Daurah Aqidah #1: Ushul Sunnah (Sesi-1) - Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA
KW6kQGS0qSA • 2026-01-08
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsani wasukr lahu ala taufihin asadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuiman wa asadu anna muhammadan abduhuasul ridw shi alaihi waa alihi wa ashabihi wa ikhwan. Hadirin dan hadirat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Insyaallah pada pertemuan kali ini kita akan belajar dari kitab Ushulus Sunah karya Al Imam Ahmad ee rahimahullahu taala. Dan ini salah satu dari imam ahlusunah yang menjadi parameter untuk mengenali akidah ahlusunah wal jamaah. Karena Imam Ahmad hidup di masa ujian yang sangat berat di mana ahlul bidah yang berkuasa di zaman Khilafah Al Abbasiyah. Sehingga beliau akhirnya disiksa sampai beberapa khalifah dan akhirnya beliau tetap tegar dan akhirnya beliau diselamatkan oleh Allah Subhanahu wa taala. Dan karenanya beliau bertemu dengan ee berbagai tokoh ahlul bidu, ya. Dan akhirnya beliau pun menulis usulus sunah. Secara sederhana buku ushulusunah ini sangat penting ya. Karena Imam Ahmad menjelaskan akidah ahlusunah wal jamaah dengan mengisyaratkan akan bedanya dengan akidah ahlul bidah. Dengan akidahnya ahlul bidah. Ya, ini mirip seperti Ibnu Taimiyah ketika menulis al-Aqidah al wasatiyah. Beliau memilih lafal-lafal yang menjelaskan tentang akidah ahlusunah sambil mengisyaratkan tentang akidah ahlul ahlul bidah. Makanya kalau kita ingin mengetahui akidah ahlusunah yang benar, langsung kita baca bukunya Al Imam Ahmad rahimahullahu taala. Beliau punya dua dua buku yang terkenal. Yang pertama adalah Ushul Sunah. Yang kedua adalah buku Rad Alal Jahmiyah Wzanadiqah. Ya, Rad Alal Jahmiyah Wzanadiqah. Bantahan terhadap Jahmiyah dan ee kaum zindiq. Ee jadi kita mengenali pembahasan beliau dengan detail insyaallahu taala ini kita tidak mungkin tidak kita temukan pada imam-imam yang lain ya yang karena imam-imam yang lain tidak mengalami ujian seperti yang dialami oleh Imam Ahmad ya seperti Imam Malik ya Imam Abu Hanifah Imam Syafi'i. Mereka pun dapat ujian bukan terkait dengan akidah seperti yang dialimi oleh Imam Imam Ahmad diuji karena membela akidah ahlusunah wal jamaah. disiksa, dicambuk, dipenjara karena membela akidah ahlusunah wal jamaah. Sehingga inilah parameter akidah ahlusunah wal jamaah. Apa yang ditarihkan oleh Al Imam Ahmad dalam kitabnya Ushulus Sunah. Ini sekedar gambaran ee penting kenapa kita perlu belajar kitab ushulus sunah. Dan kajian pada kesempatan kali ini saya belum masuk pada pembahasan kita ada dua mukadimah. Mukadimah pertama tentang mengenali ilmu akidah. Saya akan bahas ilmu akidah itu apa, apa yang dipelajari, buku-buku akidah apa saja. Ini istilahnya pembahasan tentang mukadimah tentang ilmu al-akidah. Tentang ilmu al-Aqidah. Nanti pertemuan kedua khusus kita bahas tentang biografi Imam Ahmad. Bagaimana zuhud beliau, bagaimana ibadah beliau, bagaimana takwa beliau, dan bagaimana ujian yang beliau hadapi. Baru pertemuan ketiga kalau kita masih hidup insyaallah baru kita bahas usulus usulus sunah. Tadi pagi saya baca buku tentang biografi MA. Luar biasa. Luar biasa. Kalau kita pelajari sebagai pemicu bagi kita untuk lebih ikhlas dan cambuk bagi kita yang mungkin masih banyak mikirin dunia daripada akhirat. Tapi insyaallah perlu pembahasan khusus pada temuan berikutnya insyaallah tentang biografi Imam Ahmad dan zuhud beliau serta perjuangan beliau, sabarnya beliau dalam menghadapi ujian-ujian kehidupan. Bab jadi kajian kita ini berat ya. Kalau yang enggak mau berat-berat, pulang aja sekarang ya. [tertawa] Jadi sabar ya, sabar ya. Insyaallah enggak berat-berat banget ya. Cuma butuh serius maksud saya. Butuh butuh serius ya. Saya pengin kita ngaji dengan bertambah ngaji kita tambah ilmu ya. Kalau ngaji wawasan alhamdulillah teman-teman sudah banyak ngaji wawasan ya. Tapi ngaji lebih serius, lebih serius ya. ee nanti mungkin ada ujiannya ya. Sehingga ketika ngaji kita benar-benar ada yang kita pahami. Ada yang kita pahami. Dan secara umum menuntut ilmu adalah ibadah kepada Allah Subhanahu wa taala apalagi ilmu tentang akidah ahlusunah wal jamaah. Saking agungnya ilmu sampai Nabi bersabda, "Wa inal malaikata ajatahabil ilmi rid bna." Sesungguhnya malaikat meletakkan sayapnya bagi penuntut ilmu karena ee rida dengan apa yang dilakukan oleh penuntut ilmu. Dua tafsiran. Ada yang mengatakan malaikat meletakkan sayapnya itu malaikat ketika terbang lantas melihat ada penuntut ilmu sedang berjalan untuk menuntut ilmu, maka dia pun turun sebagai bentuk penghormatan kepada penuntut ilmu karena agungnya ibadah yang dilakukan oleh penuntut ilmu tersebut. Yang kedua, ada yang mengatakan malaikat meletakkan sayapnya untuk diinjak oleh penuntut ilmu. Karena rida suka dengan apa yang di ee lakukan oleh penuntut ilmu tersebut. Dan antum semua sekarang insyaallah dalam kondisi sedang menuntut ilmu. Maka hadirkan dalam diri antum bahwasanya saya sedang beribadah dalam belajar akidah untuk bisa wafat dalam akidah ahlusunah wal jamaah. Jadi butuh keseriusan ya, butuh keseriusan. Sekali lagi pengajiannya butuh mikir ya. Butuh mikir ya. Tib kita masuk pembahasan pertama. Mudah-mudahan bisa lihat di televisi ya di layar ya. Pertama tentang mukadimah ilmu akidah. Ada beberapa poin ikhwan. Yang pertama, akidah yang benar adalah sesuai fitrah. Akidah yang benar adalah sesuai fitrah. Ya Allah berfirman, "Faqim wajhakidini hanifan fitratallah alaiha la tabqillahikinul qayyim wakin aks yamun." Surat ke-35 ayat surah 30 ayat 30. Surah Rum ayat 30. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Tegakkanlah wajahmu untuk din yang hanifitratallah, yaitu sesuai dengan fitrah Allah yang Allah fitrahkan kepada manusia." La tabd khilqillah. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. Dalikadinul qayyim. Itulah agama yang benar. Akan tapi kebanyakan orang tidak mengetahui apa itu fitrah. Fitrah itu yang kalau bahasa sederhananya adalah seperti file yang Allah pasang dari sananya kepada seorang manusia. Seperti contoh ee seorang lelaki kok bisa suka sama wanita. Itu fitrah. Enggak usah diajarin pun ketika dia melihat lawan jenis dia akan ee suka. Sebaliknya mungkin dia punya kakak yang cantik, dia punya adik yang cantik, dia tidak tertarik ya. Kenapa? Karena fitrah mengajarkan dia itu bukan buat dia. Ya, ini contoh itu namanya apa? fitrah sama seperti sederhananya hewan juga ada fitrah yaabbiikalzi khalaq fasawa walladzi qaddar fahada ya Allah yang telah menciptakan ciptaannya kemudian menyempurnakannya manusia maupun hewan kemudian menentukan takdirnya fahada memberi hidayah kepada mereka yaitu diberi insting kalau istilah kita adalah fitrah jadi fitrah itu adalah suatu yang dipasang atau diciptakan Allah pada seorang makhluk dan sudah dari dari sananya nya enggak usah diajarin pun dia tahu. Enggak usah diajarin pun dia dia tahu namanya fitrah ya. Nah, demikian juga di antaranya fitrah untuk bertauhid. Secara umum manusia kalau tidak dikasih syubhat atau tidak dirubah fitrahnya dia akan menolak bagaimana misalnya disuruh sembah sapi diaak akan terima. Gimana saya nyembah sapi? Sapi hewan gimana saya sembah? Fitrah dia tidak terima. Fitra tidak terima ya. Bagaimana saya harus menyembah apa? Sapi. Kenapa? Ada file dalam dirinya tidak terima akan hal tersebut. Seperti juga fitrah bahwasanya Tuhan itu ada. Tuhan itu ada. Sehingga buktinya ketika kita mengajari anak kita Tuhan itu ada, kita enggak usah susah-susah, enggak perlu jelaskan bukti-bukti ini dia secara sederhana langsung dia terima. Kenapa? Karena ada file sebelumnya yang sudah Allah pasang. Ya, file itu adalah kecenderungan untuk bertauhid. Sehingga seandainya manusia kalau dibiarkan tanpa ada yang pengaruhi, dia akan cenderung kepada tauhid. Ya. Maka agama Allah agama yang sesuai dengan fitrah. Agama yang sesuai dengan fitrah. Agama yang mudah. Ya. Di antara di antaranya juga Allah berfirman, "Alasta birabbikum." Ya, Allah mengambil janji kepada anak-anak Adam. Ya, sebelum mereka diciptakan di atas muka bumi. Allah mengatakan, "Alasta birabbikum." Bukankah aku Rabb kalian? Qolu bala. Kata mereka, "Tentu ya Rabb." Ya, tentu kita semua tidak ingat bahwasanya Allah pernah mengambil janji kepada roh kita tentang hal ini. Ya. Tetapi kata para ulama di antara efeknya ada fitrah yang cocok ya masih ada masih ada asarnya, dampaknya yaitu fitrah bahwasanya kecenderungan kita ber memiliki Rabb kemudian kita juga mentauhidkan Rabb tersebut. Itu adalah fitrah. Tib. Demikian dalam hadis Rasul wasallam bersabda, "Ma min mauludin illa yuladu alal fitrah." Tidak ada seorang anak yang lahir kecuali dilahirkan di atas fitrah. Fawahu yuhani yumajisanii. Akan tetapi kedua orang tuanyaalah yang merubah fitrahnya sehingga menjadikan dia beragama Yahudi, menjadikan dia atau beragama Nasrani atau beragama Majusi. Ya, menunjukkan fitrah itu bisa berubah. fitrah itu bisa berubah ya ketika dipengaruhi dengan syubhat atau dengan pemikiran ya sehingga fitrah bisa bisa berubah ya e ketika di antaranya yang bisa merubah adalah kedua orang tuanya jadi saya sini akan tetapi bisa berubah karena faktor setan di antaranya faktor yang bisa merubah fitrah misalnya gara-gara setan Allah berfirman dalam hadis qudsi khalaqtu ibadi khunafa kulluhum Ya khalaq ibadi khunafa kullahum ya wa innahumathumayatin fajtalathuminihim. Sesungguhnya aku menciptakan hamba-hambaku hunafa kullahum seluruhnya hunafa. Yaitu condong kepada tauhid dan menjauh dari kesyirikan. Semuanya diciptakan di atas fitrah seperti ada fail yang menuju kepada tauhid dan jauh daripada kesyirikan. Kesyirikan. Ya, pokoknya kita kalau di antara fitrah tersebut kalau kita sudah dalam kondisi terpaksa sulit kita langsung ke Tuhan. Dan fitrah ini terkadang tidak bisa ditolak oleh ateis. Ateis dalam kondisi terdesak dia pasti mencari fitrahnya mulai jalan lagi. Itu dia baru ingat baru dia kembali kepada Allah Subhanahu wa taala, kepada Tuhan. Meskipun secara kebiasaan kesehariannya dia mengaku Tuhan tidak ada, Tuhan tidak ada. Tapi kalau dalam kondisi terdesak fitrahnya muncul kembali. Makanya sulit orang ateis untuk melawan fitrah tersebut bahwasanya Tuhan tidak ada itu dia melawan fitrahnya. Jadi fail-nya yang Allah sudah taruh dia mau lawan. Ini terkadang dia menang, terkadang dia kalah. Terkadang fail-nya muncul kembali terutama dalam kondisi terdesak. Itu namanya fitrah sederhananya. Tapi fitrah tadi bisa dirubah karena pengaruh setan, pengaruh lingkungan. Di antara pengaruh setan Allah berfirman dalam hadis qudsi, khalaqtu ibadi hunafaahum. Aku menciptakan hamba-hambuku seluruhnya condong kepada tauhid dan jauh dari syirik. Namanya hanif. Maknanya demikian. Hanif itu artinya miring. Itu miring kepada tauhid dan menjauh dari kesyirikan. Wa inahumin. Kemudian mereka didatangi oleh setanum. Lalu mereka digelincirkan dari agama mereka. Di sini Allah menjelaskan dalam hadis qudsi ini bahwa setan bisa merubah fitrah seseorang. Di antaranya juga faktor lingkungan. Tadi sudah kita singgung. Nabi bersabda, "Klu mauludin yuladu alal fitrah." Seluruhnya dilahirkan dalam di atas fitrah, di atas kecenderungan kepada tauhid, di atas nilai-nilai kebenaran. Ya. Kemudian faabwahu yuhawidanii kedua orang tuanya akhirnya membuat dia menjadi Yahudi. A yunasiranihi atau menjadikan dia menjadi nasrani au yumajisanihi atau dia menjadikan dia menjadi majusi. Artinya fitrahnya beru berubah. Fitrahnya berubah. Sebenarnya kalau di didakwahi untuk kembali lagi sebenarnya bisa, cuma terlalu banyak faktor yang buat mereka mungkin bertahan di atas ee kerusakan tersebut. Banyak faktor duniawi, hawa nafsu yang buat mereka akhirnya tidak kembali kepada fitrah. Makanya kalau tidak ada fanatik besar, mudah bagi orang masuk Islam. Kita dakwa orang Nasra, mudah masuk Islam. Karena fitrah menunjukkan Tuhan satu. Susah fitrah ini menerima Tuhan itu ada tiga misalnya ya. Saya ketemu dengan ee ada orang masuk Islam, orang Cina ya pernah iktikaf. Dia bilang, "Saya cerita kamu masuk Islam kenapa?" Saya sempat mikir, "Ustaz, kata dia kalau Tuhan tiga ada problem di dunia, mereka diskusi dulu kapan selesainya. Baru problem enggak habis-habis. Akhirnya saya enggaklah susah, kayaknya enggak logis." Fitra dia enggak enggak enggak jalan. Tuhan tiga duduk ngobrol, diskusi yang repot apak habis-habis. Ini punya problem. kita aja di sini banyak problem apalagi satu dunia ini. Oleh karenanya fitrah dia ee menolak ya menolak ya. Tapi kalau ada fanatik tertentu susah. Yahudi sebenarnya masuk Islam mudah cuma ada fanatik se fanatik kabilah bahwasanya kami umat terbaik kami adalah kami adalah kami. Mudah masuk Islam ya mereka tahu Rasul sahu alaihi wasallam di atas kebenaran tapi karena fanatik kaumiah atau nasab atau air atau apa kabilah menjadikan mereka kalau meninggalkan Yahudi mereka bukan umat termulia lagi. Jadi mereka bertahan dengan agama Yahudi sebagai ee S'bullahil Mukhtar yaitu bangsa yang dipilih oleh Allah subhanahu wa taala. Jadi ini akidah yang benar pasti sesuai dengan fitrah. Saya jelaskan sini bukan berarti sejak lahir sudah berakidah yang benar. Maksudnya yang benar dan sempurna. Tidak. Yang benar dan sempurna bukan maksudnya demikian dan lengkap. Bukan begitu. Bukan berarti begitu lahir langsung sudah paham ushulus sunah. Enggak ya. Enggak, tapi dia lahir di atas fail yang cenderung untuk menuju atas apa? Kepada tauhid. Jadi untuk diajarin mudah. Untuk diajarin mudah ya karena di atas fitrah ya. Tapi maksudnya salamatul qolbi waqobuluhu waatuhu lilhaqi. Ini kata Ibnu Timyah rahimahullah. Maksud manusia diciptakan di atas fitrah maksudnya salamatulb yaitu hatinya selamat. waquluhu waatu lilhaq dan dia mudah menerima kebenaran dan dia mencari kebenaran ya alladzi hal islam yaitu mudah menerima Islamitu laika minhairi eh mugayir lakana lima lama eh illa musliman. Kalau seandainya dia ditinggal begitu saja tanpa ada yang berubahnya, dia pasti mus muslim. Dia pasti muslim karena orang punya kecenderungan di atas ee tauhid. Ya, kita kalau berpikir jernih, kita bilang ngapain orang nyembah patung? Dia yang pahat, dia yang bikin hidungnya, dia yang bikin ini, dia sembah. Enggak, enggak logis ya. Enggak logis. Enggak logis ya. Saya pernah cerita ada kawan cerita temannya masuk Islam gara-gara masalah patung ya. Dia dia adalah penyembah berhala. Satu hari dia nyetop bis di tempat pabrik pembuatan Tuhan. Kemudian nyetop bisnya enggak datang-datang. Sambil bis belum datang dia nungguin lihatin proses pembuatan apa Tuhan. Yang tukang buat Tuhan kurang ajar. Ada Tuhan setengah jadi didudukin terus dibikin Tuhan. Kata dia meskipun belum jadi jangan kurang ajar begitu. ini didudukin, diinjak terus eh Tuhan setengah jadi. Akhirnya dia mikir-mikir lagi, saya kenapa bisa seperti ini? Tuhan saya dipahat kemudian semaganya sekal secara fitrah ya susah. Jadi ee kalau dibiarkan tanpa ada yang merubah, tanpa yang pengaruhi ee maka niscaya ee dia akan tetap di atas Islam dan fitrah pasti menolak ee kebatilan ya. kecuali ada penghalang atau ada perubah. Kalau ada perubah bisa berubah, ada penghalang bisa terhalang. Dikatakan yang berikutnya, fitrah dan kebenaran seperti ee syams maul ain. Seperti matahari dengan cahaya mata. Matan cahaya matahari. Jika tidak ada hijab maka mata akan melihat cahaya matahari. Sai tidak ada hijab maka dia akan mata akan bisa melihat cahaya matahari. Istilahnya cahaya tersebut ee sudah ada potensi di matanya untuk melihat. Tinggal ada cahaya dia langsung bisa melihat. Kecuali di penghalang. Penghalang macam-macam. Orang tuanya menghalangi lingkungan, menghalangi taasub, fanatik menghalangi. Akhirnya dia tidak jadi beriman. Tapi seandainya tidak ada penghalang sama sekali, maka fitrahnya akan mengantarkan dia kepada akidah yang benar. Ini akidah yang benar adalah akidah Islam. Akidah Islam. Dan kita tahu semua nabi mengajarkan Islam ya. Semua nabi baik Nabi Adam, Nabi Nuh sampai Nabi Muhammad semuanya mengajarkan Islam ya. Hanya sekarang istilah Islam buat Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam itu dengan syariat yang khusus. Syariat Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Karena pada dasarnya semua nabi juga Islam. Ya, seperti Nabi Musa berkata, "In kuntum amantum billahi faalaihi tawakalu intuntum muslimin." Ya, wahai kaumku, jika kalian benar-benar beriman, bertawakalah jika kalian adalah orangorang Islam. Ya. Ya. Demikian juga nasihat para nabi kepada wala tamutunna illa wa antum muslimun. Ya, janganlah kalian mati kecuali di atas Islam. Nabi Yakub kepada anak-anaknya. Kemudian juga Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, Rabbana waja'alna muslimaini lak. Ya Allah, jadikanlah kami Islam kepadamu. Jadi, semua nabi Islam, makna Islam maksudnya tauhid. Ya, makanya Rasul wasallam berkata eh alanbiya abnau liallat umatuhum satta winuhum wahid. Para rasul seperti anak-anak yang sebapak lain ibu. Anak-anak sebapak lain ibu. Bapaknya satu, ibunya berbeda. Maksudnya kata para ulama agamanya satu yaitu tauhid Islam. meskipun syariatnya berbeda-beda. Jadi semua nabi menyerukan kepada tauhid dan agama mereka semuanya di atas fitrah. Tapi sekarang kita bahas tentang akidah. Kita sedang masuk dalam ilmu akidah. Akidah secara bahasa, Ikhwan, maknanya dari al-Aqad. Secara bahasa dari al-Aqd. Al-Aqadd ya maknanya rabb yaitu ikatan. Tawasuk yaitu dikuatkan, syad biquwah yaitu diikat dengan kuat. atau alyakin. Yakin jazm pasti itu namanya ee al-aqidah. Alqidah maknanya kembali kepada satu makna yaitu mantap, kuat, kokoh, yakin. Itu makna akidah. Akad itu suatu simpul atau ikatan rabbet yang diikat dengan kuat namanya akidah. Makanya akidah tidak dikatakan pada perkara yang diragukan. Seorang berakidah itu secara bahasa maknanya dia yakin, dia memastikan itu namanya akidah. Ini secara bahasa secara istilah al imanul jazim alladzi ilaihiakun lada mtaqidih al iman aljazim iman yang pasti atau yang mantap aljazim itu mantap alladzi la yatar ilaihi syakun yang tidak dihinggapi oleh keraguan lada mtaqidihi pada sisi orang yang meyakininya jadi keyakinan yang mantap yang yakin yang tidak ragu sama sekali dan tidak dihinggapi oleh keraguan pada orang yang meyakini akidah tersebut. Itu iman yang yakin dan mantap yang tidak menerima keraguan bagi yang meyakininya. Ini makna secara akidah. Nah, berarti akidah itu ada yang benar, ada yang salah. Berarti akidah ada yang benar, ada yang salah, ada yang batil. Ya. Ya. Orang Islam yakin dengan akidahnya, orang Nasra juga yakin dengan akidahnya, orang Yahudi juga yakin dengan apa? Akidahnya. Masing-masing punya akidah. Secara bahasa akidah adalah keyakinan yang mantap. Itu namanya akidah ya. Terlepas akidahnya benar atau akidahnya batil. Ini ee istilah ee akidah dan istilah ini muncul belakangan. Di zaman Nabi gak ada istilah akidah. Di mana cuma istilah aliman asunah ya. akidah ini ilmu yang disiplin ilmu yang muncul belakangan ya dengan istilah ilmu al-akidah yang dimaksud oleh para penyusun ilmu tersebut atau yang ee yang bergelut dengan ilmu tersebut. Maksudnya akidah adalah terkait dengan keyakinan yang mantap dan jadilah istilah mustalah yang dikenal oleh orang sekarang ya. Sehingga kalau mau bertanya apa akidahnya itu apa keyakinannya yang dia yakini ya itu namanya akidah. Sampai sini paham? Masih muda ya. Ini belum waktunya ngantuk sekarang ya. Ya, sabar nuntut ilmu harus apa? Sabar ya. Tib saya lanjut ya. Saya kesimpulan ini saya ada 11 halaman ya. Ini baru satu halaman ya. Intinya saya ingin sampaikan bahwasanya ee agama yang benar di atas apa? Fit fitrah. Fitrah itu apa? Semacam apa? Semacam fail yang Allah pasangkan pada seorang yang dari sananya tidak perlu dipelajari sudah dari sananya. Ya namanya kalau dalam istilah kita mabadiul ilm ituu perkara yang mabadi tidak perlu diajar sudah ngerti. Semua orang sepakat kalau ada orang kasih duit sama orang tanpa minta ee apa namanya ee balas budi sama sekali. Orang ini baik atau tidak baik. Enggak usah diajarin sudah ngerti. Ini namanya fitrah. Semua orang juga sepakat satu dunia ini. Kalau ada yang ada si A bunuh si B tanpa ada kesalahan sama sekali dari si B. Si A cuma iseng-iseng. Maka ini buruk atau tidak buruk? Ini kenapa fitrahnya bisa membedakan? Ini buruk tanpa ada yang harus ngajarin. Enggak perlu ngajarin. Kenapa dia bisa bedakan? Dia punya file dari sananya untuk mengenali mana yang baik, mana yang buruk. Dia punya file dari sananya mengetahui Tuhan itu ada sehingga kita ngajarin anak-anak dengan mudah. Dia punya file dari sananya untuk mentauhidkan Allah. bahwasanya Tuhan yang berhak disembah harusnya e esa. Ini namanya fitrah ya. Tapi fitrah tadi bisa beru berubah, bisa berubah setan atau lingkungan yang menghalangi fitrah seperti ee mata kapan ada cahaya dia langsung bisa lihat langsung klop karena memang dia sudah punya potensi untuk menerima cahaya tersebut. Namun cahaya tersebut terkadang bisa terhalangi jika ada penghalang. ada penghalang apakah setan, apakah lingkungan, ataukah fanatik dan semisalnya. Kemudian kita bahas akidah. Akidah secara basah ikatan yang kuat, simpul yang kuat. Yang dimaksud dengan para pembelajar akidah atau para peneliti akidah. Akidah maksudnya keyakinan kuat yang diyakini oleh sese seseorang. Apakah keyakinan tersebut benar atau keyakinan tersebut salah? Masing-masing orang punya akidah tersendiri. Kalau keyakinnya masih ragu-ragu belum dikatakan akidah. Akidah harus yakin. Tapi kita lanjutkan. Poin berikutnya, makna nama-nama akidah dalam istilah ini akidah yang benar. Maksudnya akidah yang benar, akidah yang benar. Ada manama istilah akan datang bahasanya. Tapi saya apa ee singgung sedikit nama-nama yang benar alfiqhul akbar. alfiqhul akbar ini untuk membedakan dengan alfiqhul asghar atau alfiqhus sagir ushuluddin sunah tauhid syariah aliman ee ini nama-nama ee istilah akidah istilah akidah mereka terkadang menggunakan istilah fikhul akbar terkadang usuluddin atau usulud dianah terkadang mereka gunakan istilah sunah terkadang mereka istilahkan tauhid ya bukan tauhid yang penting kita tapi tauhid secara umum itu akidah terkadang mereka sebut assariah terkadang mereka sebut iman masalah iman maksudnya masalah adalah akidah. Ada nama-nama yang tidak tepat seperti falsafah, ilmul kalam, ideologi, islami. Ini nama-nama yang tidak ee tidak tepat. Mudah-mudahan insyaallah kita bahas pada waktunya ya. Tib urgensinya ilmu akidah. Ilmu akidah adalah pondasi dari ulumus syariat atau ilmu dari ilmu fikih, dari ilmu amalan. Ya, syariah maksudnya ilmu amalan ya. ilmu ilmu syarat syariat ilmu syariat kita bisa menjin menjadi dua ya. Jadi ilmu akidah adalah pondasi adalah pondasi kalau kita tinjau ilmu syariat kalau kita baca belajar ilmu syariat maka kita bisa bagi menjadi dua. Yang pertama adalah usuluddin akidah yaitu pokok-pokok agama. Yang kedua adalah al-akam al-amaliah yaitu al-ahkam alfar'iyah atau al-ahkam alfiqhiyah. Jadi kita bisa bagi iman dan amal. Iman dan apa? Amal iman ushuluddin disebut dengan apa? Akidah. Adapun amalan ilmu fikih atau amaliah itu disebut dengan ahkam fariah ya atau furuuddin atau ilmu fikih. Dari sini kita tahu pentingnya ilmu akidah karena dia pondasi terhadap ilmu amalan. Ini ilmu keyakinan adalah pondasi dari ilmu praktik amalan. Di antara hal yang menunjukkan ee urgensinya ilmu akidah, pertama dia adalah asas dakwah para nabi. Ya, semua nabi menyerukan kepada apa? Tauhid. Bahkan Nabi Nuh alaihi salam disebutkan oleh sebagian ahli tafsir, Nabi Nuh tidak menyeru kepada fikih. Dia menyeru kepada tauhid saja. Kita tahu Rasul yang pertama yang Allah turunkan atas muka bumi siapa? Nabi Nuh alaihi salam. Anta awalu rasulin ila ahlil ard. Engkau adalah rasul yang pertama yang Allah utus kepada penghuni bumi. Ya, setelah Nabi Adam alaihi salam 10 kurun belum ada kesyirikan. Ketika sudah 10 qurun baru terjadi kesyirikan bahwa Allah mengutus Nabi Nuh. Bahkan sebagian ulama kalau tidak salah Thair bin Asyur menyatakan bahwasanya belum ada syariat yang disebutkan sama sekali ketika itu. Tetapi Nabi Nuh Alaihi Salam fokus membahas tentang apa? Tauhid. Fokus membahas membahas tentang tauhid. Kemudian dengan nabi-nabi yang lain semuanya juga menyeru kepada tauhid. Wa ilaadin. Setelah Nabi Nuh ada Nabi Hud. Waila adin akhahum hudan qala ya qumibudullaha maum ilahin giir. Maka kepada kaum Ad kami utus saudara mereka Nabi Hud yang menyeru, "Ya kaumku sembahlah kepada Allah semata." Itu tauhid akidah. Demikian juga Nabi Saleh waudum shihan yaakum kepada Nabi kaum Samsamud kami utus nabi berikutnya setelah Nabi Hud nabi maka nabi-nabi semuanya menyeruh kepada tauhid bain rasulan kami tidaklah suatu umat kecuali kami utus rasul semuanya menyeruh sembahlah Allah semata dan jauhilah tagut sudah tadi kita sebutkan nabi Nabi mengatakan seluruh nabi itu ibarat seperti anak-anak satu bapak lain mam. Bapaknya satu, mamanya banyak. Menunjukkan apa? Karena bapaknya satu berarti sama-sama menyeru kepada tauhid. Semua surrahul hadis, pensyarah hadis ini dari para ulama semuanya menyatakan yang dimaksud dengan bapak mereka satu. Maksudnya sama-sama menyeru kepada apa? Tauhid. Adapun ibunya berbeda, maksudnya fikihnya berbeda-beda. Makanya tauhid ini adalah asas dakwah seluruh nabi. Semua nabi menyuruh kepada mentauhidkan Allah Subhanahu wa taala. Kemudian di antara urgensinya akidah yang benar. Akidah yang benar syarat diterimanya amal. Kalau akidah enggak benar, amal tidak di diterima. Kemudian yang ketiga, sebab bahagia dunia dan akhirat. Orang kalau punya keyakinan yang mantap maka dia akan bahagia dunia maupun akhirat. Meskipun kondisinya dalam kondisi hidup yang susah. Dia pasti bahagia. Nanti kita bahas bagaimana Imam Ahmad bersabar. Miskin kalau tidak salah 70 tahun. Imam Ahmad miskin terus. Luar biasa kalau kita baca bagaimana kehidupan beliau ya di tengah kesulitannya dia tetap tegar, tetap bahagia, tetap subhanallah ya. Jadi akidah sebab bahagia dunia maupun akhirat. Orang kalau enggak punya akidah hidupnya bimbang, ragu, terombang-ambing, pusing. Ya, kenapa? Karena akidahnya enggak mantap ya. Kalau akidah mantap dia tenang. Kemudian ee akidah yang mantap syarat memperoleh kekuasaan. Yaallahina amanuumhatum ardina minqim wumaknaum bafih amun dalam surat eh Annur Surat Annur ayat 55. Surah Annur ayat 55. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Allah berjanji menjanjikan bagi orang beriman di antara kalian dan beramal saleh, sungguh kami akan membuat mereka berkuasa di atas muka bumi sebagaimana kami telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa. Dan kami akan menjadikan ee meneguhkan bagi mereka agama mereka yang telah Allah ridai. Dan kami akan menggantikan rasa takut mereka dengan rasa keamanan." Syaratnya ya'budunani la yusrikuna. Mereka beribadah kepadaku semata dan tidak berbuat syirik sama sama sekali. Jadi syarat orang mengurai kekuasaan dengan bertauhid. Lihat bagaimana Nabi mengajarkan tauhid kepada para sahabat cuma jumlah sedikit tahu-tahu mereka bisa menguasai dunia ya. Luar biasa dengan jumlah yang sangat sedikit. kalau kita baca misalnya sejarah Mesir bagaimana Amr bin As cuma bawa pasukan 4.000 kemudian melakukan Mesir dan Mesir adalah daerah kekuasaan Romawi. Romawi mungkin pasukannya jutaan ketika itu. Cuma 40.000 orang kemudian bisa menaklukkan apa? Mesir. Merubah Mesir dari selain agama Islam jadi agama Islam dari yang tidak tahu bahasa Arab semuanya bisa bahasa Arab. Luar biasa. Maksudnya ee tauhid. Kalau orang bertauhid Allah akan kasih kekuasaan. Tahukah antum kerajaan Arab Saudi berdiri yang kerajaan Arab Saudi yang ketiga didirikan oleh seorang namanya Malik Abdul Aziz, seorang raja yang datang dari Kuwait ketika dia terusir dengan keluarganya. Kemudian dia menyerang kembali dengan bawa cuma kalau enggak salah 40 orang dari Kuwait. Dia masuk Riyad kemudian dia kuasai Arab Saudi. Cuma berapa orang? 40 orang. Maksudnya kalau kita baca cerita luar biasa ya jumlah sedikit ya. Perang Badar sudah cukuplah 315 mengalahkan 1000 dengan keserbatasan kekuatan melawan kekuatan yang hebat. Ternyata bisa kalah kam min fiatin qilatin galabat fiatan katiratan bidnillah. Betapa banyak kelompok sedikit bisa mengalahkan kelompok yang besar dengan izin Allah subhanahu wa taala. Maka tauhid adalah ee syarat atau sebab meraih kesuksesan, kekuasaan. Kemudian di antaranya orang yang bertauhid, yang berakidah yang benar, memerdekakan akal dari syubat dan khurafat. Orang kalau enggak punya akidah yang benar, dia mudah sekali dibohongin. Ya, kasih khurafat. Percaya apa aja dibilangin percaya ya. Percaya. Ada lorong tembus ke Makkah. Percaya ada gentong air tembus sampai zamzam. Percaya ya? Saya pernah ke suatu masjid di suatu daerah di tanah air kita tahu-tahu ada anak-anak dikasih air gentong tiga sudah lumutan, sudah ada hijau-hijau. Diambil air diusap. Saya tanya ini apa? Kata mereka ini air sambung sampai ke Makkah. Luar biasa. Ini proyek ini dari sampai sini Mekah lumayan berapa ribu kilometer nih. Orang percaya percaya aja ya. Tapi kalau punya akidah yang benar enggak enggak enggak enggak logis ini apa kayak gini ya. Maka seperti kemarin ada yang iktikaf kemudian dari mana Mas? Dari baru turun dari Sidratul Muntaha. Allahu Akbar. [tertawa] Enggak ngajak-ngajak. Nabi aja Jibril mundur Nabi sendiri. Kau sama teman-teman. Luar biasa ini. Orang Tapi orang kalau enggak punya akidah percaya-percaya aja mudah. Ya, begitulah ya. Jadi di antara fungsi akidah yang benar, memerikan akal dari syubhat dan khurafat. Harus akidah yang benar. dia punya usul pemahaman yang benar sehingga dia tidak mudah diombang-ambing, tidak mudah dibohongi. Tib dengan kemudian di antaranya dia adalah ee tadi mungkin tambahkan yang dia adalah pondasi saya lupa ini pondasi dari yang keenam pondasi amal saleh. Pondasi amal saleh. Orang kalau punya akid yang benar. Ini dibahas ee pembahasan ini bagus di dalam buku Alfiqhul Manhaji di mukadimah tentang keterkaitan ilmu syariat dan ilmu akidah. Bahwasanya kalau orang punya ilmu akidah yang benar, dia akan semangat beramal saleh. Dia rajin salat duha, dia rajin salat tahu bahwasanya ee ada ada pahalanya. Dia yakin kalau dia punya akidah yang benar, dia mudah untuk bersedekah. Dia tidak pelit. J kalau dia ragu-ragu cuma teori doang tidak dia yakini tidak susah beramal saleh. Susah beramal saleh. Dia kalau punya akidah yang benar dia akan sabar. Betupun ujian banyak dia yakin ini semua pilihan Allah Subhanahu wa taala insyaallah yang terbaik. Ya. Maka beramal saleh, salat malam atau puasa sunah atau sedekah atau berbakti sama orang tua atau amalan-amalan kebajikan lainnya kalau dibangun di atas akidah yang benar membuat seorang semangat menjalankan amal saleh tersebut kemudian lebih khusyuk ketika menjalankan amal saleh tersebut. Ya, makanya ketika ee Rasulullah sallallahu alaihi wasallam berbicara tentang melihat Allah innakum satara rabbakum yaumalqiamati ianan atau dalam ee apa bisa dengan fathah ayanan yang benar lebih tepat ianan ya wazan fi'al suungguhnya kalian akan melihat rab kalian melihat langsung ilmu ayana melihat langsung pada hari kiamat taruna alqar Sebagaimana kalian melihat rembulan di malam bulan purnama atau sebag dalam riwayat sebag kalian melihat matahari yaitu mudah kelihatani. Maka kalian tidak akan berdesak-desakan dalam melihat Allah karena lihatnya ke atas bukan di bawah. Kalau di bawah kan mungkin ada yang nutupin, ada yang ini enggak kelihatan. Tapi kalau melihat ke atas semuanya mudah lihat meskipun yang lihat mau jutaan orang juga mudah tinggal lihat ke atas. Kemudian Nabi setelah itu mengatakan, "Faum all kalau kalian mampu agar kalian tidak ketinggalan shatun qobla gurubihabamsibha fa'alu ya." Kalau kalian mampu untuk tidak ketinggalan salat asar dan salat subuh, maka lakukanlah. Di sini maksudnya Rasulullah mengkaitkan tentang keyakinan melihat Allah Subhanahu wa taala dengan salat asar dan salat su subuh. Kalau kalian ingin melihat Allah jangan sampai ketinggalan salat subuh. Yaumikumun wasam. Kalau kalian mampu tidak ketinggalan salat subuh dan salat asar, maka lakukanlah. Artinya kalau kau kalian ingin melihat Allah pada hari kiamat, lakukan. Itu salat yang buat kadang orang malas asar karena banyak kesibukan, kadang-kadang telat atau subuh kadang-kadang telat. Seperti Rasulullah mengatakan, e laisa ahadun minkum illa sayukallimuhubuuhu laisa bainahu bainahu tarjuman. Tidak seorang dari kalian kecuali akan berbicara langsung dengan Allah. Allah akan hisab dia secara langsung aqdam. Dia melihat ke arah kanan yang dilihat semua amalan dia. Diaat sebelah kiri kemudian lihat ke depan. Di depan dia ada api neraka. Kemudian rasulah mengatakan di akhir hadis ya itta walau bro. Jagalah diri kalian dari neraka meskipun harus bersedekah hanya sedekah dengan sepenggal kurma. Maksudnya Rasulullah kaitkan kalau kau yakin kau akan dihisab oleh Allah dan kau yakin di depanmu ada neraka dan kau yakin yang kau lihat nanti amalanmu akan diungkap, maka bersedekahlah. Maka bersedekahlah. Maka seharusnya pemilik akidah yang benar dia kuat dalam beramal. Dia yang kuat dalam beramal saleh harusnya. Kalau ada orang pelit akidahnya bermasalah. Kata Rasul wasallam alan wasfiqbi abdin abada. Tidak akan berkumpul dalam hati seorang hamba pelit dan iman. Kalau dia pelit berarti imannya lemah ya. Kalau imannya kuat harusnya pelitnya hilang. Jadi pelit dan iman bersatu. Kalau ini iman, ini pelit. Kalau kalau imannya kuat, pelitnya mengecil. Kalau imannya kecil, pelitnya membesar. Antum yang mana ini? Pelitnya membesar atau imannya membesar? Dua-duanya. Enggak mungkin. Enggak mungkin. Duu-anya. Beriman tapi pelit luar biasa. Enggak mungkin. di atas manhaj salaf tapi pelitnya luar biasa. Enggak mungkin. Nabi yang bilang maksudnya kalau akidah benar akan tampak aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Tib. Ee ini di antara urgensi ilmu akidah. Maka akidah adalah pondasi amal amal saleh. Pondasi amal amal saleh. Tib kita ee kita ulangi lagi halaman kedua ini ya. Nama-nama akidah ada yang benar. Alfiqlul akbar usuluddin, sunah, tauhid, syariah, aliman, nama yang tidak tepat falsafah. Kenapa? Nanti akan dijelaskan ilmul kalam, kemudian ideologi Islam tidak tepat. yang tepat yang adalah seperti yang kita bahas tadi. Ee kemudian tambah yang mungkin terkarang sekarang disebut al-Aqidah ilislamiyah ya ini yang belakangan alislami untuk membedakan akidah selain islamiah. Ya. Adapun pentingnya urgensi akidah maka akidah adalah pondasi bagi ee amalan. Kalau ilmu syariat kita bagi dua, ada ilmu akidah, yang kedua ilmu tentang amaliah. Ilmu akidah disebut ushuluddin, ilmu amaliah disebut furuddin. Yaitu amal saleh tentang fikih. Maka akidah merupakan pondasi bagi fur'uddin. Adapun urgensinya akidah pertama di asas dakwah para nabi. Yang kedua akidah yang benar syarat diterimanya amal. Yang ketiga sebab bahagia dunia akhirat. Yang keempat akidah yang benar syarat memperoleh kekuasaan. Yang kelima, memerdekakan seorang dari ikatan khurafat dan syubhat. Dan yang keenam, pondasi untuk semangat beramal saleh. Paham, Ikhwan? Kita sepakat pertemuan berikutnya ada ujian. Sepakat enggak? Meskipun enggak ada hadiahnya? Sepakat. Bismillah, ya. Ma, ditulis yang baik, ya. Karena ini enggak ada enggak ada live-nya. Makanya catat yang baik, ya. Tib. Kita lanjut halaman berikutnya. Semakin halaman berikutnya semakin susah. Ya [tertawa] sudah hang belum? Belum. Ya. Ini mukadimah. Kalau mukadimah sudah hang gimana nanti? Sebenarnya akidah itu gampang. Yang bikin susah itu gara-gara banyak ahlul bidah itu bikin susah. Akidah ahlusunah itu mudah. Orang Badui masuk Islam selesai enggak susah-susah. Tinggal Rasulullah jelasin dia terima zahirnya kemudian selesai. Kenapa jadi susah? Gara-gara banyak bidah. Terlalu banyak bidah, banyak khurafat, banyak mazhab fikriah, banyak kerusakan. Akhirnya membikin buku yang sulit dalam rangka apa namanya? Menjaga jangan sampai akidah seorang salah karena terlalu banyak syubhat. Tib. Apa keistimewaan akidah Islam yang benar? Tadi kita bilang di antara nama akidah yang benar al-aqidah alislamiyah yaitu akidah Islam untuk membedakan akidah yang non Islam. Apa keistimewaannya? Banyak. Perhatikan. Yang pertama dia rabbaniyatul masdar. Sumbernya dari Allah. Yaitu berdasarkan dalil. Al-Qur'an maupun sunah. Berdasarkan dalil. Kalau istilah kita disebut taukifiyah. Taukif itu harus wakaf, harus berhenti berdasarkan dalil. Ya, taukifiah ya. Berdasarkan dalil. Karena secara sederhana akidah ilmu gaib. Akidah pembahasannya masalah gaib. Gimana mau terka-terka? Enggak ada ya terka enggak. Maka kita tahu mungkin secara ilmu gaib tentang Tuhan secara global detail kita enggak bisa. Tanpa misalnya tanpa ada Al-Qur'an maupun sunah kita hanya bersandar kepada fitrah. Kita bisa tahu Allah pasti maha esa, Allah pasti maha kuasa. Ya, Allah pasti berilmu. Ini bisa. Tapi kalau detail-detail kita enggak bisa. Karena dia sesuatu yang gaib. Maka kita butuh informasi dari Allah langsung atau melalui Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Maka di antara keistimewaan akidah Islam, dia bukan akidah ngarang, bukan ngarang seorang, bukan karangan seorang, bukan mimpi seorang, bukan pengalaman seorang, bukan. Tapi langsung dari Al-Qur'an maupun Sun sunah, dari sumber yang kita mau yakini. Siapa yang lebih tahu tentang dirinya sendiri? Aantum a'lamu amillah. Kalian lebih tahu atau Allah yang lebih tahu? Allah lebih tahu tentang dirinya sendiri. Maka kita butuh informasi yang detail tentang Allah, tentang apa yang dia lakukan di alam barzakh, tentang apa yang dilakukan di hari kiamat. Enggak mungkin kita nerka-nerka. Bisakah akal kita nerka-nerka bakalan ada malaikat munkar dan nakir? Ya bisa. Orang kalau tidak dikasih kabar dia pikir mati selesai. Tapi ada informasi ternyata ada malaikat munkar dan nakir. Ini butuh taukifiah. Taukif yaitu harus berdasarkan dalil Al-Qur'an dan sunah. Paham? Jadi maksud saya ee landasan. Jadi Allah berfirman, waati mustaqiman fattabiu. Bahwasanya ini adalah jalanku. Fattabiu. Maka ikutilah. Ikutilah jalanku. Itu dalil. Jalanku. Jelaskan. Maksudnya yang Allah jelaskan ini adalah jalanku waati ini ada jalanku. Berarti dijelaskan enggak dijelaskan inilah jalanku. Fatabi ikutilah wabula. Jangan ikut jalan-jalan yang tidak yang saya tidak jelaskan. Kalau kalian ikuti jalan-jalan yang banyak akan buat kalian lepas dari jalanku. Lan akidah terhadap perkara gaib maka harus dengan wahyu. Di antaranya rukun iman ya. Ya. Bukan. Jadi bukan bukan karangan manusia. Apakah dari seperti mimpi kemudian apa? Pengalaman, khayalan. Bukan. Akidah ini dia dari Allah Subhanahu wa taala. Ada orang punya akidah mimpi ada enggak? Ada. Dari mimpi diyakini. Dengan mimpi dia yakini sesuatu. akidahnya dari mimpi. Akidah mengkhayal banyak akidahnya. Falsifah semua akidah mengkhayal. Nanti kita jelaskan kalau ada waktu ya. Akidah falasifah Yunani semuanya akidah mengkhayal ya. Akidah pengalaman ya Pak. Pengalaman. Pengalaman saya minta di kuburan dikabulkanah. Pengalaman satunya saya minta ke gereja dikabulkan akidah pengalaman saya e praktik riba jadi kaya raya. pengalaman [tertawa] makudnya maksud saya kalau akidah enggak akidah langsung dari Allah melalui Al-Qur'an maupun sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Paham? Yang berikutnya akidah ahlusunah asyumul komprehensif lengkap. Asyumul syumul itu maksudnya mencakup segala aspek kehidupan lengkap. Tapi khat akidah Islam, lihat dari sejak dalam alam janin sudah ada akidah menjelaskan bagaimana janin tersebut, bagaimana proses penciptaannya. Kemudian malaikat datang jelas ditakdirkan. Dunia terkait sehari-hari ya banyak masalah-masalah ya Allah jelaskan tentang kehidupan sehari-hari. Kehidupan itu seperti ini, kehidupan seperti ini. Jangan terpedaya bahwasanya banyak kehidupan. Kemudian alam barzakh juga ada akidahnya. Pada destinasi berikutnya yaitu setelah janin, setelah kehidupan dunia ada destinasi berikutnya alam barzakh. Lengkap jelasin begini proses namanya dqtatul qabr, fitnatul qabr, kemudian adzabul qabr atau ee naimul qabr. Lengkap ya. Bagaimana yang terjadi alam kubur ya lengkap. Kemudian di padang mahsyar pun jelas bagaimana dibangkitkan ya sebelumnya ada hari kiamat bumi dihancurkan kemudian ada hari kebangkitan kemudian dikumpulkan kemudian disidang oleh Allah kemudian diberikan catatan amal kemudian dihisab dan seterusnya sampai surga dan neraka. Surga dan neraka maka dia lengkap sehingga mencakup segala si tahapan dan kehidupan. Kemudian dia juga lengkap perhatikan sini lengkap dari sisi rukun iman yang enam dengan segala cabang-cabangnya ya. Iman kepada Allah lengkap sekali tentang tauhid uluhiyah, rububiyah, semua sifat, nama-nama Allah sangat lengkap terkait dengan kehidupan kita seluruhnya ya. Uluhiyah Allah, kemudian rububiyah Allah lengkap tentang begini begini lengkap sekali. Antum mana ada akidah agama yang kayak begini? Enggak ada. Jadi ini konsekuensi nabi terakhir. Nabi terakhir agamanya harus sempurna. Alyyauma akmaltu lakum dinakum. Karena hari ini telah aku sempurnakan bagi kalian agama kalian dan tidak mungkin ada nabi yang lain akan menyempurnakan lagi atau mengkoreksi atau merevisi sudah enggak ada lagi. Maka nabi ini harus sem sempurna. Di antara sempurnanya syariatnya sempurna, akidahnya juga harus sem sempurna. Makanya kalau kita lihat belajar akidah detail sehingga kita dapati lengkap. J lengkap dari sisi rukun iman yang enam dengan segala cabang-cabangnya itu dari ada iman kepada Allah lengkap iman kepada malaikat dengan berbagai macam tugas tugas malaikat sifat-sifatnya iman kepada kitab-kitab suci yang dibawa oleh malaikat tersebut iman kepada para rasul subhanallah para rasul dengan berbagai ceritanya ke iman kepada hari akhir pada takdir lengkap subhanallah lengkap lengkap mana ada bahas tentang takdir secara detail Allah konsep Allah berilmu, Allah konsep, kemudian Allah tulis konsep tersebut di lauhil mahfuz. Kemudian Allah berkehendak, Allah eksekusi. Mana di mana akidah? Mana ada bahas kayak gitu. Jadi akidah Islam itu di antara sifatnya dia apa? Komprehensif. Kalau bahasanya syumul. Sebagaimana juga syariatnya furu juga lengkap. Tapi kita tidak sedang bahas ilmu fikih. Ilmu fikih lengkap. Lihat aja buku fikih tebal-tebal lengkap. Mau bahas apa aja ada, apa aja bahas ada. Kalaupun tidak ada, kemudian bahas perkara-perkara baru zaman sekarang, maka akan dianalogikan dengan perkara yang pernah dibahas oleh para fuqaha. Sudah dibahas sebelumnya tinggal kecerdasan ulama sekarang kemudian mengkaitkan dengan ini semisal yang pernah dibahas oleh fuqaha zaman dahulu. Jadi lengkap lengkap dengan kaidah-kaidahnya, lengkap dengan ushul fikihnya, dengan kaidah fikiahnya, lengkap. Gak ada agama seperti itu kecuali agama Islam. Ya, ini konsekuensi nabi terakhir. Paham? Terlalu cepatkah saya gak kan? Atau kurang cepat. [tertawa] Ini baru halaman berapa? Halaman 3. Hari ini kita berusaha 11 halaman ya. Berusaha tayib. Kita lanjutkan. Di antara ciri khas keistimewaan akidah Islam adalah saling melengkapi. Takamul tadi sempurna kemudian saling mengkapi satu dengan yang tidak ada kontradiksi. Maksudnya tidak ada kontradiksi ya tidak ada kontradiksi baik e fikihnya maupun akidahnya. Quran apakah mereka tidak Alquran kalau seandainya bukan dari Allah pasti ada kontradiksi. Di antara ciri akidah Islam tidak ada kontr kontradiksi. Semuanya berkaitan iman satu dengan lain. Allah menurunkan kitab suci melalui apa? Malaikat. Ya. Malaikat berarti kita beriman ada malaikat ada keterkaitan. Iman kepada Allah, iman kepada malaikat, iman kepada Rasul. Makanya ketika orang-orang kafir Quraisy meragukan tentang Al-Qur'an maka Allah dan mereka yakin Allah ada. Cuma mereka ragu Al-Qur'an diturunkan kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Maka Allah menyebutkan silsilah atau sanadnya itu Allah, Jibril, kemudian Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Maka ee apa? Allah memuji ee ee Nabi memuji malaikat Jibril terlebih dahulu. Z quatinil arsi makin mutahaun tsamma amin. Ya Allah mengatakan Jibril yang bawa Al-Qur'an bukan sembarang ya. Dia milik kekuatan kemudian miliki kedudukan di sisi Allah Subhanahu wa taala. Dia ditaati oleh malaikat-malaikat yang lain. Kemudian dia amanah. Ya Allah menamakan nazala bihi ruhul amin. Diturunkan oleh arruh yaitu Jibril alamin yang terpercaya. Jangan bilang Jibril salah kasih. Jangan Jibril bilang seperti sebagian orang Syiah mengatakan Jibril maunya kasih Ali salah kasih Muhammad. Ya ini Jibril Bahlul seperti itu namanya gak? Ini Jibril Alaih Salam itu mungkin Jibril yang lain yang kau maksud. Adapun Jibril yang Allah sebutkan dia kuat kemudian ee ruhul amin dia terpercaya. Kemudian Allah juga muji Nabi Muhammad dibilang orang gila, "Wama shahibukum bimajnun." Ya, bukanlah kawan kalian itu orang gila. Kalian sudah kenal Muhammad sejak kecil. Kalian tahu dia amin, terpercaya. Kenapa kalian ragu? Kalian sudah yakin dengan Allah. Tinggal berikutnya, sanad berikutnya ada rawi berikutnya adalah ee Jibril, rawi berikutnya adalah Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Sudah maksudnya ee ada keterkaitan antara Allah kemudian ee malaikat kemudian para rasul membawa kitab suci. Jadi keterkaitan ee semua bagian iman terkait dengan yang lain dan berpusat pada iman kepada Allah. Ini maksudnya keterkaitan tadi takamul. Contoh iman kepada takdir terkait dengan iman kepada Allah. Iman rukun 6. Imam Ahmad berkata di antara fikihnya Imam Ahmad dan cerdasnya, dia mengatakan kalimat yang sederhana tapi membuka cakrawala bagi kita untuk memahami apa sih intisari iman kepada takdir. Kata Imam Ahmad, al-qadar qudratullah. Takdir itu adalah kekuasaan Allah Subhanahu wa taala. Makanya Allah mengatakan musibatum tidak ada satu musibah menimpa kalian di bumi atau menimpa diri kalian kecuali telah tercatat di lauhil mahfud sebelum Allah mengeksekusinyaahir itu sangat mudah bagi Allah bikin seperti itu mudah Allah konsep Allah tulis Allah eksekusi. Mudah enggak ada yang susah bagi Allah. Makanya orang percaya takdir berarti percaya tentang qudratullah. Apa sih alam semesta ini? Allah konsep, Allah tulis, Allah kehendaki, Allah eksekusi. Sudah berarti kalau Allah tidak mentakdirkan berarti Allah tidak maha kuasa. Kalau ternyata terjadi sesuatu tidak sesuai dengan konsep Allah berarti Allah tidak maha kuasa. Semua yang terjadi harus sesuai dengan konsepnya siapa? Allah. Kalau keluar dari konsep Allah, berarti Allah tidak kuasa. Berarti ada yang luput dari kekuasaan Allah. Ternyata Allah salah pikir, ternyata Allah salah duga, ternyata Allah salah terka. Sebagaimana konseptor-konseptor sekarang. Orang kalau bikin rumah sering salah. Sudah bikin rumah rancang ternyata salah. Di tengah jalan rumahnya mau diganti, di tengah jalan ternyata biaya nambah, di tengah jalan ternyata ee ada bencana alam. Sehingga banyak yang dia tidak duga. Apalagi yang bikin apa namanya? ee yang menentukan misalnya suami istri kemudian gambar sudah ternyata dirubah tengah jalan sudah jalan setengah kata istrinya, "Mas, ini kurang bagus Mas tambah lagi." [tertawa] Ada kawan saya bilang gitu, "Ustaz, ini saya sudah bikin rumah tengah jalan istri saya bilang, rubah." Ah, itulah takdirnya enggak benar ini. Saya saya bilang, "Kalau sedikit-sedikit rubah aja. Yang nikmati rumah istri ya rubah aja kalau kau punya uang. Entar lagi rubah lagi, Ustaz. Ya sudah, gak apa-apa. Kalau punya uang, rubah aja. Kalau terlalu banyak jangan dirubah. Gak semua keinginan istri harus kita penuhi. Kalau dia maksa, istrinya yang dirubah. Ya bercanda, bercanda. Mau saya, mau saya itu tidak tidak maha kuasa. Sehingga kita sering salah prediksi salah. Ya, kita sudah merancang ternyata salah, berubah tidak. Makanya ketika kita bicara takdir, Imam Ah berkata, "Al-qadar qudratullah." Takdir itu menunjukkan kekuasaan apa? Allah. Karena enggak mungkin salah, enggak mungkin ee luput, enggak mungkin salah duga, enggak enggak mungkin. Enggak mungkin. Maka siapa yang beriman kepada takdir, dia beriman dengan kekuasaan Allah. Siapa yang ragu dengan takdir, dia ragu dengan kekuasaan Allah. Ini maksudnya ada keterkaitan antara iman dengan takdir dengan iman dengan rububiyah Allah atau dengan sifat-sifat Allah itu qudratullah. Paham? Paham tidak? Di antaranya misalnya masalah Allah di langit, Allah di atas, ya. Semua seperti kata ee dinukil oleh Ibnu Taimiyah dari Alkasf an Manahijil Adillah karya Ibnu Rusyd ketika dia membahas bahwasanya Allah di atas, maksudnya semua syariat dibangun di atas, Allah di atas. Karena malaikat turun dari atas, malaikat lapor ke atas, Quran turun dari atas, Nabi Isra Mikraj naik ke atas. Kalau kita bilang Allah tidak di atas, agak susah ini kita mengkompromikan agak susah. Iya enggak? Tapi ketika kita bilang Allah di atas yang lain sudah terkompromikan dengan sendirinya tidak ada kontradiksi. Seb kalau Allah tidak di atas. Terus Nabi Muhammad ketemu siapa waktu Isra Mikraj? Nabi Muhammad ketemu siapa? Coba kan bingung juga. Allah tidak di atas. Terus Nabi Muhammad ngapain ke atas? Ketemu siapa? Bicara dengan Allah langsung. Jibril enggak ikut. Terus ngapain ke atas? Ya, artinya kalau kita tolak kalau akidah tidak benar akan ada kontradiksi. Akhirnya akhirnya banyak yang perlu ditakwil. Dan kalau kita bilang Allah tidak ada terlalu banyak yang ditakwil. Terlalu banyak yang ditakwil maksud saya. Tapi ketika akidah itu benar maka dia takamul, saling melengkapi, saling terkait dan tidak ada kontradiksi. Tib. Paham? Paham. Jangan paham aja dicatat. Jangan paham doang catat ya atau pinjam catatan teman gak apa-apa ya. Tib saya ulangi ini ada berapa poin ya atau kita lanjutkan dulu sebentar. Ee yang berikutnya, yang berikutnya di antara keistimewaan akidah islamiah dia adalah moderat atau tengah atau tawazun wal i'tidal. dia moderat atau tengah. Ya, istilah moderasi ini moderat ee makna yang masih ambigu. Tapi maksudnya kita bawakan kepada makna alwasatiyah yaitu sifat tengah atau ee altidal atau tawazun. Jika dibandingkan dengan akidah-akidah agama yang lain atau akidah firkah-firkah yang sesat. Jadi, akidah ahlusunah yang benar, dia akidah yang tengah. Ya, jika dibandingkan agama yang lain atau dibandingkan dengan firkah-firkah yang sesat ya. Seperti kalau dibandingkan akidah agama yang lain, contoh seperti Yahudi dan Nasra terkait para nabi. Kalau Yahudi Nasra, Yahudi dalam Perjanjian Lama mencela para nabi ya. Nabi Nuh mabuk ya. Nabi Nuh minum khamar akhirnya minum anggur akhirnya mabuk. Gara-gara mabuk
Resume
Requeue
Categories