Transcript
pS1qvPSxq34 • Kisah Sahabat Nabi ﷺ Ke-6: Zubair bin Awwam "Pengawal Nabi Muhammad ﷺ"
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/khalidbasalamah/.shards/text-0001.zst#text/0012_pS1qvPSxq34.txt
Kind: captions Language: id [Musik] Bismillah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullah. Innalhamdalillah. Segala puji bagi Allah subhanahu wa taala. Nahmaduhu watainuhu wasastagfiruh. Hanya kepadanya kita memuji, meminta pertolongan serta bertaubat dari dosa-dosa kita. Wuzubillahi minuri anfusina. Dan hanya kepada Allah pula kita meminta dan dijauhkan dari keburukan-keburukan diri kita dari dosa-dosa dan juga dari dosa-dosa yang pernah kita lakukan. Barang siapa yang telah Allah berikan petunjuk maka tidak akan pernah sesat [Musik] selamanya. Dan barang siapa yang telah Allahkan maka tidak akan mendapatkan petunjuk selamanya. Asyhadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh. Saya bersaksi tiada tu yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad benar-benar hamba juga utusannya. Qallahu taala Allah telah mengingatkan dalam kitabnya. Ya ayyuhalladzina amanutqulah haqqa tuqatihi wala tamutunna illa wa antum muslimun. Hai sekalian orang-orang yang beriman, bertakwalah. Hanya patuh dan tunduklah kepada satu-satunya pencipta segala sesuatunya di langit, di bumi, di kedalaman lautan. Kelihatan atau tidak kelihatan dengan mata manusia sebenar-benar patuh dan tunduk. Dan jangan sekali-kali meninggal dunia kecuali dalam keadaan Islam. Di ayat yang lain Allah mengingatkan qallahu taala yaquumakum nafs wahidah wujaha walan wattaqulahaziasal bihi wal arham inallahaikumqib. Hai sekalian manusia, sekali lagi bertakwalah. Hanya patuh dan tunduklah kepada satu-satunya pencipta segala sesuatunya, baik di langit, di bumi, di kedalaman lautan kelihatan dan tidak kelihatan oleh mata manusia. Yang telah menciptakan kalian semua dari jiwa yang satu yaitu Adam Alaih Salam dan telah menciptakan dari jiwa yang satu istrinya Hawa Alaihalam dan telah banyak memberikan keturunan laki-laki juga perempuan dari keduanya. Sekali lagi, bertakwalah hanya kepada Allah dan jagalah hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah senantiasa mengawasi kalian. Di ayat yang ketiga, qallahu taala, ya ayuhalladzina amanutqulaha waquulu sadida yuslih lakumalakumfirakumunubakum wahulahu faqad. Hai sekalian orang-orang yang beriman, sekali lagi bertakwalah. Hanya patuh, tunduk, takut memohon kepada satu-satunya pencipta Allah dan ucapkan kalimat yang benar. Niscaya Allah akan memperbaiki amal-amal perbuatan kalian, mengampuni dosa-dosa kalian. Barang siapa yang mentaati Allah dan rasulnya maka dia telah mendapatkan kemenangan yang besar. Amma baqal had kitabullah. Kita tahu sebaik-baik perkataan dan rujukan bagi umat Islam adalah kitabullah Al-Qur'an wakhair haji haji Muhammadin sallallahu ala ali wasahbihi wasallam. Dan sebaik-baik petunjuk setelah Al-Qur'an adalah petunjuk Nabi Besar Muhammad sallallahu ala alihi wasahbihi wasallam yang dikenal dengan Asunah. Keduanya rujukan utama umat Islam dalam segala lini kehidupan, dalam setiap aktivitasnya terutama dalam masalah ibadah. umriha dan seburuk-buruk perbuatan khusus dalam masalah ibadah yang tidak punya rujukan dari wahyu Al-Qur'an dan sunah. Faatin bidah. Semua perbuatan yang dikarang-karang, yang dibuat-buat dalam masalah ibadah yang tidak punya rujukan wahyu dikenal dengan perbuatan baru dalam agama. Wa bidatun dolalah. Dan perbuatan baru itu akan membawa pelakunya pada kekeliruan dan kesesatan. Dan keluar akan membawa pelakunya ke dalam api neraka. Ikhw dan akhwat rahimani warahimakumullah. Bertemu lagi tentunya di serial kepahlawanan ee pahlawan dalam Islam. Serial orang-orang yang agung yang mulia. Serial orang-orang yang telah mencapai prestasi dunia dan juga akhirat. Serial orang-orang yang telah dipilih oleh Allah Subhanahu wa taala yang layak untuk dijadikan sebagai idola. Mereka adalah orang-orang pilihan yang hatinya suci. yang perilakunya semuanya diridai oleh Allah Subhanahu wa taala. Mereka jauh dari perbuatan-perbuatan pelanggaran. Mereka memiliki rumah tangga yang sempurna, pendapatan harta yang sempurna. Bahkan mereka punya kiprah yang sangat besar dalam menyebarkan agama ini. Setiap berbicara tentang sahabat Nabi, kita sedang berbicara tentang figur-figur orang yang hatinya semuanya tidak ada celah kecuali diikuti dengan keyakinan. sepenuhnya di atas tiga hal. Beriman bahwasanya dan yakin Allah Subhanahu wa taala satu-satunya Tuhan di langit, di bumi yang menciptakan, yang mengadakan, yang mengurus, yang memusnahkan, yang menyiapkan semua kebutuhan dan asopan yang dikenal dengan rezeki. Dan tidak ada Tuhan kecuali Dia. Tidak boleh ada sekutu baginya mempartisipasikan makhluk dengan Allah. tertanam sangat dalam di dalam hati para sahabat. Mereka sangat memahami kalimat ini. Sehingga muncul efek daripada keyakinan itu adalah tidak pernah menyembah, memohon, takut, bergantung. Bahkan mereka tidak pernah ragu sedikit pun terhadap apa yang telah dijanjikan oleh Allah Subhanahu wa taala. Sekali Allah mengatakan orang mati syahid masuk surga, mereka berlumba-lumba mengejar mati syahid itu tidak peduli lagi ada apa di hadapan mereka. Sebanyak apapun jumlah pasukan musuh, mereka pada saat mengetahui bahwasanya salat berjamaaah di masjid adalah perintah Allah. Maka mereka tidak pernah kehilangan. Sampai Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma berkata, "Kami tidak melihat seseorang di antara kami meninggalkan salat lima waktu di masjid laki-laki terutama e kecuali dia termasuk orang yang ada sifat kemunafikannya." Enggak ada. Sampai beliau mengatakan, "Salah seorang di antara kami, sahabat-sahabat Nabi, kalaupun dia dalam keadaan sakit, maka ditopang oleh kedua temannya di kiri kanannya untuk membawanya salat hadir di saf masjid." Jadi sangat luar biasa mereka mengerjakan perintah Allah Subhanahu wa taala karena tidak pernah diikuti dengan keraguan. Ini Allah pencipta langit dan bumi. Mereka tidak pernah ragu dengan masalah itu sehingga mudah ya untuk memohon, meminta, menyembah, hanya tunduk dan takut kepada Allah subhanahu wa taala. Yang kedua ya mereka punya ciri khas yang sangat luar biasa meyakini tentang kebenaran risalah Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Dan bahwasanya orang inilah manusia yang paling sempurna secara fisik, paling sempurna secara karakter, sifat, paling sempurna di antara semua nabi-nabi. Dari 124.000 nabi, 313 rasul mereka sangat tahu dan meyakini sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam. Semua nabi-nabi diutus sebelumku khusus untuk kaumnya dan aku diutus untuk seluruh alam semesta. Dan mereka sangat tahu bahwasanya Nabi sallallahu alaihi wasallam telah bersabda, "Kalau seandainya Musa dan Isa dua-duanya hidup di zamanku, maka tidak ada pilihan lain kecuali keduanya akan menjadi pengikutku." Mereka yakin adalah seorang figur. Kalau mau diidolakan seseorang yang punya kelebihan fisik, Nak Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam orang yang paling sempurna fisiknya. Paras wajahnya tampan, kulitnya putih, rambutnya hitam lebat, dan juga memiliki poster tubuh yang sangat kekar. Kalau dikatakan seseorang ayah, seorang suami, maka kita temukan beliau suami yang sangat luar biasa. tidak pernah memukul istrinya, tidak pernah memarahi dan hanya tegas mengingatkan kalau terjadi pelanggaran agama. Seorang ayah yang semua anaknya merasa tentram di tangannya. Tidak pernah di bawah naungannya tidak pernah merasa takut karena tidak pernah tangannya melayang memukul anak-anaknya bahkan cucu-cucunya. Dan beliau bahkan bermuamalah dengan sangat lembut. Figur yang sangat luar biasa dalam rumah tangga. Kita lihat dalam kehidupan sosial Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam seorang pedagang yang jujur. Beliau sallallahu alaihi wasallam juga adalah orang yang punya martabat kalau berbicara kalimatnya berbobot dan punya makna dan tujuan dan kalau tidak beliau diam. Dan para sahabat sangat paham benar tentang masalah itu. Sehingga mereka betul-betul mengidolakan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Tidak ada lagi orang lain sampai-sampai apapun yang Nabi sallallahu alaihi wasallam ucapkan ya titahkan semua dikerjakan. dan yang lain semua ditinggalkan. Tidak pernah lagi ada opsi lain. Dan mereka mengetahui firman Allah Subhanahu wa taala. Auzubillahiminasyaitanirrajim. Maana limminin wala mukminatin idza qodallahu waasuluhu amr any yakuna lahumul khiaratu min amrihim. Tidak layak bagi laki-laki yang mengaku beriman dan perempuan juga beriman yang kalau Allah dan Rasulnya sudah mengambil sebuah keputusan mereka masih punya opsi-opsi yang lain. Enggak ada lagi. Haram-haram ditinggalkan, halal-halal, perintah dikerjakan, larangan dijauhi, tidak ada keraguan dalam masalah itu. Ini ciri khas yang luar biasa yang semestinya kita tarik dalam kehidupan kita sehari-hari. Dan yang ketiga, mereka sangat yakin bahwasanya agama yang sedang mereka anun ini agama yang paling benar. Selain daripada agama Islam batil. Enggak diterima oleh Allah Subhanahu wa taala. Tidak ada yang diterima. Karena Allah yang berfirman dalam Al Imran. Auzubillahiminasyaitanirrajim. Innaddinaallahil Islam. Agama yang diterima di sisi Allah hanya Islam. Al Imran juga sama ayat 85 Allah ingatkan wab isb wahua akir minal khirin. Siapa yang coba-coba pilih selain alislam yang dibawa oleh Muhammad bin Abdillah shawatullahi wasalamu alaih, maka itu ditolak dan dia di akhirat termasuk orang yang rugi. Serta mereka sangat paham. Firman Allah Subhanahu wa taala Alan'am ayat 125 menjelaskan, "Siapa yang Allah inginkan kebaikan untuknya, Allah yasrah sadrahuil Islam. Allah akan lapangkan dadanya untuk menganut Islam, mempertahankan sampai dia mati." Mereka sangat paham firman Allah Subhanahu wa taala dalam surah Azzumar. "Aamanarah islami fahua ala nurbih alayah." bahwasanya siapa yang Allah lapangkan berikan kesempatan lahir dalam keadaan Islam lalu atau dia dapat hidayah sementara dia sudah dewasa lalu dia menganut mengamalkan, lalu memperjuangkan agama Islam ini sampai mati maka dia berada di atas cahaya Tuhannya. Para sahabat tidak pernah ragu dengan ajaran Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. siksaan demi siksaan yang tertimpa mereka. Seruan-seruan Allah dan Rasul-Nya untuk berjihad, membela agama ini dan berdakwah. Mereka selalu berada di saf-saf pertama. Dan luar biasa ciri khas ini, Teman-teman sekalian. Saya sudah ulangi dan sering saya ulangi kalimat ini di lima pertemuan kita yang lalu tablig akbar dari Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, dan Thalhah radhiallahu anhum ajmain. Dan hari ini insyaallah kita masuk ke tokoh sahabat yang luar biasa. Orang yang memiliki keberanian di atas rata-rata. Zubair bin Awwam radhiallahu anhu. Semuanya sahabat-sahabat ini luar biasa memiliki ciri khas yang saya katakan tadi. Mereka tidak pernah ragu dengan apapun dari tiga tadi. Allah Tuhan tidak perlu nyembah dan cari Tuhan lain. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam adalah seorang nabi dan juga Islam ini agama benar sehingga mereka memperjuangkannya. Figur kita pada hari ini, figur atau sosok orang yang luar biasa. Saya waktu membaca tentang kisah beliau, Zubair bin Awwam radhiallahu anhu. Terus terang saya melihat diri saya seperti semut yang berada di sebelah gajah atau bahkan mungkin lebih kecil daripada itu. Bagaimana seorang Zubair bin Awwam yang akan kita lihat kiprahnya di medan jihad luar biasa. Satu orang bisa mendobrak pasukan Romawi 250.000. 250.000 orang didobrak oleh dia masuk ke pasukan musuh sampai ke ujung belakang kembali lagi ke pasukan muslimin. Keberanian yang di atas rata-rata. Saya tidak pernah peperangan Nabi sallallahu alaihi wasallam Zubair tidak hadir radhiallahu anhu. Dan setiap kali hadir dalam peperangan pasti berada di depan dan pasti dia yang paling pertama menyerang. Subhanallah. Dan tidak pernah dalam penyerangan itu kelihatan sedikit saja masalah sifat pengecut misalnya atau ragu sama sekali. Luar biasa. Nanti kita akan lihat banyak kisah-kisah yang luar biasa kiprah beliau dalam kanca-kanca peperangan dan kita saya sudah bahasakan dari awal sampai Zubair bin Awwam ini memang dari Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali eh dan Thalha dan Zubair bin Awwam. Enam orang ini memang yang khusus ya pada saat Nabi sallallahu alaihi wasallam sebutkan hadis yang sudah sering kita sebutkan juga di lima pertemuan kita yang lalu pada saat beliau berada di Gunung Hira dan beliau mengatakan, "Tenanglah wahai Hira." Pada saat Hira lagi goncang, "Sesungguhnya di atasmu ada nabi, ada siddiq, orang yang terpercaya Abu Bakar, kan. Kemudian juga ada syuhada, ada orang-orang yang mati syahid. Dan pada saat itu ada Umar, Utsman, Ali, Thalha, dan Zubair. Lima orang ini semua mendapatkan sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam. Mereka mati syahid." Dan yang luar biasanya terutama dua figur yang terakhir, Thalha dan Zubair, dua orang ini begitu mendengarkan sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam tentang masalah mereka akan mati syahid. Semenjak itu tidak pernah ada celah untuk mendapatkan mati syahid kecuali mereka di awal selalu sengaja malah mencari. Ini luar biasa. Ini berarti begitu yakinnya mereka dengan apa yang Allah dan rasulnya janjikan sallallahu alaihi wasallam. Jadi ini ciri khas yang luar biasa. Sebelum kita mulai, saya akan mulai buka. Saya akan berbicara dengan akhwat kita di belakang sana. Ada kaca-kata bijak. Kata-kata bijak ini dikatakan di belakang laki-laki bijak, di belakang laki-laki sukses. Ada wanita yang bijak dan wanita yang sukses. Ternyata akhwat kita, tolong garis bawahin lahirnya kader-kader umat yang luar biasa. Laki-laki yang memimpin umat ini itu di tangan para wanita yang luar biasa juga. Ibu-ibu mereka adalah orang-orang yang luar biasa. Betul-betul kepribadiannya kokoh, keimanannya luar biasa, keyakinannya sempurna. Sehingga memang dia mewariskan itu pada anak-anaknya. Dan ini kita lihat pada figur Zubair bin Awwam. Zubair bin Awwam radhiallahu anhu ini adalah sepupu Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ibu Zubair bernama Sofiah binti Abdul Muthalib. Sofia ini adalah tante Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ayah Nabi bernama Abdullah. Di atas Abdullah ada Sofiah, kakak perempuannya, ayahnya Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan anaknya adalah Zubair. Anaknya Sofiah adalah Zubair. Tentu di dalam bahasan sirah kalau teman-teman ikutin saya sempat menyebutkan Abdul Muthalib kakek Nabi sallallahu alaihi wasallam punya 16 orang anak, 10 laki-laki dan en perempuan. Dari laki-laki ada yang mendapatkan masa kenabian empat orang dan dua beriman, dua kafir. Abu Lahab dan Abu Thalib yang meninggal dalam keadaan kufur. Sementara Hamzah dan Abbas radhiallahu anhuma dalam keadaan Islam. Dari kalangan saudara ayah Nabi sallallahu alaihi wasallam perempuan yang masuk Islam di awal-awal adalah Sofiah binti Abdul Muthalib. Ibunya ya Zubair bin Awwam. Sofia ini terkenal sangat tegas dengan anaknya. Ketegasan ini bukan kekerasan ya. Bukan kekerasan tapi ketegasan. Ini boleh, ini enggak boleh. Dan yang paling merupakan ciri khas sofiah yang terkena radhiallahu anha adalah beliau selalu berusaha menghilangkan rasa takut dari anaknya. Tidak boleh ada rasa takut dan takut ini hanya boleh kepada Tuhan Allah Subhanahu wa taala. Sehingga Zubair bin Awwam tumbuh besar dengan tidak pernah takut. Tidak pernah takut kecuali kepada Allah Subhanahu wa taala sama sekali. Kalau cuma sama manusia, sama hewan, semua itu kecil bagi dia. Ayah Zubair tentu meninggal waktu dia masih kecil dan waktu itu belum masuk Islam. Itu data yang saya dapatkan. Tapi yang jelas ibunya sempat masuk Islam. Ya, kepribadian Sofiah yang sangat luar biasa. Semenjak mengucapkan syahadat waktu Nabi sallallahu alaihi wasallam mengundang seluruh kerabatnya terutama tante dan pamannya di rumah beliau sallallahu alaihi wasallam. Kemudian Sofiah mengikrarkan syahadat. Semenjak waktu itu dia termasuk tokoh sahabiat Nabi yang sangat gigi mempertahankan agama dan dia lebih banyak fokus mendidik anaknya dalam masalah agama ini. Pokoknya dia menanamkan di diri anaknya Zubair agar menganut agama Islam. Dan pada saat itu umur Zubair masih 15 tahun masuk Islam di tangan Nabi sallallahu alaihi wasallam melalui Abu Bakar. Kemudian Safiah waktu itu memang dia datang kepada Abu Bakar. Lalu Abu Bakar tunjukkan dia untuk bertemu dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Tapi sebelumnya memang ada wasiat dari Sofiah untuk dia mengikuti ya Muhammad sallallahu alaihi wasallam yang merupakan sepupu Zubair sendiri. Baik. Zubair bin Awwam ini beliau lahir 28 tahun sebelum hijrah dan beliau wafat tahun 36 Hijriah, tepatnya tahun 656 Masehi. Dan beliau masuk Islam di umur 15 tahun. Ibunya Sofiah binti Abdul Muthalib yang sangat terkenal dengan ketegasannya kepada anaknya dan selalu mengembalikan anaknya kepada Allah dan Rasul-Nya dan memohon dan meminta mendidik anaknya agar selalu hanya patuh kepada keduanya, Allah dan Rasul-Nya, tidak pernah yang lain. Kita ketemukan misalnya banyak muslimah yang mungkin hanya sekedar untuk duduk nonton sinetron. yang mungkin hanya sekedar untuk duduk ngobrol sama teman-temannya lalu tidak mau diganggu oleh anaknya, maka dia membuat cerita kosong, dusta gitu ya. Tidur sekarang kalau tidak tidur nanti kamu digigit momok atau apalah istilahnya gitu kan. Tidak ada setan yang bisa gigit manusia dusta. Tapi sering terjadi. Jangan keluar nanti kamu begini. Jangan ke sana nanti kamu begini. Banyak ancaman-ancaman yang diucapkan kepada anak-anaknya yang tidak mendidik sama sekali. Sofiah berbeda. Lahir Zubair bin Awwam yang kita dengar nanti kiprah-kiprahnya itu justru dengan kejujuran yang dia sampaikan dan mendidik anaknya hanya takut kepada Allah dan Rasul-Nya sehingga menjadi pemimpin besar umat ini. Beliau memiliki banyak sekali manaqib. Manaqib ini maksudnya kelebihan-kelebihan tentunya ada poin-poinnya. Pertama, beliau sepupu Nabi sallallahu alaihi wasallam dan kita sudah tahu tadi saya jelaskan ini sebuah kedudukan sendiri masih punya hubungan kerabat dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Yang kedua, beliau termasuk dari tujuh orang sahabat yang awal masuk Islam. Yang ketiga, beliau termasuk 10 orang yang dijamin masuk surga. Kalau tadi poin kedua, tujuh orang pertama yang masuk ke dalam Islam. Ini fadilah. Sebagaimana Allah mengatakan, "Assabiquunal awalun minal muhajirina wal ansar." Orang-orang yang pertama masuk Islam dipuji oleh Allah dari orang-orang muhajirin dan ansar. Ya, 10 orang jaman masuk surga. Hadis yang sudah sering kita sebutkan di mana Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan, "Abu Bakar di surga, Umar di surga, Utsman di surga, Ali di surga, Thalha di surga dan juga Zubair di surga." Disebut oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam Zubair. Kemudian beliau mengurutnya mengatakan lalu Abdurrahman bin Auf di surga, Saad bin Abi Waqqas di surga gitu kan. Kemudian Abu Ubaidah bin Jarrah di surga dan Zaid bin Khalid di surga. Ini Said bin Zaid, maaf. Said bin Zaid yang ke-10 yang di surga ini iparnya Umar bin Khattab yang menikah dengan Fatimah, adiknya Umar bin Khattab yang Umar bin Khattab masuk Islam pada saat datang ke rumahnya. Tapi di sini saksi bahasan Zubair bin Awwam termasuk 10 orang dari sekian banyak sahabat yang dijamin masuk surga. Kemudian beliau juga termasuk kelebihan yang selanjutnya adalah yang dapat jaminan mati syahid. Sebagaimana hadis yang sudah sering juga disebutkan dari awal Abu Bakar sampai sekarang Zubair waktu Nabi sallallahu alaihi wasallam berada di guah di di Bukit Hira dan mengatakan tenanglah pada saat goncang di atasmu ada Nabi e siddiq dan juga syuhada. Kemudian selanjutnya yang kelima adalah kelebihan beliau. Jadi yang pertama sepupu Nabi sallallahu alaihi wasallam. Yang kedua, tujuh orang awal masuk Islam. Yang ketiga, 10 orang yang diamin masuk surga. Yang keempat, salah satu yang dijamin mati syahid. Yang kelima adalah salah satu dari enam ahli syurahnya Umar. Waktu kita bahas tentang Umar bin Khattab sebelum meninggal, beliau sempat mengumpulkan enam orang dari sahabat Nabi yang dijamin surga yang tersisa. Utsman, Ali, kemudian Thalha, Zubair, Abdurrahman bin Auf, dan Saad bin Abi Waqqas radhiallahu anhum ajmain. Kemudian yang ke enam kelebihannya adalah orang yang paling pertama mendapatkan julukan dari Nabi sallallahu alaihi wasallam. Orang yang pertama menghenuskan pedang di jalan Allah. Dan itu ada kisahnya sendiri. Suatu hari Zubair bin Awwam di Makkah awal dia masuk Islam tersebar berita kalau Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam telah dibunuh oleh orang-orang Quraisy. Maka dia pun keluar menghanuskan pedangnya lalu mendatangi rumah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Pada saat dia mengetuk dan dia temukan Nabi sallallahu alaihi wasallam membuka pintu, maka dia pun merasa legah tapi dengan pedang terhenus di tangannya seperti orang yang siap untuk berperang. Dan waktu itu umurnya 15 tahun. 15 tahun. Luar biasa. Seperti ini pembelaan terhadap Nabi sallallahu alaihi wasallam. Lalu kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Kenapa kau Zubair?" Dia bilang, "Saya dengar ya Rasulullah, Anda dibunuh oleh orang Quraisy." Lalu kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Memang apa yang kau ingin lakukan?" Maka dia bilang, "Kalau saya tahu ya Rasulullah dan Anda dibunuh, saya akan membunuh pembunuh Anda." Maka kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Semoga Allah memberkahimu dan memberkahi pedangmu." Artinya nanti kamu akan banyak berjuang di jalan Allah subhanahu wa taala. Di dalam riwayat yang lain, Nabi sallallahu alaihi wasallam menunjuk pedangnya sambil berkata, "Sungguh pedang ini adalah pedang yang paling pertama dihenuskan di jalan Allah." Kemudian juga yang ketujuh adalah sahabat yang sangat pemberani dan dipuji oleh Ali radhiallahu anhu. Waktu kita bahas tentang Ali, kalau antum masih ingat bagaimana Ali radhiallahu anhu sangat pemberani luar biasa gitu kan terkenal sekali dengan keberaniannya. Dan waktu kita membahas perang Khaibar, perang melawan Yahudi, ada dua orang Yahudi yang sempat kita bahas pada saat itu yang keluar tingginya seperti pohon kurma kalau masih ingat gitu kan. yang semua badannya dipenuhi dengan besi. Dan yang menghadapi dua orang ini, orang dua orang Yahudi yang tingginya sampai seperti pohon kurma ini bisa 2 m 2 m tingginya adalah Ali bin Abi Thalib dan Zubair bin Awwam. Dan dua-duanya berhasil membunuh kata Ali. Jadi kita tahu biasanya orang yang layak untuk memuji seseorang adalah orang yang sebidang seprofesi dengan dia. Misal seorang alim ulama yang puji juga seorang alim ulama yang tahu tolok ukur ilmunya dia. Seorang alim ulama seorang insinyur ya insinyur juga yangempuji ilmunya dia. Gitu kan dan seterusnya bisa ditarik dalam semua bidang ya kehidupan kita. Seperti itulah kurang lebih. Kata Ali, "Tidak ada yang tahu kadar keberanian Zubair dan kebesaran jiwanya dalam menghadapi musuh, kecuali orang yang semisal dengan dia." Dan Ali memberikan kesaksian bahwasanya Zubair adalah orang yang paling berani. Dia kalau menyerang dia seperti macan tutul yang sedang menyerang mangsanya. Tidak membiarkan kecuali musuhnya sudah mati baru dia lepas. Dia mati atau musuhnya mati gitu kan. Hanya begitu saja perilakunya. Maka sangat terkenal yang luar biasa dengan kebenaran ini. Ada ciri khas sendiri ya. Ada ciri khas sendiri Zubair radhiallahu anhu dan kita lihat nanti bagaimana kiprah-kiprahnya di kanca peperangan. Kemudian yang kedelapan adalah orang yang sangat rajin bersedekah. Dan ini juga kita sebutkan semua sahabat yang sebelumnya juga begitu. Mereka sangat yakin dengan bersedekah di jalan Allah pasti akan dipanen di akhirat nanti. Tidak ragu sedikit pun. Dia memiliki 1000 orang hamba sahaya. Zubair bin Awwam punya 1000 orang hamba sahaya. Dan hamba sahaya adalah orang-orang yang didapat dari dari peperangan, dari ghanimah. Kalau pasukan muslimin menang melawan pasukan kafir, maka yang di pasukan kafir itu menjadi hamba sahaya. Dan hamba sahaya ini punya hukum sendiri dalam agama kita. Mereka menjadi hamba sahaya setiap muslim. ya bagian daripada para mujahidin dan dianjurkan setiap mujahid mendidik mereka, memperlakukan memperlakukan mereka dengan baik, memberikan pakaian, makanan dan mendidik mereka Islam. Kita temukan banyak sekali ulama-ulama Islam darinya asalnya dari hamba sahaya seperti Nafi', maula Abdullah bin Umar. Sampai ulama hadis mengatakan orang yang paling sanad dalam hadis itu sanad emas namanya. Jalur emas dalam menyampaikan hadis Nabi adalah Malik. Imam Malik dari Nafi' ini bantan budaknya Umar Abdullah bin Umar dari Abdullah bin Umar dari Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ini dikatakan sanad emas. Nafi' ini adalah bekas budak dibebaskan oleh Abdullah bin Umar dan dididik menjadi kader. Jadi Islam memang ada hamba sahaya, ada perbudakan. Tapi budak ini bukan seperti yang dibayangkan dicambuk seperti banyak orang-orang lain melakukannya, dihina, dipekerjakan keras. Ini semua tidak ada dalam Islam. Tapi yang ada adalah dididik dalam Islam. Dan memang mereka ya punya hukum-hukum sendiri. Seperti misalnya mereka bisa diperjual belikan dan yang lebih besar daripada itu hukum Allah Subhanahu wa taala dianjurkan untuk membebaskan mereka. Kita temukan misalnya selalu ada kalimat fatahrirru raqabah. Fatahrirru raqabah. selalu kita temukan ada bebasin budak. Bebasin budak. Contoh zakat mal. Salah satu alokasi zakat mal adalah arriab namanya. Pembebasan budak. Jadi kita bisa nebus budak itu bebasin budak dengan zakat mal. Kemudian juga budak bisa dipakai untuk membayar kafarah denda dalam Islam seperti kasus orang berhubungan biologis di siang hari Ramadan. Kayak sekarang misalnya, insyaallah tidak terjadi. Ada orang berhubungan suami istri, batal puasanya karena ya melakukan hubungan biologis. Maka kafarahnya, dendahnya dia harus berpuasa 2 bulan berturut-turut. Kalau dia enggak bisa, dia pertama dia bebasin budak. Kalau dia tidak bisa, maka dia berpuasa 2 bulan berturut-turut. Kalau dia tidak bisa, maka dia memberikan makan 60 orang miskin. Tapi ada di sini pembebasan budak. dijadikan sebagai tebusan sehingga mereka bebas gitu kan. Ada juga orang yang sumpah mengatakan demi Allah misalnya tapi ternyata dia salah keliru ada kafarahnya. Kafarahnya bebasin budha atau memberikan makan atau pakaian 10 orang miskin atau berpuasa 3 hari. Kita lihat ada pembebasan Buddha gitu kan. Dan banyak hukum-hukum syari'i. Bahkan setiap Buddha ada namanya hukum dalam fikih kita namanya mukatabah. Mukatabah itu seorang budak bisa datang kepada tuannya dalam Islam dan berkata, "Saya mau bebas, tapi saya ingin tebus dengan cara menebus diri saya." Maka tuannya mengatakan, "Boleh, silakan ya kalau mau bayar kepada saya misalnya R10 juta." Budaknya bilang, "Baiklah, saya akan bayar setiap bulan R1 juta. Berarti 10 bulan saya bebas. Kalau sudah sepakat, maka setiap bulan dia tinggal menyetor kepada tuannya. Kemudian 10 bulan kemudian dia bebas, gitu kan. Bisa juga hukum syari kalau seseorang memiliki budak hamba sahaya, bekerja sama dia membantu atau dia mempekerjakan kepada orang lain, lalu hasil kerjanya dibagi dua atau diambil sebagian dari hasil kerjanya. Dan ini salah satu sumber pendapatan memang yang ada dalam Islam menggunakan tenaga hamba sahaya. Dan Uthubair bin Awwam memiliki 1000 orang hamba sahaya yang dia dapatkan dari peperangan dan juga didapatkan dari pasar-pasar perbudakan yang diperjual belikan. Kemudian dia pekerjakan dan hasil yang diambil yang diserahkan oleh e hamba-hamba sahayanya dari setengah pendapatan mereka itu semuanya disedekahkan di jalan Allah. semuanya pendapatannya dari 1000 orang gitu kan. Semua dikeluarkan di jalan Allah Subhanahu wa taala. Dan ini bukti bahwasanya bagaimana beliau gemar sekali bersedekah. Bukan berarti tadi karena hasil pekerja hamba sahayanya lalu kemudian dia nikmatin. Tidak sama sekali. Diinfakkan semua di jalan atau disedekahkan semua di jalan Allah subhanahu wa taala. Zubair bin Awwam memiliki cukup banyak anak keturunan. Anak beliau itu jumlahnya sekitar 20 orang ya, 11 orang laki-laki dan 9 orang perempuan. Dan beliau menikah dengan tujuh orang wanita. Tentu ada yang meninggal kemudian menikah lagi. Karena tidak boleh menikah lebih dari empat bagi laki-laki dalam Islam. Tapi wanita-wanita yang hidup yang terlias dalam kehidupan Zubair bin Awar ada tujuh disebutkan dalam sejarah. Ada pada saat beliau meninggal memang empat orang yang bersama beliau. Tapi setiap meninggal atau beliau misalnya terpisah, saya tidak temukan riwayat beliau cerai ya. Yang kemungkinan besar adalah istrinya meninggal lalu kemudian beliau menyempurnakan poligaminya dengan empat istri. Sampai beliau meninggal dengan kondisi meninggalkan empat orang istrinya. Dan dari wanita-wanita inilah dari tujuh orang wanita yang terasa dalam hidup beliau, enam orang sempat melahirkan anak buat dia. Dan yang satu ya istri terakhirnya itu tidak sempat memiliki anak. Misal saya berikan atau saya susun di sini data tentu di buku-buku di buku yang teman-teman pegang tidak ada data ini ya. Tidak selengkap ini. Ini saya tambahkan. Istri beliau yang pertama adalah Asma binti Abi Bakar. anaknya Abu Bakar radhiallahu anhu. Asma yang terkenal ya Zatun Nitain mendapatkan julukan dua orang yang memiliki atau satu orang yang memiliki dua ikatan pinggang. Jadi Asma binti Abi Bakar inilah yang membawakan makanan dan minuman untuk Nabi sallallahu alaihi wasallam dan ayahnya Abu Bakar. Pada saat Nabi sallallahu alaihi wasallam dan Abu Bakar bersembunyi di mana? Garsur ya. di guah sur, di Gunung Sur maksud saya waktu mau hijrah ke Madinah. Jadi dialah yang datang ke sana untuk membawa makanan ya. Asma binti Abi Bakar ini menikah dengan Zubair bin Awwam. Dari Asma Zubair dikaruniai pan, lima laki-laki dan tiga perempuan. Laki-lakinya bernama Abdullah. Dan ini yang terkenal sekali ya, Abdullah bin Zubair, salah satu perawi hadis yang banyak sekali Abdullah bin Zubair. Dan beliau sempat juga menjadi khalifah beberapa saat di Makkah di zaman ada khalifah yang lain, Yazid ibn Muawiyah. Tentu ada bahasan sendiri nanti dinas Umawiyah itu. Tapi yang jelas beliau terkenal sekali salah satu ulamanya sahabat Abdullah bin Zubair radhiallahu anhu. Kemudian beliau juga punya anak yang kedua laki-laki Urwah. Yang ketiga Al-Munzir, yang keempat Asim, yang kelima Almuhajir. Lima anak laki-laki dari Asma. Jadi ini cucunya Abu Bakar gitu kan. Kemudian yang perempuan, beliau punya tiga perempuan dari Asma. Khadijah Kubra, Ummu Hasan, dan Aisyah. Jadi tiga perempuan dari Asma binti Abi Bakar. Kemudian dari istri yang kedua adalah Amah binti Said bin Ash. Said bin Ash ya, sahabat juga yang terkenal. Anaknya dinikahi oleh Zubair bin Awwam. Ama binti Said yang dikenal dengan Ummu Khalid. Allah karuni anak dari istri yang kedua ini lima orang anak, dua laki-laki dan tiga perempuan. Laki-lakinya Khalid dan Amr. Khalid dan Amr. Dan perempuan adalah Habibah, Sauda dan Hindun. Tiga anak perempuan dari Amah binti Said bin Ash. Istri yang ketiga adalah Arrabab. binti Anif bin Ubaid memiliki tiga orang anak, dua laki-laki dan satu perempuan. Anak laki-laki beliau dari Arrabab ini istri ketiga Mus'ab dan Hamzah. Anak perempuannya satu Ramlah namanya. Ramlah. Ya, nanti saya sebutkan. Kenapa saya sebutkan ini ya masalah adanya beberapa orang istri kemudian anak-anak beliau. Banyak manfaat-manfaat yang kita ambil pelajaran sebentar lagi setelah saya jelaskan dulu nama-nama istri dan anak beliau. Yang keempat, wanita yang terlintas dalam hidupnya adalah Zainab. Dan Zainab memiliki dua orang anak. Dua-duanya laki-laki, Ubaidah dan Jafar. Ubaidah dan Jafar. Kemudian yang kelima, Ummu Kalsum binti Uqbah bin Abi Muaid. Dan dari wanita ini, Zubair bin Awwam dikaruniai satu orang anak perempuan namanya Zainab. Kemudian ada yang keenam adalah Alhalal binti Qais. Alhalal binti Qais dan memiliki atau Allah karunia anak satu dan beliau memberikan nama Khadijah Sugra. Tadi dari istri Asma binti Abi Bakar ada Khadijah Kubra gitu kan. Jadi Khadijah yang besar dan Khadijah yang kecil gitu ya istilahnya begitu. Kemudian beliau menikah dengan wanita terakhir dan beliau meninggal sementara wanita ini termasuk salah satu dari istri yang masih ada, Atiqah binti Zaid bin Amr bin Nufail. Atiqah binti Zaid bin Amr bin Nufail. Ini perempuan punya sedikit cerita unik nih. Tersebar di kalangan sahabat, siapapun, siapapun yang mau mati syahid, menikahlah dengan Atiqah. Gena Atiqah ini setiap dinikahi oleh seorang sahabat, sahabat itu pasti pemberani dan mati syahid. Tiga laki-laki terlintas dalam hidupnya. Menikah dengan tiga laki-laki. Suami pertamanya adalah Abdullah bin Abi Bakar. Ini juga meninggal, mati syahid. Suami kedua Umar bin Khattab. Jadi pada saat Abdullah bin Abu Bakar meninggal, Umar bin Khattab nikahi wanita ini. Umar mati syahid. Lalu kemudian dinikahi oleh Zubair bin Awwam dan Zubair Awam mati syahid juga gitu sampai tersebar berita seperti itu. Tentu ini ya perkataan yang tersebar di kalangan mereka pada saat itu. Karena rata-rata suaminya semua mati syahid. Jadi total anak beliau adalah anak laki-laki 11 sementara anak perempuan 9. Kalau ditotal semuanya berarti jumlahnya 20. Tentu saya tidak masuk rincian apakah sebab saya juga memang pribadi tidak menemukan ya yang mana istri beliau janda, yang mana perawan saya tidak tahu. Karena biasanya tradisi sahabat kalau ada di antara sahabat-sahabat yang lain yang mati syahid di medan perang maka istrinya tidak dibiarkan jadi janda. Pasti dilamar dan mereka menikah. Dan ada satu hal di sini yang saya ingin tidak beratkan, Teman-teman sekalian ya. Kasus masalah poligami di kalangan sahabat ini adalah hal yang biasa sekali. Dan ini yang kadang-kadang masih peka di kalangan kita sekarang. Mereka sangat biasa sekali masalah poligami. Dan itu tidak pernah ada satu riwayat pun, satu riwayat pun yang menjelaskan kepada kita bahwasanya ada sahabiat yang menolak poligami. Belum pernah. Belum pernah ada satu pun mereka yang menolak itu. Waktu Nabi sallallahu alaihi wasallam mendengarkan berita ini kan yang sering diangkat nih. Bahkan saya pernah lihat di media dan di salah satu ada ustaz yang secara nasional mungkin dikenal saya tidak usah sebutkan namanya. Dia tampil dan dia malah mendatangkan riwayat ini dengan alasan poligami enggak usah ada. Subhanallah gitu kan. Perintah Allah dari langit menyuruh menikahi wanita 2 3 4. Kalau kalian takut adil tidak adil baru satu. Gitu. Sampai Syekh Bimbas mengatakan asal dalam pernikahan adalah poligami bukan monogami. Kalau ragu baru kemudian satu. Jadi di sini banyak orang yang tidak paham tentang masalah konsep seperti ini. Asalnya memang sudah seperti itu. Para sahabat biasa sekali mereka melakukan pernikahan seperti ini dan itu bukan aib bagi mereka. Kalau ada seorang yang mati syahid meninggal, maka pasti para sahabat yang belum mati berlumba-lumba mendatangi rumah mereka sambil mengatakan, "Wahai Ummu Fulan, kami kalau habis masa iddahmu, beritahukanlah kepada kami." Saya kembali dulu ke riwayat tadi. Ada orang yang menolak poligami sekarang dengan alasan riwayat ini mengatakan bahwasanya Ali radhiallahu anhu pernah di masa Fatimah masih hidup radhiallahu anha akan menikah dengan anaknya Abu Jahal. Abu Jahal meninggal dalam keadaan kufur, tapi anak perempuannya masuk Islam. Karena dianggap kedudukan Abu Jahal dulu raja Makkah. Orang-orang muslimin mengatakan, orang-orang dari Makkah mengatakan, orang-orang Quraisy, "Wahai Ali, nikahilah anaknya Abu Jahal sebab dia punya kedudukan layak untuk menikah dengan orang seperti kamu." Maka Ali pun waktu itu diam menunggu titah dari Nabi sallallahu alaihi wasallam. Fatimah di sini tidak ada satu kalimat pun dan riwayat mengatakan Fatimah radhiallahu anha tidak pernah ada riwayat satuun sahabiat yang menolak masalah hukum Allah Subhanahu wa taala ini. Tidak pernah ada riwayat satu pun saya katakan seperti itu. Riwayat yang saya sebutkan sebentar lagi adalah riwayat yang sering diangkat dan disalah pahami. Waktu mendengar bahwasanya Ali akan menikah dengan anaknya Abu Jahal, Nabi sallallahu alaihi wasallam naik ke mimbar lalu berkata setelah tahmid dan selawat. Beliau mengatakan, "Saya bukan melarang hukum poligami dan saya tidak menahan Ali untuk menikah lagi." Nabi sallallahu alaihi wasallam jelaskan, "Tetapi tidak layak bersatu di bawah naungan seorang laki-laki, anak seorang nabi dan anaknya musuh Allah, gitu kan." Jadi di sini Nabi sallallahu alaihi wasallam bukan melarang ahli poligami. Fatimah juga tidak pernah menolak poligami pada saat masa hidupnya. Tetapi yang di sini Nabi sallallahu alaihi wasallam waktu itu yang mengambil Ali menahan dan ini kata para ulama kemungkinan besar memang wahyu dari Allah Subhanahu wa taala karena Nabi sallallahu alaihi wasallam tidak pernah berbicara kecuali dengan wahyu gitu kan. Maka yang terjadi adalah Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan tidak layak anak seorang nabi berada di bawah naungan laki-laki disatukan dengan anak musuh Allah gitu kan. Hanya karena kasus itu saja. Ya, tapi dikatakan nih buktinya nih Ali sendiri tidak menikah, tidak poligami sampai Fatimah meninggal. Nabi sallallahu alaihi wasallam sendiri tidak menikah sampai Khadijah meninggal sehingga dijadikan sebagai tolok ukur. Salah, saudaraku. Kita kalau bicara masalah hukum syari tidak boleh membawa perasaan. Enggak boleh. Karena kalau kita bawa perasaan tidak akan ada jihad, enggak akan ada salat malam, tidak akan ada lagi hujan lebat ke masjid, tidak akan ada membersihkan kotoran orang tua kita kalau bentuk bakti, tidak ada semua itu, gitu kan akan hilang karena kita akan bawa perasaan. Tapi kalau dalam agama tidak ada perasaan, apapun yang diperintahkan bahkan sampai darah kita pun tertumpah di jalan Allah, kita tidak akan pakai perasaan. Memang sudah begitu. Itulah kesempurnaan orang-orang yang beriman. Tentu saya tidak katakan setiap orang langsung spontan melakukan poligami. Dia harus belajar, punya ilmu. Kata Umar radhiallahu anhu, kalau antum masih ingat dulu pada saat kita membahas kisah Umar, kata-kata bijaknya dia mengatakan, "Berilmulah sebelum kalian memimpin. Berilmulah sebelum kalian melakukan sebuah perbuatan." Artinya kuasain dulu ilmunya. Poligami dalam Islam adalah bab tertinggi dalam rumah tangga. Bab pernikahan orang harus menjalani dulu rumah tangga yang awal, membangun pondasi yang kuat dan poligami itu jangan dipikiri ikhwah di sini misalnya untuk dirinya. Akhwat juga di belakang jangan berpikir poligami buat suaminya. keliru untuk dua-duanya itu. Dua-duanya punya maslahat dalam masalah poligami. Ini si suami mendapatkan tambahan pasangan karena menjalankan sunah Allah, perintah Allah. Karena tidak ada laki-laki yang melakukan poligami dengan niat hanya hawa nafsu kecuali pasti akan rusak rumah tangganya. Enggak pernah berhasil poligami itu. Tapi kalau niatnya karena perintah Allah dan Rasul-Nya, memang ini adalah sebuah perintah Allah dan dia juga tidak sampai merusak rumah tangga dia yang pertama. tidak ada uzur syari kalau dia rusak, maka insyaallah itu akan aman-aman saja, tidak ada masalah. Makanya dia merangkul pasangannya untuk sama-sama menyempurnakan agama itu, gitu kan. Sama-sama. Bagi akhwat yang suaminya menikah, maka dia akan mendapatkan sahabat yang dekat dengan dia. Ini bukan musuh, bukan saingan. Sampai dalam bahasa Indonesia itu diistilahkan dengan madu. Madu kan selalu manis gitu ya. Artinya orang yang selalu bisa memberikan kehangatan, ketentraman. Banyak teman-teman saya melakukan ini dan memang melakukan dengan asas agama. Subhanallah. Ke mana-mana pasangan hidup mereka sama-sama pergi. Bahkan ada teman saya yang sangat dekat di kota Makassar itu sampai jadi buah bibir di Makassar. Ke mana pun istri-istri mereka dia jalan, sama-sama semuanya ramai-ramai. Mungkin orang kalau pakai perasaan enggak masuk di akal, kenapa harus begini? Kalau Anda belum bisa melakukannya, jangan menolak hukum Allah Subhanahu wa taala karena akan ke mana-mana rentetannya. akan menilai kenapa Nabi poligami, akan menilai kenapa sahabat poligami. Bahkan lebih berat kenapa Allah turunkan hukum poligami. Saya pernah dengar dengan telinga saya sendiri salah satu dosen di kampus karena dia mungkin pada saat lagi gembar-gembor masalah poligami di Indonesia lalu dia mengatakan dari poligami. Subhanallah. Kalau Anda belum mau kerjakan ya silakan sendiri saja gitu kan. Jangan ajak orang lain. Kita disuruh mengajak orang lain untuk melakukan apa? Kebaikan. Jangan malah larang orang lain melakukan kebaikan. Seperti pernah saya kasih kasus, contoh, banyak orang mendatangi masjid pada saat dia temukan masjid itu kotor misalnya karpetnya atau kerannya bocor gitu kan atau apa sajalah kekurangan panas misalnya dia salat kemudian dia keluar yang ada dia menghina rumahnya Allah masjidnya kotor kamar mandinya kotor panas kalau salat di sana menghina rumah Allah kalau Anda punya rumah dihina seperti itu. Mau enggak kalau ada tamu datang bilang, "Panas rumahmu misal karpetmu kotor. Mau enggak kira-kira kita digituin rumah kita? Kita enggak mau bagaimana rumahnya Allah azza waalla. Semestinya kita harus berpikir positif kalau kita datang." Bahkan lebih parah lagi ya, kadang-kadang orang seperti ini melarang orang lain datang ke masjid itu. Ada temannya atau kerabatnya, "Mau ke mana?" "Oh, saya mau salat di masjid." "Jangan, di sana panas, sana kamar mandinya kotor, di sana begini dan begitu." Bukan cuma sekedar dicukupkan dirinya yang tidak melakukan punya andil bahkan menghina ya rumah Allah, hukum Allah di situ untuk kita salat. Bahkan mengajak orang lain untuk juga melakukan itu. Membenci masjid itu. Membenci rumah Allah. Membenci mengerjakan hukum Allah salat di situ. Subhanallah. Mesti kita berpikir, apa andil saya? Kalau panas belikan AC kalau Anda punya uang supaya panasnya hilang. Maka semua orang yang salat di situ akan kita panen pahalanya karena dia merasa sejuk dan nyaman. Kamar mandinya rusak. Ganti kerannya berapa satu keran? R30.000, Rp50.000 ganti. Semenjak baik itu anggaplah 1 tahun saja berlaku, 1 tahun lagi bocor, rusak. Tapi 1 tahun berapa banyak orang yang wudu kita panen pahalanya? Berapa lama antum kalau ngangkat karpet masjid dekat rumah yang sudah kotor pamit sama marbotnya masukkan ke laundri. Atau coba saya sering lakukan dan alhamdulillah berhasil. Setiap kali ada terlintas di benak saya sebuah program sosial, maka saya langsung lempar ke jemaah saya. Ini ada program motor untuk dai. Ini ada program untuk cetak buku ulang. Ini ada untuk AC masjid. Ini untuk dispenser. Ini untuk ini. Jadi saya buatin program dan alhamdulillah dengan mudah bergulir karena saya ngajak orang-orang berbuat kebaikan. Allah mudahkan, Allah berkahi. Berapa banyak tempat yang sudah kita perbaikin. Berapa banyak ee kasus-kasus masalah orang lilit hutang sudah terlunasi. dan beragam macam hal. Pikirkan bagaimana kita punya andil di situ. Ada orang subhanallah kasus dalam ini contoh ini ditarik dalam masalah poligami. Ada orang dia belum bisa poligami, dia menghina poligami itu gitu kan. Ini berbahaya sekali nih menghina hukum Allah Subhanahu wa taala. Kalau dia belum bisa, ya dia sendiri. Jangan ajak-ajak orang lain, gitu kan. Dan lebih parah daripada itu tadi sama kasus masjid dia sudah menghina rumahnya Allah. Yang kedua, lebih parah daripada itu. Dia menghadang orang lain untuk datang ke masjid itu. Dia menghalang orang lain untuk melakukan poligami. La haula wala quwwata illa billah. Kalau Anda masih belum bisa, maka berarti ilmu Anda yang belum sampai ke situ, gitu kan. Kalau kita belum punya ilmu, berarti syaratnya adalah belajar. Coba pelajari. Bukan malah membenci hukum Allah Subhanahu wa taala. Dan ini hal mendasar dipahami sekali oleh para sahabat dan sahabiat. Mereka tidak punya kendala sama sekali dengan masalah itu. Tidak pernah ada satu riwayat istri-istri Nabi sallallahu alaihi wasallam menolak waktu Nabi nikah poligami. Enggak pernah. Coba datangkan satu riwayat pun tidak ada sama sekali. Yang ada mereka cemburu. Iya. Terjadi kecemburuan. itu pun ini tolong digaris bawahi. Saya sekaligus mengingatkan karena ada di antara teman-teman kita dai subhanallah mereka tidak poligami. Terus mencak-mencak di YouTube di mana-mana saya lihat cuplikannya ya. Bahkan ada beberapa orang di antara teman saya, saya baru rencana mau telepon gitu ngomong masalah mustahil poligami terjadi. Mustahil kalau ada orang bisa membuat seorang istri membuat suaminya nikah sama temannya. Subhanallah. Kok bisa mustahil? Dari mana mustahil ini? Dan saya temukan ternyata teman-teman ini, teman-teman ini ternyata memang belum poligami. Memang dia bukan praktisi. Maka saya sarankan kalau kita belum melakukan sebuah ibadah, jangan kita menjadi tokoh di situ. Bukan ahlinya gitu kan. Kalau kita lihat orang-orang yang praktisi, saya temukan banyak kasus di lapangan orang-orang yang berpoligami yang memang istrinya punya andil di situ. Guru besar saya yang saya sangat kagumi, Dr. Saleh Suhaimi. Beliau buta matanya di Masjid Nabawi. Beberapa tahun lalu, mungkin kurang lebih ya, kurang lebih sekitar 9 10 tahun yang lalu, saya ditelepon oleh sepupu beliau, Dr. Fahad, yang mengajar saya materi akidah di Masjid Naba, di di kampus dulu di Madinah. Khalid. Eh, ada Syekh Saleh Suhaimi mau menikah, tolong dicarikan istri. Dia mau istrinya dari Indonesia. Baik, Syekh. Insyaallah saya iklanin di pengajian saya waktu itu masih di Makassar. Saya iklanin ini ikhwah akhwat tolong ada seorang syekh, beliau pengajar di Masjid Nabawi hafal Quran 30 juz gitu kan. Beliau seorang ulama mufti. Seluruh dunia banyak mengambil fatwanya beliau. Tapi memang beliau buta. Umurnya sekitar 50-an ingin menikah poligami. Saya juga awalnya waktu itu saya belum poligami dan akhirnya saya berpikir apakah ini bisa terjadi gitu. Tapi saya coba tawakal alah banyak akhwat yang hubungin saya waktu itu ke HP saya. Ustaz saya dengar ada berita begini. Apa benar? Saya bilang, "Iya benar. Baik, Ustaz. Saya bersedia." Ada beberapa orang maka saya sampaikan ke Syekh. Syekh ini biodatanya sudah masuk. namanya si fulan, fulan, fulan, umurnya begini dan seperti ini. Syekh pun menyampaikan kriteria yang dia inginkan. Dan Syekh waktu itu sudah memiliki tiga orang istri. Ini istri yang keempatnya. Dan saya sampaikan ini Syekh sudah punya tiga orang istri dan dia membutuhkan istri yang keempat. Subhanallah. Ada di antara akhwat yang kita tidak pikir. Saya waktu itu masih menikah dengan satu orang istri saya di Makassar dan saya tidak tahu kalau memang akan terjadi itu. Ternyata ada di antara akhwat kita dan umur mereka masih muda, mereka masih baru menuntut ilmu, tapi mereka mau. Dan akhirnya subhanallah karena Syekh tidak melihat maka yang bantu dia untuk melihat akhwat itu. Karena akhwat ini pakai cadar waktu itu masih masuk di warnet belum seperti sekarang fasilitas luar biasa internetnya. Di HP bisa itu masih-masih di warnet. Kemudian masuk di wanita yang tertutup, ruangan tertutup. Ukhti kita ini yang sekarang jadi istri beliau di Madinah dan masyaallah sudah punya anak sekarang sudah warga negara Saudi gitu kan. Itu ee duduk di depan komputer kemudian dibuka cadarnya yang bantu Syekh untuk melihat istri calon istrinya istri pertamanya beliau, Ummu Abdillah. Dan Ummu Abdillah yang mengatakan, "Syekh ini sudah cocok buat Anda. Lamar saja dia." Begitu nikah saya telepon, "Khalid, saya sudah cocok sama ini." Maka lamarkan. Saya lamarkan. Kemudian saya juga buatkan acara di gedung waktu itu di Kota Makassar dan berhasil alhamdulillah menikah sudah selesai di waktu itu Ukhti kita masih sekolah, masih kuliah dibiayai sama Syekh kuliahnya sampai 2 tahun baru berangkat ke Madinah. Setelah itu akhirnya punya anak dan sampai sekarang hidup. Bahkan Ummu Abdillah berbagi malam. Awal datang Ummu Abdillah mengatakan kepada Syekh, dia mengatakan istrinya yang pertama ini bilang, "Saya kasih malam saya untuk orang ini. Enggak apa-apa. Ini seperti adik saya sendiri." Dan dalam rumah tangga beliau itu saya lihat luar biasa bagaimana istrinya itu seperti saudara. Bahkan saling telepon, "Hari ini kamu mau masak apa?" "Saya masak yang lain." Ya. Terus begitu kalau sopirnya syekh pergi ke pasar untuk beli belanja makanan, maka masing-masing punya pesanan dan mereka tidak pernah itu yang kita dengar berantem, pukul-pukulan. Saya enggak habis berpikir kalau itu bisa terjadi kecuali memang niatnya sudah bukan karena Allah dan rasulnya. Dan banyak kasus seperti itu. Saya ikhwah berpoligami, saya pribadi. Dan kalau istri saya dari Makassar datang ke Jakarta, saya suruh istri saya di Jakarta jemput. Fadol jemput kakak kamu di bandara. Dijemput sama dia. Saya kasih duit, silakan belanja sama-sama. Bahkan saya ajak kalau saya ke Makassar, saya ajak istri saya untuk datang. Dan alhamdulillah saya tempat dalam satu rumah di Makassar sama-sama dan berjalan kehidupan. Saya keluar sama-sama satu mobil, saya praktisi dan saya temukan tidak ada masalah itu. Kok bisa ada dai-dai yang bicara? Tidak mungkin, tidak mungkin. Subhanallah. Orang-orang ini bagaimana? Bukan praktisi terus ngomong. Itu yang saya ingin jadi beratkan di sini, ikhwah akhwat sekalian, adalah jangan benci hukumnya Allah. Enggak boleh. Kalau kita belum bisa kerjakan, kitanya masih kurang ilmu. Tadi contoh kasus masjid benci masjidnya Allah. Kemudian ajak orang lain benci masjid itu. Subhanallah. Ini hati-hati ada dosa di belakangnya gitu kan. Jadi saya yang saya ingin titik beratkan sebenarnya bukan sedang menceritakan Syekh Salh, bukan ceritakan diri saya, tapi saya sedang menyampaikan jangan sampai ada persepsi negatifnya terhadap hukum Allah dan terhadap sahabat yang mengerjakannya. Tadi kan nama-nama banyak ya, wanita teris dalam hidup beliau banyak keturunannya dan itu bukan aib dalam agama Islam sama sekali. Tidak ada aibnya. Dari sisi lain tidak boleh juga ikhwah banyak ikhwah melakukan poligami tidak sehat dirahasiakan sama istrinya. Kenapa dirahasiakan, akhi? Apa yang antum takutkan? Takut hanya kepada siapa? Allah azza waalla. Sampaikan apa adanya. Kalau belum bisa, bujuk, rayu, sampaikan hukum syar'i buat. Antum harus berhasil. Emang begitu. Enggak mungkin kita buka cabang perusahaan ya atau buka cabang toko, cabang apalah usaha kita. Buka yang baru sementara yang pertama masih amburadul, administrasinya masih belum rapi. Kemudian buka lagi cabang tambah kacau nanti rugi semua. Tapi dibuat rapi sedemikian rupa. Baru kemudian buka lagi cabang yang lain baru seterusnya. Dan ini perintah agama. Perintah agama. Bagi yang masih belum bisa, saya sarankan niat saja. Apa boleh buat? Saya bilang niat agar antum meninggal meninggal dapat pahalanya poligami. Karena kalau tidak niat sama sekali berarti ada pahala yang kehilangan tuh. Jadi orang kalau belum bisa haji, enggak ada duitnya, jangan bilang, "Oh, saya enggak mampu haji. Sudahlah meninggal." Enggak dosa. Memang enggak dosa. Tapi dia tidak dapat pahala haji. Tapi kalau dia niat, "Satu waktu saya punya uang, saya mau haji." Ya Allah. mudahin terus meninggal dapat pahala haji. Sudah tahu kan hadisnya? Man hamma bihasatin walam ya'malha. Siapa yang niat saja mengerjakan satu perbuatan baik, kutibahu hasanatun kamilah. Dicatatkan baginya satu pahala lengkap ibadah itu. Baru niat. Fain amilaha kalau dia kerjakan kutib lahu asru adafiha ilinfinir. Dicatatkan baginya 10 kali lipat bahkan 700 kali lipat dan kelipatan-kelipatan yang banyak. Antum mau tidur malam, niat salat tahajud, niat itu sudah dapat satu lengkap pahala tahajud. Bangun malam 700 kali lipat tergantung dari kadar keikhlasan seseorang. Niatkan untuk itu berdoa kepada Allah Subhanahu wa taala. Karena beda. Ini ciri orang mukmin yang cerdas. Akhwat kita belum bisa menerima poligami. Berdoa sama Allah, "Ya Allah, Engkau turunkan hukum ini dan berat dalam hati hamba ini. Ya Allah, berikan hamba petunjuk, berikan hamba kemudaan gitu kan supaya bisa berjalan." Maka ini hal mendasar mesti diketahui. Dan semua ini sebenarnya adalah pembelaan terhadap perilaku Nabi sallallahu alaihi wasallam dan sahabat Nabi yang memang melakukan hukum poligami ini dan juga Allah Subhanahu wa taala telah menurunkan hukum dalam Al-Qur'an. Kemudian kita masuk Zubair bin Awar radhiallahu anhu ya. Dimulai dari kenapa beliau memilih nama-nama anaknya. Kalau tadi masalah beliau poligami sudah saya jelaskan. Sekarang tinggal beliau memilih nama anak-anak. Dan perlu kita tahu juga Nabi sallallahu alaihi wasallam selalu mempersaudarakan antara sahabat. Dan ini penting sekali ikhwah akhwat sekalian. Cari siapa orang yang sangat saleh di antara teman-teman Anda. Tentu sesama jenis orang itu saleh, salatnya on time, selalu menjaga majelis-majelis ilmu. Pokoknya orangnya saleh dan salehah. Datang ke dia dan ucapkan, "Inni uhibbuka fillah." Kalau laki-laki inni uhibbuki fillah, saya cintai kamu karena Allah. Karena pernah ada orang yang datang di hadapan Nabi sallallahu alaihi wasallam dan berkata, waktu lihat ada satu sahabat salatnya khusyuk luar biasa. Kata sahabat itu, "Saya suka orang ini karena Allah." Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Kejar dan ucapkan di hadapannya." Pengucapan ini penting gitu kan. Ini ada hukum sendiri. Pahalanya besar. Kita boleh mencintai semua muslim, tapi pilih orang-orang yang mutiarahnya manusia ini, mutiarahnya orang yang beriman yang luar biasa, yang lebih baik jadikan sebagai sahabat dekat. Dan ini memang dalam agama sama satu orang biasanya ya. Nabi sallallahu alaihi wasallam persaudarakan antara Abdurrahman bin Auf dengan Sa'ad radhiallahu anhu ajmain. Kemudian juga Nabi sallallahu alaihi wasallam persaudarakan antara Zubair ini dengan Thalhah. Yang kita bahas yang lalu. Ini memang ya sahabat dekatnya. sehingga keduanya ini saling memotivasi dan subhanallah kejiwaan mereka sama. Dua-duanya gemar berjihad, dua-duanya mendapatkan julukan mati syahid, dua-duanya dapat jaminan 10 jam masuk surga dan luar biasalah. Ada sedikit pelajaran di sini dari perilaku ee Zubair bin Awwam dalam memilih nama anak-anaknya. Dan tadi alasan juga kenapa saya datangkan nama-nama ini. Karena kalau yang pegang bukunya tidak menemukan nama-nama tadi yang saya sebutkan itu semua. Nama anak-anaknya, nama istri-istrinya gitu kan. Nama-nama ini sengaja saya nukil dan saya angkat dan ini memang riwayatnya semuanya sahih. Agar kita mengenal nama-nama para sahabat. Jadi Zubair pernah berkata, "Thalha sahabat dekatku memberikan nama anak-anaknya, nama-nama nabi." Pertemuan yang lalu. Kalau antum masih ingat, anak-anak Thalhah semuanya nama nabi. Nama-nama Nabi. Musa, Ibrahim, nama-nama nabi semua. Kata Zubair, Thalha memilih nama-nama Nabi karena dia suka dengan para nabi. Tetapi dia lupa kalau tidak ada Nabi setelah Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Kata Azzubair, "Sementara saya mencari nama untuk anak-anak saya semuanya orang yang mati syahid laki-lakinya gitu kan. Agar mereka semuanya mati syahid." Saking cintanya dengan mati syahid ini sampai semua anaknya dinamakan nama orang-orang yang mati syahid. Dan juga di salah satu kanca peperangan, Zubair bin Awwam membawa anaknya yang bernama Abdullah. Anak pertama dari Asma. Waktu itu Abdullah masih 10 tahun umurnya. Diajak di atas kudanya diajak berperang. Saking cintanya dengan jihad, anaknya 10 tahun diajak ke kanca peperangan. Kalau antum 10 tahun diajak ke kolam renang. Diajak ke kebun binatang, diajak ke mall. Zubair awam bawa anaknya di kanca peperangan satu kuda sama dia sambil bacot-bacotan sama musuh. Anaknya ada di situ. Lihat saksikan ini jihad di jalan Allah, Nak. 10 tahun. Bagaimana enggak jadi mujahid tuh anak gitu. Luar biasa sanging cintanya dengan syahadah ini. Beliau mengatakan dalam salah satu riwayat, tentu riwayatnya ada disebutkan ya di dalam tabaqat ee karya Ibnu Sa'ad. di jilid 3 halaman 74. Zubair bin Awwam berkata, "Sesungguhnya Thalha bin Ubaidillah at-Taimi memberi nama anak-anaknya dengan nama para nabi, dia, padahal dia mengetahui tidak ada nabi setelah Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam." Maksudnya apa? Kalaupun milih nama Nabi maka yang paling layak Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Karena beliau nabi yang paling sempurna gitu kan. Sedangkan aku menamakan anak-anakku dengan para syuhada. nama para syuhada. Mudah-mudahan mereka semua gugur mati syahid. Dia menamakan anaknya Abdullah. Diambil dari nama sahabat Nabi yang mati syahid di perang Badar Abdullah bin Jahasy radhiallahu anhu. Kemudian Al-Munzir diambil dari nama Almundir bin Amr juga mati syahid. Urwa diambil dari Urwah bin Mas'ud. Hamzah dari Hamzah bin Abdul Muthalib. Kemudian Jafar dari Jafar bin Abi Thalib. Mus'ab dari Mus'ab ibn Umair, Ubaidah dari Ubaidah bin Harit, Khalid dari Khalid bin Said, dan Amr dari Amr bin Said bin Ash. Dan ini nama-nama ya para syuhada. Nama para syuhada. Kita masuk sekarang bagaimana kesabaran Zubair dalam berdakwah di jalan Allah Subhanahu wa taala dan keberaniannya yang luar biasa. Pernah satu waktu ibunya Sofiah waktu Zubair masih kecil sebelum masuk Islam itu kalau ibunya lagi tegur sesuatu ibunya sangat tegas marah sama dia. Luar biasa ya. Dan ketegasan ini membuat tidak lazimlah tidak semua umumnya perempuan bisa tegas seperti dia gitu. Umumnya perempuan kadang-kadang lebih lembut gitu kan. Tapi ini tegas Sofia, kakaknya atau adiknya ee Sofia ini namanya Noval. Noval ini merasa prihatin dengan bagaimana Sofia mendidik anaknya. Sampai akhirnya Noval menasihatin tapi Sofia enggak mau dengar. Enggak, ini anak saya. Saya tahu ini demi kebaikan. Maka Noval ini orangnya pemberani sekali. Noval ini terkenal gitu kan di Makkah. seorang tokoh Quraisy. Tapi karena ini saudara perempuannya dia tidak mau bantah. Maka dia pun berkata, "Saya laporkan ini kepada suku, kepala suku waktu itu ya yang terkenal dari Abdudd, dari suku mereka." Nasihatin dinasihatin Sofya. Lalu Sofia mengatakan, "Saya cuma mau orang ini anak ini menjadi tokoh masyarakat dan menjadi pemberani. Saya enggak mau jadi pengecut, tapi enggak disebutin kira-kira masalahnya apa pada saat itu." Lalu kemudian ya setelah masuk Islam, Zubair masuk Islam, ternyata yang menyiksa Zubair adalah pamannya Noval. Noval ini akhirnya dibenci dengan Zubair yang tadinya dia waktu Zubair kecil dia bela sekarang malah dia benci. Dan waktu mendengar Zubair masuk Islam, maka Noval pun memegang Zubair kemudian membungkusnya dengan sebuah tikar lalu membakar api di sekitarnya yang bisa setiap saat membakar Zubair sambil mengatakan, "Kau harus meninggalkan agamanya Muhammad kembali ke kakek moyangmu." Maka dia mengatakan, "Tidak," kata Zubair, "walaupun engkau membakarku. Walaupun engkau membakarku, maka akhirnya pamannya pun melepaskan karena dia sangat kokoh." Dan ini contoh bagaimana kesabaran yang diangkat oleh penulis buku. Salah satu kisahnya waktu disiksa oleh pamannya dan dibakar di sekitarnya di umur 15 tahun ya tetap dia kokoh dengan agama Allah. Kemudian juga Urwah. Urwah bin Zubair anak beliau menceritakan di tubuh ayahku Zubair ada 13 luka sabetan pedang. Salah satunya di pundaknya. Dan itu semua karena berperang. Karena itu semua berperang. Luka itu saking dalamnya sabetan pedang yang dipukul ke badannya membuat lubang. Ada sabetan pedang itu lubang dan aku bisa memasukkan jariku ke dalam luka itu. Dua sabetan pedang yang sangat dalam. Ada tiga ya. Dua didapatkan di perang ya Bader dan satu lagi di perang Yarmuk. Jadi ini sabetan pedang yang didapat di pundaknya. Karena Zubair punya ciri khas kalau berperang itu begitu berhadapan sama musuh tinggal tunggu instruksi panglima perangnya mengatakan Allahu Akbar dia paling depan paling pertama menyerang gitu kan. Selalu di depan tidak pernah terakhir tidak pernah di tengah-tengah selalu awal dan dia tidak pernah mau puas kecuali dia sudah dobrak musuh pakai kudanya sampai ke ujung pasukan. Setelah itu dia kembali lagi nyerang lagi dari sana sampai ke sini. Akhirnya kocar-kacir musuh gara-gara itu gitu. Satu orang enggak ada orang berperang kalau orang-orang nonmuslim ya mereka tidak kejar namanya mati syahid. Mereka tidak tahu namanya mati syahid. Maka mereka ya ragu-ragu kalau berhadapan musuh baru menangkis, baru menyerang. Tapi tidak ada yang berani langsung menyerang. Dan ini tokoh luar biasa. Keberanian yang luar biasa yang dimiliki oleh Zubair radhiallahu anhu. Tapi nanti juga akan ada bahasan dalam peperangan. Ya, ini cuma sekedar gambaran saja. Kata Ali bin Zaid rahimahullah, seorang ulama tabiin, "Aku pernah melihat Zubair di bagian dadahnya ada seperti tanda-tanda yang besar seperti mata-mata unta dan itu adalah tanda tusukan tombak atau anak panah. Jadi biasanya kalau tombak dilempar tertusuk di badan seseorang maka menghasilkan lubang gitu kan. Zaman sekarang mungkin Mas masih ada cara untuk dioperasi, dikembalikan, ditutup. Zaman dulu enggak bisa. Jadi tombak ya sudah ditutup sampai darahnya berhenti. Kering sendiri ya sudah berarti jadi berbekas gitu kan. Di dada Zubair ditemukan banyak sekali ya waktu beliau terbuka bagian bajunya. Karena zaman dulu orang menggunakan izar dan rida ya seperti baju ihram. Jadi bagian atas itu cuman dililit-lilit saja biasanya begitu. Maka ada terlihatan lubang-lubang tersebut dan itu adalah bekas tombak atau anak panah dan beliau tetap tidak pernah mengeluhkan kepada orang lain dan ini masuk dalam substansial bahasan bagaimana kesabaran dia dalam menerima apapun yang diterima dari jalan Allah Subhanahu wa taala. Zubair termasuk orang yang hijrah di Habasyah. Dan Habasyah ini adalah Ethiopia tentunya di awal-awal Islam kaum muslimin banyak disiksa oleh orang-orang kafir Quraisy. Sebagaimana kita tahu sampai Allah Subhanahu wa taala mengizinkan melisan Nabinya Muhammad sallallahu alaihi wasallam untuk hijrah ke Habasyah. Ya, hijrah ke Habasyah. Maka hijrahlah sahabat-sahabat Nabi dan di antaranya adalah Zubair bin Awwam. Dan ini ada fadilah sendiri karena orang yang hijrah itu punya pahala ya. Hijrah itu ibadah. Dan Zubair termasuk sama dengan Utsman bin Affan. hijrah ke Habasyah dan ke Madinah. Jadi dua pahala hijrah yang mereka dapatkan. Pada saat sahabat tinggal di Ethiopia di Habasyah ini, Najasyi, raja mereka pada saat itu yang akhirnya masuk Islam di tangan Jafar bin Abi Thalib. Dan ada hukum sendiri di sini. Najasyi pada saat masuk Islam didengar oleh para pendeta-pendeta dan pastur dan mereka pada saat sudah mengatakan Isa anak Tuhan. Maka mereka pun berusaha memenggulingkan Najasyi. Maka Najasyi akhirnya menyembunyikan Islamnya. Dan beliau sempat meletakkan di bagian bajunya lembaran Al-Qur'an dari yang ditulis di atas kulit. Dibawa oleh Jafar lalu ditaruh di dalam dadahnya lalu dikumpulin sama dia pastur-pastruk semua sambil dia mengatakan, "Kenapa kalian mau memerangi saya?" Kata mereka, "Engkau telah berkhianat wahai raja. Engkau telah mengubah keyakinan kami bahwasanya Isa itu anak Tuhan. Gitu kan. Lalu kata Najasyi, "Apa yang kalian yakini?" Mereka bilang, "Kami yakin kalau Isa anak Tuhan." Lalu Najasyi pegang dadanya sambil niat untuk memegang Al-Qur'an tadi. Dan dia mengatakan, "Saya dalam keyakinan ini." Gitu kan. Maksudnya Al-Qur'an ini mereka tangkapnya keyakinan seperti yang dipegangi oleh orang-orang Nasrani. Karena waktu itu memang dia akan digulingkan gitu kan. Yang terjadi adalah ada salah satu dari pastur yang ada hadir pada saat itu sepunya Najasyi dan dia tidak terima itu. Dia bilang pasti Najasyi ini dusta. Enggak mungkin dibentuklah sama dia pasukan untuk memerangi Najasyi. Terjadi perang. Nah, sebelum terjadi perang, kaum muslimin, sahabat yang sudah lari dari Makkah waktu itu merasa tentram di Ethiopia karena dikasih makanan, minuman, naungan. Mereka bebas beribadah semaunya gitu kan. Bahkan Najasiyi sempat syahadat di tangan Jafar bin Abi Thalib. Makanya waktu beliau meninggal, Nabi sallallahu alaihi wasallam sempat mensalati ghaib Najasyi. Karena waktu beliau meninggal sudah tidak ada lagi sahabat di Ethiopia. semua sudah hijrah ke Madinah gitu kan. Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam mensalati ghaib. Dan ini juga sebuah hukum sendiri bahwasanya salat ghaib itu dikerjakan bagi orang yang tidak ada ya muslimin yang lain mensalatinya. Kalau kita di Indonesia kan meninggal di Surabaya, Jakarta salat ghaib, di Bandung salat ghaib. Ini enggak pernah ada sunahnya sebenarnya. Satu-satunya riwayat berhubungan dengan salat ghaib adalah salatnya Nabi sallallahu alaihi wasallam kepada untuk Najasyi. Waktu Najasyi meninggal di sana karena tidak ada satuun muslim di sana sendirian dia. Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam salati di Madinah gitu kan. Itu hukum syari yang ada diambil. Tapi ringkas cerita adalah pada saat Najasyi diserang oleh sepupunya sendiri yang juga salah satu pastur membentuk pasukan terjadi peperangan. Najasiyi sempat mengamankan beberapa sah semua sahabat semua sahabat untuk menyeberang sungai Nil. Jadi kalau kita lihat ee Ethiopia itu berada di wilayah Afrika. Antara Afrika, Ethiopia dengan Jazirah Arab itu ada laut merah ya, ada pecahan sungai Nil di situ. Maka dia pun atau Jandas menurut sahabat-sahabat untuk menyeberang sungai Nil. Ya kalau saya tahunya si bukan sungai Nil, dia menyeberang laut merah sebenarnya. selamatkan diri ke wilayah Yaman di tepi laut merah disuruh tunggu di situ. Maka yang terjadi adalah waktu terjadi peperangan, kata Ummu Salamah radhiallahu anha yang nanti jadi istri, jadi istri Nabi sallallahu alaihi wasallam, Ummul Mukminin berkata, "Waktu itu kami semua berdoa agar Najasyi diberikan kemenangan. Karena kalau Najasyi kalah, maka tidak ada lagi tempat bernaung kecuali kembali ke Makkah dan bisa disiksa lagi." Waktu dia bilang, "Kami lagi ragu, khawatir, jangan sampai Najasyi yang kalah. Karena mereka ini bisa dibunuh nanti. Tapi Najasyi sudah memberikan keamanan untuk menyeberangi Laut Merah. Kata Ummu Salamah, kami pun akhirnya berkata satu sama yang lain, "Siapa kira-kira yang berani menyeberang laut ini lalu menyaksikan peperangan, melihat siapa yang menang, lalu menginformasikan kepada kami?" Semua orang waktu itu diam, gak ada yang ngomong. Zubair datang mengatakan, "Saya umurnya 15 tahun waktu itu. Saya akan nyeberangin lautan ini dan saya akan saksikan peperangan itu." Kata Ummu Salamah. Lalu kemudian ditiupkanlah ya bantal atau balon gitu kan yang diletakkan di da lalu dia menyeberang. Lalu Zubair pun menyaksikan apa e peperangan tersebut. Dan tidak lama kemudian, sementara kami lagi dalam keadaan ragu, Zubair sudah menyeberang kembali dan berteriak sambil mengatakan, "Berita gembira wahai kaum mukminin, Najasyi telah diberikan kemenangan oleh Allah subhanahu wa taala." Tapi di sini ada peran Zubair bin Awwam yang sangat luar biasa beraninya. Karena kalau dia pergi menyaksikan peperangan berarti ada kemungkinan dia kena serangan gitu kan. Tapi dia berani hadir pada saat itu untuk mendatangkan informasi kepada kaum muslimin. Dan ini saya angkat karena memang ditulis dalam buku yang sedang kita bedah. Kita masuk sekarang bagaimana perannya dia dalam kanca peperangan. Dimulai dari perang Badar misalnya. Perang Badar Zubair bin Awwam tampil menggunakan imamah berwarna kuning dan beliau berada di depan pasukan. Pada saat awal takbir Nabi sallallahu alaihi wasallam menyerang, maka dia sudah menyerang orang-orang Quraisy. Gitu kan. Bahkan para sahabat sepakat mengatakan kekuatan muslimin ada di tiga orang. Hamzah, Ali dan Zubair. Tiga orang ini luar biasa. Jadi ini ujung tombaknya para penyerang ee ee apa sahabat gitu. Nah, karena beraninya dia dan selain berani, Zubair binb Awan juga selalu menjaga penampilan yang rapi dan bersih. Walaupun di peperangan bajunya selalu bersih, penampilannya bersih, imamahnya bagus. Sampai akhirnya ya para sahabat mengatakan di antaranya anaknya sendiri yang bernama Urwah mengatakan perang Badr Zubair ayahku menggunakan surban warna kuning. Lalu Jibril pun turun dengan penampilan seperti Zubair. Sebagaimana Nabi sallallahu alaihi wasallam sampaikan kepada para sahabat bahwasanya di kanca peperangan sekarang ada Jibril yang sedang turun dan Jibril menggunakan pakaian atau imamah seperti yang digunakan oleh Zubair bin Awwam. Dan ulama mengatakan ini sebenarnya sebuah kelebihan tersendiri. Karena memang Jibril tidak menjelma menjadi manusia kecuali memang pada orang-orang tertentu. Dan ulama mengatakan ada dua orang saja yang pernah Jibril menjelma darinya dari kalangan sahabat. Zubair bin Awwam di perang Badar dan juga yang satu lagi siapa? Hah? Dihya Alkalbi radhiallahu anhu ajmain. Ini karena sering penampilannya rapi, bersih, maka Jibril pun berpenampilan seperti orang ini. Baik. Dikatakan bahwasanya di perang Badar, Zubair bin Awwam membunuh dua orang dan dua-dua ini adalah tokoh Quraisy. Yang pertama adalah Abu Dzatu Kabsy. Abu Dzatu Kabsy ini julukannya ya Kabsy ini sebenarnya lebih cenderung kepada otot ya gitu. Abu Qabsy mungkin ee orang yang berotot besar kekar gitu ya. Sebagian mengatakan kabsy ini adalah perut. Sehingga memang perutnya orang ini agak besar tapi yang jelas posta tubuhnya besar sekali. Namanya dia Ubaidah bin Said bin Ash. Namanya orang ini Ubaidah bin Said bin Ash. Dia ini terkenal sekali penunggang kuda Quraisy yang terbaik dan dia juga salah satu dari prajurit Quraisy yang meletakkan dari kepalanya sampai kakinya semuanya besi dan cuma kelihatan matanya. Serta dia satu-satunya pasukan Quraisy yang mahir memainkan pedang tapi yang panjang. Pedang itu disebutkan ya ukurannya kalau kita sekarang mungkin bisa sampai 5 m. Pedang yang sangat besar. Jadi bagian depannya pedang yang dari pegangan tangannya sampai ke bawah itu semuanya besi saja gitu kan. Jadi sangat panjang pedang itu dipakai bisa sampai 5 m panjangnya pedang ini. Dan dia sangat mahir di kanca peperangan Badar dia menyiksa kaum muslimin. Memukul orang di sini kesakitan. Ada yang patah tangannya, ada yang putus, ada yang dibunuh sama dia. Lalu beberapa sahabat mendatangi Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan, "Ya Rasulullah, ini Abu Zatul Ksyi ini mengganggu kami nih. Berbahaya kalau dibiarkan." Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam mengutus Zubair cari Zubair suruh Zubair hadapin. Zubair pun mengatakan, "Saya mendekati Zatu Kabsy ini." Dan dia bilang, "Saya tidak temukan ada celah di mana saya bisa membunuhnya." Semuanya besi banyak. Waktu dia lagi tebas-tebasin sahabat tuh banyak sahabat. Ada yang pukul kakinya, ada yang pukul kudanya pun pakai besi semua. Tapi enggak mempan. Ada yang lemparin panah, panahnya jatuh karena baju besi enggak tembus gitu kan. Maka Zubair bilang, "Saya tidak menemukan celah untuk membunuh orang ini." Lalu Zubair tidak putus asa. Dia bilang, "Saya pun mengelilingi orang itu." Terus sementara dia lagi menebas s saya kelilingin terus saya lihat celahnya di mana nih. Sampai saya berada berhadapan dengan dia. Dan Zubair bin Awwam ini juga termasuk orang yang tinggi besar ya. Karena dalam kisah dalam riwayat dikatakan dia sama dengan Umar bin Khattab. Kalau duduk di atas kuda, kakinya sampai di tanah, di orangnya tinggi luar biasa. Kalau laki-laki sekarang mungkin antum yang 2 m tingginya, ada ikhwan yang 2 m. Kalau dulu di atas kuda kakinya paling sampai di perut kuda. Enggak anggaplah sampai lewatin perut kuda sedikit. Kalau sampai ke ke tanah itu berapa banyak, berapa tinggi tuh gitu kan. Luar biasa beliau gitu kalau naik kuda kakinya sampai ke bawah gitu kan. Nah, Zubair bin Awwam bilang, "Pas saya berhadapan sama Zatu Ksy dan Zat Ksy ini juga tinggi besar cuma badannya lebih kekar." Kata Zubair, "Saya tidak temukan celah kecuali di antara dua matanya." Jadi di sini tuh ada karet yang menyatukan apa namanya? Baju besi itu topeng besinya gitu kan. Dia bilang, "Saya tidak temukan kecuali itu." Maka saya pun mengambil tombak. Dan ciri khas Zubair ini radhiallahu anhu terkenal di pasukan muslimin. Selalu di tangan kanan pedang gitu kan. Kemudian di pundaknya dia taruh tombak kecil. Tombak kecil ini khusus untuk digunakan membunuh orang-orang tertentu gitu kan. Dia menaruh pedangnya dan dia ambil tombak kecil itu. Dia bilang, "Lalu saya bertakbir sambil melemparkan niat membunuhnya sebagaimana perintah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan saya melempar tepat kena di karet itu sehingga tembus sampai ke belakang kepalanya. Dalam riwayat lain dikatakan Zubair bin Awwam mendapatkan celah kemudian meloncatin Zatu kabsy ini sampai jatuh dari kudanya kemudian menancapkan tombaknya di celah tadi yang bisa kena dan akhirnya terbunuh. Dan Zubair mengatakan saya berusaha menarik tombak saya kembali itu dengan sangat susah payah sampai bengkok tombak saya gitu. Tapi perannya adalah di sini di kanca peperangan membunuh musuh gitu kan. Membunuh musuh. Tentu dalam Islam di luar kanca peperangan yang dibolehkan membunuh itu kalau kita diserang. Misal ada perampok, ada pencuri, membela diri itu lain. Itu boleh. Selain ini enggak boleh gitu kan. Kalau pribadi, kalau pemerintah tentu boleh kalau qisas kan. Kalau pribadi enggak boleh kecuali membela diri. Tapi kalau di kanca peperangan berbeda nih. Berbeda gitu kan. Di perang Badar Nabi sallallahu alaihi wasallam sempat mengambil pedang dan berkata, "Siapa yang memberikan haknya Allah dan Rasulnya pedang ini?" Maka Hamzah mengatakan, "Saya Rasulullah." Nabi sallallahu alaihi wasallam tarik. Nabi mengatakan lagi, "Siapa yang memberikan haknya Allah dan Rasulnya pedang ini?" Maka Ali mengatakan, "Saya Rasulullah." Nabi tarik. Hamzah dan Ali dua pejuang besarnya muslimin ditolak. Paman dan sepupu Nabi gitu kan. Selama ini terkenal keberaniannya. Nabi tetap tarik. Lalu Nabi mengatakan, "Siapa yang memberikan hak pedang ini?" Allah dan pedang ee haknya Allah dan Rasul pedang ini. Maka Miqdad, Miqdad ini terkenal ya. Dia satu orang dihitung sama dengan 1000 kekuatan laki-laki sama dengan Zubair bin Awwam. Nanti ada bahasan di Miqdad. Tapi Zubair bin Awwam juga salah satu dari orang yang dihitung 1000 kekuatan oleh Umar bin Khattab. Nanti akan kita sebutkan riwayatnya. Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam tarik. Lalu Abu Dujana radhiallahu Syammak ya yang terkenal beliau mengatakan, "Ya Rasulullah, dia tanya apa haknya Allah dan Rasul di pedang itu?" Maka kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Engkau mengambil dan engkau memerangi menggunakan melawan musuh Allah sampai pedang ini bengkok." Artinya kalau dikepangan berbeda. Tunjukkan keterampilan. Memang harus membunuh, tapi tidak ada mutilasi. Ya sudah ditusuk, mati selesai. Tapi tidak boleh sama sekali kita lari dari kanca peperangan, merasa takut, enggak perlu semuanya enggak ada rasa takut bagi Islam, bagi seorang muslim tidak ada sifat pengecut, malas, perhitungan dalam Islam. Tidak ada itu sama sekali. Bahkan Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan, "Allahum minubika minal jubni wal bukhl." Ya Allah, jauhkan kami dari sifat pengecut dan perhitungan bakhil, pelit gitu kan. Di jalan Allah Subhanahu wa taala. Ini tidak boleh ada. Gak ada pengecut dalam Islam. Tapi kita merendah di luar kanca peperangan kita merendah. Siapa yang tawadu ya kepada Allah di jalan Allah akan angkat derajatnya merendah tidak sombong ya di luar. Tapi dalam kanca peperangan lain. Abu Dujana waktu sudah mengambil pedang tadi maka dia pun mengelilitkan imama merah di atas kepalanya. Kemudian dia membusungkan dadanya sambil memegang pegang yang pedang dari Nabi sallallahu alaihi wasallam dan ditaruh di dadanya menunjukkan kekuatannya gitu. Lalu kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Caranya orang ini Abu Dujanah dibenci oleh Allah kalau di luar tempat ini. Tapi kalau di sini dibolehkan dikanc peperangan menunjukkan kekuatan untuk musuh." Ini pelajaran lain ya yang mesti kita ambil. Maka Zubair bin Awwam dan sahabat-sahabat Nabi yang lain sangat paham masalah ini. Menghadapi musuh tidak boleh tunjukkan kelemahan. Memang mereka harus tunjukkan kemahiran dan memang mencari mati. Karena tujuannya orang masuk medan perang adalah mati syahid. Yang kedua baru menang gitu kan. Makanya para mujahidin tidak pernah kenal namanya kalah. Kita menang atau mati syahid. Kalau mati pun semua terbunuh tidak ada kekalahan. Tuh menang malah itu kemenangan yang pertama dicari. Mati syahid semua masuk surga tanpa hisab dan banyak kelebihan orang-orang yang mati syahid gitu ya. Kemudian yang kedua, Zubair bin Awwam membunuh pamannya sendiri yang bernama Naufal. Ya, ini mohon maaf tadi saya keliru ya. Bukan Noval ini bukan pamannya dari ibunya. Sofia kan tante Nabi. Jadi bukan bukan pamannya Nabi Noval ini. Tapi Noval ini dari keluarga ayahnya, paman dari ayahnya ya. Noval bin Khuwailid bin Asad yang tadinya sudah menyiksa dia pada saat dia masuk Islam dan memang karena meninggal syahadat maka dia tunjukkan bahwasanya setelah masuk Islam dikanca peperangan walaupun paman sendiri sudah tidak ada lagi urusan kekeluargaan di sini. Memang sudah seperti itu hukumnya dalam agama Allah Subhanahu wa taala. Tidak ada boleh didahulukan dari Allah dan Rasul-Nya. Itu di perang Badar. Di perang Uhud, Nabi sallallahu alaihi wasallam sempat melihat ada orang juga yang sangat menyusahkan kaum muslimin. Maka, tapi tidak disebutkan namanya dalam buku ini ya. Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan kepada para sahabat, "Panggilkan Zubair, suruh Zubair yang hadapin orang ini." Jadi selalu saja kalau ada orang yang sulit untuk dihadapin, maka Nabi sallallahu alaihi wasallam memilih siapa yang paling berani di antara sahabat dan itu adalah Zubair radhiallahu anhu. Dipanggil Zubair maka Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan, "Wahai Zubair, selesaikan urusan orang ini." Zubair enggak pakai nunggu langsung memicu kudanya menyerang ke arah orang itu. Dan pada saat Uzbair melihat orang itu dari belakang, Zubair naik berdiri di atas kudanya. Kudanya lagi jalan, dia berdiri diloncatin orang itu. Gitu kan. Dalam riwayat dikatakan naik ke atas sebuah bukit kecil dia kudanya lagi lari dia loncat di atas bukit kemudian orang itu di bawah bukit diloncatin sama Zubair sehingga orang itu jatuh ke tanah kemudian dibunuh oleh Zubair radhiallahu anhu. Jadi memang kiprah yang luar biasa dalam kanca peperangan. Ini yang disebutkan di dalam masalah Uhud dan ada yang sempat dibunuh oleh Zubair dan ada juga peran Zubair bersama dengan Abu Bakar setelah selesai perang Uhud. Tentu di perang Uhud tentu ada kisah sendiri ya. Di mana pada saat 43 sahabat Nabi yang turun tidak mengikuti perintah Nabi dari Gunung pemanah sehingga tinggal tujuh orang dan akhirnya dibunuh oleh Khalid bin Walid yang belum masuk Islam pada saat itu. Kan muslimin sempat terkalahkan ya di fase peperangan kedua. Nah, sampai sahabat dan Nabi sallallahu alaihi wasallam terdesak ke Gunung Uhud gitu kan. Dan kita sudah sebutkan perannya Thalha bin Ubaidillah pada saat membela Nabi sallallahu alaihi wasallam di perang Uhud gitu kan. Bagaimana beliau membela Nabi sallallahu alaihi wasallam sampai badannya penuh dengan sabetan-sabetan pedang dan dia sempat pinsan tapi dia menolong Nabi sallallahu alaihi wasallam. Sampai Abu Bakar mengatakan kalau saya mengingat Uhud maka saya selalu mengingat Thalha bin Ubaidillah karena memang dia yang punya perang. Peran pada saat itu sudah kita bahas yang lalu ya. Zubair bin Awwam juga punya peran sendiri di perang Uhud. Waktu kaum muslimin sudah terkalahkan, maka Nabi sallallahu alaihi wasallam mengeluarkan instruksi. Instruksi ini adalah semua mujahidin yang ada di situ yang sempat hadir di kanca peperangan, moyang, luka pokoknya masih hidup naik kembali ke tunggangan masing-masing memegang senjata masing-masing lalu mengejar Quraisy. Suruh kejar tuh pasukan Quraisy. Pasukan itu saja suruh nyerang. Bukan ditambah pasukan baru. Nabi sallallahu alaihi wasallam tidak menyuruh menambah sahabat baru. Beberapa riwayat menyebutkan Nabi sallallahu alaihi wasallam mengajak seluruh mujahidin pulang ke Madinah. Begitu masuk Madinah mereka minum air. Lalu kemudian Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan instruksinya, "Semua yang hadir di Uhud jangan masuk ke rumahnya sampai sudah menyerang kembali Quraisy. Naik ke tunggangnya, perang kembali, gitu kan. Lalu Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan kepada sahabat-sahabat yang ada, siapa di antara kalian yang mau mendahului pasukan ini?" Karena kan itu pasukan ada 600 lebih orang jumlahnya kan. Karena di perang Uhud kan jumlah kita jumlah sahabat Nabi dan Nabi sallallahu alaihi wasallam 700 orang gitu kan. Tadinya 1000 tapi 300 orang keluar orang-orang munafik dia keluar keluar dari pasukan sisa 700. Nah 700 ini ada yang terbunuh beberapa orang kurang lebih ee di bawah 100 jumlahnya yang terbunuh ya yang mati syahid di Uhud. Tapi yang jelas ada sekitar 600 orang lagi Nabi sallallahu alaihi wasallam menyuruh mereka menyerang kembali orang Quraisy. Tetapi ada Nabi ingin pasukan ini, pasukan inti nanti begitu tiba di lokasi sudah ada yang dahulu di sana. Dan ini butuh orang-orang yang sangat pemberani. Berapa orang saja mereka harus dahulu ke sana. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Siapa yang mendahului kami ke sana?" Maka berkumpullah 70 orang dari sahabat Nabi yang dipimpin oleh Zubair bin Awwam dan Abu Bakar radhiallahu anhum ajmain. Jadi merekaah yang mengatakan kami ya Rasulullah. Maka Abu Bakar dan Zubair berdua di depan pasukan itu. Lalu 70 orang itu pergi. Pasukan inti Nabi sallallahu alaihi wasallam yang 500 lebih ini lagi jalan dari belakang menyusul. Subhanallah. Strategi perang Nabi ini berhasil. Orang-orang Quraisy waktu mendengarkan dari mata-mata mereka ternyata Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam keluar lagi dari Madinah dan menyerang dari belakang. Mereka kaget. Tidak pernah dalam sejarah peperangan di saat itu ada pasukan kalah. Bahkan mungkin sekarang ada pasukan kalah kemudian masih bisa menyerang lagi. Bayangkan kalau orang luka, orang capek, ada orang ketakutan gitu kan. terus pulang ke kotanya masuk ke Madinah sudah lihat istrinya, lihat anaknya mungkin sudah bisa bersatu tapi tiba-tiba disuruh berperang lagi. Itu enggak gampang. Tapi berhasil sahabat-sahabat semuanya pergi. Waktu Quraisy mengetahui hal tersebut sementara jumlah mereka 2.900 sekian orang. Mereka kaget kaget tersebut. Lalu kemudian mereka mengatakan pasti Muhammad punya pasukan ekstra. Maka daripada kemenangan kita yang sudah kita dapatkan diubah menjadi kekalahan, gak usah kita kembali. Akhirnya mereka meninggalkan kota ee apa terus melanjutkan menuju ke Makkah. Maka disebutkan bahwasanya Aisyah berkata radhiallahu anha dalam riwayat kepada Hisyam eh kepada Urwaah, maaf Urwah anaknya Zubair dan ini ponakannya Aisyah karena Urwah anaknya Asma binti Abi Bakar jadi ponakannya Aisyah. Aisyah berkata kepada Urwah, "Wahai ponakanku, dua orang tuamu, Zubair dan Abu Bakar termasuk yang telah mendapatkan, telah turun firman Allah pada mereka berdua." Surah Al Imran ayat 172. Azubillahiminasyaitanirrajim. Alladzinajabu lillahi warasuli min ba'di ma asobahumul karh alayat. Orang-orang yang mentaati perintah Allah dan Rasul setelah mereka mendapatkan luka pada perang Uhud. Jadi firman Allah ini turun kepada Zubair dan Abu Bakar. Dan ini sebuah fadilah tentunya ini sebuah fadilah dan ini tidak tidak dilakukan atau tidak didapatkan oleh semua orang gitu. Akhirnya karena perbuatan tersebut Allah Subhanahu wa taala juga turunkan surah Alimran 174 du ayat setelahnya. Maka pada saat orang-orang Quraisy tidak berani menyerang mereka, tidak berani menghadapan dengan mereka, maka mereka pun kembali dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah. Mereka tidak mendapatkan bencana apapun dan mereka mendapatkan pahala dan nama baiknya ya kaum muslimin kembali. Ini kurang lebih yang berhubungan dengan masalah perang Uhud. Kita pindah ke perang Khandak. Dalam hadis Bukhari Muslim diriwayatkan dari Jabir radhallahu bahwasanya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda ketika perang Khand siapa yang bersedia pergi mengetahui berita tentang Bani Quraidah? Perlu teman-teman tahu di Madinah waktu itu ada tiga suku Yahudi. Ada Kainuqa, Nadir dan Quraidah. Kainuqa Nadir dan Quraidah. Tiga suku Yahudi ini terkenal. Dan subhanallah kata sebagian ahli sejarah dari tiga suku ini Kainuqa Nadir dan Quraidah tiga-tiganya inilah tersebar ya orang-orang Yahudi sekarang dari Kota Madinah dulu yang sekarang banyak ini jumlahnya dari mereka. Kalau ee Bani Qainuqa sudah dikeluarkan oleh Nabi sallallah dikeluarkan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam dari Madinah karena mereka pernah mengganggu seorang muslimah yang sahabiat yang belanja di pasar mereka. sengaja dicantolin oleh beberapa anak mudanya besi kemudian sobek bajunya gitu kan sehingga kelihatan auratnya. Maka mereka terus menertawakan sahabat itu karena tadinya mereka menggoda supaya sahabat itu buka cadarnya tapi dia tidak mau. Lalu ada seorang sahabat lewat sahabat itu lalu membunuh si Yahudi yang telah mengolok-olok muslimah tadi. Kemudian sahabat ini dikeroyokin dan mati. Lalu perempuan itu pulang ke Madinah melapor kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ya Rasulullah kejadiannya seperti ini ya. Bani Qinuqa melakukan seperti ini. Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam menyerang mereka kemudian mengusir mereka dari Madinah. Yang kedua, Bani Nadir. Suku Nadir ini diusir oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam dari Madinah karena mereka mau berusaha membunuh Nabi sallallahu alaihi wasallam waktu Nabi sedang ada di perkampungan mereka. Maka turun ya Jibril menyampaikan niat busuk mereka itu. Lalu Nabi sallallahu alaihi wasallam mengepung dan mengeluarkan mereka dari Madinah. Nah, tinggal suku Quraidah. Suku Quraidah ini dikeluarkan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam karena penghiatan mereka di ya perang Khandak. Di perang Khandak gitu kan. Karena suku Kainuqa dan suku Nadir sudah diusir dari Madinah oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kedua suku Yahudi ini membuat makar. Mereka berusaha mengumpulkan sebanyak mungkin pasukan ya untuk menyerang Madinah. Maka mereka mendatangi orang-orang Quraisy, mendatangi suku-suku Arab yang pernah dikalahkan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam gitu kan. Ada banyak suku-suku Arab yang dikalahkan oleh para muslimin. Maka dipanggil dan bersatulah mereka semua. Dan pada saat itu kekuatan mereka mencapai 10.000 orang. Lalu suku Nadir dan Qainuqa yang telah diusir tadi berkumpul semuanya mereka di Makkah dan menunjuk Abu Sufyan sebagai pimpinan perang untuk datang menyerang Madinah yang dikenal nanti dengan perang Khandak atau perang parit. Parit yang dibuat oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam sesuai dengan ee saran dari sahabat Nabi Salman alfarisi. Nanti kita jelaskan di Salman Al-Farisi itu. Tapi yang jelas seperti ini kurang lebih gambarannya. Maka pada saat itu Abu Sufyan sempat bertanya kepada suku Kainuqa dan suku Nadir nih. Kalian ahli kitab, kalian mengaku punya kitab seperti Muhammad punya kitab dari langit. Saya mau tanya, agama kami lebih baik atau agamanya Muhammad? Perhatikan pengkhianatannya orang Yahudi, ya. Dan ini kata ulama, permusuhan Yahudi terhadap muslimin ini sepanjang masa abadi. Enggak mungkin sampai Dajjal nanti keluar sampai pun Dajjal terbunuh, kita akan membunuh orang-orang Yahudi. Memang permusuhannya abadi ini. Gak bisa diubah lagi. Dan ini semua makar yang sekarang ada di tengah-tengah umat Islam, munculnya Syiah, munculnya kelompok-kelompok yang sesat, pemahaman-pemahaman yang salah, perusakan moral dengan media-media massa. Yahudi semua di belakang semuanya mereka gitu kan. Maka mereka berani mengatakan pada saat itu kepada Abu Sufyan, "Agama kalian lebih baik. Sembah berhala itu lebih baik." Maka Abu Sufyan pun akhirnya semangat, lebih semangat lagi untuk keluar gitu kan, untuk keluar. Nah, satu-satunya yang jadi kendala di Madinah itu ada dua kelompok. adanya orang-orang munafik dan adanya suku Kainuqa ini, Yahudi ini, Nabi sallallahu alaihi wasallam memata-matai suku Kainuka ini, mau tahu informasinya mereka. Dan orang yang jadi mata-mata ini butuh seseorang yang jeli, paham bagaimana memata-matai gitu kan. Bagaimana dia mengambil informasi. Maka kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Siapa di antara kalian yang bisa mendatangkan untuk saya informasinya Bani Khainqaha?" Zubair langsung berdiri mengatakan, "Saya Rasulullah." konsekuensinya bisa dibunuh nih. Karena di Kota Madinah dulu itu anggap misalnya ini kota Madinah, tempat tisu ini. Maka di dalam Madinah pada zaman Nabi sallallahu alaihi wasallam itu setiap suku tinggal punya lokasi sendiri-sendiri. Kalau kayak kita komplek perumahan sekarang ya tapi kalau zaman dulu enggak. Benteng. Di dalam Madinah tuh ada banyak benteng-benteng, banyak benteng-benteng yang tinggi gitu kan. Di dalamnya sukunya semua yang tinggal. Jadi, Yahudi ini punya benteng. Kainuqa punya sendiri, Nadir punya sendiri, Quraidah punya sendiri. Kemudian suku-suku sahabat pun Bani Najar sendiri. Suku-suku Arab yang ada pun itu mereka bersuku-suku gitu kan. Bani Amir. Sampai kalau kadang-kadang mereka mengunjungin sebuah tempat mereka mengatakan kita ketemu di pemukimannya Bani Amir, Bani Najar gitu kan. Karena mereka begitu berkelompok-kelompok. Nah, ini benteng tapi ya ini benteng-benteng yang tinggi. Di dalamnya itu ada sumur, ada perkebunan, ada peternakan. Komplek tempat tinggal gitu. Nah, untuk menembus benteng Kainuqa ee iya Quraidah Quraidah suku ini itu agak sulit dan butuh orang yang luar biasa pemberani karena dia harus manjat ke atas, dia harus memata-matin masuk pelan-pelan ngumpulin informasi apa nih? Gitu kan. Zubair mengatakan, "Saya Rasulullah." Maka dia pun pergi dengan kudanya ke sana, manjat temboknya, ngambil informasinya. Pokoknya dia berhasil kembali. Diringkas riwayat ini adalah dia berhasil kembali. Dia mengatakan, "Ya Rasulullah, mereka begini begini begini. Jumlah mereka begini. Mereka lagi lakukan ini." Informasi mata-mata gitu. Lalu kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Kayaknya Nabi masih perlu nih, siapa lagi yang bisa dan berani ke Bani Quraidah?" Ya, Quraidah ini untuk ngambil informasi tambahan. Sahabat diam. Lalu Zubair mengatakan, "Saya Rasulullah." Karena ini untuk menjak tembok ini, tembok ini butuh kemahiran sendiri. Masuk ke dalam itu butuh kemahiran sendiri. Dia mengatakan, "Saya Rasulullah." Untuk yang kedua kalinya dia pergi manjat lagi, ambil lagi informasi kembali lagi. Begitu kembali sudah disampaikan begini ya Rasulullah, begini ya Rasulullah. Nabi sallallahu alaihi wasallam yang ketiga kali mengatakan, "Siapa yang mengambilkan lagi buat saya informasi dari Bani Quraizah?" Maka sahabat diam dan Zubair mengatakan, "Saya ya Rasulullah." Maka ketiga kali dia kembali lagi gitu kan. Artinya tiga kali menghadapi bahaya kematian bisa dibunuh. Tapi belia betul-betul tidak peduli. Dia pergi ke sana lalu dia kembali. Dia mengumpulkan informasi setelah lengkap maka kata Nabi sallallahu alaihi wasallam dan inilah judul kita sebenarnya ya. Judul kita ini Zubair bin Awwam adalah ya sahabat setia Nabi sallallahu alaihi wasallam atau pembela setia Nabi sallallahu alaihi wasallam. Diistilahkan dalam bahasa Arab hawari. Kalau kita bahasa sekarangnya itu bodyguard gitu kan. Jadi bodyguard-nya Nabi itu adalah Zubair bin Awwam. Cuma kan tidak pantas kalau kita tulis di judul bodyguard gitu kan. Ya, ini dia pembela setia Nabi sallallahu alaihi wasallam gitu kan. Jadi luar biasa. Nah, sebab disebutkannya hadis Nabi yang berbunyi inna likulli nabiyin hawari wa hawari Zubair. Sesungguhnya setiap nabi itu punya bodyguard, punya ada pengawal khusus gitu kan. yang memang dia khusus membela Nabi, pokoknya membela. Kalau raja memang tangan kanannya yang membela dia. Ini punya keterampilan luar biasa dalam bela diri. Keterampilan strategi menyelamatkanlah bahkan dia siap mengorbankan dirinya. Maka kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Semua nabi punya hawari. Ada satu pasti dipilih pembelahnya. Dan pembelahku, bodyardku itu adalah Zubair. Adalah Zubair. Keluar sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam ini setelah tiga kali dia bolak-balik dari suku Quraidah gitu kan. Tu dalam perang Khandak ada sendiri ya, nanti insyaallah bisa diikuti dalam sirah nabawiyah. Tapi itu pertemuan akan datang akan ada pertemuan tentang sirah di Bekasi Barat. Memang yang setiap bulan sekali tapi mungkin itu habis lebaran memang sudah masuk di perang bahasan tentang perang Khand. Ali radhiallahu anhu berkata tentang perang Khandak ini orang yang paling berani adalah Zubair. Tidak ada yang mengetahui kadar orang-orang besar kecuali orang yang besar. Maksudnya apa? Saya tahu dia berani karena saya tahu bagaimana diri saya juga. dia berani juga gitu kan. Maka saya bisa menilai dia justru karena saya tahu bagaimana kadar saya. Ini luar biasa beraninya Zubair. Kemudian Auauri rahimahullah seorang tabiin berkata, "Kekuatan para sahabat ada pada tiga orang. Hamzah, Ali, dan Zubair. Abdullah bin Zubair berkata, "Pada perang Ahzabi, Nabi sallallahu alaihi wasallam memintaku dan perang Ahzab nama lainnya perang Khandak ya." Karena surah Al-Ahzab itu dalam Al-Qur'an surah nomor 33 menceritakan tentang perang Khandak. Nah, jadi perang Khandak berarti parit itu disebutkan dalam hadis. Kalau dalam Al-Qur'an perang Ahzab. Ahzab jamak daripada hizib artinya kelompok-kelompok. Karena suku-suku tadi semua ketemu untuk menyerang kota Madinah. Abdullah bin Zubair berkata, "Pada saat perang Ahzab terjadi, Nabi sallallahu alaihi wasallam memintaku dan Umar bin Abi Salamah untuk menjaga para wanita. Aku melihat ayahku dengan kudanya hilir mudik ke Bani Quraidah dua sampai tiga kali. Ketika pulang aku sempat bertanya kepada ayahku, "Aku melihatmu mundar-mandir wahai ayah." Dia ber dia berkata, "Apa engkau melihatku wahai anakku?" Aku menjawab, "Iya." Dia pun menjawab, "Rasulullah sallallahu alaihi wasallam telah bersabda, "Siapa yang bersedia datang ke Bani Quraidah dan mengumpulkan berita mereka, maka aku pun berangkat. Ketika aku kembali, Rasulullah sallallahu alaihi wasallam pun mengulangi sampai tiga kali dan aku mengulanginya sampai akhirnya kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Fidaka abi wa ummi." Ayah dan ibuku jadi tebusan untukmu. Jadi ini juga ada istilah, ini bukan sumpah ya. Jadi biasanya kalau seseorang menghormati orang lain, dia mengatakan ibu dan ayahku jadi tebusannya. Kurang lebih maknanya setelah ayah dan ibuku kamulah orang yang saya hormatin. Gitu loh. Seperti itu bahasanya. Ini sering dipakai Nabi sallallahu alaihi wasallam kadang kala menggunakan kalimat ini dan tidak semua sahabat di antaranya Zubair bin Awwam. Beliau mengatakan, "Ya, aku ayah dan ibuku sebagai tebusannya." Maksudnya aku hormatin kau Zubair ya setelah ayah dan ibuku. Ya kan? Ya, justru karena peranmu dalam membela agama ini. Kemudian perang yang selanjutnya, perang Hunain. Perang Hunain ini terjadi tentunya setelah pembebasan kota Makkah ya. Maka dikatakan dinukil dari beberapa sahabat di Perang Hunain. Perang Hunain ini melawan pasukan yang luar biasa jumlahnya ya. Luar biasa jumlah pasukan musuh. Pasukan muslimin juga banyak karena beberapa orang yang baru masuk Islam di pembebasan kota Makkah ikut berperang gitu kan. Ikut berperang. Tapi pada saat pasukan bertemu antara pasukan muslimin dengan pasukan kafir, pasukan orang-orang kafir ini mereka melihat ada satu orang di pasukan muslimin menggunakan surban merah dan punya tombak di pundaknya. Itulah Zubair bin Awwam. Maka mereka saling berkata satu sama yang lain, "Ada apa dengan orang ini nih? Kok dia belum belum pecah peperangan? Dia sudah mundar-mandir. Jadi pasukan muslim di sini, pasukan kafir di sini misalnya. Ini kan biasanya saling nunggu nih. Nanti kalau ada pecikan atau suara baru mereka saling menyerang. Enggak. Zubair ini kalau sudah lagi berhadapan sama musuh dia jalan sampai ke depannya pasukan. Jadi antara dia dengan pasukan kafir ini sudah tinggal berhadapan begini saja ya kan. Dia bolak-balik lihat-lihat mereka gitu tunjukkan kekuatannya. Mar-mandir. Ada yang melawan sudah dilawan sama dia langsung. Dia bolak-balik. Jadi orang-orang kafir bilang, "Siapa orang ini?" Luar biasa nih. Teman-temannya masih di belakang. Dia sudah datang di depan nunjuk-nunjukin keberaniannya. ini siapa yang berani maju saya tebas gitu ya. Ini luar biasa gitu. Mereka bilang siapa ini? Panglima perangnya bilang itu Zubair bin Awwam. Demi Lat ini tuhannya mereka gitu kan. Demi Lat dia akan menyerang kalian seperti singa menyerang musuhnya gitu kan. Hadabi benar-benar ni bahaya orang ini. Kalau dia sudah nyerang pokoknya kamu mati atau dia mati gitu. Jadi saking luar biasanya sampai musuh-musuh Allah pun mengetahui tentang kedudukannya dan pada saat takbir dipicukan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Allahu Akbar. Bukti penyerangan Zubair. Sudah hadapan begini langsung diserang sama Zubair sendirian. Ini masih di belakang sahabat ini lagi menyerang. Dia sudah nyerang ditembus pasukan itu sampai ke ujung gitu kan. Kemudian dia kembali lagi. Dia kembali lagi. Jadi ini kocar kacir semua musuh. Subhanallah. Dalam perang Hunain sebagian besar ahli sejarah mengatakan justru kemenangan didapatkan karena perang Zubair satu orang. Dia sendiri yang masuk itu. Gitu kan. Jadi luar biasa ini. Luar biasa keberaniannya. Dan ini tidak bisa ada kecuali karena diikuti dengan masalah pondasi asas yang awal saya bilang tadi. Keyakinan tentang kebenaran Allah, Rasul-Nya, agama ini dan apa yang dijanjikan pasti benar. Tinggal tunggu ikhwah ini. Ikhwah di sini kalau Allah mudahkan satu kalimat jihad semoga insyaallah kita terikut. Tapi yang benar tuntunan dalam agama dan semoga mati syahid teman-teman sekalian tinggal tunggu musuh tusuk satu pisau gitu kan. Mati syahid 70 keluarga masuk surga tidak akan dimakan jasadnya oleh tanah. Tidak ada pertanyaan malaikat munkar nakir siapa Tuhanmu? Siapa enggak ada lagi bagi syuhada. Enggak dimandikan jenazahnya dikubur dengan bajunya. Dibangkitkan hari kiamat darahnya netes lebih wangi daripada bau kasturi. Gitu kan. Kemudian dia juga akan masuk surga tanpa hisab. Enggak ada timbangan amal lagi. Selesai. Golongan pertama masuk surga dan masuk surga firdaus di tingkat tertinggi. Gitu kan. Luar biasa fadilahnya. terlalu banyak. Sementara orang kalau mati terbunuh ya ada orang tusuk kita misalnya atau dilempar bom meledak. Kalau kita sudah mati saatnya pada saat itu ajal datang kita enggak rasa lagi. Aduh pisaunya sakit nih di perut saya. Enggak ada lagi itu kena bom. Aduh kepala saya meledak ini. Enggak ada lagi itu. Kenapa? Karena orang mati dalam Islam cuma merasakan satu saja. Apa itu? Siapa yang bisa jawab? Hah? Sakaratil maut gitu kan. Jadi cuma kita ini kalau mati nanti ikhwah enggak lagi lihat oh ini musuh lagi tebas leher saya enggak ada malaikat cabut ruh itu saja yang kita lihat orang beriman rohnya keluar lebih mudah daripada air dari mulut kendi. Kalau orang kafir atau fasik sulit seperti bulu domba yang dibasahkan dilitir di pohon berdiri lalu ditarik dengan keras sehingga berantakan bulu domba itu. Gitu kan. Jadi gak ada kata takut dengan menghadapi perang dan mati syahid itu. Tidak ada. Bahkan orang yang paham dia akan merindukan itu. Zubair bin Awwam sangat kental gitu ya. Bayangkan kalau antum semua ini. Tapi insyaallah orang-orang beriman masyaallah kalau ini musuh. Lalu saya posisi Zubair Muhammad begini berhadapan nih satu orang hadapin ini ribuan orang gitu kan. Dia keliling-keliling dari ujung tinggal tunggu takbir dari belakang. Begitu takbir dia serang langsung masuk. Luar biasa gitu kan. Bagaimana enggak takut musuhnya ini dianggap orang gila mungkin kalau orang yang tidak beriman gitu. Tapi seperti itulah ciri khasnya. Beliau Ramadan ini perang Hunain luar biasa. Sampai kata Ali radhiallahu anhu yang menyerang dari belakang melihat Zubair di depan berbolak-balik kemudian dia tembus musuh. Waktu melihat kejadian tersebut kata Ali dia telah marah ya karena dia sudah tunggu dia sudah panaslah istilahnya gitu kan seperti macan tutul dan menerjang seperti singa gitu. Luar biasa dia kalau masuk menyerang musuh itu. Kemudian di perang Yarmuk tentu di sini perang Hunain adalah akhir peperangan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Dan ini peperangan yang akhir juga diikuti bersama Nabi sallallahu alaihi wasallam oleh Zubair bin Awwam. Tapi beliau salah satu sahabat yang perah tidak pernah ketinggalan perang satuun. Perang semua perang Nabi diikutin radhiallahu anhu. Luar biasa orang ini. Kemudian di perang Yarmuk. Perang Yarmuk ini terjadi di zaman Umar bin Khattab. Nah, Umar bin Khattab waktu jadi khalifah, beliau sempat mengirim dua pasukan yang masyhur dan terjadi dua perang besar. Perang Yarmuk ini pasukan yang menyerang pasukan Romawi wilayah Syam gitu kan. Nanti akan runtuh yang Palestina masuk Islam gitu kan. Syria, Liban ya, Libanon ya, Jordania. Ini nanti negeri Syam akan takluk setelah perang Yarmuk nih gitu kan. Pasukan yang kedua dan ini juga termasuk pasukan yang menuju ke Yarmuk ini menakukan negeri Syam dan ada juga melakukan Mesir gitu kan. Jadi wilayah Afrika dan wilayah utaranya Jazirah Arab negeri Syam dan dari sini nanti Islam masuk ke Turki gitu kan. Dari sini masuk ke Turki tapi awalnya di perang Yarmuk namanya peperangan Yarmuk ini. Itu Umar bin Khattab mengatur strategi perang radhiallahu anhu luar biasa. Menyerang Jazirah e utara Jazirah Arab. Karena kalau selatan Jazirah Arab kan Yaman. Yaman sudah masuk Islam di tangan Muad bin Jabal, sahabat Nabi yang mulia. Jadi daerah selatan Jazirah Arab tidak ada musuh ya gitu kan karena sudah laut lepas. Yang ada adalah wilayah timurnya Jazirah Arab, Asia Tenggara ya. Irak, Iran, Afghanistan, Cina sampai ke kita di Indonesia nih gitu kan. Itu semua dianggap wilayah timurnya Jazirah Arab dengan wilayah utara dan wilayah baratnya Afrika dan negeri Syam. Maka Umar bin Khattab mengatur strategi membagi dua pasukan. Pasukan yang pertama dipimpin oleh Amru bin Ash menuju ke Mesir dan juga negeri Syam dan nanti akan terjadi perang Yarmuk. Pasukan yang kedua itu menyerang daerah timurnya Jazirah Arab mulai Irak, Iran, Afghanistan, Rusia, semua itu disisir dan dikenal dulu dengan negeri Persia. Di sini ada perang Qadisiah namanya. Ada dua perang ini jangan dilupain namanya. Perang yang luar biasa ini. Perang Yarmuk dan Qadisiyah. Perang Yarmuk ini ya dihadiri oleh Zubair ber Awwam. Sebagian ahli sejarah mengatakan setelah Yarmuk berhasil menang, Zubair menyusul ke Qadisiyah gitu kan. Dua-dua peperangan dihadiri. Tapi luar biasa nih perang Yarmuk ini dan perang Khadisiyah perang terbesar dalam sejarah Islam. Karena jumlah muslimin yang dikirim oleh Umar bin Khattab bersama Amru bin Ash 4.000 orang. 4.000 orang. 4.000 orang ini akan menghadapi pasukan Romawi di negeri Syam 250.000. 250.000 orang gitu kan. 4.000 gitu kan. Ini luar biasa. Ini tidak ketemu jumlahnya. Sekali lagi ya 250.000 RIB ketemu dengan 4.000 gitu kan. Jadi ini kurang lebih 1,5% dari jumlah pasukan musuh bukan 10%-nya ya. Karena kalau 250.000 10% berarti 25.000 kan. Ini 4.000 saja cuma 1,5% dari jumlah pasukan musuh, pasukan muslimin berangkat ke sana. Waktu Amru bin Ash radhiallahu anhu melihat kayaknya Mesir Samayar ee negeri Syam ini susah ditembus dengan 4.000 orang nih. Gimana caranya nih? Dilihat kekuatan musuh mata-mata meras sudah ke sana sini lihat ini enggak bisa nih. Ini negara besar ini bukan main-main. Mesir kalau tembus Afrika semua bisa takluk. Kalau Palestina takluk semua negeri Syam bahkan Turki bisa takluk gitu kan. Maka ini pintu yang harus berhati-hati. Amru bin Ash terkenal sekali dengan kejilian dalam strategi perang. Maka beliau kirim surat kepada Umar. Ya, Amirul Mukminin begini kejadiannya. Tentu kita sudah tahu di awal-awal kisah Umar yang saya sampaikan. Unik semua kisah Umar radhiallahu ini luar biasa gitu. Umar bin Khattab mengirim karena Amru bin As bilang, "Ya Amirul Mukminin, kami kayaknya tidak bisa melawan dengan 4.000. Tolong kirim kepada kami bala bantuan." minimal minimal memenuhi apa yang telah Nabi sallallahu alaihi wasallam janjikan. Karena ada hadis Nabi bunyinya apa? Umatku yang terkumpul 12.000 orang pasukan jihad ya tidak akan pernah terkalahkan. Hadis Nabi itu. Jadi selalu sahabat jadikan patokan 12.000 12.000. Kalau sudah 12.000 sudah pasti menang gitu loh. Asal semua mujahidin itu janji dari Nabi sallallahu alaihi wasallam gitu kan. Maka Amru bin Ash ingin mengejar target itu enggak usah lebih dari 12.000 R000 walaupun pasukan lebih banyak 12.000. Nabi sudah janjiin tuh kirim surat kepada Umar. Apa yang terjadi? Umar bin Khattab menemukan di Madinah enggak cukup pasukan. Gimana caranya kirim ini sana 4.000 kirim 8.000. 8.000 enggak cukup di Madinah. Apa yang terjadi? Umar bin Khattab mengirim 4.000 orang. 4.000 orang ini pun diiklanin nih siapa yang mau jihad ke sana. Gabunglah semua sisa masyarakat Madinah 4.000 orang. Lalu Umar bin Khattab mengirim bersama 4.000 itu empat orang gitu kan. Empat orang. Lalu menulis surat kepada Amru bin Ash. "Wahai Amru bin Ash, aku telah mengirim kepadamu 8.000 pasukan." Kan 4.000 pasukan yang real. 4.000 personil. Dan ada empat orang bersama mereka yang satunya sama dengan 1000 orang. Jadi sama saja 4.000 nih. Ini luar biasa ini. Dan empat orang itu disebutkan dalam kisah pimpinannya adalah Zubair bin Awwam. Ini satu orang oleh Umar bin Khattab dianggap kekuatannya 1000 orang. Luar biasa. Gitu. Ada pasukan banyak 1000 tapi malas. Takut. Pengecut. Suruh naik benteng enggak mau. Malam-malam enggak mau perang. Takut. Begitu jihad sembunyi di bawah kolom. Kayak sebagian orang. Allahahuam siapa ini ya. Tapi begitulah. Tapi ini Zubair bin Awwam apa titah jihad langsung di depan ya. Bukan sembarangan orang-orang seperti ini. Luar biasa kata Umar. Dan saya ngirim bersama 4.000 itu empat orang yang kekuatan mereka adalah 4.000. Sebab setiap orang di antara mereka punya kekuatan 1000 orang. Tentu di sini disebutkan oleh sebagian tentang siapa saja orang-orang itu. Tapi yang jelas mereka adalah pimpinannya Zubair ibn Awwam. Gitu. Sebagian ya disebutkan bahwasanya yang dikirim adalah Zubair pimpinannya. Kemudian yang kedua Miqdad. Miqdad ini tadi yang saya bilang juga sahabat Nabi yang mulia ini juga orang yang sangat pemberani. Nanti ada bahasan sendiri tentang dia ya. Ini memang Umar juga hitung kekuatannya 1000 orang. Kemudian yang ketiga, Ubadah bin Somit. Ubadah bin Somit termasuk sahabat Nabi yang pemberani dan juga dia ahli faraid. Kemudian ada Maslamah bin Makhlad. Maslama bin Makhlad ini juga nanti tentu ada bahasan nanti sahabat-sahabat yang mulia yang kita akan sempurnakan karena bahasan kita kurang lebih 100 sahabat nanti insyaallah. Tapi kita hari ini baru masuk yang keenam. Semoga Allah mudahkan. Ada sebagian ahli sejarah mengatakan yang keempat itu bukan Maslamah tapi Kharijah bin Hudzafah radhiallahu anhum ajmain. Jadi ini empat orang sahabat yang terkenal yang diutus oleh ee Umar bin Khattab. Ringkas cerita adalah waktu tiba pasukan tersebut untuk penaklukan Mesir gitu kan, maka ternyata Amru bin Ash ini kan itu ngirim surat ke Madinah lama ya dari negeri Syam dari wilayah perbatasan Mesir ke Madinah itu bisa sebulan jalan ngantar surat. Balasan Umar bin Khattab menyiapkan pasukan balik dari ke sana lama. Dan ternyata waktu Zubair bin Awwam tiba di wilayah Mesir yang akan ditelakukan oleh Amru bin Ash ini, itu Amru bin Ash sudah mengepung selama 7 bulan. Enggak berhasil-berhasil. Jumlah pasangnya cuma 4.000 tapi ngepung. Berhasil mengepung gitu kan. Begitu Zubair Win datang tanya Amr bin Ash ada apa nih? Kita belum bisa tembus tanpa banyak ngomong nih. Zubair bin Awwam langsung tarik beberapa temannya naik kuda, kelilingin benteng itu. Dikelilingin sama dia semua. Dilihat kondisinya. disebarin orang-orang di situ. Dilihat sama kekuatannya di mana nih gitu kan. Orang-orang yang di atas ini yang musuh-musuh yang tadinya siapin panah kalau ada yang mau coba nyerang lihat ini pasukan sedikit segelintir 5 en orang tapi keliling kelilingin benteng itu semuanya. Dan Amru bin Ash tidak punya strategi ini awalnya. Begitu selesai ternyata Zubair bin Awam untuk kelilingi dia cari celah mana yang bisa naik di tembok. Begitu selesai dia balik, dia bilang sama Amr bin Ash, "Izinkan saya untuk bisa menembus benteng." Kata Amr, "Kalau bisa silakan." Gitu kan. Ya sudah 7 bulan kita kepung enggak bisa-bisa. Dia bisikin lima orang temannya. Cuma lima orang nih. Kalau kalian dengar takbir saya ikut dari belakang gitu kan. Teman-temannya sudah tahu. Zubair bin Auf ini suka melakukan strategi yang luar biasa. G Zubair bin Zubair ini akhirnya taruh tangga yang mereka buat kayak kita sekarang. Mungkin tangga kayu memang zaman dulu begitu. Kalau mereka mau nyerang tembok, mereka taruh tangga, mereka naik ya nasib-nasiban. Kadang-kadang dari atas dipanahin, kadang-kadang dilemparin a apa tima panaslah, apalah apa namanya ee seperti lumpur panas bukan tima maaf. Lumpur panas dipanasin terus untuk menjatuhkan musuh gitu kan. Tapi seperti itulah sepertimana awam ini ee membiarkan pasukan tetap berdiri dan musuh ini mengira bahwasanya muslimin belum menyerang. Maka dia cari sisi tembok yang kosong lalu dia naik sendirian. Begitu dia naik sendirian, dia naik kemudian dia bunuh beberapa orang di atas situ. Kemudian dia takbir, Allahu Akbar. Temannya yang lima orang naik nih. Naik semua. Begitu naik mereka lima orang ini masuk bobrak-abrik di dalam sampai berhasil membuka pintu gerbang. Hari pertama tiba. Yang tadinya Amru bin Ash sudah 7 bulan ngepung enggak bisa-bisan. Hari pertama tiba sudah tembus benteng gitu kan. Akhirnya Mesir takluk. Sampai kata ulama apa? Yang yang panen pahala masyarakat Mesir dan Afrika Zubair bin Awwam. radhiallahu anhu. Gara-gara keberaniannya ini tembus benteng masuk Islam sampai sekarang Mesir Muslim. Negeri di sebelahnya semua yang takluk setelah itu Tunis, Jazair, Maroko, kemudian ke bawah semua ya itu semua masuk Islam justru kena pintunya dari Mesir. Zubair bin Awwam hanya karena keberanian yang luar biasa. Yakin tentang janji Allah menembus sendirian karena dia tahu dia mati syahid. Mati mati syahid gitu kan. Tapi kalau dia tidak mati berhasil kayak sekarang menembus dan semua orang akhirnya ya di Mesir dan di Afrika saat masuk Islam dan sampai kapanpun itu terjadi Zubair bin Awan panen pahalanya hanya karena kiprah yang luar biasa di medan jihad. Makanya kalau Allah mudahkan, Allah Subhanahu wa taala mudahkan jihad ini, jangan tunda. Ada kesempatan mati langsung saja gitu kan. Toh ajal akan datang gitu kan. Dan ini punya kiprah atau Allah akan berikan kemenangan di tangan kita. Takluk Mesir pindah ke ini bukan perang Yarmuk ya, ini kita belum bicara perang Yarmuk. Ini masuk penaklukan Mesir. Sekarang kita akan bahas kipra Zubair di Yarmuk. Yarmuk ini dari Mesir nyerang ke negeri Syam, Palestina kan gitu. Yordania. Ini perang Yarmuk di situ. Di situ dulu ada kekuatan orang-orang Rom. Nah, orang Romawi. Mesir juga sama ya dulu itu juga dipimpin oleh mereka takluk Mesir. Lalu mereka ke sana di Yarmuk. Nah, di Yarmuk ini ada punya kisah juga tersendiri. Ada beberapa sahabat atau pasukan muslimin yang jumlahnya tadi sekitar 8.000 orang menuju ke kanca peperangan Yarmuk di benteng orang-orang Romawi. Ternyata sudah ditunggu nih orang-orang Romawi. Orang Romawi waktu itu menyiapkan 250.000 pasukan. Dan supaya mereka tidak lari dari kanca peperangan oleh raja Romawi. Waktu itu, pasukannya yang dekat benteng itu dirantai tangannya satu sama yang lain. Diikat dengan rantai. Jadi yang tangan tangan satu pegang pedang, tangan satunya dirantai gitu kan. Ini 250.000 orang. Jadi ada sekian R.000 atau 70.000 orang kalau saya tidak salah tuh diikat rantai. Ada pasukan pedang, ada e pasukan kuda, ada pasukan pemana. Dibagi-bagi 250.000 orang. Begitu tiba di kanca peperangan tersebut ya langsung saja perilaku Zubair sama. Lihat pasukan nih. Ini 8.000 ini 250.000 nih. Dia enggak nunggu nih. Begitu lihat pasukan langsung datang ke depan musuh. Kayak tadi perilakunya sama. Mundar-mandir depan musuh gitu kan. Terus sambil ayunkan pedangnya tunjukkan kemahirannya depan. Tinggal tunggu takbir diserang sama dia nih. Gitu kan. temannya rupanya yang lima orang tadi yang memang dia bentuk tim itu yang bantu tadi dia waktu tembusin benteng di Mesir itu sempat bilang, "Wahai Zubair, kenapa kau tidak tembus aja mereka supaya kami juga ikut?" Kata Zubair, "Saya takut kau tidak, kalian tidak mampu nanti ikutin saya. Bisa enggak kalau saya tembus ini kalian ikut enggak?" gitu. "Oh, kami bisa kata mereka." "Baiklah." Tanpa tanya Zubair bilang, "Allahu Akbar masuk." Dia masuk sendirian. Ini yang lain mau masuk enggak bisa. Kan musuh banyak ini. 250.000 orang. berapa puluh ribu orang yang harus ditembus. Zubair sendiri nembus tuh. Nembus sampai ke dalam, sampai ke ujung, sampai ke pintu gerbangnya Romawi. Terus dia kembali lagi nyerang lagi dari belakang sampai kembali lagi ke muslimin gitu kan. Tidak cukup di situ. Setelah kembali dia bilang sama teman-temannya, "Mana kalian ini yang lima orang tadi? Mana kalian?" Mereka bilang, "Kami mau coba sekarang." Allahu Akbar. Masuk lagi. Zubair tembus. Mereka tertahan. Begitu lihat musuh hendusin pedang pada berhenti yang lima orang ini. Zir masuk lagi terus sampai ke belakang kembali lagi dua kali enggak terbunuh gitu kan. Sampai waktu dia mau keluar yang kedua kali dipegang tali kakangannya oleh musuh-musuh dikeroyokin sampai ada yang tebasin pedang. Nah di sinilah dia sempat kena tebas pedang di pundaknya. Yang tadi kita bahas ada tiga tebas besar di pundaknya yang sampai anaknya Zubair ee anaknya Urwah mengatakan kalau saya masukkan jadi saya bisa masuk kena dalamnya. dua di Badr di Yarmuk di perang ini gitu kan ditebas tapi dia tidak mati radhiallahu anhu. Tapi seperti itulah kiprahnya yang sangat luar biasa dan ternyata perilaku Zubair yang dua kali menembus itu betul-betul mematahkan semangat orang Romawi gitu kan. Ini satu orang begini gitu. Dan itu kelihatan dianc peperangan kan satu orang ini belum yang lainnya nyerang baru ini saja sudah begini. Padahal memang ini cuma satu orang barangkali. Tapi seperti itulah. Satu orang aja begini apalagi yang lainnya. Dan ini subhanallah dalam strategi perang memang begitu ya. Sedikit saya berikan nanti ada kisah di Abu Ayyub al-Anshari radhiallahu anhu. Abu Ayyub al-Anshari ini umurnya panjang dan beliau sampai kalau tidak salah umur 100 tahun. Beliau mengetahui hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam yang berbunyi, "Pasukan yang menyerang Konstantin ya Turki sekarang ya Konstantinia itu akan diampuni dosanya. Maka setiap ada penyerangan pasti Abu Ayub mau ikut. Pas di zaman Yazid ibn Muawiyah, khalifah kedua setelah ee di dalam dinasti Umawiyah setelah ayahnya mati Muawiyah bin Abi Sufyan radhiallahu anhu. Maka Yazid bentuk pasukan dan Abu Ayyub ikut. Abu Ayyub itu umurnya sudah 100 tahun. Pas sudah depan benteng gitu kan, besok mau menyerang ini, Abayub bilang sama Yazid, "Wahai Yazid, saya sakit nih. Saya rasa sakit. Kalau saya meninggal malam ini, jangan kubur jenazah saya kecuali depan benteng mereka. Di sana kubur saya, jangan di sini. Kalau saya mati, bawa jenazah saya pikul, perang. Jenazah pun dipikul gitu. Pokoknya kubur saya di depan pintu gerbang mereka gitu kan." Maka kata Yazid, "Baiklah ini kan kalau meninggal gitu kan." Ternyata betul meninggal radhiallahu anhu malam itu. Waktu meninggal malam itu Yazid jalankan wasiatnya. Kan pasukan mau nyerang nih. Pokoknya nanti kalau sudah berhasil sampai depan benteng terkubur situ walaupun tidak menang gitu. Dikafani, dibungkus kemudian dipikul. Ternyata, Subhanallah, hikmah yang luar biasa. Waktu pasukan muslimin sebelum menyerang, jenazah Abu Ayjub ditaruh di bagian depan dipikul sama sebagian orang gitu kan. Yang satu pegang pedang, satu megang pikul jenazah. Ada mata-mata musuh dari Kos lagi masuk pakai baju umat Islam masuk nyelip. Terus dia tanya sama orang di situ, "Itu siapa?" "Tu jenazah siapa?" Ini dikira orang muslim padahal mata-mata. Kata si muslim itu Abu Ayyub al-Anshari sahabat Nabi. Kata si mata-mata ini, "Kenapa kok tidak dikubur?" Dia bilang, "Tidak, dia mau dikubur di depan benteng sana." Gitu kan. mata-mata ini pulang sampaikan ke rajanya, "Ini yang kita lawan pasukan gila nih. Orang matinya aja mau berperang apalagi orang hidupnya." Luar biasa ya. Jadi peran-peran seperti ini ternyata keberanian yang luar biasa karena tahu janji Allah luar biasa gitu membuat penyebab kemenangan gitu kan. Dan memang itu memang memang dibutuhkan. Jadi keberanian yang seperti yang dibutuhkan. Bukan berani nampar istri, bukan berani mukul-mukul orang kalau lagi hutang, bukan itu dikancap peperangan gitu kan. Bukan sombong karena atasan kepada bawahan itu gak ada dalam Islam. Tapi yang benar itu dikan peperangan. Tunjukkan di jalan Allah Subhanahu wa taala untuk mata untuk mati syahid. Itu pelajaran yang besar sekali. Para sahabat mengatakan Zubair benar-benar adalah seorang kesatria yang mengagumkan. Saat sahabat-sahabat lain menahan diri dan mereka tidak puasa untuk menembus, maka Zubair menembus semuanya. Tidak ada yang tidak ditembus oleh Zubair radhiallahu anhu. Dan dia tidak pernah merasa takut sedikit pun pada saat menembus musuh-musuh tersebut. Alhafiz Ibnu Katsir mengatakan rahimahullah dalam buku sejarah beliau, Az-Zubair berangkat ke Syam sebagai mujahid. Dia ikut dalam perang Yarmuk sehingga kaum muslimin merasa bangga dengan kehadirannya. Di sana dia membukukan kepahlawanan yang cemerlang dan semangat juang yang tinggi. Dia menyusup ke barisan tentara Romawi dua kali dan memporak-porakkan mereka dari awal sampai akhir sendirian. Kayak tadi saya berikan gambaran luar biasa orang ini. Radhiallahu anhu. Semoga Allah berikan kita seperti beliau ya. Ini orang yang luar biasa. Kemudian selanjutnya adalah saatnya untuk menutup kisah tentunya ya. Karena peran terakhir radhiallahu anhu ini di kasus ya ee perang Jamal dan ini sudah saya sebutkan di zaman atau pada saat membahas tentang Ali radhiallahu anhu. Tentu Zubair bin Awwam sama dengan Thalhah bin Ubaidillah mendapatkan jaminan mati syahid dari Nabi sallallahu alaihi wasallam. Tapi ternyata bukan mati syahid di tangan orang-orang kafir, tapi justru mati syahid terbunuh secara zalim dengan orang-orang yang mengaku Islam dari kelompok khawarij. Dari kelompok khawarij. Dan ini juga menandakan, ikhwah sekalian dan akhwat rahimani rahimakumullah, kalau seseorang terbunuh secara zalim itu syahid gitu kan. Itu syahid. Sufayir bin Awwam ini terbunuh bukan di tangan orang-orang kafir, tapi sudah saya ceritakan dan saya kembali reviewkan perang unta namanya. Waktu Utsman radhiallahu anhu e terbunuh maka Zubair, Thalhah dan eh Ibnu Zubair dan Thalh ini membaiat Ali di Madinah. Ali sebagai khalifah dibaiat gitu kan. Lalu Zubair sama Thalha ke ke Makkah. Mereka mau umrah waktu itu. Lalu mereka bertemu di sana dengan Aisyah radhiallahu anha, istri Nabi sallallahu alaihi wasallam. Waktu tiba di Makkah, orang-orang Irak dari kelompok Khawarij menulis surat kepada Zubair dan Thalha. Kalau kalian adalah sahabat-sahabat Nabi yang mulia, datanglah kepada kami di Irak. Kami juga termasuk tidak setuju dengan terbunuhnya Utsman bin Affan. Padahal yang nyurat kepada Zubair dan Thalha ini adalah kelompok yang membunuh Utsman. Jadi mereka merekayasa keadaan itu gitu kan. Karena memang di Irak waktu itu banyak muslimin. Maka pergilah kata Thalha dan Zubair kepada Aisyah, "Wahai Ummul Mukminin, bagaimana kalau Anda juga ikut ke sana?" Kita melihat ee keadaan muslimin di sana yang memang masih menuntut darahnya Utsman. Mungkin kita bisa minta kepada Ali khalifah untuk menangkap pembunuhnya Utsman. Tiga pun sepakat pergi di tengah jalan di sebuah wilayah, tapi saya tidak terlintas sekarang nama wilayahnya itu sempat mereka istirahat dan di malam hari kemahnya Aisyah radhiallahu anha dikerumuni oleh anjing, gonggongan anjing. Dan Nabi sallallahu alaihi wasallam pernah berkata kepada Aisyah, kepada istri-istrinya waktu lagi kumpul semua. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Seseorang di antara kalian nanti akan terkena fitnah dan ciri-cirinya dia akan berada di sebuah wilayah yang di tempat tinggal dia dikerumuni oleh gonggongan anjing." Waktu Aisyah dengar Aisyah mengatakan radhiallahu anha, "Wilayah apa ini?" Disebut nama wilayahnya dan seperti yang Nabi sebutkan. Kata Aisyah, "Kalau begitu saya harus balik. Ini seperti yang Nabi sallallahu alaihi wasallam katakan ini fitnah, enggak boleh saya ikut." Kata Thalhah dan Zubair, "Kita tidak bukan untuk berperang kok. Kita mau ke sana bukan untuk berperang. Tidak ada fitnah perang di sini. Kita cuma datang ke sana untuk menyambut teman-teman kita, saudara-saudara kita muslimin, mendengar aspirasinya mereka dan nanti kita sampaikan kepada Ali. Niatnya cuma itu. Ternyata orang-orang Khawarij ini memang mereka kan benci dengan Ali. Karena saya sampaikan di kisahnya Ali. Ali kan memerangi mereka ya. Sampai Ali radhiallahu anhu banyak membunuh mereka dari orang-orang Khawarij. Dan ada juga sebagian didakwahi Abdullah bin Abbas radhiallahu anhum ajmain. Tapi ringkas cerita adalah Ali radhiallahu anhu ee ee orang-orang Khawarij itu ingin memang membuat sahabat-sahabatnya jadi fitnah berperang satu sama yang lain. Begitu Zubair, Thalha dan juga Aisyah radhahu ajmain tiba di Irak, ternyata orang-orang Khawaris sudah menyiapkan pasukan. Pasukan ini disiapkan disiapkan kuda untuk Zubair, untuk ee Thalha dan juga disiapkan unta untuk Aisyah. Gitu kan. Waktu mereka bertiga-tba, lihat pasukan ada. Ini apa-apaan nih semua? Kata mereka, "Enggak, kami hanya menyambut kalian. Silakan naik ke kuda-kuda ini." Unta. Sementara pada waktu mereka menyurat kepada Thalha dan Zubair, mereka juga menyurat kepada Ali sambil berkata, "Wahai Ali, sekarang Thalha, Zubair, dan Aisyah keluar dari Makkah menuju ke kami untuk memerangimu." Ali juga keluar dengan pasukannya dari Madinah untuk memastikan masalah itu, gitu kan. Begitu ketemu dua pasukan terjadi fitnah besar. Dan ini saya tidak review semuanya karena sudah kita bahas di pada kehidupan Ali radhiallahu di masa khilafah Ali. Dan Anda bisa kembali ke e dua pertemuan yang lalu ya kurang lebih. Yab yang jelas ringkasnya adalah pada saat bertemu pasukan Ali melihat Zubair dan Thalha. Dan waktu itu karena pasukan sudah ketemu saya kasih rasionalnya begini. Kalau misalnya ada lima orang jalan di jalan sebelah kiri, lima orang jalan di jalan sebelah kanan. Lewat saja nih. Kemudian ada satu orang dari kelompok sebelah kiri ngelempar batu ke yang sebelah kanan. Kira-kira yang kanan balas enggak? Balas. Bahkan 5 sama lima ini bisa berantem kan. Bagaimana kalau 1000 orang? Bagaimana kalau lebih daripada itu? 10.000 orang. Pasukan waktu itu banyak sekali gitu kan. Dan memang sudah diatur semikan rubah jadi fitnah. Jadi waktu pasukan Ali datang, orang-orang Khawais enggak pakai nunggu. Langsung mereka pecik dengan takbir melempar anak panah ke sana. Ali pikir menyerang. Ali lihat di depan ada Thalha dan Zubair sama Aisyah. Wah, ini berarti memang membentuk pasukan pemberontakan gitu kan. Karena sebenarnya mereka tidak ngerti apa-apa. Maka Ali radhiallahu anhu dengan kecerdasannya juga langsung mendekati Thalhah dan Zubair di kanc peperangan. Wahai Thalha dan Zubair, apakah kalian melupakan sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam kepada kalian berdua? Jadi ternyata pernah Nabi sallallahu alaihi wasallam lagi duduk berempat nih, Thalha, Zubair, Ali dan juga Nabi sallallahu alaihi wasallam. Nabi mengatakan kepada Thalhah dan Zubair, "Kalian satu waktu eh k" kata Nabi sallallahu alaihi wasallam kepada Zubair. Zubair yang ditanya, "Wahai Zubair, apakah kamu mencintai Ali?" Kata Zubair, "Tentu saja sepupu saya. Bagaimana saya tidak cintai dia? Ayahnya Ali Abu Thalib, ibunya Zubair Sofiah, saudara nih sepupu kan gitu. Pasti saya cintai dia. Apalagi dia adalah orang yang luar biasa menjadi sahabat Anda. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Ketahuilah satu waktu nanti kau akan bertemu dengan Ali di kanca peperangan dan kau dalam keadaan zalim. Jangan ikut-ikutan." Kata Ali, "Ingatkah itu Zubair yang Nabi bilang?" Kata Zubair, "Iya dan saya tidak niat untuk berperang sebenarnya." Kata Zubair. Maka Zubair mengatakan, "Thalha keluar. Thalha ini teman dekatnya. Kita keluar dari kanca peperangan. Jangan ikut-ikutan nih." Maka keluarlah Aisyah radhiallahu anha tetap di atas unta karena sudah jauh dikerumuni dengan pasukan. Ini terjadi peperangan nih, gitu kan. Waktu dua-duanya Thalhah dan Zubair keluar dari kanca peperangan, maka ada beberapa pimpinan-pimpinan Khawarij yang memang tidak suka dengan kejadian tersebut. Maka mereka pun akhirnya berusaha untuk membunuh. Datanglah seseorang yang telah membunuh ya Zubair itu disebutkan namanya kalau tidak salah Ibnu Jurmuz ya. Saya lagi cari dulu. Iya Ibnu Jurmuz. Betul. Jadi yang membunuh dia adalah Ibnu Jurmus. Ini salah satu pimpinan dari orang Khawarij. yang datang waktu lihat Zubair sudah menyingkir ke samping lagi ngobrol sama Ali sama Thalha. Dia datang dari belakang kemudian ditusuk langsung Zubair. Ditusuk langsung Zubair bin Awwam dua kali dan Zubair mati. Kemudian Thalha yang sudah kita bahas juga pertemuan yang lalu dipanah juga oleh seorang khawarij yang akhirnya mati gitu kan. Tapi Ali mereka tidak berhasil bunuh. Ali tidak berhasil mereka bunuh. Ringkas cerita, pada saat keduanya telah terbunuh Zubair dan juga ya eh Thalha, maka Ali radhiallahu anhu menangis pada saat itu. Kemudian ee duduk di depan jenazahnya ya Zubair sambil dan juga Thalhah sambil Ali mencium keduanya dan mencium pedang keduanya sambil menangis. Ali mengatakan, "Demi Allah, inilah pedang-pedang yang mulia yang senantiasa digunakan pemiliknya untuk membela Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dalam segala peperangannya, dalam segala maraba bahaya." Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Ibnu Hibban, dan Hakim Suga At-Tabarani. Kemudian juga dalam riwayat lain dikatakan Zubair ee Ali radhiallahu anhu berkata pada saat melihat jenazah Zubair yang tersungkur di depannya dengan Thalha, dia mengatakan kepada anaknya ya Muhammad bin Hanafiyah namanya. Muhammad bin Ali namanya ya. Tapi diambil nisbat Hanafiyah nama ibunya agar membedakan antara Muhammad dengan Hasan dan Husein radhiallahu anhum ajmain. Karena Hasan dan Husein adalah anaknya Fatimah lebih mulia. Ya, Muhammad mengatakan, "Aku ternisbatkan ke Hanafiyah, ke ibuku karena aku posisiku di bawah Hasan dan Husein gitu ya." Dia Ali mengatakan, "Wahai Muhammad, aku berharap aku mati sebelum hari ini." Karena ini fitnah yang sangat besar. Maka Ali pun akhirnya berhasil memberhentikan ya memberhentikan permasalahan itu memberhentikan permasalahan peperangan tadi ya dan memenangkan peperangan lalu memulangkan Aisyah ke Madinah karena kata Nabi sallallahu alaihi wasallam wahai Ali akan terjadi sesuatu masalah nanti dengan salah satu istriku tapi Nabi tidak sebut Aisyah gitu kan dan kalau terjadi itu kembalikan dia ke rumahnya di Madinah maka pasukan Ali menang radhiallahu anh dan sudah panjang lebar jelaskan tapi Thalha dan Zubair terbunuh pada saat itu dan ternyata terbunuhnya mati syahid dan pada Saat terbunuh. Ali radhiallahu anhu menghukum juga Ibnu Jurmus dan pembunuh Talha sambil berkata, "Sampaikanlah atau terimalah berita berita buruk buat kalian berdua. Karena Rasulullah sallallahu alaihi wasallam telah menyampaikan kepada saya bahwasanya pembunuhnya Thalha dan Zubair dua-duanya masuk ke dalam api neraka." Maka terbunuhlah mati syahid radhiallahu anhu. Ya, pendekar dan saudara sepupu Nabi sallallahu alaihi wasallam ini seorang mujahid yang sangat luar biasa. di mana memang beliau memiliki kedudukan yang sangat tinggi di mata agama kita dan juga di mata kita. Tinggal kita tutup dengan sedikit tambahan sebagai penutup dalam buku bahasan kita ini. Zubair radhiallahu anhu sempat memiliki hutang. Sebenarnya bukan hutang ya. Jadi pernah ada orang titipin amanah kepada beliau. Kemudian amanah itu beliau bilang kepada pemiliknya, "Ini bukan amanah. Saya boleh simpanan, tapi ini dihitung utang saya. Jadi tetap saya hitung hutang harus dibayar. Kalau sampai ada yang kurang berarti ahli waris saya akan bayar. Maka Zubair sempat menitipkan pesan kepadanya Abdullah anak pertamanya. Wahai Abdullah kalau sampai saya mati amanah ini kembalikan. Kalau ada yang kurang sedikit pun bayar. Gitu kan. Maka akhirnya Abdullah pun menjalankan amanah itu pada saat ayahnya mati syahid terbunuh. Dan Zubair bin Awwam meninggalkan cukup banyak harta. Beliau meninggalkan harta. Jumlahnya disebut dalam buku-buku sejarah 50 50.000 ee 50.200.000 ya dirham. Ini kurang lebih teman-teman sekalian dikali dengan Rp50.000. 1 dirham sekitar Rp50.000 kalau tidak salah sekali. Kalau kita kali Rp50.000 ini jumlahnya kurang lebih Rp2,5 triliun. Hartanya banyak enggak? orangnya sudah pemberani, keturunannya banyak kan gitu. Perannya luar biasa. Sahabat Nabi masuk surga kaya raya gitu luar biasa. Beliau meninggalkan harta sebanyak itu. Kemudian beliau meninggalkan empat orang istri dan disebutkan dalam buku ini salah satu istri mendapatkan warisan R.100 dirham. Kurang lebih nilainya kalau dari rupiah ini R5 miliar ya. Ini jumlah harta yang ditinggalkan oleh Zubair bin Aur radhiallahu anhu. Dan akhirnya beliau ee mati syahid dan ditutup dengan kisah ini oleh penulis buku. Dan semoga saja insyaallah kita bisa dapat pelajaran dari bahasan beliau. Dan insyaallah pertemuan yang selanjutnya kita akan bahas tentang sahabat yang lain, Abdurrahman bin Auf radhiallahu anhu. Kalau ada yang punya pertanyaan silakan masih ada waktu sekitar setengah jam. Ada yang mau bertanya atau semua sudah siap perang? Insyaallah. Hah? Siap seperti Zubair enggak dobrak tapi siap yang benar. Jangan di sini siap nanti begitu di depan musuh lari. Jadi pada saat sahabat Nabi di perang Uhud itu sempat ya goncang gitu kan maka Allah Subhanahu wa taala mengatakan laqad kuntum tamannaunal mauta minqblu faqad roitumuh gitu kan. Dulu kalian selalu rindu mau mati syahid. Iya, saya mau, saya mau. Tapi begitu ya sudah berhadapan dengan mati syahid, maka kalian tidak tidak berani melakukannya. Makanya harus punya jiwa yang besar sambil berdoa kepada Allah Subhanahu wa taala. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Barakallahu fik, Ustaz. Wafika barak. Masyaallah. Setelah banyak mengkaji cerita sahabat-sahabat, mereka adalah orang-orang yang sangat luar biasa dalam segala hal. Dan yang paling mencolok adalah keberanian dan keperkasaan. Apakah kita sebagai thabul ilmu wajib untuk membekali diri dengan hal-hal keberanian dan keperkasaan? Mungkin lebih spesifik perlu untuk melatih diri dalam bela diri. Tentu saja. Gak usah dibahas masalah itu. Itu harus. Antum harus belajar bela diri. Kuasain semua seni bela diri. Yang penting jangan ada kemusyrikan. Enggak ada tenaga dalam. Tenaga dalam. Enggak usah tenaga dalam. Ini semua pakai jin-jin itu enggak mungkin. Kalau tenaga dalam ada di zaman Nabi, Nabi sudah pakai, sahabat sudah pakai. Yang ada keterampilan Zubair bin Awam pakai pedang ayunkan tangan bukan dari jauh dorong orang. Jadi keterampilan yang benar seni beri semua kuasain. Antum juga perlu mengetahui segala jenis senjata-senjata yang ada, nama-namanya, fungsi-fungsinya bukan untuk membuat kerusakan, tidak. Tapi Allah mengatakan dalam Al-Qur'an azubillahiminasyaitanirrajim. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Persiapkan dari diri kalian." Dan ini berlaku bagi semua muslim gitu kan, keterampilan-keterampilan kalian yang bisa membuat kalian menakut-nakuti musuh Allah atau bahkan memerangi mereka. Ya, memang itu ada. Dan dalam riwayat dikatakan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam setiap hari, setiap hari kalau bukan habis subuh, habis ee duha, maka habis asar berkumpul dengan para sahabat dan mendukung mereka menunggangi kuda mereka, memanah ya bahkan yang sering Nabi sallallahu alaihi wasallam lakukan dengan para sahabat mereka bergulat gitu kan. Memeras tenaga mereka satu sama yang lain, bergulat melatih keterampilan. Jadi sahabat itu Zubair bin Awwam bukan masuk begitu saja. Memang dia punya keterampilan, dia belajar dan perlu diketahui kalau zaman sekarang mungkin ada pedang, ada pisau kayak zaman dulu dipakai, mungkin juga ada senjata-senjata, senapan, apa saja jenis-jenis senapan itu dibaca keterangannya, informasinya itu kan itu baca bukan untuk digunakan sebagai orang yang melakukan dengan terorisme atau mengancam orang itu jauh sekali dari agama, tapi mengenal ini perlu gitu kan. Dan saya asas dan kita tahu di seluruh dunia e bela-bela diri adalah seni. Seni bela diri bahkan dipertandingkan gitu kan. Itu biasa. Maka sangat penting untuk menguasai. Tentu saja itu penting. Dan Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan juga kepada kita dalam hadisnya, "Ajari anak kalian menunggangi kuda dan suruhlah mereka loncat di atas kuda itu sementara kuda itu berlari gitu kan. Jadi kudanya ditepuk lari disuruh loncat ke atasnya." Ya, begitu belajar keterampilan kata Nabi sallallahu alaihi wasallam juga kepada para sahabat, "Melemparlah kalian, memanalah, lempar tombaklah ya, lempar lembing gitu kan. Itu semua karena memang itu dibutuhkan dalam peperangan." Itu dibutuhkan dalam peperangan. Kemudian juga Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan, "Ajar anak kalian berenang, memanah, dan melempar tombak." Dan banyak hadis berhubungan dengan masalah masalah-masalah seperti ini. Adakah wadah untuk para penuntut ilmu untuk bela diri yang berkonsep sunah? Kemarin sebenarnya saya sempat dapat ee ada informasi tapi saya tidak ingat ya di mana. Saya yakin ada kok. Insyaallah mungkin nanti bisa dibahasakan sama teman-teman sahabat sunah mungkin ada yang tahu insyaallah atau mungkin ada teman-teman yang punya keterampilan kemudian dia mau memberikan jasanya silakan saja. Dan ini tidak ada yang disembunyikan ya. Tidak boleh sembunyi. Jangan sembunyikan. Kita buka seperti umumnya orang buka ada taek kondok, ada karate, ada ini enggak ada masalah. Kita bukan sembunyi-sembunyi untuk belajar sehingga dianggap ini sengaja terselubung. Enggak. Ini umum saja orang mau belajar, mau olahraga dan seterusnya. Masyaallah. Saya kira gak ada yang bertanya tadi. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam waruh. Jazakallah khair atas semua jawaban dan pertanyaan saya via SMS, WA atau saat kajian waat insyaallah. Tapi yang tidak belum terjawab, mohon maaf ya. Ini SMS di HP saya 300 sekarang 321 hari ini. Saya jawab 20 masuk 50 gitu kan. Di WhatsApp juga begitu masuk sekian puluh. Sampai ada seorang ikhwah di Makassar kemarin tidak sengaja saya lagi buka HP saya sepupunya minta nomor HP. Terus dia bilang, "Hati-hati kalau SMS ke Ustaz Haridang-kadang kecewa karena lama dijawabnya." Terus saya buka HP saya tidak sengaja saya lagi mau buka SMS. Dia lihat rupanya dia lagi bawa mobil. Dia lihat kemudian dia lihat SMS sebelum dibuka kotak pesannya itu tertulis 251. Dia bilang, "Sebentar, Ustaz. Saya mau foto dulu." Difoto sama dia SMS-nya. Bilang ini lihat nih SMS-nya Ustaz Khalid nih 251 belum dijawab. Padahal sudah 500 lebih saya jawab gitu kan. Itu yang tertinggal. Jadi insyaallah kalau antum sudah sempat jawab alhamdulillah. Tapi yang belum terjawab saya usahakan ya. Makanya sampai di Blackberry saya sudah tidak aktif sama sekali karena terlalu banyak di email, terlalu banyak di WhatsApp terlalu banyak dan juga di SMS. Jadi mudah-mudahan saja antum bisa mengerti masalah itu. Tidak ada maksud untuk tidak menjawabnya. Saya bekerja di instansi sebuah instansi. Bolehkah kita menolak jabatan yang kita tahu bahwa di dalamnya ada rekayasa data, pungutan tidak resmi kepada rekanan? Tentu boleh saja. Malah bagus. Ada dalam agama kita kan sebuah ee titik penting ya, pegangan penting dalam hidup kita. Kaidah penting namanya muruah. Muruah itu menjaga kesucian kehormatan dengan Allah. Saya kasih contoh para ulama hadis ya itu mereka bukan hanya meninggalkan yang haram tapi mereka meninggalkan yang makruh. Misal makan berdiri. Mereka menganggap kalau makan berdiri hukumnya makruh sebenarnya. Tapi itu mencoreng muru dengan Allah. Bahkan para ulama hadis, sebagian ulama hadis itu kalau ditahu dia pernah berbuat yang makruh, bisa saja hadisnya dari sahih turun ke hasan gitu kan. Saking pentingnya mereka menjaga muruah itu gitu kan. Muruah ini masuk contohnya misalnya pekahnya seseorang untuk menolak yang haram. Pekahnya seseorang terhadap kesalahan yang dia lakukan sehingga dia tidak mau bawa itu ke akhirat. Seperti kalau teman-teman sudah pernah dengar, pernah saya sampaikan kisah Imam Bukhari rahimahullah. Beliau pernah mau pergi berburu sama teman-temannya. Kemudian ee sebelum berburu, sebelum teman-temannya datang, beliau lagi belajar memanah, latih manah di depan halaman rumahnya sendiri. Ternyata anak panahnya itu sempat ada satu yang melesat kemudian kena ke pagar tetangganya. tercuil sedikit pagar tangannya pagar kayu. Imam Bukhari langsung berhenti panggil pembantunya di rumah. Dia bilang, "Sampaikan kepada teman-teman saya kalau saya tidak jadi ikut buruh hari ini. Dan sampaikan salam saya kepada tetangga. Bilang kalau saya siap mengganti pagar dia." Tercuil sedikitnya. Saya ganti pagarnya dia yang saya yang saya sudah lukain itu. Sudah luka sudah rusak. Maka pembantunya pun melakukan itu. Dibatalin berburu hari itu. Lalu kemudian dia ke tetangga. Waktu tetangganya dengar apa yang disampaikan, dia bilang, "Jangan pagar saya, rumah saya, saya kasih Imam Bukhari, enggak apa-apa gitu kan. Enggak usah saya sudah maafin." Apa yang terjadi? Waktu Imam Bukhari dengar kejadian tersebut, beliau sujud syukur kepada Allah. Beliau bersedekah kasih orang miskin. Loh, ditanya sama pemb batunya, "Kenapa, imam? Ada apa sebenarnya?" Dia bilang, "Alhamdulillah yang telah menyelamatkan saya tidak punya musuh hari kiamat." Itu bayangkan ya, tercuil. Berapa kali kita injak sendalnya orang, berapa kali kita berbuat banyak hal yang kita tidak pedulikan. Itu menjaga kehormatan namanya. Termasuk di sini adalah menolak hal-hal yang berbau maksiat. Itu menjaga buruan namanya, gitu kan. Kalau ini ide yang sangat bagus. Kalau antum tahu jabatan itu berbahaya dan ini bisa mengganggu ibadah, bisa mengganggu apa saja. Bahkan ada seorang ikhwah datang kepada saya kemarin habis tabligh akbar juga di Makassar. Ustaz, saya ini mau muat bukan dibontang ya di awal Ramadan kemarin dia bilang, "Ustadz, saya mau kuliah ke Amerika. Bagaimana syarat Ustaz, lebih baik saya berangkat atau tidak?" Saya tanya, "Memang darurat antum berangkat?" Dia bilang, "Sebenarnya tidak sih, cuman ini ada kesempatan saja untuk S2. Di negara Islam tidak ada." Ada. Lalu kenapa harus ke sana? Di sana tu negara kafir walaupun ada musimnya tapi tinggal di negara kafir ada konsekuensi hadis Nabi. Ana baril musyrikin. Kata Nabi, "Saya berlepas tangan dengan orang-orang yang hidup di negara-negara orang kafir." Bukan tidak boleh, boleh, tapi kata Nabi, "Saya berlepas tangan." Artinya begini, kalau nanti kamu susah salat, kalau kamu mati nanti di kuburnya susah, cari makanan halal susah, ya itu konsekuensi kamu, gitu loh. Karena kalau di negara Islam pasti akan banyak, gitu kan. Maka saya bilang, "Kalau sesuatu yang bukan darurat, kenapa harus dipaksain aja?" Ya coba jaga kehormatan muruaah agama kita. Kalau darurat silakan lahir terlanjur di negara sana, memang ada jabatan yang harus duta misalnya atau orang harus nuntut ilmu tidak ada di negara Islam atau mungkin memang di sana dapat beasiswa itu pun cuma pergi dan pulang. Tapi kalau sengaja datang ke sana untuk tinggal ini satu hal yang mesti dijadikan tanda tanya nih, gitu kan. Apalagi kadang-kadang ini rekayasa data ini luar biasa. Saya waktu ke Australia kemarin, saya tanya teman-teman di sana bulan sepupu saya sendiri, bagaimana sebenarnya orang-orang Indonesia ini bisa masuk ke sini? Memang dikasih visa kerja sama sama pemerintah Australia, dikirim ke sana ke Indonesia. Dia bilang, "Sahuah saya enggak." Tapi mereka ini rata-rata masuk ke Australia buat data palsu mengatakan bahwasanya di Indonesia mereka tertindas masuk ke sini. Macam-macam alasannya. Ada yang mengatakan dia mau dia mau nikah sesama jenis tapi Indonesia enggak bisa atau dizalimilah tidak bisa ee bebas untuk mengembangkan pemahaman yang dianggap sesat seperti Ahmadiyah yang paling sering pakai itu gitu kan. atau dia orang homo tadi ya, dia mau nikah sama-sama itu yang baik paling banyak nanti kemudian setelah tinggal dikasih izin 2 3 bulan atau berapa gitu kemudian baru dapat izin tinggal ini untuk apa ini buat rekayasa data begini nih gitu kan padahal dunia ini akan ditinggalkan sekali lagi saya bukan menyalahkan ya tapi yang saya maksudkan adalah menjaga murua penting termasuk masalah seperti ini. Halalkah uang yang diberikan seorang pengusaha kepada seorang pejabat karena diberikan proyek? Uang ini seperti semacam peraturan yang tidak tertulis walaupun tidak disepakati dari awal. Tapi masing-masing pihak sudah maklum karena sudah tradisi dan tahun dari tahun-tahun sebelumnya. Kalau memang proyek itu berjalan tanpa fee yang dikasih misal kalau pengusaha itu kasih atau tidak memang karena dia berkualitas tapi memang layak menerima gitu kan. Tapi pada saat dia terima proyek, dia ingin memberikan balas jasa, itu tidak masalah. Tapi kalau memang dianggap tadi kayak misalnya sebuah tradisi artinya tidak akan dapat kalau tidak ada itu, maka ini tidak boleh gitu kan. Ini masuk pada hal yang tidak dibenarkan. Karena nanti orang e si pejabat ini dia tidak ada lagi masalah kualitas. Yang dia lihat adalah siapa yang memberikan kepada dia persentase gitu kan. Maka ini berbahaya. Apa saja amalan untuk merealisasikan apa ini wahti wahtisaban dalam puasa di siang hari dan qiam Ramadan. Jadi hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam yang mengatakan siapa yang mendirikan Ramadan dan siapa yang puasa Ramadan dengan iman dan ihtisab maka diampuni dosanya lalu. Iktisab artinya mengejar pahalanya, mengerjakan maksimal apa yang diperintahkan sementara puasa. puasanya, baca Qurannya, salat malamnya, ya zikirnya, semua menjauhi diri dari kemaksiatan. Itu namanya ikhtisab. Itu namanya iktisab. Ini pertanyaannya tolong sesuai tema ya. Jangan ke mana-mana ini. Ustaz, di bulan Ramadan ini apakah dosa besar bisa diampuni? Ya, kalau tobat nasuha diampuni di Ramadan atau Ramadan harus tobat nasuha. Syaratnya tiga. Tinggalkan dosa seketika lagi riba, lagi zina, lagi bohong, berhenti. Pada saat itu berhenti. Sesali dan janji sama Allah tidak diulangi. Ini Imam Nawawi mengatakan tobatnya diterima Ramadan atau dulu Ramadan tidak ada masalah gitu kan. Dan tobat sebuah ibadah yang diperintahkan. Mohon nasihat untuk teman saya yang baru sekali ini mengikuti kajian sunah ana silakan ikut. Dan insyaallah kalau dia hadir di sini, teman-teman yang baru hadir, Anda bisa lihat ceramah kita 2 jam bahkan 3 jam. Tadi kita mulai jam 09.00 kalau tidak salah. Ini sudah hampir 3 jam ceramah kita sampaikan. Saya yakin kalau Anda niatnya ikhlas dan insyaallah kami juga begitu, Anda akan dapatkan manfaat ilmu. Maka orang yang sudah merasakan manfaat ilmu, pasti dia akan datang lagi gitu kan. Pasti orang akan datang karena tahu ini ada manfaatnya. Ini bukan duduk majelis kosong, ngakak-ngakak, ketawa-ketawa atau lawak. Ini majelis ilmu yang bisa subhanallah bisa dari sekian kisah yang saya sampaikan tadi, bisa saja satu kisah itu sudah mengubah hidup antum menjadi jauh lebih baik sampai meninggal. Bukan mustahil. Makanya penting duduk dalam majelis ilmu duduk dengan orang-orang yang berilmu, orang yang saleh, kita duduk sama mereka. Tujuannya agar kita bisa mendapatkan manfaat. Karena satu kisah bisa membuat hubi hidup kita berubah ya sampai kita meninggal. Sama halnya tidak boleh duduk dengan orang-orang yang buruk gitu ya. Orang-orang yang buruk ini bahaya yang tiap malam didiskotik tiap haram. Tiap hari unta ganti pasangan, tiap hari minum khamar. Ini berbahaya karena bisa satu kisah dari mereka tentang nikmatnya zina, naudubillah, atau nikmatnya khamar. Maka membuat kita terpengaruh dan sampai meninggal bisa melakukannya. Maka berbahaya sekali. Tentu yang hadir di majelis ilmu manfaatnya sangat besar ya. Di antaranya adalah ilmu ini akan mendatangkan iman. Dan kalau iman sudah ada, maka semua amal saleh kita siap lakukan. Semoga saja insyaallah yang baru hadir bisa menghadiri ceramah-ceramah selanjutnya yang mudah-mudahan tentu dia tahu akan ada manfaat yang dia dapatkan. Baik, saya dahulukan dulu sesuai dengan pertanyaannya. Ini soalnya sudah ke mana-mana ni masalah salat ditanya lagi di baik. Ini pertanyaan sesuai dengan tema. Diceritakan ada orang yang berjihad namun masuk neraka. Siapa orang yang berjihad namun masuk neraka? Apa alasannya dan mohon penjelasannya? Hadis Bukhari menjelaskan kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Tiga orang yang paling pertama dihisab hari kiamat dan paling pertama masuk neraka." Gitu. Orang yang pertama adalah orang yang berjihad di jalan Allah. Paling pertama ini ya ber Allah. Maka didatangkanlah orang ini di mahkamah Allah hari kiamat. Lalu Allah bertanya pada Allah perlihatkan padanya tentang nikmat-nikmat yang Allah kasih. Keberanian. Dia masuk medan perang, dia membunuh musuh, dia takbir, semua diperlihatkan. Lalu dia lihat, dia kenal nikmat itu. Lalu kata Allah Subhanahu wa taala, "Apa yang kamu lakukan dengan nikmat yang saya kasih ini?" Keberanian yang ada, peluang untuk masuk di jihad, kamu bisa membunuh musuh itu luar biasa. Apa yang kau lakukan? Dia bilang, "Ya Allah, tidak ada kesempatan untuk berperang di jalanmu kecuali saya lakukan dan saya kerjakan itu karena kamu." Kata Allah, "Kamu dusta. Kamu berperang agar kau dibilang pemberani." G kan. Maka kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, Allah pun berfirman pada para malaikat, "Saya lihat orang ini lempar ke neraka." Jadi memang jihad enggak boleh ibadah. Jangankan mau dibilang pemberani. G ada seseorang yang pernah di zaman Nabi sallallahu alaihi wasallam mati masuk neraka. Ya, kalau tidak salah namanya dia Kazman. Kalau tidak salah orang ini bernama Kazman. Jadi dia masuk medan perang dia waktu di perang Uhud tuh dia perang sana sini banyak menyerang musuh di awal-awal peperangan bahkan membunuh beberapa. Beberapa sahabat mengatakan orang ini ahli surga nih. Kapan dia terbunuh? Luar biasa. Karena juga ada hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam yang berbunyi, "Tidak akan bersatu antara seorang mujahid dengan orang kafir yang dia bunuh di medan perang. Tidak akan bersatu." Ya, dalam arti kata memang di sini dia kalau sudah membunuh satu orang kafir dia akan selamat dari api neraka. Jaminan gitu kan. Maka sahabat mengatakan orang ini ahli surga nih. Lalu kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Tidak. Dia masuk neraka." Sahabat semua penasaran diikutin kenapa nih dikatakan neraka. Ternyata orang ini sempat kena tebasan pedang kakinya, betisnya berdarah karena kesakitan. Dia turun dari kudahnya kemudian dia ambil pedang, lalu dia tusuk badannya sendiri dan dia mengatakan, "Saya berperang untuk membela kaum saya. orang-orang Madinah maksudnya gitu kan. Maka para sahabat baru tahu ternyata orang ini bukan berperang untuk agama. Jadi karena keberanian, hanya karena masalah membela kaumnya saja gitu kan. Bukan karena membela agama Allah. Itu sebabnya tentu saja gitu kan. Itu sebabnya. Allahuam. Itu yang saya ketahui. Tentu orang yang kedua tadi dari hadis itu adalah orang yang ee apa namanya? Ee diberikan Al-Qur'an lalu dia membacanya, dia menghafalnya lalu ternyata dia membaca. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Apa yang kau lakukan dengan nikmat yang saya kasih? Hafal dan membaca Al-Qur'an." Dia bilang, "Saya baca karenamu, ya Allah." Kata Allah Subhanahu wa taala, "Kau dusta. Kau hanya melakukannya agar kau dikatakan qari dan hafiz." Gitu kan. Dan sudah diucapkan itu masukkan ke dalam api neraka. Orang yang ketiga Allah yang kasih, Allah karuniakan kepada dia harta dihabiskan di jalan Allah berinfak. Lalu Allah datangkan hari kiamat dilihatkan semua nikmat pada saat dia bersedekah. Lalu kata Allah, "Apa yang kau lakuarkan dengan nikmat ini?" Dia bilang, "Saya bersedekah di jalanmu, ya Allah." Kata Allah, "Bohong kamu bersedekah agar kau dikatakan orang yang ringat tangan atau pemurah." Maka dilemparkan ke dalam api neraka. Allahuam. Bagaimana jika ada niatan poligami namun istri tidak setuju dan mengancam cerai? Bagaimana jika ingin poligami namun secara ekonomi gaji pas-pasan? Ini bukannya jihadnya yang diambil pelajaran poligaminya. Pal tadi itu selipan itu di awal gitu kan. Baiklah kalau ada niatan penting. Saya sudah bilang tadi niat memang dianjurkan niat dalam agama Islam. Innama amal niat gitu kan tinggal aplikasinya dan aplikasi butuh strategi, butuh ee persiapan energi, waktu ya dana butuh semuanya. Kita kalau mau salat wudu ada wohongkan waktu datang ke masjid sejadahnya ditebar rapi semuanya begitu kan gitu. Jadi butuh itu. Kalau istri tidak sujud mungkin memang karena pasti ada alasan. Apa kira-kira alasannya? Kita kalau lagi hadapin masalah, masalah itu dilihat penyebabnya apa, lalu perbaiki di penyebab itu. Insyaallah akan selesai itu. Insyaallah akan selesai. Dan jangan lupa juga berdoa kepada Allah Subhanahu wa taala agar kita diberikan kemampuan. Karena yang saya tahu, subhanallah, poligami itu seperti sebuah prestasi ya yang kalau saya setahu saya Allahuam yang Allah berikan kepada orang yang sudah sukses dengan yang pertama. Karena kasus yang saya alami sendiri seperti Allah mudahkan gitu ya. Jadi seperti Allah mudahkan saja pada saat mungkin di titik tertentu kita sudah dilakukan dengan keluarga maka akan datang titik yang kedua gitu kan karena titik yang ketiga dan seterusnya. Saya anggap seperti itu. Wallahuam. Kalau masalah pas-pasan tentu nikah dengan AKFA gitu kan. Pertama tentu jangan sampai jangan sampai antum masih keluarga pertama kebutuhan rumah R juta, antum cuma R juta gajinya gitu kan. Masih kurang sejuta kadang-kadang harus utang sana sini lalu mau poligami. Ini jangan belum bisa, belum mampu namanya belum bisa. Keluarga kedua pasti akan dihidupin juga gitu kan. Tapi kalau kita punya kemampuan pas-pasan dalam arti kata saya bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga saya yang pertama R juta. Kalau saya bangun rumah tangga yang kedua karena belum punya anak. Yang pertama mungkin punya anak ini mungkin R1 juta. Kalau gaji saya R juta berarti masih bisa. Maka itu bisa saja tinggal nikah dengan AKFA. Afa itu yang sepadan gitu kan. Jadi jangan antum sudah siapkan alokasi R1 juta untuk istri yang kedua tapi antum nikah dengan perempuan yang bedaknya saja R5 juta gitu. enggak makan mungkin bisa gitu kan. Jadi cari yang akfa yang sepadan yang sejuta itu dia bisa beli makanan segala dan dia juga bisa pakai untuk kebutuhannya. Nah itu yang boleh gitu kan. Tapi kalau tidak maka saya sarankan jangan itu salah ya. Sudah masuk zuhur belum? Hah? Kok enggak ada yang nyaut nih? Sudah duhur belum? 3 menit lagi. Oh 3 menit lagi. Sudah bahas masalah jihad suaranya masih kecil. Gimana? Ini ikhwah pertanyaannya coba sesuai dengan tema ya. Ini ke mana-mana bahasannya. Bagaimana hukumnya nikah siri bagi PNS? Karena ada peraturan yang menikah hanya dengan satu istri. Kalau nikah resmi ada surat nikah dipecat dari kantor, akhirnya banyak yang menikah siri tanpa surat nikah. Bagaimana solusinya? Yang pertama, nikah yang antum lakukan gitu kan itu tetap harus ee dengan sepengetahuan istri. Jangan jangan dirahasiakan. Untuk apa dirahasiakan? Ini masyaallah laki-laki sini suaranya sudah jantan. Tadi sudah dengar jihad. Kadang-kadang kalau jalan suara sepatunya masyaallah masa takut sama istri. Gimana? sampaikan apa adanya ya. Dan subhanallah perempuan itu lebih senang kalau kita transparan daripada sembunyi-sembunyi. Dan memang itu apa adanya dan kita harus memberikan keamanan karena biasanya penolakan terjadi karena dia merasa terancam keamanan harus diberikan gitu kan. Itu dulu. Jadi dalam dari sisi internal kita harus sudah punya persiapan. Ciri eksternal saya sudah baca peraturan pemerintah. Peraturan pemerintah bukan dipecat sebenarnya. Jadi ada peraturan ya di di sekarang di pemerintah itu kalau mau menikah bagi PNS pun boleh. Itu keluar peraturan boleh. Tapi ada surat ya yang dikeluarkan oleh kantor. Dalam arti kata memang orang ini ya tidak bermasalah kalau berpoligami. Ada orang subhanallah belum poligami baru satu istri terlambat terus ke kantor gitu kan. Bagaimana kalau istrinya dua gitu kan. ini tambah kacau kerjaannya nanti. Maka itu wajar-wajar saja diberikan peraturan dan saya tahu insyaallah tidak ada masalah. Kalau secara umum hukum nikah tanpa yang maksudnya nikah siri gitu kan itu adalah hukum yang masih khilaf di antara ulama. Tapi umumnya ulama mengatakan itu nikah yang sah. Karena secara syari nikahnya sah gitu kan. Tapi secara internal dia sudah harus memperbaiki dengan keluarganya. Jadi jangan sampai membangun rumah keluarga baru sampai keluarga yang lama jadi rusak. Zubair memiliki 1000 budak. Apakah 1000 budak tersebut juga ikut perang? Apakah semua budak tersebut muslim? Apa hukumnya seorang budak muslim mengikuti jihad? Tidak disebutkan dalam riwayat ya, apakah mereka itu semuanya jihad atau tidak. Tapi yang jelas Zubair bin Awwam radhallah dari kisahnya berarti suka mengajak anaknya ke medan perang dan seterusnya. Tapi tidak disebutkan apakah memang itu ya dia ikutkan perang. Allahuam. Dan apakah sebuah muslim juga belum saya temukan data-datanya. Saya tidak tahu masalah itu. Dan ee di sini apa hukumnya kalau budak muslim ikut perang? Boleh saja, tidak ada masalah. Banyak budak-budak yang dalam Islam ikut berperang. Allahah. Jadi mohon maaf ikhwah sekalian ee yang lain saya tidak bisa jawab ya karena terlalu banyak. Dan mudah-mudahan antum bisa ikutin. Saya sarankan ikutin web www.khalidbasalama.com atau di YouTube. Ada ceramah-ceramah kita yang rutin. Sudah 250 ceramah sekarang dan setiap ceramah pasti ada tanya jawab. Mungkin pertanyaan-pertanyaan yang ditanya tadi masalah zakat, masalah salat, insyaallah sudah terjawab di situ. Mungkin begitu dulu. Kita memohon kepada Allah Subhanahu wa taala agar seluruh ibadah kita yang kita kerjakan diterima oleh Allah subhanahu wa taala. Salat, puasa, baca Al-Qur'an, dan juga diberkahi sisa umur kita ini. Mudah-mudahan bermanfaat dan kalau ada benar dari Allah pada saat dari saya mohon dimaafkan. Subhanakallahumma wabihamdika ashadu alla ilahaillallah astagfirullahubu ilaih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullah.