Learn Philosophy and Life Goals from Reza Arap
T0N-e-ficeU • 2025-08-27
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Di panggung budaya Pop Indonesia, Reza
Arab tuh adalah sebuah anomali. Citra
publiknya tuh sejak belasan tahun lalu
diwarnai oleh banyak kontroversi. Mulai
dari gaya komunikasi yang blak-blakan,
ngomong kasar, banyaknya konflik dan
drama yang muncul dari masa lalu sampai
kehidupan personalnya yang naik turun
dan hampir selalu ramai di media. Reza
Arab memang bukanlah sosok yang akan
langsung kita kaitkan dengan kata filsuf
atau kata bijak. Tapi kalau kita coba
mengupas lapisan luar personanya yang
mungkin dipandang oleh beberapa orang
tuh negatif dan kalau kita beneran
dengerin podcast podcastnya, lihat
karya-karyanya, ternyata kita bisa
menemukan serangkaian prinsip hidup yang
menarik dan bagus buat kita tiru.
Prinsip Reza Arab ini jujur gua lumayan
kagum banget sih, terutama
sekarang-sekarang ya. Karena sebetulnya
filosofi hidup Reza Arab ini bukan hanya
bisa kita bedah pakai ajaran filosofi
filsafat kuno dari ribuan tahun lalu,
tapi juga sebagai pelajaran dan
antitesis dari kapitalisme modern yang
sangat mengagung-agungkan achievement
branding, dan angka di rekening. Di
video kali ini gua bakal membedah
filosofi hidupnya Reza Arab dan apa yang
bisa kita pelajari dari Arab. Dan semoga
kita bisa memetik pelajaran baiknya dan
of course kita bisa ninggalin yang
buruknya. Karena di balik sosoknya yang
lumayan kompleks menurut gua sih ada aja
pelajaran hidup yang menarik buat kita
analisis. So, welcome to segmen kelas
kehidupan. Sekaligus ini juga kayaknya
digabung sama segmen belajar filsafat
dan analisis kepribadian. Segmen ini
menarik karena di sini kita ngegabungin
tiga segmen sekaligus dan ini juga
pertama kalinya. Kedua sih sebenarnya
karena kita udah pernah ngomongin soal
Dedy Corb tahun lalu ya. Jadi kalau lu
suka dengan segmen ini, lu boleh
sampaiin di kolom komentar. Karena siapa
tahu kita bakal bisa analisis
kepribadian orang-orang terkenal lain
juga yang mungkin bisa kita ambil
pelajaran dari sana. Tonton video ini
sampai habis. Jangan lupa like dan
subscribe.
[Musik]
Oke, guys. Sebelum lanjut, gua mau
ngasih tahu info buat lu yang lagi
ngerasa bingung, ngerasa stuck sama
hidup akhir-akhir ini. Entah itu soal
karir, pendidikan, hubungan, keluarga,
pernikahan, atau hal-hal personal
lainnya, sekarang 1% tuh nyediain
psikotes premium.
Di dalam Psikotes Premium ada berbagai
pilihan tes yang dirancang buat ngebantu
lo lebih paham siapa sih diri lo
sebenarnya supaya lo bisa ngambil
keputusan hidup lu dengan lebih baik.
Psikotes ini tuh ngegabungin berbagai
jenis tes psikologi profesional. Jadi
setiap lu beli lu bakal dapat beberapa
psikotes disatuin reportnya jadi puluhan
halaman untuk hasil yang akurat dan
personal. Lu bisa baca puluhan halaman
ini. Dan yang paling keren, kalau lu
enggak ngerti atau lu ada pertanyaan, lu
bisa dapat insight lanjutan lewat
konsultasi bareng expert dari 1%
langsung berdasarkan hasil tes lu.
Langsung aja kunjungi
1.bio/psicotespremium
buat info lebih lanjut.
Filosofi hidup Arab yang pertama dan
menurut gua mungkin paling radikal ya.
Dan ini kayaknya lumayan ekstrem banget
dari filosofi hidupnya Arab. Itu adalah
penolakannya terhadap Kuang sebagai
motivator utama. Nah, ini tuh sering
banget disampein sama si Arab ya di
berbagai podcast. Nah, salah satunya
dalam perbincangan di podcast Raditi di
mana dia tuh menegaskan prinsipnya di
mana si Arab ini tuh enggak tahu duit
dia ada berapa, dia enggak punya
mbanking, enggak pegang debit, enggak
tahu juga ada saldonya sisa berapa gitu.
Nah, filosofi hidup ini menurut gua
sangat menarik karena di zaman sekarang
itu kan banyak banget ya orang yang
hassle culture, yang maksa buat kerja,
yang ya enggak salah juga sih di
kapitalisme ini banyak individu yang
dituntut buat kerja terus-terusan yang
basically ya buat apa ya? Buat ngejar
profit atau duit meskipun hal itu
sebenarnya enggak asik buat dia dan si
orangnya ini enggak mau ngelakuin. Nah,
dalam sistem kapitalis nilai sebuah
karya itu seringkiali direduksi lewat
potensi keuangannya gitu. Jadi, berapa
duit yang masuk, views yang diraih ada
berapa dan lain sebagainya. Nah, kalau
kita lihat dari filosofi hidupnya Harap,
logikanya tuh jadi dibalik gitu. Jadi,
dia tuh memilih berkarya bukan karena
uang sebagai motivasi utama, tapi justru
dari dorongan inovasi dan ya kesukaannya
dia. Dia mau mengekspresikan apa itu
yang dia lakuin. Jadi, yang penting
ramai dulu, yang penting asik dulu yang
dia lakuin. Profit dan angkanya itu jadi
belakangan. Nah, ini menarik karena dari
motivasi kayak begitu justru menurut gua
ya itu malah hal yang ngasih dia
angka-angka yang juga fantastis gitu.
Jadi kayak misalnya kita bisa lihat dari
kasus marapton yang bisa dibilang adalah
salah satu subaton yang paling ramai di
dunia ya, Argio Bli dengan puluhan ribu
sampai dengan ratusan ribu concurrent
views. Jadi ada ratusan ribu orang yang
nonton berbarengan gitu. Itu menurut gua
gila sih gitu ya. Eh, dan kalau dari
karya musiknya kayak lagu-lagunya kayak
yang menurut gua paling menarik itu
adalah Lati gitu ya. Itu juga adalah
lagu yang sangat bisa kita orang
Indonesia banggakan dan ini juga bisa
dibilang sebagai inovasi di dunia IDM di
mana ada lirik-lirik lagu Jawa gitu ya
pakai sentuhan musik ala Indo. Ditambah
gaya IDM-nya juga yang lumayan inovatif
gitu kalau kita bandingin sama ya
berbagai macam DJ atau produser di
seluruh dunia gitu ya. Dan
karya-karyanya Arab ini akhirnya juga
bisa jadi relate sama jutaan orang
karena ya awalnya dia asik sendiri,
orang lain ikutan asik ya akhirnya
menghasilkan uang juga gitu dan ya
menghasilkan project yang banyak di
kemudian hari. Prinsip ini menurut gua
kalau kita kaitin sama filsafat itu
mungkin resemble kayak stoicism gitu ya.
Jadi ya mungkin lu udah nonton juga dari
video gua soal stoik di mana kaum stoak
atau para stoik itu mengajarkan kita
untuk fokus saja sama hal-hal yang bisa
kita kendaliin ya kayak tindakan kita
apa, kebajikan kita apa, karya kita apa.
Dan kalau hal yang enggak bisa kita
kontrol, ya udah kita bersikap acuh tak
acuh aja gitu kayak misalnya kekayaan,
ketenaran, opini orang gitu. Jadi buat
para Stoik ya, kebahagiaan sejati itu
datang dari proses melakukan sesuatu
itu. Jadi bukan hasil dari sesuatunya
itu. Nah, ketika prosesnya ini si Arab
suka ya dia bakal kerjain kan. Tapi
kalau enggak suka, dia juga pernah
bilang di beberapa podcast dia mungkin
bisa cabut aja gitu atau bisa akhirnya
enggak dikerjain sama sekali. Nah, ini
jujur yang bikin gua kagum dan sampai
sekarang belum bisa gua lakuin gitu ya.
gua masih kadang melakukan beberapa hal
karena ya entah gua enggak enak gitu ya
atau karena mungkin melakukan hal karena
project atau duit gitu ya dari imbalan
material lah. Nah, kalau dalam stoik
virtue itu atau proses melakukan sesuatu
dengan baiknya itu itu adalah hal yang
lebih utama daripada ya dampak-dampak
eksternalnya gitu loh. Dan itu yang
mungkin salah satu yang gua kagumi sih
dari ini orang dan mungkin kalau si Arab
cukup ekstrem ya sampai enggak mau lihat
rekening yang ada di e banknya gitu.
Tapi gua bisa mengakui juga bahwa itu ya
pantaslah untuk dia karena ya dia kalau
dibuang ke mana gitu ya tiba-tiba
kehilangan semua hartanya tiba-tiba ada
di satu daerah gitu ya. Gua yakin dengan
reputasi dengan proses cara dia
melakukan sesuatu itu ya dia bakal bisa
balikin lagi duit di rekeningnya itu
gitu. Jadi angka di rekening tuh jadi
enggak penting gitu ya buat orang-orang
kayak begini.
Nah, hal kedua yang gua lihat dari Reza
Arab juga yang menarik dan bisa jadikan
filosofi hidup adalah ini enggak
berhenti di level individu. Ada satu hal
yang menarik dari Reza Arab yaitu adalah
keinginannya supaya teman-temannya juga
ikut sukses, supaya teman-temannya juga
dapat panggung. Nah, di banyak podcast
Arab dan banyak member dari Triple A
Clan dia tuh sempat bilang kalau
tujuannya bikin Triple A Clan adalah
buat sukses bareng teman-teman atau ya
tadi kasarnya ngasih panggung lah buat
teman-teman lain. Dan akhirnya ini
ternyata bukan cuma omongan doang emang
beneran Triple A ini akhirnya sampai
sekarang di YouTube itu masih ramai
banget. Kalau kita lihat dari outlier
score dari eh views dan lain-lain itu
rame banget fansnya banyak dan
nge-entertain banyak orang. Dan kita
bisa lihat juga kalau teman-temannya
Arab tiba-tiba gua jadi tahu juga gitu.
Gua yang gak mantengin setiap hari
entertainment kayak Aloy gitu ya, Gary
gitu. Gua bisa lihat kayak oh
mereka-mereka ini akhirnya bisa dapat
kerjaan projek panggung yang lebih
besar. Dan kepeduliannya Har ini juga
sebenarnya kita bisa lihat dari
perilaku-perilakunya yang lain gitu yang
enggak dia sebutin atau bahkan yang dia
sebutin. Contoh pas Pit datang ke Indo
gitu kan. Dalam prosesnya si Arab ini
tuh enggak nyoba buat muncul, buat
kelihatan gitu ya, buat ngambil
keuntungan gitu. Dan ini juga sama di
perilaku-perilakunya yang lain yang
mungkin lu enggak tahu juga ya. Kayak
misalnya dari dia nolongin guru honorer
sampai pas ada kecelakaan orang kalau
enggak salah sempat jatuh motor di Solo
gitu tanpa kayaknya tanpa pamri sih ya
kalau gua lihat di sini. Malah dalam
konteks tertentu bisa dibilang e enggak
dipublikasiin sama sekali. Jadi orang
aja yang nulis th gitu tanks banget Arab
segala macam gitu ya. Nah dari sana gua
ngelihat ada banyak hal ternyata yang
dia lakuin tuh fokusnya lebih ke
pertemanan dan komunitas. Nah, perilaku
kayak gini itu bisa dibilang langka
banget sih di zaman sekarang. E, at
least menurut opini gua. Karena banyak
banget orang yang ketika punya tujuan
baik misalnya pengin bikin sesuatu gitu
ya atau pengin melakukan hal baik gitu
pada akhirnya ya dipublikasikan dari
awal gitu loh. Dan mungkin orang jadi
wah keren, lu mau bikin ini, mau bikin
itu gitu. Tapi kalau Arab tuh kayaknya
enggak gitu di banyak hal yang dia
lakuin ya. Meskipun ada juga sih yang
dia publikasiin, tapi gua salut ternyata
banyak juga yang enggak dipublikasiin
dan tiba-tiba orang tahu aja gitu. Nah,
sikap ini lagi-lagi tadi kan kalau di
kapitalisme bahwa hidup itu kan sekarang
tuh dinilai lebih ke wah publikasi lu
seberapa luas, branding lu seberapa oke,
hidup itu adalah kompetisi yang terjadi
terus-terusan, which is true gitu ya.
Tapi game yang dimainin Arab di banyak
hal yang dilakukan itu adalah bukan zero
sam game gitu. Di mana atensi itu dicari
terus, lu harus ngelawan orang lain
segala macam. Tapi justru yang dimainin
adalah positif su game bahwa ya sukses
itu bisa bareng teman-teman gitu. Jadi
kayak enggak selalu lu tuh nanti sama
teman tuh bersaing gitu. Nah, kalau kata
salah satu pemikir modern namanya tuh
adalah Naval Rafikan. Dia kalau lu
enggak tahu ini adalah orang yang e
lumayan keren di dunia self development.
Nafa Ravikan tuh bilang bahwa di dunia
ini tuh ada dua game gitu. Jadi ada
shortterm game, ada juga longterm game.
Nah, kalau di short term game banyak
orang yang mikir tuh kalau di dunia ini
tuh ya mainnya adalah zero Some gitu.
Jadi ketika lu jadi kaya, ketika lu jadi
terkenal, itu adalah kekalahan lah buat
orang lain. Jadi orang lain ada yang
tambah miskin atau tambah enggak
terkenal gitu. Tapi dalam konteks Arab,
gua lihat dia tuh mempraktikkan namanya
longterm game. Di mana si Arab ini kayak
invest di hubungan dan pertemanan yang
kadang enggak harus dipublikasi, enggak
harus juga selalu ada profit. Kalau ada
yang orang yang bisa dibantu, dia bantu
gitu. Nah, menariknya dari sana malah
kebangun keuntungan juga buat dia gitu
ya. Jadi pertama keuntungannya adalah
reputasi, reputasinya jadi oke banget.
Dan yang kedua adalah trust yang pada
akhirnya jadi positif dan memang dalam
jangka panjang dan terbukti gitu ya udah
belasan tahun dia di industri ini, aset
inilah yang bakal mendatangkan
kesuksesan. Nah, selain itu kalau dari
segi filsafat ngomongin soal pertemanan
gua ngelihat ini tuh bisa resemble
pandangannya filsafat epicureanism atau
dari e filsuf namanya Epicurus. Nah,
jadi Epicurus itu bilang ketika lu hidup
untuk lu mendapatkan kebahagiaan
tertinggi itu tuh sebenarnya bukan
masalah uang, tapi justru persahabatan
atau komunitas itu adalah salah satu
sumber kebagian tertinggi. Jadi
ibaratnya ya enggak apa-apa enggak ada
duit gitu, hidup sederhana gitu ya, asal
bisa nongkrong aja udah happy. Nah, itu
yang gua lihat di marapton sih dan yang
gua lihat juga di berbagai ocasion kali
ya. Eh, by the way, gua sempat bahas ini
di video soal epicanism. Jadi kayak
kalau lu mau nonton videonya silakan lu
search aja gitu ya habis ini. Di mana
Happy Curious itu percaya kalau hidup
yang baik itu dijalani sama teman-teman
dalam komunitas yang saling mendukung.
Hidupnya sederhana aja jauh dari hiruk
pikuk ambisi publik gitu ya yang mungkin
bisa dibilang lumayan melelahkan. Jadi
itu yang bisa kita tiru sih salah duanya
dari hidup Reza Arab.
Nah, yang ketiga yang gua pikir menarik
juga adalah si Arab ini kayak lumayan
jujur sih sama kekurangan dan kesalahan
dirinya gitu. Kalau kita lihat kan
bertahun-tahun lalu banyak drama lah
segala macam gitu ya. Nah, si Arab ini
tuh enggak enggak segan untuk terbuka l
mengakui kegagalannya, mengakui e
keteledorannya gitu ya. Ya, mungkin
salah satunya dalam hal rumah tangga
gitu. Termasuk juga dalam drama-drama
dia sama dulu tuh ada beberapa
influencer yang musuhnya dia di masa
lalu gitu. Nah, pengakuan ini memang
enggak serta-merta menghapus kesalahan.
Tapi di sinilah letak pelajarannya bahwa
ya setiap manusia mau itu Reza Arab, mau
siapapun dengan segala kekurangannya ya
memang manusia tuh enggak sempurna. Dan
dari sini juga kita bisa belajar untuk
menerapkan filter yang sama dalam
memandang semua influencer, semua public
figure bahwa ya ini harus lu tekanin ya,
ambil yang baik, buang yang buruk, dan
sadari bahwa setiap orang itu punya
perjuangannya masing-masing, punya
kesalahannya masing-masing juga. Nah,
terus apa artinya buat kita gitu? Apa
yang bisa kita pelajari gitu ya?
Kesimpulannya gimana? Nah, pelajarannya
sebenarnya ya bukan untuk meniru gaya
hidup atau kepribadian yang ada di
internet utama Ra Arab secara
mentah-mentah. Apalagi kalau lu niru
yang buruknya doang gitu. Misalnya niru
maboknya gitu ya, ngerokoknya ngomong
kasar ya mungkin itu bisa diminimalisir
lah atau disingkirin gitu. Kesimpulannya
tapi dari prinsip hidup yang kita
pelajari sekarang kita bisa menarik tiga
pelajaran utama. Pertama adalah soal
kekayaan dan kebahagiaan. Jadi
kebahagiaan dan kekayaan yang sejati
gitu ya, itu tidak terletak di angka di
rekening sih, tapi justru pada kepuasan
saat berkarya dan juga reputasi. Karena
kalau lu punya dua hal tersebut, lu mau
dibuang ke mana ya diasingkan ke mana
pun, kemungkinan besar duit akan terus
datang ke lu sih kalau lu punya dua hal
itu. Dan yang kedua adalah soal zero
some game dan e peduli teman serta
peduli komunitas. Jadi hidup di zaman
kapitalisme ini tuh memang kompetisi ya
kita berkompetisi sama semua orang tapi
ternyata dari sini kita bisa ngelihat
kalau ngebantu teman, ngebantu komunitas
gitu ya tanpa pamrih gitu kayak ngebantu
aja gitu buat punya hidup dan karir yang
lebih baik juga kita bisa memuaskan dan
at the end of the day ini malah bisa
jadi lahan keuntungan juga buat kita
ketika ya teman kita berhasil
projjectnya berhasil kita bisa ke bawa
naik juga eh teman kita ke bawa naik
juga gitu jadi asik bareng-bareng gitu
loh yang ketiga adalah ya soal
ketidaksempurnaan Ya, justru mungkin
yang kita harus waspada adalah ya
mungkin orang-orang dengan citra yang
sempurna gitu ya. Karena setiap manusia
kan pasti ada kesalahan, ada
kelemahannya. Gua mungkin akan sangat
respect orang yang berani untuk mengakui
dan belajar dari kekurangan dan
kegagalannya di masa lalu gitu loh. Dan
bahkan meminta maaf gitu atas
kesalahannya. itu kita bisa respect
banget sih orang yang seperti itu. Pada
akhirnya filosofi hidup yang bisa kita
pelajari hari ini gitu ya adalah
pengingat bahwa di tengah dunia yang
berisik ini, dunia yang penuh kompetisi
ya indis ekonomi gitu kan, pelajaran
ternyata bisa ditemukan di mana saja
even di content entertainment yang
beberapa orang mungkin anggap enggak
penting yang dianggap negatif gitu ya.
Surprisingly gua sendiri ternyata bisa
ngambil pelajaran-pelajaran hidup dari
sana dan ya gua juga kayaknya banyak
belajar sih dari nonton film, main game
gitu ya. hal yang mungkin dianggap
enggak penting gitu sama banyak orang
dan turn out gua juga bisa mengaitkan
pelajaran itu dengan beberapa ilmu
filsafat yang pernah gua pelajari
sebelumnya. Menurut lu gimana dengan
video kali ini dan ada enggak sih hal
lain yang bisa kita pelajari dari tokoh
ini atau mungkin ada hal lain yang lu
pernah pelajari dari tokoh-tokoh lain?
Lu bisa tulis di kolom komentar biar
jadi inspirasi juga buat bahasan kita
selanjutnya. Gua FN. Well, thanks
[Musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-12 01:56:29 UTC
Categories
Manage