Transcript
pS1qvPSxq34 • Kisah Sahabat Nabi ﷺ Ke-6: Zubair bin Awwam "Pengawal Nabi Muhammad ﷺ"
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/khalidbasalamah/.shards/text-0001.zst#text/0012_pS1qvPSxq34.txt
Kind: captions
Language: id
[Musik]
Bismillah. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Waalaikumsalam
warahmatullah.
Innalhamdalillah. Segala puji bagi Allah
subhanahu wa taala. Nahmaduhu watainuhu
wasastagfiruh. Hanya kepadanya kita
memuji, meminta pertolongan serta
bertaubat dari dosa-dosa kita.
Wuzubillahi minuri anfusina. Dan hanya
kepada Allah pula kita meminta dan
dijauhkan dari keburukan-keburukan diri
kita dari dosa-dosa dan juga dari
dosa-dosa yang pernah kita
lakukan. Barang siapa yang telah Allah
berikan petunjuk maka tidak akan pernah
sesat
[Musik]
selamanya. Dan barang siapa yang telah
Allahkan maka tidak akan mendapatkan
petunjuk selamanya. Asyhadu alla
ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa
ashadu anna muhammadan abduhu wa
rasuluh. Saya bersaksi tiada tu yang
berhak disembah kecuali Allah dan
Muhammad benar-benar hamba juga
utusannya. Qallahu taala Allah telah
mengingatkan dalam kitabnya. Ya
ayyuhalladzina amanutqulah haqqa
tuqatihi wala tamutunna illa wa antum
muslimun. Hai sekalian orang-orang yang
beriman, bertakwalah. Hanya patuh dan
tunduklah kepada satu-satunya pencipta
segala sesuatunya di langit, di bumi, di
kedalaman lautan. Kelihatan atau tidak
kelihatan dengan mata
manusia sebenar-benar patuh dan tunduk.
Dan jangan sekali-kali meninggal dunia
kecuali dalam keadaan Islam. Di ayat
yang lain Allah mengingatkan qallahu
taala
yaquumakum nafs wahidah
wujaha
walan
wattaqulahaziasal bihi wal arham
inallahaikumqib.
Hai sekalian manusia, sekali lagi
bertakwalah. Hanya patuh dan tunduklah
kepada satu-satunya pencipta segala
sesuatunya, baik di langit, di bumi, di
kedalaman lautan kelihatan dan tidak
kelihatan oleh mata manusia. Yang telah
menciptakan kalian semua dari jiwa yang
satu yaitu Adam Alaih Salam dan telah
menciptakan dari jiwa yang satu istrinya
Hawa Alaihalam dan telah banyak
memberikan keturunan laki-laki juga
perempuan dari keduanya. Sekali lagi,
bertakwalah hanya kepada Allah dan
jagalah hubungan silaturahim.
Sesungguhnya Allah senantiasa mengawasi
kalian. Di ayat yang ketiga, qallahu
taala, ya ayuhalladzina amanutqulaha
waquulu sadida yuslih
lakumalakumfirakumunubakum
wahulahu
faqad. Hai sekalian orang-orang yang
beriman, sekali lagi bertakwalah. Hanya
patuh, tunduk, takut memohon kepada
satu-satunya pencipta Allah dan ucapkan
kalimat yang benar. Niscaya Allah akan
memperbaiki amal-amal perbuatan kalian,
mengampuni dosa-dosa kalian. Barang
siapa yang mentaati Allah dan rasulnya
maka dia telah mendapatkan kemenangan
yang besar. Amma baqal had kitabullah.
Kita tahu sebaik-baik perkataan dan
rujukan bagi umat Islam adalah
kitabullah
Al-Qur'an wakhair haji haji Muhammadin
sallallahu ala ali wasahbihi wasallam.
Dan sebaik-baik petunjuk setelah
Al-Qur'an adalah petunjuk Nabi Besar
Muhammad sallallahu ala alihi wasahbihi
wasallam yang dikenal dengan Asunah.
Keduanya rujukan utama umat Islam dalam
segala lini kehidupan, dalam setiap
aktivitasnya terutama dalam masalah
ibadah.
umriha dan seburuk-buruk perbuatan
khusus dalam masalah ibadah yang tidak
punya rujukan dari wahyu Al-Qur'an dan
sunah. Faatin bidah. Semua perbuatan
yang dikarang-karang, yang dibuat-buat
dalam masalah ibadah yang tidak punya
rujukan wahyu dikenal dengan perbuatan
baru dalam agama. Wa bidatun dolalah.
Dan perbuatan baru itu akan membawa
pelakunya pada kekeliruan dan
kesesatan. Dan keluar akan membawa
pelakunya ke dalam api neraka. Ikhw dan
akhwat rahimani warahimakumullah.
Bertemu lagi tentunya di serial
kepahlawanan ee pahlawan dalam Islam.
Serial orang-orang yang agung yang
mulia. Serial orang-orang yang telah
mencapai prestasi dunia dan juga
akhirat. Serial orang-orang yang telah
dipilih oleh Allah Subhanahu wa taala
yang layak untuk dijadikan sebagai
idola. Mereka adalah orang-orang pilihan
yang hatinya suci. yang perilakunya
semuanya diridai oleh Allah Subhanahu wa
taala. Mereka jauh dari
perbuatan-perbuatan pelanggaran. Mereka
memiliki rumah tangga yang sempurna,
pendapatan harta yang sempurna. Bahkan
mereka punya kiprah yang sangat besar
dalam menyebarkan agama ini. Setiap
berbicara tentang sahabat Nabi, kita
sedang berbicara tentang figur-figur
orang yang hatinya semuanya tidak ada
celah kecuali diikuti dengan keyakinan.
sepenuhnya di atas tiga hal. Beriman
bahwasanya dan yakin Allah Subhanahu wa
taala satu-satunya Tuhan di langit, di
bumi yang menciptakan, yang mengadakan,
yang mengurus, yang memusnahkan, yang
menyiapkan semua kebutuhan dan asopan
yang dikenal dengan rezeki. Dan tidak
ada Tuhan kecuali Dia. Tidak boleh ada
sekutu baginya mempartisipasikan makhluk
dengan Allah. tertanam sangat dalam di
dalam hati para sahabat. Mereka sangat
memahami kalimat ini. Sehingga muncul
efek daripada keyakinan itu adalah tidak
pernah menyembah, memohon, takut,
bergantung. Bahkan mereka tidak pernah
ragu sedikit pun terhadap apa yang telah
dijanjikan oleh Allah Subhanahu wa
taala. Sekali Allah mengatakan orang
mati syahid masuk surga, mereka
berlumba-lumba mengejar mati syahid itu
tidak peduli lagi ada apa di hadapan
mereka. Sebanyak apapun jumlah pasukan
musuh, mereka pada saat mengetahui
bahwasanya salat berjamaaah di masjid
adalah perintah Allah. Maka mereka tidak
pernah kehilangan. Sampai Abdullah bin
Umar radhiallahu anhuma berkata, "Kami
tidak melihat seseorang di antara kami
meninggalkan salat lima waktu di masjid
laki-laki terutama e kecuali dia
termasuk orang yang ada sifat
kemunafikannya." Enggak ada. Sampai
beliau mengatakan, "Salah seorang di
antara kami, sahabat-sahabat Nabi,
kalaupun dia dalam keadaan sakit, maka
ditopang oleh kedua temannya di kiri
kanannya untuk membawanya salat hadir di
saf masjid." Jadi sangat luar biasa
mereka mengerjakan perintah Allah
Subhanahu wa taala karena tidak pernah
diikuti dengan keraguan. Ini Allah
pencipta langit dan bumi. Mereka tidak
pernah ragu dengan masalah itu sehingga
mudah ya untuk memohon, meminta,
menyembah, hanya tunduk dan takut kepada
Allah subhanahu wa taala.
Yang kedua ya mereka punya ciri khas
yang sangat luar biasa meyakini tentang
kebenaran risalah Nabi Muhammad
sallallahu alaihi
wasallam. Dan bahwasanya orang inilah
manusia yang paling sempurna secara
fisik, paling sempurna secara karakter,
sifat, paling sempurna di antara semua
nabi-nabi. Dari 124.000 nabi, 313 rasul
mereka sangat tahu dan meyakini sabda
Nabi sallallahu alaihi wasallam. Semua
nabi-nabi diutus sebelumku khusus untuk
kaumnya dan aku diutus untuk seluruh
alam semesta. Dan mereka sangat tahu
bahwasanya Nabi sallallahu alaihi
wasallam telah bersabda, "Kalau
seandainya Musa dan Isa dua-duanya hidup
di zamanku, maka tidak ada pilihan lain
kecuali keduanya akan menjadi
pengikutku." Mereka yakin adalah seorang
figur. Kalau mau diidolakan seseorang
yang punya kelebihan fisik, Nak Nabi
Muhammad sallallahu alaihi wasallam
orang yang paling sempurna fisiknya.
Paras wajahnya tampan, kulitnya putih,
rambutnya hitam lebat, dan juga memiliki
poster tubuh yang sangat kekar. Kalau
dikatakan seseorang ayah, seorang suami,
maka kita temukan beliau suami yang
sangat luar biasa. tidak pernah memukul
istrinya, tidak pernah memarahi dan
hanya tegas mengingatkan kalau terjadi
pelanggaran agama. Seorang ayah yang
semua anaknya merasa tentram di
tangannya. Tidak pernah di bawah
naungannya tidak pernah merasa takut
karena tidak pernah tangannya melayang
memukul anak-anaknya bahkan
cucu-cucunya. Dan beliau bahkan
bermuamalah dengan sangat lembut. Figur
yang sangat luar biasa dalam rumah
tangga. Kita lihat dalam kehidupan
sosial Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam seorang pedagang yang jujur.
Beliau sallallahu alaihi wasallam juga
adalah orang yang punya martabat kalau
berbicara kalimatnya berbobot dan punya
makna dan tujuan dan kalau tidak beliau
diam. Dan para sahabat sangat paham
benar tentang masalah itu. Sehingga
mereka betul-betul mengidolakan Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Tidak ada
lagi orang lain sampai-sampai apapun
yang Nabi sallallahu alaihi wasallam
ucapkan ya titahkan semua dikerjakan.
dan yang lain semua ditinggalkan. Tidak
pernah lagi ada opsi lain. Dan mereka
mengetahui firman Allah Subhanahu wa
taala.
Auzubillahiminasyaitanirrajim. Maana
limminin wala mukminatin idza qodallahu
waasuluhu amr any yakuna lahumul
khiaratu min amrihim. Tidak layak bagi
laki-laki yang mengaku beriman dan
perempuan juga beriman yang kalau Allah
dan Rasulnya sudah mengambil sebuah
keputusan mereka masih punya opsi-opsi
yang lain. Enggak ada lagi. Haram-haram
ditinggalkan, halal-halal, perintah
dikerjakan, larangan dijauhi, tidak ada
keraguan dalam masalah itu. Ini ciri
khas yang luar biasa yang semestinya
kita tarik dalam kehidupan kita
sehari-hari. Dan yang ketiga, mereka
sangat yakin bahwasanya agama yang
sedang mereka anun ini agama yang paling
benar. Selain daripada agama Islam
batil. Enggak diterima oleh Allah
Subhanahu wa taala. Tidak ada yang
diterima. Karena Allah yang berfirman
dalam Al Imran.
Auzubillahiminasyaitanirrajim.
Innaddinaallahil Islam. Agama yang
diterima di sisi Allah hanya Islam. Al
Imran juga sama ayat 85 Allah ingatkan
wab
isb wahua akir minal khirin. Siapa yang
coba-coba pilih selain alislam yang
dibawa oleh Muhammad bin Abdillah
shawatullahi wasalamu
alaih, maka itu
ditolak dan dia di akhirat termasuk
orang yang rugi. Serta mereka sangat
paham. Firman Allah Subhanahu wa taala
Alan'am ayat 125 menjelaskan, "Siapa
yang Allah inginkan kebaikan untuknya,
Allah yasrah sadrahuil Islam. Allah akan
lapangkan dadanya untuk menganut Islam,
mempertahankan sampai dia mati." Mereka
sangat paham firman Allah Subhanahu wa
taala dalam surah Azzumar.
"Aamanarah islami fahua ala nurbih
alayah."
bahwasanya siapa yang Allah lapangkan
berikan kesempatan lahir dalam keadaan
Islam lalu atau dia dapat hidayah
sementara dia sudah dewasa lalu dia
menganut mengamalkan, lalu
memperjuangkan agama Islam ini sampai
mati maka dia berada di atas cahaya
Tuhannya. Para sahabat tidak pernah ragu
dengan ajaran Nabi Muhammad sallallahu
alaihi wasallam. siksaan demi siksaan
yang tertimpa mereka. Seruan-seruan
Allah dan Rasul-Nya untuk berjihad,
membela agama ini dan berdakwah. Mereka
selalu berada di saf-saf pertama. Dan
luar biasa ciri khas ini, Teman-teman
sekalian. Saya sudah ulangi dan sering
saya ulangi kalimat ini di lima
pertemuan kita yang lalu tablig akbar
dari Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, dan
Thalhah radhiallahu anhum ajmain. Dan
hari ini insyaallah kita masuk ke tokoh
sahabat yang luar biasa. Orang yang
memiliki keberanian di atas rata-rata.
Zubair bin Awwam radhiallahu anhu.
Semuanya sahabat-sahabat ini luar biasa
memiliki ciri khas yang saya katakan
tadi. Mereka tidak pernah ragu dengan
apapun dari tiga tadi. Allah Tuhan tidak
perlu nyembah dan cari Tuhan lain.
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
adalah seorang nabi dan juga Islam ini
agama benar sehingga mereka
memperjuangkannya.
Figur kita pada hari
ini, figur atau sosok orang yang luar
biasa. Saya waktu membaca tentang kisah
beliau, Zubair bin Awwam radhiallahu
anhu. Terus terang saya melihat diri
saya seperti semut yang berada di
sebelah gajah atau bahkan mungkin lebih
kecil daripada itu. Bagaimana seorang
Zubair bin Awwam yang akan kita lihat
kiprahnya di medan jihad luar biasa.
Satu orang bisa mendobrak pasukan Romawi
250.000. 250.000 orang didobrak oleh dia
masuk ke pasukan musuh sampai ke ujung
belakang kembali lagi ke pasukan
muslimin. Keberanian yang di atas
rata-rata.
Saya tidak pernah peperangan Nabi
sallallahu alaihi wasallam Zubair tidak
hadir radhiallahu anhu. Dan setiap kali
hadir dalam peperangan pasti berada di
depan dan pasti dia yang paling pertama
menyerang. Subhanallah. Dan tidak pernah
dalam penyerangan itu kelihatan sedikit
saja masalah sifat pengecut misalnya
atau ragu sama sekali. Luar biasa. Nanti
kita akan lihat banyak kisah-kisah yang
luar biasa kiprah beliau dalam
kanca-kanca peperangan dan kita saya
sudah bahasakan dari awal sampai Zubair
bin Awwam ini memang dari Abu Bakar,
Umar, Utsman, Ali eh dan Thalha dan
Zubair bin Awwam. Enam orang ini memang
yang khusus ya pada saat Nabi sallallahu
alaihi wasallam sebutkan hadis yang
sudah sering kita sebutkan juga di lima
pertemuan kita yang lalu pada saat
beliau berada di Gunung Hira dan beliau
mengatakan, "Tenanglah wahai Hira." Pada
saat Hira lagi goncang, "Sesungguhnya di
atasmu ada nabi, ada siddiq, orang yang
terpercaya Abu Bakar, kan. Kemudian juga
ada syuhada, ada orang-orang yang mati
syahid. Dan pada saat itu ada Umar,
Utsman, Ali, Thalha, dan Zubair. Lima
orang ini semua mendapatkan sabda Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Mereka mati
syahid." Dan yang luar biasanya terutama
dua figur yang terakhir, Thalha dan
Zubair, dua orang ini begitu
mendengarkan sabda Nabi sallallahu
alaihi wasallam tentang masalah mereka
akan mati syahid. Semenjak itu tidak
pernah ada celah untuk mendapatkan mati
syahid kecuali mereka di awal selalu
sengaja malah mencari. Ini luar biasa.
Ini berarti begitu yakinnya mereka
dengan apa yang Allah dan rasulnya
janjikan sallallahu alaihi wasallam.
Jadi ini ciri khas yang luar biasa.
Sebelum kita mulai, saya akan mulai
buka. Saya akan berbicara dengan akhwat
kita di belakang
sana. Ada kaca-kata bijak.
Kata-kata bijak ini dikatakan di
belakang laki-laki bijak, di belakang
laki-laki sukses. Ada wanita yang bijak
dan wanita yang
sukses.
Ternyata akhwat kita, tolong garis
bawahin lahirnya kader-kader umat yang
luar
biasa. Laki-laki yang memimpin umat ini
itu di tangan para wanita yang luar
biasa juga. Ibu-ibu mereka adalah
orang-orang yang luar biasa. Betul-betul
kepribadiannya kokoh, keimanannya luar
biasa, keyakinannya sempurna. Sehingga
memang dia mewariskan itu pada
anak-anaknya. Dan ini kita lihat pada
figur Zubair bin
Awwam. Zubair bin Awwam radhiallahu anhu
ini adalah sepupu Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Ibu Zubair bernama Sofiah
binti Abdul Muthalib.
Sofia ini adalah tante Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Ayah Nabi bernama
Abdullah. Di atas
Abdullah ada Sofiah, kakak perempuannya,
ayahnya Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Dan anaknya adalah Zubair. Anaknya
Sofiah adalah Zubair. Tentu di dalam
bahasan sirah kalau teman-teman ikutin
saya sempat menyebutkan Abdul Muthalib
kakek Nabi sallallahu alaihi wasallam
punya 16 orang anak, 10 laki-laki dan en
perempuan.
Dari
laki-laki ada yang mendapatkan masa
kenabian empat orang dan dua beriman,
dua kafir. Abu Lahab dan Abu Thalib yang
meninggal dalam keadaan kufur. Sementara
Hamzah dan Abbas radhiallahu anhuma
dalam keadaan Islam. Dari kalangan
saudara ayah Nabi sallallahu alaihi
wasallam perempuan yang masuk Islam di
awal-awal adalah Sofiah binti Abdul
Muthalib. Ibunya ya Zubair bin Awwam.
Sofia ini terkenal sangat tegas dengan
anaknya. Ketegasan ini bukan kekerasan
ya. Bukan kekerasan tapi ketegasan. Ini
boleh, ini enggak boleh. Dan yang paling
merupakan ciri khas sofiah yang terkena
radhiallahu anha adalah beliau selalu
berusaha menghilangkan rasa takut dari
anaknya. Tidak boleh ada rasa takut dan
takut ini hanya boleh kepada Tuhan Allah
Subhanahu wa taala. Sehingga Zubair bin
Awwam tumbuh besar dengan tidak pernah
takut. Tidak pernah takut kecuali kepada
Allah Subhanahu wa taala sama sekali.
Kalau cuma sama manusia, sama hewan,
semua itu kecil bagi
dia. Ayah Zubair tentu
meninggal waktu dia masih kecil dan
waktu itu belum masuk Islam. Itu data
yang saya dapatkan. Tapi yang jelas
ibunya sempat masuk Islam. Ya,
kepribadian Sofiah yang sangat luar
biasa. Semenjak mengucapkan
syahadat waktu Nabi sallallahu alaihi
wasallam mengundang seluruh kerabatnya
terutama tante dan pamannya di rumah
beliau sallallahu alaihi wasallam.
Kemudian Sofiah mengikrarkan syahadat.
Semenjak waktu itu dia termasuk tokoh
sahabiat Nabi yang sangat gigi
mempertahankan agama dan dia lebih
banyak fokus mendidik anaknya dalam
masalah agama ini. Pokoknya dia
menanamkan di diri anaknya Zubair agar
menganut agama Islam. Dan pada saat itu
umur Zubair masih 15 tahun masuk Islam
di tangan Nabi sallallahu alaihi
wasallam melalui Abu Bakar. Kemudian
Safiah waktu itu memang dia datang
kepada Abu Bakar. Lalu Abu Bakar
tunjukkan dia untuk bertemu dengan Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Tapi
sebelumnya memang ada wasiat dari Sofiah
untuk dia mengikuti ya Muhammad
sallallahu alaihi wasallam yang
merupakan sepupu Zubair
sendiri. Baik. Zubair bin Awwam
ini beliau lahir 28
tahun sebelum
hijrah dan beliau wafat tahun 36
Hijriah, tepatnya tahun 656
Masehi. Dan beliau masuk Islam di umur
15 tahun.
Ibunya Sofiah binti Abdul Muthalib yang
sangat terkenal dengan ketegasannya
kepada anaknya dan selalu mengembalikan
anaknya kepada Allah dan
Rasul-Nya dan memohon dan meminta
mendidik anaknya agar selalu hanya patuh
kepada keduanya, Allah dan Rasul-Nya,
tidak pernah yang
lain. Kita ketemukan misalnya banyak
muslimah yang mungkin hanya sekedar
untuk duduk nonton sinetron. yang
mungkin hanya sekedar untuk duduk
ngobrol sama
teman-temannya lalu tidak mau diganggu
oleh anaknya, maka dia membuat cerita
kosong, dusta gitu ya. Tidur sekarang
kalau tidak tidur nanti kamu
digigit momok atau apalah istilahnya
gitu kan. Tidak ada setan yang bisa
gigit manusia dusta. Tapi sering
terjadi. Jangan keluar nanti kamu
begini.
Jangan ke sana nanti kamu
begini. Banyak ancaman-ancaman yang
diucapkan kepada anak-anaknya yang tidak
mendidik sama
sekali. Sofiah
berbeda. Lahir Zubair bin Awwam yang
kita dengar nanti kiprah-kiprahnya itu
justru dengan kejujuran yang dia
sampaikan dan mendidik anaknya hanya
takut kepada Allah dan Rasul-Nya
sehingga menjadi pemimpin besar umat
ini. Beliau memiliki banyak sekali
manaqib. Manaqib ini maksudnya
kelebihan-kelebihan tentunya ada
poin-poinnya. Pertama, beliau sepupu
Nabi sallallahu alaihi wasallam dan kita
sudah tahu tadi saya jelaskan ini sebuah
kedudukan sendiri masih punya hubungan
kerabat dengan Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Yang kedua, beliau termasuk
dari tujuh orang sahabat yang awal masuk
Islam. Yang ketiga, beliau termasuk 10
orang yang dijamin masuk surga. Kalau
tadi poin kedua, tujuh orang pertama
yang masuk ke dalam Islam. Ini fadilah.
Sebagaimana Allah mengatakan,
"Assabiquunal awalun minal muhajirina
wal ansar." Orang-orang yang pertama
masuk Islam dipuji oleh Allah dari
orang-orang muhajirin dan ansar.
Ya, 10 orang jaman masuk surga. Hadis
yang sudah sering kita sebutkan di mana
Nabi sallallahu alaihi wasallam
mengatakan, "Abu Bakar di surga, Umar di
surga, Utsman di surga, Ali di surga,
Thalha di surga dan juga Zubair di
surga." Disebut oleh Nabi sallallahu
alaihi wasallam Zubair. Kemudian beliau
mengurutnya mengatakan lalu Abdurrahman
bin Auf di surga, Saad bin Abi Waqqas di
surga gitu kan. Kemudian Abu Ubaidah bin
Jarrah di surga dan Zaid bin Khalid di
surga.
Ini Said bin Zaid, maaf. Said bin Zaid
yang ke-10 yang di surga ini iparnya
Umar bin Khattab yang menikah dengan
Fatimah, adiknya Umar bin Khattab yang
Umar bin Khattab masuk Islam pada saat
datang ke rumahnya. Tapi di sini saksi
bahasan Zubair bin Awwam termasuk 10
orang dari sekian banyak sahabat yang
dijamin masuk surga. Kemudian beliau
juga termasuk kelebihan yang selanjutnya
adalah yang dapat jaminan mati syahid.
Sebagaimana hadis yang sudah sering juga
disebutkan dari awal Abu Bakar sampai
sekarang Zubair waktu Nabi sallallahu
alaihi wasallam berada di guah di di
Bukit Hira dan mengatakan tenanglah pada
saat goncang di atasmu ada Nabi e siddiq
dan juga
syuhada. Kemudian selanjutnya yang
kelima adalah kelebihan beliau. Jadi
yang pertama sepupu Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Yang kedua, tujuh orang
awal masuk Islam. Yang ketiga, 10 orang
yang diamin masuk surga. Yang keempat,
salah satu yang dijamin mati syahid.
Yang kelima adalah salah satu dari enam
ahli syurahnya
Umar. Waktu kita bahas tentang Umar bin
Khattab sebelum meninggal, beliau sempat
mengumpulkan enam orang dari sahabat
Nabi yang dijamin surga yang tersisa.
Utsman, Ali, kemudian Thalha, Zubair,
Abdurrahman bin Auf, dan Saad bin Abi
Waqqas radhiallahu anhum ajmain.
Kemudian yang ke enam kelebihannya
adalah orang yang paling pertama
mendapatkan julukan dari Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Orang yang pertama
menghenuskan pedang di jalan Allah. Dan
itu ada kisahnya sendiri.
Suatu hari Zubair bin Awwam di Makkah
awal dia masuk Islam tersebar berita
kalau Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam telah dibunuh oleh orang-orang
Quraisy. Maka dia pun keluar
menghanuskan pedangnya lalu mendatangi
rumah Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Pada saat dia mengetuk dan dia
temukan Nabi sallallahu alaihi wasallam
membuka pintu, maka dia pun merasa legah
tapi dengan pedang terhenus di tangannya
seperti orang yang siap untuk berperang.
Dan waktu itu umurnya 15
tahun. 15 tahun. Luar biasa. Seperti ini
pembelaan terhadap Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Lalu kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Kenapa kau
Zubair?" Dia bilang, "Saya dengar ya
Rasulullah, Anda dibunuh oleh orang
Quraisy." Lalu kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam, "Memang apa yang kau
ingin lakukan?"
Maka dia bilang, "Kalau saya tahu ya
Rasulullah dan Anda dibunuh, saya akan
membunuh pembunuh
Anda." Maka kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Semoga Allah memberkahimu dan
memberkahi
pedangmu." Artinya nanti kamu akan
banyak berjuang di jalan Allah subhanahu
wa taala. Di dalam riwayat yang lain,
Nabi sallallahu alaihi wasallam menunjuk
pedangnya sambil berkata, "Sungguh
pedang ini adalah pedang yang paling
pertama dihenuskan di jalan Allah."
Kemudian juga yang ketujuh
adalah sahabat yang sangat pemberani dan
dipuji oleh Ali radhiallahu
anhu. Waktu kita bahas tentang Ali,
kalau antum masih ingat bagaimana Ali
radhiallahu anhu sangat pemberani luar
biasa gitu kan terkenal sekali dengan
keberaniannya.
Dan waktu kita membahas perang
Khaibar, perang melawan
Yahudi, ada dua orang Yahudi yang sempat
kita bahas pada saat itu yang keluar
tingginya seperti pohon
kurma kalau masih ingat gitu kan. yang
semua badannya dipenuhi dengan besi. Dan
yang menghadapi dua orang ini, orang dua
orang Yahudi yang tingginya sampai
seperti pohon kurma ini bisa 2 m 2 m
tingginya adalah Ali bin Abi Thalib dan
Zubair bin Awwam. Dan dua-duanya
berhasil membunuh kata Ali. Jadi kita
tahu biasanya orang yang layak untuk
memuji seseorang adalah orang yang
sebidang seprofesi dengan dia. Misal
seorang alim ulama yang puji juga
seorang alim ulama yang tahu tolok ukur
ilmunya dia. Seorang alim ulama seorang
insinyur ya insinyur juga yangempuji
ilmunya dia. Gitu kan dan seterusnya
bisa ditarik dalam semua bidang ya
kehidupan kita. Seperti itulah kurang
lebih. Kata Ali, "Tidak ada yang tahu
kadar keberanian Zubair dan kebesaran
jiwanya dalam menghadapi musuh, kecuali
orang yang semisal dengan dia." Dan Ali
memberikan kesaksian bahwasanya Zubair
adalah orang yang paling berani. Dia
kalau menyerang dia seperti macan tutul
yang sedang menyerang mangsanya. Tidak
membiarkan kecuali musuhnya sudah mati
baru dia lepas. Dia mati atau musuhnya
mati gitu kan. Hanya begitu saja
perilakunya. Maka sangat terkenal yang
luar biasa dengan kebenaran ini. Ada
ciri khas sendiri ya. Ada ciri khas
sendiri Zubair radhiallahu anhu dan kita
lihat nanti bagaimana kiprah-kiprahnya
di kanca
peperangan. Kemudian yang kedelapan
adalah orang yang sangat rajin
bersedekah. Dan ini juga kita sebutkan
semua sahabat yang sebelumnya juga
begitu. Mereka sangat yakin dengan
bersedekah di jalan Allah pasti akan
dipanen di akhirat nanti. Tidak ragu
sedikit pun.
Dia memiliki 1000 orang hamba sahaya.
Zubair bin Awwam punya 1000 orang hamba
sahaya. Dan hamba sahaya adalah
orang-orang yang didapat dari dari
peperangan, dari ghanimah. Kalau pasukan
muslimin menang melawan pasukan kafir,
maka yang di pasukan kafir itu menjadi
hamba sahaya. Dan hamba sahaya ini punya
hukum sendiri dalam agama
kita. Mereka menjadi hamba sahaya setiap
muslim. ya bagian daripada para
mujahidin dan dianjurkan setiap mujahid
mendidik mereka, memperlakukan
memperlakukan mereka dengan baik,
memberikan pakaian, makanan dan mendidik
mereka Islam. Kita temukan banyak sekali
ulama-ulama Islam darinya asalnya dari
hamba sahaya seperti Nafi', maula
Abdullah bin Umar. Sampai ulama hadis
mengatakan orang yang paling sanad dalam
hadis itu sanad emas namanya. Jalur emas
dalam menyampaikan hadis Nabi adalah
Malik. Imam
Malik dari
Nafi' ini bantan budaknya Umar Abdullah
bin Umar dari Abdullah bin Umar dari
Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ini
dikatakan sanad emas. Nafi' ini adalah
bekas budak dibebaskan oleh Abdullah bin
Umar dan dididik menjadi
kader. Jadi Islam memang ada hamba
sahaya, ada perbudakan. Tapi budak ini
bukan seperti yang dibayangkan dicambuk
seperti banyak orang-orang lain
melakukannya, dihina, dipekerjakan
keras. Ini semua tidak ada dalam Islam.
Tapi yang ada adalah dididik dalam
Islam. Dan memang mereka ya punya
hukum-hukum sendiri. Seperti misalnya
mereka bisa diperjual belikan dan yang
lebih besar daripada itu hukum Allah
Subhanahu wa taala dianjurkan untuk
membebaskan mereka. Kita temukan
misalnya selalu ada kalimat fatahrirru
raqabah. Fatahrirru raqabah. selalu kita
temukan ada bebasin budak. Bebasin
budak. Contoh zakat mal. Salah satu
alokasi zakat mal adalah arriab namanya.
Pembebasan budak. Jadi kita bisa nebus
budak itu bebasin budak dengan zakat
mal. Kemudian
juga budak bisa dipakai untuk membayar
kafarah denda dalam Islam seperti kasus
orang berhubungan biologis di siang hari
Ramadan. Kayak sekarang misalnya,
insyaallah tidak terjadi. Ada orang
berhubungan suami istri, batal puasanya
karena ya melakukan hubungan biologis.
Maka kafarahnya,
dendahnya dia harus berpuasa 2 bulan
berturut-turut. Kalau dia enggak bisa,
dia pertama dia bebasin budak. Kalau dia
tidak bisa, maka dia berpuasa 2 bulan
berturut-turut. Kalau dia tidak bisa,
maka dia memberikan makan 60 orang
miskin. Tapi ada di sini pembebasan
budak. dijadikan sebagai tebusan
sehingga mereka bebas gitu kan. Ada juga
orang yang sumpah mengatakan demi Allah
misalnya tapi ternyata dia salah
keliru ada
kafarahnya. Kafarahnya bebasin
budha atau memberikan makan atau pakaian
10 orang miskin atau berpuasa 3 hari.
Kita lihat ada pembebasan Buddha gitu
kan. Dan banyak hukum-hukum syari'i.
Bahkan setiap Buddha ada namanya hukum
dalam fikih kita namanya mukatabah.
Mukatabah itu seorang budak bisa datang
kepada tuannya dalam Islam dan berkata,
"Saya mau bebas, tapi saya ingin tebus
dengan cara menebus diri saya." Maka
tuannya mengatakan, "Boleh, silakan ya
kalau mau bayar kepada saya misalnya R10
juta." Budaknya bilang, "Baiklah, saya
akan bayar setiap bulan R1 juta. Berarti
10 bulan saya bebas.
Kalau sudah sepakat, maka setiap bulan
dia tinggal menyetor kepada tuannya.
Kemudian 10 bulan kemudian dia bebas,
gitu kan. Bisa juga hukum syari kalau
seseorang memiliki budak hamba sahaya,
bekerja sama dia membantu atau dia
mempekerjakan kepada orang lain, lalu
hasil kerjanya dibagi dua atau diambil
sebagian dari hasil kerjanya. Dan ini
salah satu sumber pendapatan memang yang
ada dalam Islam menggunakan tenaga hamba
sahaya. Dan Uthubair bin Awwam memiliki
1000 orang hamba sahaya yang dia
dapatkan dari peperangan dan juga
didapatkan dari pasar-pasar perbudakan
yang diperjual belikan. Kemudian dia
pekerjakan dan hasil yang diambil yang
diserahkan oleh e hamba-hamba sahayanya
dari setengah pendapatan mereka itu
semuanya disedekahkan di jalan Allah.
semuanya pendapatannya dari 1000 orang
gitu kan. Semua dikeluarkan di jalan
Allah Subhanahu wa taala. Dan ini bukti
bahwasanya bagaimana beliau gemar sekali
bersedekah. Bukan berarti tadi karena
hasil pekerja hamba sahayanya lalu
kemudian dia nikmatin. Tidak sama
sekali. Diinfakkan semua di jalan atau
disedekahkan semua di jalan Allah
subhanahu wa taala. Zubair bin
Awwam
memiliki cukup banyak anak keturunan.
Anak beliau itu jumlahnya sekitar 20
orang ya, 11 orang laki-laki dan 9 orang
perempuan. Dan beliau menikah dengan
tujuh orang
wanita. Tentu ada yang meninggal
kemudian menikah lagi. Karena tidak
boleh menikah lebih dari empat bagi
laki-laki dalam Islam. Tapi
wanita-wanita yang hidup yang terlias
dalam kehidupan Zubair bin Awar ada
tujuh disebutkan dalam sejarah.
Ada pada saat beliau meninggal memang
empat orang yang bersama beliau. Tapi
setiap meninggal atau beliau misalnya
terpisah, saya tidak temukan riwayat
beliau cerai ya. Yang kemungkinan besar
adalah istrinya meninggal lalu kemudian
beliau menyempurnakan poligaminya dengan
empat istri. Sampai beliau meninggal
dengan kondisi meninggalkan empat orang
istrinya. Dan dari wanita-wanita inilah
dari tujuh orang wanita yang terasa
dalam hidup beliau, enam orang sempat
melahirkan anak buat dia. Dan yang satu
ya istri terakhirnya itu tidak sempat
memiliki
anak. Misal saya berikan atau saya susun
di sini data tentu di buku-buku di buku
yang teman-teman pegang tidak ada data
ini ya. Tidak selengkap ini. Ini saya
tambahkan. Istri beliau yang pertama
adalah Asma binti Abi Bakar. anaknya Abu
Bakar radhiallahu anhu. Asma yang
terkenal ya Zatun
Nitain mendapatkan julukan dua orang
yang memiliki atau satu orang yang
memiliki dua ikatan pinggang. Jadi Asma
binti Abi Bakar inilah yang membawakan
makanan dan minuman untuk Nabi
sallallahu alaihi wasallam dan ayahnya
Abu Bakar. Pada saat Nabi sallallahu
alaihi wasallam dan Abu Bakar
bersembunyi di mana? Garsur ya.
di guah
sur, di Gunung Sur maksud saya waktu mau
hijrah ke Madinah. Jadi dialah yang
datang ke sana untuk membawa makanan ya.
Asma binti Abi Bakar ini menikah dengan
Zubair bin Awwam. Dari
Asma Zubair dikaruniai
pan, lima laki-laki dan tiga
perempuan.
Laki-lakinya bernama Abdullah.
Dan ini yang terkenal sekali ya,
Abdullah bin
Zubair, salah satu perawi hadis yang
banyak
sekali Abdullah bin Zubair. Dan beliau
sempat juga menjadi khalifah beberapa
saat di Makkah di zaman ada khalifah
yang lain, Yazid ibn Muawiyah. Tentu ada
bahasan sendiri nanti dinas Umawiyah
itu. Tapi yang jelas beliau terkenal
sekali salah satu ulamanya sahabat
Abdullah bin Zubair radhiallahu anhu.
Kemudian beliau juga punya anak yang
kedua laki-laki
Urwah. Yang ketiga
Al-Munzir, yang keempat Asim, yang
kelima
Almuhajir. Lima anak laki-laki dari
Asma. Jadi ini cucunya Abu Bakar gitu
kan.
Kemudian yang perempuan, beliau punya
tiga perempuan dari Asma. Khadijah
Kubra, Ummu Hasan, dan
Aisyah. Jadi
tiga
perempuan dari Asma binti Abi
Bakar. Kemudian dari istri yang kedua
adalah Amah binti Said bin
Ash. Said bin Ash ya, sahabat juga yang
terkenal. Anaknya dinikahi oleh Zubair
bin Awwam. Ama binti Said yang dikenal
dengan Ummu Khalid. Allah karuni anak
dari istri yang kedua ini lima orang
anak, dua laki-laki dan tiga
perempuan. Laki-lakinya Khalid dan Amr.
Khalid dan Amr. Dan perempuan adalah
Habibah, Sauda dan
Hindun. Tiga anak perempuan dari Amah
binti Said bin
Ash. Istri yang ketiga adalah Arrabab.
binti Anif bin
Ubaid memiliki tiga orang anak, dua
laki-laki dan satu perempuan. Anak
laki-laki beliau dari Arrabab ini istri
ketiga Mus'ab dan
Hamzah. Anak perempuannya satu Ramlah
namanya. Ramlah. Ya, nanti saya
sebutkan. Kenapa saya sebutkan ini ya
masalah adanya beberapa orang istri
kemudian anak-anak beliau.
Banyak manfaat-manfaat yang kita ambil
pelajaran sebentar lagi setelah saya
jelaskan dulu nama-nama istri dan anak
beliau. Yang keempat, wanita yang
terlintas dalam hidupnya adalah Zainab.
Dan Zainab memiliki dua orang anak.
Dua-duanya laki-laki, Ubaidah dan Jafar.
Ubaidah dan
Jafar. Kemudian yang kelima, Ummu
Kalsum binti Uqbah bin Abi Muaid.
Dan dari wanita ini, Zubair bin Awwam
dikaruniai satu orang anak perempuan
namanya
Zainab. Kemudian ada yang keenam adalah
Alhalal binti
Qais. Alhalal binti Qais dan memiliki
atau Allah karunia anak satu dan beliau
memberikan nama Khadijah
Sugra. Tadi dari istri Asma binti Abi
Bakar ada Khadijah Kubra gitu kan. Jadi
Khadijah yang besar dan Khadijah yang
kecil gitu ya istilahnya
begitu.
Kemudian beliau menikah dengan wanita
terakhir dan beliau meninggal sementara
wanita ini termasuk salah satu dari
istri yang masih ada, Atiqah binti Zaid
bin Amr bin Nufail. Atiqah binti Zaid
bin Amr bin Nufail. Ini perempuan punya
sedikit cerita unik
nih. Tersebar di kalangan sahabat,
siapapun, siapapun yang mau mati syahid,
menikahlah dengan Atiqah.
Gena Atiqah ini setiap dinikahi oleh
seorang sahabat, sahabat itu pasti
pemberani dan mati
syahid. Tiga laki-laki terlintas dalam
hidupnya. Menikah dengan tiga laki-laki.
Suami pertamanya adalah Abdullah bin Abi
Bakar. Ini juga meninggal, mati syahid.
Suami kedua Umar bin
Khattab. Jadi pada saat Abdullah bin Abu
Bakar meninggal, Umar bin Khattab nikahi
wanita ini. Umar mati syahid. Lalu
kemudian dinikahi oleh Zubair bin Awwam
dan Zubair Awam mati syahid juga gitu
sampai tersebar berita seperti itu.
Tentu ini ya perkataan yang tersebar di
kalangan mereka pada saat itu. Karena
rata-rata suaminya semua mati syahid.
Jadi total anak beliau adalah anak
laki-laki 11 sementara anak perempuan 9.
Kalau ditotal semuanya berarti jumlahnya
20. Tentu saya tidak masuk rincian
apakah sebab saya juga memang pribadi
tidak menemukan ya yang mana istri
beliau janda, yang mana perawan saya
tidak tahu. Karena biasanya tradisi
sahabat kalau ada di antara
sahabat-sahabat yang lain yang mati
syahid di medan perang maka istrinya
tidak dibiarkan jadi janda. Pasti
dilamar dan mereka
menikah. Dan ada satu hal di sini yang
saya ingin tidak beratkan, Teman-teman
sekalian ya.
Kasus masalah poligami di kalangan
sahabat ini adalah hal yang biasa
sekali. Dan ini yang kadang-kadang masih
peka di kalangan kita
sekarang. Mereka sangat biasa sekali
masalah poligami. Dan itu tidak pernah
ada satu riwayat pun, satu riwayat pun
yang menjelaskan kepada kita bahwasanya
ada sahabiat yang menolak poligami.
Belum pernah. Belum pernah ada satu pun
mereka yang menolak
itu. Waktu Nabi sallallahu alaihi
wasallam mendengarkan berita ini kan
yang sering diangkat nih. Bahkan saya
pernah lihat di media dan di salah satu
ada ustaz yang secara nasional mungkin
dikenal saya tidak usah sebutkan
namanya. Dia tampil dan dia malah
mendatangkan riwayat ini dengan alasan
poligami enggak usah ada. Subhanallah
gitu kan. Perintah Allah dari langit
menyuruh menikahi wanita 2 3 4. Kalau
kalian takut adil tidak adil baru satu.
Gitu. Sampai Syekh Bimbas mengatakan
asal dalam pernikahan adalah poligami
bukan monogami. Kalau ragu baru kemudian
satu.
Jadi di
sini banyak orang yang tidak paham
tentang masalah konsep seperti ini.
Asalnya memang sudah seperti
itu. Para sahabat biasa sekali mereka
melakukan pernikahan seperti ini dan itu
bukan aib bagi mereka. Kalau ada seorang
yang mati syahid meninggal, maka pasti
para sahabat yang belum mati
berlumba-lumba mendatangi rumah mereka
sambil mengatakan, "Wahai Ummu Fulan,
kami kalau habis masa iddahmu,
beritahukanlah kepada kami." Saya
kembali dulu ke riwayat tadi. Ada orang
yang menolak poligami sekarang dengan
alasan riwayat ini mengatakan
bahwasanya Ali radhiallahu anhu pernah
di masa Fatimah masih hidup radhiallahu
anha akan menikah dengan anaknya Abu
Jahal.
Abu Jahal meninggal dalam keadaan kufur,
tapi anak perempuannya masuk Islam.
Karena dianggap kedudukan Abu Jahal dulu
raja Makkah. Orang-orang muslimin
mengatakan, orang-orang dari Makkah
mengatakan, orang-orang Quraisy, "Wahai
Ali, nikahilah anaknya Abu
Jahal sebab dia punya kedudukan layak
untuk menikah dengan orang seperti
kamu." Maka Ali pun waktu itu diam
menunggu titah dari Nabi sallallahu
alaihi wasallam.
Fatimah di sini tidak ada satu kalimat
pun dan riwayat mengatakan Fatimah
radhiallahu anha tidak pernah ada
riwayat satuun sahabiat yang menolak
masalah hukum Allah Subhanahu wa taala
ini. Tidak pernah ada riwayat satu pun
saya katakan seperti itu. Riwayat yang
saya sebutkan sebentar lagi adalah
riwayat yang sering diangkat dan disalah
pahami. Waktu mendengar bahwasanya Ali
akan menikah dengan anaknya Abu Jahal,
Nabi sallallahu alaihi wasallam naik ke
mimbar lalu berkata setelah tahmid dan
selawat. Beliau mengatakan, "Saya bukan
melarang hukum
poligami dan saya tidak menahan Ali
untuk menikah lagi." Nabi sallallahu
alaihi wasallam jelaskan, "Tetapi tidak
layak bersatu di bawah naungan seorang
laki-laki, anak seorang nabi dan anaknya
musuh Allah, gitu kan." Jadi di sini
Nabi sallallahu alaihi wasallam bukan
melarang ahli
poligami. Fatimah juga tidak pernah
menolak poligami pada saat masa
hidupnya. Tetapi yang di sini Nabi
sallallahu alaihi wasallam waktu itu
yang mengambil Ali menahan dan ini kata
para ulama kemungkinan besar memang
wahyu dari Allah Subhanahu wa taala
karena Nabi sallallahu alaihi wasallam
tidak pernah berbicara kecuali dengan
wahyu gitu kan. Maka yang terjadi adalah
Nabi sallallahu alaihi wasallam
mengatakan tidak layak anak seorang nabi
berada di bawah naungan laki-laki
disatukan dengan anak musuh Allah gitu
kan. Hanya karena kasus itu saja. Ya,
tapi dikatakan nih buktinya nih Ali
sendiri tidak menikah, tidak poligami
sampai Fatimah meninggal. Nabi
sallallahu alaihi wasallam sendiri tidak
menikah sampai Khadijah meninggal
sehingga dijadikan sebagai tolok ukur.
Salah, saudaraku. Kita kalau bicara
masalah hukum syari tidak boleh membawa
perasaan. Enggak boleh.
Karena kalau kita bawa perasaan tidak
akan ada jihad, enggak akan ada salat
malam, tidak akan ada lagi hujan lebat
ke masjid, tidak akan ada membersihkan
kotoran orang tua kita kalau bentuk
bakti, tidak ada semua itu, gitu kan
akan hilang karena kita akan bawa
perasaan. Tapi kalau dalam agama tidak
ada perasaan, apapun yang diperintahkan
bahkan sampai darah kita pun tertumpah
di jalan Allah, kita tidak akan pakai
perasaan. Memang sudah begitu. Itulah
kesempurnaan orang-orang yang
beriman. Tentu saya tidak katakan setiap
orang langsung spontan melakukan
poligami. Dia harus belajar, punya ilmu.
Kata Umar radhiallahu anhu, kalau antum
masih ingat dulu pada saat kita membahas
kisah Umar, kata-kata bijaknya dia
mengatakan,
"Berilmulah sebelum kalian memimpin.
Berilmulah sebelum kalian melakukan
sebuah perbuatan." Artinya kuasain dulu
ilmunya.
Poligami dalam Islam adalah bab
tertinggi dalam rumah tangga. Bab
pernikahan orang harus menjalani dulu
rumah tangga yang awal, membangun
pondasi yang kuat dan poligami itu
jangan dipikiri ikhwah di sini misalnya
untuk dirinya. Akhwat juga di belakang
jangan berpikir poligami buat suaminya.
keliru untuk dua-duanya itu. Dua-duanya
punya maslahat dalam masalah poligami.
Ini si suami mendapatkan tambahan
pasangan karena menjalankan sunah Allah,
perintah Allah. Karena tidak ada
laki-laki yang melakukan poligami dengan
niat hanya hawa nafsu kecuali pasti akan
rusak rumah tangganya. Enggak pernah
berhasil poligami itu. Tapi kalau
niatnya karena perintah Allah dan
Rasul-Nya, memang ini adalah sebuah
perintah Allah dan dia juga tidak sampai
merusak rumah tangga dia yang pertama.
tidak ada uzur syari kalau dia rusak,
maka insyaallah itu akan aman-aman saja,
tidak ada masalah. Makanya dia merangkul
pasangannya untuk sama-sama
menyempurnakan agama itu, gitu kan.
Sama-sama. Bagi akhwat yang suaminya
menikah, maka dia akan mendapatkan
sahabat yang dekat dengan dia. Ini bukan
musuh, bukan saingan. Sampai dalam
bahasa Indonesia itu diistilahkan dengan
madu. Madu kan selalu manis gitu ya.
Artinya orang yang selalu bisa
memberikan kehangatan, ketentraman.
Banyak teman-teman saya melakukan ini
dan memang melakukan dengan asas agama.
Subhanallah. Ke mana-mana pasangan hidup
mereka sama-sama pergi. Bahkan ada teman
saya yang sangat dekat di kota Makassar
itu sampai jadi buah bibir di Makassar.
Ke mana pun istri-istri mereka dia
jalan, sama-sama semuanya ramai-ramai.
Mungkin orang kalau pakai perasaan
enggak masuk di akal, kenapa harus
begini? Kalau Anda belum bisa
melakukannya, jangan menolak hukum Allah
Subhanahu wa taala karena akan ke
mana-mana rentetannya. akan menilai
kenapa Nabi poligami, akan menilai
kenapa sahabat poligami. Bahkan lebih
berat kenapa Allah turunkan hukum
poligami. Saya pernah dengar dengan
telinga saya sendiri salah satu dosen di
kampus karena dia mungkin pada saat lagi
gembar-gembor masalah poligami di
Indonesia lalu dia mengatakan dari
poligami. Subhanallah. Kalau Anda belum
mau kerjakan ya silakan sendiri saja
gitu kan. Jangan ajak orang lain. Kita
disuruh mengajak orang lain untuk
melakukan apa? Kebaikan. Jangan malah
larang orang lain melakukan kebaikan.
Seperti pernah saya kasih kasus, contoh,
banyak orang mendatangi
masjid pada saat dia temukan masjid itu
kotor misalnya karpetnya atau kerannya
bocor gitu kan atau apa sajalah
kekurangan panas
misalnya dia salat kemudian dia keluar
yang ada dia menghina rumahnya Allah
masjidnya kotor kamar mandinya kotor
panas kalau salat di sana menghina rumah
Allah kalau Anda punya rumah dihina
seperti itu. Mau enggak kalau ada tamu
datang bilang, "Panas rumahmu misal
karpetmu kotor. Mau enggak kira-kira
kita digituin rumah kita? Kita enggak
mau bagaimana rumahnya Allah azza
waalla. Semestinya kita harus berpikir
positif kalau kita datang." Bahkan lebih
parah lagi ya, kadang-kadang orang
seperti ini melarang orang lain datang
ke masjid itu. Ada temannya atau
kerabatnya, "Mau ke mana?" "Oh, saya mau
salat di masjid." "Jangan, di sana
panas, sana kamar mandinya kotor, di
sana begini dan begitu."
Bukan cuma sekedar dicukupkan dirinya
yang tidak melakukan punya andil bahkan
menghina ya rumah Allah, hukum Allah di
situ untuk kita salat. Bahkan mengajak
orang lain untuk juga melakukan itu.
Membenci masjid itu. Membenci rumah
Allah. Membenci mengerjakan hukum Allah
salat di situ.
Subhanallah. Mesti kita berpikir, apa
andil
saya? Kalau panas belikan AC kalau Anda
punya uang supaya panasnya hilang.
Maka semua orang yang salat di situ akan
kita panen pahalanya karena dia merasa
sejuk dan nyaman. Kamar mandinya rusak.
Ganti kerannya berapa satu keran?
R30.000, Rp50.000 ganti. Semenjak baik
itu anggaplah 1 tahun saja berlaku, 1
tahun lagi bocor, rusak. Tapi 1 tahun
berapa banyak orang yang wudu kita panen
pahalanya? Berapa lama antum kalau
ngangkat karpet masjid dekat rumah yang
sudah kotor pamit sama marbotnya
masukkan ke laundri.
Atau coba saya sering lakukan dan
alhamdulillah berhasil. Setiap kali ada
terlintas di benak saya sebuah program
sosial, maka saya langsung lempar ke
jemaah saya. Ini ada program motor untuk
dai. Ini ada program untuk cetak buku
ulang. Ini ada untuk AC masjid. Ini
untuk dispenser. Ini untuk ini. Jadi
saya buatin program dan alhamdulillah
dengan mudah bergulir karena saya ngajak
orang-orang berbuat kebaikan. Allah
mudahkan, Allah berkahi. Berapa banyak
tempat yang sudah kita perbaikin. Berapa
banyak ee kasus-kasus masalah orang
lilit hutang sudah terlunasi. dan
beragam macam
hal. Pikirkan bagaimana kita punya andil
di situ. Ada orang subhanallah kasus
dalam ini contoh ini ditarik dalam
masalah poligami. Ada orang dia belum
bisa
poligami, dia menghina poligami itu gitu
kan. Ini berbahaya sekali nih menghina
hukum Allah Subhanahu wa taala. Kalau
dia belum bisa, ya dia sendiri. Jangan
ajak-ajak orang lain, gitu
kan. Dan lebih parah daripada itu tadi
sama kasus masjid dia sudah menghina
rumahnya Allah. Yang kedua, lebih parah
daripada itu. Dia menghadang orang lain
untuk datang ke masjid itu. Dia
menghalang orang lain untuk melakukan
poligami. La haula wala quwwata illa
billah. Kalau Anda masih belum bisa,
maka berarti ilmu Anda yang belum sampai
ke situ, gitu kan. Kalau kita belum
punya ilmu, berarti syaratnya adalah
belajar. Coba pelajari. Bukan malah
membenci hukum Allah Subhanahu wa taala.
Dan ini hal mendasar dipahami sekali
oleh para sahabat dan sahabiat. Mereka
tidak punya kendala sama sekali dengan
masalah itu. Tidak pernah ada satu
riwayat istri-istri Nabi sallallahu
alaihi wasallam menolak waktu Nabi nikah
poligami. Enggak pernah. Coba datangkan
satu riwayat pun tidak ada sama sekali.
Yang ada mereka cemburu. Iya. Terjadi
kecemburuan. itu pun ini tolong digaris
bawahi. Saya sekaligus mengingatkan
karena ada di antara teman-teman kita
dai subhanallah mereka tidak poligami.
Terus mencak-mencak di YouTube di
mana-mana saya lihat cuplikannya ya.
Bahkan ada beberapa orang di antara
teman saya, saya baru rencana mau
telepon gitu ngomong masalah mustahil
poligami terjadi. Mustahil kalau ada
orang bisa membuat seorang istri membuat
suaminya nikah sama temannya.
Subhanallah. Kok bisa mustahil? Dari
mana mustahil ini? Dan saya temukan
ternyata teman-teman ini, teman-teman
ini ternyata memang belum poligami.
Memang dia bukan praktisi. Maka saya
sarankan kalau kita belum melakukan
sebuah ibadah, jangan kita menjadi tokoh
di situ. Bukan ahlinya gitu kan.
Kalau kita lihat orang-orang yang
praktisi, saya temukan banyak kasus di
lapangan orang-orang yang berpoligami
yang memang istrinya punya andil di
situ. Guru besar saya yang saya sangat
kagumi, Dr. Saleh Suhaimi. Beliau buta
matanya di Masjid
Nabawi. Beberapa tahun lalu, mungkin
kurang lebih ya, kurang lebih sekitar 9
10 tahun yang
lalu, saya ditelepon oleh sepupu beliau,
Dr. Fahad, yang mengajar saya materi
akidah di Masjid Naba, di di kampus dulu
di Madinah. Khalid. Eh, ada Syekh Saleh
Suhaimi mau menikah, tolong dicarikan
istri. Dia mau istrinya dari
Indonesia. Baik, Syekh.
Insyaallah saya iklanin di pengajian
saya waktu itu masih di Makassar. Saya
iklanin ini ikhwah akhwat tolong ada
seorang syekh, beliau pengajar di Masjid
Nabawi hafal Quran 30 juz gitu kan.
Beliau seorang ulama mufti. Seluruh
dunia banyak mengambil fatwanya beliau.
Tapi memang beliau buta. Umurnya sekitar
50-an ingin menikah poligami. Saya juga
awalnya waktu itu saya belum poligami
dan akhirnya saya berpikir apakah ini
bisa terjadi gitu. Tapi saya coba
tawakal alah banyak akhwat yang hubungin
saya waktu itu ke HP saya. Ustaz saya
dengar ada berita begini. Apa benar?
Saya bilang, "Iya benar. Baik, Ustaz.
Saya bersedia." Ada beberapa orang maka
saya sampaikan ke Syekh. Syekh ini
biodatanya sudah masuk. namanya si
fulan, fulan, fulan, umurnya begini dan
seperti ini. Syekh pun menyampaikan
kriteria yang dia inginkan. Dan Syekh
waktu itu sudah memiliki tiga orang
istri. Ini istri yang keempatnya. Dan
saya sampaikan ini Syekh sudah punya
tiga orang istri dan dia membutuhkan
istri yang keempat. Subhanallah. Ada di
antara akhwat yang kita tidak pikir.
Saya waktu itu masih menikah dengan satu
orang istri saya di Makassar dan saya
tidak tahu kalau memang akan terjadi
itu. Ternyata ada di antara akhwat kita
dan umur mereka masih muda, mereka masih
baru menuntut ilmu, tapi mereka mau. Dan
akhirnya subhanallah karena Syekh tidak
melihat maka yang bantu dia untuk
melihat akhwat itu. Karena akhwat ini
pakai cadar waktu itu masih masuk di
warnet belum seperti sekarang fasilitas
luar biasa internetnya. Di HP bisa itu
masih-masih di warnet. Kemudian masuk di
wanita yang tertutup, ruangan tertutup.
Ukhti kita ini yang sekarang jadi istri
beliau di Madinah dan masyaallah sudah
punya anak sekarang sudah warga negara
Saudi gitu kan. Itu ee duduk di depan
komputer kemudian dibuka cadarnya yang
bantu Syekh untuk melihat istri calon
istrinya istri pertamanya beliau, Ummu
Abdillah. Dan Ummu Abdillah yang
mengatakan, "Syekh ini sudah cocok buat
Anda. Lamar saja dia." Begitu nikah saya
telepon, "Khalid, saya sudah cocok sama
ini." Maka lamarkan. Saya lamarkan.
Kemudian saya juga buatkan acara di
gedung waktu itu di Kota Makassar dan
berhasil alhamdulillah menikah sudah
selesai di waktu itu Ukhti kita masih
sekolah, masih kuliah dibiayai sama
Syekh kuliahnya sampai 2 tahun baru
berangkat ke Madinah. Setelah itu
akhirnya punya anak dan sampai sekarang
hidup. Bahkan Ummu Abdillah berbagi
malam. Awal datang Ummu Abdillah
mengatakan kepada Syekh, dia mengatakan
istrinya yang pertama ini bilang, "Saya
kasih malam saya untuk orang ini. Enggak
apa-apa. Ini seperti adik saya sendiri."
Dan dalam rumah tangga beliau itu saya
lihat luar biasa bagaimana istrinya itu
seperti saudara. Bahkan saling telepon,
"Hari ini kamu mau masak apa?" "Saya
masak yang lain." Ya. Terus begitu kalau
sopirnya syekh pergi ke pasar untuk beli
belanja makanan, maka masing-masing
punya pesanan dan mereka tidak pernah
itu yang kita dengar berantem,
pukul-pukulan. Saya enggak habis
berpikir kalau itu bisa terjadi kecuali
memang niatnya sudah bukan karena Allah
dan rasulnya. Dan banyak kasus seperti
itu. Saya ikhwah berpoligami, saya
pribadi. Dan kalau istri saya dari
Makassar datang ke Jakarta, saya suruh
istri saya di Jakarta jemput. Fadol
jemput kakak kamu di bandara. Dijemput
sama dia. Saya kasih duit, silakan
belanja sama-sama. Bahkan saya ajak
kalau saya ke Makassar, saya ajak istri
saya untuk datang. Dan alhamdulillah
saya tempat dalam satu rumah di Makassar
sama-sama dan berjalan kehidupan. Saya
keluar sama-sama satu mobil, saya
praktisi dan saya temukan tidak ada
masalah itu. Kok bisa ada dai-dai yang
bicara? Tidak mungkin, tidak mungkin.
Subhanallah. Orang-orang ini bagaimana?
Bukan praktisi terus ngomong. Itu yang
saya ingin jadi beratkan di sini, ikhwah
akhwat sekalian, adalah jangan benci
hukumnya Allah. Enggak boleh. Kalau kita
belum bisa kerjakan, kitanya masih
kurang ilmu. Tadi contoh kasus masjid
benci masjidnya Allah. Kemudian ajak
orang lain benci masjid itu.
Subhanallah. Ini hati-hati ada dosa di
belakangnya gitu kan. Jadi saya yang
saya ingin titik beratkan sebenarnya
bukan sedang menceritakan Syekh Salh,
bukan ceritakan diri saya, tapi saya
sedang menyampaikan jangan sampai ada
persepsi negatifnya terhadap hukum Allah
dan terhadap sahabat yang
mengerjakannya. Tadi kan nama-nama
banyak ya, wanita teris dalam hidup
beliau banyak
keturunannya dan itu bukan aib dalam
agama Islam sama sekali. Tidak ada
aibnya. Dari sisi lain tidak boleh juga
ikhwah banyak ikhwah melakukan poligami
tidak sehat dirahasiakan sama istrinya.
Kenapa dirahasiakan, akhi? Apa yang
antum takutkan? Takut hanya kepada
siapa? Allah azza waalla. Sampaikan apa
adanya. Kalau belum bisa, bujuk, rayu,
sampaikan hukum syar'i buat. Antum harus
berhasil. Emang begitu. Enggak mungkin
kita buka cabang perusahaan ya atau buka
cabang toko, cabang apalah usaha kita.
Buka yang baru sementara yang pertama
masih amburadul, administrasinya masih
belum rapi. Kemudian buka lagi cabang
tambah kacau nanti rugi semua. Tapi
dibuat rapi sedemikian rupa. Baru
kemudian buka lagi cabang yang lain baru
seterusnya. Dan ini perintah agama.
Perintah
agama. Bagi yang masih belum bisa, saya
sarankan niat saja. Apa boleh
buat? Saya bilang niat agar antum
meninggal meninggal dapat pahalanya
poligami. Karena kalau tidak niat sama
sekali berarti ada pahala yang
kehilangan
tuh. Jadi orang kalau belum bisa haji,
enggak ada duitnya, jangan bilang, "Oh,
saya enggak mampu haji. Sudahlah
meninggal." Enggak dosa. Memang enggak
dosa. Tapi dia tidak dapat pahala haji.
Tapi kalau dia niat, "Satu waktu saya
punya uang, saya mau haji." Ya Allah.
mudahin terus meninggal dapat pahala
haji. Sudah tahu kan hadisnya? Man hamma
bihasatin walam ya'malha. Siapa yang
niat saja mengerjakan satu perbuatan
baik, kutibahu hasanatun kamilah.
Dicatatkan baginya satu pahala lengkap
ibadah itu. Baru
niat. Fain amilaha kalau dia kerjakan
kutib lahu asru adafiha
ilinfinir. Dicatatkan baginya 10 kali
lipat bahkan 700 kali lipat dan
kelipatan-kelipatan yang banyak. Antum
mau tidur malam, niat salat tahajud,
niat itu sudah dapat satu lengkap pahala
tahajud. Bangun malam 700 kali lipat
tergantung dari kadar keikhlasan
seseorang. Niatkan untuk itu berdoa
kepada Allah Subhanahu wa taala. Karena
beda. Ini ciri orang mukmin yang cerdas.
Akhwat kita belum bisa menerima
poligami. Berdoa sama Allah, "Ya Allah,
Engkau turunkan hukum ini dan berat
dalam hati hamba ini. Ya Allah, berikan
hamba petunjuk, berikan hamba kemudaan
gitu kan supaya bisa berjalan." Maka ini
hal mendasar mesti diketahui. Dan semua
ini sebenarnya adalah pembelaan terhadap
perilaku Nabi sallallahu alaihi wasallam
dan sahabat Nabi yang memang melakukan
hukum poligami ini dan juga Allah
Subhanahu wa taala telah menurunkan
hukum dalam
Al-Qur'an. Kemudian kita masuk Zubair
bin Awar radhiallahu anhu ya. Dimulai
dari kenapa beliau memilih nama-nama
anaknya. Kalau tadi masalah beliau
poligami sudah saya jelaskan. Sekarang
tinggal beliau memilih nama anak-anak.
Dan perlu kita tahu juga Nabi sallallahu
alaihi wasallam selalu mempersaudarakan
antara
sahabat. Dan ini penting sekali ikhwah
akhwat sekalian. Cari siapa orang yang
sangat saleh di antara teman-teman
Anda. Tentu sesama jenis orang itu
saleh, salatnya on time, selalu menjaga
majelis-majelis
ilmu. Pokoknya orangnya saleh dan
salehah. Datang ke dia dan ucapkan,
"Inni uhibbuka fillah." Kalau laki-laki
inni uhibbuki fillah, saya cintai kamu
karena Allah. Karena pernah ada orang
yang datang di hadapan Nabi sallallahu
alaihi wasallam dan berkata, waktu lihat
ada satu sahabat salatnya khusyuk luar
biasa. Kata sahabat itu, "Saya suka
orang ini karena Allah." Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Kejar dan
ucapkan di
hadapannya." Pengucapan ini penting gitu
kan. Ini ada hukum sendiri. Pahalanya
besar.
Kita boleh mencintai semua muslim, tapi
pilih orang-orang yang mutiarahnya
manusia ini, mutiarahnya orang yang
beriman yang luar biasa, yang lebih baik
jadikan sebagai sahabat dekat. Dan ini
memang dalam agama sama satu orang
biasanya ya. Nabi sallallahu alaihi
wasallam persaudarakan antara
Abdurrahman bin Auf dengan Sa'ad
radhiallahu anhu ajmain. Kemudian juga
Nabi sallallahu alaihi wasallam
persaudarakan antara Zubair ini dengan
Thalhah. Yang kita bahas yang lalu. Ini
memang ya sahabat dekatnya. sehingga
keduanya ini saling memotivasi dan
subhanallah kejiwaan mereka sama.
Dua-duanya gemar berjihad, dua-duanya
mendapatkan julukan mati syahid,
dua-duanya dapat jaminan 10 jam masuk
surga dan luar
biasalah. Ada sedikit pelajaran di sini
dari
perilaku ee Zubair bin Awwam dalam
memilih nama anak-anaknya.
Dan tadi alasan juga kenapa saya
datangkan nama-nama ini. Karena kalau
yang pegang bukunya tidak menemukan
nama-nama tadi yang saya sebutkan itu
semua. Nama anak-anaknya, nama
istri-istrinya gitu kan. Nama-nama ini
sengaja saya nukil dan saya angkat dan
ini memang riwayatnya semuanya sahih.
Agar kita mengenal nama-nama para
sahabat.
Jadi Zubair pernah
berkata, "Thalha sahabat dekatku
memberikan nama anak-anaknya, nama-nama
nabi." Pertemuan yang lalu. Kalau antum
masih ingat, anak-anak Thalhah semuanya
nama
nabi. Nama-nama Nabi. Musa, Ibrahim,
nama-nama nabi semua.
Kata Zubair, Thalha memilih nama-nama
Nabi karena dia suka dengan para nabi.
Tetapi dia lupa kalau tidak ada Nabi
setelah Muhammad sallallahu alaihi
wasallam. Kata Azzubair, "Sementara saya
mencari nama untuk anak-anak saya
semuanya orang yang mati syahid
laki-lakinya gitu kan. Agar mereka
semuanya mati syahid." Saking cintanya
dengan mati syahid ini sampai semua
anaknya dinamakan nama orang-orang yang
mati syahid. Dan juga di salah satu
kanca
peperangan, Zubair bin Awwam membawa
anaknya yang bernama Abdullah. Anak
pertama dari Asma. Waktu itu Abdullah
masih 10 tahun umurnya. Diajak di atas
kudanya diajak
berperang. Saking cintanya dengan jihad,
anaknya 10 tahun diajak ke kanca
peperangan. Kalau antum 10 tahun diajak
ke kolam renang.
Diajak ke kebun
binatang, diajak ke mall. Zubair awam
bawa anaknya di kanca peperangan satu
kuda sama dia sambil bacot-bacotan sama
musuh. Anaknya ada di situ. Lihat
saksikan ini jihad di jalan Allah, Nak.
10 tahun. Bagaimana enggak jadi mujahid
tuh anak
gitu. Luar biasa sanging cintanya dengan
syahadah ini. Beliau mengatakan dalam
salah satu riwayat, tentu riwayatnya ada
disebutkan ya di dalam tabaqat ee karya
Ibnu Sa'ad.
di jilid 3 halaman
74. Zubair bin Awwam berkata,
"Sesungguhnya Thalha bin Ubaidillah
at-Taimi memberi nama anak-anaknya
dengan nama para nabi, dia, padahal dia
mengetahui tidak ada nabi setelah Nabi
Muhammad sallallahu alaihi wasallam."
Maksudnya apa? Kalaupun milih nama Nabi
maka yang paling layak Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam. Karena
beliau nabi yang paling sempurna gitu
kan. Sedangkan aku menamakan anak-anakku
dengan para syuhada. nama para syuhada.
Mudah-mudahan mereka semua gugur mati
syahid. Dia menamakan anaknya Abdullah.
Diambil dari nama sahabat Nabi yang mati
syahid di perang Badar Abdullah bin
Jahasy radhiallahu
anhu. Kemudian Al-Munzir diambil dari
nama Almundir bin Amr juga mati syahid.
Urwa diambil dari Urwah bin Mas'ud.
Hamzah dari Hamzah bin Abdul Muthalib.
Kemudian Jafar dari Jafar bin Abi
Thalib. Mus'ab dari Mus'ab ibn Umair,
Ubaidah dari Ubaidah bin Harit, Khalid
dari Khalid bin Said, dan Amr dari Amr
bin Said bin Ash. Dan ini nama-nama ya
para syuhada. Nama para
syuhada. Kita masuk sekarang
bagaimana kesabaran Zubair dalam
berdakwah di jalan Allah Subhanahu wa
taala dan keberaniannya yang luar biasa.
Pernah satu waktu ibunya Sofiah waktu
Zubair masih kecil sebelum masuk Islam
itu kalau ibunya lagi tegur sesuatu
ibunya sangat tegas marah sama dia. Luar
biasa ya. Dan ketegasan ini membuat
tidak lazimlah tidak semua umumnya
perempuan bisa tegas seperti dia gitu.
Umumnya perempuan kadang-kadang lebih
lembut gitu kan. Tapi ini tegas
Sofia, kakaknya atau adiknya
ee Sofia
ini namanya
Noval. Noval
ini merasa prihatin dengan bagaimana
Sofia mendidik anaknya. Sampai akhirnya
Noval menasihatin tapi Sofia enggak mau
dengar. Enggak, ini anak saya. Saya tahu
ini demi kebaikan. Maka Noval ini
orangnya pemberani sekali. Noval ini
terkenal gitu kan di Makkah. seorang
tokoh Quraisy. Tapi karena ini saudara
perempuannya dia tidak mau bantah. Maka
dia pun berkata,
"Saya laporkan ini kepada suku, kepala
suku waktu itu ya yang terkenal dari
Abdudd, dari suku mereka."
Nasihatin dinasihatin Sofya. Lalu Sofia
mengatakan, "Saya cuma mau orang ini
anak ini menjadi tokoh masyarakat dan
menjadi pemberani. Saya enggak mau jadi
pengecut, tapi enggak disebutin
kira-kira masalahnya apa pada saat itu."
Lalu kemudian ya setelah masuk
Islam, Zubair masuk Islam, ternyata yang
menyiksa Zubair adalah pamannya
Noval. Noval ini akhirnya dibenci dengan
Zubair yang tadinya dia waktu Zubair
kecil dia bela sekarang malah dia benci.
Dan waktu mendengar Zubair masuk Islam,
maka Noval pun memegang
Zubair kemudian membungkusnya dengan
sebuah tikar lalu membakar api di
sekitarnya yang bisa setiap saat
membakar Zubair sambil mengatakan, "Kau
harus meninggalkan agamanya Muhammad
kembali ke kakek moyangmu." Maka dia
mengatakan, "Tidak," kata Zubair,
"walaupun engkau membakarku. Walaupun
engkau membakarku, maka akhirnya
pamannya pun melepaskan karena dia
sangat kokoh." Dan ini contoh bagaimana
kesabaran yang diangkat oleh penulis
buku. Salah satu kisahnya waktu disiksa
oleh pamannya dan dibakar di sekitarnya
di umur 15 tahun ya tetap dia kokoh
dengan agama Allah. Kemudian juga Urwah.
Urwah bin Zubair anak beliau
menceritakan di tubuh ayahku Zubair ada
13 luka sabetan pedang. Salah satunya di
pundaknya. Dan itu semua karena
berperang. Karena itu semua berperang.
Luka itu saking dalamnya sabetan pedang
yang dipukul ke badannya membuat lubang.
Ada sabetan pedang itu lubang dan aku
bisa memasukkan jariku ke dalam luka
itu. Dua sabetan pedang yang sangat
dalam. Ada tiga ya. Dua didapatkan di
perang ya Bader dan satu lagi di perang
Yarmuk. Jadi ini sabetan pedang yang
didapat di pundaknya. Karena Zubair
punya ciri khas kalau berperang itu
begitu berhadapan sama musuh tinggal
tunggu instruksi panglima perangnya
mengatakan Allahu Akbar dia paling depan
paling pertama menyerang gitu kan.
Selalu di depan tidak pernah terakhir
tidak pernah di tengah-tengah selalu
awal dan dia tidak pernah mau puas
kecuali dia sudah dobrak musuh pakai
kudanya sampai ke ujung
pasukan. Setelah itu dia kembali lagi
nyerang lagi dari sana sampai ke sini.
Akhirnya kocar-kacir musuh gara-gara itu
gitu. Satu orang enggak ada orang
berperang kalau orang-orang nonmuslim ya
mereka tidak kejar namanya mati syahid.
Mereka tidak tahu namanya mati syahid.
Maka mereka ya ragu-ragu kalau
berhadapan musuh baru menangkis, baru
menyerang. Tapi tidak ada yang berani
langsung menyerang. Dan ini tokoh luar
biasa. Keberanian yang luar biasa yang
dimiliki
oleh Zubair radhiallahu anhu. Tapi nanti
juga akan ada bahasan dalam peperangan.
Ya, ini cuma sekedar gambaran saja.
Kata Ali bin Zaid rahimahullah, seorang
ulama
tabiin, "Aku pernah melihat Zubair di
bagian dadahnya ada
seperti tanda-tanda yang besar seperti
mata-mata
unta dan itu adalah tanda tusukan tombak
atau anak panah. Jadi biasanya kalau
tombak dilempar tertusuk di badan
seseorang maka menghasilkan lubang gitu
kan. Zaman sekarang mungkin Mas masih
ada cara untuk dioperasi, dikembalikan,
ditutup. Zaman dulu enggak bisa. Jadi
tombak ya sudah ditutup sampai darahnya
berhenti. Kering sendiri ya sudah
berarti jadi berbekas gitu kan. Di dada
Zubair ditemukan banyak sekali ya waktu
beliau terbuka bagian bajunya. Karena
zaman dulu orang menggunakan izar dan
rida ya seperti baju ihram. Jadi bagian
atas itu cuman dililit-lilit saja
biasanya begitu. Maka ada terlihatan
lubang-lubang tersebut dan itu adalah
bekas tombak atau anak panah dan beliau
tetap tidak pernah mengeluhkan kepada
orang lain dan ini masuk dalam
substansial bahasan bagaimana kesabaran
dia dalam menerima apapun yang diterima
dari jalan Allah Subhanahu wa taala.
Zubair termasuk orang yang hijrah di
Habasyah.
Dan Habasyah ini adalah Ethiopia
tentunya di awal-awal Islam kaum
muslimin banyak disiksa oleh orang-orang
kafir Quraisy. Sebagaimana kita tahu
sampai Allah Subhanahu wa taala
mengizinkan melisan Nabinya Muhammad
sallallahu alaihi wasallam untuk hijrah
ke Habasyah. Ya, hijrah ke
Habasyah. Maka hijrahlah sahabat-sahabat
Nabi dan di antaranya adalah Zubair bin
Awwam. Dan ini ada fadilah sendiri
karena orang yang hijrah itu punya
pahala ya. Hijrah itu ibadah. Dan Zubair
termasuk sama dengan Utsman bin Affan.
hijrah ke Habasyah dan ke Madinah. Jadi
dua pahala hijrah yang mereka
dapatkan. Pada saat sahabat tinggal di
Ethiopia di Habasyah ini, Najasyi, raja
mereka pada saat itu yang akhirnya masuk
Islam di tangan Jafar bin Abi Thalib.
Dan ada hukum sendiri di sini. Najasyi
pada saat masuk Islam didengar oleh para
pendeta-pendeta dan pastur dan mereka
pada saat sudah mengatakan Isa anak
Tuhan. Maka mereka pun berusaha
memenggulingkan
Najasyi. Maka Najasyi akhirnya
menyembunyikan Islamnya. Dan beliau
sempat meletakkan di bagian bajunya
lembaran Al-Qur'an dari yang ditulis di
atas kulit. Dibawa oleh Jafar lalu
ditaruh di dalam dadahnya lalu
dikumpulin sama dia pastur-pastruk semua
sambil dia mengatakan, "Kenapa kalian
mau memerangi saya?" Kata mereka,
"Engkau telah berkhianat wahai raja.
Engkau telah mengubah keyakinan kami
bahwasanya Isa itu anak
Tuhan. Gitu kan. Lalu
kata Najasyi, "Apa yang kalian yakini?"
Mereka bilang, "Kami yakin kalau Isa
anak Tuhan." Lalu Najasyi pegang
dadanya sambil niat untuk memegang
Al-Qur'an tadi. Dan dia mengatakan,
"Saya dalam keyakinan ini." Gitu kan.
Maksudnya Al-Qur'an ini mereka
tangkapnya keyakinan seperti yang
dipegangi oleh orang-orang Nasrani.
Karena waktu itu memang dia akan
digulingkan gitu kan. Yang terjadi
adalah ada salah satu dari pastur yang
ada hadir pada saat itu sepunya Najasyi
dan dia tidak terima itu. Dia bilang
pasti Najasyi ini dusta. Enggak mungkin
dibentuklah sama dia pasukan untuk
memerangi Najasyi. Terjadi perang. Nah,
sebelum terjadi perang, kaum muslimin,
sahabat yang sudah lari dari Makkah
waktu itu merasa tentram di Ethiopia
karena dikasih makanan, minuman,
naungan. Mereka bebas beribadah semaunya
gitu kan. Bahkan Najasiyi sempat
syahadat di tangan Jafar bin Abi
Thalib. Makanya waktu beliau
meninggal, Nabi sallallahu alaihi
wasallam sempat mensalati ghaib Najasyi.
Karena waktu beliau meninggal sudah
tidak ada lagi sahabat di Ethiopia.
semua sudah hijrah ke Madinah gitu kan.
Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam
mensalati ghaib. Dan ini juga sebuah
hukum sendiri bahwasanya salat ghaib itu
dikerjakan bagi orang yang tidak ada ya
muslimin yang lain
mensalatinya. Kalau kita di Indonesia
kan meninggal di Surabaya, Jakarta salat
ghaib, di Bandung salat ghaib. Ini
enggak pernah ada sunahnya sebenarnya.
Satu-satunya riwayat berhubungan dengan
salat ghaib adalah salatnya Nabi
sallallahu alaihi wasallam kepada untuk
Najasyi. Waktu Najasyi meninggal di sana
karena tidak ada satuun muslim di sana
sendirian dia. Maka Nabi sallallahu
alaihi wasallam salati di Madinah gitu
kan. Itu hukum syari yang ada diambil.
Tapi ringkas cerita adalah pada saat
Najasyi diserang oleh sepupunya sendiri
yang juga salah satu pastur membentuk
pasukan terjadi peperangan.
Najasiyi sempat mengamankan beberapa sah
semua sahabat semua sahabat untuk
menyeberang sungai
Nil. Jadi kalau kita lihat ee Ethiopia
itu berada di wilayah Afrika.
Antara Afrika, Ethiopia dengan Jazirah
Arab itu ada laut
merah ya, ada pecahan sungai Nil di
situ.
Maka dia pun atau Jandas menurut
sahabat-sahabat untuk menyeberang sungai
Nil. Ya kalau saya tahunya si bukan
sungai Nil, dia menyeberang laut merah
sebenarnya. selamatkan diri ke wilayah
Yaman di tepi laut merah disuruh tunggu
di
situ. Maka yang terjadi adalah waktu
terjadi peperangan, kata Ummu Salamah
radhiallahu anha yang nanti jadi istri,
jadi istri Nabi sallallahu alaihi
wasallam, Ummul Mukminin berkata, "Waktu
itu kami semua berdoa agar Najasyi
diberikan kemenangan. Karena kalau
Najasyi kalah, maka tidak ada lagi
tempat bernaung kecuali kembali ke
Makkah dan bisa disiksa lagi." Waktu dia
bilang, "Kami lagi ragu, khawatir,
jangan sampai Najasyi yang kalah. Karena
mereka ini bisa dibunuh nanti. Tapi
Najasyi sudah memberikan keamanan untuk
menyeberangi Laut Merah. Kata Ummu
Salamah, kami pun akhirnya berkata satu
sama yang lain, "Siapa kira-kira yang
berani menyeberang laut ini lalu
menyaksikan peperangan, melihat siapa
yang menang, lalu menginformasikan
kepada kami?" Semua orang waktu itu
diam, gak ada yang ngomong. Zubair
datang mengatakan, "Saya umurnya 15
tahun waktu itu. Saya akan nyeberangin
lautan ini dan saya akan saksikan
peperangan itu." Kata Ummu Salamah. Lalu
kemudian ditiupkanlah ya bantal atau
balon gitu kan yang diletakkan di da
lalu dia menyeberang. Lalu Zubair pun
menyaksikan apa e peperangan tersebut.
Dan tidak lama kemudian, sementara kami
lagi dalam keadaan ragu, Zubair sudah
menyeberang kembali dan berteriak sambil
mengatakan, "Berita gembira wahai kaum
mukminin, Najasyi telah diberikan
kemenangan oleh Allah subhanahu wa
taala." Tapi di sini ada peran Zubair
bin Awwam yang sangat luar biasa
beraninya. Karena kalau dia pergi
menyaksikan peperangan berarti ada
kemungkinan dia kena serangan gitu kan.
Tapi dia berani hadir pada saat itu
untuk mendatangkan informasi kepada kaum
muslimin. Dan ini saya angkat karena
memang ditulis dalam buku yang sedang
kita bedah.
Kita masuk sekarang bagaimana perannya
dia dalam kanca
peperangan. Dimulai dari perang Badar
misalnya. Perang Badar Zubair bin Awwam
tampil menggunakan imamah berwarna
kuning dan beliau berada di depan
pasukan. Pada saat awal takbir Nabi
sallallahu alaihi wasallam menyerang,
maka dia sudah menyerang orang-orang
Quraisy. Gitu kan. Bahkan para sahabat
sepakat mengatakan kekuatan muslimin ada
di tiga orang. Hamzah, Ali dan Zubair.
Tiga orang ini luar biasa. Jadi ini
ujung tombaknya para penyerang ee ee apa
sahabat gitu. Nah, karena beraninya dia
dan selain berani, Zubair binb Awan juga
selalu menjaga penampilan yang rapi dan
bersih. Walaupun di peperangan bajunya
selalu bersih, penampilannya bersih,
imamahnya bagus. Sampai akhirnya ya para
sahabat mengatakan di antaranya anaknya
sendiri yang bernama Urwah mengatakan
perang Badr Zubair ayahku menggunakan
surban warna kuning. Lalu Jibril pun
turun dengan penampilan seperti Zubair.
Sebagaimana Nabi sallallahu alaihi
wasallam sampaikan kepada para sahabat
bahwasanya di kanca peperangan sekarang
ada Jibril yang sedang turun dan Jibril
menggunakan pakaian atau imamah seperti
yang digunakan oleh Zubair bin Awwam.
Dan ulama mengatakan ini sebenarnya
sebuah kelebihan tersendiri. Karena
memang Jibril tidak menjelma menjadi
manusia kecuali memang pada orang-orang
tertentu. Dan ulama mengatakan ada dua
orang saja yang pernah Jibril menjelma
darinya dari kalangan sahabat. Zubair
bin Awwam di perang Badar dan juga yang
satu lagi siapa? Hah? Dihya Alkalbi
radhiallahu anhu ajmain. Ini karena
sering penampilannya rapi, bersih, maka
Jibril pun berpenampilan seperti orang
ini. Baik.
Dikatakan bahwasanya di perang Badar,
Zubair bin Awwam membunuh dua orang dan
dua-dua ini adalah tokoh
Quraisy. Yang pertama adalah Abu Dzatu
Kabsy. Abu Dzatu Kabsy ini julukannya ya
Kabsy ini sebenarnya lebih cenderung
kepada otot ya gitu. Abu Qabsy mungkin
ee orang yang berotot besar kekar gitu
ya.
Sebagian mengatakan kabsy ini adalah
perut. Sehingga memang perutnya orang
ini agak besar tapi yang jelas posta
tubuhnya besar
sekali. Namanya dia Ubaidah bin Said bin
Ash. Namanya orang ini Ubaidah bin Said
bin Ash. Dia ini terkenal sekali
penunggang kuda Quraisy yang terbaik dan
dia juga salah satu dari prajurit
Quraisy yang meletakkan dari kepalanya
sampai kakinya semuanya besi dan cuma
kelihatan matanya. Serta dia
satu-satunya pasukan Quraisy yang mahir
memainkan pedang tapi yang panjang.
Pedang itu disebutkan ya ukurannya kalau
kita sekarang mungkin bisa sampai 5
m. Pedang yang sangat besar. Jadi bagian
depannya pedang yang dari pegangan
tangannya sampai ke bawah itu semuanya
besi saja gitu kan. Jadi sangat panjang
pedang itu dipakai bisa sampai 5 m
panjangnya pedang ini. Dan dia sangat
mahir di kanca peperangan Badar dia
menyiksa kaum muslimin. Memukul orang di
sini kesakitan. Ada yang patah
tangannya, ada yang putus, ada yang
dibunuh sama dia. Lalu beberapa sahabat
mendatangi Nabi sallallahu alaihi
wasallam mengatakan, "Ya Rasulullah, ini
Abu Zatul Ksyi ini mengganggu kami nih.
Berbahaya kalau dibiarkan."
Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam
mengutus Zubair cari Zubair suruh Zubair
hadapin. Zubair pun mengatakan, "Saya
mendekati Zatu Kabsy ini." Dan dia
bilang, "Saya tidak temukan ada celah di
mana saya bisa membunuhnya." Semuanya
besi banyak. Waktu dia lagi
tebas-tebasin sahabat tuh banyak
sahabat. Ada yang pukul kakinya, ada
yang pukul kudanya pun pakai besi semua.
Tapi enggak mempan. Ada yang lemparin
panah, panahnya jatuh karena baju besi
enggak tembus gitu kan. Maka Zubair
bilang, "Saya tidak menemukan celah
untuk membunuh orang ini." Lalu Zubair
tidak putus asa. Dia bilang, "Saya pun
mengelilingi orang itu." Terus sementara
dia lagi menebas s saya kelilingin terus
saya lihat celahnya di mana nih. Sampai
saya berada berhadapan dengan dia. Dan
Zubair bin Awwam ini juga termasuk orang
yang tinggi besar ya. Karena dalam kisah
dalam riwayat dikatakan dia sama dengan
Umar bin Khattab. Kalau duduk di atas
kuda, kakinya sampai di tanah, di
orangnya tinggi luar
biasa. Kalau laki-laki sekarang mungkin
antum yang 2 m tingginya, ada ikhwan
yang 2 m. Kalau dulu di atas kuda
kakinya paling sampai di perut kuda.
Enggak anggaplah sampai lewatin perut
kuda sedikit. Kalau sampai ke ke tanah
itu berapa banyak, berapa tinggi tuh
gitu kan. Luar biasa beliau gitu kalau
naik kuda kakinya sampai ke bawah gitu
kan.
Nah, Zubair bin Awwam bilang, "Pas saya
berhadapan sama Zatu Ksy dan Zat Ksy ini
juga tinggi besar cuma badannya lebih
kekar." Kata Zubair, "Saya tidak temukan
celah kecuali di antara dua matanya."
Jadi di sini tuh ada
karet yang menyatukan apa namanya? Baju
besi itu topeng besinya gitu kan. Dia
bilang, "Saya tidak temukan kecuali
itu." Maka saya pun mengambil tombak.
Dan ciri khas Zubair ini radhiallahu
anhu terkenal di pasukan muslimin.
Selalu di tangan kanan pedang gitu kan.
Kemudian di pundaknya dia taruh tombak
kecil. Tombak kecil ini khusus untuk
digunakan membunuh orang-orang tertentu
gitu kan. Dia menaruh pedangnya dan dia
ambil tombak kecil itu. Dia bilang,
"Lalu saya bertakbir sambil melemparkan
niat membunuhnya sebagaimana perintah
Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan
saya melempar tepat kena di karet itu
sehingga tembus sampai ke belakang
kepalanya. Dalam riwayat lain dikatakan
Zubair bin Awwam mendapatkan celah
kemudian
meloncatin Zatu kabsy ini sampai jatuh
dari kudanya kemudian menancapkan
tombaknya di celah tadi yang bisa kena
dan akhirnya terbunuh. Dan Zubair
mengatakan saya berusaha menarik tombak
saya kembali itu dengan sangat susah
payah sampai bengkok tombak saya gitu.
Tapi perannya adalah di sini di kanca
peperangan membunuh musuh gitu kan.
Membunuh musuh. Tentu dalam
Islam di luar kanca
peperangan yang dibolehkan membunuh itu
kalau kita
diserang. Misal ada perampok, ada
pencuri, membela diri itu lain. Itu
boleh. Selain ini enggak boleh gitu kan.
Kalau pribadi, kalau pemerintah tentu
boleh kalau qisas kan. Kalau pribadi
enggak boleh kecuali membela diri. Tapi
kalau di kanca peperangan berbeda nih.
Berbeda gitu kan. Di perang Badar Nabi
sallallahu alaihi wasallam sempat
mengambil pedang dan berkata, "Siapa
yang memberikan haknya Allah dan
Rasulnya pedang ini?" Maka Hamzah
mengatakan, "Saya Rasulullah." Nabi
sallallahu alaihi wasallam tarik. Nabi
mengatakan lagi, "Siapa yang memberikan
haknya Allah dan Rasulnya pedang ini?"
Maka Ali mengatakan, "Saya Rasulullah."
Nabi tarik. Hamzah dan Ali dua pejuang
besarnya muslimin ditolak. Paman dan
sepupu Nabi gitu kan. Selama ini
terkenal keberaniannya. Nabi tetap
tarik. Lalu Nabi mengatakan, "Siapa yang
memberikan hak pedang ini?" Allah dan
pedang ee haknya Allah dan Rasul pedang
ini. Maka Miqdad, Miqdad ini terkenal
ya. Dia satu orang dihitung sama dengan
1000 kekuatan laki-laki sama dengan
Zubair bin Awwam. Nanti ada bahasan di
Miqdad. Tapi Zubair bin Awwam juga salah
satu dari orang yang dihitung 1000
kekuatan oleh Umar bin Khattab. Nanti
akan kita sebutkan
riwayatnya. Maka Nabi sallallahu alaihi
wasallam tarik.
Lalu Abu Dujana radhiallahu Syammak ya
yang terkenal beliau mengatakan, "Ya
Rasulullah, dia tanya apa haknya Allah
dan Rasul di pedang itu?" Maka kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Engkau
mengambil dan engkau memerangi
menggunakan melawan musuh Allah sampai
pedang ini bengkok." Artinya kalau
dikepangan berbeda. Tunjukkan
keterampilan. Memang harus membunuh,
tapi tidak ada mutilasi. Ya sudah
ditusuk, mati selesai. Tapi tidak boleh
sama sekali kita lari dari kanca
peperangan, merasa takut, enggak perlu
semuanya enggak ada rasa takut bagi
Islam, bagi seorang muslim tidak ada
sifat pengecut, malas, perhitungan dalam
Islam. Tidak ada itu sama sekali. Bahkan
Nabi sallallahu alaihi wasallam
mengatakan, "Allahum minubika minal
jubni wal bukhl." Ya Allah, jauhkan kami
dari sifat pengecut dan perhitungan
bakhil, pelit gitu kan. Di jalan Allah
Subhanahu wa taala. Ini tidak boleh ada.
Gak ada pengecut dalam Islam. Tapi kita
merendah di luar kanca peperangan kita
merendah. Siapa yang tawadu ya kepada
Allah di jalan Allah akan angkat
derajatnya merendah tidak sombong ya di
luar. Tapi dalam kanca peperangan lain.
Abu Dujana waktu sudah mengambil pedang
tadi maka dia pun mengelilitkan imama
merah di atas kepalanya. Kemudian dia
membusungkan dadanya sambil memegang
pegang yang pedang dari Nabi sallallahu
alaihi wasallam dan ditaruh di dadanya
menunjukkan kekuatannya gitu. Lalu kata
Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"Caranya orang ini Abu Dujanah dibenci
oleh Allah kalau di luar tempat ini.
Tapi kalau di sini dibolehkan dikanc
peperangan menunjukkan kekuatan untuk
musuh." Ini pelajaran lain ya yang mesti
kita ambil. Maka Zubair bin Awwam dan
sahabat-sahabat Nabi yang lain sangat
paham masalah ini. Menghadapi musuh
tidak boleh tunjukkan kelemahan. Memang
mereka harus tunjukkan kemahiran dan
memang mencari mati. Karena tujuannya
orang masuk medan perang adalah mati
syahid. Yang kedua baru menang gitu kan.
Makanya para mujahidin tidak pernah
kenal namanya kalah. Kita menang atau
mati syahid. Kalau mati pun semua
terbunuh tidak ada kekalahan. Tuh menang
malah itu kemenangan yang pertama
dicari. Mati syahid semua masuk surga
tanpa hisab dan banyak kelebihan
orang-orang yang mati syahid gitu
ya. Kemudian yang kedua, Zubair bin
Awwam membunuh pamannya sendiri yang
bernama Naufal. Ya, ini mohon maaf tadi
saya keliru ya. Bukan Noval ini bukan
pamannya dari ibunya. Sofia kan tante
Nabi. Jadi bukan bukan pamannya Nabi
Noval ini. Tapi Noval ini dari keluarga
ayahnya, paman dari ayahnya ya. Noval
bin Khuwailid bin Asad yang tadinya
sudah menyiksa dia pada saat dia masuk
Islam dan memang karena meninggal
syahadat maka dia tunjukkan bahwasanya
setelah masuk Islam dikanca peperangan
walaupun paman sendiri sudah tidak ada
lagi urusan kekeluargaan di sini. Memang
sudah seperti itu hukumnya dalam agama
Allah Subhanahu wa taala. Tidak ada
boleh didahulukan dari Allah dan
Rasul-Nya. Itu di perang Badar. Di
perang
Uhud, Nabi sallallahu alaihi wasallam
sempat melihat ada orang juga yang
sangat menyusahkan kaum
muslimin. Maka, tapi tidak disebutkan
namanya dalam buku ini ya. Maka Nabi
sallallahu alaihi wasallam mengatakan
kepada para sahabat, "Panggilkan Zubair,
suruh Zubair yang hadapin orang ini."
Jadi selalu saja kalau ada orang yang
sulit untuk dihadapin, maka Nabi
sallallahu alaihi wasallam memilih siapa
yang paling berani di antara sahabat dan
itu adalah Zubair radhiallahu anhu.
Dipanggil Zubair maka Nabi sallallahu
alaihi wasallam mengatakan, "Wahai
Zubair, selesaikan urusan orang ini."
Zubair enggak pakai nunggu langsung
memicu kudanya menyerang ke arah orang
itu. Dan pada saat Uzbair melihat orang
itu dari belakang, Zubair naik berdiri
di atas kudanya. Kudanya lagi jalan, dia
berdiri diloncatin orang itu. Gitu kan.
Dalam riwayat dikatakan naik ke atas
sebuah bukit kecil dia kudanya lagi lari
dia loncat di atas bukit kemudian orang
itu di bawah bukit diloncatin sama
Zubair sehingga orang itu jatuh ke tanah
kemudian dibunuh oleh Zubair radhiallahu
anhu. Jadi memang kiprah yang luar biasa
dalam kanca peperangan.
Ini yang disebutkan di dalam
masalah Uhud dan ada yang sempat dibunuh
oleh Zubair dan ada juga peran Zubair
bersama dengan Abu Bakar setelah selesai
perang Uhud. Tentu di perang Uhud tentu
ada kisah sendiri ya. Di mana pada saat
43 sahabat Nabi yang turun tidak
mengikuti perintah Nabi dari Gunung
pemanah sehingga tinggal tujuh orang dan
akhirnya dibunuh oleh Khalid bin Walid
yang belum masuk Islam pada saat itu.
Kan muslimin sempat terkalahkan ya di
fase peperangan kedua. Nah, sampai
sahabat dan Nabi sallallahu alaihi
wasallam terdesak ke Gunung Uhud gitu
kan. Dan kita sudah sebutkan perannya
Thalha bin Ubaidillah pada saat membela
Nabi sallallahu alaihi wasallam di
perang Uhud gitu kan. Bagaimana beliau
membela Nabi sallallahu alaihi wasallam
sampai badannya penuh dengan
sabetan-sabetan pedang dan dia sempat
pinsan tapi dia menolong Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Sampai Abu Bakar
mengatakan kalau saya mengingat Uhud
maka saya selalu mengingat Thalha bin
Ubaidillah karena memang dia yang punya
perang. Peran pada saat itu sudah kita
bahas yang lalu ya. Zubair bin Awwam
juga punya peran sendiri di perang Uhud.
Waktu kaum muslimin sudah terkalahkan,
maka Nabi sallallahu alaihi wasallam
mengeluarkan instruksi.
Instruksi ini adalah semua mujahidin
yang ada di situ yang sempat hadir di
kanca peperangan, moyang, luka pokoknya
masih
hidup naik kembali ke tunggangan
masing-masing memegang senjata
masing-masing lalu mengejar Quraisy.
Suruh kejar tuh pasukan Quraisy. Pasukan
itu saja suruh nyerang. Bukan ditambah
pasukan baru. Nabi sallallahu alaihi
wasallam tidak menyuruh menambah sahabat
baru. Beberapa riwayat menyebutkan Nabi
sallallahu alaihi wasallam mengajak
seluruh mujahidin pulang ke Madinah.
Begitu masuk Madinah mereka minum air.
Lalu kemudian Nabi sallallahu alaihi
wasallam mengatakan instruksinya, "Semua
yang hadir di Uhud jangan masuk ke
rumahnya sampai sudah menyerang kembali
Quraisy. Naik ke tunggangnya, perang
kembali, gitu kan. Lalu Nabi sallallahu
alaihi wasallam mengatakan kepada
sahabat-sahabat yang ada, siapa di
antara kalian yang mau mendahului
pasukan ini?" Karena kan itu pasukan ada
600 lebih orang jumlahnya kan. Karena di
perang Uhud kan jumlah kita jumlah
sahabat Nabi dan Nabi sallallahu alaihi
wasallam 700 orang gitu kan. Tadinya
1000 tapi 300 orang keluar orang-orang
munafik dia keluar keluar dari pasukan
sisa 700. Nah 700 ini ada yang terbunuh
beberapa orang kurang lebih ee di bawah
100 jumlahnya yang terbunuh ya yang mati
syahid di Uhud. Tapi yang jelas ada
sekitar 600 orang lagi Nabi sallallahu
alaihi wasallam menyuruh mereka
menyerang kembali orang Quraisy. Tetapi
ada Nabi ingin pasukan ini, pasukan inti
nanti begitu tiba di lokasi sudah ada
yang dahulu di sana. Dan ini butuh
orang-orang yang sangat pemberani.
Berapa orang saja mereka harus dahulu ke
sana. Kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Siapa yang mendahului kami ke
sana?" Maka berkumpullah 70 orang dari
sahabat Nabi yang dipimpin oleh Zubair
bin Awwam dan Abu Bakar radhiallahu
anhum ajmain. Jadi merekaah yang
mengatakan kami ya Rasulullah. Maka Abu
Bakar dan Zubair berdua di depan pasukan
itu. Lalu 70 orang itu pergi. Pasukan
inti Nabi sallallahu alaihi wasallam
yang 500 lebih ini lagi jalan dari
belakang menyusul. Subhanallah. Strategi
perang Nabi ini berhasil. Orang-orang
Quraisy waktu mendengarkan dari
mata-mata mereka ternyata Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam keluar lagi
dari Madinah dan menyerang dari
belakang. Mereka kaget. Tidak pernah
dalam sejarah peperangan di saat itu ada
pasukan kalah. Bahkan mungkin sekarang
ada pasukan kalah kemudian masih bisa
menyerang lagi. Bayangkan kalau orang
luka, orang capek, ada orang ketakutan
gitu kan. terus pulang ke kotanya masuk
ke Madinah sudah lihat istrinya, lihat
anaknya mungkin sudah bisa bersatu tapi
tiba-tiba disuruh berperang lagi. Itu
enggak gampang. Tapi berhasil
sahabat-sahabat semuanya pergi. Waktu
Quraisy mengetahui hal tersebut
sementara jumlah mereka
2.900 sekian
orang. Mereka kaget kaget tersebut. Lalu
kemudian mereka mengatakan pasti
Muhammad punya pasukan ekstra. Maka
daripada kemenangan kita yang sudah kita
dapatkan diubah menjadi kekalahan, gak
usah kita kembali. Akhirnya mereka
meninggalkan kota ee apa terus
melanjutkan menuju ke Makkah. Maka
disebutkan bahwasanya Aisyah berkata
radhiallahu anha dalam riwayat kepada
Hisyam eh kepada Urwaah, maaf Urwah
anaknya Zubair dan ini ponakannya Aisyah
karena Urwah anaknya Asma binti Abi
Bakar jadi ponakannya Aisyah. Aisyah
berkata kepada Urwah, "Wahai ponakanku,
dua orang tuamu, Zubair dan Abu Bakar
termasuk yang telah mendapatkan, telah
turun firman Allah pada mereka berdua."
Surah Al Imran ayat
172.
Azubillahiminasyaitanirrajim.
Alladzinajabu lillahi warasuli min ba'di
ma asobahumul karh alayat. Orang-orang
yang mentaati perintah Allah dan Rasul
setelah mereka mendapatkan luka pada
perang Uhud.
Jadi firman Allah ini turun kepada
Zubair dan Abu Bakar. Dan ini sebuah
fadilah tentunya ini sebuah fadilah dan
ini tidak tidak dilakukan atau tidak
didapatkan oleh semua orang gitu.
Akhirnya karena perbuatan tersebut Allah
Subhanahu wa taala juga turunkan surah
Alimran 174 du ayat setelahnya.
Maka pada saat orang-orang Quraisy tidak
berani menyerang mereka, tidak berani
menghadapan dengan mereka, maka mereka
pun kembali dengan nikmat dan karunia
yang besar dari Allah. Mereka tidak
mendapatkan bencana apapun dan mereka
mendapatkan pahala dan nama baiknya ya
kaum muslimin kembali. Ini kurang lebih
yang berhubungan dengan masalah perang
Uhud. Kita pindah ke perang Khandak.
Dalam hadis Bukhari Muslim diriwayatkan
dari Jabir radhallahu bahwasanya
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
bersabda ketika perang Khand siapa yang
bersedia pergi mengetahui berita tentang
Bani
Quraidah? Perlu teman-teman tahu di
Madinah waktu itu ada tiga suku Yahudi.
Ada Kainuqa, Nadir dan Quraidah. Kainuqa
Nadir dan Quraidah. Tiga suku Yahudi ini
terkenal. Dan subhanallah kata sebagian
ahli sejarah dari tiga suku ini Kainuqa
Nadir dan Quraidah tiga-tiganya inilah
tersebar ya orang-orang Yahudi sekarang
dari Kota Madinah dulu yang sekarang
banyak ini jumlahnya dari mereka. Kalau
ee Bani Qainuqa sudah dikeluarkan oleh
Nabi sallallah dikeluarkan oleh Nabi
sallallahu alaihi wasallam dari Madinah
karena mereka pernah mengganggu seorang
muslimah yang sahabiat yang belanja di
pasar mereka. sengaja dicantolin oleh
beberapa anak mudanya besi kemudian
sobek bajunya gitu kan sehingga
kelihatan auratnya. Maka mereka terus
menertawakan sahabat itu karena tadinya
mereka menggoda supaya sahabat itu buka
cadarnya tapi dia tidak mau. Lalu ada
seorang sahabat lewat sahabat itu lalu
membunuh si Yahudi yang telah
mengolok-olok muslimah tadi. Kemudian
sahabat ini dikeroyokin dan mati. Lalu
perempuan itu pulang ke Madinah melapor
kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Ya Rasulullah kejadiannya seperti ini
ya. Bani Qinuqa melakukan seperti ini.
Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam
menyerang mereka kemudian mengusir
mereka dari Madinah. Yang kedua, Bani
Nadir. Suku Nadir ini diusir oleh Nabi
sallallahu alaihi wasallam dari Madinah
karena mereka mau berusaha membunuh Nabi
sallallahu alaihi wasallam waktu Nabi
sedang ada di perkampungan mereka. Maka
turun ya Jibril menyampaikan niat busuk
mereka itu. Lalu Nabi sallallahu alaihi
wasallam mengepung dan mengeluarkan
mereka dari Madinah. Nah, tinggal suku
Quraidah. Suku Quraidah ini dikeluarkan
oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam
karena penghiatan mereka di ya perang
Khandak. Di perang Khandak gitu kan.
Karena suku Kainuqa dan suku Nadir sudah
diusir dari Madinah oleh Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Kedua suku Yahudi ini
membuat makar. Mereka berusaha
mengumpulkan sebanyak mungkin pasukan ya
untuk menyerang Madinah. Maka mereka
mendatangi orang-orang Quraisy,
mendatangi suku-suku Arab yang pernah
dikalahkan oleh Nabi sallallahu alaihi
wasallam gitu kan. Ada banyak suku-suku
Arab yang dikalahkan oleh para muslimin.
Maka dipanggil dan bersatulah mereka
semua. Dan pada saat itu kekuatan mereka
mencapai 10.000 orang. Lalu suku Nadir
dan Qainuqa yang telah diusir tadi
berkumpul semuanya mereka di Makkah dan
menunjuk Abu Sufyan sebagai pimpinan
perang untuk datang menyerang Madinah
yang dikenal nanti dengan perang Khandak
atau perang parit. Parit yang dibuat
oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam
sesuai dengan ee saran dari sahabat Nabi
Salman alfarisi. Nanti kita jelaskan di
Salman Al-Farisi itu. Tapi yang jelas
seperti ini kurang lebih gambarannya.
Maka pada saat itu Abu Sufyan sempat
bertanya kepada suku Kainuqa dan suku
Nadir nih. Kalian ahli kitab, kalian
mengaku punya kitab seperti Muhammad
punya kitab dari langit. Saya mau tanya,
agama kami lebih baik atau agamanya
Muhammad? Perhatikan pengkhianatannya
orang Yahudi, ya. Dan ini kata ulama,
permusuhan Yahudi terhadap muslimin ini
sepanjang masa abadi. Enggak mungkin
sampai Dajjal nanti keluar sampai pun
Dajjal terbunuh, kita akan membunuh
orang-orang Yahudi. Memang permusuhannya
abadi ini. Gak bisa diubah lagi. Dan ini
semua makar yang sekarang ada di
tengah-tengah umat Islam, munculnya
Syiah, munculnya kelompok-kelompok yang
sesat, pemahaman-pemahaman yang salah,
perusakan moral dengan media-media
massa. Yahudi semua di belakang semuanya
mereka gitu kan.
Maka mereka berani mengatakan pada saat
itu kepada Abu Sufyan, "Agama kalian
lebih baik. Sembah berhala itu lebih
baik." Maka Abu Sufyan pun akhirnya
semangat, lebih semangat lagi untuk
keluar gitu kan, untuk keluar. Nah,
satu-satunya yang jadi kendala di
Madinah itu ada dua kelompok. adanya
orang-orang munafik dan adanya suku
Kainuqa ini, Yahudi ini, Nabi sallallahu
alaihi wasallam memata-matai suku
Kainuka ini, mau tahu informasinya
mereka. Dan orang yang jadi mata-mata
ini butuh seseorang yang jeli, paham
bagaimana memata-matai gitu kan.
Bagaimana dia mengambil informasi. Maka
kata Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"Siapa di antara kalian yang bisa
mendatangkan untuk saya informasinya
Bani
Khainqaha?" Zubair langsung berdiri
mengatakan, "Saya Rasulullah."
konsekuensinya bisa dibunuh nih. Karena
di Kota Madinah dulu itu anggap misalnya
ini kota Madinah, tempat tisu ini. Maka
di dalam Madinah pada zaman Nabi
sallallahu alaihi wasallam itu setiap
suku tinggal punya lokasi
sendiri-sendiri. Kalau kayak kita
komplek perumahan sekarang ya tapi kalau
zaman dulu enggak. Benteng. Di dalam
Madinah tuh ada banyak benteng-benteng,
banyak benteng-benteng yang tinggi gitu
kan. Di dalamnya sukunya semua yang
tinggal. Jadi, Yahudi ini punya benteng.
Kainuqa punya sendiri, Nadir punya
sendiri, Quraidah punya sendiri.
Kemudian suku-suku sahabat pun Bani
Najar sendiri. Suku-suku Arab yang ada
pun itu mereka bersuku-suku gitu kan.
Bani Amir. Sampai kalau kadang-kadang
mereka mengunjungin sebuah tempat mereka
mengatakan kita ketemu di pemukimannya
Bani Amir, Bani Najar gitu kan. Karena
mereka begitu berkelompok-kelompok. Nah,
ini benteng tapi ya ini benteng-benteng
yang tinggi. Di dalamnya itu ada sumur,
ada perkebunan, ada peternakan. Komplek
tempat tinggal gitu. Nah, untuk menembus
benteng Kainuqa ee iya Quraidah Quraidah
suku ini itu agak sulit dan butuh orang
yang luar biasa pemberani karena dia
harus manjat ke atas, dia harus
memata-matin masuk pelan-pelan ngumpulin
informasi apa nih? Gitu kan. Zubair
mengatakan, "Saya Rasulullah." Maka dia
pun pergi dengan kudanya ke sana, manjat
temboknya, ngambil informasinya.
Pokoknya dia berhasil
kembali. Diringkas riwayat ini adalah
dia berhasil kembali. Dia mengatakan,
"Ya Rasulullah, mereka begini begini
begini. Jumlah mereka begini. Mereka
lagi lakukan ini." Informasi mata-mata
gitu. Lalu kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Kayaknya Nabi masih perlu
nih, siapa lagi yang bisa dan berani ke
Bani Quraidah?" Ya, Quraidah ini untuk
ngambil informasi tambahan.
Sahabat diam. Lalu Zubair mengatakan,
"Saya Rasulullah." Karena ini untuk
menjak tembok ini, tembok ini butuh
kemahiran sendiri. Masuk ke dalam itu
butuh kemahiran sendiri. Dia mengatakan,
"Saya Rasulullah." Untuk yang kedua
kalinya dia pergi manjat lagi, ambil
lagi informasi kembali lagi. Begitu
kembali sudah disampaikan begini ya
Rasulullah, begini ya Rasulullah. Nabi
sallallahu alaihi wasallam yang ketiga
kali mengatakan, "Siapa yang
mengambilkan lagi buat saya informasi
dari Bani Quraizah?"
Maka sahabat diam dan Zubair mengatakan,
"Saya ya Rasulullah." Maka ketiga kali
dia kembali lagi gitu kan. Artinya tiga
kali menghadapi bahaya kematian bisa
dibunuh. Tapi belia betul-betul tidak
peduli. Dia pergi ke sana lalu dia
kembali. Dia mengumpulkan informasi
setelah lengkap maka kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam dan inilah
judul kita sebenarnya ya. Judul kita ini
Zubair bin Awwam adalah ya sahabat setia
Nabi sallallahu alaihi wasallam atau
pembela setia Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Diistilahkan dalam bahasa Arab
hawari.
Kalau kita bahasa sekarangnya itu
bodyguard gitu kan. Jadi bodyguard-nya
Nabi itu adalah Zubair bin Awwam. Cuma
kan tidak pantas kalau kita tulis di
judul bodyguard gitu kan. Ya, ini dia
pembela setia Nabi sallallahu alaihi
wasallam gitu kan. Jadi luar biasa. Nah,
sebab disebutkannya hadis Nabi yang
berbunyi inna likulli nabiyin hawari wa
hawari Zubair. Sesungguhnya setiap nabi
itu punya bodyguard, punya ada pengawal
khusus gitu kan. yang memang dia khusus
membela Nabi, pokoknya membela. Kalau
raja memang tangan kanannya yang membela
dia. Ini punya keterampilan luar biasa
dalam bela diri. Keterampilan strategi
menyelamatkanlah bahkan dia siap
mengorbankan dirinya. Maka kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Semua nabi
punya hawari. Ada satu pasti dipilih
pembelahnya. Dan pembelahku, bodyardku
itu adalah Zubair. Adalah Zubair. Keluar
sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam
ini setelah tiga kali dia bolak-balik
dari suku Quraidah gitu kan.
Tu dalam perang Khandak ada sendiri ya,
nanti insyaallah bisa diikuti dalam
sirah nabawiyah. Tapi itu pertemuan akan
datang akan ada pertemuan tentang sirah
di Bekasi Barat. Memang yang setiap
bulan sekali tapi mungkin itu habis
lebaran memang sudah masuk di perang
bahasan tentang perang
Khand. Ali radhiallahu anhu berkata
tentang perang Khandak ini orang yang
paling berani adalah Zubair. Tidak ada
yang mengetahui kadar orang-orang besar
kecuali orang yang besar. Maksudnya apa?
Saya tahu dia berani karena saya tahu
bagaimana diri saya juga. dia berani
juga gitu kan. Maka saya bisa menilai
dia justru karena saya tahu bagaimana
kadar saya. Ini luar biasa beraninya
Zubair. Kemudian Auauri rahimahullah
seorang tabiin berkata, "Kekuatan para
sahabat ada pada tiga orang. Hamzah,
Ali, dan Zubair. Abdullah bin Zubair
berkata, "Pada perang
Ahzabi, Nabi sallallahu alaihi wasallam
memintaku dan perang Ahzab nama lainnya
perang Khandak ya." Karena surah
Al-Ahzab itu dalam Al-Qur'an surah nomor
33 menceritakan tentang perang Khandak.
Nah, jadi perang Khandak berarti parit
itu disebutkan dalam hadis. Kalau dalam
Al-Qur'an perang Ahzab. Ahzab jamak
daripada hizib artinya
kelompok-kelompok. Karena suku-suku tadi
semua ketemu untuk menyerang kota
Madinah. Abdullah bin Zubair berkata,
"Pada saat perang Ahzab terjadi, Nabi
sallallahu alaihi wasallam memintaku dan
Umar bin Abi Salamah untuk menjaga para
wanita. Aku melihat ayahku dengan
kudanya hilir mudik ke Bani Quraidah dua
sampai tiga kali. Ketika pulang aku
sempat bertanya kepada ayahku, "Aku
melihatmu mundar-mandir wahai ayah." Dia
ber dia berkata, "Apa engkau melihatku
wahai anakku?" Aku menjawab, "Iya." Dia
pun menjawab, "Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam telah bersabda, "Siapa
yang bersedia datang ke Bani Quraidah
dan mengumpulkan berita mereka, maka aku
pun berangkat. Ketika aku kembali,
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
pun mengulangi sampai tiga kali dan aku
mengulanginya sampai akhirnya kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Fidaka abi
wa ummi." Ayah dan ibuku jadi tebusan
untukmu. Jadi ini juga ada istilah, ini
bukan sumpah ya. Jadi biasanya kalau
seseorang menghormati orang lain, dia
mengatakan ibu dan ayahku jadi
tebusannya. Kurang lebih maknanya
setelah ayah dan ibuku kamulah orang
yang saya hormatin. Gitu loh. Seperti
itu bahasanya. Ini sering dipakai Nabi
sallallahu alaihi wasallam kadang kala
menggunakan kalimat ini dan tidak semua
sahabat di antaranya Zubair bin Awwam.
Beliau mengatakan, "Ya, aku ayah dan
ibuku sebagai tebusannya." Maksudnya aku
hormatin kau Zubair ya setelah ayah dan
ibuku. Ya kan? Ya, justru karena peranmu
dalam membela agama ini. Kemudian perang
yang selanjutnya, perang Hunain. Perang
Hunain ini terjadi tentunya setelah
pembebasan kota Makkah ya.
Maka dikatakan dinukil dari beberapa
sahabat di Perang Hunain. Perang Hunain
ini melawan pasukan yang luar biasa
jumlahnya ya. Luar biasa jumlah pasukan
musuh. Pasukan muslimin juga banyak
karena beberapa orang yang baru masuk
Islam di pembebasan kota Makkah ikut
berperang gitu kan. Ikut berperang. Tapi
pada saat pasukan bertemu antara pasukan
muslimin dengan pasukan kafir, pasukan
orang-orang kafir ini mereka melihat ada
satu orang di pasukan muslimin
menggunakan surban merah dan punya
tombak di pundaknya. Itulah Zubair bin
Awwam. Maka mereka saling berkata satu
sama yang lain, "Ada apa dengan orang
ini nih? Kok dia belum belum pecah
peperangan? Dia sudah mundar-mandir.
Jadi pasukan muslim di sini, pasukan
kafir di sini misalnya. Ini kan biasanya
saling nunggu nih. Nanti kalau ada
pecikan atau suara baru mereka saling
menyerang. Enggak. Zubair ini kalau
sudah lagi berhadapan sama musuh dia
jalan sampai ke depannya pasukan. Jadi
antara dia dengan pasukan kafir ini
sudah tinggal berhadapan begini saja ya
kan. Dia bolak-balik lihat-lihat mereka
gitu tunjukkan kekuatannya. Mar-mandir.
Ada yang melawan sudah dilawan sama dia
langsung. Dia bolak-balik. Jadi
orang-orang kafir bilang, "Siapa orang
ini?" Luar biasa
nih. Teman-temannya masih di belakang.
Dia sudah datang di depan
nunjuk-nunjukin keberaniannya. ini siapa
yang berani maju saya tebas gitu ya. Ini
luar biasa gitu. Mereka bilang siapa
ini? Panglima perangnya bilang itu
Zubair bin Awwam. Demi Lat ini tuhannya
mereka gitu kan. Demi Lat dia akan
menyerang kalian seperti singa menyerang
musuhnya gitu kan. Hadabi benar-benar ni
bahaya orang ini. Kalau dia sudah
nyerang pokoknya kamu mati atau dia mati
gitu. Jadi saking luar biasanya sampai
musuh-musuh Allah pun mengetahui tentang
kedudukannya dan pada saat takbir
dipicukan oleh Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Allahu Akbar. Bukti
penyerangan Zubair. Sudah hadapan begini
langsung diserang sama Zubair sendirian.
Ini masih di belakang sahabat ini lagi
menyerang. Dia sudah nyerang ditembus
pasukan itu sampai ke ujung gitu kan.
Kemudian dia kembali lagi. Dia kembali
lagi. Jadi ini kocar kacir semua musuh.
Subhanallah. Dalam perang Hunain
sebagian besar ahli sejarah mengatakan
justru kemenangan didapatkan karena
perang Zubair satu orang. Dia sendiri
yang masuk itu. Gitu kan. Jadi luar
biasa ini. Luar biasa keberaniannya. Dan
ini tidak bisa ada kecuali karena
diikuti dengan masalah pondasi asas yang
awal saya bilang tadi. Keyakinan tentang
kebenaran Allah, Rasul-Nya, agama ini
dan apa yang dijanjikan pasti benar.
Tinggal tunggu ikhwah ini. Ikhwah di
sini kalau Allah mudahkan satu kalimat
jihad semoga insyaallah kita terikut.
Tapi yang benar tuntunan dalam agama dan
semoga mati syahid teman-teman sekalian
tinggal tunggu musuh tusuk satu pisau
gitu kan. Mati syahid 70 keluarga masuk
surga tidak akan dimakan jasadnya oleh
tanah. Tidak ada pertanyaan malaikat
munkar nakir siapa Tuhanmu? Siapa enggak
ada lagi bagi syuhada. Enggak dimandikan
jenazahnya dikubur dengan bajunya.
Dibangkitkan hari kiamat darahnya netes
lebih wangi daripada bau kasturi. Gitu
kan. Kemudian dia juga akan masuk surga
tanpa hisab. Enggak ada timbangan amal
lagi.
Selesai. Golongan pertama masuk surga
dan masuk surga firdaus di tingkat
tertinggi. Gitu kan. Luar biasa
fadilahnya.
terlalu banyak. Sementara orang kalau
mati terbunuh ya ada orang tusuk kita
misalnya atau dilempar bom meledak.
Kalau kita sudah mati saatnya pada saat
itu ajal datang kita enggak rasa lagi.
Aduh pisaunya sakit nih di perut saya.
Enggak ada lagi itu kena bom. Aduh
kepala saya meledak ini. Enggak ada lagi
itu. Kenapa? Karena orang mati dalam
Islam cuma merasakan satu saja. Apa itu?
Siapa yang bisa jawab? Hah? Sakaratil
maut gitu kan. Jadi cuma kita ini kalau
mati nanti ikhwah enggak lagi lihat oh
ini musuh lagi tebas leher saya enggak
ada malaikat cabut ruh itu saja yang
kita lihat orang beriman rohnya keluar
lebih mudah daripada air dari mulut
kendi. Kalau orang kafir atau fasik
sulit seperti bulu domba yang dibasahkan
dilitir di pohon berdiri lalu ditarik
dengan keras sehingga berantakan bulu
domba itu. Gitu kan. Jadi gak ada kata
takut dengan menghadapi perang dan mati
syahid itu. Tidak ada. Bahkan orang yang
paham dia akan merindukan itu. Zubair
bin Awwam sangat kental gitu ya.
Bayangkan kalau antum semua ini. Tapi
insyaallah orang-orang beriman
masyaallah kalau ini musuh. Lalu saya
posisi Zubair Muhammad begini berhadapan
nih satu orang hadapin ini ribuan orang
gitu kan. Dia keliling-keliling dari
ujung tinggal tunggu takbir dari
belakang. Begitu takbir dia serang
langsung masuk. Luar biasa gitu kan.
Bagaimana enggak takut musuhnya ini
dianggap orang gila mungkin kalau orang
yang tidak beriman gitu. Tapi seperti
itulah ciri khasnya. Beliau Ramadan ini
perang Hunain luar biasa. Sampai kata
Ali radhiallahu anhu yang menyerang dari
belakang melihat Zubair di depan
berbolak-balik kemudian dia tembus
musuh. Waktu melihat kejadian tersebut
kata Ali dia telah marah ya karena dia
sudah tunggu dia sudah panaslah
istilahnya gitu kan seperti macan tutul
dan menerjang seperti singa gitu. Luar
biasa dia kalau masuk menyerang musuh
itu. Kemudian di perang
Yarmuk tentu di sini perang Hunain
adalah akhir peperangan Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam. Dan ini
peperangan yang akhir juga diikuti
bersama Nabi sallallahu alaihi wasallam
oleh Zubair bin Awwam. Tapi beliau salah
satu sahabat yang perah tidak pernah
ketinggalan perang satuun. Perang semua
perang Nabi diikutin radhiallahu anhu.
Luar biasa orang ini. Kemudian di perang
Yarmuk. Perang Yarmuk ini terjadi di
zaman Umar bin Khattab. Nah, Umar bin
Khattab waktu jadi
khalifah, beliau sempat mengirim dua
pasukan yang masyhur dan terjadi dua
perang
besar. Perang Yarmuk ini pasukan yang
menyerang pasukan Romawi wilayah Syam
gitu kan. Nanti akan runtuh yang
Palestina masuk Islam gitu kan. Syria,
Liban ya, Libanon ya, Jordania. Ini
nanti negeri Syam akan takluk setelah
perang Yarmuk nih gitu kan.
Pasukan yang kedua dan ini juga termasuk
pasukan yang menuju ke Yarmuk ini
menakukan negeri Syam dan ada juga
melakukan Mesir gitu kan. Jadi wilayah
Afrika dan wilayah utaranya Jazirah Arab
negeri Syam dan dari sini nanti Islam
masuk ke Turki gitu kan. Dari sini masuk
ke Turki tapi awalnya di perang Yarmuk
namanya peperangan Yarmuk ini. Itu Umar
bin Khattab mengatur strategi perang
radhiallahu anhu luar biasa. Menyerang
Jazirah e utara Jazirah Arab. Karena
kalau selatan Jazirah Arab kan Yaman.
Yaman sudah masuk Islam di tangan Muad
bin Jabal, sahabat Nabi yang mulia. Jadi
daerah selatan Jazirah Arab tidak ada
musuh ya gitu kan karena sudah laut
lepas. Yang ada adalah wilayah timurnya
Jazirah Arab, Asia Tenggara ya. Irak,
Iran, Afghanistan, Cina sampai ke kita
di Indonesia nih gitu kan. Itu semua
dianggap wilayah timurnya Jazirah Arab
dengan wilayah utara dan wilayah
baratnya Afrika dan negeri Syam. Maka
Umar bin Khattab mengatur strategi
membagi dua pasukan. Pasukan yang
pertama dipimpin oleh Amru bin
Ash menuju ke Mesir dan juga negeri Syam
dan nanti akan terjadi perang Yarmuk.
Pasukan yang kedua itu menyerang daerah
timurnya Jazirah Arab mulai Irak, Iran,
Afghanistan, Rusia, semua itu disisir
dan dikenal dulu dengan negeri Persia.
Di sini ada perang Qadisiah namanya. Ada
dua perang ini jangan dilupain namanya.
Perang yang luar biasa ini. Perang
Yarmuk dan
Qadisiyah. Perang Yarmuk ini ya dihadiri
oleh Zubair ber Awwam. Sebagian ahli
sejarah mengatakan setelah Yarmuk
berhasil menang, Zubair menyusul ke
Qadisiyah gitu kan. Dua-dua peperangan
dihadiri. Tapi luar biasa nih perang
Yarmuk ini dan perang Khadisiyah perang
terbesar dalam sejarah Islam. Karena
jumlah muslimin yang dikirim oleh Umar
bin Khattab bersama Amru bin Ash 4.000
orang. 4.000 orang. 4.000 orang ini akan
menghadapi pasukan Romawi di negeri Syam
250.000. 250.000 orang gitu kan. 4.000
gitu kan. Ini luar biasa. Ini tidak
ketemu jumlahnya. Sekali lagi ya 250.000
RIB ketemu dengan 4.000 gitu kan. Jadi
ini kurang lebih 1,5% dari jumlah
pasukan musuh bukan 10%-nya ya. Karena
kalau 250.000 10% berarti 25.000 kan.
Ini 4.000 saja cuma 1,5% dari jumlah
pasukan musuh, pasukan muslimin
berangkat ke sana. Waktu Amru bin Ash
radhiallahu anhu melihat kayaknya Mesir
Samayar ee negeri Syam ini susah
ditembus dengan 4.000 orang nih. Gimana
caranya nih? Dilihat kekuatan musuh
mata-mata meras sudah ke sana sini lihat
ini enggak bisa nih. Ini negara besar
ini bukan main-main. Mesir kalau tembus
Afrika semua bisa takluk. Kalau
Palestina takluk semua negeri Syam
bahkan Turki bisa takluk gitu kan. Maka
ini pintu yang harus berhati-hati. Amru
bin Ash terkenal sekali dengan kejilian
dalam strategi perang. Maka beliau kirim
surat kepada Umar. Ya, Amirul Mukminin
begini kejadiannya. Tentu kita sudah
tahu di awal-awal kisah Umar yang saya
sampaikan. Unik semua kisah Umar
radhiallahu ini luar biasa gitu. Umar
bin Khattab mengirim karena Amru bin As
bilang, "Ya Amirul Mukminin, kami
kayaknya tidak bisa melawan dengan
4.000. Tolong kirim kepada kami bala
bantuan." minimal minimal memenuhi apa
yang telah Nabi sallallahu alaihi
wasallam janjikan. Karena ada hadis Nabi
bunyinya apa? Umatku yang terkumpul
12.000 orang pasukan jihad ya tidak akan
pernah terkalahkan. Hadis Nabi itu. Jadi
selalu sahabat jadikan patokan 12.000
12.000. Kalau sudah 12.000 sudah pasti
menang gitu loh. Asal semua mujahidin
itu janji dari Nabi sallallahu alaihi
wasallam gitu kan. Maka Amru bin Ash
ingin mengejar target itu enggak usah
lebih dari 12.000 R000 walaupun pasukan
lebih banyak 12.000. Nabi sudah janjiin
tuh kirim surat kepada Umar. Apa yang
terjadi? Umar bin Khattab menemukan di
Madinah enggak cukup pasukan. Gimana
caranya kirim ini sana 4.000 kirim
8.000. 8.000 enggak cukup di Madinah.
Apa yang terjadi? Umar bin Khattab
mengirim 4.000
orang. 4.000 orang ini pun diiklanin nih
siapa yang mau jihad ke sana. Gabunglah
semua sisa masyarakat Madinah 4.000
orang. Lalu Umar bin Khattab mengirim
bersama 4.000 itu empat orang gitu kan.
Empat orang. Lalu menulis surat kepada
Amru bin
Ash. "Wahai Amru bin Ash, aku telah
mengirim kepadamu 8.000 pasukan." Kan
4.000 pasukan yang
real. 4.000 personil. Dan ada empat
orang bersama mereka yang satunya sama
dengan 1000 orang. Jadi sama saja 4.000
nih. Ini luar biasa ini. Dan empat orang
itu disebutkan dalam kisah pimpinannya
adalah Zubair bin Awwam. Ini satu orang
oleh Umar bin Khattab dianggap
kekuatannya 1000 orang. Luar biasa.
Gitu. Ada pasukan banyak 1000 tapi
malas. Takut. Pengecut. Suruh naik
benteng enggak mau. Malam-malam enggak
mau perang. Takut. Begitu jihad sembunyi
di bawah kolom. Kayak sebagian orang.
Allahahuam siapa ini ya. Tapi begitulah.
Tapi ini Zubair bin Awwam apa titah
jihad langsung di depan ya. Bukan
sembarangan orang-orang seperti ini.
Luar biasa kata Umar. Dan saya ngirim
bersama 4.000 itu empat orang yang
kekuatan mereka adalah 4.000. Sebab
setiap orang di antara mereka punya
kekuatan 1000 orang. Tentu di sini
disebutkan oleh
sebagian tentang siapa saja orang-orang
itu. Tapi yang jelas mereka adalah
pimpinannya Zubair ibn Awwam. Gitu.
Sebagian ya
disebutkan bahwasanya yang dikirim
adalah Zubair pimpinannya. Kemudian yang
kedua Miqdad. Miqdad ini tadi yang saya
bilang juga sahabat Nabi yang mulia ini
juga orang yang sangat pemberani. Nanti
ada bahasan sendiri tentang dia ya. Ini
memang Umar juga hitung kekuatannya 1000
orang. Kemudian yang ketiga, Ubadah bin
Somit.
Ubadah bin Somit termasuk sahabat Nabi
yang pemberani dan juga dia ahli
faraid. Kemudian ada Maslamah bin
Makhlad. Maslama bin Makhlad ini juga
nanti tentu ada bahasan nanti
sahabat-sahabat yang mulia yang kita
akan sempurnakan karena bahasan kita
kurang lebih 100 sahabat nanti
insyaallah. Tapi kita hari ini baru
masuk yang keenam. Semoga Allah
mudahkan. Ada sebagian ahli sejarah
mengatakan yang keempat itu bukan
Maslamah tapi Kharijah bin Hudzafah
radhiallahu anhum ajmain. Jadi ini empat
orang sahabat yang terkenal yang diutus
oleh ee Umar bin Khattab. Ringkas cerita
adalah waktu tiba pasukan tersebut untuk
penaklukan Mesir gitu
kan, maka ternyata Amru bin Ash ini kan
itu ngirim surat ke Madinah lama ya dari
negeri Syam dari wilayah perbatasan
Mesir ke Madinah itu bisa sebulan jalan
ngantar
surat. Balasan Umar bin Khattab
menyiapkan pasukan balik dari ke sana
lama. Dan ternyata waktu Zubair bin
Awwam tiba di wilayah Mesir yang akan
ditelakukan oleh Amru bin Ash ini, itu
Amru bin Ash sudah mengepung selama 7
bulan. Enggak berhasil-berhasil. Jumlah
pasangnya cuma 4.000 tapi ngepung.
Berhasil mengepung gitu kan. Begitu
Zubair Win datang tanya Amr bin Ash ada
apa nih? Kita belum bisa tembus tanpa
banyak ngomong nih. Zubair bin Awwam
langsung tarik beberapa temannya naik
kuda, kelilingin benteng itu.
Dikelilingin sama dia semua. Dilihat
kondisinya.
disebarin orang-orang di situ. Dilihat
sama kekuatannya di mana nih gitu kan.
Orang-orang yang di atas ini yang
musuh-musuh yang tadinya siapin panah
kalau ada yang mau coba nyerang lihat
ini pasukan sedikit segelintir 5 en
orang tapi keliling kelilingin benteng
itu semuanya. Dan Amru bin Ash tidak
punya strategi ini awalnya. Begitu
selesai ternyata Zubair bin Awam untuk
kelilingi dia cari celah mana yang bisa
naik di tembok.
Begitu selesai dia balik, dia bilang
sama Amr bin Ash, "Izinkan saya untuk
bisa menembus benteng." Kata Amr, "Kalau
bisa silakan." Gitu kan. Ya sudah 7
bulan kita kepung enggak bisa-bisa. Dia
bisikin lima orang temannya. Cuma lima
orang nih. Kalau kalian dengar takbir
saya ikut dari belakang gitu kan.
Teman-temannya sudah tahu. Zubair bin
Auf ini suka melakukan strategi yang
luar biasa. G Zubair bin Zubair ini
akhirnya taruh tangga yang mereka buat
kayak kita sekarang. Mungkin tangga kayu
memang zaman dulu begitu. Kalau mereka
mau nyerang tembok, mereka taruh tangga,
mereka naik ya nasib-nasiban.
Kadang-kadang dari atas dipanahin,
kadang-kadang dilemparin a apa tima
panaslah, apalah apa namanya ee seperti
lumpur panas bukan tima maaf. Lumpur
panas dipanasin terus untuk menjatuhkan
musuh gitu kan. Tapi seperti itulah
sepertimana awam ini ee membiarkan
pasukan tetap berdiri dan musuh ini
mengira bahwasanya muslimin belum
menyerang. Maka dia cari sisi tembok
yang kosong lalu dia naik sendirian.
Begitu dia naik sendirian, dia naik
kemudian dia bunuh beberapa orang di
atas situ. Kemudian dia takbir, Allahu
Akbar. Temannya yang lima orang naik
nih. Naik semua. Begitu naik mereka lima
orang ini masuk bobrak-abrik di dalam
sampai berhasil membuka pintu gerbang.
Hari pertama tiba. Yang tadinya Amru bin
Ash sudah 7 bulan ngepung enggak
bisa-bisan. Hari pertama tiba sudah
tembus benteng gitu kan. Akhirnya Mesir
takluk. Sampai kata ulama apa? Yang yang
panen pahala masyarakat Mesir dan Afrika
Zubair bin Awwam. radhiallahu anhu.
Gara-gara keberaniannya ini tembus
benteng masuk Islam sampai sekarang
Mesir Muslim. Negeri di sebelahnya semua
yang takluk setelah itu Tunis, Jazair,
Maroko, kemudian ke bawah semua ya itu
semua masuk Islam justru kena pintunya
dari Mesir. Zubair bin Awwam hanya
karena keberanian yang luar biasa. Yakin
tentang janji Allah menembus sendirian
karena dia tahu dia mati syahid. Mati
mati syahid gitu kan. Tapi kalau dia
tidak mati berhasil kayak sekarang
menembus dan semua orang akhirnya ya di
Mesir dan di Afrika saat masuk Islam dan
sampai kapanpun itu terjadi Zubair bin
Awan panen pahalanya hanya karena kiprah
yang luar biasa di medan jihad. Makanya
kalau Allah mudahkan, Allah Subhanahu wa
taala mudahkan jihad ini, jangan tunda.
Ada kesempatan mati langsung saja gitu
kan. Toh ajal akan datang gitu kan. Dan
ini punya kiprah atau Allah akan berikan
kemenangan di tangan kita.
Takluk Mesir pindah ke ini bukan perang
Yarmuk ya, ini kita belum bicara perang
Yarmuk. Ini masuk penaklukan Mesir.
Sekarang kita akan bahas kipra Zubair di
Yarmuk. Yarmuk ini dari Mesir nyerang ke
negeri Syam, Palestina kan gitu.
Yordania. Ini perang Yarmuk di situ. Di
situ dulu ada kekuatan orang-orang Rom.
Nah, orang Romawi. Mesir juga sama ya
dulu itu juga dipimpin oleh mereka
takluk Mesir. Lalu mereka ke sana di
Yarmuk. Nah, di Yarmuk ini ada punya
kisah juga
tersendiri. Ada beberapa sahabat atau
pasukan muslimin yang jumlahnya tadi
sekitar 8.000 orang menuju ke kanca
peperangan Yarmuk di benteng orang-orang
Romawi. Ternyata sudah ditunggu nih
orang-orang Romawi. Orang Romawi waktu
itu menyiapkan 250.000 pasukan. Dan
supaya mereka tidak lari dari kanca
peperangan oleh raja Romawi. Waktu itu,
pasukannya yang dekat benteng itu
dirantai tangannya satu sama yang lain.
Diikat dengan rantai. Jadi yang tangan
tangan satu pegang pedang, tangan
satunya dirantai gitu kan. Ini 250.000
orang. Jadi ada sekian R.000 atau 70.000
orang kalau saya tidak salah tuh diikat
rantai. Ada pasukan pedang, ada e
pasukan kuda, ada pasukan pemana.
Dibagi-bagi 250.000 orang.
Begitu tiba di kanca peperangan tersebut
ya langsung saja perilaku Zubair sama.
Lihat pasukan nih. Ini 8.000 ini 250.000
nih. Dia enggak nunggu nih. Begitu lihat
pasukan langsung datang ke depan musuh.
Kayak tadi perilakunya sama.
Mundar-mandir depan musuh gitu kan.
Terus sambil ayunkan pedangnya tunjukkan
kemahirannya depan. Tinggal tunggu
takbir diserang sama dia nih. Gitu kan.
temannya rupanya yang lima orang tadi
yang memang dia bentuk tim itu yang
bantu tadi dia waktu tembusin benteng di
Mesir itu sempat bilang, "Wahai Zubair,
kenapa kau tidak tembus aja mereka
supaya kami juga ikut?" Kata Zubair,
"Saya takut kau tidak, kalian tidak
mampu nanti ikutin saya. Bisa enggak
kalau saya tembus ini kalian ikut
enggak?" gitu. "Oh, kami bisa kata
mereka." "Baiklah." Tanpa tanya Zubair
bilang, "Allahu Akbar masuk." Dia masuk
sendirian. Ini yang lain mau masuk
enggak bisa. Kan musuh banyak ini.
250.000 orang. berapa puluh ribu orang
yang harus ditembus. Zubair sendiri
nembus tuh. Nembus sampai ke dalam,
sampai ke ujung, sampai ke pintu
gerbangnya Romawi. Terus dia kembali
lagi nyerang lagi dari belakang sampai
kembali lagi ke muslimin gitu kan. Tidak
cukup di situ. Setelah kembali dia
bilang sama teman-temannya, "Mana kalian
ini yang lima orang tadi? Mana kalian?"
Mereka bilang, "Kami mau coba sekarang."
Allahu Akbar. Masuk lagi. Zubair tembus.
Mereka tertahan. Begitu lihat musuh
hendusin pedang pada berhenti yang lima
orang ini. Zir masuk lagi terus sampai
ke belakang kembali lagi dua kali enggak
terbunuh gitu kan. Sampai waktu dia mau
keluar yang kedua kali dipegang tali
kakangannya oleh musuh-musuh dikeroyokin
sampai ada yang tebasin pedang. Nah di
sinilah dia sempat kena tebas pedang di
pundaknya. Yang tadi kita bahas ada tiga
tebas besar di pundaknya yang sampai
anaknya Zubair ee anaknya Urwah
mengatakan kalau saya masukkan jadi saya
bisa masuk kena dalamnya. dua di Badr di
Yarmuk di perang ini gitu kan ditebas
tapi dia tidak mati radhiallahu anhu.
Tapi seperti itulah kiprahnya yang
sangat luar biasa dan ternyata perilaku
Zubair yang dua kali menembus itu
betul-betul mematahkan semangat orang
Romawi gitu kan. Ini satu orang begini
gitu. Dan itu kelihatan dianc peperangan
kan satu orang ini belum yang lainnya
nyerang baru ini saja sudah begini.
Padahal memang ini cuma satu orang
barangkali.
Tapi seperti itulah. Satu orang aja
begini apalagi yang lainnya. Dan ini
subhanallah dalam strategi perang memang
begitu ya. Sedikit saya berikan nanti
ada kisah di Abu Ayyub al-Anshari
radhiallahu anhu. Abu Ayyub al-Anshari
ini umurnya
panjang dan beliau sampai kalau tidak
salah umur 100 tahun. Beliau mengetahui
hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam
yang
berbunyi, "Pasukan yang menyerang
Konstantin ya Turki sekarang ya
Konstantinia itu akan diampuni dosanya.
Maka setiap ada penyerangan pasti Abu
Ayub mau ikut. Pas di zaman Yazid ibn
Muawiyah, khalifah kedua setelah ee di
dalam dinasti Umawiyah setelah ayahnya
mati Muawiyah bin Abi Sufyan radhiallahu
anhu. Maka Yazid bentuk pasukan dan Abu
Ayyub ikut. Abu Ayyub itu umurnya sudah
100 tahun.
Pas sudah depan benteng gitu kan, besok
mau menyerang ini, Abayub bilang sama
Yazid, "Wahai Yazid, saya sakit nih.
Saya rasa sakit. Kalau saya meninggal
malam ini, jangan kubur jenazah saya
kecuali depan benteng mereka. Di sana
kubur saya, jangan di sini. Kalau saya
mati, bawa jenazah saya pikul, perang.
Jenazah pun dipikul gitu. Pokoknya kubur
saya di depan pintu gerbang mereka gitu
kan." Maka kata Yazid, "Baiklah ini kan
kalau meninggal gitu kan." Ternyata
betul meninggal radhiallahu anhu malam
itu. Waktu meninggal malam itu Yazid
jalankan wasiatnya. Kan pasukan mau
nyerang nih. Pokoknya nanti kalau sudah
berhasil sampai depan benteng terkubur
situ walaupun tidak menang gitu.
Dikafani, dibungkus kemudian dipikul.
Ternyata, Subhanallah, hikmah yang luar
biasa. Waktu pasukan muslimin sebelum
menyerang, jenazah Abu Ayjub ditaruh di
bagian depan dipikul sama sebagian orang
gitu kan. Yang satu pegang pedang, satu
megang pikul jenazah. Ada mata-mata
musuh dari Kos lagi masuk pakai baju
umat Islam masuk nyelip. Terus dia tanya
sama orang di situ, "Itu siapa?" "Tu
jenazah
siapa?" Ini dikira orang muslim padahal
mata-mata. Kata si muslim itu Abu Ayyub
al-Anshari sahabat Nabi. Kata si
mata-mata ini, "Kenapa kok tidak
dikubur?" Dia bilang, "Tidak, dia mau
dikubur di depan benteng sana." Gitu
kan. mata-mata ini pulang sampaikan ke
rajanya, "Ini yang kita lawan pasukan
gila
nih. Orang matinya aja mau berperang
apalagi orang
hidupnya." Luar biasa ya. Jadi
peran-peran seperti ini ternyata
keberanian yang luar biasa karena tahu
janji Allah luar biasa gitu membuat
penyebab kemenangan gitu kan. Dan memang
itu memang memang dibutuhkan. Jadi
keberanian yang seperti yang dibutuhkan.
Bukan berani nampar istri, bukan berani
mukul-mukul orang kalau lagi hutang,
bukan itu dikancap peperangan gitu kan.
Bukan sombong karena atasan kepada
bawahan itu gak ada dalam Islam. Tapi
yang benar itu dikan peperangan.
Tunjukkan di jalan Allah Subhanahu wa
taala untuk mata untuk mati syahid. Itu
pelajaran yang besar
sekali. Para sahabat mengatakan Zubair
benar-benar adalah seorang kesatria yang
mengagumkan. Saat sahabat-sahabat lain
menahan diri dan mereka tidak puasa
untuk menembus, maka Zubair menembus
semuanya. Tidak ada yang tidak ditembus
oleh Zubair radhiallahu anhu. Dan dia
tidak pernah merasa takut sedikit pun
pada saat menembus musuh-musuh
tersebut. Alhafiz Ibnu Katsir mengatakan
rahimahullah dalam buku sejarah beliau,
Az-Zubair berangkat ke Syam sebagai
mujahid. Dia ikut dalam perang Yarmuk
sehingga kaum muslimin merasa bangga
dengan kehadirannya. Di sana dia
membukukan kepahlawanan yang cemerlang
dan semangat juang yang tinggi. Dia
menyusup ke barisan tentara Romawi dua
kali dan memporak-porakkan mereka dari
awal sampai akhir sendirian. Kayak tadi
saya berikan gambaran luar biasa orang
ini. Radhiallahu anhu. Semoga Allah
berikan kita seperti beliau ya. Ini
orang yang luar
biasa. Kemudian
selanjutnya
adalah saatnya untuk menutup kisah
tentunya ya. Karena peran terakhir
radhiallahu anhu ini di kasus ya ee
perang Jamal dan ini sudah saya sebutkan
di zaman atau pada saat membahas tentang
Ali radhiallahu
anhu. Tentu Zubair bin Awwam sama dengan
Thalhah bin
Ubaidillah mendapatkan jaminan mati
syahid dari Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Tapi ternyata bukan mati
syahid di tangan orang-orang kafir, tapi
justru mati syahid terbunuh secara zalim
dengan orang-orang yang mengaku Islam
dari kelompok khawarij. Dari kelompok
khawarij. Dan ini juga menandakan,
ikhwah sekalian dan akhwat rahimani
rahimakumullah, kalau seseorang terbunuh
secara zalim itu syahid gitu kan. Itu
syahid. Sufayir bin Awwam ini terbunuh
bukan di tangan orang-orang kafir, tapi
sudah saya ceritakan dan saya kembali
reviewkan perang unta namanya. Waktu
Utsman radhiallahu anhu e terbunuh maka
Zubair, Thalhah dan eh Ibnu Zubair dan
Thalh ini membaiat Ali di Madinah. Ali
sebagai khalifah dibaiat gitu kan. Lalu
Zubair sama Thalha ke ke Makkah. Mereka
mau umrah waktu itu. Lalu mereka bertemu
di sana dengan Aisyah radhiallahu anha,
istri Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Waktu tiba di Makkah, orang-orang Irak
dari kelompok Khawarij menulis surat
kepada Zubair dan Thalha. Kalau kalian
adalah sahabat-sahabat Nabi yang mulia,
datanglah kepada kami di Irak. Kami juga
termasuk tidak setuju dengan
terbunuhnya Utsman bin Affan. Padahal
yang nyurat kepada Zubair dan Thalha ini
adalah kelompok yang membunuh
Utsman. Jadi mereka merekayasa keadaan
itu gitu kan. Karena memang di Irak
waktu itu banyak muslimin. Maka pergilah
kata Thalha dan Zubair kepada Aisyah,
"Wahai Ummul Mukminin, bagaimana kalau
Anda juga ikut ke sana?" Kita
melihat ee keadaan muslimin di sana yang
memang masih menuntut darahnya Utsman.
Mungkin kita bisa minta kepada Ali
khalifah untuk menangkap pembunuhnya
Utsman. Tiga pun sepakat pergi di tengah
jalan di sebuah wilayah, tapi saya tidak
terlintas sekarang nama wilayahnya itu
sempat mereka istirahat dan di malam
hari kemahnya Aisyah radhiallahu anha
dikerumuni oleh anjing, gonggongan
anjing. Dan Nabi sallallahu alaihi
wasallam pernah berkata kepada Aisyah,
kepada istri-istrinya waktu lagi kumpul
semua. Kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Seseorang di antara kalian
nanti akan terkena fitnah dan
ciri-cirinya dia akan berada di sebuah
wilayah yang di tempat tinggal dia
dikerumuni oleh gonggongan anjing."
Waktu Aisyah dengar Aisyah mengatakan
radhiallahu anha, "Wilayah apa ini?"
Disebut nama wilayahnya dan seperti yang
Nabi sebutkan. Kata Aisyah, "Kalau
begitu saya harus balik. Ini seperti
yang Nabi sallallahu alaihi wasallam
katakan ini fitnah, enggak boleh saya
ikut." Kata Thalhah dan Zubair, "Kita
tidak bukan untuk berperang kok. Kita
mau ke sana bukan untuk berperang. Tidak
ada fitnah perang di sini. Kita cuma
datang ke sana untuk menyambut
teman-teman kita, saudara-saudara kita
muslimin, mendengar aspirasinya mereka
dan nanti kita sampaikan kepada Ali.
Niatnya cuma itu. Ternyata orang-orang
Khawarij ini memang mereka kan benci
dengan Ali. Karena saya sampaikan di
kisahnya Ali. Ali kan memerangi mereka
ya. Sampai Ali radhiallahu anhu banyak
membunuh mereka dari orang-orang
Khawarij. Dan ada juga sebagian
didakwahi Abdullah bin Abbas radhiallahu
anhum ajmain. Tapi ringkas cerita
adalah Ali radhiallahu anhu ee ee
orang-orang Khawarij itu ingin memang
membuat sahabat-sahabatnya jadi fitnah
berperang satu sama yang lain. Begitu
Zubair, Thalha dan juga Aisyah radhahu
ajmain tiba di Irak, ternyata
orang-orang Khawaris sudah menyiapkan
pasukan. Pasukan ini disiapkan disiapkan
kuda untuk Zubair, untuk ee Thalha dan
juga disiapkan unta untuk Aisyah. Gitu
kan. Waktu mereka bertiga-tba, lihat
pasukan ada. Ini apa-apaan nih semua?
Kata mereka, "Enggak, kami hanya
menyambut kalian. Silakan naik ke
kuda-kuda ini." Unta. Sementara pada
waktu mereka menyurat kepada Thalha dan
Zubair, mereka juga menyurat kepada Ali
sambil berkata, "Wahai Ali, sekarang
Thalha, Zubair, dan Aisyah keluar dari
Makkah menuju ke kami untuk
memerangimu." Ali juga keluar dengan
pasukannya dari Madinah untuk memastikan
masalah itu, gitu kan. Begitu ketemu dua
pasukan terjadi fitnah besar. Dan ini
saya tidak review semuanya karena sudah
kita bahas di pada kehidupan Ali
radhiallahu di masa khilafah Ali. Dan
Anda bisa kembali ke e dua pertemuan
yang lalu ya kurang lebih. Yab yang
jelas ringkasnya adalah pada saat
bertemu pasukan Ali melihat Zubair dan
Thalha. Dan waktu itu karena pasukan
sudah ketemu saya kasih rasionalnya
begini.
Kalau misalnya ada lima orang jalan di
jalan sebelah kiri, lima orang jalan di
jalan sebelah kanan. Lewat saja nih.
Kemudian ada satu orang dari kelompok
sebelah kiri ngelempar
batu ke yang sebelah kanan. Kira-kira
yang kanan balas
enggak?
Balas. Bahkan 5 sama lima ini bisa
berantem kan. Bagaimana kalau 1000
orang? Bagaimana kalau lebih daripada
itu? 10.000 orang. Pasukan waktu itu
banyak sekali gitu kan. Dan memang sudah
diatur semikan rubah jadi fitnah. Jadi
waktu pasukan Ali datang, orang-orang
Khawais enggak pakai nunggu. Langsung
mereka pecik dengan takbir melempar anak
panah ke sana. Ali pikir menyerang. Ali
lihat di depan ada Thalha dan Zubair
sama Aisyah. Wah, ini berarti memang
membentuk pasukan pemberontakan gitu
kan. Karena sebenarnya mereka tidak
ngerti apa-apa. Maka Ali radhiallahu
anhu dengan kecerdasannya juga langsung
mendekati Thalhah dan Zubair di kanc
peperangan. Wahai Thalha dan Zubair,
apakah kalian melupakan sabda Nabi
sallallahu alaihi wasallam kepada kalian
berdua? Jadi ternyata pernah Nabi
sallallahu alaihi wasallam lagi duduk
berempat nih, Thalha, Zubair, Ali dan
juga Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Nabi mengatakan kepada Thalhah dan
Zubair, "Kalian satu waktu eh k" kata
Nabi sallallahu alaihi wasallam kepada
Zubair. Zubair yang ditanya, "Wahai
Zubair, apakah kamu mencintai Ali?" Kata
Zubair, "Tentu saja sepupu saya.
Bagaimana saya tidak cintai dia? Ayahnya
Ali Abu Thalib, ibunya Zubair Sofiah,
saudara nih sepupu kan gitu. Pasti saya
cintai dia. Apalagi dia adalah orang
yang luar biasa menjadi sahabat Anda.
Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"Ketahuilah satu waktu nanti kau akan
bertemu dengan Ali di kanca peperangan
dan kau dalam keadaan zalim. Jangan
ikut-ikutan." Kata Ali, "Ingatkah itu
Zubair yang Nabi bilang?" Kata Zubair,
"Iya dan saya tidak niat untuk berperang
sebenarnya." Kata Zubair. Maka Zubair
mengatakan, "Thalha keluar. Thalha ini
teman dekatnya. Kita keluar dari kanca
peperangan. Jangan ikut-ikutan nih."
Maka keluarlah Aisyah radhiallahu anha
tetap di atas unta karena sudah jauh
dikerumuni dengan pasukan. Ini terjadi
peperangan nih, gitu kan. Waktu
dua-duanya Thalhah dan Zubair keluar
dari kanca peperangan, maka ada beberapa
pimpinan-pimpinan Khawarij yang memang
tidak suka dengan kejadian tersebut.
Maka mereka pun akhirnya berusaha untuk
membunuh. Datanglah seseorang yang telah
membunuh ya Zubair itu disebutkan
namanya kalau tidak salah Ibnu Jurmuz
ya. Saya lagi cari dulu. Iya Ibnu
Jurmuz. Betul. Jadi yang membunuh dia
adalah Ibnu Jurmus. Ini salah satu
pimpinan dari orang Khawarij. yang
datang waktu lihat Zubair sudah
menyingkir ke samping lagi ngobrol sama
Ali sama Thalha. Dia datang dari
belakang kemudian ditusuk langsung
Zubair. Ditusuk langsung Zubair bin
Awwam dua kali dan Zubair mati. Kemudian
Thalha yang sudah kita bahas juga
pertemuan yang lalu dipanah juga oleh
seorang khawarij yang akhirnya mati gitu
kan. Tapi Ali mereka tidak berhasil
bunuh. Ali tidak berhasil mereka bunuh.
Ringkas cerita, pada saat keduanya telah
terbunuh Zubair dan juga ya eh Thalha,
maka Ali radhiallahu anhu menangis pada
saat itu. Kemudian ee duduk di depan
jenazahnya ya Zubair sambil dan juga
Thalhah sambil Ali mencium keduanya dan
mencium pedang
keduanya sambil menangis. Ali
mengatakan, "Demi Allah, inilah
pedang-pedang yang mulia yang senantiasa
digunakan pemiliknya untuk membela
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
dalam segala peperangannya, dalam segala
maraba bahaya." Diriwayatkan oleh Imam
Ahmad, Ibnu Hibban, dan Hakim Suga
At-Tabarani. Kemudian juga dalam riwayat
lain dikatakan Zubair ee Ali radhiallahu
anhu berkata pada saat melihat jenazah
Zubair yang tersungkur di depannya
dengan Thalha, dia mengatakan kepada
anaknya ya Muhammad bin Hanafiyah
namanya. Muhammad bin Ali namanya ya.
Tapi diambil nisbat Hanafiyah nama
ibunya agar membedakan antara Muhammad
dengan Hasan dan Husein radhiallahu
anhum ajmain. Karena Hasan dan Husein
adalah anaknya Fatimah lebih mulia. Ya,
Muhammad mengatakan, "Aku ternisbatkan
ke Hanafiyah, ke ibuku karena aku
posisiku di bawah Hasan dan Husein gitu
ya." Dia Ali mengatakan, "Wahai
Muhammad, aku berharap aku mati sebelum
hari ini." Karena ini fitnah yang sangat
besar. Maka Ali pun akhirnya berhasil
memberhentikan ya memberhentikan
permasalahan itu memberhentikan
permasalahan peperangan tadi ya dan
memenangkan peperangan lalu memulangkan
Aisyah ke Madinah karena kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam wahai Ali
akan terjadi sesuatu masalah nanti
dengan salah satu istriku tapi Nabi
tidak sebut Aisyah gitu kan dan kalau
terjadi itu kembalikan dia ke rumahnya
di Madinah maka pasukan Ali menang
radhiallahu anh dan sudah panjang lebar
jelaskan tapi Thalha dan Zubair terbunuh
pada saat itu dan ternyata terbunuhnya
mati syahid dan pada Saat terbunuh. Ali
radhiallahu anhu menghukum juga Ibnu
Jurmus dan pembunuh Talha sambil
berkata, "Sampaikanlah atau terimalah
berita berita buruk buat kalian berdua.
Karena Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam telah menyampaikan kepada saya
bahwasanya pembunuhnya Thalha dan Zubair
dua-duanya masuk ke dalam api neraka."
Maka terbunuhlah mati syahid radhiallahu
anhu. Ya, pendekar dan
saudara sepupu Nabi sallallahu alaihi
wasallam ini seorang mujahid yang sangat
luar biasa.
di mana memang beliau memiliki kedudukan
yang sangat tinggi di mata agama kita
dan juga di mata kita. Tinggal kita
tutup dengan sedikit tambahan sebagai
penutup dalam buku bahasan kita ini.
Zubair radhiallahu anhu
sempat memiliki hutang. Sebenarnya bukan
hutang ya. Jadi pernah ada orang titipin
amanah kepada beliau. Kemudian amanah
itu beliau bilang kepada pemiliknya,
"Ini bukan amanah. Saya boleh simpanan,
tapi ini dihitung utang saya.
Jadi tetap saya hitung hutang harus
dibayar. Kalau sampai ada yang kurang
berarti ahli waris saya akan bayar. Maka
Zubair sempat menitipkan pesan kepadanya
Abdullah anak pertamanya. Wahai Abdullah
kalau sampai saya mati amanah ini
kembalikan. Kalau ada yang kurang
sedikit pun bayar. Gitu kan. Maka
akhirnya Abdullah pun menjalankan amanah
itu pada saat ayahnya mati syahid
terbunuh. Dan Zubair bin Awwam
meninggalkan cukup banyak harta. Beliau
meninggalkan harta. Jumlahnya disebut
dalam buku-buku sejarah 50 50.000 ee
50.200.000 ya
dirham. Ini kurang lebih teman-teman
sekalian dikali dengan
Rp50.000. 1 dirham sekitar Rp50.000
kalau tidak salah sekali. Kalau kita
kali Rp50.000 ini jumlahnya kurang lebih
Rp2,5
triliun. Hartanya
banyak enggak?
orangnya sudah pemberani, keturunannya
banyak kan gitu. Perannya luar biasa.
Sahabat Nabi masuk surga kaya raya gitu
luar biasa. Beliau meninggalkan harta
sebanyak itu. Kemudian beliau
meninggalkan empat orang istri dan
disebutkan dalam buku ini salah satu
istri mendapatkan warisan
R.100 dirham. Kurang lebih nilainya
kalau dari rupiah ini R5 miliar ya. Ini
jumlah harta yang ditinggalkan oleh
Zubair bin Aur radhiallahu anhu. Dan
akhirnya beliau ee mati syahid dan
ditutup dengan kisah ini oleh penulis
buku. Dan semoga saja insyaallah kita
bisa dapat pelajaran dari bahasan
beliau. Dan insyaallah pertemuan yang
selanjutnya kita akan bahas tentang
sahabat yang lain, Abdurrahman bin Auf
radhiallahu anhu. Kalau ada yang punya
pertanyaan silakan masih ada waktu
sekitar setengah
jam. Ada yang mau
bertanya atau semua sudah siap perang?
Insyaallah. Hah? Siap seperti Zubair
enggak dobrak tapi siap yang benar.
Jangan di sini siap nanti begitu di
depan musuh
lari. Jadi pada saat sahabat Nabi di
perang Uhud itu sempat ya goncang gitu
kan maka Allah Subhanahu wa taala
mengatakan laqad kuntum tamannaunal
mauta minqblu faqad roitumuh gitu kan.
Dulu kalian selalu rindu mau mati
syahid. Iya, saya mau, saya mau. Tapi
begitu ya sudah berhadapan dengan mati
syahid, maka kalian tidak tidak berani
melakukannya. Makanya harus punya jiwa
yang besar sambil berdoa kepada Allah
Subhanahu wa
taala. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Barakallahu fik, Ustaz.
Wafika barak. Masyaallah. Setelah banyak
mengkaji cerita
sahabat-sahabat, mereka adalah
orang-orang yang sangat luar biasa dalam
segala hal. Dan yang paling mencolok
adalah keberanian dan keperkasaan.
Apakah kita sebagai thabul ilmu wajib
untuk membekali diri dengan hal-hal
keberanian dan keperkasaan? Mungkin
lebih spesifik perlu untuk melatih diri
dalam bela diri. Tentu saja. Gak usah
dibahas masalah itu. Itu harus. Antum
harus belajar bela diri. Kuasain semua
seni bela diri. Yang penting jangan ada
kemusyrikan. Enggak ada tenaga dalam.
Tenaga dalam. Enggak usah tenaga dalam.
Ini semua pakai jin-jin itu enggak
mungkin. Kalau tenaga dalam ada di zaman
Nabi, Nabi sudah pakai, sahabat sudah
pakai. Yang ada keterampilan Zubair bin
Awam pakai pedang ayunkan tangan bukan
dari jauh dorong
orang. Jadi keterampilan yang benar seni
beri semua kuasain. Antum juga perlu
mengetahui segala jenis senjata-senjata
yang ada, nama-namanya, fungsi-fungsinya
bukan untuk membuat kerusakan, tidak.
Tapi Allah mengatakan dalam Al-Qur'an
azubillahiminasyaitanirrajim.
Kata Allah Subhanahu wa taala,
"Persiapkan dari diri kalian." Dan ini
berlaku bagi semua muslim gitu kan,
keterampilan-keterampilan kalian yang
bisa membuat kalian menakut-nakuti musuh
Allah atau bahkan memerangi mereka. Ya,
memang itu ada. Dan dalam riwayat
dikatakan Nabi Muhammad sallallahu
alaihi wasallam setiap hari, setiap hari
kalau bukan habis subuh, habis ee duha,
maka habis asar berkumpul dengan para
sahabat dan mendukung mereka menunggangi
kuda mereka, memanah ya bahkan yang
sering Nabi sallallahu alaihi wasallam
lakukan dengan para sahabat mereka
bergulat gitu kan. Memeras tenaga mereka
satu sama yang lain, bergulat melatih
keterampilan. Jadi sahabat itu Zubair
bin Awwam bukan masuk begitu saja.
Memang dia punya keterampilan, dia
belajar dan perlu diketahui kalau zaman
sekarang mungkin ada pedang, ada pisau
kayak zaman dulu dipakai, mungkin juga
ada senjata-senjata, senapan, apa saja
jenis-jenis senapan itu dibaca
keterangannya, informasinya itu kan itu
baca bukan untuk digunakan sebagai orang
yang melakukan dengan terorisme atau
mengancam orang itu jauh sekali dari
agama, tapi mengenal ini perlu gitu kan.
Dan saya asas dan kita tahu di seluruh
dunia e bela-bela diri adalah seni. Seni
bela diri bahkan dipertandingkan gitu
kan. Itu biasa. Maka sangat penting
untuk menguasai. Tentu saja itu penting.
Dan Nabi sallallahu alaihi wasallam
mengatakan juga kepada kita dalam
hadisnya, "Ajari anak kalian menunggangi
kuda dan suruhlah mereka loncat di atas
kuda itu sementara kuda itu berlari gitu
kan. Jadi kudanya ditepuk lari disuruh
loncat ke atasnya." Ya, begitu belajar
keterampilan kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam juga kepada para
sahabat, "Melemparlah kalian, memanalah,
lempar tombaklah ya, lempar lembing gitu
kan. Itu semua karena memang itu
dibutuhkan dalam peperangan." Itu
dibutuhkan dalam peperangan. Kemudian
juga Nabi sallallahu alaihi wasallam
mengatakan, "Ajar anak kalian berenang,
memanah, dan melempar tombak." Dan
banyak hadis berhubungan dengan masalah
masalah-masalah seperti
ini. Adakah wadah untuk para penuntut
ilmu untuk bela diri yang berkonsep
sunah? Kemarin sebenarnya saya sempat
dapat ee ada informasi tapi saya tidak
ingat ya di mana. Saya yakin ada kok.
Insyaallah mungkin nanti bisa
dibahasakan sama teman-teman sahabat
sunah mungkin ada yang tahu insyaallah
atau mungkin ada teman-teman yang punya
keterampilan kemudian dia mau memberikan
jasanya silakan saja. Dan ini tidak ada
yang disembunyikan ya. Tidak boleh
sembunyi. Jangan sembunyikan. Kita buka
seperti umumnya orang buka ada taek
kondok, ada karate, ada ini enggak ada
masalah. Kita bukan sembunyi-sembunyi
untuk belajar sehingga dianggap ini
sengaja terselubung. Enggak. Ini umum
saja orang mau belajar, mau olahraga dan
seterusnya. Masyaallah. Saya kira gak
ada yang bertanya
tadi. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Waalaikumsalam waruh.
Jazakallah khair atas semua jawaban dan
pertanyaan saya via SMS, WA atau saat
kajian waat insyaallah. Tapi yang tidak
belum terjawab, mohon maaf ya. Ini SMS
di HP saya 300 sekarang 321 hari ini.
Saya jawab 20 masuk 50 gitu kan. Di
WhatsApp juga begitu masuk sekian puluh.
Sampai ada seorang ikhwah di Makassar
kemarin tidak sengaja saya lagi buka HP
saya sepupunya minta nomor HP. Terus dia
bilang, "Hati-hati kalau SMS ke Ustaz
Haridang-kadang kecewa karena lama
dijawabnya." Terus saya buka HP saya
tidak sengaja saya lagi mau buka SMS.
Dia lihat rupanya dia lagi bawa
mobil. Dia lihat kemudian dia lihat SMS
sebelum dibuka kotak pesannya itu
tertulis 251. Dia bilang, "Sebentar,
Ustaz. Saya mau foto dulu." Difoto sama
dia SMS-nya. Bilang ini lihat nih
SMS-nya Ustaz Khalid nih 251 belum
dijawab. Padahal sudah 500 lebih saya
jawab gitu kan. Itu yang tertinggal.
Jadi insyaallah kalau antum sudah sempat
jawab alhamdulillah. Tapi yang belum
terjawab saya usahakan ya. Makanya
sampai di Blackberry saya sudah tidak
aktif sama sekali karena terlalu banyak
di email, terlalu banyak di WhatsApp
terlalu banyak dan juga di SMS. Jadi
mudah-mudahan saja antum bisa mengerti
masalah itu. Tidak ada maksud untuk
tidak
menjawabnya. Saya bekerja di instansi
sebuah instansi. Bolehkah kita menolak
jabatan yang kita tahu bahwa di dalamnya
ada rekayasa data, pungutan tidak resmi
kepada rekanan? Tentu boleh saja. Malah
bagus. Ada dalam agama kita kan sebuah
ee titik penting ya, pegangan penting
dalam hidup kita. Kaidah penting namanya
muruah. Muruah itu menjaga kesucian
kehormatan dengan Allah. Saya kasih
contoh para ulama hadis ya itu mereka
bukan hanya meninggalkan yang haram tapi
mereka meninggalkan yang makruh. Misal
makan
berdiri. Mereka menganggap kalau makan
berdiri hukumnya makruh sebenarnya. Tapi
itu mencoreng muru dengan Allah. Bahkan
para ulama hadis, sebagian ulama hadis
itu kalau ditahu dia pernah berbuat yang
makruh, bisa saja hadisnya dari sahih
turun ke hasan gitu kan. Saking
pentingnya mereka menjaga muruah itu
gitu kan. Muruah ini masuk contohnya
misalnya pekahnya
seseorang untuk menolak yang haram.
Pekahnya seseorang terhadap kesalahan
yang dia lakukan sehingga dia tidak mau
bawa itu ke akhirat.
Seperti kalau teman-teman sudah pernah
dengar, pernah saya sampaikan kisah Imam
Bukhari rahimahullah. Beliau pernah mau
pergi berburu sama teman-temannya.
Kemudian ee sebelum berburu, sebelum
teman-temannya datang, beliau lagi
belajar memanah, latih manah di depan
halaman rumahnya sendiri. Ternyata anak
panahnya itu sempat ada satu yang
melesat kemudian kena ke pagar
tetangganya. tercuil sedikit pagar
tangannya pagar kayu. Imam Bukhari
langsung berhenti panggil pembantunya di
rumah. Dia bilang, "Sampaikan kepada
teman-teman saya kalau saya tidak jadi
ikut buruh hari ini. Dan sampaikan salam
saya kepada tetangga. Bilang kalau saya
siap mengganti pagar dia." Tercuil
sedikitnya. Saya ganti pagarnya dia yang
saya yang saya sudah lukain itu. Sudah
luka sudah rusak. Maka pembantunya pun
melakukan itu. Dibatalin berburu hari
itu. Lalu kemudian dia ke tetangga.
Waktu tetangganya dengar apa yang
disampaikan, dia bilang, "Jangan pagar
saya, rumah saya, saya kasih Imam
Bukhari, enggak apa-apa gitu kan. Enggak
usah saya sudah maafin." Apa yang
terjadi? Waktu Imam Bukhari dengar
kejadian tersebut, beliau sujud syukur
kepada Allah. Beliau bersedekah kasih
orang miskin. Loh, ditanya sama pemb
batunya, "Kenapa, imam? Ada apa
sebenarnya?" Dia bilang, "Alhamdulillah
yang telah menyelamatkan saya tidak
punya musuh hari
kiamat." Itu bayangkan ya, tercuil.
Berapa kali kita injak sendalnya orang,
berapa kali kita berbuat banyak hal yang
kita tidak pedulikan. Itu menjaga
kehormatan namanya. Termasuk di sini
adalah menolak hal-hal yang berbau
maksiat. Itu menjaga buruan namanya,
gitu kan. Kalau ini ide yang sangat
bagus. Kalau antum tahu jabatan itu
berbahaya dan ini bisa mengganggu
ibadah, bisa mengganggu apa saja. Bahkan
ada seorang ikhwah datang kepada saya
kemarin habis tabligh akbar juga di
Makassar. Ustaz, saya ini mau muat bukan
dibontang ya di awal Ramadan kemarin dia
bilang, "Ustadz, saya mau kuliah ke
Amerika. Bagaimana syarat Ustaz, lebih
baik saya berangkat atau tidak?" Saya
tanya, "Memang darurat antum berangkat?"
Dia bilang, "Sebenarnya tidak sih, cuman
ini ada kesempatan saja untuk S2. Di
negara Islam tidak ada." Ada. Lalu
kenapa harus ke sana?
Di sana tu negara kafir walaupun ada
musimnya tapi tinggal di negara kafir
ada konsekuensi hadis Nabi. Ana
baril musyrikin. Kata Nabi, "Saya
berlepas tangan dengan orang-orang yang
hidup di negara-negara orang kafir."
Bukan tidak boleh, boleh, tapi kata
Nabi, "Saya berlepas tangan." Artinya
begini, kalau nanti kamu susah salat,
kalau kamu mati nanti di kuburnya susah,
cari makanan halal susah, ya itu
konsekuensi kamu, gitu loh. Karena kalau
di negara Islam pasti akan banyak, gitu
kan. Maka saya bilang, "Kalau sesuatu
yang bukan darurat, kenapa harus
dipaksain aja?" Ya coba jaga kehormatan
muruaah agama kita. Kalau darurat
silakan lahir terlanjur di negara sana,
memang ada jabatan yang harus duta
misalnya atau orang harus nuntut ilmu
tidak ada di negara Islam atau mungkin
memang di sana dapat beasiswa itu pun
cuma pergi dan pulang. Tapi kalau
sengaja datang ke sana untuk tinggal ini
satu hal yang mesti dijadikan tanda
tanya nih, gitu kan. Apalagi
kadang-kadang ini rekayasa data ini luar
biasa. Saya waktu ke Australia kemarin,
saya tanya teman-teman di sana bulan
sepupu saya sendiri, bagaimana
sebenarnya orang-orang Indonesia ini
bisa masuk ke sini? Memang dikasih visa
kerja sama sama pemerintah Australia,
dikirim ke sana ke Indonesia. Dia
bilang, "Sahuah saya enggak." Tapi
mereka ini rata-rata masuk ke Australia
buat data palsu mengatakan bahwasanya di
Indonesia mereka
tertindas masuk ke sini. Macam-macam
alasannya. Ada yang mengatakan dia mau
dia mau nikah sesama jenis tapi
Indonesia enggak bisa atau dizalimilah
tidak bisa ee bebas untuk mengembangkan
pemahaman yang dianggap sesat seperti
Ahmadiyah yang paling sering pakai itu
gitu kan. atau dia orang homo tadi ya,
dia mau nikah sama-sama itu yang baik
paling banyak nanti kemudian setelah
tinggal dikasih izin 2 3 bulan atau
berapa gitu kemudian baru dapat izin
tinggal ini untuk apa ini buat rekayasa
data begini nih gitu kan padahal dunia
ini akan ditinggalkan sekali lagi saya
bukan menyalahkan ya tapi yang saya
maksudkan adalah menjaga murua penting
termasuk masalah seperti ini. Halalkah
uang yang diberikan seorang pengusaha
kepada seorang pejabat karena diberikan
proyek? Uang ini seperti semacam
peraturan yang tidak tertulis walaupun
tidak disepakati dari awal. Tapi
masing-masing pihak sudah maklum karena
sudah tradisi dan tahun dari tahun-tahun
sebelumnya. Kalau memang proyek itu
berjalan tanpa fee yang dikasih misal
kalau pengusaha itu kasih atau tidak
memang karena dia berkualitas tapi
memang layak menerima gitu kan. Tapi
pada saat dia terima proyek, dia ingin
memberikan balas jasa, itu tidak
masalah. Tapi kalau memang dianggap tadi
kayak misalnya sebuah tradisi artinya
tidak akan dapat kalau tidak ada itu,
maka ini tidak boleh gitu kan. Ini masuk
pada hal yang tidak dibenarkan. Karena
nanti orang e si pejabat ini dia tidak
ada lagi masalah kualitas. Yang dia
lihat adalah siapa yang memberikan
kepada dia persentase gitu kan. Maka ini
berbahaya. Apa saja amalan untuk
merealisasikan apa ini wahti wahtisaban
dalam puasa di siang hari dan qiam
Ramadan. Jadi hadis Nabi sallallahu
alaihi wasallam yang mengatakan siapa
yang mendirikan Ramadan dan siapa yang
puasa Ramadan dengan iman dan ihtisab
maka diampuni dosanya lalu. Iktisab
artinya mengejar pahalanya, mengerjakan
maksimal apa yang diperintahkan
sementara puasa. puasanya, baca
Qurannya, salat malamnya, ya zikirnya,
semua menjauhi diri dari kemaksiatan.
Itu namanya ikhtisab. Itu namanya
iktisab. Ini pertanyaannya tolong sesuai
tema ya. Jangan ke mana-mana
ini. Ustaz, di bulan Ramadan ini apakah
dosa besar bisa diampuni?
Ya, kalau tobat nasuha diampuni di
Ramadan atau Ramadan harus tobat nasuha.
Syaratnya tiga. Tinggalkan dosa seketika
lagi riba, lagi zina, lagi bohong,
berhenti. Pada saat itu berhenti. Sesali
dan janji sama Allah tidak diulangi. Ini
Imam Nawawi mengatakan tobatnya diterima
Ramadan atau dulu Ramadan tidak ada
masalah gitu kan. Dan tobat sebuah
ibadah yang diperintahkan.
Mohon nasihat untuk teman saya yang baru
sekali ini mengikuti kajian sunah ana
silakan ikut. Dan insyaallah kalau dia
hadir di sini, teman-teman yang baru
hadir, Anda bisa lihat ceramah kita 2
jam bahkan 3 jam. Tadi kita mulai jam
09.00 kalau tidak salah. Ini sudah
hampir 3 jam ceramah kita sampaikan.
Saya yakin kalau Anda niatnya ikhlas dan
insyaallah kami juga begitu, Anda akan
dapatkan manfaat ilmu. Maka orang yang
sudah merasakan manfaat ilmu, pasti dia
akan datang lagi gitu kan. Pasti orang
akan datang karena tahu ini ada
manfaatnya. Ini bukan duduk majelis
kosong, ngakak-ngakak, ketawa-ketawa
atau lawak. Ini majelis ilmu yang bisa
subhanallah bisa dari sekian kisah yang
saya sampaikan tadi, bisa saja satu
kisah itu sudah mengubah hidup antum
menjadi jauh lebih baik sampai
meninggal. Bukan mustahil. Makanya
penting duduk dalam majelis ilmu duduk
dengan orang-orang yang berilmu, orang
yang saleh, kita duduk sama mereka.
Tujuannya agar kita bisa mendapatkan
manfaat. Karena satu kisah bisa membuat
hubi hidup kita berubah ya sampai kita
meninggal. Sama halnya tidak boleh duduk
dengan orang-orang yang buruk gitu ya.
Orang-orang yang buruk ini bahaya yang
tiap malam didiskotik tiap haram. Tiap
hari unta ganti pasangan, tiap hari
minum khamar. Ini berbahaya karena bisa
satu kisah dari mereka tentang nikmatnya
zina, naudubillah, atau nikmatnya
khamar. Maka membuat kita terpengaruh
dan sampai meninggal bisa melakukannya.
Maka berbahaya sekali. Tentu yang hadir
di majelis ilmu manfaatnya sangat besar
ya. Di antaranya adalah ilmu ini akan
mendatangkan iman. Dan kalau iman sudah
ada, maka semua amal saleh kita siap
lakukan. Semoga saja insyaallah yang
baru hadir bisa menghadiri
ceramah-ceramah selanjutnya yang
mudah-mudahan tentu dia tahu akan ada
manfaat yang dia
dapatkan. Baik, saya dahulukan dulu
sesuai dengan pertanyaannya. Ini soalnya
sudah ke mana-mana ni masalah salat
ditanya lagi
di baik. Ini pertanyaan sesuai dengan
tema. Diceritakan ada orang yang
berjihad namun masuk neraka. Siapa orang
yang berjihad namun masuk neraka? Apa
alasannya dan mohon penjelasannya? Hadis
Bukhari menjelaskan kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam, "Tiga orang yang paling
pertama dihisab hari kiamat dan paling
pertama masuk neraka." Gitu. Orang yang
pertama adalah orang yang berjihad di
jalan Allah. Paling pertama ini ya ber
Allah. Maka didatangkanlah orang ini di
mahkamah Allah hari kiamat. Lalu Allah
bertanya pada Allah perlihatkan padanya
tentang nikmat-nikmat yang Allah kasih.
Keberanian. Dia masuk medan perang, dia
membunuh musuh, dia takbir, semua
diperlihatkan. Lalu dia lihat, dia kenal
nikmat itu. Lalu kata Allah Subhanahu wa
taala, "Apa yang kamu lakukan dengan
nikmat yang saya kasih ini?" Keberanian
yang ada, peluang untuk masuk di jihad,
kamu bisa membunuh musuh itu luar biasa.
Apa yang kau lakukan? Dia bilang, "Ya
Allah, tidak ada kesempatan untuk
berperang di jalanmu kecuali saya
lakukan dan saya kerjakan itu karena
kamu." Kata Allah, "Kamu dusta. Kamu
berperang agar kau dibilang pemberani."
G
kan. Maka kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, Allah pun berfirman pada para
malaikat, "Saya lihat orang ini lempar
ke neraka." Jadi memang jihad enggak
boleh ibadah. Jangankan mau dibilang
pemberani. G ada seseorang yang pernah
di zaman Nabi sallallahu alaihi wasallam
mati masuk neraka. Ya, kalau tidak salah
namanya dia Kazman. Kalau tidak salah
orang ini bernama Kazman. Jadi dia masuk
medan perang dia waktu di perang Uhud
tuh dia perang sana sini banyak
menyerang musuh di awal-awal peperangan
bahkan membunuh beberapa. Beberapa
sahabat mengatakan orang ini ahli surga
nih. Kapan dia terbunuh? Luar biasa.
Karena juga ada hadis Nabi sallallahu
alaihi wasallam yang berbunyi, "Tidak
akan bersatu antara seorang mujahid
dengan orang kafir yang dia bunuh di
medan perang. Tidak akan bersatu." Ya,
dalam arti kata memang di sini dia kalau
sudah membunuh satu orang kafir dia akan
selamat dari api neraka. Jaminan gitu
kan. Maka sahabat mengatakan orang ini
ahli surga nih. Lalu kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Tidak. Dia
masuk neraka." Sahabat semua penasaran
diikutin kenapa nih dikatakan neraka.
Ternyata orang ini sempat kena tebasan
pedang kakinya, betisnya berdarah karena
kesakitan. Dia turun dari kudahnya
kemudian dia ambil pedang, lalu dia
tusuk badannya sendiri dan dia
mengatakan, "Saya berperang untuk
membela kaum saya. orang-orang Madinah
maksudnya gitu kan. Maka para sahabat
baru tahu ternyata orang ini bukan
berperang untuk agama. Jadi karena
keberanian, hanya karena masalah membela
kaumnya saja gitu kan. Bukan karena
membela agama Allah. Itu sebabnya tentu
saja gitu kan. Itu sebabnya. Allahuam.
Itu yang saya ketahui. Tentu orang yang
kedua tadi dari hadis itu adalah orang
yang ee apa namanya? Ee diberikan
Al-Qur'an lalu dia membacanya, dia
menghafalnya lalu ternyata dia membaca.
Kata Allah Subhanahu wa taala, "Apa yang
kau lakukan dengan nikmat yang saya
kasih? Hafal dan membaca Al-Qur'an." Dia
bilang, "Saya baca karenamu, ya Allah."
Kata Allah Subhanahu wa taala, "Kau
dusta. Kau hanya melakukannya agar kau
dikatakan qari dan hafiz." Gitu kan. Dan
sudah diucapkan itu masukkan ke dalam
api neraka. Orang yang ketiga Allah yang
kasih, Allah karuniakan kepada dia harta
dihabiskan di jalan Allah berinfak. Lalu
Allah datangkan hari kiamat dilihatkan
semua nikmat pada saat dia bersedekah.
Lalu kata Allah, "Apa yang kau lakuarkan
dengan nikmat ini?" Dia bilang, "Saya
bersedekah di jalanmu, ya Allah." Kata
Allah, "Bohong kamu bersedekah agar kau
dikatakan orang yang ringat tangan atau
pemurah." Maka dilemparkan ke dalam api
neraka.
Allahuam. Bagaimana jika ada niatan
poligami namun istri tidak setuju dan
mengancam cerai? Bagaimana jika ingin
poligami namun secara ekonomi gaji
pas-pasan? Ini bukannya jihadnya yang
diambil pelajaran poligaminya.
Pal tadi itu selipan itu di awal gitu
kan. Baiklah kalau ada niatan penting.
Saya sudah bilang tadi niat memang
dianjurkan niat dalam agama Islam.
Innama amal niat gitu kan tinggal
aplikasinya dan aplikasi butuh strategi,
butuh ee persiapan energi, waktu ya dana
butuh semuanya. Kita kalau mau salat
wudu ada wohongkan waktu datang ke
masjid sejadahnya ditebar rapi semuanya
begitu kan gitu. Jadi butuh itu. Kalau
istri tidak sujud mungkin memang karena
pasti ada alasan. Apa kira-kira
alasannya? Kita kalau lagi hadapin
masalah, masalah itu dilihat penyebabnya
apa, lalu perbaiki di penyebab itu.
Insyaallah akan selesai itu. Insyaallah
akan selesai. Dan jangan lupa juga
berdoa kepada Allah Subhanahu wa taala
agar kita diberikan kemampuan. Karena
yang saya tahu, subhanallah, poligami
itu seperti sebuah prestasi ya yang
kalau saya setahu saya Allahuam yang
Allah berikan kepada orang yang sudah
sukses dengan yang pertama. Karena kasus
yang saya alami sendiri seperti Allah
mudahkan gitu ya. Jadi seperti Allah
mudahkan saja pada saat mungkin di titik
tertentu kita sudah dilakukan dengan
keluarga maka akan datang titik yang
kedua gitu kan karena titik yang ketiga
dan seterusnya. Saya anggap seperti itu.
Wallahuam. Kalau masalah pas-pasan tentu
nikah dengan AKFA gitu kan. Pertama
tentu jangan sampai jangan sampai antum
masih keluarga pertama kebutuhan rumah R
juta, antum cuma R juta gajinya gitu
kan. Masih kurang sejuta kadang-kadang
harus utang sana sini lalu mau poligami.
Ini
jangan belum bisa, belum mampu namanya
belum bisa. Keluarga kedua pasti akan
dihidupin juga gitu kan. Tapi kalau kita
punya kemampuan pas-pasan dalam arti
kata saya bisa memenuhi kebutuhan rumah
tangga saya yang pertama R juta. Kalau
saya bangun rumah tangga yang kedua
karena belum punya anak. Yang pertama
mungkin punya anak ini mungkin R1 juta.
Kalau gaji saya R juta berarti masih
bisa. Maka itu bisa saja tinggal nikah
dengan AKFA. Afa itu yang sepadan gitu
kan. Jadi jangan antum sudah siapkan
alokasi R1 juta untuk istri yang kedua
tapi antum nikah dengan perempuan yang
bedaknya saja R5 juta gitu. enggak makan
mungkin bisa gitu kan. Jadi cari yang
akfa yang sepadan yang sejuta itu dia
bisa beli makanan segala dan dia juga
bisa pakai untuk kebutuhannya. Nah itu
yang boleh gitu kan. Tapi kalau tidak
maka saya sarankan jangan itu salah ya.
Sudah masuk zuhur
belum?
Hah? Kok enggak ada yang nyaut nih?
Sudah duhur belum? 3 menit lagi. Oh 3
menit
lagi. Sudah bahas masalah jihad suaranya
masih kecil. Gimana?
Ini ikhwah pertanyaannya coba sesuai
dengan tema ya. Ini ke mana-mana
bahasannya. Bagaimana hukumnya nikah
siri bagi PNS? Karena ada peraturan yang
menikah hanya dengan satu istri. Kalau
nikah resmi ada surat nikah dipecat dari
kantor, akhirnya banyak yang menikah
siri tanpa surat nikah. Bagaimana
solusinya? Yang pertama, nikah yang
antum lakukan gitu kan itu tetap harus
ee dengan sepengetahuan istri. Jangan
jangan dirahasiakan. Untuk apa
dirahasiakan? Ini masyaallah laki-laki
sini suaranya sudah jantan. Tadi sudah
dengar jihad. Kadang-kadang kalau jalan
suara sepatunya masyaallah masa takut
sama istri. Gimana? sampaikan apa adanya
ya. Dan subhanallah perempuan itu lebih
senang kalau kita transparan daripada
sembunyi-sembunyi. Dan memang itu apa
adanya dan kita harus memberikan
keamanan karena biasanya penolakan
terjadi karena dia merasa terancam
keamanan harus diberikan gitu kan. Itu
dulu. Jadi dalam dari sisi internal kita
harus sudah punya persiapan. Ciri
eksternal saya sudah baca peraturan
pemerintah. Peraturan pemerintah bukan
dipecat sebenarnya. Jadi ada peraturan
ya di di sekarang di pemerintah itu
kalau mau menikah bagi PNS pun
boleh. Itu keluar peraturan boleh. Tapi
ada surat ya yang dikeluarkan oleh
kantor. Dalam arti kata memang orang ini
ya tidak bermasalah kalau berpoligami.
Ada orang subhanallah belum poligami
baru satu istri terlambat terus ke
kantor gitu kan. Bagaimana kalau
istrinya dua gitu kan. ini tambah kacau
kerjaannya nanti. Maka itu wajar-wajar
saja diberikan peraturan dan saya tahu
insyaallah tidak ada masalah. Kalau
secara umum hukum nikah tanpa yang
maksudnya nikah siri gitu kan itu adalah
hukum yang masih khilaf di antara ulama.
Tapi umumnya ulama mengatakan itu nikah
yang sah. Karena secara syari nikahnya
sah gitu kan. Tapi secara internal dia
sudah harus memperbaiki dengan
keluarganya. Jadi jangan sampai
membangun rumah keluarga baru sampai
keluarga yang lama jadi rusak.
Zubair memiliki 1000 budak. Apakah 1000
budak tersebut juga ikut perang? Apakah
semua budak tersebut muslim? Apa
hukumnya seorang budak muslim mengikuti
jihad? Tidak disebutkan dalam riwayat
ya, apakah mereka itu semuanya jihad
atau tidak. Tapi yang jelas Zubair bin
Awwam radhallah dari kisahnya berarti
suka mengajak anaknya ke medan perang
dan seterusnya. Tapi tidak disebutkan
apakah memang itu ya dia ikutkan perang.
Allahuam. Dan apakah sebuah muslim juga
belum saya temukan data-datanya. Saya
tidak tahu masalah itu. Dan ee di sini
apa hukumnya kalau budak muslim ikut
perang? Boleh saja, tidak ada masalah.
Banyak budak-budak yang dalam Islam ikut
berperang. Allahah. Jadi mohon maaf
ikhwah sekalian ee yang lain saya tidak
bisa jawab ya karena terlalu banyak. Dan
mudah-mudahan antum bisa ikutin. Saya
sarankan ikutin web
www.khalidbasalama.com atau di YouTube.
Ada ceramah-ceramah kita yang rutin.
Sudah 250 ceramah sekarang dan setiap
ceramah pasti ada tanya jawab. Mungkin
pertanyaan-pertanyaan yang ditanya tadi
masalah zakat, masalah salat, insyaallah
sudah terjawab di situ. Mungkin begitu
dulu. Kita memohon kepada Allah
Subhanahu wa taala agar seluruh ibadah
kita yang kita kerjakan diterima oleh
Allah subhanahu wa taala. Salat, puasa,
baca Al-Qur'an, dan juga diberkahi sisa
umur kita ini. Mudah-mudahan bermanfaat
dan kalau ada benar dari Allah pada saat
dari saya mohon dimaafkan.
Subhanakallahumma wabihamdika ashadu
alla ilahaillallah astagfirullahubu
ilaih. Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Waalaikumsalam
warahmatullah.