File TXT tidak ditemukan.
Transcript
tDnTau0zRl4 • Bukannya Menolong Malah Berlepas Diri - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2660_tDnTau0zRl4.txt
Kind: captions
Language: id
Innalhamdalillah nahmaduhu wa nastainuhu
wa nastagfiruhu watubu ilaih wa naud
nauzubillahi min syururi anfusinaati.
May yahdihillahu fala mudhillalah wam
yudlil fala hadiyaalah. Wa ashadu alla
ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa
ashadu anna muhammadan abduhu wa
rasuluhu la nabiya ba'dah. Ya
ayyuhalladina amanutqulaha haqq tuqatih
wala tamutunna illa wa antum muslimun.
kitabullahir huda huda Muhammadinallahu
alaihi wasallam
umidah
bidah
maal musliminahqal
muttaquun
di antara para rasul yang sangat
dimuliakan oleh Islam adalah Nabi Isa
Alaih Salam.
Saking begitu mulianya Nabi Isa, bahkan
ada beberapa kemuliaan Nabi Isa yang
tidak disebutkan dalam Injil-Injil yang
diakui oleh mereka sekarang. Di antara
keutamaan tersebut misalnya dalam
Al-Qur'an Allah Subhanahu wa taala
menyebutkan tentang keutamaan keluarga
Imran. Bahkan ada namanya surat-surat
Ali Imran. Bahkan ada surat khusus
membahas tentang ibunya Nabi Isa namanya
surah Maryam.
Ya, padahal dalam Al-Qur'an sendiri
tidak ada surat membahas tentang Bani
Hasyim, keluarganya Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam. Dan juga
tidak ada surat membicarakan tentang
Aminah, ibunya Nabi Muhammad sallallahu
alaihi wasallam. Ini menunjukkan
bagaimana pemuliaan Islam terhadap Nabi
Isa Alaih Salam. Kemudian juga dalam
Al-Qur'an disebutkan mukjizat yang luar
biasa yaitu Nabi Isa bisa berbicara
ketika masih kecil. Waukallimasa fil
mahdi wa kahla. Nabi Isa berbicara
ketika masih kecil dan ketika dewasa.
Allah menggandengkan antara ketika
digendong dan ketika dewasa untuk
menunjukkan pembicaraannya sama. Ketika
masih kecil dia berbicara seolah-olah
dia sudah dewasa tanpa ada perbedaan.
Ya, tidak gagap ketika berbicara, tidak
cedel ketika berbicara, tapi berbicara
seperti layaknya orang dewasa. Dan ini
mukjizat tidak disebutkan dalam
Injil-Ijil yang ada. Padahal mukjizat
ini sangat penting karena ketika itu
ibunya Isa Alaih Salam yaitu Maryam binu
Imran dituduh berzina.
Dan kita tahu dalam Bani Israil berlaku
hukum had bagi orang pezina. Apakah
dirajam ataukah dicambuk.
Sementara tidak ada
argumentasi dari Maryam untuk bisa
menyelamatkan dirinya karena dia datang
dalam kondisi hamil.
Argumentasi satu-satunya yang bisa
menyelamatkan dia adalah Nabi Isa bisa
berbicara untuk mensucikan ibunya dari
tuduhan tersebut. Makanya ketika kaumnya
berkata dalam Al-Qur'an Allah kisahkan
mereka berkata, "Ya ukhta Harun abuk
wuki bag." Wahai Maryam, bagaimana kau
bisa berzina sementara ayahmu orang
saleh dan ibumu bukan wanita bezina? Ya.
Apa kata Maryam?
Maryam hanya nunjuk kepada Isa si kecil.
Mereka bertanya lagi,
bagaimana kami bisa berbicara dengan
anak yang masih kecil digendong?
Tiba-tiba Nabi Isa berbicara untuk
menunjukkan bahwasanya ibunya bebas dari
tuduhan zina.
Di antara keistimewaan yang disebutkan
oleh Al-Qur'an tidak disebutkan dalam
Injil-Ijil yang ada. Allah menyebutkan
tentang turunnya Maidah hidangan dari
langit.
Ketika Allah berkata, "Qall Allah Isa
bnu Maryam ya Allahumma rabbana anzil
ala maidat minamaana
waina waatan warzuqna wahairin.
Ya Rabb kami turunkanlah bagi kami
hidangan dari langit sehingga menjadi
hari raya bagi kami bagi yang awal
maupun yang akhir dan sebagai tanda akan
kekuasaanMu.
Dan berilah rezeki kepada kami.
Sesungguhnya engkau adalah pemberi
rezeki yang terbaik. Oleh karena disebut
dengan surat Al-Maidah karena ada ayat
ini. Sementara dalam Injil-injil yang
ada tidak disebutkan tentang mukjizat
turunnya hidangan dari langit kepada
Nabi Isa dan kaumnya. Kemudian juga di
antaranya dalam Al-Qur'an disebutkan
bahwasanya Nabi Isa tidak berhasil
dibunuh. Allah menyelamatkannya. Allah
berfirman, "Ya Isa bna Maryama, ya Isa,
inni mutawaika."
Wahai Isa, kami akan mewafatkanmu dan
kami akan mengangkatmu, yaitu akan
menyelamatkan engkau dari orang-orang
yang ingin membunuhmu." Allah berfirman,
waquim
ya inalna
inna qal masihha isa maryama rasulallah
w qalu wabuhu wakinubhahum
wa inadinau fiakim
maahum bihi min
wuahullahuai
yaitu perkataan orang-orang Yahudi yang
mengaku-ngaku telah membunuh Nabi Isa.
Mereka berkata, "Kami telah berhasil
membunuh Almasih Isa bin Maryam." Kata
Allah Subhanahu wa taala, "Ya,
bahwasanya mereka
berselisih
wqatalu wabuhu." Mereka tidak membunuh
Nabi Isa dan mereka tidak pernah
menyalib Nabi Isa. Wa inalladinafu
fiakim min. Bahkan mereka berselisih
sebenarnya apakah yang mereka bunuh Isa
atau bukan. Ya, balubbihahum. Akan
tetapi ada orang yang diserupakan dengan
Nabi Isa.
Maahum bihi min ilmin illa tibaan.
Mereka tidak punya ilmu. Mereka hanya
menduga-duga. Wama qataluhu yaqina.
Mereka tidak pernah yakin membunuh Nabi
Isa. Kata Allah, "Barafaahullahu ilaih."
Bahkan Allah menyelamatkan Nabi Isa. Dan
ini konsekuensi dari Nabi Isa. Dia
pernah berkata, "Wassalamu alai yauma
walitu wauma amutu wauma ubatuya.
Keselamatan bagiku ketika aku dilahirkan
tidak diganggu oleh setan. Keselamatan
bagiku ketika aku mati." yaitu aku tidak
ditangkap dan dibunuh, disalib oleh
orang-orang. Wumatu dan keselamatan
bagiku ketika aku dibangkitkan.
Sementara dalam kitab suci terdahulu
disebutkan bahwasanya Nabi Isa
ditangkap, dihinakan, diarak, kemudian
disalib dan dibunuh. Adapun dalam
Al-Qur'an, Nabi Isa mulia selamat dari
ya kejahatan orang-orang Yahudi yang
bekerja sama dengan orang-orang Romawi
yang hendak membunuh Nabi Isa Alaih
Salam.
Oleh karenanya Al-Qur'an memuliakan Nabi
Isa sangat luar biasa. Dan di antara
pemuliaan Al-Qur'an terhadap Nabi Isa,
Allah menyebutkan baga Nabi Isa adalah
seorang hamba yang luar biasa, hamba
Allah dan Rasul-Nya. Ketika dia
berbicara ketika masih kecil, dia
berkata, "Inni abdullah, aku adalah
hamba Allah. Atanial kitaba wa ja'alani
nabiya." Allah jadikan aku nabi. Allah
berikan aku injil. W'alani mubarokan
ainama kuntu. Allah jadikan aku berkah
di mana pun aku berada. Apa itu berkah?
Senantiasa mengajarkan kebaikan,
senantiasa membantu orang lain. Wausoni
bisati wazakati maumtuya. Allah
wasiatkan kepadaku untuk senantiasa
salat dan untuk senantiasa bayar zakat.
Wabarom biwalidati dan aku senantiasa
berbakti kepada ibudaku. Demikianlah
bagaimana Allah memuliakan Nabi Isa.
Oleh karena dalam Islam, Nabi Isa adalah
salah satu dari lima rasul terbaik yang
disebut dengan ulul azmi minar rasul
yang Allah berfirman kepada Nabi
Muhammad sallallahu alaihi wasallam,
"Fasbir kama ulul azmi minar rasul."
Bersabarlah engkau sebagaimana sabarnya
para ulmi minar rasul yang kata Allah
subhanahu wa taala wa akna minan
nabiyinaqahum
winka win nuhin wa ibrahima
wa Musa wa Isa bni Maryam. yaitu Allah
sebutkan lima ulul azmin rasul tersebut
adalah Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi
Musa, Nabi Isa, dan Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam. Lima orang
inilah yang ketika pada hari kiamat
dicari oleh manusia untuk meminta
syafaat dari mereka agar Allah segera
datang untuk memulai persidangan.
Sungguh Nabi adalah Nabi yang sangat
mulia yang kita bahkan diperintahkan
untuk berquwah kepadanya, untuk
meneladaninya. Dalam surat Al-An'am
ketika Allah Subhanahu wa taala
menyebutkan tentang nama-nama Nabi,
Allah mengatakan, "W Zakaria wa Yahya wa
Isa, wa Ilyas kullum minasihin." Di
antara nabi-nabi tersebut, Zakaria,
Yahya, dan Isa dan Ilyas. Kemudian di
akhir ayat Allah mengatakan,
"Ulaikalladina hadallah." Mereka adalah
orang-orang telah diberi petunjuk.
Maka ikutilah petunjuk mereka. Di antara
para rasul yang kita disuruh untuk
mengikuti teladannya adalah Nabi Isa
Alaih Salam. Oleh karenanya Allah
sebutkan tentang bagaimana ibadahnya,
bagaimana baktinya kepada kedua orang
tuanya dan bagaimana takwanya kepada
Allah subhanahu wa taala. Q
astagfirullahi wakumal muslimin kiah
fastagfiru innahu gfurahim.
Alhamdulillahi ihsaniukrullahu ala
taufiqi wamtinani asadu alla
ilahaillallah wahdahu la syarikalahuim
wa asadu anna muhammadan abduhuasul ridw
shi alaihi waa alihi wa ashabi wa
ikhwani
maasyiral muslimin. Sesungguhnya para
nabi dan rasul
dimuliakan oleh Allah bukan hanya
sebagai rasul tetapi juga sebagai para
hamba. Kenapa? Mereka adalah orang-orang
yang paling hebat dalam beribadah kepada
Allah. Contohnya Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam. Beliau bukan
hanya dipuji sebagai seorang rasul,
bahkan dipuji sebagai seorang hamba.
Bahkan dalam kondisi genting Allah
sebutkan tentang sifat Nabi sebagai
seorang hamba. Misalnya kata Allahumma
kalau kalian wahai orang-orang Quraisy
ragu tentang Al-Qur'an yang kami
turunkan kepada hamba kami yaitu
Al-Qur'an tantangan dan Allah sebutkan
kepada hamba kami. Allah tidak
mengatakan ala rasulina tapi kepada ala
abdina. Demikian juga ketika Isra Mikraj
Allah berfirman, "Subhanalladzi asra
biabdihi."
Allah tidak. Allah mengatakan maha suci
Allah yang telah memperjalankan
hamb-Nya. Allah tidak mengatakan
birasulihi, memperjalankan rasul-Nya.
Kenapa? Karena Nabi Muhammad sallallahu
alaihi wasallam selain menjadi seorang
rasul, dia adalah seorang hamba yang
paling kuat beribadah. Sampai beliau
salat hingga kakinya bengkak-bengkak.
Ketika ditanya, "Kenapa Anda selalu
salat sampai bengkak-bengkak kaki
sementara telah dijamin masuk surga?"
Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"Afala akunu abdan syakura." Bagaimana
aku tidak menjadi hamba yang pandai
bersyukur? Seluruh nabi demikian. Mereka
benar-benar mewujudkan ubudiah
peribadatan. Bahwasanya mereka adalah
hamba yang sangat taat kepada Allah.
Kuat dalam beribadah, kuat dalam
berdakwah, sangat sabar dalam menerima
perintah-perintah Allah, sangat sabar
dalam menerima takdir-takdir Allah
Subhanahu wa taala. Mereka adalah para
nabi. Dipuji sebagai rasul dan dipuji
sebagai hamba. Demikian juga Nabi Isa
alaihi salam.
Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam
kapan terpuji? Ketika dia sebagai hamba,
ketika dia beribadah. Tapi kalau kita
angkat derajat Nabi Muhammad sampai
derajat Tuhan, maka tidak terpuji lagi.
Bagaimana Nabi Muhammad kalau Tuhan
kenapa diuji kemudian sakit kemudian
sampai menangis ketika anaknya
meninggal? Ya, kenapa sampai terluka?
Kalau dia sebagai Tuhan maka tercela
Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
Tapi kapan kita puji dia? Ketika dia
sebagai hamba, dia terluka menerima
mengalami penderitaan dan dia sabar.
Kita mujinya. Kenapa? Karena dia sebagai
seorang hamba.
Maka Nabi Isa Alaih Salam terpuji
sebagai seorang hamba. Maka dia
mengatakan,
"Atanial kitaba wajalani inni abdullah
aku adalah hamba Allah." Atanial kitaba
walani nabiya. Allah telah berikan aku
injil dan Allah menjadikan aku seorang
nabi. W'alani mubarokan a. Aku
mengajarkan kebaikan sebagai hamba
mengajarkan kebaikan. mubarokan nafaan
lilhair lil ghair dan senantiasa
membantu orang lain Nabi Isa sampai
disebut dengan Almasih di antara tafsir
Nabi Isa tidak menetap pada satu tempat
tertentu dia senantiasa berjalan
berdakwah dan berdakwah ya dan dia
sebagai terpuji sebagai hamba karena
Allah mengatakan dia mengatakan ya
atanial kitab aku diberikan Injil. Kalau
dia Tuhan tentu dia tidak perlu bawa
kitab suci. Dia ngomong langsung, tetapi
dia seorang rasul. Dia bawa kitab suci
untuk sebagai hamba untuk menyampaikan
dakwah kepada manusia.
Kemudian waoni bisati wazzakat. Nabi Isa
orang yang paling kuat salat. Kalau
Tuhan tentunya tidak beribadah. Tuhan
diibadahi. Tapi Nabi Isa mengatakan saya
salat.
Wazzakat dan aku diwasiatkan untuk bayar
zakat. Tentunya Tuhan tidak bayar zakat.
Dia seorang nabi, dia bayar zakat.
Wi walidati dan aku berbakti kepada
ibuku
walam yajalni jabbaronqi dan Allah tidak
menjadikan aku sombong dan celaka. Jadi
Nabi Isa menundukkan dirinya di hadapan
ibunya. Tentunya kalau Tuhan tidak
pantas untuk menundukkan dirinya. Bahkan
Tuhan Aljabbar yang maha tinggi. Tapi
Nabi Isa menundukkan dirinya untuk
melayani ibunya karena dia seorang
hamba. Karena dia seorang seorang hamba.
Maka Nabi Isa Alaih Salam terpuji
sebagai seorang hamba. Ketika dia
dikejar-kejar dia sabar. sampai ingin
dibunuh dia sabar. Tapi seandainya dia
sebagai Tuhan,
masa dia makan, masa dikejar-kejar dia
tidak bisa melawan, ngapain dia merendah
kepada ibunya? Tentunya dia terpuji
sebagai seorang hamba sebagaimana
rasul-rasul yang lainnya. Malasiu
Maryama illa rasulun qod kh minqb rasul
wa ummuhu siddiqah. Tidaklah Isa bin
Maryam kecuali hanyalah seorang rasul
sebagaimana rasul-rasul sebelumnya. Dan
ibunya adalah wanita yang sangat jujur.
Kanaquulaniam.
Mereka berdua makan makanan sebagai
bukti mereka adalah seorang hamba. Oleh
karenanya dalam Al-Qur'an Allah
menunjukkan sifat kehambaan Nabi Isa
Alaih Salam. Karena dia terpuji sebagai
seorang hamba bukan sebagai Tuhan.
Justru kalau dia sebagai Tuhan dengan
sifat-sifat kemanusiaan maka dia
tercela. Allah berfirman,
masih abdillah malaikat muqarun. Nabi
Isa tidak pernah sombong untuk menjadi
hamba Allah. Demikian juga para malaikat
yang dekat dengan Allah tidak pernah
sombong untuk ibadah dan menjadi hamba
Allah Subhanahu wa taala. Oleh karenanya
di akhirat kelak ketika di hari
pembalasan Allah menghadirkan Nabi Isa
Alaih Salam di hadapan seluruh
pengikutnya. Lantas Allah berkata,
"Ya Isa ya
anta qulta linasakiduni wa ummi ilaha
minunillah.
Qallahu ya isa maryamunillah.
Ketika Allah berkata kepada Nabi Isa,
"Wahai Isa, apakah kau pernah berkata
kepada manusia, kepada pengikutmu,
jadikanlah aku dan ibuku dua Tuhan
selain Allah?"
Ah, Nabi Isa mengingkari. Subhanaka ma
yakunu liqula maaisa bihaq. Maha suci
Engkau ya Allah. Tidak pantas bagiku
untuk mengucapkan perkataan yang tidak
hak.
Ya
intuu faq alimta. Kalau saya pernah
ngomong begitu tentu engkau tahu ya
Allah.
Engkau tahu apa yang ada dalam jiwaku
dan aku tidak tahu apa yang pada jiwamu.
Inakaub
engkau maha mengetahui segala yang gaib.
Mahahum ma amani bihiudullahabiakum.
yang aku katakan mereka tidak lain
kecuali yang kau perintahkan kepadaku.
Sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhan
kalian. Itulah perkataan Nabi Isa. Dia
berlepas diri dari miliaran manusia yang
pernah menyembahnya pada hari kiamat
kelak. Ketika miliaran orang tersebut
berharap untuk ditolong oleh Nabi Isa,
Nabi Isa alaihi salam malah berlepas
diri dari mereka karena dia tidak pernah
mengajarkan manusia untuk menyembahnya.
Dia hanyalah seorang hamba Allah
Subhanahu wa taala. yang dia dakwahi
adalah tauhid.
Nabi Isa berkata,
"Ya, waqal masihu ya bani
israiludullahabiakum."
Dan berkata almasih kepada bani israil,
"Wahai bani Israil, sembahlah Allah
Tuhanku dan Tuhan kalian." Innahu yusrik
billahi faqad haramallahu alaihil
jannah. Sesungguhnya siapa yang berbuat
syirik kepada Allah, maka Allah haramkan
surga baginya. Wahunar
dan tempat kembali neraka. Jahanam
wimina min ansar. Dan tidak ada penolong
bagi orang-orang yang musyrikin dalam
neraka jahanam. Ini sudah pernah
disampaikan Nabi Isa Alaih Salam. Dia
sudah menegakkan hujah kepada kaumnya
untuk menyembah hanya kepada Allah
subhanahu wa taala. Maka pada hari
kiamat dia berlepas diri dari semua
kesyirikan yang dilakukan orang-orang
kepada dirinya. Semoga Allah Subhanahu
wa taala menjadikan kita tetap di atas
tauhid dan wafat di atas tauhid dan
bertemu dengan Allah di atas tauhid.
am alaii