Kenapa Menabung di Bank adalah Keputusan yang B*DOH?
ZtO7BYihlnI • 2025-12-26
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Baru-baru ini gue nemu data yang cukup
mind blowing. Ternyata dalam 5 tahun
terakhir 9,48 juta orang kelas menengah
di Indonesia resmi turun kelas. Banyak
dari mereka yang duit tabungannya di
bank itu dikit banget, bahkan ada yang
nol dan akhirnya jatuh ke level aspiring
middle class. Katanya warga Indonesia
makin susah nabung karena uangnya habis
untuk konsumsi sehari-hari dan juga
bayar cicillan. Karena kalau kita lihat
gaji kita ya sebenarnya segitu-gitu aja
dan harga-harga di pasar itu malah naik
gede-gedean. Dan menariknya kalaupun
mereka akhirnya bisa nih nabung di bank,
gua bisa bilang itu adalah keputusan
yang buruk. Kenapa? Karena ya nabung di
bank itu sebenarnya bikin nilai uang
kita menurun setiap tahunnya. Kok bisa?
Bukannya bank adalah tempat yang paling
aman buat menabung ya? Welcome to
psychology of finance by 1%. Hari ini
kita bakal bahas alasan kenapa menabung
di bank adalah keputusan yang bodoh.
Enjoy.
Welcome to psychology of finance.
Gua bisa bilang keputusan kita buat
menabung di bank itu salah. Kenapa?
Karena ya orang itu suka lupa ya sama
yang namanya inflasi. Contohnya gini,
Orto gue dulu suka cerita kalau mereka
dulu ketika pegang uang nih Rp75.000 itu
mereka udah bisa beli emas 1 gram di
tahun 98. Dan jujur gue iri ya sama
mereka karena hari ini kalau kita mau
beli emas itu harganya udah nyampai di
angka 2,4 jutaan udah lebih mahal buat
dapat emas 1 gram doang. Dan ini adalah
bukti nyata dari inflasi ya. Kalau dalam
Isal keuangan ini juga dikenal sebagai
time value of money. Jadi sebenarnya tuh
bukan emasnya yang makin mahal, tapi ya
emang nilai rupiah kita aja yang semakin
lemah karena kemakan inflasi. Nah,
masalahnya sistem tabungan bank
konvensional di Indonesia itu enggak
didesain buat ngalahin inflasi. Bunga
tabungan di bank konvensional itu kecil
banget, Guys. Umumnya cuma 0 sampai 2%
per tahun. Dan ini juga jarang banget
ya, bisa nyampai 2%. Belum dipotong
biaya admin yang biayanya tuh bisa
sampai Rp10.000 ya per tahun. Dan kalau
mau transfer ke rekening yang beda juga
ada lagi ya biaya admin dan pajak
sebesar 20%. Sedangkan angka inflasi
buat kebutuhan kita sehari-hari aja itu
parah sebenarnya. Harga beras aja udah
naik ya 5,8% sampai September kemarin.
Dan harga telur juga udah naik ya 7,3%
per Oktober kemarin. Bahkan kalau anak
lo masuk sekolah swasta itu uang
pangkalnya udah naik 10 sampai 15% per
tahun. Artinya real inflation yang kita
rasain itu bisa sekitar 6 sampai 15% per
tahun. Biar lo lebih kebayang lagi, gua
bakal coba simulasiin dari tabel yang
ada di layar ini ya. Lu bisa coba lihat.
Katakanlah lu punya uang nih, uang
dingin R juta, lo tabung di bank dengan
bunga 0% ya. Nah, dari situ lu enggak
dapat return tuh dalam bentuk bunga.
Dipotong biaya admin, tabungan lo sisa
Rp9.880.000.
Tapi karena inflasi gaya hidup itu naik
nih 6%, nilai uang lo sebenarnya turun
jadi Rp9.320.000.
Nah, jadi sebenarnya lo itu sekarang
udah rugi sekitar R79.000-an.
ribuan per tahun secara nilai ril. Dan
ini gila banget ya, dalam 1 tahun nilai
uang kita bisa turun sampai sebesar ini.
Jadi ibaratnya nih lu nabung di bank itu
duit lo itu secara angka agak nambah dan
daya belinya malah berkurang pula.
Bahkan angka minus itu tuh baru inflasi
barang belum ditambah depresiasi nilai
rupuyah terhadap dolar yang rata-rata
melemah sekitar 8% per tahun. Jadi kalau
lo hitung resiko ini sebenarnya tabungan
lo itu minus jauh lebih parah lagi. Dan
syukur-syukur juga ya kemarin dari Pak
Purbaya masih bisa ya ngejaga cers kita
biar enggak jeblok banget ke angka
17.000 di tahun ini. Nah, pertanyaannya
gimana nih cara biar kita bisa nabung
dan nabungnya itu enggak bikin boncos
bahkan kalau bisa itu nghasilin cuan
yang mantap ya. Kita bakal coba bahas di
section selanjutnya.
Oke, kalau bukan di bank, terus di mana
nih gue harus menabung supaya duit gua
itu enggak kegerus sama inflasi?
Jawabannya lo bisa taruh di instrumen
yang lebih modern kayak reks dana pasar
uang, RDPU atau reks dana pendapatan
tetap atau RDPT. Buat lo yang belum
tahu, RDPU ini tempat parkir terbaik
buat dana darurat. Kenapa? Karena
return-nya itu rata-rata 5 sampai 6% per
tahun. Pajaknya juga 0% ya, karena ini
bukan objek pajak dan sifatnya itu cukup
liquid. Bisa dicairin kapan aja kayak lo
ngambil duit di ATM. Tapi bedanya duit
ini lu berkembang biak setiap hari. Atau
kalau uang lu beneran dingin misalnya
tuh enggak dipakai 1 sampai 3 tahun ke
depan dan lo pengen return yang lebih
gokil buat ngalahin inflasi, lu bisa
coba upgrade ke RDPT. Simpelnya RDPT ini
uang yang dikelola sama manajer
investasi buat dibeliin obligasi atau
sukuk. Jadi secara enggak langsung lo
itu lagi minjamin duit lo ke negara atau
perusahaan besar dan return-nya lo bisa
dapat 7 sampai 9% per tahun atau bahkan
lebih tergantung dari produknya. Buat
contoh ril-nya nih gua juga baru baca
postingan tanggal 14 November 2025 ya di
Instagram-nya KIS Securitas. Iikisi baru
aja ngerilis tujuh reksa dana baru dari
manajer investasi kayak Trimega, PNM dan
juga Majoris. Kalau lu lihat produknya,
Trimegah Dana tetap syariah kelas A ini
bisa mencetak return sampai 9,01%
dalam setahun. Bayangin ya, 9% itu jauh
banget di atas bunga bank yang cuma 0
sampai 2% per tahun tadi. Bahkan return
segitu udah cukup buat ngebalap inflasi
harga di pasar tadi. Nah, terus buat lo
yang nyari kestabilan jika panjang, ada
juga PNM Dana Optima kelas A yang
performanya itu konsisten ya, tumbuh
7,9% per tahun. Atau kalau lo prefer
yang syariah dan fokus ke SBN, ada juga
opsinya Majoris sukuk negara Indonesia.
Nah, jadi pilihan lu ternyata bisa
lengkap banget di IC sih. Dan lu enggak
perlu seribut itu juga ya buat beli
produknya. Lu enggak harus datang ke
bank atau pergi ke mana gitu ya. Lu bisa
beli semua produk itu sambil rebahan
lewat aplikasi IKC. Dan menurut gue
aplikasi ini tuh sebenarnya bisa kasih
best deal banget ya ke lo buat
investasi. Karena so far tempatnya itu
aman diawasi juga ya sama OJK dan udah
pengalaman 50 tahun plus di pasar
global. Dan yang lebih gokilnya, biaya
transaksinya tuh paling murah
seI-Indonesia. Kemarin juga ada promo ya
V beli itu di 0,13% dan VI jualnya cuma
di 0,23% aja. Dan kebetulan IQC juga
sekarang lagi ada hadiah besar-besaran
ya buat lo yang pakai investasinya. Lu
bisa coba lihat di layar ya. Ini ada
kompetisi trading yaitu KIS Challenge
The Next Wave Special Edition. Hadiahnya
juga mantap-mantap ya dan sistem
hadiahnya ini first come first serve.
Artinya siapa cepat dia dapat. Dan per
hari ini masih ada spot ya buat lo yang
gerap dapetin hadiah utama BYD Denza D9.
Eventnya cuma sampai 30 Januari 2026. Lu
bisa cek sisa slot hadiahnya di
event.kis.co.id
atau lo bisa langsung aja ya klik link
yang ada di description box.
Pertanyaan selanjutnya, sampai kapan lo
harus nyisihin gaji buat investasi?
Apakah lo harus nabung terus-terusan
sampai usia pensiun? Jawabannya enggak.
Dan di sini gua mau share ya semacam
shortcut yang lebih efektif dari frugal
living buat pensiun dini. Namanya adalah
cos fire. Strateginya cukup simpel. Lu
cukup capek di awal buat kumpulin modal,
terus investasiin di tempat yang benar
dan habis itu lupain. Biarin uangnya
berlipat ganda sendiri. Sementara lo
fokus nikmatin hidup. Katakanlah lo
pengen pensiun 20 tahun lagi dan
hitungan kasarnya itu lo butuh dana
pensiun sekitar Rp1,5 miliar. Nah, lo
enggak perlu ngumpulin dana sampai R,5
miliar dari nisiin gaji lo setiap bulan.
Lo cukup kumpulin modal R200 juta aja di
awal. Habis itu tugas lo cuma cari
instrumen investasi dengan return
rata-rata 10% per tahun dan biarin
compound interest yang kerja keras buat
lu. Buat racikan investasinya, lu bisa
coba pakai strategi 404 40 1010 biar
target 1,5 miliar itu tercapai. Pertama,
40% lo investasi di saham bank raksasa
misalnya kayak BCA, Mandiri atau BRI.
Ini mesin utama pengembang biakan uang
lo. Kita nebeng suksesnya pertumbuhan
ekonomi Indonesia lewat saham bank
raksasa yang fundamentalnya tuh kuat dan
rajin bagi dividen. Contohnya nih, baru
banget BBRI ngumumin dividen interim
buat tahun 2025. Estimasi yield-nya bisa
sampai 5,59%. Bayangin ya lu udah megang
sahamnya, harganya juga berpotensi naik
dan lu dikasih duit jajan yang rutin
sama BBRI. Ini namanya passif income
beneran. Dan enaknya lu bisa beli
praktis saham ini langsung di aplikasi
IKC. Nah, yang kedua 40% lainnya lu bisa
investasi di RDPT. Banyak orang yang
ngeremehin invest di Reksadana karena
return-nya tuh lebih kecil dari return
saham yang bisa puluhan persen. Padahal
kalau lu lihat portofolionya orang kaya
ya misalnya kayak Reidalio atau Gereja
Vatican, mereka paling banyak itu invest
sebenarnya di obligasi. Jadi obligasi
itu ibarat rem ya yang pakem buat
portofolio lo. Pasar saham lagi anjlok,
obligasi ini yang bakal bikin batin lo
tetap tenang karena kasih cash flow yang
cenderung lebih stabil. Nah, di IKC
sendiri lu enggak perlu ribet ya
belinya. Lu bisa beli RDPT ini kayak
Trimegah atau PNM yang sudah kita bahas
di chapter sebelumnya. Isinya udah inut
obligasi pemerintah dan korporasi
pilihan. Jadi, portofolio lo bakal lebih
tahan banting lagi sebenarnya. Dan yang
ketiga, 10% lo bisa coba investasi di
trading saham. Kalau lo mau konsep yang
high risk dan high return, lu bisa coba
alokasiin sekitar 10% uang lo buat
trading saham. Jangan ganggu dana
pensiun yang 80% tadi. Kenapa? Karena
kalau analisis lo benar, porsi kecil ini
yang bisa ngasih return yang bakal
nge-boost total kekayaan lo secara
signifikan. Tapi kalau analisis lo
salah, uang yang hilang ini enggak
terlalu berdampak signifikan sama dana
pensiun loh. Dan kebetulan banget juga
ya, IC lagi ngadain KIS Challenge the
next wave. Dan ini kompetisi trading
yang hadiahnya itu enggak main-main.
Nah, jadi lo bisa pakai porsi 10% ini
buat asah skill analisis technical lo
dan syukur-syukur kalau lo menang
kompetisi dan dapat hadiah utama
mobilnya tadi ya. Cek aja langsung sisa
slot hadiahnya di website-nya ya.
Event.c. ksi.co.id atau klik link yang
ada di description boxnya. Dan yang
keempat, 10% terakhir lo bisa investasi
di emas atau Bitcoin. Ini adalah aset
pelindung nilai ya. Lu bisa pilih emas
yang konservatif atau Bitcoin kalau lo
percaya digital gold. Dan ingat ya,
fungsi mereka di sini cuma sebagai
asuransi atau hedging. Kalau ekonomi
dunia hancur, aset ini bakal nyelametin
lo. Nah, tapi karena sifatnya itu
spekulatif dan enggak ngasih lo dividen
atau bunga, porsinya itu kalau bisa
jangan kegedean. Jadi bayangin ya cuma
dengan modal R00 juta itu lo investasiin
pakai resep ini, terus lo lupain enggak
usah ditambah dan ggak usah diambil. Pas
lo cek nih 20 tahun kemudian tahu-tahu
itu udah berkembang sendiri duitnya itu
jadi 1,5 miliar lebih. Asik ya. Urusan
penan lo udah kelar di depan. Gaji lo
bulan depan bebas deh misalnya mau
dipakai buat ngopi, traveling, atau beli
HP baru. Karena ya masa depan lo udah
aman dan lu enggak harus nabung lagi. At
the end of the day, inti dari video ini
sebenarnya gua mau ngajak lo buat ngubah
mindsetnya. Bank itu bukan gudang
penyimpan kekayaan ya. Simpan uang di
bank secukupnya aja. buat operasional lo
bulan ini dan uang dingin lo bisa
investasiin di tempat lain lewat
aplikasi kayak IKC. Jadi mulai hari ini
coba cek lagi ya mutasi rekening lo. Cek
lagi di mana uang nganggur lo berada dan
coba mulai belajar investasi biar jeri
payah lo enggak sia-sia. Jadilah
investor yang cerdas bukan penabung yang
lugu. Dan kalau lo suka video-video
finansial kayak gini, lu bisa coba cek
aja ya. Ada satu segmen di kita namanya
PL of Finance. Lu bisa cek dan klik
videonya di sebelah kiri atau lu juga
bisa cek rekomendasi kita yang ada di
sebelah kanan. That's all for today. Gue
Danang dari 100%. Jangan lupa bahagia
dan jangan lupa hidup seutuhnya.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 01:57:01 UTC
Categories
Manage