Apa itu Tokenisasi: Cara Cuan dari Properti
vhTWUiBNuPc • 2025-05-01
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
1% udah sering banget ngebahas soal beli
rumah. Mulai dari kenapa harus beli
rumah, Gen itu bisa dibilang mungkin
enggak akan pernah bisa beli rumah
seumur hidupnya. Gua ngerti banget sih,
beli properti di Indonesia itu bisa
dibilang harganya lumayan mahal. Harga
rumah makin gila. Jadi bisa dibilang
sekarang tuh harga rumah sudah tidak
wajar, Guys. Ya, di hampir semua daerah
di Indonesia median harga rumah tuh naik
dari tahun ke tahun sampai tips biar lu
tetap bisa beli rumah. Nah, di video
kali ini gua bakal sedikit lebih teknis.
Kalau di video part 1 kemarin gua bahas
soal KPR versi sewa. Kalau sekarang gua
bakal bahas tentang gimana cara milih
rumah untuk KPR. Kita semua mungkin
sepakat kalau rumah masih jadi aspek
kesuksesan. Mau nikah, rumah dilihat.
Mau deal bisnis, rumah dilihat. Mau
punya tetangga yang oke juga ya dari
rumah. Masalahnya jangankan punya rumah
di Menteng, punya rumah di daerah biasa
aja atau bahkan yang jauh dari kota, itu
lu harus kerja kuda. Makin parah lagi,
jangankan punya rumah, ngumpulin duit
buat DP-nya aja susah banget. Gak heran
kalau side hassle atau kabur aja dulu
itu makin diminati sama Genzy. Tapi kan
gak semua orang bisa side hassle, gak
semua orang bisa kabur aja dulu karena
ya berbagai macam keterbatasan. That's
why di video kali ini gua mau bahas life
hack atau financial hack buat punya
rumah dengan cara yang relatif lebih
gampang dan masih sedikit dicoba orang
karena ini teknologi baru. Oke, welcome
to psychology of finance.
Welcome to psychology of
finance. Gua yakin banyak dari orang tua
lu, terutama yang boomers, yang milenial
juga bahkan ada yang sering menyarankan
invest di emas dan properti. Dan kita
lihat kan invest di emas sekarang naik
banget, properti juga banyak sekali yang
naik banget. Tapi jangankan mau invest
di properti, punya properti aja susah
buat beli sendiri. Dan invest di
properti juga sebenarnya banyak
kekurangan ya. kayak pertama modalnya
gede ya kan minimal butuh DP tuh 15
sampai 30% itu bisa ratusan juta sendiri
tapi pas tabungan cukup harga rumahnya
juga udah naik belum lagi termasuk kayak
BPHTB gitu kan pajak dan sebagainya yang
kedua enggak liquid enggak bisa dijual
kapan aja enggak bisa langsung cair. Lu
butuh berbulan-bulan bahkan
bertahun-tahun buat dapat pembeli. Yang
ketiga tadi ya banyak biaya tambahan.
Nah, tapi kalau kita sekarang ngelihat
harga tanah dan rumah kan terus naik,
berarti ya investasi di properti
sebenarnya masih bisa-bisa aja. Apalagi
di Indo sekarang kan orang makin banyak
gitu kan. Orang makin banyak ya mereka
butuh apa? Butuh tempat tinggal, butuh
rumah. Syukurnya kita sekarang hidup di
era teknologi yang udah makin maju.
Invest di properti sekarang jadi makin
gampang dengan teknologi terbaru. Nah,
salah satunya yang menarik adalah
teknologi tokenisasi RA atau real world
aset. Ini buat para crypto Bros sudah
pasti udah tahu
ini. Tapi mungkin ada yang belum tahu
ya. Tapi intinya dengan teknologi
tokenisasi RW ini lu bisa dapat passif
income ya dari cuan investasi properti
lu. Yang cuannya ini bisa dipakai buat
ya beli properti yang lu tinggalin. Nah,
jadi tokenisasi RA tuh apa? Nah, ini
sebenarnya pakai teknologi yang namanya
teknologi blockchain. Jadi ini adalah
use cases real-nya. Jadi bukan kayak
meme coin gitu ya, yang kayak lu beli
enggak tahu bakal naik apa turun gitu.
Ini tuh beneran teknologinya ya,
teknologi crypto yang dimanfaatin ya
tokenisasi untuk real world aset atau
aset fisik yang ada di dunia nyata. Jadi
kayak properti, emas gitu kan. Ini
diubah jadi dalam bentuk token digital
di blockchain ya. Jadi token ini tuh
mewakili kepemilikan lu terhadap aset
tersebut. Jadi apapun hasetnya selama lu
bisa lihat, lu bisa sentuh di dunia
nyata kayak laptop gitu kan, rumah tadi
gua bilang itu bisa ditokenisasi, bisa
dibagi-bagi, bisa diwakili
kepemilikannya berdasarkan token yang lu
punya. Contohnya misal ada rumah nih ya,
ini kita ngomongin rumah misalnya ada
properti yang bernilai 1 M gitu. Nah,
properti ini sebenarnya kan bisa
dipecah-pecah ke pemilikannya ya kan
bisa dibagi jadi empat ya di tokenisasi
aja. Jadi ada empat token gitu. Jadi
Rp250 juta, Rp250 juta, R juta, R2 juta.
Tapi kan sebenarnya bisa dibagi jadi
misalnya Rp100.000 token. Jadi tiap
tokennya tuh bernilai Rp10.000. Tu bisa
aja ya kan. Nah investor atau orang
biasa kayak lu dan gua ini kan kita bisa
beli sebenarnya token yang kita mau.
Artinya siapapun bisa mulai investasi
properti tanpa harus bisa beli satu unit
penuh. Ya kan? Jadi lu bisa invest di
properti dengan modal kecil. Yang kedua,
lu gak perlu ribet ya kan soal
perawatan, soal pajak dan lain-lain.
Terus lu juga ya bisa jual lagi tokennya
di harga yang sama atau malah lebih
mahal daripada saat beli. Dan yang lebih
menarik adalah return dari investasi
properti ini itu cukup menarik karena
mencapai 10% per tahun. Nah, jadi
menariknya adalah ini ya jauh lebih
tinggi ya dari bunga deposito, dari
reksa dana atau obligasi apalagi
reksadana saham ya yang kita tahu
sekarang saham lagi anjlok-anjloknya ya
di IHSG. Jadi ini sebenarnya bisa jadi
salah satu pilihan investasi lu. Apalagi
buat lu yang uangnya udah lumayan
banyak. Perkenalkan saya Muhammad Ritin
Wijaya selaku general manager di Goro.
Goro adalah platform marketplace toisasi
properti pertama dan terbesar di
Indonesia yang memudahkan kita semua
untuk bisa berinvestasi pada aset
properti produktif mulai dari Rp10.000
dan kita bisa dapatkan potensi imbal
hasil sampai dengan 10% per tahun. Lalu
kenapa kita harus mulai menerik
tokenisasi RWH? Karena dengan tokenisasi
membuat investasi yang tadinya hanya
untuk orang kaya ataupun orang super
kaya sekarang bisa menjadi terjangkau
untuk semua orang, semua kalangan.
Sekarang kita bisa investasi villa di
Bali tanpa harus punya modal ratusan
juta bahkan miliaran rupiah. Dan kita
bisa dapatkan potensial hasil di setiap
bulannya. Bulan lainnya adalah likiditas
yang tinggi. Kita bisa jual, kita bisa
beli tokennya kapanp kita inginkan.
Begituun dengan imbal hasilnya. kita
bisa tarik kapan saja tanpa ada persal
khusus. Bandingkan dengan properti
konvensional yang membutuhkan waktu
berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun
untuk menjualnya. Belum lagi biaya yang
timbul dalam casesnya. Dan buat kita
generasi yang teh saving, tokenisasi RW
adalah pilihan yang sangat menarik.
Karena ini bukan hanya tentang
investasi, tapi juga cara kita untuk
ikut berpartisipasi dan membangun masa
depan investasi properti yang lebih
demokratis dan juga inklusif buat
semuanya. Nah, pertanyaannya di Indo
emang ada ya? Ada ya gitu? Salah satunya
yang ngejalanin model ini adalah si
Goro. Nah, Goro ini udah ngejalanin
modelnya dari 2022 dan sekarang
kebetulan udah masuk sandbox OJK. Nah,
yang masuk sandbox OJK ini biasanya
memang enggak main-main sih. Kalau
dibilang ini teknologi baru, penipuan
apa enggak dan lain-lain ya ini udah
masuk sandbox OJK. Jadi udah bisa lu
coba trial-trial sih menurut gue. Nah,
gimana cara kerja sistem ini? Jadi, lu
bisa beli properti dengan potensi
keuntungan tinggi. Jadi, properti yang
lu beli itu dipecah jadi token di mana
satu token tuh sama dengan 10.000 dan
bisa dibeli sama investor. Nah, contoh
propertinya itu nanti bakal disewain di
tempat penyewaan kayak Airbnb,
Booking.com dan lain-lain. Nah, investor
bisa dapat keuntungan hasil sewa setiap
bulan dan setiap ada kenaikan harga
properti. Nah, investor itu kebetulan
bisa ngejual tokennya lagi. Iya. Jadi,
lu bisa beli, lu bisa jual lagi di harga
yang sama ketika lu beli. Ini menarik
banget sih ya, karena ini jadi membuka
investasi bukan cuma buat orang kaya,
investasi properti ya kan biasanya yang
invest properti itu ya orang yang udah
punya miliaran gitu kan, udah punya
puluhan miliar bahkan
ya. Bagaimana resiko investasi dan
bagaimana cara guru memitigasinya? Ini
pertanyaan yang bagus tentunya seperti
produk investasi lainnya pasti ada
risiko. Begitupun itu organisasi aset
properti. Saya coba akan contohkan
beberapa potensi resiko yang mungkin aja
terjadi. Resiko pertama, imbal hasil
sewa yang dapat mengalami penurunan
karena tingkat okupansi yang rendah yang
dikarenakan satu dan lain hal. Yang
kedua, resiko kerusakan atau kehilangan
properti yang disebabkan oleh bencana
alam. Dan ketiga adalah resiko
likuiditas yang dapat menyebabkan
keterbatasan saat user menjual kembali
tokennya. Atas resiko tersebut tentunya
di Goro, kami sudah memiliki kebijakan
dan prosedur untuk memitigasi resiko
tersebut. Sebagai contoh yang pertama
kami mengakuisisi properti dengan proses
du diligence yang sangat rigid dan
ketat. Mulai dari aspek legalitas
properti, kualitas dan gaya bangunannya,
juga history dan future booking yang
didapatkan oleh properti tersebut itu
untuk menjadi basis penilaian harga saat
kami ingin melakukan akui properti
tersebut. Di Goro, kami hanya membeli
properti terbaik di harga terbaik. Apa
itu harga terbaik? Harga terbaik
didasarkan pada penilaian harga properti
yang sesuai dengan target imbal hasil
bersih. Sebagai contoh, vila di Bali,
target imbal hasil bersihnya adalah 10%
per tahun. Sehingga bila suatu villa
menghasilkan pendapatan sewa bersih R
miliar per tahun, maka secara umum nilai
total investasi properti tersebut
maksimal adalah 10 miliar. Kedua, semua
properti kita asuransikan. Asuransi ini
akan meng-cover tidak hanya kerusakan
atau kehilangan fisik, namun juga
termasukis interruptions. Ketiga, selain
mengalokasikan dana buyback token, kami
juga memanfaatkan media sosial seperti
WhatsApp dan juga Telegram untuk
mendukung transparansi atas token
properti yang sedang tersedia. Dan hal
ini juga memudahkan user lain untuk bisa
langsung membelinya. Semua informasi
terkait dengan resiko di atas juga kami
cantumkan pada dokumen ringkasan
informasi produk dan layanan yang user
bisa akses dokumen tersebut di halaman
properti masing-masing di marketplace
[Musik]
Goro. Semua properti yang kami akisisi
tentunya sudah sesuai dengan kriteria
yang ditetapkan mulai dari aspek legal,
kondisi properti, potensi pendapatan dan
kesesuaian valuasi properti. Atas hal
tersebut sebetulnya investor di Goro
diuntungkan, sangat diuntungkan karena
properti yang tersedia di marketplace
kami adalah properti yang fit dengan
potensial hasil sampai dengan 10% per
tahun untuk vila di Bali dan 8% per
tahun untuk apartemen di Jakarta. Dan
bagi calon investor, informasi terkait
histori Mbah hasil bulanan atas setiap
properti juga tersedia kok. Teman-teman
bisa aksesnya akses grafiknya di halaman
masing-masing properti. Jadi secara umum
tidak ada tip khusus. Kalian bisa
scrutiniz informasi dan performansi
masing-masing properti di marketplace
Goro. Jadi apa kesimpulan terakhir dari
saya? Yes, tokenisasi RW mempunyai
keunggulan signifikan dari investasi
properti konvensional mulai dari potensi
imbang hasil yang tinggi dan juga lebih
likuid. Namun lebih dari itu bagi kita
semua generasi yang teh safy tokisasi RA
bukan hanya tentang investasi. Ini
adalah cara kita untuk mengambil bagian
untuk ikut sama-sama membangun masa
depan investasi properti yang lebih
demokratis dan inklusif. terlepas apapun
background kita dan berapapun modal yang
kita punya. Dan terakhir dari saya, do
your own research. Terima kasih. Nah,
jadi harga rumah memang sekarang udah ya
lumayan sulit gitu ya, tapi bukan
berarti kita enggak bisa nabung dong ya
kan untuk punya properti. Lu bisa mulai
dengan nominal kecil gitu ya. Saran gua
sih coba-coba dulu aja. Gua juga mungkin
akan coba-coba dulu dan caranya gimana?
Lu bisa cek description box atau pin
komen buat pelajari lebih lanjut dan lu
bisa dapat cuan dari hasil sewa properti
yang uangnya tentunya bisa lu kumpulin
lagi, bisa lu putar lagi ya buat beli
rumah beneran karena 10% per year itu ya
udah lumayan banget ya menurut gua. Nah,
uang lu tuh enggak cuma ditabung tapi
juga ya berkembang tadi sih. Jadi ini
mungkin salah satu aset buat
diversifikasi yang menarik menurut gua.
Apalagi ketika nilai-nilai aset tertentu
kayak misalnya Ethereum tuh lagi turun
terus Bitcoin juga sama ya kan. terus
juga saham juga ya harganya kadang gak
masuk akal juga gitu kan dan sistem ini
sebenarnya udah works banget di luar
negeri dan potensinya sebenarnya masih
luas jadi ya buat early adopters silakan
gitu ya dan diprediksi sebenarnya di
2030 itu pasar real world aset ini ini
kan sebenarnya masih pengembangan awal
ya itu bakal berkembang pesat nanti.
Nah, pertanyaannya sekarang, lu mau
nunggu mau ketinggalan tren kayak
ketinggalan harga Bitcoin dan harganya
jadi makin mahal atau mulai invest
sekarang gitu. Jadi membuka peluang
untuk lu dapat return yang besar itu
tergantung ya, tergantung lu mau memilih
jalan yang mana. Jadi gimana menurut lu?
Oke, gua F 1%. Well, thanks
[Musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-12 01:56:50 UTC
Categories
Manage