Daurah Aqidah #1: Ushul Sunnah (Sesi-1) - Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA
KW6kQGS0qSA • 2026-01-08
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsani
wasukr lahu ala taufihin asadu alla
ilahaillallah wahdahu la syarikalahuiman
wa asadu anna muhammadan abduhuasul ridw
shi alaihi waa alihi wa ashabihi wa
ikhwan. Hadirin dan hadirat yang
dirahmati Allah subhanahu wa taala.
Insyaallah pada
pertemuan kali ini kita akan belajar
dari kitab Ushulus Sunah karya Al Imam
Ahmad ee rahimahullahu taala. Dan ini
salah satu dari imam ahlusunah yang
menjadi parameter untuk mengenali akidah
ahlusunah wal jamaah. Karena Imam Ahmad
hidup di masa ujian yang sangat berat di
mana ahlul bidah yang berkuasa di zaman
Khilafah Al Abbasiyah. Sehingga beliau
akhirnya disiksa sampai beberapa
khalifah dan akhirnya beliau tetap tegar
dan akhirnya beliau diselamatkan oleh
Allah Subhanahu wa taala. Dan karenanya
beliau bertemu dengan ee berbagai tokoh
ahlul bidu, ya. Dan akhirnya beliau pun
menulis usulus sunah. Secara sederhana
buku ushulusunah ini sangat penting ya.
Karena Imam Ahmad menjelaskan akidah
ahlusunah wal jamaah dengan
mengisyaratkan akan bedanya dengan
akidah ahlul bidah. Dengan akidahnya
ahlul bidah. Ya, ini mirip seperti Ibnu
Taimiyah ketika menulis al-Aqidah al
wasatiyah. Beliau memilih lafal-lafal
yang menjelaskan tentang akidah
ahlusunah sambil mengisyaratkan tentang
akidah ahlul ahlul bidah. Makanya kalau
kita ingin mengetahui akidah ahlusunah
yang benar, langsung kita baca bukunya
Al Imam Ahmad rahimahullahu taala.
Beliau punya dua dua buku yang terkenal.
Yang pertama adalah Ushul Sunah. Yang
kedua adalah buku Rad Alal Jahmiyah
Wzanadiqah. Ya, Rad Alal Jahmiyah
Wzanadiqah. Bantahan terhadap Jahmiyah
dan ee kaum zindiq.
Ee jadi kita
mengenali pembahasan beliau dengan
detail insyaallahu taala ini kita tidak
mungkin tidak kita temukan pada
imam-imam yang lain ya yang karena
imam-imam yang lain tidak mengalami
ujian seperti yang dialami oleh Imam
Ahmad ya seperti Imam Malik ya Imam Abu
Hanifah Imam Syafi'i. Mereka pun dapat
ujian bukan terkait dengan akidah
seperti yang dialimi oleh Imam Imam
Ahmad diuji karena membela akidah
ahlusunah wal jamaah. disiksa, dicambuk,
dipenjara karena membela akidah
ahlusunah wal jamaah. Sehingga inilah
parameter akidah ahlusunah wal jamaah.
Apa yang ditarihkan oleh Al Imam Ahmad
dalam kitabnya Ushulus Sunah. Ini
sekedar gambaran ee penting kenapa kita
perlu belajar kitab ushulus sunah. Dan
kajian pada kesempatan kali ini saya
belum masuk pada pembahasan kita ada dua
mukadimah. Mukadimah pertama tentang
mengenali ilmu akidah. Saya akan bahas
ilmu akidah itu apa, apa yang
dipelajari, buku-buku akidah apa saja.
Ini istilahnya pembahasan tentang
mukadimah tentang ilmu al-akidah.
Tentang ilmu al-Aqidah. Nanti pertemuan
kedua khusus kita bahas tentang biografi
Imam Ahmad. Bagaimana zuhud beliau,
bagaimana ibadah beliau, bagaimana takwa
beliau, dan bagaimana ujian yang beliau
hadapi. Baru pertemuan ketiga kalau kita
masih hidup insyaallah baru kita bahas
usulus usulus sunah. Tadi pagi saya baca
buku tentang biografi MA. Luar biasa.
Luar biasa. Kalau kita pelajari
sebagai pemicu bagi kita untuk lebih
ikhlas dan cambuk bagi kita yang mungkin
masih banyak mikirin dunia daripada
akhirat. Tapi insyaallah perlu
pembahasan khusus pada temuan berikutnya
insyaallah tentang biografi Imam Ahmad
dan zuhud beliau serta perjuangan
beliau, sabarnya beliau dalam menghadapi
ujian-ujian kehidupan.
Bab jadi kajian kita ini berat ya.
Kalau yang enggak mau berat-berat,
pulang aja sekarang ya. [tertawa]
Jadi sabar ya, sabar ya. Insyaallah
enggak berat-berat banget ya. Cuma butuh
serius maksud saya. Butuh butuh serius
ya. Saya pengin kita ngaji dengan
bertambah ngaji kita tambah ilmu ya.
Kalau ngaji wawasan alhamdulillah
teman-teman sudah banyak ngaji wawasan
ya. Tapi ngaji lebih serius, lebih
serius ya. ee nanti mungkin ada ujiannya
ya. Sehingga ketika ngaji kita
benar-benar ada yang kita pahami. Ada
yang kita pahami. Dan secara umum
menuntut ilmu adalah ibadah kepada Allah
Subhanahu wa taala apalagi ilmu tentang
akidah ahlusunah wal jamaah. Saking
agungnya ilmu sampai Nabi bersabda, "Wa
inal malaikata
ajatahabil
ilmi rid bna." Sesungguhnya malaikat
meletakkan sayapnya bagi penuntut ilmu
karena ee rida dengan apa yang dilakukan
oleh penuntut ilmu. Dua tafsiran. Ada
yang mengatakan malaikat meletakkan
sayapnya itu malaikat ketika terbang
lantas melihat ada penuntut ilmu sedang
berjalan untuk menuntut ilmu, maka dia
pun turun sebagai bentuk penghormatan
kepada penuntut ilmu karena agungnya
ibadah yang dilakukan oleh penuntut ilmu
tersebut.
Yang kedua, ada yang mengatakan malaikat
meletakkan sayapnya untuk diinjak oleh
penuntut ilmu. Karena rida suka dengan
apa yang di ee lakukan oleh penuntut
ilmu tersebut. Dan antum semua sekarang
insyaallah dalam kondisi sedang menuntut
ilmu. Maka hadirkan dalam diri antum
bahwasanya saya sedang beribadah dalam
belajar akidah untuk bisa wafat dalam
akidah ahlusunah wal jamaah. Jadi butuh
keseriusan ya, butuh keseriusan. Sekali
lagi pengajiannya butuh mikir ya. Butuh
mikir ya. Tib kita masuk pembahasan
pertama. Mudah-mudahan bisa lihat di
televisi ya di layar ya.
Pertama tentang mukadimah ilmu akidah.
Ada beberapa poin ikhwan. Yang pertama,
akidah yang benar adalah sesuai fitrah.
Akidah yang benar adalah sesuai fitrah.
Ya Allah berfirman, "Faqim wajhakidini
hanifan fitratallah
alaiha la tabqillahikinul
qayyim wakin aks yamun." Surat ke-35
ayat surah 30 ayat 30. Surah Rum ayat
30. Kata Allah Subhanahu wa taala,
"Tegakkanlah wajahmu untuk din yang
hanifitratallah,
yaitu sesuai dengan fitrah Allah yang
Allah fitrahkan kepada manusia."
La tabd khilqillah. Tidak ada perubahan
pada ciptaan Allah. Dalikadinul qayyim.
Itulah agama yang benar. Akan tapi
kebanyakan orang tidak mengetahui apa
itu fitrah. Fitrah itu yang kalau bahasa
sederhananya adalah seperti file yang
Allah pasang dari sananya kepada seorang
manusia. Seperti contoh ee seorang
lelaki kok bisa suka sama wanita. Itu
fitrah. Enggak usah diajarin pun ketika
dia melihat lawan jenis dia akan ee
suka. Sebaliknya mungkin dia punya kakak
yang cantik, dia punya adik yang cantik,
dia tidak tertarik ya. Kenapa? Karena
fitrah mengajarkan dia itu bukan buat
dia. Ya, ini contoh itu namanya apa?
fitrah sama seperti sederhananya hewan
juga ada fitrah
yaabbiikalzi
khalaq fasawa walladzi qaddar fahada ya
Allah yang telah menciptakan ciptaannya
kemudian menyempurnakannya manusia
maupun hewan kemudian menentukan
takdirnya fahada memberi hidayah kepada
mereka yaitu diberi insting kalau
istilah kita adalah fitrah jadi fitrah
itu adalah suatu yang dipasang atau
diciptakan Allah pada seorang makhluk
dan sudah dari dari sananya nya enggak
usah diajarin pun dia tahu. Enggak usah
diajarin pun dia dia tahu namanya fitrah
ya. Nah, demikian juga di antaranya
fitrah untuk bertauhid. Secara umum
manusia kalau tidak dikasih syubhat atau
tidak dirubah fitrahnya dia akan menolak
bagaimana misalnya disuruh sembah sapi
diaak akan terima. Gimana saya nyembah
sapi? Sapi hewan gimana saya sembah?
Fitrah dia tidak terima. Fitra tidak
terima ya. Bagaimana saya harus
menyembah apa? Sapi. Kenapa? Ada file
dalam dirinya tidak terima akan hal
tersebut. Seperti juga fitrah bahwasanya
Tuhan itu ada. Tuhan itu ada. Sehingga
buktinya ketika kita mengajari anak kita
Tuhan itu ada, kita enggak usah
susah-susah, enggak perlu jelaskan
bukti-bukti ini dia secara sederhana
langsung dia terima. Kenapa? Karena ada
file sebelumnya yang sudah Allah pasang.
Ya, file itu adalah kecenderungan untuk
bertauhid.
Sehingga seandainya manusia kalau
dibiarkan tanpa ada yang pengaruhi, dia
akan cenderung kepada tauhid. Ya. Maka
agama Allah agama yang sesuai dengan
fitrah. Agama yang sesuai dengan fitrah.
Agama yang mudah. Ya. Di antara di
antaranya juga Allah berfirman, "Alasta
birabbikum." Ya, Allah mengambil janji
kepada anak-anak Adam. Ya, sebelum
mereka diciptakan di atas muka bumi.
Allah mengatakan, "Alasta birabbikum."
Bukankah aku Rabb kalian? Qolu bala.
Kata mereka, "Tentu ya Rabb." Ya, tentu
kita semua tidak ingat bahwasanya Allah
pernah mengambil janji kepada roh kita
tentang hal ini. Ya. Tetapi kata para
ulama di antara efeknya ada fitrah yang
cocok ya masih ada masih ada asarnya,
dampaknya yaitu fitrah bahwasanya
kecenderungan kita ber memiliki Rabb
kemudian kita juga mentauhidkan Rabb
tersebut. Itu adalah fitrah.
Tib. Demikian dalam hadis Rasul wasallam
bersabda, "Ma min mauludin illa yuladu
alal fitrah." Tidak ada seorang anak
yang lahir kecuali dilahirkan di atas
fitrah. Fawahu yuhani
yumajisanii. Akan tetapi kedua orang
tuanyaalah yang merubah fitrahnya
sehingga menjadikan dia beragama Yahudi,
menjadikan dia atau beragama Nasrani
atau beragama Majusi. Ya, menunjukkan
fitrah itu bisa berubah.
fitrah itu bisa berubah ya ketika
dipengaruhi dengan syubhat atau dengan
pemikiran ya sehingga fitrah bisa bisa
berubah ya e ketika di antaranya yang
bisa merubah adalah kedua orang tuanya
jadi saya sini akan tetapi bisa berubah
karena faktor setan di antaranya faktor
yang bisa merubah fitrah misalnya
gara-gara setan Allah berfirman dalam
hadis qudsi khalaqtu ibadi khunafa
kulluhum
Ya khalaq ibadi khunafa kullahum ya wa
innahumathumayatin
fajtalathuminihim.
Sesungguhnya aku menciptakan
hamba-hambaku hunafa kullahum seluruhnya
hunafa. Yaitu condong kepada tauhid dan
menjauh dari kesyirikan. Semuanya
diciptakan di atas fitrah seperti ada
fail yang menuju kepada tauhid dan jauh
daripada kesyirikan. Kesyirikan. Ya,
pokoknya kita kalau di antara fitrah
tersebut kalau kita sudah dalam kondisi
terpaksa sulit kita langsung ke Tuhan.
Dan fitrah ini terkadang tidak bisa
ditolak oleh ateis. Ateis dalam kondisi
terdesak dia pasti mencari fitrahnya
mulai jalan lagi. Itu dia baru ingat
baru dia kembali kepada Allah Subhanahu
wa taala, kepada Tuhan. Meskipun secara
kebiasaan kesehariannya dia mengaku
Tuhan tidak ada, Tuhan tidak ada. Tapi
kalau dalam kondisi terdesak fitrahnya
muncul kembali. Makanya sulit orang
ateis untuk melawan fitrah tersebut
bahwasanya Tuhan tidak ada itu dia
melawan fitrahnya. Jadi fail-nya yang
Allah sudah taruh dia mau lawan. Ini
terkadang dia menang, terkadang dia
kalah. Terkadang fail-nya muncul kembali
terutama dalam kondisi terdesak. Itu
namanya fitrah sederhananya. Tapi fitrah
tadi bisa dirubah
karena pengaruh setan, pengaruh
lingkungan. Di antara pengaruh setan
Allah berfirman dalam hadis qudsi,
khalaqtu ibadi hunafaahum.
Aku menciptakan hamba-hambuku seluruhnya
condong kepada tauhid dan jauh dari
syirik. Namanya hanif. Maknanya
demikian. Hanif itu artinya miring. Itu
miring kepada tauhid dan menjauh dari
kesyirikan.
Wa inahumin. Kemudian mereka didatangi
oleh setanum.
Lalu mereka digelincirkan dari agama
mereka. Di sini Allah menjelaskan dalam
hadis qudsi ini bahwa setan bisa merubah
fitrah seseorang. Di antaranya juga
faktor lingkungan. Tadi sudah kita
singgung.
Nabi bersabda, "Klu mauludin yuladu alal
fitrah." Seluruhnya dilahirkan dalam di
atas fitrah, di atas kecenderungan
kepada tauhid, di atas nilai-nilai
kebenaran. Ya. Kemudian faabwahu
yuhawidanii kedua orang tuanya akhirnya
membuat dia menjadi Yahudi. A
yunasiranihi atau menjadikan dia menjadi
nasrani au yumajisanihi atau dia
menjadikan dia menjadi majusi. Artinya
fitrahnya beru berubah. Fitrahnya
berubah. Sebenarnya kalau di didakwahi
untuk kembali lagi sebenarnya bisa, cuma
terlalu banyak faktor yang buat mereka
mungkin bertahan di atas ee kerusakan
tersebut. Banyak faktor duniawi, hawa
nafsu yang buat mereka akhirnya tidak
kembali kepada fitrah. Makanya kalau
tidak ada fanatik besar, mudah bagi
orang masuk Islam. Kita dakwa orang
Nasra, mudah masuk Islam. Karena fitrah
menunjukkan Tuhan satu. Susah fitrah ini
menerima Tuhan itu ada tiga misalnya ya.
Saya ketemu dengan ee ada orang masuk
Islam, orang Cina ya pernah iktikaf. Dia
bilang, "Saya cerita kamu masuk Islam
kenapa?" Saya sempat mikir, "Ustaz, kata
dia kalau Tuhan tiga ada problem di
dunia, mereka diskusi dulu kapan
selesainya. Baru problem enggak
habis-habis. Akhirnya saya enggaklah
susah, kayaknya enggak logis." Fitra dia
enggak enggak enggak jalan. Tuhan tiga
duduk ngobrol, diskusi yang repot apak
habis-habis. Ini punya problem. kita aja
di sini banyak problem apalagi satu
dunia ini. Oleh karenanya fitrah dia ee
menolak ya menolak ya. Tapi kalau ada
fanatik tertentu susah. Yahudi
sebenarnya masuk Islam mudah cuma ada
fanatik se fanatik kabilah bahwasanya
kami umat terbaik kami adalah kami
adalah kami. Mudah masuk Islam ya mereka
tahu Rasul sahu alaihi wasallam di atas
kebenaran tapi karena fanatik kaumiah
atau nasab atau air atau apa kabilah
menjadikan mereka kalau meninggalkan
Yahudi mereka bukan umat termulia lagi.
Jadi mereka bertahan dengan agama Yahudi
sebagai ee S'bullahil Mukhtar yaitu
bangsa yang dipilih oleh Allah subhanahu
wa taala.
Jadi ini akidah yang benar pasti sesuai
dengan fitrah.
Saya jelaskan sini bukan berarti sejak
lahir sudah berakidah yang benar.
Maksudnya yang benar dan sempurna.
Tidak. Yang benar dan sempurna bukan
maksudnya demikian
dan lengkap. Bukan begitu. Bukan berarti
begitu lahir langsung sudah paham
ushulus sunah. Enggak ya. Enggak, tapi
dia lahir di atas fail yang cenderung
untuk menuju atas apa? Kepada tauhid.
Jadi untuk diajarin mudah. Untuk
diajarin mudah ya
karena di atas fitrah ya.
Tapi maksudnya salamatul qolbi
waqobuluhu waatuhu lilhaqi. Ini kata
Ibnu Timyah rahimahullah. Maksud manusia
diciptakan di atas fitrah maksudnya
salamatulb yaitu hatinya selamat.
waquluhu waatu lilhaq dan dia mudah
menerima kebenaran dan dia mencari
kebenaran ya
alladzi hal islam yaitu mudah menerima
Islamitu laika minhairi
eh mugayir lakana lima lama eh
illa musliman.
Kalau seandainya dia ditinggal begitu
saja tanpa ada yang berubahnya, dia
pasti mus muslim. Dia pasti muslim
karena orang punya kecenderungan di atas
ee tauhid. Ya, kita kalau berpikir
jernih, kita bilang ngapain orang
nyembah patung? Dia yang pahat, dia yang
bikin hidungnya, dia yang bikin ini, dia
sembah. Enggak, enggak logis ya. Enggak
logis.
Enggak logis ya.
Saya pernah cerita ada kawan cerita
temannya masuk Islam gara-gara masalah
patung ya. Dia dia adalah penyembah
berhala. Satu hari dia nyetop bis di
tempat pabrik pembuatan Tuhan. Kemudian
nyetop bisnya enggak datang-datang.
Sambil bis belum datang dia nungguin
lihatin proses pembuatan apa Tuhan.
Yang tukang buat Tuhan kurang ajar. Ada
Tuhan setengah jadi didudukin terus
dibikin Tuhan. Kata dia meskipun belum
jadi jangan kurang ajar begitu.
ini didudukin, diinjak terus eh Tuhan
setengah jadi. Akhirnya dia mikir-mikir
lagi, saya kenapa bisa seperti ini?
Tuhan saya dipahat kemudian semaganya
sekal secara fitrah ya susah. Jadi ee
kalau dibiarkan tanpa ada yang merubah,
tanpa yang pengaruhi ee maka niscaya ee
dia akan tetap di atas Islam
dan fitrah pasti menolak ee kebatilan
ya. kecuali ada penghalang atau ada
perubah. Kalau ada perubah bisa berubah,
ada penghalang bisa terhalang.
Dikatakan yang berikutnya, fitrah dan
kebenaran seperti ee syams maul ain.
Seperti matahari dengan cahaya mata.
Matan cahaya matahari. Jika tidak ada
hijab maka mata akan melihat cahaya
matahari. Sai tidak ada hijab maka dia
akan mata akan bisa melihat cahaya
matahari. Istilahnya cahaya tersebut ee
sudah ada potensi di matanya untuk
melihat. Tinggal ada cahaya dia langsung
bisa melihat. Kecuali di penghalang.
Penghalang macam-macam. Orang tuanya
menghalangi lingkungan, menghalangi
taasub, fanatik menghalangi. Akhirnya
dia tidak jadi beriman. Tapi seandainya
tidak ada penghalang sama sekali, maka
fitrahnya akan mengantarkan dia kepada
akidah yang benar. Ini akidah yang benar
adalah akidah Islam. Akidah Islam.
Dan kita tahu semua nabi mengajarkan
Islam ya. Semua nabi baik Nabi Adam,
Nabi Nuh sampai Nabi Muhammad semuanya
mengajarkan Islam ya. Hanya sekarang
istilah Islam buat Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam itu dengan
syariat yang khusus. Syariat Nabi
Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
Karena pada dasarnya semua nabi juga
Islam. Ya, seperti Nabi Musa berkata,
"In kuntum amantum billahi faalaihi
tawakalu intuntum muslimin." Ya,
wahai kaumku, jika kalian benar-benar
beriman, bertawakalah jika kalian adalah
orangorang Islam. Ya. Ya. Demikian juga
nasihat para nabi kepada wala tamutunna
illa wa antum muslimun. Ya, janganlah
kalian mati kecuali di atas Islam. Nabi
Yakub kepada anak-anaknya. Kemudian juga
Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, Rabbana
waja'alna muslimaini lak. Ya Allah,
jadikanlah kami Islam kepadamu. Jadi,
semua nabi Islam, makna Islam maksudnya
tauhid. Ya, makanya Rasul wasallam
berkata eh alanbiya abnau liallat
umatuhum satta winuhum wahid. Para rasul
seperti
anak-anak yang sebapak lain ibu.
Anak-anak sebapak lain ibu. Bapaknya
satu, ibunya berbeda. Maksudnya kata
para ulama agamanya satu yaitu tauhid
Islam. meskipun syariatnya berbeda-beda.
Jadi semua nabi menyerukan kepada tauhid
dan agama mereka semuanya di atas
fitrah. Tapi sekarang kita bahas tentang
akidah. Kita sedang masuk dalam ilmu
akidah. Akidah secara bahasa, Ikhwan,
maknanya dari al-Aqad. Secara bahasa
dari al-Aqd. Al-Aqadd ya maknanya rabb
yaitu ikatan. Tawasuk yaitu dikuatkan,
syad biquwah yaitu diikat dengan kuat.
atau alyakin. Yakin jazm pasti itu
namanya
ee al-aqidah. Alqidah maknanya kembali
kepada satu makna yaitu
mantap, kuat, kokoh, yakin. Itu makna
akidah. Akad itu suatu simpul atau
ikatan rabbet yang diikat dengan kuat
namanya akidah. Makanya akidah tidak
dikatakan pada perkara yang diragukan.
Seorang berakidah itu secara bahasa
maknanya dia yakin, dia memastikan itu
namanya akidah. Ini secara bahasa secara
istilah al imanul jazim alladzi
ilaihiakun
lada mtaqidih
al iman aljazim iman yang pasti atau
yang mantap aljazim itu mantap alladzi
la yatar ilaihi syakun yang tidak
dihinggapi oleh keraguan lada mtaqidihi
pada sisi orang yang meyakininya
jadi keyakinan yang mantap yang yakin
yang tidak ragu sama sekali dan tidak
dihinggapi oleh keraguan pada orang yang
meyakini akidah tersebut.
Itu iman yang yakin dan mantap yang
tidak menerima keraguan bagi yang
meyakininya. Ini makna secara akidah.
Nah, berarti akidah itu ada yang benar,
ada yang salah. Berarti akidah ada yang
benar, ada yang salah, ada yang batil.
Ya. Ya. Orang Islam yakin dengan
akidahnya, orang Nasra juga yakin dengan
akidahnya, orang Yahudi juga yakin
dengan apa? Akidahnya. Masing-masing
punya akidah. Secara bahasa akidah
adalah keyakinan yang mantap. Itu
namanya akidah ya.
Terlepas akidahnya benar atau akidahnya
batil. Ini ee istilah ee akidah dan
istilah ini muncul belakangan. Di zaman
Nabi gak ada istilah akidah. Di mana
cuma istilah aliman asunah ya. akidah
ini ilmu yang disiplin ilmu yang muncul
belakangan ya dengan istilah ilmu
al-akidah yang dimaksud oleh para
penyusun ilmu tersebut atau yang ee yang
bergelut dengan ilmu tersebut. Maksudnya
akidah adalah terkait dengan keyakinan
yang mantap dan jadilah istilah mustalah
yang dikenal oleh orang sekarang ya.
Sehingga kalau mau bertanya apa
akidahnya itu apa keyakinannya yang dia
yakini ya itu namanya akidah.
Sampai sini paham? Masih muda ya.
Ini belum waktunya ngantuk sekarang ya.
Ya, sabar nuntut ilmu harus apa? Sabar
ya. Tib saya lanjut ya. Saya kesimpulan
ini saya ada 11 halaman ya. Ini baru
satu halaman ya. Intinya saya ingin
sampaikan bahwasanya ee agama yang benar
di atas apa? Fit fitrah. Fitrah itu apa?
Semacam apa? Semacam fail yang Allah
pasangkan pada seorang yang dari sananya
tidak perlu dipelajari sudah dari
sananya. Ya namanya kalau dalam istilah
kita mabadiul ilm ituu perkara yang
mabadi tidak perlu diajar sudah ngerti.
Semua orang sepakat kalau ada orang
kasih duit sama orang tanpa minta ee apa
namanya ee balas budi sama sekali. Orang
ini baik atau tidak baik. Enggak usah
diajarin sudah ngerti. Ini namanya
fitrah. Semua orang juga sepakat satu
dunia ini. Kalau ada yang ada si A bunuh
si B tanpa ada kesalahan sama sekali
dari si B. Si A cuma iseng-iseng. Maka
ini buruk atau tidak buruk? Ini kenapa
fitrahnya bisa membedakan? Ini buruk
tanpa ada yang harus ngajarin. Enggak
perlu ngajarin. Kenapa dia bisa bedakan?
Dia punya file dari sananya untuk
mengenali mana yang baik, mana yang
buruk. Dia punya file dari sananya
mengetahui Tuhan itu ada sehingga kita
ngajarin anak-anak dengan mudah. Dia
punya file dari sananya untuk
mentauhidkan Allah. bahwasanya Tuhan
yang berhak disembah harusnya e esa. Ini
namanya fitrah ya. Tapi fitrah tadi bisa
beru berubah, bisa berubah setan atau
lingkungan yang menghalangi fitrah
seperti ee mata kapan ada cahaya dia
langsung bisa lihat langsung klop karena
memang dia sudah punya potensi untuk
menerima cahaya tersebut. Namun cahaya
tersebut terkadang bisa terhalangi jika
ada penghalang.
ada penghalang apakah setan, apakah
lingkungan, ataukah fanatik dan
semisalnya. Kemudian kita bahas akidah.
Akidah secara basah ikatan yang kuat,
simpul yang kuat. Yang dimaksud dengan
para pembelajar akidah atau para
peneliti akidah. Akidah maksudnya
keyakinan kuat yang diyakini oleh sese
seseorang. Apakah keyakinan tersebut
benar atau keyakinan tersebut salah?
Masing-masing orang punya akidah
tersendiri.
Kalau keyakinnya masih ragu-ragu belum
dikatakan akidah. Akidah harus yakin.
Tapi kita lanjutkan.
Poin berikutnya, makna nama-nama akidah
dalam istilah ini akidah yang benar.
Maksudnya akidah yang benar, akidah yang
benar.
Ada manama istilah akan datang
bahasanya. Tapi saya apa ee singgung
sedikit nama-nama yang benar alfiqhul
akbar. alfiqhul akbar ini untuk
membedakan dengan alfiqhul asghar atau
alfiqhus sagir ushuluddin sunah tauhid
syariah aliman
ee ini nama-nama ee istilah akidah
istilah akidah mereka terkadang
menggunakan istilah fikhul akbar
terkadang usuluddin atau usulud dianah
terkadang mereka gunakan istilah sunah
terkadang mereka istilahkan tauhid ya
bukan tauhid yang penting kita tapi
tauhid secara umum itu akidah terkadang
mereka sebut assariah terkadang mereka
sebut iman masalah iman maksudnya
masalah adalah akidah. Ada nama-nama
yang tidak tepat seperti falsafah, ilmul
kalam, ideologi, islami. Ini nama-nama
yang tidak ee tidak tepat. Mudah-mudahan
insyaallah kita bahas pada waktunya ya.
Tib urgensinya ilmu akidah.
Ilmu akidah adalah pondasi dari ulumus
syariat atau ilmu dari ilmu fikih, dari
ilmu amalan. Ya, syariah maksudnya ilmu
amalan ya. ilmu ilmu syarat syariat ilmu
syariat kita bisa menjin menjadi dua ya.
Jadi ilmu akidah adalah pondasi adalah
pondasi kalau kita tinjau ilmu syariat
kalau kita baca belajar ilmu syariat
maka kita bisa bagi menjadi dua. Yang
pertama adalah usuluddin akidah yaitu
pokok-pokok agama. Yang kedua adalah
al-akam al-amaliah yaitu al-ahkam
alfar'iyah atau al-ahkam alfiqhiyah.
Jadi kita bisa bagi iman dan amal. Iman
dan apa? Amal iman ushuluddin disebut
dengan apa? Akidah. Adapun amalan ilmu
fikih atau amaliah itu disebut dengan
ahkam fariah ya atau furuuddin atau ilmu
fikih.
Dari sini kita tahu pentingnya ilmu
akidah karena dia pondasi terhadap ilmu
amalan. Ini ilmu keyakinan adalah
pondasi dari ilmu praktik amalan.
Di antara hal yang menunjukkan ee
urgensinya ilmu akidah, pertama dia
adalah asas dakwah para nabi. Ya, semua
nabi menyerukan kepada apa? Tauhid.
Bahkan Nabi Nuh alaihi salam disebutkan
oleh sebagian ahli tafsir, Nabi Nuh
tidak menyeru kepada fikih. Dia menyeru
kepada tauhid saja.
Kita tahu Rasul yang pertama yang Allah
turunkan atas muka bumi siapa? Nabi Nuh
alaihi salam. Anta awalu rasulin ila
ahlil ard. Engkau adalah rasul yang
pertama yang Allah utus kepada penghuni
bumi. Ya, setelah Nabi Adam alaihi salam
10 kurun belum ada kesyirikan. Ketika
sudah 10 qurun baru terjadi kesyirikan
bahwa Allah mengutus Nabi Nuh. Bahkan
sebagian ulama kalau tidak salah Thair
bin Asyur menyatakan bahwasanya belum
ada syariat yang disebutkan sama sekali
ketika itu. Tetapi Nabi Nuh Alaihi Salam
fokus membahas tentang apa? Tauhid.
Fokus membahas membahas tentang tauhid.
Kemudian dengan nabi-nabi yang lain
semuanya juga menyeru kepada tauhid. Wa
ilaadin. Setelah Nabi Nuh ada Nabi Hud.
Waila adin akhahum hudan qala ya
qumibudullaha maum ilahin giir. Maka
kepada kaum Ad kami utus saudara mereka
Nabi Hud yang menyeru, "Ya kaumku
sembahlah kepada Allah semata." Itu
tauhid akidah.
Demikian juga Nabi Saleh
waudum shihan yaakum
kepada Nabi kaum Samsamud kami utus nabi
berikutnya setelah Nabi Hud nabi
maka nabi-nabi semuanya menyeruh kepada
tauhid bain rasulan
kami tidaklah suatu umat kecuali kami
utus rasul semuanya menyeruh sembahlah
Allah semata dan jauhilah tagut sudah
tadi kita sebutkan nabi Nabi mengatakan
seluruh nabi itu ibarat seperti
anak-anak satu bapak lain mam. Bapaknya
satu, mamanya banyak. Menunjukkan apa?
Karena bapaknya satu berarti sama-sama
menyeru kepada tauhid. Semua surrahul
hadis, pensyarah hadis ini dari para
ulama semuanya menyatakan yang dimaksud
dengan bapak mereka satu. Maksudnya
sama-sama menyeru kepada apa? Tauhid.
Adapun ibunya berbeda, maksudnya
fikihnya berbeda-beda.
Makanya tauhid ini adalah asas dakwah
seluruh nabi. Semua nabi menyuruh kepada
mentauhidkan Allah Subhanahu wa taala.
Kemudian di antara urgensinya akidah
yang benar. Akidah yang benar syarat
diterimanya amal. Kalau akidah enggak
benar, amal tidak di diterima.
Kemudian yang ketiga, sebab bahagia
dunia dan akhirat. Orang kalau punya
keyakinan yang mantap
maka
dia akan bahagia dunia maupun akhirat.
Meskipun kondisinya
dalam kondisi hidup yang susah. Dia
pasti bahagia. Nanti kita bahas
bagaimana Imam Ahmad bersabar. Miskin
kalau tidak salah 70 tahun. Imam Ahmad
miskin terus.
Luar biasa kalau kita baca bagaimana
kehidupan beliau ya di tengah
kesulitannya dia tetap tegar, tetap
bahagia, tetap subhanallah ya. Jadi
akidah sebab bahagia dunia maupun
akhirat. Orang kalau enggak punya akidah
hidupnya bimbang, ragu,
terombang-ambing, pusing. Ya, kenapa?
Karena akidahnya enggak mantap ya. Kalau
akidah mantap dia tenang.
Kemudian ee akidah yang mantap syarat
memperoleh kekuasaan. Yaallahina
amanuumhatum
ardina minqim wumaknaum
bafih amun
dalam surat eh Annur
Surat Annur ayat 55. Surah Annur ayat
55.
Kata Allah Subhanahu wa taala, "Allah
berjanji menjanjikan bagi orang beriman
di antara kalian dan beramal saleh,
sungguh kami akan membuat mereka
berkuasa di atas muka bumi sebagaimana
kami telah menjadikan orang-orang
sebelum mereka berkuasa. Dan kami akan
menjadikan
ee meneguhkan bagi mereka agama mereka
yang telah Allah ridai. Dan kami akan
menggantikan rasa takut mereka dengan
rasa keamanan." Syaratnya ya'budunani la
yusrikuna.
Mereka beribadah kepadaku semata dan
tidak berbuat syirik sama sama sekali.
Jadi syarat orang mengurai kekuasaan
dengan bertauhid. Lihat bagaimana Nabi
mengajarkan tauhid kepada para sahabat
cuma jumlah sedikit tahu-tahu mereka
bisa menguasai dunia ya. Luar biasa
dengan jumlah yang sangat sedikit.
kalau kita baca misalnya sejarah Mesir
bagaimana Amr bin As cuma bawa pasukan
4.000 kemudian melakukan Mesir dan Mesir
adalah daerah kekuasaan Romawi. Romawi
mungkin pasukannya jutaan ketika itu.
Cuma 40.000 orang kemudian bisa
menaklukkan apa? Mesir. Merubah Mesir
dari
selain agama Islam jadi agama Islam dari
yang tidak tahu bahasa Arab semuanya
bisa bahasa Arab. Luar biasa. Maksudnya
ee tauhid. Kalau orang bertauhid Allah
akan kasih kekuasaan.
Tahukah antum kerajaan Arab Saudi
berdiri yang kerajaan Arab Saudi yang
ketiga
didirikan oleh seorang namanya Malik
Abdul Aziz, seorang raja yang datang
dari Kuwait ketika dia terusir dengan
keluarganya. Kemudian dia menyerang
kembali dengan bawa cuma kalau enggak
salah 40 orang dari Kuwait. Dia masuk
Riyad kemudian dia kuasai Arab Saudi.
Cuma berapa orang? 40 orang. Maksudnya
kalau kita baca cerita luar biasa ya
jumlah sedikit ya. Perang Badar sudah
cukuplah 315 mengalahkan 1000 dengan
keserbatasan kekuatan melawan kekuatan
yang hebat. Ternyata bisa kalah kam min
fiatin qilatin galabat fiatan katiratan
bidnillah. Betapa banyak kelompok
sedikit bisa mengalahkan kelompok yang
besar dengan izin Allah subhanahu wa
taala. Maka tauhid adalah ee syarat atau
sebab meraih kesuksesan, kekuasaan.
Kemudian di antaranya orang yang
bertauhid,
yang berakidah yang benar, memerdekakan
akal dari syubat dan khurafat. Orang
kalau enggak punya akidah yang benar,
dia mudah sekali dibohongin. Ya, kasih
khurafat. Percaya apa aja dibilangin
percaya ya. Percaya. Ada lorong tembus
ke Makkah. Percaya
ada gentong air tembus sampai zamzam.
Percaya ya? Saya pernah ke suatu masjid
di suatu daerah di tanah air kita
tahu-tahu ada anak-anak dikasih air
gentong tiga sudah lumutan, sudah ada
hijau-hijau. Diambil air diusap. Saya
tanya ini apa? Kata mereka ini air
sambung sampai ke Makkah. Luar biasa.
Ini proyek ini dari sampai sini Mekah
lumayan berapa ribu kilometer nih.
Orang percaya percaya aja ya. Tapi kalau
punya akidah yang benar enggak enggak
enggak enggak logis ini apa kayak gini
ya.
Maka seperti kemarin ada yang iktikaf
kemudian
dari mana Mas? Dari baru turun dari
Sidratul Muntaha. Allahu Akbar.
[tertawa]
Enggak ngajak-ngajak.
Nabi aja Jibril mundur Nabi sendiri. Kau
sama teman-teman. Luar biasa ini. Orang
Tapi orang kalau enggak punya akidah
percaya-percaya aja mudah.
Ya, begitulah ya. Jadi di antara fungsi
akidah yang benar, memerikan akal dari
syubhat dan khurafat. Harus akidah yang
benar. dia punya usul pemahaman yang
benar sehingga dia tidak mudah
diombang-ambing, tidak mudah dibohongi.
Tib dengan kemudian di antaranya dia
adalah ee tadi mungkin tambahkan yang
dia adalah pondasi saya lupa ini pondasi
dari yang keenam
pondasi amal saleh.
Pondasi amal saleh. Orang kalau punya
akid yang benar. Ini dibahas ee
pembahasan ini bagus di dalam buku
Alfiqhul Manhaji di mukadimah tentang
keterkaitan ilmu syariat dan ilmu
akidah. Bahwasanya kalau orang punya
ilmu akidah yang benar, dia akan
semangat beramal saleh. Dia rajin salat
duha, dia rajin salat tahu bahwasanya ee
ada ada pahalanya. Dia yakin kalau dia
punya akidah yang benar, dia mudah untuk
bersedekah. Dia tidak pelit.
J kalau dia ragu-ragu
cuma teori doang tidak dia yakini tidak
susah beramal saleh. Susah beramal
saleh. Dia kalau punya akidah yang benar
dia akan sabar. Betupun ujian banyak dia
yakin ini semua pilihan Allah Subhanahu
wa taala insyaallah yang terbaik. Ya.
Maka beramal saleh, salat malam atau
puasa sunah atau sedekah atau berbakti
sama orang tua atau amalan-amalan
kebajikan lainnya kalau dibangun di atas
akidah yang benar membuat seorang
semangat menjalankan amal saleh tersebut
kemudian lebih khusyuk ketika
menjalankan amal saleh tersebut. Ya,
makanya ketika ee Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam berbicara tentang
melihat Allah innakum satara rabbakum
yaumalqiamati ianan atau dalam ee apa
bisa dengan fathah ayanan yang benar
lebih tepat ianan ya wazan fi'al
suungguhnya kalian akan melihat rab
kalian melihat langsung ilmu ayana
melihat langsung pada hari kiamat taruna
alqar
Sebagaimana kalian melihat rembulan di
malam bulan purnama atau sebag dalam
riwayat sebag kalian melihat matahari
yaitu mudah kelihatani.
Maka kalian tidak akan berdesak-desakan
dalam melihat Allah karena lihatnya ke
atas bukan di bawah. Kalau di bawah kan
mungkin ada yang nutupin, ada yang ini
enggak kelihatan. Tapi kalau melihat ke
atas semuanya mudah lihat meskipun yang
lihat mau jutaan orang juga mudah
tinggal lihat ke atas.
Kemudian Nabi setelah itu mengatakan,
"Faum
all
kalau kalian mampu agar kalian tidak
ketinggalan
shatun qobla gurubihabamsibha
fa'alu ya."
Kalau kalian mampu untuk tidak
ketinggalan salat asar dan salat subuh,
maka lakukanlah.
Di sini maksudnya Rasulullah mengkaitkan
tentang keyakinan melihat Allah
Subhanahu wa taala
dengan salat asar dan salat su subuh.
Kalau kalian ingin melihat Allah jangan
sampai ketinggalan salat subuh.
Yaumikumun
wasam. Kalau kalian mampu tidak
ketinggalan salat subuh dan salat asar,
maka lakukanlah. Artinya kalau kau
kalian ingin melihat Allah pada hari
kiamat, lakukan. Itu salat yang buat
kadang orang malas asar karena banyak
kesibukan, kadang-kadang telat atau
subuh kadang-kadang telat.
Seperti Rasulullah mengatakan,
e laisa ahadun minkum illa
sayukallimuhubuuhu laisa bainahu bainahu
tarjuman. Tidak seorang dari kalian
kecuali akan berbicara langsung dengan
Allah. Allah akan hisab dia secara
langsung
aqdam.
Dia melihat ke arah kanan yang dilihat
semua amalan dia.
Diaat sebelah kiri
kemudian lihat
ke depan. Di depan dia ada api neraka.
Kemudian rasulah mengatakan di akhir
hadis ya itta walau bro. Jagalah diri
kalian dari neraka meskipun harus
bersedekah hanya sedekah dengan
sepenggal kurma. Maksudnya Rasulullah
kaitkan kalau kau yakin kau akan dihisab
oleh Allah dan kau yakin di depanmu ada
neraka dan kau yakin yang kau lihat
nanti amalanmu akan diungkap, maka
bersedekahlah. Maka bersedekahlah.
Maka seharusnya pemilik akidah yang
benar dia kuat dalam beramal. Dia yang
kuat dalam beramal saleh harusnya. Kalau
ada orang pelit akidahnya bermasalah.
Kata Rasul wasallam alan wasfiqbi abdin
abada. Tidak akan berkumpul dalam hati
seorang hamba pelit dan iman. Kalau dia
pelit berarti imannya lemah ya. Kalau
imannya kuat harusnya pelitnya hilang.
Jadi pelit dan iman bersatu. Kalau ini
iman, ini pelit. Kalau kalau imannya
kuat, pelitnya mengecil.
Kalau imannya kecil, pelitnya membesar.
Antum yang mana ini? Pelitnya membesar
atau imannya membesar? Dua-duanya.
Enggak mungkin. Enggak mungkin.
Duu-anya. Beriman tapi pelit luar biasa.
Enggak mungkin. di atas manhaj salaf
tapi pelitnya luar biasa. Enggak
mungkin.
Nabi yang bilang maksudnya kalau akidah
benar akan tampak aplikasinya dalam
kehidupan sehari-hari.
Tib. Ee ini di antara urgensi ilmu
akidah. Maka
akidah adalah pondasi amal amal saleh.
Pondasi amal amal saleh.
Tib kita ee
kita ulangi lagi halaman kedua ini ya.
Nama-nama akidah ada yang benar.
Alfiqlul akbar usuluddin, sunah, tauhid,
syariah, aliman, nama yang tidak tepat
falsafah. Kenapa? Nanti akan dijelaskan
ilmul kalam, kemudian ideologi Islam
tidak tepat. yang tepat yang adalah
seperti yang kita bahas tadi. Ee
kemudian tambah yang mungkin terkarang
sekarang disebut al-Aqidah ilislamiyah
ya ini yang belakangan alislami
untuk membedakan akidah selain islamiah.
Ya. Adapun pentingnya urgensi akidah
maka akidah adalah pondasi bagi ee
amalan. Kalau ilmu syariat kita bagi
dua, ada ilmu akidah, yang kedua ilmu
tentang amaliah. Ilmu akidah disebut
ushuluddin, ilmu amaliah disebut
furuddin. Yaitu amal saleh tentang
fikih. Maka akidah merupakan pondasi
bagi fur'uddin. Adapun urgensinya akidah
pertama di asas dakwah para nabi. Yang
kedua akidah yang benar syarat
diterimanya amal. Yang ketiga sebab
bahagia dunia akhirat. Yang keempat
akidah yang benar syarat memperoleh
kekuasaan. Yang kelima, memerdekakan
seorang dari ikatan khurafat dan
syubhat. Dan yang keenam, pondasi untuk
semangat beramal saleh.
Paham, Ikhwan?
Kita sepakat pertemuan berikutnya ada
ujian. Sepakat enggak?
Meskipun enggak ada hadiahnya?
Sepakat.
Bismillah, ya. Ma, ditulis yang baik,
ya. Karena ini enggak ada enggak ada
live-nya. Makanya catat yang baik, ya.
Tib.
Kita lanjut halaman berikutnya.
Semakin halaman berikutnya semakin
susah. Ya
[tertawa]
sudah hang belum? Belum. Ya. Ini
mukadimah. Kalau mukadimah sudah hang
gimana nanti?
Sebenarnya akidah itu gampang. Yang
bikin susah itu gara-gara banyak ahlul
bidah itu bikin susah. Akidah ahlusunah
itu mudah. Orang Badui masuk Islam
selesai enggak susah-susah.
Tinggal Rasulullah jelasin dia terima
zahirnya kemudian selesai. Kenapa jadi
susah? Gara-gara banyak bidah. Terlalu
banyak bidah, banyak khurafat, banyak
mazhab fikriah, banyak kerusakan.
Akhirnya membikin buku yang sulit dalam
rangka
apa namanya? Menjaga jangan sampai
akidah seorang salah karena terlalu
banyak syubhat.
Tib. Apa keistimewaan akidah Islam yang
benar? Tadi kita bilang di antara nama
akidah yang benar al-aqidah alislamiyah
yaitu akidah Islam untuk membedakan
akidah yang non Islam. Apa
keistimewaannya? Banyak. Perhatikan.
Yang pertama dia rabbaniyatul masdar.
Sumbernya dari Allah. Yaitu berdasarkan
dalil. Al-Qur'an maupun sunah.
Berdasarkan dalil. Kalau istilah kita
disebut taukifiyah. Taukif itu harus
wakaf, harus berhenti berdasarkan dalil.
Ya, taukifiah ya. Berdasarkan dalil.
Karena secara sederhana akidah ilmu
gaib. Akidah pembahasannya masalah gaib.
Gimana mau terka-terka? Enggak ada ya
terka enggak. Maka kita tahu mungkin
secara ilmu gaib tentang Tuhan secara
global detail kita enggak bisa. Tanpa
misalnya tanpa ada Al-Qur'an maupun
sunah kita hanya bersandar kepada
fitrah. Kita bisa tahu Allah pasti maha
esa, Allah pasti maha kuasa. Ya, Allah
pasti berilmu. Ini bisa. Tapi kalau
detail-detail kita enggak bisa. Karena
dia sesuatu yang gaib. Maka kita butuh
informasi dari
Allah langsung atau melalui Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam. Maka di
antara keistimewaan akidah Islam, dia
bukan akidah ngarang, bukan ngarang
seorang, bukan karangan seorang, bukan
mimpi seorang, bukan pengalaman seorang,
bukan. Tapi langsung dari Al-Qur'an
maupun Sun sunah, dari sumber yang kita
mau yakini. Siapa yang lebih tahu
tentang dirinya sendiri? Aantum a'lamu
amillah. Kalian lebih tahu atau Allah
yang lebih tahu? Allah lebih tahu
tentang dirinya sendiri. Maka kita butuh
informasi yang detail tentang Allah,
tentang apa yang dia lakukan di alam
barzakh, tentang apa yang dilakukan di
hari kiamat. Enggak mungkin kita
nerka-nerka. Bisakah akal kita
nerka-nerka bakalan ada malaikat munkar
dan nakir? Ya bisa. Orang kalau tidak
dikasih kabar dia pikir mati selesai.
Tapi ada informasi ternyata ada malaikat
munkar dan nakir. Ini butuh taukifiah.
Taukif yaitu harus berdasarkan dalil
Al-Qur'an dan sunah. Paham? Jadi maksud
saya ee
landasan. Jadi Allah berfirman, waati
mustaqiman fattabiu. Bahwasanya ini
adalah jalanku.
Fattabiu. Maka ikutilah. Ikutilah
jalanku. Itu dalil. Jalanku. Jelaskan.
Maksudnya yang Allah jelaskan ini adalah
jalanku waati ini ada jalanku. Berarti
dijelaskan enggak dijelaskan inilah
jalanku. Fatabi ikutilah wabula. Jangan
ikut jalan-jalan yang tidak yang saya
tidak jelaskan.
Kalau kalian ikuti jalan-jalan yang
banyak akan buat kalian lepas dari
jalanku.
Lan akidah terhadap perkara gaib maka
harus dengan wahyu. Di antaranya rukun
iman ya. Ya. Bukan. Jadi bukan
bukan karangan manusia.
Apakah dari seperti mimpi
kemudian apa? Pengalaman,
khayalan. Bukan. Akidah ini dia dari
Allah Subhanahu wa taala.
Ada orang punya akidah mimpi ada enggak?
Ada. Dari mimpi diyakini. Dengan mimpi
dia yakini sesuatu. akidahnya dari
mimpi.
Akidah mengkhayal banyak akidahnya.
Falsifah semua akidah mengkhayal. Nanti
kita jelaskan kalau ada waktu ya. Akidah
falasifah Yunani semuanya akidah
mengkhayal ya. Akidah pengalaman ya Pak.
Pengalaman. Pengalaman saya minta di
kuburan dikabulkanah. Pengalaman satunya
saya minta ke gereja dikabulkan akidah
pengalaman
saya e praktik riba jadi kaya raya.
pengalaman [tertawa]
makudnya maksud saya kalau akidah enggak
akidah langsung dari Allah melalui
Al-Qur'an maupun sunah Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Paham?
Yang berikutnya akidah ahlusunah asyumul
komprehensif lengkap. Asyumul syumul itu
maksudnya mencakup segala aspek
kehidupan lengkap. Tapi khat akidah
Islam, lihat dari sejak dalam alam janin
sudah ada akidah menjelaskan bagaimana
janin tersebut, bagaimana proses
penciptaannya. Kemudian malaikat datang
jelas ditakdirkan.
Dunia terkait sehari-hari ya banyak
masalah-masalah ya Allah jelaskan
tentang kehidupan sehari-hari. Kehidupan
itu seperti ini, kehidupan seperti ini.
Jangan terpedaya bahwasanya banyak
kehidupan. Kemudian alam barzakh juga
ada akidahnya. Pada destinasi berikutnya
yaitu setelah janin, setelah kehidupan
dunia ada destinasi berikutnya alam
barzakh. Lengkap jelasin begini proses
namanya dqtatul qabr, fitnatul qabr,
kemudian adzabul qabr atau ee naimul
qabr. Lengkap ya. Bagaimana yang terjadi
alam kubur ya lengkap. Kemudian di
padang mahsyar pun jelas bagaimana
dibangkitkan
ya sebelumnya ada hari kiamat bumi
dihancurkan kemudian ada hari
kebangkitan kemudian dikumpulkan
kemudian disidang oleh Allah kemudian
diberikan catatan amal kemudian dihisab
dan seterusnya sampai surga dan neraka.
Surga dan neraka maka dia lengkap
sehingga mencakup segala si tahapan dan
kehidupan.
Kemudian dia juga lengkap perhatikan
sini lengkap dari sisi rukun iman yang
enam dengan segala cabang-cabangnya ya.
Iman kepada Allah lengkap sekali tentang
tauhid uluhiyah, rububiyah, semua sifat,
nama-nama Allah sangat lengkap terkait
dengan kehidupan kita seluruhnya ya.
Uluhiyah Allah, kemudian rububiyah Allah
lengkap tentang begini begini lengkap
sekali. Antum mana ada akidah agama yang
kayak begini? Enggak ada. Jadi ini
konsekuensi nabi terakhir. Nabi terakhir
agamanya harus sempurna. Alyyauma
akmaltu lakum dinakum. Karena hari ini
telah aku sempurnakan bagi kalian agama
kalian dan tidak mungkin ada nabi yang
lain akan menyempurnakan lagi atau
mengkoreksi atau merevisi sudah enggak
ada lagi. Maka nabi ini harus sem
sempurna. Di antara sempurnanya
syariatnya sempurna, akidahnya juga
harus sem sempurna. Makanya kalau kita
lihat belajar akidah detail
sehingga kita dapati lengkap. J lengkap
dari sisi rukun iman yang enam dengan
segala cabang-cabangnya itu dari ada
iman kepada Allah lengkap iman kepada
malaikat dengan berbagai macam tugas
tugas malaikat sifat-sifatnya
iman kepada kitab-kitab suci yang dibawa
oleh malaikat tersebut iman kepada para
rasul subhanallah para rasul dengan
berbagai ceritanya ke iman kepada hari
akhir pada takdir lengkap subhanallah
lengkap
lengkap mana ada bahas tentang takdir
secara detail Allah konsep Allah
berilmu, Allah konsep, kemudian Allah
tulis konsep tersebut di lauhil mahfuz.
Kemudian Allah berkehendak, Allah
eksekusi. Mana di mana akidah? Mana ada
bahas kayak gitu.
Jadi akidah Islam itu di antara sifatnya
dia apa? Komprehensif. Kalau bahasanya
syumul.
Sebagaimana juga syariatnya furu juga
lengkap.
Tapi kita tidak sedang bahas ilmu fikih.
Ilmu fikih lengkap. Lihat aja buku fikih
tebal-tebal lengkap. Mau bahas apa aja
ada, apa aja bahas ada. Kalaupun tidak
ada, kemudian bahas perkara-perkara baru
zaman sekarang, maka akan dianalogikan
dengan perkara yang pernah dibahas oleh
para fuqaha. Sudah dibahas sebelumnya
tinggal kecerdasan ulama sekarang
kemudian mengkaitkan dengan ini semisal
yang pernah dibahas oleh fuqaha zaman
dahulu. Jadi lengkap lengkap dengan
kaidah-kaidahnya, lengkap dengan ushul
fikihnya, dengan kaidah fikiahnya,
lengkap.
Gak ada agama seperti itu kecuali agama
Islam. Ya, ini konsekuensi nabi
terakhir.
Paham?
Terlalu cepatkah saya gak kan? Atau
kurang cepat.
[tertawa]
Ini baru halaman berapa? Halaman 3.
Hari ini kita berusaha 11 halaman ya.
Berusaha tayib. Kita lanjutkan. Di
antara ciri khas keistimewaan akidah
Islam adalah saling melengkapi. Takamul
tadi sempurna kemudian saling mengkapi
satu dengan yang tidak ada kontradiksi.
Maksudnya tidak ada kontradiksi ya
tidak ada kontradiksi
baik e fikihnya maupun akidahnya.
Quran
apakah mereka tidak Alquran kalau
seandainya bukan dari Allah pasti ada
kontradiksi.
Di antara ciri akidah Islam tidak ada
kontr kontradiksi. Semuanya
berkaitan iman satu dengan lain. Allah
menurunkan kitab suci melalui apa?
Malaikat. Ya. Malaikat berarti kita
beriman ada malaikat ada keterkaitan.
Iman kepada Allah, iman kepada malaikat,
iman kepada Rasul. Makanya ketika
orang-orang kafir Quraisy meragukan
tentang Al-Qur'an maka Allah dan mereka
yakin Allah ada. Cuma mereka ragu
Al-Qur'an diturunkan kepada Nabi
Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
Maka Allah menyebutkan silsilah atau
sanadnya itu Allah, Jibril, kemudian
Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
Maka ee apa? Allah memuji ee
ee Nabi memuji malaikat Jibril terlebih
dahulu. Z quatinil arsi makin mutahaun
tsamma amin. Ya Allah mengatakan Jibril
yang bawa Al-Qur'an bukan sembarang ya.
Dia milik kekuatan kemudian miliki
kedudukan di sisi Allah Subhanahu wa
taala. Dia ditaati oleh
malaikat-malaikat yang lain. Kemudian
dia amanah. Ya Allah menamakan nazala
bihi ruhul amin. Diturunkan oleh arruh
yaitu Jibril alamin yang terpercaya.
Jangan bilang Jibril salah kasih. Jangan
Jibril bilang seperti sebagian orang
Syiah mengatakan Jibril maunya kasih Ali
salah kasih Muhammad. Ya ini Jibril
Bahlul seperti itu namanya gak? Ini
Jibril Alaih Salam itu mungkin Jibril
yang lain yang kau maksud. Adapun Jibril
yang Allah sebutkan dia kuat kemudian ee
ruhul amin dia terpercaya. Kemudian
Allah juga muji Nabi Muhammad dibilang
orang gila, "Wama shahibukum bimajnun."
Ya,
bukanlah kawan kalian itu orang gila.
Kalian sudah kenal Muhammad sejak kecil.
Kalian tahu dia amin, terpercaya. Kenapa
kalian ragu? Kalian sudah yakin dengan
Allah. Tinggal berikutnya, sanad
berikutnya ada rawi berikutnya adalah ee
Jibril, rawi berikutnya adalah Nabi
Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
Sudah maksudnya ee ada keterkaitan
antara Allah kemudian ee malaikat
kemudian para rasul membawa kitab suci.
Jadi keterkaitan
ee semua bagian iman terkait dengan yang
lain dan berpusat pada iman kepada
Allah. Ini maksudnya keterkaitan tadi
takamul. Contoh iman kepada takdir
terkait dengan iman kepada Allah.
Iman rukun 6. Imam Ahmad berkata di
antara fikihnya Imam Ahmad dan
cerdasnya, dia mengatakan kalimat yang
sederhana tapi membuka cakrawala bagi
kita untuk memahami apa sih intisari
iman kepada takdir. Kata Imam Ahmad,
al-qadar qudratullah. Takdir itu adalah
kekuasaan Allah Subhanahu wa taala.
Makanya Allah mengatakan musibatum
tidak ada satu musibah menimpa kalian di
bumi atau menimpa diri kalian kecuali
telah tercatat di lauhil mahfud sebelum
Allah mengeksekusinyaahir
itu sangat mudah bagi Allah bikin
seperti itu mudah Allah konsep Allah
tulis Allah eksekusi. Mudah enggak ada
yang susah bagi Allah. Makanya orang
percaya takdir berarti percaya tentang
qudratullah. Apa sih alam semesta ini?
Allah konsep, Allah tulis, Allah
kehendaki, Allah eksekusi. Sudah berarti
kalau Allah tidak mentakdirkan berarti
Allah tidak maha kuasa. Kalau ternyata
terjadi sesuatu tidak sesuai dengan
konsep Allah berarti Allah tidak maha
kuasa. Semua yang terjadi harus sesuai
dengan konsepnya siapa? Allah. Kalau
keluar dari konsep Allah, berarti Allah
tidak kuasa. Berarti ada yang luput dari
kekuasaan Allah. Ternyata Allah salah
pikir, ternyata Allah salah duga,
ternyata Allah salah terka. Sebagaimana
konseptor-konseptor sekarang. Orang
kalau bikin rumah sering salah. Sudah
bikin rumah
rancang ternyata
salah. Di tengah jalan rumahnya mau
diganti, di tengah jalan ternyata biaya
nambah, di tengah jalan ternyata ee ada
bencana alam. Sehingga banyak yang dia
tidak duga.
Apalagi yang bikin apa namanya? ee
yang menentukan misalnya suami istri
kemudian gambar sudah ternyata dirubah
tengah jalan sudah jalan setengah kata
istrinya, "Mas, ini kurang bagus Mas
tambah lagi." [tertawa]
Ada kawan saya bilang gitu, "Ustaz, ini
saya sudah bikin rumah tengah jalan
istri saya bilang, rubah." Ah, itulah
takdirnya enggak benar ini.
Saya saya bilang, "Kalau sedikit-sedikit
rubah aja. Yang nikmati rumah istri ya
rubah aja kalau kau punya uang.
Entar lagi rubah lagi, Ustaz. Ya sudah,
gak apa-apa. Kalau punya uang, rubah
aja. Kalau terlalu banyak jangan
dirubah. Gak semua keinginan istri harus
kita penuhi. Kalau dia maksa, istrinya
yang dirubah. Ya
bercanda, bercanda. Mau saya,
mau saya itu
tidak tidak maha kuasa. Sehingga kita
sering salah prediksi salah. Ya, kita
sudah merancang ternyata salah, berubah
tidak. Makanya ketika kita bicara
takdir, Imam Ah berkata, "Al-qadar
qudratullah." Takdir itu menunjukkan
kekuasaan apa? Allah. Karena enggak
mungkin salah, enggak mungkin ee luput,
enggak mungkin salah duga, enggak enggak
mungkin. Enggak mungkin. Maka siapa yang
beriman kepada takdir, dia beriman
dengan kekuasaan Allah. Siapa yang ragu
dengan takdir, dia ragu dengan kekuasaan
Allah. Ini maksudnya ada keterkaitan
antara iman dengan takdir dengan iman
dengan rububiyah Allah atau dengan
sifat-sifat Allah itu qudratullah.
Paham? Paham tidak?
Di antaranya misalnya masalah Allah di
langit, Allah di atas, ya. Semua seperti
kata ee dinukil oleh Ibnu Taimiyah dari
Alkasf an Manahijil Adillah karya Ibnu
Rusyd ketika dia membahas bahwasanya
Allah di atas, maksudnya semua syariat
dibangun di atas, Allah di atas.
Karena malaikat turun dari atas,
malaikat lapor ke atas, Quran turun dari
atas, Nabi Isra Mikraj naik ke atas.
Kalau kita bilang Allah tidak di atas,
agak susah ini kita mengkompromikan agak
susah. Iya enggak? Tapi ketika kita
bilang Allah di atas yang lain sudah
terkompromikan dengan sendirinya tidak
ada kontradiksi.
Seb kalau Allah tidak di atas. Terus
Nabi Muhammad ketemu siapa waktu Isra
Mikraj?
Nabi Muhammad ketemu siapa?
Coba kan bingung juga. Allah tidak di
atas. Terus Nabi Muhammad ngapain ke
atas? Ketemu siapa? Bicara dengan Allah
langsung. Jibril enggak ikut. Terus
ngapain ke atas? Ya, artinya kalau kita
tolak kalau akidah tidak benar akan ada
kontradiksi. Akhirnya akhirnya banyak
yang perlu ditakwil. Dan kalau kita
bilang Allah tidak ada terlalu banyak
yang ditakwil. Terlalu banyak yang
ditakwil maksud saya. Tapi ketika akidah
itu benar maka dia takamul, saling
melengkapi, saling terkait dan tidak ada
kontradiksi.
Tib.
Paham?
Paham. Jangan paham aja dicatat. Jangan
paham doang catat ya
atau pinjam catatan teman gak apa-apa
ya.
Tib
saya ulangi ini ada berapa poin ya
atau kita lanjutkan dulu sebentar. Ee
yang berikutnya, yang berikutnya di
antara keistimewaan akidah islamiah dia
adalah moderat atau tengah atau tawazun
wal i'tidal. dia moderat atau tengah.
Ya, istilah moderasi ini moderat ee
makna yang masih ambigu. Tapi maksudnya
kita bawakan kepada makna alwasatiyah
yaitu sifat tengah atau ee altidal atau
tawazun. Jika dibandingkan dengan
akidah-akidah agama yang lain atau
akidah firkah-firkah yang sesat. Jadi,
akidah ahlusunah yang benar, dia akidah
yang tengah. Ya, jika dibandingkan agama
yang lain atau dibandingkan dengan
firkah-firkah yang sesat ya.
Seperti kalau dibandingkan akidah agama
yang lain, contoh seperti Yahudi dan
Nasra terkait para nabi.
Kalau Yahudi Nasra,
Yahudi dalam Perjanjian Lama mencela
para nabi ya. Nabi Nuh mabuk ya. Nabi
Nuh minum khamar akhirnya minum anggur
akhirnya mabuk. Gara-gara mabuk 
Resume Requeue
Read
file updated 2026-02-12 01:19:43 UTC
Categories
Manage