Seberapa Parah Sih Pengangguran dan PHK di Indonesia?
aioplDDKksI • 2025-06-16
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
[Musik]
Di awal tahun 2025 terjadi lonjakan
pemutusan hubungan kerja yang cukup
besar di Indonesia. Puluhan ribu pekerja
di berbagai sektor kehilangan pekerjaan
dalam waktu singkat. Yang menarik, PHK
ini sebetulnya diawali di sektor white
color. Kalau di luar negeri.
Perusahaan-perusahaan besar seperti
Mcinsy, BCG, dan lain-lain sudah
ngelakuin PHK. Uniknya di tahun 1998
pola ini sempat terjadi juga di
Indonesia. Sinyal peringatan ini menarik
karena mereka itu datang dari puncak
piramida korporasi. Firma konsultan
global kayak Mincinsy, BCG, mereka semua
menjadi penasihat bagi perusahaan
terbesar di dunia untuk ngelakuin PHK.
Ini adalah tren global yang bisa jadi
menandakan bahwa para raksasa sekarang
itu sedang mengetatkan ikat pinggang dan
dampaknya bisa sampai ke kita. Karena
ketika klien-klien perusahaan besar
seperti mereka tuh menipis, artinya
perusahaan-perusahaan besar lain
kondisinya juga mungkin sedang buruk.
Dan ini memunculkan pertanyaan, emang
seberapa parah sih pengangguran dan PHK
di Indonesia? Apa sih yang harus kita
lakuin sekarang? Apakah kita harus
panik? Welcome to Jurnal Investigasi.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Kalau kita cuma lihat dari statistik,
kondisi tenaga kerja kita kemungkinan
tuh baik-baik aja. Bahkan ada kabar
baik, Badan Pusat Statistik tuh bilang
kalau di 2025 bulan Februari tingkat
pengangguran terbuka kita itu turun
tipis ke angka 4,76%.
Ya, sedikit better lah dari tahun lalu.
Sayangnya angka persentase itu seperti
puncak gunung es sebenarnya. Karena di
saat yang sama meskipun angka statistik
pengangguran itu turun, jumlah orang
yang benar-benar menganggur justru naik.
Iya, memang persentasenya turun, tapi
kan populasi angkatan kerja terus
nambah. Genzi banyak yang udah lulus
kuliah, lulus SMK. Mereka semua tentu
pengin kerja. Nah, dari 7,2 juta orang
menganggur di tahun 2024, sekarang udah
ada 7,28 juta orang di Indonesia yang
juga nganggur di tahun 2025. Dan itu
kalau kita cuma lihat pengangguran
terbuka. Kita belum ngitung nih orang
yang setengah nganggur. Orang yang punya
kerja sih punya tapi gajinya rendah.
Orang yang kerja sih ada, tapi enggak
ada kontrak kerja. Enggak dapat BPJS,
enggak dapat pesangon, enggak ada
perlindungan apapun kalau mereka di PHK.
Faktanya median gaji di Indonesia itu
masih 2,5 juta per bulan. Kalau lu
enggak ngerti, median itu artinya dari
semua orang yang punya gaji di
Indonesia, kita ambil data tengahnya.
data tengahnya tuh R,5 juta. Berarti
banyak banget orang yang angkanya, gaji
bulanannya itu di bawah angka R,5 juta.
Ada yang Rp500.000, ada yang sejuta, ada
yang 1,5. Mungkin ada juga yang
Rp300.000 per bulan. Ya, kita bisa lihat
di guru honorer. Ya, belum lagi kita
ngomongin soal gelombang PHK. Gelombang
PHK itu bukan lagi soal orang yang susah
cari kerja, tapi soal orang yang udah
punya kerja terus hilang kerjaannya. Di
2024 ada hampir 78.000 pekerja kena PHK.
Dan apakah badai ini akan berhenti?
Well, tentu belum. Di awal 2025 aja baru
sampai April nih ya, udah 24.000 orang
yang kehilangan pekerjaan. Bahkan
Komnashham sampai turun tangan. Karena
di 3 bulan pertama itu mereka menerima
8.786
aduan PHK. Itu artinya sekitar 30% orang
yang di PHK di 2025 itu merasa haknya
perlu dibela. Mereka merasa bahwa PHK
ini tuh enggak adil. Kemarin juga kita
lihat ada demo dari ojol yang sebenarnya
clearly mereka punya kerjaan kan sebagai
ojol, tapi mereka merasa bahwa haknya
kurang. Mereka butuh lebih. Terus
sebenarnya hasil dari apa sih? Apa yang
bikin bisa kayak gini? Well, di awal
video kita udah lihat kalau ini tuh
kejadian di pekerja intelektual di luar
negeri maupun dalam negeri. Tapi kita
juga sekarang ngelihat PHK juga terjadi
di industri padat karya atau di
pabrik-pabrik lah yang selama ini jadi
tumpuan hidup jutaan orang. bukan orang
malah, jutaan keluarga. Contohnya
industri tekstil. Kita semua dengarlah
kemarin ada Srix yang goyang yang
niatnya juga mau diselametin tapi
ternyata enggak jadi akhirnya PHK. Ada
juga sunken di industri elektronik. Ada
beberapa juga pabrik Yamaha dan kalau
gua sebut semua enggak bakal beres sih
video ini ya. Semua ini semua pabrik ini
mereka terpaksa melakukan PHK massal.
Alasannya sih klasik ya. permintaan
unjlok alias orang yang beli jadi nurun
kalah saing sama produk-produk baru,
terutama produk impor. Jadi kalau
ditanya sebenarnya seberapa parah sih
kondisi kita? Well, datanya udah jelas.
Ya udah bisa kita bilang lah lumayan
parah sebenarnya. Dan gua yakin banyak
dari lu yang nonton video ini mungkin
terdampak juga. Tapi apa enggak ada ya
industri yang lagi tumbuh? Apa enggak
ada orang yang di luar sana yang naik
gaji? Kok masih banyak influencer yang
flexing soal gajinya, yang flexing soal
mereka ke luar negeri dan lain-lain.
Emang benar ya enggak ada peluang yang
bisa kita ambil di waktu-waktu parah
kayak sekarang. Karena kalau kita
belajar dari tahun '98, krisis paling
besar di Indonesia. Sejarah itu
membuktikan kalau setiap krisis itu
justru jadi titik balik buat industri
lain. Ya, kita tahulah industri
finansial tuh hancur lebur, tapi kita
bisa ngelihat ada juga peluang di
industri telekomunikasi, di industri
consumer goods, dan di industri
komoditas. yang dipicu permintaan
global. Rupiah juga memang sempat naik
drastis, tapi sempat juga diturunin kok
sama pemerintah. Ya, artinya gini,
keterpurukan di satu sektor atau di
beberapa sektor sebetulnya bisa memicu
kebangkitan di sektor lain. Bahkan kalau
gua menyamakan kondisi sekarang itu
kayak tahun 1998 itu sebenarnya ekstrem
banget sih ya. Karena kondisi sekarang
belum tentu loh sama kayak 98. Bisa jadi
kondisi sekarang cuma karena ya
orang-orang takut aja karena banyak PHK,
karena industri ada yang sunset. Tapi
sebenarnya banyak loh industri lain yang
bisa jadi peluang. Jadi sebenarnya ini
kondisi parah enggak sih? Ada yang bisa
kita lakuin enggak sih?
Perlu kita akui sistem kerja sekarang
itu memang udah enggak ideal. Tapi bukan
berarti enggak ada harapan. Ada
perubahan sekarang tuh ya. ada
pergeseran dan Indonesia juga enggak
diam aja ngelihat perubahan pergeseran
dan kehancuran di beberapa industri
sekarang pemerintah enggak tinggal diam.
Kita bisa lihat kemarin suku bunga
turun, ekonomi juga didorong untuk terus
jalan. Kalau kita lihat di bulan Maret
2024, Bank Indonesia tuh nurunin suku
bunga ke angka 5,75%.
Sekarang di 2025 udah turun lagi ke
5,50%.
Dan kalau kata orang sih angkanya bakal
terus nurun. Artinya apa, Bang? Gua
enggak tahu soal suku bunga. Well, lu
bisa belajar di Google sih ya. Tapi
intinya tujuannya jelas. Suku bunga
diturunin itu supaya kredit makin murah,
pelaku usaha bisa nafas, dan konsumsi
masyarakat bisa naik. Tapi kok gua
enggak ngerasa apa-apa, Bang, dengan
penurunan suku bunga ini? Well, ya
jelaslah efeknya enggak mungkin instan.
Tapi ini tanda bahwa pemerintah tuh
sadar, pemerintah tuh gerak bahwa
ekonomi kita bisa jadi jauh lebih baik
di tahun 2025, 2026 sampai seterusnya.
Lu bisa catat perkataan gua. Jangan
heran kalau UMKM nanti bisa berani
ekspansi, startup juga mulai banyak yang
nyari investor lagi, dan masyarakat
mulai punya sedikit ruang lah buat
belanja lagi. Ini salah satu sinyal yang
bikin kita optimis. Bahkan kalau kita
lihat ke pasar-pasar induk atau ke
pasar-pasar ya menengah ke atas di mall
mungkin ya masih ramai-ramai aja kok.
Jadi ekonomi ya masih oke bisa jadi ya
outlooknya masih sangat positif. Yang
kedua, ekonomi digital itu sebenarnya
masih bisa jadi peluang. Di saat sektor
formal kayak manufaktur dan perkantoran
tuh makin ketat, sektor digital justru
meledak banyak sekali ya kreator-kreator
independen. Kalau laporan dari Google,
ekonomi digital Indonesia itu menyentuh
angka 2 miliar sekarang dan
diproyeksikan itu bakal naik di 2025
termasuk 2026. Naiknya juga enggak
nanggung-nanggung, Bos. Sampai 13% per
tahun. Ya, lu lihat aja sekarang gitu
kan. makin banyak yang jadi contonent
kreator, makin banyak yang main di
industri kripto, makin banyak yang kerja
di luar negeri jadi virtual assistant
dan lain-lain. Jadi, platform-platform
yang gede sekarang kayak TikTok Shop,
Shopee, YouTube, dan lain-lain itu
ngasih jalan loh, Guys, buat orang-orang
kayak kita untuk dapetin penghasilan di
luar sistem kerja konvensional. Dan itu
juga yang sebenarnya gua lakuin ya sejak
awal ini dimula, di tahun 2019, lu bisa
lihat perkembangan 1% sampai sekarang
itu bisa sampai 3,5 juta subscribers.
Itu enggak instan memang. Tapi gua
memulai mungkin di saat yang tepat.
Apakah telat untuk masuk industri ini?
Sedikit telat sih, tapi masih growing
kok. Peluangnya tuh masih ada, Guys.
Meskipun kompetisinya itu ketat banget.
Ya iyalah semua orang pengin dong
berkembang, semua orang pengin dong
punya gaji tinggi. Tapi satu hal yang
bisa kita simpulkan dari sekarang adalah
kehancuran industri lama itu adalah
peluang di industri baru. Sementara
industri lama kayak tekstil, retail,
media konvensional itu ya lagi PHK. Ya
ggak heran lah kalau banyak news, media
yang melakukan PHK. Karena orang
sekarang kan lihat berita dari mana?
Dari Instagram, Twitter, TikTok. Mereka
udah enggak lagi lihat koran dan
lain-lain. Ya, ya wajar dong kalau
perusahaan-perusahaan kayak gitu
melakukan PHK. Tapi kita bisa lihat juga
industri baru yang berkembang ya.
Contohnya microinfluencer yang tadi gua
bilang ada AI juga dan machine learning
yang adopsinya makin naik. Dan ingat
yang pakai chat GPT di Indonesia dan di
dunia itu baru berapa persen, Guys? Jadi
belum banyak. Kalau lu masuk ke sini
belum telat. Cyber security, cloud
computing juga sama. Dulu orang pasang
server ya di rumah, sekarang bisa nyewa
gampang ya. Kita bisa lihat kayak
misalnya ada Gio yang 1% juga pakai. Itu
murah sekali, Guys. Dan itu lagi growing
juga untuk cloud computing. Kita juga
bisa lihat pertumbuhan jobs di green
jobs, sustainable energy. Mungkin lu
punya teman di industri ini yang malah
justru mereka lagi banyak hiring, banyak
pekerjaan baru kayak ISJ analyst. Ada
juga yang mungkin yang jadi engineer di
renewable energy dan lain-lain. Bahkan
data dari BAPENAS itu bilang Green
Energy ini Green Jobs itu mampu
menciptakan 15 juta pekerjaan baru
sampai puluhan tahun ke depan. Nah,
pertanyaannya sekarang, lu ada di
industri sunset yang bisa digantiin
robot atau AI atau lu ada di industri
baru yang ngebangun robot-robot
tersebut? Yang ngebangun renewable
energy tersebut? Pertanyaannya simpel
sih. Sekarang buat lu yang masih kuliah
ya, buat lu yang lagi mau switch karir,
lu sekarang belajar untuk kerja itu buat
future jobs atau buat pekerjaan lama
yang bakal diwipe out sama AI. Karena
kalau kata World Economic Forum, mereka
udah bilang dari tahun 2023 44%
keterampilan pekerja saat ini itu perlu
diperbarui dengan drastis dalam 5 tahun
ke depan. Bahkan gua sih enggak yakin 5
tahun ke depan ya. Itu kan artinya 2028
tuh gua yakin 2026 2027 itu udah makin
banyak PHK. Karena apa? Karena orang gak
siap dengan perkembangan teknologi. So,
kita sebagai manusia normal nih, manusia
biasa gitu ya, harus gimana?
Jadi gini, dulu kerja ideal itu adalah
lu kerja di satu kantor, gaji tetap,
jenjang karir jelas, terus lu pensiun.
Tapi hari ini itu udah enggak relevan.
Itu kayak cerita fiksi. Bahkan lu kerja
WFH terus lu bukan karyawan kontrak itu
cerita fiksi, Guys. Itu cuma ada di ya
berapa persen orang lah. Bukan karena
orang malas, bukan karena sistem hancur
total, tapi memang dunia berubah aja.
Jadi yang harus kita lakuin adalah apa?
Ya, kita harus terima. Kita harus terima
bahwa era berubah sekarang tuh adalah
era banyak kerjaan sekaligus. Jadi kalau
menurut gua, lu sebagai anak muda, kalau
lu masih punya impian, lu pengin kerja
di BWMN, jadi PNS, satu kerjaan doang
seumur hidup, menurut gua itu impian
yang kayaknya susah gitu untuk dicapai.
Bisa, tapi kalau dibilang itu stabil
enggak juga. Sekarang tuh punya lebih
dari satu pekerjaan itu bukan tanda
hidup enggak stabil, tapi justru hidup
adaptif. Mau itu lu freelance ya, jadi
Senin lu kerja apa, Selasa lu kerja apa,
lu jadi contonent kreator, lu bisa kerja
sambil nyantai di Bali atau lu bisa
jualan online juga pas lagi senggang.
Semua itu adalah bagian dari gigek
ekonomi dan ini bukan lagi akan datang
tapi sudah ada sekarang. Dan untungnya
Gen itu prefer ke sana ya. Jadi 52% dari
semua profesional Gen itu sekarang kerja
sebagai freelancer. Jadi ini sudah ada
sekarang. Nah, apakah lu termasuk yang
52% ini atau lu justru yang belum
berubah? Nih. Jadi, mindsetnya untuk
cari kerjaan yang aman dan stabil itu
harus dibuang jauh-jauh mulai
ditinggalin, justru diganti dengan
gimana caranya gua punya multiple skills
yang bisa saling backup. Karena ke
depannya ya yang bakal punya pekerjaan
tetap itu cuma satu, Guys. AI agent, ya.
Nanti kita bahas lah di video lain.
Jadi, hal pertama, mindset pertama yang
harus diterapkan adalah lu terima ya.
Sekarang tuh era geek ekonomi, era
banyak kerjaan. Dan yang kedua mungkin
banyak yang bilang gua punya satu
kerjaan dan stabil dan gua ada di
industri masa depan, Fak. Well, ya
menurut gua selamat. Lu adalah tipe-tipe
orang yang mungkin akan survive sampai
puluhan tahun ke depan. Tapi jangan
lupa, lu belum survive sepenuhnya.
Karena apa? Karena inflasi mungkin akan
melambung tinggi dengan suku bunga turun
dari pemerintah. Dengan semua negara di
dunia ini printing money untuk bikin
ekonomi berjalan lagi. Uang kita harus
dilindungi. Kenapa? Karena dengan adanya
inflasi ya biaya pendidikan naik, biaya
susu naik, biaya rumah itu naik. Artinya
apa? Artinya penting banget untuk
melindungi duit kita. penting banget
buat enggak cuma kerja keras, tapi juga
duit yang kita kumpulin harus kerja juga
secara cerdas. Karena realitanya kalau
lu kerja doang duit lu bakal kegerus,
tetap stres juga. Bahkan sekarang
pengeluaran lu belasan juta pun itu udah
kerasa kecil. Apalagi lu hidup di
Jakarta. Dan lu harus siap juga dengan
gonjang-ganjing ekonomi. Apalagi dengan
pemimpin negara terbesar di dunia
sekarang. Contohnya Donald Trump ya. Itu
bakal bikin panik yang enggak jelas.
Contohnya Maret sama April kemarin itu
foreign investor keluar dari Indonesia.
IHSG turun drastis, rupiah melemah.
Semua orang pada mikir ini awal dari
krisis. Tapi justru di situ ada peluang
buat gua yang punya liquid cash dan
enggak panik. Contohnya ini porto gua
ini gua udah share di video kemarin gitu
ya. Dan porto gua kemarin tuh sebenarnya
lebih banyak reksin pasar uang lebih
banyak lagi. Tapi waktu gua lihat kok
saham Indonesia lagi kemarin dibilangnya
hancur hancuran, di sana gua all in di
beberapa saham yang menurut gua wah ini
harganya udah hancur tapi sebenarnya
kondisi perusahaannya masih bagus.
Akhirnya apa? Ya kita bisa lihat ya buat
lu yang invest di Bank BTN misalnya,
Bank BCA, Bank BRI ketika IASG lagi
turun drastis dan itu saham bank lagi
hancur-hancuran itu bisa menikmati
return-nya sekarang. Sekarang turun lagi
nih ya kan? Sekarang turun lagi IHSD.
Kalau enggak salah kemarin tuh turun
lagi 1 sampai 2% gua lupa pertanyaannya.
Apakah portofolio lu nyangkut sekarang?
Apakah lu punya cash untuk nembak nih
perusahaan-perusahaan bagus saat 90%
orang lain takut? Atau lu hanya jadi
penonton kenaikan dan penurunan ini atau
lu malah enggak peduli atau lu malah mau
ikut, lu peduli tapi belum belajar?
Semuanya enggak ada yang salah sih ya.
Namanya juga investasi dan trading.
Enggak semua orang punya waktu untuk
belajar itu. Semua orang juga punya
keahlian sendiri. Tapi di sini gua mau
ngajak nih buat yang ngelihat ini
sebagai peluang sebenarnya bisa aja
dijadiin peluang. Mungkin ada yang
bilang invest saham di Indonesia tuh
enggak bisa. Invest trading tuh jelek
lah gitu. Menurut gua sih enggak juga
ya. Karena para trader ya salah satunya
mungkin gua ya. Gua enggak bisa dibilang
full time trader juga sih. Tapi gua
kemarin ngelihat ini sebagai peluang dan
kemarin ya portofolio gua naik sekitar
30 sampai 40% di beberapa saham. Kalau
nembaknya benar. Ada juga sih yang turun
yang makin turun lagi sekarang. Tapi
enggak masalah lah, yang penting bisa
menikmati profit dari yang kemarin dan
masih plus. Jadi menurut gua ini
sebenarnya kehancuran industri-industri
sekarang harus bisa lu manfaatin. Jangan
jadi penonton aja mulai sisihkan waktu
buat belajar. Nah, buat lu yang udah
belajar nih, ini gua juga mau ngajak
siapa tahu di sini ada yang investor,
ada yang trader. 1% ada info nih. Jadi
ada event namanya Kissy Challenge Rise
of Traders. Kompetisi ini bisa buat
siapa aja dan siapa tahu lu adalah
traders atau investor yang kayak gua
gitu ya, yang ngelihat market merah
malah senang. Ini adalah saatnya karena
ada hadiah sampai Rp500 juta kalau lu
trading di platform KIS atau kalau lu
yang belum download ada aplikasinya
namanya adalah eizi. Jadi ya pertanyaan
sekarang buat lu gitu. Seberapa parah
sih menurut lu kondisi pengangguran dan
PHK sekarang? Seberapa parah sih
berbagai macam industri di Indonesia?
Dan pertanyaan juga bisa dibalik,
seberapa oke sih peluang sekarang dan
peluangnya ada di mana aja? Dan apakah
kita mau memanfaatkan peluang itu?
Semoga video ini bisa bermanfaat. Gua
100%. Thanks.
[Musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-12 01:56:23 UTC
Categories
Manage