Transcript
kp68gf-hI1U • Harga Emas: Kapan Waktu Tepat Buat Beli Emas?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/SatuPersenIndonesianLifeschool/.shards/text-0001.zst#text/0739_kp68gf-hI1U.txt
Kind: captions Language: id Harga mah sekarang udah makin gila banget dan mencapai all time high. Di toko teru bahkan sudah 2,2 juta pas gua bikin video ini. Tapi menariknya orang Indo malah makin memborong emas sampai stoknya habis. Bahkan rela anti day subuh. Pertanyaannya apakah sekarang adalah saat yang tepat buat beli emas? Sebenarnya kalau bukan sekarang, lalu kapan? Welcome to Sejo Finance. Gua bakal bahas tentang kapan dan gimana cara beli emas. Welcome toychology of. Emas selama ini udah terbukti sebagai penyimpanan nilai jangka panjang yang solid sekali alias safe even. Udah ratusan tahun sih ya dari zaman dulu. Tapi dengan kenaikan 1 tahun terakhir yang sangat signifikan, yang udah lebih dari 50% ini udah gila sih ya. Ditambah kenaikan emas ini dalam beberapa waktu terakhir apa jangan-jangan ini udah overprice gitu dan kita perlu waspada. Kecepatan kenaikan harga baru-baru ini jangan-jangan nunjukin gejala bubble alias si emas ini naiknya tuh bukan karena value-nya yang benar naik, tapi justru karena supply dan demand lagi gila-gilaan aja alias naiknya tuh karena orang FOMO. Akhirnya jangan heran kalau nanti akan ada banyak ya. Pertama kasus penipuan. Sebenarnya sekarang kita jarang lihat sih kasus penipuan tapi ya mungkin aja nanti akan ada orang yang ngejual emas palsu atau misalnya lu beli emas tapi enggak bisa dijual lagi gitu di manapun. Terus yang kedua, jangan sampai lu beli emas ketika harga dinaikin gila-gilaan oleh toko melebihi harga pasar. Dan ini sudah gua lihat di mana-mana ini sudah terjadi dan sudah banyak yang beli juga. Yang ketiga, aksi ambil untung atau profit taking dari banyak orang yang serentak yang akhirnya bikin koreksi harga yang tajam. Jadi, tiga hal ini, ini penting banget untuk lu perhatiin sebagai pertimbangan sebenarnya lu mau beli emas dengan resiko ini atau enggak. Nah, menurut lu gimana nih? Sebelum gua lanjut, ada yang udah hold emas dari lama dan sekarang menikmati cuannya atau ada yang baru beli justru beberapa hari lalu atau malah hari ini? Coba komen ya. Beli emas sebenarnya itu enggak salah karena harganya kemungkinan bakal stabil atau naik terus sampai kapanpun ya. Tapi kalau dipikir-pikir ya enggak ada juga ya aset di seluruh dunia yang selalu naik harganya pasti naik turun. Nah, kesalahan umum orang-orang adalah beli emas dengan cara yang salah. Nah, ini gua kasih tahu buat lu yang masih salah, tolong perhatikan ini ya. Yang pertama, lu beli emas pakai tabungan atau dana darurat dan emas ini diperuntukkan untuk dana darurat lu. Nah, menurut gua ini salah. Kenapa? Iya, memang emas adalah safe heaven. Emas memang investasi yang baik, tapi dengan catatan dalam jangka panjang. Jadi kalau di harga sekarang tabungan El itu bisa jadi tergurus. Dan kalau lu enggak siap untuk nge-kip itu sampai ya belasan tahun ke depan ibaratnya ya bisa tergerus aja dan tiba-tiba terjadi koreksi ya kan. Apalagi kalau tiba-tiba nanti lu ada kebutuhan mendesak nih kan lu mikir, "Wah, ini santai aja gua taruh di emas sebagai dana darat." Tiba-tiba ada kebutuhan mendesak besok lu sakit atau besok lu butuh duit. Selisih harga beli dan jual emas itu signifikan sekali ya. Jadi, ya buat yang enggak tahu kan ada yang namanya spread. Spread itu adalah ketika lu beli emas ya, harganya udah pasti lebih mahal daripada ketika lu jual ya kan. Biasanya nih ya apalagi buat orang yang beli di toko emas. Toko emasnya misal perhiasan atau LM yang fisik ya. Emas itu biasanya cuma mau buy back emas yang lu beli ya dengan harga yang lebih rendah. Contohnya ya misal harga jual emas 1 gram ini 22 April ya di Galeri 24 itu sekarang Rp2.41.000. Sementara harga buyback-nya itu di 1,896 juta atau lebih rendah 7%. Jadi kalau lu pakai dana darurat, kalau lu pakai tabungan lu, lu beli hari ini, lu mau jual hari ini juga, lu langsung rugi sekitar 7%-an, ya kan? Jadi lu punya uang 1 M, lu beli emas, lu jual sekarang juga, lu udah rugi Rp70 juta. Jadi, kalau di kondisi yang kayak sekarang nih dan lu kira-kira bakal butuh duit dalam waktu dekat, mendingan jangan beli emas. Karena ini mungkin butuh waktu sekitar 1 du tahun buat dapat profitnya balik lagi ke harga asalnya. Nah, yang kedua, El jangan sampai beli emas karena FOMO. Mikir harganya bakal naik terus. Faktanya, harga emas di Indonesia ini contohnya harga emas Antam itu udah jauh lebih mahal sekali daripada harga emas di dunia. Jadi gini, di tanggal 17 April lu bisa lihat harga emas dunia itu USD 106 atau dirupiahin adalah 1,787 juta per gr. Sementara ketika lu lihat emas Antam di tanggal yang sama itu harganya adalah R,975 juta per gram. Artinya harga emas di Indonesia tuh sudah tidak make sense. Mengingat sepertinya nih karena banyak orang FOMO. Jadi gara-gara demand-nya gede sekali jadinya ya udah toko naikin harganya. Dan yang ketiga biasanya setiap ada kenaikan signifikan biasanya tuh ada apa ya? Ada koreksi ya kan? Ya wajar dong kalau lu beli aset di harga yang mahal ya potensi untuk turunnya lebih tinggi sebenarnya. Dan sejarah mencatat bahwa setelah kenaikan harga yang tajam memang biasanya akan ada koreksi. Jadi contoh di tahun 1970-an waktu itu tuh terjadi krisis minyak dunia dan waktu itu memang ya emas jadi naik banget. Lalu waktu itu presiden US Richard Nixon itu ngeluarin aturan ngilangin gold standard di mata uangnya itu kan jadi makin naik tuh ya kan naik gila-gila. Tapi habis itu apa? Turun tajam karena suplai emasnya naik dan situasi mulai stabil. Terus yang kedua, ketika krisis tahun 2008, harga emas juga naik banget ya. Iya, namanya juga krisis ya kan. Tapi di saat ekonomi mulai stabil sekitar 3 tahun kemudian dan orang mulai ya udah gua jual emas dah. Gua beli aset yang lain karena lebih menarik. Lu tahu enggak? Di tahun 2011 harga emas tuh turun dan turunnya lumayan gila sebenarnya dari segi harganya. Dan habis itu ada lagi nih kejadian harga emas kembali mecahin rekor ya di tahun 2020. Balik lagi nih ke pucuk ke all time high pas pandemi Covid. Tapi pas orang ngerasa kondisi mulai stabil, emas turun lagi ya, sempat turun tajam lagi ya, meskipun naik lagi. Nah, jadi beli emas ketika harga sedang tinggi dan lu enggak siap dengan resiko itu bakal ke bawah lagi ya. Ya, siap-siap aja lu enggak bisa narik duitnya kan ya rugi gitu. Nah, jadi ini adalah tips buat beli emas. Pertama, jangan beli dari tempat ngasal. Kemarin kan juga ada kontroversi sebenarnya kita bisa lihat bahwa ada beberapa aplikasi. Salah satu aplikasi sih sebenarnya yang kemarin gua sorot itu adalah aplikasi Tamasia. Dan ini udah banyak sekali beritanya ketika si aplikasi ini nyuruh jual emas dengan harga yang sangat murah. Nah, jangan sampai lu akhirnya ya beli di aplikasi yang bodong gitu. Yang mana momen FOMO kayak gini ya sering banget dimanfaatin penipu. Yang kedua saran gua sih jangan beli di toko perhiasan yang ngasal ya. Beli masih toko perhiasan sebenarnya oke-oke aja kalau memang itu trusted ya atau misalnya track record-nya oke karena biasanya untuk spread terkadang itu lebih rendah daripada lu beli di ya toko loga mulia gitu. Masalahnya kalau lu enggak kenal-kenal banget sama tokonya terus juga lu baru pertama kali beli terus jangan-jangan kemurnian dan kualitas emasnya dipertanyakan gitu dan ternyata enggak bisa dijual belikan di toko-toko lain ya sebenarnya harus ya rugi kan gitu kalau tokonya tutup gimana gitu kan. Jadi hati-hati. Yang ketiga, jangan beli toko yang spreadnya lagi tinggi atau ketinggian lah. Biasanya di toko tertentu ya tadi ya sekitar 6 sampai 8%-an gitu. Kebanyakan sih begitu. Nah, jadi silakan cari toko yang spread-nya memang ya mungkin di bawah 7%, di bawah di bawah 8% lah gitu ya. Itu menurut gua ya ok lah gitu kan. Terus yang keempat, gua sendiri gua beli emas tuh e emas digital tapi jangan lupa pastiin platformnya oke. Terus sebenarnya ini gua juga baru baca-baca tentang cara beli emas yang paling cuan. Nah, ini jadi ada salah satu artikel dari namanya tuh Teguh Investor gitu ya. Nah, dia bilang sekarang itu memang ada namanya ETF emas gitu ya. Sebenarnya udah dari dulu sih. Jadi kalau lu ngebuka rekening di broker internasional yang sebenarnya bisa beli yang namanya ETF ini ya, ETF-nya tuh namanya adalah SPDR Gold Sharesar atau kodenya adalah DLD atau GLD. Nah, harganya ini sebenarnya lebih cuan ya daripada ketika lu beli emas di tempat-tempat yang tadi gua sebut bahkan emas digital di platform yang gua pakai sekarang. Jadi, gua sendiri belum beli nih pakai ETF ini. Nah, si GLD ini katanya sih harganya ngikutin naik tur-nya harga emas berdasarkan US Dollar ya. Dan katanya sih memang ada fee buat brokernya, tapi ya paling 0,05%. Dan ya poin plusnya kalau lu beli emas secara digital ya lu enggak perlulah repot-repot nyimpan emas fisik, repot-repot nyimpan sertifikat atau kuitansi. Dan yang kita tahu kalau sertifikat atau quitance-nya hilang ya enggak bisa dijual kan gitu. Jadi dianggap itu emas bodong gitu kan. Jadi ya menurut lu paling enak beli emas di mana ya? Karena kan ada yang beli emas physic only which is ok gitu ya menurut gua selama ya lu enggak kejebak sama apa yang gua bilang tadi gitu. Jangan sampai ya pada akhirnya lu beli emas tapi malah rugi gitu karena lu jual lagi di ya waktu shortterm terus eh kebetulan langsung korek sih harganya. Kesimpulannya ya meskipun emas sering banget dianggap sebagai investasi yang aman, jangan lupa beli emas di harga yang lagi tinggi. Ya, itu bisa jadi lu malah enggak cuan gitu ya. Malah justru ini membawa resiko yang cukup besar. Sebenarnya banyak loh saham-saham yang menarik kalau misalnya lu lihat-lihat gitu. Tapi ya namanya investasi saham kan kudu mikir ya. Jadi orang mungkin lebih suka dengan emas yaitu aset ya yang tidak bisa diperdebatkan sebagai aset terbaik di dunia untuk menyimpan value sampai saat ini dan mungkin tidak akan berubah sampai kapanpun. Tapi ya kalau misalnya ada yang nanya gitu, emang lu beli saham apa? Ya menurut gua sih kalau di Indonesia ya saham bank ya. Salah satunya mungkin yang menarik adalah saham BBCA kemarin ya di harga R.800-an sebelum devidennya kebagi gitu ya. Menurut gua itu salah satu yang lumayan worth itu bank-bank lain tempat lu nyimpan duit. Gua pribadi sih nyimpan duit ya. Kalau di bank konvensional gua nyimpan di BCA ya. Kalau misalnya bank digital gua nyimpannya di blue. Dan lu tahu enggak kalau lu invest puluhan juta gitu ya anggap R3 juta gitu ya ke BBCA itu lu bisa dapat dividen sekitar R jutaan. Kalau lu invest di beberapa bank lain mungkin bahkan dividennya ada yang bisa lebih mantap lagi. Apakah gua menyarankan beli sekarang? Ya enggak juga. Pada akhirnya ya memang kita semua harus belajar soal personal finance ya atau finansial. That's why gua menyarankan kalau misalnya lu masih pemula, lu belajar sekarang lewat Blue Academy. Blue Academi ini sebenarnya adalah akademi gratis atau kelas-kelas gratis dari Blue yang kebetulan kolaborasi sama 1% udah dari hampir 2 tahun lalu ya. Itu yang sebenarnya ini udah award twinning financial literacy program of the year pernah didapetin sama Blue Academy. Nah, bulan Mei ini kita bakal bahas soal ngomongin gimana caranya menghadapi kondisi tidak terduga ya. Gimana cara biar tabungan aman, keuangan terjaga. Sekali lagi ini gratis kalau misalnya lu mau belajar. ya. Langsung aja isi di formulir blue. Blue academi gitu ya. Dan udah banyak sekali testimoninya. Kita juga udah bikin podcast series di 1% podcast tentang ya testimonials para para pelajar-pelajar di Blu Akademi. Langsung aja sih ya gitu. Dan lu juga bisa dapat reward dan cashback dari program ini. So, jangan sampai ketinggalan. Well, gua 1%. Thanks. [Musik]