Transcript
Kht7CwxhY4o • Kenapa Israel dan AS Tiba-tiba Perang dengan Iran?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/SatuPersenIndonesianLifeschool/.shards/text-0001.zst#text/0754_Kht7CwxhY4o.txt
Kind: captions Language: id Four three two one. Kemarin US baru aja ngebom Iran dan dampaknya itu banyak banget di dunia investasi. Buat lu yang crypto trader atau crypto investor, semua crypto, Bitcoin, altcoins, Ethereum segala macam semuanya turun. Saham Indonesia dan saham di berbagai negara juga ikut turun. Dan ini dikiir oleh kenaikan harga emas yang artinya banyak orang mulai enggak percaya sama aset-aset berisiko. Dan ini juga diiringi dengan kenaikan harga minyak yang mana ini bisa bahaya banget ke dunia nyata. Kenapa? Karena kenaikan harga minyak bisa bikin BBM jadi mahal. dan bisa juga akan bikin inflasi di seluruh dunia. Ditambah lagi Iran itu mau dan mungkin sudah ya sekarang ngeblokir Selat Hormus. Padahal Selat ini adalah jalur suplai minyak ke banyak banget negara di seluruh dunia. Nah, pertanyaan dari video ini sebenarnya sederhana. Terutama buat lu yang kepo tentang perang ini dan lu enggak tahu apa-apa. Pertanyaannya adalah kenapa sih Israel tiba-tiba nyerang Iran sampai jadi perang kayak gini? Dan kenapa si US negara adidaya pemimpin dunia yang harusnya cinta damai kok kayak ngotot banget pengen ikut-ikutan perang sama Iran sampai beneran ngebom secara langsung? Padahal kalau kita lihat sejarah perang ini sebetulnya adalah cara utama buat bikin US sebagai negara adidaya dan pemimpin dunia pada akirnya hancur. Mulai dari dominasi Inggris yang runtuh setelah perang dunia kedua. Terus mulai dari perang Vietnam yang US tuh enggak jelas ngerugiin negara mereka sendiri. Dan banyak kasus lain di mana perang ini bukannya menguntungkan pihak yang mengikuti, malah merugikan semua yang ikut termasuk negara-negara yang tidak ikut perang. Kenapa sih negara-negara ini tuh kayak goblok banget gitu ya berperilakunya seakan-akan lupa dengan pelajaran sejarah? Kenapa Trump udah bikin banyak negara riuh karena tarif yang kagak jelas? Sekarang Trump malah mau ngancurin banyak ekonomi negara lain karena ikutan perang yang mungkin bakal menyeret banyak negara lain juga. Sedikit disclaimer kok 1% bahas ini? Lu kan biasanya bahas psikologi, bahas self development, bahas Genzi. Simpel. Karena peristiwa ini apalagi kalau bakal jadi perang dunia ketiga. Kalau beneran kejadian hopefully not ini bakal ngaruh ke kehidupan kita secara personal. So, welcome to Jurnal Investigasi by 1%. Kita bakal bahas tuntas soal sejarah dunia, soal Iran, Israel, dan juga Amerika Serikat. [Musik] Oke, Guys. Sebelum lanjut, gua mau ngasih tahu info buat lu yang lagi ngerasa bingung, ngerasa stuck sama hidup akhir-akhir ini. Entah itu soal karir, pendidikan, hubungan, keluarga, pernikahan, atau hal-hal personal lainnya, sekarang 1% tuh nyediain psikotes premium. Di dalam Psikotes Premium ada berbagai pilihan tes yang dirancang buat ngebantu lo lebih paham siapa sih diri lo sebenarnya supaya lo ngambil keputusan hidup lu dengan lebih baik. Psikotes ini tuh ngegabungin berbagai jenis tes psikologi profesional. Jadi setiap lu beli, lu bakal dapat beberapa psikotes disatuin report-nya jadi puluhan halaman untuk hasil yang akurat dan personal. Lu bisa baca puluhan halaman ini. Dan yang paling keren kalau lu enggak ngerti atau lu ada pertanyaan, lu bisa dapat insight lanjutan lewat konsultasi bareng expert dari 1% langsung berdasarkan hasil tes lu. Langsung aja kunjungi 1.bio/psicotespremium buat info lebih lanjut. Nah, sebelum masuk ke jawaban-jawaban dari pertanyaan tadi, kita harus paham dulu kenapa sih sekarang tuh bisa perang gitu dan eskalasinya tuh udah sampai mana juga. Nah, lu harus tahu kalau perang ini tuh dimulai dari serangan Israel ke Iran baru dari sana US ikutan ngebom. Pertanyaannya, kenapa Israel nyerang Iran? Well, jadi gini, lu harus ngerti kalau Israel itu beroperasi di bawah begin. Jadi doktrin begin ini itu intinya adalah kebijakan pertahanan Israel yang super ekstrem, super tegas, enggak bisa ditawartawar. Nama doktrin ini juga diambil dari perdana menterinya Israel dulu. namanya adalah menaem beginin. Nah, prinsip utamanya adalah Israel itu enggak akan pernah ngebiarin negara apalagi negara musuh di dekat kawasannya itu punya weapons of mass destruction alias senjata pemusnah massal alias salah satunya adalah nuklir. Kalau Israel punya intelijen yang nunjukin bahwa ada negara musuh yang kayaknya sedikit lagi bisa deh ada senjata nuklir, senjata kimia, senjata biologi, mereka enggak akan ragu untuk melancarkan yang namanya preemptive strike atau serangan pencegahan untuk ngancurin fasilitas itu terlebih dahulu. Mereka enggak akan nunggu sampai diserang duluan. No matter what. Dan kita gak tahu sebenarnya ada nuklir apa enggak, kita gak ada yang tahu. Tapi intinya bagi Israel, Iran itu adalah sebuah existential threat atau ancaman buat keberlangsungan hidup negara Israel menurut mereka. Jadi harus dicegah dengan cara apapun. Dan ini sebenarnya bukan serangan dadakan karena eskalasinya itu udah mulai dari puluhan tahun yang lalu sebelum tahun 2025, sebelum tahun 2024 ini tuh udah mulai dari dulu. Dan lu harus tahu sebelum 1979 itu Israel sama Iran itu teman baik, Guys. Jadi di bawah pemerintahannya Syah Muhammad Reza Pahlafi, Iran itu adalah salah satu dari sedikit negara muslim yang mengakui Israel. Bahkan mereka sampai kerja sama di bidang militer, di bidang ekonomi. Kenapa mereka bisa berkuasa? Karena ya mereka adalah antek-antek US, Guys. Jadi didukung sama Amerika Serikat. Tapi sampai tahun 1979 akhirnya ada titik balik sejarah. Jadi ada namanya revolusi Islam Iran. Jadi kepemimpinan si Syah ini itu digulingkan gitu ya, digulingkan dari dalam, dari internal dan digantikan sama Ayatullah Ruholah Komini. Nah, komini ini langsung memutus semua hubungan dengan Israel dan US. Dan bahkan mereka menyebut Israel itu sebagai setan kecil dan Amerika Serikat sebagai setan besar atau big setan. Dari sanalah udah kagak ada besti-bestian lagi ya antara Israel sama Iran. Nah, baru dari sana dari 1980-an sampai tahun 2000-an itu dimulai namanya perang proxi. Perang proxi itu apa? Jadi, buat lu yang enggak tahu perang proxi, perang proxi adalah di mana dua negara itu saling musuhan tapi mereka enggak berperang secara langsung satu sama lain. Nah, mereka itu menggunakan pihak ketiga atau yang kita bisa sebut sebagai proxi. Proxinya tuh apa? Bisa negara yang lebih kecil mereka suruh perang. bisa kelompok militer yang kecil mereka suruh perang atau e pemberontak atau misalnya bajak laut gitu ya mereka suruh perang gitu. Dan dalam konteks Iran dan Israel Iran itu ya mendana lah bisa dibilang dan mendukung kelompok-kelompok kayak Hezbola di Lebanon atau kelompok di Yaman dan kelompok-kelompok lainnya yang nyerang kepentingan Israel secara langsung. Israel juga ya sebenarnya berperang sama yang gua sebut barusan. Nah, ini terjadi terus sampai tahun 2020 gitu ya. Dan yang paling gilanya sebenarnya adalah ketika US, Trump itu membunuh jenderal top di Iran. Jadi, lu bayangin ya, ada jenderal TNI ya, TNI-nya Iran itu dibunuh oleh US gitu. Dan ini juga dibantu sama Israel untuk ngebunuh si jenderal tersebut. Dan dari sana itu udah makin panas, Guys. Dari sana langsung bahkan ada serangan secara langsung mulai dari saling nyerang kapal ya, kapal minyak, kapal kargo ya, dan lain-lain. Sampai 2024 ini mereka mulai serang-serangan, Guys. Jadi di bulan April Israel itu melancarkan serangan udara gitu ya ke gedung konsulat Iran di Damaskus di Suriah. Nah, jadi ini juga menewaskan beberapa jenderal dari corps Garda Revolusi Islamnya Iran atau ya gua bisa bilang TNI-nya Iran lah. Dan ini sebenarnya adalah eskalasi yang sangat besar di bulan April karena bisa dibilang udah kayak ya udah kayak mukul bos gengnya gitu, udah kayak ngebunuh bos gengnya Iran. Terus Iran juga balik nyerang dong ya kan ya. Karena ibaratnya jenderal-jenderalnya udah dibunuhin dari tahun 2020 sampai 2024 ya diserang balik dong ya kan? Dan akhirnya jadi konfrontasi langsung dari sana sejak bulan April 2024. Sampai akhirnya ya 2025 mereka dapat data bahwa ada nuklir dan sekarang US ikut-ikutan untuk ngebom. Pertanyaannya kenapa sih US tiba-tiba ikut-ikutan ngebom dan ini bisa berpotensi jadi perang dunia ketiga? Kita bahas di chapter selanjutnya. Nah, supaya kita paham kenapa sih US itu kayak banget gitu, kayak kecanduan banget gitu sama konflik di Middle East atau Timur Tengah, kita harus ngelihat kalau US itu dipengaruhi oleh banyak pihak, baik dari internal maupun dari eksternal. Alasan pertama itu adalah karena di pemerintahan US di Washington, grup lobi pro Israel itu kuat banget. Jadi kalau di US itu ada namanya ya lobis lah yang ya mempengaruhi hukum-hukum yang diterbitin di US termasuk kebijakan-kebijakan. Nah, grup lobiis yang pro Israel itu kuat banget. Contohnya adalah ada organisasi namanya IPAC. Jadi American Israel Public Affairs Comite. Ini menurut data yang kita cari di internet gitu ya. Mereka tuh ngabisin jutaan dolar setiap tahunnya untuk nge-lobi politisi-politisi biar pro Israel. Ditambah lagi ada juga gerakan Christian. United for Israel CUFI yang punya jutaan anggota loyal. Jadi enggak heran dua organisasi ini ngasih terus tekanan politik yang sangat kuat untuk membumihanguskan Iran sebagai ancaman eksistensial bagi Israel. Apalagi ketika Trump menjabat. Nah, ini ada alasan kedua. Lu perlu tahu kalau Trump itu kan punya anak. Nah, anaknya nikah sama yang namanya Jared Kner atau Kushner gua enggak tahu. Tapi intinya ini adalah menantunya Trump. Dan si Jared ini ibaratnya kayak besti banget sama Netanyahu dan sama Pangeran Arab Saudi. Nah, makanya ketika Trump terpilih kembali ini adalah skenario yang bisa jadi sangat mungkin buat US untuk menginvasi Iran. Dan ini jadi ada hubungannya sama Saudi Arabia atau Arab Saudi. Nah, ini alasan ketiga. Jadi Arab Saudi yang kita tahu Arab ini juga adalah mungkin gua bilang aja itu adalah antek-antek US juga. Jadi Arab itu sangat dekatlah dengan US hubungannya. buat Arab, Iran itu adalah kompetitor, Guys, ya. Jadi, semacam musuh juga. Dan musuhnya ini bukan cuma musuh ekonomi, bukan cuma musuh politik, tapi juga soal ideologi. Ideologi apa? Ideologi Suni versus Siah. Nah, makanya Arab Saudi juga secara aktif ngedorong US untuk ngambil sikap militer yang agresif ke Iran. Dan ini juga, ini jadi alasan keempat. ini didukung oleh Abraham Accords. Jadi, Abraham Accords itu adalah perjanjian damai yang digagas oleh lagi-lagi Donald Trump di tahun 2020. Intinya Abraham Accords ini itu adalah untuk bikin negara-negara di Arab jadi bestinya Israel juga jadi temenan sama Israel. Jadi contohnya ya mulai dari mengakui kedaulatan Israel, bikin hubungan diplomatik, ekonomi, dan cultural secara resmi. Yang kita tahu ya semua negara-negara di Arab siapa sih yang enggak benci Israel? Ya kan? Itu tuh tabu banget untuk ngedukung Israel. Nah, tapi beberapa negara-negara Arab itu ikut sama perjanjian ini. Jadi ikut Abraham Accords ini. Nah, negara-negara yang menandatangani perjanjian ini ada empat. Ada Uni Emirat Arab, ada Bahrain, disusul oleh Sudan dan Maroko. Nah, Arab Saudi memang enggak ikutan si Abraham Accords ini. Tapi Arab Saudi sebenarnya bestian sama Uni Emirat Arab dan Bahrain ini adalah sekutu Arab Saudi yang sangat dekat gitu. Kita bisa bilang sejak saat ini tuh ada aliansi enggak resmi sebenarnya di Timur Tengah. Dan mustahillah untuk Uni Emirat Arab dan juga Bahrain itu jadi bestian sama Israel tanpa izin dulu sama Arab Saudi. Musuhnya siapa? satu-satunya ya musuhnya dari negara-negara di Arab ini ya Iran gitu. Jadi ibaratnya ada Israel semua negara-negara Suni yang kuat, musuhnya cuma satu, sisa Iran. Nah, ini yang bikin Trump itu enggak ragu buat ngebom Iran. Dan yang terakhir, alasan kelima itu adalah ya yang namanya US itu kan negara nomor satu di dunia. Mereka juga pengin berkuasa terus. Ibaratnya si US ini kayaknya kecanduan kekuasaan gitu ya. pengin menguasai semua wilayah di seluruh dunia biar enggak ada perubahan pemimpin dunia ya. Apalagi sampai sekarang kita tahu ya penjual belian perdagangan minyak itu dijual beli harus dalam bentuk USD atau US dollar atau kita sebut dengan petrol dollar. Jadi kalau Iran bisa hilang ya US bakal nyeranglah. Dan kita juga bisa ngelihat Trump di periode pertama bukan sekarang ya, bukan 2025, bukan 2024, Trump itu udah ngelakuin banyak hal ya. pertama dia menarik diri dari kesepakatan nuklir kamairan yang tentunya ini bikin senang para grup lobiis yang tadi sudah kita bahas. Yang kedua juga adalah pemindahan duta besar US ke Jerusalem yang ini sangat memicu gesekan di Middle East dan ya tentu mereka juga tetap berhubungan mesra sama Arab yang mana Arab itu adalah kompetitornya Iran. Dan yang paling gong adalah yang tadi gua udah bilang bahwa Trump itu sudah membunuh salah satu jenderal besar Iran. Dia adalah Kasim Sulaimani yang adalah pemimpin IRGC ya di tahun 2020. Nah, buat lu yang bingung sebenarnya IRGC itu apa sih? Nah, jadi IRGC ini adalah Islamic Revolutionary Guard Corps atau dalam bahasa Indonesia adalah ya garda revolusi Islamnya si Iran. Jadi mereka ini kayak tentara elitnya Iran lah. Nah, kalau dari semua alasan ini sebenarnya udah enggak aneh kalau US itu bakal cepat atau lambat itu bakal nyerang Iran anyway. Mau ada nuklir, mau gak ada nuklir, bodo amat. Yang penting gua bisa menghilangkan kompetitor yang bisa ngeganggu stabilitas hegemoninya US. Karena Iran itu kayak raja terakhir lah ya. Ibaratnya dari aliansi kekuasaan US di Timur Tengah. Meskipun ya tentu ini adalah keputusan yang sangat risky malah gua bisa bilang sangat goblok sih ya. Karena dengan ini bisa jadi malah ada perang dunia. Bisa jadi ini adalah perang Vietnam kedua buat US. Kenapa US bakal kalah? Ya memang di atas kertas militernya US itu sangat superior, Guys. Tapi jangan lupa Iran juga bisa aja punya backingan. Ada Rusia yang sampai saat ini cukup mendukung Iran. Ada China juga yang sama-sama kesal sama US dan bisa aja ngambil kesempatan di konflik ini. Belum lagi US juga jangan lupa, Guys. Jangan lupa kita baru ngerasain yang namanya tarif. Banyak negara, banyak perusahaan di Eropa, di aliansinya US yang keganggu sama tarif, yang keganggu sama perang Rusia- Ukraina. Dan bisa jadi kalau beneran kejadian perang di Iran, ya US kemungkinan akan kalah karena ini udah ada perang di Ukrain, Guys, yang terus didanai sama US. Dan kenapa menurut gua kalau beneran perang dunia ketiga US bakal kalah, US bakal rugi. Jadi gini, US mungkin udah pernah perang di Irak tapi dan mereka menang. Tapi ingat, Irak itu beda sama Iran. Iran itu kalau secara geografi Iran itu punya banyak benteng berupa pegunungan. US tuh mau ngasih berapa tentara sih ke perang ini? Misal ngasih 100.000, sejuta tentara. Itu enggak bakal cukup loh untuk menaklukkan puluhan juta penduduk Iran. Iran tuh punya 90 juta penduduk. Jadi butuh jutaan tentara. Mau pakai tank, tanknya kan banyak US. Enggak bisa. Yang ada malah dikepung balik sama pasukannya Iran. Dan kita juga harus tahu kalau Iran itu sangat garis keras, Guys. Iran itu sudah muak sama rezim syah yang didukung sama US yang jadi antek-antknya US. Dan ngelihat Irak udah hancur nih. Jadi Iran itu tentu pengin mempertahankan harga dirinya. Yang kedua itu sebenarnya ya samalah ini kayak perang Vietnam. Menurut gua US tuh terlalu sombong dan mengabaikan banyak ya potensi logistik lah. Dan sejarah juga udah lihat ya ada perang Vietnam gitu. Maksudnya gini, Vietnam tuh kok gak bisa dikalahin sih sama US? Padahal US kan punya banyak sekali kekuatan militer. Ya tadi soal mental ya kan, soal gengsi juga akhirnya jadi diterusin aja. Tapi siapa yang untung dalam perang Vietnam? Jawabannya adalah hampir enggak ada yang untung. Jadi ada yang namanya sang cos flaescy. Karena udah perang ya udah gua lanjutin aja perang. Dan mungkin ke depannya juga ya karena udah gua ngebom ya udah gua bom terus lah gitu. Dan kalau misalnya mau pakai nuklir wah itu udah rugi ke semua negara. Dan gua yakin kayaknya enggak ada sih pemimpin dunia yang tidak waras ya mau pakai nuklir. Meskipun itu bisa aja terjadi, Guys. Jadi yang terjadi sekarang sebenarnya adalah semua aktor utama dari perang ini. Secara game teori ya kita analisis Amerika itu memang ingin sekali menggulingkan rezim Iran yang sekarang. Tapi kita juga bisa lihat dari Iran, Iran tuh sebenarnya pengin juga perang sama US. Kenapa? Karena kalau prajurit-prajuritnya US datang ke Irak, itu Iran bakal menang sih. Terus yang bakal diuntukkan siapa? Tadi gua bilang Israel dan Arab Saudi. Karena mereka pengin Iran juga kalah. Tapi Israel dan Arab Saudi juga pengin kekuatan militer US itu juga tersedot habis. Karena apa? Karena ini bakal bikin Israel berkuasa di militer dan Saudi itu sebagai partner Israel. Dan kita juga tadi ngelihat gitu ya, bisa aja Rusia itu bakal ikut juga. Kenapa? Karena Rusia juga kan udah benci sama US, Cina juga sama. Jadi, Cina itu sekarang udah bisa ngebangun 232 kapal perang untuk setiap satu kapal US. Jadi, mau bikin kapal di mana dan siapa yang mau bikin gitu. Karena US itu sekarang kita bisa lihat manufakturnya, pabrik-pabriknya kan lagi pengin dihidupin sama Trump, tapi tiba-tiba malah perang. Terus ee pertanyaan terakhirnya adalah gimana posisi Indonesia? Ya, kalau ngelihat skenario sekarang sih sebenarnya posisi kita bakal cukup aman ya. Karena kita pertama kita jauh, kedua juga adalah politik luar negeri kita itu adalah bebas aktif. Artinya adalah kita tidak terikat pada blok kekuatan manapun yaitu bebas. Dan aktif artinya kita turut serta dalam menciptakan perdamaian dunia. Jadi kita enggak pengin mendominasi gitu dan ya udah kita pengin santui-santui aja gitu ya. sama seperti mungkin negara South East Asia yang lain. Jadi Indonesia ya harusnya sih bakal tetap rugi ya dirugikan dari perang ini. Tapi kalau dibilang untung ya mungkin ada juga untungnya gitu. Tapi ya kayaknya sih lebih banyak ruginya ya kalau perang dunia ketiga gitu. Nah, terus kita sebagai individu, sebagai orang Indonesia sekarang harus ngapain? Kalau misalnya sekarang lu megang pertama investasi yang mungkin lu enggak yakin, mungkin sahamnya tuh spekulasi banget, sahamnya enggak kuat, mungkin itu bakal turun, Guys. Karena saham yang jelek itu bakal turun drastis banget di saat krisis. Tapi saham yang bagus biasanya akan bounch back. Jadi kalau misalnya lu adalah orang Indonesia dan lu investasi di saham US, saham Indo yang mungkin kayaknya spekulasi doang itu kayaknya bakal rungkat deh. Terus yang kedua, yang enggak usah banyak lihat news. Kalau misalnya lu gampang stres, filter informasi lu. Jadi kayak di era di mana media tuh banyak propaganda, lu jangan telan mentah-mentah semua berita. Bahkan lu saran gua double check penjelasan gua yang sekarang. Karena gua ini ngambil dari mana? Gua ngambil dari chat GPT dari Gemini, Guys, ya. dari video yang gua tonton di YouTube yang bisa jadi salah. Jadi, please kalau ada kesalahan gua juga enggak pengin mebrainwash lu semua. Lu bisa taruh di comment section kira-kira yang mana yang enggak tepat, yang mana yang bisa lebih increase e knowledge teman-teman semua. Yang jelas kita di sini ya belajar bareng-bareng. Gua bukan ahli sejarah, Guys. Terus yang ketiga adalah kalau di situasi krisis, apa yang bisa kita lakuin? Well, Indonesia tuh sebenarnya sekarang kan dan dari dulu ketika krisis ekonomi, apa yang melindungi kita? Ya adalah konsumsi. Konsumsi domestik. Jadi ee udahlah hindari beli produk-produk luar Indonesia ya. Jadi kayak kalau lu mau support Indonesia untuk bertahan di era perang, apa yang bisa lu lakuin? Lu belanja ayam geprek sekitar lu gitu ya daripada belanja dari brand-brand impor, brand-brand luar, lu beli sepatu-sepatu Indonesia yang bagus. Dan yang terakhir adalah kalau memang lu apa sekarang jadi terdampak gara-gara perang dunia, misal tiba-tiba lu enggak bisa kerja segala macam, ee jangan lupa untuk ya lakuin yang terbaik setiap hari ya, kayak tonton video edukasi dibandingkan gosip gitu ya. tonton video yang bermanfaat daripada scroll-scroll enggak jelas gitu ya, itu akan ngebantu lu untuk ngelatih mindset lu biar lebih baik. Pada akhirnya ya semesta kadang-kadang udah menyediakan apa yang kita butuhin. Tuhan dan semesta ya itu seringki udah enggak akan bikin cobaan melebihi apa yang kita mampu untuk lakuin. Dan kalau kita merasa sekarang waduh cobaannya kayak berat banget ya mungkin itu adalah tanda kita untuk e upgrade diri lah. Jadi enggak usah terlalu sibuk lah ya sama apa yang terjadi di luar dunia. Yang penting kita sibuk dengan apa yang bisa kita kontrol aja. Jadi biar kita bisa bertahanlah di tengah krisis apapun yang terjadi nanti. Di sini gua pengin kita semua enggak mendukung perang sih ya. Karena ingat di luar sana ada orang yang beneran meninggal, Guys. Cuma gara-gara perang kepentingan elit global dan elit politik di dunia. Akhir gua FN 1%. Jangan lupa komen kalau misalnya ada kata-kata gua yang salah atau yang perlu dilengkapin. Semoga ini video bisa ngebantu lu memaknai dan mengerti soal sejarah dan kenapa perang ini bisa terjadi dan kenapa menurut gua semua negara harus segera cabut dari segala agresi militer biar kagak terjadi perang karena kita udah merasakan puluhan tahun tanpa perang dan it's good ya kita hidup tanpa perang guys ya. Akhir kata gua Fan 1%. Well, thanks