Transcript
kxdzeWNu8G8 • THE FED IS CRIMINALIZED‼️ JEROME POWEL CRYING!! WAS TRUMP FORCED TO ARREST?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/Bennix/.shards/text-0001.zst#text/0545_kxdzeWNu8G8.txt
Kind: captions
Language: id
Guys, guys, seru banget ini, Guys.
Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat,
The Fat Jarom Paul itu menangis, Guys.
Dia sampai jerit-jerit minta tolong
karena dia bakal dikriminalisasi oleh
presidennya sendiri, Presiden Donald
Trump. Wah, seru nih pertarungan antara
gubernur bank sentral mereka melawan
Presiden Amerika Serikat. Dan
teman-teman tahu enggak kenapa masalah
ini sampai kita bahas? Karena sebetulnya
masalah ini juga yang menggerogoti,
menghancurkan perekonomian Indonesia
detik ini. Bahkan sampai kemarin Purbaya
terpaksa sampai harus narik duitnya tuh
dari Himbara tuh enggak dipakai sama
Himbara Branksek. Ini duitnya bukan
dikucurin buat kasih kredit ke bawah
malah ditabungin lagi, Guys. Ada yang
masuk Bank Indonesia, Bank Sentral kita
SRBI lah, masuk SBN lah. Aduh ngaco.
Terpaksa dia harus tarik. Dari situ bisa
tahu ya betapa ngac nih kalau bank
sentral tuh terlalu seenak jidat bikin
negara di dalam negara sama seperti yang
terjadi di Amerika Serikat, Guys. So,
kalau lu penasaran gimana sih prahara
yang terjadi di Amerika Serikat bisa
mempengaruhi Indonesia? Jangan diskip
video ini. Let's check this.
[musik]
Jadi, Teman-teman sudah resmi ya
Kejaksaan Agung di Amerika Serikat itu
bakal membuka investigasi terhadap
Jerome Powell. Jerome Paul bakal jadi
tersangka, Guys. Jerum Paul ini selama
ini merasa dirinya adalah raja, Guys.
Raja di atas segala raja. Sama seperti
di negara Kazakhstan, Guys. Bank
sentralnya itu isinya raja-raja, Guys.
Kayak dewa. Mereka itu bukan manusia.
Enggak peduli rakyat dibawa lagi susah.
Kredit enggak bisa, duit kering, tapi
mereka asyik-asyik menikmati duit
triliunan di singgahsana mereka. But
anyway, kita ini tentang bank setan di
Amerika Serikat. Jadi, udah resmi nih,
Kejaksaan Agung bakal mengkriminalisasi
Jerome Powell nih, gubernur bank
sentralnya Amerika Serikat. Dan ini
sebetulnya hal yang sangat menarik.
Siapa tahu kita bisa copy paste di
Indonesia. Kenapa Jerum Paul sampai
diperiksa, Guys? Kenapa gubernur bank
sentral di Amerika Serikat harus
dikriminalisasi?
Karena memang mereka itu kayak waduh
udah betul-betul iblis, Guys. Lu tahu,
ya mereka tuh hobinya korupsi. Duit
triliunan cetak duit seenak jidad
korupsi yang dibikin bank sentral
Amerika Serikat itu enggak main-main.
Nilainya sampai 2,5 miliar dolar. Cuma
buat bikin apa? kantor baru, bikin
gandung baru. Negara lagi menderita,
rakyat Amerika Serikat kekurangan duit,
banyak gelandangan tidur di pinggir
jalan. Tapi bank sentralnya memang
betul-betul raja di atas segala raja,
Guys. Malah sibuk bikin proyek-proyek
palsu, markap, korup sampai 2,5 miliar
dolar. Lu tahu 2,5 miliar dolar itu
setara 42 triliun, Guys. Duit 42
triliun. Itulah yang jadi biang kerok
kriminalisasi bank sentral Amerika
Serikat. Gila mereka ini mentang-mentang
dianggap independen. Enggak ada yang
bisa mengkoreksi mereka. Mereka manusia
paling pintar di kolong langit ini.
Kelakuannya padahal dibilang layar
biadab, Guys. Biadab. Gua sempat
teringat nih kisah bank sentral di
sebuah negara Kazakhstan ini juga pernah
tersandung kasus. Kasus apa? Korupsi,
dana yayasan, CSR. Gila, nilainya enggak
main-main, Guys. Bukan R miliar, Guys.
Dan ini betul-betul terjadi di semua
bank sentral yang ada di seluruh dunia.
Hobinya apa? Korupsi, Guys. Duit rakyat
lu dikadalin. Padahal tugas mereka itu
bukan korupsi loh. Tugas mereka itu
mengontrol inflasi, mengontrol nilai
tukar mata uang kita. Tapi ternyata
hobinya korupsi, Guys. Sadis. Sadis
mereka ini. Dan ini sebetulnya bukan
pertama kalinya Donald Trump itu kesal
sama bank sentral di Amerika Serikat,
sama Jerome Powell. udah berulang kali
loh Trump itu udah bilang yang namanya
si Jarem Pawel ini mesti resign, harus
dipecat. Dia udah berulang kali juga
menekan the fat. Tapi sayangnya berulang
kali juga Donald Trump berusaha
menyelamatkan perekonomian Amerika
Serikat. Berusaha dia menendang Jerome
Paul yang maha sakti itu. Tapi Jerome
Paul dibacking, Guys, sama bank-bank
besar di dunia ini. Dipertahankan dia
sebagai boneka untuk terus memanipulasi
perekonomian di Amerika Serikat. Jadi
even presiden negara di kuasa Donald
Trump aja enggak berdaya loh bertarung
melawan gubernur bank sentral karena
backingannya siapa? Big Money, Guys. GP
Morgan, Black Rock, dan begitu banyak
bank-bank besar lainnya di Amerika
Serikat. Dan Jerem Paul juga enggak
malu-malu melawan Donald Trump, melawan
presidennya sendiri. Dia sampai bikin
video monolog sendiri, Guys. Dia mungkin
mau dapat piala Oscar nih dari
Hollywood. Dia bilang apa di situ? Dia
bilang dia diintimidasi. Dia bilang nih
ada tekanan politik. whatsoever lah
pernyataan dia. Lu bisa lihat di video
ini.
Good evening on Friday, this is about
whether the Fed will be able to continue
to set interest rates based on evidence
and economic conditions or whether
instead policy will be directed by
political pressure or intimidation.
Tapi faktanya dan yang paling penting lu
tahu enggak sih Donald Trump itu kan pro
pengusaha. Donald Trump itu namanya
pengusaha pengin kredit itu murah. Kalau
kredit itu murah, pengusaha itu
ekspansi. Buka cabang, buka pabrik baru,
beli mesin-mesin baru, menyerap lapangan
kerja. Orang happy, duit beredar di
mana-mana. Tetapi apa yang dilakukan
oleh The Fat? Bank sentral Amerika
Serikat sibuk mensabotase Donald Trump.
Donald Trump itu pengin suku bunga itu
1%, Guys. Lu tahu dia dilantik bulan
Januari 2025. Bulan Januari 2025 suku
bunga itu 4,25%, Guys. Bulan Februari,
Maret masih 4,25%. Bulan Mei masih
4,25%. Bulan Juni 4,25%, bulan Juli 4,2.
berbulan-bulan ditahan suku bunga
Amerika Serikat biar Amerika Serikat
tambah nyungsep nih sama si The Fight.
Memang mau dikerjain habis-habisan
Donald Trump sama seperti Prabowo di
Indonesia. Dikerjain dia sama bangsetan
Indonesia. Enggak enggak sih Prabowo dia
dikerjain? Kenapa? Lu tahu enggak suku
bunga di Indonesia itu juga enggak
turun-turun, Guys. Dari September 2025,
Oktober 2025, November 2025, Desember
2025, suku bunga Bank Indonesia BI rate
itu di 4,75%
data. Padahal di bawah duit udah kering.
Gila duit kering enggak beredar habis.
Padahal enggak logis. Pemerintah mau GDP
8% mau tumbuh ekonomi, mau ekspansi. Nih
gaspol, Bro. ISG 10.000. Eh, Bangsetan
Indonesia apa yang dia lakukan? Dia
tarik rem tangan, brengsek, ngacau.
Ngacau banget, Guys. Tapi udahlah, ini
bukan soal bang setan Indonesia. Kita
mau ngobrol soal The Fat di sini nih.
Apa yang gua mau bilang? Ini pelajaran
yang harus diambil nih sama Indonesia
juga nih. Kenapa Donald Trump itu ngebet
banget ya, suku bunga itu harus turun.
Lu harus tahu alasannya. Pertama ya tadi
buat mendorong pertumbuhan ekonomi. Lu
tahu di eranya Joe Biden ekonomi dia tuh
berapa? 2,8%. Di era Donald Trump dia
tentu pengin tumbuh lebih banyak dong.
Tapi apa yang terjadi? Dia dikerjain
sama gubernur bank sentralnya sendiri.
Ditahan suku bunga. Akibatnya apa? GDP
Amerika di 2025 turun. sebelumnya 2,8%
sekarang diperkirakan di bawah 2% guys.
Sadis nih, tragis dan banyak orang-orang
yang enggak nge bahwa banyak masalah
ekonomi di suatu negara bukan karena
presidennya tapi karena gubernur bank
sentralnya kayak setan. Karena bosnya
siapa? Mereka tidak setia sama Tugu
Monas. Mereka setianya sama patung
Liberty, Guys. Hati-hati. Banyak
pengkhianat termasuk di bangsa kita
sendiri loh. Dan alasan kedua, kenapa ya
penting ya buat Donald Trump nurunin
suku bunga itu karena utang Amerika
Serikat itu udah gede banget. Lu tahu
utang Amerika Serikat sekarang itu sudah
sampai 37 triliun dolar alias berapa?
kuadriliun. Gede banget. Padahal GDP
mereka cuman 434
kuadriliun. Artinya utang Amerika
Serikat udah jauh lebih besar dibanding
perekonomian Amerika Serikat. Over
mereka. Padahal mereka sibuk-sibuk
ngajarin teori. Lu kalau punya utang
negara lu maksimal 50% lah dari GDP lu
lah. Eh dia sendiri hari ini utangnya
udah berapa? Lebih dari 130% dari GDP
mereka. Ngeri nih. Mereka sibuk-sibuk
ngajarin kita gimana cara mengel ekonomi
mereka sendiri. Gali lubang tutup
lubang. Nah, karena mereka punya hobi
gali lubang tutup lubang. Apa artinya?
Kalau Amerika Serikat hari ini ada utang
jatuh tempo. Kalau manusia biasa lu
jatuh tempo 2 miliar ya lu bayar utang
lu 2 miliar toh plus bunganya. Nah
Amerika Serikat apa yang terjadi? Kalau
hari ini jatuh tempo utang 2 miliar
mereka bisa bayar enggak? Enggak ada
duit. So apa yang dia lakukan? Dia
ngutang lagi. Jadi gali lubang totop
lubang. Hari ini dia utang 2 miliar
bunga 2%. Besok jatuh tempo apa yang dia
lakukan? Dia ngutang lagi 2 miliar. Tapi
kalau bunga naik jadi 3% kan boncos
dong. Dia ngutang dengan bunga 3% buat
bayangin utang 2 miliar yang bunganya
2%. Rugi dong. Makanya Donald Trump
punya logika. Suku bunga lu turunin
goblok. Jadi kalau hari ini jatuh tempo
utang 2 miliar bunganya 2% kita kan
enggak punya duit. Kita bayar pakai apa?
Ngutang lagi sama orang lain. Berapa
bunganya? Ya jangan 2% juga lu. Memang
goblok bikin kayak 1%. Jadi bayar utang
pakai utang tapi bunganya lebih rendah.
Kan logikanya begitu, Guys. Jadi
harapannya kalau suku bunga itu bisa
turun, biaya utang negara Amerika
Serikat yang sekian ratus kuadriliun itu
bisa lebih hemat. Karena ingat, ini
semua fake money. Bayar utang pakai
utang. Utangnya dari langit, Guys. Out
of the blue bisa bikin surat utang
sendiri. Nah, itulah US dollar, Guys.
Anyway, dari sini kita bisa tahu bahwa
ya ini semua cuma bisnis tipu-tipu lah.
Tapi Donald Trump juga ngerti. Jangan
goblok. Jangan lu bayar utang jatuh
tempo dengan suku bunga yang lebih
tinggi. Kan enggak masuk akal. Ya, kalau
bisa bayar bunga utang lu dengan bunga
yang lebih rendah. Toh semua negara
termasuk Indonesia kalau ngutang pakai
dolar, bayarnya juga pakai dolar. Dan
pemerintah Amerika Serikat sebetulnya
ada tiga jenis sih metode dia berhutang
ya. Yang pertama pakai treasury bills.
Inilah yang bills orang suka bilang ini
utang jangka pendek, Guys. Yang kedua
pakai treasury notes. Ini utang jangka
menengah. Ini sekitar 2 sampai 10 tahun.
Nah, terus yang paling panjang itu
tracer bonds. Ini orang suka bilang bond
surat utang itu 20 sampai 30 tahun. Nah,
inilah jenis surat-surat utang yang
diterbitkan terus nih sama Amerika
Serikat buat membiayai fake money
mereka, buat membiayai fake ekonomi
mereka, Guys. Dan ini harus
dipertahankan karena kalau enggak
ekonomi Amerika Serikat collaps, seluruh
dunia juga bakal ikut collaps karena
seluruh dunia pun juga ngutang sama
Amerika Serikat. Pada saat yang sama,
seluruh dunia pun membutuhkan investasi
dari Amerika Serikat. Investasi Amerika
Serikat duitnya dari mana? ya fake money
itu. Anyway, kalau seandainya suku bunga
di Amerika sekarang turunlah dari 4% ke
3% tadi ya, beban bunga jadi lebih murah
dan ujung-ujungnya apa? Beban APBN itu
jadi turun. Karena seperti di Indonesia
APBN kita itu dibebani dengan utang.
Enggak bisa bangun jembatan, enggak bisa
bangun sekolah. Kenapa? Karena ada bayar
utang, Guys. Utang pokoknya, utang
bunganya pun begitu di Amerika. So,
kalau bunganya turun berarti beban APBN
bakal turun juga. Jadi, APBN itu enggak
terbebani dengan bayar utang-utang beban
bunga itu. Jadi, dengan kata lain,
Donald Trump itu berusaha mengganti apa?
Utang yang lama, yang mahal diganti
dengan utang yang baru yang biayanya
lebih murah, lebih rendah. Artinya apa?
Secara umum ini bisa menurunin average
interest cost Amerika Serikat. Karena
banyak utang-utang Amerika Serikat itu
yang jatuh tempo. Setiap tahun pasti ada
utang mereka jatuh tempo lah. Apalagi
Jepang kan. Jepang itu banyak banget
beli surat utangnya Amerika Serikat.
Jepang, Cina. Tiap hari itu ada tuh yang
jatuh tempo ya. Ujung-ujungnya apa ya?
Harus diollover, terbitin ulang,
utang-hutang baru, duit duit palsu baru
buat bayarin itu semua kan ya. Kalau
biayanya bisa lebih murah kenapa enggak?
Toh kita ngutangnya pakai US dollar
nanti bayar bunga sama pokoknya pakai
apa? Pakai US dollar juga. Kita punya
mesin cetak kok US dollar di rumah
nge-print sendiri sah. Kenapa enggak
dilakukan itu? Itulah logika Donald
Trump. Benar enggak? Benar. Bagus
enggak? Bagus. Dan buat teman-teman yang
belum paham, Donald Trump itu juga
mendukung buat manufacturing Amerika
Serikat. bangkit lagi. Make Amerika
greed again. Jangan lagi ngerjain bikin
kaos, bikin sepatu, bikin mobil di
Texas, di Cina. Jangan bikin di Amerika
Serikat sendiri. Artinya manufacturing
pabrik-pabrik industri di Amerika
Serikat harus bangkit. Nah, ini logika
orang Indonesia banyak ngacau nih. Ini
ada hubungannya dengan Guys, kemarin
kita bikin video khusus spesial tentang
masa depan batu bara di tahun 2026.
Teman-teman penasaran enggak gimana
kalau masa depan sektor yang lain?
Apalagi kemarin Venezuela habis diculik
presidennya. harga minyak dunia akan
seperti apa, termasuk harga emas, harga
silver yang tahun ini aja sudah meroket
lebih dari 100% dalam 1 tahun terakhir.
Kita belum bicara soal sektor lain
seperti pariwisata, sektor perbankan,
sektor pertambangan. Apalagi kita sudah
memasuki era di mana faktor geopolitik
menjadi salah satu faktor yang paling
penting dalam menyusun strategi ekonomi
kalian. Jadi buat teman-teman para
pelaku usaha, orang-orang di
pemerintahan, duta besar sekalipun
sampai akademisi dan investor yang ada
di Indonesia, lu penasaran enggak sih
gimana sudut pandang BENX tentang
Outlook Ekonomi Indonesia di tahun 2026
ini? Kalau lu penasaran, yuk segera join
di acara Spial Benix Economic Outlook
2026 di Titan Center Bintaro hari Sabtu
tanggal 24 Januari jam .00 siang. Segera
daftarkan dirimu sekarang juga kalau
yang mau ikutan acara Special Benix
Economic Outlook 2026. Kursinya
terbatas, segera daftarkan dirimu
melalui nomor WhatsApp yang ada di bawah
ini atau scan kode QR code yang ada di
sini. Oke, guys. Sampai ketemu di Benix
Economic Outlook 2026 hanya di Titan
Center Bintaro.
Nah, ini logika orang Indonesia banyak
ngacau nih. Ini ada hubungannya dengan
nilai tukar. Kalau pabrik-pabrik lu mau
bangkit, artinya harga produk-produk
microwave made in America, setrika made
in America, mobil, sepatu, baju made in
Amerika itu harus mahal atau harus
murah? harus murah. Tapi kalau 1 dolar
setara Rp20.000, orang Indonesia gak
bakal tuh impor dari Amerika. Mahal.
Kalau dolar terlalu kuat, Amerika
Serikat pabrik-pabriknya tidak akan
kompetitif. Makanya Cina senang, mata
uangnya lemah sehingga dia bisa ekspor
barang-barangnya murah. Barang Cina ke
Indonesia dianggap murah dibanding baju
made in Indonesia sendiri. Karena apa?
Dimanipulasi mata uangnya. Amerika
dirugikan. So, kalau teman-teman yang
punya logika berpikir makroekonomi di
sini paham, negara jauh lebih
diuntungkan ketika mata uangnya melemah.
Tapi kan oposisi-oposisi tai kucing
penginnya apa? Demonstrasi. Kalau dolar
naik, dolar menguat, demonstrasi. Dia
enggak paham. Kalau dolar menguat itu
kabar baik buat Indonesia. Kalau
Indonesia bisnisnya berorientasi ekspor.
Kalau rupiah melemah itu kabar baik.
Tadinya kita ekspor baju nilainya 1
R15.000 R karena rupiah melemah 1 dolar
jadi Rp2.000. Pengusaha Indonesia yang
ekspor jadi happy, jadi senang.
Pendapatan mereka sama-sama 1 dolar nih
satu baju. Tapi zaman dulu cuma dapat
Rp15.000. Tapi sekarang karena rupiah
terus melemah, satu baju bisa dapat
Rp20.000. Nah, Teman-teman kalau
pengusaha punya logika itu pasti ngerti.
Oh, ini yang diincar sama Donald Trump.
Kalau pabrik-pabrik manufacturing di
Amerika Serikat mau bangkit, dolar harus
melemah. Dan cara dolar melemah dengan
cara apa? Paling gampang ya lu turunin
suku bunga lu. Jadi banjir duit di
market dolar biar melemah. Dan Donald
Trump sudah berulang kali. Lu bisa lihat
nih di Wall Street Journal dia bilang
apa? Banyak orang yang senang dolar itu
kuat tetapi sebenarnya you make a hell
lot of more money kalau dolar itu weak,
lemah. Jadi teman-teman kalau kita
rakyat Amerika Serikat memiliki dolar
yang kuat inilah hal yang akan terjadi.
Itu kedengaran bagus. Tapi turis-turis
malas datang ke Amerika. Overprice. Lu
gak bisa jualan traktor, lu gak bisa
jualan truk, lu gak bisa jual apapun
karena harga barung lu jadi overprice,
jadi mahal karena nilai tukar lu terlalu
kuat. Ujung-ujungnya apa? Ini bakal
menghancurkan ekspor Amerika Serikat.
Dan ujung-ujungnya kalau ekspor Amerika
Serikat terluka, hancur lebur,
ujung-ujungnya manufacturing,
industri-industri, lapangan kerja pasti
ikut hancur juga, Guys. Makanya
teman-teman jangan heran ketika Donald
Trump naik jadi presiden, dia udah punya
goal bring back manufacturing to
Amerika, bangun pabrik-pabrik di Amerika
Serikat. Mau enggak mau pada saat yang
sama dia juga harus berusaha
menghancurkan nilai tukar dolar supaya
negara Amerika Serikat bisa menjadi
negara ekspor. Tapi enggak bisa kalau
theat pengkhianat bangsa bisa. Kenapa?
Karena cita-cita Donald Trump untuk
membangun industri di negaranya enggak
pernah dikabulkan sama Jaron Paul. Jarum
Paul enggak mau nurunin suku bunga.
Jarum Paul enggak mau ada penciptaan
lapangan kerja. Kenapa? Karena Jarum
Pawel itu berpikir tentu saja ya majikan
dia kan bukan Donald Trump ya. Majikan
dia adalah iblis ya. Dan apa yang dia
kejar? Dia punya alasan. Alasan dia ada
lima. Yang pertama apa? Gua enggak bisa
nih turunin dolar karena inflasi itu
masih bisa jadi datang kembali. Kenapa?
Karena lu perang tarif, Donald Trump.
Perang tarif kan lu ngasih 19% buat
produk-produk made in Indonesia. Artinya
kan jadi lebih mahal di Amerika. Bisa
jadi inflasi jadi naik. Makanya enggak
mau dia turunin suku bunga. Terus ada
lagi nih alasannya lagi yang kedua, lu
juga bakal bikin tarif-tarfald Trump
ujung-ujungnya harga barang-barang bakal
makin mahal which is inflasi lagi dong.
So, ini bisa jadi perang tarif babak du
bakal menciptakan inflasi ronde 2 juga
menurut Jerome Powell. Dan terbukti
enggak yang dia bilangin terbukti?
Karena Donald Trump juga bilang baru aja
dia bilang efective immediately
negara-negara yang berbisnis dengan Iran
bakal kena ekstra tarif 25%. Ya betul.
Jadi memang bisa jadi inflasi naik lagi.
Tapi satu hal yang paling mengejutkan
adalah yang namanya pengangguran di
Amerika Serikat itu ternyata kecil.
Makin sedikit bahkan sejak Donald Trump
naik presiden dan mereformasi sistem di
sana. Teman-teman tahu angka
pengangguran di Amerika Serikat itu 4,2%
dan The Fat itu senangnya pengangguran
itu naik atau turun, besar atau kecil.
Ternyata The Fat itu senangnya
pengangguran itu banyak. Kenapa dia
enggak mau turunin suku bunga Amerika
Serikat hari ini? Karena dia bilang hari
ini pengangguran di Amerika Serikat cuma
4,2%. Cuma sekian juta orang lah yang
nganggur. Kalau gua turunin itu bisa
terjadi inflasi. Kenapa? Karena
pengangguran bakal makin berkurang,
makin banyak orang-orang yang pegang
duit. Nah, The F enggak mau banyak orang
pegang duit. Makanya suku bunga dibikin
tinggi biar makin banyak orang yang
menderita di situ. Sedih, Guys. Lu
bayanginlah. Begitupun di Indonesia lu
tahu pengangguran di Indonesia tertinggi
di Asia Tenggara 4,76%.
Ngeri. Kenapa? Bunganya tinggi ya. Lu
bayangin aja SBDK lu ngutang ke Bank
Mandiri, UMKM berapa kreditnya? W di
atas 12%. Sadis lu. Ngeri. Tapi hal yang
sama kalau lu ngutang di Vietnam
bunganya cuman 2%. Ujung-ujungnya apa?
Pengangguran di Indonesia banyak banget.
pengangguran di Vietnam kecil cuma
2,24%. Tapi kenapa ya di Indonesia suku
bunga masih mahal? Kenapa Bank Indonesia
enggak mau nurunin suku bunga? Ya coba
lu pikir. Coba lu pikir. Kenapa
ujung-ujungnya apa? Bank-bank Himbara
yang pada malas enggak punya otak. Itu
pun ketika diinjek duit sama Purbaya R00
triliun duitnya enggak dikucurin ke
bawah. Ngapain? Ada risiko NPL lah,
gagal bayarlah, apaan lah.
Ujung-ujungnya apa? Dia tabungin lagi ke
atas ke bank setia. Lumayan nih dapat
bunga nih 4% 5% 6% enggak pakai repot.
Duduk manis dapat duit triliunan.
Goblok. Tapi duit kering di bawah. Kejam
enggak? Kejam. Makanya jangan heran
kalau Donald Trump ini kesal banget sama
bank sentral mereka. Prabowo menurut lu
kesal enggak ya sama Bank Indonesia? But
anyway, itulah bank sentral di seluruh
dunia. Kalau bisa menyengsarakan
rakyatnya sendiri, kenapa enggak? Dan
mereka selalu punya alas-alasan karena
mereka adalah raja di atas segala raja,
penguasa dunia, dewa mereka. Bahkan The
Fed berulang kali bilang mereka ini
punya bola sakti meramal dunia di masa
depan. Tugas The Fight adalah meramal
masa depan. Ngacau ini The Fight ini
benar-benar gila. Memang betul lu harus
bisa memprediksi masa depan, tapi enggak
bisa juga mengorbankan kepentingan
jangka pendek. Kenapa? Kalau enggak
negara sengsara. But then again, ya
udahlah ini adalah peluang yang bisa
diambil sama Indonesia. Kenapa? Nanti
gua bahas alasannya di akhir video ini.
Makanya lu jangan skip video ini. Tapi
gua mau kasih tahu juga beda dengan
negara-negara yang agresif ya ekonominya
ya. Vietnam GDP 8% Cina. Lu tahu di situ
kan bank sentral itu kesetiaannya
terhadap negara. Beda sama bank
Indonesia. Kesetiannya terhadap patung
Liberty. Guys,
bank sentral di Amerika Serikat itu
sudah didesain sedemikian rupa supaya
lebih sakti dibandingkan presiden. Lu
bayangkan presiden di Amerika Serikat
tiap 4 tahun sekali pemilu. Tapi
gubernur bank sentral Amerika Serikat lu
tahu masa jabatannya berapa lama? 14
tahun, Guys. Gila lu. Jadi, siapapun
presidennya tidak akan bisa mengontrol
bank sentralnya sendiri. Ngeri enggak
sih, Guys? Ngeri banget ini. Dan
permainan ini sangat ngeri. Dan inilah
kenapa gua setuju sebenarnya Jerome
Pawel itu harus dan wajib dipecat, Guys.
Wajib nih dipecat, disingkirkan dengan
segala cara. Kenapa? Ya, pertama
jujur-jujuran, The Fight ini udah
berulang kali kena skandal, Guys. Yang
pertama tahun 2018 sampai 2021, ya.
Mereka itu membiarkan, sengaja nih
digelembungkan aset-aset saham properti
di Amerika Serikat. Dia lakukan
quantitative easing secara masif. Duit
dicetak, banjir, bunga super rendah,
likuiditas kebanyakan. Akibatnya apa?
Stech overvue, Sham Property melonjak
nih. Harga-harga properti naik tajam
nih. Krypto juga naik ekstrem di era
itu. Dan Pawel harusnya sudah tahu
resikonya bakal terjadi ledakan inflasi,
bakal terjadi ledokan ekonomi, boom lah
bakal terjadi bubble, Guys. Tapi apa
yang dilakukan saat itu? Bukannya naikin
suku bunga malah dia pertahankan suku
bunga itu tetap rendah. Dan alasannya
enggak bijak apa dia bilang? Lebih baik
ekonomi itu overheat, kepanasan
dibandingkan pengangguran massal. Kata
dia. Ujung-ujungnya apa yang terjadi?
Babel, pecah, hancur ekonomi. Kris
ekonomi di Amerika Serikat. Ngeri
enggak? Dan ini terulang lagi enggak
terulang lagi. Ternyata terbongkar juga
di tahun 2020 ada yang namanya skandal,
fed trading skandal. Ternyata banyak
pejabat-pejabat Defight di belakang
layar yang pemain saham, trader saham,
trader crypto. Jadi udah banyak pejabat
The Fight ketahuan nih trading saham
pribadi buat kepentingan pribadi dia.
Dia mengorbankan kepentingan bangsa. Ini
betul-betul melanggar kode etik, Guys.
Jujur menurut gua ini parah nih. Berarti
dia juga pemain. Dia pemain bolanya, dia
wasitnya, dia pelatihnya, dia
manajernya. Kan aneh. Dia juga yang
bikin aturannya, tapi dia juga yang
melanggar aturan itu. Kan ngeri loh.
Harusnya enggak boleh ini terjadi.
Akibatnya ada moral hazard di sana dan
ini merusak kredibilitas The Fat. Dan
bukan cuma berhenti sampai di situ,
skandal The Fat. Bukan cuma insider
trading, bukan cuma sengaja bikin
aset-aset bubble inflasi itu meledak.
Dia itu suka kelamaan, suka telat. Tell
me, guys. Goblok. Sebetulnya ketika
2021-2022 itu inflasi itu naik tajam ya,
ekstrem loh naik tajam inflasi itu.
Powell sama The Fight juga enggak mau
nurunin suku bunga karena menurut dia
inflation is transitionary. Inflasi ini
cuman sementara nanti juga melandai kok.
Faktanya apa? Ya enggak. Orang faktanya
ada stimulus gila-gilaan kok. Orang
faktanya upah terus naik kok. Orang
faktanya harga energi melonjak terus
kok. Ya udah pastilah jadi inflasi kan
ya. Dan ujung-ujungnya ternyata inflasi
itu bukan temporary. Ternyata inflasi
itu struktural masif. terjadi di
mana-mana. Dan akibatnya apa? The fight
telat ngerem. Padahal seharusnya dia itu
naikin bunga super agresif dari hampir
0% waktu itu harusnya dia naikin tuh
sampai 5% dalam waktu yang singkat. Dan
kalau the fight lakukan itu, Pelakukan
itu lebih cepat, ya ekonomi Amerika
Serikat itu ya sakitnya ya tetap sakit
sih, tapi bisa lebih ringan lah, enggak
terlalu parah. Nah, jadi dari sini kita
bisa lihat ya, Pawel ini berulang kali
telat naikin suku bunga, telat nurunin
suku bunga, insider trading, mafianya
banyak di bank sentral. Wah, enggak
benar nih. Ini udah terjadi
berulang-ulang kali, Guys. Dan
ujung-ujungnya sih jujur ya menurut gua
pribadi ya memang dia harus
disingkirkan. Nah, pertanyaannya guys,
kalau menurut teman-teman sekalian,
mampu enggak Donald Trump itu
menggantikan Jerome Powell atau seperti
yang udah-udah nih, Jerome Pawell yang
mahasakti itu bakal lolos nih dari
jebakan Donald Trump. Dan teman-teman
tahu enggak kenapa ini penting buat kita
bahas? Situasi real di Indonesia itu
juga 111 loh dengan di Amerika Serikat.
Kenapa? Karena suku bunga kita enggak
turun-turun. Padahal inflasi kita
rendah. Kenapa enggak berani bank
sentral kita nurunin suku bunga?
Akibatnya apa? Vietnam GDP-nya di atas
8%, Indonesia cuma 5%. Lu suka berpikir
enggak? Logis enggak sih Indonesia mau
perekonomiannya tumbuh di atas 8% tapi
suku bunga kredit 9%, 11%? Logis enggak?
Lu dikasih penawaran, "Bro, buka cabang
dong, buka bisnis baru dong. Gua yakin
bisnis lu bakal nambah 8% tahun depan
kalau bisnis baru." Oke, boleh. Modalnya
dari mana? Utang aja ke bank. Berapa
bunganya? 12%. Mau lu ambil. Ekonomi lu
bisa numun nih 8%. Tapi syaratnya apa?
Kredit ke bank dong. 12% kan setan.
Goblok. Negara apa yang punya logika
berpikir seperti itu kecuali negara
setan.
Ini biadab sih jujur. Makanya enggak
heran ya Vietnam itu GDP-nya bisa 8%
karena kalau lu ngutang di Vietnam
bunganya cuman berapa? 2%. Jadi logis
orang buka bisnis kredit ke bank 2%.
Kenapa? Nanti bisa tumbuh 8%. Beli mesin
baru logis. Buka cabang baru logis.
tenaga kerja baru. Logis. Di Indonesia
enggak logis. Katanya pengin tumbuh 8%
tapi kok bunga kredit tinggi banget sih?
Ngaco sih. Iya enggak sih? Faktanya apa?
Lu hari ini pun mau minjam ke bank
susah. Kalaupun diapprove duitnya enggak
ada. Belum tentu ada. Orang dia lagi
nabung di Bank Indonesia. Orang dia lagi
nabung di bank sentral. Kan brengsek.
Atau duitnya parkir di SBN. SBN yang
bayar siapa? Surat utang negara El. Lu
kan bayar pajak, surat negara bayar
bunga 6%. Yang makan siapa? Bank-bank
itu. Padahal bank itu duitnya dari mana?
Dari Purbaya R00 triliun. Eh, marah dia
tabungin lagi kan setan. Makanya
teman-teman lu harus ngerti penting,
melek bisa baca tulis itu bagus. Tapi lu
kalau buta ekonomi itu bahaya. Sekali
lagi ya, lu bisa baca tulis lu udah
melag nih itu bagus. Tapi kalau lu
enggak melag ekonomi itu fatal, Guys.
So, buat teman-teman gimana lu? Setuju
enggak sih kalau di Indonesia juga
harusnya kita defatkan juga nih? Kalau
Donald Trump aja demi menyingkirkan
Jerome Powell dia kriminalisasi dengan
segala cara lah supaya diganti ini
barang nih. Karena gak udah enggak
sejalan dengan keinginan pemerintah.
Sama seperti di Indonesia, pemerintah
pengin gaspol. Eh, bangsa Indonesia
tarik rem tangan. Gimana bisa jalan ini
mobil? Lu setuju enggak sih seharusnya
direformasi itu semua pejabat-pejabat di
bangsa Indonesia tuh? Coba, Guys, kasih
pandangan kalian di kolom komentar di
bawah ini. Kenapa ya Indonesia gagal
bisa tumbuh 8%? Kenapa ya perederan uang
di bawah kok kayaknya kering? M0 kita
itu kering loh. Kenapa bisa? Apa? Karena
pejabat-pejabat kita di bank sentral itu
setianya bukan sama tugu Monas, tapi
sama patung Liberty. Sebetulnya mereka
bekerja buat siapa menurut lu, Guys? Dan
yang paling penting, Guys, lu setuju
enggak? Itu kan cerita tentang The FET.
Gimana sih prahara yang ada di Bank
Sentral Indonesia? Lu setuju enggak
kalau kita bahas video spesifik mengupas
kebiadaban Bank Indonesia di video
selanjutnya? Kalau setuju, segera like
video ini. Begitu mencapai 24.000 1000
likes dalam 24 jam kita bakal bikin
video edisi spesial kupas tuntas
kejahatan bangsa Indonesia. Dan kenapa
penting buat Presiden Prabowo segera
mereformasi total
bank sentral yang ada di negara kita?
Oke, guys. Semoga video ini bermanfaat.
Segera like and share video ini
sebanyak-banyaknya. Salam sehat. Salam
cuan. Bye bye. [musik]
[musik]