Kind: captions Language: id Jakarta itu kota metropolitan yang selalu ramah. Tiap hari orang selalu sibuk dengan meeting, [musik] networking, atau sekedar clubbing buat nikmatin hidup. Bahkan macet juga panjang ya, bisa sampai tengah malam. Kalau kita perhatiin orang-orang di kota-kota besar ini kebanyakan masih have aja jalanan hidup. Masih single tapi enggak sendirian, pergaulan luas dan juga bebas. Kibasanya juga makin aneh aja gitu dalam urusan percintaan. Tapi ternyata datang ngebuktiin kalau 51% [musik] warga Jabet Tabek yang usianya di bawah 40 tahun itu ngaku kalau mereka merasakan kesepian. Ini bukan cuma terjadi di Jakarta aja. Kota-kota besar lainnya juga punya masalah yang sama. Pertanyaannya, kenapa sih makin ke sini makin banyak orang yang ngerasa kesepian? Kenapa ramainya perkotaan malah bikin kita kesepian? Dan yang terpenting apa dampaknya buat kita semua? Welcome to kelas kehidupan by 1%. Hari ini kita bakal bahas tentang kesepian. Enjoy [musik] penyebab terbesar masalah kesepian di perkotaan adalah karena budaya modern yang individualis. Kerja super keras sebagai kuda sampai gak ada waktu buat sosial life. Sibuk sama urusan masing-masing. Pertamanan juga yang cuma basa-basi. Mungkin di perkotaan lu bakal kenal sama ratusan orang baru. Tapi budaya individualis ini bikin kita ngerasa enggak dekat secara emosional sama ratusan orang itu dan berakhir kesepian. Kesepian ini terjadi di semua orang ya. Mau lo kaya atau miskin, kerja di corporate atau di pabrik, lo rentan ngalamin kesepian ketika lo enggak bisa bangun koneksi emosional sama orang-orang di sekitar lo. Belum lagi di kota besar kayak Jakarta banyak perantau dari kampung yang mengadu nasib di sini. Mereka jauh dari keluarga, jauh dari teman, bahkan pasangan. Dan mereka kudu survive tinggal di lingkungan yang mungkin bisa 180 derajat. Berbeda sama kampung halamannya. Nah, terus apa yang terjadi ketika orang-orang ini kesepian di Jakarta? Yes. Mereka bakal nyari hiburan di kota ini. Ada yang tiap weekend jalan-jalan ke mall atau ke Blok M. Ada juga yang main padel ya atau lari culture di GBK sampai kemaksain beli barang-barang mahal kayak iPhone 17 biar dianggap keren sama orang-orang di sekitarnya. Dari semua cara coping stres yang dilakuin, ada satu cara yang menurut gua ini cukup unik buat kita bahas, yaitu liburan ke pedesaan [musik] buat healing. Di kasus warga Indo sekarang mungkin kita bisa lihat ya, banyak orang yang obses banget buat liburan ke Jogja atau Bali. Enggak jarang juga ada yang rela ngutang ya demi traveling. Tapi apakah kesepiannya sembuh setelah liburan? Enggak juga cuy. 64% orang yang balik setelah liburan itu justru jadi stres dan kesepian lagi setelah liburan. Perasaan senang waktu liburan itu cuma bentaran doang. Kita jadi stres lagi karena harus balik ke kehidupan nyata. Meskipun banyak orang yang meromantisasi hidup slow living di Bali atau Jogja, tapi faktanya tingkat bunuh diri di desa justru 4,5 kali lebih tinggi dibandingkan di kota. Kenapa? Karena ya hidup di desa itu enggak lepas dari masalah struktur sosialnya. Di kota besar, apalagi lo kalangan menengah ke atas, lo punya privilege dari budaya individualis mereka, yaitu [musik] orang di sekitar lo itu enggak akan kenal siapa lo dan enggak akan peduli juga tentang hidup lo. Meskipun individualis ini bikin kesepian, tapi seenggaknya kagak ada orang yang gosipin lu. Tetapi kalau di desa privasi itu barang langka. budaya gosip di desa bikin [musik] apa aja bisa dikomentarin lu gagal sedikit atau misalnya punya setitik gitu ya aib satu kampung pasti bakal tahu soal itu. Nah, rasa malu yang muncul karena budaya ini bikin tekanan sosial di desa itu jadi lebih berat sampai banyak yang akhirnya menarik diri dan [musik] jadi kesepian bahkan akhirnya ya meninggal. So, apakah maksain bertahan di perkotaan adalah solusinya? Sebenarnya sih enggak juga karena bisa jadi enggak ada yang lebih baik antara perkotaan dan pedesaannya. Karena menurut gua sendiri emang kedua tempat ini punya pros and cons-nya masing-masing. Di pedesaan mungkin ada budaya gotok royong yang kuat ya, tapi tekanan sosialnya juga lumayan berat dan lu udah pasti at some point bakal digosipin kalau ada masalah. Nah, di perkotaan mungkin orang-orangnya itu individualis jadi jarang ada yang nyinyir ya karena mereka sibuk sama urusannya sendiri. Tapi buat beberapa orang, kesepian di tempat ramai itu jauh lebih menyakitkan daripada kesepian di tempat sepi. Kalau di desa tertekan sama gosip tetangga dan di kota kesepian dalam keramaian, akhirnya banyak anak muda yang milih jalan ketiga, yaitu menarik diri sepenuhnya. Atau kalau di Jepang ini disebut hiki Komori. [musik] Hiki Komori adalah kondisi ketika seseorang mengurung diri di kamar. enggak mau sekolah, enggak mau kerja, enggak mau ketemu langsung sama orang lain selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Banyak orang salah paham soal Hiki Komori. Hiki Komori itu lebih deep dari sekedar malas. Penyebab utamanya seringkiali bukan kemalasan, tapi takut kegagalan. Di zaman sekarang standar sukses itu gila banget. Lu harus lulus cepat, dapat kerjaan yang bagus, terus juga gajinya harus gede, bisa nikah, bisa punya anak, sampai ke punya rumah, dan juga punya mobil yang bagus. Banyak orang yang enggak tahan sama tekanan-tekanan ini dan akhirnya mereka memilih buat menarik diri dari lingkungan sosial ke dunia online. Internet biasanya jadi tempat pelarian yang sempurna bagi para hikiori. Karena mereka bisa dapat hiburan dan interaksi sosial tanpa harus khawatir bakal dijudge kayak di dunia nyata. Tapi ini tuh sebenarnya bukan sesuatu yang baik ya. Karena ya semakin lama seseorang mengurung diri mereka jadi semakin takut buat keluar rumah. Bahkan di Jepang sendiri ada istilah masalah 8050 yang artinya orang tua umur 80 tahun itu harus ngurus anak Hikomori umur 50 tahun. Banyak juga akhirnya ya kasus 8050 ini yang berakhir tragis saat orang tuanya meninggal dunia. Sang anak juga milih bundir karena ia menganggap dirinya diterlantarkan sama orang tuanya sendiri. Meskipun di Indo enggak separah di Jepang, tapi ada riset yang bilang kalau 40% siswa di Bandung juga punya kecenderungan Hihiomori. Dan sama kayak Jepang, akibat yang paling nyeremin dari isolasi ekstrem ini adalah karena [musik] mungkin data resmi kepolisian Indo cuma nyatat ada 600 sampai 1000 kasus bundir di Indo per tahun. Tapi ini sebenarnya ibarat gunung es ya. Ini angka yang kelihatan di permukaannya aja. Karena kalau kita cari lebih dalam sebenarnya tuh kasus di Indonesia itu bisa [musik] jadi lebih banyak dari apa yang secara formal sudah tercatat. Bahkan juga ada riset yang bilang kalau masih ada 859,1% kasus yang enggak tercatat di Indonesia. yang artinya bisa jadi banyak anak kiki komori di Indonesia yang meninggal dunia karena bunuh tapi kasusnya itu enggak dilaporin. Oke, guys. Sebelum lanjut, gua mau ngasih tahu info buat lu yang lagi ngerasa bingung, ngerasa stuck sama hidup akhir-akhir ini. Entah itu soal karir, pendidikan, hubungan, keluarga, pernikahan, atau hal-hal personal lainnya, sekarang 1% tuh nyediain psikotes premium. Di dalam Psikotes Premium ada berbagai pilihan tes yang dirancang buat ngebantu lo lebih paham siapa sih diri lo sebenarnya supaya lo bisa ngambil keputusan hidup lu dengan lebih baik. Psikotes ini tuh ngegabungin berbagai jenis tes psikologi profesional. Jadi setiap lu beli lu bakal dapat beberapa psikotes disatuin reportnya jadi puluhan halaman untuk hasil yang akurat dan personal. Lu bisa baca puluhan halaman ini. Dan yang paling keren, kalau lu enggak ngerti atau lu ada pertanyaan, lu bisa dapat insight lanjutan lewat konsultasi bareng expert dari 1% langsung berdasarkan hasil tes lu. Langsung aja kunjungi 1.bio/psicotespremium buat info lebih lanjut. Ada beberapa orang yang bilang kalau penyebab kesepian itu karena kepribadian introvert. Tapi nyatanya introvert dan kesepian itu beda. Enggak semua introvert itu kesepian dan enggak semua penyebab kesepian adalah karena perilaku introvertnya. Introvert itu tipe kepribadian. Ibaratnya mungkin teman lu dikit tapi ya lu oke-oke aja gitu dengan hal itu karena ya lu memang lebih nyaman buat menghabiskan waktu sendirian. Tapi kalau kesepian adalah kondisi mental kita. Ada gap antara hubungan sosial yang kita harapin sama kenyataan yang kita terima. Ada orang yang tetap merasa kesepian walau punya 100 teman karena ya mereka berharapnya bisa punya teman yang dekat ya buat curhat. Tapi aslinya enggak ada yang dekat satuun. Artinya apa? Meskipun lovert habis, kalau lo enggak nyaman sendirian, ya lo bakal kesepian. Dan menariknya, orang yang kesepian itu biasanya pernah ngerasain perih atau nyeri di bagian dada. Dan itu bukan lebai ya, rasa sakitnya itu beneran ada. Dan kalau dianalogiin itu rasa sakitnya mirip kayak kalau kulit lo kesiram air panas atau kita kena pukul. Nah, kalau dibiarin berlarut-larut ini bisa ningkatin resiko lo kena darah tinggi, stroke, atau bahkan serangan jantung. At the end of the day, masalah kesepian itu enggak bisa kita anggap remeh ya, Guys. Jangan anggap ini cuma fase galau atau sensitif aja. Kalau biarin rasa kesepian itu sampai jadi kronis, tubuh bagian dalam lo pelan-pelan tuh bakal sakit. Jadi, ada beberapa solusi juga yang bisa coba lo lakuin. Yang pertama, lo perlu ubah mindset lo dulu. Berhenti lihat interaksi sosial itu sebagai hal yang buang waktu. Lihat itu sebagai kebutuhan biologis primer. Sama kayak makan dan tidur. Makan dan tidur kan itu suatu kebutuhan ya. Nah, sama ketemu orang, interaksi sosial itu juga kebutuhan lu yang sama kayak makan dan tidur. Yang kedua juga lu bisa coba mulai terima realita kalau struktur sosial zaman sekarang itu emang bikin kita gampang rasa kesepian. Jadi, ya cari teman itu emang butuh ekstra effort [musik] ya. Enggak bisa. Kita cuma nunggu aja ada orang yang nyamperin kita terus ngajakin kita berteman. Kita sebenarnya tuh enggak harus punya 100 teman yang dekat ya. Mungkin cukup aja satu atau dua di mana lu bisa jadi diri sendiri tanpa takut dijudge. Dan akhirnya dari situ kan lu bakal ngerasain yang namanya psychological safety dan ini udah cukup buat nurunin level stres di tubuh lu. Atau opsi lainnya lu bisa juga coba third place versi [musik] lu. Misalnya ya lo join komunitas buku atau komunitas lari ya di culture kayak di GPK gitu. Kebetulan juga di 1% ada Good Live membership di mana teman-teman members saling ngobrol di chat atau ketemu di weekly gathering. Bahkan kita juga bikin khusus support grup buat lo yang butuh tempat curhat aman dan juga nyaman. Buat lo yang tertarik bisa cek aja ya di website kita atau klik link yang ada di description box [musik] udah gue taruh linknya di sana. Karena pada akhirnya obat dari kesepian itu bukan keramaian apalagi pindah tempat. Tapi ini semua tentang rasa nyaman sama diri lo sendiri. Lu bisa nyaman dan menerima ketika lo harus sendirian. Btw, 1% juga pernah bikin video ya tentang cara mengatasi rasa kesepian. Jadi kalau lo masih penasaran buat ngadapin cara kesepian, lu bisa langsung aja ya tonton videonya di sebelah kiri atau lo juga bisa coba tonton rekomendasi kita yang ada di sebelah kanan. Best all for today. Gua Danang dari 1%. Jangan lupa bahagia dan jangan lupa hidup seutuhnya. Thanks. [musik]