Transcript
kxdzeWNu8G8 • THE FED IS CRIMINALIZED‼️ JEROME POWEL CRYING!! WAS TRUMP FORCED TO ARREST?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/Bennix/.shards/text-0001.zst#text/0545_kxdzeWNu8G8.txt
Kind: captions Language: id Guys, guys, seru banget ini, Guys. Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat, The Fat Jarom Paul itu menangis, Guys. Dia sampai jerit-jerit minta tolong karena dia bakal dikriminalisasi oleh presidennya sendiri, Presiden Donald Trump. Wah, seru nih pertarungan antara gubernur bank sentral mereka melawan Presiden Amerika Serikat. Dan teman-teman tahu enggak kenapa masalah ini sampai kita bahas? Karena sebetulnya masalah ini juga yang menggerogoti, menghancurkan perekonomian Indonesia detik ini. Bahkan sampai kemarin Purbaya terpaksa sampai harus narik duitnya tuh dari Himbara tuh enggak dipakai sama Himbara Branksek. Ini duitnya bukan dikucurin buat kasih kredit ke bawah malah ditabungin lagi, Guys. Ada yang masuk Bank Indonesia, Bank Sentral kita SRBI lah, masuk SBN lah. Aduh ngaco. Terpaksa dia harus tarik. Dari situ bisa tahu ya betapa ngac nih kalau bank sentral tuh terlalu seenak jidat bikin negara di dalam negara sama seperti yang terjadi di Amerika Serikat, Guys. So, kalau lu penasaran gimana sih prahara yang terjadi di Amerika Serikat bisa mempengaruhi Indonesia? Jangan diskip video ini. Let's check this. [musik] Jadi, Teman-teman sudah resmi ya Kejaksaan Agung di Amerika Serikat itu bakal membuka investigasi terhadap Jerome Powell. Jerome Paul bakal jadi tersangka, Guys. Jerum Paul ini selama ini merasa dirinya adalah raja, Guys. Raja di atas segala raja. Sama seperti di negara Kazakhstan, Guys. Bank sentralnya itu isinya raja-raja, Guys. Kayak dewa. Mereka itu bukan manusia. Enggak peduli rakyat dibawa lagi susah. Kredit enggak bisa, duit kering, tapi mereka asyik-asyik menikmati duit triliunan di singgahsana mereka. But anyway, kita ini tentang bank setan di Amerika Serikat. Jadi, udah resmi nih, Kejaksaan Agung bakal mengkriminalisasi Jerome Powell nih, gubernur bank sentralnya Amerika Serikat. Dan ini sebetulnya hal yang sangat menarik. Siapa tahu kita bisa copy paste di Indonesia. Kenapa Jerum Paul sampai diperiksa, Guys? Kenapa gubernur bank sentral di Amerika Serikat harus dikriminalisasi? Karena memang mereka itu kayak waduh udah betul-betul iblis, Guys. Lu tahu, ya mereka tuh hobinya korupsi. Duit triliunan cetak duit seenak jidad korupsi yang dibikin bank sentral Amerika Serikat itu enggak main-main. Nilainya sampai 2,5 miliar dolar. Cuma buat bikin apa? kantor baru, bikin gandung baru. Negara lagi menderita, rakyat Amerika Serikat kekurangan duit, banyak gelandangan tidur di pinggir jalan. Tapi bank sentralnya memang betul-betul raja di atas segala raja, Guys. Malah sibuk bikin proyek-proyek palsu, markap, korup sampai 2,5 miliar dolar. Lu tahu 2,5 miliar dolar itu setara 42 triliun, Guys. Duit 42 triliun. Itulah yang jadi biang kerok kriminalisasi bank sentral Amerika Serikat. Gila mereka ini mentang-mentang dianggap independen. Enggak ada yang bisa mengkoreksi mereka. Mereka manusia paling pintar di kolong langit ini. Kelakuannya padahal dibilang layar biadab, Guys. Biadab. Gua sempat teringat nih kisah bank sentral di sebuah negara Kazakhstan ini juga pernah tersandung kasus. Kasus apa? Korupsi, dana yayasan, CSR. Gila, nilainya enggak main-main, Guys. Bukan R miliar, Guys. Dan ini betul-betul terjadi di semua bank sentral yang ada di seluruh dunia. Hobinya apa? Korupsi, Guys. Duit rakyat lu dikadalin. Padahal tugas mereka itu bukan korupsi loh. Tugas mereka itu mengontrol inflasi, mengontrol nilai tukar mata uang kita. Tapi ternyata hobinya korupsi, Guys. Sadis. Sadis mereka ini. Dan ini sebetulnya bukan pertama kalinya Donald Trump itu kesal sama bank sentral di Amerika Serikat, sama Jerome Powell. udah berulang kali loh Trump itu udah bilang yang namanya si Jarem Pawel ini mesti resign, harus dipecat. Dia udah berulang kali juga menekan the fat. Tapi sayangnya berulang kali juga Donald Trump berusaha menyelamatkan perekonomian Amerika Serikat. Berusaha dia menendang Jerome Paul yang maha sakti itu. Tapi Jerome Paul dibacking, Guys, sama bank-bank besar di dunia ini. Dipertahankan dia sebagai boneka untuk terus memanipulasi perekonomian di Amerika Serikat. Jadi even presiden negara di kuasa Donald Trump aja enggak berdaya loh bertarung melawan gubernur bank sentral karena backingannya siapa? Big Money, Guys. GP Morgan, Black Rock, dan begitu banyak bank-bank besar lainnya di Amerika Serikat. Dan Jerem Paul juga enggak malu-malu melawan Donald Trump, melawan presidennya sendiri. Dia sampai bikin video monolog sendiri, Guys. Dia mungkin mau dapat piala Oscar nih dari Hollywood. Dia bilang apa di situ? Dia bilang dia diintimidasi. Dia bilang nih ada tekanan politik. whatsoever lah pernyataan dia. Lu bisa lihat di video ini. Good evening on Friday, this is about whether the Fed will be able to continue to set interest rates based on evidence and economic conditions or whether instead policy will be directed by political pressure or intimidation. Tapi faktanya dan yang paling penting lu tahu enggak sih Donald Trump itu kan pro pengusaha. Donald Trump itu namanya pengusaha pengin kredit itu murah. Kalau kredit itu murah, pengusaha itu ekspansi. Buka cabang, buka pabrik baru, beli mesin-mesin baru, menyerap lapangan kerja. Orang happy, duit beredar di mana-mana. Tetapi apa yang dilakukan oleh The Fat? Bank sentral Amerika Serikat sibuk mensabotase Donald Trump. Donald Trump itu pengin suku bunga itu 1%, Guys. Lu tahu dia dilantik bulan Januari 2025. Bulan Januari 2025 suku bunga itu 4,25%, Guys. Bulan Februari, Maret masih 4,25%. Bulan Mei masih 4,25%. Bulan Juni 4,25%, bulan Juli 4,2. berbulan-bulan ditahan suku bunga Amerika Serikat biar Amerika Serikat tambah nyungsep nih sama si The Fight. Memang mau dikerjain habis-habisan Donald Trump sama seperti Prabowo di Indonesia. Dikerjain dia sama bangsetan Indonesia. Enggak enggak sih Prabowo dia dikerjain? Kenapa? Lu tahu enggak suku bunga di Indonesia itu juga enggak turun-turun, Guys. Dari September 2025, Oktober 2025, November 2025, Desember 2025, suku bunga Bank Indonesia BI rate itu di 4,75% data. Padahal di bawah duit udah kering. Gila duit kering enggak beredar habis. Padahal enggak logis. Pemerintah mau GDP 8% mau tumbuh ekonomi, mau ekspansi. Nih gaspol, Bro. ISG 10.000. Eh, Bangsetan Indonesia apa yang dia lakukan? Dia tarik rem tangan, brengsek, ngacau. Ngacau banget, Guys. Tapi udahlah, ini bukan soal bang setan Indonesia. Kita mau ngobrol soal The Fat di sini nih. Apa yang gua mau bilang? Ini pelajaran yang harus diambil nih sama Indonesia juga nih. Kenapa Donald Trump itu ngebet banget ya, suku bunga itu harus turun. Lu harus tahu alasannya. Pertama ya tadi buat mendorong pertumbuhan ekonomi. Lu tahu di eranya Joe Biden ekonomi dia tuh berapa? 2,8%. Di era Donald Trump dia tentu pengin tumbuh lebih banyak dong. Tapi apa yang terjadi? Dia dikerjain sama gubernur bank sentralnya sendiri. Ditahan suku bunga. Akibatnya apa? GDP Amerika di 2025 turun. sebelumnya 2,8% sekarang diperkirakan di bawah 2% guys. Sadis nih, tragis dan banyak orang-orang yang enggak nge bahwa banyak masalah ekonomi di suatu negara bukan karena presidennya tapi karena gubernur bank sentralnya kayak setan. Karena bosnya siapa? Mereka tidak setia sama Tugu Monas. Mereka setianya sama patung Liberty, Guys. Hati-hati. Banyak pengkhianat termasuk di bangsa kita sendiri loh. Dan alasan kedua, kenapa ya penting ya buat Donald Trump nurunin suku bunga itu karena utang Amerika Serikat itu udah gede banget. Lu tahu utang Amerika Serikat sekarang itu sudah sampai 37 triliun dolar alias berapa? kuadriliun. Gede banget. Padahal GDP mereka cuman 434 kuadriliun. Artinya utang Amerika Serikat udah jauh lebih besar dibanding perekonomian Amerika Serikat. Over mereka. Padahal mereka sibuk-sibuk ngajarin teori. Lu kalau punya utang negara lu maksimal 50% lah dari GDP lu lah. Eh dia sendiri hari ini utangnya udah berapa? Lebih dari 130% dari GDP mereka. Ngeri nih. Mereka sibuk-sibuk ngajarin kita gimana cara mengel ekonomi mereka sendiri. Gali lubang tutup lubang. Nah, karena mereka punya hobi gali lubang tutup lubang. Apa artinya? Kalau Amerika Serikat hari ini ada utang jatuh tempo. Kalau manusia biasa lu jatuh tempo 2 miliar ya lu bayar utang lu 2 miliar toh plus bunganya. Nah Amerika Serikat apa yang terjadi? Kalau hari ini jatuh tempo utang 2 miliar mereka bisa bayar enggak? Enggak ada duit. So apa yang dia lakukan? Dia ngutang lagi. Jadi gali lubang totop lubang. Hari ini dia utang 2 miliar bunga 2%. Besok jatuh tempo apa yang dia lakukan? Dia ngutang lagi 2 miliar. Tapi kalau bunga naik jadi 3% kan boncos dong. Dia ngutang dengan bunga 3% buat bayangin utang 2 miliar yang bunganya 2%. Rugi dong. Makanya Donald Trump punya logika. Suku bunga lu turunin goblok. Jadi kalau hari ini jatuh tempo utang 2 miliar bunganya 2% kita kan enggak punya duit. Kita bayar pakai apa? Ngutang lagi sama orang lain. Berapa bunganya? Ya jangan 2% juga lu. Memang goblok bikin kayak 1%. Jadi bayar utang pakai utang tapi bunganya lebih rendah. Kan logikanya begitu, Guys. Jadi harapannya kalau suku bunga itu bisa turun, biaya utang negara Amerika Serikat yang sekian ratus kuadriliun itu bisa lebih hemat. Karena ingat, ini semua fake money. Bayar utang pakai utang. Utangnya dari langit, Guys. Out of the blue bisa bikin surat utang sendiri. Nah, itulah US dollar, Guys. Anyway, dari sini kita bisa tahu bahwa ya ini semua cuma bisnis tipu-tipu lah. Tapi Donald Trump juga ngerti. Jangan goblok. Jangan lu bayar utang jatuh tempo dengan suku bunga yang lebih tinggi. Kan enggak masuk akal. Ya, kalau bisa bayar bunga utang lu dengan bunga yang lebih rendah. Toh semua negara termasuk Indonesia kalau ngutang pakai dolar, bayarnya juga pakai dolar. Dan pemerintah Amerika Serikat sebetulnya ada tiga jenis sih metode dia berhutang ya. Yang pertama pakai treasury bills. Inilah yang bills orang suka bilang ini utang jangka pendek, Guys. Yang kedua pakai treasury notes. Ini utang jangka menengah. Ini sekitar 2 sampai 10 tahun. Nah, terus yang paling panjang itu tracer bonds. Ini orang suka bilang bond surat utang itu 20 sampai 30 tahun. Nah, inilah jenis surat-surat utang yang diterbitkan terus nih sama Amerika Serikat buat membiayai fake money mereka, buat membiayai fake ekonomi mereka, Guys. Dan ini harus dipertahankan karena kalau enggak ekonomi Amerika Serikat collaps, seluruh dunia juga bakal ikut collaps karena seluruh dunia pun juga ngutang sama Amerika Serikat. Pada saat yang sama, seluruh dunia pun membutuhkan investasi dari Amerika Serikat. Investasi Amerika Serikat duitnya dari mana? ya fake money itu. Anyway, kalau seandainya suku bunga di Amerika sekarang turunlah dari 4% ke 3% tadi ya, beban bunga jadi lebih murah dan ujung-ujungnya apa? Beban APBN itu jadi turun. Karena seperti di Indonesia APBN kita itu dibebani dengan utang. Enggak bisa bangun jembatan, enggak bisa bangun sekolah. Kenapa? Karena ada bayar utang, Guys. Utang pokoknya, utang bunganya pun begitu di Amerika. So, kalau bunganya turun berarti beban APBN bakal turun juga. Jadi, APBN itu enggak terbebani dengan bayar utang-utang beban bunga itu. Jadi, dengan kata lain, Donald Trump itu berusaha mengganti apa? Utang yang lama, yang mahal diganti dengan utang yang baru yang biayanya lebih murah, lebih rendah. Artinya apa? Secara umum ini bisa menurunin average interest cost Amerika Serikat. Karena banyak utang-utang Amerika Serikat itu yang jatuh tempo. Setiap tahun pasti ada utang mereka jatuh tempo lah. Apalagi Jepang kan. Jepang itu banyak banget beli surat utangnya Amerika Serikat. Jepang, Cina. Tiap hari itu ada tuh yang jatuh tempo ya. Ujung-ujungnya apa ya? Harus diollover, terbitin ulang, utang-hutang baru, duit duit palsu baru buat bayarin itu semua kan ya. Kalau biayanya bisa lebih murah kenapa enggak? Toh kita ngutangnya pakai US dollar nanti bayar bunga sama pokoknya pakai apa? Pakai US dollar juga. Kita punya mesin cetak kok US dollar di rumah nge-print sendiri sah. Kenapa enggak dilakukan itu? Itulah logika Donald Trump. Benar enggak? Benar. Bagus enggak? Bagus. Dan buat teman-teman yang belum paham, Donald Trump itu juga mendukung buat manufacturing Amerika Serikat. bangkit lagi. Make Amerika greed again. Jangan lagi ngerjain bikin kaos, bikin sepatu, bikin mobil di Texas, di Cina. Jangan bikin di Amerika Serikat sendiri. Artinya manufacturing pabrik-pabrik industri di Amerika Serikat harus bangkit. Nah, ini logika orang Indonesia banyak ngacau nih. Ini ada hubungannya dengan Guys, kemarin kita bikin video khusus spesial tentang masa depan batu bara di tahun 2026. Teman-teman penasaran enggak gimana kalau masa depan sektor yang lain? Apalagi kemarin Venezuela habis diculik presidennya. harga minyak dunia akan seperti apa, termasuk harga emas, harga silver yang tahun ini aja sudah meroket lebih dari 100% dalam 1 tahun terakhir. Kita belum bicara soal sektor lain seperti pariwisata, sektor perbankan, sektor pertambangan. Apalagi kita sudah memasuki era di mana faktor geopolitik menjadi salah satu faktor yang paling penting dalam menyusun strategi ekonomi kalian. Jadi buat teman-teman para pelaku usaha, orang-orang di pemerintahan, duta besar sekalipun sampai akademisi dan investor yang ada di Indonesia, lu penasaran enggak sih gimana sudut pandang BENX tentang Outlook Ekonomi Indonesia di tahun 2026 ini? Kalau lu penasaran, yuk segera join di acara Spial Benix Economic Outlook 2026 di Titan Center Bintaro hari Sabtu tanggal 24 Januari jam .00 siang. Segera daftarkan dirimu sekarang juga kalau yang mau ikutan acara Special Benix Economic Outlook 2026. Kursinya terbatas, segera daftarkan dirimu melalui nomor WhatsApp yang ada di bawah ini atau scan kode QR code yang ada di sini. Oke, guys. Sampai ketemu di Benix Economic Outlook 2026 hanya di Titan Center Bintaro. Nah, ini logika orang Indonesia banyak ngacau nih. Ini ada hubungannya dengan nilai tukar. Kalau pabrik-pabrik lu mau bangkit, artinya harga produk-produk microwave made in America, setrika made in America, mobil, sepatu, baju made in Amerika itu harus mahal atau harus murah? harus murah. Tapi kalau 1 dolar setara Rp20.000, orang Indonesia gak bakal tuh impor dari Amerika. Mahal. Kalau dolar terlalu kuat, Amerika Serikat pabrik-pabriknya tidak akan kompetitif. Makanya Cina senang, mata uangnya lemah sehingga dia bisa ekspor barang-barangnya murah. Barang Cina ke Indonesia dianggap murah dibanding baju made in Indonesia sendiri. Karena apa? Dimanipulasi mata uangnya. Amerika dirugikan. So, kalau teman-teman yang punya logika berpikir makroekonomi di sini paham, negara jauh lebih diuntungkan ketika mata uangnya melemah. Tapi kan oposisi-oposisi tai kucing penginnya apa? Demonstrasi. Kalau dolar naik, dolar menguat, demonstrasi. Dia enggak paham. Kalau dolar menguat itu kabar baik buat Indonesia. Kalau Indonesia bisnisnya berorientasi ekspor. Kalau rupiah melemah itu kabar baik. Tadinya kita ekspor baju nilainya 1 R15.000 R karena rupiah melemah 1 dolar jadi Rp2.000. Pengusaha Indonesia yang ekspor jadi happy, jadi senang. Pendapatan mereka sama-sama 1 dolar nih satu baju. Tapi zaman dulu cuma dapat Rp15.000. Tapi sekarang karena rupiah terus melemah, satu baju bisa dapat Rp20.000. Nah, Teman-teman kalau pengusaha punya logika itu pasti ngerti. Oh, ini yang diincar sama Donald Trump. Kalau pabrik-pabrik manufacturing di Amerika Serikat mau bangkit, dolar harus melemah. Dan cara dolar melemah dengan cara apa? Paling gampang ya lu turunin suku bunga lu. Jadi banjir duit di market dolar biar melemah. Dan Donald Trump sudah berulang kali. Lu bisa lihat nih di Wall Street Journal dia bilang apa? Banyak orang yang senang dolar itu kuat tetapi sebenarnya you make a hell lot of more money kalau dolar itu weak, lemah. Jadi teman-teman kalau kita rakyat Amerika Serikat memiliki dolar yang kuat inilah hal yang akan terjadi. Itu kedengaran bagus. Tapi turis-turis malas datang ke Amerika. Overprice. Lu gak bisa jualan traktor, lu gak bisa jualan truk, lu gak bisa jual apapun karena harga barung lu jadi overprice, jadi mahal karena nilai tukar lu terlalu kuat. Ujung-ujungnya apa? Ini bakal menghancurkan ekspor Amerika Serikat. Dan ujung-ujungnya kalau ekspor Amerika Serikat terluka, hancur lebur, ujung-ujungnya manufacturing, industri-industri, lapangan kerja pasti ikut hancur juga, Guys. Makanya teman-teman jangan heran ketika Donald Trump naik jadi presiden, dia udah punya goal bring back manufacturing to Amerika, bangun pabrik-pabrik di Amerika Serikat. Mau enggak mau pada saat yang sama dia juga harus berusaha menghancurkan nilai tukar dolar supaya negara Amerika Serikat bisa menjadi negara ekspor. Tapi enggak bisa kalau theat pengkhianat bangsa bisa. Kenapa? Karena cita-cita Donald Trump untuk membangun industri di negaranya enggak pernah dikabulkan sama Jaron Paul. Jarum Paul enggak mau nurunin suku bunga. Jarum Paul enggak mau ada penciptaan lapangan kerja. Kenapa? Karena Jarum Pawel itu berpikir tentu saja ya majikan dia kan bukan Donald Trump ya. Majikan dia adalah iblis ya. Dan apa yang dia kejar? Dia punya alasan. Alasan dia ada lima. Yang pertama apa? Gua enggak bisa nih turunin dolar karena inflasi itu masih bisa jadi datang kembali. Kenapa? Karena lu perang tarif, Donald Trump. Perang tarif kan lu ngasih 19% buat produk-produk made in Indonesia. Artinya kan jadi lebih mahal di Amerika. Bisa jadi inflasi jadi naik. Makanya enggak mau dia turunin suku bunga. Terus ada lagi nih alasannya lagi yang kedua, lu juga bakal bikin tarif-tarfald Trump ujung-ujungnya harga barang-barang bakal makin mahal which is inflasi lagi dong. So, ini bisa jadi perang tarif babak du bakal menciptakan inflasi ronde 2 juga menurut Jerome Powell. Dan terbukti enggak yang dia bilangin terbukti? Karena Donald Trump juga bilang baru aja dia bilang efective immediately negara-negara yang berbisnis dengan Iran bakal kena ekstra tarif 25%. Ya betul. Jadi memang bisa jadi inflasi naik lagi. Tapi satu hal yang paling mengejutkan adalah yang namanya pengangguran di Amerika Serikat itu ternyata kecil. Makin sedikit bahkan sejak Donald Trump naik presiden dan mereformasi sistem di sana. Teman-teman tahu angka pengangguran di Amerika Serikat itu 4,2% dan The Fat itu senangnya pengangguran itu naik atau turun, besar atau kecil. Ternyata The Fat itu senangnya pengangguran itu banyak. Kenapa dia enggak mau turunin suku bunga Amerika Serikat hari ini? Karena dia bilang hari ini pengangguran di Amerika Serikat cuma 4,2%. Cuma sekian juta orang lah yang nganggur. Kalau gua turunin itu bisa terjadi inflasi. Kenapa? Karena pengangguran bakal makin berkurang, makin banyak orang-orang yang pegang duit. Nah, The F enggak mau banyak orang pegang duit. Makanya suku bunga dibikin tinggi biar makin banyak orang yang menderita di situ. Sedih, Guys. Lu bayanginlah. Begitupun di Indonesia lu tahu pengangguran di Indonesia tertinggi di Asia Tenggara 4,76%. Ngeri. Kenapa? Bunganya tinggi ya. Lu bayangin aja SBDK lu ngutang ke Bank Mandiri, UMKM berapa kreditnya? W di atas 12%. Sadis lu. Ngeri. Tapi hal yang sama kalau lu ngutang di Vietnam bunganya cuman 2%. Ujung-ujungnya apa? Pengangguran di Indonesia banyak banget. pengangguran di Vietnam kecil cuma 2,24%. Tapi kenapa ya di Indonesia suku bunga masih mahal? Kenapa Bank Indonesia enggak mau nurunin suku bunga? Ya coba lu pikir. Coba lu pikir. Kenapa ujung-ujungnya apa? Bank-bank Himbara yang pada malas enggak punya otak. Itu pun ketika diinjek duit sama Purbaya R00 triliun duitnya enggak dikucurin ke bawah. Ngapain? Ada risiko NPL lah, gagal bayarlah, apaan lah. Ujung-ujungnya apa? Dia tabungin lagi ke atas ke bank setia. Lumayan nih dapat bunga nih 4% 5% 6% enggak pakai repot. Duduk manis dapat duit triliunan. Goblok. Tapi duit kering di bawah. Kejam enggak? Kejam. Makanya jangan heran kalau Donald Trump ini kesal banget sama bank sentral mereka. Prabowo menurut lu kesal enggak ya sama Bank Indonesia? But anyway, itulah bank sentral di seluruh dunia. Kalau bisa menyengsarakan rakyatnya sendiri, kenapa enggak? Dan mereka selalu punya alas-alasan karena mereka adalah raja di atas segala raja, penguasa dunia, dewa mereka. Bahkan The Fed berulang kali bilang mereka ini punya bola sakti meramal dunia di masa depan. Tugas The Fight adalah meramal masa depan. Ngacau ini The Fight ini benar-benar gila. Memang betul lu harus bisa memprediksi masa depan, tapi enggak bisa juga mengorbankan kepentingan jangka pendek. Kenapa? Kalau enggak negara sengsara. But then again, ya udahlah ini adalah peluang yang bisa diambil sama Indonesia. Kenapa? Nanti gua bahas alasannya di akhir video ini. Makanya lu jangan skip video ini. Tapi gua mau kasih tahu juga beda dengan negara-negara yang agresif ya ekonominya ya. Vietnam GDP 8% Cina. Lu tahu di situ kan bank sentral itu kesetiaannya terhadap negara. Beda sama bank Indonesia. Kesetiannya terhadap patung Liberty. Guys, bank sentral di Amerika Serikat itu sudah didesain sedemikian rupa supaya lebih sakti dibandingkan presiden. Lu bayangkan presiden di Amerika Serikat tiap 4 tahun sekali pemilu. Tapi gubernur bank sentral Amerika Serikat lu tahu masa jabatannya berapa lama? 14 tahun, Guys. Gila lu. Jadi, siapapun presidennya tidak akan bisa mengontrol bank sentralnya sendiri. Ngeri enggak sih, Guys? Ngeri banget ini. Dan permainan ini sangat ngeri. Dan inilah kenapa gua setuju sebenarnya Jerome Pawel itu harus dan wajib dipecat, Guys. Wajib nih dipecat, disingkirkan dengan segala cara. Kenapa? Ya, pertama jujur-jujuran, The Fight ini udah berulang kali kena skandal, Guys. Yang pertama tahun 2018 sampai 2021, ya. Mereka itu membiarkan, sengaja nih digelembungkan aset-aset saham properti di Amerika Serikat. Dia lakukan quantitative easing secara masif. Duit dicetak, banjir, bunga super rendah, likuiditas kebanyakan. Akibatnya apa? Stech overvue, Sham Property melonjak nih. Harga-harga properti naik tajam nih. Krypto juga naik ekstrem di era itu. Dan Pawel harusnya sudah tahu resikonya bakal terjadi ledakan inflasi, bakal terjadi ledokan ekonomi, boom lah bakal terjadi bubble, Guys. Tapi apa yang dilakukan saat itu? Bukannya naikin suku bunga malah dia pertahankan suku bunga itu tetap rendah. Dan alasannya enggak bijak apa dia bilang? Lebih baik ekonomi itu overheat, kepanasan dibandingkan pengangguran massal. Kata dia. Ujung-ujungnya apa yang terjadi? Babel, pecah, hancur ekonomi. Kris ekonomi di Amerika Serikat. Ngeri enggak? Dan ini terulang lagi enggak terulang lagi. Ternyata terbongkar juga di tahun 2020 ada yang namanya skandal, fed trading skandal. Ternyata banyak pejabat-pejabat Defight di belakang layar yang pemain saham, trader saham, trader crypto. Jadi udah banyak pejabat The Fight ketahuan nih trading saham pribadi buat kepentingan pribadi dia. Dia mengorbankan kepentingan bangsa. Ini betul-betul melanggar kode etik, Guys. Jujur menurut gua ini parah nih. Berarti dia juga pemain. Dia pemain bolanya, dia wasitnya, dia pelatihnya, dia manajernya. Kan aneh. Dia juga yang bikin aturannya, tapi dia juga yang melanggar aturan itu. Kan ngeri loh. Harusnya enggak boleh ini terjadi. Akibatnya ada moral hazard di sana dan ini merusak kredibilitas The Fat. Dan bukan cuma berhenti sampai di situ, skandal The Fat. Bukan cuma insider trading, bukan cuma sengaja bikin aset-aset bubble inflasi itu meledak. Dia itu suka kelamaan, suka telat. Tell me, guys. Goblok. Sebetulnya ketika 2021-2022 itu inflasi itu naik tajam ya, ekstrem loh naik tajam inflasi itu. Powell sama The Fight juga enggak mau nurunin suku bunga karena menurut dia inflation is transitionary. Inflasi ini cuman sementara nanti juga melandai kok. Faktanya apa? Ya enggak. Orang faktanya ada stimulus gila-gilaan kok. Orang faktanya upah terus naik kok. Orang faktanya harga energi melonjak terus kok. Ya udah pastilah jadi inflasi kan ya. Dan ujung-ujungnya ternyata inflasi itu bukan temporary. Ternyata inflasi itu struktural masif. terjadi di mana-mana. Dan akibatnya apa? The fight telat ngerem. Padahal seharusnya dia itu naikin bunga super agresif dari hampir 0% waktu itu harusnya dia naikin tuh sampai 5% dalam waktu yang singkat. Dan kalau the fight lakukan itu, Pelakukan itu lebih cepat, ya ekonomi Amerika Serikat itu ya sakitnya ya tetap sakit sih, tapi bisa lebih ringan lah, enggak terlalu parah. Nah, jadi dari sini kita bisa lihat ya, Pawel ini berulang kali telat naikin suku bunga, telat nurunin suku bunga, insider trading, mafianya banyak di bank sentral. Wah, enggak benar nih. Ini udah terjadi berulang-ulang kali, Guys. Dan ujung-ujungnya sih jujur ya menurut gua pribadi ya memang dia harus disingkirkan. Nah, pertanyaannya guys, kalau menurut teman-teman sekalian, mampu enggak Donald Trump itu menggantikan Jerome Powell atau seperti yang udah-udah nih, Jerome Pawell yang mahasakti itu bakal lolos nih dari jebakan Donald Trump. Dan teman-teman tahu enggak kenapa ini penting buat kita bahas? Situasi real di Indonesia itu juga 111 loh dengan di Amerika Serikat. Kenapa? Karena suku bunga kita enggak turun-turun. Padahal inflasi kita rendah. Kenapa enggak berani bank sentral kita nurunin suku bunga? Akibatnya apa? Vietnam GDP-nya di atas 8%, Indonesia cuma 5%. Lu suka berpikir enggak? Logis enggak sih Indonesia mau perekonomiannya tumbuh di atas 8% tapi suku bunga kredit 9%, 11%? Logis enggak? Lu dikasih penawaran, "Bro, buka cabang dong, buka bisnis baru dong. Gua yakin bisnis lu bakal nambah 8% tahun depan kalau bisnis baru." Oke, boleh. Modalnya dari mana? Utang aja ke bank. Berapa bunganya? 12%. Mau lu ambil. Ekonomi lu bisa numun nih 8%. Tapi syaratnya apa? Kredit ke bank dong. 12% kan setan. Goblok. Negara apa yang punya logika berpikir seperti itu kecuali negara setan. Ini biadab sih jujur. Makanya enggak heran ya Vietnam itu GDP-nya bisa 8% karena kalau lu ngutang di Vietnam bunganya cuman berapa? 2%. Jadi logis orang buka bisnis kredit ke bank 2%. Kenapa? Nanti bisa tumbuh 8%. Beli mesin baru logis. Buka cabang baru logis. tenaga kerja baru. Logis. Di Indonesia enggak logis. Katanya pengin tumbuh 8% tapi kok bunga kredit tinggi banget sih? Ngaco sih. Iya enggak sih? Faktanya apa? Lu hari ini pun mau minjam ke bank susah. Kalaupun diapprove duitnya enggak ada. Belum tentu ada. Orang dia lagi nabung di Bank Indonesia. Orang dia lagi nabung di bank sentral. Kan brengsek. Atau duitnya parkir di SBN. SBN yang bayar siapa? Surat utang negara El. Lu kan bayar pajak, surat negara bayar bunga 6%. Yang makan siapa? Bank-bank itu. Padahal bank itu duitnya dari mana? Dari Purbaya R00 triliun. Eh, marah dia tabungin lagi kan setan. Makanya teman-teman lu harus ngerti penting, melek bisa baca tulis itu bagus. Tapi lu kalau buta ekonomi itu bahaya. Sekali lagi ya, lu bisa baca tulis lu udah melag nih itu bagus. Tapi kalau lu enggak melag ekonomi itu fatal, Guys. So, buat teman-teman gimana lu? Setuju enggak sih kalau di Indonesia juga harusnya kita defatkan juga nih? Kalau Donald Trump aja demi menyingkirkan Jerome Powell dia kriminalisasi dengan segala cara lah supaya diganti ini barang nih. Karena gak udah enggak sejalan dengan keinginan pemerintah. Sama seperti di Indonesia, pemerintah pengin gaspol. Eh, bangsa Indonesia tarik rem tangan. Gimana bisa jalan ini mobil? Lu setuju enggak sih seharusnya direformasi itu semua pejabat-pejabat di bangsa Indonesia tuh? Coba, Guys, kasih pandangan kalian di kolom komentar di bawah ini. Kenapa ya Indonesia gagal bisa tumbuh 8%? Kenapa ya perederan uang di bawah kok kayaknya kering? M0 kita itu kering loh. Kenapa bisa? Apa? Karena pejabat-pejabat kita di bank sentral itu setianya bukan sama tugu Monas, tapi sama patung Liberty. Sebetulnya mereka bekerja buat siapa menurut lu, Guys? Dan yang paling penting, Guys, lu setuju enggak? Itu kan cerita tentang The FET. Gimana sih prahara yang ada di Bank Sentral Indonesia? Lu setuju enggak kalau kita bahas video spesifik mengupas kebiadaban Bank Indonesia di video selanjutnya? Kalau setuju, segera like video ini. Begitu mencapai 24.000 1000 likes dalam 24 jam kita bakal bikin video edisi spesial kupas tuntas kejahatan bangsa Indonesia. Dan kenapa penting buat Presiden Prabowo segera mereformasi total bank sentral yang ada di negara kita? Oke, guys. Semoga video ini bermanfaat. Segera like and share video ini sebanyak-banyaknya. Salam sehat. Salam cuan. Bye bye. [musik] [musik]