Kaya Raya di Umur 20-an Tanpa Privilege, Emang Bisa?
n3FKik00PdI • 2023-02-15
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Usia 20-an bisa dibilang adalah usia yang termasuk terberat dalam hidup. Gua juga udah pernah bahas di video sebelumnya. Gak heran kalau misalnya banyak generasi Z dan juga milenials yang ngerasa bahwa diri mereka tuh insecure, miskin, dan enggak punya apa-apa. Dan gua akhirnya melihat banyak riset. Dan dari riset yang gua baca, ternyata merasa miskin di usia 20-an itu wajar banget dirasain sama kebanyakan Genji dan milenial. Kenapa tuh? Ya, banyak ya faktornya. Tentu pertama ada inflasi ya, mungkin UMR juga yang enggak naik banget ya, masih rendah terutama di beberapa daerah tertentu. Belum lagi tuntutan orang, kita dituntut buat sukses di akademik, pekerjaan. Kita ngerasa orang tua dulu jauh lebih gampang. Karena benar kan emang lebih gampang entah itu dapat kerjaan atau beli rumah misalnya atau beli tanah dan berbagai macam hal kayak misalnya krisis identitas, enggak tahu passion-nya apa, belum lagi ya banyak penghargaan-penghargaan kayak forbster 30 under 30 dan lain sebagainya yang bikin kita makin insecure ketika ngelihat sosem. Dan akhirnya ya dengan semua masalah tersebut itulah standar yang harus kita penuhi di masa muda. Well, sayangnya faktanya sebenarnya ya enggak gitu sih. Enggak semua orang itu sukses di usia muda. Dan kalaupun ada yang sukses emang seberapa sukses sih? Bahkan kalau dilihat orang yang kaya di Forbes itu aja rata-rata udah tua cuy. Umurnya mungkin di atas 50-an ya. Kayak misalnya Kirul Tanjung, Bernard Arnold yang punya ElV gitu kan dan lain sebagainya itu rata-rata udah tua cuy. Kalaupun ada yang muda ya biasanya memang dia udah kaya dari sononya atau bisa kita sebut sebagai ya memang old money gitu ya atau afluent society intinya orang yang memang udah kaya dari lahir. Nah, tapi yang jadi pertanyaan adalah dengan ambisi-ambisi yang El punya nih sekarang, apakah jadi tajir dan sukses di usia muda itu hal yang realistis buat dicapai? Terutama oleh orang yang tidak punya privilege. Gua bakal kupas jawabannya. Spoilernya jawabannya adalah bisa sebenarnya lu kayak di usia muda. Tapi gua bakal kupas tuntas caranya dan mungkin caranya tidak segampang dan juga tidak seperti yang lu bayangkan. Oke, so welcome to Psychology of Finance. Stay tune sampai akhir biar lo bisa dapat keseluruhan insight-nya. Welcome to Psychology of Finance. Kalau kita ngomongin soal definisi sukses di usia muda, ya intinya ketika kita udah kaya lah ya mungkin banyak definisi lain kayak punya rumah, punya mobil mewah, traveling, punya bisnis, start up. Tapi ya kalau menurut gua dan berbagai macam riset yang gua baca, bisa kita sepakatilah bahwa sukses di usia muda itu adalah financial freedom gitu. Artinya lu bisa nikmatin hidup, ngelakuin apapun tanpa harus pusing mikirin duit. Pensiun di usia muda ini juga sangat amat menggiurkan. Banyak orang berpikir bahwa ini tuh adalah kesuksesan yang mantap banget sih. Ya benar sih mantap karena ini bisa ngasih lu freedom cuy. Kesempatan dan kebebasan buat ngejar passion apapun yang lu mau dan enggak terjebak sama 9 to5 kerja Senin sampai Jumat. Di Indonesia ini kan udah populer sebenarnya dari beberapa tahun lalu. Salah satu tokohnya mungkin kita sudah tahu lah ya, ada Samuel Rey ya. Itu juga kita pernah colab e berapa tahun lalu gitu ya, ngomongin soal pensiun muda. Kalau di Amerika ini tuh udah populer banget 52% satu dari dua orang Amerika itu punya pikiran buat pensiun muda. Nah, gerakan ini sebenarnya namanya adalah fire, financial independence retire early. Ini adalah gerakan yang menekankan betapa pentingnya menabung dan investasi di usia muda supaya lu bisa kaya dan lu bisa financial freedom. Nah, biasanya orang-orang yang fire ini tuh emang cukup ekstrem sih. Sebenarnya gak ekstrem banget, tapi intinya ya gaya hidupnya lebih pas-pasan lah meskipun penghasilannya besar. Ibaratnya penghasilan lu Rp50 juta, tapi gaya hidup lu cuma R juta per bulan. Biasanya sisanya tuh buat diinvestasiin R0 jutanya mungkin diinvestasiin dan investasinya di aset yang bisa ngasih return tinggi. Nah, seringkiali fire movement ini disamain dengan gaya hidup super pelit. Jadi kayak sampai mungkin kalau el-el yang sudah biasa boros setiap bulan, ini mungkin menyiksa diri lu gitu atau setiap beli barang penginnya beli yang paling murah aja. Nah, orang-orang yang nerapin fire biasanya punya gaya hidup yang frugal. Meskipun frugal sebenarnya ee tidak berarti mencari yang termurah. Ya, intinya lu bikin budgeting dan tracking keuangan yang lumayan strik dan ngekut pengeluaran yang enggak penting-penting banget. Jadi, uangnya bisa ditabung, bisa diinvestasiin. Menariknya si Fire ini ternyata kan melarat ya di usia muda sebenarnya atau memiskinkan dirilah gitu ibaratnya. Tapi dari riset yang gua temuin, ternyata hidup seperti ini itu bisa menyehatkan bukan hanya kesehatan finansial lu, tapi juga kesehatan fisik lu. Jadi, orang yang pensiun muda ternyata hidupnya bisa lebih panjang, bisa enggak terlalu stres, bisa lebih sehat, bisa juga mengejar berbagai macam passion, bisa traveling ke mana-mana juga. Nah, pertanyaannya gimana cara kita ngebangun aset yang bisa menghasilkan kita financial freedom gitu. Nah, ini kita bahas di section selanjutnya. Ada beberapa strategi yang bisa lu lakuin buat mewujudkan pensiun di usia muda. Yang paling simpel sih ya tentunya pertama invest ke diri sendiri. Jadi ya invest ke otak lu, invest ke skill dan lain sebagainya. Apalagi kalau lu masih muda. Karena ini investasi yang tidak akan bisa hilang sih selama otak lu masih ada di kepala lu gitu ya. Investasi ini enggak akan bisa hilang dan akan ngasih return yang sangat baik dalam jangka panjang. Yang kedua, coba ambil lebih banyak resiko selagi masih muda. Ya, kalau misalnya orang yang udah tua mungkin rasio investasi sama uang kasnya itu 60 40 misalnya. Ya, kalau lu masih muda, lu bisa 90% lah lu investasiin 10% lu simpan tuh misalnya ya. Jadi kayak lu juga bisa ngambil berbagai macam resiko bukan hanya dalam investasi tapi juga dalam berbagai macam hal tuh of course tentu seperti kurikulum 1% perhatikan juga ya proteksi dan resiko. Gua selalu bilang di level 2 tuh jangan lupa asuransi dana darurat dan lain sebagainya. Tapi kalau misalnya lu punya safety net yang baik, orang tua lu masih kerja misalnya, terus juga lu tidak ada tanggungan, terus lu punya dana darurat, ya not ngambil resiko lebih banyak, toh masih muda juga kan. Yang ketiga, pertimbangkan investasi dan diversifikasi. Kalau ngomongin dana pensiun, jumlahnya tuh bisa tergantung gaya hidup sih, tapi bisa miliaran ya. Minimal 1 sampai 20 M lah gitu. Range tersebut lu bisa mulai pertimbangin strategi investasi yang efektif dengan manajemen resiko yang oke juga. Kalau kata Warren Buffet, investasi itu ya ibarat lu punya telur. Jangan simpan semua telur di satu basket aja. Karena kalau keranjangnya rusak ya semua telur kita juga bakal rusak. So, cobalah diversifikasi. tentunya dipikirin juga sebar aset ke beberapa tempat. Dan salah satu opsi terbaik menurut gua ya buat diversifikasi aset terutama buat lu yang baru belajar nih misalnya lu udah reksa dana terus lu juga udah invest di saham Indonesia lu bisa coba juga untuk diversifikasi di saham US karena potensinya high return saham US juga bisa bikin kita lebih siap dalam menghadapi krisis ekonomi global karena dolar US sampai sekarang jadi mata uang yang terkuat di dunia dan bursa sahamnya juga punya potensi rebound yang oke. So, bisa dibilang ini adalah pasar saham yang cukup matang kalau dibandingkan pasar saham di negara-negara lain. Nah, kalau lu pengen nyoba invest di Samu dengan aman, gua mau merekomendasikan aplikasi Nanovest. Nanovest ini aplikasi yang bisa memudahkan lo buat investasi di stock market US dengan aman dan nyaman. Cuman dengan satu aplikasi, lu bisa invest di company yang gede kayak Google, Netflix, Spotify, Microsoft. Nah, lu bisa invest di berbagai company tersebut gitu ya. Bahkan si nanovest ini juga bisa memudahkan lo untuk invest di cryptocurrency. Lebih gokilnya lagi, lu cuma butuh 5.000 doang, cuy. Minimal untuk invest. Cocok banget buat generasi Z yang mungkin duitnya masih pas-pasan, gajinya masih satu digit, lu bisa mulai belajar invest dari sekarang. Ya, nyoba aja kecil-kecilan dulu. Nah, Nano juga bebas dari biaya transaksi. Punya lebih dari 2.000 plus pilihan aset crypto dan saham US. Terus verifikasinya KYC-nya juga kurang dari semenit. Dan yang terpenting ini udah dapat lisensi dari BAPTI dan sertifikasi ISO dan KAN. Nanoves juga udah terdaftar di program perlindungan resiko cyber crime dari asuransi Sinarmas. Jadi keamanan data lu juga udah lebih terjamin. So, ini adalah aplikasi yang cocok banget buat lo yang mau mencapai financial independence di usia muda. Enggak perlu khawatir karena ini sudah terlisensi dan tersertifikasi secara legal. Ya, lu boleh cek aja lah di website-nya sama di aplikasinya langsung download. Buat lo yang mungkin udah pernah nyoba nanovest atau Invest, lu juga bisa coba ceritain pengalaman lu di kolom komentar. Siapa tahu nanti lu bisa ngebantu teman-teman yang lain yang belum download. Let's say sekarang lu udah ngelakuin semua hal yang tadi udah gua sebutin. Tapi kok rasanya masih belum cukup juga ya? Masih kurang. Lu masih insecure, masih takut, masih ngerasa belum cukup. Lu masih mikir gitu tentang berbagai kemungkinan yang bisa bikin lu enggak jadi sukses. Kok bisa sih kayak gitu? Apa sih yang salah dan kurang dari usaha kita? Well, kita bahas di section selanjutnya. Kalau buat el yang pekerja kantoran, lu mungkin bisa dengar cerita ini. Jadi, suatu hari ada suatu kisah seorang pekerja kantoran. Dia hidup di Indonesia gitu ya. Makanya namanya juga Budi. Si Budi ini tinggal di rumah sederhana bareng istri dan satu anak. Budi ngerasa kalau hidup dia tuh banyak susahnya. enggak kayak teman-temannya yang kelihatannya lebih bahagia dari dia. Karena keresahannya ini dia pun datang buat nemuin orang yang lebih bijak dari dia buat minta nasehat. Dan si Budi nanya, "Bang, gimana sih cara biar gue bisa hidup bahagia? Gua dan keluarga tinggal di rumah sempit, enggak punya barang mewah, dan cuma punya tabungan R5 juta. Gua harus gimana?" Nah, terus si orang bijaknya ini ngejawab, "Coba lu beli kambing, cuy, dari uang tabungan lu itu." Terus si Budi nanya lagi, "Oh, lu nyaranin gua buat buka bisnis peternakan." Terus si orang bijak ngjawab, "Kagak, cuy. Lu beli kambing yang paling murah aja." Terus el bawa dan lu rawat si kambing itu di dalam rumah. Dan si Budi pun kaget gitu ya, dengan mendengar jawaban tersebut. Ngapain gua bawa kambing ke rumah? Akhirnya si Budi langsung bilang, "Goblok lu." Dia langsung menghina si orang bijak ini karena dia ngasih saran yang menurut dia tidak make sense. Terus si orang bijak lu ngomong gini, "Kalau lu bisa bertahan di rumah itu bareng kambing selama 7 hari, lu bakal dapat hadiah yang lebih berharga daripada duit R miliar." Di hari ke-elan, coba lu jual kambing itu dan balik lagi ke gue. Akhirnya si Budi ke peternakan terdekat buat beli kambing yang paling murah dan dia bawa kambing itu ke rumahnya. Sampai di rumah pastinya istri dan anaknya tuh ngomel gitu, "Ngapain lu bawa kambing?" Tapi si Budi akhirnya berhasil ngebujuk keluarganya kalau mereka bakal dapat hadiah jika berhasil tinggal bareng kambing selama 7 hari. Di hari pertama tinggal bareng, si Budi dan keluarganya kagak bisa istirahat. Dia jadi sering berantem sama istrinya karena si kambing bikin rumahnya jadi makin bau, makin sempit. Apalagi rumahnya jadi makin bau dan mereka harus repot-repot ngebersihin kotorannya. Di hari ketiga, well, Budi dan keluarganya udah mulai bagi-bagi tugas. Si Budi ngurusin kambing, si istri bersih-bersih, dan anaknya bantu ngasih makan. Akhirnya mereka jadi lebih akur dan bisa istirahat karena udah ada sistemnya gitu ya, walaupun masih sedikit keganggu. Di hari kelima si Budi dan keluarga udah mulai terbiasa sama kehadiran si kambing. Nah, sampailah di hari ke-elapan, si Budi dan keluarganya akhirnya ngeluarin si kambing dari rumah dan langsung ngejual kambing itu ke peternak. Dan akhirnya dia ngedatangin orang bijak tadi. Kata si Budi ke orang bijak tadi, "Ini udah hari ke-elapan, Bang. Gua udah muak tinggal sama si kambing. Sekarang coba kasih gua hadiah yang lu janjiin." Dan si orang bijak ngejawab, "Hadiahnya sudah ada di rumah lu." Ngedengar itu, si Budi langsung cepat-cepat pengen balik ke rumah. Dia berekspektasi bakal ada duit 1 M. Tapi sesampainya di rumah ya kagak ada, cuy, gitu. Kagak logis gitu ya. Masa tiba-tiba dikasih 1 M. Budi kecewa dan dia mikir kalau si orang bijak itu selama ini cuma ngerjain doang. Dia pun akhirnya ngelanjutin hidupnya dan dia gak mau ketemu sama si orang bijak itu lagi. Beberapa hari kemudian, suasana rumah Budi jadi lebih nyaman. Istri dan anaknya juga terlihat jadi lebih bahagia dan lebih bersemangat. Hingga satu ketika anaknya ngomong, "Aku nyaman loh dan happy banget tinggal di rumah sekarang ya. Enggak kayak dulu pas kambing. Dulu bau terus ngedengar omongan anaknya, oh ternyata ini, cuy." Si Budi langsung keingat sama si orang bijak. Ternyata ini hikmahnya ya. Terus si orang bijak nanya, "Ngapain lu datang, cuy?" Terus si Budi ngejawab, "Bang, gua mau bilang terima kasih karena lu udah ngasih keluarga gua hadiah yang lebih berharga daripada uang." Nah, kira-kira menurut lo hikmahnya tuh apa? Apa sih hadiah yang si Budi dapat? Coba lu bisa sampaiin di kolom komentar. Nah, jadi kalau dari cerita tadi dan kalau misalnya kita ngelihat cerita si Budi, sebenarnya hal paling utama untuk lu punya financial freedom adalah lu bersyukur dulu, cuy. Jadi kayak langkah awal yang baik adalah lu bersyukur bahwa dengan lu hidup sedikit ini ya at least lu bisa makan lah, lu bisa hidup gitu. Jadi lu bisa happy dan produktif gitu. Lu enggak ngeluh-ngeluh terus ya. Lu enggak banyak ngomel sih. Ini cara yang sebenarnya kedengaran aneh gitu ya. kedengarannya kelise banget gitu. Tapi setelah lo nonton video ini, gua yakin lu akan punya alasan untuk mencoba memiskinkan diri dan ya udah gitu atau happy dengan hidup miskin sekarang dan lu bisa jadi lebih produktif karena lu udah happy dengan hidup lu yang sekarang. Karena lu udah bersyukur. Well ya tadi ya hadiah yang terbaik yang ternyata dirasakan oleh si Budi ini adalah bersyukur. Bersyukur sama kehidupan saat ini yang awalnya ngeluh mulu jadi bahagia dan akhirnya jadi lebih produktif, lebih menghargai kondisi sekarang. Tapi yang jelas filosofi yang gua jelasin tadi adalah filosofi stoicism. Sebenarnya ini dipraktikin sama Seneka. Seneka tuh adalah salah satu filsuf yang prominent banget ya. Kalau lu belum tahu di stoicism, si Senekaca tuh bilang cara terbaik buat menikmati hidup adalah dengan belajar jadi orang miskin. Praktiknya enggak mesti ekstrem banget sih gitu ya. Meskipun sebenarnya kalau si Seneka sih ekstrem ya. Tapi kalau buat el praktekin ya bisa aja lu praktikin. Pertama lu pakai baju yang paling jelek selama seminggu. Terus yang kedua batasi pengeluaran. Terus lu bisa tinggal enggak di tempat lu biasanya? Terus lu jangan pakai HP, laptop. Intinya lu hidup kayak orang miskin aja. Seperti apa yang orang miskin dan orang yang tidak punya rumah homeless gitu ya yang mereka lakukan. Gua jamin kalau lu melakukan hal ini selama 7 hari, lu bakal mulai bisa lebih menghargai hal-hal yang mungkin sebelumnya luput dari perhatian lu. Lu bisa menghargai, lu bisa tidur di kasur, lu bisa nonton YouTube, lu bisa makan nasi, lu bisa pakai baju bersih, bahkan mungkin lu bisa melakukan hal-hal yang lebih oke lah daripada yang barusan gua sebut. Hal ini juga yang sebenarnya diajarin kan sama rutinitas bulan puasa juga. Dan bukan hanya umat muslim gitu ya, bukan hanya bulan Ramadan, umat-umat agama lain juga melaksanakan ini. Puasa tuh menurut gua ngajarin kita buat lebih berempati sama orang-orang yang di bawah kita, buat berempati juga sama diri sendiri juga, self compassion ya, dan buat melatih kita juga in case ada sesuatu yang buruk terjadi. Kita belajar buat nahan nafsu kita selama sehari. So, intinya usaha lu dalam memenuhi kebutuhan finansial ini juga harus diimbangi sama pemenuhan kebutuhan spiritual yang mana kalau di kurikulum 1% ya itu masuk ke level 3 ya gitu ya, happy, healthy, dan productive. Di dalamnya ada spiritualitas. Kita ya sebagai lif juga enggak cuma nge-encourage lo buat produktif. Jadi kayak lu sukses, punya duit banyak. Bukan cuma itu, bukan cuma karir dan finansial yang stabil, tapi juga kita pengin bikin lu happy sama kehidupan lu secara fisik maupun mental. Gua yakin bersyukur ini bisa jadi salah satu teknik yang lu maksimalin selama lu bisa menempatkan ya bersyukur ini dalam konteks yang tepat. Nah, tapi gimana menurut lo? Apakah lo punya pendapat lain? Ya, silakan sampaiin di kolom komentar. At the end of the day, jadi kaya dan pensiun di usia muda itu bukanlah hal yang mustahil. Even ketika lu hidup tanpa privilege, selama lo konsisten belajar, lu punya mindset yang oke, lu mencukuri kehidupan lo saat ini. Dia mau ngambil banyak risiko, punya strategi finansial yang oke, proteksinya oke, investasi. Gua yakin lu semua bisa mencapai itu sih. Dan kalau misalnya lu tertarik buat nyobain V saham US terutama, lu bisa coba download aplikasi Nanovest, lu bisa klik link yang ada di deskripsi aja langsung nanti bisa download ke sana. Dan lu juga bisa pakai kode referal ini gitu ya. Kalau misalnya lu pengen dapat cashback, akhir kata, well, gua 1%. Semoga lu semua bisa mencapai financial independence. Oke, thanks.
Resume
Categories