Transcript
mo0Tw8-uYLU • Mengapa Menteri Keuangan Indonesia Begitu Kontroversial?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/SatuPersenIndonesianLifeschool/.shards/text-0001.zst#text/0775_mo0Tw8-uYLU.txt
Kind: captions Language: id Hari ini kita mau ngobrolin satu sosok yang belakangan ini jadi pusat perhatian. Itu adalah Menteri Keuangan Baru kita, Pak Purbaya Yudi Sadewa. Menteri ini dijuluki Menteri Koboy. Dia bukan tipe pejabat yang kaku, yang suka baca teks. Video-videonya juga banyak yang viral. Sudah berhari-hari FYP gua penuh sama Pak Purbaya. Dia juga enggak segan-segan mengeluarkan pernyataan yang kontroversial. Udah nyentil Rocky Grung, nyindir BUMN, bilang gaji menteri kecil, bilang achieve 6,5% growth itu easy. Dia juga bilang IMF tuh bohong dan tidak sepintar dan sejago dia dalam mengelola ekonomi. Dan kalau kita lihat anaknya juga sama aja ya, sama-sama NPD. Enggak ada yang bercanda ya. E, lu bisa tonton video kita tentang NPD sebelumnya. Tapi intinya anaknya juga sama-sama aja gitu ngomongnya nyeleneh ya. sama-sama vokal mengkritik IMF bahkan sampai diduga mengatakan bahwa Sri Mulyani itu agen IMF ya di Insta Story. Nah, anaknya ini ternyata adalah trader crypto ya dan juga pengikut Timothy Ronald dan omongannya seringkiali ceplos-ceplos sampai ngomongin juga soal alasan kenapa orang tuh miskin. Pertanyaannya, apakah Pak Purbaya ini adalah menteri ekonomi yang tepat untuk Indonesia? Apa sih kebijakannya dan gimana resikonya gitu? Karena sebenarnya resikonya ini besar juga ya. So, welcome to psychology of finance by 1%. Enjoy. Kita bakal bahas soal kebijakan Menteri Keuangan di tengah kontroversinya juga. Welcome to psychology of finance. Oke, Guys. Sebelum lanjut, gua mau ngasih tahu info buat lu yang lagi ngerasa bingung, ngerasa stuck sama hidup akhir-akhir ini. Entah itu soal karir, pendidikan, hubungan, keluarga, pernikahan, atau hal-hal personal lainnya, sekarang 1% tuh nyediain psikotes premium. Di dalam psikotes premium ada berbagai pilihan tes yang dirancang buat ngebantu lo lebih paham siapa sih diri lo sebenarnya supaya lo bisa ngambil keputusan hidup lu dengan lebih baik. Psikotes ini tuh ngegabungin berbagai jenis tes psikologi profesional. Jadi, setiap lu beli, lu bakal dapat beberapa psikotes disatuin reportnya jadi puluhan halaman untuk hasil yang akurat dan personal. Lu bisa baca puluhan halaman ini. Dan yang paling keren, kalau lu enggak ngerti atau lu ada pertanyaan, lu bisa dapat insight lanjutan lewat konsultasi bareng expert dari 1% langsung berdasarkan hasil tes lu. Langsung aja kunjungi 1.bio/psicotespremium buat info lebih lanjut. Jadi, di balik semua gaya yang selengean dari Purbaya, sebetulnya ada sebuah filosofi ekonomi yang menurut gua bisa dirangkum jadi satu kalimat. Kalau mau kita rangkum, kuncinya tuh cuma satu kalimat ini, yaitu adalah gini, uang negara kalau enggak dipakai itu adalah pemborosan. Jadi buat Purbaya, masalah utama ekonomi itu bukan suku bunga ya, bukan yang lain-lain, tapi adalah likuiditas alias peredaran uang di masyarakat. Nah, Purbaya itu belajar dari cara Amerika Serikat keluar dari krisis di tahun 1930 dan gimana pemerintahan Jokowi juga nge-handle COVID di tahun 2020. Nah, jadi ini data yang dia paparkan ya waktu itu dan ini diliput sama Kompas bahwa ekonomi US itu naik secara signifikan ketika uang beredar mulai ditingkatin sama pemerintah. Lu bisa lihat ya di tahun-tahunnya. Nah, termasuk juga pas COVID kemarin katanya Pak Purbaya juga sempat nolong Jokowi pas 2020. Terutama pas Money Supply itu lagi di bawah banget di Agustus 2020. Bahkan dia juga sempat nyindir Rocky Gerung pas ngejelasin grafik peningkatan money supply di tahun 2020 sampai 2023. Jadi kalau menurut Purbaya solusi untuk ningkatin growth ekonomi itu bukan e potong-potong suku bunga, bukan hal apapun, tapi hanya satu ya. Sekali lagi gelontorkan uang ke dalam sistem. Nah, biar ningkatin money supply, Purbaya juga enggak segan-segan untuk menekan bank BUMN. Jadi dia ambil tabungan negara 200 triliun terus dia taruh ke BUMN. Bwindir ya karena katanya biar CEO-nya itu enggak sibuk main golf terus gitu. Dia juga melihat ternyata ada banyak duit Indonesia yang nganggur ya. Katanya sih di OPT Bank Indonesia itu ada 810,86 triliun. Dan duit nganggur ini sebetulnya kalau kata beberapa orang ya itu kayak dana darurat yang udah disiapin sama menteri sebelumnya. Cuman kalau menurut filosofi dari ManQ Coboy ini ya berbeda ya. Dianggapnya ini sebagai hal yang malas dilakukan oleh menteri sebelumnya, gitu. Jadi sayang kalau disimpan mendingan disalurin aja duitnya biar ekonomi bisa kebantu juga sama pemerintah. Dia enggak bilang spesifiknya seperti itu, tapi kalau gua paraaphras kurang lebih begitulah maksudnya sepertinya ya. Jadi agak nyindir menteri sebelumnya juga. Nah, si Purbaya ini juga ngebawa angka ini pas dirapat-rapat sama DPR. Dan menariknya DPR juga banyak katanya yang kontra sama Sri Mulyani. Salah satunya adalah karena Ibu Sri Mulyani tidak menyimpan uang secara efisien, cuma disimpan di Bank Indonesia doang. Ini ada salah satu klipnya ya, Pak. Kalau uang Bapak ditaruh di BI, dosa Bapak dua. Satu, Bapak enggak bangun ekonominya. Yang kedua, sistem kering enggak bisa bangun juga. Jadi kalau balikin ke ke sistem perekonomian ke bank himbara misalnya dosa Bapak tinggal satu yaitu satu yang enggak bangun aja tapi ekonominya bisa jalan kalau itu yang dimanfaatkan adalah real sektor. Nah 200 triliun ini sebenarnya kan kecil gitu bisa dibilang kecil bisa dibilang besar juga. Tapi sebenarnya ya 200 triliun ini cukup besar kalau relatif dengan posisinya bank-bank BUMN ya kan. Tapi kalau misalnya kita mau positive thinking gitu ya dan ini juga sempat kita lihat di videonya Benix 200 triliun yang ditaruh ke bank ini sebetulnya bisa jadi 1000 triliun uang yang beredar di masyarakat. Kenapa? Karena ya kalau duit itu dialirin ke bank nanti orang kan bisa minjam duit nanti bisa buka lapangan kerja. Buka lapangan kerja nanti ya duitnya ngalir lagi ke orang. Nanti orang bisa belanja, nanti bisa buka lapangan kerja lagi dan seterusnya dan seterusnya bisa sampai 1.000 triliun. Nah, untuk ningkatin jumlah uang yang beredar bukan cuma ngasih 200T dan nyindir BUMN juga, Purbaya juga enggak segan buat mengancam kementerian lain buat cepat-cepat spending sebelum Oktober. Karena dia menganggap banyak menteri yang newbi ya, jadi baru masuk jadi menteri pertama kali ya, belum terlalu lincah untuk mengelola dan membelanjakan anggaran. Jadinya Purbaya ngerasa perlu turun gunung dan ngedorong mereka secara langsung untuk spending. Bahkan sampai beliau juga bilang, "Kalau bisa gua bikin tim khusus biar government spending-nya lancar by Oktober 2025 ini." Kalau enggak apa yang terjadi ya budgetnya bakal dicut. Dan gua rasa gua jadi bertanya-tanya ya kayak apa jangan-jangan banyak menteri yang di shuffel ini karena masalah ini juga ya gitu. Masalah si pengelolaan anggaran. Selain karena banyak kontroversi lain ya, karena ke depannya sepertinya akan banyak resavel menteri lagi. Nah, dari landasan utama tadi untuk menggelontorkan duit, Purbaya tuh membangun visi besarnya yang masih juga masuk dalam konsep Sumitronomics alias konsep ekonomi dari Sumitro. Siapa itu Sumitro? Dia adalah ayahnya Prabowo yang juga ahli ekonomi ya. Nah, jadi Sumitronomics tuh berisi tiga pilar. Ini gua dapat slide-nya juga dari presentasinya Pak Purbaya di mana pertama adalah pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Jadi targetnya tuh enggak main-main. Jadi harus ngincer angka lebih dari 8% bahkan kalau bisa double digit. Kenapa? Karena kalau menurut Purbaya negara-negara yang terkena jebakan middle income trap itu pertumbuhannya harus double digit selama 10 tahun biar keluar dari jebakan tersebut. Yang kedua adalah pemerataan manfaat pembangunan. Nah, jadi Pak Sumitro itu pengin kue ekonomi yang besar ini bisa dirasilin semua orang ya. That's why Prabowo akhirnya bikin yang namanya MBG ya, cek kesehatan gratis dan lain-lain. Jadi biar merata ke orang miskin juga gitu ngerasain, orang menengah ngerasain, orang kaya juga ngerasain. Dan yang terakhir adalah stabilitas nasional yang dinamis. Nah, di sini intinya ngejaga biar negara tuh tetap adem. Kalau yang ini kayaknya belum berhasil ya, apalagi dengan serangan dari banyak influencer ya, dari banyak rakyat Indonesia terhadap pemerintah, DPR segala macam ya. Tapi jujur ya, sejak Purbaya masuk somehow gua pribadi jadi lebih PD, jadi lebih positif sama ekonomi Indonesia ya kan. Dan ini dibuktikan juga karena sejak purbaya Yping soal ekonomi IHSG ini naik terus guys sejak dia menjabat ya. Jadi gua rasa ini ngaruh juga ke ya foreign flow gitu kan. Dipikir awalnya Sri Mulyani out wah this is bad segala macam ya. Ternyata enggak juga ya ternyata enggak juga. Banyak orang yang akhirnya mendukung. Mungkin salah satunya yang masih positive thinking adalah gua. Meskipun gua nanti ceritain juga di mana kita harus negative thinking terhadap kebijakan ini. Tapi intinya kita sudah melihat terbukti dalam beberapa hari ke belakang ya. Jadi ISG naik. So ya good job lah YPing-nya. Ternyata bisa ngebuat orang jadi berpikir positif jadi enggak negatif-negatif mulu gitu ya. Enggak darurat-darurat terus gitu. Oke. Halo. Nama gua Dana. dua brand manager di 1% ya. Selain kebijakan ekonominya yang out of the box, sebenarnya Pak Purbaya ini nimbulin banyak kontroversi dari gimana cara dia berkomunikasi sama publik ya. Bahkan dia sampai dipap sebagai menteri koboy dan lu juga sudah bisa lihat di internet di sosm banyak banget ya orang-orang yang ngeklik statement-statementnya dia yang bisa dibilang gayanya tuh beda dari umum. Ya, ini itu sebenarnya mirip sama Pak Ahok ya, di mana beliau itu ngebangun citr pemimpin yang kuat, anti birokrasi, dan berorientasi pada hasil which is ini beberapa masyarakat juga akhirnya pro ya sama gaya yang bawa juga. Pertanyaannya kenapa gaya yang kobboy yang dibawa Pak Purbaya belak-belakan itu bisa direspon positif sama sebagian netizen meskipun juga ada kontrak tapi yang menarik ada yang merespon positif. Kondisi ini sebenarnya bisa dijelasin pakai teori expectancy violation theory. Tipenya itu gini, ketika kita ngobrol sama orang, kita kan pasti punya ekspektasi. Contohnya publik pasti punya harapan atau ekspektasi kalau seorang Menteri Keuangan itu ngomongnya pasti formal, hati-hati, dan merasa banget kayak akademisi gitu, kayak pendahulunya ya Ibu Sri Mul. Tapi plakput baya itu melanggar ekspektasi ini. Dan ketika ekspektasinya dilanggar, reaksi dari publik itu bisa positif dan juga bisa negatif. Orang-orang merespon positif itu ngelihat eh komunikasinya Pak Purba itu sebagai sesuatu yang menikatan, berani, dan juga mendobrak. Karena ya basically mereka emang enggak suka sama gaya komunikasi pejabat pemerik kita belakangan ini. Dan kebetulan gayanya Pak Purbaya itu bertolak belakang. Sama apa yang biasa dilakukan sama pejabat pemerintahan KESA. Sebaliknya orang-orang yang mungkin respon negatif adalah mereka yang percaya sama norma kesopanan pejabat. Jadi ketika ada pejabat yang enggak sopan itu buat mereka sebenarnya enggak sepatasnya gitu pejabat ngomongnya blak-blakan dan ngobrol kayak orang bias. Intinya Pak Purba ini sebenarnya enggak cuma punya kebijakan ekonomi yang kontroversial, tapi juga dia punya cara komunikasi yang menimbulkan pro dan kontra. Tapi itu sebenarnya dia lakukan kalau yang gua pahami emang buat masukin kalau kebijakan-kebijakannya itu bisa dipahami sama masyarakat, bisa diterima juga dan bisa jalan. Sebenarnya emang ekstrem tapi gua yakin gaya komunikasinya ini memang selaras sama apa yang memang dia mau capai dari tujuan kebijakan ekonomi sayangnya strategi Purbaya itu enggak lepas dari resiko dan sisi negatif yaitu adalah krisis ekonomi dan hyperinflation. Ini penting banget hyperinasi. Karena gini, kalau uang yang digelontorkan ke rakyat itu terlalu banyak dan terlalu cepat, sementara produksi barang dan jasa itu enggak mengimbangi ya. Terus orang juga enggak dapat kerja, orang juga enggak bisa bikin bisnis dan lain-lain gitu ya, udah pasti harga-harga bakal meroket. Kita bahkan enggak perlu jauh-jauh, Guys. Gitu ya. Dari data yang tadi aja itu kan Pak Purbaya bilang 2020 pas Agustus itu money supply dinaikin ya drastis. Nah, sejak pencetakan uang itu 2020 sampai 2022 2023 gitu ya, itu kan dampaknya baru kerasa di 2023 akhir sampai 2025 sekarang gitu di mana harga banyak naik ya. Contoh beras naik gila-gilaan di 2024 sampai 15% setahun. Tapi di sisi lain ekonomi justru kerasa lesu banget gitu ya. Banyak terjadi PHK. Nah, berarti kan terjadi inflasi tapi ekonomi enggak naik gitu loh. Nah, ini kan bukti nyata kalau resikonya tuh tetap ada dan bisa jadi baru bakal kerasa 1 2 tahun ke depan atau bahkan 5 tahun ke depan gitu loh ya. Jadi ketika Prabowo lengser baru kerasa lagi tuh makin makin gila ekonomi gitu kan. Nah, kita enggak mau kan seperti itu gitu kan. Jadi malah ngebawa makin banyak utang, malah ngebawa makin banyak kegagalan gitu. Nah, kita kan enggak mau seperti itu. Makanya teman-teman juga harus mengawal gitu ya. Kita bolehlah positive thinking, kita bolehlah optimis gitu ya. Karena Indonesia juga kan sebenarnya negara yang kuat ya dari segi ekonomi, tapi harus tetap kawal juga. That's why kalau menurut gua obat dari kebijakan ini sebetulnya cuma satu, yaitu adalah apa? Pemberantasan korupsi. Karena gini, lu mau menggelontorkan duit triliunan gitu. Kalau di tengah jalan duitnya bocor, dikorupsi oknum ya diambil sama preman gitu kan yang cuma memperkait segelintir orang aja ya. Yang kita dapat enggak bakal jadi pertumbuhan ekonomi gitu. justru malah ketimpangan yang makin tinggi ya dan inflasi yang makin tinggi kagak terkendali mungkin makin banyak juga yang PHK gitu jadinya apa jadinya ya start flasi gitu kan ekonomi stagnan tapi inflasi tetap kejadian karena udah nge-print uang yang banyak jadi sebagai masyarakat sekali lagi jangan lupa kawal kebijakannya Pak Purbaya gitu ya sekaligus sama seperti kata Pak Purbaya ya buat yang main saham now might be a good time to buy dan jangan lupa juga simak video 1% tentang emas tentang krisis ekonomi biar lu semua siap untuk menghadapi krisis atau inflasi kalau misalnya tetap kejadian. Soalnya kita juga udah sempat bikin ya video soal emas 4 bulan lalu, sebulan lalu dan ternyata sekarang emas udah all time high ya ketika gua bikin video ini sekarang. Jadi jangan lupa diperhatiin, jangan lupa dipikir juga ini kalau Purbaya begini apa saham yang bakal naik, apa komoditas yang bakal turun gitu ya dan lain-lain itu bisa lu pikirin sendiri, do your own research. Tapi gua juga mau ngasih tahu kalau misalnya lu pengen belajar lebih lanjut tentang banyak hal ya, bukan cuma finance tapi juga soal psikologi ya, soal mental health segala macam, lu bisa join YouTube membership ya. Lu bisa klik subscribe terus klik tanda plus-nya. Ini cuma bisa di Android sama di komputer ya. Jadi pastiin lu daftar dari kedua itu. Dan di dalamnya nanti ada banyak premium video. Lu bisa join webinar gratis juga sampai empat kali per bulan. Jadi kita ada sekitar 18 webinar per bulan dan lu juga bisa dapat si kotes gratis dengan harga yang jauh lebih murah. So see you on a membership and gua 1%. Thanks [Musik]