Kenapa 90% Bisnis Franchise Hampir Selalu Gagal?
dZIC1x7G0k8 • 2026-01-17
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Beberapa tahun belakangan ini mungkin kita gak asing lagi ya sama berita banyak bisnis [musik] franchise yang akhirnya tutup karena bangkrut. Kalau lu ingat ya di tahun 2024 kemarin sempat ramai soal menanti mitranya ngeluh soal omset yang terus turun dan banyak toko yang akhirnya tutup atau franchise kayak NIKU yang sempat ramai juga karena makanannya unik dan harganya murah. Dan ternyata dari 200 outlet yang pernah ada, sekarang tuh cuma tersisa 30 aja. Padahal kalau dipikir-pikir franchise itu bisnis yang kelihatannya tuh oke. Sistemnya udah ada, mereknya juga udah terkenal. Dan kadang kita bisa tinggal taruh duit doang, duduk manis dan cuannya itu bakal ngalir. Nah, jadi kenapa franchise bisa boncos kalau katanya sistemnya tuh udah teruji? Apakah ada yang salah dengan bisnis franchise ini? Welcome to psychology of finance by 1%. Hari ini kita bakal bahas bisnis [musik] franchise. Enjoy. Welcome to [musik] psychology of finance. Orang yang gagal di bisnis franchise [musik] itu kebanyakan karena mereka itu bodoh dan gampang percaya sama iming-iming untung besar atau cepat balik modal yang suka diiklanin. Di satu sisi, yes, emang orang-orang kita tuh banyak yang pengin punya usaha sendiri tapi literasi finansialnya masih kuring. Tapi di sisi lain, marketing-marketing bisnis franchise itu banyak banget yang menggodanya itu super, terutama buat mereka yang belum teredukasi. di proposal franchise, polanya itu biasanya selalu template cerita keberhasilan dan kepopuleran cabang utama, omset puluhan juta per bulan, balik modal dalam hitungan bulan. Nah, masalahnya orang suka lupa kalau omset atau cuan yang didapat per bulan itu masih angka penjualan kotor. Mereka lupa ya kalau itu belum dipotong sama bahan baku produksi, gaji karyawan, sewa tempat, listrik, termasuk juga uang royalty ke pemilik brand atau franchisor. Lebih parahnya lagi, beberapa bisnis franchisor ngambil royalty-nya itu biasanya dihitung dari omset kotor, bukan keuntungan bersih yang lo dapetin. Jadi ibaratnya mau lo untung atau boncos, mau lo laku atau enggak laku dagangannya, lo tetap harus setor persenan royalty ke franchiser. Dan itu baru soal operasional. Belum lagi soal inflasi. Biasanya untuk gabung franchise lu disuruh setor modal awal. Anggap aja misalnya R200 juta gitu ya. Setelah lo jualan ternyata lo baru bisa balik modal setelah 2 tahun. Lu mungkin langsung lega ya karena duit yang balik ke dompet lu itu sama Rp200 [musik] juta. Tapi justru di sini jahatnya inflasi. Simpelnya gini. Bayangin hari ini harga semangkok bakso itu Rp15.000. 2 tahun lagi mungkin naik ya Rp1.000 atau Rp20.000 kan invasi. Jadi ketika uang R200 juta lo balik di tahun kedua, angkanya tuh emang sama-sama R00 juta. Tapi barang yang lo bisa beli itu jauh lebih sedikit karena nilai mata uang lo itu semakin kecil. Dan ini konsepnya tuh disebut time value of money ya. Alias nilai uang kita itu bakal semakin turun setiap tahunnya. Ini juga kita belum nghitung inflasi gaya hidup kayak harga beras [musik] naik, harga ayam naik, harga pakaian naik dan seterusnya. Tapi, Bang, kok di sosm kelihatannya franchise banyak yang sukses semua? Nah, ini nih alasan kenapa lo gak boleh gampang percaya sama apa yang lo lihat di sosmap. Lo cuma lihat gerai yang masih buka dan sukses aja. Gue yakin banyak banget cerita kegagalan yang enggak pernah [musik] naik ke permukaan. Bahkan seringkiali saat ada masalah atau franchise-nya tutup. Ini di beberapa case franchise [musik] ya, di kontrak yang tertera itu di awal biasanya ada perjanjian NDA atau perjanjian kerahasiaan yang melarang mantan mitra buat jelekin brandnya. Jadi kalau ada kegagalan nih, cerita-ceritaan nih gitu ya yang terjadi di franchise-nya itu si orang yang menyewa franchise-nya dia gak bisa tuh cerita keluar atau ngedelak-jelekin testimoni kegagalannya gitu ya keluar tuh enggak bisa. Nah, jadi yang kita dengar sekarang kebanyakan itu adalah cerita sukses yang udah dikorasi sama si franchisornya. Sementara ribuan cerita franchise yang gagal itu terkubur rapi di balik tembok yang sah secara hukum. Ngomongin soal sosm pasti kita juga enggak bakalan asing sama kata FOMO kalau ada sesuatu yang viral. Dan ini perilaku yang sebenarnya tuh harus sangat-sangat dijauhi ketika lo mau join bisnis franchise. Misalnya dulu sempat viral banget franchise Mixway, bahkan sampai ada meme di mana ada ruko di situlah ada Mixway. Dan akhirnya banyaklah orang yang kemakan sama gimik itu dan mutusin buat beli franchise mixway. Ini adalah contoh kebanyakan orang yang enggak ngerti sama cara kerja bisnis franchise. Pasti mending kalau bisa balik modal atau untung. Gimana kalau enggak? Banyak yang akhirnya boncos karena kagak ngerti timing beli. Nah, kenapa sih timing beli ini tu jadi penting? Nah, lu bisa coba lihat kurva ini ya. Mirip kayak saham franchise itu bakal sangat menguntungkan ketika harganya masih murah atau sebelum viral. Jadi ketika lo beli ketika harganya masih di bawah itu lo potensi cuannya bakal semakin besar. yang mana kalau di Corva ini itu masuk ke kategori innovators atau awal-awalnya lagi dari early adapters. Nah, dari [musik] sini ada tiga kemungkinan skenario yang bakal terjadi buat para innovators ini. Pertama, franchise-nya gagal. Mereka akhirnya boncos ya dan enggak balik modal. Yang kedua, franchise-nya stagnan. Ya, sebenarnya sales-nya ada tapi ya enggak oke-oke banget gitu ya. At rilis mereka bisa balik modal. Sama yang ketiga, franchise-nya sukses, viral, dan sales-nya itu bisa naik ratusan bahkan sampai ribuan persen. Nah, di kasus Mixway itu kan mereka sukses ya, mereka viral. Dan orang yang paling cuan adalah mereka yang beli franchise Mixway sebelum viral. Sales-nya tiba-tiba naik artinya kan potensi balik modalnya juga jadi lebih cepat. Bahkan kalau udah balik modal plus cuannya udah sesuai target, orang-orang ini bisa aja jual franchise-nya ke orang lain dan pindah ke franchise lain yang belum ramai. Di sisi lain karena viral value franchise mix-nya kan langsung naik ya. Si manajemennya bisa aja naikin harga franchise-nya karena demand yang meningkat. Nah, di sinilah mulai jebakan Batman-nya. Karena Viral dan FOMO, akhirnya ada tuh orang-orang yang beli franchise di harga pucuk berpikir kalau salesnya tuh bakal terus mantap ya si Mixway ini. Yang mereka enggak tahu ketika sesuatu udah viral tantangannya tuh bakal semakin banyak, kompetitor bakal makin banyak. Sekarang juga udah ada ya Bingsu dan es krim su-sue lainnya di luar sana dan juga pasar jenuh. Customer bosan dan beralih ke produk-produk viral lainnya. Bahkan yang lebih ngeri lagi, musuh loitor dari brand lain, tapi musuh lo juga adalah teman satu brand yang sama. Dan ini sering terjadi kayak kanibalisasi gitu. Franchiser sih senang-senang [musik] aja ya, buka banyak cabang karena ya omset total mereka tuh bakal naik. Tapi buat lo, buat orang-orang yang beli franchise-nya, cuannya itu jadi harus dibagi-bagi. Jadinya omset toko itu turun dan lu bisa rungkat. Kalau kita lihat kasusnya di Mixway lagi, cabangnya itu sebenarnya ada di mana-mana. Tapi banyak dari mereka yang akhirnya tutup juga karena persaingan antar outlet sendiri dan juga brand sejenis. Even di daerah gue aja sekarang [musik] ada MixU yang berdekatan banget, cuma beda 300 sampai 500 m doang antar lokasinya. Itu gila banget sih, dekat banget ya. Nah, yang jadi pertanyaan selanjutnya adalah apakah bisnis franchise itu buruk dan sebaiknya dihindari? Kita bakal coba bahas di section selanjutnya. Oke, guys. Sebelum lanjut, gua mau ngasih tahu info buat lu yang lagi ngerasa bingung, ngerasa stuck sama hidup akhir-akhir ini. Entah itu soal karir, pendidikan, hubungan, keluarga, pernikahan, atau hal-hal personal lainnya. Sekarang 1% tuh nyediain psikotes premium. Di dalam psikotes premium ada berbagai pilihan tes yang dirancang buat ngebantu lu lebih paham siapa sih diri lo sebenarnya supaya lu bisa ngambil keputusan hidup lu dengan lebih baik. Psikotes ini tuh ngegabungin berbagai jenis tes psikologi profesional. Jadi, setiap lu beli, lu bakal dapat beberapa psikotes disatuin reportnya jadi puluhan halaman untuk hasil yang akurat dan personal. Lu bisa baca puluhan halaman ini. Dan yang paling keren, kalau lu enggak ngerti atau lu ada pertanyaan, lu bisa dapat insight lanjutan lewat konsultasi bareng expert dari 1% langsung berdasarkan hasil tes lu. Langsung aja kunjungi 1.bio/psicotespremium buat info [musik] lebih lanjut. Kalau kita ngomongin apakah bisnis franchise itu baik [musik] atau buruk, itu sebenarnya baik buruknya tuh tergantung ya. Karena bisnis franchise itu sebenarnya tuh enggak seburuk [musik] itu dan enggak juga otomatis harus dihindari. Sama kayak bidang apapun, lu harus ngerti seninya, lu harus ngerti cara mainnya. Kalau di kasusnya franchise, lu harus jadi seorang kontrarian. Prinsipnya adalah di saat orang lagi serakah-serakahnya, justru di situ lo harus takut. Kalau lo mau sukses di bisnis franchise, lo [musik] enggak bisa tuh ngikutin apa yang emang lagi ramai atau viral kayak tadi di kasusnya Mixway ya. Karena kayak yang tadi gue jelasin, kemikiran besar lu cuma dapat ampasnya doang. Kompetisinya gila-gilaan, tapi untungnya tipis. Menjadi kontrarian itu artinya lo berani masuk ke bisnis yang fundamentalnya tuh udah bagus tapi belum viral. Artinya kalau diseriusin bisnis ini sebenarnya punya potensi yang bagus buat jadi hype. Jadi ibaratnya kalau di kurva tadi lu bisa fokus untuk menjadi innovators atau early adapter. Golongan orang yang join pertama di sana. Caranya gimana? Ya lu harus pintar-pintar baca tren. Jangan cuma lihat total cabang yang sudah ada sekarang, tapi lihat juga satu analisis produknya. Bagus atau enggak, punya pasar sendiri atau enggak. Jangan cuma lihat total cabang yang sudah ada sekarang, tapi lu bisa coba lihat juga misalnya dari produknya, lu coba analisis tuh produknya bagus atau enggak, punya marketnya sendiri atau enggak, dan sebenarnya tuh relevan sama tren industri di bidang itu juga atau enggak. Yang kedua, lu juga bisa coba lihat antriannya. Lu coba datang nih ke toko [musik] aslinya di sana lihat tuh ramainya tuh apakah karena emang produknya bagus atau settingan aja kayak banyak bazar gitu kan. Dan yang ketiga, cari tahu kepuasan dari mitra-mitra lama mereka. Mereka puas atau enggak? In general kritik dan opini mereka itu gimana sama brand itu ibaratnya? oke atau enggak. Selain dari itu, lo juga harus aware sama ciri-ciri franchise yang green flag dan layak lo invest. Misalnya yang support sistemnya tuh superior ya, enggak cuma jual gerobak, tapi juga ada pelatihan dan panduan operasional yang jelas. Haki juga terdaftar, legalitasnya aman dan enggak bakal digugat di tengah jalan. Dan juga yang ketiga, dan ini menurut gua yang paling penting adalah inovasi produk. Jadi enggak cuma ngadelin satu menu yang viral doang, mereka bakal terus berinovasi dan nyiptain produk-produk baru yang bisa menarik pasar dan menghindari pasar yang jenuh. Tapi di sisi lain kita juga harus realistis yang lo harus pertimbangin dengan jadi kontrarian lo itu benar-benar ngelawan arus. Resikonya juga gede banget buat lo gagal karena ya lo ada di franchise yang belum ramai banget. Tapi sekalinya lo bener, lo panen cuanya banyak. Lo masuk pas bisnisnya baru mulai naik. Jadi lo bisa ngerasain manisnya keutungan pas brand itu lagi tumbuh kencang-kencangnya. Dan akhirnya reward yang lu dapetin itu bakal jauh lebih gede, jauh lebih mantap daripada sekedar jadi pengikut franchise yang udah viral. At the end of the day, kalau mau masuk ke bisnis franchise itu sebenarnya enggak bisa asal-asalan. pengetahuan itu penting. Makanya lu harus mulai coba belajar dari sekarang. Banyak franchise yang gagal bukan karena bisnisnya jelek, tapi karena investor atau mitranya [musik] atau kita sendiri yang salah ekspektasi. Kita enggak bisa ngitung biaya bisnisnya dengan benar. Dan asal-asalan juga ya soal timing kapan kita harus beli franchise-nya. Jadi berhentilah jadi followers ya yang cuma ikut-ikutan hype. Mulai analisis, mulai jadi lebih kritis. Cek juga bottom line-nya, pelajari siklusnya dan jangan takut buat beda jalur dari kebanyakan orang. Karena 1% kita percaya hidup seutuhnya dimulai dari keinginan untuk mau berkembang setiap harinya termasuk buat bisa bikin keputusan-keputusan cerdas termasuk keputusan [musik] finansial lo. Kalau lo suka video yang kayak gini, kita juga pernah bikin video yang serupa ya. Lu bisa cek di video kita yang sebelah kiri atau lu juga bisa tonton rekomendasi kita yang ada di sebelah kanan. That's all for today. Gue Danang dari 1%. Jangan lupa bahagia dan jangan lupa hidup seutuhnya. Thanks. [musik]
Resume
Categories