Kisah Sahabat Nabi ﷺ Ke-1: Menggapai Derajat Siddiq Bersama Abu Bakar Assiddiq (1)
VVhNsl9afKM • 2014-12-21
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Innalhamdalillah segala puji bagi Allah
subhanahu wa taala nahmaduhu wastainuhu
wasastagfiruh. Hanya kepadanya kita
memuji, meminta pertolongan serta
bertaubat dari dosa-dosa kita. W naudahi
min syururi anfusina. Dan hanya kepada
Allah pula kita meminta dijauhkan dari
keburukan-keburukan diri kita.
Dan dari dosa-dosa yang pernah kita
lakukanah.
Barang siapa yang telah Allah berikan
hidayah maka tidak akan pernah sesat
selamanya.
Dan barang siapa yang telah Allah
sesatkan maka tidak akan mendapatkan
petunjuk selamanya. Ashadu alla
ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa
asyhadu anna muhammadan abduhu wa
rasuluh. Saya bersaksi tidak yang berhak
disembah kecuali Allah dan Muhammad
benar-benar hamba juga utusannya. Q
Allahu Taala Allah mengingatkan dalam
kitabnya. Ya ayyuhalladzina amanutqulah
haqqa tuqatihi w tamutunna illa wa antum
muslimun. Hai sekalian orang-orang yang
beriman, patuhlah dan tunduklah
sebenar-benar patuh dan tunduk kepada
satu-satunya pencipta segala sesuatunya
yaitu Allah Subhanahu wa taala. Dan
janganlah kalian meninggal dunia kecuali
dalam keadaan Islam. Di ayat yang kedua
q Allahu taalaum
wahidah minha wisa
watqulahazialham
inallahaikumqib.
Hai sekalian manusia, sekali lagi
bertakwalah. Hanya patuh dan tunduklah
kepada satu-satunya pencipta segala
sesuatunya itu Allah yang telah
menciptakan kalian dari jiwa yang satu
itu Adam Alaih Salam dan menciptakan
dari jiwa yang satu istrinya Hawa Alaih
Salam dan telah banyak memberikan
keturunan laki-laki juga perempuan dari
keduanya. Sekali lagi bertakwalah hanya
patuh dan tunduklah kepada Allah dan
jagalah hubungan silaturahim
sesungguhnya Allah senantiasa mengawasi
kalian. Di ayat yang ketiga, qahu azza
yaqulahaumakumq.
Hai sekalian manusia, hai sekalian
orang-orang yang beriman, sekali lagi
bertakwalah. Hanya patuh dan tunduklah
kepada Allah dan ucapkan kalimat yang
benar. Niscaya Allah akan memperbaiki
amalan perbuatan kalian, mengampuni
dosa-dosa kalian. Barang siapa yang
mentaati Allah dan rasulnya maka dia
telah mendapatkan kemenangan yang besar.
Amma baqal had kitabullah. Kita tahu
sebaik-baik rujukan bagi umat Islam
dalam seluruh lini kehidupan mereka
terutama dalam ibadah yaitu Al-Qur'an
kitabullah wakir had Muhammadin
sallallahu ala ali wasahbihi wasallam.
Dan sebaik-baik petunjuk selulan adalah
petunjuk Nabi Besar Muhammad sallallahu
alaihi wasahbihi wasallam yang dikenal
dengan asunah. Keduanya rujukan pertama
umat Islam atau utama dalam segala lini
kehidupan mereka terutama dalam masalah
ibadah wasar umuri muhdatuha dan
seburuk-buruk ibadah yang tidak punya
rujukan dari wahyu Allah al-Qur'an dan
sunah. Fainna kain bidah. Semua
perbuatan yang dianggap ibadah dan tidak
punya rujukan wahyu dikenal dengan
perbuatan baru dalam agama. Walah dan
perbuatan baru itu akan membawa
pelakunya pada kekeluran dan kesesatan.
K akan membawa pelakunya ke dalam api
neraka. Bapak, Ibu sekalian, ikhw akhwat
rahimani rahimakumullah.
Tentu yang paling pertama yang layak
kita ucapkan adalah segala puji bagi
Allah yang telah memudahkan kita untuk
berkumpul di rumahnya ini dan juga untuk
menghadiri majelis ilmu. Serta
sebagaimana sudah saya bahasakan kepada
teman-teman panitia, insyaallah saya
usahakan dengan izin Allah setiap bulan
kita lowongkan. Setiap bulan akan ada
tabdiq akbar khusus untuk membahas
tentang kisah-kisah sahabat Nabi. Dan
ini memang pertemuan pertama kita
membahas tentang sahabat yang termulia
yaitu Abu Bakar radhiallahu anhu. Ada
beberapa alasan kenapa saya memilih tema
sahabat ini. Yang pertama saudaraku,
banyak sekali umat Islam yang tidak
pernah tidak tahu bahkan tidak pernah
mau tahu siapa saja orang-orang yang
telah sukses sebelum mereka. baik dunia
maupun akhirat yang mereka pikirkan
adalah orang-orang yang masih hidup
bersama mereka yang dianggap belum
berhasil sebenarnya mereka baru ya
berhasil di poin-poin tertentu di
substansial kehidupan belum semuanya
gitu kan tapi ada orang-orang yang telah
mendahului kita dari orang-orang saleh
terlebih dahulu mereka sukses dunia kaya
raya seperti figur Abu Bakar nanti akan
kita jelaskan dia seorang pedagang kalau
Anda mau bicara seorang pedagang dan
termasuk miliardernya Makkah
Beliau juga adalah seorang raja nantinya
menjadi khalifah. Beliau seorang ayah
yang sukses dan memiliki banyak anak
serta empat orang istri. Beliau juga
radhiallahu anhu yang memiliki banyak
sekali kelebihan-kelebihan termasuk
tokoh masyarakat Makkah. Beliau adalah
pejuang yang paling berani di medan
perang. Beliau memiliki prinsip-prinsip
hidup gitu kan. Umur yang panjang sampai
63 tahun. dan banyak sekali hal yang
luar biasa dari kehidupan beliau
sebagaimana akan kita tahu nanti dan
akan banyak sekali kita akan ambil
pelajaran dari kejadian-kejadian dari
kehidupan beliau dan semoga Allah
memberikan taufiknya untuk itu dan juga
hal yang lain saya akan bedah buku
Ikhwah dan akhwat sekalian. Bukunya
adalah Ashabi Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam ditulis oleh Syekh
Mahmud almisri. Allahuam ya. setahu saya
semenjak saya baca buku-buku tentang
sahabat saya temukan ini buku yang
paling lengkap. Jadi kalau ada
teman-teman yang berminat saya sudah
titipkan sama panitia bisa mendapatkan
di panitia buku ini ada empat jilid ya.
Buku ini ada empat jilid dan buku ini ee
akan kita bedah setiap bulannya. Jadi
kalau kesempatan sekarang kita akan
bahas Abu Bakar, maka yang depan
insyaallah mungkin Umar bin Khattab dan
seterusnya, maka akan terus mengikuti
buku ini. Jadi pun kalau ikhwah dan
akhwat memilikinya, maka akan terus kita
bedah sampai selesai empat jilid dengan
izin Allah subhanahu wa taala.
Saya ingin titik beratkan ee dalam
metode penyampaian saya nanti ini ya
bahasan ini dan ini bahasan yang cukup
panjang sebenarnya. Sejarah Abu Bakar
radhiallahu anhu ini bukan sejarah yang
pendek, sejarah yang panjang dan
Allahuam kita tidak tahu bisa selesai
sampai zuhur atau tidak. Maka perlu saya
tekankan kepada teman-teman bahwasanya
saya tidak fokus kepada tanya jawab
nantinya, tapi saya akan fokus ke
materi. Dan ini yang lebih penting dalam
majelis ilmu. Jadi majelis ilmu itu yang
dinomor satukan adalah materi yang
diterima, bukan pertanyaannya. Kalau
Allah mudahin nanti di akhir waktu ada
kesempatan untuk bertanya, alhamdulillah
gitu kan. Kalau tidak maka bisa nanti
menghubungi saya di luar materi ini.
Seperti tadi disampaikan oleh panitia
setiap Rabu malam magrib Isya ada materi
yang rutin saya sampaikan di masjid kita
ini antara Magrib Isya materi kitab al
kabair dan kemudian dilanjutkan tanya
jawab sampai jam 09.00 malam dan itu
bebas Anda bertanya apa saja.
Saya akan masuk dulu ke judul kita.
Judul kita ini menggapai derajat siddiq
bersama Abu Bakar.
Karena ada
kalimat siddiq yang saya terima atau
yang saya titik beratkan pada saat saya
sampaikan judul ke panitia, maka saya
akan jelaskan dulu kalimat siddiq itu
sebelum masuk ke masalah siapa itu Abu
Bakar dan apa yang kita bisa ambil dan
kenapa beliau mendapatkan julukan siddiq
itu sendiri.
Saudaraku siddiq itu diambil dari kata
shodqah yasduqu yang berarti jujur,
tanggung jawab, amanah, penuh
kepercayaan.
Itu artinya
kalau seseorang itu memiliki sifat
kriteria tadi dari definisinya, maka dia
dikatakan siddiq untuk laki-laki dan
siddiqah untuk perempuan.
Allah azza wajalla menggunakan kalimat
siddiq ini di banyak dalam ayat
Al-Qur'an. Ada orang-orang yang memang
Allah sebutkan seperti misalnya Allah
sebutkan tentang Yusuf Alaih Salam
dalam surah Yusuf urutan 12 ayat 46
Allah Subhanahu wa taala berfirman,
"Azubillahiminasyaitanirrajim
Yusufu ayyuhas siddiq alayah." Tentu ada
lanjutan ayatnya tapi ini saksi bahasan
wahai Yusuf ya orang yang siddiq.
Karena Yusuf Alaih Salam adalah orang
yang penuh dengan amanah, tanggung
jawab, kejujuran, dan kepercayaan penuh.
Kemudian juga Allah Subhanahu wa taala
sebutkan tentang Ibrahim Alaih Salam di
dalam surah Maryam urutan 19 ayat 41.
Auzubillahiminasyaitanirrajim.
Wkur fil kitabi Ibrahima innahu kaana
siddiqan nabiya alayah.
Dan ingatlah tentang kisahnya Ibrahim.
Penyampaian Allah tentang Ibrahim.
Sesungguhnya dia nabi di sesungguhnya
dia seseorang yang siddiqan nabiya. Dia
adalah orang yang sangat jujur, penuh
dengan kepercayaan. Ya, apapun yang
disampaikan tentang kebenaran dia akan
dukung dan dia juga seorang nabi. Kata
para ulama tafsir di sini, Allah
Subhanahu wa taala mendahulukan memuji
Ibrahim Alaih Salam dengan siddiq
sebelum Nabi. Berarti siddiq ini punya
kedidikan, kedudukan tersendiri. Karena
sebab utama para nabi-nabi ditunjuk oleh
Allah justru karena mereka punya sifat
sidq.
Jadi ini asasnya nanti kita akan titik
beratkan. Jadi dengan adanya sifat sidq
tadi, kejujurannya, amanahnya, tanggung
jawabnya, kepercayaan penuh tentang
kebenaran sehingga dia siap
mempertahankan dan membela kebenaran
tersebut, itu yang akan membuat Allah
Subhanahu wa taala menunjuk mereka,
memberikan mereka posisi ya sebagai
nabi. Sebagaimana nanti akan kita titik
beratkan banyak poin-poin masalah ini.
Kemudian Allah Subhanahu wa taala juga
menyebutkan tentang Maryam alaihalam,
ibunya Nabi Isa ya. Di dalam firmannya
surah Almaidah urutan 5.
Auzubillahiminasyaitanirrajim.
Malasi Maryama illa rasulun
wauidana
unzubahumna
yfaquun.
Sesungguhnya Masih Ibnu Maryam, Nabi Isa
alaihi salam adalah jelas seorang rasul
utusan Allah dan telah terdahulu
sebelumnya banyak rasul-rasul dan ibunya
adalah Siddiqah. Ya, jadi di sini
penggunaan untuk perempuan Siddiqah.
Jadi Maryam Alaih Salam ini dia Maryam
binti Imran bersaudara dengan Asiah
binti Imran dan dua wanita ini adalah
wanita yang sangat mulia. Mereka
betul-betul siddiqah, jujur dari
pertama, dari pertama masih kecil sampai
mereka besar itu tidak pernah tidak
yakin dengan Allah azza waalla dan para
nabi-nabi. Sampai Allah karuniai dua
perempuan ini melahirkan anak dua-duanya
nabi. Kalau dari Maryam lahirlah Isa dan
dari Asia adiknya ya adiknya Maryam itu
lahir Yahya. Dua-duanya Nabi alaihialam.
Dan inilah yang ditemui oleh Nabi
sallallahu alaihi wasallam di langit
kedua pada saat Isra dan Mikraj bertemu
dengan dua orang sepupu Yahya dan Isa.
Karena ibu mereka bersaudara.
Mereka berdua kata Allah si Maryam ya
alaihissalam dan anaknya Isa Alaih Salam
mereka pernah makan atau mereka makan
makanan seperti manusia biasa. Ini
bantahan terhadap orang Nasrani yang
mengatakan Isa adalah anak Tuhan.
Maka lihatlah bagaimana kami menjelaskan
kepada mereka ayat-ayat kami dan
lihatlah ya apa yang mereka responkan,
apa yang mereka jawab.
Tentu ada banyak ayat-ayat berhubungan
dengan masalah hal-hal seperti ini. Tapi
saya mengambil beberapa cuplikannya.
Allah Subhanahu wa taala menekankan
tentang siddiq itu. Dan ini yang kita
titik beratkan ya. Sebelum menjelaskan
Abu Bakar dan Ikhwah sekalian. Harapan
saya dengan izin Allah Subhanahu wa
taala, saya dan antum sekalian bubar
dari pengajian ini insyaallah membawa
sifat siddiq ini. Karena ini target
utama dan ini sifat luar biasa. Kalau
antum milikin sifat ini, insyaallah
antum jadikan ini sebagai pondasi
menjalankan agama Allah, baik itu
menjalankan perintah yang wajib ataupun
sunah atau meninggalkan yang haram
ataupun makruh, antum akan sangat
tenang. Anda akan sangat tenang dalam
mengerjakan perintah-perintah tersebut
dan juga sangat tenang dalam
meninggalkan larangan-larangan tadi.
Merasa memang nyaman sekali dan merasa
menikmati yang halal dan meninggalkan
yang haram. Kenapa? Karena pondasinya
adalah sidq. Bagaimana betul-betul
sebagaimana Allah ceritakan apa itu
sidq. Allah tekankan di dalam Al-Qur'an
surah Al-Hadid
urutan 57 ayat 19.
Azubillahiminasyaitanirrajim.
Walladina amanu billahi waasulihi ulaika
humusiddiquun
wasuhadabihim
lahum ajruhum wauruhum walladina kafaru
waadzabu biayatina ulaika ashabul jahim.
Terjemahannya dan orang-orang yang
benar-benar mengimani meyakini
keberadaan Allah dan seluruh
rasul-rasulnya tidak terkecuali.
Sehingga apapun yang diperintahkan oleh
Allah dan Rasul-Nya tidak ada keraguan
dalam mengimaninya dan menjalankannya
serta mempraktikkannya. Enggak ada
keraguan. Jenggot diperintahkan Nabi
sallallahu alaihi wasallam langsung
dilakukan. Tidak ada keraguan. Salat
diperintahkan awal waktu afdal azan
langsung salat tidak pakai peduli.
Seseorang muslim disuruh tutup auratnya
langsung. Tidak pakai tidak pakai
membantah, tidak pakai berpikir. Itu
cirinya orang siddiq. apapun mau
mengeluarkan uang atau mau mendapatkan
pendapatan ternyata kita khawatir itu
adalah haram bisa mengundang murkanya
Allah ditinggalkan seketika. Itu ciri
siddiq. Orang yang benar-benar yakin
kalau Allah larang maka pasti berbahaya
buat dia. Dan kalau Allah perintahkan
pasti baik buat dia. Itu asasnya. Kalau
ini antum jadikan sebagai pondasi agama
itu luar biasa. Inilah derajat siddiq.
Kata Allah. Dan orang-orang yang telah
mengimani Allah, yakin keberadaannya dan
mengamalkan semua apa yang Allah
inginkan serta mengimani seluruh rasul,
mengikuti mereka. Merekalah orang-orang
yang siddiq dan juga yang dianggap jujur
dan tadi ya penuh dengan kepercayaan dan
juga mereka akan menjadi saksi-saksi di
hadapan Tuhan mereka nanti dan mereka
akan mendapatkan cahaya yang sempurna.
Mereka akan mendapatkan pahala yang
sempurna dan cahaya yang sempurna dari
Tuhan mereka. Kata para ulama tafsir,
cahaya ini adalah setiap orang
melihatnya selalu merasa nyaman, selalu
merasa dekat dengan Allah karena
siddiqnya. Ya, jadi orang kalau siddiq
itu maka pada saat orang dekat dengannya
selalu merasa dekat dengan Allah, selalu
merasa dekat dengan surga, selalu
berpikir akhirat, selalu menganggap
remeh semua dunia dan kecil, apapun yang
berhubungan dengan kemaksiatan kepada
Allah Subhanahu wa taala. Dan
sesungguhnya orang-orang yang kafir
sebaliknya kafir kepada Allah dan
Rasul-rasul serta membohongkan
ayat-ayat. Enggak ada surga, enggak ada
itu alam barzakh. Siapa yang bilang
orang kalau ibadah itu dapat pahala
banyak? Sekian gunung, sekian ini dan
seterusnya. Siapa yang bilang orang
kalau kena maksiat, maksiat itu lalu
dihukum oleh Allah? Subhanallah. Saya
kemarin tablig akbar di Makassar, saya
ngisi tema tentang kenalilah Tuhanmu kau
akan bahagia. Pada saat saya jelaskan,
ikhwah sekalian,
itu ayat atau hadis Nabi sallallahu
alaihi wasallam tentang penciptaan
langit, tujuh lapis langit dan sampai
sidratul muntaha bagaimana besarnya
Allah azza waalla, bagaimana besarnya
singgahsana. Itu ada yang bertanya ya
mengatakan, "Dari mana Anda mengetahui
bahwasanya langit itu seperti itu tadi
yang diceritakan dan bagaimana bisa Anda
mengetahui ada Sidratul Muntaha,
kemudian ada Arsynya Allah dan Allah itu
ada. Apakah Anda pernah ke sana?"
Begitu pertanyaannya.
Luar biasa ini. Lalu saya bilang yang
dari tadi saya jelaskan 2 jam ini
tentang Allah azza waalla. Ada Nabi
sallallahu alaihi wasallam yang
sampaikan ayat-ayat Al-Qur'an. Apakah
Anda masih bertanya lagi, "Saya apakah
pernah ke sana melihatnya?" Sama saja
dia mengatakan, "Saya tidak percaya gitu
kan." Ya, kalau Anda enggak percaya,
silakan. Ini orang jelas lawannya siddiq
tadi. Sidq itu apapun yang disampaikan
oleh Allah dan rasulnya, apapun gak
mungkin kita ragu. Enggak boleh ragu.
Sebagaimana nanti kita akan ambil dari
pelajaran Abu Bakar radhiallahu anhu
yang luar biasa dalam memang orang nomor
satu dalam dalam orang yang mendapatkan
gelar siddiq dari umat Muhammad
sallallahu alaihi wasallam.
Kata Allah, "Dan orang-orang yang kafir
tidak meyakini dan membohongi ayat-ayat
Kami maka merekalah penghuni api
neraka."
Sebaliknya tambahan juga ikhwah dan
akhwat sekalian rahimani rahimakumullah
bahwasanya orang yang mencapai tingkat
siddiq ini adalah orang-orang nanti akan
diberikan surga tertinggi di akhirat
nanti. Sebagaimana Allah subhanahu wa
taala menjelaskan dalam surah an-nisa
urutan 4 ayat 69.
Uillahitirjimula
faika
maadina anamallahu alaihim mininauhahin
wunaikaq.
yang kurang lebih artinya barang siapa
yang mentaati Allah dan Rasul-Nya, semua
yang Allah katakan dibenarkan,
diamalkan, dipastikan, tidak ada yang
benar kecuali itu dan juga diperintahkan
oleh Rasulnya Muhammad sallallahu alaihi
wasallam dipastikan benar dan dia bangga
dengan penampilan Islamnya, dengan
makanan Islamnya, minuman Islamnya,
ekonomi Islamnya, dengan politik
Islamnya, semua dibenarkan. Maka
merekalah orang-orang yang mendapatkan
nikmat. Allah berikan nikmat dan Allah
gabungkan mereka bersama dengan para
nabi-nabi. Dan kata para ulama tafsir,
nabi-nabi memiliki tempat di Firdaus
surga firdausil A'la yang tertinggi.
Lalu Allah Subhanahu wa taala sebutkan
ya selain nabi-nabi yang akan mencapai
itu adalah orang yang datang setelah
Nabi minan nabiyina langsung wasiddiqin.
Dan orang yang membenarkan semua dan
yakin serta bangga dengan itu. Memang
kita bangga. Dan ini memang ikhwah
sekalian, saya pilih tema ini luar
biasa. Saya dapatkan krisis kebanggaan
muslimin sekarang terhadap agama mereka.
Kita lihat seorang muslim tidak ada
bedanya dengan orang kafir dari sisi
pakaiannya, dari sisi cara bicaranya,
tata bicaranya, makanan, jenis
makanannya, usahanya. Berapa banyak
orang subhanallah tidak bisa dibedain
dari penampilannya antara muslimah
dengan dengan nonmuslim, muslim dengan
muslimah. Padahal kalau kita datangkan
seseorang
Nasrani laki-laki, kita berikan kepada
dia kopi atau baju koko atau sebuah
simbol Islam misalnya pakaiannya.
Kemudian kita datangkan seorang Nasrani
laki-laki yang lain lalu tanya dia,
"Agama apa orang itu?" Spontan dia akan
mengatakan muslim karena ada simbolnya.
Kalau orang siddiq dia yakin bahwasanya
pakaian ini yang Allah katakan walibasut
takqwaika khair. Ini pakaian yang ada
simat, ada contoh, ada ciri ketakwaan
adalah yang paling baik. Orang tahu,
"Oh, ini orang dekat dengan Allah." Dan
saya yakin, subhanallah, orang kalau
menggunakan baju koko dengan kopiah,
kalaupun ada perempuan nakal ya, yang
biasa mengganggu laki-laki, dia tidak
akan berani mengganggu orang itu karena
pakaiannya. Lalu kenapa kita lari dari
pakaian itu? Gitu kan. Kita malah tidak
bangga. Berapa banyak orang subhanallah
muslimin ya ee atau kita datangkan
misalnya perempuan Nasraniah ya suruh
pakai jilbab 5 menit saja panggil
Nasraniah perempuan yang lain tanya
orang itu agama apa maka dia akan
mengatakan itu muslimah ada simbol tapi
setan menghiasi sebagian orang yang
tidak punya sifat siddiqah enggak ada
sifat siddiqnya ini dalam dirinya maka
setan mengatakan untuk apa kau pakai
jilbab maka tidak ada bedanya antara dia
dengan wanita kafirah sama saja cuplikan
yang selalu Kalau dilihat, didengar oleh
kupingnya, ditatap oleh matanya,
semuanya berbau orang-orang nonmuslim.
Film-filmnya semua Hollywood, Bollywood,
dan yang semua berhubungan dengan ee ee
tontonan terhadap aurat, lagu-lagu yang
menjauhkan dia dari Al-Qur'an, semuanya
jauh. Semuanya jauh. Cerita-cerita
kosong, balas dendam, narkoba, mencuri
istrinya orang lain dan beragam macam
hal perselingkuhan dan seterusnya. Ini
yang menjadi simbol di rumah orang-orang
Islam sekarang. Tidak ada pengajian,
tidak ada tilawah Al-Qur'an. Lalu
kemudian mereka mau mengkhayal anaknya
hafal Quran. Dari mana, ikhwah dan
akhwat sekalian? Dia sendiri enggak
pernah sentuh Al-Qur'an, gak pernah
dengar ceramah dalam di rumah. Antum
berapa kali saya jelaskan dalam
pengajian saya, Ikhwah? Ini masih
kronologis semua ya. Saya bilang, "Kalau
saya pribadi kadang-kadang sehari di
Jakarta saya bukan membagakan diri cuma
berbagi ya." Pada saat saya punya
pengajian 4 hari, empat kali jadwal
sehari dari pagi kadang-kadang sampai
malam, Ikhwah. Dari pengajian saya isi 2
jam kemudian pulang menuju ke pengajian
yang kedua di mobil itu sejam atau
setengah jam atau pangg 45 menit atau
kadang-kadang sampai 2 jam jaraknya itu
saya dengarkan lagi ceramah baik ceramah
saya baik tilawah Al-Qur'an baik ceramah
asatidah teman-teman dai-dai atau saya
dengarkan para masyaikh yang dari Saudi
dalam bahasa Arab jadi saya tidak tidak
ada selah tidak ada selang waktu di mana
saya kosong gitu di mobil atau saya lagi
berzikir kepada Allah Subhanahu wa taala
saya coba lakukan kemudian saya isi
pengajian 2 jam lagi sejedah lagi antara
pengajian kedua dan ketiga juga saya
dengarkan lagi ceramah itu luar biasa
api iman dalam hati itu terus berkobar
ikhwah kadang-kadang antum dari
pengajian seperti ini keluar dari masjid
setan akan bisikin tadi kan sudah
pengajian sekarang hiburannya musik
dibisikin sama dia. Antum iyakan begitu
lemah tidak sidq. Yakin ikhwah sekalian
kalau antum yakin di majelis ilmu bisa
menambah iman, bisa mengingatkan kita
kepada Allah azza waalla, bisa membuat
kita rindu dengan akhirat, bisa tahu
tentang surga, bisa tahu tentang neraka
dan kita khawatir tentang neraka
tersebut. Lalu kenapa tidak sepanjang
hidup kita seharian itu diisi dengan hal
tersebut? Sayangnya rumah-rumah umat
Islam sekarang ada Al-Qur'an itu kalau
ada kematian. Malah sebenarnya tidak ada
Al-Qur'an dalam sunah Nabi sallallahu
alaihi wasallam. dibaca pada saat
kematian. Sebaliknya mereka lakukan hal
tersebut dalam masalah ekonomi, riba, ya
garar, semuanya kezaliman, manipulasi
yang dilarang oleh Nabi sallallahu
alaihi wasallam, dilarang oleh agama,
tapi dilakukan. Alasannya apa boleh
buat, Ustaz? Enggak ada jalan lain.
Lalu antum depan Allah azza waalla juga
akan katakan itu pada hari kiamat pada
saat dihisab enggak ada jalan lain.
Lepaskan diri dari situ. Ya harus yakin
dengan janji Allah Subhanahu wa taala.
Ini akan kita titik beratkan 2 jam ke
depan, Ikhwah. Bagaimana memunculkan
sifat siddiq dalam hati kita dan
mempelajari dari orang yang nomor satu
dalam sifat siddiq Abu Bakar radhiallahu
anhu yang luar biasa dalam masalah
seperti ini. Apapun yang Allah dan
rasulnya katakan tidak ada keraguan.
Pasti benar dan itu menjadi simbol
kehidupannya langsung tidak ada keraguan
dalam masalah itu. Masalah politik sudah
dijelaskan dalam Islam. Harus orang
alim, harus orang yang paham agama
Allah, yang tahu halal haramnya Allah,
baru jadi pemimpin. Mana pernah pemimpin
negara kita ada orang yang alim. Ya,
padahal Nabi sallallahu alaihi wasallam
mengatakan apa? Al ulama waratul anbiya.
Ulama itu pewarisnya para nabi. Emang
sudah begitu. Nabi-nabi ini pemimpin
manusia. Sekarang kalau ada kiai, ada
ustaz, ada dai dicalonkan jadi presiden,
disorotin oleh masyarakat untuk apa dai
menjadi masuk di politik? Subhanallah.
Lalu kalau bukan ustaz atau ada dai atau
ulama yang memimpin Anda, siapa yang
akan pimpin Anda? Orang-orang fasik
seperti sekarang yang membiarkan tempat
kemaksiatan terbuka,
pelanggaran-pelanggaran agama Allah
dilakukan, riba meraja laila mencekik
umat lehernya umat-umat Islam. Anak-anak
muslimah dan muslim kita akhirnya
terbengkalai. Dipaksanya ini dan
dipaksakan itu dan seterusnya, gitu kan.
Maka ini keliru sekali. Bukankah Nabi
sallallahu alaihi wasallam datang ke
Madinah lalu menjadi pemimpin pada saat
beliau datang dan beliau menobatkan diri
menjadi raja sekalian nabi di Madinah
karena beliau adalah seorang yang paling
alim, tahu halal haramnya Allah.
Bukankah Nabi sallallahu alaihi wasallam
mewasiatkan Abu Bakar radhiallahu anhu
penggantinya setelah beliau adalah orang
yang paling alimnya sahabat, paling tahu
halal haramnya Allah. Bukankah Abu Bakar
menulis wasiat pada saat mau meninggal
mengatakan, "Aku meninggalkan wasiat
yang manusia yang paling bertakwa sama
Allah, yang paling paham halal-halalnya
Allah adalah Umar bin Khattab. Bukankah
Umar bin Khattab lalu menunjuk Utsman
bin Affan? Bukankah Utsman dan
masyarakat Madinah akhirnya menulis ee
akhirnya menunjuk ya masyarakat Madinah
menunjuk Ali setelah itu karena dianggap
orang yang paling alim setelah Utsman
dan seterusnya. Kita lihat bagaimana
khulafa rasyidin menunjukkan adalah
ulama. Ya. Apa kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam dalam hadis sahih
riwayat alhakim?
Sayati umaraus sufaha.
Akan datang nanti sepeninggalku adalah
pemimpin-pemimpin yang sangat sufaha.
Sufah itu jamak daripada safih. Dan
orang Arab ini ikhwah menyebutkan
kata-kata safih itu kalau bodohnya super
bodoh
namanya. Kalau jahal itu artinya bodoh,
masih ada pintarnya. Tapi kalau safih
itu artinya bodoh yang tidak ada ditahu
apa-apa. Orang yang tidak tahu tidak ada
informasi apapun dengan dia. Maka apa
kata Nabi sallallahu alaihi wasallam?
Akan datang pemimpin-pemimpin yang
sufaha yang bodohnya luar biasa. Kenapa
Nabi sallallahu alaihi wasallam katakan
bodoh? Beliau lanjutkan hadis yang
mengatakan, "Umar lahtaduna biaddi w
yastanuna bisunnati." Pemimpin-pemimpin
yang tidak akan pernah mengambil
petunjuk dariku,
enggak mau nunjuk Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam, tidak mau
tahu halal haramnya Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Ya seorang nabi muslim, ya
sudahlah saya juga muslim." Tapi enggak
hubungin dengan politik saya.
Subhanallah ya. Lalu siapa yang Anda
jadikan patokan? Belanda, Inggris,
negara-negara barat, orang-orang kafir
yang kufur kepada Allah Subhanahu wa
taala. Lahirlah sistem demokrasi yang
akhirnya siapa? yang paling banyak
suaranya, siapa yang paling kuat ya
orang masanya, maka dia yang menang
walaupun dia bodoh. Subhanallah khaliq
gitu kan. Ini luar biasa. Karena kita
jahilnya kita tidak tahu tentang apa
yang diajarkan oleh Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Dan kita tidak sidq,
kita tidak mempercayai itu. Seakan-akan
ragu. Benar enggak Islam nih? Benar
enggak Islam itu bisa ngatur politik?
Padahal 1345
tahun kita memimpin dunia. Bagaimana
Anda masih ragu dengan masalah itu? Lalu
kata Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"Wunati dan tidak pernah ngikutin
sunah-sunahku." Kita lihat sekarang
negara-negara Islam jadi kacau balo.
Jadi gampang semuanya diobrak-abrik jadi
gampang naik pemimpin ya tidak ada opsi
lagi ini atau itu. Dua-duanya enggak
baik, dua-duanya begini. Karena Anda
tidak kembali kepada sistem yang
sebenarnya. Allah azza waalla sudah
tuntunkan di dalam kitabnya. Jadi kata
Allah Subhanahu wa taala, "Dan
orang-orang yang mentaati Allah dan
Rasulnya dalam segala lini ikhwah.
Al-Qur'an dan sunah di atas segalanya,
Allah dan Rasul-Nya di atas segalanya,
di atas politik, di atas ekonomi, di
atas rumah tangga, di atas jabatan, di
atas pendapatan, di atas segala-galanya.
Itu baru baru dikatakan orang itu sidq.
Orang yang benar-benar yakin dan percaya
penuh terhadap apa yang Allah dan
Rasul-Nya turunkan. Barang siapa yang
mentaati Allah dan rasulnya maka
merekalah yang akan bersama diberikan
nikmat kepada nabi-nabi dan orang-orang
yang siddiq, orang-orang yang terpercaya
tadi dan syuhada, orang-orang yang mati
syahid wasaliihin dan orang-orang yang
saleh. Wahasuna ulaika rofiqah. Dan
merekalah sebaik-baik orang. Ya,
sebaik-baik orang.
Baik ikhwah sekalian, sebelum masuk ke
Abu Bakar juga saya menemukan ada tema
yang menarik dari buku ini
sebelum jauh membahas masalah Abu Bakar
radhiallahu anhu. Di sini ada disebutkan
di buku ini. Nanti kalau Anda memiliki
buku ini atau antum memiliki buku ini,
ada poin yang saya kemarin sempat
terlintas membaca sepintas gitu lalu
saya temukan memang ini poin yang tidak
boleh luput dalam materi seperti
sekarang kita ini. Ikhwah sekalian. Demi
Allah, ikhwah, saya bersumpah di atas
podium ini. Kita ini umat yang terbaik.
Umat Islam umat yang terbaik. Kita
memiliki syariat yang paling sempurna
dari Allah dan Rasulnya Muhammad
sallallahu alaihi wasallam. Tidak boleh
ragu dengan masalah itu. Kita tidak
perlu agama lain. Kita tidak perlu
dengan siapapun orang lain menjadikan
umat Islam sebagai kiblat. Iya. Tapi
jangan kita yang berkiblat dengan
mereka. Karena mereka berkiblat pada
hal-hal yang melanggar dan kufur kepada
Allah, pencipta langit dan bumi.
Sementara kita ini di bawah tuntunan
pencipta langit dan bumi. Bagaimana bisa
seorang muslim ragu? Dan ikhwah
sekalian, kita akan bacakan dalil
bagaimana umat Muhammad sallallahu
alaihi wasallam adalah umat yang
terbaik. Dan kita in adalah umat memang
yang mestinya memimpin dunia. Memang
sudah begitu. Jadi tidak boleh ragu
dengan masalah itu. Dengarkan ikhwan.
Kata Allah Subhanahu wa taala di dalam
Al-Qur'an surah Al Imran ayat 110. Kalau
pegang buku ini bisa lihat halaman masih
awal-awal ya, halaman 41.
Azubillahiminasyaitanirrajim.
Bismillahirrahmanirrahim.
Kuntum khaira ummatin ukhrijat linasi
tamuruna bil ma'rufi watanhaunilminuna
billah. Alayah. Kalian umat Islam, umat
Muhammad sallallahu alaihi wasallam
adalah sebaik-baik umat yang telah
dilahirkan. Untuk siapa? Untuk manusia
akhir zaman. Untuk seluruh manusia
dari zaman Adam alaihi salam sampai hari
kiamat. Kalian adalah sebaik-baik umat.
Artinya kalian pemimpinnya. Kalian yang
harus jadi patokan, kalian harus jadi
panduan, kalian yang menjadi contoh bagi
orang lain. Ya. Dan kalian, sifat kalian
adalah kalian selalu menyeru kepada yang
makruf. Apa yang Allah perintahin selalu
kalian bilang enggak bisa tuh karena
Allah larang. Bisa tuh karena Allah yang
bolehkan. Selalu begitu. Rasulullah
contohkan, Rasulullah enggak contohkan.
Itu sifatnya umat Islam. Menyeruh kepada
yang makruf artinya yang Allah dan
rasulnya perintahkan. Watanhaunil
munkar. Dan kalian melarang kemungkaran
yang Allah dan rasulnya larang. Hanya
itu patokannya. Watminuna billah. Dan
kalian meyakini sepenuhnya tentang
keberadaan Tuhan Allah Subhanahu wa
taala. Kemudian juga disebutkan di dalam
surah Albaqarah ayat 143,
kelebihan yang kedua umat Islam adalah
kata Allah subhanahu wa taala
auzubillahiminasyaitanirjim.
Wakalika ja'alnakum ummatan wasanu
alasiun.
Dan demikian pula kami menjadikan kamu
hai umat Islam umat pertengahan.
Tidak ada sesuatu yang berat sekali,
tidak ada juga yang ringan sekali di
tengah-tengah. Sementara umat sebelum
kita punya hal-hal yang berat. Kalau
antum belum tahu, umat Nabi Musa Alaih
Salam itu kalau mereka berbuat dosa
besar tobatnya bukan kayak kita
tobatnya. Kalau kita ini tinggal
sesalin, tinggalin selesai nyesan sama
Allah tidak ulangin, diampuni dosanya.
Kalau zaman Nabi Musa, apa? Kalau ada
umatnya mengeluh, "Wahai Musa, saya baru
berzina. Saya baru buat dosa besar." Apa
kata Musa alaihi salam dalam surah
Albaqarah? Faqtulu anfusakum. Bunuh diri
kalian. Berat itu buat dosa tobatnya
bunuh diri. Zaman dulu umat Islam tidak
seperti itu. Enggak seberat itu. Ringan,
lebih ringan. Tidak juga terlalu
menggampang-gampangkan permasalahan.
Lalu dikatakan
agar kalian menjadi saksi atas perbuatan
manusia dan agar Rasul Muhammad menjadi
saksi atas perbuatan kalian. Di dalam
hadis yang sahih diriwayatkan oleh Imam
Bukhari dan dalam kitabut tafsir,
ada sebuah hadis yang mulia dari Abu
Said Al Khudri radhiallahu anhu
bahwasanya Nabi sallallahu alaihi
wasallam bersabda, ini yang pegang buku
di halaman 43 ya.
yaumalam
fqu labbaika
miniruaka
muhammadun umatuhuahuikum
Pada hari kiamat nanti, Nuh Alaihalam
akan dipanggil oleh Allah. Lalu dia
menjawab, "Aku menjawab panggilanmu
wahai Rabbku. Aku penuhi panggilanmu."
Allah bertanya, "Apakah engkau sudah
menyampaikan risalah yang telah aku
wajibkan terhadapmu?" Nabi Nuh
mengatakan, "Benar. Selama 950 tahun
Nabi Nuh alaihi salam mendakwahi
kaumnya.
Lalu umat Nabi Nuh ditanya oleh Allah,
"Apakah Nuh sudah menyampaikan kepada
kalian?" Kata para ulama hadis, "Mereka
sudah lihat neraka pada saat itu. Takut
masuk neraka. Apa jawaban mereka?"
Mereka menjawab, "Tidak ada seorang pun
pembawa peringatan yang datang kepada
kami." Artinya, Nuh enggak benar nih.
Enggak pernah Nuh dampingin kepada kami.
950 tahun didakwa oleh Nabi Nuh alaihi
salam. Allah bertanya kepada Nuh untuk
menjelaskan posisi umat Muhammad
sallallahu alaihi wasallam dan juga
mendirikan hujah ya agar umat Nabi Nuh
tidak bisa lagi mengelak. Kata Allah
Subhanahu wa taala kepada Nuh, "Siapa
yang menjadi saksi untukmu?" Nuh
menjawab, "Muhammad dan umatnya."
Maka umat Muhammad sallallahu alaihi
wasallam pun semuanya datang tidak
terkecuali bersaksi bahwa Nuh telah
menyampaikan dan telah dan Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam menjadi saksi
atas mereka sebagaimana Allah telah
firmankan dalam Al-Qur'an. Dan demikian
pula kami telah menjadikan kamu umat
Islam umat pertengahan agar kamu menjadi
saksi atas perbuatan manusia dan agar
Rasul Muhammad menjadi saksi atas
perbuatan kalian. Di dalam hadis yang
lain,
kata Nabi sallallahu alaihi wasallam
dari Jabir radhiallahu anhu, hadis ini
diriwayatkan oleh
Ibnu Abi Hatim dengan sanad jayid dan
juga disebutkan dalam alhafiz dalam fath
fathul Bari maksudnya ya.
Kata Nabi Sallallahu Al wasallam, "Ma
min rajulin minal umahu
minal
umah minabahuamahqallahiatallahi
lahum." Tidak ada seorang pun dari
umat-umat sebelum kita kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam kecuali dia
berharap berasal dari kita.
Wahai umat Islam." Ini perkataan Nabi
ya. Sekali lagi kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam, "Ketahuilah tidak ada
seorang pun dari umat-umat sebelum
kita." Karena kita ini umat terakhir
gitu kan. Kecuali karena nabi-nabi
mereka sampaikan nanti akan datang umat
terakhir. Nabinya paling sempurna,
umatnya paling baik, paling banyak
pengikutnya, paling pertama masuk surga.
banyak kelebihan-kelebihan nanti. Lalu
mereka kecuali berharap semuanya
berharap umat-umat sebelum kita termasuk
golongan kita ini termasuk golongan kita
umat Islam tidak ada seorang nabi pun
yang didustakan oleh kaumnya kecuali
kita akan kita adalah saksi-saksinya
pada hari kiamat bahwasanya dia telah
menyampaikan risalah Allah dan
menasihati mereka.
Juga disebutkan di dalam hadis yang lain
ini, mohon maaf saya tidak bisa bacakan
semua karena hadisnya panjang. Saya
pindah ke halaman setelahnya, halaman
45. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam
dalam hadis yang sahih diriwayatkan oleh
Ahmad dan Tirmidzi juga Ibnu Majah dan
ini dihasankan oleh Syekh Albani
sebagaimana dijelaskan dalam
putnote-nya. Kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Innakum
inakum
innakumuna
inakumunal
inakummunina
ummah antumiruha wa akram alallah."
Sesungguhnya kalian akan melengkapi 70
umat. Ya, kata para ulama hadis
maksudnya adalah ada 70 kelompok umat
yang besar nanti pada hari kiamat. Dan
kalian adalah yang melengkapi yang
paling banyak di antara 70 umat itu.
Kalian adalah yang terbaik dan termulia
bagi Allah.
Di dalam hadis yang lain diriwayatkan
oleh Ahmad dan Tirmidzi dari Anas dan
Syekh Albani mengatakan atau mensahihkan
hadis ini. Kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Matalu umati matsalul matar.
akir umatku ibaratnya hujan tidak
diketahui mana yang paling baik apakah
yang pertama atau yang terakhirnya.
Maksudnya apa? Semuanya baik. Umat Islam
ini semuanya baik. Selama mereka amalkan
agamanya maka mereka adalah yang
terbaik. Tidak ada bedanya antara satu
dengan yang lainnya. Juga kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam di dalam
hadis yang sahih riwayat Abu Daud,
Tabarani
dan juga Hakim, Nabi sallallahu alaihi
wasallam bersabda, "Umti hadi ummatun
marhumatun laisa alaihaun fil akhirah
inamaabuha fid dunya fitan wazalazilu
walqatlu wal balaya." Umatku ini adalah
umat satu-satunya yang dikasihani oleh
Allah. Tidak ada azab atas mereka di
akhirat. Maksudnya orang-orang ya yang
umat Islam ini umumnya kata ulama hadis
sebelum mereka meninggal itu diberikan
kesempatan untuk bertaubat. Selalu
diingatkan oleh Allah Subhanahu wa
taala. Jadi betul-betul orang yang masuk
ke neraka nanti dari umat Islam ini
umat-umat yang betul-betul menyimpang.
Benar-benar tidak mau bertaubat, tidak
mau kembali ke jalan Allah Subhanahu wa
taala. Akan tetapi azabnya akan datang
di dunia dalam bentuk fitnah-fitnah,
gempa bumi, pembunuhan. Mungkin mereka
dibunuh oleh orang-orang lain dan wabah
penyakit.
Kemudian di dalam hadis yang lain juga
diriwayatkan Imam Muslim dari Abu Musa
alasyari bahwasanya Nabi sallallahu
alaihi wasallam bersabda, "Innallaha
azza wla arhmata
umatin min ibadihi q nabiha qoblaha
f'alahu laha farfan ba yadaha wa arakata
ummatinabaha
wabuha hayun faahlakaha wahua faqhau
Jika Allah azza wajalla hendak merahmati
suatu umat dari hamba-hambanya, niscaya
dia mengambil atau mewafatkan nabinya
sebelum mereka. Seperti Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam wafat sebelum
para sahabat umumnya. Dia menjadikan
nabi tersebut sebagai pendahulu di
hadapan mereka. Sehingga bisa
dicontohin. Jika Allah hendak
membinasakan satu umat, niscaya dia
Allah menyiksanya sebelum nabi mereka
atau selama nabi mereka masih hidup.
Allah membinasakan mereka sedangkan nabi
mereka melihatnya. Seperti kasus Nabi
Nuh, Nabi Luth. Jadi dilihat dia
membuatnya tenang dengan kebinasaan
mereka manakala mereka mendustakan dan
menyelisihi perintahnya.
Kemudian juga kelebihan umat Muhammad
sallallahu alaihi wasallam yang lain
adalah hadis disebutkan oleh Ibnu Majah
dan Baihaqi disahihkan oleh Syekh Albani
dari Abu Hurairahallah anhu bahwasanya
Nabi sallallahu alaihi wasallam
bersabda, "Innallah tajawazawisu
bihiuruha atau ya suduruha maamalakallam
bihi wriha alai." Sesungguhnya Allah
memaafkan umatku apa yang terbersit
dalam hati mereka selama mereka belum
melakukannya. Jadi kalau kita lagi salat
kemudian ada bisikan-bisikan ria,
bisikan apa saja, selama kita belum
iyakan maka tidak terhitung batal gitu
kan. Sebab semua ibadah pasti ada lintas
bisikan setan ya. Kita mau sedekah tuh
orang puji itu orang ini kita lagi salat
tuh indahkan ada teman di sebelah kamu
kamu dipuji. Kita lagi berdoa seperti
itu. Selama kita enggak iyakan maka
tidak ada masalah. Tapi kalau kita sudah
iyakan baru terjadi riak itu mendapatkan
dosa seperti itu. Allah Subhanahu wa
taala memudahkan bagi umat ini seperti
itu. Jadi Allah Subhanahu wa taala
memaafkan umatku apa yang terbersih
dalam hati mereka. Maksudnya digoda oleh
setan selama mereka belum melakukannya
atau mengucapkannya dan apa yang mereka
dipaksa atasnya. Kalau dipaksa lakukan
satu perbuatan kalau tidak dia akan
dibunuh. Seperti kasus Ammar ibn Yasir
ya radhiallahu anhu. Pada saat ayahnya
dan ibunya Ammar dan Sumayyah dibunuh
oleh Abu Jahal, maka Ammar masih kecil,
umurnya 7 tahun, 8 tahun ketakutan
disiksa sama Abu Jahal. Abu Jahal
bilang, "Saya akan siksa kamu. Saya
tidak bunuh langsung sampai habis semua
kulitmu, sampai kamu kesakitan luar
biasa dan kamu mati tersiksa kalau kau
tidak kufur kepada Muhammad." Maka kata
Ammar, "Baiklah, apa yang kau mau wahai
Abu Jahal?" Kata Abu Jahal, dikatakan,
"Saya kufur kepada ya risalahnya
Muhammad, kufur kepada kenabian
Muhammad." Maka Amar mengatakan, "Saya
kufur kepada risalahnya Muhammad." Lalu
Abu Jahal tidak puas. "Lewatlah unta
betina." Lalu kata Abu Jahal, "Saya
tidak akan lepaskan kau kecuali kau
katakan unta ini Tuhanku." Maka Amar pun
berkata, "Unta ini Tuhanku." Baru
dilepas. Ammar bin Yasir radhiallahu
anhu waktu lepas dari azab merasa
menyesal ya terbebani hatinya. Kenapa
tadi enggak sekalian biarin aja saya
disiksa? Lalu sudah datang kepada Nabi
sallallahu alaihi wasallam mengatakan
umum 7 tahun 8 tahun ni luar biasa
imannya. Lalu kata Amar, "Ya Rasulullah
sambil nangis, bagaimana bisa ini? Saya
tadi mengucapkan begini dan begitu ya
Rasulullah karena saya takut dibunuh."
Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"Wahai Amar, kalau seandainya diulangin
lagi kepadamu besok, ucapkanlah selama
memang bukan hatimu yang
menginginkannya. Artinya memang dipaksa
gitu kan. Ini terlepas dari ini ini
adalah sebuah hal yang tidak dihukum
bagi umat Muhammad sallallahu alaihi
wasallam.
Kemudian juga dikatakan oleh Nabi
sallallahu alaihi wasallam di dalam
hadis diriwayatkan oleh Ibnu Abi Asim
dari Anas dan dihasankan oleh Syekh
Albani dalam Sahihul Jami kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Innallah
taala ajara umati minajamialah."
Sesungguhnya Allah Taala telah
melindungi umatku sehingga mereka tidak
bersepakat di atas kesesatan. Artinya
selama mereka berpegang pada Al-Qur'an
dan sunah maka mereka insyaallah tidak
akan sesat.
Kemudian juga ya di dalam hadis yang
diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Ahmad
juga Nasai dari Hudzaifah radhiallahu
anhu bahwasanya Nabi sallallahu alaihi
wasallam bersabda
juilatufunaufil
malaikah wilatal arduha masjida
turbatuah
najidil mau
hadil ayat min
Kami diberikan umat Islam ini tiga
keutamaan kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam atas semua manusia. Yang
pertama saf-saf kami dijadikan seperti
safnya para malaikat. Ya, jadi memang
pengaturan saf salat itu dianjurkan
seperti safnya malaikat. Sebagaimana
sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam
kepada para sahabat dalam hadis Bukhari
Muslim. Tidakkah kalian mengatur saf
kalian sebagai para sebagaimana para
malaikat mengaturnya? Lalu kata para
sahabat, "Bagaimana malaikat mengatur
saf mereka ya Rasulullah?" Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Mereka
menyempurnakan saf demi saf. Setelah
penuh baru pindah ke saf yang kedua.
Setelah penuh baru pindah saf ketiga dan
seterusnya. Yang kedua adalah seluruh
bagian bumi ini dijadikan bagi kami
sebagai masjid. Boleh dibangun masjid di
mana pun tempatnya. Selama tanah itu
bukan tanah hasil rampasan atau yang
haram, maka boleh dibangun masjid. Dan
yang ketiga, debunya bumi ini dijadikan
untuk kami sebagai alat bersuci jika
kami tidak mendapatkan air, bisa
bertayamum dari mana saja ya debu yang
ada. Dan diturunkan kepadaku ayat-ayat
ini dari akhir surah Al-Baqarah ya, dari
perbendaharaan di bawah arsynya Allah
yang tidak diberikan kepada seorang nabi
sebelumku.
Kemudian juga tentu di sini ada banyak
sekali ya hadis-hadis Nabi sallallahu
alaihi wasallam yang mungkin saya tidak
bisa bahas semua. Tentu saya berharap
ikhw dan akhwat bisa memiliki bukunya
sekali lagi karena buku ini akan kita
bedah setiap bulannya dengan izin Allah.
Kalaupun memang Allah memberikan ada
halangannya, maka minimal Anda sudah
memiliki buku rujukan yang saya jadikan
sebagai referensi utama ini. Di sini ada
banyak sekali ya dan saya tutup dengan
hadis ya. Di mana Nabi sallallahu alaihi
wasallam menyebutkan ada dua hadis ya
yang pegang buku di halaman 53 langsung.
Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam di
dalam hadis diriwayatkan oleh Ahmad dari
Abu Bakar radhiallahu anhu dan
disahihkan oleh Syekh Abani dalam
Sahihul Jami kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam
umadun
hisab kalqaril
wahid
az
ini kemuliaan yang luar biasa aku
diberikan
70.000 dari umatku yang masuk surga
tanpa hisab. Wajah mereka seperti
rembulan di malam purnama dan hati
mereka di atas hati satu orang. Artinya
semuanya sama imannya. Aku lalu meminta
tambahan kepada Rabbku. Maka dia Rabbku
memberiku tambahan. Setiap satu orang
dari 70.000 itu ditambahkan 70.000 orang
yang lain sehingga masing-masing mereka
bisa membawa R0.000. Jadi 70.000 1000*
70.000 dan ini tidak ada bagi umat-umat
sebelum kita. Ini luar biasa sekali
Allah Subhanahu wa taala berikan kepada
kita.
Kemudian dikatakan juga di dalam hadis
yang lain
diriwayatkan di halaman 54 ya putne
nomor 24 diriwayatkan oleh Ahmad,
Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Burrah
disahihkan oleh Syekh Albani sama di
Sahihil Jami. Kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam, "Ahlul jannati isruna
waatufanuna
minha min hadil umati wauna miniril
umam."
Penduduk surga itu sebanyak 120 saf
nanti jumlahnya ya 120 saf. 80 darinya
itu adalah dari umat ini. 80 saf dari
120 yang masuk surga itu adalah dari
umat ini. Sedangkan 40 yang lain adalah
40 yang sisa dari umat yang lainnya.
Jadi cuman bayangkan ya dari Nabi Adam
Alaih Salam sampai Nabi Isa Alaih Salam
berapa miliar manusia itu cuman 40 saf.
Sementara kita ini 80 saf yang masuk ke
dalam surga pada hari kiamat. Kata ulama
hadis ini menandakan fadilah yang sangat
besar dan dijanjikan juga umat ini akan
sangat banyak jumlahnya, akan sangat
banyak pengikutnya.
Baik ini kurang lebih wacana gambaran
tentang pentingnya kita mengetahui kita
adalah umat yang terbaik, Ikhwah. Maka
banggalah dengan agama Islam ini. Jalani
hidup ini. Jadikan Islam sebagai
tradisi. Dan jangan balik. Garis bawahi
kata-kata saya ini. Jangan balik. Jangan
menjadikan tradisi sebagai Islam. Enggak
boleh. Tradisi suku, adat, negara
habiskan semua. Enggak ada bagi saya.
Karena saya muslim, Islam yang menjadi
tradisi hidup saya. Selesai. Maka kita
punya standarisasi tradisi. Mau di
Afrika, mau di Eropa, mau orang bule,
mau orang hitam, mau orang Arab, mau
orang Melayu, mau orang dari mana pun,
suku manaun, kalau kita bertemu
dengannya maka akan sama semua
perilakunya, pakaiannya, makanannya,
minumannya, tutur katanya, akhlaknya,
semua akan sama. Karena yang dijadikan
tradisi adalah Islam. Itu yang dititik
beratkan, ikhwah. Gak usah lagi
berpatokan dengan agama lain. Tidak usah
berpatokan dan menjadikan idola
orang-orang nonmuslim. Kembalilah kepada
orang-orang muslim. Dan kita akan lihat
nanti figur pertama yang luar biasa pada
hari ini. Kemudian saya kerucutkan
bahasan juga sebelum Abu Bakar
radhiallahu anhu. Saya akan sebutkan
ikhwah di antara umat Islam ini ada lagi
orang-orang yang terbaiknya.
Jadi tadi kita umat yang terbaik ada
juga di kalangan umat Islam ini
orang-orang yang terbaik. Itulah para
sahabat ridwanullahi alaihim. Sahabat
Nabi radhiallah ee sallallahu alaihi
wasallam. ee sahabat-sahabat Nabi
sallallahu alaihi wasallam yang Allah
Subhanahu wa taala telah memberikan
julukan mereka radhiallahu anhum waradu
anh. Inilah imam-imam kita. Merekalah ya
panutan-panutan kita, idola-idola kita.
Di buku ini ada lebih dari sekian puluh
sahabat yang disebutkan. Dan satu orang
saja ikhwan dan akhwat sekalian, kalau
kita jadikan sebagai rujukan hidup kita,
idola kita, sudah cukup untuk selamat
dunia akhirat. Bagaimana kalau kita
jadikan semuanya puluhan orang ini
sebagai idola kita? Cukup mereka tidak
perlu lagi pasang anak-anak muda. Wahai
anak-anda muslim, pasang poster-poster
pemain bola di kamar Anda. Untuk apa?
Apa yang mau dibanggakan dengan mereka?
Dengan keterampilan mereka main bola.
Masuk surga keah dengan main bola? Itu
bukan berarti tidak boleh main bola ya.
Olahraga boleh dalam Islam. Tapi sampai
pada tingkat anak-anak kita menghafal
nama-nama pemain bola dan tidak tahu
nama sahabat Nabi. Siapa yang sudah
dijamin masuk surga? Siapa yang sudah
berjuang dengan sebenarnya gitu kan. Ini
hal-hal yang harus kita sadari dan kita
pahami. Maka kita harus kembali kepada
para sahabat. Jadikan mereka sebagai
idola-idola kita. Karena bukan mustahil
ikhwah dan akhwat sekalian,
sahabat-sahabat terutama 10 yang jam
masuk surga ini sampai beritanya kepada
kita ya sampai sekarang seperti yang
akan kita bahas nanti ini. Itu bukan
mustahil ya. Bukan cuma sebuah kisah
dongeng yang diceritakan. Tapi kata para
ulama, agar kita bisa mencontohi Abu
Bakar, Umar, Utsman, Ali, Thalha,
Zubair, Abdurrahman ibn Auffal nama-nama
mereka, kisah-kisah mereka, tahu
kehidupan mereka sehari-hari, maka
dengan begitu ya kita akan bersama-sama
dengan mereka di surga. Bukan mustahil.
Karena kita menciplak saja kehidupan
mereka. Itulah yang diinginkan oleh
Allah azza waalla melalui
sejarah-sejarah mereka yang tetap Allah
kekalkan gitu kan. Dan subhanallah
setan-setan ingin menyesatkan manusia
dengan mencaci maki, mengkafirkan para
sahabat rallahu alaihim yang telah Allah
pilih mereka. Nanti kita akan baca
sebentar lagi fadilah dan keutamaan para
sahabat. Sehingga di sini, ikhwah
sekalian, kita tidak butuh lagi panutan
siapapun kecuali mereka setelah Nabi
Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
Yang pertama, ikhwan sekalian,
disebutkan dalam buku ini Allah
Subhanahu wa taala menurunkan banyak
sekali Al-Qur'an.
Coba buka halaman 59 yang pegang
bukunya.
Sekali lagi, ikhwah dan akhwat, kalau
ingin memiliki bukunya ada di depan sama
panitia ya. Yang jelas kita membahas di
sini jilid pertamanya surah al-Ahzab
ayat halaman 59 ayat 23.
Azubillahiminasyaitanirrajim.
Allah Subhanahu wa taala mengekalkan
dalam Al-Qur'an dibaca oleh setiap orang
yang beriman tentang para sahabat. Ini
ayat ini satu ayat saja ini sudah cukup
membantah orang-orang Syiah ini yang
betul-betul sampai berani mengkafirkan
para sahabat. Apalagi akan kita bicara
sebentar lagi tentang siapa dia. Kata
Allah Subhanahu wa taala, "Minal
mukminina rijalun shodqu ma ahadullaha
alaih faminhum manq nahbahu winhum
yantir w baddalu tabdila." Di antara
orang-orang mukmin maksudnya para
sahabat. Ayat ini turun kepada para
sahabat. Ada orang-orang yang menepati
apa yang telah mereka janjikan kepada
Allah. Maksudnya di sini ulama tafsir
bilang mereka mati syahid. Mereka
berusaha masuk medan perang supaya mati
syahid. Dan Allah berikan apa yang telah
Allah janjikan. Dan ada di antara mereka
yang gugur. Dan ada pula di antara
mereka yang masih menunggu ikut perang
belum mati ikut perang yang kedua. Terus
begitu ya karena yakin dengan apa yang
Allah janjikan dengan mati syahid itu.
Dan mereka sama sekali tidak mengubah
janjinya. Maksudnya tidak berubah, tidak
murtad, tidak ragu, tidak bimbang.
Kemudian dalam surah Albayyinah ayat 8
Allah Subhanahu wa taala mengatakan,
"Radhiallahu anhum waradu anh." Allah
subhanahu wa taala rida kepada mereka
dan mereka pun rida kepada Allah. Mereka
pun rida kepada Allah.
Kemudian dalam surah al-Fath ayat 18,
Allah terus memuji para sahabat. Ikhwah
sekalian, kalau Allah sudah rida kepada
seseorang, Rabbul Alamin, Tuhan alam
semesta, siapa lagi yang kita mau
jadikan panutan selain mereka? Yang
diridai oleh atasannya, diridai oleh
presiden dan rajahnya, diridai oleh
keluarganya dan istrinya atau suaminya?
Jauh sekali. Diridai oleh pencipta
langit dan bumi. Radhiallahu anhum
waradu anh. Allah sudah rida kepada
mereka semua sahabat di sini jamak.
Radhiallahu anhum, tidak terkecuali gitu
kan.
Dan mereka juga rida dengan Allah, rida
dengan agama ini. Mereka memilih itu.
Kemudian juga dalam surah alfatih ayat
18 halaman 60-nya azubillahimyaitanirjim
kata Allah subhanahu wa
taalaqallahuilminahjati
maubihim.
Sungguh Allah telah meridai orang-orang
yang beriman. Siapa mereka itu?
Sahabat di sini ketika mereka berjanji
kepadamu, "Hai Muhammad, siapa di antara
kita pernah ketemu dengan Nabi
sallallahu alaihi wasallam?" Tak ada.
Yang pernah ketemu adalah Nabi adalah
para sahabat. Ayat ini turun kepada
mereka. Kata Allah Subhanahu wa taala,
"Sungguh Allah telah meridai
orang-orang mukmin ketika mereka
berjanji setia kepadamu hai Muhammad di
bawah pohon."
Dia mengetahui apa yang ada dalam hati
mereka. Maksudnya Allah tahu hati-hati
para sahabat yang bersih dari kekufuran.
Lalu dia Allah memberikan ketenangan
atas mereka dan memberikan balasan
kepada mereka dengan kemenangan yang
dekat.
Kemu
Resume
Read
file updated 2026-02-13 12:49:39 UTC
Categories
Manage