Rahasia Sukses Pacaran Tanpa Putus (Kalau Mau Hubungan Awet)
wLrbFjYG53E • 2019-11-16
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Salah satu topik yang paling dicari di psikologi adalah soal asmara
Ya mau itu pacaran, nikahan, friends with benefit,
ya apalah, biasanya itu yang paling dicari
Ya memang pada dasarnya topik-topik itu emang menarik dan fun aja
tapi juga berguna buat lo yang pastinya gak mau mati jomblo
Nah, terkait soal pacaran dan pernikahan
Gua yakin nih banyak dari lo yang pernah percaya,
atau bahkan masih percaya
bahwa kunci dari hubungan romantis atau pacaran yang baik dan langgeng itu adalah komunikasi
Ya karena logis aja gitu
Kalau misalnya lo bisa putus sama pasangan lo yang sekarang karena konflik
ya komunikasiin aja masalahnya sampai selesai dan harusnya hubungan lo adem adem aja, ya gak?
Nah, gua dulu percaya sama itu
Tapi nyatanya ada masanya dimana komunikasi doang ternyata gak cukup
Bahkan ada masa dimana komunikasi memperparah suasana
Di keadaan dimana lo pengen nonjok orang nih
Komunikasi biasanya gak berjalan selancar itu gaes
Ya iya komunikasinya terjadi sambil nonjok orang
Ya lo mungkin bisa ngerti juga gitu
bahwa berkomunikasi dalam keadaan marah atau kesal enggak segampang itu
Belum lagi kalau misalnya yang dikomunikasiin itu hal-hal yang negatif, kayak konflik dalam hubungan
Itu negatif, selain itu ada aja nih orang-orang yang hubungannya ayem-ayem aja
Adem gitu
Santai-santai aja
Tau-tau putus
Pas ditanya ada apa, dia cuman bisa bilang
"Ya gatau juga sih bro, udah gaada rasanya aja"
Konflik kayak yang gaada juga
tapi tau-tau amblas aja itu hubungan, gimana tuh?
Nah, makanya komunikasi bukanlah kunci dari hubungan asmara yang baik
Seenggaknya itu bukanlah satu-satunya kunci
Apalagi dong kalau misalnya kayak gitu?
Nah, kalau gitu di video ini gua akan jelasin satu hal yang harus ada di dalam hubungan
Supaya lo dan pasangan lo bisa langgeng di hubungan lo pada
Dan yang jomblo nih, supaya ketika lo dapet pacar bisa lama pacarannya
Supaya lo gak lama jomblo mulu kayak sekarang
Tonton aja sampai abis, akan seru banget dan pastinya berguna banget buat lo
Nah, gua pengen mulai dengan nyeritain soal hal yang paling gua benci di dunia ini
Pedekate
Lo tau lah pasti ungkapan pedekate itu lebih enak cuy
Coba, kenapa coba rasanya lebih enak?
Salah satu penjelasannya pas lo pedekate
lo akan menaruh topeng terbaik lo di depan
Lo sebagai cowok nih kalau misalnya lo cowok, pengen jadi seoarang "prince charming"-nya
Sedangkan yang cewek mau jadi "the woman version of prince charming", whatever it is, gak tahu gua
Masing-masing kalau misalnya mau nge-date nih misalnya
dandannya lebih lama
Kalau misalnya ngomong, pakai suara se-girly dan semaskulin yang bisa dikeluarin
Dan pokoknya gila lah usahanya banyak banget
Kenapa kita ngelakuin hal itu?
Karena kita pengen tampil oke banget di mata orang yang kita demenin,
ya nggak?
Lo pengen kekurangan yang lo punya
dan sialnya gak bisa disembunyiin, itu ditutupin sama jutaan kelebihan lo
Dengan dasar pemikiran bahwa
"ya lawan jenis seharusnya lebih tertarik dengan orang yang lebih punya banyak kelebihan"
Ya iya bisa jadi benar, tapi yang intinya mau gua bahas bukan itu
Let's say lo berdua cocok terus jadian atau nikah
Kalian kemanain itu topeng?
Ketika lo udah jadian atau nikah apakah lo masih tampil sama ketika kayak lo lagi pedekate
Gua sanggah deh
Lo akhirnya akan mulai memperlihatkan diri lo yang sebenarnya
including your weaknesses yang tadinya lo tutupin itu
Mungkin bahasa kasarnya: udah mulai keselip nih dimana-mana
atau ternyata salah satu pasangannya mungkin punya kanban yang isinya lawan jenis yang lagi lo pedekatein gitu misalnya
Ya akhirnya kekurangan-kekurangan lu mulai naik ke permukaan
Kenapa sih bisa kayak gitu?
Ya karena simpelnya pake topeng lama-lama itu cape juga dan pada akhirnya ya akan keselip juga
Ketika itu terjadi, gimana dong pandangan pasangan lo ke lo
Apakah dia akan stay atau justru mundur teratur?
Dari situ mulailah muncul konflik
Tapi kalian mungkin masih mau memperjuangkan hubungan dan akhirnya kalian mencoba menkomunikasikannya
"Gua gak suka ini nih soal elo"
dan dia juga mungkin mengkomunikasikannya
Tapi yang mungkin itu akan tetap sulit buat kalian
Misalnya kalian tetep gak bisa marah deh
Akhirnya yang terjadi apa?
Konflik, komunikasi
Konflik lagi, komunikasi lagi
Jatuhnya kayak lingkaran setan
Belum lagi kalau misalnya komunikasinya ga secara baik-baik
Sambil kebawa marah-marah lah
Ada yang gak mau denger
ada yang gak mau ngerti
Apa ini hubungan yang kalian harapin pada saat kalian pedekate?
I don't think so
Jadi sebenarnya apa sih satu hal yang harus ada dalam hubungan?
Oke, gua tau lo udah gak sabar
Sekarang coba kita dengerin apa kata orang yang jauh lebih pinter dari gue
John Gottman
Kalau lo mau nanya soal pernikahan, kestabilan rumah tangga, perceraian, lo gak nanya ke KUA
Lo nanya John Gottman
Menurut dia apa sih yang paling penting untuk mempertahankan sebuah hubungan?
Perasaan positif, sesederhana itu
Menurut John Gottman di dalam bukunya "The Marriage Clinic: A Scientifically Based Marital Therapy"
Yang penting dalam sebuah hubungan adalah perasaan positif
Perasaan senang ketika ngelihat pasangan lo
Perasaan bersyukur bahwa lo bersama sekarang
Pokoknya perasaan positif yang lo kaitkan dengan hubungan kalian berdua
Contoh nih yang paling kelihatan itu biasanya kayak pas honeymoon face
Atau pas jaman baru benar-benar jadian misalnya
Pasangan lo itu di mata lo adalah yang terbaik
Kalian masih sama-sama excited
Masih ada kangen-kangennya
Kangen-kangenan itu positif loh by the way
Dibilangin "gua kangen lo" itu wah sweet banget
Bahkan ketika menyelesaikan konflik
penyelesaian konfliknya jauh berbeda dibandingin penyelesaian konflik tanpa perasaan positif
Penyelesaiannya itu hawanya tuh positif gitu
Ngomonginnya sambil sayang-sayangan mungkin
Sambil ketawa kecil, sambil bercanda
ya gitu lah vibenya positif
John Gottman bahkan bilang bahwa
Dengan adanya emosi positif yang kuat di dalam sebuah hubungan, frekuensi konflik itu menurun drastis
Dan kalaupun ada konflik, penyelesaian jadi lebih lembut
Ini juga nih kenapa pernikahan-pernikahan yang bahagia biasanya memiliki sesuatu yang bernama
positive sentiment override
"Apaan tuh vik?"
Pada dasarnya itu bias positif terhadap pasangan lo
Jadi nih, ketika pasangan lo lagi ngaco
lo akan mikir bahwa itu tuh bukan sesuatu yang diniatkan sama pasangan lo
Atau itu tuh ya pengaruh eksternal aja
"Itu tuh bukan salah dia"
Istilahnya kayak gitu
Misalnya pasangan lo marah-marah nih, bete ga jelas
"Oh yaudah mungkin emang lagi PMS, lagi siklusnya"
Pasangan lo ga bales chat
"Oh iya, mungkin dia lagi sibuk, misalnya lagi lembur mungkin"
Tapi ketika mereka baik lagi, lo akan mikir
"Nah, ini pasangan gua"
Itu literally perasaan lo menimbun logika dan skepticism yang lo punya
Dan ini dihasilkan sama apa?
Sama perasaan positif yang kalian hubungkan dengan pasangan kalian
Semuanya pengen dong punya hubungan yang kayak gini
Ya, tapi gak semua orang punya
Dan pertanyaannya gimana caranya untuk menumbuhkan sentimen positif kayak gini ke pasangan lo
Isunya adalah itu
Enggak segampang itu sayangnya
Dan usahanya itu bahkan seharusnya mulai sebelum lo menjalin hubungan
Kalau gitu apa aja nih usahanya?
Yang pertama adalah be authentic
Intinya adalah jangan ngasih harapan palsu
Lo pengen dicintai apa adanya
Bukan hanya berdasarkan persona yang lo tampilin
Jangan sampe pasangan lo punya ekspektasi yang salah ke lo
dari awal lo pedekate sampai pacaran itu lo harus tetep menjadi lo apa adanya
dan biarkan pasangan atau calon pasangan lo itu tau vulnerabilities apa yang lo punya
kelemahan apa yang lo punya
ketakutan apa yang lo punya
Biarkan dia tahu itu
"Loh loh Vik, bukannya kalau misalnya gitu chance dalam pedekate dan mempertahankan hubungan justru akan mengecil ya?"
Ya gua bisa bilang "belum tentu" tapi kalau misalnya pun jawabannya "iya" gua akan tetap menyarankan itu
Kenapa? Karena ketika lo mau dicintai secara layak
lo mau pasangan lo menyukai kelebihan lo dan bisa menoleransi kekurangan lo
Dan juga lo harus punya perasaan seperti itu juga ke pasangan lo
Kalau misalnya kalian ingin bahagia di dalam hubungan yang dalam jangka panjang
Dan dari sini keluarlah pelajaran kedua
ketahuilah pasangan lo baik-baik
Jangan cuman tahu personanya doang
Tapi kenalin juga sedalem-dalemnya
Observe your partner
Perhatiin pola pola interaksi dia sama lo kayak gimana
"Karakternya kayak gimana?" "Apa yang dia suka?"
"Apa yang tidak suka?"
Dan yang paling utama yang harus lo kenalin adalah kekurangan yang dia punya
"Vulnerabilities apa yang dia bawa?"
"Apa ketakutan dia?"
Karena lo mau tahu kekurangannya apa aja
Dan membuat keputusan apakah lo bisa menoleransi itu atau enggak
Untuk mencapai hubungan pacaran dan pernikahan oke
Lo harus punya positif emotion didalamnya
"Gimana caranya memastikan hal itu ada?"
Ternyata itu bukan hanya soal emosi
Justru sebaliknya, lo harus berfikir kritis dulu sebelumnya soal apakah dia orang yang tepat untuk lo in the long term
Dan dari situ kalian berdua bisa menerima pasangan apa adanya
Buat lo yang punya masalah soal percintaan nih
Satu Persen sekarang buka online mentoring
Yang salah satunya temanya adalah soal asmara
Lo bisa ngobrolin masalah lo langsung dengan kita dan dapat penyelesaiannya juga
Lo bisa akses link yang ada di comment section dan description untuk info lebih lanjut dan untuk ngetag jadwal
Yaudah gitu aja, gua Vicky (dan gua Krisna), semoga video ini bermanfaat buat lo
Thank you :)
Resume
Read
file updated 2026-02-12 01:56:55 UTC
Categories
Manage