Kind: captions Language: id Pernah enggak sih lo lihat teman lo atau mungkin selebgram terkenal yang perempuannya sih cantik, pintar, karirnya juga bagus, duitnya juga banyak, tapi cowoknya atau pasangannya itu malah enggak punya kerjaan kalau makan itu dibayarin dan pokoknya downgrade bangetlah dari si perempuannya ini. Kita sering menyebut fenomena ini sebagai cowok mokondo. Bahkan udah jadi tren ya sekarang perempuan itu bukannya marrying up malah marrying down jadi down great gitu. Lu juga bisa coba lihat grafiknya ya. garisnya itu semuanya naik drastis dari kiri ke kanan. Ini artinya makin banyak perempuan yang sekolahnya lebih tinggi dari cowoknya dan akhirnya dia tuh yang nge-provide cowoknya. Yang jadi pertanyaannya adalah kenapa ada perempuan yang mau-mau aja sama cowok mokondo dan kenapa cowok mokondo ini tuh masih tetap laku di percintaan. So, welcome to kelas kehidupan by 1%. Hari ini kita bakal bedah cowok mokondo. Enjoy. Secara naluri purba atau evolusi. Teorinya tuh bilang kalau cowok itu emang nyari yang muda dan cantik buat keturunan, tapi perempuan itu nyari yang kaya dan kuat buat perlindungan. Fenomena ini disebut hipergami. Dulu banyak perempuan yang pilih untuk pacaran atau menikah sama cowok yang secara status sosial, ekonomi, atau pendidikan itu lebih tinggi dari mereka buat survive. Kenapa? Karena ya hidup perempuan di zaman dulu itu susah banget, cuy. Akses pendidikan dan karir juga terbatas banget ya. Stigmanya juga perempuan itu lebih baik di rumah dan ngurusin suaminya dan juga bikin kartu kredit itu tuh harus ada izin dari figur cowok, ayah, atau pasangan. Jadi enggak bisa tuh perempuan itu dulu bikin kartu kredit sendiri. Tapi zaman sekarang perempuan itu udah bisa kerja sendiri. Emansipasi itu bikin mereka bisa akses pendidikan yang jauh lebih tinggi dari sebelumnya. Bahkan di tahun 2010 aja proporsi perempuan umur 25 sampai 29 tahun yang lulusan kuliah itu ternyata lebih tinggi daripada pria di 139 negara. Dan negara-negara ini mewakili 86% populasi dunia. Artinya secara pendidikan derajat mayoritas perempuan itu sebenarnya lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Nah, ketika cewek udah mandiri secara finansial, kebutuhan mereka akan pasangan juga mulai berubah. Mereka enggak lagi tuh nyari tulang pungung ya buat nghidupin mereka, tapi yang mereka cari adalah partner emosional. Ini bukan cuma opini gue doang ya. Lo mungkin udah lihat ya, banyak kasus ekstrem di mana perempuan rela ninggalin segalanya karena kecintaan sama cowok biasa. Misalnya ini di akhir Oktober 2021 itu ramai banget ya berita putri Moko dari Jepang yang rela melepas gelar kekaisarannya dan nolak uang tunjangan miliaran rupiah cuma buat nikah sama teman kuliahnya yang rakyat jelata dan waktu itu dianggap bermasalah secara finansial. Putri Moko itu bilang kalau Ke Komoro atau suaminya ini ya adalah sosok yang tak tergantikan buat kesehatan mentalnya. ini nunjukin ya kalau dukungan mental itu emang lebih berharga dari uang bagi sebagian orang. Atau kalau di konteks Indonesia sekarang mungkin lu bisa lihat ya ada beberapa influencer perempuan yang memilih hidup sama cowok mokondo. Ada juga ya yang si perempuannya itu akhirnya memilih selingkuh demi si cowok mokondo walaupun udah punya suami yang cakep dan juga green flag. Jadi poinnya apa? Di beberapa case buat orang yang udah punya segalanya misalnya kayak status dan uang koneksi emosional itu jadi barang mewah. Ibaratnya percuma ya si cowoknya udah kaya raya kalau dia itu kagak punya waktu atau koneksi yang meaningful buat si ceweknya. Nah, terus kalau enggak punya duit cowok mau kondo ini modalnya apa? Kok bisa laku keras? Jawabannya sih pasti enggak berhubungan sama hal-hal kayak pelet atau dukun ya, Guys. Tapi mereka tuh sebenarnya punya tiga senjata yang jarang dimiliki sama cowok-cowok sibuk atau cowok-cowok yang mapan. Yang pertama mereka itu super gercep dan juga perhatian. Cowok mapan itu biasanya jarang punya waktu luang buat ceweknya. Apalagi mereka yang masih ngejar karir di awal-awal ya. Akibatnya mereka itu jadi balas chatnya lama. Diajak ketemu juga susah. Kadang pas ketemu pun juga sibuk sama HP. Nah, tapi kalau cowok mau kondo itu tuh mereka bisa available 24 jam. Karena enggak sibuk kerja, mereka juga bisa ngelakuin taktik psikologis yang namanya itu adalah love bombing. Mereka bakal ngebombardir si cewek-cewek ini pakai perhatian. Misalnya kayak chat dari good morning sampai good night dan juga tiap hari nanyain udah makan atau belum gitu setiap waktu ya ditanyain. Secara biologis perhatian yang intens kayak gini bikin otak perempuan itu jadi kecanduan. Cewek itu jadi ngerasa bahwa mereka itu diperhatiin banget ya. Padahal mah ya itu sebenarnya dia ngelakuin itu karena gabut aja tapi buat perempuan yang kesepian ini rasanya udah mahal banget. Yang kedua biasanya mereka itu lucu. Cobomokondo itu rata-rata punya joks yang bagus buat menghibur perempuan. Sifat lucu kayak gini gak boleh diremehin karena ada riset yang bilang kemampuan bikin orang ketawa itu sebenarnya tanda kalau orang itu gennya cerdas. Logikanya gini, bikin jokes yang pecah itu butuh mikir cepat dan kreativitas. Jadi secara enggak sadar perempuan ngelihat cowok lucu itu sebagai sosok yang pintar dan mungkin oke buat keturunannya. Apalagi kalau si perempuan udah stres kerja seharian. Pulang-pulang ya dia enggak butuh tuh diskusi berat soal kerjaan. Yang dia butuhin itu lebih ke hiburan. Nah, cowok tipe ini nawarin suasana yang santai dan bikin ketawa. Rasanya itu jadi kayak liburan ya setiap hari. Yang ketiga, bad boy dan juga sindrome pahlawan. Terakhir, dan ini yang paling berbahaya ya, adalah sensasi tantangan. Banyak perempuan yang tertarik sama cowok maokondo karena dia kelihatan bad boy. Cowok tipe ini biasanya punya sifat yang agak-agak nakal atau narsis. Mereka itu PD-nya selangit ya, meski enggak punya modal. Anehnya, banyak perempuan yang justru salah mengartikan sifat narsis ini sama rasa percaya diri. Padahal aslinya ya mungkin cuma manipulatif doang. Ditambah lagi banyak perempuan sukses yang punya namanya Savior Complex atau sindrome pengen jadi pahlawan. Mereka enggak nyari cowok yang udah mapan, tapi mereka itu nyari proyek yang baru mau digarap dari nol. Pas lihat cowok yang hidupnya agak berantakan, naluri mereka itu bakal bilang, "I can fix him. Gue bisa ubah dia jadi lebih baik." Dan mereka tuh bakal ngerasa bangga kalau bisa ngebantu pasangannya. Dan ini mungkin didukung juga ya sama perempuan yang punya naluri keibuan yang kuat. Sebagai contohnya, gua kemarin sempat main game namanya itu adalah Dispatch ya. Ini game yang storyting banget. Ada satu karakter namanya itu adalah Blond Blazer. Nah, si ini tuh superhero perempuan yang ibaratnya superhero yang kelasnya tuh udah kayak Superman, terkenal banget, populer banget, dan kekuatannya juga overper banget. Nah, sebelumnya si Blond Blazer ini punya pacar. Pacarnya itu juga superhero lainnya yang kekuatannya itu lebih kuat dari dia, bahkan lebih kuat dari Superman lah ibaratnya. Namanya itu adalah Venomen. Nah, tapi si Blon Blazer ini akhirnya putus sama si Venom dan dia akhirnya jatuh cinta sama superhero yang kagak punya kekuatan, miskin, badannya juga cungkring gitu. Jadi kayak superhero yang gagal, dia jatuh cinta sama superhero yang kagak punya kekuatan atau derajatnya itu di bawah dari si Blond Blazer. Dan banyak orang yang bilang kalau si Blon Blazer ini sebenarnya punya Savior Complex. Dia itu pengen nyelamatin si Robert Robertson ya, superhero yang jatuh ini, yang gagal ini. Biar kehidupannya tuh bisa jadi lebih baik dan ngasih kepuasan juga di dalam dirinya sendiri. Oke, guys. Sebelum lanjut, gua mau ngasih tahu info buat lu yang lagi ngerasa bingung, ngerasa stuck sama hidup akhir-akhir ini. Entah itu soal karir, pendidikan, hubungan, keluarga, pernikahan, atau hal-hal personal lainnya, sekarang 1% tuh nyediain psikotes premium. Di dalam Psikotes Premium ada berbagai pilihan tes yang dirancang buat ngebantu lo lebih paham siapa sih diri lo sebenarnya supaya lu bisa ngambil keputusan hidup lu dengan lebih baik. Psikotes ini tuh ngegabungin berbagai jenis tes psikologi profesional. Jadi, setiap lu beli, lu bakal dapat beberapa psikotes disatuin reportnya jadi puluhan halaman untuk hasil yang akurat dan personal. Lu bisa baca puluhan halaman ini. Dan yang paling keren, kalau lu enggak ngerti atau lu ada pertanyaan, lu bisa dapat insight lanjutan lewat konsultasi bareng expert dari 1% langsung berdasarkan hasil tes lu. Langsung aja kunjungi 1.bio/psicotespremium buat info lebih lanjut. Selain dari semua hal yang udah gua bahas di awal ya tentang cowok Mokondo, ada satu hal lagi yang paling aneh yang dilakuin sama cowok Mokondo, yaitu adalah selingkuh. Ada riset yang bilang ya, kalau cowok yang 100% bergantung finansial sama pasangannya itu punya resiko selingkuh yang paling tinggi yaitu 15%. Kayak anjir lu bayangin ya itu cowok-cowok maokondo udah hidup dinafkahi sama istri masih aja punya pikiran buat selingkuh-selingkuh gitu. Itu aneh sih menurut gua. Nah pertanyaannya udah dapat perempuan independen spek bidadari yang kaya raya kok bisa sih cowok maok kondo ini malah sering selingkuh dan parahnya selingkuhnya tuh seringkiali sama perempuan yang secara fisik atau materi itu di bawah pasangannya yang sekarang. Jawabannya adalah karena mereka itu ngerasa minder. Dalam psikologi ada istilah yang namanya compensatory masculinity. Intinya cowok itu egonya seringkiali dikaitkan sama kemampuan dia menafkahi. Ketika dia 100% bergantung sama ceweknya, harga dirinya itu sebenarnya terluka. Ibaratnya dia jadi ngerasa kecil ya dan ngerasa enggak berguna di hadapan pasangannya yang wow itu. Nah, makanya dia nyari pelarian. Dia selingkuh sama cewek lain yang mungkin biasa aja cuma buat ngedapetin rasa hormat atau rasa dibutuhkan yang enggak dia dapetin di rumah. Ini tuh bukan cuma mitos ya. Kalau lu mau lihat contoh real-nya, mungkin lu bisa baca lagi ya berita soal influencer yang nikah sama Mokondo. Suaminya tuh hidup dari persenan gaji yang dikasih istrinya sebagai influencer dan ujungnya si suaminya itu selingkuh. Istrinya juga validasi ya kalau suaminya itu selingkuh karena egonya itu kena. Makanya dia selingkuh sama perempuan lain yang secara materi penghasilannya itu di bawah istrinya sekarang. Jadi di depan selingkuhannya Doe bisa aja ngerasa jadi raja atau jadi pahlawan. Karena di depan istri yang sahnya sekarang dia cuma ngerasa jadi beban. At the end of the day, buat lo yang sekarang tuh lagi nyari pasangan, sah-sah aja kok buat menentingin kenyamanan emosional. Tapi ingat pesan gua ya, cinta itu butuh logika. Ngebangun relationship cuma modal cinta dia itu enggak cukup. Hubungan itu pertukaran value yang seimbang. Kalau lo yang nyiapin meja, masak makanannya, atau bayar tagihannya, tapi pasangan lo itu cuma datang buat makan doang, itu sebenarnya bukan partner hidup ya. Itu adalah beban hidup. Jadilah manusia yang realistis, punya empati itu bagus ya, tapi juga lu harus tetap smart. Jangan sampai keinginan lo buat disayang itu malah bikin lo buta sama red flag yang ada di depan mata. Gue harap video ini bisa bantu lo ngelihat realita percintaan dengan lebih jernih, ya. Kalau lo punya opini lain soal ini, bisa aja langsung drop di kolom komentar. Kita coba diskusi bareng. Atau lu juga bisa cobain ya si kotes premium pranikah dari 1%. Lu bisa cek aja di link yang udah gua taruh di description atau di website kita sat%.net. Kalau lu suka bahasan-bahasan kayak gini, kita juga pernah bikin video yang serupa ya soal relationship. Lu bisa cek aja video kita yang ada di sebelah kiri atau sebelah kanan. Silakan bisa lo pilih sesuai dengan minat lo suka yang mana. That's all for today. Gue Danang dari 1%. Jangan lupa bahagia dan jangan lupa hidup seutuhnya. Thanks.