IRAN IN CHAOS!! 1,000 Dead, Economic Collapse & Is the US Preparing to Intervene Like Venezuela?
FYljQRy18Pc • 2026-01-12
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Guys, geri banget. Jadi, Guys, sesuai
rencana ya, Iran akhirnya porak-poranda
loh. Karena kan teman-teman udah tahu
ya, dari tahun lalu gua udah bilang sih
kalau Amerika jadi nyerang Venezuela,
next step itu adalah menghancurkan Iran.
Dan hari ini teman-teman sudah tahu udah
ribuan orang yang mati Iran karena
rakyatnya dimanipulasi untuk melakukan
demonstrasi massal menentang
pemerintahan yang sah yang hari ini ada
di Iran. Nah, teman-teman penasaran
enggak kenapa sih gua bilangnya ada
manipulasi? Jangan-jangan ada
hubungannya ya dengan peristiwa juga ya
ketika terjadi perubahan rezim di
Indonesia di tahun 60-an dari rezim
Soekarno ke Soeharto termasuk perubahan
rezim di tahun 98 ke rezim yang katanya
lebih demokratis. Nah, Teman-teman kalau
penasaran apa sih pelajaran yang kita
bisa ambil dari Iran dan next step akan
seperti apa ya perjalanan Perang Dunia 3
di tahun 2026 ini. Jangan skip video
ini. Let's check di sini.
Jadi, Teman-teman ini udah resmi ya. Ini
semua berjalan sesuai rencana, sesuai
jadwal. Setelah Venezuela ganti
manajemen baru, sekarang yang mau
diaduk-aduk itu Iran. Jadi, Iran udah
dalam beberapa hari belakangan ini
terjadi demonstrasi massal. Begitu
masifnya toko-toko dibakar, dijarah,
tempat ibadah, masjid itu dibakar di
mana-mana sampai rakyat itu juga saling
bunuh karena mereka juga saling curiga,
Guys. Nah, demo yang terjadi di Iran ini
sudah terjadi sejak tanggal 29 Desember
2025. Dan gejolak parah ini ya, gejolak
demonstran ini itu udah terjadi di lebih
dari 100 kota dan daerah yang ada di
Iran. Jadi bukan cuma di ibu kota mereka
Teheran doang, no, tapi sudah sampai
masuk ke kota-kota kecil yang ada di
perbatasan. Jadi ini skenario yang
betul-betul bagus sih buat dunia ya,
khususnya di bawah kepemimpinan Donald
Trump, Presiden Amerika Serikat yang
pengin membawa Timur Tengah berada di
bawah manajemen baru juga. E kalau yang
udah-udah kan Timur Tengah ini selalu
porak-porandala. Lu tahulah orang-orang
di Timur Tengah hobinya saling bunuh
satu sama lain. Sejak ribuan tahun yang
lalu pun suku-suku di sana hobinya
saling bunuh, Guys. Nah, menurut Donald
Trump ya dia akan lebih bagus ya kalau
Timur Tengah ini di bawah satu manajemen
baru. Tentu bukan manajemennya Saudi
Arabia, Uni Emirat Arab ataupun Iran.
Ya, tentunya manajemen Israel lah sekutu
dekatnya Amerika Serikat. Nah, sebelum
kita sampai ke sana kita mau bahas dulu
Iran dulu nih, Guys. Kenapa? Karena
ketika terjadi kekacauan di mana-mana di
Iran, teman-teman tahu enggak sih apa
yang terjadi? Ternyata ya negara yang
pertama kali menyatakan dukungan
terhadap para demonstran itu ya Amerika
Serikat ya tentu sajalah. Kenapa? Karena
mereka yang paling senang di sana.
Sebetulnya pola ini udah lama terjadi
lah, Guys. Itu hal yang normal lah.
Kayak Indonesia ketika Indonesia itu
ganti rezim mau di tahun '5, mau di
tahun '98 itu juga sama polanya sama.
Mereka akan pakai mahasiswa, ormas-ormas
semua digesekan, di saling adu domba,
saling bunuh satu sama lain. Ya,
kebetulan rezim yang digulingkan juga
rezim korup. Jadi gampang untuk mengadu
domba rakyatnya dan rakyat juga sedang
menderita dan polanya kembali berulang
sih teman-teman. Tahu pernyataan Donald
Trump apa ketika dia mengetahui Iran,
dia kaget ya namanya juga Amerika ya.
Kalau bisa akting kayak orang Hollywood
ya akting sekalian biar bisa dapat Piala
Oscar. Jadi dia kaget, wah kasihan nih
rakyat Iran. Dia sampai berkata begini,
"Iran ini sedang mencari kebebasan nih.
Sebelumnya sih belum pernah terjadi
hal-hal seperti ini. Makanya Amerika
Serikat siap membantu Iran." Jadi dari
sini teman-teman sudah tahu ya bahwa
Amerika Serikat dalam hal ini Donald
Trump akan menjadi juru selamat bagi
rakyat Iran ya seperti CIA lah zaman
dulu ya menjadi juru selamat buat rakyat
Indonesia yang berada di bawah
dictatorship Orde Baru selama puluhan
tahun di Amerika Serag jadi penolong
kita. Nah itu yang sedang disuarakan
oleh Donald Trump kepada rakyat-rakyat
di Iran yang diharapkan ya bisa
mendengar bahwa sang juru selamat akan
tiba di Iran. Tapi mereka harus bergerak
dulu di sana, menggulingkan rezim yang
ada di sana supaya tentara Amerika
Serikat bisa masuk dengan bebas dan juga
mulai mengambil alih lah sumber-sumber
resources yang ada di sana. Nah, yang
lebih seru lagi ya kode keras pernyataan
dukungan dari Donald Trump itu dibaca
juga sama Benyamin Netanyahu, pemimpin
nomor satu di Israel. Dia juga bilangnya
hal yang sama bahwa Iran butuh
demokrasi, bahwa Iran butuh kebebasan.
Jadi sekarang menurut Benjamin Natanahu,
kita semua berharap bangsa Persia
maksudnya Iran bakal segera terbebas
dari belenggu Tirani. Dan ketika hari
kebebasan itu tiba, Israel dan Iran akan
sekali lagi menjadi mitra setia untuk
membangun masa depan kemakmuran dan
perdamaian bagi kedua bangsa. Jadi,
Israel sangat peduli nih dengan
peristiwa. Israel bahkan memantau dengan
cermat setiap peristiwa yang terjadi di
Iran. Dan sekali lagi ya, dia enggak
lupa juga mengagitasi, memprovokasi ya
oposisi yang ada di Iran dengan membuat
pernyataan bahwa rakyat Israel dan
seluruh dunia kagum dengan keberanian
luar biasa warga Iran. Nah, jadi dari
sini teman-teman sudah tahulah ya
arahnya ke mana ya. Arahnya ya bakal
seperti peristiwa di tahun 60-an lah
bahwa ketika Indonesia lagi gagal secara
politik, secara ekonomi, orang susah,
rakyat susah di mana-mana, ya itulah
momen yang tepat buat ganti rezim. Dan
itu juga yang terjadi tahun '98 dan itu
juga yang terjadi di Venezuela. Dan itu
juga yang terjadi di Iran beberapa hari
terakhir ini. Dan ini pun sudah langsung
bisa dibaca lah bahwa apa? Ketika rezim
maya tolak komeni tumbang, tentukan
butuh rezim baru yang tunduk
boneka-boneka yang setia kepada Amerika
Serikat. Dan teman-teman sudah tahu dong
kandidat kuat untuk menjadi anjing
peliharaan selanjutnya adalah Reza
Palevi. Ini pemimpin oposisi nih. Dia
keturunan dinasti terakhir ya, keluarga
raja-raja terakhir di Iran yang pernah
menjadi diktator juga sebetulnya di
Iran. dia sudah membuka suara bahwa dia
siap menjadi pemimpin di Iran. Jadi ini
111 sama Maria Machados kemarin ya di
Venezuela. Intinya adalah negara kita
mau hancur. Saya adalah juru selamat
yang cocok buat negara ini. Tapi tolong
pasang saya jadi presiden dulu. Nanti
saya akan kasih segala yang kau inginkan
Amerika Serikat. Jadi teman-teman sudah
bisa lihatlah kodenya ke mana. Ya memang
nasib nih jadi rakyat Iran nih selalu
dipimpin oleh pemimpin yang enggak
becus, yang korup, militer, yang
hancur-hancuran, ya ujung-ujungnya ya
gonta-ganti rezim, gonta-ganti rezim,
negara enggak pernah stabil, Guys. Dan
buat teman-teman yang lupa ya sebetulnya
ya sejarah Iran ini sebelum mereka
berubah jadi negara Republik Islam Iran
seperti hari-hari ini, dulu mereka itu
sebetulnya punya pemimpin yang sangat
demokratis dan bagus namanya Mosadek.
Itu perdana menteri yang terpilih secara
sah, secara demokratis. Tapi sayangnya
dia tidak pro Amerika, Guys. Sayangnya
dia tidak pro Barat. Teman-teman tahulah
Iran itu salah satu sumber minyak
terbesar di dunia. Ya, selain Venezuela,
Rusia dan lain sebagainya. Iran tuh
punya banyak cadangan minyak loh. Tapi
ketika Mosada naik, dia jadi perdana
menteri di Iran, apa yang dia lakukan?
Dia melihat negaranya itu dirampok sama
perusahaan-perusahaan minyak Inggris,
perusahaan-perusahaan minyak Amerika.
Negaranya enggak dapat apa-apa dan dia
marah. dia mau nasionalisasi itu
pengkhianat-pengkhianat bangsa itu. Ya
tentu sajalah Inggris marah, Amerika
Serikat marah. Jadi apa yang mereka
lakukan? Ya mereka memasang boneka baru
jenderal dia naikin jadi raja di Iran,
bapaknya si Reza Palevi ini. Dan
berhasil enggak berkuasa? Berhasil. Di
kepemimpinan eranya rejim Palevi ini
setelah mereka berkuasa menjadi raja di
Iran ya, mereka sangat dekat dengan
Barat. Dan teman-teman bisa lihatlah
gaya hidup di sana betul-betul udah
sangat kapitalis, sangat berat, sangat
maju. Dan sayangnya juga yang kaya ya
orang-orang yang dekat dengan keluarga
kerajaan aja. Memang betul Rollroyce
mereka banyak kadar ribuan. Tipe terbaru
langsung punya. Sangat dekat dengan
Amerika Serikat. Mau pesawat jet
dikasih, mau kapal persiar dikasih.
Bahkan semua menteri-menteri Iran saat
itu wajib liburan sebulan sekali di New
York. Boleh main judi di Las Vegas. Wah,
hidupnya betul-betul luar bias lah di
manja sama barat. Tapi tentu ya yang
namanya rezim peliharaan, rezim boneka
lama-lama pasti akan jatuh juga. Karena
rakyat Iran pada saat itu ya mereka juga
tidak menikmati kok hasil duit minyak
itu. Yang menikmati ya cuma segelintir
orang, keluarga kerajaan Palevi doang.
Dan ujung-ujungnya apa? Itu dimanfaatkan
oleh oposisi juga yang sekarang berkuasa
yaitu siapa? Ayat Komeni yang kebetulan
dia bisa mempersatukan kalangan
mahasiswa, kalangan ulama, rakyat semua
bersatu padu melawan rezim monarki,
rezim kerajaan yang sangat tunduk sama
Barat sama kepentingan raja-raja
oligarki minyak. Tumbanglah si Palevi
ini, naiklah si Ayo Telakoma ini. Itulah
sejarahnya. Itulah kemudian sampai hari
ini teman-teman bisa lihat Iran itu
menjadi negara yang seperti ini. Tapi ya
sekali lagi ya, setelah mereka menjadi
penguasa apa yang terjadi? Negara Iran
tambah maju. Enggak. tambah hancur,
tambah korup, dan mereka kembali
mengulangi kesalahan Palevi zaman dulu.
Palevi itu dibenci ya sama rakyat Iran.
Jadi syah Palevi ya itu sah ya, syahnya
Iran. Syah itu raja ya itu ketika dia
berkuasa sebelum digulingkan sama komen
itu sangat kejam, Guys. Namanya juga
udah jadi raja, enggak ada aturan,
enggak ada batasan. Dia udah selevel
Tuhan. Dia punya polisi khusus namanya
Safak. Itu sangat-sangat brutal. Itu
dibenci sama rakyat. Ya samalah lu kayak
di sini juga lu pasti ada yang lu benci
lah aparat-aparat di Indonesia ini. Nah,
apa yang terjadi di sana? Karena rakyat
itu sangat muak sama rezim. Ada partai
politik ada, tapi itu cuma casing.
Isinya mah sama. Warnanya ada merah,
kuning, hijau, biru, ada enggak peduli.
Ada semua warna. Tapi casing-nya doang
ujung-ujungnya sama. Yang berkuasa, yang
berduit, yang punya power, yang
menikmati kesejahteraan sumber daya alam
di Iran hanya segelintir orang. Akhirnya
orang berontak di sana. Nah, ketika
kemudian ayat Telokom ini kembali, ya
ini ceritanya kembali, dia berkuasa pun
ujung-ujungnya dia melakukan hal yang
sama. Cuman instead of safak dia bikin
yang namanya Iran Revolutionary Guard
atau Garda Revolusi Iran. Ya, awal-awal
bagus itu berfungsi buat menggulingkan
si Palevi itu. Tapi lama-lama Garda
Revolusi ini menjadi preman juga.
Tentara Iran sendiri tambah lama tambah
korup, tambah lama suka nyiksa rakyat,
memperbudak rakyat, membu rakyat. Itu
juga jadi hal yang normal di sana. Jadi
enggak heran juga kalau rakyat lama-lama
juga benci dengan rezim mereka yang
represif. So, ujung-ujungnya apa? So,
ujung-ujungnya apa? Ya, sekarang ketika
kemudian orang udah sebal sama Garda
Revolusi Iran sama rejim ulama Ayolakom
ini ya, mereka kemudian berpikir
kayaknya lebih bagus balik lagi deh
menjadi boneka Amerika Serikat. Dan
kebetulan ya anaknya si Palevi masih
hidup karena dia sekarang ditampung di
Amerika Serikat jadi pelarian politik
lah. Jadi dia cari suaka ke sana sebelum
bapaknya jatuh tuh raja terakhir Iran
Shah Palevi itu ya dia kabur ke Amerika
Serikat dan tinggal di sana. Dan
bersyukurlah dia. Kenapa? Karena Israel,
negara-negara barat termasuk Amerika
Serikat itu sering banget main ngobrol.
Dia bahkan sering bolak-balik loh ke
Israel, musuh besarnya Iran ngobrol
dengan Perdana menteri Benyamin
Netanyahu. Nah, inilah namanya
calon-calon boneka. Enggak boleh mati,
kalau bisa dipelihara. Dia pun sempat
sakit-sakitan tapi diusahakan hidup
kembali, Guys. Supaya apa? Jaga-jaga nih
kalau Iran collaps mereka bisa taruh
boneka di sana. Nah, ini yang udah-udah
ini hal yang normal lah. Sekali lagi gua
bilang, fungsi rakyat itu cuma untuk
memperkaya penguasanya. Enggak peduli
penguasa lu siapa. warna A B C D itu lu
tinggal pilih aja dia jadi budak siapa
penguasa lu. Budak Cina, budak Rusia,
budak Arab Saudi, budak Amerika Serikat.
Dan itulah yang terjadi sekarang.
Makanya teman-teman jangan heran kalau
Reza Palevi ini tanpa malu-malu langsung
bilang, "Guys, kemarin kita bikin video
khusus spesial tentang masa depan batu
bara di tahun 2026. Teman-teman
penasaran enggak gimana kalau masa depan
sektor yang lain? Apalagi kemarin
Venezuela habis diculik presidennya.
Harga minyak dunia kan seperti apa?
termasuk harga emas, harga silver yang
tahun ini aja sudah meroket lebih dari
100% dalam 1 tahun terakhir. Kita belum
bicara soal sektor lain seperti
pariwisata, sektor perbankan, sektor
pertambangan. Apalagi kita sudah
memasuki era di mana faktor geopolitik
menjadi salah satu faktor yang paling
penting dalam menyusun strategi ekonomi
[musik] kalian. Jadi buat teman-teman
para pelaku usaha, orang-orang di
pemerintahan, duta besar sekalipun
sampai akademisi dan investor yang ada
di Indonesia, lu penasaran enggak sih
gimana sudut pandang BENX tentang
Outlook Ekonomi Indonesia di tahun 2026
ini? Kalau lu penasaran, yuk segera join
di acara Spial Benix Economic Outlook
2026 di Titan Center Bintaro hari Sabtu
tanggal 24 Januari [musik] jam .00
siang. Segera daftarkan dirimu sekarang
juga kalau yang mau ikutan acara Special
Benix Economic Outlook 2026. Kursinya
terbatas, segera daftarkan dirimu
melalui nomor WhatsApp yang ada di bawah
ini atau scan kode QR code yang ada di
sini. Oke, guys. Sampai ketemu di Benix
Economic Outlook 2026 hanya di Titan
Center Bintaro.
Makanya, Teman-teman jangan heran kalau
Reza Palevi ini tanpa malu-malu langsung
bilang, "Udah biarin aja hancur lebur
itu Iran. Yang penting nanti gua akan
selamatkan." dia wajib jadi pemimpin
Iran yang baru. Bahkan kalau teman-teman
lihat ya, dulu kan sempat main
tembak-tembakan roket nih, Israel sama
Iran nih. Nah, dia di situ menyatakan
dukungan loh serangan Israel sama
Amerika Serikat ke Iran yang
menghancurkan banyak fasilitas-fasilitas
militer Iran. Menurut dia itu adalah hal
yang baik. Nah, terus gimana sih caranya
ya prosedur buat ganti rezim? Sebetulnya
ada tiga cara, Guys, buat ganti rezim.
Cara yang pertama ya lu bunuh aja
presidennya. Mau diracun, ditembak,
diculik, that's it. Tapi itu terlalu
terbuka ya, terlalu belatan. Ada cara
yang lebih diam-diam. Contohnya dengan
cara apa? Jangan negara lu sendiri yang
turun, ganti Amerika sendiri yang turun.
Jangan. Pakai tangan-tangan di negara
itu sendiri, oposisi, partai-partai
oposisi kan banyak ormars-ormas, preman,
semualah dipakai. Media pun dibayar
untuk membangun ketidakpercayaan
terhadap penguasa saat ini. Itu yang
terjadi di Indonesia di tahun 60-an dan
sekarang juga terjadi di tahun lagi di
tahun '98. Nah, itu juga bisa terjadi
ketika rakyat itu menderita karena apa?
Pemimpinnya hari ini korup, mismanen,
jadi enggak bisa jadi administrator
negara yang baik. Terus ditambah lagi
yang ketiga, negaranya krisis ekonomi.
Sama proses kejatuhan Soeharto di tahun
'98 momennya pas buat si AE masuk panen
raya di situ. Kenapa? Karena Indonesia
krisis ekonomi. Pun begitu di tahun
60-an. Nah, apa yang terjadi di Iran
hari-hari ini, Teman-teman? Tahu di Iran
kenapa gampang sekarang buat disetel dan
timingnya diatur supaya meledak ketika
Venezuela terjadi prahara, penggantian
rezim juga ya. Karena pas nih Iran itu
inflasinya udah parah, Guys. Inflasinya
itu sampai 70%. Lu merasa di Indonesia
biaya hidup tinggi, biaya pendidikan
naik, terus beli susu buat anak lu
tambah lama, tambah mahal. Iya kan?
Inflasi tinggi loh di Indonesia itu. I
kan, tapi asal lu tahu ya, inflasi di
Indonesia itu masih single digit. Bahkan
menurut data itu di bawah 4% loh inflasi
di Indonesia. Inflasi di Iran itu udah
sampai 70%. Itu sedih banget. Dan yang
membuat lebih sedih lagi apa? Gara-gara
negaranya krisis moneter, duit itu
barang langka, bahkan kurs mereka jatuh.
Zaman dulu ya di tahun 2015 dolar itu
setara 32.000 riyal. Mata uang Iran.
Tahun 2022 1 dolar udah 430.000
rial. Detik ini guys 1 dolar udah setara
1,4 juta rial. Lu bayangin jadi hanya
dalam 1 tahun nilai 1 dolar itu udah
naik 500% lebih. Ngeri enggak sih? Gila
enggak lu? Ya, lu bisa bayangin ya kalau
Indonesia terjadi ya nilai 1 dolar tuh
sampai menguat 500% lebih. Padahal hari
ini cuman berapa? 17.000 lah. Ya lu kali
aja 17.000* 5 1 dolar. Berarti hari ini
menjadi Rp85.000. R000. Apa yang
terjadi? Rejim jatuh pasti. Nah, tapi
kalau dipikir-pikir metode ini sama
enggak dengan di Venezuela? Sama.
Makanya di sana juga rakyat demonstrasi
mereka juga sebel sama yang namanya
Maduro. Tapi kalau lu pikir lebih lanjut
lagi, kenapa ya rakyat di sana susah
hidupnya? Kris moner di mana-mana. Di
Venezuela atau kayak di Iran susah cari
kerja, Guys. Banyak usaha yang bangkrut.
Wah, enggak benar di Iran. Susah banget.
Berat hidup di Iran. Gara-gara apa?
Venezuela, Iran, Indonesia tahun '98 itu
terasa banget susah ekonomi mandek.
Kenapa? Banyak yang bilang karena
negaranya korup, pemimpinnya korup, ya
itu benar. Itu betul. Militnya korup,
hancur. I itu juga benar.
Menteri-menterinya, pemerintahannya
mismanajemen. Enggak bisa menjadi
administrator negara yang baik. Itu juga
benar. Tapi ada faktor yang paling
penting, Guys. Kenapa Venezuela
ekonominya terasa begitu sulit? Karena
ekonomi dia sudah lama diboikot, Guys.
Diblokade, disanksi sama Amerika
Serikat. Jadi mereka enggak bisa hidup
normal kayak teman-teman sekarang. Lu
bisa pakai sepatu Adidas, lu bisa pakai
iPad, lu bisa pakai Samsung, pakai
WhatsApp. Lu tahu enggak Samsung itu
software dari mana? Dari Amerika,
Android. Lu kalau disanksi, lu gak bisa
pakai Samsung. Hidup lu jadi lebih
susah. Lu jangan bayang kan ada smart TV
di rumah lu. Karena itu pakai aplikasi
Google TV. Artinya, lu enggak bisa
menikmati perkembangan zaman ketika lu
dikasih sanksi sama Amerika Serikat. Lu
juga enggak bisa makan mie rebus favorit
lu, mie goreng favorit lu. Kenapa?
Karena tepung terigunya berasal dari
gandum. Gandumnya dari Amerika Serikat.
Artinya apa? Lu enggak bisa makan
makanan yang normal. Lu enggak bisa
makan roti, lu enggak bisa makan pizza
karena lu udah disanksi sama Amerika
Serikat. Setiap negara yang ekspor
barang ke daerah lu bakal gua cut, gua
sikat banget. Ngeri enggak? Ah, itu yang
terjadi di Venezuela. Akibatnya apa?
Barang-barang di sana mahal, susah
hidup. Kenapa lu enggak bisa bangun
pabrik kalau enggak ngutang? Ngutang
dari mana? Dari luar negeri. Lu butuh
investor asing, tapi investor takut
investua, nanti diapain? Nanti dikena
sanksi sama Amerika. Begitu pun Iran,
Guys. Iran pun udah diblokade, diboikot,
disanksi habis-habisan sama Amerika
Serikat supaya apa? Ekonominya hancur
dan lama-lama collaps sendiri.
Collapsnya tanpa perlu nembak peluru
tentara Amerika Serikat. Colollapsnya
dari dalam. Dan seperti yang sudah-sudah
ketika CIA masang Pahlevi menjadi raja
di Iran yang pertama kali menggulingkan
Mosadek. Menurut dokumen terakhir dari
CIA, mereka akhirnya mengakui Pahevi
bisa naik, Mosadek jatuh. Ya, karena
memang si AE bermain. Mereka invest,
mereka bayar preman-preman ormas-ormas
mahasiswa di Iran buat demo
menggulingkan si Mosadek itu yang
berusaha menasionalisasi perusahaan
minyak yang ada di Iran. Ya, sekarang
kejadian yang sama lagi nih, ini sejarah
cuma berulang gitu aja ya. Rakyat diadu
domba lagi, ujung-ujungnya yang naik
budak Amerika juga korup juga udah
pasti. Jadi itulah yang terus dan akan
terjadi berulang-ulang di planet bumi
ini, Guys. Nah, yang lebih parah ya
kalau seandainya itu terjadi, masalah
ekonomi terjadi, intervensi dari
agen-agen intelijen asing juga terjadi
dan diperparah dengan apa? Negara yang
enggak bisa mencapai swasembada energi
dan swasembada pangan, Guys. Ini ngeri.
Makanya ini makin penting nih. Indonesia
bisa swasembada energi dan sasembada
pangan. Kenapa? Karena Iran begitu
gampang dihancurkan, diadu domba
rakyatnya saat ini. Simpel aja. Bukan
hanya karena koruptor banyak di sana,
iya memang militernya hancur-hancur
banget. Tapi juga karena situasi makro
di sana enggak bagus, Teman-teman. Tahu
pemadaman listrik mati lampu di
Indonesia tahun '97 96. Wah itu udah
kayak makanan sehari-hari lah. Kalau lu
tinggal di luar Pulau Jawa, weh sebulan
bisa lima kali mati lampu. Normal itu
susahlah. Pokoknya enggak ada
kemerdekaan di republik ini. Kecuali lu
tinggal di Jakarta kali. Nah, itulah
yang terjadi di Iran hari-hari ini.
Pemadaman listrik selalu terjadi di
mana-mana. Pasar tenaga kerja, bursa
tenaga kerja itu bisa dibilang kosong,
Guys. Nothing. Ya, lu bayangin aja
pengangguran di sana itu 60%, Guys.
Ngeri enggak? 60% rakyat di Iran tuh
nganggur, loh. Ngeri loh ini. Kalau 60%
rakyat nganggur, lu juga malas buka
usaha cilok di situ. Usaha kecil, UMKM.
Enggak, enggak ada yang beli. Siapa yang
bisa beli? Orang mereka aja enggak punya
job. Sedih kan? Jadi jangan heran makin
lama ini berlanjut boikot ini blokade
sanksi ekonomi ini ujung-ujungnya apa?
Makin banyak bisnis-bisnis di Iran yang
gulung tikar. Nah, sementara yang bisa
survive hari-hari ini cuman apa? Cuman
BUMN, cuman mafia-mafia, bisnis-bisnis
yang dimiliki oleh partai politik,
pengusaha-pengusaha yang dekat dengan
garda revolusi Iran, Guys. Ya, itu tadi
tentaranya mereka juga yang sama juga
lama-lama jadi belangsak juga. Dan
ketika semakin banyak warga di Iran yang
jatuh turun kelas, tadinya kelas
menengah jadi kelas bawah. Tadinya kelas
bawah menjadi penghuni jurang
kemiskinan, ujung-ujungnya apa? Rasa
frustrasi, rasa benci itu makin tumbuh,
makin kesal sama rezim, sama penguasa.
Apalagi ketika mereka melihat ya
orang-orang yang memiliki koneksi dengan
orang-orang politik, penguasa partai
politik itu tidak merasakan kesusahan
mereka. Mereka hidup senang, mereka
hidup happy, mereka hidup di Menara
Gading, Guys. Ngeri ini. Yang di bawah
makin susah, yang di atas makin kaya.
Tapi kenapa? Karena mereka punya
kedekatan politik sehingga usaha mereka
walaupun negara masih susah ya ya mereka
tetap terlindungi. Samalah di eranya
Orde Baru mayoritas orang susah kecuali
lu dekat sama presiden. Kan gitu simpel
aja. Tapi mayoritas susah. Lu enggak
percaya? Lu lihat aja ya sebelum
Soeharto jatuh. Berapa banyak sih orang
di Indonesia yang punya sepeda motor?
Sangat sedikit. Berapa banyak sih orang
di Indonesia yang punya mobil? Wah itu
udah lebih sedikit lagi. Tapi hari-hari
ini orang yang tinggal di gang aja punya
motor. Jadi lu bisa bayangkan ya. orang
di Iran itulah Indonesia kondisi tahun
'95, tahun '94 susah. So, makanya kalau
kita lihat begitu gampang mengagetasi,
memprovokasi rakyat di Iran ini sudah
wajar. Makanya dalam beberapa hari
terakhir gua yakin makin banyak rakyat
Iran yang bersatu menuntut perubahan.
Gua yakin makin banyak penduduk di sana
menyuarakan tuntutan untuk terjadi
perubahan peta politik di Iran. Ganti
rezim, ganti semuanya, ganti partai,
ganti orangnya. Apalagi ya kalau
teman-teman lihat ya krisis di Iran
bukan cuma soal krisis ekonomi. Kemarin
gua juga udah bahas. Iran itu juga
mengalami krisis air bersih karena
kekeringan di sana ekstrem sangat
berkepanjangan. Begitu susahnya dapat
air di Iran sampai ya mereka itu harus
mengungsikan banyak warganya loh yang
tinggal di ibu kota Teheran sampai harus
dipindahin rakyatnya karena udah enggak
layak juga buat ditinggal yang terlalu
padat. Sementara sumber air sangat
terbatas. Ngeri ya. Tetapi ya kabar
baiknya nih, ada satu negara yang bakal
muncul jadi juru selamat. Negara yang
tadi kita sudah mention, negara yang
bakal melakukan intervensi di Iran.
Teman-teman tahu enggak Washington itu
sudah mulai mengirimkan perlengkapan
militernya, kapal-kapal perangnya. Dia
sudah memobilisasi alut sista, Guys.
Jadi, alat utama sistem persenjataan
mereka sudah dikirim dalam jumlah yang
sangat besar ke wilayah Timur Tengah.
Dan ini terjadi hanya dalam beberapa
hari terakhir ini. Nah, pergerakan
aset-aset militer ini bakal berlanjut
sampai beberapa hari mendatang, Guys.
Karena artinya Amerika Serikat sedang
merencanakan eskalasi di Iran. Bisa jadi
invasi. Dan ini akan semakin menjadi
kenyataan kalau oposisi di sana,
demonstran di sana gagal menggulingkan
pemerintahan. Maka mau enggak mau ya
terpaksa pemerintah Amerika Serikat
harus turun tangan langsung. Artinya
prajurit mereka, militer mereka
menginjakkan kaki di bumi Iran. Cuman ya
teman-teman sudah tahulah ya yang
namanya Iran dia kan lebih pintar juga
dibanding Venezuela. Mereka juga udah
tahu kalau demonstrasi ini berjalan
terus situasinya stuck macet apa yang
terjadi pasti akan ada intervensi dari
asing Israel atau Amerika Serikat. So
mereka langsung bikin pernyataan kalau
sampai ada tentara Amerika Serikat yang
masuk menginjakkan kakinya di tanah
Iran, Iran akan membombardir,
menghancurkan,
menyerang pangkelan-pangkelan Amerika
Serikat yang ada di Timur Tengah,
kapal-kapal Amerika Serikat yang ada di
Arab. Ya, Teman-teman sudah tahulah
tetangganya Iran itu adalah sahabat
baiknya Amerika Serikat. Arab Saudi best
friend-nya Amerika Serikat. Israel,
Kuwait, Bahrain, Jordania. Ah, inilah
kode dari Iran. Karena Iran juga sudah
tahu sebentar lagi rezim gua bakal
jatuh. Sebentar lagi bakal datang
tentara masuk ke negara kita. Siapa-siap
aja kita hancur bareng-bareng. Jadi,
Teman-teman bisa lihat ya, Amerika
Serikat merasa mereka bisa take over
Iran semudah take over Indonesia,
semudah take over Venezuela. Faktanya
tidak. Gua mengatakan Amerika Serikat
akan menghadapi musuh terbesarnya di
abad ini, yaitu Vietnam Gilid 2 yang
menghabiskan biaya dan nyawa begitu
banyak orang Amerika Serikat di Iran.
Karena beda nih medan perangnya nih.
Yang dilawan bukan pasukan sendal jepit
nih di Iran nih. Enggak beda ini ya.
Tentara beneran dan udah bertahun-tahun
berperang saling bunuh di Timur Tengah.
Jadi memang pro lah soal perang-perangan
ini. Memang korup memang jenderalnya
enggak becus memang. Tapi jangan
dianggap sama juga bahwa militer Iran
ini sama dengan militer-militer cap kaki
lima yang ada di Afghanistan, yang ada
di Afrika atau yang ada di Amerika
Latin. Beda nih teman-teman bakal lihat
Amerika Serikat bisa jadi bangkrut kalau
benar-benar berperang dengan Iran. Nah,
yang paling penting menurut kalian
gimana, Guys? Menurut kalian kenapa ya
Amerika Serikat kayak penting banget ya
ikut campur dalam masalah demonstrasi
yang terjadi di Iran? Dan kalau kita
lihat lebih jauh lagi, ini jangan-jangan
berhubungan dengan Cina. Kenapa? Kan
teman-teman sudah tahu Cina itu crude
oil-nya impor dari tiga negara ini,
Rusia, Venezuela, dan yang terakhir Iran
dan impor dalam jumlah besar. Suplai
dari Venezuela udah ditutup. Next, kalau
Rusia ya agak lebih sulit ya. Next
tentunya Iran yang akan dikenakan
blokade besar-besaran di
pelabuhan-pelabuhan, di teluk-teluk yang
ada di Timur Tengah. Artinya apa, Guys?
Artinya kita bakal tambah cuan, Guys.
Makanya teman-teman jangan heran kalau
saham favorit kita udah mulai naik
tinggi nih dan bakal naik lebih tinggi
lagi. Nah, anyway, lu penasaran enggak
sih apa sih hubungan spesial sebetulnya
yang terjadi antara Iran dengan Cina? Lu
setuju enggak kalau kita bahas lebih
detail lagi hubungan segitiga antara
Venezuela, Iran, dan China di part 2.
Kalau lu setuju, segera like video ini.
Begitu mencapai 24.000 likes, kita
segera bikin videonya. Dan yang paling
penting lagi, jawab dong pertanyaannya.
Menurut kalian siapa yang akan lebih
dahulu diserang oleh Donald Trump?
Greenland, Colombia, Kuba, atau Iran?
Kalau menurut Benix, Iran. Menurut kamu
siapa? Jelasin dong alasannya apa. Oke,
guys. Semoga video ini bermanfaat.
Sekali lagi, jangan mau gampang dan
mudah diadu domba ya sama narasi-narasi
media yang ada di Indonesia. Bisa jadi
[musik] mereka cuma kaki tangan CIA.
Ditunggu komentarnya sekarang juga.
Semoga video ini bermanfaat. Salam
sehat, salam cuan. Bye bye.
[musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:06:58 UTC
Categories
Manage