Learning Economics: Why Do Taxes Keep Going Up? (Will They Still Go Up in 2026?)
1gWavN_PpJQ • 2025-09-05
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Ibuota baru, kereta cepat, program makan
siang gratis, cek kesehatan gratis
sampai kepada kenaikan tunjangan DPR.
Semuanya ini projject-projject besar,
butuh duit banyak, ratusan juta, bahkan
sampai triliunan. Tapi pernah enggak sih
lu bertanya sejenak dan nanya, "Ini
pemerintah punya duit dari mana sih?"
Ini bukan pertanyaan iseng ya. Ini
adalah pertanyaan yang akan menentukan
tebal tipisnya dompet lu dan gua dalam
beberapa tahun ke depan. Karena di balik
semua projek raksasa itu, di balik semua
pengeluaran miliaran dan triliunan dari
negara, ada satu kenyataan pahit yang
jarang dibicarakan. Yaitu adalah negara
kita sebenarnya sekarang tuh lagi butuh
uang, lagi BU dan tidak sedikit. Sekali
lagi gua ulangin, negara tuh lagi BU
alias butuh duit yang banyak. Dan suka
atau tidak suka, sumber yang akhirnya
paling gampang didapatkan cuma satu dari
kantong kita sebagai rakyat, terutama
kita-kita yang middle class. Welcome to
psychology of finance dari 1%. Kali ini
gua bakal bedah tuntas kenapa pemerintah
di bawah tekanan program barunya
kemungkinan besar enggak punya pilihan
lain selain naikin pajak. Dan yang lebih
penting, gimana caranya supaya lu dan
gua sebagai rakyat bisa mempersiapkan
diri? Stay tune, video ini bakal
panjang. Gua harap lu bisa nonton sampai
habis.
Welcome toychology.
Oke, guys. Sebelum lanjut, gua mau
ngasih tahu info buat lu yang lagi
ngerasa bingung, ngerasa stuck sama
hidup akhir-akhir ini. Entah itu soal
karir, pendidikan, hubungan, keluarga,
pernikahan, atau hal-hal personal
lainnya, sekarang 1% tuh nyediain
psikotes premium. Di dalam Psikotes
Premium ada berbagai pilihan tes yang
dirancang buat ngebantu lo lebih paham
siapa sih diri lo sebenarnya supaya lo
bisa ngambil keputusan hidup lu dengan
lebih baik. Psikotes ini tuh ngegabungin
berbagai jenis tes psikologi
profesional. Jadi setiap lu beli lu
bakal dapat beberapa psikotes disatuin
reportnya jadi puluhan halaman untuk
hasil yang akurat dan personal. Lu bisa
baca puluhan halaman ini. Dan yang
paling keren, kalau lu enggak ngerti
atau lu ada pertanyaan, lu bisa dapat
insight lanjutan lewat konsultasi bareng
expert dari 1% langsung berdasarkan
hasil tes lu. Langsung aja kunjungi
1.bio/psicotespremium
buat info lebih lanjut.
Oke, jadi pertama-tama kita harus cek
sebenarnya pemerintah ini seberapa butuh
duit sih, seberapa BU. Well, kita bisa
ngecek dari program-program yang ada dan
pengeluaran dari negara. Karena negara
juga sama kayak manusia, sama kayak
perusahaan. Negara tuh selalu punya
pemasukan, punya pengeluaran. Masalahnya
sekarang pengeluarannya ini bengkak
banget. Nah, biar gampang gua bagi
pengeluaran negara tuh jadi tiga. Kenapa
negara tuh butuh duit lebih, terutama
negara Indonesia? Ya, yang pertama
adalah project besar dan janji-janji
politik. Nah, ini yang paling kelihatan
yang sering diprotes sama orang. Ini
adalah program-program baru yang butuh
dana super jumbo. Pertama adalah IKN ya.
Project ini tuh butuh lebih dari R60
triliun. Katanya sih enggak bakal
di-cancel ya. Sebagian juga katanya
diharapkan dari investasi tapi akhirnya
APBN kepakai. Tapi kayaknya sih sekarang
udah efisiensi ya. Bahkan banyak juga
yang error gitu masih banyak yang pakai
Lorem Ipsum guys ya tugunya. Jadi ya
syukur kalau udah di-cancel. Terus yang
kedua adalah MBG ya makan bergizi
gratis. Nah, ini juga enggak murah.
Meskipun gua sebenarnya cukup pro sama
program ini karena lu bayangin ya kalau
ekonomi makin sulit, semua orang
dipajakin ya mau makan gimana gitu loh.
Tapi ini ngabisin 400 triliun setiap
tahun. Jadi kita mesti pertanyakan juga
nih transparansinya. Kita mesti
pertanyakan juga ini daerah mana aja
yang dapat. Karena kalau yang dapat
daerah Jakarta gitu ya kayak gimana
gitu. Apalagi yang dapat SMA-SA yang
dulunya unggulan misalnya. Bah itu
mendingan jangan sih gitu ya. Mending
ditaruh di yang tempat sasaran ya.
Karena banyak orang-orang di luar sana,
di luar Pulau Jawa terutama yang mau
makan tuh susah, harga juga mahal-mahal
gitu loh. Ini yang kedua ya. Yang
ketiga, project kereta cepat. Nah ya gua
sering naik kereta cepat tapi apakah
kita semua butuh kereta cepat gitu ya.
Apakah gua senang? Gua senang sebagai
mungkin ya kelas menengah sedikit ke
atas ya. Tapi ini tuh rugi banget ya
tembus ratusan triliun guys gitu ya
dalam pembuatannya dan profitnya juga
enggak nutup gitu. Dan kalau dibilang
ini targetnya siapa? Kalau dibilang
targetnya raket bawah kayaknya enggak
juga karena harganya tuh mahal, Guys. Ya
kan? Mending naik ini gak sih? Travel
baraya gak sih? Jakarta Bandung no endor
sih. Tapi maksudnya kalau mau murah tuh
bisa gitu naik travel seperti itu ya.
R90.000 juga ada. Nah, jadi ini mesti
dipertanyakan sebetulnya kenapa bikin
kereta cepat dan kenapa bikin kereta
cepat lanjutan? Karena rencananya ada
wacana ini bakal lanjut sampai ke
Surabaya. Nah, itu yang perlu kita
pertanyakan. Terus ada juga program
hilirisasi. Nah, ini juga mungkin gua
bisa dibilang setuju kali ya, karena
untuk jadi negara maju kita butuh untuk
jangan ekspor barang mentah ya kan. Tapi
masalahnya programisasi ini kan butuh
duit juga ya. Butuh e bikin smelter gitu
kan, butuh bikin kawasan industri, nanti
ada listriknya, nanti ada segala
macamnya. Ini juga menyedot anggaran ya
dan belum tentu berhasil juga smelter
yang sudah dibuat. Apakah nanti pasti
berhasil? Kan enggak juga gitu kan. Tapi
ya so far gua sih melihat ada
positifnya. Tapi program-program kayak
gini nih, kalau dilaksanain cuma satu
aja, dilaksanain yang gua bilang
barusan, ini udah jadi beban berat buat
negara. Udah ratusan triliun. Belum lagi
program-program lain. Belum lagi
misalnya program cek kesehatan gratis.
Yang ini ya bagus biar orang ngecek
kesehatan jadi enggak pada sakit gitu
kan. Ada juga program-program lain lagi
gitu kan yang mungkin kita enggak tahu
yang sebenarnya enggak urgen. Terus
kemarin juga pas demo gitu ya kita bisa
ngelihat kan banyak halte-halte Trans
Jakarta, gedung DPRD itu dibakar. itu
kan nanti butuh renov, itu butuh dana
lagi yang kita gak tahu itu dibakar oleh
siapa ya, yang mana banyak yang
mengasumsikan itu adalah oknum-oknum
yang enggak jelas. Jadi enggak heran ya
kemarin-kemarin pemerintah terpaksa
harus melakukan yang namanya efisiensi
dan lu harus tahu efisiensi ini bukan
dilakuin di Indonesia doang. US juga
melakukan hal yang sama ya dengan
Dodge-nya si Ilon. Argentina bahkan
lebih ekstrem 48.000 PNS di layout
besar-besaran. kementerian ada yang
dibubarin puluhan persen itu udah kagak
ada kerjaan lagi. Nah, di Indonesia juga
sama kan kemarin CPNS di-cancel di tahun
ini. Bahkan banyak kantor PNS yang cuma
buka sampai sore terus AC-nya tuh harus
dimatiin segala macam gitu kan dari
siang gitu. Listrik harus dihemat segala
macam. Nah, ini memang pemerintah tuh
harus nyari cara sih untuk memperkecil
pengeluaran. Nah, inilah yang bikin
memang rakyat marah kemarin kan karena
di tengah ini semua ada isu bahwa DPR
tuh dinaikin tunjangannya kan geblek ya.
Terus masalahnya adalah si DPR ini malah
bilang ya gua kalau dari Tangerang
macet. Atau misalnya mereka malah bilang
Rp3 juta dikali berapa? Jadi 78 juta
nombok. Wah itu mah udah udah gila sih
sama gua ya. Jadi kayak bukannya
memperbaiki gitu ya kita akan kaji ulang
segala macam malah memperburuk masalah.
Ya enggak heran ada demo ya kemarin. Ini
baru part satu guys. Ini baru ngomongin
project. Nah ada juga part 2. Poin dua
adalah utang yang terus menumpuk. Jadi
lu jangan lupa Indonesia juga punya yang
namanya cicilan yang harus dibayar. Sama
kayak kita semua ya. Kalau kita mungkin
nyicil KPR, nyicil beli motor, beli
mobil. Kalau pemerintah itu utang buat
bikin biasanya sih bikin fasilitas ya,
kayak jalan tol segala macam. Ini banyak
banget di era Pak Jokowi ya. Ini banyak
sekali dibangun memang dari hutang
negara. Meskipun ada juga ya yang
dibangun dari investasi, kerja sama
segala macam, tapi banyak juga yang
dibangun dari utang negara. Nah, utang
per 2025 itu sudah tembus R9.000
triliun. Jadi sekitar 40% dari total
PDB. Apakah masih aman? relatively aman
kalau dibandingin sama negara-negara
lain. Tapi masanya ini kan Indonesia
yang rupiahnya tuh masih tidak strong.
Ekspor kita juga dibilang strong juga so
lah ya dibandingkan negara-negara lain.
Dan masalahnya tuh bukan cuma di
pokoknya yang 9.000 triliun, tapi kan
ada bunganya juga. Jadi kalau namanya
utang kan lu harus bayar bunga gitu. Nah
lu bayangin di APBN 2025 sekitar R00
triliun itu habis cuma buat bayar bunga
utangnya doang. Jadi R00 triliun tuh
bisa bangun apa sih? bisa bangun ribuan
sekolah, rumah sakit, bisa ngasih makan
anak-anak Indonesia selama setahun kan
400 triliun tuh. Tapi ini hangus buat
bayar bunga utang. Jadi sebagian
pemasukan negara yang sudah didapetin
negara nih dan duit yang bisa diprint
sama negara itu enggak bisa dipakai buat
ngebangun sesuatu yang bermanfaat buat
kita para rakyatnya, tapi justru buat
bayar bunga utang yang udah lama disikat
gitu ya sama negara gitu yang sudah
ngutang sebelum-sebelumnya buat bikin
infrastruktur. Nah, yang ketiga ini juga
ya poin yang bikin pengeluaran
pemerintah makin tinggi adalah subsidi.
Kayak subsidi energi misalnya BBM,
Pertalight ya. Ini memang udah
dikurangin gitu ya. Terus ada juga
listrik. Tujuannya sih baik untuk
ngesubsidi ya biar harganya terjangkau.
Tapi faktanya gitu ya, data menunjukkan
bahwa sebagian besar subsidi ini justru
dinikmati oleh orang-orang mampu. Contoh
misalnya ada orang punya mobil Innova
Reborn makainya pai solar gitu ya. Itu
itu gua banyak banget lihat tuh yang
seperti itu ya. Jadi beban subsidi ini
tuh nilainya ratusan triliun dan
seringkiali jadi bom waktu. Apalagi
kalau harga minyak tiba-tiba naik. Wah
itu bisa parah sih. Dompet negara bisa
jadi langsung jebol. Dan kalau harganya
tiba-tiba dinaikin lu mungkin masih
ingat zaman SBY kali ya. Gua ingat dulu
tiap ada BBM naik R00.000 itu pada demo.
Sekarang sih udah enggak gitu ya. Orang
udah kayak terbiasa dengan kenaikan
keturunan e harga BBM. Tapi jangan lupa
ini bisa sangat jadi bom waktu kalau
tiba-tiba harga ee minyak ini naik. Nah,
dari tiga poin itu jangan lupa juga ada
poin satu lagi ya, yaitu soal pemasukan.
Pemasukan kita Indonesia itu lagi seret
ya, keran duit andalan kita tuh lagi
mampet. Jadi kalau lu belajar soal
makroekonomi mungkin lu tahu ya kalau
Indonesia itu dikatakan sebagai negara
pengekspor komoditas ya, terutama
komoditas mentah kayak batu bara, kelapa
sawit, nikel gitu ya. Nah, ini kan
barang-barang mentah semua nih. Nah,
harganya batu bara dan lain-lain itu
sempat tinggi kayak misalnya di tahun
2023 gitu ya. Kalau lagi tinggi ya
negara pestapora gitu kan. Jadi kayak
wah ekonomi aman gitu ya. Ee yang bahkan
dulu sempat ramai dibahas sama Rayond
Chin kalau enggak salah di akhir tahun
2023 bakal resesi gitu kan segala macam.
Kagak jadi ya profitnya masih banyak
gitu ya mungkin ya masih pestapora gitu
batu bara tinggi banget harganya sampai
akhirnya crash gitu kan. Nah di tahun
2024-2025 harga komoditas andalan kayak
batu bara segala macam itu lagi pada
anclop gitu kan. nikel juga ya memang
masih banyak yang butuh tapi ya lagi
relatively nurun lah. Harga batu bara
bahkan anjok lebih dari 50% dari
puncaknya ya gitu. Jadi kayak lu
bayangin ya pendapatan berkurang 50%.
Gila banget kan. Nah yang enggak turun
itu adalah sawit gitu. Sawit masih bagus
gitu ya. Bahkan salah satu saham yang
gua invest ya di sawit itu kemarin pas
lagi demo dia bukannya turun ya harganya
malah naik. Jadi sawit memang lagi bagus
sih sekarang. Nah, sayangnya meskipun
ada yang bagus, ada yang jelek gitu ya.
Secara keseluruhan penerima negara dari
sektornya itu anjlok ratusan triliun.
Jadi pemasukan tuh berkurang. Sementara
tadi ada projek-projek besar, ada
janji-janji politik yang malah jadi
bikin membengkak. Nah, makanya ya
kemarin juga kan sempat pemerintah itu
pengin wah majakin sawit gitu kan pengin
majakin batu bara. Bahkan Bahlil aja
sampai bilang kan udah untung besar ya
bagi-bagi dong buat negara gitu. Jadi di
sini memang pemerintah kita lihat sudah
BU ya, Guys.
Nah, jadi pemerintah itu sekarang bisa
dibilang sedang sulit dan sedang BU dan
keputusannya juga sebenarnya seringkiali
dilema. Jadi duitnya dari mana gitu loh,
pengeluaran banyak, duitnya dari mana?
Mau naikin pajak nanti ngamuk gitu kan
orang-orang. Sekarang aja belum dinaikin
pajaknya udah pada ngamuk nih. Kemarin
aja PP naik 1% e sori naik 10% ya dari
10 sampai 11% itu udah pada ngamuk.
Gimana kalau nanti dilebihin DPR baru
naikin tunjangan aja udah demo besar
apalagi kemarin ada insiden yang ya
sangat disayangkan ya oleh para polisi
gitu ya. Gimana rakyatnya enggak makin
ngamuk. Pemerintah juga makin bingung
nih gara-gara demo ini gimana mau naikin
pajak ya kan. Tapi di sisi lain kalau
pajak enggak dinaikin ya negaranya juga
yang bangkrut. Kita semua yang bakal
rugi, kita semua yang bakal kehilangan
subsidi segala macam gitu. Jadi di sini
pemerintah lagi memang menurut gua berat
sih keputusannya dan mungkin sekarang lu
mikir ya udah pajakin aja orang-orang
terkaya di Indonesia gitu. Kenapa sih
harus majakin semua orang gitu ya? Kok
goblok banget sih pemerintah gitu.
Mungkin orang bisa protes seperti itu.
Tapi gua bisa bilang karena gua udah
mempelajari sedikit-sedikit gitu ya
tentang makroekonomi segala macam susah
untuk lu majakin orang kaya atau kita
bisa bilang istilahnya adalah tax the
rich. Nah ini dilema yang paling utama
gitu ya. Tex the rich itu tidak semudah
itu. Emang ide ngasih pajak gitu ya ke
orang super kaya tuh kedengarannya
sangat adil dan gua sangat setuju dengan
itu. Tapi pada praktiknya ini tuh rumit
banget. Jadi ada beberapa masalah kalau
misalnya lu mau majakin orang kaya.
Pertama capital flight atau modal kabur.
Jadi kalau lu lihat modalnya orang kaya,
orang kaya itu kan ya punya ini ya
rumah, surat berharga segala macam.
modalnya itu seringkiali lebih cair
daripada orangnya, Guys. Jadi, kayak
kalau misalnya ada isu pajak naik, udah
tuh modalnya udah langsung dilindungi
sama berbagai macam konsultan yang
mereka punya gitu ya, terus langsung
dipindahin ke Cayment Island misalnya
atau ke Singapura, ke Dubai, ke mana
lagi, Monaco gitu. Jadi bisa sangat
mudah sekali untuk pindah. Apalagi
sekarang udah ada blockchain, bisa
langsung aja beliin Bitcoin, sikat ke
luar negeri udah tinggal pindah, ya kan?
Makanya kalau lu lihat banyak banget
perusahaan-perusahaan Indonesia yang
perusahaan investasinya itu bukannya di
Hongkong, di Singapura gitu kan. Karena
apa? Karena negara-negara itu
memanfaatkan gitu ya keadaan seperti ini
di mana negara-negara lain wah
majakinnya tinggi gitu ya. Mereka
mungkin beberapa di antaranya majakinnya
rendah. Jadi kenapa enggak di sana aja
gitu kan. Nah that's why ini sulit
karena pemerintah memang bisa aja dapat
duit nih dari orang-orang kaya ini. Tapi
ke depannya mungkin negara bakal makin
kehilangan potensi investasi dan
pemasukan. Karena untuk bikin pabrik,
untuk banyak pekerja di Indonesia kan
orang kaya butuh bikin pabrik, Guys. Di
sini kayak gak bisa gitu tiba-tiba ada
pabrik gitu loh, terus dibayar sama
pemerintah gitu. Kagak bisa kayak gitu.
Lu harus ada pemasukannya dari negara
untuk bikin pabrik-pabrik seperti itu.
Dan biasanya pemasukannya tuh ya dari
FBI atau foreign direct investment gitu
kan. Dan orang kaya yang ada di dalam
negeri juga bisa memutuskan gitu. Misal
sekarang wah lagi keos, ya udah gua
pindah aja ke Dubai dan udah gitu ya.
Uang triliunan itu bisa hilang begitu
aja ke Dubai. Ini juga alasannya ya
kenapa Dubai itu sekarang banyak banget
triliuner, banyak banget billioner
millionaires gitu ya. Karena orang-orang
kaya yang mau ngindarin pajak ya tinggal
cabut ke sana gitu. Jadi enggak heran
juga ya kalau ada statistiknya gua lupa
kalau sekitar 80 sampai 90% kasus
penipuan kripto di seluruh dunia gitu
ya. Rata-rata orangnya tuh pada pindah
ke Dubai, Guys. Jadi kalau lu mau text
the rich susah, The Rich dan Modalnya
juga udah keburu kabur duluan. Belum
lagi tadi ya orang-orang kayak di
seluruh dunia yang mungkin awalnya punya
duit, "Ah, gua mau bikin bisnis ah di
Indo gitu kan. Bikin kantor, bikin
pabrik, eh enggak jadi bikin ah enggak
jadi ah pajaknya gede. Udahlah bikin di
Vietnam aja. Pajaknya lebih rendah juga,
pekerjaan juga lebih pintar. Ah, udah
gua bikin di Kamboja aja, di Filipin
aja. Kan bisa kayak gitu. Ngapain
Indonesia? Masuk akal enggak sampai
sini?" Itu yang pertama ya poinnya. Dan
yang kedua bukan cuma capital flight,
tapi orang kaya itu juga jago dalam
meminimalisir pajak, Guys, secara legal.
Karena jangan lupa mereka tuh punya tim
pengacara, mereka punya tim konsultan
pajak. Mau fight di pengadilan bisa
juga, mau fight di apa, regulasi juga
bisa mereka nyari loopall-nya gitu. Ini
juga sama sebenarnya sama kayak kasusnya
US sama China ya. Jadi lu mungkin tahu
kalau di sebelum 2025 sebetulnya US itu
sempat ngasih tarif loh pas Trump
menjabat ya ke Cina. Tapi lu tahu enggak
apa yang dilakukan oleh
pengusaha-pengusaha di Cina? Karena Cina
ditarifin akhirnya orang-orang pengusaha
Cina itu ngirimnya ke mana dulu? ke
Indonesia dulu baru ke atas gitu ya, ke
US, ke Malaysia dulu gitu kan, ke India
dulu gitu baru dikirim ke sana gitu kan.
Nah, jadi inilah ya kesulitan untuk
ngasih tarif. Bahkan US aja kesulitan
kan ngasih tarif ke pengusaha-pengusaha
Cina lewat tarif gitu ya. Ya
pengusahanya udah lebih pintar duluan,
udah udah mikir duluan gitu. Nah, inilah
yang bikin di 2025 makanya tarifnya bisa
sampai ke seluruh dunia, Guys, ya. Jadi
biar enggak bisa nih lu Cina
ngirim-ngirim ke Indo, ke Malaya gitu,
gua pajakin juga lu dari Indo, gitu kan.
Jadi kurang lebih seperti itu. Nah, di
sini kita belajar gitu ya, pajak kalau
dinaikin orang kaya tuh bakal makin
kreatif karena mereka pintar-pintar cari
cara buat bayar pajak seminimal mungkin
secara legal. Dan ini legal ya, bukan
penghindaran pajak secara ilegal, bukan
nyuci duit segala macam gitu, enggak.
Ini legal. Jadi banyak sekali loop call
yang bisa ditemukan di
kebijakan-kebijakan. Jadi kalau ada yang
bilang di sini, "We should tax the
rich." Jujur gua setuju banget. Pajakin
orang-orang kaya. Sayangnya gua bingung.
Gua kalau mau ngedukung ini gua bingung
caranya tuh susah. Lu mau gimana majakin
orang-orang kaya gitu kan. Lu mau tarik
rumahnya atau apa, mereka udah cabut
duluan nanti ke luar negeri gitu. Tapi
di sisi lain mau tek the pur majakin
orang miskin ya yang terjadi adalah
seperti di revolusi Prancis gitu ya. Di
mana para pejabatnya pada joget-joget
segala macam, makan-makan enak tapi
akhirnya didemo, akhirnya dipenggal juga
kepalanya tuh kan. Jadi enggak bisa
gitu. Efeknya tuh bakal makin negatif ke
negara ketika lu majakin orang kaya
maupun orang miskin. Majakin orang
miskin juga adalah resep bunuh diri
politik yang paling gampang gitu. Belum
lagi majakin orang miskin juga bisa
bikin ekonomi macet. Bayangin kalau
warung Madura dipajakin gitu 20% gitu.
Ya udah profit margin kecil makin malas
dah buat jualan gitu kan. Mending bakar
gedung DPR enggak sih kalau misalnya
kayak begitu gitu. Makanya jangan heran
kalau yang akhirnya dipajakin akhirnya
adalah siapa? Middle class. Middle class
yang sudah capek bekerja gitu ya dari
pagi sampai malam gitu kan. Karena apa?
Karena ini adalah jalan tengah yang
paling logis dan mudah buat pemerintah
dan paling make sense sebenarnya. Karena
apa? Karena pertama middle class itu
jumlahnya banyak dan terus tumbuh. Jadi
lu naikin pajaknya 1% aja. Itu kalau
dikaliin sama jumlah middle class yang
banyak dan terus bertumbuh, hasilnya tuh
bisa signifikan buat HPBN. Terus yang
kedua, pemasukannya juga stabil. Middle
class itu biasanya ya kerja doang gitu
kan. Gaji mereka tuh masuk lewat sistem
perbankan kayak BCA gitu ya, Bank
Mandiri. Diggajinya tuh pasti dari
bank-bank seperti itu. Jaranglah yang
digaji pakai krypto gitu. Dan itu juga
enggak boleh ya kalau enggak salah. Jadi
gampang banget dipotong langsung sama
perusahaan, gampang banget direk.
Makanya Bank Indonesia juga kan kemarin
katanya mau nge-track tuh payment ID
gitu kan yang akhirnya ditunda sih gitu.
Jadi thanks to rakyat ya yang sudah
protes gitu akhirnya ditunda. Tapi ya
kelas menengah ini enggak bisa ngeles
gitu, enggak bisa favifu was wes was.
Wah gua enggak dapat duit segini kayak
orang kaya tuh enggak bisa. Susah karena
mereka uneducated biasanya. Jadi enggak
seeducated itu untuk ngakalin pajak dan
mereka juga gajinya biasanya dari kantor
biasa gitu loh. Dan yang ketiga
ngemajakin kelas menengah itu risiko
politik dan ekonominya bisa diukur
dengan baik. Jadi kelas menengah tuh
biasa punya suara, tapi kan biasanya ya
di sosm doang, kadang-kadang di eco
chamber-nya doang gitu. Nah, para
pejabat makanya seringkiali bisa ngomong
seenaknya, bisa tolol-tololin rakyat
gitu kan bisa wah ngomongnya ngawur lah
gitu ke sana kemari ya. Karena apa?
Karena yang miskin kan udah dikasih
bansos, sudah dikasih duit, dan dikasih
makan. Yang kaya juga lebih suka
kestabilan. Jadi enggak enggak bakal
ngomong sih yang tengah ya inilah yang
jadi tulang punggung negara gitu kan.
kelas menengah itu tidak punya sumber
daya untuk mindahin aset ke luar negeri
kayak orang-orang super kaya. Boro-boro
mindahin aset, invest sa aja mungkin
cuma di reksadana enggak sih atau di
emas ya kan. Berapa banyak dari lu yang
invest saham atau krypto gitu? Gua yakin
sedikit gitu kan cuma ada belasan juta
jumlahnya di Indonesia gitu. Sementara
banyak kelas menengah yang ya udah naruh
duitnya tuh di bank, di deposito gitu.
Udah yang mana itu bisa dipajakin dengan
mudah kan bisa diblokir kan bisa
diblokir kalau enggak dipakai gitu ya
kan. Jadi kelihatan ya polanya bahwa
negara tuh lagi BU dan paling gampang ya
kelas menengah. Dan kelas menengah ini
adalah kelompok yang juga cukup mampu
sih buat bayar pajak. Jadi mereka gak
miskin-miskin banget dan gak cukup
berkuasa juga. Jadi enak gitu dipajakin.
Jadi jangan heran kalau kelas menengah
sekarang sudah dan akan terus jadi
korban kalau enggak ada yang dilakuin
sama pemerintah. Dan sebenarnya memang
ini make sense menurut gua, gua bukan
berarti setuju, tapi menurut gua ini
masuk akal karena yang bisa dilakukan
oleh pemerintah kalau mereka tidak
majakin kita semua. Yang bisa dilakukan
pemerintah adalah pertama nambah utang
yang mana nanti jadi gali lubang tutup
lubang. Yang kedua yang bisa dilakuin
pemin adalah cetak uang. Ini bakal bikin
hyper inflasi ya kan kayak di tahun 8
krisis hyperinflasi, bank run dan
lain-lain. Terus yang ketiga adalah
potong anggaran dan gaji PNS. Tapi
biasanya gaji PNS yang dipotong yang
mana? Ya yang atas-atas enggak mau pasti
yang umbi-umbian. Nah tapi gaji PNS
umbi-umbian dipotong misal sejuta dari R
juta gitu ya. Ini bikin ekonomi lesu
juga. Karena PNS kan sama aja kayak kita
kelas menengah juga yang belanjanya
dalam negeri. Dan menariknya adalah yang
bisa kita lihat sekarang Sri Mulyani itu
udah bilang tarif pajak enggak bakal
naik di tahun 2026. Masalahnya berarti
negara mau dapat duit dari mana? Nah, di
sinilah memang kenapa ada tuntutan
undang-undang perampasan aset. Karena
apa? Karena perampasan aset itu
sebenarnya bisa masuk ke target PNBP di
mana sekarang targetnya sih 500-an
triliun. Nah, ini harusnya bisa lebih
gede. Apalagi kalau ya aset-aset
koruptor yang kemarin-kemarin belum ke
lacak dan lain sebagainya itu dimasukin.
Karena apa? Karena uang dan aset hasil
korupsi kalau disita dan dilelang itu
masuknya ke PNBP ini. Nah, masalahnya
sekarang siapa sih yang sita? Siapa sih
yang lelang? Nah, ada enggak sih nama
KemenQ dalam tuntutan kemarin? Nah,
makanya kalau ngomongin undang-undang
perampasan aset itu nanti bakal lebih
kompleks lagi. Siapa aktornya, ada
barang bukti yang mungkin bisa hilang di
tangan penegak hukum. Ada juga proses
lelang yang bisa jadi enggak
setransparan itu ya kan karena
institusinya juga sama-sama under keen
dan ya yang bisa kita harapkan adalah
kalau memang nanti U perampasan aset ini
disahkan itu bisa dijalankan dengan
benar dan dengan bersih supaya apa?
Supaya PNBP-nya bisa melonjak ke atas.
Apalagi kita tahu ya korupsi itu enggak
cuma 500 triliun loh. Bisa banyak sekali
ya. Jadi kita gak perlu lagiah kalau
udah ada Uampasan aset dan beneran udah
ada itu harusnya masyarakat sih gak usah
pusing sama pajak karena uang hasil
rampasan koruptor itu harusnya udah
lebih dari cukup sih karena ya penyakit
bangsa ini itu memang dua sih yaitu
adalah duit dan juga korupsi. Satu lagi
tambahlah penegakan hukum. Jadi udah
nangkap kan sampai sini kenapa
pemerintah kita tuh sekarang lagi sulit
banget gitu ya lagi sulit.
Nah terus solusinya gimana dong? Oke.
Nah, di sini masalahnya udah jelas,
dilemanya juga lu udah sadar. Terus kita
mau ngapain, solusinya apa? Ya, pertama
kita harus lebih melag secara politik.
Kalau lu enggak setuju sama pemerintah,
ya suarain. Demonstrasi kemarin tuh
bagus karena ini ngebuat semua orang
sadar kalau pemerintah tuh enggak bisa
didiamin gitu ya, DPR segala macam.
Kagak bisa ngomongnya kagak becus gitu,
kagak sopan ngomongnya. Baiknya dikritik
kalau ada yang enggak sopan apalagi
dikritik secara keras. Di sisi lain, lu
juga harus sadar bahwa di sini ada peran
makroekonomi. Jadi, bisa aja demo itu
ditunggangi oleh asing. Ya, bukan
berarti demo itu muncul dari asing 100%.
Enggak. Demo itu muncul pasti ada
keresahan dari rakyat, tapi sangat bisa
sekali. Ya kan? Dimanfaatkan oleh asing
buat kudeta bisa. Dimanfaatin buat orang
dalam di Indo misal yang punya militer
buat kudeta bisa juga. Jadi hati-hati
dengan demonstrasi. Kalau misalnya udah
kira-kira ngawur enggak jelas gitu, lu
bisa cabut aja. Lindungi diri lu. Tapi
jangan lupa juga untuk speak up terus
ya. Tapi jangan FOMO, jangan ke
bawah-bawah arus gitu. Jadi lu harus
aware kalau kondisi Indonesia tuh sedang
sulit. Memang secara makroekonomi memang
sulit. Jadi bukan sepenuhnya salah
pemerintah. Meskipun kalau pemerintah
atau DPR ada yang enggak sopan kritik
gitu ya. Jadi tugas lu dan gua di sini
kita kita-kita yang mungkin sedikit
lebih pintar gitu ya dari orang
kebanyakan. Bukan untuk menolak semua
kebijakan pemerintah secara membabi
buta, tapi justru untuk mempersiapkan
diri sebaik mungkin dan menuntut hak
kita kalau kita merasa ini enggak adil.
Especially karena kita bayar pajak. Jadi
kalau ada misalnya PNS yang songong di
luar sana gitu ya, ada polisi yang
songong segala macam, nah kita harus
kritik ya. Karena kalau pemerintah tahu
bahwa rakyatnya mengawasi kebijakannya,
mereka akan mikir dua kali ya kan untuk
pakai duit pajak kita. Jangan lupa
pendapatan terbesar negara masih dari
pajak dan kenaikan pajak ini memang
tidak bisa kita hindari. Mungkin harus
kita bayar, mungkin kita harus berkorban
gitu ya untuk Indonesia, untuk bayar
pajak. Pada akhirnya ya kayaknya ini
cara buat Indonesia tetap hidup gitu.
Gua berusaha untuk balance ya, Guys, di
sini. Jadi, gua gak terlalu ke kiri, gak
terlalu ke kanan gitu. Tapi ini yang gua
lihat seperti ini. Nah, yang kedua lu
juga harus melag finansial dan pajak.
Jadi, lu harus pelajari PPH21 tuh kayak
gimana. Bisa dikurangin enggak sih? Ada
enggak pengurang pajak? Jadi, kalau lu
paham aturannya, lu bisa ngelola
keuangan lu dengan lebih efisien. Jadi,
lu enggak pasrah dipotong. Lu enggak
ketika ditagihin sama AR-nya pajak kayak
nurut-nurut aja gitu. Karena kadang
mereka juga salah. Jadi, lu bisa belajar
gitu. Oh, misal lu harus tahu kalau lu
invest saham, oh ternyata kena pajaknya
final. Kok dividennya kena pajak tapi
enggak kena pajak kalau direinvest gitu.
lu harus pelajari itu yang kayak
begitu-gitu ya. Lu juga mungkin kalau
bikin bisnis lu harus paham kalau UMKM
enaknya pakai PP23 misalnya biar cuma
bayar 0,5% dan segala macam gitu. Ini
tuh enggak diajarin di sekolah, tapi lu
harus belajar yang seperti ini. Lu
kadang harus baca sendiri, lu harus
update sendiri, lu harus update juga
sama kebijakan dari Dirjen Pajak gitu
ya. Jadi e jangan lupa baca-baca terus
dan aware sama politik hukum di
Indonesia. Yang ketiga, jangan lupa juga
fokus buat ningkatin pemasukan karena
disis ekonomi bisa aja terjadi inflasi
yang besar. Terus bisa juga ya lu
tiba-tiba kena musibah, butuh dana
darurat gitu ya. Siapin tuh dana darurat
segala macam gitu ya. Jadi tingkatin
pemasukan biar nanti dana darurat lu
ada. Lu juga bisa upskilling. Apalagi di
dunia sekarang udah ada AI ya yang bisa
ngelakuin pekerjaan-pekerjaan lu. Lu
harus belajar juga yang seperti itu buat
ningkatin pemasukan ya. Jadi udah jadi
keharusan sih sekarang untuk side fle ya
guys. Terus yang keempat adalah lakuin
perencanaan keuangan. Tadi yang gua
bilang jangan lupa dana darat segala
macam. Kalau bisa lu diversifikasi juga
ya. Jangan semua ada di saham. Jangan
cuma ada di crypto ya. Sebenarnya enggak
enggak masalah sih. Tapi buat newbi ya
ini buat newbi please. Kalau lu enggak
ngerti apa yang lu invest misalnya ee
semuanya di saham mungkin sekarang coba
untuk diversifikasi misal sedikit ke
emas ya kan karena kita enggak tahu nih
ekonomi bakal kayak gimana karena kalau
ekonomi hancur emas naik. Terus
diversifikasi juga mungkin ke
saham-saham defensif gitu ya. Hindari
saham-saham gorengan mungkin kalau
ekonomi udah mulai masuk ke be market
karena sekarang kan kita masih ada di
bull market nih gitu. Jadi semoga
teman-teman semua bisa siap ya. Ini
adalah penjelasan kenapa pajak bakal
terus naik dan lu bisa ngapain. Semoga
kita semua di ekonomi yang sekarang bisa
lebih mantapl lah ya posisi keuangan,
posisi politik, posisi pekerjaan gitu.
Gua berharap lu semua enggak hilang
optimisme terhadap Indonesia karena so
far ekonomi kita masih bertumbuh dengan
baik ya. Oke, sedikit dari gua.
100%. Well, thanks
[Musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-12 01:56:42 UTC
Categories
Manage