Kisah Sahabat Nabi ﷺ Ke-1: Menggapai Derajat Siddiq Bersama Abu Bakar Assiddiq (1)
VVhNsl9afKM • 2014-12-21
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Innalhamdalillah segala puji bagi Allah subhanahu wa taala nahmaduhu wastainuhu wasastagfiruh. Hanya kepadanya kita memuji, meminta pertolongan serta bertaubat dari dosa-dosa kita. W naudahi min syururi anfusina. Dan hanya kepada Allah pula kita meminta dijauhkan dari keburukan-keburukan diri kita. Dan dari dosa-dosa yang pernah kita lakukanah. Barang siapa yang telah Allah berikan hidayah maka tidak akan pernah sesat selamanya. Dan barang siapa yang telah Allah sesatkan maka tidak akan mendapatkan petunjuk selamanya. Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh. Saya bersaksi tidak yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad benar-benar hamba juga utusannya. Q Allahu Taala Allah mengingatkan dalam kitabnya. Ya ayyuhalladzina amanutqulah haqqa tuqatihi w tamutunna illa wa antum muslimun. Hai sekalian orang-orang yang beriman, patuhlah dan tunduklah sebenar-benar patuh dan tunduk kepada satu-satunya pencipta segala sesuatunya yaitu Allah Subhanahu wa taala. Dan janganlah kalian meninggal dunia kecuali dalam keadaan Islam. Di ayat yang kedua q Allahu taalaum wahidah minha wisa watqulahazialham inallahaikumqib. Hai sekalian manusia, sekali lagi bertakwalah. Hanya patuh dan tunduklah kepada satu-satunya pencipta segala sesuatunya itu Allah yang telah menciptakan kalian dari jiwa yang satu itu Adam Alaih Salam dan menciptakan dari jiwa yang satu istrinya Hawa Alaih Salam dan telah banyak memberikan keturunan laki-laki juga perempuan dari keduanya. Sekali lagi bertakwalah hanya patuh dan tunduklah kepada Allah dan jagalah hubungan silaturahim sesungguhnya Allah senantiasa mengawasi kalian. Di ayat yang ketiga, qahu azza yaqulahaumakumq. Hai sekalian manusia, hai sekalian orang-orang yang beriman, sekali lagi bertakwalah. Hanya patuh dan tunduklah kepada Allah dan ucapkan kalimat yang benar. Niscaya Allah akan memperbaiki amalan perbuatan kalian, mengampuni dosa-dosa kalian. Barang siapa yang mentaati Allah dan rasulnya maka dia telah mendapatkan kemenangan yang besar. Amma baqal had kitabullah. Kita tahu sebaik-baik rujukan bagi umat Islam dalam seluruh lini kehidupan mereka terutama dalam ibadah yaitu Al-Qur'an kitabullah wakir had Muhammadin sallallahu ala ali wasahbihi wasallam. Dan sebaik-baik petunjuk selulan adalah petunjuk Nabi Besar Muhammad sallallahu alaihi wasahbihi wasallam yang dikenal dengan asunah. Keduanya rujukan pertama umat Islam atau utama dalam segala lini kehidupan mereka terutama dalam masalah ibadah wasar umuri muhdatuha dan seburuk-buruk ibadah yang tidak punya rujukan dari wahyu Allah al-Qur'an dan sunah. Fainna kain bidah. Semua perbuatan yang dianggap ibadah dan tidak punya rujukan wahyu dikenal dengan perbuatan baru dalam agama. Walah dan perbuatan baru itu akan membawa pelakunya pada kekeluran dan kesesatan. K akan membawa pelakunya ke dalam api neraka. Bapak, Ibu sekalian, ikhw akhwat rahimani rahimakumullah. Tentu yang paling pertama yang layak kita ucapkan adalah segala puji bagi Allah yang telah memudahkan kita untuk berkumpul di rumahnya ini dan juga untuk menghadiri majelis ilmu. Serta sebagaimana sudah saya bahasakan kepada teman-teman panitia, insyaallah saya usahakan dengan izin Allah setiap bulan kita lowongkan. Setiap bulan akan ada tabdiq akbar khusus untuk membahas tentang kisah-kisah sahabat Nabi. Dan ini memang pertemuan pertama kita membahas tentang sahabat yang termulia yaitu Abu Bakar radhiallahu anhu. Ada beberapa alasan kenapa saya memilih tema sahabat ini. Yang pertama saudaraku, banyak sekali umat Islam yang tidak pernah tidak tahu bahkan tidak pernah mau tahu siapa saja orang-orang yang telah sukses sebelum mereka. baik dunia maupun akhirat yang mereka pikirkan adalah orang-orang yang masih hidup bersama mereka yang dianggap belum berhasil sebenarnya mereka baru ya berhasil di poin-poin tertentu di substansial kehidupan belum semuanya gitu kan tapi ada orang-orang yang telah mendahului kita dari orang-orang saleh terlebih dahulu mereka sukses dunia kaya raya seperti figur Abu Bakar nanti akan kita jelaskan dia seorang pedagang kalau Anda mau bicara seorang pedagang dan termasuk miliardernya Makkah Beliau juga adalah seorang raja nantinya menjadi khalifah. Beliau seorang ayah yang sukses dan memiliki banyak anak serta empat orang istri. Beliau juga radhiallahu anhu yang memiliki banyak sekali kelebihan-kelebihan termasuk tokoh masyarakat Makkah. Beliau adalah pejuang yang paling berani di medan perang. Beliau memiliki prinsip-prinsip hidup gitu kan. Umur yang panjang sampai 63 tahun. dan banyak sekali hal yang luar biasa dari kehidupan beliau sebagaimana akan kita tahu nanti dan akan banyak sekali kita akan ambil pelajaran dari kejadian-kejadian dari kehidupan beliau dan semoga Allah memberikan taufiknya untuk itu dan juga hal yang lain saya akan bedah buku Ikhwah dan akhwat sekalian. Bukunya adalah Ashabi Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ditulis oleh Syekh Mahmud almisri. Allahuam ya. setahu saya semenjak saya baca buku-buku tentang sahabat saya temukan ini buku yang paling lengkap. Jadi kalau ada teman-teman yang berminat saya sudah titipkan sama panitia bisa mendapatkan di panitia buku ini ada empat jilid ya. Buku ini ada empat jilid dan buku ini ee akan kita bedah setiap bulannya. Jadi kalau kesempatan sekarang kita akan bahas Abu Bakar, maka yang depan insyaallah mungkin Umar bin Khattab dan seterusnya, maka akan terus mengikuti buku ini. Jadi pun kalau ikhwah dan akhwat memilikinya, maka akan terus kita bedah sampai selesai empat jilid dengan izin Allah subhanahu wa taala. Saya ingin titik beratkan ee dalam metode penyampaian saya nanti ini ya bahasan ini dan ini bahasan yang cukup panjang sebenarnya. Sejarah Abu Bakar radhiallahu anhu ini bukan sejarah yang pendek, sejarah yang panjang dan Allahuam kita tidak tahu bisa selesai sampai zuhur atau tidak. Maka perlu saya tekankan kepada teman-teman bahwasanya saya tidak fokus kepada tanya jawab nantinya, tapi saya akan fokus ke materi. Dan ini yang lebih penting dalam majelis ilmu. Jadi majelis ilmu itu yang dinomor satukan adalah materi yang diterima, bukan pertanyaannya. Kalau Allah mudahin nanti di akhir waktu ada kesempatan untuk bertanya, alhamdulillah gitu kan. Kalau tidak maka bisa nanti menghubungi saya di luar materi ini. Seperti tadi disampaikan oleh panitia setiap Rabu malam magrib Isya ada materi yang rutin saya sampaikan di masjid kita ini antara Magrib Isya materi kitab al kabair dan kemudian dilanjutkan tanya jawab sampai jam 09.00 malam dan itu bebas Anda bertanya apa saja. Saya akan masuk dulu ke judul kita. Judul kita ini menggapai derajat siddiq bersama Abu Bakar. Karena ada kalimat siddiq yang saya terima atau yang saya titik beratkan pada saat saya sampaikan judul ke panitia, maka saya akan jelaskan dulu kalimat siddiq itu sebelum masuk ke masalah siapa itu Abu Bakar dan apa yang kita bisa ambil dan kenapa beliau mendapatkan julukan siddiq itu sendiri. Saudaraku siddiq itu diambil dari kata shodqah yasduqu yang berarti jujur, tanggung jawab, amanah, penuh kepercayaan. Itu artinya kalau seseorang itu memiliki sifat kriteria tadi dari definisinya, maka dia dikatakan siddiq untuk laki-laki dan siddiqah untuk perempuan. Allah azza wajalla menggunakan kalimat siddiq ini di banyak dalam ayat Al-Qur'an. Ada orang-orang yang memang Allah sebutkan seperti misalnya Allah sebutkan tentang Yusuf Alaih Salam dalam surah Yusuf urutan 12 ayat 46 Allah Subhanahu wa taala berfirman, "Azubillahiminasyaitanirrajim Yusufu ayyuhas siddiq alayah." Tentu ada lanjutan ayatnya tapi ini saksi bahasan wahai Yusuf ya orang yang siddiq. Karena Yusuf Alaih Salam adalah orang yang penuh dengan amanah, tanggung jawab, kejujuran, dan kepercayaan penuh. Kemudian juga Allah Subhanahu wa taala sebutkan tentang Ibrahim Alaih Salam di dalam surah Maryam urutan 19 ayat 41. Auzubillahiminasyaitanirrajim. Wkur fil kitabi Ibrahima innahu kaana siddiqan nabiya alayah. Dan ingatlah tentang kisahnya Ibrahim. Penyampaian Allah tentang Ibrahim. Sesungguhnya dia nabi di sesungguhnya dia seseorang yang siddiqan nabiya. Dia adalah orang yang sangat jujur, penuh dengan kepercayaan. Ya, apapun yang disampaikan tentang kebenaran dia akan dukung dan dia juga seorang nabi. Kata para ulama tafsir di sini, Allah Subhanahu wa taala mendahulukan memuji Ibrahim Alaih Salam dengan siddiq sebelum Nabi. Berarti siddiq ini punya kedidikan, kedudukan tersendiri. Karena sebab utama para nabi-nabi ditunjuk oleh Allah justru karena mereka punya sifat sidq. Jadi ini asasnya nanti kita akan titik beratkan. Jadi dengan adanya sifat sidq tadi, kejujurannya, amanahnya, tanggung jawabnya, kepercayaan penuh tentang kebenaran sehingga dia siap mempertahankan dan membela kebenaran tersebut, itu yang akan membuat Allah Subhanahu wa taala menunjuk mereka, memberikan mereka posisi ya sebagai nabi. Sebagaimana nanti akan kita titik beratkan banyak poin-poin masalah ini. Kemudian Allah Subhanahu wa taala juga menyebutkan tentang Maryam alaihalam, ibunya Nabi Isa ya. Di dalam firmannya surah Almaidah urutan 5. Auzubillahiminasyaitanirrajim. Malasi Maryama illa rasulun wauidana unzubahumna yfaquun. Sesungguhnya Masih Ibnu Maryam, Nabi Isa alaihi salam adalah jelas seorang rasul utusan Allah dan telah terdahulu sebelumnya banyak rasul-rasul dan ibunya adalah Siddiqah. Ya, jadi di sini penggunaan untuk perempuan Siddiqah. Jadi Maryam Alaih Salam ini dia Maryam binti Imran bersaudara dengan Asiah binti Imran dan dua wanita ini adalah wanita yang sangat mulia. Mereka betul-betul siddiqah, jujur dari pertama, dari pertama masih kecil sampai mereka besar itu tidak pernah tidak yakin dengan Allah azza waalla dan para nabi-nabi. Sampai Allah karuniai dua perempuan ini melahirkan anak dua-duanya nabi. Kalau dari Maryam lahirlah Isa dan dari Asia adiknya ya adiknya Maryam itu lahir Yahya. Dua-duanya Nabi alaihialam. Dan inilah yang ditemui oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam di langit kedua pada saat Isra dan Mikraj bertemu dengan dua orang sepupu Yahya dan Isa. Karena ibu mereka bersaudara. Mereka berdua kata Allah si Maryam ya alaihissalam dan anaknya Isa Alaih Salam mereka pernah makan atau mereka makan makanan seperti manusia biasa. Ini bantahan terhadap orang Nasrani yang mengatakan Isa adalah anak Tuhan. Maka lihatlah bagaimana kami menjelaskan kepada mereka ayat-ayat kami dan lihatlah ya apa yang mereka responkan, apa yang mereka jawab. Tentu ada banyak ayat-ayat berhubungan dengan masalah hal-hal seperti ini. Tapi saya mengambil beberapa cuplikannya. Allah Subhanahu wa taala menekankan tentang siddiq itu. Dan ini yang kita titik beratkan ya. Sebelum menjelaskan Abu Bakar dan Ikhwah sekalian. Harapan saya dengan izin Allah Subhanahu wa taala, saya dan antum sekalian bubar dari pengajian ini insyaallah membawa sifat siddiq ini. Karena ini target utama dan ini sifat luar biasa. Kalau antum milikin sifat ini, insyaallah antum jadikan ini sebagai pondasi menjalankan agama Allah, baik itu menjalankan perintah yang wajib ataupun sunah atau meninggalkan yang haram ataupun makruh, antum akan sangat tenang. Anda akan sangat tenang dalam mengerjakan perintah-perintah tersebut dan juga sangat tenang dalam meninggalkan larangan-larangan tadi. Merasa memang nyaman sekali dan merasa menikmati yang halal dan meninggalkan yang haram. Kenapa? Karena pondasinya adalah sidq. Bagaimana betul-betul sebagaimana Allah ceritakan apa itu sidq. Allah tekankan di dalam Al-Qur'an surah Al-Hadid urutan 57 ayat 19. Azubillahiminasyaitanirrajim. Walladina amanu billahi waasulihi ulaika humusiddiquun wasuhadabihim lahum ajruhum wauruhum walladina kafaru waadzabu biayatina ulaika ashabul jahim. Terjemahannya dan orang-orang yang benar-benar mengimani meyakini keberadaan Allah dan seluruh rasul-rasulnya tidak terkecuali. Sehingga apapun yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya tidak ada keraguan dalam mengimaninya dan menjalankannya serta mempraktikkannya. Enggak ada keraguan. Jenggot diperintahkan Nabi sallallahu alaihi wasallam langsung dilakukan. Tidak ada keraguan. Salat diperintahkan awal waktu afdal azan langsung salat tidak pakai peduli. Seseorang muslim disuruh tutup auratnya langsung. Tidak pakai tidak pakai membantah, tidak pakai berpikir. Itu cirinya orang siddiq. apapun mau mengeluarkan uang atau mau mendapatkan pendapatan ternyata kita khawatir itu adalah haram bisa mengundang murkanya Allah ditinggalkan seketika. Itu ciri siddiq. Orang yang benar-benar yakin kalau Allah larang maka pasti berbahaya buat dia. Dan kalau Allah perintahkan pasti baik buat dia. Itu asasnya. Kalau ini antum jadikan sebagai pondasi agama itu luar biasa. Inilah derajat siddiq. Kata Allah. Dan orang-orang yang telah mengimani Allah, yakin keberadaannya dan mengamalkan semua apa yang Allah inginkan serta mengimani seluruh rasul, mengikuti mereka. Merekalah orang-orang yang siddiq dan juga yang dianggap jujur dan tadi ya penuh dengan kepercayaan dan juga mereka akan menjadi saksi-saksi di hadapan Tuhan mereka nanti dan mereka akan mendapatkan cahaya yang sempurna. Mereka akan mendapatkan pahala yang sempurna dan cahaya yang sempurna dari Tuhan mereka. Kata para ulama tafsir, cahaya ini adalah setiap orang melihatnya selalu merasa nyaman, selalu merasa dekat dengan Allah karena siddiqnya. Ya, jadi orang kalau siddiq itu maka pada saat orang dekat dengannya selalu merasa dekat dengan Allah, selalu merasa dekat dengan surga, selalu berpikir akhirat, selalu menganggap remeh semua dunia dan kecil, apapun yang berhubungan dengan kemaksiatan kepada Allah Subhanahu wa taala. Dan sesungguhnya orang-orang yang kafir sebaliknya kafir kepada Allah dan Rasul-rasul serta membohongkan ayat-ayat. Enggak ada surga, enggak ada itu alam barzakh. Siapa yang bilang orang kalau ibadah itu dapat pahala banyak? Sekian gunung, sekian ini dan seterusnya. Siapa yang bilang orang kalau kena maksiat, maksiat itu lalu dihukum oleh Allah? Subhanallah. Saya kemarin tablig akbar di Makassar, saya ngisi tema tentang kenalilah Tuhanmu kau akan bahagia. Pada saat saya jelaskan, ikhwah sekalian, itu ayat atau hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam tentang penciptaan langit, tujuh lapis langit dan sampai sidratul muntaha bagaimana besarnya Allah azza waalla, bagaimana besarnya singgahsana. Itu ada yang bertanya ya mengatakan, "Dari mana Anda mengetahui bahwasanya langit itu seperti itu tadi yang diceritakan dan bagaimana bisa Anda mengetahui ada Sidratul Muntaha, kemudian ada Arsynya Allah dan Allah itu ada. Apakah Anda pernah ke sana?" Begitu pertanyaannya. Luar biasa ini. Lalu saya bilang yang dari tadi saya jelaskan 2 jam ini tentang Allah azza waalla. Ada Nabi sallallahu alaihi wasallam yang sampaikan ayat-ayat Al-Qur'an. Apakah Anda masih bertanya lagi, "Saya apakah pernah ke sana melihatnya?" Sama saja dia mengatakan, "Saya tidak percaya gitu kan." Ya, kalau Anda enggak percaya, silakan. Ini orang jelas lawannya siddiq tadi. Sidq itu apapun yang disampaikan oleh Allah dan rasulnya, apapun gak mungkin kita ragu. Enggak boleh ragu. Sebagaimana nanti kita akan ambil dari pelajaran Abu Bakar radhiallahu anhu yang luar biasa dalam memang orang nomor satu dalam dalam orang yang mendapatkan gelar siddiq dari umat Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Kata Allah, "Dan orang-orang yang kafir tidak meyakini dan membohongi ayat-ayat Kami maka merekalah penghuni api neraka." Sebaliknya tambahan juga ikhwah dan akhwat sekalian rahimani rahimakumullah bahwasanya orang yang mencapai tingkat siddiq ini adalah orang-orang nanti akan diberikan surga tertinggi di akhirat nanti. Sebagaimana Allah subhanahu wa taala menjelaskan dalam surah an-nisa urutan 4 ayat 69. Uillahitirjimula faika maadina anamallahu alaihim mininauhahin wunaikaq. yang kurang lebih artinya barang siapa yang mentaati Allah dan Rasul-Nya, semua yang Allah katakan dibenarkan, diamalkan, dipastikan, tidak ada yang benar kecuali itu dan juga diperintahkan oleh Rasulnya Muhammad sallallahu alaihi wasallam dipastikan benar dan dia bangga dengan penampilan Islamnya, dengan makanan Islamnya, minuman Islamnya, ekonomi Islamnya, dengan politik Islamnya, semua dibenarkan. Maka merekalah orang-orang yang mendapatkan nikmat. Allah berikan nikmat dan Allah gabungkan mereka bersama dengan para nabi-nabi. Dan kata para ulama tafsir, nabi-nabi memiliki tempat di Firdaus surga firdausil A'la yang tertinggi. Lalu Allah Subhanahu wa taala sebutkan ya selain nabi-nabi yang akan mencapai itu adalah orang yang datang setelah Nabi minan nabiyina langsung wasiddiqin. Dan orang yang membenarkan semua dan yakin serta bangga dengan itu. Memang kita bangga. Dan ini memang ikhwah sekalian, saya pilih tema ini luar biasa. Saya dapatkan krisis kebanggaan muslimin sekarang terhadap agama mereka. Kita lihat seorang muslim tidak ada bedanya dengan orang kafir dari sisi pakaiannya, dari sisi cara bicaranya, tata bicaranya, makanan, jenis makanannya, usahanya. Berapa banyak orang subhanallah tidak bisa dibedain dari penampilannya antara muslimah dengan dengan nonmuslim, muslim dengan muslimah. Padahal kalau kita datangkan seseorang Nasrani laki-laki, kita berikan kepada dia kopi atau baju koko atau sebuah simbol Islam misalnya pakaiannya. Kemudian kita datangkan seorang Nasrani laki-laki yang lain lalu tanya dia, "Agama apa orang itu?" Spontan dia akan mengatakan muslim karena ada simbolnya. Kalau orang siddiq dia yakin bahwasanya pakaian ini yang Allah katakan walibasut takqwaika khair. Ini pakaian yang ada simat, ada contoh, ada ciri ketakwaan adalah yang paling baik. Orang tahu, "Oh, ini orang dekat dengan Allah." Dan saya yakin, subhanallah, orang kalau menggunakan baju koko dengan kopiah, kalaupun ada perempuan nakal ya, yang biasa mengganggu laki-laki, dia tidak akan berani mengganggu orang itu karena pakaiannya. Lalu kenapa kita lari dari pakaian itu? Gitu kan. Kita malah tidak bangga. Berapa banyak orang subhanallah muslimin ya ee atau kita datangkan misalnya perempuan Nasraniah ya suruh pakai jilbab 5 menit saja panggil Nasraniah perempuan yang lain tanya orang itu agama apa maka dia akan mengatakan itu muslimah ada simbol tapi setan menghiasi sebagian orang yang tidak punya sifat siddiqah enggak ada sifat siddiqnya ini dalam dirinya maka setan mengatakan untuk apa kau pakai jilbab maka tidak ada bedanya antara dia dengan wanita kafirah sama saja cuplikan yang selalu Kalau dilihat, didengar oleh kupingnya, ditatap oleh matanya, semuanya berbau orang-orang nonmuslim. Film-filmnya semua Hollywood, Bollywood, dan yang semua berhubungan dengan ee ee tontonan terhadap aurat, lagu-lagu yang menjauhkan dia dari Al-Qur'an, semuanya jauh. Semuanya jauh. Cerita-cerita kosong, balas dendam, narkoba, mencuri istrinya orang lain dan beragam macam hal perselingkuhan dan seterusnya. Ini yang menjadi simbol di rumah orang-orang Islam sekarang. Tidak ada pengajian, tidak ada tilawah Al-Qur'an. Lalu kemudian mereka mau mengkhayal anaknya hafal Quran. Dari mana, ikhwah dan akhwat sekalian? Dia sendiri enggak pernah sentuh Al-Qur'an, gak pernah dengar ceramah dalam di rumah. Antum berapa kali saya jelaskan dalam pengajian saya, Ikhwah? Ini masih kronologis semua ya. Saya bilang, "Kalau saya pribadi kadang-kadang sehari di Jakarta saya bukan membagakan diri cuma berbagi ya." Pada saat saya punya pengajian 4 hari, empat kali jadwal sehari dari pagi kadang-kadang sampai malam, Ikhwah. Dari pengajian saya isi 2 jam kemudian pulang menuju ke pengajian yang kedua di mobil itu sejam atau setengah jam atau pangg 45 menit atau kadang-kadang sampai 2 jam jaraknya itu saya dengarkan lagi ceramah baik ceramah saya baik tilawah Al-Qur'an baik ceramah asatidah teman-teman dai-dai atau saya dengarkan para masyaikh yang dari Saudi dalam bahasa Arab jadi saya tidak tidak ada selah tidak ada selang waktu di mana saya kosong gitu di mobil atau saya lagi berzikir kepada Allah Subhanahu wa taala saya coba lakukan kemudian saya isi pengajian 2 jam lagi sejedah lagi antara pengajian kedua dan ketiga juga saya dengarkan lagi ceramah itu luar biasa api iman dalam hati itu terus berkobar ikhwah kadang-kadang antum dari pengajian seperti ini keluar dari masjid setan akan bisikin tadi kan sudah pengajian sekarang hiburannya musik dibisikin sama dia. Antum iyakan begitu lemah tidak sidq. Yakin ikhwah sekalian kalau antum yakin di majelis ilmu bisa menambah iman, bisa mengingatkan kita kepada Allah azza waalla, bisa membuat kita rindu dengan akhirat, bisa tahu tentang surga, bisa tahu tentang neraka dan kita khawatir tentang neraka tersebut. Lalu kenapa tidak sepanjang hidup kita seharian itu diisi dengan hal tersebut? Sayangnya rumah-rumah umat Islam sekarang ada Al-Qur'an itu kalau ada kematian. Malah sebenarnya tidak ada Al-Qur'an dalam sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam. dibaca pada saat kematian. Sebaliknya mereka lakukan hal tersebut dalam masalah ekonomi, riba, ya garar, semuanya kezaliman, manipulasi yang dilarang oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam, dilarang oleh agama, tapi dilakukan. Alasannya apa boleh buat, Ustaz? Enggak ada jalan lain. Lalu antum depan Allah azza waalla juga akan katakan itu pada hari kiamat pada saat dihisab enggak ada jalan lain. Lepaskan diri dari situ. Ya harus yakin dengan janji Allah Subhanahu wa taala. Ini akan kita titik beratkan 2 jam ke depan, Ikhwah. Bagaimana memunculkan sifat siddiq dalam hati kita dan mempelajari dari orang yang nomor satu dalam sifat siddiq Abu Bakar radhiallahu anhu yang luar biasa dalam masalah seperti ini. Apapun yang Allah dan rasulnya katakan tidak ada keraguan. Pasti benar dan itu menjadi simbol kehidupannya langsung tidak ada keraguan dalam masalah itu. Masalah politik sudah dijelaskan dalam Islam. Harus orang alim, harus orang yang paham agama Allah, yang tahu halal haramnya Allah, baru jadi pemimpin. Mana pernah pemimpin negara kita ada orang yang alim. Ya, padahal Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan apa? Al ulama waratul anbiya. Ulama itu pewarisnya para nabi. Emang sudah begitu. Nabi-nabi ini pemimpin manusia. Sekarang kalau ada kiai, ada ustaz, ada dai dicalonkan jadi presiden, disorotin oleh masyarakat untuk apa dai menjadi masuk di politik? Subhanallah. Lalu kalau bukan ustaz atau ada dai atau ulama yang memimpin Anda, siapa yang akan pimpin Anda? Orang-orang fasik seperti sekarang yang membiarkan tempat kemaksiatan terbuka, pelanggaran-pelanggaran agama Allah dilakukan, riba meraja laila mencekik umat lehernya umat-umat Islam. Anak-anak muslimah dan muslim kita akhirnya terbengkalai. Dipaksanya ini dan dipaksakan itu dan seterusnya, gitu kan. Maka ini keliru sekali. Bukankah Nabi sallallahu alaihi wasallam datang ke Madinah lalu menjadi pemimpin pada saat beliau datang dan beliau menobatkan diri menjadi raja sekalian nabi di Madinah karena beliau adalah seorang yang paling alim, tahu halal haramnya Allah. Bukankah Nabi sallallahu alaihi wasallam mewasiatkan Abu Bakar radhiallahu anhu penggantinya setelah beliau adalah orang yang paling alimnya sahabat, paling tahu halal haramnya Allah. Bukankah Abu Bakar menulis wasiat pada saat mau meninggal mengatakan, "Aku meninggalkan wasiat yang manusia yang paling bertakwa sama Allah, yang paling paham halal-halalnya Allah adalah Umar bin Khattab. Bukankah Umar bin Khattab lalu menunjuk Utsman bin Affan? Bukankah Utsman dan masyarakat Madinah akhirnya menulis ee akhirnya menunjuk ya masyarakat Madinah menunjuk Ali setelah itu karena dianggap orang yang paling alim setelah Utsman dan seterusnya. Kita lihat bagaimana khulafa rasyidin menunjukkan adalah ulama. Ya. Apa kata Nabi sallallahu alaihi wasallam dalam hadis sahih riwayat alhakim? Sayati umaraus sufaha. Akan datang nanti sepeninggalku adalah pemimpin-pemimpin yang sangat sufaha. Sufah itu jamak daripada safih. Dan orang Arab ini ikhwah menyebutkan kata-kata safih itu kalau bodohnya super bodoh namanya. Kalau jahal itu artinya bodoh, masih ada pintarnya. Tapi kalau safih itu artinya bodoh yang tidak ada ditahu apa-apa. Orang yang tidak tahu tidak ada informasi apapun dengan dia. Maka apa kata Nabi sallallahu alaihi wasallam? Akan datang pemimpin-pemimpin yang sufaha yang bodohnya luar biasa. Kenapa Nabi sallallahu alaihi wasallam katakan bodoh? Beliau lanjutkan hadis yang mengatakan, "Umar lahtaduna biaddi w yastanuna bisunnati." Pemimpin-pemimpin yang tidak akan pernah mengambil petunjuk dariku, enggak mau nunjuk Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam, tidak mau tahu halal haramnya Nabi sallallahu alaihi wasallam. Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Ya seorang nabi muslim, ya sudahlah saya juga muslim." Tapi enggak hubungin dengan politik saya. Subhanallah ya. Lalu siapa yang Anda jadikan patokan? Belanda, Inggris, negara-negara barat, orang-orang kafir yang kufur kepada Allah Subhanahu wa taala. Lahirlah sistem demokrasi yang akhirnya siapa? yang paling banyak suaranya, siapa yang paling kuat ya orang masanya, maka dia yang menang walaupun dia bodoh. Subhanallah khaliq gitu kan. Ini luar biasa. Karena kita jahilnya kita tidak tahu tentang apa yang diajarkan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan kita tidak sidq, kita tidak mempercayai itu. Seakan-akan ragu. Benar enggak Islam nih? Benar enggak Islam itu bisa ngatur politik? Padahal 1345 tahun kita memimpin dunia. Bagaimana Anda masih ragu dengan masalah itu? Lalu kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Wunati dan tidak pernah ngikutin sunah-sunahku." Kita lihat sekarang negara-negara Islam jadi kacau balo. Jadi gampang semuanya diobrak-abrik jadi gampang naik pemimpin ya tidak ada opsi lagi ini atau itu. Dua-duanya enggak baik, dua-duanya begini. Karena Anda tidak kembali kepada sistem yang sebenarnya. Allah azza waalla sudah tuntunkan di dalam kitabnya. Jadi kata Allah Subhanahu wa taala, "Dan orang-orang yang mentaati Allah dan Rasulnya dalam segala lini ikhwah. Al-Qur'an dan sunah di atas segalanya, Allah dan Rasul-Nya di atas segalanya, di atas politik, di atas ekonomi, di atas rumah tangga, di atas jabatan, di atas pendapatan, di atas segala-galanya. Itu baru baru dikatakan orang itu sidq. Orang yang benar-benar yakin dan percaya penuh terhadap apa yang Allah dan Rasul-Nya turunkan. Barang siapa yang mentaati Allah dan rasulnya maka merekalah yang akan bersama diberikan nikmat kepada nabi-nabi dan orang-orang yang siddiq, orang-orang yang terpercaya tadi dan syuhada, orang-orang yang mati syahid wasaliihin dan orang-orang yang saleh. Wahasuna ulaika rofiqah. Dan merekalah sebaik-baik orang. Ya, sebaik-baik orang. Baik ikhwah sekalian, sebelum masuk ke Abu Bakar juga saya menemukan ada tema yang menarik dari buku ini sebelum jauh membahas masalah Abu Bakar radhiallahu anhu. Di sini ada disebutkan di buku ini. Nanti kalau Anda memiliki buku ini atau antum memiliki buku ini, ada poin yang saya kemarin sempat terlintas membaca sepintas gitu lalu saya temukan memang ini poin yang tidak boleh luput dalam materi seperti sekarang kita ini. Ikhwah sekalian. Demi Allah, ikhwah, saya bersumpah di atas podium ini. Kita ini umat yang terbaik. Umat Islam umat yang terbaik. Kita memiliki syariat yang paling sempurna dari Allah dan Rasulnya Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Tidak boleh ragu dengan masalah itu. Kita tidak perlu agama lain. Kita tidak perlu dengan siapapun orang lain menjadikan umat Islam sebagai kiblat. Iya. Tapi jangan kita yang berkiblat dengan mereka. Karena mereka berkiblat pada hal-hal yang melanggar dan kufur kepada Allah, pencipta langit dan bumi. Sementara kita ini di bawah tuntunan pencipta langit dan bumi. Bagaimana bisa seorang muslim ragu? Dan ikhwah sekalian, kita akan bacakan dalil bagaimana umat Muhammad sallallahu alaihi wasallam adalah umat yang terbaik. Dan kita in adalah umat memang yang mestinya memimpin dunia. Memang sudah begitu. Jadi tidak boleh ragu dengan masalah itu. Dengarkan ikhwan. Kata Allah Subhanahu wa taala di dalam Al-Qur'an surah Al Imran ayat 110. Kalau pegang buku ini bisa lihat halaman masih awal-awal ya, halaman 41. Azubillahiminasyaitanirrajim. Bismillahirrahmanirrahim. Kuntum khaira ummatin ukhrijat linasi tamuruna bil ma'rufi watanhaunilminuna billah. Alayah. Kalian umat Islam, umat Muhammad sallallahu alaihi wasallam adalah sebaik-baik umat yang telah dilahirkan. Untuk siapa? Untuk manusia akhir zaman. Untuk seluruh manusia dari zaman Adam alaihi salam sampai hari kiamat. Kalian adalah sebaik-baik umat. Artinya kalian pemimpinnya. Kalian yang harus jadi patokan, kalian harus jadi panduan, kalian yang menjadi contoh bagi orang lain. Ya. Dan kalian, sifat kalian adalah kalian selalu menyeru kepada yang makruf. Apa yang Allah perintahin selalu kalian bilang enggak bisa tuh karena Allah larang. Bisa tuh karena Allah yang bolehkan. Selalu begitu. Rasulullah contohkan, Rasulullah enggak contohkan. Itu sifatnya umat Islam. Menyeruh kepada yang makruf artinya yang Allah dan rasulnya perintahkan. Watanhaunil munkar. Dan kalian melarang kemungkaran yang Allah dan rasulnya larang. Hanya itu patokannya. Watminuna billah. Dan kalian meyakini sepenuhnya tentang keberadaan Tuhan Allah Subhanahu wa taala. Kemudian juga disebutkan di dalam surah Albaqarah ayat 143, kelebihan yang kedua umat Islam adalah kata Allah subhanahu wa taala auzubillahiminasyaitanirjim. Wakalika ja'alnakum ummatan wasanu alasiun. Dan demikian pula kami menjadikan kamu hai umat Islam umat pertengahan. Tidak ada sesuatu yang berat sekali, tidak ada juga yang ringan sekali di tengah-tengah. Sementara umat sebelum kita punya hal-hal yang berat. Kalau antum belum tahu, umat Nabi Musa Alaih Salam itu kalau mereka berbuat dosa besar tobatnya bukan kayak kita tobatnya. Kalau kita ini tinggal sesalin, tinggalin selesai nyesan sama Allah tidak ulangin, diampuni dosanya. Kalau zaman Nabi Musa, apa? Kalau ada umatnya mengeluh, "Wahai Musa, saya baru berzina. Saya baru buat dosa besar." Apa kata Musa alaihi salam dalam surah Albaqarah? Faqtulu anfusakum. Bunuh diri kalian. Berat itu buat dosa tobatnya bunuh diri. Zaman dulu umat Islam tidak seperti itu. Enggak seberat itu. Ringan, lebih ringan. Tidak juga terlalu menggampang-gampangkan permasalahan. Lalu dikatakan agar kalian menjadi saksi atas perbuatan manusia dan agar Rasul Muhammad menjadi saksi atas perbuatan kalian. Di dalam hadis yang sahih diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan dalam kitabut tafsir, ada sebuah hadis yang mulia dari Abu Said Al Khudri radhiallahu anhu bahwasanya Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda, ini yang pegang buku di halaman 43 ya. yaumalam fqu labbaika miniruaka muhammadun umatuhuahuikum Pada hari kiamat nanti, Nuh Alaihalam akan dipanggil oleh Allah. Lalu dia menjawab, "Aku menjawab panggilanmu wahai Rabbku. Aku penuhi panggilanmu." Allah bertanya, "Apakah engkau sudah menyampaikan risalah yang telah aku wajibkan terhadapmu?" Nabi Nuh mengatakan, "Benar. Selama 950 tahun Nabi Nuh alaihi salam mendakwahi kaumnya. Lalu umat Nabi Nuh ditanya oleh Allah, "Apakah Nuh sudah menyampaikan kepada kalian?" Kata para ulama hadis, "Mereka sudah lihat neraka pada saat itu. Takut masuk neraka. Apa jawaban mereka?" Mereka menjawab, "Tidak ada seorang pun pembawa peringatan yang datang kepada kami." Artinya, Nuh enggak benar nih. Enggak pernah Nuh dampingin kepada kami. 950 tahun didakwa oleh Nabi Nuh alaihi salam. Allah bertanya kepada Nuh untuk menjelaskan posisi umat Muhammad sallallahu alaihi wasallam dan juga mendirikan hujah ya agar umat Nabi Nuh tidak bisa lagi mengelak. Kata Allah Subhanahu wa taala kepada Nuh, "Siapa yang menjadi saksi untukmu?" Nuh menjawab, "Muhammad dan umatnya." Maka umat Muhammad sallallahu alaihi wasallam pun semuanya datang tidak terkecuali bersaksi bahwa Nuh telah menyampaikan dan telah dan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam menjadi saksi atas mereka sebagaimana Allah telah firmankan dalam Al-Qur'an. Dan demikian pula kami telah menjadikan kamu umat Islam umat pertengahan agar kamu menjadi saksi atas perbuatan manusia dan agar Rasul Muhammad menjadi saksi atas perbuatan kalian. Di dalam hadis yang lain, kata Nabi sallallahu alaihi wasallam dari Jabir radhiallahu anhu, hadis ini diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dengan sanad jayid dan juga disebutkan dalam alhafiz dalam fath fathul Bari maksudnya ya. Kata Nabi Sallallahu Al wasallam, "Ma min rajulin minal umahu minal umah minabahuamahqallahiatallahi lahum." Tidak ada seorang pun dari umat-umat sebelum kita kata Nabi sallallahu alaihi wasallam kecuali dia berharap berasal dari kita. Wahai umat Islam." Ini perkataan Nabi ya. Sekali lagi kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Ketahuilah tidak ada seorang pun dari umat-umat sebelum kita." Karena kita ini umat terakhir gitu kan. Kecuali karena nabi-nabi mereka sampaikan nanti akan datang umat terakhir. Nabinya paling sempurna, umatnya paling baik, paling banyak pengikutnya, paling pertama masuk surga. banyak kelebihan-kelebihan nanti. Lalu mereka kecuali berharap semuanya berharap umat-umat sebelum kita termasuk golongan kita ini termasuk golongan kita umat Islam tidak ada seorang nabi pun yang didustakan oleh kaumnya kecuali kita akan kita adalah saksi-saksinya pada hari kiamat bahwasanya dia telah menyampaikan risalah Allah dan menasihati mereka. Juga disebutkan di dalam hadis yang lain ini, mohon maaf saya tidak bisa bacakan semua karena hadisnya panjang. Saya pindah ke halaman setelahnya, halaman 45. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam dalam hadis yang sahih diriwayatkan oleh Ahmad dan Tirmidzi juga Ibnu Majah dan ini dihasankan oleh Syekh Albani sebagaimana dijelaskan dalam putnote-nya. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Innakum inakum innakumuna inakumunal inakummunina ummah antumiruha wa akram alallah." Sesungguhnya kalian akan melengkapi 70 umat. Ya, kata para ulama hadis maksudnya adalah ada 70 kelompok umat yang besar nanti pada hari kiamat. Dan kalian adalah yang melengkapi yang paling banyak di antara 70 umat itu. Kalian adalah yang terbaik dan termulia bagi Allah. Di dalam hadis yang lain diriwayatkan oleh Ahmad dan Tirmidzi dari Anas dan Syekh Albani mengatakan atau mensahihkan hadis ini. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Matalu umati matsalul matar. akir umatku ibaratnya hujan tidak diketahui mana yang paling baik apakah yang pertama atau yang terakhirnya. Maksudnya apa? Semuanya baik. Umat Islam ini semuanya baik. Selama mereka amalkan agamanya maka mereka adalah yang terbaik. Tidak ada bedanya antara satu dengan yang lainnya. Juga kata Nabi sallallahu alaihi wasallam di dalam hadis yang sahih riwayat Abu Daud, Tabarani dan juga Hakim, Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda, "Umti hadi ummatun marhumatun laisa alaihaun fil akhirah inamaabuha fid dunya fitan wazalazilu walqatlu wal balaya." Umatku ini adalah umat satu-satunya yang dikasihani oleh Allah. Tidak ada azab atas mereka di akhirat. Maksudnya orang-orang ya yang umat Islam ini umumnya kata ulama hadis sebelum mereka meninggal itu diberikan kesempatan untuk bertaubat. Selalu diingatkan oleh Allah Subhanahu wa taala. Jadi betul-betul orang yang masuk ke neraka nanti dari umat Islam ini umat-umat yang betul-betul menyimpang. Benar-benar tidak mau bertaubat, tidak mau kembali ke jalan Allah Subhanahu wa taala. Akan tetapi azabnya akan datang di dunia dalam bentuk fitnah-fitnah, gempa bumi, pembunuhan. Mungkin mereka dibunuh oleh orang-orang lain dan wabah penyakit. Kemudian di dalam hadis yang lain juga diriwayatkan Imam Muslim dari Abu Musa alasyari bahwasanya Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda, "Innallaha azza wla arhmata umatin min ibadihi q nabiha qoblaha f'alahu laha farfan ba yadaha wa arakata ummatinabaha wabuha hayun faahlakaha wahua faqhau Jika Allah azza wajalla hendak merahmati suatu umat dari hamba-hambanya, niscaya dia mengambil atau mewafatkan nabinya sebelum mereka. Seperti Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam wafat sebelum para sahabat umumnya. Dia menjadikan nabi tersebut sebagai pendahulu di hadapan mereka. Sehingga bisa dicontohin. Jika Allah hendak membinasakan satu umat, niscaya dia Allah menyiksanya sebelum nabi mereka atau selama nabi mereka masih hidup. Allah membinasakan mereka sedangkan nabi mereka melihatnya. Seperti kasus Nabi Nuh, Nabi Luth. Jadi dilihat dia membuatnya tenang dengan kebinasaan mereka manakala mereka mendustakan dan menyelisihi perintahnya. Kemudian juga kelebihan umat Muhammad sallallahu alaihi wasallam yang lain adalah hadis disebutkan oleh Ibnu Majah dan Baihaqi disahihkan oleh Syekh Albani dari Abu Hurairahallah anhu bahwasanya Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda, "Innallah tajawazawisu bihiuruha atau ya suduruha maamalakallam bihi wriha alai." Sesungguhnya Allah memaafkan umatku apa yang terbersit dalam hati mereka selama mereka belum melakukannya. Jadi kalau kita lagi salat kemudian ada bisikan-bisikan ria, bisikan apa saja, selama kita belum iyakan maka tidak terhitung batal gitu kan. Sebab semua ibadah pasti ada lintas bisikan setan ya. Kita mau sedekah tuh orang puji itu orang ini kita lagi salat tuh indahkan ada teman di sebelah kamu kamu dipuji. Kita lagi berdoa seperti itu. Selama kita enggak iyakan maka tidak ada masalah. Tapi kalau kita sudah iyakan baru terjadi riak itu mendapatkan dosa seperti itu. Allah Subhanahu wa taala memudahkan bagi umat ini seperti itu. Jadi Allah Subhanahu wa taala memaafkan umatku apa yang terbersih dalam hati mereka. Maksudnya digoda oleh setan selama mereka belum melakukannya atau mengucapkannya dan apa yang mereka dipaksa atasnya. Kalau dipaksa lakukan satu perbuatan kalau tidak dia akan dibunuh. Seperti kasus Ammar ibn Yasir ya radhiallahu anhu. Pada saat ayahnya dan ibunya Ammar dan Sumayyah dibunuh oleh Abu Jahal, maka Ammar masih kecil, umurnya 7 tahun, 8 tahun ketakutan disiksa sama Abu Jahal. Abu Jahal bilang, "Saya akan siksa kamu. Saya tidak bunuh langsung sampai habis semua kulitmu, sampai kamu kesakitan luar biasa dan kamu mati tersiksa kalau kau tidak kufur kepada Muhammad." Maka kata Ammar, "Baiklah, apa yang kau mau wahai Abu Jahal?" Kata Abu Jahal, dikatakan, "Saya kufur kepada ya risalahnya Muhammad, kufur kepada kenabian Muhammad." Maka Amar mengatakan, "Saya kufur kepada risalahnya Muhammad." Lalu Abu Jahal tidak puas. "Lewatlah unta betina." Lalu kata Abu Jahal, "Saya tidak akan lepaskan kau kecuali kau katakan unta ini Tuhanku." Maka Amar pun berkata, "Unta ini Tuhanku." Baru dilepas. Ammar bin Yasir radhiallahu anhu waktu lepas dari azab merasa menyesal ya terbebani hatinya. Kenapa tadi enggak sekalian biarin aja saya disiksa? Lalu sudah datang kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan umum 7 tahun 8 tahun ni luar biasa imannya. Lalu kata Amar, "Ya Rasulullah sambil nangis, bagaimana bisa ini? Saya tadi mengucapkan begini dan begitu ya Rasulullah karena saya takut dibunuh." Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Wahai Amar, kalau seandainya diulangin lagi kepadamu besok, ucapkanlah selama memang bukan hatimu yang menginginkannya. Artinya memang dipaksa gitu kan. Ini terlepas dari ini ini adalah sebuah hal yang tidak dihukum bagi umat Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Kemudian juga dikatakan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam di dalam hadis diriwayatkan oleh Ibnu Abi Asim dari Anas dan dihasankan oleh Syekh Albani dalam Sahihul Jami kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Innallah taala ajara umati minajamialah." Sesungguhnya Allah Taala telah melindungi umatku sehingga mereka tidak bersepakat di atas kesesatan. Artinya selama mereka berpegang pada Al-Qur'an dan sunah maka mereka insyaallah tidak akan sesat. Kemudian juga ya di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Ahmad juga Nasai dari Hudzaifah radhiallahu anhu bahwasanya Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda juilatufunaufil malaikah wilatal arduha masjida turbatuah najidil mau hadil ayat min Kami diberikan umat Islam ini tiga keutamaan kata Nabi sallallahu alaihi wasallam atas semua manusia. Yang pertama saf-saf kami dijadikan seperti safnya para malaikat. Ya, jadi memang pengaturan saf salat itu dianjurkan seperti safnya malaikat. Sebagaimana sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam kepada para sahabat dalam hadis Bukhari Muslim. Tidakkah kalian mengatur saf kalian sebagai para sebagaimana para malaikat mengaturnya? Lalu kata para sahabat, "Bagaimana malaikat mengatur saf mereka ya Rasulullah?" Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Mereka menyempurnakan saf demi saf. Setelah penuh baru pindah ke saf yang kedua. Setelah penuh baru pindah saf ketiga dan seterusnya. Yang kedua adalah seluruh bagian bumi ini dijadikan bagi kami sebagai masjid. Boleh dibangun masjid di mana pun tempatnya. Selama tanah itu bukan tanah hasil rampasan atau yang haram, maka boleh dibangun masjid. Dan yang ketiga, debunya bumi ini dijadikan untuk kami sebagai alat bersuci jika kami tidak mendapatkan air, bisa bertayamum dari mana saja ya debu yang ada. Dan diturunkan kepadaku ayat-ayat ini dari akhir surah Al-Baqarah ya, dari perbendaharaan di bawah arsynya Allah yang tidak diberikan kepada seorang nabi sebelumku. Kemudian juga tentu di sini ada banyak sekali ya hadis-hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam yang mungkin saya tidak bisa bahas semua. Tentu saya berharap ikhw dan akhwat bisa memiliki bukunya sekali lagi karena buku ini akan kita bedah setiap bulannya dengan izin Allah. Kalaupun memang Allah memberikan ada halangannya, maka minimal Anda sudah memiliki buku rujukan yang saya jadikan sebagai referensi utama ini. Di sini ada banyak sekali ya dan saya tutup dengan hadis ya. Di mana Nabi sallallahu alaihi wasallam menyebutkan ada dua hadis ya yang pegang buku di halaman 53 langsung. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam di dalam hadis diriwayatkan oleh Ahmad dari Abu Bakar radhiallahu anhu dan disahihkan oleh Syekh Abani dalam Sahihul Jami kata Nabi sallallahu alaihi wasallam umadun hisab kalqaril wahid az ini kemuliaan yang luar biasa aku diberikan 70.000 dari umatku yang masuk surga tanpa hisab. Wajah mereka seperti rembulan di malam purnama dan hati mereka di atas hati satu orang. Artinya semuanya sama imannya. Aku lalu meminta tambahan kepada Rabbku. Maka dia Rabbku memberiku tambahan. Setiap satu orang dari 70.000 itu ditambahkan 70.000 orang yang lain sehingga masing-masing mereka bisa membawa R0.000. Jadi 70.000 1000* 70.000 dan ini tidak ada bagi umat-umat sebelum kita. Ini luar biasa sekali Allah Subhanahu wa taala berikan kepada kita. Kemudian dikatakan juga di dalam hadis yang lain diriwayatkan di halaman 54 ya putne nomor 24 diriwayatkan oleh Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Burrah disahihkan oleh Syekh Albani sama di Sahihil Jami. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Ahlul jannati isruna waatufanuna minha min hadil umati wauna miniril umam." Penduduk surga itu sebanyak 120 saf nanti jumlahnya ya 120 saf. 80 darinya itu adalah dari umat ini. 80 saf dari 120 yang masuk surga itu adalah dari umat ini. Sedangkan 40 yang lain adalah 40 yang sisa dari umat yang lainnya. Jadi cuman bayangkan ya dari Nabi Adam Alaih Salam sampai Nabi Isa Alaih Salam berapa miliar manusia itu cuman 40 saf. Sementara kita ini 80 saf yang masuk ke dalam surga pada hari kiamat. Kata ulama hadis ini menandakan fadilah yang sangat besar dan dijanjikan juga umat ini akan sangat banyak jumlahnya, akan sangat banyak pengikutnya. Baik ini kurang lebih wacana gambaran tentang pentingnya kita mengetahui kita adalah umat yang terbaik, Ikhwah. Maka banggalah dengan agama Islam ini. Jalani hidup ini. Jadikan Islam sebagai tradisi. Dan jangan balik. Garis bawahi kata-kata saya ini. Jangan balik. Jangan menjadikan tradisi sebagai Islam. Enggak boleh. Tradisi suku, adat, negara habiskan semua. Enggak ada bagi saya. Karena saya muslim, Islam yang menjadi tradisi hidup saya. Selesai. Maka kita punya standarisasi tradisi. Mau di Afrika, mau di Eropa, mau orang bule, mau orang hitam, mau orang Arab, mau orang Melayu, mau orang dari mana pun, suku manaun, kalau kita bertemu dengannya maka akan sama semua perilakunya, pakaiannya, makanannya, minumannya, tutur katanya, akhlaknya, semua akan sama. Karena yang dijadikan tradisi adalah Islam. Itu yang dititik beratkan, ikhwah. Gak usah lagi berpatokan dengan agama lain. Tidak usah berpatokan dan menjadikan idola orang-orang nonmuslim. Kembalilah kepada orang-orang muslim. Dan kita akan lihat nanti figur pertama yang luar biasa pada hari ini. Kemudian saya kerucutkan bahasan juga sebelum Abu Bakar radhiallahu anhu. Saya akan sebutkan ikhwah di antara umat Islam ini ada lagi orang-orang yang terbaiknya. Jadi tadi kita umat yang terbaik ada juga di kalangan umat Islam ini orang-orang yang terbaik. Itulah para sahabat ridwanullahi alaihim. Sahabat Nabi radhiallah ee sallallahu alaihi wasallam. ee sahabat-sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam yang Allah Subhanahu wa taala telah memberikan julukan mereka radhiallahu anhum waradu anh. Inilah imam-imam kita. Merekalah ya panutan-panutan kita, idola-idola kita. Di buku ini ada lebih dari sekian puluh sahabat yang disebutkan. Dan satu orang saja ikhwan dan akhwat sekalian, kalau kita jadikan sebagai rujukan hidup kita, idola kita, sudah cukup untuk selamat dunia akhirat. Bagaimana kalau kita jadikan semuanya puluhan orang ini sebagai idola kita? Cukup mereka tidak perlu lagi pasang anak-anak muda. Wahai anak-anda muslim, pasang poster-poster pemain bola di kamar Anda. Untuk apa? Apa yang mau dibanggakan dengan mereka? Dengan keterampilan mereka main bola. Masuk surga keah dengan main bola? Itu bukan berarti tidak boleh main bola ya. Olahraga boleh dalam Islam. Tapi sampai pada tingkat anak-anak kita menghafal nama-nama pemain bola dan tidak tahu nama sahabat Nabi. Siapa yang sudah dijamin masuk surga? Siapa yang sudah berjuang dengan sebenarnya gitu kan. Ini hal-hal yang harus kita sadari dan kita pahami. Maka kita harus kembali kepada para sahabat. Jadikan mereka sebagai idola-idola kita. Karena bukan mustahil ikhwah dan akhwat sekalian, sahabat-sahabat terutama 10 yang jam masuk surga ini sampai beritanya kepada kita ya sampai sekarang seperti yang akan kita bahas nanti ini. Itu bukan mustahil ya. Bukan cuma sebuah kisah dongeng yang diceritakan. Tapi kata para ulama, agar kita bisa mencontohi Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Thalha, Zubair, Abdurrahman ibn Auffal nama-nama mereka, kisah-kisah mereka, tahu kehidupan mereka sehari-hari, maka dengan begitu ya kita akan bersama-sama dengan mereka di surga. Bukan mustahil. Karena kita menciplak saja kehidupan mereka. Itulah yang diinginkan oleh Allah azza waalla melalui sejarah-sejarah mereka yang tetap Allah kekalkan gitu kan. Dan subhanallah setan-setan ingin menyesatkan manusia dengan mencaci maki, mengkafirkan para sahabat rallahu alaihim yang telah Allah pilih mereka. Nanti kita akan baca sebentar lagi fadilah dan keutamaan para sahabat. Sehingga di sini, ikhwah sekalian, kita tidak butuh lagi panutan siapapun kecuali mereka setelah Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Yang pertama, ikhwan sekalian, disebutkan dalam buku ini Allah Subhanahu wa taala menurunkan banyak sekali Al-Qur'an. Coba buka halaman 59 yang pegang bukunya. Sekali lagi, ikhwah dan akhwat, kalau ingin memiliki bukunya ada di depan sama panitia ya. Yang jelas kita membahas di sini jilid pertamanya surah al-Ahzab ayat halaman 59 ayat 23. Azubillahiminasyaitanirrajim. Allah Subhanahu wa taala mengekalkan dalam Al-Qur'an dibaca oleh setiap orang yang beriman tentang para sahabat. Ini ayat ini satu ayat saja ini sudah cukup membantah orang-orang Syiah ini yang betul-betul sampai berani mengkafirkan para sahabat. Apalagi akan kita bicara sebentar lagi tentang siapa dia. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Minal mukminina rijalun shodqu ma ahadullaha alaih faminhum manq nahbahu winhum yantir w baddalu tabdila." Di antara orang-orang mukmin maksudnya para sahabat. Ayat ini turun kepada para sahabat. Ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. Maksudnya di sini ulama tafsir bilang mereka mati syahid. Mereka berusaha masuk medan perang supaya mati syahid. Dan Allah berikan apa yang telah Allah janjikan. Dan ada di antara mereka yang gugur. Dan ada pula di antara mereka yang masih menunggu ikut perang belum mati ikut perang yang kedua. Terus begitu ya karena yakin dengan apa yang Allah janjikan dengan mati syahid itu. Dan mereka sama sekali tidak mengubah janjinya. Maksudnya tidak berubah, tidak murtad, tidak ragu, tidak bimbang. Kemudian dalam surah Albayyinah ayat 8 Allah Subhanahu wa taala mengatakan, "Radhiallahu anhum waradu anh." Allah subhanahu wa taala rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah. Mereka pun rida kepada Allah. Kemudian dalam surah al-Fath ayat 18, Allah terus memuji para sahabat. Ikhwah sekalian, kalau Allah sudah rida kepada seseorang, Rabbul Alamin, Tuhan alam semesta, siapa lagi yang kita mau jadikan panutan selain mereka? Yang diridai oleh atasannya, diridai oleh presiden dan rajahnya, diridai oleh keluarganya dan istrinya atau suaminya? Jauh sekali. Diridai oleh pencipta langit dan bumi. Radhiallahu anhum waradu anh. Allah sudah rida kepada mereka semua sahabat di sini jamak. Radhiallahu anhum, tidak terkecuali gitu kan. Dan mereka juga rida dengan Allah, rida dengan agama ini. Mereka memilih itu. Kemudian juga dalam surah alfatih ayat 18 halaman 60-nya azubillahimyaitanirjim kata Allah subhanahu wa taalaqallahuilminahjati maubihim. Sungguh Allah telah meridai orang-orang yang beriman. Siapa mereka itu? Sahabat di sini ketika mereka berjanji kepadamu, "Hai Muhammad, siapa di antara kita pernah ketemu dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam?" Tak ada. Yang pernah ketemu adalah Nabi adalah para sahabat. Ayat ini turun kepada mereka. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Sungguh Allah telah meridai orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu hai Muhammad di bawah pohon." Dia mengetahui apa yang ada dalam hati mereka. Maksudnya Allah tahu hati-hati para sahabat yang bersih dari kekufuran. Lalu dia Allah memberikan ketenangan atas mereka dan memberikan balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat. Kemu
Resume
Categories