. Disuruh
berbakti sama orang tua jujur, amanah,
tanggung jawab, dermawan, ramah, santun,
segala macam. Dan dilarang semua yang
buruk-buruk. Kasar, mencuri, mengambil
haknya orang lain, apalah segala macam
dilarang. Maka kita tahu agama yang
sangat luar biasa. Dan Allah Subhanahu
wa taala dengan kemahammurahnya memang
memilih beberapa tempat yang dimuliakan
dari tempat yang lain. Iya, seperti
kasus Makkah dan Madinah dipilih dari
tempat yang lain misalnya. Allah juga
memilih dari kalangan malaikat. Ada
Jibril, Mikail, Israfil sebagai pemimpin
dibandingkan malaikat yang lainnya.
Walaupun semuanya mulia. Dipilih juga
dari para nabi-nabi di daripada manusia
dan nabi-nabi dan rasul. Begitu pula
dipilih dari waktu ada bulan Ramadan
dibandingkan bulan-bulan yang lain.
Makanya Nabi sallallahu alaihi wasallam
menggembirakan para sahabat mengatakan
akan datang atau telah datang kepada
kalian bulan yang penuh dengan berkah
plus rahmah. Rahmah adalah kasih sayang
dari Allah. Karunia Allah akan berikan
kita memenuhi segala kebutuhan. Bahkan
jarang sekali mungkin tidak ada kita
dengar di bulan Ramadan ada orang
kelaparan atau ada orang kehausan karena
memang banyak orang yang berbagi, orang
yang bersedekah gitu kan. Dan rahmatnya
Allah yang sangat luas. Di bulan Ramadan
kita ditraining secara massal untuk
menjadi orang
baik. Bulan Ramadan mayoritas muslimin
puasa di siang hari. Malam harinya
mereka tarawih. Kita masuk masjid
berlubah-lubah baca Quran. Orang semua
sedang berbuat baik. Kalau bulan Ramadan
tidak bisa mengubah dengan rahmatnya
Allah kita menjadi baik, kira-kira kapan
kita akan menjadi baik? Lalu kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Pada bulan
itu Allah melihat persaingan kalian.
Tunjukkanlah yang terbaik dari kalian.
Bulan itu Allah tutup semua pintu
neraka, Allah buka semua pintu surga.
Allah ikat semua setan-setan yang jahat.
Apa yang dimaksud dengan dibuka pintu
surga dan ditutup pintu neraka?
Sementara kita kalaupun dibuka sekarang
pintu surga, kita enggak bisa masuk ke
dalamnya, belum meninggal. Itu pun nanti
harus melalui proses akhirat baru masuk
ke sana. Begitu
dengan ditutupnya neraka atau dibukanya
kita tidak tahu akan apa fungsinya.
Hadis mengatakan yang
dimaksud pendaftaran dibuka pendaftaran
untuk masuk ke dalam surga. Iklan resmi
dari sang pencipta Allah. Wahai
muslimin, tanggal 1 Ramadan sampai 30
Ramadan dibuka bagi yang mau mendaftar
masuk ke surga. Kita tahu kalau sebuah
kampus membuka pendaftaran dari tanggal
1 Januari sampai 31 Januari, orang yang
mendaftar kemudian besar diterima. Orang
yang melewati itu bisa diterima,
bisa Ramadan untuk itu. Dan kita harus
tahu juga seseorang di antara kita sudah
punya tempat sekarang di surga dan sudah
punya tempat di neraka. Kalau kita
meninggal dalam keadaan beriman dan
banyak beramal saleh, kita akan masuk
menempati tempat kita di surga dan
tempat neraka akan diberi kepada
orang-orang yang kuasa Allah akan
diberikan ke siapapun yang dari hambanya
disiksa. Kalau seseorang meninggal
fasik, ada dosanya walaupun dia muslim,
tidak sempat taubat,
maka dia akan melewati nerakanya
kemudian dia masuk ke surganya. Kalau
dia meninggal dalam keadaan kafir, dia
akan langsung masuk ke nerakanya dan
tempatnya di surga dengan izin Allah
diberikan kepada siapa yang dia
inginkan. Di bulan Ramadan terbuka
pendaftaran masuk surga dan dihapus
nama-nama setiap orang di antara kita
dari api neraka. Nabi sallallahu alaihi
wasallam mengatakan, "Sesungguhnya di
setiap tiba Allah memiliki penghapusan
nama hamba-hambanya dari api neraka."
Dan itu terjadi pada setiap malam dari
Ramadan. Juga dalam hadis yang lain,
kalau tiba Ramadan maka Allah menurunkan
malaikat kemudian malaikat itu menyeru
mengatakan, "Hai pelaku kebaikan,
bersegeralah mendinggikan derajatmu di
surga karena surga sedang dibuka
pintunya."
Kalau kita biasa di level A pindah ke
level yang lain lebih
tinggi. Dan hai pelaku keburukan,
berhentilah dan bertaubatlah karena
pintu neraka sedang ditutup. Jadi
seperti orang kalau buat kriminal enggak
masuk penjara. Tentu bukan kita
mudah-mudahkan supaya buat kriminal.
Tidak. Artinya saatnya dia bertobat
kembali ke jalan Allah Subhanahu wa
taala. Dan setan-setan belenggu. Musuh
kita yang biasa menyesatkan kita dari
jalan Allah. belenggu namanya dibelenggu
ini leher, tangan, dan kaki diikat.
Kalau kita sedang lomba lari kemudian
ada ya setan, ada musuh kita yang sedang
bersama dengan kita berlomba lari lalu
dia dibelenggu
kita, kita tetap akan menang. Jalan
santai pun kita akan menang. Dan ada
orang yang sayang sekali begitu tiba
Idul Fitri bila Allah panjangkan umurnya
dia sudah sampai di garis finish tinggal
selangkah
lagi. Memicu lebih cepat. Enggak dia
duduk berhenti menunggu setan atau
musuhnya mendekat sehingga kembali lagi
pada kemaksiatan dan
pelanggaran-pelanggaran agama yang telah
dilarang.
sekalian, Ramadan harus betul-betul
dijadikan momen perbaikan jiwa menjadi
lebih baik dari sebelumnya. Dan ada di
buku kita ini kiat-ki menghidupkan bulan
Ramadan ada dua bahasan. Bahasan yang
pertama berhubungan dengan 10 jenis amal
saleh yang sangat
ditekankan. Kemudian juga ada tuntunan
praktis puasa Nabi Muhammad sallallahu
ala alihi wasahbihi wasallam.
Sebagaimana kalau Bapak Ibu lihat daftar
isinya ada itu ya. Setelah mukadimah ada
amal-amal saleh di bulan Ramadan 10
poin. Kemudian ada yang sebelahnya
tuntunan praktis puasa Nabi sallallahu
alaihi wasallam dari defini definisi
puasa, hukum-hukum puasa, keutamaan
puasa dan seterusnya sampai hukum-hukum
puasa bagi wanita. Dan ini saya harapkan
setengah buku ee dari judul tuntunan
praktis ini ee Bapak Ibu baca sendiri di
rumah. Saya tinggal fokus ke 10 amal.
yang diperintahkan oleh Nabi sallallahu
alaihi
wasallam. Yang pertama, Teman-teman
sekalian, kita akan lihat dulu dari
halaman du ya, bagaimana menyambut
kedatangan bulan Ramadan. Allah
Subhanahu wa taala berfirman dalam surah
Albaqarah ayat 185.
Auzubillahiminasyaitanirrajim. Syahr
Ramadan alladzi unzila fihil quranu
hudan linasiyinti minal huda wal furqan.
Al-A. Beberapa hari yang ditentukan itu
ialah bulan Ramadan. Bulan di dalamnya
diturunkan permulaan pertama sekali
turun Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi
manusia dan penjelasan-penjelasan
mengenai petunjuk itu serta pembeda
antara hak yang batil dan yang batil.
Saudaraku yang mulia, kata penulis,
Allah Taala mengistimewakan bulan
Ramadan dari bulan-bulan lainnya dengan
berbagai keistimewaan dan keutamaan di
antaranya bahwa mulut orang yang
berpuasa lebih harum di sisi Allah
daripada aroma kasturi. Nanti kita baca
hadis ini ya. Para malaikat memohonkan
ampunan bagi orang-orang yang puasa
hingga berbuka puasa setiap hari
Ramadan. Bulan Ramadan Allah Subhanahu
wa taala menghiasi surganya seraya
berkata, "Hampir tiba saatnya para
hamba-hambaku yang saleh melepaskan
segala beban dan gangguan serta menuju
kepada engkau hai surga. Para setan
dibelenggung, pintu-pintu surga dibuka
dan pintu neraka ditutup. Di dalamnya
terdapat malam lailatul qadar. Malam
lebih baik daripada 1000 bulan. Akan
diberi pengampunan bagi orang yang
berpuasa pada malam terakhir bulan-bulan
Ramadan. Kemudian Allah Subhanahu wa
taala membebaskan hamba-hambanya dari
neraka pada setiap malam dari bulan
Ramadan. Ini garis besarnya tentunya.
Saya langsung masuk ke
poinnya. Kita masuk ke halaman 5.
Amal-amal saleh di bulan Ramadan. Yang
pertama, bulan Ramadan dikenal juga
dengan bulan puasa. Ibadah puasa. Ibadah
puasa, Saudara seiman, adalah ibadah
yang paling besar pahalanya dan tidak
ada yang bisa menyainginya ibadah apapun
selain daripada puasa. Sesuai dengan
hadis Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam dalam hadis yang sahih
diriwayatkan oleh Imam Bukhari Muslim.
am adam lahu
alhazur amal ibadah baniam adalah
miliknya dan setiap kebaikan akan
dibalas 10 kali lipat hingga 700 kali
lipat. Artinya salat, zakat, haji, bakti
sama orang tua itu kadar pahalanya bisa
10 sampai 700 kali lipat. Tergantung
kadar keikhlasan seseorang. Kecuali kata
Allah Subhanahu wa taala, kecuali ibadah
puasa. Sesungguhnya ia adalah milikku
dan aku akan langsung membalasnya.
Sebabnya pahala lebih besar pahala ee
puasa lebih besar pahalanya. Karena
seseorang yang berpuasa telah menahan
diri dari syahwat, makanan dan minuman.
Karena aku, kata Allah, karena aku
semata. Ada dua kegembiraan bagi orang
yang sedang berpuasa. Kegembiraan saat
ia berbuka. Kata ulama hadis, ada tiga
maknanya ini. Yang pertama, gembira
karena dia berhasil menghilangkan rasa
hausnya yang sudah dia tahan dan laparan
dari pagi hari. Kegembiraan yang lebih
tinggi daripada itu adalah berhasilnya
dia mengalahkan setan. Karena dari
sebelum sahur setan goda dia supaya
tidak puasa, tapi dia terus bertahan
sampai azan magrib. maka dia gembira
karena dia berhasil menang. Dan yang
ketiga adalah kegembiraan dia karena dia
bisa mendapatkan pahala berlipat-lipat
pada saat berbuka dengan cara membuka
puasakan orang lain juga. Nanti akan
kita bahas poin yang ketiga
ini. Dan yang kedua adalah kegembiraan
takala bertemu dengan Allah karena masuk
ke dalam surga. Dan sungguh bau mulut
orang yang berpuasa lebih harum di sisi
Allah daripada aroma minyak kasturi.
Kata para ulama hadis maksudnya adalah
ahli surga nanti dari orang yang suka
puasa. Kalau dia ngomong, maka bau
kasturi yang keluar. Dan ini minyak yang
sangat wangi dan mahal. Sekarang pun ada
tentunya dijual dengan nama kasuri. Tapi
bukan kasturi itu yang dimaksud. Karena
kasuri di surga nanti beda. Semua yang
disebutkan dalam Al-Qur'an yang mirip
namanya dengan nama-nama dunia. Seperti
misalnya disebutkan buah delima, buah
kurma, ya anggur dalam Al-Qur'an, pisang
itu cuma sama namanya dengan dunia tapi
beda bentuk dan rasanya. Sebagaimana
contoh misalnya hadis Nabi sallallahu
alaihi wasallam yang berbunyi, "Buah
kurmanya surga satunya besarnya seperti
nampan tempayan, tempat makanan yang
besar ya itu besar sekali dan lebih
lembut daripada bui, lebih manis
daripada madu." Jadi hanya sama namanya
tapi beda bentuk dan rasanya. Begitu
pula dengan masalah ini. Nah,
sebagaimana kita tahu juga lukanya orang
yang mati syahid lebih wangi dari bau
kasturi gitu kan. Semua itu menandakan
memang lebih wangi. Cuman istilah nama
sama tapi di akhirat jauh lebih baik.
Hadis selanjutnya adalah hadis Bukhari
Muslim. Dan ini penting sekali dua
syarat mutlak digaris bawahi kalau yang
punya pena. Sabda Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Man shana imanan." Ini imanan
garis bawahi. Wahtisaba ini juga digaris
bawahi. Gufira lahu ma taqaddam min
dzambih. Barang siapa yang berpuasa
karena keimanan.
Jadi bukan puasa karena semua
teman-teman kita puasa, karena
lingkungan kita puasa, karena pasangan
kita puasa, karena enggak enak sama
orang. Enggak. Orang seluruh dunia tidak
puasa pun kita tetap puasa sendiri.
Keimanan antara kita dengan sang
pencipta Allah. Yang kedua, dan semata
mengharap pahalanya. Iisab mengejar
pahala-pahala itu, niscaya diampuni
dosanya yang telah lalu, dibersihkan
semua. Kata penulis, "Tentu saja pahala
yang besar ini tidak diberikan kepada
orang yang menahan diri dari makan dan
minum saja. Namun diperuntukkan bagi
orang yang benar-benar mengaplikasikan
nilai-nilai puasa. Kalau dia cuma tahan
lapar, tahan haus, tapi dosa setiap hari
dikerjakan, maka juga puasanya tidak
diterima. Contoh misalnya orang tetap
puasa tapi tetap dusta."
Hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam
riwayat Bukhari
berbunyiam. Barang siapa yang tidak
menahan diri dari ucapan dusta dan
perbuatan dusta, maka sedikit pun Allah
tidak sudi menerima puasanya meskipun ia
menahan diri dari makan dan
minum. Juga dalam riwayat Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam bersabda
riwayat yang lain hadis riwayat Imam
Bukhari Muslim. Assumu junah. Faidza
yaumai ahadikum fala yarfud wala yabsukq
wala yajhal. Tolong tiga kalimat ini
digaris bawahi ya. Fala yarfuz.
Kata-kata yarfud. Wala yafsuk. Ini juga
digaris bawahi. Wala yajhal. Tiga ini
nanti saya terjemahkan. Fainabahu ahadun
falyaakl inniruun shim. Ibadah puasa
laksana perisai. Di dalam riwayatnya
dikatakan seperti perisai seseorang di
antara kalian menangkis serangan musuh.
maksudnya perisai dari api neraka.
Kalau ada orang yang mau jadikan
puasanya sebagai perisai dari api
neraka, dia enggak masuk neraka karena
puasa, maka jika dia puasa janganlah dia
berbuat yang senonoh, yang tidak
senonoh. Ya, di sini terjemahannya masih
global kalau tidak senono. Tapi makna
rafat ya adalah mengucapkan kalimat
syahwat kepada selain pasangan halal,
sayang, cinta, rindu, apalah, kekasih.
Ini semua hanya boleh pada istri atau
suami. Suami istri pun boleh mengucapkan
tapi hubungan biologisnya enggak boleh.
Tapi ini kalau umum enggak boleh. Siapa
yang mau selamat dari api neraka dengan
puasanya jangan rafat, jangan fusuk. Di
sini diterjemahkan berbuat jahat. Tapi
sebenarnya terjemahannya bukan berbuat
jahat. Fusuk itu adalah menyentuh secara
fisik. Kayak pegang, cium, peluk, ya.
Yang bukan dengan pasangan halal.
Kemudian yajhal. Di sini ditulis berbuat
jahil. Sebenarnya maknanya adalah buat
sia-sia. Ya, seperti banyak orang yang
saya pernah kasih contoh. Ramadan habis
waktunya semua di mall. Mall baru buka
jam 10. pagi dia nomor satu antri ya.
Kemudian putar-putar sampai buka puasa
ya. Enggak juga belanja enggak juga buat
apa-apa. Kenapa tunggu buka puasa?
Kenapa ini sia-sia? Ya, ada orang yang
puasanya diisi hanya dengan tidur. Puasa
puasanya cuma 1 jam dari pagi sampai
menjelang jam 5.00 sore baru bangun.
Baru mandi siap buka puasa. Ya, ada
orang juga yang habisin waktu main
gaplay, buang-buang waktu omong kosong.
Ini semua gak ada manfaatnya buat dia.
Kenapa enggak majelis ilmu? Kenapa
enggak apalah baca Quran? Atau mungkin
kembangkan usaha sesuatu mencari nafkah
yang halal boleh. Yang baik-baik
semuanya.
Lalu kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, jika ada yang memaki dirinya
ya atau misalnya mengajaknya bertengkar,
maka dia harus berkata, "Saya sedang
berpuasa." Apa maknanya? Tentu
teman-teman sekalian, dalam Islam
termasuk kehormatan diri kita, kita
enggak berkelahi sama orang.
Jadi kalau mau tunjukkan kekuatan nanti
dikanca peperangan jihad ada tapi sama
istri, sama suami, sama anak, sama teman
bukan tempatnya berkelahi ini gitu.
Kalau ada orang yang ajak bertengkar
maka tinggalkan saja, biarin dia
bertengkar sama tembok ya. Enggak perlu
kita layi. Sudah gak pernah ada gunanya
gitu. Buangembuang energi untuk apa
gitu. Dan Ramadan bulan pelatihan untuk
itu. Membiasakan diri untuk tidak
bertengkar. Makanya kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam, kalau dia dicaci dia
bertengkar, maaf saya lagi ikuti program
puasa, enggak boleh. Puasa melarang saya
untuk dilatih sebulan agar terbiasa
mengontrol emosi setelah Ramadan. Karena
penyebab penyakit keras ini, penyakit
yang masalah stroke, darah tinggi segala
macam karena emosional ya. Maka
dikontrol dengan puasa Ramadan. Ya, itu
maksudnya di sini kata beliau penulis,
"Wahai hamba Allah, jika Anda telah
berpuasa, maka puasakanlah juga
pendengaran, penglihatan, lisan, dan
seluruh anggota badan Anda. Jangan
samakan antara hari berpuasa Anda dengan
hari-hari lainnya. Ada juga orang dari
pagi sampai malam nonton terus film,
gonta-ganti dari film ini ke film itu.
Kenapa ini? Dari dosa ke dosa kan
sia-sia. melihat auratnya orang,
mendengarkan cerita bohong, dengarin
musik apalah segala macam. Jadi dosa
lagi ya pelatihan Ramadan untuk
memperbaiki kita lebih dekat kepada sang
pencipta Allah gitu kan. Berada di zona
yang aman dari semua pintu yang setan
bisa masuk karena setan lagi
dibelenggu. Yang kedua salat tarawih.
Tarawih adalah santai.
Artinya sebenarnya tarawih qiyamulail,
qiyamur Ramadan ya ee tahajud sama saja
cuma beda-beda nama. Khusus di bulan
Ramadan dikatakan tarawih karena kita
lebih santai setelah salat bak'd isya
sudah bisa
tahajud. Di luar Ramadan kita dianjurkan
tidur dulu diakhirkan di akhir malam
gitu kan. Jadi, makanya dikatakan dia
salat tarawih, orang santai di situ.
Nah, salat tarawih sangat ditekankan
dalam Islam ya walaupun dia hukumnya
sunah sebagaimana disebutkan dalam hadis
Nabi sallallahu alaihi wasallam riwayat
Bukhari Muslim. Faedahnya besar sekali
bisa membersihkan dosa-dosa kita yang
lalu. Manama ramadana imanan wahtisaba
gufir lahu ma takaddam min dzambi.
Barang siapa menunaikan qiamullail pada
bulan Ramadan karena keimanan sama tadi
bukan karena teman-teman kita aja. Bukan
karena tidak enak. Memang saya ke masjid
mau salat tarawih karena perintah Allah.
Orang tidak ada yang tarawih pun kita
tetap tarawih. Gulah. Dan mengharapkan
pahalanya maka akan diampuni semua
dosa-dosanya yang lalu. Salat malam
sangat ditekankan, Teman-teman sekalian.
Sebagaimana misalnya dalam surah
Al-Furqan ayat 63 64.
Auzubillahiminasyaitanirrajim. Wa
ibadahmanilladina yamsyuna al ardhi
hauna waid khatabahumul jahiluna salama
walladina yabitunbihim sujad waqiama.
Dan hamba-hamba yang baik dari Rabb yang
Maha Penyayang. Maksudnya orang-orang
yang berprestasi dari hamba-hamba Allah
ialah orang-orang yang berjalan di muka
bumi dengan rendah hati, enggak ada
kesombongan. Ya. Dan apabila orang-orang
yang jahil menyapa mereka tadi diajak
berkelahi, diajak bertengkar, maka
mereka mengucapkan kata-kata yang
mengandung keselamatan. Ya sudahlah
terserah kamu. Bertengkar deh sama
tembok atau pohon sana. Ya, saya enggak
mau ikut-ikutan ya. Dan orang-orang ini
saksi bahasan yang melalui malam-malam
hari mereka dengan sujud dan berdiri
untuk Rabb
mereka. Mengerjakan salat malam adalah
kebiasaan Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam dan para sahabat juga
ridwanullahi alaihim. Sehingga Aisyah
radhiallahu anha berkata, "Janganlah
kalian tinggalkan salat malam. Sebab
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
tidak pernah meninggalkannya. Kendati
pun beliau sakit atau sedang lesu.
Beliau tetap mengerjakannya dengan
duduk. Kalau capek betul-betul boleh.
Dan di salat sunah, Teman-teman
sekalian, kita boleh kerjakan walaupun
kita duduk kalau sunah. Salat sunah,
walaupun kita tidak capek, misal salat
bak isya, saya enggak mau berdiri, saya
mau duduk aja boleh. Tapi pahalanya
setengah pahala orang yang berdiri.
Salat wajib enggak boleh. Harus ada uzur
baru bisa duduk. Makanya di sini
dikatakan kalau Nabi sallallahu alaihi
wasallam betul-betul lesu, capek, beliau
kerjakan salat tahajud dengan duduk pun
gitu kan. Dan alhamdulillah tidak makan
waktu yang lama gitu.
Ramadan mengajar kita untuk itu. Jadi
sebulan penuh kita dibiasakan untuk
salat tarawih. Dan alhamdulillah di
Indonesia semua masjid kita menghidupkan
itu agar kita terbiasa menerapkannya
dalam kehidupan kita. Umar bin Khattab
radhiallahu anhu biasa mengerjakan salat
malam. Bila tiba di pertengahan malam,
beliau segera membangunkan keluarganya
untuk salat. Beliau sambil berseru
salat. Salat seraya membaca firman Allah
dalam surah Thaha ayat 132.
Azubillahiminasyaitanirrajim.
Dan suruhlah keluargamu mendirikan salat
dan bersabarlah kamu dalam
mengerjakannya. Kami tidak pernah
meminta rezeki kepada kalian. Kamilah
yang memberi rezeki kepada kalian. Dan
akibat yang baik itu adalah bagi
orang-orang yang bertakwa. Ibnu Umar
radhiallahu anhuma pernah membaca firman
Allah dalam surah Az-Zumar ayat 9.
Auzubillahiminasyaitanirrajim.
akah. Apakah kamu wahai orang-orang
musyrik di Mekah lebih beruntung ataukah
orang-orang yang beribadah di
waktu-waktu malam dengan sujud dan
berdiri sedangkan ia takut kepada azab
akhirat dan mengharapkan rahmat Rabbnya.
Ibnu Umar berkata, "Orang yang dimaksud
dalam ayat ini adalah Utsman bin Affan
radhiallahu anhu." Ibnu Abi Hatim
berkata, "Ibnu Umar radhiallahu anhu
mengatakan hal itu karena banyaknya
salat malam dan tilawah yang dilakukan
oleh Amirul Mukminin Utsman bin Affan
hingga perhatikan kalimat ini ya,
terkadang beliau membaca seluruh
Al-Qur'an dalam satu rakaat."
Dalam riwayat lain dikatakan Utsman bin
Affan baca 30 juz di rakaat terakhir
witir yang biasa Bapak Ibu baca qulallah
ahad itu. Nah, nah itu Utsman bin Affan
baca 30 juz ya. Ada yang bilang
bagaimana bisa ya itu kuasa Allah
berkahi. Yang penting kalau orang sudah
rutin kerjakan Allah akan berkahi
waktunya. Alqamah bin Qais menceritakan
pada suatu ketika aku bermalam bersama
Abdullah bin Mas'ud radhiallahu anhu.
Bangun untuk salat pada awal malam.
Beliau membaca surah seperti bacaan imam
di masjid. Maksudnya dengan mengeraskan
suara. Beliau baca dengan tartil. Tartil
artinya tanpa terburu-buru hingga dapat
didengar oleh orang yang berada di
dekatnya. Beliau terus salat salat
hingga menjelang terbit fajar. Antara
selesai salat malam dengan terbit fajar
jaraknya kira-kira antara azan magrib
hingga selesai salat magrib. Setelah itu
beliau mengerjakan salat witir. Artinya
orang ini alqamah menceritakan tentang
salat malamnya sahabat Nabi yang bernama
Abdullah bin Mas'ud radhiallahu anhu. Di
dalam riwayat lain Assaib bin Zaid
disebutkan ee dia bahwa ia berkata,
"Pada saat itu imam membaca
beratus-ratus ayat di salat malam. Dia
ikut berjemaah sehingga kami bersandar
dengan tongkat karena lamanya berdiri.
Lalu ia berkata, "Kami baru selesai saat
menjelang fajar datang."
Catatannya di sini, "Wahai saudaraku,"
kata beliau, sebaiknya pada saat engkau
salat tarawih engkau menyempurnakan
salat tarawih bersama imam agar engkau
termasuk orang-orang yang menghidupkan
Ramadan dengan semalam suntuk salat
malam. Sebagaimana sabda Nabi sallallahu
alaihi wasallam riwayat Abu Dawud,
Tirmidzi, Nasa dan Ibnu Majah. Manq ma
imami hatta
yansifaam lailah. Barang siapa yang
salat tarawih bersama imam hingga
selesai, maka akan dituliskan baginya
pahala salat semalam suntuk. Dibayangkan
kalau kita habis salat Isya, kita salat
dua rakaat nih untuk qiamullail salam.
Salat lagi salam sampai subuh itu berat
sekali. Tapi bisa kita dapatkan dengan
cara salat berjamaah tarawih bersama
imam di masjid laki-laki atau perempuan
gitu kan. Sama saja
perintahnya. Kemudian imamnya bubar
sampai bubar maksudnya sampai selesai
salat witirnya maka dicatat bagi kita
semalam suntuk salat. Makanya saya
sarankan teman-teman sekalian kalau mau
salat 8 rakaat atau 11 rakaat salat di
masjid yang 11 rakaat supaya kita bubar
bersama imam g kan. Kalau imamnya
selesai salam sudah bubar namanya salat
witir. Kalau imamnya masih ngobrol
enggak ada masalah yang penting sudah
selesai bubar salatnya. Kalau kita mau
salat 23 syariat masjid yang 23 gitu
kan. Supaya lebih tepat mendapatkan
pahala
ini. Yang ketiga, sedekah.
Disebutkan Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam adalah orang yang sangat
dermawan dan kedermawan beliau semakin
bertambah di bulan Ramadan.
Kebaikan-kebaikan yang beliau lakukan di
bulan Ramadan melebihi angin yang
terhembus. Maksudnya saking semangatnya
Nabi sallallahu alaihi wasallam lakukan.
Dalam sebuah hadis beliau sallallahu
alaihi wasallam bersabda dalam hadis
riwayat Tirmidzi dari Anas radhiallahu
anhu, afdalusodqati shodqatun fi
Ramadan. Sodqah yang paling utama adalah
pada bulan Ramadan.
Zaid ibn Salim meriwayatkan dari
ayahandanya bahwasanya dia
berkata, "Saya mendengar Umar bin
Khattab radhiallahu anhu berkata,
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
memerintahkan kami agar bersedekah dan
kebetulan aku sedang memiliki harta."
Jadi Umar bercerita di sini, "Maka aku
berkata pada hari ini aku akan melebihi
Abu Bakar." Karena selama ini Umar
selalu menganggap mau bersaing dengan
Abu Bakar dalam hal-hal ibadah. Karena
Abu Bakar sangat luar biasa dalam
mengerjakan. Satu waktu Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam bilang, "Ayo
sedekah." Umar bilang, "Hari ini aku
akan mengalahkan Abu Bakar." Umar
berkata, "Lalu aku pun membawa setengah
hartaku. Lalu Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam bersabda kepadaku, "Apa
yang kamu tinggalkan untuk keluargamu?"
Maka Umar berkata, "Sebanyak ini juga
setengah harta lagi. Jawabku." Lalu
datanglah Abu Bakar anhu dengan membawa
seluruh hartanya. Lalu Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam bertanya,
"Apa yang kau sisakan untuk keluargamu?"
Maka ia menjawab, "Aku sisakan bagi
mereka dan Rasul-Nya." Maka aku berkata,
Umar berkata, "Aku tidak akan mampu
melebihimu wahai Abu Bakar
selamanya." Ini persaingan positif di
antara sahabat. Tentu yang dimaksud sini
adalah sedekahnya Abu Bakar seluruh
harta adalah yang dia miliki pada hari
itu. Ya, bukan berarti kita harus jual
semua aset kita, rumah, mobil, segala
macam kita sedekahin. Tidak. Tapi Abu
Bakar misalnya kalau kalau kita
rasionalkan, kalau sekarang kita lagi
jalan ada di kantong kita Rp1 juta, ada
orang miskin lewat, maka dikasih semua
R1 juta. Itu Abu Bakar begitu cara
sedekahnya. Ada orang minta dia enggak
setengah-setengah. Apa yang dia pegang
dikasih semuanya. Seperti itulah. Itu
yang dimaksud dengan perilaku di sini.
Jadi bukan menghabiskan seluruh
hartanya, tapi apa yang sedang dia
pegang pada saat itu. Diriwayatkan juga
dari Thalhah bin Yahya bin Thalhah bahwa
ia berkata, "Nenekku." Jadi ini cucu
menceritakan tentang neneknya. Neneknya
bernama Su'dah binti Auf AlMurriyah. Dan
ini adalah istri Thalha bin Ubaidillah.
Perlu Bapak Ibu tahu, Thalha bin
Ubaidillah adalah salah satu dari 10
sahabat yang dijamin masuk surga. Ini
Su'da istrinya, istri bertanya tentang
suaminya. Dia berkata, "Pada suatu hari
Talha datang menemuiku dengan wajah yang
kusut. Aku bertanya kepadanya, "Mengapa
wajahmu kusut seperti itu? Apa yang
terjadi di di atas dirimu? Ada sesuatu
yang dapat aku bantu?" Istri bertanya,
si Suudah bertanya pada suaminya,
Thalhah. Lalu Thalha menjawab, "Terima
kasih. Kau adalah sebaik-baik istri
seorang muslim." Dan ini pujian yang
santun dari seorang suami kepada
istrinya. Artinya, "Kau sangat luar
biasa selama menjadi istri, pantas
menjadi istri seorang muslim karena
patuh dan baik." Lalu kata
istrinya, "Jika demikian, apa yang apa
yang terjadi atas dirimu? Apa yang saya
bisa bantu?" Lalu ia akhirnya berkata,
"Harta yang kumiliki sudah terlalu
banyak dan hal itu sangat menyusahkan
diriku." Maka istrinya berkata, "Aku
berkata padanya, "Jangan terlalu
menyusahkan dirimu. Bagikan saja harta
itu." Saya mau tanya ibu-ibu di belakang
begini enggak sama
suaminya? Kalau dia bilang, "Saya ada
keuntungan sekian, saya mau sedekahin.
Tunggu dulu buat saya dulu. Beli emas,
beli ini, beli segala macam. Ini enggak.
Silakan sedekahin, habisin. Jangan jadi
beban. Berikan orang miskin." Maka dia
pun membagi-bagi harta itu hingga tidak
tersisa sedirham pun. Thalha bin Yahya
si cucu yang mencerita mendapat cerita
dari neneknya ini berkata, "Aku tanyakan
kepada penjaga gudangnya Thalha, berapa
harta Thalha pada saat itu?" Maka
dikatakan, "400.000 dirham." Ini ratusan
juta gitu kan. Kata beliau, "Wahai
saudaraku, banyak sekali keistimewaan
dan kesususan bersedekah pada bulan
Ramadan. Maka hendaknya engkau bersegera
mengerjakannya. Keluarkanlah dengan
segera sedekahmu sesuai dengan keluasan
rezeki yang ada padamu. Ada beberapa
bentuk sedekah di bulan Ramadan yang
bisa dilakukan. Yang pertama, memberi
makan
orang. Jadi seperti contoh saya, saya
kasih contoh saya. Misalnya ada keluarga
miskin di dekat rumah kita, kita tahu
dia misalnya ada lima keluarga, 10
keluarga, maka kita siapin sebelum
Ramadan kebutuhan dia sebulan. Misal
berasnya, gulahnya, tehnya. Jadi dia
pakai sahur, dia pakai buka puasa segala
macam. Itu yang dimaksud di sini memberi
makan. Ya, sesuai dengan firman Allah
Subhanahu wa taala yang berbunyi dalam
surah Al-Insan ayat 8 sampai ayat 12.
inahqurum bima jannir. Dan mereka
memberikan makanan yang disukainya
kepada orang miskin, anak-anak yatim dan
orang-orang yang ditawan. Tawanan perang
juga disuruh kasih makan. Sesungguhnya
kami memberi makan kepada kalian
hanyalah untuk mengharapkan keridaan
Allah. Kami tidak menghindapi balasan
dari kalian. Ini sifat sedekah yang
diterima sama Allah. tidak berharap
balasan yang setimpal dari orang itu.
Dan juga kami tidak pernah ya tidak pula
berharap ucapan terima kasih. Gak usah
kalau dia tidak mau terima kasih urusan
dia. Enggak perlu kita bilang, "Masa
sudah saya kasih enggak terima kasih."
Enggak ada urusan antara kita sama
Allah. Dia menerima harta itu, tapi kita
mendapatkan ridanya Allah. Sesungguhnya
kami takut akan azab Rabb kami. Kami
sedekah gara-gara kami takut disiksa
sama Allah. Pada suatu hari yang di hari
itu orang-orang bermuka masam penuh
kesulitan. Maka Rabb mereka memelihara
mereka dari kerusaan hari itu karena
sedekahnya maksudnya dan memberikan
kepada mereka kejernian wajah dan
kegembiraan hati. Dan dia memberi
balasan kepada mereka karena kesabaran
mereka dengan surga dan pakaian sutra.
Para salafus saleh senantiasa
berlumba-lumba dalam memberi makan dan
mereka lebih mengutamakannya dari
ibadah-ibadah lainnya. Baik dengan
memberi makan yang sedang yang lapar
ataupun memberi makan seorang saudara
yang saleh. Tidak disyaratkan yang
diberi makan harus seorang yang fakir.
Orang kaya juga boleh. Kita buka
puasakan kerabat kita, kita berikan
kepada orang tua kita yang kaya. Enggak
ada urusannya sama sekali. Intinya kita
memberi makan orang. Dalam sebuah hadis
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
bersabda dalam hadis riwayat Tirmidzi
dengan sanad hasan.
mminahu
jannah. Siapa saja di antara orang
mukmin yang memberi makan saudaranya
sesama muslim muslim yang sesama mukmin
yang lapar, niscaya Allah akan
memberinya buah-buahan surga. Siapa saja
di antara orang mukmin yang memberi
minum saudaranya, sesama mukmin yang
dahaga, niscaya Allah akan memberinya
minuman rahikil makhtum. Ini adalah
minuman di surga. Sebagian salaf
berkata, "Mengundang makan 10 orang dari
sahabat-sahabatku dengan makanan yang
mereka gemari lebih aku sukai daripada
membebaskan 10 orang budak dari
keturunan Nabi Ismail." Sebagian besar
kaum salaf mengutamakan menyediakan buka
bagi orang yang berpuasa padahal mereka
sendiri juga sedang berpuasa. Di
antaranya adalah Abdullah bin Umar
radhiallahu anhuma, Daud Athai, Malik
bin Dinar, Ahmad bin Hambal dan lainnya.
Bahkan Abdullah bin Umar selalu membuka
atau berbuka bersama anak-anak yatim dan
fakir miskin. Kadangkala beliau tidak
berbuka karena mengetahui keluarganya
menolak kedatangan mereka. Nah, arti
kadang-kadang e ada di Ibnu Umar datang
ke rumah mereka tapi mereka karena
miskin mereka tidak ingin Ibnu Umar
masuk maka Ibnu Umar terlambat buka
puasa gara-gara itu saking inginnya
berbuka puasa atau memberikan buka puasa
kepada orang-orang yang susah. Banyak di
antara kaum salaf yang menyediakan
makanan bagi teman-temannya padahal ia
telah tengah berpuasa. Bahkan ia
melayani teman-temannya dengan baik. Di
antaranya adalah Hasan Basri dan Ibnu
Mubarak rahimahumullah. Abdullah bin
Mubarak ini pernah di hari Senin dia
lagi puasa. Rupanya ada teman-temannya
pada datang gitu kan. Dia tahu dia dia
dia puasa lalu dia suruh istrinya siapin
makan. Sudah siap makan tak mau enggak
dia mau mulai makan karena mereka tunggu
tuan rumahnya. Lalu dia datang, dia
duduk dan dia mengatakan bismillah. Dia
ambil ya sedikit dengan telapak
tangannya lalu kemudian dengan
genggamannya lalu dimasukkan ke
mulutnya. Setelah itu dia mengatakan,
"Ayo makan, ayo makan." Sambil berdiri
dia mutar-mutarin tamunya. Tamunya pikir
dia tidak puasa. Maka mereka makan
semua. Dia pergi ke belakang rumah lalu
dibuang dari mulutnya tetap dilanjutkan
puasanya. Jadi saking luar biasa mereka
melayani tamunya dan memberi makan.
Abu Siwar al-Adawi berkata, "Dahulu ada
serombongan orang dari Bani Ali, ya.
Bani Adi salah satu suku Arab yang biasa
salat di masjid ini. Tidak seorang pun
di antara mereka yang berbuka puasa
sendiri. Ia selalu mencari orang yang
bersedia berbuka dengannya. Jika tidak,
maka ia keluarkan makanannya untuk
dimakan bersama orang-orang di masjid."
Ibadah berupa memberi makan akan
melahirkan aspek-aspek ibadah lainnya
seperti terciptanya saling mengasihi dan
juga saling menyayangi di dalam di mana
hal ini adalah sebab seseorang masuk ke
dalam surga. Dalam sebuah hadis yang
sahih Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam bersabda, "Lan tadkulul jann
hatta tminu wminu hatta tahabbu." Kalian
tidak akan masuk surga hingga kalian
beriman dan kalian tidak akan beriman
hingga kalian saling mengasihi di antara
kalian. di antaranya juga bermajelis
dengan orang-orang saleh serta mengharap
pahala dari menolong mereka. Ini
maksudnya adalah kita datang ke orang
saleh lalu kita bayarin bulanannya dia
misalnya. Maka itu termasuk dalam
masalah ini. Kemudian ee menolong mereka
dalam ketaatan yang mereka yang mereka
dapat lakukan disebabkan makanan yang
engkau berikan. Ya. Jadi ini termasuk
yang kami buat di program yayasan
begitu. Mencari ayah dan ibu angkat
seseorang dai lalu membiayai hidupnya.
termasuk di Ramadan insyaallah kita juga
buat program mengumrahkan dai dan
mengumrahkan orang miskin itu kalau
Bapak Ibu ada yang berminat insyaallah
bisa bergabung dengan program kami
tentunya. Kemudian yang kedua
menyediakan makanan berbuka puasa bagi
orang-orang yang puasa. Ini lebih
spesifik lagi, lebih dalam lagi. Dan ini
kalau kita buka puasakan orang, kita
akan dapat pahala seperti dia, tidak
dikurangi sedikit pun. Walaupun hanya
setuk air, walaupun hanya sebutir kurma.
Sabda Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam dalam hal ini berhubungan ee
dengan masalah membuka puasakan orang.
Hadis riwayat Ahmad dan Nasai serta
dinyatakan sahih oleh Syekh
Albani kata Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam
mlajriahuqjim. Barang siapa yang
menyediakan makanan berbuka puasa bagi
orang yang berpuasa, niscaya ia
mendapatkan pahala seperti orang yang
berpuasa tanpa mengurangi pahala orang
yang berpuasa itu sedikit pun.
Salman Alfarisi radhiallahu anhu
menuturkan
berkataanfirun. Barang siapa menyediakan
makanan berbuka bagi orang-orang yang
berpuasa maka dia maka itu akan menjadi
penghapus dosa-dosanya dan menjadi
pembebas dirinya dari api neraka. Dan ia
akan mendapat pahala seperti orang yang
berpuasa tanpa mengurangi pahala orang
yang berpuasa itu
sedikitp. Saya punya pengalaman di
Madinah waktu pertama saya datang di
sana. Mungkin teman-teman yang sudah
dengar ini alhamdulillah kalau yang
belum maka bisa dijanajikan sebagai
pelajaran. Saya kaget waktu itu awal
Ramadan tahun 1990 di Madinah saya sama
teman-teman orang Indonesia mahasiswa
semuanya ramai-ramai pergi ke Masjid
Nabawi. Turun dari bus pas melihat
Masjid Nabawi ada banyak orang
membelakangi masjid. menghadap ke arah
kami. Tapi unik karena mereka sangat
berdekatan, rapat sekali. Mak pada saat
saya mendekat dengan masjid, saya
bertanya-tanya, "Ini orang-orang siapa
ini? Kenapa?" Kemudian pada saat sudah
dekat, saya kaget, "Memang kita enggak
dikasih celah untuk jalan gitu.
Tiba-tiba saya dipegang, dipeluk.
Teman-teman Indonesia juga ini dipeluk
sama yang lainnya. Saya tidak kenal.
Saya tidak tahu lihat wajahnya. Saya
enggak kenal orang ini. Saya tahu
jawabannya waktu dia bisikin kuping
saya. Dia bilang, "Akhi, saudaraku,
tolong buka puasa di tempat saya, ya.
Jadi dia mau dapat pahala membuka
puasakan orang walaupun tidak dikenal.
Jadi ternyata di dalam Masjid Nabawi itu
teman-teman umrah Ramadan fenomena ini
cuma bisa dilihat di di Masjid Nabawi
ya. Di Masjid Haram Makkah ada juga tapi
tidak banyak. Orang-orang tidak terlalu
semangat seperti di Madinah. Kalau
Madinah betul-betul kita
diperebutkan. Maka di dalam masjid itu
ada sufra plastik ditaruh di kiri
kanannya jack zamzam. Terus kurma
ditaburin di situ ada kurma, ada pisang,
ada yogurt, ada roti segala macam. Di
dalam si ayah atau si kakak menyiapkan
buka puasa, si anak atau si adik di luar
cari mangsa ini. Nah, kalau kita bilang
iya, tangan kita dipegang, dibawa ke
tempatnya dia. Dan yang kadang-kadang
uniknya dia bilang, "Jangan pindah ke
situ." Ya kan di depan ada saingannya,
kan? Kalau di depan biasa juga orang
bersaing untuk cari orang buka puasa di
sufrahnya dia taruh lebih banyak. ada
kasih apel, ada kasih macam-macam. Lebih
enak orang pindah kadang-kadang ke
sebelah dan dia bilang, "Besok sudah
tahu tempat saya buka puasa ya. Besok
buka puasa sini lagi." Dan kita di luar
dia tidak akan lepas kita kecuali dia
sudah punya mangsa lain. Itu luar biasa
gitu. Coba bandingkan dengan kita di
Indonesia sudah dapat giliran dari RT
ya. Masih bertanya waktu tiba
gilirannya. Sudah tiba giliran saya
sebulan sekali kadang-kadang gitu kan.
mestinya semua masjid dekat rumah diblok
itu
ya buka puasain misal contoh air mineral
ya ini mungkin agak besar ada yang gelas
kan R30.000 isinya 48 gelas R30.000
kalau dekat dekat musala atau masjid
dekat rumah kita anggaplah ada 50 orang
yang buka puasa kita butuh satu dos 48
misalnya kam kita genapin 50 gelas
misalnya 30 R5.000 saya yakin tidak akan
lebih dari R0.000 R000 lah gitu
kan. Itu kita kasih beli 30 dus ya.
30.000 kali 30 dus kita sudah dapat
pahala buka puasa diri kita sendiri hari
itu plus 50 orang lain berterima pahala
buka puasa kali 1 bulan berapa banyak
pahalanya gitu kan. Begitu pula kalau
kita pegang masjid yang sampai ribuan
orang buka puasa. Tergantung mau pahala
berapa banyak silakan ya. Tinggal beli
saja selesai. Apalagi sedekah diganti
oleh Allah kembali. Kalau mau lebih
besar pahalanya kurma. Nah memang kurma
yang sunah gitu kan. Air juga putih
termasuk itu. Kami di yayasan buatin
program satu dus kurma isi 10 kilo. Kita
buatin program sebar 1000 dus kurma di
1000 masjid misalnya. Nama istilah saja
begitu. Tapi kami sebarin itu kita
buatin program Bapak Ibu bisa ambil
idenya bisa dikembangin. Mau ikut sama
kami juga bisa. Ini kami bagiin
pengalaman selama ini. Satu dus kurma
yang isi 10 kilo yang curahan itu lebih
tepat kalau dibagikan ke masjid. Kalau
kita ambil 3 butir per hari di masjid
yang 50 orang, berarti satu dus ini bisa
dipakai untuk 1 minggu. Jadi untuk 50
orang per hari kalau kita mendapat puasa
mereka, kita cuma empat dus kurma yang
kotaknya isi 10 kilo itu dan
seterusnyalah. Banyak sekali ee
tempat-tempat kantong-kantong untuk
membuka puasakan orang. Kalau di Jakarta
ini sudah luar biasalah pokoknya ya.
Orang-orang banyak pulang kantor
kadang-kadang di pinggir jar itu buka
puasa kita bisa bagiin air, bagiinah,
bagiin apa saja bisa saja ya. Dan itu
semua adalah ajang-ajang pahala.
Kemudian para
sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam
berkata, "Wahai Rasulullah, tidak semua
orang mampu menyediakan buka puasa orang
yang berpuasa." Maka Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam bersabda di
dalam hadis ya yang diriwayatkan dalam
hadis yang sahih ini ya. Di sini tidak
disebutkan perawinya ya.
Tapi yang saya tahu hadis ini hadis
sahih kata Nabi sallallahu
wasallam jannah. Pahala buka puasa itu
Allah akan berikan bagi siapa saja
menyediakan makanan bagi orang yang
berbuka puasa meskipun hanya berupa susu
tapi bercampur air. Karena tidak adanya
susunya maka dicampur air atau sebutir
kurma atau seteguk air. Barang siapa
yang memberi seteguk air bagi orang yang
berbuka maka Allah akan memberinya minum
seteguk air dari telagaku. Dia tidak
akan dahaga selamanya hingga dia masuk
ke dalam surga. Dan ini kesempatan luar
biasa.
Ya, saya dulu waktu masih mahasiswa
kadang-kadang beasiswanya kita terima di
akhir bulan, tapi Ramadan dari awal
Ramadan sudah mulai ada buka puasa.
Kalau lagi tidak ada duit untuk bawa
buka puasa, maka saya bawa ke masjid.
Saya masuk ke masjid duduk di tempat
jack zamzam itu saja. Jadi setiap kali
dia mau taruh air untuk buka puasa,
orang saya yang tuain airnya. Bisa kita
dapat pahala dengan itu. Sampai saya
kadang-kadang ingatkan beberapa saudara
kita yang tidak ada duitnya. Bagaimana
cara dapatkan buka puasa? Seorang pergi
ke masjid dekat rumah bantu marbotnya
Natah sudah dapat pahalanya. Kalau ada
orang betul-betul malas enggak mau,
sudah tidak ada duitnya, tidak mau buka
puasain orang kemudian maunya dilayani,
baiklah duduk di masjid masih bisa dapat
pahala kalau mau. Gampang. Ambil air
kita tukar sama teman di sebelah ini
buat kamu ya. Ambil pahala saya ambil
air dia, kamu saya dapat pahala kamu.
Kan gampang ya. dia dapat pahala kita,
kita dapat pahala dia. Gak ada modalnya
ni. Kalau ini juga tidak mau luar biasa.
Tinggal butuh dicambuk saja ya. Karena
pahalanya besar sekali. Membuka puasakan
orang mestinya ya. Seperti
itulah. Yang keempat membaca Al-Qur'an
dengan penuh kesungguhan.
Ya, ini tentunya teman-teman sekalian
saya akan pilih poin-poin pentingnya
karena menjelang asar ya. Banyak membaca
Al-Qur'an. Bulan Ramadan adalah bulan
Al-Qur'an. Kita semua dianjurkan agar
memperbanyak membaca Al-Qur'an pada
bulan ini. Di antaranya, di antara
keadaan salafus saleh adalah selalu
menyibukkan diri dengan hal-hal yang
berkaitan dengan Al-Qur'an. Mulai dari
membaca, mempelajari, dan mentadaburi.
Tadaburi artinya mengetahui kandungan
hukum-hukumnya. Malaikat Jibril alaihi
salam memperdengarkan Al-Qur'an kepada
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
pada bulan Ramadan. Utsman bin Affan
radhallahu anhu mengkhatam Al-Qur'an
setiap hari pada bulan Ramadan. Di
antara salafus saleh ada yang mengkhatam
Al-Qur'an dalam salat tarawih tiap 3
malam sekali.
Sebagian lagi setiap 7 malam sekali,
sementara sebagian lainnya mengkhatamnya
setiap 10 malam sekali. Mereka selalu
membaca Al-Qur'an baik di dalam salat
maupun di luar salat. Bahkan Imam
Syafi'i rahimahullah dapat mengkhatam
Al-Qur'an sebanyak 60 kali di luar salat
pada bulan Ramadan. Artinya sehari dua
kali
khatam. Sementara Al-Aswad mengkhatamnya
setiap 2 hari sekali. Adapun kata selalu
mengkhatamnya setiap 7 hari sekali di
Ramadan. Sedangkan di bulan Ramadan
beliau mengkhatamnya setiap 3 hari
sekali dan 10 hari terakhir Ramadan
beliau mengkhatamnya setiap malam. Pada
bulan Ramadan Imam Az-Zuhri menutup
majelis-majelis hadis dan
majelis-majelis ilmu yang di biasa
diisinya. Beliau mengkhususkan diri
membaca Al-Qur'an dari mushaf. Demikian
pula Imam atauri beliau meninggalkan
ibadah-ibadah lain dan mengkhususkan
diri untuk membaca Al-Qur'an. Ibnu Rajab
rahimahullah berkata, "Larangan
mengkhatam Al-Qur'an kurang dari 3 hari
tertuju bagi yang membiasakan hal itu.
Adapun pada waktu-waktu yang utama
seperti bulan Ramadan, terkhususkan lagi
pada malam-malam yang diperkirakan
seperti malam Lailatul Qadar atau di
tempat-tempat yang utama seperti Makkah
bagi selain penduduk warga Makkah atau
selain warga Makkah, maka dianjurkan
agar memperbanyak membaca Al-Qur'an
supaya mendapat keutamaan pada waktu
yang dan tempat tersebut. Inilah
pendapat Imam Ahmad, Ishaq dan juga
ulama lain. Demikian yang dapat kita
saksikan. dari kebiasaan mereka
sebagaimana yang telah kita sebutkan
tadinya. Kemudian tentu ini maaf saya
langkahi poin ini masalah menangis
takalan membaca Al-Qur'an ini juga
termasuk anjuran ya. Tentu ini dengan
cara ee
membaca ee dan mengerti artinya dengan
mengerti artinya. Saya angkat satu
riwayat saja di sini. Kita lihat dalam
Sahih Bukhari dikatakan Abdullah bin
Mas'ud radhiallahu anhu bahwasanya ia
berkata, Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam bersabda, "Bacalah Al-Qur'an
untukku." Aku berkata, "Apakah aku
membaca untuk Anda, ya Rasulullah
sementara ia diturunkan kepada Anda?"
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
bersabda, "Aku senang mendengarkan dari
orang lain." Maka aku pun kata Abdullah
bin Mas'ud, "membaca untuk Nabi
sallallahu alaihi wasallam surah An-Nisa
hingga sampailah pada firman Allah yang
berbunyi,
azubillahiminasyaitanirrajim. Fakaifa
idna min kulli ummatin bisyahidin w'na
bika ala haulai syahida." Bagaimana
kalau hal orang-orang kaf, keadaan
orang-orang kafir apabila kami
mendatangkan seorang saksi atau rasul
dan tiap-tiap umat dari tiap-tiap umat
dan kami mendatangkan kamu hai Muhammad
sebagai saksi atas mereka ya sebagai
atau untuk mereka sebagai umatmu.
Artinya umatmu pun akan aku ajak untuk
memberikan saksi kepada mereka. Lalu
beliau berkata, Nabi sallallahu alaihi
wasallam berkata kepada Abdullah bin
Masud, "Hasbuka cukuplah sampai sini
selesai bacaannya." Aku menoleh ke
beliau, ternyata kedua mata beliau
meneteskan air mata. Dan ini tentu
teman-teman sekalian dianjurkan kita
membacanya. Sebagaimana juga dalam hadis
di situ ada la yalijunara mambaka min
khasyatillah. Tidak akan masuk neraka
orang yang menangis karena takut kepada
Allah. Saya tidak bacakan semua. Sekali
lagi kita pindah ke halaman
23 poin 5. Tetap duduk dalam masjid
hingga terbit
matahari. Dan ini beranjak daripada
hadis ya riwayat Muslim. Apabila
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
selesai menunaikan salat subuh, beliau
selalu duduk di tempat salatnya hingga
terbit matahari. Imam Tirmidzi juga
meriwayatkan sebuah hadis dari Anas bin
Malik radhiallahu anhu dari Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam bahwa beliau
bersabda, "Man shaal fajra fi jamaatin
tumma ykurullah hatta
tatlamsma sh rakata lahu hajatin umrah
tamatun tamatun
tamah." Barang siapa yang salat fajar
berjamaah di masjid kemudian dia tetap
duduk berzikir mengingat Allah hingga
terbit matahari lalu salat dua rakaat.
Ada pendapat ulama mengatakan salat
syuruk, ada yang mengatakan salat duha.
Dua-duanya boleh. Maka seakan-akan ia
telah mendapatkan pahala haji dan umrah
sempurna, sempurna, sempurna. Ini
kesempatan diperoleh di bulan Ramadan.
Nah, apalagi kalau teman-teman yang
kerja di hari weekend bisa di Sabtu
pagi, di Ahad pagi. Ini juga boleh
dilakukan. Yang keenam ini poin keenam
juga mungkin akan saya langkahi secara
globalnya ya. Ee apa secara spesifiknya
tapi saya akan terangkan secara global.
Iktikaf. Iktikaf artinya ee mengikat
diri dalam masjid untuk ibadah kepada
Allah dengan meninggalkan semua
aktivitas dunia. Dan sebagian ulama
mengatakan minimal iktikaf yang baik itu
adalah antara salat ke salat, zuhur ke
asar ya, magrib ke isya. Itu minimal.
Kalau 10 akhir Ramadan dianjurkan
minimal 1 malam. Minimal satu malam.
Kalau yang saya pernah lakukan, saya
kadang-kadang di ee 10 terakhir Ramadan,
terutama di malam ganjil, kalau lagi
tidak keluar kota lagi di Jakarta, saya
sering membawa istri sama anak saya
pergi ke Atin waktu itu karena dekat
dengan rumah kami. Kemudian ikut salat
Isya berjamaah, salat tarawih. Kemudian
bawa ada termosteh, bawa makanan untuk
sahur segala macam. Dan kita boleh
menebar tempat dan semua orang banyak
iktikaf di situ. Duduk baca Quran,
nasihatin, saling nasihatin gitu kan.
Nanti jam .00 ada salat qiyamulail lagi
sampai sekitar hampir jam 3.00 sahur
habis salat subuh pulang ke rumah gitu
kan. Terutama di malam-malam ganjil. Dan
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
bahkan dalam hadis Bukhari iktikaf 10
malam semuanya tidak terkecuali semuanya
diikat dirinya di dalam masjid. Tentu di
sini teman-teman sekalian ee cukup
panjang bahasanya beberapa lembar. Ada
definisi iktikaf, ada hikmah
disyariatkannya ya. Kemudian juga ada ee
di sini hukum iktikaf itu sendiri. Ada
amalan-amalan sunah bagi orang iktikaf.
Ada perkara-perkara yang dibolehkan bagi
orang yang iktikaf. Ya. Kemudian juga
ada perkara-perkara yang dimakruhkan
bagi orang iktikaf. Ada perkara-perkara
yang membatalkan iktikaf. Waktu memasuki
tempat untuk iktikaf dan beberapa
catatan-catatan penting yang ditulis di
sini. Namun saya sekali lagi tidak ee
membaca semua ini karena yang penting
tadi globalnya sudah saya jelaskan. ya
karena waktu kita ya sudah menjelang
azan asar. Yang ketujuh umrah di bulan
Ramadan. Dan ini sangat ditekankan. Saya
sudah pernah jelaskan teman-teman
sekalian kalau ada rezeki jangan
ditunda. Umrah dan haji ini kerjakan.
Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam ya
umrah dan haji yang dikerjakan secara
berkesinambungan akan menghilangkan
kesusahan hidup dan kemiskinan
sebagaimana api menghilangkan karat dari
besi. Artinya sodokah yang kita
keluarkan di umrah akan diganti oleh
Allah. itu poin. Jadi enggak usah
khawatir berapapun jumlah yang kita
keluarkan akan diganti oleh Allah. Di
bulan Ramadan secara khusus pahalanya
ekstra sama dengan pahala haji. Jadi 3
jam umrah itu sama dengan pahala 6 hari
haji gitu kan. 6 hari yang dipakai untuk
haji tanggal 8 sampai tanggal 13
Zulhijah. Sesuai dengan hadis Nabi
sallallahu alaihi wasallam riwayat
Bukhari Muslim. Umratu fi Ramadan
takdilu hajja. Pahala umrah di bulan
Ramadan sama dengan ibadah haji. Dan
kita tahu haji yang sahih, haji yang
benar akan diampuni dosanya ya seperti
baru dilahirkan oleh ibunya. Riwayat
lain berbunyi hajjatan mai sama dengan
mengerjakan haji bersamaku. Kata Nabi
sallallahu alaihi
wasallam. Yang kedelapan, mencari malam
lailatul qadr. Dan kita sudah tahu dalam
surah al-Qadr tentunya ya. Dia lebih
baik daripada 1000 bulan ya. Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam bersabda yang
sangat ditekankan di lailatul qadar ada
dua salat tahajudnya dan membaca doa
yang akan kita baca nanti sebentar lagi
riwayatnya. Kalau tentang salat malamnya
hadis Bukhari Muslim di halaman 35 di
situ Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam bersabda, "Manqama lailatul
qadri imanan wahtisaba gufir lahu
takadam minambih."
Barang siapa yang bangun di malam
lailatul qadar karena keimanan dan
mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang
lalu akan diampuni. Juga dalam Musad
Imam Ahmad Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam bersabda,
"Manqahama waqatahu
gufiru whar." Siapa yang bangun untuk
mengerjakan salat malam karena
betul-betul di Lailatul Qadar ya mencari
pahalanya, maka akan diampuni
dosa-dosanya yang telah lalu dan juga
yang akan datang. Ya. Jadi ini intinya
adalah amal yang pertama di Lailatul
Qadar kita salat malam. Yang kedua di
halaman
37 pas di atas poin 9 itu ada riwayat
dan dalam kitab sahih diriwayatkan dari
Aisyah radhiallahu anha beliau berkata,
"Ya Rasulullah, apa yang aku baca bila
bertepatan pada malam itu?" Maka
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
bersabda, "Bacalah Allahumma innaka
afuun tuhibbul af fafu anni." Ya Allah,
sesungguhnya Engkau Maha memberi ampunan
dan menyukai orang-orang yang memohon
ampun, maka ampunilah aku. Lailatul
qadar poinnya adalah lebih baik daripada
1000 bulan atau 83 tahun plus 4 bulan.
Belum tentu umur kita sepanjang itu.
Jadi intinya kalau kita semua pasti akan
lalu lailatul qadar. Pasti karena malam
itu kita lalu selama kita hidup kan.
Tapi siapa yang dapat taufik dari Allah
untuk mengerjakan? Makanya kita harus
niat minta kepada Allah agar diberikan.
Kalau kita sempat ucapkan subhanallah
satu kali saja pas lailatul qadar, maka
lebih baik daripada 1000 bulan. Artinya
seperti kita ucapkan itu 1000 bulan atau
83 tahun plus 4 bulan. Sedekah Rp10.000
sama sedekah selama berulang-ulang 1000
bulan. Begitu pula dengan salatnya.
Begitu pula dengan apa saja ibadah yang
kita kerjakan. Seperti itulah pahalanya.
Ini sangat besar. Luar biasa gitu.
Sangat luar biasa besarnya.
Yang kesembilan, Teman-teman sekalian
adalah memperbanyak zikir, doa, dan
istigfar. Dan ini sudah umum tentunya
ya. Artinya di bulan Ramadan kita
maksimalkan ini. Banyak istigfar, banyak
berdoa kepada Allah subhanahu wa taala
ya. Banyak berzikir zikir pagi sore
maksudnya kita baca. Cuma yang saya
ingin titik beratkan di sini bisa
dilihat di halaman
ee 38. Kata beliau di sini penulis,
"Sebelum berpisah wahai saudaraku,
setelah kita bertamasya di taman-taman
surga di bawah naungan amal-amal saleh,
ada sesuatu perkara penting yang ingin
saya sampaikan. Tahukah kamu apa itu?"
Kata beliau, "Tepat sekali, yaitu
ikhlas. Berapa banyak orang yang
berpuasa, akan tetapi tidak mendapatkan
apapun dari puasanya kecuali lapar dan
dahaga." Berapa banyak orang yang
mengerjakan salat tarawih namun tidak
mendapatkan apapun dari selain kantuk
dan capek. Semoga Allah Subhanahu wa
taala menghindarkan kita semua dari
situ. Makanya Nabi sallallahu alaihi
wasallam mengatakan keimanan dan
mengharapkan pahalanya. Keimanan dan
mengharapkan
pahalanya. Yang terakhir di halaman 40
di situ ada tidak berbuat hal yang
sia-sia pada bulan Ramadan. Dan ini
tentu sudah umum tadi ya. Jangan
buang-buang waktu yang tidak ada
gunanya. Jangan cuma pakai tidur, jangan
cuma pakai buang-buang waktu. Baca
Al-Qur'an, dengarkan ceramah, kembangkan
ide-ide yang baik, yang positif, ya.
Puasa Ramadan tidak harus membuat kita
vakum. Jadi tidak ada kata-kata lemas,
malas, putus asa. Enggak ada lagi itu
dalam Islam. Sebagaimana saya jelaskan
tadi di pembukaan. Bulan Ramadan juga,
Teman-teman sekalian, bukan bulan balas
dendam untuk makan. Ya, maksudnya
begini. Ada orang pada saat dia tidak
sahur, begitu mau buka puasa luar biasa
makanan yang merah, yang biru, yang
kuning, yang hijau, tapi enggak dimakan
juga gitu kan. Jadi bukan untuk balas
dendam. Seorang dokter Katolik dari
Eropa masuk Islam gara-gara dia
mengetahui kemanfaat orang puasa. Maka
dia mengatakan orang yang paling saya
adalah orang-orang Islam karena mereka
punya terapi puasa seminggu dua kali.
Senin dan Kamis mereka punya terapi
puasa sebulan 3 hari. Ayyamul bidunya
terapi setahun sekali dengan puasa
Ramadan. Karena usus kita istirahat. Ini
kalau badan kita mesin sudah rusak nih.
Masuk dingin, masuk panas, masuk pedas.
Wah luar biasa ya. Allah suruh
istirahatin supaya bisa bisa dipakai
lagi. Dan usus kita kalau lagi tidak di
tidak masuk makanan maka dia akan
mengelola sisa-sisa makanan yang
melengket di dinding-dindingnya akhirnya
jadi bersih usus itu kan gitu. Itu
kebaikan. Apalagi kita tidak boleh makan
dan minum hanya dari subuh sampai azan
magrib. Setelah itu makan habis magrib
sampai subuh makan sampai capek enggak
apa-apa artinya boleh makan. Tidak boleh
juga berlebihan tentunya. Tapi maksudnya
bukan berarti kita tidak boleh makan
sama sekali. Kalau 24 jam mungkin wajar
orang lemas itu. Tapi ini tidak sama
sekali. Dan kuatkan niat kita wallahuam
agar kita bisa menjalankan puasa Ramadan
dengan baik. Ingat para sahabat, para
tabiin, mereka setelah Idul Fitri 6
bulan berturut-turut berdoa kepada Allah
agar ibadah di Ramadan diterima sama
Allah. 6 bulan yang tersisa berdoa agar
semuanya bisa ee mendapatkan Ramadan
yang akan datang karena ingin mengejar
pahala itu. Mungkin begitu saja tentunya
Bapak Ibu sekalian. Semoga apa yang kita
bahas hari ini bermanfaat buat kita
insyaallah. Mungkin begitu saja.
Subhanakallahumma bihamdika ashadu alla
ilaha illa anta astagfiruka wa atubu
ilaik. Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.