Transcript
Ywunk44CQ6c • Tanda Krisis Ekonomi Indonesia dan Dunia
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/SatuPersenIndonesianLifeschool/.shards/text-0001.zst#text/0758_Ywunk44CQ6c.txt
Kind: captions
Language: id
Setiap kali dunia mengalami krisis
ekonomi, ada pola yang selalu berulang.
Bukan cuma pola sosial atau politik
seperti perang, tapi juga adalah pola
pergerakan ekonomi, yaitu gimana uang
bergerak, gimana harga-harga komoditas
tuh bisa tiba-tiba naik kayak harga emas
yang naik drastis banget kemarin dan
gimana pasar bisa merespons kepanikan
global. Nah, lewat video kali ini gua
bakal ngajak lu buat ngelihat pola-pola
yang biasa terjadi sebelum krisis
ekonomi dan gimana pola-pola itu
sebetulnya ada sekarang. Supaya apa?
Supaya kita bisa belajar gimana kita
bisa mencari peluang dari krisis-krisis
ini. Kalau enggak kejadian ya syukur.
Tapi kalau ternyata beneran krisisnya
kejadian ya gimana caranya kita bisa
selamat dan bertahan dari krisis
tersebut. Kris ini sebenarnya udah
diterakin dari tahun 2023 ya. Yang mana
kita sebenarnya enggak setuju pas tahun
2023. Tapi 2024 kita juga bikin video
baru di mana kayaknya nih bakal-bakal
reses sih, tapi ternyata enggak
kejadian. Nah, di 2025 ini sebenarnya
udah lumayan urgen. Let's see ya. Ya,
welcome to Jurnal Investigasi. 1% bakal
ngebahas soal tanda krisis ekonomi di
Indonesia dan di dunia. Stay tune.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Kalau lu perhatiin biasanya tuh selalu
ada satu pola yang terus muncul, yaitu
ketika dunia lagi panik, uang tuh
biasanya enggak hilang, tapi justru uang
nih berpindah. Biasanya uang itu pindah
ke hal-hal yang dianggap aman dan
penting. Safe heaven lah kita bisa
bilangnya. Contohnya apa? Harga emas.
Kemarin harga emas naik karena emas
dianggap aset paling aman ketika kondisi
enggak stabil. harga minyak kemarin naik
meskipun turun lagi ya setelah perang
karena kemarin naik dipikir si Iran ini
bakal ngeblokir Selat Hormus ternyata
enggak jadi. Harga pangan, harga
komoditas strategis biasanya juga ikut
naik. Terus biasanya juga kita bisa
ngelihat sektor energi dan pertahanan
itu cuan besar-besaran. Tapi sektor lain
di luar itu biasanya ya anjlok aja. Nah,
kalau kita lihat sejarah di Perang Dunia
Kedua, industri minyak dan logistik tuh
meledak ya. Jadi di Amerika di tahun
1940 itu minyak tuh ada peningkatan
produksi besar-besaran dari 3,7 juta
barel per hari jadi 4,7 juta barel
supaya apa? Supaya bisa ngedukung upaya
perang. Nah, menariknya lu harus tahu
kalau di 2024 dan 2025 Amerika Serikat
itu mencatat rekor baru dalam
peningkatan sejarah produksi minyak,
Guys. Jadi, sekarang tuh udah mulai
mirip bahkan lebih tinggi ya
peningkatannya dibandingkan yang
lalu-lalu. Nah, kita lihat krisis yang
lain. Tahun 2008 emas juga naik drastis.
Harga emas di tahun 2007-2008
itu meningkat lebih dari 20% dalam
setahun. ini tuh mencapai rekor
tertinggi pada saat itu karena investor
itu mencari aset yang safe nah
menariknya yang perlu lu tahu dan gua
yakin lu udah pada tahu ya harga emas
ini juga naik drastis guys dari tahun
2023 dari 2024 sampai 2025 aja ini kita
hitung dari tanggal 1 Juli ya 1 Juli
2024 sampai 1 Juli 2025 sekarang emas
tuh udah naik hampir 40% guys dalam 1
tahun doang lu bayangin udah gila-gilaan
naiknya jadi orang itu udah mulai
memprediksi memang dari tahun 2023 itu
kemungkinan bakal resesi. Tapi enggak
kejadian-kejadian sampai tahun 2025.
Sampai sekarang nih kita enggak tahu
bakal resesi apa enggak. Tapi intinya
ini tuh menunjukkan bahwa ada
tanda-tanda krisis dan ini bisa lu
pelajari. Ini penting ya, karena kalau
lu ngerti polanya, pertama lu bisa
ngambil keputusan yang enggak
panik-panik amat. Lu enggak jual di
harga murah, beli di harga mahal. Dan
yang kedua, lu harusnya bisa lebih
tenang dan enggak ikut-ikutan FOMO.
kayak beberapa bulan lalu di bulan Maret
itu atau bulan April ya gua lupa kita
sempat bikin video soal emas ya di mana
ketika saat itu harga emas di pasar itu
sampai ke angka R2 juta. Ini udah gila
sih ya bahkan lebih ya ada yang jual
2,2,3 ternyata sekarang turun sesuai
prediksi kita ya waktu itu di mana harga
kalau udah ketinggian ya bakal koreksi
lah sekarang tuh udah turun ke 1,7 1,8.
Emang sih harga emas bakal diproyeksi
naik. Enggak ada juga yang ngelarang lu
untuk beli emas. Di video itu kita
bilang juga kan gitu apalagi saat krisis
gitu ya, itu bakal makin naik lagi. Tapi
lu juga jangan sampai FOMO, jangan
sampai lu beli di saat semua orang beli
ketika harganya tuh udah enggak masuk
akal lu baru masuk. Nah, itu berarti kan
FOMO tuh. Nah, masalahnya banyak yang
baru sadar setelah semuanya kejadian.
Dan bayangin ya, ketika lu beli di harga
volo itu, lu beli emas misal harganya
R,2 juta, itu udah termasuk spread lah
ya. Spread itu kan perbedaan harganya
ya. Emas itu lu harus nunggu kalau di
kondisi market yang stabil lu harus
nunggu 2 sampai 3 tahun kali untuk jadi
balik modal. Jadi hati-hati ya, jangan
sampai baru sadar setelah semua
kejadian. Lu harus bisa ngebaca
tanda-tanda krisis ekonomi yang benar.
Nah, krisis ekonomi biasanya ditandai
dengan beberapa fenomena ini ya. Ini lu
harus tahu. Pertama, apa yang terjadi
biasanya adalah PHK besar-besaran. Nah,
kalau kita lihat sekarang di dunia saat
ini ya, di Amerika Serikat di mana-mana
itu banyak perusahaan besar kayak Cisco,
Microsoft, Google, Panasonic dan
lain-lain itu melakukan PHK di mana
total tuh diprediksi ya itu udah lebih
dari 100.000 lebih pekerja lah di dunia
teknologi ya maupun di bidang-bidang
lain juga sih. Itu harusnya udah ratusan
ribu orang yang di PHK. Gimana dengan di
Indonesia? Nah, data PHK di Indonesia di
tahun 2024 itu lumayan naik ya. Jadi
naik 20% dibandingkan tahun 2023. Jadi
ada hampir 78.000 orang terkena PHK.
Terus 2025 sampai bulan April kemarin
aja udah 24.000 yang di PHK. Bisa jadi
harusnya naik sekitar 30% lah tahun ini
dari tahun kemarin. Yang mana tahun
kemarin aja udah naik 20%, Guys. Jadi
lumayan tinggi ya kenaikan PHK ini. Nah,
yang kedua tanda dari krisis ekonomi
biasanya adalah masyarakat itu makin
tertekan sama utang. Jadi orang tuh
sudah mulai enggak bisa bayar tunggakan
utang mereka. Nah, gimana kondisi utang
masyarakat Indonesia? Nah, ini
sebenarnya memang cenderung meningkat
secara stabil ya. Jadi, kredit rumah
tangga itu per September 2024 kemarin
itu naik 10,81%.
Nah, ini sebenarnya lebih tinggi
daripada tahun sebelumnya yang tumbuh
sekitar 8,6%. Nah, kredit ini ini tuh
naik karena ya kredit KPR sama kredit
yang lain-lain. Nah, tapi untuk kredit
peralatan rumah tangga nih ya, peralatan
rumah tangga tuh ee naik ini naiknya
signifikan banget sampai 50%, Guys.
Jadi, orang itu tahun kemarin nih ya
2024 itu banyak yang beli
perabot-praabot peralatan rumah tangga
itu pakai pinjol. Jadi, mungkin tabungan
orang-orang udah mulai pada habis kali
ya. Dan ini juga belum mencakup data
dari peer toperer landing ya. Di mana
kita bisa lihat kemarin ada platform
yang gagal bayar ya. Jadi tingkat kredit
macet itu kita bilang TWP90. Ini artinya
orang yang enggak bayar setelah 90 hari
ya. Ini tuh naik drastis gitu. Ini
menandakan sebagian masyarakat ya
terutama pebisnis di peer to peer
landing itu udah kesulitan untuk bayar
cicilan mereka ke masyarakat yang lain
ya. Karena ini peer to peer jadi ya
banyak yang enggak dibayar ya
pinjamannya gitu. Jadi, masyarakat tuh
bisa jadi ya makin enggak kuat buat
bayar utang. Nah, ini sebenarnya bisa
jadi tanda ledakan berikutnya. Meskipun
kita yang enggak separah negara lain sih
sebenarnya, tapi ini bisa jadi potensi
krisis. Nah, faktor ketiga potensi
krisis adalah harga rumah itu mulai
bubble lagi. Nah, harga rumah mulai jadi
bubble lagi itu sebenarnya kelihatan di
US. Jadi, di US sekarang tuh harga rumah
disesuaikan ya ini harganya sama invasi
itu udah lebih tinggi dari puncak tahun
2007. Jadi 2007 tuh harga rumah udah
tinggi banget gitu ya. Terus baru habis
itu pecah jedar gitu ya. Krisis 2008.
Nah, sekarang itu harga rumah itu udah
lebih tinggi dari puncak harga di saat
krisis 2008 kemarin, Guys. Gitu ya. Di
beberapa daerah itu rumah tuh jumlah
rumah yang dijual tuh udah membeludak
banget dan udah tinggi banget harganya.
Dan kalau properti yang mana ini adalah
kontribusinya ke GDP US tuh lumayan
tinggi ya, sekitar 15%-an. Kalau ini
udah dianggap bermasalah, ini bisa jadi
domino yang kayak tahun 2008. Nah, data
keempat adalah bukan cuma soal harga
rumah, yaitu banyak perusahaan yang
bankrut dan desperate. Ya, jadi ada data
yang bilang kalau jumlah bankrutnya
perusahaan itu sekarang melewati puncak
pandemi pas COVID kemarin. Jadi, pas
COVID tuh banyak yang bangkrut ya. Nah,
sekarang makin banyak yang bangkrut
dibandingkan saat COVID. Terus ee kita
juga mulai ngelihat banyak perusahaan
mulai despre. Jadi despre tuh maksudnya
gimana? Jadi mulai banyak yang
berinovasi besar-besaran pakai AI. Tapi
tujuannya mereka pakai AI itu bukan buat
inovasi, tapi justru adalah untuk
efisiensi yang akhirnya mereka bisa PHK
karyawan yang sebelumnya mungkin
dianggap enggak produktif atau ya mereka
mau efisiensi aja perusahaannya gitu.
Dan tentunya kita tahu ya dampak PHK ini
bisa ngaruh ke ekonomi secara umum. Nah,
CEO itu memang mungkin enggak akan
bilang secara gamblang ya. Ini AI itu
buat efisiensi. Tapi ada survei yang
menarik di mana ada perusahaan yang
nge-survei CEO di mana mereka tuh ngaku
mereka tuh pakai AI bukan buat inovasi
kerjaan, tapi justru buat efisiensi
anggaran perusahaan. Nah, yang kelima
juga adalah ada salah satu indikator
resesi. Ini diciptakan oleh si Claudia
Sam. Intinya kalau tingkat pengangguran
itu naik lebih dari 0,5% dari titik
terendah sebelumnya, ini sebenarnya
adalah signal besar untuk sebuah negara
itu masuk resesi. Nah, sinyal itu
kebetulan sudah dipenuhi sejak Juli
tahun ini ya di US. Nah, terus gimana
dong kalau misalnya terjadi resesi gitu
ya? Ya, sebenarnya enggak masalah gitu.
Tapi ada satu ancaman lagi yang bisa
jadi bakal beneran terjadi, yaitu adalah
perang dunia ketiga. Banyak orang mikir
kalau perang tuh udah selesai kemarin
pas Israel dan Iran gencatan senjata.
Menurut gua enggak sih. Menurut gua
enggak ya. Dan gua udah jelasin di video
sebelumnya. Kemungkinan besar kalau dari
analisis game teori ya dan ini bisa lu
lihat analisisnya di YouTube luar negeri
juga kemungkinan besar si US, Israel,
Iran ini bakal perang terus sih. Dan per
gua ngomong sekarang itu aja Yaman ya
itu udah nyerang Israel lagi, Guys. Jadi
lu bisa lihat berita Yaman tuh udah
nyerang Israel lagi, udah ngebom lagi.
Ini udah kemungkinan sih bakal saling
bom-boman lagi, Guys. Ya, jadi di
chapter selanjutnya kita bakal bahas
soal Perang Dunia Ketiga.
Oke, terus gimana kalau terjadi perang
dunia ketiga? Apa yang bakal kejadian?
Apa krisis yang bahkan makin gila gitu?
Well, lu harus tahu kalau krisis zaman
sekarang tuh beda level. Karena
teknologinya tuh udah jauh lebih
canggih. Ya, kita udah ngomongin nanti
soal perang cyber, bisa tiba-tiba PLN
negara mana dibom jadi kagak ada
listrik, bisa jadi minyak gila-gilaan
mahalnya, bisa jadi pakai AI, pakai
virus, pakai senjata biologis. Kita
enggak tahu apa yang bakal terjadi kalau
Perang Dunia Ketiga beneran kejadian.
Tapi yang jelas kalau dari pola-pola
perang kemarin yang bakal kejadian
adalah apa? Pertama, harga komoditas
bakal naik drastis ya. minyak, gas,
gandum, pupuk, beras, semua bakal naik
dan negara bakal rebutan resource yang
vital untuk bertahan hidup. Jadi buat
negara-negara kecil sebenarnya ini mimpi
buruk ya kalau terjadi perang dunia
apalagi negara yang enggak punya
resource apapun gitu, itu bakal kacau
banget sih. Dan yang kedua adalah ya
global supply chain itu bakal kacau.
Jadi bakal ada embargo ya blokade
misalnya kayak Selat Hormus dan ya
selat-selat lain yang mungkin diembargo
sama banyak negara ya. ada sanksi lah,
ada apalah itu bakal bikin ke
barang-barang yang mungkin biasa lu beli
di e-commerce mungkin bisa tiba-tiba
langka atau mahal banget. Terus yang
ketiga adalah perebutan teknologi dan
perebutan mineral. Nah, negara-negara
itu kan butuh produksi, butuh produksi
misal mobillah apalah. Itu kan
benda-benda tersebut diproduksi butuh
mineral ya, Guys. Kayak misalnya nikel
yang Indonesia tuh megang banyak banget.
Butuh litium, butuh apa? Nah, ini tuh
komponen penting buat AI, buat chip,
buat baterai. ini bakal banyak
dibutuhin. Apalagi sekarang perang pakai
apa? Pakai drone ya. Yang mana butuh
chip. Mobil dibikin pakai apa? Pakai
chip. Butuh ya butuh nikel, butuh banyak
bahan baku seperti itu. Jadi ini bakal
jadi perebutan, Guys. Dan yang keempat,
investor tuh bakal memindahkan uang
lagi. Nah, inilah kenapa kita bilang
emas tuh memang bakal naik jangka
panjang, ya. Jadi, kalau mau beli
sekarang sebenarnya enggak ada salahnya
juga sih kalau ya kalau si emas ini
memang ee lu bisa tahan kenaikan
penurunan harganya tuh sampai
bertahun-tahun ke depan. Ya, ini juga
yang jadi pesan di video kemarin. Terus
banyak juga ya mungkin yang bakal naik
lagi kayak misalnya obligasi negara lah,
terus saham-saham tertentu misalnya
saham pertahanan, saham energi, saham
pangan, saham listrik mungkin ya
pokoknya saham-saham yang sekiranya tuh
bakal naiklah pas perang yang gua bilang
tadi. Dan satu lagi yang mungkin Bitcoin
lah ya. Kita enggak tahu sih kalau
Bitcoin karena Bitcoin kan kadang naik
kadang turun gitu. Yang jelas duit tuh
bakal pindah ya. Tapi yang bakal turun
tuh apa ya? misal sektor hiburan ya,
sektor yang enggak penting-penting amat,
enggak primer-primer amat gitu buat
orang ketika lagi krisis itu harusnya
bakal turun. Jadi saham yang kuat itu
mungkin bakal turun sejenak terus makin
kuat. Tapi saham yang lemah itu bisa
jadi bakal nurun berpuluh-puluh pers.
Jadi lu bisa cek lah sekarang
perusahaan-perusahaan apa sih yang punya
supply chain yang kuat ya yang bisa
ngantar barang minyak batu bara segala
macam ya. Lu bisa cari itu sekarang. Gua
enggak bakal sebut sih sahamnya apa.
Saham-saham IPO juga ada sebenarnya yang
seperti itu ya, Guys. Jadi, lu bisa
lihat aja. Terus negara dengan cadangan
energi, cadangan emas, stabilitas
politik, itu bisa jadi juga tempat
pelarian modal. Meskipun negaranya
kecil, meskipun negaranya misal enggak
terlalu besar, tapi kalau misalnya
politiknya stabil mungkin itu bakal
dicari tuh obligasinya. Termasuk juga
saham-saham kayak kemarin ya, Antam naik
drastis karena ya dia produksi emas,
nikel, dan lain-lain itu jadi naik. Nah,
tapi ya kalau lagi perang ya sebagian
besar individu bisnis itu pasti bakal
kelimpungan karena kayak aduh kalau
perang tuh ya segala menjadi sulit ya,
Guys. Nah, memang kesannya ini kayak
memanfaatkan situasi ketika perang tapi
ya benar sih gitu ya dengan paham
konteks kita bisa memanfaatkan semua
situasi yang ada gitu. Mau perang mau
enggak perang lu bisa paham gitu duit lu
tuh mau dikemain. Lu bisa ambil
keputusan yang lebih rasional. Enggak
kayak kemarin ya ketika orang-orang
sampai ngantri sampai memohon-mohon beli
emas di mall gitu. itu menurut gua sih
lumayan gak rasional ya gitu. Jadi kayak
harusnya bisa lebih tenang lah
dibandingkan kayak kemarin ya kejadian
yang orang pada beli emas gitu. Nafsu
banget beli emas pada saat kemarin.
Nah, terus apa sih artinya buat kita?
Kita harus ngapain gitu? Lu mungkin
mikir kayak gua kan bukan investor, gua
bukan trader gitu. Ngapain gua ngikutin
yang beginian gitu. Nah, justru karena
itu, Guys, karena lu belum ngikutin yang
beginian, karena lu belum jadi investor
gede, lu justru perlu ngerti saat masih
cupu sekarang. Mungkin ya, mungkin
banyak yang udah jago harusnya yang
nonton 1% gitu ya. Tapi gua yakin banyak
dari lu yang newubi juga. Tapi intinya
gini, ini mungkin buat Genzi adalah
krisis pertama nih atau kedua lah
setelah COVID gitu ya. Covid sih gua
enggak ngerasa kedampak banget ya, tapi
mungkin banyak yang terdampak. Nah,
sekarang kalau terjadi krisis besar
mungkin dampaknya jauh lebih besar dari
COVID. Nah, krisis itu datangnya juga
gak nanya kita siap apa enggak siap ya.
Mau itu pandemi, resesi, ancaman konflik
global ini bakal nyentuh semua lapisan,
termasuk lu yang newbi, yang bukan
investor, yang bukan trader, gitu. Kalau
trader lu bisa ya siap-siap dari
sekarang. Kalau investor apalagi gitu
kan lu semua. Tapi ingat aja, lu bisa
jadi korban PHK, lu bisa jadi
investasinya nyangkut bertahun-tahun, lu
bisa kehilangan pendapatan dari bisnis
lu dan banyak lagi yang bakal kejadian.
Nah, yang bikin beda orang yang
kelabakan sama orang yang tetap stabil
itu bukan seberapa banyak uang yang dia
punya, tapi justru seberapa ngerti dia
soal pola dan arah dunia. Karena pas
COVID kemarin juga banyak yang bangkrut
ya. Banyak yang enggak siap bangkrut ya.
Akhirnya kita bisa ngelihat sekarang
kemarin kan banyak uang tuh akhirnya
berpindah tangan lah ya. Banyak orang
kaya baru ketika COVID gitu. Ke depannya
juga bakal makin banyak orang kaya baru.
Pertanyaannya, lu mau nunggu semuanya
kejadian baru panik atau mulai belajar
sekarang? Well, ya jawabannya adalah
mulai belajar sekarang ya. Enggak harus
langsung investasi gede-gedean. Lu bisa
belajar dulu mulai dari ngerti dulu
kenapa komoditas kayak emas, energi bisa
naik, kenapa bisa turun seketika gitu ya
kemarin. Sektor mana yang rawan, sektor
mana yang kuat, mana yang bisa bertahan
terus, apa yang bisa lu siapin dari
sekarang. Enggak ada salahnya buat
belajar investasi di hal yang lu percaya
juga yang kira-kira bakal naik di
tahun-tahun ke depan. Hindari hal yang
lu pikir enggak bakal naik atau
spekulasi doang gitu, itu bisa
dihindari. Dan jangan langsung all in ya
kalau mau investasi. ya. Apalagi kalau
lu baru belajar, lu bisa pakai teknik
DCA. Bisa juga ya sisihin dulu ya 1
sampai 5% biar apa ya? Tentu untuk
menghindari resiko turun signifikan ya
di waktu yang enggak disangka-sangka.
Karena ingat sekarang tuh perang belum
selesai kayak yang gua bilang tadi ya.
Perang belum selesai guys. Nah, terus
mungkin banyak dari lu nanya investasi
kira-kira enaknya di mana? Gua newbi,
gua baru mulai. Nah, milih platform
investasi itu penting. Ada platform yang
kelihatannya bagus, ternyata enggak pro
nasabah. Ada juga platform yang dianggap
keren dan viral, ternyata narik dana
sulit dan visnya gede dan segala macam.
Nah, kalau gua pribadi salah satu
platform yang gua pakai adalah IKIS ya
dari KISI Sekuritas. Yang bikin gua
betah adalah di sini kita bisa transaksi
beragam instrumen ya dari saham RSA dana
ETFs itu dalam satu aplikasi dan buka
rekeningnya juga 100% online. Ini
gampang banget. Terus di IKISC juga ada
banyak fitur ya kayak fitur might
interest kayak misalnya bisa buat mantau
saham-saham dengan pergerakan yang naik
turunnya tinggi gitu lu bisa pantau. Ada
juga filter live trade biar lu bisa
makin fokus sama analisis sahamnya.
Terus ada fitur quick order, fitur
stocker yang bisa bikin lu mantau
saham-saham favorit gitu ya. Jadi ini
menurut gua lumayan enak sih buat lu
yang baru mulai ya. ECC ini cocok buat
generasi muda yang pengin pengalaman
investasi yang lebih cepat, mudah, dan
lengkap. Dan ini udah ada di iOS dan di
Android. Jadi lu bisa download. E gua
sendiri gua pakai iPhone gua udah
download dan silakan buat gue yang baru
mulai investment ya. Kemarin juga kalau
enggak salah ada kompetisi trader ya.
Dan itu menurut gua sih oke banget ya
ini. Buat lu yang udah sering trading,
lu bisa taruh di sana karena bonusnya
menurut gua lumayan buat trader aktif.
Dan mungkin dari gua sekian ya. Semoga
tanda-tanda krisis ekonomi kali ini bisa
ngebantu lu gitu ya untuk melihat
sebenarnya keadaan dunia sekarang tuh
lagi kayak gimana. Dan buat lu yang
enggak setuju atau setuju, lu bisa
komen. Siapa tahu ada data-data lain
yang gua enggak taruh atau data-data
yang gua taruh terus salah ternyata. Lu
bisa langsung komen aja biar kita
discuss. Karena dari kemarin banyak hal
di comment section yang seru yang entah
gua atau admin yang ngebalesin gitu ya.
Jadi please e kalau misalnya dari lu
setuju atau enggak setuju lu bisa komen.
Nanti kita bisa diskusi di bawah. Dan as
always gua FN 100% 1%. Well, thanks
[Musik]