Transcript
GQ2OaNCKHEo • Kenapa Rupiah Melemah Terus: Hampir Tembus 17,000! Salah Menkeu Purbaya?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/SatuPersenIndonesianLifeschool/.shards/text-0001.zst#text/0766_GQ2OaNCKHEo.txt
Kind: captions
Language: id
15 tahun lalu, 1 US dar itu bisa ditukar
dengan Rp8.000 sampai dengan Rp9.000. 10
tahun lalu 1 dolar itu bisa ditukar
dengan Rp13.000.
5 tahun lalu pas COVID dolar itu makin
menguat, rupiah makin melemah. 1 dolar
bisa ditukar dengan angka rata-rata
Rp16.000. Dan sekarang di tahun 2025 1
dolar itu udah nyentuh harga 16.000
lebih. Bahkan kemarin sempat ada di
harga Rp7.000. Lu sebagai orang biasa
pernah enggak sih lu mikir kenapa ya
rupiah itu terus melemah dan terus turun
nilainya? Dan bukan cuma turun ke US
dollar. Harga tukar rupiah ke Singapore
dollar, ke Malaysian ringgit itu juga
nurun ke mata-mata uang lain. Contoh
Singapore dollar 5 tahun lalu 1 SGD itu
harganya Rp10.000 sekarang udah hampir
Rp1.000. Malaysian ringgit juga sama.
Tahun lalu angkanya ada 3.000 sekarang
udah hampir 4.000 dan dampaknya tuh
enggak main-main ya. Bukan cuma masalah
angka doang, Guys. Ini tuh sangat bisa
dirasakan masyarakat. Orang Indonesia
itu bisa dibilang makin miskin dan makin
kehilangan puluhan persen dari buying
power mata uangnya. Jadi, kalau lu
megang dan nabung rupiah doang sejak 15
tahun lalu, terus lu pengen liburan ke
Malaysia atau Singapura, harganya tuh
bakalan kerasa naik sekitar 20 sampai
30%-an. Sementara kalau orang US mau
liburan ke Indonesia, setiap tahun itu
bakal makin murah sekitar 5% lah. Dan
belum lagi harga iPhone, langganan
Netflix, subscription kantor, harga game
juga makin mahal untuk individu. Kalau
buat negara ya harga minyak, harga
segala macam jadi lebih mahal karena
kita membayarnya semua dalam standar
dolar. Bahkan Mi instan aja itu bisa
berpotensi naik. Dan memang sekarang
udah naik juga sih ya. Bukan hanya
karena inflasi, tapi karena bahan
bakunya yaitu gandum itu juga hasil
impor. Dan belinya pakai apa? Ya,
lagi-lagi pakai dolar gitu. Jadi,
fenomena ini tuh memunculkan pertanyaan
mendasar yang menggelisahkan. Pertama,
kenapa sih rupiah bisa melemah? Dan yang
kedua, sebenarnya rupiah melemah ini tuh
salah siapa sih? Nah, yang ketiga yang
paling penting adalah apa sih yang bisa
kita lakuin untuk menjaga nilai mata
uang kita dan menjaga tabungan kita.
Nah, kita bakal bedah satu persatu
dengan bahasa yang sederhana. Welcome to
Psychology of Finance. Kita bakal bahas
soal kenapa rupiah terus melemah.
Welcome toychology of finance.
Nah, banyak banget faktor eksternal
maupun internal yang bikin rupiah tuh
bisa melemah. Tapi yang paling utama
yaitu sebetulnya adalah gara-gara
kebijakan Amerika Serikat. Kebijakan
Amerika Serikat terutama kebijakannya
The Fed itu punya dampak ke seluruh
dunia. Jadi kalau The Fed tiba-tiba
naikin suku bunga, suku bunganya naik
secara agresif misalnya kayak di tahun
2022 ini tuh berdampak banget ke
negara-negara berkembang ke Indonesia
ya. Jadi ketika suku bunga naik akhirnya
deposito USD atau bunga ketika lu
nyimpan uang di bank itu imbal hasilnya
jadi menarik banget. Nah, jadi gak heran
ketika suku bunga naik di Amerika
Serikat, investor di seluruh dunia
termasuk dari Indonesia itu pasti ya
hampir pasti banyak ramai-ramai menjual
aset rupiah mereka untuk memborong dolar
dan hasilnya permintaan dolar meroket
dan nilai rupiah anjlok karena orang
pada jualan. Terus faktor yang kedua
yang bikin rupiah melemah adalah faktor
internal. Jadi faktor ekonomi Indonesia
itu sendiri. Jadi kalau kita lihat, kita
bandingin sama Singapura gitu ya,
kelemahan Singapore terhadap US Dollar
itu enggak sesignifikan pelemahan US
Dollar terhadap rupiah. Nah, itu
berhubungan sama ya faktor internal juga
ya. Jadi, pertama kita masih
ketergantungan impor gitu kan untuk
banyak hal krusial mulai dari minyak
mentah gitu ya, BBM. Kita memang punya
BBM sendiri gitu, tapi kita masih butuh
impor buat memenuhi kebutuhan. Ada juga
mesin industri, ada juga bahan pangan
ya, gandum, kedelai, ada juga jagung. ya
kan. Terus untuk membayar semua impor
ini kita tuh butuh dolar. Nah, ketika
pengeluaran dolar lebih besar daripada
pemasukan ya pemasukan dolar ya rupiah
pasti tertekan. Terus kita juga masih
sangat bergantung pada pendapatan ekspor
komoditas mentah. Jadi misalnya kelapa
sawit gitu ya. Nah, itu kan kita
ngekspor ke luar negeri, batu bara,
nikel, kelapa sawit, segala macam.
ketika harga komoditas ini bisa
tiba-tiba anjlok, jadi sangat beresiko
ya karena bisa turun bisa naik pemasukan
dolar negara kita itu bisa berkurang
drastis, bisa juga bertumbuh drastis ya
kan. Nah, pasukan dolar yang menipis ini
secara otomatis bikin ya rupiah melemah.
Terus ada juga utang luar negeri. Jadi
utang luar negeri tuh dibayar dan
dipinjam pakai apa ya? Pakai dolar.
Salah satunya setiap pembayaran bunga,
cicilan pokok itu semuanya yang ngaruh
ke permintaan terhadap dolar yang
kemungkinan akan naik secara konstan.
Karena kan kita bisa lihat di berbagai
negara utang itu terus-menerus naik dan
ini udah pasti nekan rupiah. Nah, belum
lagi ada juga faktor psikologi ya.
Faktor psikologi itu apa? Kayak misalnya
berita buruk lah ya kan kemarin ada
Indonesia darurat, ada kabur aja dulu,
ada yang ngibarin bendera One Piece
gitu. Jadi ketegangan-ketegangan ini
geopolitik perang, ketidakpastian
politik di dalam negeri maupun luar
negeri itu bikin investor jadi cemas.
Nah, ketika investor pada cemas ya
mereka akan mulai mikir kayak, "Ah,
kayaknya gua enggak bisa nih invest di
saham Indo, gua enggak bisa nih invest
di deposito atau obligasi." Ya, akhirnya
mereka akan lari ke aset yang aman. Nah,
salah satu aset teraman di dunia adalah
US Dollar. Ya, meskipun kita bisa
perdebatkan ya apakah masih aman apa
enggak dengan kemunculan Bitcoin
misalnya, dengan emas yang naik
gila-gilaan. Tapi ya intinya orang pada
mulai takut lah ya. Karena banyak kan
kemarin-kemarin berita negatif kayak
misalnya kebijakan PPATK yang tiba-tiba
ngeblokir jutaan orang, terus ada juga
kasus Raja A4, ada juga kasus trading
hold ya ee yang kemarin di bulan Maret
sama April tuh jadi pasar saham
Indonesia tuh turun drastis banget. Nah,
ini memperburuk posisi ekonomi Indonesia
secara psikologis. Karena karena gini,
semisal ekonomi Indonesia baik-baik aja
pun lu kalau sebagai investor, investor
dalam negeri atau luar negeri, lu lihat
berita-berita kayak gini, lu bakal
skeptis kan? lu bakal cemas kan gitu.
Jadi kayak kalau dikritik terus-terusan,
kalau di ada gerakan Indonesia darurat,
kalau orang malah iniin bendera One
Piece gitu, ya lu bakal cemas dong,
gitu. Ada apa nih? Meskipun sebenarnya
kemarin kan kita dapat kabar baik ya,
ekonomi kita tumbuh 5 kom sekian pers
gitu. Itu kayak growth yang paling
mantaplah dari semua negara lainnya.
Tapi tetap aja secara psikologis ini
ngaruh ke kita-kita semua.
Pertanyaannya rupiah melemah. Jadi ini
salah siapa? ya menyalahkan satu pihak
ya sebenarnya mustahil ya karena balik
lagi masalahnya tuh kompleks gitu. Jadi
ini tuh bukan sepenuhnya salah
pemerintah karena of course mereka
enggak bisa ngontrol kebijakan the FET
gitu. Mereka juga enggak bisa ngontrol
dapat tarif berapa gitu kan. Terus
negonya harus gimana gitu ya. Jadi ya
bukan sepenuhnya salah pemerintah banget
sih. Terus yang kedua bukan sepenuhnya
juga salah Bank Indonesia gitu ya yang
ya kalau kita lihat mereka ya terus
berusaha untuk stabilin rupiah. Tapi
kalau ada satu hal yang bisa di-improve
ya sebenarnya harusnya tuh kita sudah
mulai mikir gimana caranya ekonomi kita
tuh jangan terlalu bergantung pada
komoditas ekspor dan impor ya. Jadi baik
ekspor maupun impor kita harus segera
mikir gimana caranya kita tidak
terdominasi oleh US Dollar. Nah, ini
adalah akar masalah yang sudah ada
selama puluhan tahun dan memang selalu
kita coba ya untuk selesaiin kayak
misalnya dengan hilirisasi ya dengan
segala macam biar kita enggak kena
dampak penaikan, penurunan harga
komoditas banget yang mana itu juga
dijual belikannya pakai dolar gitu. Nah,
terus jawabannya kita harus gimana? Yang
bisa kita lakuin sebenarnya ada
beberapa. Nah, tapi sebelum ke section
selanjutnya, gua mau ngasih tahu kalau
misalnya lu mau tahu soal analisis
makroekonomi seperti ini, analisis
foreign currency, termasuk dengan
caranya riding the wave
kebijakan-kebijakan global untuk
trading, gua menyarankan untuk baca
lebih lanjut e-book dari Mifx. Nah, MIFX
itu apa sih? Jadi, Mifx adalah platform
forex trading yang teregulasi BPTI dan
juga adalah bagian dari Monex Investindo
Futures. Ini adalah broker Forex yang
resmi dan terbesar di Indonesia yang
udah berdiri lebih dari 25 tahun. Nah,
mereka sekarang lagi ada program edukasi
besar-besaran yang nanti gua akan bahas
lebih lanjut di akhir video.
Jadi gini, rupiah yang terus melemah
kalau buat kita individu artinya adalah
simpel ya. Uang yang kita pegang itu
makin tergerus nilainya, daya beli kita
menurun, terus harga-harga makin naik
dan uang Rp100.000 hari ini itu mungkin
enggak akan bisa membeli barang yang
sama beberapa bulan dari sekarang atau
malah bertahun-tahun dari sekarang. Dan
kenyataan ini memang pahit ya. Inflasi
ini tuh pahit banget. Tapi ya daripada
kita pasrah, nyalah-nyalahin orang,
nyalah-nyalahin pemerintah, mending kita
mulai belajar buat lebih pintar secara
finansial. Karena enggak akan ada yang
bisa nolong kita kecuali ya diri kita
sendiri gitu. daripada nyari kambing
hitam ngeluh gitu kan, lebih baik kita
para gen fokus ke apa yang bisa kita
kontrol. Nah, jawabannya terus apa sih
yang bisa kita kontrol? Apa sih yang
bisa kita lakuin? Pertama mulai dari
diversifikasi aset. Jadi jangan taruh
semua telur dalam satu keranjang. Jadi
misalnya kalau seluruh tabungan dan aset
lu ada dalam rupiah, ya udah jelas ya
nilainya bakal terus turun. Apalagi
kalau cuma di bank doang. Jadi coba
diversify di aset-aset lain. Aset-aset
lain tuh apa? Nah, ini poin yang kedua.
itu bisa mulai investasi di aset safe
heaven. Jadi sebagian dana misalnya
kalau kata Realio sih ya sekitar 15% lah
coba e investasikan ke uncorrelated aset
ya. Contohnya misal ya emas terus let's
say 10%-nya itu adalah US dollar gitu
ya. Dan sebenarnya bisa juga sih di
saham Indo kan banyak tuh saham
perusahaan di Indo yang biasanya
berorientasi pada ekspor atau
pendapatannya misal dalam dolar. Jadi
supaya ketika nilai rupiah lu turun, ada
bagian lain dari kekayaan lu yang
nilainya tetap atau bahkan naik gitu.
Jadi lu harusnya tahulah ada beberapa
company yang bisa memanfaatkan penaikan
dolar maupun penurunan dolar. Yang
ketiga, yang paling penting adalah ya
dengan inflasi ini lu mesti fokus untuk
ningkatin income. Cari kerjaan baru atau
mungkin side hassle baru. Karena dengan
income tambahan sebenarnya ya inflasi
bisa jadi enggak ngaruh. Bahkan lu bisa
mencapai financial freedom itu lebih
cepat. enggak perlu nunggu pensiun lagi,
lu bisa jadi kaya di usia muda. Nah, di
sinilah letak peluangnya. Nah,
sebenarnya yang gua omongin tadi soal
kenaikan penurunan nilai tukar itu bisa
dimanfaatin gitu ya untuk potensi
keuntungan ya. Contoh simpelnya tadi kan
beli saham yang misal pakai dolar gitu
kan atau ya lu juga bisa memanfaatkannya
lewat perdagangan valas atau valuta
asing atau biasa kita sebut dengan
forex. Jadi forex itu kayak ya ibaratnya
bisnis jual beli mata uang. Jadi mirip
money changer, tapi dilakuinnya secara
digital untuk mencari keuntungan dari
selisih harga. Misalnya nih lu
memprediksi bahwa yen akan menguat
terhadap dolar. Ya contohlah ya karena
Jepang itu kemarin baru naikin suku
bunga ya di awal tahun. Nah, ketika lu
tahu Jepang itu mau naikin suku bunga
dan dalam jangka waktu panjang, lu
sebenarnya bisa memanfaatkan pengetahuan
yang lu punya untuk buy yen atau untuk
beli yen ketika harganya masih 140
terhadap dolar ya di bulan Mei dan lu
bisa menjualnya kembali saat harganya
naik di harga 150 di bulan Juli atau
Agustus. Nah, namanya trading forex tuh
kurang lebih seperti gini. Nah, terus lu
bisa dapat keuntungan dari selisih 10
yen per dolar yang lu transaksikan. Nah,
kalau lu pakai leverage ya berarti lu
dapat keuntungannya berlipat-lipat.
Kalau misalnya lu salah gimana? Nah, lu
bisa rugi juga. Nah, pelemahan rupiah
yang kita bahas tadi di dunia forex,
pergerakan seperti itulah yang justru
menjadi peluang. Jadi, semakin banyak
gerak justru semakin banyak peluang. Ya,
contoh lain kalau lu bisa misalnya
nganalisis bahwa dolar akan menguat, ya,
lu bisa ngambil posisi buy, gitu.
Misalnya pairing-nya adalah USD GBP.
Jadi, lu mikir dolar tuh akan menguat
dibandingkan mata uang lain. Ya, lu bisa
ngambil posisi buy gitu. Sebaliknya
kalau misalnya lu prediksi mata uang
lain akan melemah ya lu bisa ambil
posisi sell. Ya, sebenarnya simpel ya,
Forex seperti itu. Meskipun simpel, tapi
ya kegiatan ini tuh ada resikonya ya dan
butuh belajar dulu. At least pakai akun
demo dulu lah. Jangan langsung all in.
Jadi jangan sampai kayak ya orang-orang
awam pada umumnya ya. Lu harus belajar
dulu minimal belajar dikit-dikit dulu
pakai akun demo gitu. Nah, kalau lu suka
dengan pembahasan kayak di video ini dan
tertarik buat belajar lebih dalam
tentang perdagangan valta asing, tentang
makroekonomi, gimana cara manfaatin
volatilitas kurs, penting untuk
memulainya dengan edukasi yang benar
dari platform yang terpercaya. Nah,
kebetulan MFX itu udah nyiapin e-book
eksklusif yang judulnya adalah cara
alternatif menuju financial freedom di
masa kini. Ini cocok banget buat lu
semua para pemula yang mau ngejar
Financial Freedom. Nah, cara dapetinnya
gampang banget. Lu tinggal daftar akun
demo gratis di Mifx lewat link di
deskripsi dan jangan lupa masukin kode
1% MFX. Nanti e-book-nya akan otomatis
terkirim ke email yang lu daftarin. Jadi
gratis ya, Guys. Tinggal daftar akun
demo doang. Nah, dengan pengetahuan yang
cukup jadi jangan ngawur gitu ya. Nah,
lu bisa membuat keputusan yang lebih
baik untuk melindungi aset lu atau
bahkan mencari potensi keuntungan.
Karena indis ekonomi gitu ya yang enggak
pasti. Justru ya ini salah satu peluang
besar untuk lu belajar lebih lanjut cara
naikin income dan return investasi
ketika orang-orang lain ya menabung
dalam rupiah aja. Nabung dalam rupiah
tuh enggak salah. Tapi ya kalau lu
enggak ngerti kenapa lu nabung di aset
tertentu secara konsisten ya justru itu
yang salah. Gua 10%. Well, thanks
[Musik]