File TXT tidak ditemukan.
THE COUNTRY BETRAYED!! 200 Trillion IN OLD TIMES DISAPPEARS!! 8% ECONOMIC TARGET THREATENED TO FA...
q7_aD5n1c7k • 2026-01-21
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Gila ngeri banget ini, Guys. Prabowo dikerjain habis-habisan sama bank setan Indonesia, Guys. Ini betul-betul ngeri sih. Lu tahulah Indonesia ini negara besar punya cita-cita mulia mau mensejahterakan bangsa kita sendiri. Makanya wajib ya Indonesia tumbuh ekonominya, GDP kita harus tumbuh 8%, Guys. Karena kalau ekonomi kita naik besar, udah pasti lu semua, kita semua tambah kaya raya, tambah sejahtera. Cuman sayangnya nih, ada banyak pengkhianat di Indonesia ini ya. Salah satunya apa? Lu tahu ya banker ini duitnya banyak triliunan, tapi enggak dipakai buat mensejahterakan rakyat. Lu enggak sama sekali enggak. Yang dia pakai apa? Cuma parkir duitnya malah dia tabungin lagi di Bank Indonesia di depositoya Bank Indonesia. Ada SRBI lah, ada juga yang ng-edown di SBN lah. Dan ini bahaya buat ekonomi kita. Dan Prabowo harus tahu ya kalau El itu lagi diserang. Dan jangan pernah bermimpi ekonomi bisa tumbuh 8% kalau kita masih ada para pengkhianat bangsa ini, Guys. So, kalau lu penasaran gimana sih cara mereka menghancurkan ekonomi kita secara struktural, lu jangan skip video ini. Let's check this out. Jadi, Teman-teman, lu kemarin lihat lah ya, Menteri Favorit Rakyat Indonesia Purbaya Sadewa itu kemarin itu habis marah nih, dia sewot nih. Ternyata banyak duit bank yang masuknya ke SRBI. SRB ini ya ibaratnya duit tabungan lah. Lu nabung di Bank Indonesia dan duitnya itu yang ditaruh ke sana bukannya makin kecil tapi makin gede dan wajar dia kesal. Kenapa? Karena menurut Purbaya duit yang parkir di Bank Indonesia itu udah tembus 1.000 triliun. Wih, ngeri banget guys. 1000 triliun loh duitnya markir di Bank Sentral Indonesia. Dan ini bahaya karena akibatnya apa? Enggak ada likuiditas sektor-sektor produktif di Indonesia. Mereka mau minjam kredit ke bank, mereka mau ekspansi usaha. Jadi enggak bisa, Guys. Ini ngeri. Tapi sebelum kita bahas lebih detail, kita cek dulu faktanya nih. Kita ada data per bulan November nih, November 2025. SRBI. SRBI ini kepanjangannya sekuritas rupiah Bank Indonesia. Atau simpelnya beginilah. Lu kan nabung ke bank, bank lu mungkin ada bank Himbara di situ. Bank Himbara ada duit, dia ada dua pilihan, Guys. Duitnya itu either dia kucurin lagi ke bawah. Namanya juga bisnis perbankan kan simpan pinjam, ya. Jadi dia tarik duit lu dalam bentuk simpanan atau deposito, lu dapat bunga nih 5%. Habis itu duitnya diapain? Dia pinjamin ke orang lain 12%, selisihnya 7%. Itulah cuannya dia. Tapi ada juga caranya dia nabung ke atas, Guys. Ke bosnya nih, juragannya yang namanya Bank Indonesia. Buka tabungan juga. Tapi lu sama gua enggak bisa nabung di situ. Yang bisa nabung di situ adalah perbankan. Jadi bank-bank swasta, bank-bank dalam negeri. Mereka bisa jadi kliennya Bank Indonesia. Nabung di sana, nabung di SRBI. Bunganya gede. Makanya lu jangan heran kita cek dulu datanya Purbaya. Benar enggak sih ada ribuan triliun yang markir di sana? Kalau gua cek jujur tidak betul. Kenapa? Karena berdasarkan data bulan November 2025, duit perbankan kita yang mampir di SRBI per bulan November 2025 itu 618 triliun. Oh, berarti bagus dong. Enggak ada masalah dong. Enggak juga ya. Memang enggak nyampai R000 triliun. Amit-amit kalau nyampai R000 triliun mati lu semua kecekek karena enggak ada duit kering di bawah. Yang jadi masalah adalah ini naik terus. Teman-teman tahu per bulan Juni duit kita yang mampir di Bank Indonesia itu 523 triliun di SRBI. naik lagi ke bulan Juli, Agustus, September, Oktober, akhirnya sampai bulan November kemarin di angka 618 triliun, Guys. Kalau lu lihat selisihnya itu hampir 100 triliun. By percentage this is a lot of money. Kenapa? Karena growth-nya itu hampir 20%. Artinya, makin banyak banker-banker kita yang pemalas, Guys. Duitnya enggak dikucurin ke kredit, eh malah dia tabung ke atas ke juragannya nih. Dan ini bahaya. Kenapa? Ya, lu tahu dulu. Kita flashback duluah ke zaman dulu. Pas Purbaya dilantik, apa yang dia lakukan bulan Oktober 2025, dia punya kebijaksanaan untuk tarik duit negara kita. Dari bank sentral dia tarik ke Himbara 200 triliun. Harapannya baik. Kenapa? Ya biar perekonomian bertumbuh dibanding duit parkir aja di sana kagak ada gunanya. Sadis juga karena dibawa duit kering nih. Akhirnya Purbaya punya kebijaksanaan. Ambil itu dari atas taruh ke bawah. Tentunya negara enggak bisalah bagi-bagi duit. Helikopter duit emangnya kagak bisa ya pakai bank. bank diharapkan menyalurkan kredit itu ditop lagi sama Purbaya di bulan November 2025 injak lagi 76 triliun, Guys. Jadi kalau di tootal itu ada 276 triliun duit kita tuh yang dipindahin sama Purbaya dari bank sentral ke sistem perbankan kita dengan harapan kredit bertumbuh, ekonomi bertumbuh. Eh, Dilala memang capca ini bank-bank Himbara ini bangsat semua. Apa yang terjadi? Ternyata duit yang dikucurkan itu bukannya didistribusikan, dikasih pinjaman ke pengusaha-pengusaha kecil yang ada di Indonesia. Enggak. Terus ke mana? Ya lu sudah tahulah ke mana duit itu. Makanya Purbaya marah. Apa yang terjadi? Dia tarik 75 triliun dari bank-bank pemerintah itu karena enggak kepakai. Udah dibanding sama bank-bank ini juga enggak becus banker-banker kita goblok. Apa yang terjadi? Duitnya dia tarik. Yang jadi pertanyaan ya sebelum kita bahas lebih lanjut lu harus berpikir kenapa ditarik duit itu yang harusnya ditaruh di sana diinjeksi ke bawah? Kenapa? Ya ingat karena awalnya kita pengin ekonomi kita tumbuh, pengucuran kredit lancar. Tapi ternyata enggak. Data menunjukkan ini data Bank Indonesia nih. Per November 2025 kredit perbankan cuman tumbuh 7%, Guys. Tumbuh 7%. Padahal targetnya itu sampai 11%. Jadi di bawah standar nih pertumbuhan kredit kita stunting. Bisa gua bilang nih branksek memang. Dan lu tahu dong kenapa bisa stunting? Karena ternyata ada ketidaksinkronan kebijakan antara pemerintah eksekutif dan bank setan. Eh, maksud gue bank sentral. Kenapa bisa? Simpel aja. Lu tahu Prabowo nih, kenapa gua bilang Prabowo dikerjain habis-habisan? Prabowo itu pengin ekonomi tumbuh 8%. That's a good thing. Bagus, bagus, mulia, harus kita dukung. Tapi pertanyaan adalah apakah Bank Indonesia punya visi misi yang sama? Apakah Bank Indonesia bekerja untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia? Apakah Bank Indonesia kesetiaannya pada republik ini? Lu bisa cek kewarasan. Kenapa ada ketidaksinkronan nih kebijakan? Simpel yang pertama, pemerintah kan punya fokusnya mendorong pertumbuhan ekonomi. Artinya ketika pemerintah menempatkan dana di perbankan, harapannya inilah stimulus fiskal. Belanja negara banyak, konsumsi jadi tumbuh, kredit ngebut, ekonomi gerak cepat. Bagus enggak? Ya, bagus banget, Guys. Tapi masalahnya ketika bos-bos nih, dewa-dewa Tuhan, manusia setengah dewa nih, itu punya otak yang agak miring sebelah. Kenapa? Udah tahu pemerintah mau gaspol belok kanan, tapi ternyata lu tahu Bank Indonesia fokusnya apa. Katanya jaga stabilitas, tapi gua juga tahu stabilitas mana yang dia jaga. Ya mungkin inflasi, mungkin nilai tukar rupiah, tapi kayaknya enggak bagus juga tuh kerjanya tuh. Terus apaagi ya risiko global mereka harus perhitungkan ujung-ujungnya apa? Ketika pemerintah mau gaspol, suku bunga itu masih ketat, masih tinggi. Sebetulnya likuiditas dijaga banget, Guys. Ujung-ujungnya apa? Bank jadi lebih konservatif, takut-takut menyalurkan kredit. Ini bahaya karena akibatnya fatal. Duitnya ada, tapi enggak dikucurin jadi kredit, Guys. Kenapa duit yang enggak dikucurin jadi kredit? Karena ternyata duit pemerintah ratusan triliun, which by the way, itu duit pajak lu, ya. Makanya lu harus dengar video Benix ini. Lu harus tonton, lu cermati baik-baik. Kenapa? Karena dana pemerintah yang parkir di bank itu ternyata tidak mengalir ke sektoril, tidak mengalir ke kantong lu, duit pajak lu itu. Tapi dana pemerintah yang masuk ke sistem perbankan malah disetorin ke juragan-juragan bker-banker itu biar tambah kaya mereka. Lu tambah miskin. Karena bank ternyata lebih memilih nabung duit itu ke SBN lah, ke depositonya Bank Indonesia lah. Bukan disalurkan dalam bentuk kredit. Makanya kredit usaha kita enggak tumbuh seperti harapan. tumbuhnya di bawah target cuman 7%. Goblok. Jadi ketika fiskal kita mau ekspansif, ekonomi kita mau tumbuh agresif, ternyata tidak diikuti oleh perkembangan kreditnya juga. Dan ini bahaya, Guys. Tapi lu harus tahu juga sih landasannya kenapa banker-banker setan itu lebih prefer taruh duit kita ratusan triliun itu ke SBN atau disimpan di Bank Indonesia atau SRBI lah. Kenapa? Ya lu simpel lah. Kalau lu jadi banker ya, lu ngasih kredit ke UMKM itu juga ada resikonya loh. Analisisnya lebih rumit. ada resikonya, NPL-nya bisa tinggi, nonperforming loan ya maksud gua kredit macet. Belum lagi lu ada biaya, biar ada waktu, tenaga dan kalau lu dibandingin sama lu nabung di Bank Indonesia, mendingan gua duduk-duduk santai. Taruh di Bank Indonesia terima bunga. Bunganya berapa? SRB terakhir tuh 4,7%. Jadi, lu bayangin kalau lu taruh duit R triliun, duduk-duduk ongkang-kang kaki banker-bankerat itu dapat 4,7 triliun. Gila. Jadi secara rasional ya perbankan banker-banker itu ya lu enggak usah heran. Nama juga pemalas enaknya duduk-duduk santai gedein pantat. Duitnya dia parkirin aja ke bank sentral dapat duit dia enggak ada insentif, enggak ada motivasi menyelamatkan perekonomian bangsa ini. Enggak ada peduli setan dia. Lu tambah miskin enggak ada peduli. Yang penting apa? Dia ada peduli triliunan, Guys. Sedih ini. Sadis banget nih negara nih. Ini gua kasih dulu ya salah satu contoh nih skenario nih. Kenapa mereka itu lebih pilih dulu-dulu santai? Purbayat kasih duit nih 100 triliun tadi kan lebih sebetulnya R triliun ke Himbara perbankan kita lah diinject Dana. Let's say mereka parkirin duitnya ke SBN nih. Ini surat berharga negara lah. Intinya lu beli surat utang negara ya. Terakhir tuh bunganya sekitar 5,45%. Artinya duit R triliun harusnya nih gua sebagai himbaran nih ini gua kucurin nih ke bawah nih. Tapi kan memang pengkhianat bangsa nih isinya semua nih. Apa yang dia lakukan sama banker-banker ini? Dia beli surat utang negara dapat bunga 5,45%. Artinya duit R triliun bakal menghasilkan bunga 5,4 triliun. Risiko kredit ada enggak? Enggak ada. Orang yang jamin negara surat utang negara. Biaya overhead enggak ada. Duit R triliun ketek tek tek tek tek pindah beli SBN. Enggak perlu sales, enggak perlu marketing, enggak perlu jualan brosur, enggak perlu sewak boot di mall-mall. Hmm. Perekonomian enggak muter dong, Bang. Percetakan enggak ada project cetak brosur dong. Enggak ada biaya pasang iklan dong. Enggak ada biaya transportasi dong. Enggak perlu hair karyawan dong. Enggak, enggak perlu. Enggak perlu, enggak perlu. Enggak usah ekonomi tumbuh. Yang penting banker ini tambah kaya raya. Jadi di untuk duit sama Purbaya duitnya malah dibeliin surat utang negara. Brengsek lu semua lu. Brengsek lu. Asli ujung-ujungnya apa? Profit, Bro. Dia profit 5,4 triliun. Profit triliunan. Sekejap. Cuman sekejap. Enggak pakai kerja. Dan ini rampok, Guys. Biadab. Sekali lagi gua bilang. Kenapa? Lu tahu enggak? Yang dia beli kan surat utang negara. Negara kita lu kira kebanyakan duit. Lu tahu enggak kalau banker-banker branksek itu beli surat utang negara, negara bayar bunganya pakai apa? Pakai apa? Gua tanya sama lu. Pakai pajak, pakai duit lu. Kan goblok. Purbaya punya duit R00 triliun duit pemerintah kan dari pajak ya. Ditaruh ke banker-banker keparat laknat sama banker-banker setan ini. Apa yang dia lakukan? Duitnya dibeliin surat utang negara. Jadi negara bayar dua kali, Bro. Gila duit lu disikat nih sama banker-banker nih. Gila lu, lu yang disuruh bayar bunga. Makanya lu wajib paham apa yang gua mau ngomongin di sini. Lu wajib share video ini sebanyak-banyaknya supaya lu tahu Prabowo lagi dikerjain nih habis-habisan dikerjain. Gila triliunan ini kita bicara nih. Terus pilihan lain apa lagi? Selain itu gimana cara menghancurkan si Prabowo nih? Simpel. Duit R00 triliun tabungin di SRBI nabung lagi di Bank Indonesia. Teman-teman tahu bunganya juga gede loh. Suku bunga SRBI ya. Lu kalau nabung di pos ni di Bank Indonesia itu tenornya udah 6 bulan, 9 bulan, 12 bulan. Bunganya juga enggak main-main loh. Naik terus, Guys, bunganya dari awal tahun 2025 itu bunganya cuma 4,65% terus naik jadi 4,67%. Terus naik jadi 4,7% di bulan Oktober. Gila enggak lu? Udah jelas negara pengin ekonomi ekspansi, tapi diam-diam duitnya disedok nih. Jadi pemerintah bagiin duit nih R triliun. Eh, di belakang layar nih ada anak-anak setan nih, banker-banker setan. Dia tarik lagi duit itu masuk ke sana. Jadi, duit menghilang di masyarakat. Lu paham enggak sih yang gua omongin nih? Ini ngeri. Duit yang dikucurin lewat Himbara malah masuk lagi ke Bank Indonesia karena bunganya naik terus, naik terus, naik terus, cuan terus, cuan terus, cuan terus. Bayar pakai apa? Pakai duit lu. Duit lu itu jadi sama aja skenarionya. Coba lu bayangkan Himbara dapat duit R triliun, apa yang dilakukan? Kucurin kredit? Tidak. Buktinya pertumbuhannya sangat kecil, stunting. Bahkan apa yang dilakukan R triliun itu? Beli SRBI, Bro. 4,7%. Artinya dari R triliun banker dapat 4,7 triliun. Enggak ngapa-ngapain, duit pajak dirampok, duit lu dirampok, suruh buat bayar bunganya SBN. Itu kan ngeri. Nah, sebenarnya guys, ada opsi lain. Opsi lain itu yang ketiga lah. Ini opsi yang waras yang seharusnya dilakukan sama mereka. Harapannya ketika bangsa kita mau tambah maju, mau pertumbuhan ekonomi kita 8%. Apa kucurin ke bawah kredit UMKM, kredit pengusaha korporasi. Dibantu dong. Lu lihat guys. Kemarin kita bikin video khusus spesial tentang masa depan batu bara di tahun 2026. Teman-teman penasaran enggak gimana kalau masa depan sektor yang lain? Apalagi kemarin Venezuela habis diculik presidennya. Harga minyak dunia kan seperti apa? Termasuk harga emas, harga silver yang tahun ini aja sudah meroket lebih dari 100% dalam 1 tahun terakhir. Kita belum bicara soal sektor lain seperti pariwisata, sektor perbankan, sektor pertambangan. Apalagi kita sudah memasuki era di mana faktor geopolitik menjadi salah satu faktor yang paling penting dalam menyusun strategi ekonomi kalian. Jadi buat teman-teman para pelaku usaha, orang-orang di pemerintahan, duta besar sekalipun sampai akademisi dan investor yang ada di Indonesia, lu penasaran enggak sih gimana sudut pandang BENX tentang Outlook Ekonomi Indonesia di tahun 2026 ini? Kalau lu penasaran, yuk segera join di acara Spial Benix Economic Outlook 2026 di Titan Center Bintaro hari Sabtu tanggal 24 Januari jam .00 siang. Segera daftarkan dirimu sekarang juga kalau yang mau ikutan acara Special Benix Economic Outlook 2026. Kursinya terbatas, segera daftarkan dirimu melalui nomor WhatsApp yang ada di bawah ini atau scan kode QR code yang ada di sini. Oke, guys. Sampai ketemu di Benix Economic Outlook 2026 hanya di Titan Center Bintaro. Lu lihat kalau Bang Mandiri ini punya kewarasan, dia ngasih kredit nih ke UMKM, duit R triliun dikucurin ke UMKM, dia dapat bunga 13,5%. Gila ya, bunganya kreditnya 13,5%. Tapi dari 13,5% itu kan enggak net, Guys. Masih ada biaya-biaya lain. Ada biaya apa? biaya operasional, sewa cabanglah, sewa gedung lah, gaji in biaya overhead. Biaya overhead-nya itu 7,06%. Ini mengurangi nih berarti nih. Lu lihat di layar kaca ada biaya lagi apa? Biaya dana cost of fundan. Harga pokok dana buat kredit 3,07%. Ujung-ujungnya profitnya si Bank Mandiri itu cuman berapa? Itulah margin keuntungan bersihnya 3,37%. By the way, ini bukan kata gua loh. Ini kata si Mandiri. Lu bisa lihat di website-nya di layar kaca nih. Di situ lu bisa lihat kalau duit R triliun artinya dikucurkan lewat UMKM Bank Mandiri itu cuannya cuman 3,37%. Artinya mereka cuma dapat 3,37 triliun tapi pakai kerja keluar keringat. Capek lu cuma dapat 3,37%. Ada risiko kredit gagal bayar walaupun sudah dimasukin tuh dalam biaya overhead itu sebetulnya resiko NPL. Tapi lu harus kerja lagi monitoring, analisis kreditnya. Terus belum lagi kalau macet-macet, batuk-batuk lu harus ada tukang tagih kan biaya lag dan duitnya juga enggak liquid. Belum tentu dia bayar tuh yang di bawah kan. Akibatnya kalau lu pikir mana yang lebih baik duit rakyat ini ditaruh ke bawah kucurin kredit ke pengusaha-pengusaha kecil kita, UKM-km tapi cuma dapat 3,37%. Jadi dari R triliun cuma dapat 3,3 triliun atau mendingan taruh di Bank Indonesia aja ongkang-ongkang KK dapat 4,7 triliun. Resikonya sangat rendah. Atau lebih gila lagi, beli surat utang negara dapat 5,4 triliun. Makanya teman-teman jangan heran banyak banker kita itu pemalas. Sebetulnya isinya orang-orang goblok enggak ada yang bisa kerja. Kerjanya bisanya apa? Ngerampok. Ngerampok el. Cuman lu enggak sadar karena lu bayar pajak terus. Tiap hari lu bayar pajak terus tiap kali lu pergi ke April Maret. Lu kan bayar pajak tuh. Ada bayar PPN tuh. Lu cuma beli roti goreng lu bayar pajak. Terus duit lu dikemain? Ternyata buat memperkaya banker-banker itu. Lu paham enggak sih yang gua mau bilang ini? Sedih gua benar-benar sedih. Banyak orang yang enggak ngesoal ini. Dan kalau lu lihat datanya memang betul faktanya kepemilikan SBN ya, surat berharga negara nih yang dimiliki oleh perbankan itu terus naik. Ini Prabowo dikerjain nih tahun 2024 itu cuma R.51 triliun. Tahun 2025 naik R347 triliun. Jadi kenaikannya R00 triliun. Kok sama persis ya dengan duit yang ditaruh Purbaya ke [tertawa] barat R00 triliun kan. Gila, lu bayangin inilah dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat. Kita dikadalin habis-habisan, Guys. Sadis loh. Ini duit pajak lu dipakai buat menggaji banker-banker itu triliunan. Ngeri. Jadi, lu bayangkan kalau ini bukan duit R triliun. By the way, yang kita lagi omongin. Itu kan contoh gua. Lu bayangkan kalau duitnya ribuan triliun parkir diam aja di Bank Setan Indonesia. Apa yang terjadi? Crowding out. Crowding out kredit yang tadinya harusnya ke sektor realil. Lu bisnis konveksi, lu bisnis wartek, lu bisnis rental mobil, bisnis-bisnis lu harusnya dikasih kredit tuh. Tapi enggak, enggak mengalir ke sektor real. Duit ribuan triliun parkir di bank setan Indonesia. Brengsek. Pemerintah mau gaspol ekonomi, eh dia malah tarik duit dari masyarakat, dari perbankan lagi yang ditarik ribuan triliun. Gila ini, Guys. Apa akibatnya? Crowding out. Crowding out kredit yang harusnya buat sektor real. Jadi pindah ke sektor setan, bisnis di atas. Lu harus paham kenapa ini. Makanya lu lihat UMKM itu bisa makin nyungsep, makin hancur lebur dunia bisnis. Nih, ujung-ujungnya apa? Kalau banyak pengusaha-pengusaha UMKM enggak bisa dapat kredit, ujung-ujungnya konsumsi pasti melambat. Ujung-ujungnya kredit modal kerja juga terhambat. Ujung-ujungnya dunia usaha mengalami stagnasi, enggak bisa growing, enggak bisa ekspansi, enggak bisa. Soalnya pengusaha kalau mau kembangin kredit ya harus ngutang. Dan dari sini lu bisa paham kenapa bank lebih senang nabung di bank setan Indonesia dibanding duitnya dikucurin ke bawah karena resikonya nol, imbal hasil tinggi, yieldnya tinggi tuh bunganya dan sangat liquid ya lu bisa cari kapan aja. Nah, ini bahaya guys. Kalau kita biarkan ini terus-menerus berlarut-larut seperti ini, ya logis aja lah kalau seandainya ya dunia usaha makin berat. Kenapa? Karena perbankan enggak punya likuiditas. Ditanya duit lu mana? Kan kemarin habis dikasih sama Purbayar ratusan triliun. E enggak ada, Pak. Duitnya ke mana? Parkir di atas, beli SBN lah. Gila lu. Terus lu mau kasih kredit sama orang pakai mana duitnya? Dari langit. Ujung-ujungnya apa? Karena makin sedikit duit yang kering nih di kantong-kantong perbankan, ujung-ujungnya bunga kredit pasti tinggi. Jujurlah lu kalau kredit ke bank hari ini bunganya kecil apa tinggi? Pasti tinggi. Wajar ya. Karena likuiditas kering. Makanya jangan heran gua lihat banyak pengusaha-pengusaha yang kalau mau ngutang bahkan sampai ke pinjol kan gila ini gila banget. Dan ini berbahaya loh buat teman-teman UMKM. Lu harus sadar lu tuh yang lagi dikerjain. Lu itu yang bayar harga, lu lagi disembelih. Lu lu tahu enggak sih apa yang terjadi kalau kredit yang harusnya membangun UMKM itu ternyata diop, di-cut karena duitnya pindah ke surga. Nih anak-anak setan itu juga main di atas tuh. Ujung-ujungnya apa yang paling parah ya? UMKM kita bakal banyak yang gagal naik kelas. Kenapa? Karena kalau pengusaha kaya, duit triliunan oligarki, mereka mau ekspansi bisnis, mereka masih bisa pakai cash flow sendiri, balance sheet sendiri masih gede. Mereka punya retain earning, laba ditahan dari tahun sebelumnya, dari 10 tahun sebelumnya bisa ekspansi bisnis pakai duit dewek. Tapi lu bayangin kalau UMKM orang-orang yang omset-nya cuman 100 M, cuman 50 M atau di bawah itu bahkan mereka kalau mau ekspansi bisnis, beli mesin baru, buka cabang baru, pakai apa? Kredit bank. Tapi gimana mau minta kredit ke bank? Duitnya enggak ada. Kalaupun ada bunganya tinggi enggak bisa. Ujung-ujungnya banyak pengusaha kita yang jalan di tempat. Prabowo harus tahu logikanya gimana. Kita mau GDP tumbuh 8%. Udah agen CIA kemarin habis-habisan ngadalin kita, sekarang pindah jadi karyawan Bill Gates. Tapi masih tersisa satu nih CS-nya dia nih. Sama-sama anak setan. Ngeri ini. Karena dia juga enggak peduli. Kalau bisnis-bisnis enggak bisa ekspansi, enggak bisa buka cabang lagi, nambah mesin, artinya dia enggak bisa nambah karyawan. Artinya penyerapan tenaga kerja terhambat. Padahal UMKM itu adalah penyerap tenaga kerja terbanyak di Indonesia loh. Lebih dari 90% karyawan yang ada di Indonesia kerjanya buat pengusaha UMKM bukan buat oligarki. Enggak. Karena kalau pengangguran makin banyak, pengangguran makin naik nih, meningkat nih, tapi terselubung karena pelan-pelan di level UMKM. Enggak terdaftar nih pengangguran ini nih. Jadi enggak terlihat dramatis nih di statistik di angka. Beda kalau ada pabrik collabs 12.000 orang PHK kecatat tuh. Tapi kalau UMKM enggak kecatat. Warung sate Bang Ali 17 orang karyawan di PHK enggak kecatat, Guys. Enggak. Tapi banyak perintilan nih masing-masing di Kabupaten Sidoarjo, di Wonosobo, di Purworejo, di Sukabumi. Lu kalikan itu semua masif terjadi. Artinya diam-diam ada PHK terselubung. Ujung-ujungnya apa? Orang enggak punya gaji. Banyak orang-orang enggak terima gaji lagi tenaga kerja kita. Ujung-ujungnya apa? Daya beli melemah. Makanya teman-teman lihat lu merasa enggak sih ISG naik terus? Ya gua sih happy tambah kaya raya tapi sebetulnya situasi di bawah real duit kering karena dikadalin kita habis-habisan nih. Betul-betul nih mereka enggak ada kesetiaan sama Garuda Pancasila. Enggak ada setianya sama patung Liberty nih si brengsek-brengsek ini. Dan ini penting karena apa ya ujung-ujungnya ya rumah tangga-rumah tangga yang kena PHK ini, tenaga kerja ini, itulah tulang punggung perekonomian Indonesia, PDB Indonesia lebih dari 50% sumbangsinya dari mana? Bukan dari investasi, tapi dari konsumsi. Ingat rumus GDP, government spending, consumption, investment, dan ekspor lebih besar daripada impor. Empat ini penting nih harus dijaga. Tapi konsumsi bisa makin lama makin habis. Kalau bank setan di Indonesia tidak setia sama republik ini, isinya para pengkhianat bangsa nih. Sama satu geng ini, karyawan Bill Gates nih. Aduh kacau ini. Karena perekonomian kita ujung-ujungnya dibentuk cuma memperkaya yang di atas nih, banker-banker ini, oligark ini nih. Jadi di atas itu kaya raya, likuiditas banyak karena semua ngumpul di atas nih. Tapi di bawah kering. Paham enggak sih lu yang gua omongin? Soalnya uang kita berputarnya di bank-bank besar. Banker-banker ini kita yang perkaya, kita loh yang bayar. Mereka loh gajinya itu dari kita loh triliunan itu karena lu bayar pajak itu buat bayarin bunga surat utang itu pakai duit lu. Makanya lu harus care, lu harus peduli nih. Lu enggak boleh tutup mata lu itu lagi dirampok sama banker-banker itu. Enggak kelihatan legal. Iya. Tapi berbahaya kalau kita biarkan terus-menerus seperti ini. Ujung-ujungnya apa? Ekonomi enggak turun ke bawah. Enggak kah rumput, enggak kah lu? Semua mainnya di level atas semua nih banker-banker sialan itu tuh ujung-ujungnya ketimpangan nih dan ketimpangan bisa menyebabkan keos itu janganjangan yang lagi disiapin buat menjatuhkan Prabowo. Padahal udah bagus visi misinya si Prabowo. Ekonomi tumbuh 8% ya gua investor happy-happy banget gua. Gua yakin bahkan kalau kita bisa kejar itu ISG 20.000 guys. Si Purbaya bilang ISG 10.000 menurut gua bisa R.000 bahkan asal apa ekonomi kita tumbuh 8%. By the way, guys, hari ini Vietnam udah berhasil mewujudkan cita-citanya Prabowo sesuai ramalan BENX. Benix dari bertahun-tahun lalu udah meramal ekonomi Vietnam bakal tumbuh 8%. Tapi kenapa dia bisa tumbuh 8%? Indonesia enggak bisa termehek-mehek. Mau kejar 6% aja enggak bisa. Simpel jawabannya. Karena di sana bank sentral setia pada negara. Bank sentral setia sama eksekutif pemerintah seperti di China. Setia visi misi negara apa? Belok kanan kita. Belok kanan. Negara mau belok kiri, kita belok kiri. Negara maju, kita maju. Setia. Makanya jangan kaget. Ketika ekonomi Indonesia cuma bisa tumbuh 5%, Vietnam sudah berhasil tumbuh 8%. Dan kalau lu cek di Vietnam, wajar aja ekonominya tumbuh 8%. Kenapa? Karena kalau lu pergi ke Vietnam, pinjam ke bank, tahu lu bunganya berapa? 1,2%. Bunganya berapa? 2%. Gila logis. Ekonomi lu mau tumbuh 8% ya bunga bank lu ya di bawah 8% lah goblok. Lu mau ekonomi lu tumbuh 8% terus kredit di bank 12% buat apa? Tapi Vietnam berani punya nyali. Bahkan suku bunga bank sentral di aja ya B rate-nya di kita, dia lebih murah dibanding kita loh. Nyalinya tinggi, Pak. Jadi inflasi dong. Iya jadi inflasi. Inflasi di Vietnam berapa? 3,3%. Indonesia berapa? Cuman 2,9%. Yang artinya Indonesia sebetulnya punya ruang buat apa? Nurunin suku bunga dong. Makanya lu jangan heran kalau lu pergi ngutang ke Bank Indonesia bunganya gede gede 12% 13% sadis. Tapi kalau lu pergi ke Vietnam, lu pengusaha di Vietnam, pergi lu ke bank BDV, pergi lu ke bank Bank, pergi lu ke bank HD Bank, pergi lu ke bank militer. Militer by the way di sana punya bank juga. Pergi bank ke SHB, second bank, dan lain sebagainya. Bunganya berapa? Hei, 1% 2%. Nih BDV. Lu pergi ke PDV lu, mata lu buta, lu punya mata enggak dipakai, lu lihat tuh bunganya berapa lu. Kalau lu minjam di Vietnam 1,2%. Gila enggak? Ini buat pinjaman jangka pendek nih. Cukup nih buat modalin lu ekspor impor. Kalau lu mau pinjaman lebih gede lagi, lu dapat bunga 4,4% setahun. Gila, enggak kebayang enak banget jadi pengusaha di Vietnam didukung habis-habisan sama bank sentralnya. Bank sentral Vietnam mendukung visi misi pemerintah. GDP 8%. Di Indonesia apa banknya set? Malah dia download duit dari bawah. Eh, Purbaya lagi masukin duit nih 200 triliun ke Bank-bank Himbara nih. Chest gua nih. Tarik ah duitnya. Tarik ribuan triliun. Gila kering di bawah mati. Biarin aja. Pengangguran banyak biarin aja. Wih, ngeri guys. Ngeri banget nih permainan para dewa-dewa ini nih. Padahal kita sebetulnya bisa loh GDP 8% asal kita mau gampang copy paste aja lah. Bisnis-bisnis yang mendatangkan devisa buat negara berarti berbasis ekspor. Kita dukung seperti di Vietnam. bisnis-bisnis yang bisa dapat 1,2% adalah bisnis apa? Mau lu UMKM manufacturing. As long as lu ekspor atau bisnis lu berkaitan dengan barang substitusi impor, jadi mengurangi barang-barang impor, lu bakal dapat fasilitas pembiayaan dari pemerintah. Contohnya apa? Manufactur ekspor, UMKM yang sifatnya produktif. Jadi lu enggak bisa ambil duit 1,2% buat trading crypto, enggak bisa lu brengsek lu namanya. Atau trading saham enggak boleh. Lu bisnis di bidang pertanian boleh. memproduksi bahan pangan boleh, logistik boleh. Jadi industri-industri penunjang ekspor atau substitusi impor didukung penuh sama pemerintah, Guys. Itu yang harusnya kita copy paste. Dan ini udah gua ngomong dari bertahun-tahun lalu. Indonesia tumbuh 8%. Gampang kasih suku bunga kredit 1%. Ada pabrik tekstil, lu jual ke mana? Afrika Selatan. Lu jual apa? Baju tentara. Tentara mana? Tentara Jerman. Oh, gua kasih lu 1%. Gua kasih lu 2%. Enggak apa-apa. Kenapa? Kita dapat devisa. Kita dapat dolar, kita dapat euro. Wei, powerful. Kita punya rupiah nih. Kenapa? Karena semua bisnis orientasi ekspor kita subsidi besar-besaran. Dan Vietnam sadis banget. Bukan cuman bisnis-bisnis pabrikan manufacturing yang didukung loh, tapi para petani, nelayan, petambak juga diberikan bunga kredit yang sangat sangat sangat rendah. Lu bayangin aja, lu lihat nih, lu jadi petani di Vietnam, bunga bank berapa? 1 sampai 2%, Guys. Gila nih. Nih Amran lu harusnya marah-marah nih sama Purbaya nih. Amran sama Purbaya, lu harusnya marah-marah tuh ke Bank Indonesia. Kenapa petani di Indonesia ini susah hidupnya? Ya gimana mau nambah lahan, mau beli pupuk, mau beli bibit, duit dari mana? Susah. Gila lu, bunga di Indonesia gede banget, tapi jadi petani di Vietnam bunga cuman 1% 2%. This is a fact, guys. Come on lah. Lu katanya mau GDP 8% Prabowo. Lu ngerti enggak sih? lu lagi dikerjain, lu udah harus bisa nek itu Bank Indonesia supaya apa? Ya segarislah dengan kebijakan pemerintah. Dan enggak main-main loh Vietnam membangun industri dia dari bawah loh dengan sistem kredit ini. Mereka itu kasih duit sampai 4 billar loh buat orang-orang yang bekerja di bidang perkebunan, petani-petani kecil, nelayan. Mereka dapat cadangan dana 4 biliun dolar. 67 triliun tuh spesifik. Kucurkan buat petani, jangan dipakai buat yang lain. Hebat. Dan bank-bank pemerintah itu juga dikoordinasikan. Total ada 21 bank di Vietnam dikoordinasikan. Lu gua inject duit 20 billion dolar setara 340 triliun, Bro. Duitnya buat apa? Kalau lu bergerak di bidang infrastruktur namanya Vietnam hancur-hancuran tuh jalanan kecil-kecil. Kita mau ekspansi besar-besaran. Ayo perbankan dukung. Boleh. Bunganya berapa? 1,5% guys. 1,5%. Lu jadi pengusaha infrastrukturnya kayak si Broron. Lu pasti happy banget lu kalau ada di Vietnam. Loh. Kenapa lu bangun jalan, bangun jembatan, bangun sekolah, bangun bendungan. Heh, bunganya cuma 1,5%. Makanya jangan heran akan makin banyak pengusaha-pengusaha Crazy Rich lahir dari Vietnam. Kenapa? Karena mereka mendukung program pemerintah dan pemerintah juga mendukung balik. Subsidinya enggak ngandang-undang 340 triliun duit subsidi bunganya loh. 1,5%. Petani lu bisa dapat 1%, nelayan 1%. Kan gila. Gila banget. Jadi lu gak usah heran kalau GDP mereka bisa di atas 8%. Tapi gua tanya sama pengusaha di Indonesia, jujur, tulis di kolom komentar di bawah ini. Lu bisnis konveksi, lu bisnis tracking, lu bisnis logistik. Berapa lu bayar bunga di bank? Ada 1% 2%? Enggak. Yakin gua? Yakin gua mayoritas di atas 7%, mayoritas di atas 8%. Yakin gua? Terus gimana ceritanya kita bisa mau GDP 8%? Enggak logis, sedih gua. Sor, Bro. Sedih banget gua dengarnya. Sedih banget gua dengarnya. Dan berdasarkan data kita terakhir ya Vietnam ini di tahun 2025 kemarin tuh dia tutup buku. Penyaluran KUR di sana itu udah lebih dari 250 triliun buat KUR di sana. By the way, ini negara yang jauh lebih kecil dari kita loh. Tapi agresif banget ngejar pertumbuhan ekonomi. Dan 250 triliun itu disalurkan udah di lebih dari 6 juta KK. 6 juta atau lebih tepatnya 6,7 juta KK yang ada di Vietnam. Disuruh lu buka usaha, lu jadi petani, lu jadi nelayan, lu pergilah berkebun, lu buka tambak lah. Ini modalnya nih, negara kasih nih. Kan gila ya, hebat banget Vietnam ya. Kalau lu bandingin dengan Indonesia nih, capcai banget nih Indonesia nih. Bulan November 2025 kredit kurum 230 triliun loh. Weh, kalah sama Vietnam. Gila ya, negara kita jauh lebih besar, GDP kita jauh lebih besar, populasi kita lebih besar. Tapi Vietnam lebih ada nyali, Guys. Kita cuman bisa ngasih 230-an triliun. Vietnam ngasih 257 triliun, Guys. Hebat ini banker-banker Vietnam nih setia nih sama negara nih. Tapi setelah lu pikir-pikir lagi, ya itu bukan salahnya pemerintah juga. Karena kayak kemarin orang-orang demo, jujur ya memang wajar juga sih memang enggak ada otak kan. Banyak juga influencer tuh ngacau bilang rupiah ya ngacauah rupiah bisa melemah sampai 17.000. 1$000 karena katanya ada yang hedging dolar tuh sampai berapa 5 juta dolar. Ngacau enggak ada hubungan dengan itu. Memang kalau udah goblok, goblok aja lah. Ya ngacau lah. Karena rupiah melemah bukan karena duit kecil 85 juta dolar duit kecil. Enggak. Karena ada yang jualan SRBI sama SBN sampai 650 juta dolar makanya rupiah melemah. Penjelasan yang simpel. Tapi itu udah masalah enggak? Enggak. Jadi apa nih G yang harus dilakukan oleh pemerintah biar ekonomi kita bisaisa tumbuh 8%? Yang pertama sudah jelaslah harus sinkron nih. Bang Setan Indonesia itu jangan dibiarkan setia sama patung Liberty. Enggak bisa. Bertahun-tahun dikuasai CIA. Enggak bisa. Masa mau negara kita jadi budak yang elit global? Udah kemarin satu kebablasan menteri kita, ternyata terbukti karyawannya Bill Gates. Aduh, sekarang mau dibiarkan lagi nih bank-bank setan di Indonesia tidak setia sama republik ini. Ini bahaya, Guys. Makanya gua mau sharing nih skenario yang harusnya diambil sama negara. Yang pertama, BI red itu menurut gua harus turun. BI rate itu bahkan harus di bawah 4% dan yang namanya SBDK, suku bunga dasar kredit ini bank-bank Himbara, Bank BCA itu wajib dibawa 8%. Jadi kalau orang ngutang ke bank jangan bunganya 12% itu udah ngacau. GDP mau tumbuh 8% bunga kredit 12% 13% kan ngacau. Ya logikanya ya di bawah 8% dan ini udah baik lu gua di bawah 8% dan gua yakin kalau suku bunga dasar kredit bisa di bawah 8% dampaknya apa? Pertumbuhan kredit itu bisa sampai 10%. Bukan cuma 7%. Idih, kecil banget. Harusnya bisa 9 sampai 10%. Asal SBDK di bawah 8%. Ujung-ujungnya apa? Pertumbuhan ekonomi bisa sampai 6,5%. Terus rupiah gimana? Melemah enggak? Melemah. Gua yakin rupiah terdepresiasi. Terdepresiasi berapa? 2 sampai 4% lah. And that's ok. Kenapa? Masih terkendali. Inflasi naik bisa naik tipis 0,3 sampai 0,5%. Masih oke. Kenapa? Karena masih di bawah 4%. Vietnam pun rela bayar harga. Ekonomi dia naik. suku bunga kredit turun konsekuensinya apa? Inflasi. Iya. Dan lu bisa lihat di layar kaca memang dalam 5 tahun terakhir mata uang dong Vietnam udah melemah. Dolar terus menguat hampir 15% loh dalam 5 tahun. That's ok. Kenapa? Begitu ekonomi lu berubah menjadi ekonomi berbasis ekspor bukan ekonomi berbasis impor atau konsumsi. Lu harusnya happy. Dan lu memang wajib happy. Karena tadinya lu ekspor cendol ke Amerika 1 dolar cuma dapat Rp15.000. Eh, gara-gara rupiah melemah satu cendol jadi Rp20.000, lu happy apa tidak? Lu happy. Makanya lu jangan makan tipuan-tipuan palsu, media-media jongosnya George Soros itu selalu kita dibikin takut. Enggak ada masalah. Even Vietnam aja sampai dituduh sama Amerika melakukan manipulasi mata uang. Sengaja melemahkan mata uangnya, sengaja membiarkan dolar menguat. Wajar, katanya mau jadi juragan ekspor. Begituun yang dilakukan Cina, begitupun Indonesia. Begitu Indonesia pengin menjadi negara maju, kita harus berbasis ekspor. Dan kalau barang-barang kita mau laku diekspor, mata uang kita wajib melemah. Jelas itu. Makanya kita harus subsidi pabrik-pabrik yang orientasi ekspor, manufacturing, UMKM, jasa, orientasi ekspor bisa mendatangkan devisa. Kita subsidi kreditnya habis-habisan. Jangan 8% 6% enggak 1%. Vietnam aja punya nyali, masa kita enggak bisa. Dan happy enggak? Happy. Gua dulu pelaku ekspor, Guys. Gua senang lihat rupiah melemah. Bagus enggak? Bagus. Tambah kaya raya kita. Memang banyak anjing-anjing di Indonesia ini. Anjing-anjing asing yang pengin Indonesia jadi budak dolar. Jadi dibikin takut kalau dolar itu menguat. Hello. Kita harus senang kalau dolar itu menguat. Artinya cuan tambah gede, lu eksportir. Tapi Indonesia bertahun-tahun diperbudak dengan mindset takut dolar. Kenapa? Karena semuanya diimpor. Lu dibikin sama oligarki harus makan roti, bahan bakunya apa? Terigu. Terigunya gandumnya lu tanam di sini. Tidak. Di Kanada, di Amerika lu perkaya mereka. Makan tuh roti, makan tuh bakmie, barang impor semua, makan tuh tempe, barang impor semua kedelai. Jadi kalau begitu dolar itu menguat, kita ketakutan karena impor tempe itu kan pakai dolar. Nanti enggak sanggup lagi. Inflasi mahal, rakyat demo. Iya, rakyat sudah dimanipulasi sama asing, setia sama produk-produk asing. Tapi sekarang apakah masih begitu? Enggak. Untungnya kita sudah sas sembada pangan. Tinggal tunggu waktu kita merdeka lagi. Sua sembada energi. Kalau kita sudah bisa jadi net eksportir, kita wajib cinta rupiah melemah. Wajib. Tapi ya stabil, terukur, terarah. Sama seperti yang dilakukan oleh Vietnam. Lu ngerti enggak di sini? Jadi, lu jangan ketakutan lu sama jongos-jongosnya George Soros itu. Bangat semua tuh. Ujung-ujungnya apa? Dia pengin duit itu di atas, kering di bawah, tabung semua ke atas sama bank setan Indonesia. Ini kan karyawannya mereka nih isinya nih. Nah, ada skenario lain yang menurut gua sebetulnya sebaiknya pakai skenario yang kedua. Scenario Benix. Apa? Bank sentral di Indonesia itu wajib menurunkan bunga agresif turunnya sampai 200 basis poin. Targetnya suku bunga dasar kredit di perbankan itu 5%. Jadi, lu kalau ngutang ke bank bunganya harus 5%. Artinya kredit itu gua yakin naik. Duit yang disalurkan bisa tumbuh 12 sampai 15%. Karena bank-bank di Indonesia jadi enggak bisa malas-malesan. Duduk-duduk onkang-kongkang kaki dapat duit enggak bisa. Karena SBDK-nya udah kecilin. Mau enggak mau lu bisa survive dengan cara kucurin kredit ke bawah. Simpel. Ambil selisihnya. Suku bunga simpanan, suku bunga pinjaman. Selisihnya itulah cuan lu. Jangan duitnya lu tabungin di langit memperkaya bker-bankker setan itu. Jangan. Enak aja lu. Rakyat tambah susah. Gua yakin kalau kita bisa bawa SBDK di bawah 5% ujung-ujungnya apa? Investasi bakal naik tajam. Jadi enggak usah takut, properti manufacturing bakal hidup dan pertumbuhan ekonomi kita bisa di atas 7,5% bahkan 8%. Tapi ada harga yang harus dibayar dong. Iya. Apa? Rupiah pasti melemah. Melemahnya berapa? 6 sampai 10%. That's ok. Karena by that time kita sudah menjadi negara berbasis ekspor. Rupiah melemah 10% masih bisa. That's ok. Ada capital outflow? ada dalam jangka pendek pasti terjadi. Inflasi naik ya 0,8 sampai 1,2% hitungan kita itu yang akan terjadi. Tapi kalau kita tetap menjadi negara yang hobinya impor minyak dari Singapura, memperkaya mafia Singapura, impor dari Arab Saudi, impor bahkan dari Malaysia, ya mati kita. Ujung-ujungnya apa? Kita kalau mau survive, kita harus bisa mensubstitusi barang-barang impor itu. Tadinya mobil-mobil kita jalan pakai bensin Timur Tengah, pakai bensin Malaysia, kita harus ganti ke listrik. Karena bahan bakunya batu bara kita yang punya. Makanya penting pemerintah itu memperpanjang insentif mobil listrik, bukan malah dihilangin. Goblok. Begitu harga minyak bumi naik, colaps negara. Kita udah dijadikan budak barang impor. Budak kedelai, budak gandum, budak energi. Bahkan enggak bisa ini. Makanya harus didukung transisi mobil listrik wajib supaya negara kita tetap stabil. Kalau harga dolar naik, harga bensin enggak ikut naik. Karena semua udah pakai mobil listrik, enggak ada lagi demo-demo di jalan. Kesimpulannya apa? Target 8% tuh sangat bisa kita capai. Tapi ya kita harus berani nih mengorbankan stabilitas jangka pendek seperti Vietnam. Mata uang Vietnam doang ya terus melemah terhadap dolar. Tapi mereka bayar harga di situ. Inflasi naik that's ok. Dalam jangka pendek enggak apa-apa. Stabilitas dikorbankan. Yang penting kita kejar growth dulu baru nanti kita rapihin di situ. Nah, pertanyaannya gini, Guys. Mampu enggak menurut lu ya pemerintah Indonesia mengejar memperbaiki kebijakan monitor kita yang belum sinkron ini? Dan ini gak akan bisa terjadi menurut gua selama kita tidak punya kendali. Karena bank sentral ini selalu ngacau ngomongnya apa? Kita independen-independen. Sejak peristiwa 1998 dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 99, bank sentral kita itu katanya independen. Tapi lu sudah tahulah definisi independen ini apa. Ya sama aja kayak ada media-media ngaku paling independen. Eh belakangan terbukti karyawannya George Soros. Yang jadi pertanyaan, kalau ini orang-orang banker-banker ini ngaku-ngaku independen dan lu udah tahu independent itu artinya apa, lu harus tanya. Jadi mereka bosnya siapa? Jangan-jangan bosnya bukan republik ini. Ngeri enggak? Jangan-jangan bosnya bukan Prabowo. Presiden yang dipilih oleh rakyat Indonesia dapatkan mandat untuk memimpin republik ini. Ngeri enggak kalau ternyata setianya sama patung Liberty, Guys? Jujur aja menurut gua aneh karena pemerintah mau belok kanan, pemerintah mau gaspol. Eh, dia malah tarik rem kan. Kan ini namanya bank sate kambing nih. Enggak nyambung nih bank sate-bank sate yang satu ini. Logis enggak? Gua sekali lagi tanya sama teman-teman, kita mau GDP tumbuh 8%, lu mau enggak bisnis lu tumbuh 8%, tapi syaratnya lu harus ambil kredit ke bank, bunganya 13%. Masuk akal enggak sih? Ayolah, menurut gua kita benar-benar harus bisa rapiin ini loh. Menurut gua bank sentral di Indonesia harus direformasi total, harus, wajib. Dan jangan anggap mereka manusia suci. Enggak. Ya, lu asal tahu aja. Kemarin ada kasus tuh soal apa? Korupsi dana CSR. Duitnya 1 M, 2 M. Enggak. Jauh. Jauh lebih banyak dari itu. Lu harus pikir dan harus diperiksa juga. Karena ada bank sentral di Kazakhstan yang ketika ternyata orang lagi pada sibuk dengan prahara di tahun 2025, di belakang layar dia sibuk jualan cadangan emasnya. Ngeri Bang Setan Kazaktan. Ngeri banget permainannya. Ujung-ujungnya apa? Lu tahulah harga emas kan naik terus kan hari ini naik terus harga emas. Kalau dihitung-hitung kerugian negara berapa triliun tuh jual emas di harga murah? Padahal harga emas naik terus. Sebetulnya mereka setia sama siapa guys? Bang sate kambing dari Kazakhstan ini. Dan lu penasaran enggak sih mereka-mereka nih yang ngaku-ngaku independen sebetulnya siapa bosnya di belakang layar? Lu setuju enggak kalau kita kupas lebih detail? Kan yang satu udah terbukti karyawannya Elite Global sekarang jadi budaknya Bill Gates. Lu penasaran enggak sih yang masih ketinggalan di republik ini nih belum diganti nih sampai hari ini? Dia karyawannya siapa, Guys? Lu setuju enggak sih kalau kita kupas lebih detail siapa sosok sebetulnya yang mengendalikan negara kita? Ngerjain Prabowo habis-abisan. Kalau setuju, segera like video ini. Begitu mencapai 24.000 likes dalam 24 jam. Kita bakal bahas lebih detail dan tuntas tentang sosok di balik banker-banker setan ini semua. Dan pertanyaan paling penting, lu setuju enggak, Guys, kalau kita itu seperti Vietnam? Bank sentral di Vietnam bertanggung jawab sama pemerintah Vietnam, bank sentral di Cina. Kenapa negaranya bisa maju hebat banget sampai detik ini? Karena bank sentral di Cina ya karyawannya si Jimping, Guys. Enggak bikin negara dalam negara. Bukan budaknya IMF mereka. Bukan budaknya World Bank. No. Mereka karyawan negara harus bekerja demi kebaikan bangsa. Bukan ngaku-ngaku independen. Tahu-tahunya budak Bill Gates. Ngaku-ngaku independen, tahu-tahunya karyawan Black Rock. Lu setuju enggak kalau di Indonesia kita bikin yang sama? Bank Indonesia wajib setia pada republik, wajib bertanggung jawab sama pemerintah. Bukan asik sendiri, main sendiri. Lu setuju enggak dengan itu? Kalau gua sih setuju banget, tapi semuanya berubah, Guys. Sejak tahun 1998. Apa sebetulnya yang terjadi di sana? Kenapa tiba-tiba kita kehilangan kedaulatan terhadap sistem perbankan kita sendiri? Satu lagi ni terakhir menarik. Lu tahu enggak sih semenjak menteri favoritnya rakyat Indonesia nih, Menteri Keuangan Purbaya, Yudi Sadewa dilantik di tanggal 8 September 2025 sampai detik ini BI Rate enggak pernah turun loh. Lu tahu enggak BI red rate bulan September berapa? 4,75%. BI Rate bulan Oktober berapa? 4,75%. BI rate bulan November berapa? 4,75%. BI red bulan Desember berapa? 4,75%. Seru ya. Enggak pernah turun Bay Rate kita. Kenapa guys? Kok presisi banget loh? Semenjak Purbaya dilantik jadi Menteri Keuangan, Beate enggak pernah turun. Menurut lu yang lagi diincer nih sebenarnya sama Bang Setan di Indonesia, Purbaya atau Prabowo? Siapa yang harus dihancurkan nih sama agen-agen asing ini? Dan kenapa ya mereka pengin banget ekonomi kita hancur lebur? stunting dan jangan sampai ekonomi Indonesia bisa tembus 8%. Kenapa mereka pengin banget negara kita tetap miskin, Guys? Kenapa beedate gak pernah turun? Coba lu jawab pertanyaan ini. Oke, Guys. Ditunggu komentar kalian dan pandangan kalian. Jangan lupa like and share video ini sebanyak-banyaknya. Semoga video ini bermanfaat. Salam sehat, salam cuan. Bye bye. [musik]
Resume
Categories