Transcript
Kht7CwxhY4o • Kenapa Israel dan AS Tiba-tiba Perang dengan Iran?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/SatuPersenIndonesianLifeschool/.shards/text-0001.zst#text/0754_Kht7CwxhY4o.txt
Kind: captions
Language: id
Four
three
two
one.
Kemarin US baru aja ngebom Iran dan
dampaknya itu banyak banget di dunia
investasi. Buat lu yang crypto trader
atau crypto investor, semua crypto,
Bitcoin, altcoins, Ethereum segala macam
semuanya turun. Saham Indonesia dan
saham di berbagai negara juga ikut
turun. Dan ini dikiir oleh kenaikan
harga emas yang artinya banyak orang
mulai enggak percaya sama aset-aset
berisiko. Dan ini juga diiringi dengan
kenaikan harga minyak yang mana ini bisa
bahaya banget ke dunia nyata. Kenapa?
Karena kenaikan harga minyak bisa bikin
BBM jadi mahal. dan bisa juga akan bikin
inflasi di seluruh dunia. Ditambah lagi
Iran itu mau dan mungkin sudah ya
sekarang ngeblokir Selat Hormus. Padahal
Selat ini adalah jalur suplai minyak ke
banyak banget negara di seluruh dunia.
Nah, pertanyaan dari video ini
sebenarnya sederhana. Terutama buat lu
yang kepo tentang perang ini dan lu
enggak tahu apa-apa. Pertanyaannya
adalah kenapa sih Israel tiba-tiba
nyerang Iran sampai jadi perang kayak
gini? Dan kenapa si US negara adidaya
pemimpin dunia yang harusnya cinta damai
kok kayak ngotot banget pengen
ikut-ikutan perang sama Iran sampai
beneran ngebom secara langsung? Padahal
kalau kita lihat sejarah perang ini
sebetulnya adalah cara utama buat bikin
US sebagai negara adidaya dan pemimpin
dunia pada akirnya hancur. Mulai dari
dominasi Inggris yang runtuh setelah
perang dunia kedua. Terus mulai dari
perang Vietnam yang US tuh enggak jelas
ngerugiin negara mereka sendiri. Dan
banyak kasus lain di mana perang ini
bukannya menguntungkan pihak yang
mengikuti, malah merugikan semua yang
ikut termasuk negara-negara yang tidak
ikut perang. Kenapa sih negara-negara
ini tuh kayak goblok banget gitu ya
berperilakunya seakan-akan lupa dengan
pelajaran sejarah? Kenapa Trump udah
bikin banyak negara riuh karena tarif
yang kagak jelas? Sekarang Trump malah
mau ngancurin banyak ekonomi negara lain
karena ikutan perang yang mungkin bakal
menyeret banyak negara lain juga.
Sedikit disclaimer kok 1% bahas ini? Lu
kan biasanya bahas psikologi, bahas self
development, bahas Genzi. Simpel. Karena
peristiwa ini apalagi kalau bakal jadi
perang dunia ketiga. Kalau beneran
kejadian hopefully not ini bakal ngaruh
ke kehidupan kita secara personal. So,
welcome to Jurnal Investigasi by 1%.
Kita bakal bahas tuntas soal sejarah
dunia, soal Iran, Israel, dan juga
Amerika Serikat.
[Musik]
Oke, Guys. Sebelum lanjut, gua mau
ngasih tahu info buat lu yang lagi
ngerasa bingung, ngerasa stuck sama
hidup akhir-akhir ini. Entah itu soal
karir, pendidikan, hubungan, keluarga,
pernikahan, atau hal-hal personal
lainnya, sekarang 1% tuh nyediain
psikotes premium. Di dalam Psikotes
Premium ada berbagai pilihan tes yang
dirancang buat ngebantu lo lebih paham
siapa sih diri lo sebenarnya supaya lo
ngambil keputusan hidup lu dengan lebih
baik. Psikotes ini tuh ngegabungin
berbagai jenis tes psikologi
profesional. Jadi setiap lu beli, lu
bakal dapat beberapa psikotes disatuin
report-nya jadi puluhan halaman untuk
hasil yang akurat dan personal. Lu bisa
baca puluhan halaman ini. Dan yang
paling keren kalau lu enggak ngerti atau
lu ada pertanyaan, lu bisa dapat insight
lanjutan lewat konsultasi bareng expert
dari 1% langsung berdasarkan hasil tes
lu. Langsung aja kunjungi
1.bio/psicotespremium
buat info lebih lanjut.
Nah, sebelum masuk ke jawaban-jawaban
dari pertanyaan tadi, kita harus paham
dulu kenapa sih sekarang tuh bisa perang
gitu dan eskalasinya tuh udah sampai
mana juga. Nah, lu harus tahu kalau
perang ini tuh dimulai dari serangan
Israel ke Iran baru dari sana US ikutan
ngebom. Pertanyaannya, kenapa Israel
nyerang Iran? Well, jadi gini, lu harus
ngerti kalau Israel itu beroperasi di
bawah begin. Jadi doktrin begin ini itu
intinya adalah kebijakan pertahanan
Israel yang super ekstrem, super tegas,
enggak bisa ditawartawar. Nama doktrin
ini juga diambil dari perdana menterinya
Israel dulu. namanya adalah menaem
beginin. Nah, prinsip utamanya adalah
Israel itu enggak akan pernah ngebiarin
negara apalagi negara musuh di dekat
kawasannya itu punya weapons of mass
destruction alias senjata pemusnah
massal alias salah satunya adalah
nuklir. Kalau Israel punya intelijen
yang nunjukin bahwa ada negara musuh
yang kayaknya sedikit lagi bisa deh ada
senjata nuklir, senjata kimia, senjata
biologi, mereka enggak akan ragu untuk
melancarkan yang namanya preemptive
strike atau serangan pencegahan untuk
ngancurin fasilitas itu terlebih dahulu.
Mereka enggak akan nunggu sampai
diserang duluan. No matter what. Dan
kita gak tahu sebenarnya ada nuklir apa
enggak, kita gak ada yang tahu. Tapi
intinya bagi Israel, Iran itu adalah
sebuah existential threat atau ancaman
buat keberlangsungan hidup negara Israel
menurut mereka. Jadi harus dicegah
dengan cara apapun. Dan ini sebenarnya
bukan serangan dadakan karena
eskalasinya itu udah mulai dari puluhan
tahun yang lalu sebelum tahun 2025,
sebelum tahun 2024 ini tuh udah mulai
dari dulu. Dan lu harus tahu sebelum
1979 itu Israel sama Iran itu teman
baik, Guys. Jadi di bawah
pemerintahannya Syah Muhammad Reza
Pahlafi, Iran itu adalah salah satu dari
sedikit negara muslim yang mengakui
Israel. Bahkan mereka sampai kerja sama
di bidang militer, di bidang ekonomi.
Kenapa mereka bisa berkuasa? Karena ya
mereka adalah antek-antek US, Guys. Jadi
didukung sama Amerika Serikat. Tapi
sampai tahun 1979 akhirnya ada titik
balik sejarah. Jadi ada namanya revolusi
Islam Iran. Jadi kepemimpinan si Syah
ini itu digulingkan gitu ya, digulingkan
dari dalam, dari internal dan digantikan
sama Ayatullah Ruholah Komini. Nah,
komini ini langsung memutus semua
hubungan dengan Israel dan US. Dan
bahkan mereka menyebut Israel itu
sebagai setan kecil dan Amerika Serikat
sebagai setan besar atau big setan. Dari
sanalah udah kagak ada besti-bestian
lagi ya antara Israel sama Iran. Nah,
baru dari sana dari 1980-an sampai tahun
2000-an itu dimulai namanya perang
proxi. Perang proxi itu apa? Jadi, buat
lu yang enggak tahu perang proxi, perang
proxi adalah di mana dua negara itu
saling musuhan tapi mereka enggak
berperang secara langsung satu sama
lain. Nah, mereka itu menggunakan pihak
ketiga atau yang kita bisa sebut sebagai
proxi. Proxinya tuh apa? Bisa negara
yang lebih kecil mereka suruh perang.
bisa kelompok militer yang kecil mereka
suruh perang atau e pemberontak atau
misalnya bajak laut gitu ya mereka suruh
perang gitu. Dan dalam konteks Iran dan
Israel Iran itu ya mendana lah bisa
dibilang dan mendukung kelompok-kelompok
kayak Hezbola di Lebanon atau kelompok
di Yaman dan kelompok-kelompok lainnya
yang nyerang kepentingan Israel secara
langsung. Israel juga ya sebenarnya
berperang sama yang gua sebut barusan.
Nah, ini terjadi terus sampai tahun 2020
gitu ya. Dan yang paling gilanya
sebenarnya adalah ketika US, Trump itu
membunuh jenderal top di Iran. Jadi, lu
bayangin ya, ada jenderal TNI ya,
TNI-nya Iran itu dibunuh oleh US gitu.
Dan ini juga dibantu sama Israel untuk
ngebunuh si jenderal tersebut. Dan dari
sana itu udah makin panas, Guys. Dari
sana langsung bahkan ada serangan secara
langsung mulai dari saling nyerang kapal
ya, kapal minyak, kapal kargo ya, dan
lain-lain. Sampai 2024 ini mereka mulai
serang-serangan, Guys. Jadi di bulan
April Israel itu melancarkan serangan
udara gitu ya ke gedung konsulat Iran di
Damaskus di Suriah. Nah, jadi ini juga
menewaskan beberapa jenderal dari corps
Garda Revolusi Islamnya Iran atau ya gua
bisa bilang TNI-nya Iran lah. Dan ini
sebenarnya adalah eskalasi yang sangat
besar di bulan April karena bisa
dibilang udah kayak ya udah kayak mukul
bos gengnya gitu, udah kayak ngebunuh
bos gengnya Iran. Terus Iran juga balik
nyerang dong ya kan ya. Karena ibaratnya
jenderal-jenderalnya udah dibunuhin dari
tahun 2020 sampai 2024 ya diserang balik
dong ya kan? Dan akhirnya jadi
konfrontasi langsung dari sana sejak
bulan April 2024. Sampai akhirnya ya
2025 mereka dapat data bahwa ada nuklir
dan sekarang US ikut-ikutan untuk
ngebom. Pertanyaannya kenapa sih US
tiba-tiba ikut-ikutan ngebom dan ini
bisa berpotensi jadi perang dunia
ketiga? Kita bahas di chapter
selanjutnya.
Nah, supaya kita paham kenapa sih US itu
kayak banget gitu, kayak kecanduan
banget gitu sama konflik di Middle East
atau Timur Tengah, kita harus ngelihat
kalau US itu dipengaruhi oleh banyak
pihak, baik dari internal maupun dari
eksternal. Alasan pertama itu adalah
karena di pemerintahan US di Washington,
grup lobi pro Israel itu kuat banget.
Jadi kalau di US itu ada namanya ya
lobis lah yang ya mempengaruhi
hukum-hukum yang diterbitin di US
termasuk kebijakan-kebijakan. Nah, grup
lobiis yang pro Israel itu kuat banget.
Contohnya adalah ada organisasi namanya
IPAC. Jadi American Israel Public
Affairs Comite. Ini menurut data yang
kita cari di internet gitu ya. Mereka
tuh ngabisin jutaan dolar setiap
tahunnya untuk nge-lobi
politisi-politisi biar pro Israel.
Ditambah lagi ada juga gerakan
Christian. United for Israel CUFI yang
punya jutaan anggota loyal. Jadi enggak
heran dua organisasi ini ngasih terus
tekanan politik yang sangat kuat untuk
membumihanguskan Iran sebagai ancaman
eksistensial bagi Israel. Apalagi ketika
Trump menjabat. Nah, ini ada alasan
kedua. Lu perlu tahu kalau Trump itu kan
punya anak. Nah, anaknya nikah sama yang
namanya Jared Kner atau Kushner gua
enggak tahu. Tapi intinya ini adalah
menantunya Trump. Dan si Jared ini
ibaratnya kayak besti banget sama
Netanyahu dan sama Pangeran Arab Saudi.
Nah, makanya ketika Trump terpilih
kembali ini adalah skenario yang bisa
jadi sangat mungkin buat US untuk
menginvasi Iran. Dan ini jadi ada
hubungannya sama Saudi Arabia atau Arab
Saudi. Nah, ini alasan ketiga. Jadi Arab
Saudi yang kita tahu Arab ini juga
adalah mungkin gua bilang aja itu adalah
antek-antek US juga. Jadi Arab itu
sangat dekatlah dengan US hubungannya.
buat Arab, Iran itu adalah kompetitor,
Guys, ya. Jadi, semacam musuh juga. Dan
musuhnya ini bukan cuma musuh ekonomi,
bukan cuma musuh politik, tapi juga soal
ideologi. Ideologi apa? Ideologi Suni
versus Siah. Nah, makanya Arab Saudi
juga secara aktif ngedorong US untuk
ngambil sikap militer yang agresif ke
Iran. Dan ini juga, ini jadi alasan
keempat. ini didukung oleh Abraham
Accords. Jadi, Abraham Accords itu
adalah perjanjian damai yang digagas
oleh lagi-lagi Donald Trump di tahun
2020. Intinya Abraham Accords ini itu
adalah untuk bikin negara-negara di Arab
jadi bestinya Israel juga jadi temenan
sama Israel. Jadi contohnya ya mulai
dari mengakui kedaulatan Israel, bikin
hubungan diplomatik, ekonomi, dan
cultural secara resmi. Yang kita tahu ya
semua negara-negara di Arab siapa sih
yang enggak benci Israel? Ya kan? Itu
tuh tabu banget untuk ngedukung Israel.
Nah, tapi beberapa negara-negara Arab
itu ikut sama perjanjian ini. Jadi ikut
Abraham Accords ini. Nah, negara-negara
yang menandatangani perjanjian ini ada
empat. Ada Uni Emirat Arab, ada Bahrain,
disusul oleh Sudan dan Maroko. Nah, Arab
Saudi memang enggak ikutan si Abraham
Accords ini. Tapi Arab Saudi sebenarnya
bestian sama Uni Emirat Arab dan Bahrain
ini adalah sekutu Arab Saudi yang sangat
dekat gitu. Kita bisa bilang sejak saat
ini tuh ada aliansi enggak resmi
sebenarnya di Timur Tengah. Dan
mustahillah untuk Uni Emirat Arab dan
juga Bahrain itu jadi bestian sama
Israel tanpa izin dulu sama Arab Saudi.
Musuhnya siapa? satu-satunya ya musuhnya
dari negara-negara di Arab ini ya Iran
gitu. Jadi ibaratnya ada Israel semua
negara-negara Suni yang kuat, musuhnya
cuma satu, sisa Iran. Nah, ini yang
bikin Trump itu enggak ragu buat ngebom
Iran. Dan yang terakhir, alasan kelima
itu adalah ya yang namanya US itu kan
negara nomor satu di dunia. Mereka juga
pengin berkuasa terus. Ibaratnya si US
ini kayaknya kecanduan kekuasaan gitu
ya. pengin menguasai semua wilayah di
seluruh dunia biar enggak ada perubahan
pemimpin dunia ya. Apalagi sampai
sekarang kita tahu ya penjual belian
perdagangan minyak itu dijual beli harus
dalam bentuk USD atau US dollar atau
kita sebut dengan petrol dollar. Jadi
kalau Iran bisa hilang ya US bakal
nyeranglah. Dan kita juga bisa ngelihat
Trump di periode pertama bukan sekarang
ya, bukan 2025, bukan 2024, Trump itu
udah ngelakuin banyak hal ya. pertama
dia menarik diri dari kesepakatan nuklir
kamairan yang tentunya ini bikin senang
para grup lobiis yang tadi sudah kita
bahas. Yang kedua juga adalah pemindahan
duta besar US ke Jerusalem yang ini
sangat memicu gesekan di Middle East dan
ya tentu mereka juga tetap berhubungan
mesra sama Arab yang mana Arab itu
adalah kompetitornya Iran. Dan yang
paling gong adalah yang tadi gua udah
bilang bahwa Trump itu sudah membunuh
salah satu jenderal besar Iran. Dia
adalah Kasim Sulaimani yang adalah
pemimpin IRGC ya di tahun 2020. Nah,
buat lu yang bingung sebenarnya IRGC itu
apa sih? Nah, jadi IRGC ini adalah
Islamic Revolutionary Guard Corps atau
dalam bahasa Indonesia adalah ya garda
revolusi Islamnya si Iran. Jadi mereka
ini kayak tentara elitnya Iran lah. Nah,
kalau dari semua alasan ini sebenarnya
udah enggak aneh kalau US itu bakal
cepat atau lambat itu bakal nyerang Iran
anyway. Mau ada nuklir, mau gak ada
nuklir, bodo amat. Yang penting gua bisa
menghilangkan kompetitor yang bisa
ngeganggu stabilitas hegemoninya US.
Karena Iran itu kayak raja terakhir lah
ya. Ibaratnya dari aliansi kekuasaan US
di Timur Tengah. Meskipun ya tentu ini
adalah keputusan yang sangat risky malah
gua bisa bilang sangat goblok sih ya.
Karena dengan ini bisa jadi malah ada
perang dunia. Bisa jadi ini adalah
perang Vietnam kedua buat US.
Kenapa US bakal kalah? Ya memang di atas
kertas militernya US itu sangat
superior, Guys. Tapi jangan lupa Iran
juga bisa aja punya backingan. Ada Rusia
yang sampai saat ini cukup mendukung
Iran. Ada China juga yang sama-sama
kesal sama US dan bisa aja ngambil
kesempatan di konflik ini. Belum lagi US
juga jangan lupa, Guys. Jangan lupa kita
baru ngerasain yang namanya tarif.
Banyak negara, banyak perusahaan di
Eropa, di aliansinya US yang keganggu
sama tarif, yang keganggu sama perang
Rusia- Ukraina. Dan bisa jadi kalau
beneran kejadian perang di Iran, ya US
kemungkinan akan kalah karena ini udah
ada perang di Ukrain, Guys, yang terus
didanai sama US. Dan kenapa menurut gua
kalau beneran perang dunia ketiga US
bakal kalah, US bakal rugi. Jadi gini,
US mungkin udah pernah perang di Irak
tapi dan mereka menang. Tapi ingat, Irak
itu beda sama Iran. Iran itu kalau
secara geografi Iran itu punya banyak
benteng berupa pegunungan. US tuh mau
ngasih berapa tentara sih ke perang ini?
Misal ngasih 100.000, sejuta tentara.
Itu enggak bakal cukup loh untuk
menaklukkan puluhan juta penduduk Iran.
Iran tuh punya 90 juta penduduk. Jadi
butuh jutaan tentara. Mau pakai tank,
tanknya kan banyak US. Enggak bisa. Yang
ada malah dikepung balik sama pasukannya
Iran. Dan kita juga harus tahu kalau
Iran itu sangat garis keras, Guys. Iran
itu sudah muak sama rezim syah yang
didukung sama US yang jadi antek-antknya
US. Dan ngelihat Irak udah hancur nih.
Jadi Iran itu tentu pengin
mempertahankan harga dirinya. Yang kedua
itu sebenarnya ya samalah ini kayak
perang Vietnam. Menurut gua US tuh
terlalu sombong dan mengabaikan banyak
ya potensi logistik lah. Dan sejarah
juga udah lihat ya ada perang Vietnam
gitu. Maksudnya gini, Vietnam tuh kok
gak bisa dikalahin sih sama US? Padahal
US kan punya banyak sekali kekuatan
militer. Ya tadi soal mental ya kan,
soal gengsi juga akhirnya jadi diterusin
aja. Tapi siapa yang untung dalam perang
Vietnam? Jawabannya adalah hampir enggak
ada yang untung. Jadi ada yang namanya
sang cos flaescy. Karena udah perang ya
udah gua lanjutin aja perang. Dan
mungkin ke depannya juga ya karena udah
gua ngebom ya udah gua bom terus lah
gitu. Dan kalau misalnya mau pakai
nuklir wah itu udah rugi ke semua
negara. Dan gua yakin kayaknya enggak
ada sih pemimpin dunia yang tidak waras
ya mau pakai nuklir. Meskipun itu bisa
aja terjadi, Guys.
Jadi yang terjadi sekarang sebenarnya
adalah semua aktor utama dari perang
ini. Secara game teori ya kita analisis
Amerika itu memang ingin sekali
menggulingkan rezim Iran yang sekarang.
Tapi kita juga bisa lihat dari Iran,
Iran tuh sebenarnya pengin juga perang
sama US. Kenapa? Karena kalau
prajurit-prajuritnya US datang ke Irak,
itu Iran bakal menang sih. Terus yang
bakal diuntukkan siapa? Tadi gua bilang
Israel dan Arab Saudi. Karena mereka
pengin Iran juga kalah. Tapi Israel dan
Arab Saudi juga pengin kekuatan militer
US itu juga tersedot habis. Karena apa?
Karena ini bakal bikin Israel berkuasa
di militer dan Saudi itu sebagai partner
Israel. Dan kita juga tadi ngelihat gitu
ya, bisa aja Rusia itu bakal ikut juga.
Kenapa? Karena Rusia juga kan udah benci
sama US, Cina juga sama. Jadi, Cina itu
sekarang udah bisa ngebangun 232 kapal
perang untuk setiap satu kapal US. Jadi,
mau bikin kapal di mana dan siapa yang
mau bikin gitu. Karena US itu sekarang
kita bisa lihat manufakturnya,
pabrik-pabriknya kan lagi pengin
dihidupin sama Trump, tapi tiba-tiba
malah perang.
Terus ee pertanyaan terakhirnya adalah
gimana posisi Indonesia? Ya, kalau
ngelihat skenario sekarang sih
sebenarnya posisi kita bakal cukup aman
ya. Karena kita pertama kita jauh, kedua
juga adalah politik luar negeri kita itu
adalah bebas aktif. Artinya adalah kita
tidak terikat pada blok kekuatan manapun
yaitu bebas. Dan aktif artinya kita
turut serta dalam menciptakan perdamaian
dunia. Jadi kita enggak pengin
mendominasi gitu dan ya udah kita pengin
santui-santui aja gitu ya. sama seperti
mungkin negara South East Asia yang
lain. Jadi Indonesia ya harusnya sih
bakal tetap rugi ya dirugikan dari
perang ini. Tapi kalau dibilang untung
ya mungkin ada juga untungnya gitu. Tapi
ya kayaknya sih lebih banyak ruginya ya
kalau perang dunia ketiga gitu. Nah,
terus kita sebagai individu, sebagai
orang Indonesia sekarang harus ngapain?
Kalau misalnya sekarang lu megang
pertama investasi yang mungkin lu enggak
yakin, mungkin sahamnya tuh spekulasi
banget, sahamnya enggak kuat, mungkin
itu bakal turun, Guys. Karena saham yang
jelek itu bakal turun drastis banget di
saat krisis. Tapi saham yang bagus
biasanya akan bounch back. Jadi kalau
misalnya lu adalah orang Indonesia dan
lu investasi di saham US, saham Indo
yang mungkin kayaknya spekulasi doang
itu kayaknya bakal rungkat deh. Terus
yang kedua, yang enggak usah banyak
lihat news. Kalau misalnya lu gampang
stres, filter informasi lu. Jadi kayak
di era di mana media tuh banyak
propaganda, lu jangan telan
mentah-mentah semua berita. Bahkan lu
saran gua double check penjelasan gua
yang sekarang. Karena gua ini ngambil
dari mana? Gua ngambil dari chat GPT
dari Gemini, Guys, ya. dari video yang
gua tonton di YouTube yang bisa jadi
salah. Jadi, please kalau ada kesalahan
gua juga enggak pengin mebrainwash lu
semua. Lu bisa taruh di comment section
kira-kira yang mana yang enggak tepat,
yang mana yang bisa lebih increase e
knowledge teman-teman semua. Yang jelas
kita di sini ya belajar bareng-bareng.
Gua bukan ahli sejarah, Guys. Terus yang
ketiga adalah kalau di situasi krisis,
apa yang bisa kita lakuin? Well,
Indonesia tuh sebenarnya sekarang kan
dan dari dulu ketika krisis ekonomi, apa
yang melindungi kita? Ya adalah
konsumsi. Konsumsi domestik. Jadi ee
udahlah hindari beli produk-produk luar
Indonesia ya. Jadi kayak kalau lu mau
support Indonesia untuk bertahan di era
perang, apa yang bisa lu lakuin? Lu
belanja ayam geprek sekitar lu gitu ya
daripada belanja dari brand-brand impor,
brand-brand luar, lu beli sepatu-sepatu
Indonesia yang bagus. Dan yang terakhir
adalah kalau memang lu apa sekarang jadi
terdampak gara-gara perang dunia, misal
tiba-tiba lu enggak bisa kerja segala
macam, ee jangan lupa untuk ya lakuin
yang terbaik setiap hari ya, kayak
tonton video edukasi dibandingkan gosip
gitu ya. tonton video yang bermanfaat
daripada scroll-scroll enggak jelas gitu
ya, itu akan ngebantu lu untuk ngelatih
mindset lu biar lebih baik. Pada
akhirnya ya semesta kadang-kadang udah
menyediakan apa yang kita butuhin. Tuhan
dan semesta ya itu seringki udah enggak
akan bikin cobaan melebihi apa yang kita
mampu untuk lakuin. Dan kalau kita
merasa sekarang waduh cobaannya kayak
berat banget ya mungkin itu adalah tanda
kita untuk e upgrade diri lah. Jadi
enggak usah terlalu sibuk lah ya sama
apa yang terjadi di luar dunia. Yang
penting kita sibuk dengan apa yang bisa
kita kontrol aja. Jadi biar kita bisa
bertahanlah di tengah krisis apapun yang
terjadi nanti. Di sini gua pengin kita
semua enggak mendukung perang sih ya.
Karena ingat di luar sana ada orang yang
beneran meninggal, Guys. Cuma gara-gara
perang kepentingan elit global dan elit
politik di dunia. Akhir gua FN 1%.
Jangan lupa komen kalau misalnya ada
kata-kata gua yang salah atau yang perlu
dilengkapin. Semoga ini video bisa
ngebantu lu memaknai dan mengerti soal
sejarah dan kenapa perang ini bisa
terjadi dan kenapa menurut gua semua
negara harus segera cabut dari segala
agresi militer biar kagak terjadi perang
karena kita udah merasakan puluhan tahun
tanpa perang dan it's good ya kita hidup
tanpa perang guys ya. Akhir kata gua Fan
1%. Well, thanks