Kind: captions Language: id [Musik] asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah pujian kita selalu kita berikan kepada Allah Subhanahu wa taala zat yang maha kuat maha perkasa maha bijaksana dan maha segala segala sesuatunya ia mampu mengerjakan apa saja yang dia inginkan dan ia juga bisa memusnahkan siapapun yang dia inginkan dia zat yang tidak beranak dan tidak diperanakkan dan memang zat yang paling layak ditunduki dipatuhi serta juga dicintai dan ia telah menggantungkan segala nikmat yang dia berikan kepada kita dengan kalimat mulia alhamdulillah maka sangat wajar sebagai orang yang beriman kalau kita mengucapkan kalimat ini yang kedua kita panjatkan salam hormat kita kepada manusia terbaik manusia pilihan pimpinan para nabi dan rasul Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasahbihi wasallam sebagaimana Allah dan malaikatnya telah memberikan salam kepada beliau seperti biasa teman-teman sekalian dengan taufik dari Allah Subhanahu wa taala kita akan selalu coba rutinkan sebulan sekali untuk membedah serial sahabat dan alhamdulillah kita sudah selesai membahas 11 orang sahabat yang mulia ridwan alaihim dari 10 orang yang dijamin masuk surga abu Bakar Assiddiq Umar bin Khattab Utsman bin Affan Ali bin Abi Thalib kemudian Thalhah bin Ubaidillah Zubair bin Awwam Abdurrahman bin Auf Saadin Said bin Zaid Abu Ubaidah bin Jarrah dan juga kita sudah bahas yang ke-11 Suhaib Rumi pada pertemuan yang lalu dan pada sore ini semoga Allah berkahi kita akan bahas sahabat yang ke-12 Salim Maula Abi Hudzaifah tentu saya dalam metode membahas biografi para tokoh-tokoh mulia generasi emas umat Islam ini saya mengikuti urutan buku semestinya sebagaimana saya sampaikan waktu kita membahas Suhibur Rumi radhiallahu anhu di pertemuan kita yang ke-11 ada di antara sahabat-sahabat yang memiliki fadilah melebihi beliau seperti misalnya Hamzah bin Abdul Muthalib paman Nabi sallallahu alaihi wasallam kemudian ada Mus'ab ibn Umair yang akan kita bahas pada pertemuan akan datang yang ke-13 insyaallah ada Bilal bin Rabah ada Salman al-Farisi ada Abu Darda banyak sahabat-sahabat Nabi yang lain yang memang memiliki kedudukan mungkin secara fadilah kata para ulama lebih baik daripada suhaib tetapi urutan buku yang sedang kita bedah yang teman-teman bisa dapatkan di depan sama panitia memang seperti itu maka bukan berarti kita meletakkan Suhaib Rumi bahasan ke-11 dan Salim Maula Abi Hudzaifah yang ke-12 ridwanullahi alaihim berarti mereka lebih afdal daripada sahabat yang lainnya kalau 10 orang yang diam masuk surga secara mutlak memang itu disepakati oleh jumhur ulama tetapi bahasan 11 sampai ke 100 sahabat insyaallah maka semua itu ya adalah sesuai dengan urutan buku yang sedang kita bedah dan insyaallah saya lagi programkan mohon doanya teman-teman sekalian mudah-mudahan tulisan saya terbit sendiri tentang tokoh-tokoh sahabat ini hari ini kita bahas Salim Maula Abi Hudzaifah selain daripada urutan tadi yang saya jelaskan metode yang saya gunakan juga saya selalu memulai dengan durus wal ibar pelajaran dan ibrah yang bisa diambil dari para tokoh yang akan kita bahas kebanyakan buku-buku yang ditulis oleh para ulama kita menulis durus wal Ibar ini pelajaran dan juga ibra yang bisa diambil di akhir penutupan bahasan tetapi saya pribadi menggunakan metode yang saya gunakan dan ini tidak menyelisihi metode ilmiah dalam penulisan sebagaimana disepakati oleh para ulama dalam masalah ini bebas-bebas saja yang penting memang tujuan ilmiahnya tercapai salim Maula Abi Hudzaifah radhiallahu anhu akan kita mulai bahas dengan beberapa durus dulu pelajaran-pelajaran yang kita harus ambil dari beliau radhiallahu anhu yang pertama ada hukum maula lil abdi maa sayyidihi yang artinya hukum tentang wala hukum kemaulaan yang merupakan hubungan langsung antara seorang hamba sahaya dengan tuannya dengan tuannya saya sudah panjang lebar sebenarnya menjelaskan pada pertemuan yang lalu Teman-teman sekalian karena Suhaibar Rumi sama kedudukannya dengan Abi Hudzaifah radhiallahu anhum ajmain karena dua-duanya budha hamba sahaya pada pertemuan yang lalu sudah panjang lebar saya jelaskan tentang Buddha ini ada keterbudakan dalam Islam ada perbudakan dalam Islam dan sumber utamanya adalah peperangan kalau terjadi jihad maka semua yang ada di pasukan musuh yang terkalahkan ditawan dan menjadi hamba sahaya dan kalau mereka melimpah jumlahnya kalau jumlah mereka melimpah karena banyaknya jihad maka secara otomatis akan ada pasar perbudakan karena hukumnya mereka bisa mereka bisa diperjual belikan yang ingin saya tambahkan pada pertemuan kita sekarang Teman-teman sekalian adalah dalil tentang adanya perbudakan dalam Islam dan perlu Anda tahu sebelum saya baca dalil dalam surah Muhammad ayat 4 perbudakan ini bukan cuma dalam kaum muslimin bukan cuma pada kaum muslimin tapi semua suku semua kaum semua komunitas di muka bumi ini dari manusia selama terjadi peperangan di antara mereka sudah biasa ada perbudakan hanya saja perbudakan mereka buruk karena pada saat satu pasukan berhasil menguasai satu wilayah yang mereka lakukan adalah mereka menjadikan budak semua yang ada di wilayah yang sedang mereka kuasai itu dan pada saat mereka lakukan budak atau mereka menjadikan budha maka mereka berbuat semaunya sendiri memukul membunuh memerkosa ya menindas bahkan tidak jarang di antara mereka yang memotong anggota tubuh budaknya seperti ada bahasan saya di kitab Imam Azzahabi dosa-dosa besar hukum haramnya mengebiri hamba sahaya ada di antara mereka karena dia punya hamba sahaya laki-laki dia khawatir nanti mengganggu istrinya si tuan ini maka dia mengebiri hamba sahayanya haram dalam agama Islam cukuplah sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam "Siapa yang mengebiri hamba sahayanya maka kami akan mengebirnya." Orang-orang sebelum kaum muslimin memperlakukan budak dengan sangat buruk sangat buruk seperti kaum wanita setelah mereka gauli mereka pukul kalaupun dipelihara maka tidak dipedulikan lagi tentang masalah kesehatannya masalah kebersihannya tempat tinggalnya makanannya semuanya kacau balau bagi mereka melampiskan syahwat selesai dibuanglah budak wanita tersebut kalau dia tidak rasa butuh ditebas lehernya dibunuh itu sudah biasa dalam rentetan sejarah peperangan dunia sudah begitu bahkan terakhir waktu Amerika masuk ke Irak tersebar banyak sekali cuplikan-cuplikan bagaimana mereka memperbudak kaum muslimin di antara pasukan-pasukan mereka banyak yang homoseksual dan menghomoi pasukan muslim yang ada di Irak mereka menindas dan mereka melakukan itu berapa banyak mereka mencambuknya mereka menguliti kulitnya menyiksa menyiksa kita lihat sekarang teman-teman sekalian bagaimana Islam mengatur semua itu dengan kemuliaan saya akan mulai dengan dalil surah Muhammad ayat 4 bunyinya azubillahim minasyaitanirrajim faid lakitumadina kafaruqit hatta umuhumtaha alayah kalau seandainya kalian bertemu dengan orang-orang kafir di kanca peperangan maka perangilah mereka makna yang lain adalah tebaslah leher mereka lawan sampai mereka mati kalau dikanc peperangan sampai kalian memenangkan peperangan itu kalau kalian sudah menangkan peperangan tersebut maka semua yang menjadi tawanan kalian punya hak ambil tawanan itu jadi budak kalian kata Allah atau kalian bebaskan mereka atau kalian punya hak untuk mengambil tebusan dari kerabat mereka atau suku mereka ini semua hak boleh jangan buru-buru menghakiminya saya akan sebutkan hukum-hukum syari berhubungan dengan hamba sahaya ini yang pertama Teman-teman sekalian kalau kita menang dalam kanca peperangan semua yang dipasukkan musuh dari manusia menjadi hamba sahaya kita laki-laki atau perempuan anak kecil atau orang tua dan dibagi rata kepada mujahidin tapi perhatikan apa ajaran Islam untuk kita terhadap mereka yang pertama adalah husnul muamalah harus kita berbuat baik dengan mereka perhatikan saya bacakan firman Allah surah An-Nisa ayat azubillahiminasyaitanirrajim kita disuruh berbuat baik junib jambili w malakatukum alayah kata Allah berbuat baiklah selalu tutur kata yang santun tatapan mata yang syahdu jamaan tangan yang lembut gitu kan semua itu kepada kedua orang tua kepada kerabat kepada anak-anak yatim kepada orang-orang miskin kepada tetangga yang jauh ke tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh juga kepada pasangan hidup kalian serta anak-anak yang terputus jalan atau ibnus sabil orang-orang yang terputus jalan kehabisan bekal atau dirampok dan yang kalian miliki dengan tangan kanan kalian maksudnya para Budha jadi ayat ini kata ulama tafsir Allah masukkan Buddha bersama dengan berbuat baik dengan orang tua dan semua golongan yang sudah kita sebutkan tadi di dalam hadis Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam diriwayatkan Imam Muslim dan hadis ini sahih tentunya kata Nabi sallallahu alaihi wasallam kepada para sahabat setelah mereka mendapatkan tawanan perang hum ikhwanukum wa khawalikum mereka-mereka ini Buddha adalah saudara-saudara kalian dan pembantu-pembantu kalianahidikum allah jadikan mereka di bawah naungan tangan kalian maka siapapun yang berhasil Allah karunia budak di bawah naungannya maka dia harus memberinya makan apa yang dia makan waulbisuhu mimma yalbis dan dia memberikannya pakaian apa yang dia pakai w tukallfulum ma yaglibuhum dan jangan pernah kalian bebankan mereka melampaui kapasitas mereka fain kaftumuhum fainuhum alaih kalaupun ada satu pekerjaan yang berat yang harus mereka kerjakan maka bantulah mereka renungi baik-baik ya bagaimana Islam datang mengatur budak-budak ini ini sekaligus menepis banyaknya perkataan orang-orang nonmuslim orang orientalis yang mempelajari Islam dan sengaja mencoreng sejarah Islam mereka mengatakan Islam datang dengan peperangan kemudian menjadikan tawanannya sebagai budak lalu sewenang-wenang dalam budaknya ini enggak benar sama sekali perhatikan apa sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam tadi selain firman Allah firman Allah tadi yang nomor satu tentunya surah An-Nisa tadi yang mengingatkan kepada kita disatukan antara berbuat baik dengan Buddha bersama dengan berbuat baik dengan orang tua orang miskin dan seterusnya dan Nabi sallallahu alaihi wasallam menyuruh kita memberikan makan apa yang kita makan memberikan pakaian apa yang kita pakai dan juga tidak boleh membebankan mereka apa yang melampaui kapasitas mereka berarti ini penaungan nih gitu kan dinaungi nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan juga di dalam hadis riwayat Muslim man lama mamlukahu aabahu fakaaratuhu fakafaratuhu aytiqah siapapun yang meninju memukul budaknya atau ya mematahkan anggota tubuhnya maka kafarahnya dendanya ia membebaskannya bebas dari keterbudakan karena kalau budak kalau tuan mengatakan saya bebaskan kamu karena Allah maka hukumnya bebas dan sudah kita sebutkan di bahasan kita pada saat membahas sahabat yang mulia Suhaib Rum radhiallahu anhu saya juga menjelaskan tentang bagaimana mereka bisa dijadikan sebagai hukum kafarah pembebasan Budha bisa jadi kafarah nanti akan saya ulangi lagi tapi yang jelas kita lihat di sini bagaimana haknya budha islam kemudian sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam dalam hadis sahih riwayat Imam Ahmad Ibnu Majah Abu Daud dan Tirmidzi dengan sanad yang sahih kata Nabi sallallahu alaihi wasallam "Manaba gulaman lahu hadan lam yatihi aamahu fainna kaaratuhuq." Barang siapa yang memukul budaknya atau dia mematahkan anggota tubuhnya maka dia harus membebaskannya kalau ada seandainya di musuh kita yang ikut dalam musuh ini seseorang yang ada hubungan kerabat dengan kita namanya rahim maka dalam Islam kalau pas bagian harta rampasan perang itu dibagi kepada mujahidin dan kita dapat ternyata yang menjadi budak kita adalah orang yang punya hubungan rahim dengan kita apalagi yang punya mahram hubungan mahram hubungan rahim misal seseorang masuk ancam peperangan setelah dia masuk Islam dia menyerang wilayah yang dulu dia lahir di sana seperti misalnya para sahabat Muhajirin pada saat menyerang Makkah banyak tuh orang-orang Makkah yang menjadi tawanan gitu kan maka yang menjadi tawanan ini dibebaskan secara otomatis kalau punya kerabat apalagi kalau rahim punya hubungan rahim atau mahram maka secara otomatis dengan sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam riwayat Imam Muslim dan Abu Daud manaka dza rahimin mahrum eh eh muhrimin manaka dza rahimin mahramin fahua hur siapa yang memiliki dan mendapatkan bagian budaknya yang punya hubungan kerabat dengan dia atau mahramnya maka secara otomatis budak itu bebas misal seseorang mendapatkan bagian harta rampasan perangnya ayahnya ibunya saudarinya tantenya bebas secara otomatis orang itu enggak masuk dalam keterbudakan hadis mulia yang lain riwayat Imam Bukhari Muslim ini masih masuk dalam poin pertama bagaimana bermuamalah dengan Buddha kata Nabi sallallahu alaihi wasallam "Man aqa syirkan lahu fi abdin." Siapa yang membebaskan setengah hak dia di budak yang dia partner dengan orang lain misal gini kalau budak lagi banyak ada pasar budak nanti menjual mereka seperti kasus Zaid bin Haritah radhiallahu anhu nanti akan kita bahas kehidupan beliau itu dijual di pasar Makkah khadijah beli radhiallahu anha dan pada saat menikah dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam dihadiahkan untuk Nabi sallallahu alaihi wasallam gitu kan ada pasar budak nah budak yang dijual di pasar misal seorang budak ini contoh saja harganya Rp10 juta saya dengan teman saya partner membeli budak itu R juta r juta dengan syarat nanti budak ini setengah hari bekerja dengan saya setengah hari bekerja dengan teman saya ini hukum syari kita bicara hukum syarinya maka pada saat saya ingin membebaskan dianjurkan dalam Islam saya membebaskan hak saya itu setengahnya itu saya bebasin dan kalau dia punya kelebihan harta dianjurkan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam untuk membayar kepada partnernya agar budak ini dibebasin dan itu ibadah sendiri ini makna hadis Teman-teman kalau antum pas buka buku membahas bab ini memang harus jelas karena kalau baca sendiri otodid nanti tidak paham kata Nabi sallallahu alaihi wasallam "Manqirkan lahu fi abdin." Siapa yang membebaskan hak dia dalam ya hak dia di partner budak yang dia partnerkan dengan partnernya lahu abdi kemudian dia masih memiliki kelebihan harta yang dia bisa bayar haknya partnernya maka dinilaah nilai yang tersisa itu dengan adil kemudian dia memberikan partner-partnernya hisosihim bagian mereka watika alaihil abdebaskan oleh dia kalau seseorang teman-teman sekalian membebaskan Budha membebaskan Budha dengan dia mengatakan "Saya bebaskan kamu karena Allah," maka nanti ada hukum maula namanya hukum maula ini akan ada di bahasan Salim radhiallahu anhu makanya kita panjang lebar jelaskan ini supaya nanti kalau saya jelaskan salim bukan cuma sekedar sahabat ridwanullah tapi ada hukum-hukum syari berhubungan dengan itu kalau saya bilang sama budak yang saya beli atau saya dapatkan di benan perang saya bebaskan kamu karena Allah maka ada hukum maula misal namanya dia A nama saya Khalid lalu dikatakan si A maulanya Khalid karena memang saya bebasin dan maula ini berarti ada hukum warisan di antara mereka kalau sampai misalnya budak itu meninggal maka saya memiliki hak waris karena hukum dalam syariat kita maula ini pembebasan budak yang didapatkan ya dari tuannya itu dengan cara tuannya lillahi taala membebaskan itu hukumnya seperti hukum nasab ada hak waris di antara mereka yang kedua Teman-teman selain bermuamalah dengan baik adalah Allah Subhanahu wa taala menjadikan mereka sebagai kafarah dan juga ibadah pada saat membebaskan mereka serta Allah Subhanahu wa taala memotivasi kaum muslimin untuk mengeluarkan zakat harta mereka untuk membebasin Budha kita lihat misalnya fadilah membebasin Buddha jadi kalau kita sudah punya Budak bebasin itu pahala dianjurkan surah Al-Balad ayat 60 maaf ini di ayat 6 kata Allah Subhanahu wa taala di ayat 10 ya maaf surah Albalad ayat 10 azubillahiminasyaitanirrajim w adrakamal aqaba faquqaba apakah kalian tahu apa itu pahala yang sangat besar kata Allah Subhanahu wa taala membebaskan Budha kemudian juga kalau mereka melakukan mukatabah mukatabah itu dia mau ee bebaskan dirinya kalau misalnya ada budak datang kepada tuannya mengatakan "Saya mau bebas." Bisa enggak kata tuannya "Boleh." Tapi dengan syarat kau bayar R10 juta kalau ada budak yang mau mukatabah maka harus kita terima enggak boleh enggak hukum syarinya berdosa tuannya kalau dia tolak tuannya bilang "Baiklah kau bayar sejuta sebulan 10 bulan kau bebas." Maka namanya hukum mukatabah dan Allah Subhanahu wa taala menyuruh kita untuk menerima mukatabah kecuali kalau kita tahu budak itu kalau dibebasin nanti jadi masalah buat umat Islam maka itu baru tidak boleh dalam surah Annur ayat 33 Allah Subhanahu wa taala berfirman masalah itu azubillahiminasyaitanirrajim walladina yabtaquunal kitaba mimma malakat aimanukum fakibuhum inimtum fihimir waum millahilladziakum alayah dan orang-orang yang dari budak kalian yang mengajukan kitabah kitabah itu adalah tadi memohon agar mencicil membebaskan dirinya maka terimalah penawaran itu kalau kalian mengetahui kebian kebagikan dari mereka dan berikanlah dari harta Allah yang telah diberikan kepada kalian kepada mereka untuk mereka jadi kita selain membebaskan mereka dengan cara itu paling besar pahalanya kalau kita bilang bebas kamu tapi kalau dia mukatabah diajukan dengan mau cicil maka juga boleh dan kita dianjurkan pada saat Allah berikan kita kelebihan rezeki maka kita bebasin sekalian atau kita malah membantu dia dengan uang kalau masalah dalil Allah Subhanahu wa taala menjadikan mereka sebagai atau memotivasi kaum muslimin untuk mengeluarkan zakat mal membebasin Buddha itu disebutkan dalam surah at-Taubah ayat 60 tentang golongan orang-orang yang menerima zakat delan golongan auzubillahiminasyaitanirjim innamqatu lil fuqar wal masakini walilina alaihi wal muallafatiubuhum waqobi walimina wailillahi wabil faridatan minallah wallahu alimun hakim sesungguhnya sedekah itu zakat mal kalian kalian keluarkan yang pertama untuk para fakir fakir adalah orang-orang yang tidak tahu dia mau makan apa hari ini apalagi besok dan yang kedua orang-orang miskin miskin adalah yang sudah tahu dia mau makan apa hari ini tapi pas-pasan atau kadang-kadang masih utang masuk dalam sini adalah maaf profesi seorang pegawai sopir kah pembantu rumah tangga kah staf di kantor kah atau pegawai umumnya yang memang mereka terima gaji tapi pas-pasan bahkan mungkin kadang-kadang kurang masih utang sama teman-temannya masuk dalam golongan miskin yang bisa menerima zakat dan ini tidak usah tersinggung ikhwah sekalian dengan istilah ini karena ini bukan berarti menghinakan tetapi ini memang hukum syarinya yang ketiga dan amil zakatnya mereka boleh mengeluarkan tapi ulama menentukan mengatakan maksimal 1/dapan dari harta zakat yang terkumpul misal badan amil zakat atau lembaga-lembaga sosial yang cukup banyak sekarang yang mengelola zakat mereka boleh mengambil untuk gaji pegawainya maksimal 1/dapan dari dana zakat itu dan mualaf mualaf ini adalah orang-orang yang masuk Islam tetapi hatinya masih bisa pindah agama walaupun sudah 10 tahun dia masuk Islam tapi belum pernah dididik namanya mualaf kalau ada orang yang masuk Islam tapi dasarnya sudah tahu Islam sebelumnya sudah pelajari kemudian mereka masuk Islam tidak dikatakan lagi mualaf jadi definisinya adalah orang yang belum tahu Islam kemudian yang selanjutnya adalah pembebasan Buddha yang kelima pembebasan Buddha orang fakir miskin amil zakat mualaf dan yang kelima pembebasan Budha kemudian orang telit utang yang keenam dan jihad di jalan Allah yang ketujuh serta Ibnu Sabil yang ke-elapan sebagai ketentuan dari Allah dan Allah maha mengetahui juga maha bijaksana nabi sallallahu alaihi wasallam memotivasi kita untuk bebasin Budha teman-teman sekalian dan digantungkan pahala yang sangat besar bahkan dengan bebasin Buddha kita bisa masuk ke dalam surga dan selamat dari api neraka kita dengarkan hadis Bukhari Muslim kata Nabi sallallahu alaihi wasallam "Manqabah mukminah siapa yang membebaskan budha yang sudah beriman." Karena biasanya ada budak-budak yang memang itu yang terjadi di zaman Nabi sallallahu alaihi wasallam para sahabat mendakwahi budak-budak mereka akhirnya diajarkan Islam mereka menjadi ulama besar seperti kita tahu misalnya ada Atha bin Abi Rabah di Makkah ulamanya Makkah dan ulamanya tabiin adalah budak mantan Buddha hasan Basri mantan Buddha gitu kan banyak sekali di antara ulama tabiin yang dasarnya awalnya mereka adalah budak ya kemudian mereka dididik oleh tuannya kata Nabi sallallahu alaihi wasallam "Siapa yang membebaskan budak yang sudah berimanahu likulli irbin minha irban minhu maka Allah akan bebaskan dia dari api neraka di setiap potongan tubuhnya ya potongan Buddha itu dengan potongan tubuhnya dia minanar dari api neraka hatta innahu hatta innahul yada bil yad sampai-sampai Allah akan jadikan tangannya budak yang dibebasin itu akan menjadi pembebasan tangannya si tuan dari api neraka warrijla birrijil dan kaki dengan kaki wal farja bil farj bahkan kemaluan dengan kemaluan jadi ini jelas sekali motivasinya bagaimana kita disuruh bebasin budha ya bebasin Budha kemudian juga sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam "Man aana gariman." Ini hadis mulia hadis sahih riwayat Ahmad dan Hakim siapa yang menolong orang yang terlilit hutang ini teman-teman fadilahnya besar sekali nih dengarkan baik-baik ada teman-teman kita telit hutang lalu kita tolong mereka aazian atau menolong seorang prajurit perang mujahid a mukatiban fi kitabatihi atau seorang budak yang membebaskan dirinya dari keterbudakan dengan mukatib tadi adallahullahu yaumailla illau allah akan naungi dia di mana hari tidak ada naungan kecuali naungannya selama ini kan kita tahu cuma tujuh golongan ya yang dinaungi oleh Allah subhanahu wa taala seperti disebutkan dalam hadis Bukhari Muslim tapi ini ada tambahan ternyata ada golongan yang lain yang juga dinaungi oleh Allah di bawah naungan di Mahsyar tidak ada naungan kecuali naungannya yaitu orang yang menolong orang yang telit hutang dilunasi utangnya mujahid yang mau berperang dibiayai dan juga orang yang membebaskan membantu membebaskan Budha kemudian Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan tentang orang yang membebaskan budha dalam hadis Bukhari Muslim innamal wala liman aq kewalaan itu akan diberikan kepada orang yang membebaskan juga kata beliau dalam hadis yang terakhir dalam poin ini adalah laula laula lohmatu kalah alwala maaf alwala luhmatun kalahmatin nasab la yuba wala yuhab riwayat hakim wala itu kalau ada orang mengatakan saya bebaskan kamu kepada budaknya maka itu hukumnya sama dengan nasab ada hubungan nasab ada warisan di antara mereka maka tidak akan boleh dijual dan tidak boleh lagi dihadiahkan seperti Bilal misalnya itu dibeli oleh Abu Bakar gitu kan maka Abu Bilal adalah maula Abu Bakar dikatakan begitu ya maka setelah dibebaskan tidak boleh lagi ada penjualan tidak boleh lagi dijual budak tersebut ini yang pertama teman-teman sekalian tentang masalah hukum maula atau kebudakan ataupun hukum maula dalam Islam pada saat seseorang membebaskan budaknya sekarang kita masuk pelajaran yang kedua yang kita bisa ambil dari Salim Maula Abi Hudzaifah ini adalah hukum mengangkat anak angkat di dalam Islam karena Salim ini budak ada hukum nanti salim radhiallahu anhu adalah budak yang dibeli di pasar oleh istrinya Abu Hudzaifah nama istrinya adalah e Tsabiyah binti Ya'ar al-Anshariyah jadi dari kecil ini rupanya Salim seperti anak bayilah bayi tidak jelas mana orang tuanya dijual di pasar perbudakan abu istrinya Abu Hudzaifah beli dipelihara oleh istrinya Abi Hudzaifah gitu kan lalu berjalannya waktu Salim mulai tumbuh besar dan sudah dianggap seperti anaknya sendiri oleh si Tsabiyah ini tadi radhiallahu anha pada saat itu Abi Hudzaifah pun akhirnya mengubah status dia Buddha menjadi anak angkat bolehkah hukumnya maka kita akan bicara tentang hukum mengangkat anak-angkat kita perlu Teman-teman tahu bahwasanya dalam Islam boleh mengangkat anak angkat siapapun dia punya hubungan kerabat atau tidak seperti misalnya Nabi sallallahu alaihi wasallam mengangkat Zaid ibn Harithah mantan budaknya beliau yang beliau jadikan sebagai anak angkat sampai-sampai dan itu kasusnya adalah pada saat Zaid bin Haritthah ini didatangi oleh ayahnya ayahnya lalu meminta Nabi sallallahu alaihi wasallam untuk membebaskannya dan mau siap membayar lalu kata Nabi sallallahu alaihi wasallam "Suruh aja pilih Zaid kalau Zaid pilih Anda maka silakan saya bebasin tanpa tebusan tapi kalau dia pilih saya maka Anda harus berbesar hati melepaskannya." Lalu Haritah menanyakan kepada Zaid "Wahai Zaid Muhammad secara bijaksana dia suruh pilih kamu milih dia atau milih saya kalau kau pilih saya kau akan bebas kembali menjadi turunan saya dan menjadi penurus saya sebagai kepala suku." Maka Zaid radhiallahu anhu mengatakan "Saya tidak mungkin mendahulukan Muhammad dari siapapun termasuk Anda ayahnya sendiri setelah itu Nabi sallallahu alaihi wasallam sangat gembira dan mengubah namanya Zaid menjadi Zaid ibn Muhammad diubah nama ayahnya Haritah sampai turun firman Allah Subhanahu wa taala dalam surah Al-Ahzab ayat 40 yang bunyinya ini teman-teman kalau ada kesempatan catat dicatat ya sayang dalil-dalilnya ini bunyinya azubillahiminasyaitanirrajim maana muhammadun aba ahadijalikum wakin rasulullah nabiyin wallah bikulli alima sampai turun firman Allah "Muhammad bukanlah ayah seseorang di antara kalian sallallahu alaihi wasallam tetapi beliau adalah utusan Allah dan penutup para nabi dan Allah mengetahui segala sesuatunya." Barulah diubah kembali namanya Zaid ibn Harithah menjadi Zaid eh Zaid ibn Muhammad mengubah menjadi Zaid bin Haritha juga abi Hudzaifah dalam kasus yang lain mengangkat Salim sebagai anak angkatnya terus saja dikatakan Salim bin Abi Hudzaifah sampai turun firman Allah Subhanahu wa taala di dalam surah al-Ahzab ayat 50 maaf surah Al-Ahzab ayat 5 azubillahiminasyaitanirrajim umisaum junahum akum bihiubukum wallahu rahima panggillah budak-budak kalian itu anak-anak angkat kalian itu ya jadi ada budak ada anak angkat kalau budak mau dianak angkatkan juga boleh gitu kan masing-masing punya hukum panggillah anak-anak angkat kalian itu atau budak-budak kalian dengan nama ayah-ayah mereka seperti misalnya Zaid tadi yang dia merupakan anak angkat Nabi sallallahu alaihi wasallam dikembalikan ke nama ayahnya Zaid bin Haritah tapi disebut maula Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam itu lebih adil di sisi Allah kalau kalian tidak tahu ayah-ayah mereka tidak jelas mana ayahnya maka berarti mereka adalah saudara kalian seagama kalian bisa mengatakan ini saudara kami seagama atau kalian mengatakan maulah saya jadi ternyata hukum maulah ini terjadi dua pembebasan Budha tadi yang kita di awal bahasannya poin pertama kalau saya bebasin Budha maka dia berarti punya hukum maula dengan saya atau yang lain adalah kalau kita mengangkat anak angkat dan anak angkat ini tidak jelas siapa ayahnya siapa ibunya enggak tahu mana orang tuanya maka kita bisa mengatakan jangan dikatakan misalnya Ahmad bin Muhammad tidak boleh dicari nama kalau tidak ada maka dikatakan Ahmad Maula Muhammad kalau tidak jelas orang tuanya ya kata Allah Subhanahu wa taala "Kalau kalian tidak tahu ayah-ayah mereka fainam taamu abahum faikhwanukum." Maka katakanlah saudara kami fiddin dalam agama wa maw walikum atau maula-maula kalian dan Allah tidak akan menghukum kalian dengan apa yang kalian keliru tetapi Allah akan menghukum apa yang kalian sengaja tanamkan dalam hati kalian sesungguhnya Allah maha pengampun lagi maha penyayang ini hukum pertama berhubungan dengan menganak mengangkat anak angkat jadi boleh dalam Islam dalil-dalilnya jelas ya berhubungan dengan hukum ini juga perlu diketahui kalau dia anak perempuan maka bukan mahram kepada si laki-laki yang mengangkatnya sebagai anak angkat kalau sudah balig begitu pula kalau anak laki-laki bukan mahram bagi si perempuan yang mengangkatnya sebagai anak angkat kecuali dalam satu keadaan dia sempat disusui kalau anak angkat itu sempat disusuin maka berarti boleh menjadi mahram kalau tidak maka tidak jadi kalau sudah balik hukumnya hukum orang asing tapi boleh tinggal serumah selama memang tidak berdua seperti misalnya saya sama istri saya misal mengangkat anak angkat kemudian anak angkat ini Teman-teman sekalian tumbuh besar misalnya di rumah saya seorang perempuan selama dia belum balik masih gak ada masalah kumpul tapi kalau sudah balik hukumnya hukum orang asing tapi boleh tinggal serumah karena balas jasa yang bisa diberikan kepada orang yang telah mengangkatnya sebagai anak angkat kecuali dia sudah sempat disusui nanti akan kita jelaskan di poin ketiga tentang hukum menyusui dalam Islam saudara susuan selanjutnya yang ketiga hukum tentang masalah anak angkat ini adalah boleh menikahi mantan pasangan anak angkat misal saya punya anak angkat kemudian anak angkat ini menikah laki-laki misalnya dia menikah dengan seorang wanita ternyata dia cerai dengan istrinya hukum syari hukum syari boleh enggak saya nikah dengan mantan istrinya anak angkat saya boleh kan gitu seorang wanita mengangkat anak angkat perempuan mungkin dia masih muda mungkin dia masih 15 tahun ini 16 tahun dia ambil anak bayi anak angkat berjalan waktu ternyata si perempuan yang menganggil anak angkat ini mungkin belum menikah atau misalnya menikah tapi suaminya mati atau cerai gitu kan anak angkat yang diangkat tadi si perempuan ini sudah gadis misal umur 15 16 itu menikah habis itu cerai dengan suaminya bolehkah mantan suami anak angkat si ibu tadi nikah dengan si ibu itu boleh dalam Islam ini hukum syari sendiri diambil dari mana hukum pernikahan Nabi sallallahu alaihi wasallam dengan mantan istrinya Zaid ibn Haritah tadi anak angkat Nabi sallallahu alaihi wasallam itu menikah dengan masih keluarganya Nabi namanya Zainab zainab radhiallahu anha menikah dengan Zaid zaid ini mantan budak gitu kan waktu Zainab datang kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan "Ya Rasulullah saya mau nikah siapa yang Anda prioritaskan siapa yang Anda tunjuk?" Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam Zaid ibn Haritah ini Zaid nikahi zainab sempat berat karena kenapa zainab ini orang terkenal di sukunya dan dia tahu Zaid ini budak di zaman jahiliyah mustahil gitu enggak mungkin ada mantan Budha nikah sama orang bebas itu enggak mungkin di zaman jahiliah kalau di Islam tidak ada masalah tidak ada masalah sama sekali gitu kan tapi begitulah hukumnya cuman ini karena perintah Nabi sallallahu alaihi wasallam sama Zainab diterima menikahlah mereka berjalan waktu ternyata Zainab ini secara kejiwaan suka tertekan selalu dia merasa dihantui terus dengan perasaan nih Zaid ini budak gitu ada perasaan itu dia mengeluh dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam ya Rasulullah perasaan saya sama Zaid ini enggak ganjal walaupun saya sudah menikah saya tetap merasa enggak nyaman gitu dan sulit menghormati dia sebagai suami zaid juga selalu mengatakan hal yang sama kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam ya Rasulullah Zainab ini merasa dirinya lebih daripada saya saya sulit untuk mengaturnya gitu secara kejiwaan gitu kan setiap kali mereka mengeluh dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam Nabi sallallahu alaihi wasallam selalu mengatakan "Sabarlah jalani rumah tangga kalian." Selalu diingatkan "Sabarlah." Sampai puncaknya sering ribut akhirnya melapor kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam turun firman Allah Subhanahu wa taala menyuruh Nabi sallallahu alaihi wasallam untuk menyetujui perceraian Zaid sama Zainab setelah Nabi sallallahu alaihi wasallam setuju gitu kan Allah Subhanahu wa taala langsung menikahkan Nabi sallallahu alaihi wasallam dari atas langit kata para ulama dengan menurunkan firman Allah Subhanahu wa taala jadi Nabi sallallahu alaihi wasallam tidak melalui lagi kalimat akad gitu kan allah langsung nikahkan dengan Zainab setelah masa iddahnya selesai itu dalilnya disebutkan dalam surah al-Ahzab ayat 37 satu ayat yang panjang ini saya bacakan auzubillahiminasyaitanirrajim alahzab 37 tentang hukum boleh menikah dengan mantan pasangan anak angkat kita waquilladina anamallahu alaihi waamta alaihi amsik alika watillahiasa wallahu ahaqu yang artinya sampai sini dulu sebelum selesai ayatnya ya belum selesai ayatnya maksud saya hai Muhammad ingatlah pada saat kau berkata kepada orang yang telah engkau memberikan nikmat Allah padanya dan dia pun telah mendapatkan atau membalas nikmat itu maksudnya Nabi sallallahu alaihi wasallam menjadikan Zaid sebagai budak budak juga membalas dengan mengabdi kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam pada saat engkau berkata kepada Zaid tahanlah istrimu dan bertakwalah kepada Allah pertahankan rumah tanggamu sementara kamu menyembunyikan di dalam jiwamu sesuatu yang Allah akan bongkar kata ulama tafsir waktu Zainab hampir setiap hari mengeluh dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam Nabi sallallahu alaihi wasallam juga kasihan karena ini masih keluarganya dia gitu kan akhirnya Nabi sallallahu alaihi wasallam mau mengatakan cerai saja sama Zaid belum ada wahyu yang turun maka Nabi sallallahu alaihi wasallam mengekang itu belum mau menyuruh cerai gitu kan karena takutnya nanti malah jadi ya melanggar hukum Allah yang belum ada belum ada wahyu turun maka kata Allah "Engkau menyembunyikan itu kau mau suruh dia cerai tapi enggak bisa karena kau masih menunggu hukum Allah sementara kau takut atau kau khawatir dengan manusia hai Muhammad jangan sampai mereka menilai kau buruk padahal Allah lebih pantas kau takuti." Falamma qada zaidun minha watara pada saat Zaid sudah selesai urusannya dengan Zainab zawajnaakaha kami nikahkan kau dengan Zainab itu lai yakun alal mukmin haraj agar tidak ada bagi setiap orang-orang beriman ya sesuatu penghalang fi azwajiim untuk menikah dengan pasangan-pasangan anak-anak angkat mereka q minhun watar pada saat mereka sudah menyelesaikan urusan dengan mantan pasangannya itu sampai masa iddah selesai dan pastilah sesuatu yang berhubungan dengan urusan Allah terjadi ya ini poin yang ketiga yang berhubungan dengan masalah hukum yang kita bisa ambil dari kehidupan salim ya saya ulangi hukum masalah maula keterbudakan ya yang kedua kita bahas masalah hukum mengambil anak angkat di dalam Islam kemudian kita masuk Teman-teman sekalian hukum masalah menyusui dalam Islam ini semua berhubungan dengan Salim radhiallahu anhu ya hukum menyusui dalam Islam ini Teman-teman sekalian ada dalam Islam dan dibolehkan kalau misal seorang muslimah dia hamil melahirkan tidak ada susunya dia mau cuusuin anaknya enggak ada bagaimana caranya dia boleh menggunakan jasa susunya wanita lain tetapi ulama ya menekankan agar memilih wanita-wanita yang baik bagaimana kalau orang kafir gak ada larangan masalah itu karena Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wasallam disusui oleh Halimah Sa'diyah halim waktu itu dalam keadaan kafir gitu kan dan Allah Subhanahu wa taala menjelaskan kepada kita tentang bolehnya menggunakan jasa susunya wanita lain jadi bisa kalau orang seperti sekarang kita donor asi ya hanya saja nanti kita akan jelaskan ada hukum-hukum syarinya ya sebelumnya saya bacakan dalilnya dulu tentang bolehnya dalam surah at-Talaq ayat 6 surah at-Talaq ayat 6 azubillahiminasyaitanirrajim tempat tinggalkanlah para istri kalian di tempat yang kalian mampu untuk memberikan tempat tinggal dan jangan kalian menyusahkan mereka wa kunna ulatu hamlin faanfiqu alaihin hatta yadna hamlahun kalau seandainya mereka hamil maka biayailah ya biaya hamil tersebut sampai mereka melahirkan baik dalam kondisi dia jadi istri ataupun dia sudah diceraikan karena kalau wanita diceraikan sementara hamil sah cerainya tetapi idahnya sampai dia selesai melahirkan dan selama masa iddah itu dia si suami harus membiayai kecuali kalau si perempuan zina lalu anak tersebut bukan anak si laki-laki maka boleh dia ceraikan dan tidak ada nafkah di sini tapi kalau anak dia kemudian cekcok lalu dia ceraikan istri yang sedang hamil boleh terjadi tapi idahnya sampai selesai melahirkan dan Allah suruh memberikan nafkah fain ardna lakum faatuhunna ujurahun lalu kalau perempuan tadi mantan istri itu yang sudah diceraikan sudah selesai masa melahirkan dan mana idah berarti sudah selesai dan mereka menyusui anak-anak kalian maka berikanlah upahnya berikan makanan minuman uang ya waamiru bainakum bima'ruf walaupun kalian sudah cerai maka bicarakanlah di antara kalian dengan cara baik-baik wa taasum ukhro ini saksi bahasan kita penurupan ayat kalau kalian kesulitan mencari wanita atau asi ibunya enggak ada maka kalian boleh mencari wanita lain yang menyusui anak itu menyusui anak itu baik ini tentu teman-teman sekalian hukum yang berhubungan dengan bolehnya mengambil susu dari wanita lain cuma ada hukum-hukum di sini yang pertama teman-teman sekalian orang yang ingin mendonorkan asinya harus jelas siapa dia karena ada hukum mahram misal dia mengatakan ee atau seorang wanita mengatakan pada temannya "Sini saya susuin anakmu." Maka harus dia tahu temannya ini namanya siapa mungkin saja teman mungkin dia baru tahu tapi dia tidak tahu tinggal di mana misalnya harus jelas siapa dia karena kalau sampai si bayi kenyang berarti hukum mahram berlaku misal seorang wanita menyusui anak laki-laki jadi mahramnya dia gitu kan kalau dia susui anak perempuan jadi mahram suaminya dan itu sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam di dalam hadis sahih riwayat Bukhari yuhru minar yuh minan nasab jadi orang kalau menyusui maka anak yang disusui itu akan terharamkan sebagaimana haramnya nasab dan tolok ukurnya adalah walaupun cuma sekali saja disusuin tapi dia sampai kenyang maka sudah terjadi hukum pengharaman mahram sebagaimana sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam innamaratu minal majaah sesungguhnya dihitung orang itu punya hubungan karena susuan itu karena rasa lapar yang hilang gitu kan berhubungan dengan Salim radhiallahu anhu ada hukum di sini sendiri teman-teman sekalian adalah beliau waktu bayi diambil oleh dibeli oleh istrinya Abu Hudzaifah dan tidak jelas siapa ayah dan ibunya Abi Hudzaifah nih eh si Salim nih enggak jelas bayi dijual di pasar Budha datanglah tadi Tsabiyah radhiallahu anha bin Ya'ar membeli lalu dia bawa pulang digendong-gendonglah si Salim ini berjalan waktu gitu kan sampai Salim mulai balik mulai balik akhirnya istrinya Abu Hudzaifah ini mulai mau bertanya hukum ini gimana nih anak angkat tapi belum pernah disusuin dan ini tinggal serumah lalu dia datang kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan "Ya Rasulullah Salim telah seperti saya anggap anak saya sendiri melihat apa yang dia bisa lihat dari anak-anak saya melihat saya tinggal serumah dengan saya tahu semua yang berhubungan dengan rumah saya bagaimana hukumnya sementara saya sama Abi Hudzaifah berat untuk melepaskan dia kata Nabi sallallahu alaihi wasallam "Susuilah dia." Makna di sini Teman-teman kalau antum baca dan ini kalau antum ikutin dalam kajian di web saya sudah ada di Bulugul Maram bab Radhaah khusus bab menyusui nih khilaf di antara ulama tentang masalah sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam "Aridii susui si Salim itu salim ini sudah balik gitu kan belum dijelaskan sudah ketawa ini memang pemikirannya ikhwah selalu ngacau dengarin makanya hukumnya bagaimana caranya sahabiat ini tadi radhiallahu anha tsabiyah menyusui Salim salim sudah balik maka ulama merincikan makna hadis waktu Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan susuilah dia ternyata ada rentetan histor nih si Tsabiyah radhiallahu anha ini kebetulan waktu itu memiliki bayi dan ada ASI maka yang dimaksudkan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam susuilah dia adalah tuangkan susumu di wadah berikan kepada Salim sudah paham bukan nyusui dari sumbernya ya ini soalnya kalau antum baca hadisnya antum makan bingung kalau gak dijelasin tuh kok Salim sudah balik disusui sama ibu angkatnya ini gimana apa seperti anak baik kan gak mungkin maka diletakkan di wadah lalu Salim disuruh minum sampai Salim kenyang gitu ini waktu saya jelaskan Bulu gularan ada seorang ibu tanya "Ustok ukurnya kenyang bagaimana?" Dia kan sudah dewasa masa itu juga saya harus rincikan Bu itu paham sendirilah gitu yang jelas dia minum sekali saja dia sudah kenyang maka sudah menjadi anak angkat khilaf di antara ulama pertama pendapat dan ini marjuh marju ini dinomor duakan bahwasanya hadis tersebut khusus untuk Salim radhiallahu anhu nabi sallallahu alaihi wasallam mengkhususkan Salim karena Salim punya kemuliaan nanti akan kita sebutkan manaqibnya kelebihan-kelebihan beliau beliau termasuk sahabat Nabi guru Al-Qur'annya sahabat nih bukan main-main dia ini kedudukannya sangat tinggi bahkan dia mengimami Abu Bakar dan Umar nanti akan kita jelaskan hukum-hukum syarinya ada ini pendapat-pendapat ini pendapat yang marju riwayat yang lain dijelaskan oleh Aisyah radhiallahu anha kalau ini sebenarnya bukan khusus untuk salim tapi berlaku pada siapapun kalau kebetulan memang si ibu angkat ini punya air susu memang dia punya bayi misalnya kayak kasus tadi Salim dan tuannya ini maka berarti boleh ASI tersebut diberikan di wadah dan diberikan kepada anak yang sudah terlanjur diangkat dari kecil itu kalau tidak ada asinya berarti tidak akan menjadi mahram selamanya karena tidak bisa gitu hukumnya tidak bisa maka ini diambil daripada hukum perilaku yang disebutkan keadaan Salim radhiallahu anhu baik Teman-teman sekalian itulah yang saya ingin sampaikan berhubungan dengan masalah durus wal ibar pelajaran dan juga ibrah yang kita bisa ambil sekarang kita masuk ke bahasan tokoh kita radhiallahu anhu ini Salim Maula Abi Hudzaifah tidak ditahu di mana orang tuanya sebagaimana saya jelaskan tadi waktu turun firman Allah Subhanahu wa taala menyuruh untuk mengembalikan nama-nama mereka kepada orang tua mereka tadi yang sudah saya bacakan ayatnya uduhum liabahim aqsatuallah itu di dalam surah al-ahzab tadi ayat 5 maka Abu Huzaifah keliling mencari tahu mana ayahnya nih mana ayahnya Salim kirim informasi ke sana sini tidak dapat informasi akhirnya Abi Hudzaifah memberikan istilah bagi Salim maula maula karena dia dibebasin dia dibebasin maka boleh dipanggil saudaraku seiman atau dikatakan maulaku gitu kan makanya judul kita Salim maula Abi Hudzaifah di sini perlu dipahami bukan berarti Abi Hudzaifah ya bebasin salim begitu saja hukum maulanya tapi maksudnya adalah karena Salim diangkat menjadi anak angkat dan sempat disusui oleh istrinya maka diberikan julukan maula jadi memang dari awal sudah dibebasin oleh Abi Hudzaifah tapi dia ingin bukan cuma bebas saja memang sekalian menjadi mahram buat istrinya maka keluarlah julukan maula terlebih lagi karena orang tua salim tidak diketahui di mana radhiallahu anhu ajmain baik kita masuk teman-teman sekalian salim yang dikenal cuma itu saja dalam biografinya Salim maula Abi Hudzaifah karena tidak jelas orang tuanya dan Abi Hudzaifah radhiallahu anhu sempat menikahkan dia dengan sepupunya sendiri yang bernama Fatimah bint Walid bin Utbah walid bin Utbah ini salah satu tokoh Quraisy yang menjadi korban di perang Badar ini berarti tokohnya orang-orang Quraisy ee wabi Hudzaifah ingin menghilangkan keyakinan secara Islam kalau tidak boleh budak nikah sama orang bebas maka dia nikahkan dengan sepupunya sendiri yang bernama Fatimah bint Walid bin Utbah dan ini tidak ada saya tidak temukan sama sekali ada buku yang menjelaskan kalau Salim memiliki anak allahuam kalau antum temukan maka mungkin bisa dijadikan sebagai rujukan tapi yang jelas saya tidak menemukan itu saya pribadi tidak menemukan nama daripada ee ana Salim radhiallahu anhu fadilah yang pertama atau mangkab atau makmasib ya kelebihan si Salim adalah beliau termasuk assabiquunal awalun minal muhajirin beliau termasuk orang yang awal-awal masuk Islam dari Muhajir dan ini orang yang paling afdal dalam Islam gitu kan enggak ada yang bisa mengalahkan asabiquunal awalun minal muhajirin allah berfirman dalam surah at-Taubah ayat 100 auzubillahiminasyaitanirjim asabiquunal awaluna minal muhajirina waladinauhum bisan radhiallahu anhum waradu waahum jannatinajal anha khidina fiha abadaikal faulim orang-orang yang awal-awal masuk Islam dari Muhajir dan orang Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan cara baik mencontohi kehidupan mereka allah rida kepada mereka dan juga mereka rida kepada Allah dan Allah menjanjikan buat mereka surga yang di bawahnya mengalir sungai dan mereka kekal di dalamnya selamanya itulah keberuntungan yang besar salim termasuk orang-orang awal masuk Islam dan Muhajir yang pertama dalam awal-awal masuk Islam yang kedua teman-teman sekalian beliau termasuk orang yang menghadiri semua peperangan Nabi sallallahu alaihi wasallam termasuk perang Badr dan sudah sering kita sebutkan dari awal pertemuan semua sahabat yang hadir di Badar ini punya fadilah orang-orang di Badr ini punya fadilah karena Allah Subhanahu wa taala membebaskan mereka melakukan apa saja yang mereka mau setelah mereka tinggalkan Badr kalau mereka buat dosa Allah sudah ampuni khusus untuk ahli Badr saja dan di sini Salim termasuk hadir di Badr ada peperangan Nabi sallallahu alaihi wasallam yang beliau tidak hadir semuanya dihadiri dan ini juga sebuah fadilah tersendiri selanjutnya teman-teman sekalian yang menjadi inti judul kita adalah ustaznya Al-Qur'an ya guru mengaji para sahabat ini kisahnya teman-teman sekalian adalah pada saat kaum muslimin ditindas di Makkah Abi Hudzaifah merasa tertindas dan Abi Hudzaifah pun akhirnya hijrah ke Habasyah sementara Salim tidak mau hijrah dan dia memang bertekad ingin mempelajari Al-Qur'an langsung ya dari Nabi sallallahu alaihi wasallam tidak mau ya meninggalkan Makkah karena ingin belajar langsung Al-Qur'an dari Nabi sallallahu alaihi wasallam ini semua kata para ulama karena Salim sangat memahami firman-firman Allah berikut ini dan ini sekaligus teman-teman memberikan gambaran kepada kita tentang pentingnya Al-Qur'an jangan antum cuma sering gonta-ganti Al-Qur'an karena covernya terbitan baru gitu kan atau hanya sekedar ya memajang di rumah karena beli dari Saudi atau dari Madinah misalnya al-qur'an teman-teman turun untuk dibaca ditadaburi dihafal diamalkan harus dan kata ulama seorang muslim dan mukmin harus tahu kebutuhannya terhadap Al-Qur'an lebih penting daripada air pada saat dia haus lebih penting daripada makanan pada saat dia lapar bahkan lebih penting daripada tempat tidur pada saat dia sedang letih butuhnya dengan Al-Qur'an lebih penting daripada itu banyak kita menganggap Al-Qur'an seperti buku biasa renungilah sama-sama teman-teman sekalian beberapa ayat yang saya akan bacakan berhubungan dengan Al-Qur'an dan ini kata para ulama tertanam sekali dalam jiwa Salim radhiallahu anhu sampai dia terbentuk menjadi guru mengajinya para sahabat yang pertama surah al-Furqan ayat 1 azubillahiminasyaitanirrajim tabarakalladzi nazzalal furqana ala abdihi liquuna lilamina nadir maha suci dan maha berkah Allah yang telah menurunkan alfurqan al-Qur'an kepada hambanya Muhammad sallallahu alaihi wasallam agar dia dengan kitab Al-Qur'an itu menjadi petunjuk bagi seluruh alam semesta manusia dari suku manaun mestinya menjadikan Al-Qur'an sebagai rujukan bukan cuma kita memang dia petunjuk untuk seluruh alam semesta karena Allah mengatakan lil alamina nadir jadi Al-Qur'an ini sangat sangat layak untuk diorbit dijadikan sebagai rujukan bagi seluruh negara bukan malah kita buat diri sendiri buat semuanya gitu yang kedua teman-teman sekalian surah Annisa ayat auzubillahiminasyaitanirjim inna anzalnaikal kitaba bilhaqiumasi bima arakallah w takun lilin khima sesungguhnya kami benar-benar telah menurunkan Alkitab Al-Qur'an kepadamu hai Muhammad agar engkau menghakimi manusia dengannya sesuai dengan apa yang Allah inginkan dalam kitab itu dan janganlah kamu menjadi penolong terhadap orang-orang yang salah saksi bahasan kita kitab yang diturunkan dengan benar untuk menjadi hukum bagi manusia kemudian surah Fussilat ayat 41 sampai ayat 42 Allah Subhanahu wa taala juga berfirman "Wa innahu lakitabun aziz." Ketahuilah Al-Qur'an ini adalah kitab yang aziz yang mulia biasanya istilah aziz ini dipakai untuk orang yang punya kedudukan tinggi seperti misalnya pada saat Allah Subhanahu wa taala menyebutkan tentang raja Mesir yang telah mengambil Yusuf Alaih Salam disebutkan Aziz ya wamraatil aziz dan istrinya si raja itu yang ingin mengajak Yusuf Alaih Salam berzina gitu kan digunakan istilah aziz maka Allah mengatakan wa innahu kitabun aziz sesungguhnya Quran itu kitab yang aziz yang punya kemuliaan tidak ada yang mengalahkannya lail batin yadai w min khf tidak pernah ada kesalahan sedikit pun dari semua sisinya tanzilun min hakimin hamid al-qur'an itu turun dari zat yang maha bijaksana lagi maha terpuji surah Al-Hijr ayat 9 azubillahiminasyaitanirrajim inna nahnu nazzalnadzikro wa inna lahu lafidun kami benar-benar menurunkan azzikra alquran azzikr artinya pemberi peringatan dan kami pasti menjaganya dalam surah Al-Isra ayat 88 Allah menantang semuanya jin dan manusia coba bukan cuma orang-orang pintar ilmuan semua jin semua manusia semuanya jadi gak perlu gak perlu ragu untuk datang menjelaskan kepada seorang ilmuwan bahkan orang makin tinggi ilmu dunianya makin mudah memahami Al-Qur'an makin mudah menerimanya karena keajaiban yang luar biasa dalamnya ada ilmu sejarah ada ilmu alam gitu kan ada hukum-hukum hukum pidana ada segala ada peradaban ada arsitektur dan tidak pernah ketinggalan zaman makin digali maka makin terungkap hal-hal yang baru allah mengatakan azubillahiminasyaitanirrajim alisra 88 katakanlah hai Muhammad kepada mereka semua tantang tu jin dan manusia kalau kalian semua wahai jin dan manusia bersatu untuk mendatangkan seperti Quran ini maka kalian tidak akan pernah bisa mendatangkan yang sama dengan itu walaupun kalian satu sama yang lain saling bantu dan saling melihat sekarang jin tidak bisa manusia tidak bisa lihat jin tapi kalau kalian sudah saling lihat-melihat pun semuanya bersekutu ini miliaran manusia miliaran jin semuanya sama-sama untuk mendakang Al-Qur'an mereka tidak akan mampu surah Ar-Ra'ad ayat 31 ini ayat yang mulia sekali ini ayat terakhir dalam masalah fadilah Al-Qur'an tentu banyak ya ini yang saya kumpulin saja azubillahiminasyaitanirrajim surah Arraad ayat 31 walau anal qurana suyirat bihil jibalu bihil ardu bihil mauta kalau seandainya ada kitab yang bisa membuat seluruh gunung-gunung hancur lebur semua bumi ini goncang dan terpecah-pecah serta orang mati bisa berbicara maka pasti itu adalah Al-Qur'an renungi maknanya ya ini bukan cuma masuk telinga kanan k telinga kiri nih ini benar-benar makna yang luar biasa supaya antum bubah dari sini quran itu dipegang jadikan sahabat baca terus lebih penting daripada air pada saat antum haus jangan lewatin sehari kecuali ada beberapa ayat baca selalu baca kata Nabi sallallahu alaihi wasallam dan Nabi menjadikan orang yang belajar Al-Qur'an serta mengajarkannya orang yang paling baik dari umat ini hadis riwayat Bukhari Tirmidzi dan Ibnu Majah kata beliau sallallahu alaihi wasallam "Khairukum man taamal qurana waama." Orang yang paling baik yang paling sempurna di antara kalian adalah orang yang belajar Al-Qur'an bacaannya maknanya ya kemudian hafalannya dan mengamalkannya kemudian mereka mengajarkannya dan dalam hadis riwayat Muslim kata Nabi sallallahu alaihi wasallam "La hasada illa fitnatain." Tidak boleh orang hasud kecuali dalam tiga dalam dua orang enggak boleh kita cemburu kecuali pada dua orang ini rajulun atahullah qurili waahar yang boleh kita cemburuin tuh bukan orang yang punya mobil mer punya rumah mewah di Menteng sana bukan atau orang punya kulit yang putih gagah atau cantik bukan itu tapi seseorang fisiknya bagaimanapun yang Allah karunia kepadanya Al-Qur'an lalu dia sibuk di sini kata ulama ulama hadis dia dimiliki Al-Qur'an bisa saja bacaannya saja cuma bisa baca belum hafal atau dia sempurnakan bacaan dan hafalan atau dia sempurnakan semuanya bacaan hafalan dan amalan tiga-tiganya bisa masuk seseorang yang Allah karunaii Quran lalu dia membacanya setiap malam dan setiap siang itu terus saja kita cemburu dengan orang ini warajulunahullahu maalan fahufiquili waahar dan yang kedua adalah seseorang yang Allah karunai kepadanya ya harta yang dia habiskan di jalan Allah pada siang dan juga di malam hari jadi Teman-teman sekalian Al-Qur'an ini harusnya dipelajari dan karena Salim radhiallahu anhu mempelajarinya kita lihat yang pegang buku silakan dilihat ada di halaman 62 di situ dikatakan kedudukan tinggi yang sampai mencapai bintang Orion maksudnya adalah orang yang sudah sampai pada tingkat yang luar biasa salim waktu saudaranya Abi Hudzaifah hijrah ke Habasyah dia tidak mau karena dia ingin duduk belajar langsung dari Nabi sallallahu alaihi wasallam Al-Qur'an terus tiap hari dia cuma tahu dengar Al-Qur'an hafal dengar Al-Qur'an hafal sampai Allah karunia dia suara yang sangat indah pada saat bacaannya bukti kalau bacaan salim itu sangat luar biasa sampai-sampai waktu mereka hijrah di Madinah atau ke Madinah Nabi sallallahu alaihi wasallam menyuruh para sahabat membangun Masjid Quba dan pada saat Nabi sallallahu alaihi wasallam membangun Masjid Quba 2 3 hari beliau tinggal sana beliau jadi imam pada saat beliau masuk ke Madinah untuk membangun masjid beliau sallallahu alaihi wasallam itu Salim yang jadi imam dan nanti akan saya jelaskan poin terakhir kita nanti adalah masalah kedudukan keimaman dalam Islam dan bagaimana pentingnya orang yang hafal Quran dan orang yang jadi imam dalam Islam itu luar biasa kedudukannya sangat tinggi dan itu lebih penting daripada seorang raja seorang pedagang segala-galanya dikalahkan dengan imam kalau kita kan sekarang malah terbalik kita anggap imam masjid itu "Oh imam sudahudah biasa sepertinya tidak ada kedudukannya gitu muadzin." Oh itu muadzin sampai saya subhanallah bicara sama seorang pengusaha kemarin waktu umrah saya bilang "Kita ini harus buat program sekarang." Berapa banyak muadzin kita dan imam kita subhanallah dari sisi pakaian sangat sederhana rumahnya sudah mau rubuh makan apa adanya padahal mereka ini yang tiap hari mengumandankan azan memanggil kita salat merekalah yang tiap hari memimpin kita salat merekalah juga yang tiap hari ya sibuk mengurus rumah Allah Subhanahu wa taala malah kita perhitungan dengan mereka ini salah ini ya sampai dia bilang benar ya ustaz saya bilang iya benar mestinya begitu salim karena dia menjadi ya orang yang hafal Al-Qur'an maka disuruh oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam untuk menjadi imam di Quba sementara waktu itu ada di belakangnya Abu Bakar dan Umar radhiallahu anhu ajmain dan ini mungkin bagi kita tidak terlalu tidak menyentuh artinya kok bisa sih atau mungkin biasa saja tapi bagi sahabat berbeda karena di dalam di dalam syariat kita Teman-teman sekalian yang jadi imam di masjid itu harus orang yang paling alim makanya Nabi sallallahu alaihi wasallam seumur hidup beliau selalu jadi imam kecuali darurat kalau beliau sakit baru diganti kalau enggak enggak pernah waktu Abu Bakar jadi khalifah Abu Bakar jadi imam sampai beliau meninggal kecuali sakit atau beliau sedang keluar berperang begitu juga Umar bin Khattab begitu juga Utsman bin Affan begitu juga Ali bin Abi Thalib jadi imam dan imam ini tolok ukur orang itu dianggap sebagai seorang pemimpin begitulah dalam Islam cuma sayangnya sekarang kita membeda-bedakan nih kita anggap imam itu sebenarnya beda sekali dengan seorang alim ulama maka tidak harus dia seorang alim atau tidak harus dia seorang pemimpin negara baik dikatakan oleh Ibnu Umar manakala Muhajirin angkatan pertama tiba di di Usbah ya sebuah tempat di Quba sebelum Nabi sallallahu alaihi wasallam datang yang menjadi imam bagi mereka adalah Salim maula Abi Hudzaifah dialah orang yang paling banyak hafalannya di antara kami bagi teman-teman yang baca di sini buku kalau beli bukunya maka ada di footnote diceritakan panjang lebar ada sedikit yang dibahas oleh para ulama tentang perkataan dalam hadis bahwasanya Abi Hudzaifah menjadi imam di Quba termasuk Abu Bakar menjadi makmum di belakangnya pertanyaannya bagaimana bisa sementara Abu Bakar itu sendiri radhiallahu anhu berhijrah bersama Nabi sallallahu alaihi wasallam dan di sini disebutkan dari riwayat Ibnu Umar kalau Salim jadi imam di Quba sebelum Nabi sallallahu alaihi wasallam hijrah maka isykal permasalahan ini dijawab oleh para ulama hadis dengan cara bahwasanya Salim jadi imam sebelum ya yang dimaksud di sini bukan sebelum Nabi sallallahu alaihi wasallam hijrah karena Quba belum dibangun gitu kan tapi di sini setelah Nabi sallallahu alaihi wasallam hijrah dibangunlah Quba nabi jadi imam selama 2 3 hari pada saat Quba dibangun waktu Nabi sallallahu alaihi wasallam menuju ke Madinah maka Abu Bakar sama Umar bersama dengan beberapa sahabat Muhajirin yang lain masih tinggal di Quba dan yang menjadi imam ditunjuk oleh Nabi Salim sementara ada Abu Bakar dan Umar dan ini kedudukan tersendiri di mata sahabat karena enggak mungkin ditunjuk jadi imam kecuali memang orang yang paling menguasai bacaan nanti akan kita sebutkan syarat-syaratnya teman-teman sekalian di dalam Islam dan ini termasuk fadilah yang lain yang kita bahas ini kurang lebih ada tujuh poin tadi ya permasalahan yang saya bahas berhubungan dengan masalah hukum budak tadi kita sudah jelaskan panjang lebar hukum ee ee apa anak angkat hukum menyusui ya kemudian juga ee kita sudah panjang lebar menjelaskan tentang masalah pentingnya Al-Qur'an ya dan juga kita membahas tentang ee pentingnya imamah kita dengarkan Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan apa tentang masalah imam ini dan berhubungan dengan Hudzaifah maaf Salim Maula Abi Hudzaifah beliau berkata dari hadis bisa dilihat di halaman 63 bagi teman-teman yangampan bukunya lah hadis ini dilihat di putut nomor 3 diriwayatkan Imam Bukhari nomor 3806 Imam Muslim 2464 dan Tirmidzi 3810 dari Abdullah bin Amr radhiallahu ya anhuma ia berkata "Aku mendengar Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda qurana min arbaah." Kalian semua hai sahabat-sahabatku kata Nabi sallallahu alaihi wasallam "Ambil Al-Qur'an dari empat orang." Min Ibnu Mas'udin dari Abdullah bin Mas'ud nanti ada bahasan tentang beliau wasalim maula Abi Hudzaifah lalu disebutkan yang kedua Salim maula Abi Hudzaifah wa Ubay ibn Ka'ab dan Ubay bin Ka'ab wa Muad ibn Jabal dan Muad bin Jabal saksi bahasan sini Nabi sallallahu alaihi wasallam menyuruh semua sahabat belajar dari empat orang ini dan salah satunya adalah Salim Maula Abi Hudzaifah disebutkan dalam riwayat yang lain disebutkan oleh Imam Ibnu Majah dalam nomor 1338 dan rawi-rawinya semua siqat dan bagi teman-teman yang pegang buku bisa lihat sampai di bawah ada juga riwayat al-Hakim dalam kitab mustadr dengan sanad yang sahih aisyah berkata radhiallahu anha "Di zaman Nabi sallallahu alaihi wasallam pada suatu malam bada isya aku terlambat pulang ke rumah habis salat Isya Aisyah ternyata sempat ke masjid gitu kan mau ingin salat Isya salat dari masjid Nabi sallallahu alaihi wasallam lalu waktu pulang dia telat nabi sallallahu alaihi wasallam lebih dulu pulang gitu kan di zaman Nabi sallallahu alaihi wasallam pada suatu malam bda isya aku terlambat pulang ketika aku pulang Nabi sallallahu alaihi wasallam bertanya "Dari mana engkau?" Maka aku menjawab "Aku menyimak bacaan seorang laki-laki dari sahabatmu tadi waktu lagi di masjid nih di saf perempuan aku dengar ada ayat Al-Qur'an lagi dibaca suaranya bagus sekali merdu luar biasa maka aku duduk mendengarkan dulu ayat itu karena bagusnya suaranya sampai aku dengarkan," kata Aisyah radallahu anha dan ini menandakan boleh mendengar suara laki-laki orang mengaji suaranya bagus gak ada masalah gitu kan kalau memang niatnya untuk itu ya maka Aisyah berkata "E aku mendengar suara dari salah satu seorang sahabatmu aku tidak mendengarkan bacaan dan suara seperti orang itu." Maka Aisyah berkata "Nabi sallallahu alaihi wasallam tiba-tiba berdiri dan mengikuti dan aku mengikutinya menuju ke masjid ingin lihat siapa yang mengaji itu." Akhirnya pada saat beliau mendengarkan suara orang yang mengaji tadi beliau mengatakan kalimat yang mulia dan kata ulama ini pujian Nabi sallallahu alaihi wasallam khusus untuk salim maula Abi Hudzaifah ini radhiallahu anhu hza salimun maula Abi Hudzaifah alhamdulillahilladzi ja'ala fi umati mlaza itu yang kamu dengar tadi hai Aisyah salim maula Abi Hudzaifah dan aku memuji Allah karena di umatku ada orang seperti ini makna ini dalam bahasa Arab kalimatnya punya bobot ya kalau beliau mengatakan alhamdulillah di yang menjadikan di umatku ada orang seperti ini maknanya di umatku sedikit sekali orang yang seperti ini makna lainnya arti tidak ada jarang orang seperti ini bacaannya bagus hafalannya juga bagus sampai semua sahabat disuruh ambil atau belajar dari beliau radhiallahu anhu ini berhubungan dengan masalah fadilah Salim yang merupakan ya beliau guru mengajinya para sahabat ya saya akan sebutkan teman-teman sekalian pentingnya masalah menjadi imam dalam Islam pertama hadis riwayat Muslim kata Nabi sallallahu alaihi wasallam "Ya ummul kauma aqrauhum likitabillah." Yang harus menjadi imam di satu kaum adalah orang yang paling menguasai bacaan Al-Qur'an dan itulah sebabnya kenapa Nabi sallallahu alaihi wasallam mengizinkan Salim menjadi imam di Quba berarti dia memang guru mengajinya para sahabat walaupun kata ulama hadis tadi disebutkan dalam riwayat kalau Salim ee selain Salim ada Ibnu Mas'ud ada Ubay bin Ka'ab ada Muad bin Jabar radhiallahu anhu ajmain tapi yang Nabi sallallahu alaihi wasallam tunjuk jadi imam nyata di lapangan adalah Salim maula Abi Hudzaifah maka berarti jelas ini ada predikat aqrauhum orang yang paling pintar bacaannya kemudian juga dalam hadis yang lain kata Nabi sallallahu alaihi wasallam "Ya umulqitabillah orang yang jadi imam di antara kalian harus orang yang paling benar bacaannya dan paling bagus dalam kitabullah." Fainu fil qati sawa kalau seandainya mereka sama saja kalau dalam bacaan hafalannya sama misal sama-sama 30 juz suaranya juga sama-sama bagus gitu kan siapa yang didorong menjadi imam kata Nabi sallallahu alaihi wasallam "Fa'lam bisunah." Harusnya orang yang lebih paham di antara keduanya dari sunah sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam hijrah kalau mereka sama juga ilmunya dalam sunah selain bacaan dan hafalan Qurannya maka dicari siapa yang lebih dahulu hijrah fain kanu fil hijrati sawa kalau mereka sama juga dalam hijrah faqdamuhum silman maka dicari siapa yang lebih dulu masuk Islam kemudian dalam hadis riwayat Muslim kata Nabi sallallahu alaihi wasallam "La yaumna maaf faalyuinakum ahadukum akbarukum." Kalau seandainya azan sudah masuk waktunya maka seseorang azan lalu salah seorang menjadi imam yang paling besar atau tua di antara kalian kata ulama kesimpulannya adalah untuk menjadi imam syarat pertama harus orang yang paling benar bacaan tajwidnya hafalannya paling banyak suaranya paling bagus kemudian kalau sama maka yang kedua harus orang yang lebih paham sunah berarti di sini bukan cuma sekedar imam karena bisa baca seperti kita di Indonesia itu banyak sekali gitu kan bahkan saya masuk berapa masjid itu bacaannya Allahuam itu dari Al-Qur'an atau dari kitab Taurat yang diambil itu lah iya gak jelas bacaannya hurufnya dari mana ini gitu kan kadang-kadang dengan suara kecil kacau balau semua gitu kan diganti syin jadi shad gitu kan ada yang pernah baca idza zulzilatil ardu zilzalaha itu kan artinya idza dzal sampai kami dulu waktu di Madinah tuh kalau mau disuruh sebutkan huruf oleh guru kami itu disuruh lihat mulutnya lihat mulut saya ini lidah ke atas dzal ya idza zulzila beda antara zal dengan zai idza zulzilatil ardu zilzala sewaktu bumi kami berg kami goncangkan dengan kuat pada hari kiamat coba apa yang dibaca oleh sebagian imam isailatil ardu silsalah tahu enggak apa artinya itu kalau zai diganti dengan sin itu artinya bersambung-sambung sulsilah atau silsilah biasa orang Arab membahasakan rantai atau dipakai kalung namanya silsilah itu diganti coba bayangin pada saat bumi bersambung-sambung hari kiamat kan berubah makna tuh ya saya waktu kembali di Indonesia Teman-teman sekalian bukan muji diri astagfirullah tidak sama sekali jangan salah paham dengan ini seringkiali teman-teman ini juga sering salah paham sedikit kita ngomong kemarin saya jelaskan masalah mimpi Rasulullah jadi ribut seakan-akan ini siapa ini gitu padahal sebenarnya hukum syarinya begitu gitu kan tapi salah paham saya balik untuk tahun '98 dari Madinah selesai S1 waktu itu saya sudah niat tidak usah ceramah deh saya pikir sudah banyak ustaz banyak kiai di Indonesia subhanallah saya daftar melamar ngajar di salah satu lembaga bahasa Arab dari Imarat Arab waktu itu Maahad Albir di Makassar kemudian saya ngajar waktu saya ngajar di situ kami salat di masjid kampus ya ada sebuah kampus saya enggak usah sebutin namanya kemudian pas Jumat Jumat pertama tuh saya tiba di Indonesia waktu itu saya masuk dengar khotbah naiklah seorang kiai haji fulan kiai haji ini dan titelnya enggak tahu berapa banyak sudah gitu kan begitu khotbah subhanallah ayat yang dibaca salah hadis yang disampaikan palsu gitu kan suaranya kecil matanya lihat buku gitu coba bagaimana ini saya lihat orang di sana tidur orang di sini tidur gitu kan yang di belakang lagi ngobrol ada yang ketuk-ketuk celengan supaya cepat selesai yang terjadi saya datang ke bu masjid Pak bisa enggak saya kalau misalnya ada khatibnya gaib ini nomor telepon saya saya tinggal dekat sini kok kebetulan dekat rumah orang tua saya saya tinggal jalan kaki baiklah subhanallah dengan hikmah Allah Jumat depan khatibnya ee enggak bisa hadir lalu saya khotbah saya sampaikan tentang fadilah Al-Qur'an tentang bagaimana semestinya orang harus belajar Al-Qur'an dan bagaimana bahayanya kalau kalimat huruf hijaiyah salah alhamdu alhamdulillahi rabbil alamin alha hamdu gitu kan h-nya itu segala puji alhamdulillah segala puji kalau orang bilang alhamdulillah misal diganti ha menjadi ha gitu kan seperti kalimat ihdina itu ada penengaran tidak ada beda ha gitu kan diganti banyak imam gitu karena mau fasih ceritanya gitu kan alhamdulillah kalau hamada pakai H artinya segala puji bagi Allah kalau hamada artinya kematian bayangin kalau kita bilang alhamdulillah segala puji bagi Allah kalau kita bilang alhamdulillah kematian buat Allah bayangkan maknanya bahaya alhamdulillah rabbil alamin ain kalau enggak bisa fasih sekali enggak apa-apalah minimal ada bedanya jangan dipukur rata semua karena alamin alam semesta pakai ain kalau diganti dengan hamzah alam artinya sakit hah kalau orang baca alhamdulillah kematian buat Allah Rabbil alamin Tuhannya orang-orang sakit coba bayangin kacau semua itu jadi memang bahaya sekali itu maka bukan aib teman-teman ada orang maaf saya bahasakan saya temukan ikhwah begitu masyaallah jenggotnya sudah terjaga sudah enggak isbat akhwatnya pakai jilbab begitu dengar Al-Qur'an kacau lo semua nih jangan akhi imam Syafi'i rahimahullah pernah bertemu dengan beberapa ulama-ulama Mesir waktu itu setingkat beliau anggap setingkat dengan beliau lagi sibuk bawa kitab-kitab tulisan manuskrip mereka gitu kan sampai tebal dalam riwayatnya dikatakan Imam Syafi'i melihat mereka mengangkat dengan beratnya buku-buku fikih mereka lalu Imam Syafi'i rahimahullah memegang satu mushaf Al-Qur'an lalu beliau mengatakan kepada orang-orang itu "Sungguh demi Allah kitab-kitab kalian itu menyibukkan kalian dari yang ini." Ini lebih penting daripada itu sebenarnya lebih penting membaca Al-Qur'an daripada membaca kitab yang lain padahal Imam Syafi'i hafal Quran teman-teman sekalian waktu saya jelaskan Utsman bin Affan radhiallahu anhu Utsman bin Affan punya Quran yang beliau susun gitu kan dengan kulit dari kulit kulit unta dibaca oleh Utsman radhiallahu anhu padahal hafal Quran Utsman bin Affan dalam riwayat yang saya pernah sebutkan di antara riwayat yang masyur beliau bisa mengkhatam Al-Qur'an dalam salat witirnya bagaimana allahuam Allah kasih taufik sudah biasa dibaca jadi begitu tapi Utsman juga ditemukan pada saat meninggal quran yang dia pakai itu kulit unta yang keras sudah sampai sobek karena seringnya diulang-ulangi tetap dibaca sudah hafal Quran tetap baca apalagi orang yang belum baca belum hafal sama sekali gitu kan harusnya ini harus diposisikan Al-Qur'an pada tempatnya Teman-teman sekalian kemudian kalau seandainya kita sedang datang ke satu tempat ada hukum syari yang lain kalau antum misalnya memang bacaan antum bagus nih memang bacaan antum bagus tapi antum datang ke satu tempat ternyata di situ ada imamnya atau ada kepala sukunya misalnya yang biasa jadi imam walaupun bacaan antum lebih baik antum enggak boleh gantikan posisi dia kecuali dipersilakan jadi enggak boleh nyelonong-nyelonong nih saya yang paling bagus baca langsung maju enggak boleh karena Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda dalam hadis riwayat Imam Muslim wuditi ala takrimati bidni tidak boleh seseorang itu menjadi imam di atas imam yang lain yang dia punya kekuasaan di wilayah itu gitu kan walaupun kata ulama tafsir eh maaf ulama hadis kalau dia lebih baik bacaannya yang penting orang ini memang ditahu bacaannya sudah cukup maka dibiarkan dan tidak boleh seseorang itu sengaja duduk di rumah seseorang di terasnya kah di rumahnya kah tanpa izin pemilik rumahnya jadi di sini ada hukum syari'i sendiri makanya teman-teman sekalian pada saat kita bahas tadi kenapa Salim jadi imam itu punya kedudukan sendiri dalam Islam kita tahu waktu Abu Bakar waktu Nabi sallallahu alaihi wasallam mau meninggal apa yang Nabi sallallahu alaihi wasallam jadi tolok ukur supaya Abu Bakar jadi khalifah mur Abu Bakar fal yusol binas patokannya jadi imam suruh Abu Bakar agar menjadi imam buat orang-orang dalam riwayat lain yaallahu waasul yakuna Abu Bakar allah dan rasulnya menolak kecuali Abu Bakar yang jadi imam memang patokannya itu pernah pasukan muslimin dikirim oleh oleh Umar bin Khattab ke pasukan ya kemudian datanglah maaf Nabi sallallahu alaihi wasallam mengirim pasukan waktu kita membahas tentang Abu Ubaidah bin Jarrah radhiallahu anhu dengan Amru bin Ash dua sahabat ini abu Ubaidah lebih mulia daripada Amru bin Ash karena masuk 10 orang j masuk surga tapi pada saat tiba di lokasi peperangan Amru bin Ash sudah jadi pemimpin di situ abu Ubaidah baru datang bergabung memperkuat pasukan maka Abu Ubaidah mengalah jadi imam di belakangnya Amru bin Ash padahal bacaan dia lebih bagus karena itu sudah wilayah kekuasaan gitu kan ini sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam yang mesti diketahui berhubungan juga dengan masalah jadi imam tadi kemudian fadilah yang lain Teman-teman sekalian munaqib yang lain dari Abi Hudzaifah radhiallahu anhu selain beliau adalah orang yang pertama masuk Islam dan hijrah beliau juga termasuk yang menghadiri peperangan Nabi sallallahu alaihi wasallam semuanya ya termasuk Badr kemudian beliau adalah ustaznya ya atau gurunya guru mengajinya para sahabat sebagaimana tadi sudah saya sebutkan hadisnya kemudian Nabi sallallahu alaihi wasallam juga memastikan tentang keimanan salim dan disuruh para sahabat untuk belajar dengan keimanannya dia ini memahaminya begini kalau teman-teman baca buku ini sendiri tidak paham gitu maaf bukan saya memvonis ya tapi mungkin akan sulit menangkapnya kalau tidak dipahami seperti apa yang saya jelaskan sebentar lagi karena ini saya gabungkan dari beberapa referensi pernah disebutkan situ di dalam buku bisa dilihat ee di halaman 63 lanjut sampai halaman 64 ya dikatakan oleh penulis bahkan Nabi sallallahu alaihi wasallam menetapkan iman baginya bagi Salim Maula Abi Hudzaifah maksudnya iman ini sesuatu yang memang sangat mahal muncul dengan keyakinan maka Nabi sallallahu alaihi wasallam memastikan Salim waktu itu menjadi iman memiliki iman yang harus dijadikan tolok ukur oleh seluruh masyarakat Madinah padahal waktu itu ada Abu Bakar ada Umar ada sahabat-sahabat Nabi tapi Nabi sallallahu alaihi wasallam suruh mengikuti imannya Salim disebutkan dalam riwayat ini dari Amru bin Ash radhiallahu anhu beliau berkata "Di Madinah pernah terjadi suasana yang menakutkan." Dikatakan oleh sebagian ulama hadis adalah terdengar suara gemuru ada seperti ada suku suku-suku dari luar Madinah yang mau menyerang gitu loh kayak ada orang lagi mau menyerang maka aku datang kepada Salim Maula Abi Hudzaifah pada saat itu dia sedang duduk dengan ihtiba ya di situ ada dilihat pututnya duduk sambil memeluk lututnya dan menghenangnya memeluk sarung pedangnya dan menghenangnya lalu aku mengambil pedangku dan melakukan apa yang dia lakukan maksudnya yang dimaksud tadi saya bilang ini perlu pemahaman teman-teman sekalian ulama hadis merincikan jadi Salim waktu mendengar gemuru tadi orang semua sibuk nih ini suara orang Madinah mau diserang lagi sibuk menyiapkan segala macam hal salim mendatangi dekat pintu gerbang Madinah kemudian duduk di situ seakan-akan siap menunggu siapapun yang datang kalau musuh dia dengan santainya duduk memeluk lututnya lalu menaruh sarung pedangnya dan siap menunggu musuh yang masuk waktu Amru bin Ash melihat kajian tersebut Amru bin Ash pun ikut duduk di sebelah Nabi di sebelahnya Salim nabi sallallahu alaihi wasallam dengan para sahabat tiba di lokasi tadi yang sudah ada Salim di situ lalu berkata "Ya ayyuhanas hai sekalian manusia ala kana mafzaukum ilallahi wa rasulih." Kenapa kalian rasa takutnya sampai melampaui rasa takut kepada Allah dan rasulnya must kalian tidak perlu takut berlebihan seperti itu tumma qal kemudian beliau berkata "Altum faajulan tidakkah kalian buat seperti yang dibuat oleh dua orang laki-laki yang beriman ini?" Ditunjuk Salim dengan Amr ibn Ash radhiallahu anhum ajmain maksudnya perilaku ini harus kalian lakukan bertawakal kepada Allah membela kalau mati ya sudah yang penting itu benar di mata Allah bela ini saya berikan judul khusus sebenarnya adalah bagaimana tidak bolehnya menunda kebaikan dan amal yang baik dalam Islam dan tidak boleh ragu dengan yang dijanjikan oleh Allah dan rasulnya ini maksud yang ditekankan di sini kemudian Umar bin Khattab juga pernah memuji Salim di zaman khilafahnya beliau beliau mengatakan ini bisa dilihat di halaman 66 ya beliau mengatakan bahwasanya kalau seandainya Salim masih hidup ya karena Salim ini mati syahid nanti kita bahas fadilah setelahnya mati syahid di perang Yamamah ini di zaman Abu Bakar radhiallahu anhu di zaman Khilafah Umar Umar berkata "Kalau seandainya Salim masih hidup maka saya akan tunjuk Salim menjadi khalifah pengganti saya." Maknanya kata ulama hadis kalau Salim Maula Abi Hudaib masih hidup Umar tidak akan mengumpul enam orang yang dijamin masuk surga ee Utsman Ali Thalha Zubair Abdurrahman bin Auf dan Saad bin Waqqas utsman ee apa umar tidak akan kumpulin mereka langsung tunjuk Salim saja jadi khalifah berarti makna lainnya adalah Salim di mata Umar bin Khattab memiliki kedudukan yang layak menjadi pemimpin kaum muslimin padahal ini mantan Buddha ini menandakan kedudukan yang luar biasa kata ulama karena memang ini kedudukan seorang yang membaca Al-Qur'an ahli Al-Qur'an menguasainya dan juga dia orang yang pemberani kemudian juga beliau meninggal ditutup hidupnya teman-teman sekalian dengan mati syahid di perang Yamamah perang Yamamah ini terjadi pada saat Nabi sallallahu alaihi wasallam sudah sakit parah Teman-teman sekalian di akhir hidup beliau sallallahu alaihi wasallam di di ee akhir tahun 10 Hijriah di awal tahun 11 Hijriah pada saat itu keluarlah dua orang di Jazirah Arab yang mengaku sebagai nabi yang pertama namanya Musailamah diberikan julukan al-Kadzab pendusta dan yang kedua Al-Aswad al-Unsi ini ada kisah masing-masing sebenarnya si Musailah Alkadzab ini pernah datang kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam dan berkata datang dia punya teman-teman sekalian 100.000 orang personil ya anggota sukunya dia bilang "Hai Muhammad saya mau beriman pada kamu." Tapi ada syarat satu kata Nabi sallallahu alaihi wasallam "Apa itu?" "Nobatkan saya menjadi pelanjutmu." Artinya kalau kau mati hai Muhammad gitu kan saya harus jadi nabi juga gu ini bukan jadi khalifah ya menjadi nabi minta jadi nabi juga kata Nabi sallallahu alaihi wasallam itu haknya Allah gimana caranya bukan hak saya gitu dia bilang "Hai Muhammad saya punya 100.000 orang yang bisa membela kamu." Gitu kan kata Nabi sallallahu alaihi wasallam "Itu haknya Allah tidak mungkin sudah penutup Nabi bagaimana caranya ada nabi lagi setelahnya?" Sebagian ulama hadis mengatakan dia minta menjadi khalifah nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan "Tidak mungkin itu haknya Allah tidak bisa saya tunjuk sekarang." Maka dia pun pulang ke kaumnya lalu dia nobatkan dirinya menjadi nabi ini kalau teman-teman ikutin pernah saya sampaikan ada kisah yang unik tentang Musailam al Kazzab ini jadi Allah Subhanahu wa taala bongkar mempermalukan dia ya di zaman Nabi sallallahu alaihi wasallam masih hidup di akhir waktu dia mengaku nabi nih tradisi masyarakat Madinah kalau ada anak baru lahir dibawa ke Nabi sallallahu alaihi wasallam di masjid lalu Nabi sallallahu alaihi wasallam mendoakan mengelus kepalanya rambutnya biasanya kalau Nabi habis elus rambutnya jadi subur tuh anak gitu nabi sallallahu alaihi wasallam mentahnik dan memberikan nama tahnik mengunya kurma lalu ditempelin di langit-langitnya si bayi gitu kan supaya bayi itu menelan sari kurma tapi sedikit aja ya biasanya orang saleh atau orang tuanya nih itu tradisi maka setiap bayi yang Nabi sallallahu alaihi wasallam elus rambutnya subur gitu pernah waktu Nabi sallallahu alaihi wasallam elus dan didengar oleh pengikutnya Musailamani mereka bilang "Hai Musailamah itu Nabi yang dihijaz mengelus kepalanya anak bayi gitu kan subur ini ada anak di sini rambutnya bagus coba kau ulus juga siapa tahu lebih bagus gitu." Begitu dibawa anak bayi ini sama Usimah dia tidak mau dipermalukan dia elus kepalanya bayi rontok semua rambutnya dan anak itu tumbuh gundul botak sama anak keturunannya semua maaf kalau ada yang botak di sini allahuam antum keturunan ini atau bukan tapi ini memang dari bayi sampai mati enggak ada rambutnya nih kejadian yang kedua adalah ada orang ansar gali sumur waktu sudah digali dalam gitu kan mereka coba airnya asin datang kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam ya Rasulullah airnya sumur ini sudah kita gali asin butuh air untuk perkebunan untuk hidup coba Anda lihat nabi sallallahu alaihi wasallam datang ke sana baca berdoa meludah ingat ini ludahnya Nabi saya ingatin dari sekarang apalagi bawa-bawa namanya Khalid ba lama ini bahaya ustaz Khalid yang bilang nih nabi sallallahu alaihi wasallam meludah waktu meluda air asin menjadi tawar gitu kan pengikut Musailimah dengar juga tuh mereka bilang "Hai Musailamah tuh nabi yang dihij meluda di sumur asinnya ditawar ni ada sumur kami sudah tawar ludain juga." Dia datang dia baca-baca mantranya dia luda air itu dalam riwayat Bukhari dikatakan air sumur itu berubah menjadi lebih busuk dari bau bangkai riwayatnya mengatakan lebih busuk daripada bau kencingnya keledai gitu allah permalukan dia tapi subhanallah dengan begitu pun kejadian tetap mengaku nabi tetap mengaku nabi sampai Nabi sallallahu alaihi wasallam sakit parah nih gitu kan nabi sallallahu alaihi wasallam sempat membentuk pasukan untuk menyerang dia tapi keburu meninggal beliau sebelum pasukan itu sampai di sana abu Bakar dinobatkan jadi khalifah maka Abu Bakar mengutus ya pasukan untuk menyerang yang disuruh pegang bendera adalah Salim Maula Abi Hudzaifah memegang benderanya Muhajirin nanti kita jelaskan di pertemuan akan datang Teman-teman sekalian tentang Musab bin Umair pemegang panji perangnya Nabi sallallahu alaihi wasallam di Uhud apa sih kelebihannya orang pegang panji tuh itu bukan main-main tuh karena zaman dulu simbol kalau bendera masih berdiri berarti pasukan masih kuat walaupun tinggal dua orang makanya perdera tuh harus orang yang pemberani siap diserang anak-anak panah tertuju kepada dia semua gitu maka Salim diberikan bendera ya dia pegang bendera dan dia masuk di peperangan Yamama ini dan waktu itu bersama dengan saudaranya sian maulanya dia Abi Hudzaifah radhiallahu anhu ajmain masuklah dalam peperangan tersebut dan pada saat itu pasukan 100.000 orang ini bukan main-main banyak sekali jumlahnya semua bergemuru laki-laki perempuannya anak-anaknya semua memberikan motivasi pasukannya Musailemah untuk melawan akhirnya Allah Subhanahu wa taala berikan kemenangan hanya saja beberapa sahabat mati syahidan di antaranya Salim dan Abi Hudzaifah radhiallahu anhu ajmain dan pada saat mereka mati syahid Abi Hudzaifah tertusuk dan jatuh pada saat detik-detik terakhir dia lagi menurunkan darah dia sempat mengatakan "Di mana saudara saya Salim?" Ternyata orang-orang pada cari Salim pun sudah jatuh tergeletak dan gelilang dana dan dia mengucapkan kalimat yang sama di mana saudara saya Abi Hudzaifah siapa yang bisa membawa saya ke sana maka orang-orang pun mengangkat menopang tubuhnya Salim dibawa ke Abi Hudzaifah begitu tiba mereka saling baring jadi yang satu baring kepalanya misalnya ke adab sana yang salim ditidurkan kepalanya menghadap sini jadi kaki sama kepala bertemu lalu mereka saling memegang kaki lalu keduanya mati syahid radhiallahu anhum ajmain makanya dikatakan mereka mati syahid di dalam kanca peperangan tentu mati syahid juga punya kelebihan tersendiri dan ini ada fadilat tersendiri allah Subhanahu wa taala menutup hidupnya dengan mati syahid dan ini sudah cukup saja hadis-hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam yang berbunyi "Orang yang syahid tidak akan ada fitnah kubur lagi bagi dia tidak ada tanya mungkar pertanyaan malaikat di kuburan tidak ada lagi timbangan amal hari kiamat masuk surga tanpa hisab dan bisa menunjuk 70 keluarganya dibangkitkan bersama masuk surga dan juga akan dibangkitkan dari jasadnya yang berdarah keluar air keluar darah yang utuh saya sempat lihat ee ada cuplikan tapi belum belum lengkap sebenarnya saya tidak tahu itu baru diangkat atau tidak tapi ada cuplikan pada saat dipasang pagar di wilayah Uhud peperangan Uhud ini juga akan saya jelaskan sebenarnya pertemuan akan datang di Musa bn Umair itu waktu diperbaikin tanahnya mereka sempat ee ada tanah yang longsor diperbaikin dan ditemukan jasadnya Hamzah radhiallahu anhu dan itu ternyata darahnya masih mengalir sampai sekarang nanti akan kita bahas masalah Hamzah itu tapi mati syahid punya kedelbihan teman-teman sekalian dan saya sarankan diri saya terutama saya mulai dengan diri saya dan teman-teman di sini agar selalu merindukan syahadah ini karena memang kata Nabi sallallahu alaihi wasallam man thaba syahada bidq ballagahullahu manazil syuhada wain mat al firas siapapun yang ingin mati syahid rindu memang dari hatinya mau itu dia tulus untuk itu maka Allah akan berikan dia kedudukan mati syahid walaupun dia mati di atas ranjangnya gitu kan gak usah takut teman-teman sekalian karena orang kalau mati dia enggak rasakan lagi prosesnya gitu kan jadi kalau ada orang ditusuk-tusuk oleh musuh dibacot dibenggal kepalanya kalau sudah mati dia ajalnya datang dia cuma lihat malaikat dia enggak lihat lagi pedangnya musuh dia enggak rasakan lagi tusukan mereka dia enggak rasakan lagi bom yang dilempar kepadanya dan seterusnya karena mati akan datang maka orang beriman paham masalah ini mati sebuah pintu yang membuat dia kepada kehidupan abadi yang dia akan rasakan nanti maka tidak boleh rasa takut semestinya dan harus kita rindukan dan ini yang tertanam pada diri sahabat termasuk Salim radhiallahu anhu begitu juga dengan maulanya atau tuannya dia Abi Hudzaifah radhiallahu ajmain jadi ini teman-teman sekalian penutupan bahasan kita mudah-mudahan apa yang kita bahas hari ini bisa menambahkan wacana kita dan juga memberikan kita gambaran tambahan ya dari kisah serial para tokoh pahlawan sahabat ini dan insyaallah kita ketemu lagi di pertemuan akan datang selama nunggu waktu saya akan baca pertanyaan kenapa di dalam Islam diperbolehkan menyetubuhi budak tanpa dinikahi terlebih dahulu ini sudah pernah ditanya yang lalu ya saya ingat betul pertanyaan yang serupa ini diembahasan kita suahib rumi teman-teman sekalian pertama ini adalah hukum Allah belajarlah mengagungkan kalimat Allah dalam hati teman-teman apa kata Allah dalam surah Alanfal auzubillahiminasyaitanirrajim innamal mukminunalladzina idza dukirallahu wajilat qulubuhum waidza tuliat alaihim ayatuhu zadathum imana waim yatawakalun sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah orang-orang yang kalau disebutkan saja namanya Allah hati mereka bergetar dan kalau dibaca ayat-ayatnya hati mereka imannya dipenuh dengan iman dan mereka selalu bertawakal kepada Tuhan mereka banyak orang yang belum memahami masalah bobot kalimat Allah azza waalla allah perintahkan teman-teman kenapa laki-laki boleh poligami lebih dari satu orang wanita allah memang menurunkan hukum begitu kenapa salat Asar empat rakaat zuhur empat rakaat dua-duanya waktu berdekatan kenapa kalau orang suka protes kenapa kita enggak jadikan saja jam allah satu kali aja empat rakaat kenapa harus dua-dua loh Allah maunya begitu itu dulu yang pertama allah mengatakan dalam Al-Qur'an memuji sifat para sahabat azubillah minasyaitanirjimin wintu amrak tidak layak bagi laki-laki mukmin dan perempuan mukminah yang kalau Allah dan Rasulnya sudah menentukan sebuah hukum mereka masih punya pilihan lain atau tanya kenapa ya kenapa ya kenapa ya ini sampai kapan mau tanya kenapa ya ini harus dipahami dulu ini ya orang mukmin adalah orang yang menerima hukum Allah dia suka atau tidak suka dulu kalau dia terima Allah akan lapangkan dadanya untuk bisa mengamalkan itu berhubungan yang pertama yang kedua Teman-teman sekalian budak wanita sebelum Islam selalu tadi seperti saya katakan umumnya sejarah semua sejarah saya baca riwayatnya itu luar biasa semua wanita cuman tahu digauli dibunuh digauli dibunuh selalu dalam sejarah peperangan dunia tidak pernah wanita itu kemudian dihormati islam datang menetralkan wanita yang didapatkan dalam peperangan ini menjadi budak wanita hukumnya sama dibebasin lebih mulia dinikahi boleh tetapi karena mereka budak hukumnya Allah Subhanahu wa taala tinggalkan memang boleh digaulin allah sebutkan dalam Al-Qur'an itu ya azubillahiminasyaitanirrajim mereka orang-orang beriman adalah yang selalu menjaga kesucian kehormatan kemauan mereka kecuali pada istri-istri mereka atau memang yang didapatkan dengan tangan kanan mereka halalkan gitu kan memang sudah begitu disebutkan oleh beberapa ulama apa hikmahnya sih sebenarnya pertama karena dia budak ya bisa diperjual belikan maka dengan terhalkannya cara seperti ini dalam syariat maka si tuan akan memberikan hak si budak tadi memberikan pakaian memberikan naungan gitu kan menyiapkan tempat tinggal karena disuruh oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam tadi budak harus dilakukan seperti itu yang kedua salah satu cara pembebasan budak saya tadi belum sempat jelaskan poin ini salah satunya adalah kalau budak wanita digaulin oleh tuannya dan ini memang tanpa pernikahan hukum syari begitu dan kalau dia hamil dia punya anak maka dijelaskan dalam buku fikih namanya Ummul Walad kalau teman-teman baca buku fikih judulnya Ummul Walad gitu kan ummul walad ini maksudnya adalah si budak tadi hamil dari suami dari tuannya seperti kasus Maryah radhiallahu anha hamil dari Nabi sallallahu alaihi wasallam sementara Maryam bukan istri hamba sahaya lahir Ibrahim anak Nabi sallallahu alaihi wasallam dan dalam hadis kata Nabi sallallahu alaihi wasallam Ummul Walad budak yang akhirnya hamil dari tuannya akan menjadi bebas dari keterbudakannya setelah tuannya meninggal dunia dan hukumnya adalah hukum anak anaknya adalah anak sah seperti anak dari istrinya gitu kan itu hukum dari syariat kita sudah begitu hukumnya bolehkah zakat yang 2,5% dibagikan kepada saudara-saudara kita yang kurang mampu bagaimana cara pembagiannya boleh saja tentu saja boleh pada orang yang tidak mampu yang tidak boleh terima zakat jalur langsung ke atas dan jalur langsung ke bawah ayah ibu kakek nenek ini semua enggak boleh terima zakat anak cucu cicit enggak boleh terima zakat ke samping boleh paman ponakan sepupu semua boleh enggak ada masalah benarkah kalau kita mempunyai Al-Qur'an lebih dari satu maka wajib dibaca seluruh Al-Qur'an yang kita punya secara bergantian enggak juga gak harus gitu kan tapi kalau misal ada orang yang membagikan Quran kita membagi pahala buat masing-masing itu juga bagus ya enggak ada masalah karena intinya membaca saya lagi coba menghafal Al-Qur'an sedikit-sedikit yang mau saya tanyakan bagaimana cara agar saya bisa cepat menghafal Al-Qur'an apakah harus pakai target apa saya harus melepas handphone agar fokus mohon jawabannya Ustaz tidak yang penting ada gurunya jangan sendiri akhi dan ukhti kalau mau hafal Quran jangan sendiri harus ada temannya paling bagus kalau guru ngaji memang dia guru Al-Qur'an kalau ada seorang hafiz Quran temannya minta waktu tolong saya mau ikut hafalan store kalau secara sederhana sebenarnya ikhwah dan akhwat sekalian coba lowongkan 1 hari 10 ayat begini sederhana matematikanya al-qur'an itu satu juz eh satu Quran 30 juz itu ada 6.66 ayat gitu kan kalau antum baca sehari kalau antum hafal sehari 10 ayat 10 ayat saja antum hafal sehari berarti sebulan kalau 30 hari berapa ayat yang antum hafal hah lulus enggak ini matematika nih 1 hari 10 ayat 30 1 bulan berarti antum punya 300 ayat diulangi setiap salat ya setiap salat salat sunah salat wajib dibaca baik kalau 1 tahun ada 12 bulan berarti kalau 1 bulan 300 ayat kali 12 3.600 ayat antum sudah hafal 15 juz 2 tahun hafal 30 juz salah 1 hari 10 ayat itu tolok ukur antum tinggal tambah atau kurangin oh saya cuma bisa 5 ayat Ustaz oke berarti 4 tahun masa hafalannya satu ayat sehari ya berarti 7 6 7 tahun baru hafal tapi bisa asal mau intinya mulai dulu masalahnya kita belum mulai pepatah bahasa Arab jarib takrif coba kau akan tahu ini harus begitu ini gak mendaftar di satu kampus saya mau jadi mahasiswa sini tapi enggak daftar enggak bisa saya mau kerja di sini tapi enggak pernah melamar gimana saya mau nikah sama fulan tapi enggak melamar akhirnya dilamari sama orang lain apakah mati syahid yang bukan dalam peperangan zaman Rasulullah sallallahu alaihi wasallam juga bisa membawa 70 keluarganya ke surga kalau khusus 70 orang yang selamat itu hanya orang mati syahid di medan perang itu yang saya tahu rincian para ulama kalau yang mati syahid lain itu belum disebutkan tapi fadilah-fadilah seperti misalnya selamat dari fitnah kubur gitu kan ringan hisabnya hari kiamat eh lewat dari hisab hari kiamat itu semua didapatkan istri Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bernama Zainab ada dua yang dinikahkan Allah langsung zainab yang mana zainab binti Jahasy namanya istrinya mantan istrinya Zaid ibn Haritah kalau membantu orang tua telilit utang dan kita terus membantu sampai lunas dan ternyata utang lagi padahal kita sendiri pun belum cukup untuk kebutuhan sendiri karena orang tua jadi saya ikhlas membantunya hutang tersebut karena ayah saya malas bekerja bagaimana Ustaz ee kita kalau sudah melunasi yang pertama dan beliau coba penuhi kebutuhannya kalau memang itu menjadi sebuah penyakit maka boleh syok terapi enggak apa-apa syok terapi maksudnya kita tidak melunasi kita tidak membayarnya untuk memberikan sebuah pelajaran tapi kalau memang utang-utang ini dasarnya memang sulit memang dia dalam kondisi membutuhkan maka itu harusnya kita lunasi sudah masuk waktu belum sudah belum yang mana nih 3 menit lagi 4 menit bolehkah menyusui anak dengan ASI perah di saat si ibu bisa menyusui langsung tapi sibuk bekerja di luar boleh enggak masalah jadi menyusui yang penting asinya dikasih itu sudah boleh baik itu di wadah ataupun memang secara langsung dari tempatnya apakah boleh di masjid memutar bacaan Al-Qur'an dengan MP3 atau kaset kalau setahu saya tidak pernah ada contoh dari Nabi sallallahu alaihi wasallam ini tidak pernah di zaman Nabi ada sahabat disuruh baca Quran untuk memanggil orang salat maka amannya dihindari ya berapa maksimal dana infak masjid untuk petugas masjid muadzin dan imam tidak ada ini tapi kita prediksikan kira-kira kebutuhan mereka yang jelas muadzin dan imam itu adalah orang yang sangat pantas untuk dihormati kalau kita di Indonesia ini luar biasa keadaan mereka kadang apalagi teman-teman muadin maaf kalau teman-temin saya selalu temukan subhanallah mereka dengan pakaian yang lusu keadaan fisik yang sederhana kadang-kadang pakai sepeda di sebelahnya sebelah masjid orang-orang kaya semua tahunya cuma memberikan zakat setahun sekali itu pun dibagi sekian banyak kenapa Teman-teman sekalian kenapa tidak dimakmurkan nih padahal mereka tuh memanggil azan selama dia kuat dengan makanan yang kita kasih kita dapat pahalanya juga gitu kan sampai ulama sepakat mengatakan yang lebih afdal antara muadzin sama imam adalah muadzin dari sisi pahala tapi kedudukan imam lebih tinggi gitu kan karena memang dia dia memanggil sampai imam pun salat datang gara-gara panggilan dia semoga Allah merahmati antum sama-sama insyaallah apakah boleh memperbanyak mahram dengan menyusui banyak anak-anak boleh saja tapi untuk apa kira-kira untuk apa nih ya boleh enggak ada masalah kalau mau berbuat baik gitu kan pada hukum membebaskan hutang apakah apakah berlaku pada orang Islam saja atau berlaku pada orang kafir semuanya islam atau nonmuslim bisa kita bebasin hutang dan termasuk dalam hadis gitu kan tadi yang kita sebutkan dia akan dapat naungan Allah pada hari kiamat karena membebaskan orang yang telit hutang bila ada seseorang mempunyai dua istri dan masing-masing istri mempunyai anak apakah anak istri pertama dan istri kedua itu mahram mahram karena seayah jadi orang yang begini mahram Teman-teman ada yang seayah sama seibu itu namanya dikatakan kandung kita di Indonesia ya ada juga saudara seayah ini kasusnya kalau seorang laki-laki poligami maka semua anak dari istrinya itu dari satu sperma satu sumber maka ini namanya saudara seayah ini mahram saudara seibu misal seorang janda meninggal suaminya atau dia cerai punya anak kemudian dia nikah sama suami yang kedua lalu punya anak lagi anaknya dari suami pertama dan anak suami kedua satu kandung satu ibu namanya saudara seibu dalam hukum warisan mereka dapat gitu kan ini saudara semua bagaimana kalau orang tua banyak hutang di bank apakah kita bantu ee lewat doa atau bantu cari mencari uang sementara saya masih di maahad ya semampunya lah ya bisa mampu apa saja silakan yang penting teman-teman sekalian berbakti dengan orang tua saya sarankan lihat bahasan kita di YouTube ada dosa besar keenam masalah bakti dengan orang tua orang tua itu adalah pintu surga kita Teman-teman jadi jangan disia-siakan makanya para ulama selalu mengatakan "Siapa yang meninggal orang tuanya sudah menjadi kecil pintu masuk surganya dan siapa yang masih hidup orang tuanya maka pintu terbuka lebar untuk dia allahuam baik kita berdoa kepada Allah subhanahu wa taala semoga apa yang kita bahas hari ini bermanfaat dan semoga Allah jadikan tambahan amal kita di timbangan amal hari kiamat semoga semua orang yang sakit disembuhkan penyakitnya yang tidak hutang didonasi utangnya yang belum menikah dimudahkan untuk menikah yang sudah menikah diberkahi rumah tangganya dan juga bagi kaum muslimin di Palestina di Syria di Yaman di Irak di Myanmar yang sedang terdindas semoga Allah berikan mereka kemenangan ikhlaskan niat mereka kokokkan telapak kaki mereka serta terima para syuhada mereka dan Allah partisipasikan kita bersama mereka di pahala baik dengan doa dan ha juga dengan jiwa kita dan semoga Allah dengan kemaha murahnya menyatukan kita di surga firdausnya tanpa hisab di mana Ia satukan kita di majelis ilmu yang mulia ini kalau benar dari Allah kalau ada salah dari saya mohon dimaafkan dan insyaallah teman-teman sekalian dijadwalkan saja setiap ee Sabtu kedua seperti ini habis asar sampai magrib kita akan tetapkan bahasan tentang tablig akbar sahabat jadi tidak menunggu lagi insyaallah selama saya masih hidup kita akan bahas insyaallah subhanakallahumma wabihamdika asadu astagfirullahaubu ilaih wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh