RESESI: Orang Kaya Bakal MAKIN KAYA di Tahun 2026!
6GRFk9CfxcI • 2025-10-05
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Belakangan ini ada yang aneh sama
berita-berita ekonomi. Di satu sisi,
pemerintah kita dengan bangga ngumumin
kalau ekonomi Indonesia itu tumbuh kuat
banget, katanya sampai 5,12%. Angka ini
bikin semua orang kaget karena bagus
juga ya dibandingkan sama negara lain.
Tapi di sisi lain kok teman-teman kita
banyak yang kena PHK, laungan kerja
makin susah, berita soal pabrik tutup
ada di mana-mana, dan banyak juga media
yang skeptis dengan data pertumbuhan
ekonomi tersebut.
Harga Mas Batangan Antam naik Rp18.000
R000 per gram dan menyentuh di angka
Rp2.60.000 per gram.
[Musik]
Uniknya keanehan ini tuh bukan cuma
terjadi di Indonesia doang, tapi juga di
Amerika Serikat. Di mana US juga baru
merevisi data-data ekonomi mereka. Data
jumlah pekerjaan baru yang awalnya
kelihatan bagus banget tiba-tiba
dikoreksi dan hasilnya jauh lebih buruk.
Dan kejanggalan ini juga terjadi di
Indonesia. Tiba-tiba Menteri Keuangan
yang baru dilantik, Pak Purbaya, dia tuh
ngumumin kebijakan buat mindahin dana
pemerintah sebesar R00 triliun dari Bank
Indonesia ke Bank BUMN.
Katanya sih biar banyak uang beredar di
masyarakat supaya ekonomi makin gerak.
Bank Indonesia juga udah ngelakuin
pemotongan suku bunga berturut-turut.
Tapi kalau kita pikir-pikir bentar ya,
kok agak aneh. Bukannya nyuntik duit
gede-gedean, terus potong suku bunga tuh
biasanya dilakuin pas ekonomi lagi buruk
ya, lagi lesu, lagi jelek-jeleknya.
Kalau ekonomi lagi bagus, ngapain
disiram duit? Yang ada bukannya malah
inflasi, bukannya harga-harga bakal
makin gila ya. So, apakah angka 5,12%
ini adalah scam? Sebenarnya apa sih yang
terjadi? Apakah kita sebenarnya sekarang
ada di resesi atau pemerintah tuh tahu
sesuatu yang enggak kita tahu ya, yang
bakal terjadi di 2026? Well, kita bakal
bongkar semua kejanggalan ekonomi ini.
Kita bakal lihat kenapa resesi di 2026
itu bisa jadi bukan sekedar ramalan. Dan
kita juga bakal bahas siapa sih yang
bakal diuntungkan dari krisis ini dan
apa yang bisa lu lakuin. Terutama buat
lu semua yang cuma pekerja biasa doang
biar bisa selamat saat resesi. Welcome
to Psychology Finance dan enjoy.
Welcome to psychology of finance.
Oke, Guys. Sebelum lanjut, gua mau
ngasih tahu info buat lu yang lagi
ngerasa bingung, ngerasa stuck sama
hidup akhir-akhir ini. Entah itu soal
karir, pendidikan, hubungan, keluarga,
pernikahan, atau hal-hal personal
lainnya, sekarang 1% tuh nyediain
psikotes premium. Di dalam psikotes
premium ada berbagai pilihan tes yang
dirancang buat ngebantu lo lebih paham
siapa sih diri lo sebenarnya supaya lo
bisa ngambil keputusan hidup lu dengan
lebih baik. Psikotes ini tuh ngegabungin
berbagai jenis tes psikologi
profesional. Jadi, setiap lu beli, lu
bakal dapat beberapa psikotes disatuin
reportnya jadi puluhan halaman untuk
hasil yang akurat dan personal. Lu bisa
baca puluhan halaman ini. Dan yang
paling keren kalau lu enggak ngerti atau
lu ada pertanyaan, lu bisa dapat insight
lanjutan lewat konsultasi bareng expert
dari 1% langsung berdasarkan hasil tes
lu. Langsung aja kunjungi
1.bio/psicotespremium
buat info lebih lanjut.
Oke, pertanyaan pertama adalah benar
enggak sih bakal ada resesi? Untuk
ngejawab ini kita perlu lihat ke
belakang. Lu ingat kan tahun 2023
mungkin lu pada enggak inget ya? Hampir
semua analis dan ekonom di dunia itu
ngeramal bakal ada resesi yang parah.
Dan kita juga lihat ya di akhir tahun
2023 Raymond Chin juga sempat ngebahas
soal resesi sampai viral ke mana-mana
sampai dia sendiri disebut si paling
resesi gitu. Dan menariknya adalah
ternyata enggak kejadian ya di 2024.
Ternyata ekonomi masih kuat, Indonesia
gelap enggak jadi gelap gitu ya. Dan
menariknya 1% juga sempat bikin video
soal resesi di 2023 dan 2024 yang
sebenarnya ternyata pada zaman itu
sampai sekarang sih kayaknya masih belum
ada pengumuman resesi ya. Nah, ternyata
guys bisa jadi. Kenapa di 2023 itu
enggak kejadian resesi? Itu karena ya
uang mengalir sangat banyak ya di tahun
2020-2021
pas COVID. Jadi kan banyak tuh stimulus
dari pemerintah, bantuan, prakerja
segala macam. Jadi orang punya tabungan
berlebih dari sisa dana stimulus itu pas
zaman pandemi. Orang punya tabungan
banyak akhirnya orang bisa tetap belanja
gila-gilaan, orang bisa tetap nonton
konser, orang bisa tetap makan, dan
lain-lain. Makanya kalau lu lihat
terjadi inflasi yang lumayan tinggi sih
sejak tahun 2022, 2023 sampai 2024. Dan
kita bisa lihat di angka beras aja di
Januari 2024 aja itu inflasi beras itu
sampai 15%, Guys. Lu kebayang ya ini
gede banget sebenarnya 15% dalam
setahun. Nah, masalahnya adalah tabungan
masyarakat sejak COVID itu udah mulai
habis karena masyarakat sudah mulai
makan tabungan. Bahkan konser-konser aja
banyak yang di-cancel ya kan. Dan banyak
juga layof ya, banyak orang
pengangguran, banyak juga pabrik-pabrik
yang tutup. Ternyata tutupnya di tahun
2025. Sekarang udah mendekati akhir
tahun 2025. udah dekat ke 2026, tapi
ekonomi sekarang udah rapuh banget.
Kerapuhan ini ya kita bisa lihat dari
data-data ya kan ya. Dan lu juga
ngerasain sendiri. Makanya kemarin demo
banyak orang marah-marah. Udah ekonomi
lagi buruk, DPR juga kinerjanya mungkin
biasa-biasa aja atau malah jelek.
Ditambah banyak pejabat yang ngomongnya
enggak sopan. Ya wajarlah ada orang
demo. Nah, kita juga bisa ngelihat data
dari Amerika Serikat. Jadi, di Amerika
Serikat mereka tuh punya prediksi dan
data yang menurut data tersebut
diprediksi tuh ada peningkatan 147.000
R000 pekerjaan per bulan ya. Jadi tiap
bulan tuh ada penambahan nih lowongan
kerja gitu. Nah, sebagai perbandingan di
Indo sendiri kan kita nargetin bakal ada
19 juta pekerjaan ya kan. Nah, di
Amerika itu mereka prediksinya Rp17.000.
Menariknya data tersebut itu direvisi,
Guys. Ini baru-baru ini direvisi. Dan
setelah direvisi, ternyata angka
prediksi tersebut turun drastis lebih
dari setengahnya. Jadi, pekerjaan yang
tercipta tiap bulan itu cuma Rp0.000-an
padahal diprediksi Rp10.000-an.
Artinya ada 900.000 lapangan kerja yang
tidak pernah muncul, enggak pernah ada
ternyata. Nah, ini adalah sinyal, Guys.
Sinyal apa? Sinyal bahaya bahwa
perlambatan ekonomi atau resesi bisa
jadi udah kejadian dan terjadinya
diam-diam di bawah permukaan. Di mana ya
mungkin pemerintah dalam tanda kutip ya
ngebohongin rakyatnya jauh sebelum nanti
ada pengumuman resesi. Ya kan? Di
Indonesia juga kita ngalamin paradoks
yang sama. GDP sih e dan pertumbuhan
ekonomi ya 5% ya, tapi orang pada di
PHK, pabrik pada tutup. Nah, ini yang
dinamakan sebagai jobless growth atau
pertumbuhan ekonomi tanpa penyerapan
tenaga kerja. Jadi, data dari BPS itu
nunjukin memang ada growth gitu ya, tapi
didorong sama lonjakan investasi,
pembelian mesin, dan lain-lain. Nah,
semua sektor tadi itu padat modal, bukan
padat karya, enggak nambahin pekerjaan.
Jadi memang growth ekonomi itu keren,
tapi enggak ada lapangan kerja, cuy.
orang Kak bisa kerja malah pengangguran
justru nambah nambah jadi 7 juta orang
padahal ya kita tahu sendiri ya Wapres
sendiri berjanji akan ada 19 juta
lapangan kerja nah ini adalah lampu
peringatan yang sangat jelas guys bahwa
resesi mungkin jauh lebih dekat dari
yang kita kira atau malah resesi ini
sudah kejadian tinggal nunggu
pengumumannya aja kayak di tahun 2008 di
mana resesi itu baru diumumin pas
Desember padahal udah kejadian tuh dari
awal tahun tapi ya pemerintah dan analis
ekonomi banyak yang denil pada saat itu.
Sekarang pertanyaan berikutnya, kalau
memang bakalan atau sudah terjadi
resesi, terjadi krisis, terus siapa sih
yang untung? Well, jawabannya mungkin
klise, tapi lu semua udah tahu. Yang
untung adalah orang kaya. Orang kaya
bakal makin kaya, orang miskin mungkin
akan makin miskin atau tetap miskin. Dan
para orang kaya ini atau para high
network individuals, mereka bakal makin
kaya saat resesi. Itu bukan mitos, bukan
gua benci orang kaya, bukan kayak gua
pengin framing orang kaya, bukan. Memang
ini adalah sebuah strategi yang biasanya
sudah disiapin oleh orang kaya dan sudah
dieksekusi dengan sangat baik. Nah, apa
yang orang kaya lakukan biasanya saat
resesi? Nah, kita bisa lihat ini dari
dua fase. Fase pertama adalah fase
antisipasi dan persiapan. Dan fase kedua
adalah fase saat mereka mengambil
peluang.
Jadi sebelum resesi tiba, sebelum
pengumuman tiba, apa yang biasanya orang
kaya lakuin? Orang kaya biasa sudah
mulai melakukan dayisking atau
rebalancing. Ini juga bisa kita lihat ya
kemarin pas Timothy Ronald kali ya yang
ngejual 50% Bitcoin-nya gitu tiba-tiba
dijual ya kan. Ada juga orang yang
bilang, "Wah, gua enggak bakal trading
lagi." gitu ya. Banyak inventor-inventor
yang mulai kayak mencoba untuk menjual
posisi tradingannya atau menjual posisi
investasinya dialihkan ke aset-aset lain
yang lebih defensif. Maksudnya derisking
atau rebalancing adalah ya intinya
banyak orang yang mengurangi exposure di
aset-aset berisiko tinggi. Contohnya
saham teknologi, barang mewah, kripto
dan lain-lain. Dan dialihkan ke
aset-aset yang lebih defensif kayak
emas, saham-saham tertentu, dan
lain-lain. Makanya jangan heran sejak
kita publish video emas beberapa bulan
lalu sekitar 4 bulan lalu dan 1 bulan
lalu, sekarang emas udah all time high
lagi. Nah, ini juga udah gua analisis ya
dari bulan sebenarnya udah dari bulan
Maret sih ya, tapi kita baru publish
videonya tuh pas bulan April dan juga
Agustus kalau enggak salah. Di mana
waktu itu kita mikir memang emas tuh
jadi makin menarik gitu ya. Karena
negara-negara mulai borong emas,
orang-orang juga mulai borong emas,
terus juga mulai banyak muncul
tanda-tanda aneh di ekonomi. Nah,
biasanya selain beli emas, biasanya
orang kaya juga menumpuk yang namanya
liquidity atau uang tunai. Makanya kalau
lu lihat di data sekarang, obligasi itu
sekarang lagi ada di titik tertinggi.
Ini sih di US ya, di mana udah ada 7
triliun ya tertinggi dalam sejarah. Jadi
all time high itu obligasi ada di angka
7 triliun, Guys. Kok bisa? Nah, ternyata
ya memang orang kaya biasanya menyiapkan
peluru, nyiapin duit yang banyak supaya
nanti bisa ditembakin. Ditembakin itu
maksudnya apa? Dibeliin ya ke aset-aset
yang murah. Yang perlu lu ketahui adalah
ketika krisis finansial tahun 2008 itu
indeks saham tuh turun, Guys. 56%
turunnya SNP 500 itu unlock, tapi harga
emas justru naik 25%. Nah, ini adalah
bukti nyata ya, gimana ketika orang kaya
ini melakukan dayisking, aset aman ini
bisa jadi pelindung kekayaan bahkan bisa
bikin aset lu tetap untung.
Nah, setelah nyiapin peluru, apa yang
mereka lakuin? Nah, ini masuk ke fase
kedua. ketika mereka udah ngumpulin
peluru, amunisi gitu ya, punya duit yang
banyak nih, triliun-triliunan ya, yang
udah ditaruh ke obligasi dan lain-lain
itu kan mereka punya duit untuk beli
barang ya kan atau kalau bahasa investor
tuh nyerok saham lah atau nyerok
aset-aset berkualitas. Jadi orang kaya
ini udah pada nyiapin ember, Guys.
Daripada nyiapin ember buat nyerok
aset-aset dengan harga yang sangat
murah. Apa aja asetnya? Saham-saham blue
chip ya kan? Ada juga properti, ada juga
perusahaan bahkan sampai ke ya beli
barang-barang yang ada di mall juga.
dengan harga diskon gede-gedean. Karena
apa? Karena kalau resesi ya orang bakal
jual barangnya jadi lebih murah. Nah,
pertanyaannya orang kaya ini beli barang
murah, beli aset murah dari siapa? Ya,
jawabannya adalah dari kita-kita. Dari
kita-kita yang panik, dari kita-kita
yang terpaksa ngejual aset buat survive,
dari kita-kita yang butuh duit karena di
PHK, karena enggak ada kerjaan, dari
bisnis yang terpaksa diskon dan nurunin
harga karena enggak ada yang beli,
karena demand-nya nurun. Nah, makanya
kalau lu lihat di mall sekarang, ini
juga tanda yang menarik ya. Ini riset
pribadi gua aja sih. Gua enggak tahu ya
analisis makronya seperti apa. Tapi di
berita-berita tuh udah mulai banyak yang
ngomong kalau sekarang orang tuh ke mall
cuma buat lihat-lihat doang, bukan buat
belanja. Terus pas gua lihat
barang-barang di mall itu banyak banget
ya tenan-tenan yang ngelakuin sale
gede-gedean. Harga sepatu yang dulunya
R2 juta sekarang jadi Rp1 juta. Harga
koper yang dulunya Rp4 juta sekarang
udah jadi R2 juta. Banyak banget
clearance sell padahal enggak ada
periode waktu apa-apa gitu. Dan gua rasa
ini bakal makin banyak sampai akhir
tahun nanti. Makanya kita bisa lihat
resesi ini sebenarnya bukan hanya
sebagai tantangan, tapi kalau lu siap
ini adalah peluang. Karena di sinilah
proses transfer kekayaan yang terbesar
itu terjadi. Lu bakal melihat banyak
aset properti murah, lu bakal melihat
banyak barang-barang murah, banyak
saham-saham murah. Nah, di sanalah lu
bisa melakukan pembelian. Resesi pada
intinya adalah sebuah mekanisme di mana
aset itu berpindah tangan dari mereka
yang tidak liquid atau enggak punya duit
tunai ke mereka yang sangat liquid dan
punya peluru yang banyak. Nah, biasanya
itu adalah orang kaya.
So, apa yang bisa kita lakuin buat
survive? Buat kita yang masih miskin,
buat kita yang masih gajinya UMR, yang
cicilannya banyak, bisa apa dong? Apa
kita cuma ya udah diam aja gitu? Well,
enggak ya. Kita memang enggak bisa niru
mentah-mentah strategi orang kaya.
duitnya aja enggak ada gitu kan. Tapi
seenggaknya meskipun lu misalnya
portofolionya masih di bawah Rp100 juta
gitu ya, masih di bawah 1 M gitu,
setidaknya kita bisa niru dikit-dikit
lah. Ada dua strategi yang perlu lu
dengerin. Pertama adalah strategi
defensif. Nah, ini fokusnya untuk jadi
benteng biar setidaknya lu enggak
kehilangan duit ketika nanti resesi.
Enggak perlu jual aset secara paksa, ya.
Nah, apa yang bisa lu lakuin? Pertama,
lu harus punya dana darurat. Jadi, kalau
lu belum punya, ya mungkin bisa disiapin
3 sampai 12 bulan just in case. Enggak
ada yang tahu lu bakal di PHK atau
enggak. Enggak ada yang tahu nanti saham
lu turun jauh apa enggak. Jadi, lu harus
punya dana darurat biar lu enggak jual
aset-aset investasi lu secara terpaksa
atau ya jual apapun ya yang lu punya.
Yang kedua adalah lunasi utang dan kalau
bukan utang produktif mending jangan
ngambil utang dulu. Kalau utang
produktif sih mungkin ya masih ok lah
ya. Karena kan pemerintah juga ngedorong
orang untuk berutang kan. Kita bisa
lihat lah dari kebijakannya Pak Purbaya
ke Bank-bank BUMN. Nah, tapi kalau
utangnya konsumtif terus berbunga tinggi
kayak kartu kredit atau bahkan pinjol
apalagi pinjol yang enggak resmi, itu
beban yang berat banget pas resesi.
Jadi, ya kalau bisa beresin lah secepat
mungkin. Dan yang ketiga, amanin sumber
pendapatan. Jadi, kalau lu misalnya mau
resign mungkin enggak perlu resign dulu.
Bahkan lu bisa coba cari side hassle
lain buat ningkatin pendapatan. Apalagi
kalau lu belum punya dana darurat,
mendingan side hassle sih daripada
resign terus belum ada pengganti
pekerjaannya. Memang harus sabar-sabar
dulu sih ya. Dan yang keempat adalah
diversifikasi portofolio investasi.
Sebarin duit lu ke aset-aset defensif
kayak misalnya emas ya kan. Saham-saham
yang biasanya naik pas resesi atau ya
saham-saham yang lagi murah sekarang
tapi lu tahan gitu untuk megang selama
setahun ke depan misalnya selama 2
tahun. Nah, coba buat teman-teman ada
yang tahu enggak sih apa aja saham-saham
yang biasanya naik saat resesi kejadian?
Nah, lu bisa komen ya. Nah, barusan itu
semua adalah strategi defensif. Sekarang
adalah strategi offensif. Nah, ini bisa
dilakuin ketika benteng pertahanan lu
udah kokoh, lu punya dana darurat, lu
enggak punya hutang segala macam. Nah,
lu bisa melakukan strategi offensif. Apa
itu strategi offensif? Yaitu adalah beli
dan cicil terus aset atau barang yang
lagi murah sebelum resesi atau saat
resesi. Memang saham itu biasanya akan
turun drastis. Biasanya saham yang
fundamentalnya bagus malah. Tapi ketika
harga saham itu turun, lu jangan kebalik
mentalnya gitu. Jangan kebalik pola
pikirnya. Ketika harganya turun, ini
bukannya saat untuk menjual. Karena
kalau memang perusahaannya bagus, nanti
juga harganya naik lagi, ya kan? Justru
ketika harga saham itu turun, ini adalah
saatnya untuk membeli. Nah, ini juga
alasan kenapa Pak Purbaya kemarin itu
bilang IHSG itu bakal nyampai ke 36.000.
BTW sekarang tuh masih ada di 8.000-an
ya. Nah, kenapa Pak Purbaya bisa bilang
seperti itu? Meskipun seperti kesannya
halu gitu ya. Ya, sedikit halu lah. Tapi
kalau dilihat dari argumennya Pak
Purbaya, IHSG di tahun 2001 itu ada di
level 300-an. Terus di 2008 tembus ke
2.500. Artinya ini kan udah naik
berkay-kaya lipat. Setelah krisis 2009
turun ke 11100, tapi di 2018 dia nyampai
ke 6.500 naik 6 kali lipat. Jadi bukan
enggak mungkin ya dalam waktu beberapa
tahun saham-saham yang sekarang harganya
lagi jelek kalau memang fundamentalnya
bagus ya dia bakal bisa naik
berkali-kali lipat. Nah, makanya lu
harus fokus pada kualitas. Jadi resesi
itu bukan waktunya buat spekulasi.
Hindari mungkin nanti saham-saham
gorengan ya atau koin-koin kripto yang
enggak jelas gitu. Apalagi pas be market
gitu ya, ketika nanti udah datang yang
mana ini bentar lagi guys datang. Karena
ketika resesi ketika be market ya yang
naik secara signifikan adalah yang
fundamentalnya bagus ya. Seperti kata
Pak Purbaya bukan enggak mungkin dalam
jangka panjang kayak 10 tahun gitu IHSG
bisa naik ke 30.000-an. At the end of
the day, sinyal-sinyal menuju krisis
ekonomi ini udah mulai kelihatan dengan
jelas. Mulai dari kesenjangan data
ekonomi sampai manuver kebijakan yang
terasa janggal gitu ya. Dan seperti
siklus-siklus sebelumnya, periode resesi
kali ini kemungkinan besar akan menjadi
ajang transfer kekayaan, Guys. Dari yang
tidak siap ke yang siap. Mereka yang
siap, mereka akan berpesta. Tapi mereka
yang enggak siap, mereka akan terpaksa
melepas asetnya dengan harga yang murah
dan bakal merana saat resesi. So,
sekarang yang perlu lu tentukan adalah
lu sekarang ada di pihak mana? Apakah lu
adalah orang yang siap atau justru yang
tidak siap? Gua Fand 1%. Well, thanks
[Musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-12 01:56:33 UTC
Categories
Manage