Kenapa Kerja Di BUMN dan PNS Makin GAK MENARIK?
fqSMPmP971M • 2025-11-01
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Selama puluhan tahun kayaknya kita semua di Indonesia hidup dengan satu kepercayaan yang sama. Kalau lo mau hidup aman, terjamin, dan dapat respect dari [musik] calon mertua, golden tiketnya adalah kerja jadi PNS atau di BUMN. Itu adalah simbol stabilitas, kerjaan yang paling aman di [musik] tengah gejolak ekonomi. Lo mungkin enggak akan kaya dalam 1 malam gitu, enggak akan kaya cepat. Tapi lu dapat janji kerjaan yang stabil dan lu bisa kerja sampai pensiun. Tapi menariknya [musik] coba deh lohat apa yang terjadi di 2025 ini di Kementerian Keuangan. Menteri baru kita Pak Purbaya meningkat habis budaya kerja lama di Kemenku Keyu. Dia sidak ke kantor Bea Cukai bikin hotline pengaduan publik yang sudah diserbu 15.000 lebih laporan dan enggak segan ngancam mecat pegawai [musik] yang main-main. Di BUMN aturannya lebih gila lagi. Tiba-tiba orang bule atau warga [musik] negara asing itu bisa jadi direksi. K yang terjadi di Garuda, BUMN Raksaka sekelas Telkom, direktur utamanya aja diimpor langsung dari pesaing utamanya yaitu Exel Asata. Bank-bank besar juga lagi dipressure habis-habisan. Katanya penyerapan 55 triliun di Bank Mandiri udah habis. Yang artinya [musik] ini orang-orang Bank Mandiri kayaknya sih lagi kerja bagai kuda banget ya. Karena 55 triliun itu udah habis katanya serapatnya. Dan menariknya ada juga satu [musik] riset dari BCA Securitas yang mana mereka itu bilang kalau 200 triliun yang digelontorkan itu sebenarnya bukan buat liquidity ke pasar, tapi lebih ke buat menantang bank-bank di Himbara supaya lebih profitable dari sebelumnya. Intinya sih pemerintah lagi agresif banget ya buat restrukturisasi BUMN dan katanya sih ada estimasi 120.000 pekerja [musik] berpotensi bakal terdampak PHK. Loh, kok enggak jadi aman? Kok BUMN jadi malah kayak swasta gini? Apakah bubble dari BUMN dan PNS ini akan pecah seperti bubble startup yang awalnya dijanjikan gaji besar lalu di lay habis-habisan? Welcome to Jurnal Investigasi By 1%. Hari ini kita bakal coba bongkar tiga goncangan dahsyat yang jadi alasan kenapa pilar-pilar yang bikin kerjaan ini idaman lagi dibongkar paksa satu persatu. Enjoy [musik] [musik] Goncangan pertama terjadi di pilar yang paling dibanggain yaitu badan usaha milik negara alias BUMN. Mitos lama yang bilang BUMN itu adalah entitas yang geraknya lambat terlindungi dan jadi semacam ekosistem tertutup buat orang lokal itu sebenarnya sekarang lagi dihancurkan. Kenapa? Karena pemerintah sekarang lagi memprioritaskan daya saing global di atas sentimen nasionalis. Dan ini punya tiga konsekuensi langsung yang harus lo tahu. Pertama, warga asing bisa punya jenjang karir di BUMN. Contoh paling kasat mata adalah penunjukan dua warga negara asing, Balagopal Kunduvara dan juga Neil Raymond Mills ke jajaran direksi Garuda Indonesia. [musik] Ini sinyal yang jelas banget ya, tujuannya buat manfaatin pengalaman luar biasa kedua orang ini ya di standar bisnis global. Buat karyawan BUMN yang ambisius, ini sinyal yang sebenarnya tuh bikin cemas. Kenapa? Karena ya lo enggak lagi bersaing sama teman sangkatan lo sekarang. Lo sekarang bersaing sama Global yang pengalamannya mungkin udah lebih luas dan lebih lama dari lu. Mimpi buat jadi seorang manajer di BOMN mungkin bakal makin susah dicapai karena persaingannya juga bakal semakin ketat gitu sama orang-orang luar. Kedua, BUMN merekrut pimpinan perusahaan pesaing di sektor swasta. Contoh paling gokil dan jadi omongan di mana-mana adalah penunjukan Dian Siswarini yang satu dekade penuh jadi presiden, direktur, dan CEO XA Asata diangkat jadi direktur utama PT Telkom Indonesia. Bayangin ya, bos pesaing utama lo yang puluhan tahun lo lawan di pasar, sekarang jadi bos lo. Ini bukan cuma ganti strategi ya sebenarnya. Ini adalah impor budaya korporat biar jadi lebih gesit kayak kompetitor. Karyawan lama yang biasa dengan cara BUMN yang santai, byure, sekarang dipaksa untuk ikut pola pikir swasta yang lebih agresif, ngejar profit dan juga high pressure. Ketiga, janji kerja sampai pensiun itu udah enggak ada lagi. Agenda konsolidasi restrukturisasi BUMN yang agresif dari pemerintah bikin pemutusan hubungan kerja alias PHK itu jadi ancaman yang benar-benar nyata sekarang. Tujuannya sih efisiensi ya dan kita semua juga udah tahu tinggal nunggu aja waktu sampai akhirnya terjadi gitu. PHK massel forum serikat pekerja BUMN bahkan udah ngasih estimasi lebih dari 120.000 pekerja berpotensi terdampak dari konsolidasi ini. Dan ini sebenarnya sudah kejadian ya di PT Kereta Api Indonesia K. sebuah BUMN katanya udah mengurangi tenaga kerjanya sebanyak 1800 karena digitalisasi hingga hari ini. Goncangan kedua datang dari sistem budaya PNS. Stereotype PNS gabut yang kerjanya itu nganggur atau santai ini lagi dimatiin secara sistematis. Contoh paling ekstrem bisa kita lihat dari jantungnya negara Kementerian Keuangan di bawah Menteri Keuangan Baru Pak Purbaya. Gayanya itu jadi lebih agresif dan juga lebih direct. Dua institusi negara yang paling vital, ada Dirjen Bea Cukai dan juga Dirjen Pajak lagi disikat habis-habisan sama Pak Purbaya. Kemarin Pak Purbaya sempat viral gara-gara sidak ke kantor Dirjen Pajak. Dia nangkap basah seorang pegawai perempuan yang pas jam kerja itu malah asik olahraga gitu, main Poundfit. Dan lu juga bisa lihat ya, berita dan videonya udah ada di mana-mana. Enggak cuma itu, Pak Purbaya juga bikin hotline WhatsApp lapor Pap Purbaya dan enggak lama setelah diluncurin langsung diserbu 15.933 pesan aduan. [musik] Mayoritas sih soal keluhan perilaku pejabat Bea Cukai ya. Dan gua yakin kayaknya jumlah laporannya per video ini di-upload udah nambah sih ya, lebih dari R.000. Respon Pak Purba ini sebenarnya jelas. Dia bentuk tim khusus buat investigasi dan janji bakal sanksi berat orang-orang yang melanggar peraturan. Dia secara terbuka ngancam akan memecat setiap pejabat pajak atau Bea cukai yang ditemukan menyimpang. Ancamannya Pak Purbaya pun juga sebenarnya enggak main-main ya. Lu bisa coba lihat juga statement dia yang ini. Walaupun katanya mechat pegawai negeri susah, saya akan pecat. Saya persulit hidupnya. Masa nongkrong di Starbucks berpakai seragam gak kira-kira lu. Bahkan kemarin gua sempat lihat ada video netizen yang sebel gitu karena bapak-bapak kemainq di Medan kelihatan santai-santai sambil makan. Buat gue sih sebenarnya ini lucu ya karena ya di satu sisi masyarakat jadi lebih proaktif nelaporin ke Pak Purbubaya. Tapi di sisi lain ini bisa jadi cukup risky dan menimbulkan kesalahpahaman juga sih ya. Karena ya bisa jadi sebenarnya ini si bapak-bapak KemenQ cuma lagi makan siang gitu ya di jam istirahat which isus itu kan sebenarnya normal ya makan siang di jam istirahat tapi intinya yang dilakuin Pap Purb ini sebenarnya cukup game changer. Kalau dulu pejabat itu yang punya kuasa ya atas publik tapi sekarang setiap warga negara dengan smartphone adalah pengawas yang potensial. Ini bikin kerjaan itu jadi super stres dan lu harus defensif ya dan ini enggak bisa main-main lagi. Dan matinya PNS gabut ini enggak cuma terjadi di KemenQ. Ini juga terjadi di semua lini aparatur sipil negara atau ASN. Pemerintah memang baru aja nerapin kenaikan gaji PNS sebesar 8% sampai 12% yang mana ini kalau kita lihat dari luar itu bagus ya ada kenaikan gaji. Secara resmi narasi pemerintah adalah kenaikan ini terikat sama sistem total reward baru. Tujuannya tuh jelas ya ngasih imbalan buat kinerja dan mendorong profesionalisme. Ini sebenarnya cara halus ya buat bilang kalau kompensasi itu bukan lagi soal senioritas tapi soal produktivitas. Jadi kalau lo kagak produktif meskipun lo senior ya lo gak akan dapat bonus gitu, gak akan dapat reward. Tapi kalau kita coba baca dari kacamata makro ini bisa jadi ada agenda kedua. Ada yang bilang [musik] ini bisa jadi semacam quantitative easing terselubung. Ini adalah cara halus dalam tanda kutip ya pemerintah buat nyuntik duit ekonomi biar belanja ritail jalan. kayak stimulus 200 triliun yang disuntik Papurbaya ke Bank-bank Imbara yang artinya sebenarnya ini bisa jadi pedang bermata dua. Di satu sisi ini bisa menjadi rayuan yang menarik ya buat menuntut kinerja yang lebih tinggi di para orang-orang BUMN atau PNS. Tapi di sisi lain ini adalah alat dalam tanda kutip kebijakan ekonomi buat ngebantu [musik] pertumbuhan. Tapi sebenarnya intinya tetap sama. Era duduk diam di tempat atau gabut terus dapat duit itu udah selesai. Lu enggak bisa lagi cuma hadir tapi enggak kerja. bakal ada peraturan baru ya yang lu bisa coba lihat juga di layar yang secara ekspesit itu bilang kalau fleksibilitas kerja atau WFH itu tuh sebenarnya bukan hak para PNS. Itu adalah hak istimewa yang bisa aja dicabut kalau [musik] kinerja lo itu jelek dan tujuannya itu buat ningkatin produktivitas ya bukan buat kenyamanan. Jadi ya selamat datang ya di era baru PNS. Kerja bagai kuda. Diawasi publik 24/7. lo benar-benar harus jaim dan bayaran lo sangat tergantung sama hasil kerja lo. Oke, guys. Sebelum lanjut, gua mau ngasih tahu info buat lo yang lagi ngerasa bingung, ngerasa stuck sama hidup akhir-akhir ini. Entah itu soal karir, pendidikan, hubungan, keluarga, pernikahan, atau hal-hal personal lainnya, sekarang 1% tuh nyediain psikotes premium. Di dalam Psikotes Premium ada berbagai pilihan tes yang dirancang buat ngebantu lo lebih paham siapa sih diri lo sebenarnya supaya lo bisa ngambil keputusan hidup lu dengan lebih baik. Psikotes ini tuh ngegabungin berbagai jenis tes psikologi profesional. Jadi, setiap lu beli, lu bakal dapat beberapa psikotes disatuin reportnya jadi puluhan halaman untuk hasil yang akurat dan personal. Lu bisa baca puluhan halaman ini. Dan yang paling keren kalau lu enggak ngerti atau lu ada pertanyaan, lu bisa dapat insight lanjutan lewat konsultasi bareng expert dari 1% langsung berdasarkan hasil tes lu. Langsung aja kunjungi 1.bio/psicotespremium [musik] buat info lebih lanjut. Nah, sekarang pertanyaannya kenapa tiba-tiba di tahun 2025 ini BUMN dan PNS diobrak-abrik kayak gini? Ini adalah goncangan ketiga dan ini adalah akar dari semua masalah yaitu konteks makroekonomi. Sederhananya era uang gratis dari APBN itu sebenarnya sudah selesai. Kemarin juga sempat ramai ya, ada berita kalau Pak Purba ini enggak mau bayar utang atau kerugian dari Wush. Sikap ini kemungkinan besar bakal nge-pressure KAI dan menteri-menteri lain yang berkaitan sama Project Push. Pemerintahan baru ini pada dasarnya mereka jauh lebih hati-hati ya soal kebijakan fiskal. Mereka mau memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan itu efektif. Dulu mungkin belanja negara itu gampang banget ya. Nah, sekarang ruang politik buat belanja populis yang enggak diawasi [musik] itu makin sempit. Para ekonomi juga sudah mengkritik keras ya. Stimulus yang dianggap menambal ban bocor dengan stoletip itu beresiko dan menciptakan gunung utang bagi generasi mendatang. Tekanan fiskal yang berat ini yang akhirnya diterjemahkan jadi tekanan ke lembaga pemerintahan dan BUMN buat motong biaya jadi lebih efisien dan membuktikan kalau mereka itu enggak mau buang-buang duit. PHK di BUMN, matrik kinerja di PNS, sidak Pak Purbaya, itu semua sebenarnya bukan kebijakan yang random ya terjadi di Indonesia. Itu adalah konsekuensi logis dan langsung dari realitas makroekonomi yang baru ini. Pemerintah sekarang sudah mulai beroperasi kayak sebuah perusahaan besar ya yang apa-apanya tuh harus lebih diawasi secara [musik] ketat. Kementerian PNS dan juga BUMN itu enggak lagi cuma dilihat sebagai penyedia layanan publik. Mereka sekarang dilihat sebagai call center pusat biaya atau profit center pusat laba. Di bawah logika baru ini, departemen yang kagak [musik] efisien itu bakal direstrukturisasi. Lini bisnis yang kagak menguntungkan itu bakal dipotong. Dan karyawan yang kagak produktif itu bakal diberhentikan. At the end of the day, buat lo angkatan 2025 yang sekarang masih cari kerja, PNS dan BUMN yang dulu udah kagak ada lagi. Apa yang terjadi sekarang adalah sebuah kesepakatan baru yang jujur aja jauh lebih enggak menarik dari sebelum-sebelumnya. Lo tekanan yang tinggi dan ketidakamanan yang sama kayak di sektor swasta. Tapi lo belum tentu dapat imbalan gaji yang tinggi atau kelincahan organisasi yang setara kayak di swasta. Stabilitas yang dulu jadi hal menarik juga sekarang sudah mulai perlahan hilang ya sedikit demi sedikit. Pilihan lo sekarang bukan lagi antara pekerjaan swasta yang beresiko atau pekerjaan publik yang aman. Pilihan lo sekarang adalah antara memilih pekerjaan beresiko ke mana yang mau lo ambil. Jadi kalau lo udah prepare nih mau masuk ke BUMN atau ke PNS [musik] silakan ya. Tapi siap-siap mental. Ini bukan lagi tempat buat cari kerjaan santai atau pelabuhan yang aman gitu ya buat lo. Gimana menurut lo? Ada pendapat lain? Coba ceritain ya di kolom komentar. Dan buat lo yang pengen dalamin alasan apakah lo harus resign atau enggak, lo bisa coba tonton video ini ya di sebelah kiri. Atau buat lo yang pengin lebih dalam soal Papurbaya, kita bahas si Menteri Koboy bisa cek video yang sebelah kanan. That's all for this video. Thank you dan sampai jumpa di video selanjutnya. Thanks.
Resume
Categories