Kind: captions Language: id Gua itu sering banget dapat pertanyaan, "Bang, gimana sih caranya biar jadi sukses?" "Bang, gimana sih caranya biar jadi pintar?" Kita kan sempat bahas ya tentang gimana jadi pintar, gimana jadi baik, gimana jadi kaya dan lain sebagainya gitu. Dan bisa dibilang, "Ya, gua belum baik, kaya juga belum, sukses juga belum. Tapi bisa dibilang ada satu skill yang cukup ngebantu gua yang akhirnya bisa ngebantu gua bisa bikin 1%." Dan mungkin skill ini juga jarang dibahas sama buku-buku motivasi, buku-buku kesuksesan. Apakah itu? Nah, skill itu adalah skill bahasa Inggris. So, di segmen satu INSAT kali ini gua bakal ngebahas gimana bahasa Inggris bisa bikin lo makin pintar, bisa bikin lo makin kaya, bisa bikin lo makin sukses, bisa bikin lo makin mantaplah sebagai manusia intinya. Oke, simak video ini sampai habis biar lu bisa dapat keseluruhan insight-nya. [Musik] Pertama gua mau bilang dulu, emang kenapa kalau misalnya kita enggak bisa bahasa Inggris? Jawabannya adalah kalau misalnya lu enggak bisa bahasa Inggris, lu bakal ngelewatin banyak banget kesempatan, banyak banget cara-cara untuk lu jadi sukses, untuk lu jadi kaya. Pertanyaannya adalah kenapa emang? Nah, gua bakal jelasin alasannya. Pertama adalah aksesibilitas. Kalau kita lihat sekarang mulai dari buku, film, berita, pengetahuan dalam bentuk apapun, termasuk salah satunya penelitian itu banyak yang berkualitas kan. Tapi sayangnya kebanyakan hanya tersedia dalam bahasa Inggris. Gimana dengan bahasa Indonesia? Emang enggak ada yang berkualitas? Ya ada. Cuman karena bahasa Inggris adalah bahasa internasional jadinya semua orang ya sepakat gitu ya. Kalau mau penelitian, mau ngapain, mau ngapain, mau nulis buku yang bestseller di seluruh dunia ya basically pakai bahasa Inggris. So, di zaman sekarang memang ya kalau kita mau menikmati karya yang bagus, kemungkinan besar kita masih harus belajar bahasa Inggris. Misalnya aja buku-buku yang gua tunjukin sekarang mulai dari atomic habits gitu ya, buku-buku kayak Grid dan lain sebagainya gitu. Nah, ini adalah buku bestseller di tahun 2022. Tapi lu tahu enggak sih kebanyakan buku yang bestseller sekarang yang berbahasa Inggris ya, apakah dibikin di tahun 2022? Ya, enggak. Dari semua buku yang tadi ada muncul itu gak ada yang dibikinnya tahun 2022. Yang paling baru aja yang judulnya adalah Range ini diterbitin di tahun 2019 tapi baru jadi bestseller di Indonesia itu tahun 2022. Dan ada fun factnya buku filosofi teras itu kan sebenarnya ngetren di Indonesia tahun 2018-an. Tapi kalau misalnya lu yang tahu, lu yang ngikutin buku-buku self development luar atau yang ngikutin channel YouTube luar, Stoicism itu sudah tren dari tahun 2014 atau bahkan lebih awal. gitu ya dengan karya-karyanya. Kalau di luar negeri sih Ryan Holiday yang memang cukup terkenal sering ngebahas tentang stoicism. Jadi ada 4 tahun delay untuk lu mengonsumsi suatu konten. Bahkan kalau lu baru baca tahun ini gitu ya 2022 bisa jadi lu delay 8 tahun. Artinya artinya apa? Kalau misalnya lu bisa bahasa Inggris lu bisa mengonsumsi konten-konten yang berkualitas itu jauh lebih awal daripada orang-orang yang tidak bisa berbahasa Inggris. Dan kalau lu perhatikan juga di sumber video-video 1% ya termasuk video ini juga kita sering banget ngasih riset dan risetnya itu berbahasa Inggris. Ada juga sih yang bahasa Indonesia ya. Cuman kebayang enggak kalau misalnya orang-orang 1% itu enggak bisa bahasa Inggris ya akhirnya konten kita juga mungkin enggak akan sedaging sekarang yang mana nota BN menggunakan bahasa Inggris. Nah, yang kedua adalah terkait dengan social capital. Nah, social capital maksudnya apa? Artinya dengan lu berbahasa Inggris, lu juga bakal lebih mudah untuk bergaul sama orang-orang yang juga menggunakan itu. Terkait dengan bahasa Inggris, kalau lu bisa bahasa Inggris, kebayang enggak kalau lu nyari investment lu bisa jadi lebih luas? Kalau lu ikut lomba, lu bikin perusahaan, startup atau apa, lu bisa ikut lomba yang mancanegara itu. Lu bisa dapat social capital dari sana. Lu bisa dapat koneksi, lu bisa dapat investor dari luar negeri, atau lu bahkan bisa partneran sama perusahaan yang ada di luar negeri. Nah, jadi banyak banget ya ngomongin soal bahasa Inggris. Tapi kalau misalnya lu enggak setuju, boleh ya lu taruh pendapat lu. Atau kalau misalnya lu setuju dan punya pengalaman positif, lu bisa taruh pendapat lu di comment section. Oke. Nah, tapi meskipun keuntungannya banyak banget, belajar bahasa Inggris itu bisa dibilang tidak mudah atau bahkan gua bisa bilang susah gitu. Dan ini terbukti oleh banyak riset sebetulnya. Karena apa? Karena bahasa Inggris itu secara struktur, secara pengucapan itu tuh beda banget sama bahasa Indonesia. Dan bahkan orang yang tidak berbahasa Inggris dari kecil itu menganggap bahasa Inggris tuh kayak aneh gitu. pertama bahasa Inggris adalah non phonetic language. Maksudnya gimana? Contohnya nih ya, gua kasih beberapa kata yang memang akhirannya adalah of og dan ini meskipun katanya sama of gitu di akhirnya ini punya tujuh cara pengucapan yang berbeda. Ini gua bacain ya. Though true cough, semoga enggak salah ya. Raf gua gua takut salah juga gua harus pakai aplikasi nanti ya untuk belajarnya. Ada juga of thoroh. Beda banget kan semuanya. Padahal kata-katanya ketika dieja dipell satu-satu itu ya sama cuman pronunciationnya semuanya beda. Jadi ya bahasa Inggrisnya memang yah begitulah ya susah gitu. Dan gua pun bisa jadi tadi salah menyebutkan beberapa kata ya yang namanya juga orang Indo gitu ya orang Sunda. Dan gua juga bahkan menemukan penelitian yang menunjukkan bahwa salah satu kesulitan utama yang bikin orang susah belajar bahasa Inggris adalah karena masalah pronunciation, masalah penyebutan. Belum lagi juga ada beberapa kata. Kalau tadi kan gua nyebut yang pengucapannya beda, sekarang gua nyebut yang sama gitu kayak tu to tu. Ini juga sama semuanya penyebutannya gitu. Right, right, dan right dan right. Jadi kalau dengar kata-kata itu kalau enggak ada konteksnya tuh kayak lu bisa jadi bingung gitu orang ngomong apa. Nah, yang ketiga adalah homographs. Jadi ada kata-kata yang sebenarnya secara ejaan tuh sama dan dari pengucapan mirip tapi artinya beda. Kayak misalnya nangis. Nangis itu kan bahasa Inggrisnya tir. Tapi ada juga yang sama tear gitu ya dibacanya ter itu tuh ngerobek. Nah, ini kan kedua kata ini mirip. Pengucapannya juga mirip tapi artinya beda, cuy. Nah, dan itu kan gua udah nyebut tiga nih yang bikin susah berbahasa Inggris. Dan ada juga yang keempat, aturan dalam berbahasa Inggris tuh banyak dan kadang-kadang itu juga enggak konsisten. Misalnya ada aturan yang ngomongin soal jenis kelamin atau gender, ada he, kan. Sementara kalau di Indonesia kan gak ada tuh he dan she. Yang adanya adalah dia. Jadi kayak mau cewek mau cowok kita nyebutnya dia aja atau beliau mungkin yang lebih sopan gitu ya. Tapi kalau di bahasa Inggris tuh ada cewek ada cowok. Belum lagi juga ada aturan kayak misalnya gini. Kalau misalnya banyak dalam bahasa Inggris tuh pakai S. Kalau misalnya enggak banyak berarti enggak pakai S. Contohnya adalah misal apple. Kalau apple-nya ada dua atau lebih berarti apples, kan. Kalau misalnya buku, book. Kalau jadi dua atau lebih jadi books. Tapi kalau misalnya anak gitu, child. Kalau banyak apakah jadi childs? Tidak, Teman-teman. Jadi children. Jadi ribet gitu ya. Person jadinya bukan persons gitu tapi people. Nah, tadi gua udah bilang empat hal yang bikin bahasa Inggris tuh susah. Ada juga hal yang kelima yaitu aksen, cuy. Aksen orang Irlandia itu beda sama orang Inggris. How are you? Aksen orang Inggris itu beda sama orang wakanda. My name is Kinga, son of Kinga. I am the ruler of the nation of Wakanda. Aksen orang Wakanda beda sama aksen orang Amerika. What you got to do to get the life that God wants you to have, you got to put more air in your bubble. You got to blow your bubble up. Expand yourself, take yourself out your comfort zone. Dan beda juga dengan aksen orang Indonesia. When somebody loved me, everything was beautiful. Every way we spend together live within my heart. Jadi belajar bahasa Inggris tuh banyak banget tantangannya. Ya memang kita harus pintar-pintar lah ya dalam belajar bahasa Inggris. Nah, tapi jangan khawatir dan kita harus tetap PD juga. Kenapa? Karena gua punya solusinya dan gua bakal nge-spill ke lu tentang gimana cara belajar bahasa Inggris dengan baik dan benar. Lu tonton sampai habis ya. Jadi, gimana cara belajar bahasa Inggris yang efektif dan efisien? Nah, sebelum gua ngejelasin, gua mau ngasih tahu bahwa salah satu hambatan utama kenapa orang gak bisa belajar bahasa Inggris atau susah adalah karena language anxiety. Jadi, karena orang tuh cemas, orang tuh takut dalam memakai bahasa asing. Ya, karena banyak hal lah ya gitu. Tapi intinya orang tuh terutama orang Indonesia itu banyak banget yang gua lihat memang takut, ragu, cemas. Yaitulah namanya language anxiety. Dan solusinya gimana? Kebetulan karena gua belajar psikologi juga, akhirnya gua cari tuh yang pertama adalah lu harus mindful. Mindful tuh apa sih? Jadi mindfulness tuh artinya lu sadar gitu dan ya it's ok. Lu sadar bahwa emang oh pronunciation gua jelek, oh pronunciation gua di sini udah bagus dan lain sebagainya. Yang penting sadar dulu aja. Itu yang utama gitu. Dan enggak nge-judge diri sendiri bahwa oh gua enggak bakal bisa. Enggak. Jangan kayak gitu. Tapi lu sadar dulu terus bilang bahwa ini enggak apa-apa gitu ya. Jadi itu yang pertama. Dan ingat juga, apalagi kalau lu adalah pemula, lu akan mengacau, lu akan berbuat kesalahan. Ya, mungkin lu akan diketawain, lu mungkin akan dianggap lucu, lu mungkin akan dianggap aneh atau diri lu sendiri menganggap lu aneh gitu. Tapi lagi-lagi gua mesti ulang bahwa ini itu tidak apa-apa. It's ok. Ini adalah hal yang wajar dan ini dialami oleh semua orang yang memang baru belajar. Lu enggak usah ngejust diri lu terlalu jauh sih ya. Yang penting disadari aja, oh gua masih buruk di sini. Jadi kalau memang lu ngerasa enggak bisa bahasa Inggris, it's ok. tetap nge-tweet dalam bahasa Inggris latihan speaking di depan cermin. Tetap ngedengar atau nonton video-video yang bahasa Inggris pakai subtitle bahasa Inggris juga misalnya. It's ok start small aja tuh. Habis itu lu bisa ngelakuin beberapa hal ini. Pertama adalah motivasi dan goal setting. Nah, lu lihat lagi coba kira-kira tujuan lu belajar bahasa Inggris tu buat apa? Karena bisa jadi akan beda juga nanti implementasi, beda juga cara belajarnya dan lain sebagainya. kayak misalnya apakah untuk belajar di luar negeri, apakah untuk kerja, apakah untuk bisa nonton film ya tanpa subtitle dan lain sebagainya. Jadi motivation dan goal setting dibentuk dari lu tahu tujuan lu. Yang kedua adalah exposure. Expose diri lu dengan berbagai macam hal yang berbau bahasa Inggris. Mulai dari film, terus juga ada buku, terus juga ada lagu. Jadi ini bisa ngebantu lu nanti kalau ada kata-kata yang lu enggak ngerti, lu bisa lebih ngerti dan juga lu bisa tahu cara-cara pengucapannya. Dan exposure ini pun sebetulnya kalau secara riset ini efektif untuk ningkatin kemampuan seseorang, terutama dalam belajar bahasa Inggris. Ya, gua juga pakai bahasa Jaksel ya kadang-kadang dan it's oke juga sih. Dan ini tuh adalah hal yang normal dilakukan oleh bilingual ya atau orang yang ya belajar dan menguasai berbagai macam bahasa. Dan yang ketiga. Nah, yang ketiga ini lu bisa memanfaatkan berbagai macam media untuk lu belajar bahasa Inggris. Belajar bahasa Inggris itu bukan hanya kursus, bukan hanya dengan baca buku, bukan hanya dengan nonton film. tapi juga banyak. Nah, gua juga punya salah satu aplikasi yang gua rekomendasikan buat lu supaya lu bisa belajar bahasa Inggris dengan baik, terutama dalam hal pronunciation karena ini juga ngebantu gua banget. Aplikasi apa itu? Nah, lu bisa tahulah ya. Aplikasi ini namanya adalah Elsa Speak. Elsa Speak adalah aplikasi belajar ngomong bahasa Inggris dengan AI dan speech recognition. Jadi, Elsa ini sangat bisa banget lu manfaatin untuk belajar yang namanya pronunciation. AI-nya ini bakal menganalisis kira-kira kata-kata yang lo sebutin itu benar atau enggak. Jadi yang dianalisis itu banyak banget mulai dari pronunciation, fluency, intonasi sampai dengan word stress. Jadi apa yang harus ditekanin dan yang bagusnya adalah memang setelah dianalisis nanti bakal keluar, oh gua salahnya di sini nih. Harusnya ada ngomong K-nya dikit, harusnya ada apanya? Nah, gokil banget sih menurut gua aplikasi kayak gini ya. Nah, itu adalah cara-cara yang bisa lo terapin buat belajar bahasa Inggris dan gua sendiri pakai yang namanya Elsa Speak. Nah, kira-kira kalau misalnya dari lu, lu pernah ngelakuin apa aja nih buat belajar bahasa Inggris? Kalau misalnya lu pernah ngelokin sesuatu, coba cerita dong, biar mungkin jadi inspirasi. Atau mungkin kalau lu pernah pakai Elsa juga, lu bisa coba ceritain kira-kira gimana pengalaman lu ketika pakai Elsa. So, kita bisa tahulah ya dari video ini bahwa belajar bahasa itu penting dan bukan hanya penting malah justru butuh kalau menurut gua ya. Apalagi kalau kita pengin Indonesia ini jadi negara yang maju, ya. Kita mesti bisa mengenalkan produk-produk lokal kan ke seluruh dunia. Dan itu salah satu caranya adalah dengan lu belajar bahasa Inggris. Nah, jadi semangat belajar aja. Dan gua sekali lagi mau ngomong kalau lu tanya kira-kira gua bisa mulai dari mana? Gua bisa belajar dari mana? Gua saranin lu untuk pakai Elsa. Karena ada 3.000 modul pembelajaran, ada 40 lebih topik juga yang bisa lu pelajari kapan aja dan di mana aja. Lu bisa download sekarang juga dan ada free trial-nya. Nah, ini khusus dari link yang udah gua taruh bit.lyy/elsax1 karena lu bisa dapat free trial, man. Dan lu juga bisa dapat diskon. Nah, ini buat lu yang nonton sampai habis gua kasih diskon sampai dengan 85% buat dapetin semuanya ya, buat dapetin 3.000 plus modul pembelajaran lewat Elsa Pro membership. Nah, lu bisa dapetin diskonnya di link di deskripsi atau di elsaspeak.com/inf/1. Jadi silakan kalau misalnya lu mau daftar, lu mau pakai free trial dulu, gua saranin lu untuk coba sekarang juga sih. So, ya udah selamat belajar bahasa Inggris ya. Semoga sukses. Akhir kata gua 100%. Well, thanks Guys.